Naruto melambaikan tangannya kearah para penggemarnya, Naruto juga memberikan senyum terbaiknya kepada para penggemar yang rela berdesak-desakkan menunggu dipinggir red carpet hanya untuk mendukungnya.
Iris birunya mengedar kesekeliling. Hingga Naruto membalikkan pandangan kearahnya melihat tadi. Bibir sewarna cherry itu membuka tidak percaya, Iris birunya juga melebar terkejut. Naruto tidak sadar bahwa tautan tangannya dengan Shikamaru telah terlepas.
Naruto masih melihat kearah para fansnya tepatnya salah seorang yang berdiri paling belakang dari kerumunan penggemarnya.
"Sasuke~"
Chapter 12.
Naruto masih melihat kearah sosok Sasuke berada, disana... diantara kerumunan penggemarnya Sasuke... tersenyum padanya.
Gerakan Naruto terhenti ditempat, tidak mempedulikan Shikamaru yang berjalan sedikit didepannya, bahkan Naruto tidak mempedulikan hiruk pikuk suasana red carpet. Hanya Sasuke yang menjadi fokusnya. Naruto mengerjap beberapa kali untuk meyakinkan Sasuke masih disana.
'Sret'
"Ayo Naru..." Lengan Naruto ditarik Shikamaru perlahan agar menjajari langkahnya. Naruto memandang Shikamaru bingung tapi tetap menuruti Shikamaru untuk menjajari langkahnya, kemudian Naruto menoleh kebelakang untuk melihat Sasuke lagi.
'tidak ada'
Naruto melihat kearah kerumunan tadi dan dia tidak menemukan sosok Sasuke disana, kemudian kepala blonde Naruto melihat kesekeliling mencoba mencari keberadaan Sasuke tapi tidak ada... Sasuke tidak ditemukan dimanapun. Wajah Naruto langsung berubah kecewa.
'Apakah itu tadi hanya ilusinya' pikir Naruto.
Dibelakang panggung. (Make-up artist room)
Naruto sedang mondar-mandir di ruangan itu, tidak mempedulikan beberapa artis yang sedang berlalu-lalang untuk sekedar membenahi make-up nya ataupun mengganti baju yang dia pakai.
Naruto masih memikirkan kejadian di red carpet tadi apakah benar yang tadi hanyalah ilusinya semata.
"Naru-Chan.. Apa yang kau lakukan tadi..? Kau bahkan tidak melihat kearah kamera malah menengok kesegala arah Naru..."
"Aku kira tadi aku melihat seseorang"
"Siapa...?"
"Sasuke~" ketika Naruto menyebutkan nama itu Hinata langsung mengeluarkan ekspresi tidak percayanya.
"Aku tau.. Aku tau Nee-chan... Tadi ada banyak sekali orang di red carpet,mungkin itu hanya ilusiku saja"
.
.
.
Didepan sebuah halte bis. Hinata tampak duduk termenung dengan wajah bingungnya.
"Sebenarnya siapa itu Sasuke... Aku bahkan idak mengetahui bagaimana wajahnya" Gusar Hinata.
"Lama tidak berjumpa" Tiba-tiba suara berat disampingny menghentikan omelannya.
"S..siapa anda...?" Tanya Hinata terbata, Sementara orang yang berada didepannya hanya menampilkan ekspresi datar tanpa menjawab pertanyaan dari Hinata. Tiba-tiba saja Hinata mendapatkan satu nama dalam benaknya.. Apakah.. dia adalah...
"Apakah anda... Sasuke..? Apakah anda benar-benar 'Sasuke' yang itu...? Sebenarnya anda itu siapa..? anda tidak seperti 'Sasuke' yang pernah dikatakan oleh Naru-chan" Ucap Hinata dalam satu tarikan nafas sambil menatap curiga pakaian 'modern' yang dipakai oleh Sasuke.
"Apakah... Anda tidak mengingatku..?"
