Disclaimer : Naruto (c) Masashi Kishimoto

Warn: SasuNaru, ShikaNaru,SasuKarin

THE TIME 400 Years Ago

Chapter 8

Previous Chapter

"itu... Karena..." Naruto menarik nafas dan menghembuskannya pelan agar kegugupannya sedikit mereda.

"Itu... Karena dia adalah... kekasihku"

Mrs Tara Fujitatsu

2014

Normal Pov

Mata kuaci Shikamaru membelalak lebar mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh pemuda manis yang masih berdiri menantang disampingnya. "A..apa.. " Belum juga kalimat Shikamaru usai mata kuaci tersebut harus terbelalak lebar melihat pemandangan tepat didepannya.

CUPP...

Tangan Tan Naruto masih berada dikedua sisi wajah Sasuke meminta Sasuke untuk sedikit menunduk dan tubuh mungil Naruto berjinjit sedikit untuk mensejajarkan keduanya agar kedua bibir mereka bertemu.

"Dia kekasihku... Kami datang bersama,kalau kau tidak percaya kau bisa memeriksa ke pihak bandara... Aiishh kau mengacaukan semuanya Shika, padahal kami ingin menyembunyikan hubungan kami" perfect, akting Naruto benar-benar hebat bahkan semua orang yang berada dalam pesawat ikut terpengaruh dengan kalimat Naruto dan mereka semua melihat kearah Shikamaru dengan tatapan –kenapa kau mengacaukan hubungan Naru-chan- dan masih banyak lagi ekspresi yang dikeluarkan.

"Satu lagi, tolong segera selesaikan kesalahpahaman ini termasuk kepada polisi yang sudah kau hubungi" Dengan itu Naruto langsung menarik tangan Sasuke untuk berjalan kembali ke tempat duduknya, sementara Hinata yang mengerti langsung berpindah tempat duduk dengan Sasuke, ketika melewati Hinata,Naruto sempat mengucapkan kata 'Gomen' tanpa suara dengan wajah yang memelas penuh rasa bersalah.

.

.

.

"Ppft!... Itu semua akibat kelancanganmu sendiri,Salah siapa berani mengurusi urusan orang lain" Sindir Gaara kepada Shikamaru yang sekarang duduk disampingnya.

" . " Dengan mulut yang terkatup Shikamaru mendesis kepada Gaara, saat ini kepalanya terasa meledak karena marah sekaligus malu jadi dia tidak akan menanggapi sindiran Gaara untuk saat ini.

Sementara itu.

Jepret... Jepret... Jepret...

"Waah jadi orang itu pacar Naru chan"

"Psst lihat-lihat dia menoleh kearah kita..."

Jepret... "Kyaaa aku mendapatkan foto mereka berdua dengan jelas.. coba lihat ini"

Apa yang terjadi..? Ohh ternyata para penumpang pesawat tidak akan melewatkan moment ini begitu saja, beberapa orang disekeliling tempat duduk Naruto mengabadikan moment langka ini dengan memotret foto Naruto dan ehm... Kekasihnya?.

"Kekasih hmm..?" Bisik Sasuke tepat ditelinga Naruto yang berada tepat disampingnya.

kontan saja wajah Naruto langsung bersemu merah... "I..itu hanya untuk membantumu... Ya.. benar untuk membantumu" Jawab Naruto .

"Tetapi jika di duniaku Naru hal tersebut cukup menunjukkan rasa sayang apalagi kau..."

"Tidak bisakah kau diam dan mengucapkan terimakasih saja... Teme~" Naruto mempout lucu karena kesal atas pertanyaan Sasuke,. "Itu hanya satu satunya cara yang ada di kepalaku saat itu Teme,. Saat itu kau kan-"

"SShh iya aku mengerti.. Terimakasih Naruto, Tetapi Seharusnya tadi aku menghilang saja,. Bagaimana jika perkataanmu tadi berdampak buruk padamu nanti" Bisik Sasuke.

"Sudahlah jangan pikirkan hal lain, Aku akan baik-baik saja"

"Hn! Ciuman tadi...?" Bisik Sasuke lagi tak lupa seringaian yang ditujukkan kepada Naruto yang semakin menunduk malu,. Melihat guratan merah yang menjalar hingga telinga sang pemuda kuning disampingnya Sasuke tidak bisa menahan senyumannya.. "Terimakasih Naru" Ucap sasuke sambil mengusak kepala Naruto lembut.

