My Answer
Disclaimer : Semua cast milik SM dan but this fict belong to Me
Warnings : DLDR (Don't Like Don't Read) banyak Typo dan bahasa non Baku (Nana hanya menekan ini supaya reader memahklumi nana)
Happy Reading
.
.
Terlihat sosok Baekhyun berjalan sepanjang koridor. Dia tak sendirian melainkan ditemani seorang Namja tampan disebelahnya –KAI-.
"Baekhyun,"Panggilnya canggung.
Baekhyun menoleh ke Kai disebelahnya. "Apa?"
"Bagaimana menurutmu, tentang pergi bersamaku? Kau bisa menolaknya kalau kau tak mau"ujar gugup. Kalau didengar seksama, ujung pernyataan Kai terdengar kecewa.
"Aku akan mempertimbangkannya."balas Baekhyun singkat.
Entah mengapa raut wajah Kai yang tadi tampak kecewa sedikit tersenyum, "Baiklah aku akan menunggu didepan rumahmu selama 30 , jika kau tak mau abaikan aku ya"
Entah mengapa Baekhyun merona.
Puk
Tangan Kai mendarat dirambut Baekhyun lalu bergerak mengelus surai itu lembut, "Aku akan senang jika kau mau,"
Deg
Mata Baekhyun melebar bahkan pipinya sudah memerah samar.
"Apa apa sih"ujar ketus berjalan meninggalkan Kai.
'Aku tidak mungkin jatuh cinta dengannya, bukan?'Batinnya. 'Mungkin, dia akan jijik denganku kalau tahu aku seorang gay'lanjutnya cemas. Matanya menerawang kedepan lalu menepuk nepuk pipinya agar pikiran aneh tadi hilang.
.
.
"Yo! My Little Duck"sapa Luhan baru memasukki ruang tamu. Dengan seenak jidatnya merangkul bahu sempit Baekhyun sok akrab. Dengan amarah meluap luap Baekhyun memutarkan badannya kearah Luhan.
"Eto, Apa kau akan pergi ke pesta Sehun?"Tanya mendudukkan pantatnya disebelah Baekhyun. Baekhyun mendengus lalu menatap ketumpukkan majalah diatas meja, "Aku tak tahu."Jawabnya seadanya.
"Menurutku, Terima saja. Toh dia juga Tampan,"Ujar Luhan membuat hawa horror tambah meluas.
Tak ada reaksi dari Baekhyun sedikitpun membuat Luhan penasaran, "Baek? Kau masih hidup'kan?"Tanyanya jahil.
"Luhan Hyung! Aku tak tahu baju apa yang harus kupakai nanti! Hueee"ujar sesunggukkan tiba tiba.
"Eh? m-mungkin sebaiknya kau menelpon sahabatmu yang sama hebohnya denganmu."Usul Luhan malah membuat Baekhyun tambah jadi.
"Nah, itu masalahnya!"seru Baekhyun membuat Luhan semakin bingung. "Maksdumu?"
"Si Burung Hantu jelek itu akan menggodaku Hyung!"kesalnya. Bukan menjawab Luhan malah terkekeh kecil.
"Kalian berebut Kai?"Tanya hati hati ke Baekhyun. Baekhyun menggeleng kecil lalu membuka mulut lagi hendak bicara, "Dia akan meledekku"adunya.
"Oh~ tapi aku suka kalian begitu,"ujarnya Baekhyun berhenti mewek lalu menoleh kearah Luhan yang tersenyum penuh arti. "Kau jadi Manja denganku."Sambungnya memeluk Baekhyun.
Bruk
Satu tinjuan mengenai perut Luhan. Sedangkan si pelaku berdiri, "Siapa yang mau bermanja manja dengan Hyung menyebalkan sepertimu!"
Luhan terkekeh lalu mengelus bekas tinju Baekhyun yang sedikit sakit, "Dasar adik Tsundere akut."
"Hyung aku mendengarmu! Kau mau poster Luka Megurine-mu kubakar?"seru Baekhyun walau kini dia tidak ada lagi diruang santai. "NOOOO!"jeritnya segera berlari kekamarnya.
.
.
"Hyung…"panggil Baekhyun ragu sambil menatap dirinya lagi di rias Luhan. Luhan hanya menjawab dengan dengungan samar. Jari letik Luhan sibuk memasang eyeliner untuk Baekhyun.
"Apa kau yakin ini tidak apa apa?"Tanyanya menunduk kepalanya. Tangan Luhan mengangkat wajah Baekhyun sehingga manik hazel Baekhyun bertemu dengan punya Luhan.
"Aku yakin kau akan terlihat can- Tampan di hadapannya."Ujar Luhan buru buru meralat kata cantik kala Baekhyun menatapnya sangar .
