Disclaimer : Naruto milik masashi kishimoto.. tapi sasu-teme milik author
Terinspirasi salah satu drama yang pernah Tara tonton
Pair : SASUNARU ALWAYS slight ShikaNaru/SasuKarin
Warning : Shonen . Typo bertebaran. Dan fic ini mempunyai unsur BL (sekali lah ini fanfic mengandung BL. Jadi yang tidak suka ya…. Jangan dibaca ^^)
Tara'Note: Perhatikan tahunnya yaa Minna…. Karena akan banyak adegan dari past ke future atau sebaliknya^^
THE TIME (400 Years Ago)
Previous Chapter:
CUP
Hanya sebuah kecupan tidak lebih dan hal itu dapat membuat seorang Uchiha Sasuke membelalakkan bola matanya.
"A..apakah ini merupakan ucapan perpisahan disini..?" Tanya Sasuke gugup.
"Ehm.. Tentu saja" Ucap Naruto lantang,kelewat lantang untuk menutupi ehm… kebohongannya.
Chapter 5
"Ehm Tentu saja"
"Apa,.. ucapan perpisahan seperti ini biasa digunakan pada siapapun dan dimanapun…?" Tanya Sasuke lagi karena 'ditempatnya' hal ini hanya dilakukan oleh orang yang sudah menikah saja.
"Mmb" Jawab Naruto sambil mengangguk-angguk 'polos'. "Sasuke~ Karena kita sudah di lantai 1 maka kau akan aku antar hingga tempat tadi" Ucap Naruto menambahkan dan langsung berjalan mendahului Sasuke untuk menutupi semburat merah yang mulai menjalar hingga mmm… Telinga.
Baru sampai di pelataran parkir perpustakaan konoha Naruto sudah dikejutkan dengan suara yang memanggilnya, dan ketika Naruto melihat siapa yang memanggilnya shapphire itu semakin membola dan bergerak-gerak panik memandang orang yang memanggilnya dan juga Sasuke.
"Oh.. H..Hai Hi-Hinata Nee, sedang disini?" Ucap Naruto sambil mencoba menghalangi pandangan Hinata dari seseorang yang berdiri tidak jauh dibelakang Naruto.
Tak..!
"Ittai…" Rintih Naruto sambil memegangi dahinya yang memerah.
"Kau keluar Terlalu lama Naru-Chan,Bagaimana jika ada wartawan disini. Mereka mengira kau sedang sakit dan sekarang kau berkeliaran disini..?" Oceh Hinata.
"Oke Oke.. baiklah Hinata Nee, ayo kita kembali" Ucap Naruto langsung sambil memberi kode agar Sasuke langsung pulang, melihat tingkah penurut Naruto yang dirasanya mencurigakan Hinata mengedarkan pandangannya, Hingga tatapan tajam Hinata berhenti pada sosok Sasuke yang akan berbalik masuk kembali kedalam perpustakaan.
"Hei.. Tunggu" Hinata yang ingin mengejar seseorang yang dirasa mencurigakan pun langsung dihadang Naruto,. "Hinata Nee…" rengek Naruto lagi.
"Minggir Naru Chan!" mendengar suara tegas Hinata, Naruto pun langsung terdiam ditempat melihat hal itu Hinata tidak menyia-nyiakan keadaan dan langsung berlari lari kecil untuk menyusul 'orang ' tersebut. Dan Naruto yang baru pulih dari keterkejutannya juga langsung menyusul Hinata dibelakang.
"Hei Apa kabar, perkenalkan namaku Hyuga Hinata teman sekaligus manajer orang ini dan anda adalah…?" Ucap Hinata yang sudah berdiri menghadang jalan Sasuke dan tak lupa menunjuk Naruto yang berada disebelahnya.
"…"
"Uchiha Sasuke, dan dia akan segera pergi jadi tolong Hinata-Nee jangan mengganggu nya" Ucap Naruto langsung.
