Colour The Sakura

Rencana yang asam – Jimin

Author : Nana or Diana032

Cast :

KimTaehyung or V

Park Jimin

Min Yoon Gi

Jung Hoseok

Jeon Jungkook as Park Jungkook

Pair(s) : V x Jimin, Jhope x suga

Warning (s) : Yaoi, typos bertebar ria, Gaje, abal de le le (anggap mereka seumur dan Jk sunbae mereka tingkat ahkir *dilindes*)

./

./

* Happy Reading *

Terlihat dikelas yang sepi dua namja, yang dimana namja yang lebih tinggi memojokkan yang lebih mungil sambil berciuman mesra, bahkan suaranya cukup terdengaran akibat ruangan kelas sepi dan hening.

Puk

Buku mendarat di kepala Taehyung, membuat Taehyung melepaskan pagutannya. "sudah kukatakan Taehyungie, jangan lama lama! Nanti ada yang melihat bagaimana"ujarnya dengan ahkir diperkecil intonasinnya.

"apakah tae sudah lupa insiden yang terjadi didalam kamarku? Kau tahu mati matian aku membuat Jungkook hyung percaya bahwa itu hanya kecelakaan, namun besoknya ia selalu menanyakaku pertanyaan yang sama yaitu apakah yang kulakukan denganmu hari ini sambil meminum tehnya. Sungguh menyebalkan"celoteh Jimin sambil menepuk buntutnya bermaksud membersihkan celananya dari debu lantai.

"teh yang kubawa bukan?"tanya Taehyung memiringkan kepalanya.

"bukan itu intinya, tae!" lalu Jimin memijit kepalanya, tanpa ambil pusing ia pergi meninggalkan Taehyung. "tunggu Jimin!"teriak Taehyung melihat Jimin sudah sampai dipintu kelas. "jangan tinggalkan aku!"

.

Kebesokkan harinya, terlihat Jungkook menelusuri lorong sendiri. Ia memeluk erat buku panduan belajarnya, sambil melihat orang yang melaluinya. Sorot matanya berubah ketika ia melihat kelas satu yang sering hadir dirapat osis yang sekelas dengan Taehyung dan Jimin. Min Yoongi

"tunggu!"serunya membuat dua namja itu menoleh kebelakang. Mereka pun menatap canggung ke arah Jungkook.

"ada apa ya, ketua?"tanya Hoseok terbata bata. Jungkook mengatur nafasnya karena ia berlari lari hanya mengejar mereka. "Min Yoongikan?"ujar meminta konfir dengan Namja putih didepannya. "benar sunbae"

Kini matanya beralih menatap hoseok yang hampir kabur

"dan kau, horse?"duganya mengingat ingat nama teman dongsaengnya. "bukan sunbae, hoseok. Jung Hoseok, sunbae"lurus Hoseok.

"maaf,ya"ujar Jungkook merasa bersalah. Yoongi terkikik mendengar gelar baru hoseok, "horse"godanya "ya, hentikan"kesal Hoseok mencubit lengan Yoongi.

"bisakah aku meminta tolong?"ujar Jungkook sambil memelas, sedangkan kedua hobaenya menatap Jungkook tercengang. Ketua osis meminta bantuannya ? itu kejadian sangat langka kau tahu

"bisakah kalian menguntit dan menuliskan kejadian aneh yang dilakukan Taehyung dan Jimin ya?"pinta melanjuti perkataanya tanpa memperdulikan reaksi Hoseok dan Yoongi.

"aneh? Hm..benar mereka berdua selalu bergandengan tangan"ujar Hoseok mengingat vmin couple yang biasa mereka lakukan. Jungkook membulatkan matanya, "ber-bergandengan tangan?"ujar Jungkook terbata bata saking shocknya. "pokoknya catat ya! Aku harus pergi"ujar Jungkook cepat meninggalkan Hoseok dan Yoongi disana. "ayo, horse kita lakukan!"seru Yoongi bersemangat.

"tolonglah namaku bukan horse!"teriak hoseok menggema dikoridor.

