Tara Update kilat Minna~~~^^
Disclaimer : Naruto milik masashi kishimoto.. tapi sasu-teme milik author
Terinspirasi salah satu drama yang pernah Tara tonton
Pair : SASUNARU ALWAYS slight ShikaNaru/SasuKarin
Warning : Shonen . Typo bertebaran. Dan fic ini mempunyai unsur BL (sekali lagi ini fanfic mengandung BL. Jadi yang tidak suka ya…. Jangan dibaca ^^)
Tara'Note: Perhatikan tahunnya yaa Minna…. Karena akan banyak adegan dari past ke future atau sebaliknya^^
THE TIME (400 Years Ago)
-Mrs Tara Fujitatsu-
1614
Sasuke Pov.
Meninggal karena sakit… Meninggal karena sakit, apa aku akan berakhir seperti itu..? Meskipun aku memiliki jimat untuk menyelamatkan nyawaku ini, tetapi hal itu akan merubah sejarah yang ada. Apa tindakanku sudah benar atau hal ini akan semakin menimbulkan masalah kelak.
Tapi… Apakah benar aku meninggal karena sakit…?
"Tuan Muda.. Kenapa makanannya tidak tuan makan..? Apakah kita harus pergi ke kedai yang lain..?"
"Tidak juugo,.." Ucapku sambil meminum teh hijau yang telah disediakan oleh penjual di kedai ini. "Kurasa kau harus sembunyi Juugo, bawalah Gisaeng bernama Karin bersamamu, pergilah kekuil ditengah hutan" Ucapku setelah mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi.
"Ta..tapi tuan muda bagaimana dengan anda..? sebenarnya apa yang sedang terjadi..?"
"Hn. Kau tidak usah mengkhawatirkan aku Juugo, Aku akan menemui mu 10 hari lagi dikuil, tapi jika dalam kurun waktu itu aku tidak muncul maka segera bersembunyi diluar kerajaan Uchiha"
"Yang Mulia… Sebenarnya apa yang terjadi..?" Tanya Juugo bingung.
Keesokan harinya sebelum fajar menyingsing aku memacu kudaku menuju kuil untuk menemui Biksu Tsunade.
'Cklek'
"Maaf membuat anda menunggu lama yang mulia.."
"Tidak apa-apa biksu… "
"Jadi apa yang membuatmu datang kekuil ini yang mulia..?"
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan anda,. Jadi~"
~Mrs Tara Fujitatsu~
2014
Normal Pov.
"Yang Mulia… Hamba tau yang mulia sangat lelah dengan permasalahan yang terjadi, Hamba meminta maaf karena hamba ikut menambah masalah karena insiden tadi,. Hiks"
"Ratu,ku… Jangan pernah berfikir seperti itu, aku tidak akan mampu untuk melihat air matamu ini" Ucap shikamaru sambil mengusap bulir-bulir air mata di pipi ratunya,Naruto.
"Ta..tapi yang mulia, h-hamba telah…" Akting Naruto lagi yang membuat para kru film ikut merasakan kesedihan Naruto,sedangkan sang sutradara tersenyum senang melihat acting sang tokoh utama.
"Sshh.. sudahlah ratuku,.. Lebih baik kita beristirahat, Ini hari yang berat untukmu" Ucap Shikamaru sambil merengkuh pundak mungil ratunya kedalam pelukan hangat sang raja Uchiha.
CUT….!
Prok Prok Prok
"Perfect..! Kerja bagus Naruto.. Shikamaru.." Puji Sang Sutradara,Hatake Kakashi
"Ha'i" Ucap Naruto cerah dan langsung melepaskan dirinya dari pelukan erat Shikamaru.
"Kita akan memulai syuting jam 2 nanti, jadi kalian memiliki waktu istirahat untuk adegan selanjutnya."
Di ruang tunggu pemeran utama.
"Buat dia semakin cantik, jangan biarkan pemeran selir Yora mengalahkan kecantikan Naru-Chan" Perintah Hinata kepada penata rias Naruto yang sedang membenarkan make-up sang artis.
"Neechan.. Jangan lupa kalau aku masih laki-laki, aku tampan" protes Naruto sambil mengerucutkan bibirnya imut.
