Yang menunggu sasu-saku muncul kepermukaan mana nih tepuk tangannya? Maaf kalau masih banyak kesalahan EYD, minim humor dan chapter panjang yang membosankan.

My annoying pink wife

Naruto by Masashi Kishimoto

Pair: Sasuke-Sakura

Sasuke merapikan kembali jubahnya karena tadi sempat tersingkap saat menendang Naruto. Ia tidak tahu kenapa tiba-tiba bisa bereaksi seperti itu, ia hanya tidak mau pikirannya menjadi terkontaminasi dengan semua pemikiran bodoh dan mesum sahabatnya itu.

"Thank you," ucap Shikamaru kepadanya sebagai ucapan terimakasih atas bantuan menghajar sang hokage mesum. Sasuke tidak terlalu menanggapinya, ia tetap memasang tatapan stoicnya.

"apakah kalian tidak keterlaluan?" Sai menanggapi tidakan yang dilakukan oleh Shikamaru dan Sasuke itu.

"Ka-kalian ja-jahat sekali padaku," Naruto meringis kesakitan dan berusaha bangkit, Sai yang melihat hokage itu ternyata baik-baik saja dan tidak pingsan sedikit bernafas lega. Ya, iyalah secara Naruto itu hokage punya biju ekor sembilan pula jadi gak mungkinlah bisa k.o hanya perkara tendangan.

"Kau juga Sasuke-Teme, kenapa ikut menendangku?!" protes Naruto akhirnya dengan menunjuk-nunjuk tidak terima ke wajah Sasuke, tingkah hokage ini persis seperti anak kecil.

"mungkin Uchiha-san hanya teringat karena si pink jelek itu berhasil mengintimidasinya." Sasuke lantas memberikan tatapan mematikan kepada Sai atas ucapannya tersebut. Selain karena ia tidak suka mendengar Sai menyebut istrinya seperti itu, Sasuke juga tidak terima kalau ia dianggap bisa dikuasai oleh orang lain walaupun itu istrinya sendiri.

Hellowww, dia itu seorang Uchiha Sasuke yang sudah terkenal tidak akan pernah mau dikuasai, diperintah apalagi sampai diintimidasi. Ia tidak akan sudi!

"kau benar Sai! aku tidak percaya kalau Sakura-chan yang ganas itu tidak melakukan apapun kepada si Teme ini," Naruto sependapat dengan pria berkulit pucat itu, "Sasuke, Sakura-chan pasti telah menekanmu dengan beringas." Tuduh Naruto disertai dengan senyuman mengejek ke rekannya itu.

"aku tidak suka ditekan oleh siapapun!" kata Sasuke tegas.

"kalau begitu ceritakan pada kami apa yang terjadi padamu," pinta Shikamaru yang kelihatannya sedikit penasaran untuk mengetahui bagaimana reaksi Sasuke bila hal-hal yang menimpanya dan Sai juga terjadi kepada Sasuke.

"aku tidak akan menceritakan apapun kepada kalian." Tolak Sasuke dengan datar, ia tidak suka menceritakan kehidupannya terlebih masalah intim yang sangat pribadi.

"Kau terintimidasi dan kau malu mengakuinya!" tegas Naruto dan Sai secara bersamaan.

'ck!' decak Sasuke kesal mendengar kedua orang itu yang seakan tidak percaya dengan perkataanya. "aku tidak bisa bercerita," kemudian Sasuke mengaktifkan mata sharingannya "aku akan memperlihatkannya pada kalian."

Setelah itu para shinobi itu telah terjebak didalam genjutsu Sasuke. Awalnya mereka sedikit bingung dan sedikit waspada namun setelah melihat bahwa mereka sedang berada di ingatan Sasuke, mereka menjadi tenang dan menikmati apa yang terlihat.

Genjutsu mode on:

"Okaeri, Sasuke-kun!" sambut Sakura dengan penuh semangat membuat Sasuke sedikit terkejut, karena saat ia membuka pintu apartemen mereka istrinya itu sudah berdiri menunggunya.

"hn, tadaima" balas Sasuke seraya memberikan tas selempang dan jubahnya kepada Sakura. setelah melepaskan sepatu ninjanya ia masuk kedalam rumah yang diikuti oleh Sakura.

"Sarada-chan baru saja selesai mandi dan sedang bersiap," jelas Sakura yang seakan mengerti arti tatapan Sasuke yang melihat ruang keluarga sepi, "Sasuke-kun juga mandilah, setelah itu kita makan malam bersama ne."

Mengikuti perintah istrinya itu ia segera berjalan kearah kamar mandi. Setelah menutup pintu kamar mandi, ia lantas melepaskan seluruh pakaiannya tanpa kesulitan walaupun dengan satu tangan saja. Dilihatnya bak berendam telah penuh dengan air hangat yang telah disediakan oleh Sakura.

Sasuke tampak rileks menikmati hangatnya air memijat seluruh tubuhnya. Hari ini ia tidak banyak melakukan aktifitas hanya menemani dan membimbing Boruto berlatih, namun entah mengapa tubuhnya serasa pegal semua.

Xxx

"Papa, apakah hari ini kau juga melatih Boruto?"

Putri tunggal keluarga Uchiha itu mengajukan pertanyaan kepada ayahnya. Mereka baru saja selesai makan malam dan sedang bersantai diatas sofa menikmati waktu kebersamaan ayah-anak sembari menunggu cemilan penutup dari Sakura.

"nah, silahkan…" Sakura meletakan sepiring penuh dengan irisan buah tomat diatas meja yang diletakan didepan sofa ruang keluarga itu, "kalian berdua lanjutkanlah mengobrol" kemudian meninggalkan mereka untuk membereskan meja makan yang masih berantakan.

"Sarada, bisakah kau nanti membantu mama untuk menyuci piring setelah selesai berbicara dengan papamu?" pinta Sakura kepada putrinya itu sambil membawa perlengkapan makan yang sudah kotor itu kearah dapur.

Beberapa detik kemudia Sakura sudah muncul kembali, "mama akan mandi, badan mama sudah lengket semua."

Melihat anggukan kepala Sarada tanda putrinya itu akan melakukan perintahnya, Sakura segera berlalu menuju kamar mandi.

Xxx

Semua perlengkapan makan sudah dicuci bersih oleh Sarada, maka sebab itu ia dan Sasuke yang menemaninya memutuskan untuk beristirahat karena malampun sudah semakin larut.

"Selamat malam papa," pamit Sarada sebelum memasuki kamarnya yang dibalas anggukan kecil oleh Sasuke sebelum berlalu menuju kamar pribadinya dengan Sakura.

'Srek' suara pintu bergeser membuat Sakura yang baru selesai mandi dan hendak memilih pakaian tidur dibuat terkejut. Sakura membalikan badannya kearah pintu untuk melihat siapa yang masuk, namun tanpa disangkanya handuk yang sedang dipakainya tersangkut pintu lemari kemudian terlepas dari tubuhnya yang polos.