.

"Yoongi, hoseok!"sapa Jimin yang duduk bersebelahan dengan Taehyung. Hoseok memerhatikan Taehyung intens lalu mencatat dibuku penelitiannya.

Taehyung mempunyai senyuman yang aneh

"apa ada tugas?"tanya Yoongi berpura pura menjadi biasa didepan Vmin couple. "hm, tidak kok kami sedang menikmati bekal bersama. Mau?"tawar Jimin tersenyum memperlihatkan bekalnya.

"tidak terima kasih Minnie, kami akan makan dibangku kami saja"ujar Hoseok di anggukki oleh Yoongi kaku. "oh, baiklah. Kami makan duluan ya"

Hoseok dan yoongi duduk sambil melirik Vmin couple yang tak jauh dari mereka berdua. Hingga perhatian mereka terpusat ke Jimin, saat merlihat bibir Jimin berimah roti. "kalau mereka pacaran, pasti Taehyung akan menjilat itu"tanggap Hoseok mesum dibalas anggukkan dengan Yoongi. Namun, Taehyung mengelap sudut bibir Jimin yang berimah dengan sapu tangan.

Taehyung merawatnya dan menjaga satu sama lain

Itulah kalimat yang dibuat hoseok dibukunya, setelah menyimpulkan kegiatan Vmin tadi. Sedangkan Taehyung, memakan rimah roti yang berada dilap tangan tersebut membuat Jimin merona parah.

.

Kini, sepuluh A sedang menikmati jam istirahat kedua. Terlihat Jimin menjatuhkan dirinya diatas meja belajarnya.

"ah, cuacanya panas sekali"komentarnya terhadap kondisi cuaca. "Jimin-ah, apa kau mau menemaniku ke mini market didepan sekolah, untuk membeli ice cream?"tanya Seokjin menawarkan ke Jimin dibalas gelengan malas. Taehyung berjalan mendekati mereka berdua, "hei-"

"Taehyungie~ belikan Minnie ice cream, jebaaaalyo~"ujar memelas dengan pipi gembilnya jangan lupa tangan mengatup didepan dadanya sambil mengadah kearah Taehyung. Taehyung yang melihatnya langsung membuang wajahnya, karena merona melihat penampilan Jimin barusan yang begitu maniiiiss.

"b-baiklah, aku mau"ujarnya membuat mata Jimin berbinar binar, "jinjja?"tanya memastikan walau terdengar penuh harap.

"nde"

"ayo, Taehyung-ah temani aku"ujar Seokjin menyeret Taehyung keluar kelas.

Tak jauh dari mereka terlihat Yoongi dan hoseok yang memerhatikan interaksi kedua mahkluk tadi, "ayo hoseokkie, kita ikuti!"titah Yoongi menyeret hoseok keluar kelas.

"hei, hari ini sanngat panas. Aku merasa jadi hitam sebentar lagi"keluh hoseok sambil melihat kiri dan kanan memastikan mobil tak ada yang lewat dan aman untuk menyebrang. "aku juga mau ice cream,bodoh"ujar ketusnya. "kalau kita di mini market kita bisa minta Taehyung bayarkan dengan alasan lupa bawa dompet, huehehe"ujar setelah itu. 'dasar jahat'batin hoseok.

At mini market

Hoseok dan Yoongi berhenti melihat Taehyung berhenti didepan kumpulan boneka kucing yang imut dan menggemaskan.

"apakah dia akan membelinya untuk Jimin?"tanya hoseok berbisik. Yoongi menggelengkan kepalanya tak tahu.

Setelah beberapa detik Taehyung pergi meninggalkan area boneka ke area penjual ice cream. Hoseok dan Yoongi saling berpandangan. "bearti tak boleh memanjakan pasangan ya"tanggap Yoongi, hoseok pun segera menulis kesimpulan itu kedalam laporannya

Jangan terlalu memanjakannya

'hue uangku tak cukup padahal Jimin pasti menyukainya'keluh Taehyung yang sebenarnya ingin membeli boneka itu ke Jimin.

