Tittle : Baby Face Papa
Author : Kim Kyusung (Kimmie)
Genre : Family, Humor, Romance.
Pairing: WonSung (Siwon & Yesung)
Slight Pair : KyuSung (Kyuhyun & Yesung)
Cast : Member Super Junior, Donghae Kids, Sehun EXO kids.
Disclaimer : Mereka milik Tuhan, Orang tua, Fansnya dan cerita ini Milik saya.
Rating : K
Warning : YAOI (Boy X Boy) Yesung UKE! Crack Pair!
Baby Face Papa
by KimKyusung (kimmie)
©2015
Please don't copy paste without permission.
Summary
Kim Yesung adalah penyanyi solo (20th) yang tenar setelah mengeluarkan album pertamanya. Tapi siapa sangka jika Yesung telah memalsukan umur dan statusnya. Tanpa publik tahu Yesung sebenarnya berusia 32th, duda dengan dua orang anak bernama Donghae (12th) dan Sehun (6th).
.
.
"Ye-Yesung." Ucap Siwon terbata dan terkejut saat melihat Idol tercintanya ada didepan mata.
TUk…. Ponsel yang semula berada di genggamannya perlahan jatuh ke lantai. Siwon tidak peduli jika ponsel yang baru saja jatuh itu rusak atau hancur, sekarang yang lebih penting adalah sosok pria yang telah mencuri perhatiannya selama ini dan hanya bisa Siwon lihat dilayar komputer serta diatas panggung sekarang berada di depan matanya.
"Sudah ku bilang, kau akan menjadi penggemar Yesung paling beruntung di dunia." Ucap Donghae puas melihat hasil mengcover papanya.
Kim Jong Woon, sejak debut sebagai artis sang anaklah yang selama ini merubah dirinya. Donghae cilik ini tahu bagaimana menggunakan make-up untuk menutupi kekurangan sang papah seperti memberikan eye-liner di mata sipitnya hingga membuat mata Yesung jadi terlihat lebar dan tajam, lalu pipi pucat papanya ia juga dempul dengan bedak tabur lembut dan tidak lupa bibir kering sang papah, ia oleskan sebuah Lipbam pink peach agar terlihat segar.
Bahkan, Donghae cilik ini juga memiliki selera fashion yang bagus. Ia tahu pakaian mana saja yang cocok untuk sang papah. Jadi, sekarang kita tahu dari mana asal Yesung terlihat tampan, keren dan modis di setiap tampilannya.
"Tadi… kau…memanggil dia papa, lalu sekarang di-dia berubah menjadi Yesung, ba-bagaimana bisa ?." Bingung Siwon yang bicaranya sudah tidak terarah karena melihat pria dari anak yang sudah ia tolong berubah menjadi Idolanya.
"Yesung adalah papa ku." Bangga Donghae menyebut Yesung sebagai papahnya dan Siwon entah kenapa perlahan kepalanya terasa pening dan berat.
BRUUGGH…. Siwon jatuh ke sofa begitu saja, membuat Donghae dan Yesung langsung berlari untuk melihat keadaannya.
"MWOYA! DIA PINGSAN." Kaget Yesung sambil menepuk – nepuk wajah Siwon agar sadar, namun hasilnya nihil. Siwon terlalu shock untuk menerima kenyataan didepan matanya.
.
.
[Mimpi – alam bawah sadar| Siwon POV]
.
Saat berusia 7 tahun, aku sangat suka melihat anak – anak seusia ku bersekolah disekolah biasa yang ku temui dijalan. Setiap pagi dibalik kaca mobil, aku selalu mengamati mereka yang berjalan bersama dengan orang tuanya lalu sesampainya disekolah, Ibu atau ayah mereka akan memberikan sebuah elusan dikepalanya sambil tersenyum lembut hingga membuat anak itu tersenyum lebar seperti mengatakan bahwa dia adalah anak paling bahagia di dunia ini. Dan aku sangat iri pada mereka.
Suatu hari aku melihat sekelompok anak sedang bermain bola dilapangan dekat sungai Han, karena aku penasaran akhirnya aku ikut bermain dengan merahasiakan identitas ku sebagai anak orang kaya untuk dapat bermain dengan mereka dan itu terasa sangat menyenangkan.
Jika aku bisa terlahir kembali, aku ingin terlahir sebagai seorang anak biasa yang memiliki keluarga sederhana namun hangat dan ceria, dimana setiap waktu selalu dihabiskan dengan canda dan tertawa lepas.