"Ya.. Ya… Ya… Kau tampan dan cantik Naru-Chan"
"Mmm… Neechan. Sudah berapa lama sejak syuting ini dimulai..?" Tanya Naruto ketika sesuatu mengganggu fikirannya.
"Sudah 9 hari Naru chan, kenapa..?"
"Huh.. Dia datang seenaknya membuat orang bingung dan sekarang dia juga menghilang seenaknya,. 9 Hari…." Ucap Naruto bermonolog, sementara sang manajer sudah menghilang karena menerima telepon dari salah satu produser TV.
'Apakah seharusnya aku meninggalkan nomor telepon ku padanya..?, Aish.. Meskipun aku memberinya dia hanya seorang Teme yang tidak mengerti apa itu telepon'
Ketika sedang asyik melamun Naruto dikejutkan dengan kedatangan penulis naskah film Houko Heika Mikoto, UMINO IRUKA.
"Anda Nampak sangat cantik Naruto-san, sangat sesuai dengan apa yang aku bayangkan" Ucap Iruka memulai pembicaraan.
"ah.. Anda terlalu memuji Iruka-San,. Dan lagi jangan bersikap formal kepadaku" ucap Naruto sambil mengeluarkan senyuman terbaiknya.
"Baiklah kalau begitu, ehm Naru chan, Aku melihat proses syuting tadi dan aku sangat puas atas hasil yang aku lihat. Sejak awal aku sudah berfikir bahwa kau pasti orang yang cocok untuk memerankan karakter Ratu Mikoto."
"Begitukah…? Aku sebelumnya belum pernah memerankan tokoh sejarah jadi aku sedikit gugup kali ini" Aku Naruto kepada Iruka.
"Mmm apakah ada yang tidak kau mengeri dari Script yang ada Naru.?"
"Mmm " Naruto ingin berkata tidak, tapi terhalang ketika wajah Sasuke muncul difikirannya "Ano… Iruka-San apakah mengenal tokoh bernama Uchiha Sasuke?"
"Bukankah nama itu tidak muncul dalam scenario Naru?" Tanya Iruka bingung.
"Tapi,. Sewaktu aku mempelajari sejarah dinasti uchiha aku menemukan nama itu"
"Kau mempelajarinya Naru…? Astagaa… Aku semakin menyukaimu tidak ada seorang artis yang pernah bekerja sama denganku susah-susah mempelajari skenario film bahkan membaca literature tentangnya, ehm baiklah kalau begitu aku akan menjawab pertanyaanmu, siapa namanya tadi Naru..?"
"Mmm Sasuke, Uchiha Sasuke."
"Mmm Uchiha… Dia adalah putra kedua dari Houko Heika Mikoto,tokoh yang kau perankan, karena setting film ini adalah ketika Mikoto remaja maka tokoh sang anak tidak muncul,. Dia dikenal sebagai pangeran yang sangat cerdas, sebentar aku akan mencari data lengkapnya di Internet" Kemudian Iruka membuka Tablet yang selalu dibukanya dan membuka situs buku-buku sejarah dan mencari biografi Sasuke Uchiha.
"Ketemu,. Dia lahir pada tahun 1590 Tahun Singa,.. Lulus dari akademi pendidikan kerajaan dengan nilai terbaik pada tahun 1610. Tapi pada tahun 1614 Bulan 4 dia terlibat kasus kudeta kerajaan hingga disiksa dan diasingkan di perfektur nara"
"Diasingkan…? Disiksa…?" Tanya Naruto terkejut
[Brak…! Uchiha Sasuke ditangkap atas tuduhan pemberontakan]
[Sebagai raja… Aku memerintahkan pengkhianat kerajaan Disiksa hingga dia mengakui kejahatannya]
[Yang Mulia… Dia putra kita.. Kenapa kau berlaku kejam kepadanya…]
[Usir Dia..! Pindahkan Dia ke tempat pengasingan para pengkhianat kerajaan,Itu Perintahku..!]
"Kemudian dia meninggal pada Tahun rubah Bulan 4 Hari 25, jika dia lahir pada tahun 1640 dan meninggal pada tahun 1614, jadi umurnya baru 24 tahun ketika dia meninggal"
Keringat dingin membasahi pelipis Naruto "24 T..tahun"
Flashback
Kau lihat Naru, ini adalah kejadian hari in dizaman ku, tertulis dibuku sejarah pada tahun Rubah bulan 4 hari ke 15
Flashback Off
"Jika kejadian di perpustakaan adalah hari ke 15 bulan 4 Tahun rubah, maka sekarang adalah hari ke…. 24,.?" Keringat dingin semakin tampak muncul di pelipis Naruto, bahkan tangannya bergetar karena takut.