"Hm, aku percaya."ungkapnya. Terlihat Baekhyun dibalut Kaos biasa berwarna toska dilapisi jaket kulit berwarna hitam dan celana jeans senada dengan kaos yang dipakainya.
"Kau akan datang kepesta Sehun, Hyung?"Tanya menatap Luhan disebelahnya. Namja rusa itu hanya mengangkat bahunya, "Aku tak yakin,".
"Kau-" Omongan Baekhyun terputus kala Luhan berbicara lagi. "Jangan pulang terlalu malam ya, kalau kau pulang malam bawakan aku ponakkan"ujar tersenyum evil.
"Hyung! Aku akan membakar semua Manga ecchimu dibawah tempat tidurmu, tentu saja"Ujar berapi rapi. Sedangkan Luhan memandang Baekhyun horror, "Dari mana kau tahu letak mangaku?"Tanya cemas dan horror.
"Siapa setiap hari yang kerja membereskan kamarmu yang bentuk kapar pecah itu!"Tandas cuek berjalan keluar. Sedangkan Luhan mematung dengan mulut mangap mangap layak ikan cupang.
Baekhyun menghentikan langkahnya tanpa menoleh,"Dan satu lagi, kumpulan Postermu akan kubakar."ancam devil lalu menutup pintu kamar Hyungnya itu.
Baekhyun buru buru melarikan diri sebelum telinga menjadi tuli dengan suara cempreng sepupu jauhnya itu,"BYUN BAEKHYUNN!".
.
.
"Malam Baekhyun-ah"Sapa Kai semangat. Matanya berbinar binary semangat melihat sosok manis Baekhyun terlihat berlipat lipat manis dimalam ini.
"Malam, Kai-Hyung"Sahutnya agak canggung. Kai dimata Baekhyun terlihat berkali kali lebih tampan mala mini daripada biasanya. Sedikit terkesan liar dan seksi. Baekhyun sedikit tersedak dengan komentarnya dalam hati.
"Bagaimana?"Tanya Kai. Baekhyun mengigit bibir bawahnya canggung bahkan matanya melihat kebawah.
"Apa aku terlihat jelek?"Tanya semakin penasaran karena Baekhyun tak kunjung memberi respon. "Lumayan."Jawabnya malu malu bahkan sampai ketelinga. "Jangan dilihat Bodoh!"serunya kesal mendekat ke motor Kai.
"Ayo"ujarnya menyerahkan helm ke Baekhyun. Dengan jantung berdebar layak lagu Twice Ohh ahh itu Baekhyun mengambilnya.
Kai hanya melihat gerak gerik Baekhyun yang terlihat sangat imut. Oh Tuhan tolong hentikan waktu sebentar saja! Jeritnya dalam hati. Tersadar dari lamunan ketika melihat Baekhyun kesusahan, dengan sigap ia mengambil alih memasang pengunci helm (A/N: Nana tidak tahu nama-_-).
Lihat Baekhyun merona diperlakukan seperti itu oleh Kai, sedangkan Luhan ketawa evil dari dalam rumah.
"Sudah, ayo" Suara Berat Kai membuat Baekhyun tersadar dari lamunannya lalu menaikki motor besar bermerk Ninja itu.
"Pegangan ya, Baekhyunie"
Sret
"Appo! sakit Baekhyun" Ringisnya ketika jari lentik itu mencubit sedikit keras pinggangnya. Baekhyun mendengus lalu melepaskan cubitannya ,"Jangan banyak Omong ,jalan saja."
"Baik, Baik"kalahnya memfokuskan kejalanan. Motor itu lama kelama semakin cepat melewati jalan malam seoul. Dengan ragu dan perang batin, ahkirnya tangan Baekhyun perlahan melingkarkan tangannya disela sela pinggang Kai dan meletakkan wajahnya di punggung lebar nan kekar itu.
Kai yang dipeluk tiba tiba sontak terkejut, membuat Baekhyun buru buru melepaskan pelukkannya kalau saja tangan sebelah Kai tak menahannya.
"Kai Hyung,"Panggilnya malu malu. "Tak apa, Baekhyun boleh menyandarkan kepala kepunggungku" Jawab Kai lembut membuat Baekhyun malu malu menyandarkan kepalanya.
Demi apa Baekhyun yang memiliki sifat Tsundere akut jinak begini? Rasanya Kai ingin menyemplungkan dirinya kelaut kalau saja Ia tak bercita cita menjadi kekasih namja imut nan manis ini.
.
Brumn
Motor Kai terpakir diantara berpuluh motor dihalaman Sehun yang amat luas ini. Baekhyun buru buru melepaskan pelukkannya dan turun dari sana.