Dengan gerakan cepat Sakura segera berbalik memunggungi penglihatan Sasuke seraya mengambil handuk yang terlepas itu. Kondisi handuk yang terjatuh membuat Sakura terpaksa harus menungging sehingga ia tanpa sadar telah memamerkan bongkahan pantatnya yang bulat dan kencang itu ke Sasuke.

Genjutsu mode off.

Sasuke segera menghentikan genjutsu miliknya, setelah memperlihatkan ingatan tentang kejadian tidak terduga tersebut kepada ketiga rekannya. Sasuke memperhatikan reaksi ketiga orang tersebut yang membuat dirinya terusik marah, "apa yang sedang kalian pikirkan?!"

Sai hanya terdiam tanpa ekspresi mendengar suara gelegar Sasuke, namun kulit wajahnya yang biasanya sepucat kapas kini tengah merona merah. Shikamaru sendiri tidak berani melihat tampang sangar Sasuke saat ini sehingga ia memalingkan wajahnya kearah lain, tapi kedua telinganya merah padam seakan menahan sesuatu. Sedangkan Naruto dengan terus terang memperlihatkan wajah 'mupeng' dan hidungnya seperti ingin mengeluarkan darah mimisan.

Sasuke segera mengeluarkan sumpah serapah ketika kini ia menyadari ketiga rekannya itu bereaksi terhadap tubuh polos istrinya. Semua cacian yang ia lontarkan bukan diarahkan kepada rekannya itu, melainkan itu ditujukan kepada dirinya sendiri yang telah dengan ceroboh. Ia akan mengutuki dirinya sendiri kalau sampai hal ini sampai ketelingga Sakura, ia pasti dihajar habis-habisan.

Suasana di ruangan hokage lantas menjadi hening seketika. Mereka semua sepertinya tampak kikuk satu sama lain apalagi untuk memulai pembicaraan.

"aku tidak bisa melanjutkannya, sebaiknya ini dihentikan." Sasuke mencoba menghindar dan ingin pergi dari kantor hokage melalui jendela seperti ia datang sebelumnya.

Namun sebelum niat Sasuke itu terlaksana, Naruto dengan sigap menghentikannya. "Aa, kita masih belum selesai Teme. Kau masih bisa menceritakannya pada kami, tak perlu melakukan hal seperti tadi."

Shikamaru dan Sai menganggukan kepala mereka setuju, kerena masih penasaran dengan apa yang menimpa Sasuke.

"kau bisa melanjutkan ceritamu dengan kejadian dihari setelah yang tadi saja," bujuk Naruto supaya Sasuke bersedia melanjutkan. Padahal dalam hati Naruto masih berharap agar Sasuke melanjutkan genjutsunya saja karena ingin melihat kelanjutan dari kejadian tadi. Ckckck, dasar mesum!

Setelah melalui proses bujuk rayu yang dilayangkan Naruto, serta sedikit sentuhan kata-kata meremehkan dari Sai dan Shikamaru akhirnya lelaki dengan harga diri tinggi yang bernama Sasuke bersedia untuk melanjutkan ceritanya.

Flashback story dimulai.

Dipagi berikutnya Sakura tampak sibuk berkutik didapur untuk mempersiapkan sarapan untuk keluarganya. Hari ini ia sudah berencana untuk memasakan salah satu makanan favorit anak dan suaminya, apalagi kalau bukan nasi goreng dengan eksra tomat.

Tapi alangkah terkejutnya wanita bersurai pink itu ketika membuka kulkas dan mendapati lemari pendingin itu tengah kosong. Oke, ralat bukan kosong tapi tomat-tomat yang kemarin dibelinya saat belanja bersama temannya telah raib entah kemana. Buah-sayur merah itu hilang tak bersisa.

"mama apakah ada yang bisa kulakukan?" Sarada yang baru bangun itu datang menghampiri Sakura ke dapur, ia hendak membantu ibunya itu.

"sarada, apakah kau tau kemana perginya tomat dikulkas ini?" tanya Sakura balik sambil menunjukan wadah yang biasa digunakan menyimpan tomat telah kosong.

"aa..itu.." melihat Sarada yang terlihat gugup membuat Sakura yakin hilangnya tomat dari kulkas pasti ada hubungannya dengan putrinya itu. Sakura melipat kedua tangannya didepan dada menunggu kelanjutan perkataan Sarada, tak lupa ia juga memberikan tatapan mengintimidasi kepada putrinya itu.

"tadi malam saat aku mencuci piring di dapur, papa datang untuk meminta air minum," Sarada mulai menceritakan kejadian tadi malam karena tidak tahan melihat tatapan tidak bersahabat dari ibunya itu, "saat membuka kulkas untuk mengambil air dingin aku dan papa melihat tomat-tomat itu."

"kami berdua sangat tergiur melihatnya mama, jadi aku dan papa memutuskan mengambil tomat-tomat itu selagi mama mandi." Sarada juga merasa bersalah kepada Sasuke, karena janji untuk merahasiakan pencurian kecil mereka terpaksa dibongkar olehnya.

"Sakura, kenapa tidak ada sarapan d-" tiba-tiba saja Sasuke datang menghampiri ibu dan anak itu ke dapur untuk mencari sarapan. Namun kalimat Sasuke terhenti karena melihat aura tidak bersahabat dari istrinya itu.

"kalian berdua!" teriak Sakura garang kepada anak dan suaminya. Jadilah pagi ini Sasuke dan Sarada menerima sarapan berupa ceramah panjang dari Sakura tentang tidak boleh mencuri serta efek terlalu makan tomat yang dapat membuat perut sakit.

Xxx

Sasuke mendapati istrinya sedang berdiri didepan pintu apartemen mereka. Sakura tampak baru saja selesai berbelanja, karena dikedua tangannya terdapat kantongan yang berisi buah dan sayur.

"Apa yang sedang kau lakukan?" suara berat Sasuke membuat Sakura sedikit tersentak kaget. Tampaknya Sakura sedang termenung sehingga ia tidak menyadari kehadiran Sasuke disampingnya, lagi pula ia dari tadi hanya berdiri menatap pintu dengan pandangan kosong.

Sakura menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Sasuke kemudian berinisiatif membukakan pintu bagi mereka kemudian membantu Sakura untuk mebawa salah satu kantung belanjaan kedalam rumah.

"kau tadi tampak sedang melamun, apa yang kau pikirkan?" tanya Sasuke lebih lanjut, ia sepertinya tidak mudah melepaskan suatu topic sebelum mendapatkan jawaban yang jelas dari Sakura.

"tidak ada apa-apa anata, aku hanya kepikiran tentang rumah kita yang masih belum selesai dibangun itu," jawab Sakura seraya merapikan belanjaanya dan memasukan buah dan sayur kedalam kulkas. Saat hendak memasukan tomat yang baru dibelinya Sakura langsung memberikan tatapan tajam kearah Sasuke yang sedang memperhatikannya, "jangan coba untuk menyentuh tomat-tomat ini tanpa ijinku Sasuke-kun!" ancamnya.