"Kau terlahir hanya untuk menjadi seorang penerus perusahaan, mengerti." Ucap Ayahku yang ternyata sudah mengetahui kebenarannya tentang satu bulan ini aku yang selalu membolos les private. Padahal aku sudah membayar guru les private ku itu untuk berbohong pada Ayah ku dan sepertinya gagal.
"Mengerti….Appa." Menyerah dan menjadi anak seperti yang Ayah ku inginkan. Itulah takdir dari seorang Choi Siwon, anak tunggal penerus Hyundai Grup.
.
.
"Ibu… aku ingin menjadi anak biasa saja, apa tidak bisa ?."
"Wonnie, saat ini ikutilah kemauan Ayahmu. Ibu tidak ingin melihatmu terluka seperti ini lagi." Melihat Ibu memohon seperti ini apa yang harus ku perbuat ? tentu saja aku tidak bisa menolaknya. Sambil menggelus pipi kanan ku yang sudah membengkak akibat tamparan Ayah, aku hanya bisa memeluk dan menangis dalam diam dipelukan Ibu ku.
"Baik Eomma…"
Sejak saat itu aku benar – benar mengikuti apa yang diinginkan oleh Ayah. Sekolah dan belajar mengenai hal yang seharusnya dipelajari ketika usia ku sudah dewasa, bahkan disela istrirahat ku. Aku harus ikut pergi bersama Ayah ke perusahaan untuk melihat dan belajar langsung bagaimana menggurus perusahaan dengan baik dan benar.
.
.
"Aku tidak makan mie instan eomma, sungguh." Bohong ku pada Ibu di sambungan telefon. Jika Ibu ku tahu aku saat ini sedang makan mie instan yang baru saja ku buat sendiri, tamatlah riwayat ku. Bisa – bisa Ibu akan mengirimkan seseorang ke apartement untuk mengurus ku seperti anak kecil.
"Aku tidak bersama siapapun eomma, itu suara TV. Aku sedang menonton…. Hem…" Ku tatap Televisi didepan ku sebentar untuk melihat nama acara apa yang sedang ku lihat (diabaikan) ini.
"Mubank." Ucap ku ketika melihat Icon logo berbentuk tulisan di sudut kiri atas TV tersebut.
"…." Uhuk… tiba – tiba aku tersedak mendengar ucapan Ibu ku di sebrang telefon.
"Eomma suka siapa ? Yaa…eomma, aku tahu kau menikah di usia 18 tahun. Tapi tidak usah sampai sehisteris itu bisa kan, Jika appa tahu bagaimana." Ku lanjutkan lagi makan mie ku secara diam – diam sambil mendengar ocehan Ibuku ditelefon yang mengatakan ia menyukai seorang Idol pria yang baru – baru ini debut, yang benar saja. Ku kira Ibu ku hanya tertarik pada salon, perhiasan, pakaian dan barang – barang bermerek saja.
"…"
"Yesung siapa ? Aku tidak tahu eomma. Selama ini aku hanya menonton acara berita ekonomi Korea saja." Jujur ku dan saat aku ingin mengganti channel saluran TV, tanpa sengaja aku melihat seorang pria mungil yang menarik perhatian ku diatas panggung, pria itu berdiri diantara Idol lainnya yang ku yakini adalah semuanya artis penyanyi entah itu penyanyi solo atau grup yang sedang menunggu pengumuman kemenangan.
"Eomma nanti ku telefon lagi." PIIIP…kini karna sosok mungil itu aku menjadi tertarik menonton acara musik yang selama hidup ku tidak pernah ku lihat dan tidak ingin tahu juga bagaimana perkembangan musik di Negara ku ini.
"Pemenang chart musik minggu ini adalah…. Its has to be You, Wah selamat Kim Yesung kau sudah 7 kali berada di posisi 1."
"Kim… Ye…sung ? AKH… JADI ITU YESUNG YANG EOMMA BICARAKAN." Teriak ku dan tanpa sadar ku besarkan sedikit volume TV.
"Aku benar – benar tidak menyangkan akan menang lagi minggu ini, hehehe. Terima kasih atas cinta kalian, aku akan bekerja lebih keras lagi."
"Dia manis sekali." DHEG…. DHEG… Dan bersamaan dengan senyum Yesung yang ku lihat di TV, detak jantung ku berdebar lebih cepat untuk pertama kalinya, sejak saat itulah aku jatuh cinta pada Yesung. Untuk pertama kalinya dalam hidup Choi Siwon, aku menyukai seseorang dan dia adalah seorang Idol.
