.
Aku mencintaimu, itu adalah kejujuran.
Aku tak bisa berpaling darimu, itu adalah kenyataan.
Aku lemah tanpamu, itu adalah yang terjadi.
Kau adalah segalanya untukku, itulah yang seharusnya.
Karena takdir kita adalah untuk bersatu selamanya.
.
.
.
REALLY?
KyuMin Fanfiction.
Mature Contents. #peace
Romance, Hurt/Comforts.
Boys Love, MPREG, AU? Kemungkinan OOC.
Kyuhyun dan Sungmin adalah milik SparKyu dan Pumpkins.
Just enJOY.
.
.
.
.
.
.
^Normal POV^
.
.
.
"Sudah lama rasanya aku tak melihatmu tertawa, Ming." Ujar Kyuhyun kala itu saat ia melihat kembali tawa renyah Sungmin yang sudah lama tak ia lihat kembali. Tawa yang diakibatkan oleh anak tunggalnya itu. Anak mereka yang sedang asik bermain dengan air, anak mereka yang tertawa bahagia di antara air kolam renang yang membasahinya.
"Anakku memang selalu bisa membuatku tertawa, apa salah?" tanya Sungmin tanpa sekalipun melihat Kyuhyun yang kini sedang duduk di sampingnya.
"Maafkan aku…" ujar Kyuhyun lirih kala mendapatkan reaksi Sungmin yang seperti itu, satu kalimat yang membuat Sungmin terpekur. Kyuhyun, meminta maaf? Dan saat Sungmin memandanginya, Kyuhyun kini malah kembali mengarahkan pandangannya ke arah Lee Sandeul. Memperhatikan anak manis itu yang perlahan berjalan menuju mereka.
"Ayo main itu…" rajuk si kecil sembari salah satu wahana yang jika dinaiki anak kecil harus berpasangan dengan orang dewasa. Rajukan manja itu terang saja membuat Kyuhyun dan Sungmin menyetujuinya, melupakan jika nantinya pakaian mereka akan basah dan melupakan jika mereka tidak membawa pakaian ganti.
Gelak tawa mereka lantunkan begitu mereka meluncur dan menabrak sempurna air yang menjadi tepat landasan mereka.
"Uhuk…" Sungmin yang terbatuk kecil tak luput dari mata kelam Kyuhyun, bergerak menghampiri Sungmin untuk menepuk pelan punggung Sungmin.
Kedua mata itu saling menatap, kembali… saat kedua mata itu saling menatap, mereka seakan masuk ke dunia yang hanya mereka berdua di dalamnya. Tak ada siapapun dan apapun yang akan menghalangi kebahagiaan mereka. Tak ada.
"Kau tahu, aku memang bodoh karena dulu pernah menyia-nyiakan dirimu. Tapi sekarang, tak peduli atas apapun aku akan merebut hatimu kembali, Ming. Saranghanda." Kalimat itu diucapkan Kyuhyun dengan nadanya yang biasa, ya, nadanya yang biasanya membuat pipi Sungmin merona, kupu-kupu imajiner berterbangan di dalam perutnya, membuat Sungmin bahkan meleleh bagai cairan liquid.
"Sandeul ah, ayo naik sekali lagi." ujar Kyuhyun dengan seringaiannya dan membawa Sandeul beserta pelampung mereka untuk kembali menaiki wahana yang tadi mereka naiki. Sedangkan Sungmin? Ia masih melebur~ biarkan sajalah.
"Ahjussi, appaku?" tanya Sandeul dari balik rengkuhan Kyuhyun.
"Kita main berdua saja dulu." Ajak Kyuhyun dan sudah siap untuk kembali meluncur dari ketinggian yang lebih tinggi lagi dibandingkan yang tadi.
.
.
.
"Pakai ini dulu." Ujar Kyuhyun sembari melemparkan sebuah handuk pada Sungmin. Sebenarnya, mereka bisa saja mengambil ataupun membeli pakaian ganti untuk mereka sebelum pergi ke waterpark. Tapi, entahlah, keduanya merasa enggan.
"Anakku?" tanya Sungmin sembari menyelimuti tubuhnya yang kedinginan.
"Sudah tidur, tadi dia kubawa ke kamarku. Tak apa 'kan?" tanya Kyuhyun yang hanya diangguki Sungmin.
