Deru lembut angin musim gugur mulai menggetarkan raga.

Dinginnya… membawa kenikmatan tersendiri.

Tentu saja, diriku dengan semua tentang alam dan langit yang kusukai.

Dan deru musim gugur inipun tak lewat dari daftar kesukaanku.

Setiap irama alam, memiliki ceritanya tersendiri.

Cerita yang kusukai.

.

.

.

REALLY?

KyuMin Fanfiction.

Romance, Family, Hurt/Comforts.

Boys Love, MPREG, AU? Kemungkinan OOC.

Kyuhyun dan Sungmin adalah milik SparKyu dan Pumpkins.

Just enJOY.

.

.

.

.

.

.

^Normal POV^

.

.

.

Pagi itu, Sungmin kembali melamun. Melamunkan pertemuan pertamanya dengan Kyuhyun setelah beberapa tahun ini ia pergi. Dalam benaknya… sungguh ia sangat merindukan sosok itu. Sosok yang bahkan kemarin terlihat sangat kacau dan menyedihkan. Bohong jika Sungmin tak dapat menangkap sirat kerinduan dari sinar mata Kyuhyun. Namun… melihat cara Kyuhyun memperlakukan anaknya, Sungmin ragu apa yang harus dilakukan olehnya kemudian untuk menyikapi Kyuhyun.

"Umma, Adeul lapalllllll!" jerit Sandeul begitu ia sampai di dapur tempat Sungmin sedang melamun, membuyarkan lamunan Sungmin saat itu.

"Jangan berteriak, Sandeullie. Sebentar lagi makanan siap." Peringat Sungmin yang sempat terkejut mendengar teriakan nyaring Sandeul. Sandeulpun terdiam dan menunggu makanannya datang dengan tenang setelah mendengar ucapan sang eomma.

Tak lama berselang, keluarga tiga generasi itu menikmati makanan mereka dengan sesekali mendengarkan ocehan Sandeul yang memang tak pernah bisa diam itu. Anak pintar itu, selalu ada saja yang ia lontarkan dari mulut kecilnya itu.

"Apa rencanamu hari ini?" tanya Kang In pada Sungmin begitu suapan terakhirnya telah ia selesaikan.

"Aku dan Sandeul ingin bertemu dengan Yunho dan Jaejoong, appa. Kemarin Jaejoong tak berhenti menghubungiku untuk membawa Sandeul berkunjung menemui mereka." Jawab Sungmin sembari sesekali merapikan remah-remah yang menempel di sekitar bibir anaknya.

"Ke rumah mereka?" tanya Kang In lagi.

"Anni, Yunho sedang di rumah sakit. Mungkin nanti saat jam makan siang kami akan bertemu di sana." Dan percakapan itu tak berlanjut kembali setelah Kang In pamit pada keduanya untuk berangkat ke kantornya.

.

.

.

"Sandeullie! Jangan berlari!" peringat Sungmin saat Sandeul kembali lepas dari genggamannya. Anak itu berlari lincah di koridor rumah sakit, sembari sesekali membaca nama-nama ruangan yang ia lewati.

"Umma, palli. Ini luangannya Yuno ahjussi. Adeul sudah menemukannya." Panggil Sandeul yang menginginkan Sungmin segera sampai di tempatnya.

"Sandeullie!" panggil Sungmin lagi saat matanya melihat anaknya itu dengan seenaknya saja membuka pintu ruangan Yunho.

"Aduuh, sakit." Rintih Sandeul yang terjatuh saat akan masuk ke ruangan itu. "Jae ahjussi!" pekik Sandeul sebal saat ia mendapati sosok Jaejoong yang sedang menyamakan tingginya dengannya.

"Aigoo, uri Sandeullie… maafkan ahjussi." Pinta Jaejoong saat ia merasa bersalah, melihat keponakan kesayangannya itu terjatuh karena menabrak dirinya yang berniat ke luar ruangan.

"Gwaenchanna Jae. Memang salah Sandeullie. Sudah umma bilang 'kan, jangan berlari dan asal main masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu." Omel Sungmin pada Sandeul yang kini meringis sakit sembari memegang bagian belakangnya yang sakit itu.

