.
Dear…
Kamu yang tak pernah melihatku.
Apakah sayapmu sudah lelah berkelana?
Apakah langkah kakimu telah melambat?
Apakah hatimu kini telah mati?
Tidak, cinta di lautan biru nan indah itu…
Terasa begitu abadi.
Menggetarkan dan menyelimuti asa dengan rasa nyaman.
Memberi kesejukan yang tak terkira.
Ketenangan yang menciptakan senyuman tulus.
Dan menciptakan loyalitas tak berujung.
Karena cinta lautan biru itu… abadi.
.
.
.
REALLY?
KyuMin Fanfiction.
Implisit Mature Contents. #peace
Romance, Hurt/Comforts.
Boys Love, MPREG, AU? Kemungkinan OOC.
Kyuhyun dan Sungmin adalah milik SparKyu dan Pumpkins.
Just enJOY.
.
.
.
.
.
.
^Normal POV^
.
.
.
Pagi itu, Kyuhyun sudah terlihat berdiri di depan pintu sebuah rumah. Sebenarnya ia ragu, apakah harus masuk ke dalam rumah itu atau tidak. Tapi, setelah hari-hari tak bertemu dengan bocah menyebalkan menurutnya itu, ia merasakan perasaan rindu yang tak terkira terhadap bocah itu.
"Siapa?" dan tanpa ia sadari ternyata ia sudah menekan bel rumah itu dan sekarang di dalam sana sebuah suara sedang berbicara padanya.
"Ini aku, Cho Kyuhyun." Selesai berkata seperti itu pintu pun terbuka, memperlihatkan sosok yang sedang dirindukannya itu.
"Ahjussi!" pekik Sandeul yang memang ia yang membukakan pintu untuk Kyuhyun.
"Aigoo, suaramu itu bocah." Gumam Kyuhyun heran dengan intesitas suara Sandeul yang begitu memekakkan saat berteriak tadi.
"Ayo ahjussi masuk." Ajak Sandeul riang sembari menggandeng tangan Kyuhyun dan membawanya masuk ke rumahnya.
"Sandeul ah, siapa yang datang chagi?" dari arah ruang tamu, Sungmin datang tergesa-gesa untuk melihat tamu mereka dan terkejut begitu mendapati Kyuhyun yang sedang ditarik oleh Sandeul untuk masuk ke dalam rumah mereka.
"Aku hanya ingin bertemu anakmu." Ucap Kyuhyun seakan bisa membaca arti tatapan mata Sungmin.
"Ah… mau menjenguk Sandeul… tapi maaf kami akan pergi sebentar lagi." jawab Sungmin yang seakan menolak Kyuhyun dengan halus.
"Tapi Adeul 'kan sudah bilang kalau gak mau ikut ke kantol. Adeul mau di lumah." Gerutu Sandeul.
"Tapi kalau Sandeullie di rumah sama siapa? Haraboji 'kan juga pergi ke kantor." Jawab Sungmin yang kini sedang menatap anaknya itu.
"Adeul sama ahjussi saja. Ya ahjussi ya? Ahjussi di sini saja temani Adeul, mau 'kan?" tanya Sandeul penuh harap sembari mengguncang heboh tangan Kyuhyun yang sedari tadi belum dilepasnya.
"Kalau kalian tidak keberatan, aku bisa menemani Sandeul hari ini. Kebetulan aku sedang tidak ada tugas hari ini." Jawab Kyuhyun diikuti senyuman hangat yang ia berikan pada Sandeul.
"Nde? Tuh 'kan! Ahjussi mau menemani Adeul. Boleh ya Adeul di lumah saja sama ahjussi?" kali ini tatapan penuh harap dilayangkan pada Sungmin yang masih saja ragu dan merasa tidak rela meninggalkan anaknya bersama Kyuhyun.
"Aku takkan melukainya." Entah, bagaimana caranya Kyuhyun masih bisa mengerti arti tatapan Sungmin sampai sekarang. Dulu? Ia hanya berusaha untuk buta akan perasaan Sungmin dulu.
Dan, dengan ragu serta berjanji untuk pulang cepat, Sungmin pada akhirnya menitipkan Sandeul pada Kyuhyun.
"Kau benar-benar sendiri? Kemana ummamu hum?" tanya Kyuhyun saat mengekori Sandeul ke kamar.
"Eh? Umma? Ya ke kantol." Jawab Sandeul acuh, dan mulai sibuk mengacak-acak lemari kecil di samping ranjangnya.