Perlahan, Sungmin yang melamun tak menyadari jika dirinya dituntun Kyuhyun untuk memasuki sebuah kamar. Kamar yang penuh dengan kenangan itu, kamar yang menjadi saksi pilu tangisan Sungmin selama ini, dan juga saksi atas kehancuran Kyuhyun kala ditinggal oleh Sungmin. Kamar yang memulai segalanya, kamar yang menyaksikan segalanya.
Dan kini, Sungmin telah duduk dipinggiran ranjang dengan Kyuhyun yang berlutut di hadapannya. Kenangan-kenangan itu seketika menyerebak keluar dan membuat mereka terpaksa mengingat rasa sakit yang pernah mereka alami dulu.
"Aku tahu, dirimu telah kulukai berkali-kali. Namun, kumohon… maafkan kesalahanku itu hyung. Aku hanya… terlalu cemburu melihatmu yang lebih bahagia dengan orang lain sementara denganku kau malah menangis. Dan bahkan di dalam mimpimu kau pun menangis karenaku. Aku akui kesalahan terbesarku adalah menyia-nyiakanmu. Lee Sungmin, maukah kau memaafkan semua kesalahanku padamu? Maukah kau, member kesempatan pada ku sekali lagi untuk saling menyembuhkan luka di hati kita masing-masing? Karena, sampai detik ini aku tak pernah berhenti mencintaimu." Kalimat itu Kyuhyun lontarkan penuh dengan ketulusan dan rasa penyesalan atas apa yang selama ini ia lakukan, menyakiti belahan jiwanya sendiri.
"Kyuhyun ah, sebenarnya dirimu itu yang mana?" pertanyaan Sungmin ini terang saja membuat Kyuhyun tertegun. "Dulu, saat pertama kali kita menjalin hubungan kau sangatlah manis, kita bersikap layaknya pasangan kasmaran lainnya. Tapi, kenapa kau malah berubah drastis semenjak Cho ahjumma meminta kita menikah?" ya, selama ini pertanyaan inilah yang ingin Sungmin tanyakan, sebenarnya apa yang telah terjadi pada Kyuhyunnya? Apa Kyuhyunnya hanya ingin hubungan sesaat sebatas kekasih saja sehingga membuatnya menolak dan bahkan membenci permintaan eommanya untuk menikahinya.
"Aku saat itu hanya merasa kecewa dan marah. Umma memintaku menikahimu yang bahkan saat itu sudah menghilangkan perasaanmu padaku." Ujar Kyuhyun lemah.
"Perasaanku menghilang?" tanya Sungmin tak mengerti.
"Iya, sebulan sebelum kelulusanmu. Saat itu aku mendengar sendiri kau mengatakan pada gadis itu kalau kau hanya menganggapku sebagai saudara. Itu artinya hubungan kekasih tak ada lagi 'kan di antara kita?" kini balik Kyuhyun yang terdengar ragu atas pertanyaannya sendiri.
"Sebulan sebelum kelulusanku?" dan Sungmin kini kembali menggali ingatannya.
"Nde, di belakang taman sekolah kita hyung. Di bawah pohon oak dan di sana… aku juga melihatmu sedang berciuman…" lirih Kyuhyun. Sementara Sungmin hanya bisa menganga saat ia mengingat itu semua.
"Pabo…" lirih Sungmin, entah untuk dirinya ataupun untuk Kyuhyun. "Saat aku mengatakan kau dongsaeng yang paling kucintai, apa kau tak menangkap makna lainnya? Mungkin seperti mengatakan kau adalah saudara yang kusayangi, namun kau tahu pasti hanya kau, dongsaeng yang kucintai. Kau memang lebih muda dariku 'kan? Dan berciuman… seingatku aku tak pernah berciuman dengan siapapun seumur hidupku, kecuali denganmu. Pabo!" geram Sungmin di akhir kalimatnya. Membuat Kyuhyun kembali berpikir, apakah gadis itu mencuri sebuah ciuman dari Sungmin? "Dan lagi, saat itu kau sedang dalam pelatihan olimpiade 'kan Kyuhyun ah? Aku hanya tak ingin konsentrasimu terpecah karena desas-desus yang mereka buat. Ku kira kau mengerti maksudku…" ada sedikit kekecewaan yang terlontar dari ucapan Sungmin itu, kekecewaan yang tak mau Kyuhyun dengar lebih jauh.
