"Moshi-Moshi..."

"Moshi-Moshi Hinata-Nee..."

"Naruuuuu... Kau dimana...?"

"Aku sudah perjalanan kembali Hinata-Nee" Jawab Naruto tetap tenang.

"Naruuuu... Sebentar lagi acara akan dimulai... Bagaimana bisa kau menghilang seperti ituu"

"Tenang saja Hinata-Nee, aku akan sampai dalam setengah jam. Aku idak akan terlambat dalam pembacaan nominasi nanti" Naruto menjawab dengan suara perlahan.

Hinata tiba-tiba terdiam "Apa... Apa kau tidak menemuinya...?" Tanya Hinata hati-hati.

"Aku...Aku telah mencarinya disana, Tapi aku tidak menukan siapapun disana" Jawab Naruto semakin lirih.

"Haah~ Hinata-Nee aku tidak membawa dompet, bisakah Hinata-nee menungguku di area parkir sekitar 20 menit lagi...?"

Setelah mendapatkan persetujuan dari Hinata Naruto langsung mematikan sambungan telepon.

"Haaa~" Naruto menghela nafasnya lagi, Iris Shapphirenya memandang kearah susana malam di Konoha yang sangat ramai dengan lalu lalang pejalan kaki ataupun pengendara mobil melalui jendela taxi disampingnya.

Kepalanya bahkan disenderkan pada kaca Taxi yang membawanya kembali. Tapi tiba-tiba saja wajah muram Naruto berganti dengan sebuah senyuman manis dibibirnya...

Ya.. Benar S.E.N.Y.U.M.A.N

Chapter 13

Flashback.

Naruto berada didalam telepon umum berwarna merah yang berada diarea taman, tangan kirinya menggenggam Smartphone yang menampilkan puluhan missed call dari satu nomor yang sama, dan setelah Naruto mencari info tentang pemilik nomor tersebut, ternyata Nomor tersebut merupakan nomor dari telepon umum yang saat ini dia masuki.

"Pasti Sasuke meneleponku dari sini tadi..." Ucap Naruto sedih, Naruto juga mencobe menelepon ke nomor telepon pribadinya melalui telepon umum tersebut dan benar saja, Nomor yang muncul pada layar HP nya merupakan nomor yang selama ini melakukan beberapa panggilan.

Naruto masih menempelkan gagang telepon ditelinganya.

Naruto sangat menyesal... Bagaimana dia tidak tau jika Sasuke telah berusaha menghubunginya, dan juga dia yakin bahwa apa yang dia lihat di Red Carpet tadi bukan merupakan bayangannya saja, Sasuke benar-benar disana... Melihatnya berjalan bergandengan tangan... Dengan Shikamaru.

Tok Tok Tok

Ketukan kaca dari luar mengalihkan perhatian Naruto, Naruto berbalik untuk melihat siapa 'Si pengetuk tersebut' dan apa yang dilihatnya membuat iris Shapphirenya membola.

Didepannya berdiri...

Sasuke...

Sasukenya...

Tanpa sadar Naruto melepaskan genggamannya pada gagang telepon, hingga gagang telepon itu jatuh menggantung.

Cklek. Pintu box telepon dibukanya tanpa sadar. Hingga Naruto dapat dengan jelas melihat keberadaan Sasuke didepannya dengan menggunakan polo Tshirt berwarna biru.

Selama beberapa detik tidak ada yang terjadi, Kedua iris berbeda warna itu tetap saling tatap seolah tidak percaya akan apa yang ada didepannya.

Naruto memandang Sasuke dengan pandangan penuh arti, Lega,Marah,Bahagia,Sedih..

"Kenapa kau berada disini...?" Tanya Sasuke lagi.

Sementara Naruto tampaknya tidak mendengar apa yang ditanyakan Sasuke kepadanya.

Iris Shapphirenya sudah berkaca-kaca... Kakinya tanpa sadar melangkah mendekat menuju Sasuke berada. Dan

GREP.

Naruto langsung saja memeluk Sasuke erat. Dilinkarkannya kedua lengannya di perut Sasuke, kepalanya bersandar di dada bidang Sasuke, iris Shapphire Naruto memancarkan perasaan yang penuh kelegaan hingga rasanya Naruto dapat menangis saat itu juga.

Sasuke yang masih terkejut karena Naruto yang tiba-tiba memeluknya akhirnya tersadar, Lengan kokohnya segera merengkuh bahu mungil Naruto untuk semakin erat berada dipelukannya, Naruto yang tanpa sadar juga membalas reaksi Sasuke dengan pelukan yang juga semakin diieratkan.

