Disclaimer : Naruto milik masashi kishimoto.. tapi sasu-teme milik author
Terinspirasi salah satu drama yang pernah Tara tonton
Pair : SASUNARU ALWAYS slight ShikaNaru/SasuKarin
Warning : Shonen . Typo bertebaran. Dan fic ini mempunyai unsur BL (sekali lah ini fanfic mengandung BL. Jadi yang tidak suka ya…. Jangan dibaca ^^)
Tara'Note: Perhatikan tahunnya yaa Minna…. Karena akan banyak adegan dari past ke future atau sebaliknya^^
-Mrs Tara Fujitatsu-
1614
Perfektur Nara
"TAHANAN TELAH KABUUUR….!"
"TAHANAN KABUUR…..!"
Tampak 2 orang penjaga sedang berteriak-teriak memberi info kepada penjaga lainnya untuk mencari tahanan yang kabur, sebelumnya 2 orang penjaga yang tidak sadarkan diri setelah meminum arak telah terbangun dan ketika melihat kondisi tahanan yang dijaganya hanya ruangan kosong dan sangat berantakan yang ditemukannya.
Drap Drap Drap..
Beberapa penjaga lainnya mengitari seluruh daerah menggunakan obor ditangan sementara yang lainnya mencari tahanan didaerah sekitar.
Malam yang sebelumnya sepi menjadi sangat ramai dengan banyaknya penjaga yang hilir mudik, Tampak 2 orang berpakaian hitam sedang bersembunyi dibalik semak-semak.
Mereka adalah 2 orang yang dilawan oleh Sasuke, Setelah sebelumnya mereka terbangun dan beruntung para penjaga belum menyadari keberadaan mereka.
"Kita harus mencarinya, Jangan sampai penjaga penjaga tersebut menemukannya lebih dulu..!"
"Benar,. Nyawa kita akan melayang oleh pedang Danzo sama jika kita tidak berhasil melaksanakan misinya"
.
.
.
"Aku harus kemana…?" Batin Sasuke bingung, setelah tadi menghindari penjaga yang berkeliaran Sasuke memasuki hutan dengan langkah tak menentu. Hingga—
Trang…!
Sebilah pedang tiba-tiba mengarah kearahnya, Untungnya Sasuke memiliki reflek yang bagus hingga Sasuke dapat menghindarinya,.
2 pelaku penyerangan Sasuke langsung menyerang secara bersama-sama,. Lawan yang tidak seimbang membuat Sasuke kualahan , apalagi dengan mereka yang membawa senjata Hingga Sasuke telah terpojok antara pohon besar dibelakangnya dan 2 orang yang berpakaian hitam tersebut.
Pedang sudah diayunkan tepat mengarah ke jantung Sasuke tidak ada jalan untuk Sasuke kabur dan
Wush….
Sasuke… Menghilang—
-Mrs Tara Fujitatsu-
2014
Perfektur Nara
Bruk…!
Sasuke muncul tepat ditengah jalan raya dengan posisi jatuh terduduk. Sementara didepannya sebuah mobil berkecepatan sedang melaju kearahnya..
TIIIN…..! TIIIN…..! TIIIN….!
Sasuke segera berguling ketepi jalan.
"MAU MATI KAU…..!" Teriak pengemudi mobil yang melewati Sasuke geram,sedangkan Sasuke tidak mempedulikannya dan dia mulai berdiri dan berjalan untuk mencari pakaian yang bisa di ehm.. pinjam mungkin..
Karena saat ini Sasuke memakai pakaian tahanan berupa kimono putih yang sudah kumal maka Sasuke harus menyesuaikan pakaiannya.
Keesokan Harinya, Perfektur Nara
Sasuke sudah mendapatkan baju 'dunia ini' nya, setelah sebelumnya dia meminjam tanpa 'memberi tau pemilik' baju yang sedang dijemur. Saat ini dia telah memakai kaos polo berwarna putih dengan celana jins yang sangat kebetulan pas di kaki jenjangnya, tidak lupa jaket spoty berwarna abu-abu.
Karena tidak tau dimana dia sekarang, maka Sasuke hanya berjalan berputar-putar tak tentu arah hingga Sasuke tiba di situs bersejarah yang ramai dikunjungi para wisatawan, Yaitu "Kuil NARA".
Sasuke duduk disalah satu undakan kuil,memperhatikan kerumunan orang yang sedang berpose didepan kuil NARA,. Orang-oang tersebut berbicara menggunakan bahasa yang tidak Sasuke ketahui.
"Bruk" Seseorang dari rombongan tadi menjatuhkan tas tangan disamping Sasuke,. Dan langsung bergabung dengan teman-temannya yang lain untuk berpose didepan kuil.