"Bagaimana saya dapat mengingat anda jika ini adalah pertemuan pertama kita..?" Tanya Hinata bingung.
Kemudian untuk mencari tempat yang lebih nyaman untuk berbicara Hinata mengajak Sasuke masuk kedalam cafe yang berada didekat halte bis. Disana Hinata mengatakan semua yang dia tau mengenai kejadian selama ini kepada sasuke... Semuanya tanpa terkecuali.
"Bahkan mobil itu dibeli oleh Naru-chan dengan uangnya sendiri.. Dia menerima tawaran iklan dan uang dari iklan tersebut dibelikan sebuah mobil oleh Naru-chan. Aku sendiri bahkan yang mengantarnya untuk membeli mobil baru itu... Jadi bagaimana mungkin aku mengantarmu membeli mobil bahkan mengajarimu untuk mengendarainya...? Aish... Bagaimana mungkin apa yang kau katakan sama persis dengan yang dikatakan oleh Naru-chan..?" Uap Hinata semakin frustasi.
"..."
"Naru-chan juga berkata bahwa kau adalah seseorang dari masalalu bahkan ada dalam buku sejarah jadi bagaimana mungkin kau masih duduk disini..? Seharusnya kau sudah dikubur ratusan tahun yang lalu bukan..? Bagaimana aku bisa percaya dengan semua ini..."
"Hn"
"Aah... jangan-jangan kau adalah penggemar Naru-chan bukan.. Aah pasti benar begitu.. Jujurlah, aku akan mengabuklkan satu permintaanmu.. Foto..? Tanda tangan..?"
Sasuke tersenyum tipis mendengar kalimat Hinata. Sebelum Sasuke menjawab tiba-tiba dering ponsel Hinata terdengar. Hinata melihat ID pemanggil sejenak sebelum menatap Sasuke untuk izin keluar sebentar. Hinata juga meminta agar Sasuke tidak pergi kemana-mana,dan menunggunya disini.
Sementara Hinata keluar untuk mrngangkat telephone, Sasuke sedang duduk terdiam memikirkan sesuatu.
'Waktu berubah dan kembali pada awal lagi... Retaknya jimat itu membuat semuanya berubah dari awal lagi. Naruto mengalami kecelakaan dan pada saat yang sama akupun terluka oleh pedang kabuto. Semuanya berubah ketika kami membuka mata setelah kejadian itu...'
"Maaf menunggu lama..."
"Hn"
"Ano... sebenarnya Uzumaki Naruto merupakan artis yang biasa-biasa saja Yaah walaupun dia sangat manis apa lagi ketika tersenyum dengan mata biru yang berbinar itu..Naru-chan benar-benar kawai~ Aish.. Maksudku bukan itu, Tapi Naruto merupakan artis yang biasa-biasa saja, Bukan maksudku untuk memujimu tapi dengan wajah seperti itu kau pasti sangat digemari oleh para wanita atau uke diluar sana... Kenapa kau harus berkhayal menjadi kekasih seorang Uzumaki Naruto..?"
"Bolehkah aku bertanya satu hal..?"
"Ha'i"
"Apakah Naruto juga merasa semua hal ini merupakan mimpi semata..?"
"Mimpi..? Yaa tentu saja,mimpi adalah mimpi... Naru-chan tidak pernah memikirkan sesuatu dalam mimpinya itu,Bahkan dia sedang bahagia dengan kekasihnya"
Raut wajah Sasuke langsung berubah tegang mendengar kalimat hinata. "K..kekasih..? Naruto punya Kekasih..?"
Hinata mengangguk membenarkan "Semua rakyat jepang mungkin sudah mengetahuinya,beritanya sanagta heboh dan sudah tersebar luas.. Bukankah anda merupakan penggemarnya..? Kenapa anda tidak mengetahui hal ini"
"Aku tidak tinggal dijepang dalam waktu yang lama" Jawab Sasuke kembali datar tapi jika dilihat lebih teliti ada sorot lain dikedua iris onyx Sasuke. Kecewa kah..?