"Mencari apa?" tanya Kyuhyun yang bingung melihat kelakuan bocah di hadapannya.
"Adeul mencali buku kumpulan foto Adeul, Adeul mau kasih liat ahjussi. Ahjussi mau liat?" tanya bocah itu yang kini menduduknya bokong gempalnya dan sibuk memilih album foto mana yang ingin ia tunjukkan pada Kyuhyun.
"Boleh saja." Dan Kyuhyun kini ikut duduk di samping Sandeul yang masih asik memilih kumpulan fotonya itu.
"Ini foto Adeul waktu di Palis, Adeul tampan 'kan?" tanya Sandeul sembari menyengir bangga akan wajahnya.
"Anni, kata siapa kau tampan? Kau itu manis dan terkesan cantik sama seperti Sungmin hyung." Jawab Kyuhyun dan berhasil membuat bibir Sandeul mengerucut kesal.
"Ish! Gak Yuno jussi, gak Jihyo gomo, semua olang bilang Adeul cantikl, Adeul itu laki-laki dan Adeul itu tampan." Gerutu Sandeul sembari menendang Kyuhyun kesal.
"Tampan bagaimana? Lihat saja mukamu di cermin, cantik begitu." Balas Kyuhyun yang tertawa geli melihat tingkah Sandeul.
"Dasar ahjussi jelek." Dan kali ini ucapan itu sukses membuat alis Kyuhyun berkedut kesal.
"Ya! Aku ini tampan. Asal kau tahu ya, banyak orang yang mengejar-ngejarku." Geram Kyuhyun dan mulai menggelitiki Sandeul yang masih saja mengatainya jelek di sela-sela tawa gelinya.
"Kalau ahjussi tampan, kenapa sampai sekalang belum menikah? Yuno jussi saja sudah menikah kalena dia tampan. Halabojinya Adeul juga sudah menikah dengan halmeoni kalena halaboji tampan." Jawaban polos yang menusuk Kyuhyun begitu dalam. Anak ini… pandai mengolah gejolak batin Kyuhyun rupanya.
"Aku sudah menikah! Tapi aku berpisah dengannya…" balas Kyuhyun yang kini mukanya tertekuk sebal.
"Telus kenapa tidak belsama kembali?" tanya Sandeul.
"Ada hal-hal yang tak seharusnya anak kecil mengerti, bocah." Jawab Kyuhyun begitu sadar ucapannya barusan terdengar kekanak-kanakan sekali.
"Ahjussi tau? Kalau kita sayang dan cinta dengan olang yang membuat kita bahagia, kita halusnya bersama dengan olang itu. Kalau Adeul sih, gak akan bisa bahagia kalau gak sama-sama olang yang Adeul sayang." Jawab Sandeul yang kembali menohok
"Masalahnya tidak semudah itu bocah pintar." Jawab Kyuhyun dan meraih Sandeul ke dalam dekapannya. Mengelus punggung kecil sang anak dan menghirup wangi rambut Sandeul yang terasa menenangkan baginya.
"Uungg…" gerung Sandeul layaknya kucing yang nyaman berada dalam dekapan Kyuhyun.
Hari telah beranjak siang dan dari kamar anak yang baru saja merasakan kembali kehangatan seorang appa itu terlihat sepasang appa dan anak yang tertidur dalam posisi yang kurang nyaman sebenarnya. Kyuhyun masih saja memeluk Sandeul dan terduduk bersandar pada tepian tanjang Sandeul. Mendekap Sandeul dan tak ingin anak itu terganggu, meskipun matanya terpejam namun insting melindunginya masih membuatnya mengeratkan tangannya untuk mendekap Sandeul.
Melihat itu, Sungmin yang baru saja pulang dan sekarang berada di kamar anaknya itu cukup tersentuh. Kyuhyun yang ada di hadapannya… berbeda. Kyuhyun yang sekarang dilihatnya mirip Kyuhyun kecilnya dulu. Kyuhyun kecilnya yang selalu melindungi orang-orang terdekatnya.
"Kyu…" panggil Sungmin sembari mengusap lembut bahu Kyuhyun. Mencoba membangunkan Kyuhyun meski agak susah.
"Unghh…" lenguh Kyuhyun begitu tersadar dari tidurnya saat merasa ada yang mengganggu tidurnya itu.
