Chapter 3, Yuri bertemu dengan orang yang sama sekali dia tidak duga! Gadis yang serupa dengannya! Mau tau apa maksudnya? Baca aja! Sepertinya nanti ada actionnya.
Yuri: apa maksudmu membuat ini?
Ling: liat aja kak!
Yuri: ….
ENJOY READ!
~~ Yuri ~~
Aku berhenti di sebuah ruangan gelap. Sial…. Gara-gara kabur dari Kiro dan Jack tadi, aku lupa apa rutenya. Aku memasuki ruangan dengan bantuan senter mini di kacamataku. WOW, ini seperti ruang perencanaan. Aku berjalan menuju sebuah meja. Di atasnya, banyak kertas-kertas yang sudah dicontreng-contreng kecuali satu, aku pun membacanya.
Kertas itu menggambarkan pria bernama Vinnie masuk ke gedung sendiri. Setelah melewati beberapa ruangan, Vinnie akan ditubruk dari belakang dan pistol yang dibawanya akan dipegang pria tua bernama Alonzo. Lalu Alonzo akan bertanya ini-itu, bila Vinnie menolak, maka Alonzo akan menembak Vinnie.
Aku langsung tergelak, apa ini perencanaan untuk membunuh Vinnie? Gawat, penglihatanku tadi bisa jadi kenyataan. Aku tak ingin itu terjadi! Aku langsung berbalik, tiba-tiba, aku menabrak orang. Saat aku jelas melihat orang itu, aku hampir berseru, tapi mulutku ditutup tangannya. Segera kulepaskan tangannya.
"Bagaimana kau bisa disini?" tanyaku.
"Nanti saja penjelasannya, sekarang laksanakan tugasnya dulu." elaknya
"Tapi, kau sudah tau?"
"Sudah, sekarang pakai saja rencanaku."
"Rencanamu? Apa itu?"
~~ Vinnie ~~
Aku berhenti di sebuah lorong dengan 2 pintu yang saling berhadapan. Sudah banyak lorong yang kulewati dan belum juga aku temukan Alonzo. Aku hampir kehabisan peluru, tepatnya sudah kehabisan. Peluruku tinggal 1 dan itu tidak cukup. Aku menghela nafas, teringat dengan gadis berkacamata itu, Yuri. Gadis itu memang tidak pernah berubah seperti waktu itu. Aku membuka pintu sebelah kanan dan….
BUK!
Aku tergelak, tanganku sudah memegang pistol lagi dan Alonzo! Ya, dia memegang pistolku, menghadapkan mulut pistol ke wajahku, seperti waktu aku pertama bertemu dengannya.
"Kita bertemu lagi, Vinnie." Sapanya.
Aku menatap tangan robotnya Alonzo. Hm, tangannya ternyata diganti setelah dipotong Kiro. Aku hanya diam.
"Apa kau masih ingin menolak persetujuan itu?" tanya Alonzo tanpa basa-basi.
Aku memandangnya tajam. Persejutuan sewaktu di Itali itu sempat aku tolak dan sekarang dia masih berharap aku mensetujui perjanjian itu. Aku tersenyum mengejeknya.
"Aku tidak akan pernah mensetujuinya, Alonzo" jawabku sedikit keras.
"Kau tau,kan resikonya…"
Ah! Sejak kapan kakek ini suka merayuku? Aku hanya menggeleng, menolak.
"Kau sendirian sekarang! Tim-timmu sudah kami singkirkan dan kau harus mensetujui perjanjian ini…."
"Already I say, I will never agree!" potongku keras, kakek menyebalkan!
Alonzo sempat terkejut, tapi sesaat dia terkekeh, "Kau benar-benar terlalu berani, Vinnie. You're just alone now. SAY GOODBYE!" Dia menekan pelatuk.
Aku terdiam, tapi entah kenapa aku menjawabnya, "I'm not alone!"
"No, you are supposed to say GOODBYE!"
BUK!
Aku kembali terkejut, tangan robot Alonzo terlempar oleh bola kaki yang berselimut listrik! Aku membalik melihat pintu, gadis berkacamata itu menyelamatkanku?! Alonzo ikut memandang pintu. Yuri menyeka keringat, tersenyum menyapa.
"How can you qualify?" tanya Alonzo tergagap, mundur beberapa langkah.
