" Blaze menang lagi !"
"Blaze main tipu ! Ais nampak Blaze sembunyikan duit Monopoty tu kat saku kan ?"
" Ais , tenanglah .."
"Haha ! Wajah Ais lawak lah ~"
" ... Huh... Sekali lagi !"
Trouble X Conflict
Boboiboy Belongs to Animonsta
Rated : T
Summary : Tiada yang tahu,dunia ini akan menciptakan masalah dan lagi lagi ini berlaku terhadap si kembar lima . Mereka inginkan keakraban semula namun ego,masa dan memori tidak semua berlaku kepada Si dingin,Si topeng,Si sibuk-sepanjang-masa,Si kesal-akan-segalanya dan Si emotionless. Waktu demi waktu,masalah hadir mampu meragut nyawa./ (AU)
Genre : Hurt+Comfort / Tragedy
Warning : Typo , OOC-ness , Contain blood and etc .
Not sure this is Happy or sad ending .. well .. later .
" - laze ? Blaze!"
Aku tersedar dari memori ku . Au tersengih ke arah Iwan , yang sedang membuang muka kerana aku berkhayal sebentar tadi .
" Kau ni ! Tak kira dalam kelas atau kat mana mana , kau tetap mengelamun ! Sebab kau kita kalau bola sepak tadi !"
" Tenang Iwan , tenang . Aku tau cara nak balas balik apa mereka buat tadi." balasku sambil tersenyum dendam amarah .
Aku Boboiboy Blaze , kembar keempat dari Boboiboy bersaudara . Well , aku ni typenya seorang yang emotional .. maybe . Aku lahir selepas si pemalas Ais .
Aku berjalan perlahan ke loker untuk menukar jersey bola sepak aku ke sehelai seragam sekolah . Kemudian , aku memasukkan tanganku ke dalam poket dan berjalan ke arah atap sekolah . Berbaring di situ memang menyenangkan sambil ku memandang langit biru itu . Sekumpulan burung terbang menghalang pandangan ku .
Andaikan aku boleh bebas sepert burung itu . Andaikan aku boleh tak merasakan emosi seperti burung itu . Kenapa aku terlahir sebagai seorang manusia dengan 4 kembar yang tidak pernah ada di sisi ku ? Aku kesal . Kesal dengan segala galanya.
" Dah habis mengelamun , Prince Charming ?"
Suara ini-
" Ha-halilin-" sejurus itu , aku berdiri menghadap kembar sulungku yang sedang menongkat dagu. Dia menantap ku dengan mata delimanya dengan muka tiada emosi.
" ..termasuk hari ini ... Bila kali terakhir kau bertemu Taufan ?"
Ah , Taufan ..
" ... 13 hari lepas ..."
"Tch..!"
Dengan itu , dia melompat turun ke bawah lalu berjalan ke arah pintu . Aku tak menghalanginya . Biarkan Halilintar tenangkan diri dahulu .
Taufan ... Kembar ku yang kedua ini paling optimis dan ceria . Tak pernah aku melihat senyuman lebar nan tulus itu lenyap dari muka nya dan iris biru langit itu tak pernah menghilangkan kilauan nya . Tapi , akhir akhir ini , dia selalu pulang lewat, tidak selewat aku tapi tetap lewat . Dia juga berangkat ke sekolah seawal awal pagi . Aku pernah menanyakan sebab mengapa kepada Gempa , namun Gempa hanya bisa menjawab ;-
" Maaf Blaze . Aku pun tidak tahu . Setiap pagi dia ke sekolah awal , aku akan menanyakan soalan itu . Tapi , response dan jawapan yang diberi tetap sama ..senyum dan berkata ' Aku ada hal sedikit , Gempa ! Jangan risaukan aku !' .."
