Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Warn: BL. Shounen
SasuNaru, ShikaNaru,SasuKarin
THE TIME 400 Years Ago
Update Kilat 4,5+K
Previous Chapter
"Darimana kau mempelajari hal ini Teme~? Kejadian seperti ini banyak terjadi di novel novel roman, 'kejutan', dan tiba-tiba kau berada disini''
"kau sangat 'klasik' Teme~"
Sasuke mengerutkan dahinya "Klasik..? Apakah itu sebuah celaan..?"
Naruto menggelengkan kepala kuningnya pelan. "Itu sebuah pujian... Teme~ Jika kau ingin sukses dalam peranmu, kau harus terus 'klasik' seperti ini... Aku suka hal-hal yang 'klasik' "
Dan kedekatan kedua orang itu tidak luput dari mata kuaci milik Shikamaru yang memandang tidak suka dan ehm... Cemburu
Chapter 9 – Happy and Lost
Mrs Tara Fujitatsu
The Time (400 Years Ago)
2014 - Lokasi Syuting
"Shika...! Tunggu..." Kiba berlari menuju sang artis yang berjalan jauh didepannya, langkah kakinya tidak dapat dibandingkan dengan langkah kaki lebar milik Shikamaru. Kiba tau artisnya dalam keadaan yang buruk -ralat!- Sangat buruk pikir Kiba.
"Brak!" Bantingan pintu yang dibuka paksa mengagetkan seluruh orang yang berada didalamnya termasuk Gaara yang sedang dirias perias aktris profesional. "Haiss...! Apa-apa an tingkahmu ini kau sungguh mengganggu" Komentar Gaara.
"URUSAI..!" Dan dengan itu Shikamaru langsung menghempaskan tubuhnya disalah satu sofa yang tersedia. Jadwal Syuting memang masih 1 Jam lagi sehingga para artis bisa beristirahat ataupun membenarkan make-up yang melekat diwajahnya seperti yang dilakukan oleh Gaara. Tidak lama kemudian Kiba muncul dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Kenapa lama sekali..?" Omel Shikamaru kepada managernya itu , "Kau yang berjalan terlalu cepat, Tuan berkaki panjang..!" Balas Kiba, Berani.
"Seharusnya kau senang, karena skandalmu akan segera dapat terselesaikan,bukan malah marah-marah seperti ini" Ucap Gaara sambil melihat ke arah Shikamaru dari pantulan kaca dihadapannya.
"Jangan bicarakan mengenai hal itu, ... Shikamaru sedang dalam mood yang tidak baik" Timpal Kiba mencoba menjelaskan sekaligus meminta pengertian dari Gaara. Sedangkan Gaara hanya mengedikkan bahunya sekilas tidak begitu peduli.
.
.
.
Naruto baru sampai di lokasi Syuting 20 menit setelah Shikamaru dan Kiba datang,. Naruto datang sendiri tanpa ditemani Hinata yang masih betah berada di restoran tadi menemani Sasuke. Sebenarnya Naruto tidak mau meninggalkan Sasuke sendiri bersama Hinata Nee-channya akan tetapi waktu Istirahat yang hampir habis memaksa Naruto untuk segera kembali ke lokasi syuting.
"Naru..." Naruto yang merasa namanya dipanggil menoleh kearah sumber suara, Dia melihat Kakashi berjalan pelan menghampirinya.
"Bagaimana tadi..? apakah semuanya sudah beres" Tanya Kakashi sambil membimbing Naruto untuk duduk disalah satu bangku taman yang tersedia.
Naruto mengangguk semangat menjawab pertanyaan dari sang Sutradara. "Ha'i Kakashi-san semuanya sudah beres,. Maaf karena telah merepotkan selama ini" Ucap Naruto tulus.
"Hmm Tidak apa-apa Naruto.. Lagipula semuanya sudah selesai bukan. Oh iya ini aku akan memberikan refisi naskah, ada sedikit perubahan yang terjadi penulis kita Iruka, tadi tidak sempat memberitaumu secara langsung jadi dia menitipkan ini kepadaku" Dikeluarkannya 2 lembar kertas yang dijadikan satu, Kertas berisi refisi naskah tersebut langsung dibaca oleh Naruto,. Keningnya sedikit mengkerut karena ada beberapa hal yang tidak dimengertinya.
"Anoo... Kakashi-San kenapa banyak sekali hal yang diubah?" Tanya Naruto bingung karena setaunya Naskah pertama yang diberikan kepadanya sangat berbeda jauh dengan refisi yang baru diterimanya. "Bukankah ini adalah drama yang diangkat dari cerita yang sebenarnya kenapa ada yang berubah?" Lanjut Naruto.
"Tidak ada perubahan yang signifikan Naruto... Disini hanya ada beberapa kejadian yang ditambahkan, Menurut Iruka tadi dia lupa memasukkan adegan ini kedalam naskah sehingga Iruka menyisipkan adegan tersebut dalam naskah refisi ini"
'Aneh... iruka-jiisan adalah penulis yang terkenal sangat teliti, sangat mustahil untuk iruka jiisan melakukan kesalahan sefatal ini. '
Menteri Danzo ditangkap karena tuduhan konspirasi yang direncanakannya,. Danzo diberhentikan dari jabatannya seluruh anggota keluarga danzo akan di buang di pulau nori, dan hukuman cambuk 20 kali.