Hanya gumaman kecil yang diberikan Sasuke sebagai respon, yang maknanya tidak jelas apakah ia menuruti atau tidak perintah istrinya itu. Sasuke menyandarkan tubuhnya disalah satu sisi dinding pintu dapur, ia merasa istrinya itu masih ingin berbicara hal lain padanya.

"Anata, apakah tidak apa-apa jika aku meminta para kuli bangunan itu untuk menambah beberapa kamar lagi di rumah kita?" tanya Sakura halus takut Sasuke tidak menyutujuinya. Menambah ruangan berarti menambah uang keluar sebagai biayanya.

Sebenarnya Sakura sedikit tidak enak hati, akibat ulahnya hampir setahun yang lalu yang dengan gegabah tidak bisa mengendalikan amarah pada putrinya mengakibatkan rumah mereka hancur rata dengan tanah. Keluarga mereka setahun ini terpaksa berhemat walaupun upah yang diterima Sasuke saat misi panjang bertahun-tahun cukup banyak tapi tetap saja. Jadi selama proses pembangunan rumah mereka kembali yang sampai saat ini belum selesai, mereka memutuskan untuk menyewa sebauh apartemen dulu.

Melihat Sasuke mengangguk kecil tanda pria itu menyutuji keinginannya, langsung saja membuat Sakura tampak girang. Wanita berambut pink itu segera melompat kearah Sasuke bergelanyut seperti anak monyet, kaki dan tangannya memeluk Sasuke erat. Sasuke heran karenanya padahal ia hanya menyetujui menambah kamar saja. Dia tidak tahu saja pemikiran Sakura tentang setuju menambah kamar baru berarti setuju menambah anggota uchiha baru di keluarga mereka.

Xxx

Diam-diam Sasuke terus memperhatikan kelakuan Sakura yang tampak aneh. Sakura seperti sedang kebingungan dan gelisah, raut wajahnya juga dari tadi berubah-ubah menampilkan wajah-wajah yang terlihat lucu dimata Sasuke. Sesekali wajah istrinya itu menampilkan raut berpikir, kemudian sedih, berubah lagi menjadi ceria, merengut, kecewa, tertawa, begitu seterusnya berubah-ubah hingga terkadang memunculkan tatapan mesum sambil terkikik mencurigakan. "Annoying," dengus Sasuke melihatnya.

Sebenarnya Sakura sedang mengingat pertemuan tidak sengajanya tadi bersama Ino dan Temari. Kedua wanita itu tampak sangat bersemangat menunjukan keinginan untuk segera memiliki anak kedua. Hal ini membuat perasaan Sakura menjadi sedikit tidak tenang, ia ragu apakah ia juga harus mengajak Sasuke mendiskusikan hal itu juga.

Mempunyai satu anak saja sebenarnya tidak masalah buat Sakura, apalagi putri secantik Sarada itu sudah cukup baginya. Hanya saja perkataan-perkataan Ino saat berkunjung ke kliniknya terus memprovokasi pemikirannya. Ia terus-terusan dicekcoki mengenai Uchiha harus mempunyai keturunan laki-laki, Sasuke yang tidak berselera lagi padanya hingga Sasuke yang kemungkinan memilih perempuan lain diluar sana untuk melahirkan keturunan Uchiha. Itu semua membuat Sakura cukup stress, belum lagi tentang nasihat si gila Ino tentang trik menggoda suami.

Xxx

Kelakuan aneh Sakura ternyata tidak berhanti dihari itu saja. Sudah bebrapa hari ini Sasuke dan Sarada dibuat kebingungan dengan tingkah Sakura yang tak biasa.

Pernah suatu hari Sasuke yang sedang menikmati segelas the ocha hangat sambil membaca gulungan-gulungan kertas ninja dibuat terkejut dengan serangan tiba-tiba Sakura.

Pada saat itu Sakura sedang memperhatikan Sasuke yang sedang tampak serius membaca gulungan diatas sofa ruang keluarga. Sakura yang keadaan otaknya masih tercuci oleh perkataan sahabatnya mulai kembali memikirkan tentang garis keturunan klan Uchiha dan mulai berkembang ke hal-hal menyenangkan yang dapat dilakukannya dengan Sasuke jikalau suaminya itu meminta anak lagi padanya.

Hayalan Sakura itu berubah menjadi semakin liar, sehingga tanpa disadarinya ia perlahan bergerak kearah Sasuke yang duduk di sofa. Semua hal yang dikiranya masih berada dalam pikirannya dengan perlahan telah dipraktekannya ke suaminya itu.

Kalau bukan karena suara pecahan dari gelas tanah liat yang terjatuh mungkin Sakura tidak pernah tersadar kalau ia telah menyerang Sasuke disiang bolong, terus diatas sofa ruang keluarga pula. Wajah Sakura pun langsung memerah padam ketika menyadari kelakuannya. Saat ia tersadar posisinya tengah berada diatas Sasuke menindihnya intim, salah satu tangannya telah memasuki kemeja sasuke dan meraba dada bidangnya dan sebelah tangannya sedang berusaha membuka kancing celana Sasuke.

"Sakura, kau menggangguku. Annoying!"

Dengan sigap Sakura langsung bangkit berdiri melepaskan Sasuke dari kelakuan nistanya dan berlari kedalam kamar untuk menyembunyikan rasa malunya. Ia bersyukur putrinya tidak ada dirumah untuk menyaksikan hal yang menurutnya melakukan itu.

Namun dihari selanjutnya keberuntungan tidak sebaik itu kepada Sakura. Setelah seharian bertingkah seperti penguntit yang tergila-gila kepada Sasuke, perempuan berambut pink itu terkejut setengah mati ketika mendengar suara putrinya yang keheranan saat mendapati Sakura sedang mengintip Sasuke yang mandi. "Mama, apa yang kau lakukan!"

Xxx

Tingkah Sakura tidak pernah berhenti membuat Sasuke merasa terheran-heran. Bukan itu saja, ia juga menjadi khawatir melihat istrinya itu yang berkealauan aneh beberapa hari ini. Apalagi saat kejadian Sakura yang mengintip ia yang sedang mandi dan membuat putri kesayangnnya Sarada menjadi syok.

Sakura yang terus mengikuti Sasuke pergi kemanapun sudah terlihat seperti bayangannya sendiri. Sasuke juga sadar bahwa Sakura terus memberikan tatapan curiga dan menyelidik kepada dirinya. Saat berpergian keluar rumahpun Sakura menjadi lengket serta mendadak manja padanya, seakan-akan ingin menunjukan kepada semua orang bahwa ia miliknya. Mengikuti pergi kemanapun membuat sakura terlihat seperti anjing kecil yang menggemaskan. Namun hal itu membuat Sasuke menjadi terganggu dan risih karena di prihatikan terus-terusan. "Sakura…..," dengus Sasuke terganggu.

Saat ia bertarung melawan Boruto disalah satu sesi latihan mereka, Sakura yang secara terang-terangan mengikutinya membuat konsentrasinya terganggu sehingga ia bisa dengan mudah dikalahkan oleh Boruto. Dan Sasuke sangat tidak suka itu, ia tidak suka dikalahkan apalagi oleh anak si'baka Naruto.