"Siapa...?"
"Nara Shikamaru... Meskipun kau berada diluar negeri bukankah beritanya sudah bisa diakses melalui internet"
"Ah... Benar~" Kemudian Sasuke tersenyum sedikt pada Hinata walaupun sangat terlihat senyum itu begitu dipaksakan.
.
.
.
Naruto sedang duduk diruang tunggu artis sambil membawa kertas yang berisi nominasi yang akan dibacakannya nanti ketika kejadian tadi sore tiba-tiba teringat olehnya.
"Siapa yang menelepon tadi Nee-chan..?" Tanya Naruto ketika Hinata baru duduk disampingnya. "Hanya orang iseng Naru... Jika nomor itu menelepon lagi jangan diangkat..!"
"Kenapa..?"
"Nee-chan bilang dia hanya orang iseng, dia tadi menawarimu untuk bermain di salah satu film hentai tentu saja Nee-chan langsung menolaknya"
"Apa..? Film hentai..?"
"Ha'i, oleh karena itu jika nomor itu meneleponmu maka jangan diangkat."
Kemudian senyum Sasuke saat dired carpet tadi muncul di otak Naruto...
Jangan jangan...
.
.
.
Hinata sudah berdiri hendak meninggalkan Sasuke sebelum teringat akan sesuatu
"Anda sudah berjanji Sasuke san... Tolong tepati janji itu"
"Hn. Aku tidak akan menelpon Naruto lagi, aku tidak akan mengganggu seseorang yang aku suka, aku tidak akan menghubunginya lagi jadi kau jangan khawatir lagi"
"Mm.. Terus kau akan pergi kemana..?" Tanya Hnata yang tiba-tiba merasa tidak enak pada orang didepannya ini.
"tentu saja aku akan 'kembali' pulang kerumah. Sampai jumpa lagi"
.
.
.
Hinata baru saja tiba digedung tempat pagelaran acara ketika Naruto tiba-tiba menghadangnya didepan pintu.
"Berikan teleponnya padaku Nee-chan" Ucap Naruto tegas.
"Ada apa Naru..?"
"Telepon tadi sore... Telepon tadi sore bukan dari film hentai bukan...? Itu telepon dari Sasuke bukan..?"
Hinata hanya terdiam mendengar rentetan tuduhan Naruto yang terbukti benar, Bingung mau menjawab apa Hinatalebih memilih untuk diam.
"Itu benar dia bukan Nee-chan..? Jadi Sasuke benar-benar menelepon... Aku jelas-jelas melihat dengan mata kepalaku tadi..." Ucap Naruto frustasi.
"Aku tadi memang bertemu dengn seseorang bernama Sasuke Tap—"
"Dimana dia Nee-chan" Tanya Naruto langsung.
"Dia sudah pergi"
"Kemana...?"
"Entahlah, mungkin dia kembali ke'rumah'nya, dia sudah mengetahui bahwa semua ini hanyalah mimpi semata "
Naruto yang gusar dengan jawaban Hinata langsung merebut ponselnya kemudian Naruto langsung berlari keluar gedung.
"Naru...! Kau mau kemana...? Siaran lngsung akan segera dilakukan..!"
Tanpa memeduliakan pertanyaan Hinata Naruto tetap berlari keluar gedung. Sepatu mahal yang merupakan pemberian salah satu sponsor segera dilepasnya karena terasa tidak nyaman ketika dibuat untuk berlari.
Naruto langsung berlari sepanjang jalan tanpa menegenakan alas kaki, tanpa memeddulikan tatapan semua orang yang memandangnya aneh...
Naruto terus berlari... dan berlari...
Berlari melewati jalanan padat konoha, menerobos kerumunan orang untuk memberinya jalan. Menyeberang jembatan penyeberangan yang ramai dan mengabaikan tatapan seluruh orang padanya.