[Alam bawah sadar Siwon END]
.
.
[Next day | Pagi hari]
.
Tuuuuut….. Terdengar suara ceret teko berbunyi menandakan bahwa suhu air didalam teko sudah mencapai titik didihnya dan bersamaan dengan suara ceret teko tersebut, sesosok pemuda tampan yang tertidur di sofa pun bangun perlahan.
"Aku bermimpi tentang Yesung lagi." Gumamnya yang masih setengah sadar dan ketika arwahnya sudah kembali ke tubuh secara utuh, mimik wajah pemuda itu langsung berubah horror saat melihat pemandangan didepannya.
DRAP…DRAP…DRAP…terlihat dua bocah sedang berlarian kesana – kemari. Dimana anak laki – laki bernama Donghae yang sudah rapi memakai seragam sekolahnya sedang berusaha menangkap sang adik yang berhasil keluar dari kamar dalam keadaan telanjang (Full naked) sedang berlarian menghindari sang kakak yang ingin memakaikan dirinya seragam sekolah.
"Jadi yang semalam itu bukan mimpi." Gumamnya perlahan mengingat kejadian – kejadian semalam yang terus berputar didalam benaknya.
"Sehunnie yak! pakai baju dulu." Teriak Donghae mengejar Sehun yang bergerak sangat lincah menghindari dirinya.
TAP… langkah kaki kecil Sehun terhenti ketika melihat satu pria tidak dikenal bertubuh tegap dan tampan sedang duduk diruang tengah rumahnya.
"Om Thiapa ?." Tanyanya pada tamu yang didalam benak Sehun terlihat seperti pangeran. Sang tamu yang baru pertama kali melihat anak kecil telanjang didepannya hanya dapat tersenyum malu dan kikuk.
"Nama ku Siwon." Jawabnya dengan senyum dimple, membuat Sehun yang baru pertama kali melihat pria dewasa tersenyum sangat menawan (dalam benaknya) langsung tersenyum sangat lebar dengan mata berbinar – binar membuat Siwon menjadi grogi melihat anak kecil menatap dirinya seperti itu. Disisi lain Donghae yang melihat sang adik berdiri di depan tamunya yaitu Siwon buru – buru menghampiri.
"Sehun, ayo pakai baju dulu, kau tidak malu telanjang didepan Ahjussi." Donghae pun mengandeng tangan sang adik untuk kembali kedalam kamar.
Greeb… Dengan cepat Sehun memegang kaki Siwon dengan satu tangannya agar tidak beranjak pergi untuk mengikuti sang Hyung.
"Thehun mau pakai baju thama om ciwon."
"HEEH!." Kaget Siwon dan Donghae ketika mendengar penuturan bocah kecil didepannya.
"Aish… ayo cepat pakai baju, nanti papa marah!." Kali ini Donghae terpaksa menarik badan Sehun dari kaki Siwon yang menempel seperti lem. Tapi, semakin Donghae berusaha menarik maka semakin Sehun menggeratkan pelukannya dikaki Siwon, sehingga sang empu pemilik kaki harus juga ikut ambil alih dalam melepaskan jeratan anak mungil didepannya, acara tarik menarik Donghae – Sehun – Siwon kini terjadi.
"Sehun."
DHEG…terdengar panggilan lembut dari arah dapur membuat wajah Sehun beserta Donghae terlihat cemas dan lagi – lagi Siwon terbelak kaget tidak percaya bahwa orang di depannya ini adalah…
TAP… TAP… TAP…
'Yesung.' Batin Siwon melihat Idolanya sekaligus pujaan hatinya sedang berjalan mendekati mereka. Dengan memakai apron birunya dan sebuah spatula ditangan kanannya, Siwon tidak menyangka akan melihat Idolnya dalam keadaan seperti itu.
"Maaf, jika tidak keberatan maukah kau memakaikan Sehun seragam ?." Mohon Yesung yang membuat Siwon tidak kuasa untuk menolaknya. Untung saja Yesung pagi ini full make – up.
"Te-tentu saja, sini aku pakaikan bajunya." Siwon pun langsung mengambil seragam sekolah Sehun dari tangan Donghae dan memakaikan baju tersebut pada Sehun dengan susah payah. Lihat sekarang betapa beruntungnya Sehun pagi ini karena direktur muda dari Hyundai Grup sedang memakaikan dirinya baju.
.
.
"Hari ini ? tapi hari ini aku masih Free Job, kau sendiri yang bilang."
