Colour The Sakura

Warna Sakura hijau muda– Taehyung

Author : Nana or Diana032

Cast :

KimTaehyung or V

Park Jimin

Min Yoon Gi

Jung Hoseok

Jeon Jungkook as Park Jungkook

Pair(s) : V x Jimin, Jhope x suga

Warning (s) : Yaoi, typos bertebar ria, Gaje, abal de le le (anggap mereka seumur dan Jk sunbae mereka tingkat ahkir *dilindes*)

./

./

* Happy Reading *

Didalam sebuah kamar terlihat namja mungil yang menaikki ranjang hyungnya. Dengan pelahan ia merunduk seraya menahan berat tubuhnya dengan susah payah, lalu tangan berusaha mengambil sesuatu di wajah Hyung yang terlelap dialam mimpi.

"ugh sedikit lagi"gumam Jimin mengapai kacamata diwajah Hyungnya. "kenapa dia lupa terus melepaskan kacamatanya saat hendak tidur, nanti rusak lagi"omel Jimin pelan takut mengusik Hyungnya, jari masih mencoba berkali kali mengapai kacamata di wajah kakaknya dengan hati hati.

"ada apa Minnie?"tanya Hyungnya serak membuat Jimin terkejut. Badannya yang linglung langsung jatuh menghimpit ke tubuh Hyungnya hingga tangganya mengenai kacamata yang di coba selamatkan terhimpit oleh badannya, jadi dari tadi rusak juga.

"TIDAK"pekiknya histeris, sedangkan hyungnya hanya mengerjap ngerjapkan matanya

.

"hyungie, dengar minnie! Jangan lagi tidur menggunakan kacamata"tukas Jimin sebal. Tangan tetap fokus mengoleskan selai srikaya di roti tawarnya hingga merata semua. Kini mereka berdua sedang menikmati serapan pagi, sedangkan kedua orang tuanya sudah duluan pergi berangkat kerja.

"tapi kan, kau sendiri yang merusak Jimin"sanggah Hyungnya sambil memakan roti tawar yang tanpa selai, karena tak bisa melihat ia memilih tanpa selai saja.

"tak apa, nanti Minnie akan berbicara dengan Taetae mungkin saja ia mempunyai kenalan dibidang optik dan membantu kacamata ini"

'uhuk' Jungkook tiba tiba terbatuk karena ucapan dongsaengnya, batuk tersebut membuat matanya berair sedikit. "kau sering menyebut nama itu, sejak kau masuk JHS kayak orang pacaran saja"tanggap Jungkook tenang sambil meminum susu cokelat, untuk menglegakan tenggorokannya akibat terbatuk saking terkejutnya .

Sedangkan Jimin yang jadi lawan bicaranya hanya diam seribu kata dengan pipi chubby yang terhias warna merona. 'pacaran?'ulangnya didalam hati yang berdebar debar aneh. Entah mengapa ia membayangkan dia dengan Taehyung jalan berdua sambil bergandengan tangan lalu badan yang minim jarak hingga- cukup Jimin tidak kuat lagi membayangkan lebih jauh. Jungkook hanya berusaha melihat reaksi dongsaengnya yang tingkahnya terlihat imut walaupun sedang salting.

'siapa itu Taehyung?'tanya Jungkook dalam hati ingin tahu

.

"huft"hembus Jimin kesekian kalinya.

Puk

Hingga ujung buku mendarat di kepalanya pelan, namun Jimin tak kunjung menunjukkan respon balasan.

"ada apa Minnie?"tanya sang pelaku yang sedari tadi melihat Jimin gelisah dibangkunya. "tadi pagi aku merusakkan kacamata, Hyungie! Apa yang harus aku lakukan tae?"celotehnya panjang lebar seraya bibir cemberut, dan dengan muka tertekuk .

Taehyung mendaratkan tangannya diatas surai kemerahan Jimin, mengisyaratkan Jimin tenang. "gwhecana"ujarnya lalu tangannya mengelus surai lembut Jimin. Jimin menjatuhkan kepalanya diatas meja lagi.