'Apakah Sejarah telah berubah?' Batin Naruto,. Hingga Syuting dimulai Naruto masih memikirkan tentang kemungkinan sejarah yang berubah,. Sebelumnya Naruto juga membaca bahwa pangeran kedua sudah meninggal karena sakit tetapi bahkan pangeran itu baru saja bersamanya menghabiskan waktu untuk makan siang di restoran.
Disela-sela syutingnya Naruto menghubungi Hinata terus menerus,. Naruto ingin tau apakah Hinata masih bersama Sasuke disana,. Kemudian ketikan dering telepon sampai pada dering ke 5 Hinata baru menjawab teleponnya.
"Moshi-Moshi"
"Nee-Chan... Kenapa tidak segera menjawab teleponku...!" Rajuk Naruto yang tanpa sadar mengeluarkan ekspresi yang sangat imut yang tentunya menjadi pusat perhatian staf-staf yang melihatnya.
"Gomen,ne~ Tadi Nee-chan sedang berbicara dengan temanmu" Jawab Hinata.
"Eh... Sasuke masih belum pulang...?" Tanya Naruto terkejut
"Ha'i. Masih ada yang perlu Nee-chan tanyakan kepada Sasuke saat ini" Naruto mengerutkan keningnya bingung,. 'Pertanyaan apa' batin Naruto. "Anoo... Nee-chan Bisa aku berbicara dengan Sasuke... "
"..."
"Naruto" Kali ini suara Sasuke terdengar dari sebrang telepon. Tanpa sadar Naruto tersenyum senang mendengar suara berat khas Sasuke.
"Suke... Kenapa kamu belum pulang...? Hinata-Nee bertanya apa saja..? Jika bertanya aneh-aneh kau jangan menjawabnya..! Bilang saja kau sibuk atau apapun" Tanpa sadar Naruto langsung bicara tanpa henti. Suara kekehan Sasuke terdengar hingga menghentikan ocehan panjang Naruto.
"Hmb? Kenapa kau tertawa Teme..?"
"Kau lucu Dobe"
"Aku tidak lucu Teme~ Aku serius sekarang" ucap Naruto dengan nada yang diusahakan terdengar seserius mungkin.
"Hn! Ada perlu apa Dobe...? Merindukanku?"
"T..teme Baka! Siapa yang merindukanmu!" Balas Naruto cepat,. Naruto bersyukur Sasuke tidak berada dihadapannya,. Kalau Sasuke berada disini pasti Sasuke akan dapat melihat rona merah dipipi tan-nya itu.
"Aku meneleponmu untuk menanyakan sesuatu.." Lanjut Naruto.
" Pertanyaan? Pertanyaan apa..?"
"Nee Teme- Apa mungkin sejarah telah berubah...? Hari ini aku menerima sebuah refisi naskah,. Dan kau tau refisi itu merupakan salah satu adegan penting dalam sejarah"
"Jadi kau tau...?"
"Apa... Ini karenamu Teme? Maksudku semua perubahan sejarah ini?"
"Aku harus menyelamatkan diriku Naru,. Tapi kalau hal itu akan merubah takdir orang lain... Aku mengkhwatirkan apa yang terjadi selanjutnya, Jadi sebisa mungkin aku tidak akan mengubah nasib seseorang lagi... " Naruto bingung mencerna kalimat-kalimat Sasuke tadi.
"Kau pasti tidak mengerti Dobe" Lanjut Sasuke dengan nada geli disuaranya.
"Aish...! Kau menertawakanku Teme" dan suara tawa lepas diseberang sana terdengar ditelinga Naruto,. Tanpa Sadar Naruto ikut tersenyum mendengarnya,. Hingga suatu hal mengganggu pikirannya.
"Mmm... aku merasa aneh Teme, kenapa hanya aku yang menyadari keanehan ini,. Sutradara bahkan tidak menyadari bahwa Sejarah telah berubah! "
"Mengenai hal itu aku juga tidak mengerti Dobe..."
.
.
.
30 Menit sebelumnya
"Ini silahkan diminum Sasuke-san" Ucap Hinata sambil menyodorkan segelas Green Tea yang masih panas kepada Sasuke.
"Arigato" Jawab Sasuke singkat.
"Begini, Sebelumnya aku berterimakasih atas kedatanganmu disini, tapi sesuatu yang perlu ditanyakan harus ditanyakan bukan" Ucap Hinata memulai pembicaraan.
"Hn"
"Sekarang aku bertanya, Kenapa kau tidak memiliki telepon?" Tanya Hinata menyelidik.
"Aku tidak memiliki banyak kenalan, sehingga aku tidak memerlukan telepon untuk ku"
"Di zaman seperti ini, mustahil seseorang tidak memiliki telepon,. Hmmm Anggap saja kau benar-benar tidak mempunyai telepon. Jadi bagaimana cara seseorang untuk menghubungimu."
"Sebenarnya, tidak ada"
"Kenapa...?" Tanya Hinata yang masih tidak habis pikir.
"Pada dasarnya aku hanya memiliki 'sedikit' kenalan disini selain kekasihku.. ehm maksudku Naruto"
"Bukankah kau tinggal di Konoha kenapa kau tidak memiliki banyak kenalan padahal ini tempat tinggalmu sendiri" Tanpa menyadari kalimat ganjil Sasuke tadi Hinata langsung melanjutkan pertanyaan yang masih mengganggunya
"Aku jarang berada dirumah" Jawab Sasuke singkat,.