"Sssh… kalau mau melanjutkan tidur lagi, naik saja ke ranjangnya Sandeullie. Apa tidak lelah tidur sembari terduduk begitu?" tanya Sungmin yang tak dijawab langsung oleh Kyuhyun, Kyuhyun beranjak dari duduknya untuk membaringkan Sandeul di atas ranjangnya.
"Jaljja…" ucapnya begitu selesai memakaikan selimut untuk Sandeul. Dan setelahnya, Kyuhyun menghampiri Sungmin, berdiri tepat di hadapannya dan memandang mata foxy indah milik Sungmin.
"Bogoshippo…" ucapnya lirih sebelum mengecup kening Sungmin yang dulu sering dikecupinya saat Sungmin sudah tertidur. Selesai melakukan itu, Kyuhyun beranjak dari kamar Sandeul dan meninggalkan Sungmin yang berdiri terpaku akan kejadian barusan.
Rasa itu… membuncah begitu kuat serta tak tertahankan lagi. Membuat tubuh Sungmin seakan tak terkendali lagi. Ia berlari untuk kemudian memeluk punggung tegap Kyuhyun.
"Kyu…" dan air mata itu, entah bagaimana tiba-tiba saja mengalir deras dari mata Sungmin. Isakan rindu itu pun menguar begitu memilukan Kyuhyun yang mendengarnya.
Tubuh Kyuhyun menegang begitu mendengar isakan Sungmin yang semakin kencang. Membuat tubuhnya menghadap Sungmin. Mencengkram lembut rahang Sungmin untuk kemudian memagut bibir yang sedari tadi terisak itu. Pagutan itu terasa hangat, dan menenangkan. Sejuta asa tersalurkan lewat pagutan yang menghentikan tangis Sungmin, menyalurkan rasa cinta yang masih tersimpan, menyalurkan rasa rindu yang begitu menyiksa. Begitu banyak makna dari pagutan lembut itu.
Keduanya begitu menikmati tautan bibir itu, setelah sekian lama… ya sudah lama sekali rasanya mereka tak saling mengulum tanpa meninggalkan jejak hati yang teriris sembilu makin dalam itu. Keduanya begitu larut dan menikmati memagut bibir dihadapannya. Sampai… sebuah kenyataan menurut Kyuhyun menghantamnya bagai palu godam dan membuatnya melepaskan pagutan hangat dan basah itu.
"Aku tak seharusnya melakukan ini…" gumam Kyuhyun frustasi dan pergi begitu saja dari hadapan Sungmin. Meninggalkan Sungmin yang kembali menangis. Menangis karena pada akhirnya Kyuhyun kembali membuangnya.
"Hahaha… apanya yang membuang… Kyuhyun… dia melakukannya dengan benar… dia tak seharusnya mengkhianati pernikahannya yang sekarang ini 'kan… hahaha." Tawa itu… begitu mengerikan dan menyakitkan hati. Tawa yang diselingi tangisan itu memangnya apa yang kalian harapkan?
.
.
.
Sore harinya, saat Sungmin dan Sandeul sedang menikmati es krim mereka berdua di taman dekat rumah mereka, Sandeul kembali menanyakan Kyuhyun untuk sekian kalinya.
"Umma, appa kenapa gak ada saat Adeul bangun tidul?" tanya Sandeul.
"Jadi Sandeullie tahu kalau ahjussi tadi appanya Sandeul?" Ya, sebenarnya pertanyaan ini sudah ingin ia tanyakan begitu mengetahui anaknya berada di apartment Kyuhyun kemarin.
"Ung. Adeul liat namanya appa di baju doktelnya. Yuno jussi juga punya yang milip sepelti punya appa." Terang Sandeul.
"Lalu… kenapa Sandeullie memanggilnya ahjussi tadi?" Sungmin menatap anaknya itu yang masih sibuk dengan makanan dingin di tangannya itu.
"Cuma ingin… belmain dengan appa itu menyenangkan, umma. Appa suka malah-malah kalau Adeul panggil ahjussi. Hehehe." Jawab Sandeul yang teringat muka Kyuhyun jika sudah ia panggil ahjussi jahat apalagi ahjussi jelek. Sedangkan Sungmin terlihat menangkap arti yang lain dari ucapan anaknya itu.
'Sandeullie… kau takut dengan reaksi Kyuhyun jika tahu Sandeullie anaknya? Anakku benar-benar menderita…' Lee Sungmin… sebenarnya kalian, ya kau dan Cho Kyuhyun itu pintar atau bagaimana?