'Benda apa yang dipegang orang itu,.? Kenapa dapat mengeluarkan sinar seperti itu' Batin Sasuke bingung. Tidak terasa Matahari sudah berada dipuncaknya, Kemudian Sasuke melihat tas tangan yang berada disampingnya dan melihat kearah rombongan tadi yang telah lama berlalu.
"Srak Srak Srak"
"Panduan Wisata Jepang" Sasuke membaca sampul buku yang didapatnya dari tas yang tertinggal tersebut"
Apotik Nara
"Benar ini tempatnya" Ucap Sasuke sambil melihat gambar bangunan yang ada dibuku serta bangunan didepannya
.
.
.
"Semuanya 5500 Yen" Ucap seorang kasir sambil menyodorkan sebotol antiseptic dan juga plester.
'Hn.. Dibuku tadi ada penjelasan mengenai nilai tukar di dunia ini,. Terdapat uang bergambar gunung Fuji dan memiliki angka 1000,. Maka jika 5000 yen harus memberikan 5 lembar' Batin Sasuke sambil mengingat-ingat buku yang tadi dia baca, tidak lama kemudian Sasuke langsung membuka tas tangan dan menemukan dompet yang ada didalamnya,. Ditariknya uang bergambar gunung fuji sejumlah 5 lembar.
"Hn. ini"
"5500 Yen tuan, anda kurang 500 Yen"
'500 Yen.. Oh logam berbentuk bundar itu…. Hn.. Jika 500 yen maka logam nya memiliki ukuran paling besar dibanding logam-logam yang lain dan berwarna abu-abu..'
"Ini"
"Terimakasih telah berkunjung" Ucap sang kasir sambil menunduk kearah Sasuke.
-Mrs Tara Fujitatsu-
1614-Perfektur Nara
"Maafkan kami atas keteledoan kami tuan" Ucap penjaga kepada kepala tahanan perfektur Nara.
"bagaimana hasil pencarian tadi malam..?"
"Kami sudah mencari tahanan tersebut keseluruh daerah Tuan, kami bahkan menyisir hingga didaerah luar pulau ini,Tapi kami tidak menemukan adanya jejak sipelaku. Jadi kami tidak dapat memperkirakan kemana kaburnya."
"Hn! Mungkin dia sudah kabur di Ibukota, Segera kirimkan informasi di Ibukota tentang tahanan yang hilang ini, agar petugas disana dapat segera menangkapnya"
"Baik, Akan segera kami laksanakan" Kemudian mereka langsung bergegas memacu kuda untuk pergi ke Ibukota"
-Mrs Tara Fujitatsu-
2014
Sasuke Pov.
Bagaimana aku dapat pergi menuju konoha…
Jika dulu untuk sampai ke Konoha membutuhkan waktu 14 hari berkuda, tapi jika aku menaiki besi terbang itu hanya akan membutuhkan waktu 1 hari..
"Tips 3
Jika anda ingin pergi menuju Bandara maka pertama-tama anda harus menunggu Bus dengan nomor 23, Nomor tersebut menunjukkan arah yang akan anda tuju. Ketika anda menunggu Bus, Anda tidak boleh menunggu disembarang tempat, Hanya di Halte anda dapat menunggu Bus. Dan terakhir siapkan uang koin pecahan 2 keping 500 Yen dan satu keeping uang 10 Yen sebagai alat pembayaran. Sopir Bus hanya melayani pelanggan dengan uang pas, Jadi segera tukarkan uang anda sebelum menaiki bus."
'Aku mengikuti semua arahan pada buku,. Dan disinilah aku berada didepan bandara Nara Airport, Tapi ada satu masalah lagi, aku tidak memiliki kartu tanda pengenal untuk dapat membeli tiket kesana… hn Hanya ada satu cara'
End Sasuke Pov
Sret
Sret
Sret
Sasuke memasukkan uang sen pecahan 500, 200, 100, 10 Sebelum jari-jarinya menekan sederetan tombol yang ada. Sambil sesekali onyx sasuke melirik kesampingnya dimana terdapat sebuah buku yang terbuka tepat dihalaman 30 yang memiliki subjudul yaitu "Cara melakukan panggilan melalui telepon Umum DI Jepang"
Tuuut…
Tuuut…
Tuuut..
Tuuut..
"Maaf, Nomor yang anda hubungi sedang sibuk, Silahkan Hubungi kembali dalam beberapa saat lagi"
Sasuke menutup sambungan telepon tersebut dengan raut wajah kecewa meskipun tidak terlalu kentara untuk orang-orang yang tidak jeli melihatnya. Tidak putus asa Sasuke mencoba menghubungi sekali lagi. Ditekannya lagi sederatan angka yang ada pada mesin tersebut.
Tuuut….
Tuuut….
Tuuut….
