" Hikss...Tok Aba , Gempa minta maaf .."
" Bodoh . Tiada guna nya kau meminta maaf sekarang , Gempa."
" Huaa! Tok Aba ! Bangunlah , jangan tidur lagi !"
" Blaze , ..hiks ... Tok Aba sudah tertidur selamanya .. Hiks..!"
" Blaze .. Ais ..jangan menangis lagi ..."
Trouble X Conflict
Boboiboy Belongs to Animonsta
Rated : T
Summary : Tiada yang tahu,dunia ini akan menciptakan masalah dan gi lagi ini berlaku terhadap si kembar reka ingikan keakraban semula namun ego,masa dan memori tidak dingin,Si topeng,Si sibuk-sepanjang-masa,Si kesal-akan-segalanya dan Si emotionless. Waktu demi waktu,masalah hadir mampu meragut nyawa./ (AU)
Genre : Hurt+Comfort / Tragedy
Warning : Typo , OOC-ness , Contain blood and etc .
Not sure this is Happy or sad ending .. well .. later .
" T-tok Aba !"
Aku memandang ruang kosong dihadapanku . Nampak kosong tapi penuh dengan kertas dan dokumen penting untuk hal ehwal pelajar .
Aku tertidur ya ... Sekarang pukul berapa ?
Aku memandang sekilas jam tangan ku .
6:30 p.m
"Sudah lewat ni . Aku kena siapkan makan malam! Huaaa!" Dengan itu , aku mengemas fail dan dokumen dokumen itu lantas mengambil beg ku sambil berlari ke rumah .
Aku berlari sepenuh hati ku . Kalau bukan aku , siapa lagi hendak siapkan makan malam untuk 4 orang kembar yang mempunyai selera makan yang setinggi Gunung Everest ? Halilintar ? Makan ikan mentah jawabnya . Ais ? Tak pernah pula aku melihatnya melangkah ke arah dapur untuk memasak . Blaze ? Pulang sahaja lewat , hendak masakkan makan malam ? No way ! Terakhir sekali , Taufan ? Dia boleh memasak tapi aku tak ingin susahkan dia . Sudah lah pulang ke rumah dengan muka yang penat dan lelah , takkan aku nak minta dia masakkan makan malam ?
Aku berhenti ketika isyarat lampu merah . Aku mengeluh perlahan . Aku memandang telefon ku dan menekan gallery. Aku tersenyum sendu ketika melihat satu gambar . Gambar yang sangat , sangat membuat ku menangis tanpa henti . Gambar itu ialah gambar ketika aku dan kembaran ku yang lain sedang tersenyum memegang aiskrim . Di belakang kami yang ketika itu berusia 7 tahun , ialah seorang lelaki tua memegang bahu ku dan bahu Blaze .
Tangisan ku tak dapat dibendung lagi . Di situ , aku menangis keseorangan . Aku tak kesah apa orang yang sedang berjalan di sekeliling ku berfikir .
Aku hanya ingin bahagia bersama semua orang ! Waktu ibu dan ayah keluar negara , Tok Aba selalu menjenguk kami ! Tapi , kenapa ? Kenapa? Kenapa dia perlu pergi ?! Cukup lah ibu bapa tiada di sisi dan cukuplah mempunyai kembar yang tidak memahami , aku hanya inginkan Tok Aba hidup ! Aku benci dunia ini! Kenapa perlu ada yang mati ?!Tidak boleh kah jika semua orang hidup dan sejahtera bersama sama ? Salahkah ?
Kerana mati tidak boleh dielak , Gem .
Suara siapa itu ?! Aku memandang sekeliling ku namun seperti tiada orang yang akan berkata begitu padaku . Jadi , suara siapa tadi yang ku dengar di telinga ?
" Alamak ! Makan malam !" Aku menjerit setelah tersedar apa yang aku telah buat . Aku berlari ke arah rumah sambil membetulkan balik posisi topiku yang sedari tadi tidak betul .
Tiba-tiba , mataku teracap pada sesuatu . Sebuah lembaga sedang duduk di tepi lorong dengan keadaan parah . Aku membuntangkan mataku .
Ais .
Aku berlari ke arah Ais yang sedang lemah di lorong . Melihat lukanya yang parah , aku rasa ada yang tak kena . Aku mengangkat Ais di belakang ku dan berlari ke rumahku yang terletak selang 2 rumah lagi . Ketika ku sampai di pintu , aku tercungap-cungap sebelum mengetuk .
Pintu dibuka memperlihatkan mata Halilintar yang sedang memandang ke arah ku.
" Gempa , kenap- Ais !" Dia terkejut lalu mengangkat Ais dari badan ku . Aku membiarkan Halilintar kerana dia orang yang paling kuat antara kami berlima . Dia membaringkan Ais di sofa sementara aku menghubungi Taufan untuk segera pulang ke rumah .
" Gempa , panggilkan Blaze! Dia ada di bilik !" arah Hlilintar sambil membuka topi dan hood Ais . Aku mengangguk dan segera berlari ke bilik kembarku yang lahir selepasku.
Aku membuka pintunya terus .
" Blaze ! Turun ke bawa- Blaze !"
Apa yang aku lihat di hadapan ku ialah kembarku sedang tercungap cungap memegang dadanya sebelum kepalanya berpusing memandang ke arah aku. Dengan keringat mengalir di mukanya , dia bertanya . Terdapat ketakutan pada suaranya .
" Ge-gempa... Ap-apa yang kau nak ?"
Aku memandang dia sekilas . Aku menarik tangan nya lalu berjalan ke arah pintu .
"Ais .. Mereka .. Menyerang Ais .."
Aku boleh melihat bola mata oren milik Blaze membulat .
" ... Bagaimana dengan Taufan ? .."
" Aku sudah menghubunginya .. Dia akan sampai tak lama lagi .."
Sebelum kami berjalan ke sofa ruang tamu terletaknya Ais yang sedang cedera , Blaze menarik lenganku . Suaranya lirih dan kering . Dia seperti ketakutan .
" Gempa ...Taufan itu ..siapa...?"
Aku terkejut akan soalan yang keluar dari mulut Blaze . Taufan ?
" Dia Boboiboy Taufan , kembar kita yang kedua selepas Halilintar , Blaze . Kenapa kau bertanya ? Dia kan kembar kita ?"
" T-Tak ! Dia menyimpan rahsia y-yang besar !"
Aku mengangkat keningku seraya bertanya ;-
" Kenapa kau kata begitu ?"
Apa yang dilontarkan Blaze membuatkan mataku membulat .
Benarkah ?
Author's note : Like what I said , here you go ... GEMPA POV~~~~!
Sorry , it short ! Don't have time
Jaa nee ~
