Lanjutan fic ini baru awal perjalanannya, belum sampai actionnya. Tapi, Ling berharap nanti ada yang comment fic ini.
Enjoy Read!
~~ Yuri ~~
Besoknya, setelah beres-beres diri (gak usah dipermasalahkan). Kami berangkat ke bangunan tua. Aku pergi dengan mengendarai skeatboard, Miyu menumpang di mobil Vinnie bersama Vinnie, Shorty,dan Kiro. Karin? Dia mengendarai (sebenarnya pinjam sama Kiro) motor Kiro karena dia sudah memiliki SIM (aku saja baru tau Karin punya SIM). Sebenarnya, Miyu mau sekali naik pakai skeatboardku dan biasanya aku bolehkan. Tapi, kali ini tidak sama sekali aku bolehkan! Aku sudah trauma dengan mobil Vinnie. Waktu itu kami sampai dikejar polisi, aku terguncang-guncang dan tertabrak-tabrak. Aku truma sekali saat itu dan malas juga aku naik mobil Pria itu.
"Yuri, kenapa aku sih?" protes Miyu tadi.
"Lalu, mau naik mobil Shorty sendiri?" tawarku.
Miyu mengalah. Dia memilih naik mobil Vinnie karena selain karena tidak ada SIM, juga di mobil Shorty ada gambar KELINCI! Miyu,kan phobia hewan bertelinga panjang itu. Dan juga tadi, Karin dengan baik hati membagikan handy talkie mini yang terlalu mencolok ke kami semua. Katanya biar bisa berkomunikasi jarak jauh tanpa HP (seperti kami gak bawa HP saja.).
"Yuri!" Miyu memanggilku
Aku sedikit menekan headshet penyambung handy talkie mini ini, karena tadi tidak terlalu terdengar, "ya, ada apa Miyu?"
"Mmmm, apa kamu yakin Vinnie hobi merokok?" Tanya Miyu.
Ah, Miyu bertanya yang tidak penting! "memang dia tidak merokok? Kalau tidak, berarti dia masih ingin menjaga kesehatan paru-parumu." Jawabku sedikit ngawur.
"Ya… sebenarnya tadi aku mau bilang kalau Shorty titip sesuatu. Katanya kamu harus hati-hati dengan Vinnie karena dia sudah berubah sedikit. Itu saja ya, sayonara."
Aku terdiam, apa katanya, Vinnie sudah berubah? Aku harus berhati-hati sekarang. Akhirnya kami sampai di bangunan tua. Disana, Vinnie dan Shorty melihat markas Italia Mafia itu, Kiro menunggu dibelakang mereka (sudah kubilang Vinnie dan Shorty pasangan yang serasih). Aku memainkan HP lipatku, membuka pesan lama. Sejujurnya, aku takut dengan Vinnie waktu pertama bertemu. Tiba-tiba…
"HAH?!" seruku pelan.
Apa yang kulihat tadi? Vinnie ditembak Alonzo didepanku? Aku mencubit pipiku. Bilang kalau itu adalah mimpi! Aku tak percaya yang kulihat sekilas tadi, tidak percaya! Kulihat sekelilingku, Miyu sedang bermain sulap dengan Karin yang asyik mengasah panahnya (sejak kapan Karin bawa alat memanahnya?). Fiuh... sepertinya aku masih tidak kelihatan panik sementara tadi, hehehe.
"Hhhhh, kenapa dingin sekali?" bisikku pelan sambil memegang kedua lenganku.
Memang sekarang udara lagi dingin, kan musim gugur. Tapi, ini lebih dingin dari biasanya. Aku menekan lenganku lebih kuat, menghangatkan diri. Langit terlihat mulai gelap (kami berangkat sore-sore manjelang malam) dan udara dingin ini mengingatkanku Jack Haesamaru, pria bersyal hitam yang dulunya seorang pembunuh berdarah dingin, sniper. (mirip Haruka menurutku).
"Ok, guys, twetny guadrs!" kata Vinnie tiba-tiba.