Sret

"pagi!"sambut seorang namja menyengir panjang.

"pagi hoseok-ssi"balas Taehyung yang tak beranjak dari depan Jimin. "apa kau melihat Yoongi?"tanya sambil memasukki kelas. "tadi ia dipanggil keruang osis, katanya acara festival begitu"jelas Taehyung seadanya. "oh, pagi Minnie"ujarnya melirik Jimin yang tak semangat dibangkunya.

"apa yang harus ku lakukan?"erang Jimin frustasi. Sedangkan hoseok memandang temannya itu bingung.

Sret

"pagi semua"sapa Yoongi memasukki kelas lalu menutup pintu itu lagi. "oh ya, Jimin-ah kau disuruh hyungmu mengikuti kelas tambahan!"ujarnya memperingati Jimin. Jimin menegakkan tubuhnya tak semangat, lalu pundaknya ditepuk pelan oleh hoseok. Bermaksud memberi semangat.

"satu gugur, ada yang ingin menyalonkan jadi panitia di festival musim gugur?"tanya menatap dua namja yang tersisa. "kurasa perutku dalam keadaan tak baik, ku pergi dulu ya"ujar hoseok langsung kabur melarikan diri.

"Taehyung-ssi?"tanya sambil menatap tajam.

"baiklah"pasrah Taehyung yang diseret yoongi keluar kelas. "kau tahu, si ketua osis kita adalah Hyungnya Jimin loh!"bisik yoongi dikoridor

Glup

Dengan kasar Taehyung menelan ludahnya.

...bayangan Taehyung...

Apa yang kau lakukan dengan adikku, huh? Dasar namja aneh jangan dekat adik ku lagi! Awas kau, tak akan kubiarkan kau hidup bahagia huahahaha

...

Taehyung segera mengelengkan kepalanya membuyarkan khayalnya tentang Hyungnya Jimin.

Sret

Dengan gugup bercapur Canggung ia melangkah kakinya mengikuti Yoongi yang jalan duluan.

Setelah beberapa menit, ketua osisnya pun memasukki ruangan. Taehyung segera menoleh ke pintu.

Wajahnya terlihat imut tapi kenapa juga terlihat garang. Tanpa sadar Taehyung menelan ludah kasar.

"terima kasih atas semuanya telah mau hadir dirapat ini"ujar Jungkook membuka rapat tersebut. "seperti yang kalian ketahui, sekolah kita akan ditutup mulai tahun depan. Jadi, dana pemasukkan sekolah ini akan kurang untuk .. bla bla bla"

Taehyung mencoba melawan rasa kantuknya, kalau ia tertidur didepan Hyung Jimin apakah hubungan dia dengan Jimin akan kandas?

"jadi ada pertanyaan? Atau ada saran?"tanya Jungkook yang menatap sekitarnya. Sebenarnya Jungkook sangat susah melihat orang yang jaraknya jauh, dia penderita rabun jauh.

"baiklah kita tutup rapat ini-"

"anu, ketua Taehyung ada permintaan"ujar yoongi berdiri dari duduknya.

"nde?"

"b-bagaimana j-jika.."ujar Taehyung terbata bata didepan Jungkook. Entah mengapa pandangan Jungkook ke dirinya sangat tajam, padahal Jungkook sedang mencoba melihat Taehyung dengan jelas karena bayangan Taehyung dimata Jungkook kabur akibat tanpa kacamata.

"ikuti kataku,berikan adikmu padaku"bisik Yoongi usil tepat ditelinga Taehyung.

"..berikan adikmu padaku"seru Taehyung langsung mengiyakan bisikkan yoongi.

Hening

'APA YANG KUBILANG BARUSAN?'batin Taehyung shock mecenarkan perkataan yang telontar dari mulutnya barusan. Lalu ia mendelik kearah Yoongi dengan muka merona padam sedangkan Yoongi terkekeh.

