Masashi Kishimoto's

AU. OoC. Story not fully mine. Super Short

Rated M. No minor allowed.

.

.

.

The Hell on You.

.

.

Apa aku berdarah? Aku kira Sasuke tidak menyukai darah.

Seumur hidupku, aku tak pernah mendapat perlakuan kasar.

Tapi saat ini orang asing memperlakukanku seperti sesuatu yang hina.

Satu, dua, tiga, sepuluh, aku benar-benar tidak menghitung berapa kali dia menampar daerah intimku dengan swatter.

Tapi semakin dia memperlakukanku dengan kasar, semakin daerah kewanitaanku basah.

Bagaimana bisa rasa sakit dan menyenangkan terasa sesensual ini?

Saat ini aku berbaring tidak berdaya. Kedua tanganku diikat, ke dua kakiku juga di ikat.

Aku merasa pose ku saat ini persis dengan perempuan-perempuan yang berbaring membentuk hurup X di film BDSM.

Menerima pecutan, dan tamparan sampai sebagian tubuhku lebam.

Beberapa kali aku mencoba menahan jeritan yang pada akhirnya gagal.

Aku harap seluruh dinding-dinding tidak mendengarku. Karena aku terdengar seperti seorang korban yang meminta disetubuhi oleh si pemerkosa.

"He-hentikan tuan, ah! Sa-sakit!" Ya. Ini memang sakit. Tapi juga menyenangkan, kan?

SWATT!

"Berhenti? Kau ingin aku berhenti saat kau tak becus membasahi dirimu sendiri? Huh?!"

SWATT! SWATT!

"Maafkan aku tuan. A-aku akan melakukannya lebih baik! Ahnnn..."

SWATT! SWATT!

"Tuann arrrhh! To-tolong hen- Ah, Ya Tuhan!"

Sensansi apa ini? Kenapa aku merasa hal aneh pada tubuhku.

Sesuatu sedang memaksa keluar dari dalam organku.

Aku sudah tidak memohon Sasuke untuk menghentikannya. Tapi aku, dengan semua tekanan dan rasa sakit yang terus menyudutkanku pada batasnya membuat kepalaku terasa penuh.

"Berikan seluruh cairanmu padaku, sialan!"

"Ahnn...ahh..Ahnnnn..."

Dan dengan satu tamparan keras aku sampai pada klimaks.

Aku melihat raut Sasuke yang penuh takjub. Sementara daerah intimku terasa bengkak dan memerah.

Seolah tidak puas. Sasuke menyeludupkan kepalanya di antara pahaku.

Shit!

Dia menjulurkan lidahnya kebagian tersensitifku. Orgasmeku bahkan belum berakhir. Tapi kedua ujung putingku sudah kembali mengeras. Terutama saat Sasuke menyeruput semua cairan dalam milikku.

Hal itu membuatku semakin gila.

"Tuan.. tu-tuan... ah.. Ahh... "

Sasuke tidak hanya menyeruput seluruh cairanku. Dia juga menggodaku dengan ujung lidahnya yang memutar-mutar di klitoris ku.

Sasuke tidak lagi berteriak dengan kata-kata kotor karena saat ini dia masih takjub dengan cairanku.

Aku berusaha menggapai kepalanya agar menyingkir. Tapi cairanku kembali keluar dan keluar sehingga Sasuke memperdalam lidahnya.

Saat ini perutku mengalami keram.

Aku tidak tahu sudah berapa lama kami berada di kamar ini.

Tapi aku yakin ini sudah lebih dari satu jam.

Satu jam yang menyenangkan sebelum akhirnya Sasuke mendongak.

Wajahnya terlihat sangat menggelikan. Aku tidak berani tertawa meskipun aku ingin sekali.

Aku melihat betapa konyol dan menjijikannya wajah Sasuke dengan seluruh cairanku yang membuat wajahnya nampak mengkilap. Aku bahkan bisa melihat sinar lampu dari wajahnya.

Sasuke merangkak kedepan wajahku.

Aku takut tanganku akan menamparnya setiap saat melihat betapa maniaknya wajah pria di hadapanku saat ini.

Tangannya menjambak rambutku dan menarikku ke wajahnya.

"Rasakan cairanmu."

Apa?!

"Jilati cairanmu dari wajah dan mulutku!Apa kau tuli?!"

Bagaimana caranya? Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan lebih dulu.

Apa aku harus menciumnya lebih dulu.

ARRGHH!

Sasuke menjambak rambutku lebih kencang. Membuatku terkejut dan berteriak.

"Aku bilang julurkan lidahmu dan rasakan cairanmu sendiri!"

PLAKK! "Kenapa kau selalu membuatku mengulang apa yang sudah kukatakan?!"

PLAKK! PLAKK!

Satu tangannya menjambak rambutku. Satu tangan yang lainnya menamparku.

Aku sangat ketakutan. Tapi belum begitu yakin apa yang harus aku lakukan.

Dengan ragu aku menjulurkan lidahku dan menjilat bibirnya.

Dia tidak bergerak. Aku terlihat bodoh. Saat Sasuke tidak mengatakan apapun. Aku melanjutkan kegiatanku. Aku mulai menjilati seluruh permukaan bibirnya yang terasa manis dan asin.

Kemudian aku menjilati pipi dan dagunya. Sampai lambat laun jambakannya pada rambutku terlepas.

Aku kira aku melakukan hal dengan benar.

Aku segera menggunakan mulutku untuk mencium mulutnya.

Aku sudah tidak mengenali diriku sendiri saat ini.

Terutama saat Sasuke juga mulai merespon Ciumanku dengan lidahnya. Sasuke bahkan membasahi mulutku dengan air ludahnya.