Kedua insan berbeda masa itu sama-sama mencurahkan perasaan yang mereka pendam dalam satu pelukan erat dan hangat, Tanpa ada kata dan Suara. Hanya sebuah pelukan erat tapi mereka seolah dapat mencurahkan segala rasa yang ada yang mungkin tiak dapt dideskripsikan melalui kata-kata.

FLASHBACK OFF.

Dan itulah alasan mengapa Naruto tersenyum-senyum sendiri selama perjalanan pulang.

.

.

.

.

Acara penghargaan baru saja berakhir satu jam yang lalu. Semua artis yang diundang akan mengadakan pesta atas kemnangan mereka, Tidak terkecuali dengan Shikamaru dan Naruto yang juga membawa pulang beberapa piala atas kerja keras mereka selama ini.

Pesta itu berlangsung meriah, Semua artis yang semula mengenakan setelan jas yang rapi dan gaun yang anggun sudah berganti menjadi gaun pesta yang sedikit terbuka serta setelan jas informal yang dikenakan para laki-laki.

"Bagaimana bisa pemeran utama 'Wanita' terbaik jatuh padamu Naru-Chan... Aku yang wanita ini bahkan kalah denganmu" Ucap salah satu artis wanita yang juga masuk kedalam nominasi tersebut yang bernama Shion.

"Benar... Kita saja bahkan jika digabung tidak dapat menyamai perolehan pointmu Naruto" Sahut Ten-Ten ikut bergabung.

Naruto yang mendengar itu semua dari sahabat sesama 'artis'nya itu hanya tersenyum lima jari, Naruto juga heran bagaimana bisa dia memenangkan award itu.

"Heii... Kalian semua jangan salahkan kekasihku jika bisa mengalahkan kalian" Shikamaru yang baru saja bergabung dalam pesta langsung merangkul pundak Naruto dari belakang serta melakukan pembelaan padanya.

"Ah... Shikamaru kun~ Selamat atas kemenanganmu" Ucap Shion dan Ten-Ten kompak.

"Mari bersulang atas kemenangan mu" Ajak Shion yang disetujui oleh teman-teman artis yang lain.

"Anoo... Aku tidak bisa minum ini Shika"

Shikamaru yang baru saja teringat bahwa Naruto tidak pernah bisa minum-minuman yang beralkohol langsung mengganti gelas yang dipegang Naruto dengan gelas lain berisi jus jeruk

"Maaf tadi aku lupa"

"Arigato Shika~" Ucap Naruto sambil tersenyum pada Shikamaru.

"AWW... Kalian benar-benar pasangan yang romantis,,, Ayo cepat bersulang, aku tidak tahan lagi melihat suasana lovey dovey didepan mataku sementara aku sendiri masih menjomblo" Seru Ten-Ten.

"BERSULANGGG UNTUK KESUKSESAN KITA SEMUA..."

"BERSULAAANGG"

Tringgggg...

.

.

.

Baru setengah jam pesta dimulai Naruto langsung meminta izin untuk segera pulang karena dirinya merasa tidak enak badan, Awalnya Shikamaru berniat untuk mengantarkan Naruto pulang akan tetapi Naruto beralasan Shikamaru belum bertemu dengan teman-teman lamanya yang lain. Dengan itu akhirnya Naruto berjalan keluar dari edung pesta berlangsung.

Sepanjang kakinya melngkah, Naruto masih tersenyum senang sesekali Naruto bahkan menyenandungkan sebuah lagu, Bukan karena kemenangan besarnya tadi, tapi karena pertemuannya dengan Sasuke.

FLASHBACK.

Naruto menutup pintu taxi dengan berat hati, Naruto langsung membuka kaca jendela selebar mungkin untuk bisa melihat Sasuke yang masih berdiri disamping Taxi yang akan membawanya kembali.

"Kita bertemu lagi nanti... karena nanti aku akan sedikit terlambat maka aku minta maaf Suke~" Sesal Naruto dari dalam mobil.

Sementara Sasuke membungkuk untuk mensejajarkan wajahnya denganwajah Naruto yang duduk didalam mobil. "Aku juga harus kembali Naruto... Ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan"

"Hmm... Baiklah, Mungkin aku akansampai sekitar jam 12 malam Sasuke... Kita bertemu diapartemenku saja... Mmm.. Alamatnya. Sentral Konoha, Distrik Hayabari Jalan Hoshio No 338 Lantai 14 . Ahhh aku bahkan idak dapat menulisnya, Jii-san apakah Jiisan punya spidol...?" Tanya Naruto frustasi pada sang sopir karena Naruto takut Sasuke lupa alamat apartemennya itu.