"….."
"Ti-tidak, hanya saja aku sudah berjanji akan mengantar anak – anak ku ke sekolah."
"….."
"Baiklah sajangnim, aku akan ke sana 20 menit lagi."
PIIP… mendengar percakapan sang Ayah dan seseorang disebrang telefon yang diyakini adalah CEO dari tempat Ayahnya bekerja membuat sosok bocah yang sedang berdiri (menunggu) sambil menggandeng adiknya menghela nafas.
"Ayo Sehun kita berangkat, papa tidak bisa mengantar KITA." Tekan Donghae dikalimat terakhir dengan nada jutek dan kesal membuat Yesung yang baru saja mengakhiri panggilan telefonnya langsung merasa bersalah.
"Hae-yaa." Panggil Yesung mencoba menghentikan langkah kaki anaknya. Padahal Yesung sudah berjanji akan mengantarkan Donghae dan Sehun ke sekolah hari ini, tapi lagi – lagi Yesung harus mengingkari janji ke-sekian kalinya pada anaknya karena pekerjaan (artisnya) tidak bisa ditunda begitu saja.
Sejenak Yesung menggeratkan kepelan tangannya untuk menyalurkan rasa kesal terhadap dirinya sendiri. Sejak menjadi artis, Yesung selalu membuat anak – anaknya kecewa, sekali saja. Yesung ingin memperlakukan anaknya khususnya Sehun seperti orang lain kebanyakan yaitu mengantar ke sekolah lalu mencium kening anak – anaknya sebelum mereka masuk ke dalam sekolahnya seperti dulu pada saat mengantar Donghae.
"Hae, papa masih bisa mengantar mu, Sungguh." Bohong Yesung mencoba untuk mengambil hati Donghae.
"Tidak, jika papa mengantar kami dulu, papa akan terlambat. Aku benarkan ?." DHEG… Donghae menebak dengan benar, terbukti reaksi Yesung yang sedikit terkejut saat mendengar ucapannya.
Siwon yang masih berada diantara mereka pun menjadi serba salah, disisi lain dia masih terkejut bahkan belum bisa menerima kenyataan bahwa Idolnya yang saat ini berada didepannya sudah memiliki anak. Tapi, Siwon dapat berpikir logis bahwa Yesung hanyalah manusia biasa juga yang memiliki kehidupan pribadi.
Sreeeet… Entah apa yang merasuki Siwon saat ini, tiba – tiba Siwon merebut Sehun dari Donghae dan menggendongnya membuat Sehun yang berada di gendongan Siwon langsung memeluk leher Siwon begitu saja. Sepertinya Sehun lebih senang jika Siwon yang maskulin dimatanya terlihat lebih keren dari Yesung untuk menjadi ayahnya.
"Aku akan mengantar mereka. Pergilah, kau jangan takut." Kali ini Donghae yang dibuat kaget oleh ucapan Siwon.
"Tidak usah, turunkan Sehun. Kami sudah biasa pergi ke sekolah sendiri."
"Thehun tidak mau." Elak Sehun dengan wajah sedih ketika Donghae menarik kaki Sehun untuk turun dari gendongan Siwon.
Melihat sang adik yang sepertinya sangat senang diantar ke sekolah oleh Siwon. Donghae yang tidak punya pilihan lain akhirnya setuju. Sejujurnya Siwon melakukan ini karena tanpa sengaja tadi melihat tatapan sang Idol(Yesung) yang terlihat sangat terluka begitu juga dengan anaknya Donghae.
"Maaf lagi – lagi aku merepotkan mu dengan anak – anak ku." Ucap Yesung sambil tersenyum dipaksakan. Sakit, hati Yesung benar – benar sakit jika melihat wajah – wajah anaknya yang kecewa dengannya. Setelah memasukkan kotak bekal kedalam masing – masing ransel sekolah Donghae dan Sehun, Siwon pun pamit sekaligus untuk pulang kerumahnya.
Baby Face Papa
Chapter 2
Happy Reading^^
.
"Habis ini belok kanan." Intrupsi Donghae dengan nada jutek. Siwon yang sedang mengemudikan mobilnya untuk pergi mengatar Sehun dan Donghae ke sekolah menjadi sedikit canggung. Suasana didalam mobil menjadi tidak enak, padahal diluar cuaca sangat cerah.