"a-ah tidak perlu dihiraukan yang tadi ketua, tadi pikiran saya kemana mana jadi se-kali lagi mohon maafkan saya"ralat Taehyung cepat sambil mengibaskan kedua tangannya dipipi yang sudah memerah bak kepiting rebus lalu menundukkan badan beberapa kali.

Taehyung mencuri pandangan ke Jungkook, yang menatapnya tajam. Dalam hati Jungkook bingung dengan Hobaenya yang berbicara ini.

'MATI AKU'batin Taehyung

.

Setelah rapat itu selesai Taehyung langsung pergi meninggalkan ruangan osis, tanpa sepata kata apapun.

"anu, kau sekelas dengan orang yang tadi bukan?"tanya Jungkook ke Yoongi. "siapa namanya?"tanya lebih lanjut.

Yoongi langsung membeku

"ah-tadi itu. yah, cuman main main saja ah ketua maafkan kami"ujar yoongi cepat takut Taehyung akan dihabisi ketua osis mereka karena dengan lancang berbicara seperti itu.

"tak apa, aku hanya ingin tahu" akirnya Yoongi mengangguk pasrah lalu membenarkan letak buku dipelukkannya.

"namanya Kim Taehyung atau Taetae panggilan akrabnya, dia sekelas dengaku kelas XA"jelas Yoongi pelan tak berani memandang sang ketua osis atau Jungkook. Sedangkan Jungkook mengangguk singkat dan santai seperti tak menunjukkan ekpresi ingin membunuh membuat Yoongi sedikit merasa lega, "apakah saya boleh pergi?"tanya Yoongi menatap Jungkook

"silahkan"ujar Jungkook mempersilahkan. Ia pun mengulang nama namja tadi hingga

Bruk

Buku jatuh ditangannya, ketika otak mengingat sesuatu berhubungan dengan namja tadi

"dia namja yang sering disebut JiMin!"pekiknya heboh kemenit selanjunya.

.

Skip

.

Teng tong

Jimin yang berada didalam kamar, langsung berlari kearah pintu. Ia segera memutar kenop pintu itu

"Taetae!"pekiknya langsung memeluk tubuh kurus Taehyung. Taehyung tersenyum melihat tingkah Jimin seperti anak anak. "kenapa Tae kesini?kenapa tidak memberitahuku"ujarnya merajuk

"mian, minnie-ah. ini eommaku memberi sebungkus teh hijau untuk Hyungmu dan oh ya, ini kacamata hyungmu sudah selesai"ujar Taehyung tersenyum sambil menyerahkan apa yang ia bawa ke Jimin. Jimin mengambil bungkusan dua tersebut lalu berjalan menuju kamar Hyungnya, yang berada tak jauh dari pintu masuk.

"Hyung! Ini kacamatamu sudah selesai dan Hyung mau teh hijau ini dari eomma Tae"ujar jimin didepan pintu kamar Jungkook. "nde, letak saja dimeja ruang makan hyung akan kesana"teriak Jungkook dari dalam.

"jangan nyasar ya Hyung"ujar Jimin memperingatkan Jungkook, Jungkook sering nyasar jika tak memakai kacamata, disekolah tadi untung ada temannya yang baik hati yang mau menolongnya.

Jimin berjalan menuju dapur lalu dengan secepat kilat ia kembali ketempat Taehyung yang tak beranjak dari pintu masuk rumah keluarga Park.

"tae, ayo kekamarku! Aku ada kaset ps terbaru loh"celotehnya riang membuat Taehyung tersenyum geli melihat Jimin seperti anak kecil sungguhan, entah mengapa Jimin banyak sekali mengambar warna didalam hidupnya Taehyung berterima kasih dengan Tuhan karena itu. tangan Jimin memegang tangan panjang Taehyung terasa menenangkan.

.

.