Dan perjalanan mereka berlanjut dengan tenang hingga mereka berdua sampai dibandara dengan selamat, Selesai mendarat Naruto langsung menarik Sasuke untuk segera keluar dari dalam pesawat.

"Kau harus segera pergi Sasuke... aku tau bagaimana watak Shikamaru,dia pasti tidak mau membiarkan hal ini selesai disini apalagi aku mempermalukannya tadi" Ucap Naruto sambil menggandeng tangan Sasuke untuk segera keluar, tidak tampak ketakutan dari wajah manis Naruto justru kedua mata shaphire itu berkilat antusias..

"Sepertinya dia mengejar kita" Ucap Sasuke tetap tenang.

"Benarkah..?" Untuk memastikannya Naruto menoleh kebelakang dan benar saja, Shikamaru dan managernya sedang berjalan cepat menuju tempat mereka.

"Aku harus pergi ke kerajaan Uchiha" Ucap Sasuke sambil mengeratkan pegangan tangan mereka.

"mm.. Kalau begitu kau naik taxi saja dari sini dan nanti kau bisa langsung pergi ke kawasan wisata Kerajaan Uchiha,dan aku akan mengatasi Shikamaru disini" kebetulan disana sudah ada Taxi yang menunggu, Naruto langsung membuka pintu Taxi dan mendorong Sasuke untuk segera masuk. Setelah pintu ditutup Sasuke menurunkan kaca jendelanya.

"Nee Teme~ Sepertinya takdirmu memang untuk dikejar kejar, diduniamu kau dikejar oleh prajurit kerajaan dan disini keu dikejar oleh orang gila satu itu"

Sasuke tersenyum tipis mendengar ucapan Naruto tadi "Dobe apakah semua akan baik-baik saja maksudku kau dan masalah ini?"

"Tenang saja... aku bisa mengatasinya dengan baik, Sebaiknya kau pergi saja" Tidak lupa senyuman lima jari yang menenangkan ditunjukkan oleh Naruto.

Deg

Mata mereka berdua bertemu selama beberapa detik dan seperti ada kupu-kupu yang berterbangan diperut Naruto ketika melihat mata onyx Sasuke yang memandangnya, sebelum Taxi yang ditumpangi Sasuke melaju pelan kearah jalan raya Naruto sempat mengucapkan alamat yang dituju kepada supir taxi.

'Ada apa dengan ku..?' Batin Naruto sambil memegang dadanya

"Kenapa kau membiarkan dia pergi?" Shikamaru yang baru sampai disamping Naruto langsung bertanya dengan nada kesal yang tidak berhasil ditutupinya.

"Mana mungkin dia akan mau bertemu dengan orang yang tiba-tiba memukulnya" jawab Naruto dan langsung melenggang pergi meninggalkan Shikamaru yang tampak marah,. Sepertinya keberadaan kedua artis top jepang menimbulkan kerumunan yang semakin ramai hingga Shikamaru harus segera pergi setelah sebelumnya memberikan senyuman 'hangat' kepada para fans.

-Mrs Tara Fujitatsu-

Apartemen Naruto

'Kita besok berdua harus bicara'

"Hah... Dia tidak berubah... Suka memerintah seperti biasanaya" Gumam Naruto yang masih bisa didengar oleh Hinata yang sibuk dengan laptop didepannya.

"Apakah Shikamaru-kun menghubungimu lagi Naru-Chan?"

Naruto mengangguk,. "Apakah mengenai kejadian tadi dipesawat ? kau juga kenapa mengaku bahwa dia adalah kekasihmu Naru..?" Tanya Hinata

"Gomenne Nee-Chan, aku tidak dapat berpikir alasan yang lainnya ... Hanya itu yang berada dipikiranku saat itu"

"Bagaimana jika besok di tempat syutingmu dipenuhi kerumunan wartawan yang mengejarmu Naru...?" Seperti baru saja mengetahui akibat yang ditimbulkannya Naruto langsung terkesiap untuk sesaat "Aku tidak memikirkan masalah wartawan Nee-chan, akan tetapi bagaimana dengan rekan kerja Naru yang merasa terganggu nanti...?".