"Balaa mithel thimpel…thimpel…." Nyanyi Sehun membuat Siwon yang mendengarkan Sehun seperti sedang bernyanyi (Mr. Simple) langsung tertawa tanpa sadar. Sehun yang belum lancar berbicara membuat Sehun terlihat begitu sangat lucu dan menggemaskan setiap kali dirinya bicara dimata Siwon.
"Kau sudah tahu rahasia papa ku, apa kau akan mengatakan pada semua orang ?." Walaupun Donghae kesal terhadap papahnya pagi ini, tapi tetap saja Donghae mengkhawatirkan papahnya menginggat Siwon sekarang sudah tahu kehidupan sebenarnya Yesung sang Idol.
"Aku bukan orang seperti yang kau bayangkan. Aku memang sangat terkejut dan mungkin akan memerlukan waktu lama untuk menerima kenyataan bahwa Idola ku sudah punya anak, Hahaha." Tawa Siwon yang menggangap itu lucu dan juga untuk membuat suasana mereka tidak terasa canggung lagi, tapi yang diajak tertawa pun tidak memberikan respon sehingga Siwon makin terlihat canggung dan bodoh didepan Donghae.
"Haaa… aku berjanji tidak akan bilang pada siapapun." Ucap Siwon sambil memberikan tanda 'sumpah' dengan jarinya bahwa ia tidak akan membeberkan rahasia Yesung.
"Nah… kita sudah sampai." Gembira Siwon yang tanpa sadar saat mobilnya berhenti didepan gerbang sekolah Sehun lebih dulu. Dari kaca mobil terlihat banyak sekali anak – anak sekolah dasar seusia Sehun berlalu lalang bersama orang tuanya dan Siwon jadi mengingat kisah masa kecilnya dulu.
"Tunggu, biar aku saja." Cegah Siwon saat melihat Donghae ingin turun dari mobil untuk mengantar Sehun masuk. Setelah membantu Sehun turun dari mobil, digendongnya Sehun hingga di ambang pintu gerbang sekolah, lalu Siwon menurunkan Sehun dengan hati – hati.
"Kenapa kau tidak masuk ?." Tanya Siwon bingung melihat Sehun terdiam ditempat sambil merundukkan kepalanya. Merasa khawatir, Siwon pun berjongkok untuk menyamai tinggi badannya dengan Sehun.
"Ityuu..." Tunjuk Sehun kearah samping kirinya dan Siwon langsung tersenyum melihat anak kecil seperti Sehun sedang bersama Ibunya.
Sreeet… Tiba – tiba Siwon menggelus kepala Sehun dengan lembut dan detik itu juga wajah Sehun langsung gembira dan langsung masuk kedalam gedung sekolah sambil berlari senang dengan menyanyikan lagu Doraemon kesukaannya.
BRRAAK… Siwon menutup pintu mobil dan melanjukan mobilnya kembali untuk ke sekolah Donghae yang hanya berbeda blok saja dengan sekolah Sehun dan suasana didalam mobil kembali canggung.
TAAP…Mundur Donghae ketika Siwon ingin melakukan hal yang sama (menggelus kepala) seperti Sehun kepadanya.
"Aku bukan Sehun, terima kasih sudah mengantar kami dan ingat dengan janji mu." Setelah membungkukkan badannya, Donghae langsung berjalan masuk ke gedung sekolahnya dan tidak lama Siwon tersenyum menginggat kejadian – kejadian yang sudah ia alami hari ini.
.
[Dilain tempat | SM entertainment]
.
SM entertainment, siapa yang tidak kenal dengan salah satu agensi terbesar di Korea Selatan ini. Sudah banyak model, Idol, aktris dan aktor terkenal lahir dari agensi ini termasuk penyanyi sololis yang saat ini sedang hangat – hangatnya dibicarakan oleh seluruh remaja di seluruh dunia, siapa lagi kalau bukan Kim Yesung.
"Dimana jaket dan kacamata ku." Gumam Yesung yang sibuk mencari – cari jaket dan kacamata di bangku belakang mobil. Yesung benar – benar tidak menyangka bahwa kehidupan menjadi artis begitu merepotkan, dimana setiap langkah dirinya harus terlihat rapi dan fashionable.
"Menjadi anak muda zaman sekarang benar – benar merepotkan." Eluhnya yang sedang sibuk merapikan rambutnya dan memakai parfum. Merasa dirinya sudah keren, Yesung turun dari mobil audi hitamnya.
"Yesuuuuuuung…"Merasa ada yang memanggil namanya, Yesung pun mengalihkan padangannya ke satu objek setelah mengunci mobilnya dan senyuman indah Yesung langsung menggembang saat melihat wanita mungil cantik dengan rambut panjang sedang berlari menuju kearahnya.