"Oh kalau begitu kebetulan sekali kami juga akan pergi jadi akan aku antar anda tuan Uchiha"
"Tidak perlu, Saya bisa pulang sendiri" Ucap Sasuke,sopan.
"Kalau begitu saya akan memaksa anda untuk kami antar" Ucap Hinata memaksa hingga disinilah mereka berada..
Sasuke duduk tenang dibelakang, dan Naruto serta Hinata duduk didepan.
"jadi benar anda adalah tutor Naru-Chan..?"
"Benar!" Suara cempreng Naruto langsung menjawab pertanyaan Hinata.
"Ehm.. Jadi kalau boleh saya tau,apa hubungan anda dengan Naru-Chan,maksud saya adalah hubungan yang lebih ehm Pribadi?" Tanya Hinata sambil tetap berkonsentrasi dengan kemudinya.
"…."
"Tidak mungkin.. Sasuke hanyalah tutorku dia adalah dosen muda di jurusan Sejarah, benarkah Sasuke..? Jadi Sasuke membantuku untuk mempelajari sejarah korea"
"B..benar" Jawab Sasuke tak yakin.
"Aah~ Kalau begitu untuk apa kalian bertemu diperpustakaan pada malam hari seperti ini?" Tanya Hinata menyelidik..
"Untuk Belajar,Apa lagi… Kenapa Nee-Chan bertanya seperti itu..? Neechan tidak percaya padaku" sambar Naruto lagi.
"Naru-, Nee-Chan sedang tidak bertanya kepadamu jadi duduk dan diam!" Perintah Hinata Pelan tapi menakutkan.
"Huh" Naruto mempoutkan bibir cherry nya,hingga Sasuke yang ikut melihat kelakuan Naruto langsung tersenyum sedikit walaupun hal itu tidak berlangsung lama karena melihat pelototan mata Hinata kearahnya.
"Aku akan turun didepan sana" Ucap Sasuke setelah mobil berjalan sekitar 5 menit, Hinata yang mengerti langsung menepikan mobilnya didekat taman yang tadi ditunjuk oleh Sasuke.
"Hati-Hati dijalan Uchiha-San" Ucap Hinata sambil menjulurkan tangannya sebagai ucapan perpisahan.
Sasuke langsung memandang bingung antara tangan Hinata dan wajah Naruto yang terkejut.
"Ehm apa ucapan salam perpisahan umumnya seperti ini?"
"Yaa..? Apa maksudnya Uchiha San?" Tanya Hinata tidak mengerti, Sementara Naruto sudah menunduk malu menghadap jendela luar.
'Aiisshh kenapa dia menanyakan hal itu' Rutuk Naruto dalam hati.
"Apa tidak ada cara yang lain?" Tanya Sasuke lagi, sesaat Hinata masih tidak mengerti hingga bohlam lampu dikepalanya menyala "Ahh begini" Ucap Hinata sambil melambai-lambaikan tangannya.
"Kalau begitu.. kalau tidak 'begini' ya 'begini'..?" Ucap Sasuke sambil tangan kanannya melambai-lambai dan tangan kirinya melakukan gerakan jabatan tangan. Sasuke yang melihat anggukan Hinata langsung menolehkan kepalanya kearah Naruto yang masih menghadap jendela.
"Kalau begitu…" Ucap Sasuke menggantung sambil menjulurkan tangannya kearah Naruto, Naruto melihat Sasuke sebal sekaligus malu karena senyuman jahil yang menghiasi Sasuke,
"Ehm.. Hati-Hati" ucap Naruto yang menunduk karena malu.
-Di Apartemen Naruto-
"kalau dia adalah seorang pangeran mungkin namanya ada dalam situs sejarah korea bukan.." Ucap Naruto bermonolog sambil mengetikkan nama 'Uchiha Sasuke' di mesin pencari dan klik.