"Eummphh…" yang ada hanyalah erangan kenikmatan akan dua bibir yang bersatu itu.
Keduanya larut dalam lumatan hangat yang sejujurnya masih mereka rindukan, amat sangat mereka rindukan. Mengalah akan rasa rindu itu, Sungmin kini membiarkan lidah Kyuhyun menyusup ke dalam mulutnya dan mempermainkan mulutnya habis-habisan di dalam sana. Tangan Sungmin secala naluri kini melingkari kepala Kyuhyun saat Kyuhyun mendesak Sungmin agar terbaring di ranjang. Seakan tak peduli dengan oksigen yang perlahan-lahan menipis, keduanya masih saja saling memagut. Sungmin pun sudah tak ragu lagi untuk membalas lumatan Kyuhyun. Bibir Sungmin memagut bibir atas Kyuhyun. Ia benar-benar sudah di luar kendalinya.
Melepas sebentar tautan itu untuk memagut bagian lainnya. Bibir Kyuhyun kini mengecupi wajah Sungmin penuh rasa cinta dan kekaguman akan wajah yang tak berubah itu. Mengecup lama kening Sungmin, kening indah yang selalu ia sukai itu. Mengecup lembut kedua kelopak mata Sungmin, kedua kelopak mata indah yang selalu saja membuat Kyuhyun nyaman dengan tatapan penuh cinta yang selama ini Sungmin berikan padanya. Berlanjut ke kedua pipi putih merona Sungmin. Pipi putih yang selalu saja membuat Kyuhyun gemas karenanya.
"Sungmin ah… saranghanda." Lirih Kyuhyun, getaran suaranya membuat Sungmin meremang. Kyuhyun menyentuhnya lembut seperti dulu lagi. Seperti dulu sebelum salah paham itu berlangsung.
Tangan nakal Kyuhyun kini memulai aksinya, tangan itu menyusup masuk dan melepaskan pakaian atas Sungmin. Membuatnya kembali memandang tubuh mulus Sungmin. Namun, segaris luka yang membentang di perut bawah Sungmin membuatnya tertegun.
"Ming, luka ini…" Kyuhyun tercekat melihat luka di perut Sungmin. Sementara Sungmin juga turut tercekat kala luka berbentuk garis tipis itu dilihat oleh Kyuhyun. Membuat Sungmin terduduk dan menyingkirkan tubuh Kyuhyun secara tidak langsung dari atas tubuhnya.
"Luka ini…" bingung, tentu saja Sungmin bingung harus menjawab apa mengenai lukanya itu.
"Apa sangat sakit?" pertanyaan Kyuhyun membuat Sungmin menengadah dan memandang mata kelam Kyuhyun yang menyiratkan banyak rasa dari sana.
"Maksudmu?" dan hanya itu yang bisa Sungmin keluarkan.
"Apa melahirkan anak kita sangat menyakitkan?" tangan besar dan hangat milik Kyuhyun yang mengelus pelan perut Sungmin tak ayal membuat Sungmin menangis terlebih lagi setelah lontaran pertanyaan Kyuhyun. Sungmin hanya bisa tergugu sedih kala akhirnya ia mendengar juga pertanyaan itu terlontar dari bibir Kyuhyun. "Maafkan aku, aku tidak tahu kalau kau sedang mengandung saat kita…" sungguh, Kyuhyun tak bisa melanjutkan kata-katanya mengenai perpisahannya dengan Sungmin lima tahun lalu.
"Akhirnya… akhirnya aku mendengar pertanyaan itu juga Kyu… sakit… dulu sangat sakit. Terlebih lagi aku hanya sendiri berjuang untuk melahirkan anak kita Kyu…" di tengah isak tangisnya Sungmin menjawab pertanyaan Kyuhyun itu. Di tengah isak tangisnya ia mengakui jika luka itu dikarenakan ia melahirkan anak mereka.
"Maafkan aku…" Kyuhyun masih saja mengusap pelan perut Sungmin sementara tangannya yang lain menghapus air mata Sungmin yang tak henti mengalir. Merasakan hangatnya tangan Kyuhyun membuat air mata Sungmin mengalir makin deras. Harus ia akui, ia merindu hangatnya tangan Kyuhyun yang membelai wajahnya. Dan ia mendamba tangan Kyuhyun mengelus bekas lukanya.