Jungkook memandang langit langit kamarnya bimbang, "kayak mana muka orang bernama Taehyung,. Keluar atau tidak ya untuk melihatnya ? ah,molla!"erangnya frustasi.

Jungkook sebenarnya ingin tahu orang yang sering disebut adiknya namun ia canggung dan gugup.

.

"Minnie, apa Hyungmu ada dirumah?"tanya Taehyung memasukki kamar Jimin. Jimin mengangguk ringan.

"memangnya ada apa?"tanya Jimin balik ke Taehyung. Taehyung mengelengkan kepalanya langsung mengambil stick ps yang disebelah Jimin berada.

Setelah 15 menit lamanya.

"aku lapar"ujar Jimin langsung membaringkan tubuhnya diatas karpet. "aku juga"timpal Taehyung disebelahnya, jimin langsung menegak tubuhnya. "tunggu sebentar ya"ujar lalu menghilang setelah pintu tertutup.

.

"Tae tae! Taraa"ujar Jimin memperlihat kue kering. Taehyung mendengarkan teriakkan heboh Jimin langsung bangkit dan melirik Jimin yang berjalan mendekat.

"lihat lihat! Kue keringnya cantik bukan? Ini hasil karyaku dengan Hyung kemarin"ujar memamerkan toples berisi kue kue kering yang diberi krim warna warni.

"hm, yang agak gosong ini punyamu ya, Minnie?"ujar Taehyung menggoda Jimin. "bukan! Itu punya Hyungku!"seru Jimin tak terima diremehkan. "really?"ujar Taehyung menaik turunkan alisnya.

"nde! Kalau tak mau tak usah makan, padahal ini enak loh"ujar Jimin duduk sambil memeluk toples itu. Taehyung terkekeh lagi dibuatnya. Taehyung sangat menyukai ekpresi Jimin merajuk, berceloteh ceria dan apapun yang ada di diri Jimin.

"Jimin"panggilnya ke namja mungil yang lagi makan membelakanginya. "apa?"jawab Namja itu ketus.

Sret

Cup

Jimin melebarkan kelopak matanya ketika Taehyung mengencup bibirnya, tidak ciuman sekedar kecupan singkat. "manis"komentar Taehyung menjilat bibir bawahnya. Kini jimin yang dibawah Taehyung jadi merona padam karena efek tiba tiba dari Taehyung, "kan sudah ku bilang!"ujarnya.

Ceklek

"perm- ah maaf"ujar Jungkook langsung keluar lagi ketika melihat posisi Vmin yang mesra :v.

Taehyung langsung menegakkan badannya lalu menatap Jimin yang juga menatapnya, serempak mereka memalingkan wajah.

"kalau kalian haus, jusnya Hyung letakkan disini ya"teriak Jungkook disebalik pintu kamar Jimin. Setelah meletakkan nampan, ia langsung berlari kedalam kamarnya.

.

.

"hari ini kita ditugaskan membersihkan kolam renang"ujar Yoongi melihat ke kolam berenang lalu berbalik badan. "yang lain mana ?"tanya melihat yang mengikutinya, hanya Jimin, Taehyung, hoseok, seokjin dan beberapa namja. "ketua! para Yeoja tak mau membersihkan kolam berenang"lapor seorang berbadan gendut.

"tak apa, mereka tak tahu bahwa dengan mengepel kolam renang sambil lari akan melangsingkan badan loh, ayo kita buktikan!"provokasi yoongi semangat membuat seluruh siswa namja semangat.

"os"seru mereka serempak dengan semangat yang berkoar koar. Jimin hanya berdiri melihat teman sekelasnya termakan omongan gaje nya yoongi, lalu berlari kesana kemari layaknya gosok'an.