Wikipedia: Uchiha Sasuke adalah seorang pangeran pada dinasti Uchiha, Putra kedua dari kaisar terbesar didalam dinasti Uchiha, memiliki kakak laki-laki yang dinobatkan sebagai putra mahkota,dikenal dengan pangeran yang memiliki kemampuan pemikiran yang tinggi bla bla bla~
"Aah.. Jadi Teme tidak berbohong mengatakan kalau dia pandai, Hmm… kalau dia benar dari masa lalu jadi umurnya sudah.. 200.. 300.. 400 tahun…? " Teriak Naruto.
ketika sedang asyik melihat-lihat situs sejarah tiba-tiba dilaptop Naruto pada akun sosial media muncul pemberitahuan.
Klik
Dibukanya pemberitahuan yang muncul, dan bibir cherry Naruto langsung terbuka melihat pemberitahuan yang muncul ternyata sebuah foto yang diunggah oleh salah satu 'teman' dunia mayanya.
Minna~ Aku bertemu Naru-Chan #Kyaaa tidak lupa sebuah foto Naruto yang menunduk didepan lift terpampang jelas dibawah tulisan tersebut.
"Naru cepatlah tidur besok kau harus segera syuting" Hinata muncul tiba-tiba dibelakang Naruto yang masih terkejut, Hinata pun langsung melihat apa yang membuat Naruto seperti itu.
"Kami Sama… Ya Ampun! Bagaimana mereka langsung mengupload gambar itu..?" Ucap Hinata yang langsung panik "Bagaimana Jika sutradara Hatake mengetahui ini…? Bagaimana jika ini menimbulkan skandal..? Bagaimana jika" Dan rentetan kejadian yang 'mungkin' akan terjadi terus diucapkan oleh Hinata tanpa henti.
"Aah~ aku memiliki ide untuk menanganinya karena itu hanya fotomu sendirian jadi aku dapat membuat alibi jika Hatake san menanyakan hal ini.,. Tapi apa tidak ada yang memfotomu dengan Uchiha san Naru..? atau kau tidak melakukan hal-hal yang akan menimbulkan skandal kan?"
Dan Ingatan Naruto langsung melayang ke kejadian didalam lift bersama Sasuke tadi,Naruto langsung menggigit bibir bawahnya cemas.
"A..ano Hinata nee- Apa didalam Lift ada CCTV nya..?" Tanya Naruto gugup yang membuat Hinata melebarkan matanya "Ohh Kami sama.. Jangan lagi.. Jangan Lagi" Dan Naruto menceritakan semua kejadiannya dengan Sasuke tadi minus jati diri Sasuke yang sebenarnya.
-Perpustakaan Konoha-
"Naru..! Kau bilang kau tidak memiliki hubungan dan sekarang apa..? Kau menciumnya dan hal itu tertangkap CCTV….?" Gerutu Hinata sepanjang jalan menuju kantor keamanan perpustakaan Konoha.
"Aku memang tidak memiliki hubungan apapun Hinata-Nee" Bantah Naruto.
"Haaah~ Naru Chan Jika kau mencium seseorang meskipun hanya sekali, itu menunjukkan kau memiliki hubungan" Ucap Hinata lagi, kali ini lebih sabar terhadap sikap kelewat polos Naruto.
Tok tok tok
"Iya ada yang bisa saya bantu" Tanya seseorang security yang berjaga diruang kendali CCTV
"Ehem… teman saya tadi siang kemari, dan tidak sengaja kehilangan pada saat di lift. Saya ingin mengeceknya apakah memang benar bahwa hanphone adik saya hilang di lift" Ucap Hinata yang telah mengarang kejadian yang ada.
"Teman saya memang orang yang ceroboh,jadi bolehkan saya melihat CCTV di Lift perpustakaan ini,mugkin HP adik saya dicuri ditempat itu" Tambah Hinata lagi meyakinkan sang petugas keamanan.
Petugas keamanan yang melihat keseriusan Hinata langsung mengajak mereka ketempat monitoring CCTV.