"Umma, tadi umma bilang appa pulang waktu jam makan siang? Heung… halusnya appa tadi makan siang sama Adeul. Appa makan sama siapa ya, di lumah appa 'kan sepi." Gerutu Sandeul yang agaknya kesal juga ditinggal oleh Kyuhyun.
"Sepi bagaimana maksudmu?" Sungmin tersadar dari lamunannya dan menatap anaknya dengan penasaran.
"Iya sepi, appa cuma di lumah sama Hyukkie samchon. Appa bilang, appa di lumah cuma beldua sama Hyukkie samchon. Kalau Hyukkie samchon ada di sekolah dan appa tidak kelja, belalti appa sendili di lumah 'kan umma?"
"Huh? Hanya berdua dengan Hyukie samchon?" tanya Sungmin yang diangguki oleh Sandeul. "Memang tak ada lagi orang lain di rumah appanya Sandeullie?" lanjut Sungmin lagi.
"Eobseo. Telus ya umma, Adeul pelnah liat appa di kamal yang walnanya pink, appa tidul di sana tapi appa nangis. Kamal pink… milip kamal umma yang sekalang nde?" anak polos ini benar-benar membuat perasaan kedua orang tuanya bergejolak tak tentu arah.
'Jadi… Kyuhyun dan Qiannie tak menikah? Atau…'
"Umma… bisa tidak appa tinggal sama Adeul sama umma sama halaboji? Adeul mau ketemu tiap hali sama appa." Dan permintaan sederhana Sandeul ini semakin membuat pikiran Sungmin kacau.
.
.
.
Pagi yang ditunggu Sandeul akhirnya datang juga, hari ini adalah hari pertamanya bersekolah di sekolah barunya. Anak yang lincah itu benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan calon teman barunya di sekolah barunya itu. Saat Sungmin masih sibuk dengan masakannya, Sandeul sudah duduk rapi dan menunggu sarapannya dengan manis serta lengkap dengan tas dan seragam sekolahnya. Sedangkan Kang In? Ia masih sibuk di kamar mandi sepertinya.
"Umma, appa itu gak suka makan sayul ya?" tanya Sandeul yang sedari tadi terdiam dan memperhatikan Sungmin yang cekatan mengolah sarapan pagi mereka.
"Ung. Dan Sandeullie jangan mencontoh kebiasaan appa yang buruk itu. Arrachi?"
Terlihat membingungkan di sini. Perasaan Sungmin yang sesungguhnya itu… seperti apa? Sudah disakiti sedemikian rupa oleh Kyuhyun dulu, masih saja bersikap baik terhadap Kyuhyun dan tak membuat Kyuhyun dipandang buruk oleh Sandeul. Memanggil Kyuhyun dengan sebutan appa di depan Sandeul? Huh, apa Sungmin itu malaikat? Atau dia ini aktor yang mampu menyembunyikan asa dan rasanya?
"Min ah, appa ikut mengantar Sandeul hari ini. Sandeullie senang?" Kang In yang sudah duduk di kursinya kini memandang lucu saat Sandeul mengangguk lucu untuk menjawab pertanyaannya barusan.
Menjelang jam masuk sekolah barunya, keluarga tiga generasi itu sudah sampai di depan kelas Sandeul menemani Sandeul sebelum masuk ke sekolahnya dan diperkenalkan sebagai seorang murid baru.
"Sungmin oppa?" dan saat menunggu itu seseorang memanggil Sungmin, seseorang yang sempat dipikirkannya beberapa hari yang lalu.
"Qiannie?" dan, wanita itu langsung memeluk tubuh Sungmin dengan erat.
"Ya! Kau kemana saja oppa! Aishh, jinjja… bogoshippo!" ucap Song Qian sembari memukuli Sungmin.
"Ahjumma! Jangan memukuli ummanya Adeul!" Sandeul yang kesal melihat Sungmin dipukuli itu pada akhirnya mencubiti kaki Song Qian, ya karena itu yang bisa ia jangkau dengan tubuh mungilnya.
"Akkh, appo… heung? Umma?" setelah sadar anak itu memanggil Sungmin apa, Song Qian melirik bingung dan penuh tanya pada Sungmin.
"Nanti aku ceritakan Qiannie. Sandeullie, jangan nakal sayang. Ahjumma ini teman umma, beri salam sayang." Jawab Sungmin yang menatap delikan mata besar milik Song Qian.