Kini Taehyung sedang memilih ice cream yang akan dibelikan untuk Jimin. Sedangkan Hoseok dan yoongi mengikuti dari belakang.

"sepertinya ia tahu kesukaan Jimin tanpa menanyakan Jimin"bisik Hoseok ke Yoongi. "iya"balas Yoongi masih tertuju ke Taehyung.

"gawat dia akan pergi!"ujar berlari kencang ke boks ice cream "paling mahal dan enak"ujar memilih cepat lalu ke meja casier. "ini kembaliannya, terima kasih"ujar pelayan itu menunduk hormat. Sedangkan Yoongi baru tiba 'ya tak dapat ice cream gratis'keluhnya yang ahkir mengeluarkan uang sendiri.

.

"Minnie aku kembali!"teriak Taehyung membuka pintu kelas.

Deg

"Jiminnie kau sangat ringan ya"ujar Namjoon memangku Jimin. "namjoon kuat sekali~"puji Jimin.

"Jimin-ah"panggil Taehyung seakan harapannya telah putus asa, lalu sekeliling menguar aura tidak mengenakan

"Taehyung-ah ice cream nanti mencair"teriak hoseok.

Tiba tiba timbul sebuah meja wasit dan pembawa acara seperti dalam pertarungan Tinju. "iya bung, Taehyung terlihat kesal. apakah ia akan berlari pulang sambil menangis?"teriak Yoongi memprovokasi Taehyung.

"olahraga macam apa ini"komentar wasit hoseok.

Taehyung menarik bangku lalu menepuk pahanya "Jiminnie, ayo kesini biar Tae pangku"ajak Taehyung.

"ini dia serangan balik dari Taehyung"seru Yoongi bersemangat.

"tidak mau namjoon lebih enak"ujar Jimin memegang pundak Namjoon. Taehyung menganga mendengar omongan Jimin, ia lalu memperlihatkan ice cream yang ia beli ke Jimin. "lalu bagaimana ice creammu?"tanya mengoyangkan bungkusan ice cream.

"'Dan sekarang Taehyung memancingnya dengan ice cream bung!"seru Yoongi mengepalkan tangannya semangat. Jimin menoleh kearah ice cream tersebut. "dia mulai bimbang!"

Taehyung memberi senyuman ke Jimin namun Jimin mengalihkan wajahnya cepat. "namun gagal, kesalahan yang fatal sekali"seru Yoongi kecewa.

"kenapa Jimin tak mau duduk dipangkuan tae, aku akan memakin ice cream ini sendiri"teriaknya mengangkat bungkus ice cream itu. "Dan sekarang Taehyung mengancam dengan akan memakan ice cream itu sendiri!"teriak bersemangat. Lalu Taehyung beranjak dengan cepat Jimin turun lalu memeluk Taehyung dari belakang. "dengan begitu pertandingan selesai, jatuh dengan mudah"ujar Yoongi menutup acara absurd itu. hoseok mengangguk angguk kepalanya sambil menulis apa yang disimpulkan yoongi tersebut.

Taehyung akan memancing orang dengan ice cream agar duduk dipangkuannya.

Meskipun tak berguna, ia akan memakan ice cream itu sendiri dan jatuh dengan mudah

Hoseok dan Yoongi pun mengangguk lalu berdiri meninggalkan ruangan kelas yang absurd itu.

Kini terlihat Jungkook memandang siswa yang berlalu lalang didepannya sambil menunggu Yoongi dan hoseok. Ia tersenyum melihat hoseok datang menujunya.

"Horse, apakah Yoongi tak pergi bersamamu?"tanya bingung. "dia ada dibelakang mu, ketua"ujar Hoseok.

Jungkook menoleh namun dengan cepat Yoongi berpindah kebelakang Jungkook hingga tak terlihat. Ia cekikikan melihat Jungkook yang mulai bingung, "dia dimana ? padahal aku bisa mendengar suaranya"ujar Jungkook mulai aneh dan takut.

