Masashi Kishimoto's
AU. Typo (s). Rated M. Short.
No Minors allowed.
You've been warned.
.
.
.
He Knew it.
.
.
.
Aku bahkan tidak tahu bagaimana cara meniup kepunyaan seorang pria. Bagaimana mungkin aku melakukan hal itu? Tapi aku tidak punya pilihan.
Dengan ragu aku melakukannya. Sedikit merasa bodoh karena apa yang kulakukan hanya membuat Sasuke jengkel dan memasukkan sepanjang jarinya ke dalam mulutku. Dia bahkan tidak peduli melihatku akan muntah dan kehabisan napas.
Aku tidak tahu sejak kapan aku menjadi tidak higenis seperti ini.
Ah tentu saja sejak aku menyetujui kontrak sialan itu.
Pekerjaan ini sangat menjijikan dan lebih menjijikan lagi karena aku merasa terangsang oleh semua kegiatan ini.
Aku menatap langit-langit dengan kepala dan mulut yang penuh oleh milikknya.
Beberapa kali tersedak karena sodokan-sodokan pria gila dihadapanku ini.
Sasuke saat ini disibukan dengan sejumlah kegiatan yang membuat selangkanganku mati rasa.
Aku sudah memohon dan berharap selama dua minggu ini agar dia melakukannya dengan perlahan.
Tapi saat ini dia memaksaku menelan seluruh cairan miliknya.
How disgusting!
Tenggorokanku sakit. Aku kesulitan bernapas.
Dengan miliknya yang memenuhi mulutku, dan bagian lain yang menutupi pernapasanku, bagaimana bisa aku bernapas?
Aku terkejut saat tangannya menekan kepalaku. Air mataku sudah menumpuk di pelupuk.
Sampai aku merasa sesuatu yang asin memenuhi rongga mulutku. Cairan yang terus mengalir dari milik Sasuke yang berkedut di dalam mulutku.
Sebagian memaksa keluar melalui celah yang tersisa dari mulutku. Banyak sekali.
Ugh!
Untuk kesekian kalinya aku tersedak. Namun kali ini cairan itu tak bisa ku tahan.
Terlalu banyak dan terasa aneh.
Sampai secara pelan-pelan aku membuka sedikit mulutku.
Namun Sasuke menyadarinya. Aku merasa sangat takjub dengan kepekaan pria ini.
Bahkan saat dia menutup matanya-merasakan orgasmenya yang panjang, dia masih menyadari bahwa aku mulai menjadi budak yang nakal. Tidak menuruti kemauannya.
Dia menggeram. Lalu membungkam mulutku dengan menambah tekanan miliknya ke mulutku.
"DONT SPIT MY CUM YOU BITCH!"
Sasuke mengeluarkan miliknya lalu memegangi daguku dengan keras. Begitu keras sampai menyisakan ruam merah yang menyakitkan.
Kemudian dia meraih tali yang berada di samping tubuhnya. Mengikat tanganku ke masing-masing tepi ranjang.
Saat ini aku seperti menjadi bintang film porno yang sebenarnya.
Seluruh hasratku mulai memperlihatkan diri saat aku berusaha menahan diri untuk mengerang.
Milikku mungkin sudah sangat basah saat ini.
Sasuke tersenyum lebar. Menatapku dengan pandangan puas. Aku hanya menatap tidak fokus.
Merasa sangat malu dengan tubuhku yang sangat terbuka. Membentuk hurup 'X' karena dia mengikat seluruh tangan dan kakiku.
"Nah, begini lebih baik. Sekarang diam dan jangan bernapas!" Dia duduk di perutku.
Aku tidak tahu apa yang ada di kepalanya saat ini.
Mungkin dia akan memenuhi mulutku dengan miliknya lagi. Atau menggosokan miliknya di belahan payudaraku. Satu kegiatan yang aku tahu dia sangat senangi.
Tapi dia mendekatkan mukanya kemukaku.
Napas kami saling bertabrakan.
"Kau akan menyenangi bagian ini, jalang. Tutup matamu dan jangan bergerak." Dia bilang.
Sasuke mengusap keningku. Melap peluhku.
Kurasa ini adalah bagian paling lembut yang pernah dia lakukan sejak kami melakukan aktifitas diluar nalar ini.