Tuuut…
Tuuut…
"Haah~" Sasuke menyerah dan gagang telepon yang sebelumnya menempel ditelinganya mulai dijauhkan sebelum suara samar yang keluar dari gagang telepon tersebut mengejutkan Sasuke.
"Moshi-moshi..! moshi-moshi…! MOSHI-MOSHI…!" Sasuke tersenyum mendengar suara khas Naruto
"Apa kau baik-baik saja Dobe..?"
"K Kau masih Hi..hidup..? Bukankah kau h..harusnya..?"
"Bagaimana kau tau kalau aku akan mati..?"
"Bagaimana aku tidak tau..? Aku membacanya di buku, bagaimana kau bisa hidup?"
"Aku Kabur," Sasuke terkekeh pelan,membayangkan ekspresi yang ada di wajah Naruto sekarang.
"Huh…"
"Mengesankan bukan? Ketika aku sendiri aku dapat belajar memakai telepon,. Cukup sulit memang,… bahkan memakan waktu 3 hari untuk aku dapat menghubungimu…"
Dan tanpa mereka berdua sadari mereka berdua sama-sama tersenyum dan menghembuskan nafas lega walaupun mereka berdua terpaut jarak hampir 100 mil jauhnya.
Naruto Pov
"Siapa..? Siapa yang menelepon mu…?" Tanya Hinata nee penasaran, Aku hampir lupa jika aku sedari tadi berbincang-bincang didepan Hinata nee.
"Mmm Suke tunggu sebentar" Kemudian aku beranjak dari tempat dudukku setelah sebelumnya telah memberi tau Hinata-nee kalau aku akan pergi keluar café sebentar. Aku berlari-lari kecil menuju gazebo café.
"Moshi Moshi…. Suke…?"
"Hn ! aku kira kau menutup teleponnya Dobe"
"Aku kan sudah memberi tahu mu untuk tunggu sebentar,Dasar teme,. Mmm bagaimana kau bisa menelepon ku…? Seingatku aku tidak pernah memberi tahu nomor teleponku?" Tanyaku
"Aku melihatnya"
Flashback
"Kenapa kau menuliskan nomor itu Naru?" Tanya Sasuke kepada Naruto,ketika melihat Naruto menuliskan sederetan nomor disebuat note dan menempelkannya dikaca mobil. "Ini hanya untuk berjaga-jaga Suke,. Jika ada masalah karena aku parkir sembarangan seperti ini orang tersebut dapat langsung menghubungi aku." Dengan kalimat itu Naruto langsung keluar dari mobil diikuti oleh Sasuke menuju pintu perpustakaan Konoha,. Tanpa Naruto sadari Sasuke mengingat setiap angka yang Naruto tuliskan di Note tersebut.
Flashback Off
Normal POV
"Jadi kau mengingatnya..?" Tanya Naruto dengan Nada yang antusias entah karna apa.
"Aku tidak mengerti kenapa, Tapi aku tiba-tiba saja mengingatnya"
"Tapi Suke.. kenapa kau bisa kabur..? Aku masih tidak mengerti padahal dibuku dikatakan bahwa kau sakit dan meninggal Suke~ Kau membuatku cemas" keluar sudah unek-unek Naruto sedari tadi dipendamnya,. Terdengar kekehan Sasuke mendengar itu semua "Maaf,. Telah membuatmu cemas. Dan juga aku sangat sehat sekarang…"
"Tapi Dibuku…?"
"Pada saat itu aku meninggal bukan karena sakit tapi ada seseorang yang meracuni makananku, dan 'mereka' juga menyerangku dimalam hari"
Naruto menggigit bibir bawahnya karena cemas mendengar ucapan Sasuke "Jadi, Ada seseorang yang ingin membunuhmu…?"
Mendengar Nada yang digunakan Naruto, Sangat terlihat bahwa Naruto sangat cemas. Sasuke menenangkannya dan mengatakan bahwa sekarang dia tidak apa-apa. Dan di zamannya pembunuhan seperti ini sudah biasa.
"Kau ada dimana Suke..?"
"Aku berada didepan Bandara sekarang, Dobe.. Ada yang ingin aku tanyakan, Apa itu Kartu tanda pengenal..?"
"Kartu tanda pengenal..? itu kartu yang sangat penting harus dimiliki oleh semua orang,. Kau tidak dapat menaiki pesawat terbang tanpa memiliki kartu tanda pengenal, bahkan jika naik perahupun kau juga tidak akan diperbolehkan."
.
.
.
Setelah menutup sambungan teleponnya Naruto langsung berlari menuju Hinata yang masih berada dimejanya.
"Kankuro…" Ucap Naruto semangat
"Apa..?" Tanya Hinata bingung karena tiba-tiba Naruto datang dan menyebut nama kawan lama Naruto sewaktu masih di Senior High School.
"Ayo menemui Kankuro neechan~" Ajak Naruto tiba-tiba.