"Umma, ahjumma ini teman umma? Kenapa tadi jahat? Adeul gak suka." Kesal Sandeul dan beralih ke pelukan Kang In. "Halaboji, ahjumma itu jahat." Adu Sandeul pada Kang In.
"Cucu haraboji yang pintar tapi kadang tidak, kalau umma bilang beri salam apa yang harus dilakukan cucu nakal haraboji ini? Kenapa bersikap kasar seperti tadi hm? Itu bukan kelakuan yang baik Sandeullie, ayo minta maaf." Nasihat Kang In, mata Kang In memang terlihat seperti biasa, namun saat itu Sandeul tahu jika Kang In tidak menyukai sifatnya. Maka dari itu Sandeul kembali menghampiri Song Qian untuk meminta maaf dan memperkenalkan dirinya.
"Lee Sandeul, ayo masuk." Dan tak lama tampak Eunhyuk keluar dari kelas untuk membawa masuk Sandeul.
"Ye, ssaem. Umma, halaboji, Adeul masuk dulu. Pai pai~." Pamit Sandeul.
"Qiannie, kenalkan. Ini appa kandungku." Sungmin yang memang belum mengenalkan Kang In pada Song Qian kini mulai mengenalkan mereka berdua.
"Senang pada akhirnya bisa bertemu dengan sahabat Sungmin dulu." Sapa Kang In begitu ia telah berkenalan dengan Song Qian.
"Nde ahjussi, senang juga pada akhirnya ahjussi dan Sungmin oppa bisa berkumpul kembali." Balas Song Qian yang juga tersenyum ramah seperti apa yang dilakukan oleh Kang In.
"Min ah, appa harus pergi sekarang. Asisten appa sudah menjemput, kau pakai saja mobil appa." Ujar Kang In dan memberikan kunci mobilnya pada Sungmin.
"Sudah kubilang 'kan tadi, appa ini merepotkan asisten appa saja." Bibir itu benar-benar merenggut kesal sekarang.
"Kau ini… sudah jangan seperti itu. Sekarang selesaikan masalahmu dengan Song Qian ssi, appa pergi." Pamit Kang In pada kedua orang di hadapannya.
"Oppa… tahu tidak, kalau oppa tadi belum juga mengenalkan aku pada appamu, aku hampir saja ingin memarahimu karena menikah lagi dengan ahjussi-ahjussi. Meskipun tampan 'kan tetap saja ahjussi." Ujar Song Qian dengan cengiran jahilnya.
"Ya! Kau ini…" geram Sungmin dan mulai mengejar Song Qian yang sudah menjauh terlebih dahulu.
"Ayo oppa, kau ku kenalkan pada suamiku. Setelah aku pamit padanya, kita kencan." Ujar Song Qian yang kini menggandeng lengan Sungmin.
"Ya! Setelah itu kau mau aku dihajar suamimu karena membawa istrinya kencan?" sinis Sungmin mendengar ucapan Song Qian tadi.
"Pilih mana, diterkam ibu-ibu penggosip di sekolahan ini atau kencan sekaligus diintrogasi sedikit?" mata Song Qian menatap para ibu-ibu muda ataupun ahjumma-ahjumma yang kini mendelik kesal menatapinya yang menggelayut manja di lengan Sungmin.
"Aku rasa kencan denganmu lebih baik." Ujar Sungmin yang bergidik ngeri melihat tatapan mata yang memandangnya lapar itu.
.
.
.
TBC
.
.
.
Maafin kebiasaan My yang lama banget update nde? #bow
Bener-bener deh, beberapa bulan ini rasanya males banget buat ngapa-ngapain. Chapter ini aja baru dikerjain lagi hari ini, setelah malesnya agak hilang. #digatak
Di chapter ini sama chapter-chapter ke depan My mau buat peningkatan KyuMin momentsnya, hehehe, sadar kok ini ff sedikit banget interaksi tokoh utamanya. Ampun nde? ^^v
Terus di sini My munculin Song Qian lagi, ya selain karena masalah dengan Song Qian belum kelar juga 'kan? Jangan benci ahjumma satu ini ya~ #digataklagi
Dan masalah alur, maaf ya kalau kadang rasanya kecepetan atau malah stak disitu aja. My masih belajar ngembangin cerita ini. #bow
Ah iya, ayo temenan di twitter, ~at~ kirameku_ bagi yang mau berteman mari berteman~ ^^
Nde, Let's enJOY.
Annyeonghigaseyo~
.