Sungmin semakin haus akan rasa hangat yang diberikan oleh Kyuhyun, membuatnya merengkuh tubuh Kyuhyun dan membaringkan kepalanya di dada Kyuhyun.
"Aku…" sebenarnya Sungmin ingin sekali menceritakan bagaimana sakitnya ia dulu, Sungmin ingin bertanya bagaimana Kyuhyun bisa tahu perihal anak mereka, Sungmin juga ingin membalas kata-kata cinta Kyuhyun. Jujur, rasa cinta Sungminpun tak pernah terkikis dari dasar hatinya.
"Menangislah Ming, menangislah." Dan hanya itu pula yang bisa Kyuhyun keluarkan, setidaknya dengan begitu Sungmin yang ia yakini selama ini pasti memendam rasa sakit dan tangisannya itu bisa melampiaskannya di dalam rengkuhannya
Untuk beberapa saat yang terdengar hanya tangis Sungmin dan belaian tangan Kyuhyun yang menenangkan Sungmin. Kyuhyun kembali merebahkan tubuh mereka dan menyelimuti tubuh keduanya, sementara isak tangis Sungmin masih saja terdengar.
.
.
.
"Sudah lebih tenang?" tanya Kyuhyun saat isak tangis Sungmin telah berhenti dan mata bening itu menatapinya dengan polos.
"Kyu… bagaimana kau tahu?" setelah mengangguk singkat, Sungmin akhirnya bertanya.
"Pemeriksaan yang dilakukan Eunhyuk hyung. Saat hasilnya keluar, pihak rumah sakit langsung meneleponku. Ah, bukan. Juniorku yang bekerja di sana yang memberitahukanku. Kenapa kau merahasiakannya hm? Sandeul adalah anakku juga. Kau tega sekali membuatku hampir membencinya karena aku berpikir jika anak itu adalah anakmu dengan wanita lain." Dan di akhir kalimatnya itu Kyuhyun memandang Sungmin sedikit kesal.
"Kau tidak bertanya…" balas Sungmin yang tidak menerima ditatap seperti itu oleh Kyuhyun.
"Waktu itu kau 'kan menghindar, Lee Sungmin." Balas Kyuhyun.
"Ehehehehe…" dan tertawa salah tingkah itulah yang dilakukan oleh Sungmin.
"Anak kita… selama ini dia tumbuh seperti apa Ming?" saat melontarkan pertanyaan itu, Kyuhyun menatap lembut Sungmin dan membelai rambut Sungmin.
"Dia anak yang manis sepertiku~." Jawab Sungmin disertai senyuman kelincinya.
"Kau ini…" Kyuhyun yang geram bercampur gemas hanya bisa tersenyum saat senyuman Sungmin bisa ia lihat lagi.
"Sandeullie anak yang pintar. Kurasa dia akan menandingi kejeniusanmu nantinya. Sandeullie, senang sekali belajar. Dan, jangan ajarkan dia untuk bermain games ya Cho." Peringat Sungmin sedikit mendelik menatap Kyuhyun.
"Tidak janji~." Goda Kyuhyun.
"Kyu…" rengut Sungmin yang hanya dibalas senyuman oleh Kyuhyun. "Sandeullie suka makan sayur, dan dia tidak sepertimu. Dia penurut, manis, sedangkan kau? Pembangkang, dan tidak manis." Balas Sungmin dan mengingat kembali Kyuhyun kecil yang dulu tumbuh dan besar bersamanya.
"Ya! Apa-apaan itu!" kesal Kyuhyun dan Sungmin hanya terkekeh. Melihat itu Kyuhyun hanya bisa meredam kekesalannya. "Apa anak kita tumbuh menjadi anak yang sehat?" tanya Kyuhyun lagi.
"Dia sangat sehat, tapi…" mendengar nada bicara Sungmin membuat Kyuhyun sedikit panik. "Dia alergi akut terhadap bulu kucing, Kyu. Aku sangat takut saat melihatnya kesakitan dulu…" dan Kyuhyun kembali menyamankan Sungmin di dalam dekapannya.
"Mulai sekarang kita bersama menjaga anak kita, hm? Bersama-sama menjaga dan merawat Sandeul hingga ia dewasa nanti." Kata-kata penenang itu kembali Kyuhyun lontarkan.
"Anni." Melihat reaksi Sungmin yang menolak ajakannya serta pelukannya membuat Kyuhyun bingung dan sedikit takut. "Kau lupa, aku 'kan sudah punya wanita lain…" goda Sungmin.