Dan disinilah mereka berada… Didepan sebuah restoran siap saji menunggu seseorang yang disebut namanya tadi.
Terlihat pemuda menggunakan seragam kerja dengan gambar paha ayam didadanya keluar dari pintu, pemuda tersebut terlihat sedang mencari-cari sesuatu atau… seseorang.
Naruto yang melihat temannya langsung menurunkan kaca jendela mobil "Kankuro..! Disini…" Ucap Naruto riang.
"Naru-Chan…" Sapa kankuro dengan tersenyum lebar.
"Maaf membuatmu keluar seperti ini Kankuro" Ucap Naruto..
"Ahh.. tidak perlu difikirkan aku senang kau menemuiku. Omong-omong aku melihat thriller drama terbarumu tadi… Kau sangat cantik" Puji kankuro
"Hmmb Jangan panggil aku cantik.. Aku tampan Kankuro~" Rengek Naruto sambil mencebikkan bibir cherrynya imut.
"Hahaha iya Naru-chan yang 'Tampan' kau tetap tidak berubah ternyata. Dan Ini barang yang kau minta" Ucap Kankuro sambil memberikan ID card dan juga Paspor kepada Naruto.
"hehehe Sankyu Kankuro… Kapan-Kapan kau akan aku traktir makan"
"Tidak usah sungkan-sungkan, tapi bolehkan aku berfoto denganmu. Teman-temanku selalu tidak percaya ketika aku bilang bahwa kau adalah temanku"
"Tentu" Dan mereka berdua beselfie ria dipinggir jalan,dengan berbagai pose yang lucu.
"Aku akan mengembalikan ini besok kankuro…"
"Oke Naru-Chan, Hari ini episode pertama kan..? Aku pasti melihatnya"
"Tentu kau harus melihatnya.."
"Oke. Hati-hati nee"
"Nee…"
Dipesawat Air Asia QZ-8501 (#hahahaha Tara kebanyakan Nonton berita)
"Waah awan-awan nya lucu Neechan,hihihi" Ucap Naruto sambil melihat awan-awan dibawahnya dengan antusias
"Guru ataupun Dosen apa yang tidak memiliki ID Card…" Ucap Hinata datar dan geram kepada guru Naruto yang membuat mereka repot.
"Dia bukannya tidak punya Neechan,. Hanya dia meninggalkannya di Konoha sana…"
"Jika dia menghilangkannya maka dia seharusnya lapor kepihak yang berwajib, dan membuat ID Card yang baru" Sanggah Hinata..
"Tapi tidak ada waktu untuk membuat ID Card yang baru Neechan, dia harus pergi ke Konoha hari ini, lagi pula dramanya nanti disiarkan jam 9 malam masih tersisa beberapa jam lagi Neechan~" Rayu Naruto kepada Hinata agar sang Neechan tidak marah lagi.
"haaa~ baiklah kau menang lagi Naru-chan.. Neechan tau guru itu memenuhi seluruh kriteria mu Naru.. Tapi~ kau tidak boleh memberi seluruh Hatimu seperti ini . Kemudian kau nanti akan dibuang seperti sampah 'lagi'. Dulu kau memberikan seluruh hatimu kepada si brengsek Nara itu dan dikontrol olehnya dan kemudian dia mencampakanmu dan saat itu kau berjanji untuk tidak akan terjadi hal yang sama seperti itu, Tapi sekarang…?" Nasihat Hinata khawatir, Karena Naruto yang minim pengalaman soal percintaan sangat mudah memberikan 'hati'nya kepda seseorang yang menurutnya menarik.
"Jangan khawatir Neechan, Naru janji ini yang terakhir kalinya.. Dan juga Naru membantunya karena dia tidak memiliki siapa-siapa didunia ini" ucap Naruto menenangkan dan sepanjang perjalanan dengan pesawat tersebut Naruto tidur dibahu sang Neechan.
.
.
-Mrs Tara Fujitatsu-
Sasuke sedang duduk diruang tunggu bandara, Ketika tidak sengaja indra pendengarannya mendengarkan obrolan remaja disampingnya…
"Kyaaa Itu Drama Hoko Heika Mikoto bukan…"
"Benar,. Aku sudah tidak sabar melihat tayangan perdananya nanti… Shikamaru kun terlihat sangat gagah difilm itu.."
"benar benar… Jangan lupakan Naruto Chan yang berperan sebagai Ratu Mikoto.. Aku sangat iri dengan keimutannya.."
"Aaahh Aku juga… Dia sangat cantik memakai kimono kerajaan seperti itu"
Penasaran. Itu yang ada dibenak Sasuke ketika mendengar nama Naruto disebut sebut oleh para remaja disampingnya,. Onyx nya melirik kearah kerumunan yang asyik melihat kearah sebuah layar. Diikutinya pandangan gerombolan remaja yang masih asyik membicarakan pemeran film hingga…
'Deg'
Wajah Naruto yang tengah tersenyum manis dengan memakai kimono kerajaan berwarna merah dengan sulaman-sulaman emas terlihat sangat… Cantik.