Hinata tersenyum mendengar kalimat yang dikeluarkan oleh artis sekaligus adik nya,. Naruto memang selalu mengedepankan kepentingan orang lain diatas kepentingannya sendiri. "Nee-Chan akan berbicara dengan Sutradara dan meminta maaf ,. Jika memungkinkan syuting besok akan dilakukan secara tertutup agar tidak mengganggu staf yang lainnya Kau tenang saja Naru"

"Terimakasih Nee-Chaaannnn" Kini binar di kedua iris biru tersebut telah kembali

"Sebaiknya kau tidur ini sudah larut malam"

"Ha'i" Dengan berlari-lari kecil Naruto masuk kedalam kamar tapi sebelum masuk kedalam kamar Hinata meneriakkan sesuatu yang membuat Naruto tersenyum lebar.

"Fotomu dengan SI PENGUNTIT sudah beredar di Internet...!"

BLAM

Pintu ditutup dengan cepat Naruto langsung mengambil Smartphone nya dan berbaring di ranjang empuk yang telah menunggu. Dengan lincah jari-jari lentik Naruto mulai menjelajahi dunia maya hingga dia menemukan sebuah foto . Dan senyumnya merekah semakin lebar "Kenapa dia begitu tampann~" dan pipi tan tersebut mulai bersemu karena...

-Mrs Tara Fujitatsu-

1614-Kerajaan UCHIHA

Sasuke yang telah sampai di kerajaan Uchiha setelah sebelumnya melakukan 'teleportasi' dari kerajaan uchiha Dunia Naruto ke kerajaan Uchiha didunianya... Sasuke langsung menyelinap masuk melalui kedua penjaga gerbang yang masih tertidur.

Dengan langkah dan gerakan yang hati-hati Sasuke bergerak ke istana putra mahkota,. Sasuke harus memberitau pemberontakan yang terjadi kepada anikinya.

Greeek... Pintu kamar putra mahkota dibuka dengan pelan oleh Sasuke, Lilin kamar juga sudah dimatikan sehingga kamar sang kakak menjadi remang-remang karena hanya cahaya obor dari luar yang menerangi ruangan ini.

BRAKKK...

"Siapa kau...?" Desisan suara dibelakangnya terdengar jelas ditelinga Sasuke, jangan lupakan benda yang terasa dingin tepat dilehernya-Sebuah Pedang.

"Aniki..." meski pencahayaan sangat minim Sasuke dapat melihat mata onyx yang sama dengan miliknya melebar terkejut. "Sasuke..." Bisik Itachi tak percaya.

"Bukannya kau diasingkan dan hari ini adalah..."

"Ceritannya panjang aniki. Sebelum aku memberi taumu sesuatu aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Apakah aniki percaya padaku...?"

"Tentu... Tentu saja aniki percaya padamu Sasuke, Ibunda Ratu juga sangat percaya kepadamu. Aniki tidak mengerti bagaimana Raja bisa menuduhmu seperti itu."

Sasuke tersenyum samar "Aku melarikan diri. Dan bagaimana aku dituduh sebagai pengkhianat itu adalah konspirasi Aniki... Aku mengetahui rencana pemberontakan yang akan dilakukan oleh Selir ke-2,. Dan dibalik itu banyak orang-orang dalam yang ikut membantu dalam rencana tersebut termasuk penasehat Raja..."

"Si Ular itu...? Aku sudah menduga bahwa dia memiliki niatan yang buruk! Tapi Sasuke, kenapa dia menyerangmu? Maksudku aku adalah putra mahkota disini kenapa dia justru menyerang mu?"

"Hn. Aku adalah pewaris tahta nomor 2 setelahmu dikerajaan Uchiha ini,. Jika kau disingkirkan maka yang akan menjadi penggantimu adalah aku Pangeran ke-2. Dan jika aku disingkirkan terlebih dahulu-"

"Itu akan membuka celah yang lebih besar untuk menjadikan anak selir ke 2 menjadi putra mahkota setelah dia menyingkirkan aku" Lanjut Itachi mengerti.