"Ada apa Boo?" Yunho yang mendengar suara gaduh dari depan pintu ruangannya itupun segera keluar dan mendapati Sungmin serta Sandeul yang kini memegangi bagian belakangnya itu. "Aigoo, uri Sandeullie terjatuh nde? Sini-sini, biar ahjussi beri suntikan pereda nyeri untuk buah persiknya Sandeullie." Dan Yunho yang berniat mengusili Sandeul itu segera menggendong Sandeul yang meronta-ronta minta diselamatkan dari jarum suntik yang ia takuti.

Sementara itu Jaejoong dan Sungmin hanya bisa terkekeh geli melihat Sandeul yang meremas muka Yunho dengan kedua tangan kecilnya.

"Yuno ahjussi! Adeul gak mau disuntik, ish…" kesal Sandeul yang kini mulai menarik-narik hidung Yunho.

"Aigoo, dua orang ini… kalau bertemu pasti bertengkar. Jja, Sandeullie, sini sama Jae ahjussi." Jaejoong pun kini membawa Sandeul ke dekapannya, sementara itu Sandeul hanya memeletkan lidahnya ke arah Yunho yang juga ikut membalas tindakan Sandeul dengan mencubit pipi gembil Sandeul.

"Pipi Adeul milip bakpao." Ejek Yunho sembari menirukan cara bicara Sandeul, dan menusuk-nusuk pelan pipi Sandeul menggunakan jarinya.

"Umma! Adeul mau gigit jali Yuno ahjussi, boleh tidak?" tanya Sandeul kesal, jemari mungilnya sedari tadi sibuk menyingkirkan tangan Yunho dari pipinya itu. Dan mendengar ucapan Sandeul tadi Yunho segera menjauhkan tangannya dari pipi Sandeul.

"Ish, sifat siapa yang Sandeullie tiru itu, mana boleh seperti itu." nasihat Yunho sembari mencium gemas pipi Sandeul yang sedari tadi menjadi korbannya.

"Habisnya… Yuno ahjussi bikin kesal." Dan bibir mungil itu merenggut lucu saat melihat Yunho tersenyum senang.

"Yunho yah, Sandeullie. Sudahlah, lebih baik kita pergi makan siang saja. Sebelum waktu istirahatmu selesai Yunho yah." Peringat Sungmin, sebelum pertengkaran lucu Sandeul dan Yunho berlanjut lebih jauh.

"Ung, kajja kita ke taman rumah sakit saja, aku sudah memasak yang banyak untuk kalian. Yun, tolong bawa kotak makanannya ya." perintah Jaejoong, sebelum menarik Sungmin untuk pergi dengan Sandeul yang masih berada dalam dekapannya.

"Aissh, kalau sudah bertemu dengan mereka, aku di nomor sekiankan." Ratap Yunho, sebelum mengikuti Jaejoong, lengkap dengan tangan yang penuh kotak makanan karya Jaejoong.

.

.

.

"Ahjussi, masakan ahjussi enak!" puji Sandeul yang sibuk mengunyah makanan yang dibuatkan Jaejoong. Sementara Jaejoong hanya tersenyum simpul mendengar pujian atas makanannya. "Ya! Yuno ahjussi! Ini punya Adeul!" gerutu Sandeul saat ia akan memasukan dadar gulung ke mulutnya, malah disambar oleh Yunho.

"Eumm, masitta~. Aaww, appo…" setelah tersenyum senang bisa menjahili Sandeul, Yunho malah meringis kesakitan ketika mendapati kepalanya dipukul dengan sumpit oleh Jaejoong.

"Apa-apaan sikapmu barusan, Yun?" geram Jaejoong kesal melihat tingkah Yunho yang sangat mengesalkan baginya.

"Ahjussi, Changmin hyung kok gak ikut?" tanya Sandeul saat menyadari, Changmin, anak angkat Yunho dan Jaejoong yang berusia dua tahun lebih tua darinya itu tak ada bersama kedua ahjussinya ini.

"Changmin hyung sedang sekolah Sandeullie, kekeke, tadi pagi dia marah besar padaku saat aku bilang akan bertemu dengan kalian, hyung." Cerita Jaejoong pada Sungmin.

"Eoh? Lalu? Tidak baik membiarkannya marah seperti itu Jae." Ucap Sungmin.

"Gwaenchanna, hyung. Dengan semua makanan yang dibuat Jaejoongpun dia sudah memaafkan kami." Ucap Yunho menenangkan.

Siang itu, mereka kembali melanjutkan makan siang mereka, penuh dengan canda tawa dan teriakan gaduh atas tingkah usil Yunho terhadap Sandeul, maupun teriakan kesakitan Yunho karena hukuman kecil Jaejoong.