Tanpa sadar pandangan Sasuke hanya terfokus kepada layar televisi yang memunculkan gambar Naruto sebagai Hoko Heika Mikoto. Tidak dipedulikannya orang yang lalu-lalang disampingnya maupun keramaian yang terjadi akibat pesawat baru saja tiba dengan 'selamat'.
Deg.
Jantungnya mendadak berdetak sangat cepat.
"Hei..! Siapa seseorang yang membutuhkan ID Card hmm?" Sebuah suara yang tepat berada dibalik punggung Sasuke membuyarkan lamunannya.
Kaca-mata hitam telah dilepaskan. Shapphire itu.
"DEG"
"Aku datang kesini untuk membantumu entah bagai mana nasibmu jika tidak ada aku disini Suke hihihi mungkin kau akan ditangkap oleh petugas keamanan karena tidak memiliki kartu tanda pengenal"
"….."
"Hmmb,. Aku jauh-jauh kesini dan kau tidak menyambutku" Rajuk Naruto sambil mempout lucu karena tidak mendapat tanggapan dari Sasuke.
"Aku baru tau kau berperan sebagai Hoko Heika Mikoto,. Sekarang aku tau apa pengertian artis itu" Ucap Sasuke sambil melihat layar televisi yang masih menayangkan gambar-gambar Naruto. Naruto yang heran dengan perkataan sasuke yang aneh langsung melihat kearah pandang Sasuke. Seketika senyuman bangga terukir diajah manis Naruto.
"Wuaah.. Kau baru saja melihat Thriller nya,. Bagaimana? Aku berperan sebagai Ibu mu Suke hihihi… Aku keren bukan"
"…."
"kenapa kau tersenyum seperti itu eoh..? Menyebalkan"
"Pertama kalinya"
"Hmm…?"
"Ini pertama kalinya aku berfikir bahwa kau itu …cantik…"
Dan untuk pertama kalinya pula Naruto tidak protes dirinya dibilang cantik, Karena sekarang fokusnya hanyalah pada wajah seseorang yang tersenyum lembut kearahnya.
.
.
Dan semuanya harus terhenti karena kedatangan sang manajer yaitu HINATA, yang menyuruh mereka untuk berhenti bertatap tatapan karena banyak orang yang melihat.
.
.
.
"Maaf Nona,. Penerbangan ke Konoha pukul 18.00 hanya tersisa 2 kursi saja, dan jika anda mau dipenerbangan pukul 19.00 masih tersisa cukup kursi untuk 3 orang meskipun tempat duduk tidaklah berdekatan"
"Kalau begitu saya akan membeli tiket untuk 2 orang untuk penerbangan pukul 18.00 dan 1 orang untuk penerbangan berikutnya" Putus Hinata.
"Ah..Batalkan-batalkan,. Kami akan memesan 3 tiket untuk penerbangan pukul 19.00" Sela Naruto sebelum petugas membuatkan tiketnya.
"Naru…~ Bukankah sudah cukp untuk memijamkan ID Card dan membelikan tiket pesawat..?" Desis Hinata tidak suka.
"Neechan.. Ini penerbangan pertamanya Nee-chan…~ Naru Mohon…." Rengek Naruto sambil mengeluarkan jurus Puppy eyes,nya.
"Yaa… Terserah padamu Naru"
"Yeay… Neechan memang baik" Ucap Naruto, kemudian Naruto langsung berlari kecil menuju Sasuke yang masih duduk diruang tunggu.
"Ayo kita makan, kau pasti belum makan suke penerbangan kita masih 2 Jam lagi" Uap Naruto dan langsung menarik pergelangan tangan Sasuke untuk ikut bersamanya,sementara Hinata mengikuti mereka berdua dalam diam.
.
.
.
"Aku pesan Mochachino 1 dan 1 Jus jeruk" Ucap Hinata kemudian mengeluarkan sejumlah uang untuk membayarnya.
"Kau pesan apa suke..?" Tanya Naruto.
"Teh Hijau saja"
"Baiklah aku pesan teh Hijau satu dan Sushi nya 1 Porsi" kemudian Naruto mengeluarkan sejumlah uangnya untuk membayar pesanan Sasuke. Melihat hal itu Hinata langsung menyeret Sasuke untuk duduk di bangku pojok café, sementara Naruto menunggu pesanannya siap.
"Ayah Ibu Naruto berada jauh diluar Konoha, Jadi aku teman sekaligus orang tua bagi Naruto…
Mulai sekarang jujurlah padaku! Kalau tidak aku akan melaporkanmu kepada polisi hmm…!"