"Dan dia meninggal pada hari ke 25, berarti b..besok…?"
-Mrs Tara Fujitatsu-
1614
Perfektur Nara
Tahun Rubah bulan 4 hari 14.
Seorang pelayan yang bertugas untuk mengantarkan makanan ke tahanan khusus bernama Sasuke sedang diperiksa oleh para pengawal, melihat apakah tidak ada hal yang mencurigakan sebelum pelayan tersebut mengantarkan ke sebuah penjara rumah.
Tok Tok Tok
"Masuklah" sahut suara dari dalam
"Saya mengantarkan makanan tuan" Ucap sang pelayang dan langsung beranjak untuk pergi setelah meletakkan makanan didepan Sasuke
Cklek, Pintu kembali tertutup.
'Jika besok aku meninggal karena sakit keras, tentunya saat ini aku sudah mulai merasakan penyakit tersebut' kemudian pandangan Sasuke tertuju pada makanan yang berada didepannya,curiga.
Kantor Penasihat Kerajaan Orochimaru.
"Rencana kita berhasil dengan baik, tinggal selangkah lagi kita dapat mengenyahkan pangeran Sasuke, Tidak aku sangka raja bodoh itu mudah tertipu. Akan sangat menyulitkan jika pangeran Sasuke tetap hidup, Jadi kau tau apa maksudku danzo..?" Perintah Orochimaru kepada danzo sambil menyeringai licik.
"Tentu tuan, Hamba akan melaksanakan perintah anda"
"Pangeran cerdik itu telah lancang, dengan mengetahui rencana kita, Jadi rasakan akibatnya hahahaha"
"hahahaha" Dan tawa licik kedua orang tersebut terus terdengar hingga tengah malam
Perfektur Nara
Tahun Rubah bulan 4 hari ke 25
Sebelum semua orang terbangun, Sasuke telah terbangun dan mengendap-ngendap keluar rumah untuk memastikan sesuatu. Hingga Sasuke telah berdiri di belakang rumah tahanan.
'Mati' fikir Sasuke, Sebelumnya Sasuke telah memberikan makanan dari pelayan kemarin sore kepada kucing jalanan, dan sekarang Sasuke mendapati kucing tersebut telah mati dengan mulut mengeluarkan busa,setelah mengetahui hal tersebut maka Sasuke bergegas kembali menuju rumah tahanan tersebut.
.
.
"Apa kalian melihatnya keluar?" Tanya pelayan yang membawa makanan kepada 2 orang penjaga.
"Sepertinya tidak" Ucap kedua pengawal tersebut, mendengar hal tersebut maka pelayan wanita pembawa makanan tersenyum miring dan berjalan kembali menuju ruangan Sasuke ditempatkan.
'DEG' Betapa terkejutnya pelayan tersebut ketika mendapati Sasuke sedang duduk membaca buku-buku sastra.
"Kenapa kau terlihat kaget..?" Tanya Sasuke tegas, sedangkan sang pelayan semakin gugup dan berkata "t..tidak,.Bukan Apa-apa"
"Tidak ada yang dapat aku ajak bicara disini, jadi aku meminta pendapatmu,. Apa aku terlihat sakit..?"
"y..ya..?" Tanya sang pelayan semakin gugup bahkan nampan yang digenggamnya ikut bergetar.
"Menurutmu alasan apa yang akan kau gunakan untuk kematianku hari ini..? Sakit? Atau diracun..?"
Tap Tap Tap Tap.
Sang pelayan berlari cepat keluar dari ruangan Sasuke dengan wajah yang pucat pasi.
.
.
.
"D..dia tau semuanya.. Bahkan dia t..tau kalau hari ini akan meninggal" Lapor sang pelayan kepada 2 orang laki-laki berpakaian hitam tanpa mengendalikan rasa takutnya terlebih dahulu.