"Sandeullie mau kemana?" tanya Sungmin saat melihat Sandeul akan pergi dari tempat mereka duduk sekarang ini.

"Adeul mau cuci tangan umma. Lihat, tangan Adeul kotol sekali." Sandeulpun menunjukkan tangannya yang kotor serta sebuah kran kecil yang memang biasa dijadikan tempat mencuci tangan di sana.

"Baiklah, jika sudah langsung ke sini ya." Sungmin yang mengetahui letak tempat tujuan Sandeul yang masih bisa dijangkau pandangannya itupun menyetujui Sandeul pergi sendirian ke sana.

Sandeul dengan langkah kaki kecilnya itu melangkah menuju kran itu dengan bersemangat. Setelah yakin tangannya sudah bersih, Sandeul berbalik dan sedikit berlari kecil sebelum tubuh kecilnya itu kembali menabrak sepasang kaki orang dewasa.

"Eoh! Ahjussi jahat!" pekik Sandeul begitu melihat siapa yang ia tabrak.

"Ya! Anak kecil, seenaknya saja kau memanggilku seperti itu." orang itu, Kyuhyun, yang hendak pulang ke apartementnya, malah bertemu dengan anak kecil yang menurutnya menyebalkan itu saat melintasi taman rumah sakit.

"Halus panggil apa memangnya? Ahjussi memang jahat! Buktinya, Ahjussi masih menatap Adeul sepelti malam itu. Telus bukannya bantuiin Adeul beldili." Gerutu Sandeul yang masih terduduk di tanah.

"Bicara saja masih belum benar, sudah berani menasihati orang." Gerutu Kyuhyun sebelum menyamakan tingginya dengan Sandeul, berniat untuk membantu anak itu berdiri.

"Eoh?" mata Sandeul berkedip melihat Kyuhyun yang entah kenapa masih saja memakai jas dokternya. "Nama ahjussi… Cho Kyuhyun?" mata itu masih saja terpaku pada nametag Kyuhyun.

"Heol, anak pintar rupanya. Umurmu berapa, anak kecil?" tanya Kyuhyun yang mengerti Sandeul sudah membaca nametag miliknya.

"Ish, umul Adeul sebental lagi lima tahun. Wae? Bukannya menjawab peltanyaan Adeul." Gerutu Sandeul kesal, ia hentakan kakinya kesal dan merenggut, kebiasaannya yang sangat mirip dengan Sungmin jika sedang kesal.

'Mirip sekali.' Batin Kyuhyun saat melihat Sandeul dengan tingkahnya itu.

"Kau 'kan sudah membaca nametag ku, kenapa bertanya lagi?" tanya Kyuhyun yang tak mengerti kenapa anak kecil ini memandanginya sedemikian rupa.

"Ahjussi…" Sandeulpun memberikan gestur yang meminta Kyuhyun untuk kembali menyamakan tingginya dengannya.

"Wae?" tanya Kyuhyun bingung kala Sandeul kini malah memeluknya erat dan menangis.

'Dia Cho Kyuhyun. Ahjussi jahat ini… appanya Adeul?' tanya Sandeul, hatinya meringis menyuarakan kerinduan yang entah kenapa membuncah itu. 'Ah, iya… umma bilang appa memang kelja di lumah sakit yang sama dengan Yuno ahjussi.' Batin Sandeul lagi.

"Ya! Anak kecil, kau kenapa?" mengesampingkan perasaan bencinya yang mengira Sandeul itu anak Sungmin dengan wanita lain, Kyuhyun kini terlihat panik kala mendengar Sandeul menangis, di dalam hatinya… entah kenapa ia tak ingin anak ini menangis.

"Ahjussi, Adeul… hiks… telpisah dali umma… dan Adeul lelah mencali umma… kaki Adeul sampai sakit… hiks… tangan Adeul tadi juga kotol gala-gala teljatuh…" Sandeul, entah apa yang ada dipikiran anak itu, ia mengarang sebuah cerita.

"Aissh, jinjja?"

"Jinjja, tadinya Adeul mau beltemu dengan Yuno ahjussi, tapi Yuno ahjussi sudah pulang. Saat Adeul mau pulang dengan umma, Adeul telpisah dali umma." Air mata itupun kembali meluncur dari mata Sandeul. Entah untuk apa air mata itu kali ini.