Xxx

"Sakura jujurlah," pinta Sasuke begitu tiba di kediaman mereka setelah Sasuke mengakhiri sesi latihannya bersama Boruto lebih awal karena sudah tidak tahan dengan gangguan Sakura.

"emmm…," Sakura masih agak ragu untuk mengakui apa yang beberapahari ini menggerogoti pikirannya, "anu, Sasuke-kun apakah menurutmu klan Uchiha tidak membutuhkan anak laki-laki untuk mewariskan darahnya?"

Sasuke menatap Sakura dengan datar. Namun dalam hatinya ia masih bingung lantaran mereka sudah lama sekali tidak membahas tentang kelestarian klan lagi.

"maksudku, kau tahu sendiri bahwa anak perempuan akan mengikuti klan suaminya nanti kalau sudah menikah, begitu juga dengan anak mereka. Jadi Sarada juga pasti akan me-"

"aku mengerti," potong Sasuke langsung karena ia tidak akan suka mendengar lanjutan dari perkataan istrinya itu. "aku juga sudah memikirkannya, oleh karena itu aku membutuhkan anak laki-laki yang bi-"

Untuk kali ini perkataan Sasuke juga harus terpotong oleh suara benda keras yang terjatuh. Bukan sembarang benda melainkan sebuah tas sandang yang biasanya dipakai oleh Sarada ketika melakukan misi. Disana, telah berdiri Sarada dengan tatapan kecewa dan air mata.

"apakah itu maksudnya Papa tidak membutuhkanku sebagai penerus klan Uchiha? Karena aku seorang anak perempuan?!" tanya Sarada marah. Ia baru saja pulang setelah berlatih bersama Mitsuki dan tidak sengaja mendengar percakapan anatara ayah dan ibunya.

Sasuke menghela nafasnya panjang sebelum memutuskan untuk menghampiri putrinya itu, sementara Sakura gugup merasa bersalah karena membiarkan putrinya mendengar perkataan mereka.

Sarada memundurkan kakinya selangkah ketika Sasuke hendak memegang pundaknya. Melihat itu akhirnya Sasuke memutuskan untuk berjongkok dihadapan Sarada dan menatap kedua mata hitam putrinya itu penuh sayang. "Sarada, dengarkan papa…"

"Uchiha tidak membutuhkan siapapun untuk meneruskan klan, Uchiha butuhkan hanya kau."

"Papa berbohong, papa sendiri tadi yang mengatakan kalau kau butuh anak laki-laki!" teriak Sarada tidak percaya kemudian lari menuju kamarnya masih dengan air mata.

Sasuke menatap kepergian putrinya itu dengan frustasi, karena ia tidak tahu harus menjelaskan bagaimana. Semua ini salah paham, ia sama sekali tidak ada niat untuk menyingung perasaan Sarada.

"emm.. anata, sebaiknya biar aku susul saja Sarada kekamarnya. Tenanglah aku akan menjelaskan pada Sarada."

Xxx

Tok..tok..tok.. Sarada mendengar suara ketokan pada pintu kamarnya namun ia tidak peduli. Ia tahu itu pasti mamanya yang datang ingin menenangkan perasaannya.

"Sara-chan, mama masuk ya.." setelah pamit seperti itu terdengar suara pintu terbuka dan menampilkan Sakura.

Sakura menghampiri putrinya yang sedang telungkup menenggelamkan wajahnya yang menangis ke dalam bantal. Dengan perlahan ia duduk disisi tempat tidur putrinya itu kemudian membelai surai-surai hitam rambut Sarada denga penuh kelembutan.

"Kau ini kenapa langsung marah begitu?" tanya Sakura ketika melihat Sarada yang sudah mulai tenang dan tanpa menunggu jawaban ia melanjutkan, "seharusnya kau mendengar dulu perkataan papa-mu sampai selesai baru memutuskan untuk marah atau tidak."

Walaupun masih dengan posisi yang sama Sakura tahu Sarada mulai merespon perkataannya.

"padahal tadi Sasuke-kun hanya ingin berkata kalau ia menginginkan anak laki-laki biasa untuk kelak kau nikahi, Sarada-chan" ucap Sakura sambil terkikik geli. "Sasuke-kun itu sangat menyayangi Sarada-chan."

Sarada yang mendengar kata 'nikah' langsung bangkit duduk kemudian menatap Sakura heran, "apa maksudnya ma?" tanyanya penasaran.

"kelak disaat kau sudah dewasa Sasuke-kun itu tidak akan mengijinkanmu menikah, apalagi dengan klan yang hampir punah seperti kita ini. Jadi Sara-chan, papa-mu tidak akan membiarkan kau untuk menikahi Uzumaki Boruto."

"siapa yang akan menikahi si bodoh itu?!" bantah Sarada dengan cepat. Kedua pipi tembemnya kini telah memerah seperti buah kesukaannya karena mendengar godaan Sakura.

"hihihihi..," tawa kecil Sakura, ia cukup senang karena berhasil menggoda anaknya itu. "kau benar Sara-chan, siapa yang akan menikahi Boruto-kun? Karena kau keturunan Uchiha satu-satunya hanya boleh menikah dengan shinobi biasa yang tidak mempunyai klan." Jelas Sakura lebih lanjut.

"kenapa begitu,ma?" tanya Sarada penasaran.

"itu supaya suamimu bisa memakai nama klan kita, dan keturunanmu juga dapat memakai gelar Uchiha dinamanya." Penjelasan Sakura membuat Sarada sedikit tidak setuju, dahinya juga ikut berkerut tanda sedang memikirkan sesuatu.

"kecuali….," sambuh Sakura kemudian yang membuat Sarada tertarik penuh minat, "kalau saja kau punya saudara laki-laki, Sasuke-kun tidak akan membebani garis keturunan Uchiha padamu."

Xxx

Sasuke menatap pintu kamar Sarada penuh minat dan penasaran. Yang ingin dilakukannya sekarang adalah masuk kesana dan melihat apakah putrid kesayangannya itu masih marah padanya atau tidak kerena Ia sama sekali tidak tahu apa yang sedang Sakura coba jelaskan kepada putrinya itu.

'ceklek' sura pintu yang terbuka mengagetkan Sasuke. Terlebih dengan putrinya yang berlari kearahnya kemudian memeluknya erat. "maafkan aku, papa"

Sebagai jawaban Sasuke hanya membelai rambut Sarada yang masih memeluknya erat. Mengerti bahwa papanya memaafkannya Sarada mendongakan kepalanya menatap mata onix ayahnya yang juga tengah menatapnya penuh cinta.

"papa berjanjilah padaku," pinta Sarada yang dibalas anggukan kepala Sasuke, "berikan aku seorang saudara laki-laki."

Mendengar permintaan putrinya itu membuat Sasuke kaget tidak menyangka. Ia segera mengalihkan mata onixnya dari putrinya dan mencari keberadaan Sakura. "apa yang kau katakana padanya?"