"Ha'i"
"Kau bilang kau seoarang dosen muda bukan? Di Universitas mana..?" Tanya Hinata menyelidik.
"Universitas Uchiha"Jawab Sasuke tegas.
'U..unversitas .. Woow..' Inner Hinata.
"Kau tidak berbohongkan..?"
"Bukankah tadi anda menyuruhku untuk berkata jujur" jawab Sasuke santai
"Rumah mu dimana…?" Tanya Hinata dengan wajah yang masih menunjukkan ketidaksukaan
"Distrik Uchiha di Konoha"
'Waah..Bukankah disana merupakan kawasan rumah-rumah mewaah' Inner Hinata Lagi.
"Ehm… apa pekerjaan ayahmu..?"
"Ayahku seorang penjabat pemerintahan"
Mendengar kata penjabat Mata tajam hinata langsung berbinar. "Oooh Penjabat…" Ucap Hinata dengan nada yang halus.
"Ahh kalau begitu aku keluar sebentar",.
"Hn" Sasuke tersenyum sekilas melihat sikap Hinata kepadanya.
.
.
"Lama menunggu..? Dimana Neechan?" Tanya Naruto yang duduk disamping Sasuke sambil membawakan pesanan mereka.
"Nechan,mu pasti sedang memikirkan sesuatu" Ucap Sasuke.
"Oh… " Jawab Naruto pendek.
"Dobe, kenapa kau bisa kemari..?" Tanya Sasuke kepada pemuda manis disampingnya.
"Kenapa..? Tentu saja aku kesini karenamu Sasuke.. Ehm masksudku bukan karena mu tapi aku kasihan melihatmu tidak memiliki siapa-siapa disini dan tidak bisa kembal ke Konoha.. Jadi aku berbaik hati menolongmu" Ucap Naruto sambil menggerak-gerakkan manik shapphirnya karena gugup.
"Bukankah kau bilang kau sedang sibuk…?" Tanya Sasuke lagi.
"Memang aku orang sibuk,. Tapi hari ini aku memilki waktu luang… Hmmb dan juga bukankah seharusnya kau mengucapkan terimakasih atas bantuanku Teme..? Bukannya menanyaiku seperti ini eoh…?"
Sasuke tersenyum simpul mendengar jawaban 'jujur' Naruto.
"Terimakasih Naru~, " Ucap Sasuke sambil memandang lurus kearah Naruto. "Aku bertanya kepadamu karena aku penasaran… Dulu aku bertemu denganmu memang karena kebetulan tapi setelah seorang biksu yang aku temui berkata bahwa 'tidak ada yang kebetulan di dunia ini'. Tampaknya hal itu memang benar. Pertemuan kedua kita, aku memang sengaja menemuimu tapi pertemuan kita disini, kaulah yang datang kepadaku Naru… Peremuan kita bukanlah suatu kebetulan… Seperti yang aku katakana dulu pasti terdapat maksud dibalik ini semua dan aku penasaran apa maksud dibalik pertemuan kita,. Bagaimana? Sepertinya kau tidak penasaran seperi aku..?"
Naruto mendengarkan setiap kata yang keluar dari Sasuke,. Mata besarnya berkedip-kedip lucu memandang Sasuke, Dan bibir cherrynya sedikit menganga karena tidak memahami 1 katapun dari Sasuke.. "Ahhh. Kepalaku sakit kepalaku sakit Sebaiknya kau makan sushimu dan aku juga akan memakan pie jeruk yang baru aku pesan ini" Ucap Naruto sambil mulai memakan kuenya.
Sreet..
"Ada noda didekat bibirmu… Dasar dobe" Ucap Sasuke setelah sebelumnya jari panjangnya menyeka krim yang menempel disudut bibir Naruto.
"Ehm.. Kau benar-benar seorang playboy Teme..!" Sembur Naruto sambil memalingkan wajahnya yang memerah.
"Hn. Aku sekarang mengerti apa itu 'playboy dan aku bukan seseorang seperti itu Dobe…"
-Mrs Tara Fujitatsu-
1614
"BRAAK..!"
"Bagaimana kalian bisa gagal haa..! Dia hanyalah seorang bocah yang tidak memiliki senjata… Dan kalian gagal untuk membunuhnya…!"
"Maaf Orochimaru sama… Anak buah hamba melaporkan bahwa pangeran Sasuke menghilang tepat ketika pedang akan dihunuskan"
"Ciih.. Omong kosong apa Danzo…? Bagaimana mungkin seseorang bisa menghilang begitu saja!"
"Maaf tuan, tapi itu yang dilaporkan anak buah hamba… Beri saya kesempatan lagi tuan, Saya pastikan saya dapat membawa kepala Sasuke kehadapan anda"
"Dia sudah mengetahui pemberontakan kita,. Jika sampai dia memberi tahukan kehadapan Raja tamat riwayat kita semua"
"Saya akan bergerak cepat tuan,Saya berjanji"
-Mrs Tara Fujitatsu-
2014
Didalam pesawat.
