Naruto and all Characters belong to Masashi Kishimoto.
Au. Story not fully mine.
Warning: No Minor Allowed. Rated M
a SasuHina fanfic.
.
1st Day.
.
.
.
.
Paman Hizashi pernah berkata bahwa tujuan dari eksperimen ini adalah agar pasien hanya terfokus pada satu objek saja.
Dengan cara membiarkannya mendominasiku, dan memiliki ketergantungan hanya padaku saja.
Dalam kasus ini aku adalah sebuah umpan agar Sasuke, sekaligus pengalih pemikirannya dari hal-hal yang tidak di inginkan.
Tentu saja ini tidak mudah.
Aku harus membuatnya memiliki perasaan padaku. Jatuh cinta padaku.
.
.
.
.
"Satu hal yang harus kau tahu, aku tidak pernah meminta. Aku memerintah." Ungkap Sasuke dengan tegas.
Dia berdiri di hadapanku.
Sementara aku duduk di sebuah kursi. Hampir kehilangan akal melihat Sasuke yang nyaris telanjang.
Dia hanya mengenakan boxer dengan memperlihatkan bentuk perutnya yang berotot untuk pertama kalinya.
Meskipun begitu, aku tidak punya cukup banyak waktu untuk mengagumi sosok pria di hadapanku.
Mungkin lain kali.
"Rumahku, peraturanku. Tubuhmu adalah milikku. Kau harus bisa menerima hal itu mulai dari sekarang."
Aku mengangguk mantap.
Ekor mataku sedikit mengintip isi kamar ini.
Kamar ini berbeda dari kamar tempat kami bertemu sebelumnya.
Terlihat lebih minimalis dan sedikit gelap.
Tidak ada sofa atau TV bahkan jendwla di kamar ini hanya berukuran kecil.
Yang membuat ruangan ini menakutkan adalah bahwa ruangan ini seperti khusus didesign untuk hobi tersembunyi pemiliknya.
Terutama satu lemari besar yang aku yakini adalah tempat untuk menyimpan alat-alat yang mendukung kegiatan BDSM-nya nanti.
Saat Sasuke membuka lemari itu, aku menahan nafasku untuk beberapa saat.
Dildo otomatis berjejer, mesin untuk masturbasi yang beraneka ragam, borgol, tali pengikat, ikat pinggang, dan lakban. Selebihnya aku tidak begitu tahu.
Sasuke kembali berjalan ke arahku.
Tangannya mengangkat daguku, matanya menatap lurus ke dalam mataku, dan seringai itu hadir lagi.
"Aku bisa melakukan apa yang aku mau. Bibirmu, mulutmu, payudaramu, vaginamu, bahkan seluruh tubuhmu adalah milikku." Kata Sasuke.
Aku kesulitan untuk menelan ludahku sendiri. Semuanya terasa seperti dalam film horror yang aku benci.
Tapi paman meyakinkanku bahwa Sasuke tidak akan melakukan sesuatu seperti menyayat seluruh permukaan tubuhku dengan silet, atau membuatku menyemburkan darah dari mulutku.
Aku benar-benar berharap paman benar.
Meskipun jika hal itu benar, Aku tetap saja merasa takut akan kehabisan nafasku saat melakukannya.
"Sekarang, Buka bajumu!"
Dengan ragu, aku melepas satu persatu pakaianku, tanpa melihat wajah Sasuke karena aku merasa malu.
Tiba-tiba tangannya mengangkat daguku.
"Selalu menatap mataku, mengerti?"
Aku mengangguk.
"Kau bilang apa?"
"Y-ya."
"APA?!"
"Ya, Tuan!"
Sasuke bernafas dengan kasar. Menatapku tidak sabar.
Saat ini aku hanya mengenakan bra dan celana dalamku. Aku merasa kedinginan.
Tapi aku yakin ini bukan karena cara berpakaianku, namun ketakutanku.
"Apa yang sedang kau tunggu? Ku bilang BUKA PAKAIANMU!"
PLAKK!
Aku melompat atas serangan pertamanya.
Aku sudah menyiapkan diri untuk ini.
Untuk ruam yang akan aku dapatkan di seluruh tubuhku.
Tapi ini terlalu tiba-tiba dan
mengejutkanku.
PLAKK!
"Kau ingin aku membukakannya untukmu, huh?!"
Ouch! Sasuke mendekat dan menjambak rambutku. Sangat menyakitkan.
Aku bernafas tidak beraturan. Aku takut Sasuke merasakan perasaan takutku.
Keinginanku untuk menangis aku tekan dalam-dalam.
Ini baru permulaan.
Tapi sampai kapan ini akan berlanjut?
"Ti-tidak tuan."