"Tidak perlu Naruto... Aku akan menemukan jalanku sendiri nanti"

"Bagaimana Sasuke..? Kau bahkan mungkin tidak ingat alamat apartemenku tadi"

"Sentral Konoha, Distrik Hayabari Jalan Hoshio No 338 Lantai 14" Ulang Sasuke sama persis membuat Naruto mengerjapkan matnaya takjub akan kepandaian Sasuke.

"Aku punya ingatan yang kuat. Hati-hati dijalan" Ucap Sasuke setelah mengacak surai pirang Naruto dari luar mobil.

FLASHBACK OFF

Dan begitulah Naruto kini berada didepan apartemennya, membuka pintu secara berutal,karena takut dia terlambat terlalu lama.

BRAKKK BRUKK

Naruto melepaskan sepatu yang dikenakannya begitu saja hingga terlempar dipojok pintu. Naruto menunduk untuk membuka sabuknya sambil berjalan masuk kedalam, Setelah sabuk terlepas Naruto mulai membuka zipper celana ketika Naruto sadar siapa sudah yang duduk manis diruang tamunya.

Kedip

Kedip

Kedip

"KYAAA... SASUKEEE Kenapa Kau menunggu disiniii... Bukannya diluar...?" Naruto dengan panik menaikkan celana yang hampir turun serta membenarkan kancing kemeja yang dilepaskannya dengan panik.

Sementara Sasuke malah membuka telapak tangannya untuk tidak melihat Naruto lebih jauh lagi.

"Ehm... Aku pikir jika menunggu diluar akan menimbulkan kecurigaan para tetangga yang lain"

"Ahhh... Aku malu sekalii..."

"Aku tidak mengerti jika pada zaman sekarang orang akan melepaskan pakaian mereka begitu mereka masuk" Ucap Sasuke mencoba tetap tenang walaupun semburat pink itu tidak dapat menyembunyikan bahwa Sasuke juga malu.

"Kau perlu belajar banyak Sasuke..." Ucap Naruto bangga.

"Baiklah aku akan keluar, sementara kau berganti pakaian terlebih dahulu" Putus Sasuke,Tapi Sebelum Sasuke membuka kenop pintu Naruto berkata.

"Sasuke... Bisakah aku membawa kalung itu, Aku tidak ingin kejadian kau meninggalkan aku secara tiba-tiba terulang lagi"

Sasuke berbalik menghadap Naruto "Kalau begitu maka aku tidak dapat kembali kapanpun aku mau"

Naruto mengerucutkan bibir merahnya kesal. "Apa kau merasa ini tidak adil...? Aku selalu menunggumu tanpa tahu kapan kau kembali, Kau selalu datang dan pergi sesuk—"

Sebelum Naruto melanjutkan ucapannya Sasuke sudah menyerahkan kalung jimat itu ditelapak tangan Naruto, yang langsung membuat Naruto tersenyum cerah.

"Ini baru yang namanya adil, Teme~" Ejek Naruto sambil menjulurkan lidahnya, Sasuke sempat tersenyum tipis sebelum benar-benar keluar melalui pintu.

Baru saja Sasuke menutup pintu, Naruto langsung saja mencari tempat yang aman untuk meletakkan kalung milik Sasuke, Setelah dirasa menemukan tempat yang pas yaitu, Laci meja kecil khusus aksesoris milk Naruto, Naruto langsung berganti pakaian sesuai dengan tujuan utamanya.

Naruto sudah memakai kaos kuning polos, dipadukan dengan celana putih berbahan flanel selutut, Ketika Sasuke masuk kembali kedalam apartemen.

"Duduklah Sasuke... Apa kau mau minum...?" Tanya Naruto sambil mencari apa yang dia dapat dalam kulkas.

"Apasaja" Jawab Sasuke.

"Ahh.. kalau begitu ini saja" Sambil berkata pada dirinya sendiri Naruto membawa dua kaleng jus.

Tuk

"Minumlah~"

Sementara Sasuke hanya mengernyitkan dahinya bingung karena dia sama sekali tidak melihat 'minuman' dihadapannya, Naruto yang baru tersadar akan kebingungan Sasuke langsung terkekeh perlahan

"Kau benar-benar perlu belajar banyak 'Sasuke-Sama'..." Ejek Naruto sambil membukakan kaleng minuman untuk Sasuke.