"aku tak gendut"sanggahnya tak terima anggapan Yoongi. Tiba tiba kain pel mengarah kearahnya membuat Jimin melirik takut takut. Sang pelaku menatap tajam kearah Jimin lalu berucap menakukat "kalau tak mau kau harus membersihkan gudang tempat penyimpanan peralatan berenang" membuat Jimin mengangguk pasrah, ia pikir mungkin Yoongi sedang dalam masa PMS. Taehyung yang melihat itu segera mendekat kearah Yoongi berniat membujuk yang lain saja yang membersihkan ,

"kurasa a-"

"kau juga!"printah yoongi membuat Taehyung berhenti, tanpa sadar tubuhnya berbalik segera menyusul Jimin ke gudang penyimpanan alat alat renang.

'ada apa dengan gula itu'tanya Taehyung dalam hati

.

At gudang

.

"huh, disini banyak debu"keluh Jimin mengunakan kemocengnya membersihkan debu di lemari, "hei, Jimin bantu aku jebal"panggil Taehyung ke Jimin membuat Jimin menoleh lalu mendekat kearah Taehyung.

"naik kepundakku lalu buka jendela itu ya"ujarnya sambil membungkukan badannya agar Jimin mudah menaikkinya. Dengan ragu ragu ia menaikki pundak Taehyung, entah mengapa Jantungnya berdegup kencang saatt menyentuh bahu Taehyung.

"ugh"

Tangan Jimin sedang berusaha membuka jendela, sedangkan Taehyung berusaha menahan tubuhnya agar tak jatuh dari bahunya.

"Tae, Lihat!"seru Jimin membuat Taehyung mengadahkan kepalanya keatas kearah Jimin. Matanya terpana melihat kelopak sakura berterbangan indah dihembus angin yang memasukki jendela yag dibuka Jimin.

"bukankah ini musim summer? Tanya bingung mengingat ini musim panas. "iya. sebenarnya kelopak itu imitasi, tae"ujar Jimin turun dari pundak Taehyung. "pasti kelas tiga membuat ini, agar jika ada yang membersihkan gudang menjadi menarik dan menyenangkan"ujar Jimin melihat sekelilingnya yang bertebaran kelopak imtitasi akibat hembusan angin yang masuk lewat jendela. Jimin jadi merona sendiri mengingat ia dan Taehyung pertama kali ciuman saat kelopak bunga musim Autumn tahun lalu.

Banyak sekali berterbangan kelopak sakura, hingga satu kelopak hinggap di hidung Jimin.

"Jiminnie"panggil Taehyung membuat Jimin beralih memfokuskan pandangannya ke Taehyung. Taehyung mendekatkan dirinya keJimin, membuat Jimin merona tapi ia pasrah. Semakin dekat, Jimin pun menutup matanya memasang ekpresi siap dicium.

"sudah"ujar Taehyung membuat Jimin membuka matanya. Muka Jimin merona padam karena Taehyung tak menciumnya "ada salah satu dari mereka menghampiri hidungmu, Minnie"ujar Taehyung tersenyum lembut.

"huh!"dengus Jimin membalikkan badannya membelakangi Taehyung. Taehyung menatapnya tak mengerti.

'tampaknya aku membuat Jiminnie marah'batin Taehyung. "anu, minnie ada satu lagi di wajahmu"ujarnya lagi namun Jimin tak membalikkan badannya. "katakan dimana"ketus Jimin sambil mendekap tangannya didada.

"disini"langsung menarik tangan Jimin membuat Jimin menoleh dengan cepat ia mendaratkan bibirnya tepat dibibir plum Jimin. Jimin tersentak namun menikmati ciumannya dengan Taehyung. Lembut dan menyenangkan.

'uh rasanya ingin menghentikan waktu saja'batin Jimin dan Taehyung dalam hatinya, menikmati ciuman mereka.

.

.

TBC

A/N : yo-halo readernim maaf ya lama :3 *dilempar tomat*

maaf ya kalau logat bahasa indonesia nana kurang bagus T.T hontou no gomene tapi akan nana usahai jadi lebih bagus deh next chapter

oky, see you :* and thanks for fav/follow/ apalagi yang mereview *bow*