"Lalu kenapa kaulama sekali?!"
Plakk!
Tamparan kali ini tidak sekeras tadi karena jarak kami yang sangat dekat.
"Cepatlah! aku benci menunggu seorang pelacur. Kau mengerti?!"
Raut mukaku berubah.
Seumur hidupku aku tidak pernah mendapatkan perlakuan sekotor ini. Aku tak pernah direndahkan dan aku tidak suka mendengar ini.
"Sialan!" Sasuke menggeram.
Eh?
"Kau tidak suka di panggil pelacur?!"
Shit!
"Tapi kau adalah pelacur, kan? khususnya pelacurku, bukan begitu?!"
Jangan menangis...
"Kau seorang pelacur, kan?"
"Y-Ya tu-tuan."
"Benar-benar seorang pelacur yang akan memenuhi semua keinginanku, bukan begitu?"
"Ya Tuan!"
Sekarang aku tidak lagi tergagap. Aku rasa aku sudah terbiasa dengan ini.
Aku tidak boleh terkejut lagi. Meski aku tahu ada banyak kejutan baru darinya setelah ini. Dia menjambak rambutku setiap waktu. Dan menampar pelan pipiku setiap saat.
Lalu dia menelanjangiku.
Aku merasa dingin AC lebih intens. Mukaku mungkin sangat merah.
Nyatanya ini adalah kali pertama aku membiarkan diriku ditelanjangi oleh seorang pria. Selama masa remajaku aku tidak pernah membiarkan pria berbuat sejauh ini.
Puncaknya pada saat perusahaan ayahku bangktut dan ayahku di ponis sebagai tersangka utama koruptor. Semua teman dan pria yang mengejar-ngejarku tidak sudi mendekatiku lagi.
Sasuke menghela nafas keras-keras. Dia menatapku kesal.
Aku tidak bisa melawan bahkan untuk menutupi area pribadiku sendiri, aku tidak memiliki kewenangan.
"Kau membuatku melakukn kerja ekstra dengan menelanjangimu seperti ini." Dia bilang.
"Maafkan aku tuan," cicitku.
"Maaf? maaf saja tidak cukup!"
"A-apa yang akan membuat tuan merasa puas?"
Sasuke tersenyum.
Dia terlihat sangat senang mendengarku seolah mencari hukuman darinya.
Hal ini tertulis di buku paman Hizashi.
"Keluarkan lidahmu. Aku ingin merasakan mulutmu."
Walaupun aku merasa jijik, aku melakukan apa yang diperintahkannya. Aku mengeluarkan lidahku.
Kemudian dengan segera dia melumatnya dengan tergesa.
Aku merasa seperti dia akan menelan lidahku dan bibirku sekaligus.
Suara decakan-decakan yang dikeluarkan ciumannya begitu nyaring. Tentu sjaa seluruh tubuhku bereaksi terhadap ciuman itu.
Terutama saat dia menggunakan gigi-giginya untuk menggigit beberapa bagian luar bibirku.
Dulu, aku selalu mendengar semua temanku berkata bahwa setiap ciuman dengan kekasih akan mudah terkenang.
Terutama ciuman pertama.
Tapi, meskipun ini bukan ciuman pertamaku, bahkan aku sudah berkali-kali berciuman dengan kekasihku sebelumnya, ciuman Sasuke adalah ciuman yang paling berkesan.
Ciuman Sasuke tidak normal. Ciumannya sangat kacau dan menjijikan.
Ciuman Sasuke sangat basah, sangat tidak bersih, sangat gila, tergesa-gesa dan memaksa.
Tapi ciuman ini masih terasa manis.
Tiba-tiba Sasuke berhenti. Aku merasa belum cukup tahu tentang ciuman Sasuke. Itulah mengapa aku sedikit kecewa.
"Mundur."
Dengan segera aku menurutinya.
"Berputarlah."
Sekali lagi aku menurutinya.
Sekarang, giliranku yang berdiri di hadapan Sasuke.
Dan Sasuke duduk di kursi yang sempat aku duduki.
Lampu di ruangan sedikit buram.
Tapi tidak menyembunyikan betapa jelasnya sosok Sasuke di hadapanku.
Begitupun dengan Sasuke yang bisa dengan jelas melihat tubuh telanjangku.
Payudaraku yang cukup besar, perutku yang rata, bagian intimku yang tercukur rapi, serta bibir vaginaku yang menyembunyikan aset berwarna pink nan ketat seperti submissive online.
Aku juga memiliki kulit yang terawat, dan pinggang yang ramping.
Yang aku tidak miliki adalah rasa percaya diri.
Ya!
Aku sangat malu dan tidak percaya diri.
"Mendekat."