"Benar! Jadi rakyat tidak akan langsung curiga atas meninggalkanya kita berdua dalam waktu yang berdekatan"

"Kurang Ajar..! berani sekali mereka! Aku harus memberi tau raja mengenai hal ini" Geram Itachi marah.

"Besok mereka akan mengadakan pertemuan rahasia yang dilakukan oleh menteri Danzo dirumahnya, kau harus segera memberi tau raja saat ini Aniki, Aku ingin memberi tahunya secara langsung akan tetapi melihat situasi seperti ini Raja tidak akan mempercayaiku"

"Aku akan memberitahukan kepada Raja besok pagi-pagi sekali. Sekarang apa rencanamu Sasuke...? Kau seorang buronan kerajaan sekarang.."

"Aku akan pergi kehutan menemui seseorang,. Setelah itu aku akan bersembunyi disuatu tempat hingga semuanya telah berjalan dengan baik. Tapi sebelum itu aku akan menemui MADARA terlebih dahulu"

"MADARA...? Kenapa dengan orang tua itu?"

"Jangan menganggap remeh Situa Madara Aniki, Dia adalah otak dibalik semuanya"

"Jangan berbuat gegabah Sasuke, kau akan bergerak sendirian kesana...? Kau pikir berapa banyak pengawal yang dimilikinya?"

"Dan Aniki pikir bagaimana aku bisa menyusup kedalam kamar putra mahkota yang memiliki pengamanan tak kalah ketat?" Itachi memutar matanya mendengar sarkasme Sasuke. "Aku mengerti kemampuanmu Sasuke, Kau bisa melakukan itu semua tetapi untuk apa kau menemui si Tua bangka itu?"

"Aku akan mengejutkannya dengan kehadiranku Aniki... Itu akan membuat dia marah kepada para bawahannya yang telah gagal melaksanakan tugas, Dia mengira aku sudah meninggal bukan"

"Tapi-"

Siapa Disana...? Yang Mulia putra mahkota, Apakah anda sedang berbicara dengan seseorang...?

Yang Mulia...?

"Tidak... Aku tidak berbicara dengan siapapun, Kenapa kau mengganggu tidurku..!"

"Maafkan Hamba yng mulia~ Hamba mohon Undur diri" Pengawal yang tadi berbicara didepan pintu kamar itachi segera berjalan menjauh.

"Lihat mereka mulai menyada-... Hmmm Sasuke..? Sasuke...?" Itachi kehilangan Sasuke. Hanya ruangan kosong dan jendela yang terbuka yang tertinggal

Mrs Tara Fujitatsu

1614

Normal POV

Setelah tadi malam Sasuke menyusup ke Istana dan berlanjut ke Kediaman Madara,

Flashback On

Tampak kamar Madara yang masih menyala terang, dari bayangan yang terpantul Sasuke dapat melihat bahwa saat ini Madara sedang duduk memeriksa sebuah gulungan kertas. Sasuke melihat kearah penjaga yang masih terjaga,. Ada 2 Orang yang berjaga digerbang dan 4 Orang lainnya sedang berkeliling. Selagi ke-4 orang pengawal berkeliling Sasuke menyelinap masuk kedalam.

"Siapa Disana...?" Sepertinya kemampuan mantan jendral Uchiha tersebut belum berkurang buktinya Madara dapat merasakan kehadiran seseorang.

Sringgg- Madara mengeluarkan pedangnya dan menatap waspada kesekeliling ruangan,.

"Keluar Kau...!"

Tap Tap Tap

Dengan langkah sehalus mungkin Sasuke keluar dari persembunyiannya,. Pakaian yang serba hitam dan juga tutup muka menghalangi Madara untuk mengenali wajah Sasuke.

"Madara~" Suara mendesis Sasuke menggema diseluruh ruangan. Mata Onyx Madara melebar karena mengenali suara itu.

"P..pangeran"

Srek... Srek...

Sasuke berjalan mendekat kearah Madara yang masih berdiri membeku melihat kearahnya.

"kau masih bisa mengenaliku.. Paman"

"B..bukannya seharusnya pangeran bera-"

"Hn! Seharusnya aku sudah tidak berada didunia ini bukan,. Tapi sayangnya KAMI-sama masih menyelamatkan aku" potong Sasuke.

"O..oh pa-paman ikut senang pang..e..ran" Ucap Madara terbata-bata.