"Jadi kau berada diluar negeri...?" Tanya Hinata mencoba menjelaskan.
"Hn! Sebenarnya aku tidak memiliki banyak waktu,. Aku harus segera pergi tapi sebelumnya aku akan bertanya kepadamu"
"Apa...?"
"Apakah ada yang sedang dibutuhkan oleh Naruto saat ini? Yang paling diinginkan olehnya" Tanya Sasuke tenang
"Kenapa kau bertanya mengenai hal itu?"
"Aku ingin memberikan hadiah untuknya"
"Kau ingin memberi hadiah kepada Naru-Chan?" Tanya Hinata dengan berbinar-binar "Kau tau,. Ketika melihatmu datang mata birunya itu berkilat-kilat antusias,. Dia begitu polos"
Sasuke mengangguk menyutujui ucapan Hinata "Dia begitu baik,. Menurutku makan bersama seperti tadi bukanlah hitungan dalam berbalas budi, Jadi apa yang harus aku berikan kepadanya? Tolong katakan padaku"
"Hmm Pertama-tama berapa banyak uang yang kau miliki?" Tanya Hinata
"Uang..?"
"Kau tau... Barang yang diinginkann oleh Naru-Chan tidaklah murah,. Harganya sangat mahal jadi berapa uang yang ingin kau habiskan untuk hadiahnya, aku akan memperhitungkan nanti"
"Jangan khawatirkan masalah harga"
"Kau hanyalah seorang mentor sejarahnya,. Meskipun kau orang kaya tapi penghasilanmu pasti tidaklah seberapa... Aku mengatakan hal ini karena memikirkanmu jad-" belum selesai Hinata bicara,. Mata lavendernya sudah terbelalak lebar melihat Sasuke mengeluarkan 4 'tumpuk' uang pecahan 10.000 YEN...!
"Apakah ini cukup...? Aku diberitau bahwa satu lembarnya dapat digunakan untuk membeli beberapa barang" Ucap Sasuke tenang,. Tidak sadar bahwa jika dihitung uang yang dikeluarkan oleh Sasuke bisa dibuat untuk membeli sebuah rumah dengan halaman yang luas didepannya.
.
"K..kenapa u..uang sebanyak i..ini" Hinata kehabisan kata-kata melihat uang puluhan juta yen dihadapannya.
"Apakah itu masih kurang" Tanya Sasuke khawatir,. "Aku masih memiliki benda seperti itu di dalam tas kalau masih kurang "
"Tidak.. Tidak ini sangat banyaakk"
"Aku memiliki satu pertanyaan lagi,. Apakah arti 'klasik' itu..? Naruto bilang dia suka hal-hal yang 'klasik' jadi aku ingin tau bagaimana cara supaya menjadi 'klasik' " Hinata sebenarnya mengerti maksud dari 'klasik' yang diucapkan oelh Sasuke tadi, tapi Hinata merasa aneh kepada Sasuke. Kenapa hal-hal seperti itu Sasuke tidak mengetahuinya
"Apakah itu terdengar aneh?" Tanya Sasuke dan dijawab dengan anggukan oleh Hinata."Tapi aku benar-benar ingin mengetahuinya. Aku ingin melakukan sesuatu yang 'klasik' yang akan disukai oleh Naruto"
Dan perbincangan mereka harus terhenti karena dering telepon milik Hinata.
Mrs Tara Fujitatsu
The Time (400 Years Ago)
1614
Terlihat arak-arakan yang membawa menteri Danzo untuk dibawa ke pulau nori,. Banyak rakyat yang mencaci-makinya sepanjang jalan bahkan tidak jarang ada yang sampai melemparinya dengan buah-buahan busuk. Untungnya beberapa pengawal yang bertugas menjaga tahanan sempat melindungi. Tanpa ada satu orangpun yang sadar salah satu dari sekian banyak rakyat yang berjalan mengerumuni Danzo adalah Kabuto...
Kabuto berjalan tepat disebelah arak-arakan yang membawa Danzo, tanpa satu orang pengawalpun yang menyadarinya.
"Ini semua pasti ulah pangeran brengsek itu..! Jika aku mati kali ini pastikan dia juga iku mati bersamaku... Seperti yang kau katakan dia dapat menghilangbegitu saja, Pastikan kau mengetahui apa yang menyebabkan hal itu bisa terjadi" Bisik Danzo kepada Kabuto, Dan Kabuto mengangguk sekilas kemudian berjalan menjauh dari keramaian.
Mrs Tara Fujitatsu
The Time (400 Years Ago)
2014-Lokasi Syuting 21.00
"CUTT...!" Teriak sang sutradara.
"Kita akan berganti Lokasi, Scene 21 akan dimulai setengah jam lagi... Terimakasih kerja samanya" Sambungnya. Naruto yang baru menyelesaikan Scene 20 langsung merenggangkan tubuhnya. Tubuh mungil berbalut Kimono berwarna Merah terang dengan motif burung phoenix yang disulam dengan sulaman emas menghiasi Kimono yang semakin tampak menawan ketika dipakai lupa beberapa aksesoris yang menghiasi kepala Naruto. Naruto tampak Menawan walaupun gurat lelah tampak samar muncul diwajahnya... Sangat Menawan.