Hingga Naruto tiba didepan cafe yang didatangi Hinata tadi.. Disana Naruto dapat melihat dua gelas yang masih setengah diminum isinya...
Orange Jus dan juga... Jus Tomat.
Tiba-tiba Naruto terfikir akan suatu tempat, Dengan segera Naruto berlari ke jalan raya untuk mencari taxi pertama yang melintas didepannya. Beruntung Taxi yang dinanti langsung berhenti tepat didepan Naruto.
"Taman Kota... Hosh... Tolong bawa aku ke taman kota Jii-san" Ucap Naruto dengan nafas yang tersengal-sengal.
.
.
.
"mmm.. Anoo Jii-san... Gomen saat ini aku tidak membawa uang jadi tolong Jiisan tunggu disini saja nanti akan aku bayar ketika aku pulang nanti "
"Ah.. Ne.. Uzumaki-san" Ucap sang supir taksi ramah, karena siapa yang tidak mengenal seorang Uzumaki Naruto di jepang ini, dan bagaimana dia bisa menolak permintaan dari sepasang iris shapphire yang memandangnya penuh harap.
Setelah mendapatkan persetujuan dari sang sopir taxi, Naruto langsung bergegas masuk kedalam taman kota.
Tidak banyak orang yang berada ditaman kota pada malam hari seperti ini sehingga memudahka Naruto untuk mencari keberadaan Sasuke. Naruto berlari mengelilingi taman kota untuk mencari Sasuke, keringat mulai muncul disekitar pelipis Naruto tapi hal itu dihiraukannya, bahkan telapak kaki yang terasa perih karena menginjak batuan kecil juga tidak dipedulikannya.
Iris Shapphirenya terus memandang keseluruh sudut taman dengan awas...
Langkah Naruto semakin pelan ketika dia tidak juga menemukan Sasuke, semangatnya kini musnah sudah... Naruto berjalan pelan menuju box telephone umum berwarna merah yang berada dibagian pinggir taman perlahan, Kekecewaan dan juga penyesalan tampak diwajah sang Uzumaki.
Bruuk..!
Naruto menjatuhkan dirinya di jalanan taman yang sepi, Naruto duduk sambil menelungkupkan kepala pirangnya... Marah...Kecewa...Menyesal dan lelah membuat Naruto tidak kuat lagi.
.
.
.
.
1614
Tok... Tok... Tok...
Pintu kayu diketuk dengan terburu-buru oleh sang pelaku..
Krieet...
Seorang biksu dengan membawa obor ditangan tampak ketika pintu kayu tersebut dibuka...
"Apakah... Pangeran Uchiha Sasuke baik-baik saja..?" Tanya sang biksu langsung,bahkan sebelum Juugo menanyakan maksud kedatangan sang biksu ke istana pangeran uchiha sasuke
"Tuan baik-baik saja biksu... Kalau boleh tau kenapa biksu tiba-tiba menanyakan hal itu"
"Tadi... Pangeran Uchiha Sasuke mengunjungi kuil dan entah mulai dari mana tiba-tiba sekumpulan orang sudah mengepung kuil dan menyerang pangeran Uchiha Sasuke... Saya disini atas perintah Tsunade sama untuk memastikan keselamatan yang mulia Sasuke-sama"
Brak..Brak..Brak..
Sraak..
Sreekk
"Sasuke-Sama..." Panggil Juugo panik.
"Hn" Jawab Sasuke tenang
"Apakah.. Apakah Sasuke sama baru mengunjungi kuil..? Apakah Sasuke sama baik-baik saja..? Kenapa Sasuke-sama tidak mengajakku..? Saat ini seseorang dari kuil berada didepan karena—"
Sasuke tersenyum tipis mendengar kecemasan yang sangat tampak diraut wajah Juugo. "Aku tidak apa-apa Juugo, bilang pada biksu itu jika kondisiku baik-baik saja"
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi Tuan..?"