"Apa kita bunuh saja dia malam hari ini"
Malam hari nya
Tampak kedua penjaga yang tertidur dengan botol sake digenggamannya, sementara Sasuke sedang duduk diam menganalisis sesuatu membelakangi jendela kamar.
Flashback On
"Jadi Biksu Tsunade, kenapa kau memberikan jimat ini padaku..? Pada awalnya ketika aku hampir mati tiba-tiba aku terdampar di dunia lain dan bertemu wani ehm maksudku pemuda itu, apa itu dunia yang akan memberiku kematian yang lebih tenang dari dunia ini?"
"Banyak hal-hal yang tidak dapat dijelaskan dengan logika tuan,.. Bahkan hal mistis yang anda alami juga tidak dapat saya fahami, hanya anda sendiri yang dapat memahami apa arti semua yang anda lakukan"
"Hn. Apakah aku harus memakai kekuatan jimat ini lagi untuk kematianku sebentar lagi? Atau aku harus mengikuti takdir dengan terbunuh dibeberapa hari kedepan..?"
"Kenapa anda dapat mengetahui waktu kematian anda tuan?" Tanya sang biksu bingung.
Flashback Off
Syuuut
Anak panah menembus jendela dari kertas hingga mengenai pipi Sasuke yang untungnya hanya tergores.
Syuuut
Kemudian anak panah berikutnya dilesatkan,untungnya Sasuke cepat menghindar sehingga serangan kedua dapat digagalkan.
BRAK…..!
Muncul seorang laki-laki dengan membawa sebilah pedang dan anak panah,. Serangan-serangan terus diberikan, Sasuke yang tidak memiliki senjatapun hanya dapat menangkis dan menghindar, hingga kesalahan dalam pergerakan dilakukan oleh pihak lawan, hal itu tentu langsung dimanfaatkan oleh Sasuke dengan memukul tengkuk sang lawan.
Pedang yang tergeletak dilantai langsung diambil Sasuke dan beranjak keluar dari tahanan tersebut, tapi seseorang lagi yang muncul dari atas atap menyerang Sasuke, adu pedang terjadi dengan sengit.
Sasuke berhasil menebas kan pedang dan mengenai kaki lawan, Pergerakan yang tidak selincah tadi membuat Sasuke tersenyum penuh kemenangan. Hingga pukulan terakhir dikepala membuat lawan Sasuke ambruk tak berdaya.
"Haah… Haah… Haah…" Nafas Sasuke memburu cepat dan langsung berlari meninggalkan tempat kejadian.
-Mrs Tara Fujitatsu-
2014
Café KURAMA, 16.00
"Boleh aku minta tanda tanganmu Naruto-san..?" Tanya beberapa orang siswi yang mengerumuni Naruto.
"Ah. Iya~" Ucap Naruto sambil tersenyum kepada beberapa orang penggemarnya.
"Kau sangat imut dari yang ada di TV Naru-Chan,,"
"Hehehe arigoto Nee" Setelah mendapatkan tanda tangan sang idola serta berfoto bersama,kerumunan orang tersebut membubarkan dirinya.
"Ini segelas Jus jeruk untukmu…!" Ucap Hinata yang baru datang membawakan pesanan Naruto dan Dirinya.
"Haa~ Aku akan melihat tayangan perdana Drama mu dengan para staf apa kau tidak apa apa pulang sendiri Naru chan.."
"Nee~" Jawab Naruto tak bersemangat
"Kenapa kau terlihat sangat lesu eoh..? Ini drama Sejarah pertamamu Naru Chan, seharusnya kita merayakannya hari ini.."
"yeay…~" Ucap Naruto pelan.
"Kenapa Naru..?" Tanya Hinata pelan, Hinata mengerti mood Naruto sekarang sedang tidak baik.
"Jika aku menceritakan pada Nee Chan, Nee Chan pasti akan menganggapku gila, dan pasti nee chan akan memaksaku untuk pergi ke psikiater" Ucap Naruto sambil menunduk.
"Hmm.. Nee chan berjanji tidak akan melakukan hal itu, Jadi beri tau Nee Chan apa yang terjadi padamu Naru..?"
"…."
"Naru tidak mempercayai Nee Chan sekarang..?" Tanya Hinata karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Naruto.
"Seseorang yang aku kenal… Telah meninggal hari ini Nee Chan" Ucap Naruto sambil memandang Hinata dengan mata yang mulai berair. Hinata yang mendengar hal itu pun kontan langsung terkejut.