"Kemana sebenarnya mereka berdua pergi ini sudah jam 9 malam" Gerutu Naruto,. Sedari tadi memang Neechannya tidak menyusulnya kelokasi syuting hingga malam mulai menjelang. Naruto mulai berjalan menuju ke lokasi Scene 21 berada, sebelum suara yang sangat familiar memanggilnya,. Bisa dilihat bahwa Hinata yang baru datang membuat gerakan tubuh seolah-olah meminta Naruto untuk menghampirinya.
"Aku kesana sebentar-Nee" Pamit Naruto kearah salah satu crew film dan dibalas dengan anggukan sopan dan wajah yang langsung memerah oleh Crew tersebut.
Dengan langkah yang anggun karena masih mengenakan Kimono, Naruto berjalan menuju Hinata.
"Kemana saja Nee-chan pergi...?" Tanya Naruto sambil mempout lucu.
"Haa~ Naru-Chan... Nee chan bingung... Bagaiman... bisa dia.. dia...Wuaaahhh"
"Neechan kan mendukungmu dengannya atau mencegahmu...? Setelah menghabiskan seharian ini dengannya Nee-Chan jadi Bimbang..."
"Apa maksud Neechan?" Tanya Naruto tidak mengerti,. Hinata tampak bimbang dan putus asa hingga bingung ingin mengungkapkan apa... "Haa~ Temui kekasihmu sana" Ucap Hinata akhirnya.
"D..dia Disini...?" Tanya Naruto dengan mata yang berbinar-binar.
"Iya,. Dia diluar" Mendengar itu Naruto langsung bergegas untuk keluar,. Dia mengangkat sedikit kimononya untuk mempercepat dalam berjalan,. Sesampainya Naruto diluar Naruto memandang kesekeliling.
"Kenapa tidak ada siapa-siapa" Gumam Naruto sambil melihat kearah tempat parkir yang sepi. "Sasuke..." Panggil Naruto, Tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Sasuke.
BLATS
Lampu depan sebuah mobil yang berjarak 100m menyorot terang kearah Naruto, hingga pemuda manis tersebut harus menutupi matanya dari Sinar lampu mobil yang menerpanya.
Sementara sang pengendara mobil tersenyum miring sambil memasukkan salah satu kunci supercar tersebut.
"Kedua,. Tekan Tombolnya"
"Ketiga,. Ganti Gigi"
"Ke empat,. Injak Gas" Dan mobil itu berjalan pelan kearah Naruto, Naruto yang melihat mobil itu semakin mendekat mengangkat tangannya untuk melindungi wajahnya,. Naruto pikir mobil itu akan menabraknya Hingga satu meter sebelum mobil mengenainya mobil tersebut berhenti
"Kelima, Berhenti!"
"Keenam Buka" dan jendela kaca hitam itu terbuka... Tidak lama kemudian muncul kepala raven Sasuke tak lupa senyum miring diwajahnya.
"Haaa!" Naruto sangat terkejut melihat kepala Sasuke yang menyembul dari balik mobil hitam tersebut. Naruto langsung berlari menuju samping mobil yang dikendarai oleh Sasuke tanpa memedulikan bahwa dia masih memakai Kimono lengkap.
"Sasuke...! Kau menyetir...? Apa kau gila Teme?" Pekik Naruto
"Ketujuh Keluarkan" Dan Sasuke terus melafalkan apa yang dihafalkannya tadi. Kunci SuperCar itu keluar dan Sasuke langsung mengambilnya. Pintu dibuka dengan pelan oleh Sasuke kemudian lelaki tampan tersebut memegang tangan mungil Naruto. Tangan Naruto seolah tenggelam ketika Sasuke menggenggamnya seperti ini
"Terakhir pindah alihkan" Dan kunci mobil yang semula berada ditangan Sasuke sekarang sudah berada di tangan Naruto.
"Naruto terimalah mobil ini, mobil ini sebagai balasan karena kau selalu berbuat baik selama ini" Ucap Sasuke sambil menepuk kepala kuning Naruto pelan.
"Aku mendengar bahwa kau sangat ingin memiliki mobil ini dan kau menabung untuk membelinya, Jadi aku menghadiahkan ini untukmu. Tadi aku belajar kilat cara mengemudi dan ternyata tidak terlalu buruk. Ini lebih mudah daripada menunggang kuda" Tambah Sasuke lagi,. Ketika menyadari Naruto tidak menjawab apapun Sasuke langsung melihat kemanik biru itu intens. "Kau ingin mencobanya?" tawar Sasuke. Sedangkan Naruto memandang Sasuke tidak percaya.
"Kenapa kau selalu melakukan hal ini Teme" Ucap Naruto pelan. "Kau selalu mengejutkanku seperti ini"
"Temanmu bilang kau akan suka dengan prilaku 'klasik' seperti ini..." Jawab Sasuke masih tetap memandang Naruto intens. "Kau tidak suka..?" Tanya Sasuke tiba-tiba.
Naruto tersenyum manis kearah Sasuke. "Tidak suka...? Apa kau bercanda Teme... Aku suka, Saangaaaat SUKAAA" Ucap Naruto sambil mengelilingi mobil yang ada dihadapannya ini tidak lupa senyuman polos dan kekanakan tetapi menimbulkan efek yang cukup besar kepada Sasuke menghiasi wajah manis Naruto.