Kami langsung berkumpul. Shorty mengatakan ada 20 orang yang tersebar di beberapa ruangan, termasuk si Pak Tua Alonzo. Misi kami membersihkan area dan membunuh si Alonzo itu. Tidak masalah, misi CIA sama kok. Vinnie membuka koper senjatanya. Miyu sempat berbisik kalau Vinnie akan memberi uang. Aku balas membisik menhinanya, mana ada si pembunuh bayaran itu memberikan uang saat mau beraksi, bego! Miyu hanya cengengesan.
Inilah senjata kami: Vinnie:Glot A, Shorty:Waterspay 99, Kiro: Takana, Aku:Uzi (dan bola), Miyu:Glot A (dan pistol kartunya), Karin:Pistol hitam (dan alat panahnya).
Jam 21.00, kami berpencar, misi pun dimulai!
Aku berhenti berlari, menarik nafas. Sudah 2 orang kutemui dan belum kutemukan Alonzo itu. Kulihat sekelilingku, aneh, sepertinya ada orang. Aku merasakan ada orang dibelakangku, langsung aku berbalik seraya menondongkan pistol.
"Jack?"
Pria 20 tahun bertopi koboi dan bersyal hitam, terpana melihat mulut pistol di depan mukanya. Aku menurunkan pistolku, tersenyum menyapa. Ya... si "Himura Kenshin" versi London datang.
"Kenapa kau ada disini?" tanyaku saat kami berjalan.
Jack menghela nafas, "aku melihat ada gedung yang mencurigakan ini dan aku coba masuk. Ada banyak orang yang berkeliaran sambil membawa senjata. Aku lolos dari mereka dan ternyata kau disini." Jelas Jack "kau sendiri?"
"Tidak juga, ada Miyu, Karin dan 3 temanku lainnya... kami berpencar." Jawabku.
"Siapa mereka_" Jack berhenti.
Aku ikut berhenti. Lamat-lamat terdengar suara langkah kaki, aku langsung menarik tangan Jack bersembunyi. Beberapa saatv kemudian, datang 2 orang yang menyandang senjata. Jack mulai mendidik pistolnya ke 2 oarang itu dan sebelum Jack menekan pelatuk...
DOR! DOR!
2 orang itu roboh dengan kepala yang tertembak. Melihat itu, aku tau siapa yang menembaknya. 1 menit kemudian, Vinnie datang melihat sekeliling Jack kembali siap menembak, kuturunkan pitolnya. Dia memandangku heran, aku balas dengan meletakkan jari telunjukku ke bibir, diam.
"Kau tau, dia Vinnie!" bisik Jack.
"Ya, aku tau, dan dia salah satu temanku..." bisikku sedikit ketus.
Jack terkejut, "apa maksudmu?"
"Aku terpaksa kerja sama dengan dia karena CIA!" jelasku singkat.
Jack hanya diam, terus melihat keadaan. Vinnie tidak terlalu lama disana, 10 menit kemudian, dia sudah pergi ke tempat lain. Aku dan Jack keluar dari tempat persembunyian. Lagi-lagi ada yang memegang pundakku, aku langsung membalik.
"Kiro?"
Arghh... pria samurai Jepang ini kadang-kadang datang tanpa permisi saja!, batinku. Jack ikut membalik dan Kiro mulai mengambil takananya. Aku buru-buru menahan Kiro.
"Stop, stop, stop, he's not a guard, he's just my friend." Kataku.
Kiro menahan tangannya, "Don't tell me if he_"
"Jack Haesamaru, a stone-cold killer from England who has the traits of a cowboy hat and scarf black. Turns out he's a crybaby." Potongku sambil menngejek Jack.
"Apa?" Jack marah.
Sebelum Jack benar-benar marah kepadaku, aku langsung lari, berteriak "Jack, you're with Kiro!". Lamat-lamat, aku mendengar pertanyaan Kiro yang bisa-bisa membuatku tertawa keras jika tidak aku tahan.
"You crybaby huh?"
~~ TO BE CONTINUED ~~
Ling: hihihihi
Yuri: (bermuka masam) sudahlah, jangan tertawa terus.
Ling: (menghapus air mata) habis kakak lucu banget...
Yuri: terserah padamu.