"Cih! Tidak usah berpura-pura... aku tau semua rencanamu. paman " dengus Sasuke masih dengan pedang yang mengarah kepusat hidup MADARA.

"R..rencana...? Rencana apa pangeran..?"

UGH...! terdengar ringis kesakitan Madara karena pedang milik Sasuke menggores memanjang dari bahu kiri hingga berhenti ditepat jantung Madara berdetak. Sasuke begitu geram karena kebohongan Madara.

"Ini hanya peringatan saja paman,. Kali ini aku akan melepaskanmu tapi tidak dengan pertemuan kedua kita nanti" dengan itu Sasuke langsung mengilang setelah melompati jendela kamar dan masuk kedalam kegelapan hutan.

BRUKK

Tubuh Madara jatuh terduduk,. Ada pancaran keji dikedua onyxnya... "Kurang Ajar...!... PENGAWAL...!" Beberapa detik kemudian dua pengawal penjaga muncul dari bilik pintu. "Kirimkan kurir ke kediaman penasihat Istana dan suruh Penasihat istana menemuiku saat ini juga"

.

.

.

Mrs Tara Fujitatsu

Disebuah kuil jauh didalam hutan, Tampak seorang wanita memakai kimono yang tampak lusuh berada didalam kuil,. Wanita itu tetap melakukan kegiatan yang sama setiap hari yaitu berdoa. Dia terus bersujud dan berdoa kepada Kami-sama untuk keselamatan seseorang diluar sana. Bersujud lagi dan lagi hingga matahari terbenam, dan pagi-pagi sekali dia akan datang lagi untuk melakukan hal yang sama. Tidak dipedulikannya keringat yang ada dipelipisnya atau perut yang mulai memberontak karena lapar.

"Karin...!"

Mrs Tara Fujitatsu

Kaki itu melangkah menuruni bukit dan menyusuri jalan setapak di sepanjang sungai, jangan lupakan wajah yang masih saja tersenyum,. Dia sedikit menyingsingkan kimononya agar dapat berjalan lebih cepat lagi,. Tidak lama kemudian wanita itu sampai di sebuah pohon besar yang daunnya sudah berguguran,. Dia menunggu. Menunggu penuh harap atas kedatangan seseorang.

Tuannya

Dan dari balik bukit terdengar suara langkah kaki hingga semakin lama langkah kaki itu semakin dekat,. Menyadari itu adalah tuannya,. Karin langsung berjalan menyambut sang tuan.

"Tuan..." Masih dengan senyum yang terpasang karin menyambut sang Tuan.

"Kenapa kau keluar ...? Apakah kau tau aku akan datang" Sasuke sedikit menyunggingkan senyumnya kepada karin.

"Apa..." kedua bola mata karin berkaca-kaca,. Dia begitu senang melihat tuannya selamat dan dapat berdiri tegap dihadapannya

"Bagaimana kabarmu?" Tanya Sasuke dan perjalanan kekuil di lanjutkan dengan mereka berdua yang berbincang-bincang. Hingga mereka sampai dikuil, Sasuke menyempatkan untuk berdoa kemudian dia berjalan menuju pelataran kuil dimana karin berada.

"Tuan~, Saya dengar bahwa ini adalah rencana pemberontakan yang dilakukan oleh Menteri Danzo..."

"Iya... dalam perjalanan aku kesini, aku juga mendengar bahwa perdana menteri Danzo telah ditangkap dan perintah hukumanku telah ditarik kembali"

Karin yang mendengar itu langsung tersenyum lega... "Aku sangat senang mendengar hal ini tuan"

'Tetapi kenapa Madara dan penasihat kerajaan tidak terbukti telah melakukan kejahatan,. Hanya menteri Danzo yang terbukti bersalah' Batin Sasuke.