"sudah kubilang ia berada dibelakangmu, sunbae. Dan horse itu ku tak tahu ia dimana!"teriak hoseok kesal.

Ahkir Yoongi memperlihat dirinya, dan tidak mempermainkan Jungkook lagi. Sedang Jungkook mengelus dadanya lega.

"ah, iya sunbae ini catatan sejauh ini"ujar Hoseok menyerahkan laporannya. Jungkook menerimanya dengan hati berdebar, lalu membukanya.

Taehyung mempunyai senyuman yang aneh. Taehyung merawatnya dan menjaga satu sama lain dan Jangan terlalu memanjakannya.

Jungkook mengerutkan keningnya lalu memilih melanjutkan bacaannya.

Taehyung akan memancing orang dengan ice cream agar duduk dipangkuannya.

Meskipun tak berguna, ia akan memakan ice cream itu sendiri dan jatuh dengan mudah

Jungkook semakin bingung laporan yang ditulis hoseok, lalu mengembalikan buku itu ke hoseok. "ini tidak berguna"komentarnya.

"EH?"seru Hoseok terkejut.

"semua ini tak memberiku apapun!"seru Jungkook tak terima. "bagiku itu sudah memberitahu banyak"bisik Yoongi.

.

Setelah jam pelajaran terahkir, Taehyung tak beranjak dari bangkunya. Ia menjatuhkan badan atasnya kemeja sambil menatap jendela, sedangkan Jimin tetap setia menunggunya. Jimin ahkir bertanya

"Taehyung, apakah kau tak ingin pulang?"tanya menatap Taehyung.

"Jiminnie tak mau duduk dipangkuanku seberapa kaliku meminta"ujarnya. Ternyata Taehyung merajuk akan hal tadi. "aku tak akan pulang bersamamu"lanjutnya.

Jiminpun berjalan mendekat Taehyung. Setelah dekat ia memaksa Taehyung menegakkan badannya lalu mendudukkan diri diatas paha Taehyung.

"kenapa kau duduk menghadapku?"tanya Taehyung mengangkat alisnya bingung."sudah jelas, bukan"ujar singkat lalu menjatuhkan kecupan dibibir Taehyung. Taehyung memandang Jimin berbinar binar, sedangkan Jimin membuang wajahnya yang merona. Taehyung tidak puas pun memegangkan dagu Jimin lalu mempertemukan kedua bibir itu lagi disebuah ciuman yng lebih menuntut.

"eungh.."desah Jimin lolos, hingga Taehyung melepaskan ciumannya. Beralih menjatuhkan kecupan ringan dipipi chubby Jimin yang merona. "ah, kakiku kram"ujar Taehyung

"ayo pulang"ajak Jimin untuk kesekian kalinya lalu menurunkan badannya dari pangkuan Taehyung.

Taehyung langsung menganggukkan kepalanya setuju, sambil memberi Jimin senyuman.

.

Dimalam harinya, Namjoon mengundang Jimin, Taehyung, Seokjin., Yoongi, berserta Hoseok untuk datang ketaman Namjoon dan Yoongi membuat rencana membakar kembang api. Mereka menyetujui undangannya.

Kini terlihat, Jimin dan Taehyung berjalan beriringan menuju taman yang dijanjikan. "Taehyung, cepatlah"seru Jimin yang begitu bersemangat.

"nde"sahut Taehyung dari belakang.

Ahkir mereka melihat dua orang dipersimpangan. "Yo-halo!"sapa hoseok bersemangat.

"hai, hoseok-ah"sapa Taehyung dan Jimin serempak. Jimin menoleh mendapatkan seokjin disampingnya "seokjinnie tidak datang bersama Namjoonie ya?"tanya Jimin ke Seokjin.

Seokjin mengeleng "tidak. Dia sudah pergi 2 jam yang lalu sambil membawa banyak barang ditasnya, lalu tak sengaja aku melihat seperti rambut"ujar seokjin. Sedangkan Jimin dan hoseok mulai deg degan

"ah, lihat bukan itu catatan yang ditinggal namjoon?"tanya seokjin menunju selembar kertas ditanah. "bagaimana kita membagi menjadi 2 regu? Untuk mencari Namjoonie dan Yoongi"tawarnya.