Pertanyaan penuh selidik Sasuke hanya ditanggapi dengan senyuman penuh makna dari istri berambut pinknya yang menyebalkan.

Xxx

Sepulangnya Sasuke dari melatih Boruto, ia mendengar suara Sakura yang tampaknya seperti berbicara pada seseorang. Namun di ruang keluarga itu ia hanya mendapati Sakura duduk sendirian sambil memegang benda yang menurut penjelasan putrinya adalah ponsel.

Ucapan salam Sasuke tidak dibalas oleh Sakura seperti biasanya, mungkin karena suaranya yang pelan atau memang karena istrinya itu yang terlalu asik mengobrol di telepon. Saat ini juga Sakura juga tidak sadar dengan kehadiran Sasuke disekitarnya.

"ah kau benar sekali Ino, para laki-laki itu terlalu sombong mengatakan bahwa mereka kuat padahal menghadapi kita saja mereka sudah kebingungan."

"….."

"dasar gila! Bagaimana bisa kau membandingkan kemampuan Sai dengan Naruto? Kita semua tahu pasti Naruto yang lebih unggul dan mampu bertahan lebih lama."

"….."

Sasuke yang mendengar Sakura yang tampaknya asik mengobrol dengan sahabatnya, memutuskan pergi kekamarnya untuk berganti pakaian dan mandi. Setelah memasuki kamar ia masih bisa mendengar samar pembicaraan istrinya itu, namanya yang mulai disebut membuatnya sedikit penasaran sehingga ia memutuskan untuk menguping.

"Sasuke-kun? Dia saja yang seenaknya mengatakan kalau kata favoritnya adalah 'chikara' padahal 'kekuatan' nya tidak sehebat itu kok."

Tanpa diketahui Sasuke, saat ini Sakura tengah menatap kamarnya sambil melipat kedua tangannya. Ponselnya tergeletak begitu saja diatas meja dalam keadaan mati. Sakura sama sekali sedang tidak menelepon siapapun, ia hanya bersandiwara dan sasuke yang gaptek itu tidak akan curiga. Saat ini Sakura sedang usil untuk mencoret-coret ego suaminya.

"kau ini, mungkin Sasuke-kun belum menunjukan kekuatan yang seperti itu padaku. Begitu juga dengan Sai dan yang lainnya sehingga baru Naruto saja yang bisa membuat Hinata begitu." Lanjutnya dengan suara yang dibesarkan agar terdengar jelas kedalam kamar.

"…."

"hahaha, tidak apa-apa dengan Sarada saja aku sudah senang apalagi dia secantik itu pasti membuat banyak pria muda nantinya yang mengantri kerumah kami untuk melamarnya."

Sasuke mengepalkan tangannya mendengar ucapan istrinya itu tidak suka, terlebih ketika kalimat selanjutnya keluar dari bibir Sakura, "mungkin Sarada akan memilih untuk melahirkan anak yang banyak supaya klan Uchiha yang dicintainya tidak punah."

'ceklek' Sasuke segera membuka pintu kamar dengan kasar, ia menatap beringas Sakura yang sekarang sedang berpura-pura terkejut dan mematikan ponsel.

"Sa, Sasuke-kun kapan kau pulang? Kau membuatku terkejut." Seharusnya Sakura di beri penghargaan atas aktingnya ini.

"sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan laki-laki mesum yang kau bicarakan untuk melamar Sarada!" geram Sasuke tanpa mengindahkan pertanyaan Sakura. "Sarada tidak boleh berkencan, laki-laki itu harus melangkahiku dulu!"

"tapi anata, Sarada akan marah padamu bila kau melarangnya nanti." Sakura kali ini benar-benar licik, ia tahu betul salah kelemahan kecil suaminya itu adalah putrid mereka. Kalau ada hal yang paling tidak disukai Sasuke didunia ini adalah Sarada yang marah padanya dan sifat annoying Sakura yang sangat mengganggunya.

"mungkin dia tidak akan marah jika Sarada mempunyai saudara laki-laki yang akan menghalau para laki-laki itu untukmu nantinya, Anata."

Xxx

Sarada sedang ada misi bersama anggota timnya untuk menangkap seekor panda raksasa yang untuk kesekian kalinya terlepas. Sehingga saat ini menyisakan sepasang suami istri yang tengah bersantai karena sang pemilik klinik anak itu tengah meliburkan dirinya.

"Anata," tegur Sakura kepada sang suami yang dibalas dengan gumaman khasnya. "dahulu saat Sasuke-kun pergi berkelana mengelilingi dunia apakah kau bertemu dengan perempuan-perempuan cantik?"

Untuk kesekian kalinya dalam seminggu ini Sasuke kembali dibuat terganggu oleh Sakura. kali ini dengan pertanyaan seperti itu.

"atau saat kau pergi mencari jejak kaguya selama bertahun-tahun apakah Sasuke-kun juga bertemu perempuan lain?"

Sasuke menggertakan giginya. "Sakura apa yang sedang kau bicarakan kali ini?!" tuntut Sasuke tegas dengan mata yang menusuk tajam kearahnya. Mendapat tatapan seperti itu membuat nyali Sakura menjadi ciut, padahal tadinya ia ingin memborbardir Sasuke dengan berbagai pertanyaan.

Setelah menarik nafas yang dalam dan menghembuskannya akhirnya Sakura memutuskan untuk mengatakan semua hal mengganggu yang ada dalam pikirannya.

"se-sebenarnya ada yang mengusik pikiranku belakangan ini," mulai Sakura, "semenjak Sara-chan lahir aku tidak pernah mendengar Sasuke-kun menyuarakan keinginan untuk membuat Uchiha kembali besar seperti dulu lagi."

"pada awalnya aku mengira mungkin karena sarada masih terlalu kecil, kemudian karena misi yang kau jalani. Tapi setelah Sasuke-kun kembali sampai sekarangpun kita tidak membicarakannya lagi."

"selama bertahun-tahun aku percaya kepadamu Anata, tapi sekarang aku tiba-tiba saja merasa curiga. Pikiran kenapa kau tidak mengungkit masalah keberlangsungan klan lagi mungkin karena selama kau pergi bisa saja kau menemukan perempuan lain untuk melahirkan penerus Uchiha."

"maafkan aku Sasuke-kun, tapi ini membuatku ingin berkelana keliling dunia untuk mencari kebenaran bahwa diluar sana tidak ada perempuan lain selain aku."

Mendengar penjelasan dari Sakura membuat Sasuke tertegun, ia sama sekali tidak menyangka Sakura akan berpendapat sampai seperti itu.

"Baiklah," ucapan Sasuke membuat Sakura menatapnya bingung, " kalau kau ingin berkelana untuk mencari kebenaran maka pergilah, aku akan menunjukannya padamu."

Kali ini perkataan Sasuke yang membuat Sakura terperangah tak percaya, "katakan padaku kau ingin memulai melihatnya dari mana?"