"Sekitar jam berapa adik anda menaiki Lift tersebut"
"sekitar jam 8 malam ini tuan"
"Mmmb… Maaf Nona ternyata CCTV di lift tersebut sedang diperbaiki,jadi tidak ada gambar yang terekam hari ini"
"APAAA….?" Teriak Hinata dan Naruto bersamaan, usaha mereka berdua terasa percuma di tengah malam seperti ini.
Naruto Pov:
Haah kenapa Hinata-Nee tidak langsung pulang saja… kenapa masih berbasa-basi dengan petugas ini, aku mengedarkan pandanganku ke monitor-monitor yang tadi ditunjuk oleh petugas tadi… 'Banyak sekali CCTV nya…' hingga mataku hampir keluar ketika melihat di monitor 8 ada laki-laki yang berjalan santai diantara rak buku.'Sasuke berada disini,padahal perpustakaan sudah tutup.'
"Hinata Nee… aku akan ketoilet sebentar" Tidak menunggu jawaban dari Hinata-nee aku langsung berlari kearah tempat Sasuke berada.
.
.
.
"Pppst.. Kau tidak boleh berdiri disana…" Bisikku kearah Sasuke yang berdiri ditengah lorong rak buku,sementara aku bersembunyi dibelakang rak buku yang akan menutupi tubuhku dari CCTV.
Kulihat Sasuke menoleh kekanan dan kekiri hingga Sasuke melihat kearahku,bingungitulah ekspresi yang ada diwajahnya melihatku berada di balik rak buku. "Kau tidak boleh berdiri disitu Suke, kamera CCTV akan menangkap gambarmu.. Berdiri dibelakang rak itu!"
Meskipun masih bingung Sasuke tetap menuruti arahanku.
Aku berlari cepat kearah Sasuke berada. "Sasuke kau tidak boleh masuk ketempat apapun seenaknya, meskipun tidak ada orang tetap akan ada CCTV yang akan menagkap setiap gerak gerikmu"
Naruto mendengar semua arahanku dengan seksama dan juga CCTV yang aku tunjukan bentuk,fungsi serta jangkauannya diruangan ini.
"Kukira aku telah melakukan persiapan yang matang sebelum aku kesini, ternyata aku melakukan hal yang bodoh lagi. Dunia ini apa tidak memiliki titik buta..?"
"Dasar Teme, apa kau mengira ini masih 400 Tahun yang lalu eoh..? ahh satu lagi jika ingin pulang maka kau harus menyusuri lorong ini dan belok ke kanan"
"Baiklah,sekarang aku mengerti.. Tapi kenapa kau berada disini Dobe..?" Hahaha logat Sasuke sudah mulai berubah,. Dia tidak sekaku ketika kami pertama bertemu
"Ahh.. aku sedang mengurus sesuatu Teme,…" Gugupku
"Hmm Setelah kupikir-pikir kenapa kita selalu bertemu Teme…? Apa ini semua hanya kebetulan semata"
"Pertemuan kita bukanlah sebuah kebetulan,pasti ada maksud tertentu dibaliknya" dia berkata seperti itu sambil memandang lurus ke arahku membuatku bertambah gugup.
"Tapi bagaimanpun kau adalah seorang 'Playboy'…!"
"Haah~ Karena dari tadi kau mengatakan aku adalah seorang playboy,katakan..! Apa arti playboy itu dobe?"
"mm untuk apa kau kesini Sasuke..?" Tanyaku mengalihkan topik pembicaraan.
"Aku ingin melihat sesuatu yang terlewat tadi" Jawab Sasuke datar tapi tidak terkesan negative justru tegas, Hmmm apa aksen bicara kerajaan dahulu seperti ini…
End Naruto Pov
Normal Pov.
Suara dering ponsel Naruto berbunyi.
"Moshi-Moshi…"
"…."
"Agh…! Sebentar Hinata nee perutku tiba-tiba sakit, aku akan berada ditoilet sedikit lebih lama.."