"Sudah berapa lama kau mencari ummamu itu?" tanya Kyuhyun.

"Mungkin sudah tiga jam…" jawab Sandeul yang membuat Kyuhyun mengerang kesal.

"Apa-apaan ummamu itu, terpisah dari anaknya sendiri, membiarkan anaknya terluka dan sendirian selama tiga jam? Aissh, wanita seperti itu yang dinikahi Sungmin hyung? Benar-benar… kau anak kecil, ikut denganku dulu. Nanti akan aku bantu mencari ummamu itu." kesal Kyuhyun. Kini Kyuhyunpun menggendong Sandeul dan membawanya masuk ke mobilnya yang akan membawa mereka menuju apartement Kyuhyun. Sedangkan Sandeul hanya tersenyum senang saat dipeluk appanya itu. Senyuman? Bisa dikatakan seringaian, mungkin? Sementara matanya menatap penuh sesal, saat menatap punggung eommanya yang sedang menerima telepon entah dari siapa.

"Ahjussi, kenal eung… appa?" tanya Sandeul ragu saat menyebut Sungmin dengan sebutan appa. Kini mereka berdua sudah duduk di dalam mobil Kyuhyun dan mobil itupun melaju menuju apartement Kyuhyun.

"Tentu saja. Aku sangat mengenalnya." Jawab Kyuhyun yang tetap fokus ke jalanan.

"Sebelapa kenal?" tanya Sandeul lagi.

"Aku sudah mengenalnya semenjak ia masih belum bisa makan dengan benar. Semenjak kami masih kecil." Cerita Kyuhyun.

"Eoh? A… appa bisa makan belantakan juga? Adeul kila hanya Adeul yang sepelti itu, ahjussi tau? Appa seling membelsihkan mulut Adeul kalau makan belantakan. Kata appa, dulu appa juga seling seperti itu." cerita Sandeul yang tanpa sadar menceritakan cerita Sungmin tentang Kyuhyun dulu.

"Hng? Sedari tadi aku mendengar kau memanggil dirimu Adeul, namamu Adeul?" tanya Kyuhyun dan mengernyit bingung sesudahnya.

"Anni, nama Adeul itu Lee Sandeul. Tapi Adeul sukanya Adeul saja. Eung… sepeltinya sebental lagi Adeul juga mau ganti malga Adeul." Ucap Sandeul yang semakin membuat kerutan bingung Kyuhyun.

"Maksudmu?" tanya Kyuhyun.

"Cho Sandeul kedengalannya kelen juga…" Sandeulpun mengakhiri ucapannya itu dengan kekehan geli, sementara Kyuhyun makin mengerutkan lipatan di dahinya itu.

'Ada yang salah dengan kepala anak ini.' Vonis Kyuhyun.

.

.

.

"Sandeullie!" teriakan panik itu semakin terdengar dari tiga penjuru, Sungmin, Jaejoong dan Yunho berkali-kali memanggil Sandeul dan mencari Sandeul mengelilingi rumah sakit yang besar itu. Bahkan, security rumah sakit juga sudah ikut membantu mereka. Namun mereka tak dapat menemukan Sandeul di sudut manapun di rumah sakit ini.

"Apa yang harus kulakukan?" Sungminpun kini terpekur, matanya menatap kosong ke depan saat Sandeul tak juga diketemukan.

"Sungmin ah," panggil Kang In saat ia sudah sampai di tempat Sungmin berada.

Setelah menceritakan bagaimana ini semua bisa terjadi dan bagaimana ia tak tahu kenapa Sandeul bisa menghilang, Kang In membawa Sungmin pergi ke kantor polisi untuk melaporkan hal ini.

.

.

.

"Eoh, ada foto Eunhyuk samchon?" tanya Sandeul saat melihat-lihat deretan foto yang berjajar rapi di atas sebuah lemari hias di ruang tamu itu. "Hem, belalti appa juga kenal Eunhyuk samchon. Nanti saja ah, pula-pula gak kenal Eunhyuk samchon dulu." Sandeul kini kembali ke sofa yang semula ia duduki, sementara Kyuhyun kini sedang berada di dapur untuk mengambilkan minuman.

"Anak kecil! Kau mau minum apa?" teriak Kyuhyun dari arah dapur.

"Ahjussi jahat punya jus buah pil tidak? Adeul suka buah pil. Kalau tidak ada yang lain juga boleh." Sandeul menjawab sembari beranjak mengikuti Kyuhyun ke dapur.