Sakura ingin mengatakan sejumlah desa dan Negara besar namun mengurungkannya. Ia berpikir kalau seandainya Sasuke memiliki anak haram di tempat seperti itu pasti akan tersebar dengan cepat dan sampai ketelinganya di konoha. Maka otak Sakura mencoba mengingat-ingat nama beberapa daerah yang pernah disebutkan Sasuke dalam suratnya. "Shinpuru! Desa itu, aku ingin kesana."

"baiklah," Sasuke segera mengaktifkan mata rinnegannya sehingga membuat Sakura terkejut. Ia mengira mereka akan melakukan perjalanan biasay yang memakan waktu banyak, tidak terpikirkan olehnya Sasuke akan menggunakan jutsu teleportasi tempat seperti ini.

"Anata, matamu…," Sakura sedikit kawatir bila mata suaminya itu dipergunakan untuk hal sepele seperti ini.

"…." Tanpa menjawab apapun Sasuke segara memegang pergelangan tangan Sakura dan memindahkan mereka berdua ke tempat yang dipilih Sakura melalu teleportasi tempat. Mereka tiba disebuah desa kecil yang sangat sederhana. Disana mereka berkeliling sebentar untuk memuaskan hati Sakura. setelah tidak menemukan kecurigaan apapun ditempat itu mereka kembali berteleportasi ke desa selanjutnya yang dingat Sakura.

Sama halnya dengan didesa sebelumnya, didesa kecil itu Sakura tidak mendengar hal mencurigakan apapun. Begitu juga dengan desa-desa lainnya. Sakura kembali memutar otaknya untuk mengingat beberapa daerah lain disurat Sasuke. Kali ini ia meminta Sasuke untuk mengantarkannya ke beberapa tempat yang pernah disinggung Sasuke dalam suratnya namun setelah sampai disana ia sama sekali tidak mendapat kabar dari suaminya itu. Jadi ia berkesimpulan mungkin tempat itulah lokasi Sasuke menyimpan istri dan anak haramnya dan menghabiskan waktu.

Sasuke kembali membuka lubang teleportasi untuk mereka melalui rinnegannya dan memindahkan mereka ke lokasi selanjutnya.

"auuh!" keluh Sakura karena terkena duri. Yaps, kali ini mereka berada dihutan gelap yang penuh dengan semak berduri. Sakura melihat sekitarnya kemudian melemparkan tatapan curiga kearah Sasuke, " Anata, kau sedang tidak mengecohku dengan tampat seperti ini kan?"

Sasuke mendengus menanggapi, "kalau saja kau lupa aku kesini untuk mencari jejak Kaguya, bukan untuk mencari perempuan yang kau selidiki sebagai simpananku."

Mendengar sindiran sarkastis dari Sasuke membuat Sakura tidak enak hati. Perempuan itu segera meminta agar mereka berpindah tempat lagi ke tempat lainnya. Kali ini sepasang suami istri itu sedang berada didalam gua yang sepertinya didalam gunung berapi, karena Sakura melihat kawah-kawah magma dan sungai lava panas. Selanjutnya mereka terus berpindah lokasi dari gua dalam laut, padang pasir yang sangat panas melebihi Sunagakure dan sekarang di tempat yang memiliki tebing-tebing curam yang gersang.

"Sekarang bagaimana? Apakah menurutmu aku akan membiarkan istri dan anakku berada ditempat seperti ini?" tanya Sasuke ketus sehingga membuat Sakura lebih memperhatikan lingkungan baru disekitarnya. Wilayah itu benar-benar sangat gersang dan panas. Sakura hanya melihat tebing batu, tanah liat, semak dan binatang liar yang sedang kelaparan.

"kalaupun iya, mungkin aku akan melakukannya sekarang." Setelah mengucapkan itu Sasuke segera menarik pinggul Sakura kearahnya mendekapnya erat dan meraup bibir tipis Sakura yang terbuka karena terkejut.

Sasuke terus menciumi bibir isterinya lembut, menyampaikan cintanya lewat ciuman panas yang masih di kuasai olehnya. Sedangkan Sakura masih diam karena belum mengerti apa yang terjadi, atau dia masih kaget atas apa yang terjadi.

Ciuman mereka semakin panas setelah Sasuke berhasil menelusup lidahnya kedalam mulut Sakura yang menurutnya hangat. Dia merasakan deretan gigi rapih istrinya dan bermain-main dengan lidahnya.

"Nggh…" Sakura mendesah tertahan karena dia malu dengan desahannya. Sasuke melepas ciumannya, Spontan Sakura mengambil nafas dengan cepat dan kupingnya mendengar deruan nafas Sasuke.

Sasuke membenamkan kepalanya di perpotongan leher Sakura kemudian meciumnya lembut dan penuh sayang lalu lama-kelamaan menghisap kulit leher isterinya yang bersih, memberi tanda merah sebagai tanda kepemilikan atas istrinya.

Dan dengan sedikit kasar karena terburu-buru Sasuke mendorong Sakura dengan badannya kesalah satu dinding tebing yang ada didekat mereka. Karena merasa sedikit kesulitan akibat perbedaan tinggi badan, Sasuke sedikit menekuk kakinya diantar kedua paha Sakura yang dipaksanya membuka. Kemudian Sasuke mengangkat tubuh mungil Sakura dan menyesuaikan tubuh mereka agar menjadi lebih nyaman. Tidak lupa kedua kaki dan tangan Sakura telah melingkar memeluk tubuh Sasuke agar peria itu tidak terlalu kesulitan menahan beban tubuhnya.

Kini bibir Sasuke telah kembali menjelajahi bibir tipis Sakura yang sudah mulai membengkak. Dada Sakura menjadi sesak karena dihimpit oleh tubuh tegap Sasuke.

Dengan menyangga tubuh Sakura ke tebing, perlahan telapak tangan lebar Sasuke merayap kebawah kearah bagian tubuh istrinya yang terekspos karena model bajunya yang memang terbuka dibagian situ. Tangan Sasuke semakin liar meraba perut Sakur dan terus merambat keatas menuju kedua bukit kembar Sakura. Sakura mencoba menghentikan tangan nakal Sasuke tapi tidak berhasil karena Sasuke sudah lebih cepat menangkup payudaranya dan hal itu membuat Soogoung mengerang kecil.

Sasuke mulai meremas dada Sakura "Arggghh" Sakura mulai mendesah kenikmatan sekaligus frustasi, Kenikmatan ini membuat kepalanya kosong dan dia seperti melayang. Sasuke semakin semangat meremas dada isterinya dan terus memperhatikan ekspresi terangsang istrinya membuat kelihatan sangat cantik.

Merasa mulai gerah, Sasuke menurunkan tubuh Sakura sebentar. "Sakura," mengerti akan nada seduktif suaminya itu, jari-jari lincah Sakura segera membantu menanggalkan kemeja yang dipakai pleh Sasuke. Sementara tangan kanan Sasuke juga tengah sibuk membuka kancing simpul di baju Sakura agar memudahkan ia untuk meloloskan baju itu dari tubuh istrinya.