"Siapa…? Kapan…?"
"Hiks.. Dia seorang kriminal Hiks dan dia meninggal 400 Tahun yang lalu…Teme~" Jatuh sudah Kristal bening tersebut dari kedua bola mata Naruto.
"Apa..?"
"Nee Chan Hiks.. Pasti menganggapku aneh sekarang Hiks Aku menangisi orang yang meninggal 400 tahun yang lalu… Tapi aku merasa sedih Nee-Chan~"
"Sudahlah,. Itu memang ehm.. sedikit aneh tapi.. Berhentilah menangis Naru chan~" Bujuk Hinata sambil memberikan tisu kepada Naruto,bisik – bisik pengunjung café terdengar,dan sorot mata para pengunjung menatap Hinata sengit karena dikira membuat idola mereka menangis.
"Ssshh… sudahlah jangan menangis"
Tiba-Tiba terdengar dering telepon dari Hp Naruto yang berada diatas meja.
"Siapa..?" Tanya Naruto disela isak tangisnya.
Hinata langsung melihat nomor yang tertera sebagai ID pemanggil,.
"Bukankah ini merupakan nomor Telepon umum…" Gumam Hinata dan langsung memencet tombol merah hingga dering telepon itu berhenti.
"Hiks.. Dia meninggal 3 hari yang lalu dan Hiks.. Sekarang tak ada kabar… TEME itu hiks.. pasti benar-benar sudah meninggal Hinata nee~ huaaaa"
"Tunggu! Kau tidak dapat menghubungi temanmu yang meninggal 300 tahun yang lalu …? Apa kau sedang membicarakan cerita dongeng yang kau baca Naru..?" Tanya Hinata Bingung.
"Kenapa aku selalu tidak beruntung dalam percintaan…hiks.. Kalau tidak playboy dia IMMORTAL..? kenapa selalu seperti ini?" Dan Hinata semakin bingung dengan perkataan terakhir dari Naruto
Dering Telepon kembali berbunyi
"Lagi..? ehm permisi apa kau tau kode no telepon 024 itu berasal dari mana?" Tanya Hinata kepada pelayan yang baru mengantarkan makanan yan mereka pesan.
"Hmm.. bukankah itu kode no telepon dari Perfektur Nara..?" Jawab sang pelayan
"Naru apa kau mengenal seseorang dari perfektur Nara..?"
Sedangkan Naruto menghentikan tangisnya dan berfikir…
Flashback On
"Ketemu,. Dia lahir pada tahun 1590 Tahun Singa,.. Lulus dari akademi pendidikan kerajaan dengan nilai terbaik pada tahun 1610. Tapi pada tahun 1614 Bulan 4 dia terlibat kasus kudeta kerajaan hingga disiksa dan diasingkan di perfektur nara"
"Diasingkan…? Disiksa…?"
Flashback Off
"Berikan.. Berikan Padaku…." Dengan tergesa-gesa Naruto memencet tombol oke di Handphone nya
"Moshi Moshi…. Moshi Moshi… MOSHI MOSHI…?" Ulang Naruto karena tidak mendapat jawaban.
"Apa kau baik-baik saja Dobe..?" Suara baritone itu…
Naruto langsung menghembuskan nafas lega mendengar suara'nya' "K Kau masih Hi..hidup..? Bukankah kau h..harusnya..?"
"Bagaimana kau tau kalau aku akan mati..?"
"Bagaimana aku tidak tau..? Aku membacanya di buku, bagaimana kau bisa hidup?" Tanya Naruto dengan suara yang terdengar bergetar karena baru selesai menangis.
"Aku Kabur," Kemudian terdengar kekehan Sasuke dari line telepon.
"Huh…" dengus Naruto, walaupun senyuman manis telah dia berikan kepada seseorang yang bahkan tidak dapat melihatnya
"Mengesankan bukan? Ketika aku sendiri aku dapat belajar memakai telepon,. Cukup sulit memang,… bahkan memakan waktu 3 hari untuk aku dapat menghubungimu…"
Dan helaan nafas lega serta wajah yang tersenyum lebar ditampilkan oleh Sang Namikaze ini.
TBC
Untuk yang terakhir,tinggalkan Review apabila berkenan…