Dia tersenyum manis. Aku baru tahu sebelah pipinya memiliki lesung yang tidak terlalu kontras.
Dan dibawah bibirnya ada satu tahi lalat yang samar-samar terlihat.
Untuk kesekian kalinya aku hampir terperangkap dengan ketampanannya.
Namun dengan cepat aku menyadarkan diriku sendiri. Pria di depanku ini adalah pria yang tidak bisa ditebak.
Sikapnya cepat berubah.
Bisa dikatakan bipolar.
Namun wanita mana yang akan tahan melihat seorang aktor kaya dan tampan memperlakukannya seperti seorang kekasih yang paling dicintainya?
Ah... Aku tidak boleh percaya diri. Ini mungkin tidak akan lama.
Sasuke akan berubah setelah seperdetik.
Sasuke mencium bibirku dengan pelan. Sebelah tangannya meremas payudaraku.
Tanpa sadar aku menutup mataku. Aku merasa kembali menemukan sisi lain dari Sasuke.
Perlakuannya begitu tidak terduga. Mungkin sebagian dari dirinya masih normal.
Aku tidak menahan desahanku saat ciumannya mendalam dan tergesa-gesa.
Berkali-kali milik Sasuke bergesekan dengan perutku.
Sedetik kemudian... Dia membungkam mulutku.
Ini dia!
Mataku melebar. Aku tidak bisa bernapas.
"Sudah kubilang jangan bernapas!"
PLAKK!
Sasuke mendorong leherku ke bantal.
Dia mencekikku lalu...
PLAKK! PLAKK!
Aku tidak bisa bernapas! tanganku berusaha melepas cengkraman di leherku. Namun tidak berhasil karena tentu saja dia lebih kuat dariku.
"Tu-tuan!"
"Diamlah!"
PLAKK!
Brengsek!
Aku bahkan tidak bisa bergerak dengan tubuhmu yang memindihku! Dan kau bahkan mencekikku. Bagaimana mungkin aku bisa diam!
Dia tertawa keras saat mendapatiku menghirup udara seperti ikan yang sekarat.
Kemudian dengan tiba-tiba dia membawa miliknya ke daerah kewanitaanku.
Aku ingin mencekram apapun yang bisa ku cekram.
Ini akan menyakitkan. Aku tahu itu.
Beberapa detik lagi satu hal yang berharga dariku, akan dirampas. Tidak! Ini bukan kasus pemerkosaan.
Semuanya sudah kusetujui.
Seluruh hal yang menimpaku adalah hal yang sudah Sasuke bayar dengan bayaran yang setimpal.
Tapi tetap saja aku merasa sesuatu yang kupertahankan akan di renggut paksa.
Oleh orang yang tidak ku kenal.
Miliknya menyentuh bibir vaginaku.
Dan caranya menyeringai mengingatkanku pada tokoh villains yang dengan senang hati memutilasi si baik hati.
Aku tahu beberapa waktu lalu aku sangat menunggu hal ini.
Aku ingin dimasuki oleh miliknya.
Kepalaku hampir meledak karena seluruh kegiatan gila ini ternyata masih bisa membuatku terangsang.
Ini tidak normal. Aku tahu itu.
Diusiaku yang masih muda dan ingin mendapat sesuatu yang normal, diperlakukan normal, berciuman dengan gairah seperti seorang normal, akhirnya berakhir dengan orang psikopat sejenis Sasuke Uchiha.
Aku menahan napasku saat perlahan kepala penisnya memasuki sedikit demi sedikit.
Wajah Sasuke sedikit mengerut. Mungkin karena lubang milikku yang masih sempit meskipun beberapa waktu lalu dimasuki ketiga jarinya secara bersamaan.
Perlahan aku merasa sakit dibagian itu. Sakit yang tidak bisa dibandingkan dengan semua yang dia lakukan sebelumnya.
Sakit yang nyata, tidak tertahan dan terkontrol.
Terutama saat proses penetrasi itu, miliknya kian membesar.
Dengan tidak sabar dia mendorong seluruh miliknya tanpa memperdulikanku.
Dia tidak memberi jeda miliknya untuk menyesuaikan dengan milikku.
Sasuke brengsek. Dia malah mempercepat dorongannya.