"Hei tunggu!"seru Kai melihat Baekhyun berniat melangkah kedalam. "Ada apa, Hyung?"Tanya aneh.
"Aku meminta kau menemaniku dipesta Sehun, bearti kau tak boleh jauh jauh dariku dan harus berada disampingku sampai kuantar pulang nanti."ujar mutlak turun dari motornya lalu melepaskan helmnya.
"Ah, aku jadi sedikit menyesal menerima tawaranmu"Kesalnya menghentak hentak kaki ketika berjalan mendekat ke Kai. Kai tersenyum geli menatap Baekhyun ini hingga tangannya tak bisa lagi ditahannya untuk mencubit pipi chubby mengemaskan itu.
Tuk
"Aw! Jangan memijak kakiku! Sakit"Keluhnya ketika tangannya baru menyentuh pipi Baekhyun malah secepat kilat namja itu memijak kakinya.
"Jangan pegang pegang aku! Hyung bodoh"ujar galak tapi tak memandang Kai malah kearah lain.
Terkesan malu malu kucing gitu, tapi kai tak berani mencubit pipi menggemaskan itu lagi kalau saja ia mau di KDRT oleh calon Namjachingu-nya.
"Hei, Jangan melamun saja Kai hyung! Ayo masuk"serunya membuyarkan fantasi Kai. Kai hanya memasang cengiran lalu membuntuti Baekhyun yang berjalan duluan.
Baekhyun memandang sekelilingnya, mencoba mencari tanda tanda kehidupan teman temannya.
'Hah! itu mereka!'jerit semangat.
Greb
Langkahnya terhenti ketika tangan Kai memegang pergelangan tangan Baekhyun. Menghentikan Baekhyun sebelum namja mungil itu kabur.
"Kau tak boleh jauh jauh dariku! Ayo ikut aku."ujar menyeret Baekhyun yang meronta ronta ingin lepas.
"Jangan kemana mana! Aku pergi mengambil minum untuk kita"Peringat Kai. Ternyata namja berkulit exotis itu menyeretnya ketempat duduk kosong. Setelah memberi peringatan itu, Namja tampan itu menghilang didalam kerumunan orang.
"Semoga saja tak lama, kalau tidak kupastikan mematahkan tulang tulangnya."ancamnya entah kepada siapa. Baru saja Kai ingin mengobrol dengan temannya, entah mengapa tiba tiba bulu kuduknya meremang. 'Ah, aku ambil minum saja'batinnya.
Matanya menatap sekeliling orang sehingga ia tak sengaja manik hazel menangkap siluet namja yang sangat ia benci. Dan yang paling tak mau Baekhyun akui, mencuri hatinya dan membuatnya gay.
Baekhyun menundukkan kepalanya sambil memainkan jarinya random.
Sret
Wajah Baekhyun mengadah bingung sambil mengerjab ngerjabkan kelopak matanya ketika Kai menyodorkan minuman untuknya.
Tangan Baekhyun menerimanya, "Terima kasih." Ungkapnya Kai hanya tersenyum lembut lalu menatap kerumunan orang.
"Kai sunbae,"Panggil Baekhyun pelan sambil menarik ujung kemeja Kai. Kai sedikit terkejut tapi raut wajah mulai bingung .
"Aku rasa aku ingin pulanng"lanjutnya menundukkan kepalanya tak sanggup. Ia tak mau bertemu dengan namja itu lagi. Hatinya belum siap.
"Tapi-" "Aku mohon"Pinta Baekhyun memotong penjelasan Kai. Kai terkejut.
Namja itu baru sekali ini menunjukkan reaksi seperti itu. "Kalau kau tak bisa, aku bisa pulang sendiri"Putusnya menegakkan dirinya. Sontak Kai menahan tubuh Baekhyun, dan mendorong tubuh mungil itu duduk.
"Kai?"Panggil seseorang Namja berkulit pucat. Kai menoleh, mendapati Sehun berdiri disebelahnya.
"Selamat ya, My friend"ujarnya tersenyum melihat Sehun. "Hei , hitam! Mana Kadoku?!"Tanya sambil menyodorkan sebelah tangannya ke Kai. Kai menepuk tangan itu membuat Sehun cemberut.
"Aku tak membawanya tapi besok, kusuruh paman Kim mengantarnya"ujarnya. Sehun memandangi namja mungil disebelah Kai, "Kau Byun Baekhyun'kan ?"Serunya menunjuk Baekhyun.
Namja mungil terkejut kala dirinya ditunjuk. Dengan canggung ia menatap balik Sehun, "Ne."jawab Baekhyun singkat. "Kenapa Luhan tak hadir?"Tanya tampak khawatir.