"Apa.. ada yang Tuan khawatirkan?" Tanya Karin setelah meihat raut wajah sang Tuan yang masih terlihat khawatir akan sesuatu. "Tidak... Tidak ada karin.. Aku dapat berdiri disini berkat jimat yang kau berikan karin. Terimakasih atas semuanya"

"Ahh... Anda tidak perlu berterimakasih tuan, itu memang sudah menjadi tugas hamba..." Tampak karin yang merasa tidak nyaman karena tuannya yang berterimakasih seperti itu

"Setelah menerima perintah dari kerajaan aku harus segera pergi. Dan sebaiknya kau kembalilah kerumahmu karin"

"Apakah anda akan ke Konoha.? Tapi... Itu sangat berbahaya tuan, disituasi seperti ini masih banyak orang yang mengincar nyawa anda"

"Sebelum aku pergi ke Konoha,aku harus menemui seseorang "

"Seseorang...? " Tanya Karin bingung, "Aku belum sempat berterimakasih kepada seseorang yang sangat baik hati" Dan dengan membayangkan Naruto saja Sasuke sudah tersenyum simpul, dan hal tersebut tidaklah luput dari pandangan bingung Karin.

Mrs Tara Fujitatsu

2014

Tampak Kakashi sedang duduk dengan beberapa orang editor film dan sedang melakukan pengeditan Drama Hoko Heika Mikoto.

"Aktingnya benar-benar sempurna... Dia seperti seorang raja yang sebenarnya" ucap salah satu editor wanita yang dikenal bernama Shizune.

"Tapi lihat garis hitam dibawah matanya, dia pasti tidak tidur memikirkan skandal yang dia buat" Timpal Asuma salah satu staf bagian editor.

"Potong bagian ini" Perintah kakashi tegas.

"Haah... Skandal Shikamaru benar-benar merebak diseluruh jepang, Aku berpikir bahwa tindakannya memang benar-benar berlebihan kali ini"

"Iya, Bahkan video mereka di pesawat yang telah di upload di You-tube ditonton oleh lebih dari 3 juta orang dalam waktu kurang dari 2 hari"

"Pemberitaan dimedia juga semakin menyebar luas"

"Cklek"

Pintu ruang editor terbuka dan muncul pemuda manis berambut kuning yang menyungginkan senyumnya.

"Selamat malam maaf mengganggu pekerjaan kalian."

"Naru-Chan..." Pekik Shizune yang ternyata merupakan penggemar seorang Namikaze Naruto ini.

"Ini aku membawakan sedikit camilan untuk malam ini," Naruto menyerahkan sebuah bingkisan yang lumayan besar kepada Shizuna.

"ahh terimakasih, Naru-Chan... Ngomong-mgomong kekasihmu sangat tampan,. Tipemu benar-benar keren..!" Sedangkan Naruto yang mendengar hal itu hanya dapat tersipu malu

"Naruto... Kau tunggu di lobby 5 menit lagi"

"Ha'i Kakashi -San"

.

.

.

.

Di lobby kantor Naruto sudah menunggu kedatangan Kakashi, iris birunya melirik kearah majalah yang memang disediakan disana, dan sudah pasti yang menjadi HeadLine berita adalah skandal mereka bertiga.

Nara Shikamaru memukul kekasih rahasia Namikaze Naruto di pesawat.

Ketahuan Selingkuh! Artis Nara Shikamaru memukul kekasih gelap Namikaze Naruto

Namikaze Naruto mengumumkan bahwa dia sudah punya Kekasih

Kekasih Namikaze Naruto dilarikan ke rumah sakit akibat pukulan keras dari artis 'NS'

Kekasih Artis Namikaze Naruto dikabarkan akan menuntut 'NS' ke pihak berwajib.

"Ada apa dengan judul majalah majalah itu" gumam Naruto sambil menundukkan kepalanya.

"Greek" kursi didepan Naruto ditarik pelan oleh Kakashi.

.

.

.

"Mmmm ... Maafkan aku Kakashi-San... aku tidak menyangka rumor akan cepat menyebar" Tidak lupa Naruto menunduk kearah kakashi sebagai permintaan maaf.

"Sudah 2 Hari sejak rumor itu beredar dan bukannya mereda rumor malah semakin beredar luas,. Apakah benar ehm... maksudku kekasihmu itu akan menuntut Shikamaru..?"

Naruto melebarkan matanya karena terkejut "Tidak..! Tidak... dia tidak mempermasalahkan pukulan itu lagipula dia baik baik saja"

"hmm Kalau begitu kalian bisa menyelesaikan ini bukan... Kau bisa membawa kekasihmu untuk bertemu dengan Shikamaru dan kau undang wartawan juga disana, Dan skandal cinta segitiga dapat segera diselesaikan"

"T..tapi" Naruto bingung bagaimana caranya menghubungi Sasuke, tapi melihat wajah Kakashi yang penuh harap ahirnya Naruto menyetujuinya..