"Tuan... Pelan-pe...AAHH!"
Aku mencoba menghentikannya. Namun Sasuke terlihat terganggu dengan teriakanku.
Dengan cepat dia meraih gag dan memasukkan benda itu ke mulutku.
Aku mencoba memanggilnya namun aku hanya bisa mengerang dan berteriak minta ampun di dalam kepalaku.
Aku menangis dan menjerit tertahan. Sasuke tidak peduli sama sekali dia terus memejamkan matanya dan memasukiku semakin dalam dan cepat.
Aku merasa miliknya merobek seluruh bagian dalam milikku. Caranya memasukiku tidak mengenal ampun.
Tidak menyenangkan sama sekali.
Aku menangis dan mengerang setiap kali dia mendorong dan menaikan miliknya.
HENTIKAN! KUMOHON HENTIKAN!
Sasuke tertawa saat melihat bagaimana mataku melebar, berair dan menutup dengan erat.
Tangannya dengan ganas meremas payudaraku. Aku bahkan merasa giginya menggigit permukaan leherku.
Semakin aku menunjukan raut kesakitan, Sasuke semakin bersikap liar.
Dia tidak melepas matanya dariku. Dia bahkan tidak tahu milikku saat ini mengeluarkan darah.
Apa dia lupa kalau aku masih perawan?!
Siapapun yang bilang bahwa perasaan sakit akan perlahan berubah menjadi kenikmatan saat kau pertamakali melakukannya, itu semua bohong!
Setidaknya begitu yang kurasakan. Bahkan aku tidak bisa mengutarakan seberapa sakitnya itu.
Aku pikir seorang berkelainanpun akan memiliki sipat manusiawinya saat melihat seseorang yang nyaris mati diperlakukan sekasar ini.
Tapi aku salah.
Jelas sekali Sasuke tidak peduli aku tidak pernah melakukan sex.
Ah... Kenapa aku merasa begitu kecewa bukankah aku sudah tahu seperti apa Uchiha Sasuke?
Setengah sadar, aku melihat Sasuke melepas gag yang membungkam mulutku.
"Hentikan. Kumohon Sasuke..."
Tapi kata-kata dari mulutku terdengar seperti gumaman tidak jelas.
Seluruh pandanganku mulai menggelap. Jika Sasuke tidak berhenti menit ini juga. Aku rasa aku akan tidak sadarkan diri.
Saat itulah Sasuke melihat ke daerah kewanitaanku. Tangannya menyentuh lubang milikku dengan bergetar. Dia menatapku dengan wajah yang panik dan ketakutan.
Tiba-tiba dia berdiri. Tubuhnya bergetar.
Aku tidak punya kekuatan untuk bergerak.
Apa yang dia lihat?
"Ke-kenapa k-kau..." nada suaranya berubah. Wajahnya begitu ketakutan. Dia melihat darah. Tentu saja.
Meskipun tidak banyak. Namun berjak-bercak darah bercecer di bagian seprai.
Dan mungkin dimiliknya juga.
"Kau berdarah...jangan bilang..." dia masih mematung.
"Holly fuck! Kau... perawan?" Sasuke segera mendekat dan melepas ikatan pada tanganku.
Saat aku terbebas. Aku mulai menjauhinya. Menghirup udara sebanyak-banyaknya. Dan menangis sekeras yang aku bisa.
Aku berusaha untuk tidak bergetar, atau histeris. Tapi tangisanku tidak bisa kuhentikan.
Kenapa aku membiarkan diriku mengalami hal ini?
"Hinata..." tangan Sasuke mencoba meraihku.
Namun aku dengan tergesa menghindarinya.
Dia binatang!
Aku tidak mungkin membiarkan diriku berdekatan dengannya lagi walaupun hanya satu senti!
"A-aku tidak ta-"
"JANGAN SENTUH AKU!"
.
.
.
Maaf lama banget ya updatenya... huhu.
Saya tidak mau membuat alasan. Karena alasan yang paling benarpun akan terdengar seperti dibuat-buat...
Akankan Sasuke jatuh cinta? Haha
Akan sangat lama kayaknya. Jangan lupa saya tidak menaruh gendre Romance.
Terimakasih buat yang sudah baca, review, follow dan fav...
Ja' ne~~