Taehyung ingin meminta sekelompok dengan Jimin namun seokjin memotongnya duluan. "bagaimana kita undi, jika diujung kertasnya berwarna sama maka itu akan menjadi sekelompok"usulnya bersemangat.

'apakah ini uji nyali'batin hoseok dan Jimin serempak. Sedangkan, mata Taehyung berbinar binar menandakan ia tertarik. Taehyung bersemangat membayangkan Jimin memeluk lengan kirinya kuat sambil menyembunyikan wajah takutnya, ugh pasti sangat manis. -_-

"aku dapat berwarna kuning"ujar Jimin memperlihatkan ujung kertasnya. "aku juga"teriak Taehyung heboh.

"kurasa tidak itu berwarna orange, lihat aku berwarna kuning"ujar seokjin menunju ujung kertas Taehyung berwarna orange. 'reaksi macam apa itu'batin Hoseok melihat Taehyung cemberut tak bisa sekelompok dengan Jimin.

"tak apa Tae, kita sekelompok kok"ujar hosoek menepuk bahu Taehyung pelan. "tapi kau tak tipe penakut dan lucu" elak Taehyung masih tetap merajuk.

"kyaa tolong ada hantu~"ujar Hoseok pura pura menjerit ketakutan sambil memeluk Taehyung. "kok, aneh ya"komentar Taehyung polos. "aku bukan Jiminnie"teriak hoseok sebal.

"kami duluan ya"pamit seokjin dengan Jimin. Sedangkan hoseok melambaikan tangannya dan Taehyung yang kini terduduk di tanah seakan harapannya sudah puspus lalu hoseok merasakan aura tak mengenakan dari Taehyung dan mengucapkan kalimat gaje.

"ah, seokjin bagaimana kita seregu saja"ahkirnya hoseok mengalah. Seokjin menghentikan langkah lalu menoleh menyetujuinya

"yeay"seru Taehyung yang tiba tiba bersemangat dan ceria.

"tunggu sepuluh menit setelah kami masuk ya"ujar seokjin. Vmin mengangguk serempak lalu seokjin dan hoseok menglangkah kaki masuk.

"hei, Jiminnie belum terlambat loh untuk pulang?"goda Taehyung ke Jimin. Jimin yang mengdengarnya langsung cemberut. "Tae saja kok"ujar terdengar seperti godaan balasan.

Setelah 10 menit

"Tae cepat jalannya"pinta Jimin disebalik punggung Taehyung. Namun Taehyung tak mengubrisinya, malah sengaja. 'Jiminnie seperti ini sangat lucu'batinnya terkekeh.

Ditempat lain, ternyata Jungkook mengikuti mereka. 'dimana mereka ? apa yang dilakukan Jimin malam begini? mencurigakan'batinnya gelisah. Ia tak percaya adiknya dibawa Taehyung tadi jadi ia mengikuti secara diam diam. 'ah tempat ini sangat menakutkan dari yang kukira, aku harus memikirkan hal yang menyenangkan !'batinnya lagi.

'TIDAK kenapa memikirkan Jimin dengan Taehyung!'batin sewot karena terlintas bayangan Jimin dan Taehyung saling suap suapan. Hanya bayangan liar Jungkook.

Jimin yang dibelakang Taehyung semakin ketakutan mendengar bunyi aneh yang ditimbulkan Jungkook.

"DIA MAU MENANGKAPKU!"teriak Jimin ketakutan berjalan mendahului Taehyung. Sedangkan Taehyung berusaha berjalan seiringan dengan Jimin.

"kenapa ia berteriak? Apakah ia melihat han- JIMIN"teriak Jungkook takut.

Sedangkan Jimin makin mengencangkan larinya, "dia memanggil namaku!"teriak Jimin semakin takut.

"Jiminnie, tunggu aku"teriak Taehyung.