.

.

.

Naruto Pov

"Kita akan membuat skenario, dimana kalian bertiga akan bertemu di bandara dan kalain akan bersalaman,. Selesai" Ucap Hinata Nee-Chan tentang usulan bagaimana kita akan menyelesaikan masalah ini.

"Tapi dia sedang sibuk Nee-Chan" Sanggahku... Bagaimana mungkin aku membawanya ke bandara jika aku tidak bisa menghubunginya.

"Kalau begitu bagaimana jika kita hanya akan makan bertiga bersama-sama... " Usul Neechan lagi.

"Dia punya kegiatannya sendiri Nee-chan... Aku tidak mau mengganggunya" Gumamku

"Jika Naru-Chan tidak mau menghubunginya, biar Neechan saja yang menghubunginya,. Mana nomor teleponnya,.?"

"Mm.. Dia tidak punya telepon" Gumamku lagi,.

"Apa..? mm.. kalau begitu telepon rumah" Tanya Neechan sedikit berharap.

"Dia tidak punya telepon rumah" Bisa kuliha nee-chan sedang mengendalikan kekesalannya...

"e-mail...?" Kugigit bibir bawahku semakin erat, dan aku menggelenggkan kepalaku pelan..

"Jadi... Selama ini bagaimana cara kalian berhubungan...?" Tanya Neechan yang sudah hampir putus asa.

"Mmm... Telepon Umum" aku segera berlari menuju tempat pengambilan gambar selanjutnya sebelum Nee-chan memarahiku.

Naruto POV- End

Normal POV

"Mana mungkin mereka berhubungan lewat telepon umum... Naru-Chan benar-benar tidak pandai berbohong" kemudian dengan cekatan Hinata mengambil handphone yang berada di dalam tas Naruto, Hinata memeriksa kontak telepon Naruto mencari nama Uchiha Sasuke yang mungkin berada disana,. Hingga nada dering telepon Naruto berbunyi,. Tanpa ragu Hinata langsung menerima telepon tersebut.

"Moshi-Moshi"

Mrs Tara Fujitatsu

Naruto POV

Ugh... tinggal 3 adegan lagi... Aku berjalan menuju Restroom dan melihat kearah jam dinding istirahat siang masih kurang 2 jam lagi. Aku duduk dengan hati-hati agar kimono yang aku kenakan tidak kusut,.

"Ini minuman anda Naru-sama"

"Arigato-Nee... mm Ano... apa kau tau dimana Hinata nee..?"

"Oh.. Hyuga san tadi pergi sebentar,. Tadi sebelum pergi Hyuga san, sempat menitipkan ini" dan staf konsumsi itu mengeluarkan secarik kertas,. Ketika aku baca ternyata itu adalah alamat sebuah restoran jepang ternama.

"Kenapa aku diminta kesana sekarang...? ini masih waktu syuting kan..?"

"Naru-Chan Istirahat dimajukan,. Kau boleh istirahat sekarang" Ucap sang asisten sutradara.

"Emh.. kenapa kebetulan sekali" gumamku curiga.

Mrs Tara Fujitatsu

Normal POV

Naruto memakai pakaian yang semi formal untuk pergi ke restoran tersebut,. Celana jins putih yang melekat pas dikakinya,. Sepatu boots berwarna coklat gelap,. Dipadukan dengan kaos V neck dan jas berwarna Kuning. Naruto tampak manis dengan penampilan seperti itu,. Ketika memasuki restoran ternyata Naruto sudah ditunggu,. Terbukti oleh salah satu waiter yang langsung membawanya ke ruang makan VIP.

Cklek.

Shikamaru...

"Hai..." Ucap Naruto canggung karena kejadian dibandara lalu.

"Hmm" Gumam Shikamaru yang menatap Naruto tidak berkedip,meskipun dalam keadaan marah kepada Naruto,Shikamaru tidak dapat menampik pesona seorang Namikaze Naruto.

"Emm Dimana Hinata nee...?" Tanya Naruto memecah keheningan.

