Disclaimer: Lost Saga dan Hero-nya bukan milik Lazzier | © IO Entertaiment


Sebenarnya apa artinya Teman? Dari beberapa buku yang kubaca dulu, teman memiliki arti yang berbeda sehingga aku tidak dapat mengerti apa artinya teman itu...


" Jadi, apakah lenganmu sudah membaik? " Tanyaku

" Sudah kok, obat yang diberikan olehnya memang cukup ampuh. " Jawabnya sambil meregangkan lengan kirinya

" Rita, sebenarnya aku penasaran dengan ruanganmu, apakah aku boleh melihatnya? "

" Boleh boleh saja kok. "

Rita membuka pintu kamarnya, ketika aku melihat kedalam, kamarnya bergaya Inggris dengan warna tembok yang kontras membuatku merasa kalau aku sedang berada di rumah lain

" Kenapa hanya kamar ini saja yang memiliki gaya berbeda? " Tanyaku

" Sebenarnya aku sendiri agak tidak terlalu suka dengan gaya kamar ini dulu, jadi aku merubah gaya kamar ini. Faktanya kamar ini juga memiliki gaya yang berbeda pada saat aku membeli rumah ini. "

" Kenapa kau membeli rumah dengan 3 kamar? "

" Entahlah, aku hanya ingin saja. "

Didalam kamar ini terdapat lemari pakaian, lemari buku yang berisikan komik komik lawas dan novel misteri, sebuah meja kecil dengan vas bunga didekat tempat tidur, dan beberapa poster band rock lawas.

" Kau memiliki selera yang cukup bagus. " Ucapku

" Tentu saja. "

Aku melihat lihat novel miliknya sedangan Rita tiduran di kasurnya.

" Hei Shiro. "

" Apa? "

" Berdasarkan pengamatanku, sepertinya masa lalumu tidak berjalan dengan baik, apa benar? " Tanya Rita

" Entahlah... " Jawabku

" Aku menggunakan metode pembacaan mimik wajah untuk menilai sifat seseorang, terutama bagian mata dan mulut. Jika aku perhatikan, kau memiliki sifat yang cukup tenang, namun tatapan matamu itu dingin. " Ucapnya

" Apakah kau mau mendengar cerita hidupku? Bila aku menceritakan hidupku, apa yang akan kudapat? " Tawarku

" He'em, Setelah kau menceritakannya, kau bebas bertanya satu hal kepadaku. Mari kita pindah ke ruang tamu."


" Jadi, Sebenarnya namaku Cynthia, Cynthia Annabella. Aku lahir dengan kondisi mata yang spesial dimana aku dapat mengetahui bohong tidaknya lawan bicara dengan menatap matanya, kau sadar bukan ketika kau berbicara denganku aku selalu menatap matamu? " Tanyaku pada Rita

" Ah, pantas saja, tetapi tatapan matamu yang dingin sepertinya akan mempersulitmu. " Jawabnya

" Beruntung hanya aku dan kedua orang tua ku yang mengetahui kondisi mataku. Kedua orang tua ku dikabarkan meninggal dalam kecelakaan dan ketika aku melihat mata yang mengabarkanku, ia tidak berbohong. Memang pada saat itu kedua orang tua ku pergi ke suatu tempat sampai keesokan harinya dan aku cukup sering tidur di rumah sendiri, jadi itu sama sekali bukan masalah untukku.

Ketika kedua orang tua ku meninggal, aku tidak memiliki Wali dan satu satunya saudara keluargaku sedang berada di luar negeri dan tidak mengetahui kabar kedua orang tua ku, jadi kau sudah dapat menebak kelanjutannya bukan? "

" Emmm, tidak? " Jawabnya dengan nada bertanya, sesaat setelah aku mendengar jawabannya, aku mencubit pipinya sampai ia mengatakan berhenti.

" Tidak ada yang mengurusku, ekonomi hancur berantakan hingga aku menjadi gelandangan selama 3 bulan, sampai Masterku dulu mengambilku. "

" Apakah Mastermu mengetahui kondisi matamu? " Tanya Rita

" Tidak, sejauh ini kau adalah orang pertama yang kuberitahu tentang hal ini. " Jawabku

" Oh iya, Shiro itu nama pemberian Mastermu dulu bukan? Apa kau yang meminta nama baru atau ada hal lain? "

" Waktu aku diberikan nama baru olehnya, aku tidak mengingat namaku, namun beberapa hari kemudian entah mengapa aku mengingat namaku. Tetapi entah mengapa, sampai sekarang aku masih menggunakan nama itu. "

" Ceritanya masih berlanjut? "

" Masih kok, keesokan harinya setelah Masterku mengambilku, dia mengajarkan banyak hal, mulai dari hal yang kecil hingga yang besar. Dan aku menjadi Maidnya selama 9 tahun, kalau aku ingat ingat, bulan kemarin adalah bulan dimana aku diambil olehnya, berarti sudah 10 tahun berlalu. Sepertinya hanya itu saja yang bisa kuceritakan."

" Berapa umurmu sekarang? "

" 19 tahun, dan sayangnya aku benar benar lupa tanggal dan bulanku lahir. "

" Hmmmmm, baiklah, kau dapat bertanya kepadaku satu hal dan pasti akan kujawab. "

Pesan terakhir dari Masterku adalah... Carilah teman baru dan jangan sampai bermusuhan dengannya, juga jaga dia sebisa mungkin...

" Rita, apakah kau tahu arti dari Teman? " Tanyaku

Rita terdiam sebentar, lalu ia tersenyum.

" Teman adalah seseorang yang dekat denganmu, dan selalu ada disaat kau mengalami masalah, yang kumaksud selalu ada itu adalah menemani kau sampai masalah itu selesai. Oh iya, definisi Teman berbeda beda dan itu hanya menurutku saja, kurasa kau akan menemukan jawabannya suatu saat nanti. " Terimakasih, Rita. " Ucapku sambil tersenyum kecil, dan lagi lagi ia bergerak tanpa sepengetahuanku, tanpa kusadari ia sudah memotret wajahku yang tersenyum

" Kau terlihat manis saat kau tersenyum, Shiro " Rita menahan tawanya

" Ish Rita ... " Aku menutupi wajahku dengan kedua tanganku

" Oh iya, aku mempunyai hadiah untukmu. " Rita pergi ke kamarnya, lalu keluar membawa sebuah kotak kado berhiaskan pita merah dengan ikatan kupu-kupu

Aku membuka kotak yang diberikan Rita, kotak tersebut berisikan sebuah Scarf panjang berwarna merah dan sebuah Medali.

" Dibelakang Medali tersebut terdapat sebuah tombol, jika kau tekan tombol itu, aku akan datang paling lama 10 menit kemudian. " Jelas Rita, ketika aku menekan tombol tersebut, Smartphone milik Rita berbunyi

Ketika aku mengenakan Scarf ini, kurasa cocok padaku.

" Kalau begitu, aku pergi dulu. Ada seorang perempuan yang akan kutemui malam ini, Sampai jumpa Shiro "

" Hati hati dijalan, Rita. "

Ketika Rita keluar dari rumah, aku merogoh kantung bajuku untuk melihat surat buatan Masterku dulu, namun setelah kuperhatikan lagi, ada catatan kecil yang tertulis dibalik kertas

" Jangan tergesa gesa untuk mencari teman baru, jika kamu tidak mengerti apa artinya teman, suatu saat nanti kau akan menemukan jawabannya. "

END