"Eoh, kau suka buah pear? Tunggu dulu…" dan Kyuhyunpun melongokkan kepalanya ke dalam kulkas memeriksa apa dia punya buah pear. "Sepertinya tidak ada, bagaimana dengan orange jus?" tanya Kyuhyun lagi.

"Hem, Adeul suka olange jus juga, ahjussi jahat." Cengiran senang diperlihatkan Sandeul saat Kyuhyun kini mendelik ke arahnya.

"Ya! Anak kecil! Kenapa kau selalu memanggilku ahjussi jahat hah?" geram Kyuhyun mendengar panggilan itu.

"Ahjussi jahat juga suka panggil Adeul anak kecil, padahal 'kan ahjussi jahat sudah tahu nama Adeul." Balas Sandeul ringan sekali, membuat persimpangan di kepala Kyuhyun.

"Itu 'kan kenyataan, kalau kau masih anak kecil." Sangkal Kyuhyun sembari menenangkan amarahnya.

"Kalau begitu, yang Adeul bilang juga kenyataan, kalau ahjussi itu olang jahat." Ucapan ringan Sandeul itupun makin memperparah persimpangan di kepala Kyuhyun.

"YA! Kalau aku orang jahat tidak mungkin aku menyelamatkanmu dan berniat memberikanmu minuman serta makanan!" ugh… emosi seorang Cho Kyuhyun mulai meledak.

"Ish, mana ada ahjussi yang baik yang membentak anak manis sepelti Adeul." Balas Sandeul dengan aegyo penuhnya yang dipelajarinya dari sang eomma.

"Anak manis apanya kau! Ish, dasar setan kecil." Gerutu Kyuhyun lagi.

"Kalau begitu… ahjussi setan besalnya ya? Ahjussi… mau main tangkap setan besal sama Adeul tidak?"

Ah… Cho Kyuhyun, kemampuan anakmu membalas perkataanmu itu sungguh mengerikan. Terlebih lagi… setan kecil? Seperti yang Sandeul katakan, kau setan besarnya. Kaulah appa dari anak yang kau sebut setan kecil itu. Kekeke.

.

.

.

Keadaan yang tenang kini sedang melanda apartement Kyuhyun. Kyuhyun yang sedang sibuk mengurusi pekerjaannya dan juga Sandeul yang sedang melahap makanan yang tadi dibelikan oleh Kyuhyun.

"Ahjussi tinggal sendili di lumah ini?" tanya Sandeul dengan mulut penuh berisi makanan.

"Kalau sedang makan ya makan saja, jangan berbicara dulu." Nasihat Kyuhyun, membuat Sandeul tak berani membantah dan melanjutkan makannya hingga tuntas.

'Woaah, jadi begini lasanya dinasihati seolang appa? Appa olang yang tegas…' kembali Sandeul membatin dan memandang Kyuhyun dengan pandangan takjub.

"Nah, Adeul sudah selesai makan." Ucap Sandeul beberapa saat kemudian ketika ia selesai melahap makanannya dan hendak membereskan piring bekas makannya.

"Biar aku saja." Kyuhyun yang melihat Sandeul kewalahan memegang piring kotornya berinisiatif membawakan piring itu ke wastafel, sekalian mencuci piring itu dan piring kotornya tadi.

"Halusnya ahjussi bialkan Adeul saja, Adeul sudah biasa membantu appa membelsihkan piling kotol kok." Rutuk Sandeul.

"Ish, apa kerjanya wanita itu sih. Membersihkan piring kotor saja masih Sungmin hyung dan anaknya yang melakukan… yang benar saja." Gumamam rendah yang tak terdengar oleh Sandeul itu menyertai kegiatan Kyuhyun membersihkan piring kotornya itu.

Oh ayolah Cho. Apa yang mau dikerjakan wanita itu? Wanita itu saja tak pernah ada.

"Ahjussi…" panggil Sandeul

"Hemm?" hanya itu saja tanggapan Kyuhyun.

"Jawab peltanyaan Adeul tadi." Rajuk Sandeul

"Ya? Oh yang itu… aku tinggal berdua dengan saudara sepupuku. Wae? Tidak seramai rumahmu 'kan?"

"Anni… Adeul seling tinggal beltiga dengan appa dan halaboji. Kadang dengan halaboji saja kalau appa sedang sibuk melancang pakaian di kantolnya." Jawab Sandeul.