Aku melakukan apa yang dia katakan. Melihat raut mukanya dalam remang-remang.
'Apakah dia suka dengan bentuk tubuhku? atau aku akan kembali disakiti karena bentuk tubuhku ternyata sangat mengecewakan?' Tiba-tiba saja aku peduli dengan apa yang di pikirkan Sasuke.
Sasuke melihatku dengan tatapan menilai.
Aku menjadi sangat gugup.
'Kumohon sukailah apa yang kaulihat... please...'
Dan kenapa aku peduli jika dia menyukai tubuhku atau tidak?!
Saat aku mendekat kepadanya, Sasuke menarik tubuhku dengan paksa.
Lalu hal berikutnya adalah hal yang sangat mengejutkanku.
Aku berteriak dengan keras.
Demi Kami-sama Sasuke baru saja menelan putingku secara tiba- tiba!
Tidak! dia bahkan mempermaimkannya. Satu demi satu.
Lagi, lagi, dan lagi!
Aku menutup mulutku karena aku tidak bisa menahan teriakanku.
Selain itu aku tidak mau kehabisan nafas.
Aku hampir merasa udara di ruangan itu habis.
Sulit sekali untuk tidak berteriak saat Sasuke memperlakukanku seperti ini. Dia benar-benar mengenyot payudaraku seperti Anjing liar. Caranya melumat, membasahi, mencubit, memerintil dan melakukan apa yang dia mau membuatku menangis karena sensasi yang berdatangan.
Aku sudah gila. Aku pikir caranya memperlakukanku sangatlah menyiksa tapi saat yang besamaan juga menyenangkan.
Aku benar-benar sudah tidak waras!
Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku.
Kepalaku terus menimbang-nimbang...
Apakah aku harus memegang kepala Sasuke? Menarik tubuh Sasuke? Menghapus jarak kami?
Aku menginginkan ini.
Aku ingin Sasuke mempercepat kegiatannya, Aku ingin Sasuke menghisap putingku lebih dalam dan keras.
Aku tidak pernah mengira bahwa apa yang Sasuke lakukan, kekerasan dan siksaan siksaan yang dia lakukan padaku menimbulkan sensasi mengejutkan seperti arus listrik.
"Taruh satu tanganmu di balik kepala!"
Sasuke bilang. Ia memperhatikanku dengan jeli.
"Sekarang, sentuh vaginamu dengan tangan yang satunya lagi!"
Bohong jika aku bilang aku belum pernah bermasturbasi.
Aku sering melakukannya.
Namun aku tidak pernah membiarkan pria melihatku bermatsurbashi atau melakukannya untukku.
Tapi Sasuke baru saja memerintahku untuk memuaskan diriku sendiri. Dan ini terasa aneh juga memalukan!
"Apa yang kau tunggu? LAKUKAN SEKARANG!"
Sasuke sangat tidak sabaran. Dia menarikku dan melemparku ke ranjang. Lalu dia menekan tubuhku dwngan kedua tangannya sehingga aku terlentang.
"Ku bilang sentuh dirimu sampai kau mengeluarkan cairan. Apa kau dengar?"
Aku menyentuh vaginaku dengan jariku sendiri.
Milikku sudah membasah sejak dia menghisap putingku tadi. Dan saat ini Aku dengan pelan menyapu bagian intimku sendiri. Sementara dia memperhatikanku dengan kening yang berkerut. Tdak puas.
Walaupun milikku sudah sangat basah. Tapi hal ini jelas tidak membuat Sasuke puas.
Dia ingin lebih dari ini.
Sasuke beranjak dari ranjang. Membuatku berhenti melakukan kegiatanku dan melihat ke mana dia akan pergi.
Dia menengok ke Arahku dan berteriak...
"Jangan berhenti, dan cepat sentuh dirimu sendiri, Jalang!"
Dengan segera aku melanjutkan kegiatanku lagi. membuat vaginaku basah. Sementara mataku tidak berpaling dari Sasuke.
Dia menuju ke lemari. Aku melihat dia membuka lemari itu dan mengambil beberapa peralatan yang tidak bisa aku lihat dengan jelas.
Ah... Sebuah tali, Pecut dan benda lain yang ku yakini adalah vibrator.
"Singkirkan tangan menjijikanmu dari Vagina milikku dan buka kakimu dengan lebar, Jalang!"
.
.
.
.
Ini dia yang di teaser kemaren. haha...
Di potong sampe sini ya...
Udah jam dua pagi. Gee sudah tidak bertenaga lsagi.
selalu berterimakasih kepada Teman-teman yang sudah RnR juga FnF...
Chapter depan Si Sasuke makin Gelo lho.. lol spoiler.
.
.
.