"Jadi kau benar-benar sudah memiliki wanita lain Ming? Kau…" Kyuhyun hanya bisa lemas saat kata-kata itu Sungmin lontarkan.
"Bercanda. Lagipula siapa yang mau sih? Duda beranak satu dan terlebih lagi ia yang melahirkan anaknya sendiri." Kerlingan nakal itu benar-benar menyesakkan perasaan Kyuhyun, begitu pula kejantanannya di bawah sana.
"Lee Sungmin, siap-siap dengan kehamilan keduamu." Geram Kyuhyun dan mulai merangsang tubuh indah Sungmin.
.
.
.
"Kyuuuuhh… armmhhh… akhh…" Sungmin benar-benar menikmati sensasi elegi ternikmat yang diberikan Kyuhyun. Tak ada lagi hentakan kasar yang menyiksanya, hanya ada hentakan dalam yang menembus titik kenikmatannya. Tak ada lagi tubuhnya yang menggelepar kesakitan, yang ada hanyalah tubuhnya yang menggelepar untuk dijamah Kyuhyun lebih dalam. Tak ada lagi tangan-tangan kasar Kyuhyun yang menyakitinya, yang ada hanyalah tangan hangat Kyuhyun yang membuat tubuhnya semakin panas merasakan erotisnya percintaan mereka malam itu.
"Minghh…" dan tak ada bentakan kasar serta penolakan ataupun keterdiaman atas rasa sakit, yang ada hanya desahan, geraman meminta lebih serta erangan kenikmatan atas kepuasan batin yang mereka rasakan.
"Kyuhh… eunghh… arrrhhh… sssshhh…" badan Sungmin yang terlonjak makin cepat serta desahan yang tak putus itu membuat Kyuhyun makin bergairah dan ingin sekali meraih kenikmatan teratas dalam percintaannya malam ini.
"Ahh… sshhh… urrmmmh… Kyuhhh… mmmmhhh… ahhh…" dan bibir merah yang melantunkan desahan kenikmatan itu membuat Kyuhyun semakin dalam menghujam kejantanannya di dalam tubuh Sungmin.
Tubuh yang tadinya putih mulus itu, kini berbercak merah dan menggelepar pasrah di bawah kungkungan namja yang menguasai tubuh dan hatinya itu. Bibir merah itu tak henti-hentinya mendesah nikmat, melantunkan lagu terindah untuk didengar keduanya. Muka yang bahkan lebih menggoda dibandingkan jutaan manusia di luar sana, membuat namja di atasnya semakin menggila dan kembali menghentak begitu kuatnya.
"Kyuuuh… ahhh… Kyuuuuuuuhhhhhhhh…" erangan panjang kenimatan dan disertai nama yang telah tersemat begitu jauh di dasar hatinya itu membuat Kyuhyun tak tahan lagi, dan jangan lupakan cengkraman di bawahnya juga turut membuatnya mendesah frustasi ingin segera mencapai kenikmatannya.
"Minghh… ooohhh… aku… ini aahhh… sungguh… oohhhhh…" dan mereka mencapai kenikmatan teratas dengan selang waktu bersamaan.
"Saranghae…" ucap Kyuhyun dan mengecup bibir Sungmin yang telah membengkak akibat ulahnya sedari tadi.
"Nado saranghae Kyu… jeongmal jinjja saranghae…" balas Sungmin dan menyamankan badannya di dalam pelukan Kyuhyun yang telah berbaring di sampingnya.
"Ming, besok aku akan menyelesaikan semuanya. Dan aku ingin anak kita memakai nama keluargaku. Benar kata anak itu, Cho Sandeul lebih terdengar keren." Dan kata-kata Kyuhyun hanya diangguki setuju oleh Sungmin yang badannya begitu lelah, ia akan tidur nyenyak. Sangat nyenyak dan bahagia di dalam dekapan hangat Kyuhyun. Kyuhyun yang dicintai dan mencintainya, benar-benar mencintainya.
.
.
.
TBC
.
.
.
Modudeul, annyeong~
Lama sekali ya My gak update. Jwaesonghamnida. Benar-benar gak bisa update beberapa bulan belakangan ini, mohon dimengerti ya.
Sekarang udah update, bagaimana menurut kalian? Ada yang baca gak yaa? *giggles*
Just enJOY!
.