"Tidak terjadi apa-apa Juugo, kau tenanglah.."
Tidak berselang lama ketika Juugo meninggalkan Sasuke, terdengar ketukan lagi.
"Hn"
Sreekkk
"Maafkan aku tuanku..."
"Masuklah karin... "
"Ano... Tadi saya mendengar bahwa tuan pergi menuju kuil dan diser—"
"Aku baik-baik saja, tenanglah" Jawab Sasuke tenang.
Karin terlihat duduk dengan gelisah ditempatnya, Karin mengkhawatirkan hal yang lain... Apabila tuannya telah menemui biksu dikuil maka ada kemungkinan tuannya telah bertemu dengan sosok yang pernah disebut-sebut sebagai 'secerah matahari' oleh tuannya itu.
"Ano... Apakah... apakah Tuan sudah menemui 'orang itu'...?" Tanya Karin takut-takut.
Sedangkan Sasuke memandang karin dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Bagaimana menurutmu...? Apakah aku sudah menemuinya..?" Jawab Sasuke balik bertanya.
"?"
Mrs Tara Fujitatsu
The Time (400 Years Ago)
2014
Backstage.
Hinata tengah berjalan mondar-mandir dengan sesekali melihat jam yang terus berputar, Sebentar lagi giliran Naruto untuk membacakan nominasinya, Sementara sang Empunya malah menghilang entah kemana.
"Bagaimana Hinata...? Kau sudah tau dimana Naruto berada...?" Tanya Shikamaru yang juga ikut khawatir karena keberadaan sang kekasih yang entah kemana.
Hinata menggeleng lemah "Aku sudah meminta petugas untuk mencari Naru-chan, Shikamaru kun tenang saja pasti Naru-chan akan segera kembali."
Shikamaru mengangguk walaupun wajahnya masih menunjukkan kekhawatiran "Baiklah, kalau ada apa-apa segera hubungi aku. Aku harus segera bersiap-siap juga"
Tidak lama setelah Shikamaru pergi Handphone Hinata bergetar, Tanpa melihat siapa sang penelepon Hinata langsung mengangkatnya
"Moshi-Moshi..."
"Moshi-Moshi Hinata-Nee..."
"Naruuuuu... Kau dimana...?"
"Aku sudah perjalanan kembali Hinata-Nee" Jawab Naruto tetap tenang.
"Naruuuu... Sebentar lagi acara akan dimulai... Bagaimana bisa kau menghilang seperti ituu"
"Tenang saja Hinata-Nee, aku akan sampai dalam setengah jam. Aku idak akan terlambat dalam pembacaan nominasi nanti" Naruto menjawab dengan suara perlahan.
Hinata tiba-tiba terdiam "Apa... Apa kau tidak menemuinya...?" Tanya Hinata hati-hati.
"Aku...Aku telah mencarinya disana, Tapi aku tidak menukan siapapun disana" Jawab Naruto semakin lirih.
"Haah~ Hinata-Nee aku tidak membawa dompet, bisakah Hinata-nee menungguku di area parkir sekitar 20 menit lagi...?"
Setelah mendapatkan persetujuan dari Hinata Naruto langsung mematikan sambungan telepon.
"Haaa~" Naruto menghela nafasnya lagi, Iris Shapphirenya memandang kearah susana malam di Konoha yang sangat ramai dengan lalu lalang pejalan kaki ataupun pengendara mobil melalui jendela taxi disampingnya.
Kepalanya bahkan disenderkan pada kaca Taxi yang membawanya kembali. Tapi tiba-tiba saja wajah muram Naruto berganti dengan sebuah senyuman manis dibibirnya...
Ya.. Benar S.E.N.Y.U.M.A.N
To Be Continue
Maaf Slow Update...
ID WATTPAD; MrsTaraFujitatsu