Naruto duduk disamping Hinata sedangkan Sasuke duduk terpisah, Sasuke duduk 2 Bangku dibelakang Naruto.
"Naru chan… Aku dengar dia itu tinggal di Distrik Uchiha hmm.."
"Benar" Ucap Naruto santai sambil sesekali matanya melirik kearah Sasuke yang berada dibelakang.
"Kenapa tidak memberi tau Neechan…? Kau tau Naru Chan rumah disana terkenal dengan kemewahannya, Bahkan lantainya terbuat dari marmer impor… Dia sangat kaya Naru chan… Bahkan ayahnya bekerja sebagai penjabat Negara.. Kau bisa hidup tenang jika bersamanya…"
"Hm? Kenapa Neechan tiba-tiba berkata seperti itu,. Sebelumnya saja Neechan bilang untuk-"
"Aish.. Naru chan,. Itu sebelum aku mengetahui hal ini.. Sasuke jauh lebih baik dari si bregsek Nara itu,. Wajah dan kepribadian mereka berdua juga jauh berbeda" Ucap Hinata kelewat riang kepada Naruto, Sedangkan Naruto telah tersenyum senang mendengar ehm Restu dari Hinata.
'Diberitaukan Untuk seluruh penumpang untuk segera memakai sabuk pengaman karena pesawat akan segera take-Off'
Kemudian Pesawat sedikir berguncang karena pesawat mulai berada diketinggian.
Naruto melihat kearah Sasuke, Sasuke yang mengerti bahwa dirinya sedang ditatap langsung melihat kearah Naruto, Kemudian Naruto menunjuk kearah pesawat dan membuat gerakan seperti burung yang terbang kemdian menunjuk kearah Sasuke setelah itu Naruto membuat ekspresi ketakutan.
Sedangkan Sasuke yang melihat ekspresi lucu dari Naruto dan pesan yang disampaikan dengan gerakan-gerakan unik tersebut langsung tersenyum jail kearah Naruto.
Sementara itu dikursi depan penumpang tampak seseorang pemuda dengan wajah masamnya.
"Gomen, Shika… Seharusnya aku memesan tiket terlebih dahulu agar kita mendapat kursi kelas 1" Ucap sang manager menyesali perbuatannya.
"Aishhh… Kiba kau benar-benar. Jika bukan karena jadwalku yang sangat sibuk di Konoha aku tidak mau naik pesawat ekonomi seperti ini" Geram Shikamaru yang baru selesai melakukan sesi pemotretan di perfektur Nara dan kehabisan tiket pesawat untuk kelas 1 dan itulah yang menyebabkan dia menjadi geram seperti ini,
"Shika… aku telah meminta maaf dan juga perjalanan ini hanya memakan waktu 1 jam bukan 10 jam, jadi bisakah kau lebih tenang sedikit.."
Shikamaru kemudian melihat kesekeliling pesawat ekonomi dan menghela nafas pelan.. Kemudian Shikamaru menoleh kebelakang sekali lagi karena melihat sosok yang familiar.
Flashback On
"Siapa Kau..?,Apa kau seorang Stalker…?".
"Ada Apa…? Ada apa..?"
"Cepat panggilkan pihak keamanan,ada seorang penyusup disini…!"
"Ha'i"
Flashback Off
"Hey Kiba… Coba kau lihat orang ada dibelakang sana! Bukankah dia adalah stalker Naru chan ku dirumah sakit yang kabur itu…? ?"
Mata coklat kiba mendelik lebar ketika yang dikatakan oleh Shikmaru memang benar,. Dan juga mata coklatnya mendelik semakin lebar ketika melihat Namikze naruto dan managernya duduk tidak jauh dari sang penguntit.
"Benar itu memang dia… Dan juga Namikaze san juga berada disini…" Ucap Kiba.
"Apa..? Untuk apa Naru chan berada disini.."
"Apa jangan-jangan penguntit itu mengikuti Namikaze san hingga masuk pesawat ini" Tebak Kiba.
"Ahh Benar sekali aku harus memperingatkan Naru-Chan..!"
"Ck.. Shika lebih baik kita menghubungi pihak keamanan disini terlebih dahulu"
Shikamaru yang tidak sabar terus melihat kebelakang untuk memastikan bahwa penguntit tersebut tidak akan macam-macam kepada Naruto.
Sementara itu Sasuke yang memiliki kepekaan yang cukup kuat langsung melihat sosok Shikamaru yang duduk didepan sambil memelototinya.
"Cklek" Sabuk pengaman sudah Sasuke lepaskan, dia berjalan menuju kursi Naruto.