"Haraboji?" tanya Kyuhyun, mengesampingkan fakta jika wanita yang ia kira adalah eomma dari Sandeul itu jarang di rumah.

"Eung! Adeul dan appa juga balu beltemu halaboji waktu di Palis, halaboji Adeul itu tampan. Tubuh halaboji juga besal, milip beluang… ah, Yuno ahjussi juga milip beluang. Halaboji selalu melindungi Adeul, kata halaboji… halaboji akan selalu melindungi Adeul dan appa dali olang jahat. Pokoknya, halaboji itu wanjon daebak!" puji Sandeul tak ada habisnya tentang harabojinya.

"Jadi, appanya Sungmin hyung masih hidup? Sungmin hyung sudah bertemu dengan appanya?" tanya Kyuhyun yang diangguki Sandeul.

"Kemalin Adeul juga main ke Ilsan, Adeul ke tempat halmeoni. Halmeoni Adeul sangat cantik lho, ahjussi. Adeul sudah liat fotonya dali halaboji. Adeul juga ketemu Jihyo gomo sama Gaeli samchon. Telus juga ketemu Malu hyung. Malu hyung itu pintal lho ahjussi. Katanya kalau dia sudah besal, dia mau jadi doktel. Ah, ahjussi juga doktel 'kan? Ahjussi doktel yang hebat tidak?" ocehan Sandeul itu tanpa sadar mengulaskan sebuah senyum tipis dari bibir Kyuhyun.

"Tentu saja aku hebat, kalau tidak aku sudah berhenti jadi dokter." Jawab Kyuhyun sembari mengelus kepala Sandeul dan mengajak anak itu kembali ke ruang tamu.

"Ah, jinjja? Ah! Ahjussi, ahjussi tadi bilang kalau kenal sama appa sudah lama. Ahjussi punya foto appa waktu kecil? Adeul cuma pelnah liat foto appa dali bayi sampai umul enam tahun. Ahjussi, perlihatkan foto appanya Adeul nde?" pinta Sandeul, membuat Kyuhyun kini beranjak untuk mengambil album fotonya dengan Sungmin.

Malam itu, pasangan appa dan anak itu dilalui dengan nostalgia Kyuhyun akan kenangan masa kanak-kanaknya dengan Sungmin, orang yang masih dicintainya hingga sekarang.

.

.

.

"Yoboseyo? Umma… ini Adeul." Kala malam mulai menjelang, Sandeul memakai telepon rumah milik Kyuhyun untuk menghubungi Sungmin. Sementara Kyuhyun saat ini sedang mandi.

"Sandeullie! Eodiseoyo? Kau baik-baik saja 'kan nak? Eodisseo? Biar umma jemput, Sandeullie, jangan membuat umma panik seperti ini." Sungmin di seberang sana, begitu terkejut saat mendapati suara anaknya yang sedang meneleponnya.

"Umma, Adeul baik-baik saja. Saat ini Adeul di lumah seolang ahjussi. Ahjussi itu baik sekali umma. Jangan khawatil, besok Adeul diantar pulang sama ahjussi. Jja, umma… tidul yang nyenyak. Adeul sayang umma." Dan Sandeulpun dengan segera mematikan sambungan telepon itu. Kemudian melanjutkan menonton sebuah film animasi di televisi.

Tak lama, Kyuhyun terlihat keluar dari kamarnya dan melangkah menuju Sandeul.

"Bajunya sesuai?" tanya Kyuhyun melihat Sandeul yang sudah ia mandikan dan kini duduk dengan tenangnya. Tadi, ia sempat keluar dan membelikan Sandeul beberapa potong pakaian serta sebuah piyama yang kini sedang dipakai Sandeul.

"Ung! Sangat." Jawab Sandeul yang kini menatapi Kyuhyun intens.

"Wae?" tanya Kyuhyun, sungguh, ia sangat bingung dengan tatapan anak kecil di hadapannya itu.

"Anni, hanya belpikil saja… ahjussi itu baik juga telnyata… meskipun ahjussi gak pandai bicala." Setelah dipuji dan membuat Kyuhyun tersenyum manis, kalimat akhir Sandeul sukses membuat Kyuhyun tersenyum masam.

"Ya! Anak siapa sih kau ini, mulutmu itu…" gerutu Kyuhyun.

"Anakmu, mungkin." Balas Sandeul dan kembali membuat Kyuhyun mengernyit sebal.