Sasuke mencar-cari pengait bra tanpa tali Sakura dan detik berikutnya benda itu sudah terlepas dari tubuh Sakura, dan Sasuke melemparnya entah kemana. Sasuke menatap dada telanjang isterinya, melihat itu membuat Sakura malu dan ingin mentupi dadanya dengan tangan tapi ditahan oleh Sasuke.

Melihat tubuh Sakura membuat kejantanan Sasuke memberontak ingin debebaskan. Dengan segera ia langsung melorotkan celananya berikut juga dengan celana putih Sakura serta dalamannya. Kini sakura telah telanjang sepenuhnya dialam terbuka.

Merasa tidak tahan, segera Sasuke membalikan tubuh Sakura dan menyuruhnya bertumpu pada tebing. "tu-tunggu Anata, kita sedang berada di alam terbuka," cicit Sakura karena merasa kurang nyaman dengan situasi saat ini.

"Hmm… tidak masalah, kita bisa bercinta di sini," jawab Sasuke merasa tidak keberatan sama sekali, lagi pula tidak ada seorangpun manusia di tempat ini kecuali mereka berdua. Hanya hewan-hewan liar kelaparan yang sedang memandangi mereka penuh minat, namun itu pun tidak dipedulikan oleh Sasuke yang hasrat bercintanya sudah tak bisa ditahan.

Sasuke menuntun Sakura menyatukan diri mereka. Tangan Sasuke yang kuat merangkum pantat kencang Sakura. "Ya. Seperti itu." kata Sasuke serak. Kepalanya terlempar kebelakang karena kenikmatan yang hanya bisa ia rasakan. Kejantanannya begitu besar di jepit oleh lubang Sakura yang mungil dan manis. Dengan tidak sabaran Sasuke bergerak sangat liar didalam sana untuk mengejar puncak hasratnya dan menumpahkannya seluruhnya didalam rahim istrinya itu.

"Bagaimana, apakah kau mau ke lokasi selanjutnya? Dikutub es bersalju, disana akan sangat dingin dan aku butuh kau sebagai penghangatku," tanya Sasuke seduktif dengan nafas masih terengah sehabis pelepasannya dan tubuh mereka masih menyatu. Sakura yang kelelahan langsung memerah malu mendengarnya, ia lantas segera menggelengkan kepalanya dan meminta pulang agar bisa beristirahat.

Xxx

Sehari setelah pertualangan panas tuan dan nyunya Uchiha, Sasuke mendapatkan misi untuk mencari informasi sebuah kelompok misterius. Sakura mengamati pergerakan Sasuke yang sedang mempersiapkan barang bawaannya.

"Sasuke-kun ijinkan aku ikut bersamamu," rengeknya manja sedari tadi. Sakura masih menyimpan sedikit rasa curiga dan kawatir bilamana nanti diperjalanan misi kali ini Sasuke bertemu dengan perempuan lain.

"lagi pula Sarada-chan juga sudah meminta ijin untuk bermalam dirumah Choucho. Jadi ayolah ijinkan aku ikut…," namun tetap tidak mengindahkan keinginannya dan membuat Sakura menyerah, "baiklah, tapi Sasuke-kun harus makan terlebih dahulu baru boleh pergi."

Setelah melihat anggukan kepala Sasuke langsung saja Sakura pergi menyiapkan makanan, sedangkan Sasuke masih dikamar berkemas sambil membaca gulungan misi. Merasa dirinya sudah dipanggil tanda bahwa Sakura telah selesai menyiapkan hidangan Sasuke pun keluar bersama barang bawaannya.

'duk!' barang bawaan Sasuke jatuh begitu saja dari gengamannya karena jari tangannya serasa melemas. Kedua bola mata yang berlainan warna itu menatap nyalang kearah hidangan yang tersedia diatas meja. Disitu sudah terdapat Sakura dengan tubuh sepolos baru lahir terlentang diatas meja makan dengan ditutupi oleh irisan-irisan buah tomat.

Seperti kerbau yang dicucuk hidungnya Sasuke menghampiri hidangan special itu dengan hembusan nafas yang menderu cepat. Ia sedang terangsang berat, ia menelan air liurnya yg ingin menetes susah payah. Bukan hanya karena tomat-tomat kesukaannya yang terhidang tetapi juga karena istrinya yang seindah bunga sakura ini. tanpa basa basi lagi Sasuke segera melahap irisan tomat yang ada di tubuh istrinya itu. Bibirnya dan lidahnya bergerak menyusuri setiap inci tubuh mulus itu untuk meraup tomat favoritnya. Sakura sendiri sudah mengeluarkan erangan-erangan erotis.

Saat ingin menyantap irisan tomat yang menutupi dada Sakura menghentikan kegiatan Sasuke, "ijinkan aku ikut dalam misi bersamamu," Sasuke bergeming mendengarnya, "kalau aku boleh ikut baru kau kuijinkan menyantap yang ini!" karena pening mendengar ocehan Sakura dari tadi dank arena perasaan 'lapar' sudah menguasainya akhirnya Sasuke mengangguk setuju. Dan dengan cepat ia menyantap hidangannya itu menyapu seluruh kulit istrinya itu sampai bersih tanpa noda.

xxx

Dengan adanya Sakura bersamanya di misi kali ini, semua terasa lebih menyenangkan bagi Sasuke. Mereka dengan mudah menyelesaikan misi yang diberikan karena mereka mampu bekerja sama mengumpulkan informasi. Selama menjalankan misi Sakura juga bersikap professional dan tidak mengganggunya sama sekali, hanya saat ini saja di perjalanan pulang Sakuranya itu kembali cerewet dan mengganggu. Sakura terus saja berceloteh tanpa henti, mengungkit tentang kenangan masa lalu mereka saat berkelana bersama seperti saat ini.

Langit sudah gelap dan desa masih jauh, sehingga sepasang suami istri yang sedang didalam perjalanan itu memutuskan untuk berhenti dan bermalam dihutan. Mereka tidak membawa tenda seperti biasanya jika melakukan misi berteam, jadi Sasuke berinisiatif untuk membuka jubahnya dan menjadikan alas untuk mereka didekat sebatang pohon. Setelah meletakan bawaan Sasuke menyalakan api unggun kecil untuk menghangatkan mereka.

"aku akan berburu untuk makan malam kita, kau tunggulah disini" perintah Sasuke kepada Sakura. Tidak jauh dari situ Sasuke melihat seekor kelinci hutan yang sedang berdiam diri. Saat ingin melempar kunai kearah kelinci itu, Sasuke tersadar kalau kelincinya bukan hanya satu melainkan dua, dan kedua hewan itu sedang kawin! Seketika Sasuke mengurungkan niatnya untuk menangkap hewan yang sedang birahi itu karena nafsu birahinya sendiri kini muncul kembali kepermukaan.