Dan dengan lirikannya, Shikamaru menunjuk kearah pojok ruangan. Tampak Hinata dan Kiba selaku manajer dari kedua artis tersebut berada dalam 1 meja yang sama.

"Mmm kenapa mereka berada disana..?"

"Untuk mengambil gambar kita pastinya,. Dan akan muncul berita-berita bahwa 'Masalah telah diselesaikan dengan baik' bla bla bla"

"Mungkin Hinata-Nee salah paham,. Aku sudah bilang tadi bahwa Sasuke tidak bisa hadir,. Dia sedang ada urusan lain"

"Apa maksudmu..? lagipula apakah urusan itu lebih penting dari kekasihnya sendiri?" Tanya Shikamaru dengan mengangkat satu alisnya.

"Dia sangat ingin meluruskan hal ini,. Tetapi dia sedang sibuk dan Shika... Bukan urusanmu mengenai apakah urusan itu lebih penting dari aku atau tidak" Ucap Naruto telak.
"Naruto... Apakah ini masih masalah balas dendam mu...?"

"Apa...?" Tanya Naruto tidak percaya atas kalimat Shikamaru tadi.

"Maaf, aku terlambat"

Dan suara berat dibelakangnya mengejutkan Naruto,. Mendengar suara yang familiar itu Naruto dengan cepat menolehkan kepalanya,. Dan iris shaphire nya semakin membelalak ketika Sasuke berada disampingnya.

"Kau menunggu lama Naru?" Tanya Sasuke ramah,. Sedangkan Naruto masih tidak dapat pulih dari keterkejutannya. Shikamaru langsung bangkit dari tempat duduknya. "Selamat datang..." Ucap Shikamaru sambil menjabat tangan Sasuke,. Shikamaru terus 'tersenyum' kearah Hinata dan Kiba. Dan setelah Kiba menganggukkan kepalanya,. Shikamaru langsung memerintahkan Sasuke untuk segera duduk.

"Sebelum kita berbicara lebih baik kita memesan makanan terlebih dahulu" Lanjut Shikamaru.

Sasuke langsung mengambil buku menu yang ada didepannya dan langsung meletakkan buku menu tersebut agar menutupi wajahnya dan wajah Naruto.

"Kenapa kau bisa disini...?" bisik Naruto masih tidak percaya,. Tapi senyuman Naruto tidak dapat disembunyikan lagi,. Dia merasa senang Sasuke berada disini.

"Aku diberi tau temanmu bahwa, kau butuh bantuan dan memintaku untuk datang ke restoran ini sewaktu aku meneleponmu"

" 'Menjadi kekasih yang baik...' itu adalah cara aku membantumu " Kata Sasuke dengan senyuman jahil diwajahnya.

Naruto tersenyum lembut mendengar penuturan Sasuke. "Aku tidak tau bagaimana caranya... Tapi aku akan mencoba yang terbaik" Bisik Sasuke lagi

'Deg'

Wajah Tan Naruto bersemu mendengan kalimat Sasuke,.. "Darimana kau mempelajari hal ini Teme~? Kejadian seperti ini banyak terjadi di novel novel roman, 'kejutan', dan tiba-tiba kau berada disini''

"kau sangat 'klasik' Teme~"

Sasuke mengerutkan dahinya "Klasik..? Apakah itu sebuah celaan..?"

Naruto menggelengkan kepala kuningnya pelan. "Itu sebuah pujian... Teme~ Jika kau ingin sukses dalam peranmu, kau harus terus 'klasik' seperti ini... Aku suka hal-hal yang 'klasik' "

Dan kedekatan kedua orang itu tidak luput dari mata kuaci milik Shikamaru yang memandang tidak suka dan ehm... Cemburu

To Be Continue

Terimakasih untuk para Reviewer,. Fol dan Fav fic ini... Tara sangat senang dengan dukungan kalian, maaf gak bisa bales satu-satu...

Mmm soal keterlambatan Update, Tara minta maaf karena Laptot Tara kemaren harus masuk 'rumah sakit' dan data-data Tara hilang semua termasuk chapter ini dan chapter-Chapter yang udah Tara tulis,. Jadi Ini Tara mulai Nulis bila masih ada Typo^^