"Bagaimana rasa cairanmu?" suara Sasuke sangat berat, hidungnya bersentuhan dengan pipiku saat dia bicara.

Kami bertukar udara.

Kami berdua sama-sama hampir kehabisan napas.

Tapi pertanyaannya membuatku kembali merasa takut dan bingung. Apa yang harus aku katakan?

Enak? Asin? Manis?

"Bagaimana. Rasa. Cairanmu. Huh?!"

Setiap kata dia tuturkan dengan tekanan di leherku.

Aku di cekik!

"Kau terasa seperti pelacur yang kotor! Katakan itu!"

Tapi aku tidak bisa bernafas. Pegangan tangannya terlalu kuat. Aku hampir muntah.

"Mungkin kau merasa tidak puas merasakan cairanmu itu."

CUIH!

Dia meludah tepat kedalam mulutku. Ini sangat menjijikan. Tapi dia benar-benar melakukannya. Aku merasa akan muntah.

"Bagaimana?"

Dia tersenyum miring.

Aku ingin sekali menamparnya. Tapi aku gunakan tannku untuk mencekram seprai karena aku hampir kehabisan udara.

Lepaskan aku brengsek!

Itulah kata-kata yang ingin aku teriakan. Brengsek. Bukan tuan. Bukan master.

Pria psikopat ini benar-benar akan membunuhku.

Aku sudah merasa lemas dan pandanganku semakin menggelap.

Tubuhku seperti tidak bertenaga. Kepalaku tidak bisa memikirkan apapun.

Aku nyaris saja menutup mataku saat dia melepas cekikannya.

Kepalaku berputar. Pernapasanku seperti berlomba-lomba menelan udara.

Aku melihat Sasuke seperti sedang menikmati pertunjukan menarik.

Dengan terburu-buru aku melepas ikatan tanganku dan kakiku.

Aku rasa aku akan berhenti sampai di sini. Pria ini terlalu gila. Tidak! Dia adalah psikopat yang sudah hilang kewarasannya bahkan mungkin sejak dia lahir.

Bagaimana mungkin aku bisa menyembuhkannya?

Aku yakin aku akan mati bahkan sebelum dia sembuh!

Aku baru saja akan beranjak dari ranjang. Tapi sebuah sensasi menyetrumku seperti arus listrik saat dia memasukan satu jarinya ke daerah genital ku.

Tubuhku bereaksi cepat dari yang aku kira. Kedua tanganku bertumpu dengan baik.

Kakiku seperti memiliki keinginan sendiri saat dengan perlahan keduanya terbuka memberi Sasuke akses.

Aku bernafas cepat saat dia menusuk-nusukiku dengan cepat. Lalu dia menambah dua jari. Dan saat ini tiga jari miliknya sedang keluar masuk vaginaku.

Aku tidak pernah merasakan tiga jariku sekaligus saat aku bermatsurbasi.

Aku merasakan lubang kwwanitaanku yang kencang. Dan aku yakin dia juga merasakannya.

"Lubang yang sangat kencang, kan?"

Apa yang akan dia lakukan , ya Tuhan?

Dia melakukan semua hal dengan cara yang berbeda. Dengan cara yang menjijikan dan meskipun begitu aku merasa tidak ingin memprotes perlakuannya. Karena semuanya terasa menakjubkan.

Lima menit yang lalu aku nyaris terbunuh oleh Sasuke. Tapi saat ini aku merasa mulutku akan memohon lebih.

Entahlah. Apa lebih baik aku meminta Sasuke untuk menutup mulutku rapat-rapat karena kalau aku sampai memohon kepadanya untuk menyetubuhiku. Aku akan mati karena perasaan malu.

"I want to fuck that drenching pussy... do you want me to fuck you?"

Oh God yass! Aku mencoba menahan diriku untuk mengeluarkan kata-kata itu.

Aku sudah mempermalukan diriku sendiri dengan 'hnnn, ahhh...arrghh.' miliku semenjak kami melakukannya.

Dia kembali memasukan ketiga jarinya. Tubuhku terangkat dan terjatuh menyamakan gerakan jari Sasuke.

"Aku akan melakukannya sebanyak yang aku mau. Dan dengan apapun yang aku inginkan!"

PLAAK!

PLAKK!

"Aku akan membuatmu basah dan meminum semua cairanmu sendiri!"

PLAKK! PLAKK! PLAKK!

"Katakan apa kau MENDENGARKU?!"

"Oh Tuhan. Yaaa tuan! Ohh...ahh... fuuuuuck!"

Sasuke tertawa dan terus memasukkan tangannya. Aku merasa kewalahan dengan semua perasaan yang tercampur aduk.

Namun kemudian saat aku nyaris kembali berhadapan dengan orgasmeku yang lainnya, Sasuke menghentikan dorongannya. Dia terkekeh saat melihat kekecewaan di mukaku.

"Jangan khawatir , jalang. Aku hanya ingin kau merasakan cairanmu sendiri langsung." Dia menarik jarinya yang sangat basah oleh cairanku lalu memasukannya ke dalam mulutku tanpa segan-segan.

"Sekarang, jilati dan kulumlah jariku seperti saat kau menjilati penis milikku."

.

.

.

Hello... maaf ya Gee potong sampai sini. Besok-besok kalo Gee mood Gee update. Ya..

Anyway Gee tidak terinspirasi dari novel manapun. Karena Gee bukan penikmat novel. Walau pun sering denger novel 50th shade of gray tapi FF ini milik 'Kpoponly' Salah satu Author di AFF. Dan Gee juga udah dapet ijin. Meskipun begitu isi ini fic emang gak sertus persen milik kpoponly. Terus terang fanfic kpoponly deskripsinya lebih panjang dan detil. Jadi ada bagian yang Gee persingkat dan tambahin.

Thanks for RnR and FnF...