Tapi Tiba-tiba Naruto berhenti ketika sesuatu hinggap dipikirannya. "Teme kau tidak mencurikan? Darimana kau dapatkan uang untuk membeli mobil ini..?" Tanya Naruto secara beruntun.
"Aku bukanlah seorang pencuri Dobe"
"Tapi kau selalu mencuri pakaian yang kau kenakan itu" Jawab Naruto polos.
"Kalau itu tidak bisa dihindari Dobe.. Aku ingin memberimu sesuatu, aku tidak menyangka harga mobil ini akan semahal itu" Ucap Sasuke sambil mengeluarkan 1 lembar 10.000 Yen yang tersisa.
"Darimana kau dapat uang untuk membeli mobil ini Teme,. Aku mengetahui jenis mobil apa ini,. Dan Audi R8 bukanlah mobil yang murah"
"Aku menjual pedangku" Jawab Sasuke santai,tetapi kalimat santai Sasuke sanggup menmbuat iris saphire Naruto terbelalak.
"Menjual pedang..?" Tanya Naruto tidak percaya.
"Tapi aku merasa tertipu, Pedang di era Dinasti Uchiha hanya diberi harga yang cukup untuk membeli mobil ini, Seharusnya pedang itu bisa berharga lebih tinggi" Lanjut Sasuke.
"Kau menjual pedangmu untuk memberikan aku mobil ini Teme..? Bukankah itu pedang yang sangat berharga..?"
"Iya Dobe,. Dan kenapa kau bimbang seperti ini? ini seperti bukan dirimu Dobe"Ujar Sasuke
"Nani..? Jadi meurutmu aku ini orang seperti apa..?" Tantang Naruto
"Kau adalah orang yang sembrono, Tidak berpikir panjang tapi kau juga Menawan"
"Sembrono...?" Tanya Naruto tidak percaya bahwa dia dikatakan sembrono.
"Tapi aku sungguh-sungguh mengatakan kalau kau ini menawan Naruto" Ucap Sasuke sungguh-Sungguh. Karena pipi Naruto mulai merona maka Naruto mengalihkannya dengan membuka pintu mobil barunya,ketika ingin masuk tidak sengaja salah satu hiasan kepala Naruto membentur bagian atas mobil
"Aach.." Pekik Naruto kaget.
Sasuke menghela nafas pelan melihat kelakuan Naruto "Kau sembrono "
Naruto melirik tajam kearah Sasuke, sedangkan Sasuke hanya tertawa melihat lirikan Naruto yang justru imut. "Tunggu sebentar!" Ucap Sasuke ketika melihat Naruto akan menutup pintu mobil, Sasuke langsung berjongkok dan meletakkan Kimono Naruto yang menjuntai keluar ikut masuk kedalam mobil.
"Kau berperan sebagai ratu Dobe... Seorang ratu haruslah bersikap sopan dimanapun dia berada" Ucap Sasuke sambil membungkuk kearah Naruto, begitu dekatnya hingga Naruto dapat merasakan harum mint dari nafas Sasuke.
"Aku juga bisa bersikap sopan Teme~" tak lupa sebuah pout lucu yang ikut menghiasi wajah kelewat cantik milik Naruto.
Blam, Pintu mobil ditutup Sasuke pelan. Sasuke terus memandangi wajah berbinar milik Naruto yang melihat kesekeliling interior mobil bagian dalam miliknya, "Jangan keluar jauh dari tempat ini, kau harus segera kembali syuting Naruto" Ucap Sasuke sebagai pesan sebelum Naruto menjalankan mobilnya. "Tenang saja teme, aku hanya akan mengelilingi tempat ini saja"
Dengan antusias Naruto memasukkan kunci dan menghidupkan mesin mobil. "Akan aku tunjukkan bagaimana menyetir itu Teme~" Dan mobil melaju dengan bunyi mesin yang berderam pelan.
Naruto mengendarai mobilnya dengan tawa yang terus dikeluarkannya, Mobil itu dibuat berputar-putar mengelilingi Sasuke oleh Naruto. Tawa Naruto bahkan terdengar oleh Sasuke yang membalasnya dengan senyum tipis. Onyx dan Shaphire itu terus saling memandang,. Ketika Naruto memutar mobilnya maka Sasuke juga akan berputar agar kontak mata itu tidak terputus.
Tawa jenaka Naruto terus terdengar hingga diputaran ke 5-nya tawa itu lama-lama berhenti. Naruto memandang kearah Sasuke dengan Sayu. "Sampai kapan hal ini akan terus bertahan" batin Naruto sedih lama kelapaan laju mobil kian melambat hingga mobil tersebut benar-benar berhenti.
Sasuke segera menghampiri Naruto. "Bagaimana ? Apakah kau meyukainya?"
"..."
"Kenapa? Apa kau sakit?" Tanya Sasuke khawatir.
Naruto menolehkan kepalanya menghadap Sasuke pelan. "Kau sedang menipuku kan Teme...? Kau adalah penguntit yang sudah berhasil merayuku kan..? Kemudian kau membelikan aku mobil seperti ini dan kemudian kau akan meninggalkanku? Benarkan?" Ucap Naruto sedih.