Ia menatap Sakura dari kejauhan, melihat perempuan itu sedang asik melemparkan daun kedalam api. Sasuke jadi teringat kembali dengan kejadian tadi pagi sebelum mereka berangkat, dimana Sakura dan hidangan sepesialnya telah membuatnya hilang arah. Disaat ia ingin menuntaskan hasratnya Sakura mencegahnya dan mengigatkannya tentang misi ini yang telah terlupakan begitu saja. Sebagai ninja terhormat akhirnya ia terpaksa memendam perasaannya itu.

Namun mungkin inilah saatnya ia menuntut kembali haknya, membuka hasrat terpendam itu. Dengan sangat cepat Sasuke sudah kembali disamping Sakura yang membuat perempuan itu sangat terkejut, terlebihlagi saat Sasuke melucuti pakaian sehingga hanya meninggalkan celana dalam saja. Tanpa permisi Sasuke segera melahap payudara Sakura yang tidak terlalu besar itu namun sangat menantang apalagi saat mengingat tadi pagi dimana puncak payudara ini ditutupi irisan tomat.

"Argghh!" Sakura menjerit saat Sasuke mengecup putting dada kanannya yang sudah menegang lalu bergantian dikiri, mengecup di sekitar putting, menjilatnya. Kemudian Sasuke memasukan puncak dada kiri Sakura kedalam mulutnya, menghisapnya lembut namun lama kelamaan keras dan penuh nafsu, sambil tangan kanannya meremas dada kanan membuat Sakura menggeleng frustaasi seperti disiksa kenikmatan.

"Sasukehh..ngghh..-khunn, ahh..Lagihh" Tangan Sakura tanpa sadar sudah dikepala Sasuke, menjambaknya halus, dan menekan kepala Sasuke, karena entah mengapa semakin lama Sakura menginginkan yang lebih lagi, Dan Sasuke dengan senang hati melayaninya.

Sasuke menarik ujung celana dalam Sakura sampai kelutut, tapi dia tidak mau mebuang waktu dan langsung meluncurkannya saja, dan celana dalam itu sudah terbuang. Sakura sudah full naked sekarang. Lagi-lagi Sasuke terpesona dengan tubuh isterinya.

Sasuke memasukan jari telunjuknya ke dalam lubang kewanitaan Sakura, menggerakan pelan. "Argghh ahh sshhh ahh" melihat isterinya semakin terangsang Sasuke memasukan jari tengahnya lagi kedalam lubang Sakura mengggerakan kedua jarinya asal.

Melihat kaki Sakura yang bergetar Sasuke segara mengambil posisi duduk bersandar pada batang pohon, kemudian menyuruh istrinya itu berbalik menghadapnya. Setelah mempersiapkan posisi mereka, Sasuke menuntun Sakura untuk mendudukinya dengan kejantannya telah masuk kedalam Sakura. Mereka becinta sambil berhadapan, dengan posisi setengah duduk. Begitu intens karena mereka bisa menatap mata masing-masing. Melihat betapa nikmatnya gerakan mereka bagi satu sama lain.

Sasuke merasa dirinya terasa diremas lembut didalam kehangatan tubuh Sakura. dan tiba-tiba saja Puncak orgasme menghantam Sasuke cepat seperti biasa. Sedangkan Sakura masih belum mendapatkan kenikmatan itu. Dan saat itu datang, Sakura tidak bisa menahan erangannya. "Sasuukeee-khhuun!"

Ketika mereka melepaskan diri tanpa mereka sadari cairan mereka yang telah bercampur menetes ketika Sakura bangkit berdiri, mengenai gulungan laporan misi yang berguling keluar dari dalam tas akibat gerakan liar mereka tadi.

xxx

pagi harinya, sepasang Uchiha itu berjalan dengan begitu mesra dibawah lembutnya cahaya matahari. Kini mereka telah tiba kembali kedesa konoha hampir siang. Sebelum berpisah karena Sasuke harus mengantarkan laporan kepada hokage, ia terlebih dahulu mengantarkan Sakura ke klinik. Disekitar kelinik itu mereka melihat beberapa anak kecil yang bermain. Yang menarik atensi kedua Uchiha itu adalah dimana seorang bocah laki-laki yang sedang melindungi kakak perempuannya dari anak laki-laki lain yang sepertinya tertarik dengan anak perempuan itu.

"lihatlah Anata, bukankah manis sekali jika ada yang menjaga Sarada seperti itu?" Sasuke yang ditanyai hanya mengangguk, dalam pikirannya ia merasa bahwa Sakura memiliki tekat yang sama dengan dirinya untuk menghalau semua laki-laki yang mendekati putrid mereka sehingga menganjurkan untuk memiliki anak laki-laki lagi. Selain untuk melanjutakan klan Uchiha tentunya. Dia tidak tahu saja kalau itu hanya taktik Sakura, apalagi jauh dilubuk hati Sakura ia ingin melihat putrinya untuk segera dewasa dan jatuh cinta.

Flashback off.

Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Sasuke, dengan segera Naruto meraih gulungan laporan misi yang berada diatas meja dan membukanya.

"Temeeee…," seringai Naruto dengan sangat jahil seraya menunjukan laporan yang diberikan oleh Sasuke tadi. Benar saja di lembar gulungan itu terdapat noda serta bercak basah yang sedikit lengket dan berbau. Terang saja wajah Sasuke saat ini sudah semerah tomat kesukaannya karena ketahuan berbuat mesum saat menjalankan misi.

"Bagaimana kau bisa mengotori laporan penting itu?!" tanya Shikamaru garang dan tidak percaya. Ia juga sudah mengepalkan tangannya ingin mengetok kepala Sasuke.

Sai juga menganguk setuju sambil bergumam mengejek, "Uchiha-san, aku tidak athu kau bisa se mesum itu." Sedangkan Naruto tertawa puas karena mengetahui perangai Sasuke yang tidak disangkanya itu.

TBC

Author note : SasuSakunya sudah muncul nih! Yang berbahagia mana reviewnya?

Author mau bilang terima kasih sudah mau membaca dan menantikan kelanjutannya :) maaf kalau chapter kali ini sangat panjang dan terkesan membosankan. Berhari-hari author telah memutar otak untuk membuat alur cerita yang menarik dan humoris, tapi jadinya hanya segini. Semoga ini cukup menghibur ya..

Author merasa Sasuke itu sangat cool jadi agak susah bikin dia tersiksa, inilah Sasuke style! Nah buat yang penasaran tentang alasan para suami sebelumnya (shikamaru dan sai) nanti akan author jelaskan di chapter selanjutnya ya..

Melihat chapter ini n sebelumnya begitu panjang jadi merasa bersalah ke Sai-Ino deh.. yang suka pair ini mungkina akan nyempil lagi deh.. nah hutang humor chap ini author bayar di chap depannya..

Kritik dan sarannya please

Special thanks : Cuka-san, Niayuki, UchiHaruno Sya-Chan, Kurogawa Daichi, login yuk, Esya. , Sondankh641, Druella Wood, ONE AY, erio, Namelia, Hiyori-chan, williewillydoo, looklivewithlove, Nnaraaa, widya-SSlovers22, ana, AnRe, Greentea Kim, mermaizing, Wiz-Land609, dara093.