Setelah mencoba beberapa teguk Sasuke langsung meletakkan minumannya kembali kemeja.

"Sasuke-Sama hmm..?"

"Haah... Meskipun kita jarang bertemu tetapi aku selalu memperhatikan gerak-gerikmu melalui catatan sejarah 'Sasuke-Sama' bahkan rencana perjodohanmu dengan seorang anak dari menteri kerajaan bernama Sakura pun aku tau" Jelas Naruto panjang lebar sambil sesekali mengerucutkan bibirnya karena kesal.

Sasuke berusaha tidak tertawa melihat ekspresi lucu Naruto walaupun mata onyx yang berbinar geli itu "Tetapi nyatanya aku menolak rencana perjodohan tersebut bukan... Sementara kaulah yang selingkuh Naru..!"

"A..apa..? Mmh Shikamaru"

"Hn. Laki-laki itu" Jawab Sasuke singkat.

"Aku juga tidak mengerti kenapa Sasuke... Semua orang disini menganggap akulah yang berhalusinasi tentangmu selama ini, dan pada kenyataannya orang-orang menganggap aku sedang berhubungan kembali dengan Shikamaru" Jawab Naruto sedih, Naruto juga merasa bersalah pada keduanya, baik itu pada Sasuke yang secara tidak langsung dia telah selingkuh darinya dan juga pada Shikamaru yang tidak mengerti apa-apa

Grep

"Kita akan mengatasi semuanya bersama-sama"

Naruto mengangguk dipelukan Sasuke "Bersama-sama"

"Hanya untuk melihat wajah 'Hoko Heika Mikoto' aku harus mempertaruhkan nyawaku seperti ini, Aku benar-benar merindukanmu" Ucap Sasuke dipuncak kepala Naruto yang masih berada dalam pelukannya.

Naruto yang wajahnya sudah semerah tomat berusaha menetralkan detak jantungnya. "Kau berlatih mengatakan hal itu bukan...? Kau itu playboy Sasuke... dan ini... ini terlalu indah untuk menjadi nyata" Rajuk Naruto.

"Naruto... Dimana aku akan tidur malam ini...? Menginat aku tidak dapat kembali karena jimat itu berada ditanganmu, maka kau harus bertanggung jawab padaku" Goda Sasuke, Naruto langsung berpikir sejenak kemudian sebuah ide muncul di kepalanya.

"Aku tahu satu tempat yang nyaman"

.

.

.

.

.

"Jadi ini kuncinya, selamat bersenang-senang"

"Ah... ini tidak seperti yang kau bayangkan Jii-san, hanya laki-laki disebelahku yang akan tinggal"

Sementara seoarang laki-laki paruh baya yang dipanggil Naruto 'Jii-san' tadi hanya tertawa kemudian pergi meninggalkan pasangan SasuNaru didepan pintu sebuah villa asri yang masih berada dikawasan Konoha.

Cklek.

Tap

Tap

Tap.

Naruto masuk kedalam villa tersebut diikuti oleh Sasuke dalam diam, Naruto melihat kesekeliling villa yang tergolong cukup mewah dan sangat nyaman itu dengan pandangan puas.

"Bagaimana Suke..? Tidak kalah dengan Istanamu bukan".

"Hn"

"Ini kuncinya... Jangan sampai hilang, kau tidak bisa masuk tanpa benda ini Sasuke... Oh iya disudut itu ada kulkas... Ehm... Bagaimana membahasakannya ya... Itu lemari pendingin yang berisi makanan... Oh iya jangan lupa menghangatkan makanannya sebelum kau makan, kau bisa memakai Microwave disini" Melihat tatapan bingung Sasuke, Naruto langsung menunjuk Microwave yang berada didapur.

"Ini alat pemanas... Bisa menghangatkan makanan yang dingin atau bahkan beku dari kulkas, Oh iya disebelah sini ada Telepon, Kau sudah bisa menggunakannya bukan Sasuke..."

Naruto masih berpikir lahi,apa yang harus Naruto jelaskan lagi...

"Ah.. Lihat ini" Naruto menyeret Sasuke menuju washtafel. "Jika kau menggesernya kesebelah kanan maka yang keluar air panas, jika sebelah kiri maka air dingin yang keluar, Ehm... hal ini juka berlaku dikamar mandi... Jangan berbuat ceroboh dengan membakar kulitmu dengan air panas Sasuke, Kau mengerti bukan..?"