Yuri tertawa pelan, "How do I qualify? By passing all the guards you, Alonzo." jawabnya singkat.
"Shit, finish them!" teriak Alonzo.
Para penjaga menyerang Yuri dengan pisau dan pedang. Aku membalas pukulan salah satu penjaga. Tanpa kusadari, Alonzo dengan licik mengendap-ngedap menghunus pisau, siap menghunjam ke punggung jika saja…..
BRUK!
Ada yang menendang Alonzo yang membuatnya tersungkur, aku membalik ke belakang. Yuri menendang Alonzo, eh, bukan Yuri! Gadis berkacamata yang mirip Yuri yang menendang Alonzo. Aku hanya terpaku. Gadis itu menatapku.
"Looked down!" teriak gadis itu.
Aku lansung menunduk, lebih tepatnya membungkukkan punggung. BUK! Ternyata gadis itu menendang penjaga yang akan memukulku dari belakang. Aku kembali bangkit. Yuri tidak lagi di depan pintu, tapi…. Dia menindik Alonzo yang berdiri didepannya?
"Now, what you want to do more, Alonzo?" tanya Yuri menyengir usil.
~~ Yuri ~~
"Now, what you want to do more, Alonzo?" tanyaku dengan menyengir usil.
Usil? Memang aku sedang mengerjai siapa? Jawabannya akan terjawab sendiri. Aku segera menekan pelatuk disaat Vinnie masih terkejut dan gadis itu tersenyum tipis.What a happen? Bunga keluar dari mulut pistol dan Alonzo jatuh tak sadarkan diri. Aku mengambil bunga itu, mengayun-ngayunkan di atas mukanya yang pucat. Jujur, ini hal konyol sekali. Setelah benar-benar yakin pak tua itu tertidur, baru aku mengikatnya.
Vinnie mulai kesal, "Hey, what's your plan exactly, little girl?"
Aku menatapnya, mengangkat bahu, "Forced to take him to the police because they will come 2 minutes and that the time is right for you, Kiro and Shorty run away from this place." Kulepaskan kacamataku, mengelapnya, dan memasangnya lagi. "The mission changed since twin sister, Yuki, with the police. And the police will also catch Alonzo. The plan, later you willriding your car brought Kiro, Shorty, and a friend of mine who was with Kiro run away to a quiet road towards the safe house. Wait we get any news, you just can't take the money." Jelasku.
Vinnie menatap Yuki sebentar, lalu berahlih ke arahku, "You?"
Aku tersenyum, "I? Let the next problem I have faced as Yuki. Come on, now!"
Dan Vinnie pun berlari keluar setelah aku melemparkan pistolku ke dia. Misi berhasil dengan berbunyinya sirene Polisi menyusul ketika mobil Vinnie berseru kabur.
"Yuri, sepertinya kalian cocok jadi pacar atau patner, ya?" tanya Yuki sedikit bergurau.
Aku tersenyum kesal, "Sepertinya jadi patner. Dan tarik ucapanmu kalau kau bilang pacar!" kataku mengancamnya,
Yuki hanya tertawa
~~ Ling ~~
Sebulan kemudian, London, Inggris Raya.
Yuri memilih berhenti berkerja sama lagi dengan Sift Head World dan berhenti berhubunginya lagi, juga Yuki masih menjaga rahasia Yuri. Yuki jahil memata-matai Yuri sampai menemui Sift Head World. Sampai SMS ini membuat Yuri malu-malu kucing hingga marah besar.
Pagi itu, Yuri mendapat pesan dari Vinnie
Yuri, entah kenapa perasaan ini selalu datang dari kita bertemu sampai sekarang dan sekarang kuberanikan diri untuk mengatakannya. Sebenarnya aku menyukaimu.
VINNIE
"Eh?" Yuri terkejut, terus melotoi SMS iru di HP lipat hijau toskanya.
Sampai terdengar sebuah kekikikkan dari arah belakang. Yuri membalik, Jack melambaikan tangan sambil memperlihatkan SMS sama. Yuri segera mengejarnya, dia dikerjai!
"JACK HAESAMARU!"
~~ THE END ~~
Ling: hhhh selesai dengan ending crazy (nyengir)
Yuri: (marah) kau harus mempertanggungjawabkan tulisanmu, Ling!
Ling: (menghilang)
Ditunggu ya, rewiswnya.
