Disclaimer: Lost Saga dan Hero-nya bukan milik Lazzier | © IO Entertaiment


Jadi, pada akhirnya aku benar benar tinggal disini, walaupun baru 2 bulan berlalu. Namun kabar angin yang terdengar bahwa belakangan ini marak terjadinya pencurian misterius.

" Ah, itu hanya kabar angin saja kan? Tidak usah didengar. " Ucap Rita sambil membaca koran.

" Untuk berjaga jaga saja. " Balasku

Dia tidak berbohong, tetapi sepertinya ia merahasiakan sesuatu

" Rita, aku akan pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan. "

" Oke. "

Seperti biasa, aku pergi ke toko sayur-sayuran langgananku. Namun ditengah jalan aku melihat seseorang gadis yang menarik perhatianku, rambutnya pendek dan berwarna hitam kebiruan, ia mengenakan sebuah kacamata dan tatapan matanya tidak seperti orang pada umumnya.

Sepertinya ia memiliki tatapan mata yang sama sepertiku. Dan ... Oke, disinilah bagian lucunya

" Hei, Shiro-onna. " Ucap gadis itu

Bagaimana dia bisa mengetahui namaku?

" A... Apa? " Tanyaku kebingungan

" Siapa namamu? " Tanya ia kembali

" Shiro ... " Jawabku ..

" Eh .. Heeeeeeee! Maafkan aku, aku tidak tahu kalau itu adalah namamu. " Ia membungkukkan badan 45 derajat, expresi wajahnya nampak jelas seperti emoticon Upset pada Smartphone milik Rita, wajahnya juga terlihat sedikit memerah.

" Tidak apa apa kok. " Jawabku

" Dalam negara asalku, Shiro berarti putih dan Onna berarti wanita, melihat warna rambut dan warna dominan pakaianmu itu membuatku memutuskan untuk memanggilmu seperti itu. " Jelasnya

" Jadi, ada apa kau memanggilku? "

" Sebenarnya aku ingin mengobrol denganmu untuk membicarakan suatu hal, apa kau mau? " Ajaknya

" Aku sih mau mau saja, tetapi aku harus berbelanja dulu sebentar, kau mau menunggu disini atau ikut denganku? " Jawabku

" Selesaikan urusanmu terlebih dahulu. Aku akan menunggu disini, tenang saja, aku tidak akan pergi kemana mana. "


Setelah berbelanja, sekali lagi aku berpapasan dengan gadis itu, aku bilang kepadanya kalau aku harus pulang untuk menaruh belanjaanku.


" Jadi, apa yang ingin kau bicarakan? " Tanyaku

" Menurutmu lebih baik mengobrol disini atau di rumahku? " Ia meminta pendapatku

" Terserah kamu. "

" Baiklah kalau begitu, mari kita berbicara di rumahku. " Gadis itu berdiri dan menarik tanganku.

Aku baru sadar kalau gadis ini mengenakan sepasang sarung tangan berwarna hitam, kalau diingat lagi, Rita juga mengenakan sarung tangan.

Setelah berjalan sekitar 5 menit, aku sampai di rumahnya. Rumah ini tidak terlalu besar, hanya ada satu kamar disini namun yang menjadi fokus utama adalah Ruang tamu rumah ini. Banyak sekali barang barang berbeda disini termasuk salah satu lukisan yang membuatku terkejut.

" I... Ini kan? Lukisan Mona Lisa? Apakah ini Asli? "

" Iya itu adalah lukisan Mona Lisa, namun itu hanyalah tiruan saja. Lukisan itu menyimpan kenangan buruk sekaligus lucu sehingga aku cukup sering termotivasi setelah melihatnya. " Jelasnya sambil memegang lukisan itu.

" Oh iya, Nama kamu siapa? " Tanyaku

" Eh, maaf aku lupa memperkenalkan diriku, Namaku Megumi Haruka, namun biasa dipanggil Liz. Aku ingin berbicara denganmu karena seorang gadis berambut pirang berkata padaku jika ada seseorang yang memiliki warna rambut Perak dan memiliki penampilan yang menurutku unik aku harus memanggilnya dan mengobrol dengannya " Jawabnya


" Maaf Shiro, sebenarnya lukisan itu hanyalah Umpan semata untuk membedakan orang orang yang kerumahku. " Ucapnya yang membuatku bingung.

" Memangnya apa yang bisa kau simpulkan dengan menggunakan lukisan itu? " Tanyaku

" Lukisan ini tidak pernah dibuat di dunia ini. Dengan kata lain, tidak ada catatan sama sekali tentang lukisan ini, termasuk sejarahnya. "

" Jadi ... Kamu ... "

" Ya, kita berasal dari dunia yang sama. Dan ada satu lagi yang ingin kutanyakan, apakah kau mengenal medali ini? " Ia membuka sebuah kota kayu yang berisikan Medali yang sama seperti milikku

" Aku mengenalnya. " Aku merogoh kantung bajuku untuk menunjukkan medali yang diberikan Rita kepadaku

" Hei! Desainnya sama. "

Setelah itu, aku mengobrol dengannya cukup lama. Ternyata Liz adalah seorang pencuri profesional yang mencuri harta karun milik orang lain, kebanyakan yang ia curi adalah benda yang dipamerkan di museum dan ia jual kembali. Ia baru berada disini selama 1 bulan 2 hari namun dihari ketiga ia sudah membeli rumah berkat bantuan Rita, dan kabar angin tersebut bertujuan untuk mempersempit ruang gerak Liz. Namun Liz sendiri tidak merasa seperti itu.

" Ketika kau pertama kali di dunia ini kau berada dimana? Kalau aku berada di Gang kecil. "

" Pertama kali aku didunia ini aku berada disebuah benda yang cukup aneh, benda itu terbang. Dan tidak lama kemudian aku bertemu dengan seseorang dengan rambut Afro. "

" Aku juga bertemu dengannya pada malam hari, apakah kau mengenalnya? " Tanyaku

" Namanya Dev. K " Suara yang familiar terdengar dibelakang kami berdua, Seorang Rita Elizabeth memasuki rumah ini tanpa kita berdua ketahui

" Rita, apakah kau sudah memberitahu kemampuanmu? " Tanya Liz

" Belum, lagipula Shiro tidak bertanya. " Jawabnya dengan santai

" Shiro, Rita adalah seorang Jumper yang dapat berpindah dari suatu tempat ke tempat lain termasuk berpindah antar dimensi. Bukan hanya dia sendiri, dia juga bisa membawa orang lain "

" Oh, itu memperjelas mengapa aku berada disini. " Gumam kecilku

" Walaupun aku membawa orang lain pun, aku tidak dapat menghindar dari Dev. K, seolah olah dia tahu keluar masuknya seseorang kedalam dunia ini. Untukmu Shiro, Dev. K pura pura tidak mengetahui kalau kau berasal dari dunia yang lain dan membantumu. Untuk Liz, Sialnya karena lengan kiriku masih terasa sakit pada saat itu, secara tidak sengaja aku malah memindahkan Liz ke Time Gate dimana Dev. K berada " Jelas Rita panjang dan lebar

Lalu kita bertiga mengobrol sampai larut malam, membicarakan banyak hal.

END