"Oh.. Satu lagi Sasuke... Kau bisa menggunakan semua fasilitas disini, Jika kau ingin meonton TV kau tinggal menekan tombol berwarna mer—"

"Apa... Kau akan membiarkanku tidur disini sendiri Naru...?" Sela Sasuke langsung karena, mendengar semua intruksi Naruto, sepertinya pemuda manis itu akan meninggalkannya di villa ini sendiri.

Naruto langsung berjalan mendekati Sasuke "Bagaimana lagi Sasuke... Aku harus menjelaskan kejadian ini pada Hinata-nee, Hinata-nee mungkin sudah berada diapartemen dan sedang panik mencariku. Mm.. Aku berjanji akan datang besok jika tidak ada syuting"

"Tapi... Aku rasa aku tidak akan bisa tidur, Bagaimana bisa kau meninggalkanku sendiri tanpa tau apapun didunia ini" Bujuk Sasuke yang 'sedikit' melebih-lebihkan cerita agar Naruto luluh dan setuju tinggal disini bersamanya.

"A..apa..?"

"Kau meninggalkanku ditempat aneh ini, Kau bahkan mengambil jimatku"

Naruto menunduk sedih mendengar ucapan Sasuke, dia merasa egois jika dia meninggalkan Sasuke dan juga mengambil jimat tersebut.

"Jangan bilang kau akan benar-benar pergi Naruto...?"

Naruto melirikkan iris Shapphirenya kekanan dan kekiri mencoba menghindari tatapan Sasuke. "Ehm.. Sebaiknya kau menonton TV saja Sasuke... Kau tau Drama yang aku mainkan akan ditanyangkan malam in—"

CUP

Tanpa menunggu Naruto menyelesaikan ucapannya Sasuke langsung maju selangkah dan menangkup kedua pipi Naruto, Dimiringkan wajahnya agar kedua bibir mereka dapat bertemu.

Naruto yang awalnya kaget, akhirnya sadar, Bukannya melepaskan ciuman Sasuke Naruto malah menutup kelopak matanya, menikamati ciuman Sasuke.

Hampir satu menit berlalu, Naruto baru menjauhkan wajahnya.

"Apa yang kita lakukan Sasuke..? Bukannya kita memikirkan cara menyelesaikan masalah kita. Kau dulu bahkan pernah bilang kepribadianku yang agresif sangat berbahaya sekarang siapa disini yang agresif hmm..?" Ejek Naruto sambil tersenyum cerah

"Aku lupa mengatakan satu hal padamu Naruto" Ucap Sasuke dengan tetap menangkup wajah Naruto.

"Apa...?" Tanya Naruto sambil mengerjap tidak mengerti.

"Sikap Agresif itu sangatlah menarik"

"Playboy~" Balas Naruto tanpa sadar.

"Awalnya aku tidak mengerti apa arti 'Playboy' itu, Akan tetapi Sekarang aku mengakuinya bahwa aku seorang playboy~"

Setelah mengatakan itu, Sasuke langsung merengkuh pinggang Naruto hingga mereka berdiri dengan kondisi tubuh yang menempel erat. Sasuke lagi-lagu menunduk dan memiringkan wajahnya untuk dapat mencium bibir kissable Naruto lagi.

Ciuman itu lebih intens dan dalam, Naruto bahkan menjingkatkan kakinya agar tingginya lebih sejajar dengan Sasuke.

Grep.

Naruto juga membalas pelukan Sasuke tak kalah erat, Keduanya semakin memperdalam ciuman mereka hingga tak jarang mereka harus memiringkan kepala kekanan ataupun kekiri untuk mencari 'posisi' yang lebih nyaman.

Tap.

Tap

Naruto berjalan mendekat hingga kedua kakinya menginjak kaki Sasuke yang menjadi pijakannya berdiri, Naruto masih berada diposisinya berjinjit dengan lengan yang mengalung dileher kokoh Sasuke.

Sasuke bahkan menggerakkan kakinya kekanan dan kekiri seperti orang berdansa, hanya posisi pasangan yang berdiri menumpu pada kaki Sasuke yang menjadi perbedaan. Naruto yang menumpukan semua berat badannya pun ikut bergerak sesuai gerakan Sasuke karena memang Sasuke yang menjadi pijakannya juga bergerak perlahan.

Mereka terus berdansa

Tanpa musik

Tapi irama jantung merekalah yang menjadi pengiring mereka.

Dan jangan lupa jika

.

.

.

.

Ciuman itu juga terus berlangsung

To Be Continue/END

ID Wattpad : MrsTaraFujitatsu