"Tae, kesini"ujar menarik Taehyung kesemak semak hingga tak sengaja kakinya tersandung batu. Kini mereka berdua terjatuh bersama disemak semak sebelah jalan taman.

'ah rasanya mungkin saat yang tepat untuk mencium Jimin'batin Taehyung mesum. Kini posisi mereka Jimin terlentang dan Taehyung diatasnya –mengukung tubuh Jimin-. "Taehyungie! Bagaimana kau menciumku"pinta Jimin. Sedangkan Taehyung tercengang, "kau membaca pikiranku?"serunya.

Dengan pelan Taehyung turun tentu senang hati Taehyung mendekatkan bibirnya kebibir Jimin. "ini tak mau berhasil"ujar Jimin saat ciuman itu lepas. Taehyung menemukan kembali bibir mereka kini lidah berperan dalamnya. "hmm..ngh"desah Jimin melingkarkan tangannya dibahu Taehyung.

"Jimin kau dimana"

Mendengar itu membuat Jimin mengigit lidahnya Taehyung membuat ciuman itu terlepas.

"siapa yang memanggil namaku"teriaknya takut. Sedangkan Taehyung mengipas lidahnya yang digigit Jimin dengan tangan.

"Jimin"

Jimin meloncat memeluk Taehyung, sehingga tubuh tegap Jungkook kelihat dibalik semak semak. "oh disini kau rupanya"ujar Jungkook lega. "Hyung kenapa kau disini?"tanya Jimin yang tak ketakutan lagi.

"aku hanya mengi- lebih penting! Kenapa kalian berdua pelukkan ? cepat lepaskan!"seru Jungkook merona yang baru menyadari keadaan Vmin couple sekarang. Dengan cepat Taehyung dan Jimin melepaskannya.

"Hyung, kita harus pergi secepatnya dari sini! Ada yang memangil n-namaku"ujar terbata bata.

"siapa? Jangan menakut nakutiku!"teriak Jungkook ketakutan.

"tapi itu benar"belanya. Sedangkan Taehyung hanya mengerjapkan mata melihat kaka beradik ini.

"Mungkin Taehyung memanggil namamu saat ciuman"tuduh Jungkook asal asalan.

"TIDAK MUNGKIN!"koor keduanya serempak, sedangkan Taehyung menoleh tempat lain 'setidaknya aku tidak memanggil nama Minnie'sambungnya.

"Tenanglah, ayo kita pergi dari sini! Ayo kita bersama sama keluar"ujar Taehyung menengahi perbincangan gaje kakak beradik itu. Taehyung memeluk mereka bersama lalu mengiringnya kejalan yang untuk taman kembali. Namun Jungkook melepaskan lalu menarik dirinya menjauh "aku bisa sendiri"seru Jungkook. 'hatiku merasa aneh jika Taehyung berdekatan dengaku'batin Jungkook.

Namun Taehyung tetap mengenggam tangannya Jungkook dengan Jimin berjalan keluar, kakak beradik itu hanya pasrah diseret Taehyung.

"hei, Taehyung, Jimin-ah kau lama sekali"sambut seokjin. "apakah uji nyali itu sudah selesai?"tanya Taehyung.

"aku tak pernah menyinggung uji nyali"ujar seokjin membuat 3 orang yang keluar dari jalan taman tadi takut.

"mungkin tahun depan aja kita buat uji nyali"timpal Namjoon mendekati kesana.

"ah, uji nyali ya?"tanya hoseok senyum yang dipaksakan. "aku setuju"ujar Yoongi mengangguk angguk kepalanya

"LALU SIAPA YANG MEMANGGIL NAMAKU?"teriak Jimin ketakutan.

"hentikan lelucon itu"seru hoseok ikut panik.

TBC

A/N : Yo-haloooo reader-nim ( ̄▽ ̄)ノ *ketularan Anime oregairu#salah fadom*

pada ahkirnya Jimin menganggap suara Jungkook itu hantu :v *dilempar kekolam ikan piranha bersama herp* maaf ya gaje dan tak bagus karena banyak alasannya tak bisa disebuti :'v*dilempar again*