Disclaimer: Lost Saga dan Hero-nya bukan milik Lazzier | © IO Entertaiment


Keesokan harinya, aku kembali mengelilingi kota ini untuk mencari gadis itu, sepertinya mencari gadis itu akan sedikit sulit karena mungkin saja sekarang gadis itu sedang berada di dunia lain. Aku membeli 3 buah roti berukuran sedang seharga 1.200 Peso, untuk menginap kemarin memerlukan biaya 2.000 Peso, kurasa uang yang diberikan oleh pria itu cukup untuk 2 hari.

" Ah, kau disini rupanya. " Suara seorang gadis mengalihkan perhatianku, ketika aku melihat kebelakang, gadis berambut pirang itu tersenyum kecil.
" Sebenarnya apa yang kau mau dariku? " Tanyaku
" Tidak ada, sebenarnya .. " Jawabnya dengan santai
" Lalu? Sebenarnya kita berada dimana? " Tanyaku lagi
" Kita berada di dunia yang tak terikat oleh waktu, walaupun aku bilang seperti itu, satu hari di dunia ini tetap 24 jam kok, dan jangan salahkan aku, sebenarnya aku hanya ingin pergi kesini sendiri, namun kau malah mengikutiku. " Jawabnya

Matanya tidak memancarkan kebohongan

" Ah, aku baru ingat, terimakasih atas buah yang kau bayar 3 bulan lalu, sebenarnya kemarin aku hanya berniat untuk menggantinya, namun malah berakhir seperti ini. "
" Sebenarnya kau tidak perlu menggantinya. Jadi, apakah aku bisa pulang ke tempatku berasal? " Tanyaku
" Bisa kok, bila aku tidak malas tentunya, lagipula apa kau tidak tertarik untuk tinggal disini? " Tanya dia

Aku terdiam untuk sesaat. Namun tanpa kusadari, tangannya berada di pundakku.

" Mari kita jalan jalan melihat sekitar. "


Sore hari, aku masih tidak tahu gadis ini akan membawaku kemana, atau memang dia benar benar mengajakku jalan jalan secara harfiah? Kita sudah berjalan selama 5 jam, ketika aku melihat sekitar, sepertinya dunia ini tidak seburuk dunia yang kutinggali selama ini, udara disini juga terasa lebih ringan.

" Sepertinya aku tertarik untuk tinggal disini. " Gumam kecilku, namun gadis itu menghentikan langkahnya secara tiba tiba.
" Apa kau yakin? " Tanya dia

Jadi dia mendengarnya?

" Namun jika aku tinggal disini, aku tidak memiliki uang untuk hidup. " Jawabku
" Ah, aku baru ingat, 3 bulan lalu kau memakai pakaian Maid bukan? Mastermu tidak mencarimu? Jika aku hitung, 2 hari sudah terlewati. " Tanya dia
" Sebenarnya aku sudah tidak mempunyai Master lagi, dia sudah meninggal. " Jawabku
" Maaf telah menanyakan hal itu. "
" Tidak apa apa. "

Kami berdua terdiam sejenak, melihat langit yang berwarna Orange dan burung burung terbang dengan damainya.

" Hei, nama kamu siapa? Dan nama panggilanmu? " Tanyaku
" Rita, Rita Elizabeth, kamu? " Tanya dia kembali
" Shiro. " Jawabku, setelah ia mendengar namaku, ia melihat wajahku
" Sebenarnya warna rambutmu itu bukanlah putih, tetapi lebih ke arah perak. " Jelasnya sambil mengacak acak rambutku
" Bagiku sama saja, lagipula nama ini adalah nama yang diberikan oleh Masterku dulu. "
" Ngomong ngomong, aku mempunyai sebuah tawaran yang cukup bagus, apa kau mau mendengarnya? "
" Aku akan mendengarkannya. " Jawabku
" Kau bisa tinggal dirumahku, aku cukup jarang pulang kerumah karena suatu hal, jika kau mau kita berdua akan membersihkan rumahku hari ini, Deal? " Tawarnya

Aku mengangguk tanda setuju.


Kami berdua sampai di rumahnya Rita, jauh dari keramaian namun masih ada beberapa rumah lain disebelahnya, rumahnya hanya memiliki satu lantai saja. Ketika aku masuk kedalam, ruang tamu rumah ini bergaya Eropa kuno yang enak dipandang mata, Ada 3 kamar di rumah ini, 2 kamar bergaya eropa dan 1 kamar dengan pintu yang berbeda, kurasa kamar itu adalah kamar milik Rita karena aku masih belum diperbolehkan masuk kedalam kamar itu.

" Baiklah, Aku akan membereskan ruang tamu dan kamar dengan pintu berbeda itu, tolong bereskan sisanya ya. " Ia menunjukkan kamar kamar yang harus kubereskan.

Sebenarnya 2 kamar ini tidak terlalu kotor, hanya ada sedikit debu yang menempel pada meja dan seprai kasur, membersihkan 2 kamar ini tidak menyita waktu terlalu banyak, dan ketika aku selesai membersikan kedua kamar ini, Rita masih berada didalam kamarnya.

Kalau tidak salah, ada satu ruangan yang masih belum kulihat

Ketika aku melihat ruangan itu, ternyata ruangan itu adalah dapur rumah, disini tidak terlalu berantakan. Aku meletakkan sapu milikku didekatku dan memasak beberapa kudapan.

" Hmmm, mari kita lihat, ada beberapa bahan makanan yang dapat dijadikan sebagai Kudapan kecil untuk mengisi waktu. " Aku melihat isi dari kulkas dapur disini, setelah kupikir pikir, menggoreng kacang kacangan menjadi pilihanku

" Hei Shiro~ " Rita yang secara mendadak memegang pundakku itu membuatku kaget, dan secara reflek aku mengambil sapu milikku, berputar 180 derajat dan mengayunkannya secara horizontal.


" M... Maafkan aku Rita. " Ucapku sambil mengikatkan perban ke lengan Rita, dilihat dari expresi wajah Rita, ia terlihat menahan rasa sakit.
" Tidak apa apa kok Shiro, menurutku tindakan itu merupakan salah satu bentuk perlindungan diri, lagipula aku yang salah, semenjak kau tidak memiliki Master lagi kau tinggal sendirian bukan? . "
" Iya ... " Jawabku
" Oh iya, sapu milikmu itu seharusnya sudah rusak tadi, minimal gagang sapu itu retak, kau mengayunkannya hingga sapu itu terpental cukup jauh sesaat setelah mengenai lengan kiri ku, namun sapu itu tidak rusak sama sekali, sebenarnya apa bahan dasar dari gagang sapu itu? "
" Aku sendiri tidak tahu, Sapu ini sudah seperti menjadi salah satu dari bagian hidupku, Sapu ini diberikan oleh Masterku 9 tahun lalu. " Jelasku
" Sebenarnya aku ingin menanyakan tentang sapu ini kepada salah satu temanku, namun sepertinya kau tidak akan mengizinkannya. "

Smartphone milik Rita berbunyi, katanya ia akan pergi ke laboratorium salah satu temannya untuk memeriksa kondisi lengan kirinya yang sakit, sepertinya tulang lengan kirinya sedikit retak.

" Jadi, Shiro, tolong jaga rumah ya. "
" Oh iya, aku baru ingat, hubungan kita disini sebagai apa? Master-Servant atau yang lainnya? " Tanyaku
" Kurasa aku tidak terlalu menyukai hubungan Master-Servant, Jadi sebaiknya aku bilang kepadamu seperti ini. "

" Tolong jaga rumah ya, Teman baruku. "