"Aku kurang tahu dengan Hyungku itu."balasnya seadanya. "Dia datang denganku, Albino."ujar Kai memegang sebelah pundak Baekhyun. "Kau dengan dia? Jangan jangan kalian,"jedanya tanpa melanjutkan.
"Iya"jawab Kai kalem dan sok cool.
Bruk
"Uhuk!"Ringis Kai memegang perutnya akibat serangan dadakkan Baekhyun. "Kau! Apa yang baru kau katakana?"Tanya sambil memasang ekpresi galak.
Kai menelan ludah gugup sedangkan Sehun mengambil jarak jauh melihat Baekhyun tampak menakutkan. "Maksud Sehun, kau itu orang yang aku ajak"Jawab Kai bohong.
Kini pandangan Baekhyun beralih menatap Sehun yang tak jauh dari mereka. Sehun yang ditatap sempat mencuri pandangan ke Kai yang memasang ekpresi memelas membuat dia sedikit terkekeh geli.
"B-benar"jawabnya.
"Ben-"
"Sehun-ah"Ucapan Baekhyun terpotong dengan suara berat seseorang. Sehun menoleh "Nde, hyung. Aku disini"sahut Sehun menglambaikan tangannya kearah Namja tampan dan tinggi. Ketika pandangan menatap Baekhyun dan kai, mereka tampak sudah pergi.
'Semoga kalian jadian, khekhekhe'batinnya.
.
"Hei! Pelan jalan Baekhyun!"protes Kai ketika Baekhyun menyeretnya kuat hingga keparkiran.
Baekhyun melepaskan tangannya lalu mendekap tangannya, "Luhan Hyung menelponku menyuruhku cepat pulang"ujar singkat.
Sedangkan Kai mengerutkan dahinya bingung. Pasalnya, Luhan setuju setuju saja ketika ia bilang ia akan membawa sepupunya pulang agak larut. Bahkan namja rusa itu bilang 'Kembalikan besokpun tak apa'.
"Tapi Hyungmu-"Omongan Kai terputus ketika matanya melihat raut wajah Baekhyun yang tampak takut akan sesuatu. "Baiklah, ini helmmu."ujar pasrah menyerahkan helm yang dipakai Baekhyun tadi ke Baekhyun.
"Terima kasih"ujar kecil bahkan bisa dibilang bisikkan.
"Hm"
Motor Kai melaju cepat meninggalkan pesta Sehun yang masih berlangsung.
.
Teng Tong
"Nde! Kediaman Byu- Baekhyun!"seru Luhan ketika membuka pintu rumah. "Yo, Luhan!"sapa Kai.
"Kau tidak apa apakan adik manisku'kan?"Tanya sambil menaik turunkan alisnya. "Tak ada sedikitpun"Jawabnya penuh percaya diri.
Selintas pikiran jahil terlintas dibenak Luhan. Raut wajah mulai menampilkan senyum gaje menatap temannya dan adik sekaligus sepupunya, "Apa yang kalian lakukan berdua, hm?"Tanya.
"Hyung!"panggil Baekhyun dengan suara menakutkan. Kai buru buru berpamitan dan kabur.
"Ah, kita masuk yuk"ajak mengalihkan pembicaraannya. "Aku bertemu lagi dengan 'dia'"lanjutnya membuat langkah Luhan terhenti.
"Apa dia menyapamu?"Tanya sambil berjalan memasukki kediaman Byun. "Tidak,"ujar Baekhyun mengikuti langkah luhan. "Aku menghindarinya."lanjutnya.
Puk
"Jangan jadi takut, abaikan saja dia."ujar Luhan menepuk puncak kepala Baekhyun. Baekhyun mendongak menatap wajah Luhan.
"Baik, Hyung. Ngomong ngomong Sehun menanyakanmu tadi,"ujar Baekhyun menanyakan Luhan. Luhan menghentikan langkahnya lalu menundukkan kepalanya, "Aku sibuk"
"H-"ia hentikan mulutnya dan membiarkan Luhan berjalan duluan menaikki tangga. Baekhyun tahu Luhan memiliki masalah, dan namja cantik itu cenderung menutupinya dan tidak membicarakannya lebih jauh.
"Selamat Tidur Hyung"serunya tapi tak ada respon Luhan. Baekhyun mengendikkan bahunya lalu melangkah kedapur.
.
.
TBC
A/N : Yeay update! *jingkrak jingkrak atas kasur* sebenarnya ingin update ulang tahun My Bias Luhan tapi berhubungan laptop nana kena virus ya~ jadi terlambat :'( karenanya file fict ini hilang dan beberapa fict Nana yang lain juga hilang, terpaksa Nana buat ulang -_-.
Review Juseyo~