"Memang ada yang salah di dalam kepalamu." Gerutuan Kyuhyun itu berlanjut setelah mendengar kata-kata yang sangat membuatnya bingung itu. "Sudah malam, ayo tidur." Kyuhyun mematikan televisi dan menuntun Sandeul ke kamarnya.

"Sikat gigimu dulu sebelum tidur." Kyuhyun mengingatkan Sandeul yang dengan senang hati meloncat ke kasurnya.

"Tadi sudah." Jawab Sandeul malas.

"Tapi kau tadi makan lagi." kali ini Kyuhyun mulai menarik selimut yang Sandeul gunakan untuk menutupi tubuhnya.

"Itu 'kan cuma buah. Jadi gigi Adeul akan baik-baik saja." Balas Sandeul.

"Tetap saja. Cepat sikat gigimu, atau kau…" ancam Kyuhyun.

"Baik! Adeul sikat gigi. Huh, main ancam telus sama anak manis sepelti Adeul." Sandeul yang tak mau mendengar ancaman Kyuhyunpun segera asuk ke kamar mandi Kyuhyun dan segera menyikat giginya, dengan sikat gigi beserta pasta gigi yang telah Kyuhyun siapkan agar mudah dijangkau oleh Sandeul.

"Sudah?" tanya Kyuhyun saat melihat Sandeul sudah keluar dari kamar mandi. Sandeul hanya mengangguk saja. "Coba sini kulihat." Perintah Kyuhyun yang membuat Sandeul menganga lebar, membiarkan Kyuhyun memeriksa giginya. "Charesseo, anak pintar… jja, cepat tidur." Ujar Kyuhyun sembari menyelimuti Sandeul.

"Ahjussi, sepupu ahjussi itu mana? Kok Adeul belum melihatnya?"

"Malam ini ia tak pulang, besok pagi katanya. Sebelum ia mengajar, ia akan pulang. Sudah, cepat tidur." Perintah Kyuhyun.

"Jaljayo, ahjussi." Ucap Sandeul sebelum menutup kedua matanya dan terbang ke alam mimpinya.

Sementara itu, Kyuhyun belum juga memejamkan matanya. Pikirannya mengelana entah kemana.

"Anak ini… entah mengapa membuatku merasakan seperti Sungmin hyung yang tidur bersebelahan denganku."

Ya, ranjang besar itu… tak pernah memberi rasa hangat yang sesungguhnya bagi Kyuhyun. Ia selalu tidur sendiri di ranjangnya itu. Sungmin? Masih ingat jika mereka mempunyai kamar masing-masing? Jika Sungmin tertidur di sana, pasti setelah ia pingsan karena ulah Kyuhyun di atas ranjang yang terlalu kasar terhadap Sungmin.

Perlahan, mata Kyuhyun pun turut terpejam. Sebelum tubuh kecil di sampingnya merapat ke arahnya, dan memeluk lengannya. Melihat itu, Kyuhyun segera menyingkirkan lengannya untuk kemudian beralih memeluk tubuh Sandeul dengan tangan yang dipeluk oleh Sandeul tadi. Malam itu, Kyuhyun terlelap dengan nyenyak, sungguh nyenyak… dengan Sandeul yang berada dalam dekapannya.

.

.

.

KKEUT! #doeeeng~ TBC maksudnya.

.

.

.

Yeorobun annyeong!, My udah update nih. Semoga moment appa-anak di sini pada suka ya… banyak yang nanya, sifat Adeul yang mirip sama Kyuhyun apaan? Secara Adeul duplikat Sungmin banget 'kan. Selain pintar, Oh memang Lee Sandeul yang di Korea sana memang pintar, Lee Sandeul atau Cho Sandeul di ff inipun memiliki sifat Kyuhyun. Yep, keras kepala, cerdik, seringaiannya juga ada. Tapi karena Adeul masih kecil, anggap aja seringaiannya itu seringaian manis nde? Kan Adeul anak manis~

Di chapter ini, My mengutamakan moment Kyuhyun sama Sandeullie. Berlebihan gak sih?

Ah iya, My juga mau publish ff HaeHyuk. Ada gak diantara yeorobun yang suka couple beda alam ini? FF HaeHyuknya bukan side story Really nde. Kalau ada yang suka, dibaca nanti ya… hehehe.

Jja, annyeonghigaseyo~.

.

.

.