"…"
"Ha'i"
"Kau tau tadi aku kesini dengan temanku tadi,kurasa aku harus segera kembali"
"Hmm kalau begitu pergilah,aku tidak mau temanmu curiga"
"Mengertilah Sasuke, dia hanya khawatir karena aku terkenal dan banyak pengge-" Uapan Naruto terpotong dengan kalimat Sasuke yang mengatakan bahwa Hinata tidaklah curiga pada Naruto tapi pada Sasuke.
"Kenapa..?" Tanya Naruto sambil mengerjab ngerjab polos menghadap Sasuke.
"Karena sifatmu ketika bersamaku,mungkin"
"Ehem… Mmm baiklah aku akan pergi, Oh sebelumnya mengenai salam perpisahan.. itu…" Sasuke tersenyum jahil mendengar topic pembicaraan Naruto.
"Itu..Tentu banyak cara untuk melakukan salam perpisaha, cara yang aku ajarkan adalah cara yang Paaaling formal Sasuke, jadi melakukan lambaian tangan atau menyalami orang merupakan hal yang sama tidak ada perbedaan. Aku mengajarimu agar kau terbiasa dengan berbagai macam salam perpisahan,Apa kau mengerti..?" Naruto menatap Sasuke dengan mata bulat besarnya yang berkedip-kedip lucu. Sasuke sedikit terkekeh melihat penjelasan yang panjang lebar dari Naruto.
"Kenapa…? Kau tidak mempercayaiku Sasuke?"
"Tentu saja aku mempercayaimu, kau adalah satu-satunya orang yang aku kenal di Dunia ini, kau adalah guru yang mengajariku angka 1 sampai 10,"
"Mm.. kalau begitu aku akan pergi sekarang, Hati-hati dijalan dan jangan sampai tertangkap Sasuke"
"Hn.. Kau juga hati-hati" Naruto mulai berbalik dan berjalan pelan melewati rak-rak buku yang berjajar rapi.. Tapi tiba-tiba Sasuke berbalik dan berjalan cepat menuju Naruto, Ditariknya pergelangan tangan Naruto dan membimbingnya bersandar dirak Buku.
"Kenapa Sasuke…?" Tanya Naruto bingung.
"Jika kita berada didini. kita tidak akan terlihat oleh CCTV bukan" dan dijawab dengan anggukan oleh Naruto. Lengan Sasuke meraih pinggang ramping Naruto sementara tangannya mendorong leher Naruto mendekat, Kemudia jarak mereka berdua semkin menipis dan
-Kiss-
"Bukankah kau ingin terbiasa dengan sapaan seperti ini..? Aku akan mencobanya agar terbiasa denganmu" Ucap Sasuke membenarkan tindakannya.
"Meskipun ini sedikit aneh tapi mungkin aku akan terbiasa" Tambahnya lagi. Naruto yang telah lepas dari keterkejutannya hanya dapat mendesah kesal atas tingkah laku Sasuke.
"Kau memang 'Playboy' Sasuke, Aku akan pergi sekarang.."
Sementara Naruto pulang, Sasuke tetap meneruskan acara membacanya
Tahun rubah bulan 4 hari ke 15. Pewaris kerajaan ke -2 bertemu dengan pemimpin daerah ibukota.
Tahun Rubah bulan 4 hari 17. Pangeran Sasuke diinterogasi oleh pihak keamanan karena dugaan tindakan kudeta yang direncanakan untuk menggulingkan posisi Uchiha Itachi sebagai putra mahkota
Tahun Rubah Bulan 4 hari 20. Pangeran kedua dijatuhi hukuman pengasingan diperfektur nara.
Tahun Rubah Bulan 4 hari 22 Tahanan atas nama Sasuke menderita sakit keras hingga akhirnya pada hari ke 25 ditemukan telah meninggal dunia.
'DEG'
"Jika hari ini adalah hari ke 15 maka 10 hari lagi aku akan…"
TBC