Dan bila aku menanyakan kepada Halilintar kenapa Taufan selalu pulang lewat , jawapannya tetap sama ;-
"Entah lah .. Setiap malam dia pulang , dia akan lelah dan akan terus naik ke bilik nya. Jika aku menanyakan kenapa , dia akan jawab ' Hehehe...takde apa apalah ! Don't worry about me !' ..."
Taufan .. Tolong ... Jangan sibukkan diri lagi . Aku tak nak tau apa yang engkau buat ketika aku tiada di sisi tapi tolong .. Aku inginkan masa berulang kembali .. Hanya kau dan aku ,waktu malam di hadapan video games . Aku .. Rindukan ketawa kita sama sama ketika dulu.
Oh Tolonglah ! Aku hanya inginkan peluang rapat semula dengan keluarga ku ! Aku memeluk lututku dan kemudian , setitis air mata mula terhasil di birai mata .
Kenapa ?! Kenapa semuanya berubah ?!
Tunggu .. Kenapa semuanya berubah ?
Kau tak perlu tahu .
Suara sayup dan perlahan di telinga menaikkan romaku . Aku memusingkan kepala ku kebelakang . Tiada sesiapa .
Aku mengeluh .
Jujurnya .. Aku akan melakukan kekerasan kalau aku sedih atau marah .
Pelik tapi itulah aku .
"Ma-maafkan kami ! Tolong lepaskan kami , Blaze-sama !"
Mata jingga ku melirik mangsa di hadapan ku . Aku tersenyum ..maksudku .. Aku menyeringai .Iwan dan geng yang lain memegang bat berpaku itu sambil berdiri di belakangku .
" Wei Blaze, macam mana nak bereskan si loser ini" tanya Iwan sambil ketawa bersama sama yang lain.
Aku memandang 5 orang mangsa di hadapanku lalu aku terbalikkan diri ku sambil berjalan dan berkata .:
"Segala dendam pasti berbayar.."
Iwan dan yang lain tersenyum jahat sambil bersiul.
"Beres ..."
Dengan itu aku berjalan keluar dari lorong gelap itu .. mendengar suara pukulan dan permintaan maaf .
"...kau pulang lewat sekali.." ucap seseorang sewaktu aku melangkah masuk ke dalam rumah.
Suara ini .. Dah lama aku tak dengar .
Seorang lelaki beriris biru langit , topi ke arah samping .. Sedang tersenyum lembut padaku .
Tak .. Itu bukan senyuman sebenar .. Itu senyuman paksa ! Aku meneliti lelaki itu , di bawah matanya terdapat kesan eyebag dan mukanya pucat . Dan seiring itu , dia boleh tersenyum ?!
" T-taufan ..."
Dia ketawa . Terdapat unsur paksaan di situ walaupun ia nya sama dengan ketawanya yang dahulu . Tunggu sekejap , kenapa aku baru tersedar , itu semua ketawa paksaan ?
" Blaze ..."
Aku memandang Taufan dengan wajah ragu . Something's not right here and now .
" ...Kenapa kau tunggu aku balik , Taufan ? Dan .. Apa yang berlaku kat kau sebelum ini sampaikan kau jadi tidak sihat seperti ini?!"
Aku teriak sambil memegang bahu si kembaran kedua itu . Dia ketawa . Kenapa dia perlu asyik ketawa ?!
"Taufan ! Jawab ?!"
" ...salahkah ?"
Aku melepaskan pegangan ku di bahu Taufan . Ini ... Ini bukan Taufan yang dulu ! Kenapa semua orang berubah ?!
" Kau masih tidak sedarkah ? Kau juga sudah berubah ?"
Tak ..! Ini semua tipu !
Tolong aku !
Who is Taufan actually ?
Wait for tomorrow about Gempa's POV ! The answer will ( maybe or maybe not) there !
Author's note : First .. don't mad at me for a slow update ! I live in a hostel , so I came home once in a forthnight ( 2 weeks ). Gomen ne~~ Achan think Achan can upload a new chapter tomorrow abou Gempa POV .. Jaa nee ~ - Achan-
v v