"aku harus segera menghilang, Dimana tempat yang cocok untuk bersembunyi disini"
"Menghilang…? Kenapa? Hanya kamar mandi tempat yang tersembunyi disini" Ucap Naruto penuh kebingungan.
AAAHHHH…!
Tiba Tiba saja seseorang berlari kearah Sasuke sambil mencoba menendangnya untungnya Sasuke memiliki refleks yang bagus. Seluruh penumpang ikut menjerit karena takut.
"Tangkap Dia..! Tangkap Dia..!" Ucap Kiba kepada petugas kemanan pesawat yang ditumpanginya.
"Jangan membuat keributan ayo kita bicara" Ucap sasuke masih tenang sedangkan Naruto sangat terkejut dengan tingkah dan kedatangan Shikamaru yang tiba-tiba.
"Apa kau baik-baik saja…? Apa penguntit itu melukaimu…?" Rentetan pertanyaan keluar dari mulut Shikamaru,. Naruto tidak menjawab 1 pertanyaan apapun karena masih terkejut tidak terkecuali Hinata yang berada disampingnya.
'Waah apakah itu Shikamaru…. Ahh benar itu adalah Shikamaru kun'
'Bukankah itu juga Naruto chan.. Kyaaa Itu Naruto Chan'
Bisik-bisik mulai terdengar karena identitas kedua artis populer tersebut..
"Maaf mengganggu kenyamanan anda,. Ada beberapa masalah yang diakibatkan oleh penumpang tapi kami sudah dapat mengatasinya,. Jadi silahkan beristirahat kembali" Ucap salah satu pihak keamanan yang memegangi tubuh Sasuke erat.
Sedangkan Naruto memandang Sasuke cemas.
"Ah.. Hallo semuanya,. Aku actor terkenal Nara Shikamaru… Sebelumnya aku akan menjelaskan kenapa aku berkelakuan seperti tadi… Ehm.. Aku telah menangkap seorang penguntit yang selama ini terus mengikuti Namikaze Naruto, Dan dengan kemampuan beladiriku tadi aku dapat menagkap penjahat itu jadi dimohon, Anda semua dapat memahami kejadian tadi"
Prook prok prok..
"Waah Shikamaru kun sangat keren… Dia melindungi Naruto Chan seperti itu…"
"Iyaa benar"
"Dia Tampan sekali…"
Dan banyak lagi pujian yang diterima Shikamaru.
"Kalau begitu kami akan membawanya, Setelah pesawat ini mendarat kami akan langsung membawanya ke kantor polisi."
'Kantor Polisi…? Bagaimana ini' Ucap Naruto dalam hati… Wajahnya sudah memucat karena membayangkan Sasuke yang akan masuk penjara dan semua ini salahnya… Naruto menggigit bibir bawahnya karena panik Hingga-
"Jangan bawa dia…!" Teriak Naruto lantang
""Aku mengenalnya dia bukanlah seorang penguntit…!" Ucap Naruto sambil berdiri dari kursinya
"A..apa" Ucap Shikamaru tidak percaya.
"Dia naik pesawat bersamaku,.. aku mebelikannya tiket pesawat jika kalian tidak percaya silahkan mengeceknya… Dia bukanlah seorang penguntit."
"Naru.. berhentilah…" Bisik Hinata disebelahnya.
"Tapi kenapa kau membelikannya tiket..?" Tanya Shikamaru masih tidak percaya..
"Itu… Karena….." Naruto menarik nafas dan menghembuskannya pelan agar kegugupannya sedikit mereda.
"Itu.. Karena dia adalah….
Kekasihku"
To Be Continue.
Tara Note : Waaah itu udah tara panjangin Wordnya, maaf Tara enggak bisa bales Review satu per satu,Dan juga yang request adegan romance… Udah Tara kasih tuh…
Dan juga kemarin ada Typo ya… Terimakasih sudah diingatkan seharusnya tara tulis 400 Tahun tapi salah tulis jadi 300 Tahun.
Ada beberapa pertanyaan yang Tara akan jawab
Shikamaru suka sama Naru…?
Benar, Shikamaru itu suka sama Naru walaupun dulu pernah ninggalin Naru.
Di tahun 2014 Naru meranin Mikoto, Shikamaru jadi Fugaku sementara Gaara jadi selir Yora terus Sasuke siapa yang meranin..?
Setting film itu menceritakan Mikoto,Fugaku & Selir Yora sewaktu muda dan juga perjuangan mikoto untuk menjadi seorang ratu jadi belum ada baby yang hadir
Sasuke bis kemasa depan apakah Naru bisa kemasa lalu?
Tidak, Karena Jimat itu hanya dapat digunakan olehpemilik aslinya
Sekian Dari Tara ,. Jangan lupa Review bila berkenan Nee…^^