"Pembicaraan kita mengenai mesin waktu hanyalah kebohongan bukan? Kau hanya mencoba membohongiku ini hanya leluconmu kan..?" Sekarang tampak iris shaphire Naruto mulai berkaca-kaca.
"Aku begitu naif, aku terlalu gampang untuk ditipu..."
"Jika aku memang benar telah menipumu selama ini, Apa kau akan melaporkanku ke polisi?" Manik onyx Sasuke melembut ketika mengucapkan kalimat itu .
"Tentu saja aku akan melaporkanmu kepolisi untuk menebus semua kesalahanmu" Ucap Naruto cepat, tapi setelah itu wajah Naruto menunduk dan Shaphire itu mulai meredup sinarnya. "Aku sangat ingin kau.. Teme~, sangat sulit untuk aku menghubungimu, kita bahkan tidak dapat selalu berkomunikasi" Naruto menghela nafas pelan. "Mungkin seorang penipu yang akan dihukum matipun lebih baik dari seseorang yang memiliki zaman yang berbeda"
"Kau penipukan...?" Tanya Naruto pelan, Penuh harap.
"Benar, Aku berbohong padamu" jawab Sasuke dengan nada yang lembut
"Pembohong!" Gumam Naruto...
Suasana mereka berduapun berubah canggung untuk beberapa saat. Naruto mencoba menenangkan hatinya dia menghela nafas sekali lagi.
"Masuklah...!" Pinta Naruto tiba-tiba. Dan Sasuke tanpa banyak kata langsung masuk kedalam mobil dan duduk dikursi penumpang di sebelah Naruto.
Setelah Sasuke menutup pintu Naruto berkata lagi. "Aku akan memberi taumu kegunaan mobil ini selain sebagai alat transportasi" kemudian Naruto menekan sebuah tombol yang membuat kaca mobil Naruto tertutup secara otomatis. Kemudian Naruto mengeluarkan kunci mobil hingga membuat lampu depan mobil Naruto mati.
"Perhatikan baik-baik" Naruto mencondongkan tubuhnya kearah Sasuke yang sedari tadi memang menghadap kearahnya.
Cup...
Naruto menempelkan bibirnya ke bibir Sasuke pelan dan lembut,. Hanya menempel selama beberapa detik Naruto bahkan sempat memejamkan matanya, Sedangkan Sasuke melihat kearah Naruto tanpa berkedip, Sasuke tidak mengelak atas perlakuan Naruto dan tidak juga membalas.
Hingga beberapa detik kemudian Naruto menjauhkan wajahnya.
Wajah tan Naruto sudah memerah hingga tahap yang maksimal. "Ehm... Seperti itu.. Mengerti?"
"Jadi itu.. ehm salah satu fungsi lain ehm.. mobil" Naruto berkata salah tingkah hingga dia melihat bahwa ekspresi Sasuke tetap sama.
"Ano... aku harus segera kembali" Karena suasana yang makin canggung, Naruto ingin segera keluar dari mobil. Ketika tangan tan itu terjulur ingin membuka pintu mobil, Tiba-tiba sebuah lengan kekar membalikkannya hingga wajah Naruto yang masih memerah berhadapan dengan wajah Sasuke. Sasuke terus memandangi wajah Naruto intens tidak kuat dipandangi seperti itu Naruto akhirnya menunduk malu. Jari-jari Sasuke terangkat kearah dagu Naruto, Seolah tidak rela bahwa Naruto telah melepaskan kontak mata mereka.
Onyx dan Shaphire itu bertemu kembali. Sasuke memajukan sedikit tubuhnya, wajahnya ditundukkan hingga kedua belah bibir itu bertemu kembali.
Cup
Hanya sekilas bahkan ciuman itu hanya seringan bulu. Sasuke langsung melepaskan cherry lips itu, wajah mereka masih tergolong sangat dekat hingga kedua orang tersebut dapat merasakan hembusan nafas masing-masing.
Ekspresi Sasuke tampak terkejut dengan apa yang baru saja dilakukannya, Iris onyx itu melebar karena sesuatu yang baru disadarinya Apakah Cinta...?
Naruto memberanikan diri untuk melihat kearah Sasuke, dan tepat saat itu Sasuke sudah mempertemukan bibir itu lagi. Lebih dalam... Lebih Intens. Bahkan Sasuke sudah memagut bibir atas dan bibir bawah Naruto bergantian. Mereka berdua menutup kedua kelopak mata mereka seolah ingin meresapi apa yang sedang terjadi.
Ciuman itu lembut,. Tidak memaksa dan penuh perasaan, Berbeda dengan ciuman yang pernah mereka lakukan sebelumnuya. Ini Berbeda~ Mereka larut akan apa yang mereka lakukan. Sasuke memiringkan kepalanya untuk memperdalam ciumannya, Lengannya bahkan sudah merengkuh pinggang mungil Naruto kedalam pelukannya.
"Naruto San...! Naruto San...!"
Teriakan itu mengejutkan mereka berdua hingga Naruto langsung memutuskan 'tautan' mereka berdua, Naruto bersandar pelan dimobilnya, sedikit menggeleng-nggeleng kecil untuk menjernihkan pikirannya. "Kita tidak akan dapat dilihat dari luar" Gumam Naruto mencoba mengatasi kegugupannya.
"Mungkin menjual pedang untuk membeli benda ini bukanlah ide yang buruk" Cetus Sasuke yang membuat senyuman Naruto muncul kembali.
.
.
"Sebaiknya kau kembali Naruto" mendengar perintah Sasuke. Naruto menggembungkan pipinya,dan tanpa sadar dia sudah membuat pout lucu
"Mulai sekarang, apa yang akan kau lakukan Sasuke...? Kau akan pergi kemana...?"
"Aku akan kembali kezamanku Naruto, Aku akan memperbaiki semuanya disana dan kembali kehari-hariku sebelumnya" Tak dapat dipungkiri Naruto, Bahwa dia sedih mendengar bahwa Sasuke akan kembali. "Kembali kehari-harimu sebelumnya...? Kau juga akan me..nikah? di zamanmu garis keturunan sangat penting bukan..?" Tanya Naruto pelan sambil menundukkan kepalanya.
"Kau harus cepat-cepat menikah, dan pasti banyak wanit-"
"Kita akan bertemu satu bulan lagi dari sekarang" Sela Sasuke cepat . "Butuh waktu satu bulan untuk menyelesaikan semuanya menjadi seperti semula. Setelah semuanya selesai, saat itu juga aku akan langsung pergi menemuimu"
"Tapi kau tidak punya alasan untuk kembali kesini Teme~" Balas Naruto sendu.
"Cintaku ada disini... Apakah itu bukan merupakan suatu alasan?" Onyx Sasuke memandang Naruto intens. "Aku sudah mengatakan bahwa aku akan mencoba menjadi kekasih yang baik bukan"
Cherry lips itu terbuka karena terkejut, dipandanginya wajah Sasuke untuk mencari kebohongan disana dan tidak! Naruto tidak menemukan itu, hanya keseriusan yang terpancar dari iris onyx Sasuke.
"Tentu saja, jika kau juga menyutujuinya, Hingga aku tidak salah paham menangkap semua sikapmu sekaligus 'ucapan salam perpisahanmu' Naruto"
.
.
.
.
Keesokan harinya di apartemen Naruto-Hinata.
Pagi-pagi sekali Naruto sudah bangun,. Disempatkannya untuk berlari-lari kecil disekitar kompleks apartemen.. selesai berolah raga Naruto langsung mandi dan menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Hinata-nee.
"Tumben bangun pagi Naruto" Ucap Hinata yang tampak baru bangun tidur
"Selamat pagi Nee-chan, duduklah sarapan kita akan segera selesai" dan benar saja tidak lama kemudian sarapan telah selesai dibuat,. Pancake dengan fla coklat diatasnya serta 2 gelas Susu putih telah siap dihidangkan.
"Ternyata efek seorang Sasuke begitu besar" Ucap Hinata memulai pembicaraan
"Dia terbang dengan pesawat untuk pertama kalinya, Tidak tau bagaimana cara mengemudi, Tidak tau berapa biaya naik angkutan umum, Tidak memiliki telepon tapi ditasnya dia membawa uang yang sangat banyak"
Naruto hanya tersenyum mendengar penuturan Hinata.
"Dia sangat aneh bukan"
"Iya dia memang aneh Nee-chan" jawab Naruto semangat masih dengan senyum yang bertengger diwajah tannya.
"Sebenarnya dia itu siapa..?" Tanya Hinata penasaran.
"Bukannya Naru pernah memberi tau Neechan sebelumnya" Hinata mengerutkan keningnya mencoba mengingat ingat kapan Naruto pernah memberi tau asal usul Sasuke. "Naru pernah memberi tau sebelumnya bahwa Sasuke berasal dari 400 Tahun yang lalu, Aku tidak berbohong nee" Dan usai mengatakan itu Naruto langsung bergegas pergi, dia ingin mencoba mobil barunya,Tanpa melihat ekspresi Putus asa seorang Hyuga Hinata
Ketika keluar dari apartemen,Naruto bertemu dengan penjaga apartemen,Ibiki. "Mobil baru yang bagus Naruto-San" ucap sang penjaga dan dibalas dengan senyuman hangat oleh Naruto "Ini hanya mobil temanku Ibiki-San, Dia hanya menitipkannya kepadaku, Satu bulan lagi dia akan mengambilnya kembali", dan pagi Naruto berlanjut dengan dia yang mengendarai Audi R8 hitamnya,
Naruto terus tersenyum didalam mobilnya sambil mengendarai mobil membawanya menyusuri jalan pagi di konoha yang masih sepi, Senyum mentari Naruto semakin lebar ketika mengingat kejadian tadi malam.
Flashback On:
"Jadi dalam satu bulan kedepan kita akan bertemu...? Kita akan bertemu dari pagi hingga malam, Kita akan berkencan seharian Teme~" Usul Naruto dengan semangat.
"Apa itu kencan...?" Tanya Sasuke serius.
"Bagaimana bisa seorang pria tidak mengerti apa arti kencan...? Hmmb Pada saat kita bertemu satu bulan lagi aku akan menjelaskan kepadamu apa arti 'kencan' itu..."
Flashback Off
Mrs Tara Fujitatsu
The Time (400 Years Ago)
1614
Sasuke berteleportasi seperti biasa, Tempat dimana Sasuke menyimpan baju yaitu di taman, pada zamannya akan sampai di dalam hutan yang lebat ketika dia berteleportasi. Dan disinilah dia berada ditengah sebuah hutan sambil memegang kalung jimatnya.
"Syuuut"
Tiba-tiba sebuah anak panah melewati samping kepala Sasuke dan menembus batang pohon dibelakangnya.
Mata Onyx Sasuke mengedar keseluruh arah dengan berbahaya, Tidak ada siapapun yang terlihat apalagi cuaca disini mulai tidak bersahabat, hujan mulai turun dengan derasnya, menghalangi pandangan Sasuke kepada siapapun yang mencoba mencelakainya.
Sasuke berjalan pelan menuju pohon besar didepannya
"Syuuut"
Anak panah kedua hampir saja mengenai bahu Sasuke, dengan reflek yang cepat Sasuke langsung bersembunyi dibalik pohon besar sebelum anak panah ketiga hampir mengenai kakinya.
Sasuke dapat melihat kelebatan hitam dibelakangnya, Sasuke menoleh untuk melihat lebih jelas tapi tidak ada-ada siapa disana,. Sasuke lebih waspada karnanya ketika menoleh kembali tiba-tiba sesosok hitam tersebut sudah mengayunkan pedang kearahnya.
Terjadi pertarungan yang tidak seimbang antara Sasuke dan sosok yang tidak dikenal tersebut, Sasuke tidak membawa senjata sama sekali sedangkan lawan Sasuke membawa pedang. Sasuke mencoba menghindar kesamping ketika pedang tajam tersebut hampir mengenai pinggang Sasuke. Sosok hitam tersebut berdiri dibelakang Sasuke mencoba merebut kalung yang dipakai olehnya.
Trash...!
Pedang itu secara tidak sengaja telah berhasil membelah bandul kalung Sasuke menjadi dua. Sasuke langsung terpental jatuh sambil memegang kepalanya yang sakit seperti dihantam oleh ribuan palu.
Kilasan-kilasan memori tentang Naruto dan dunia barunya terus bermunculan silih berganti. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh sosok yang diketahui bernama kabuto untuk menebaskan pedangnya. Sasuke yang tidak sempat mengelak akhirnya terkena sabetan pedang panjang di dada bagian kirinya . Tubuh Sasuke terhempas ketanah dengan hujan yang semakin deras membasahinya. Luka itu tidak seberapa dibanding sakit dikepalanya, Hingga Onyx itu menutup mata dengan darah yang mulai keluar ikut membasahi baju yang dipakainya.
.
.
.
"Tuan.. tuan... Anda sudah siuman..?" tanya Juugo khawatir sekaligus senang karena kelopak mata Sasuke terbuka pelan dan tidak lama kemudian tertutup lagi.
Juugo dengan telaten mengganti perban yang ada di dada kiri Sasuke,. Sudah berhari-hari sejak peristiwa itu tapi tuannya belum sadar juga, Tabib mengatakan bahwa luka yang dialami tuannya sudah hampir sembuh tapi kenapa tuannya masih belum sadar juga..
Hingga hari ke 15 Sasuke mulai menunjukkan perubahan, jari-jari Sasuke mulai bergerak pelan dan diikuti kelopak mata yang terbuka. "Panggil Tabib...! Segera panggil Tabib! Tuan Sasuke sudah sadar" Dengan cekatan pelayan yang berjaga diluar langsung bergegas untuk menemui tabib. "Bagaimana perasaan tuan...? Tuan sudah tidak sadar selama 15 hari" kata Juugo penuh kekhawatiran.
"Dimana ini...?" Tanya Sasuke pelan
"Ini di rumah anda yang berada di pinggiran ibukota Konoha tuan... Saya sangat khawatir ketika menemukan tuan ditengah hutan dengan keadaan seperti itu, Saya kira tuan akan pergi selamanya" Dan Sasuke hanya dapat memandang Juugo tidak mengerti. Dan kilasan memori itu datang lagi, mengenai sosok yang menyerangnya.
"Diketahui bahwa orang yang mencoba membunuh tuan merupakan suruhan dari mantan mentri Danzo, meskipun orang itu belum bisa diketahui identitasnya."
"Tanggal berapa ini...?"
"Tanggal 15 bulan 1 tahun macan tuan..."
"Bukankah ini Tahun bangau, bulan 11 hari ke 9" Tanya Sasuke pelan.
"Tidak tuan... Apa sesuatu terjadi?" Tanya Juugo khawatir.
"Kenapa aku tidak bisa mengingat memori 2 bulan ini? Memori terakhirku adalah 2 bulan lalu"
Sementara itu
Kabuto yang sedang bersembunyi disebuah gubuk ditengah-tengah hutan sedang memeriksa benda yang berada ditangannya. Bandul kalung itu terbelah menjadi 2. Kabuto membolak-balik bandul yang dipegangnya tapi tidak menemukan keanehan.
"Benda ini dipertahankannya dengan sepenuh tenaga. Pasti ada sesuatu hal yang istimewa" Batin Kabuto sambil menyeringai keji.
To Be Continue.
Terimakasih kepada semua yang telah mendukung^^
Ps: Jika kalung itu berdampak 'begitu' kepada Sasuke bagaimana dengan Mmmm... Naruto? #Hahahaah Tara Mulai kejam...!