"Hello BoA." Sapanya ramah membuat wanita yang bernama BoA itu langsung meninju lengan Yesung tanpa permisi saat dirinya tiba.
"Aish… appo." Ringgis Yesung sambil menggusap lengannya, pukulan wanita didepannya ini memang sangat kuat. Sedangkan, sang pelaku peninju hanya dapat tertawa melihat Hoobaenya memberikan reaksi kesakitan yang terlihat begitu cute dimatanya.
"Makanya panggil aku Noona."
"Tidak mau."
"Kau selalu saja tidak mau memanggil ku Noona, menyebalkan." Cemberut BoA dengan memeluk lengan Yesung erat hingga membuat Yesung terkekeh sekarang.
'Aku tidak bisa memanggil mu Noona. Karena sesungguhnya akulah yang lebih tua dari mu.' Batin Yesung yang rasanya ingin sekali menjerit karena statusnya yang berpura – pura sebagai pria berumur 20 tahun.
BoA merupakan penyanyi sololis agensi SM sama seperti Yesung. Bedanya BoA debut ketika ia berumur 15 tahun dan saat ini usianya sudah menginjak 23 tahun. Karena, kepintaran dalam berbagai hal baik dalam menyanyi, menari, kecantikan akting dan karir yang sudah berjalan sangat lama membuat BoA dijuluki Queen Of Kpop. Padahal dulu sebelum menjadi artis, Yesung hanya bisa melihat BoA dari TV dan sekarang artis yang sering ia lihat sedang memeluk lengannya. Dunia benar – benar sedang berputar saat ini dan Sssst… diam – diam BoA menyukai pemuda Yesung.
"Bagaimana tawaran ku minggu lalu, kau mau tidak ?." Kini BoA dan Yesung berjalan bersama sambil mengobrol, banyak staff dan orang – orang di lobby kantor SM memperhatikan mereka berdua saat ini. Entah kenapa saat Yesung dan BoA berjalan bersama seperti ini terlihat seperti pasangan serasi, dimana keduanya sama – sama memiliki tubuh mungil dan wajah manis.
'Tawaran ?.' Batin Yesung sejenak berpikir dan mengingat tawaran apa yang BoA maksud.
"Akh…Aku belum berdiskusi dengan manajer pribadi ku." TAP… BoA langsung menghentikan langkah kakinya, sehingga Yesung yang sedang digandeng oleh BoA menjadi sedikit oleng karena ikut terhenti.
"Sejak kapan kau punya manajer pribadi ? bukankah Jung Soo yang selalu mengurus semuanya ?." DHEG… Yesung langsung gugup bukan main saat menyadari ucapannya. Sekarang apa yang harus ia katakan pada BoA ? sangat tidak mungkin untuk artis pendatang baru seperti Yesung memiliki manajer dua, jika level Yesung sudah seperti BoA dimana tersebarnya Job diberbagai negara mungkin BoA akan percaya. Tapi, Yesung belum ada Job diluar Negara Korea sekarang ini.
"A-aku sebenarnya memiliki manajer lain, kau tahu kan aku ini selalu ceroboh dan suka makan sembarangan. Jadi, aku harus memiliki manajer yang bisa mengurus ku." Ucap Yesung yang saat ini mencoba menjelaskan kepada BoA dengan nada setenang mungkin agar wanita di depannya ini percaya.
"Kau benar – benar artis Rookie beda dari yang lain, sampai – sampai memiliki dua manajer. hahaha." Dan, BoA akhirnya percaya dengan Yesung tanpa curiga sedikit pun.
"Hahaha." Tawa Yesung kikung sambil menggaruk tengku belakangnya. Sejujurnya manajer pribadi yang dimaksud Yesung disini adalah kedua anaknya, setiap ada pekerjaan (artis) Yesung memang selalu diurus oleh official manajernya yang bernama Park Jung Soo. Tapi jika pekerjaannya menyangkut atau berhubungan dengan artis wanita maka Yesung akan selalu meminta persetujuan kepada anak – anaknya terlebih dahulu.
"Baiklah Yesung ku harap kau memilih kontrak dengan ku." Wink… Sedikit berkedip sebelum pergi meninggalkan Yesung, BoA memberikan kode bahwa dirinya benar – benar berharap Yesung menyetujui kontraknya untuk menjadi partner dance di MV terbarunya.
"Me…milih ?." Bingung Yesung dengan ucapan BoA, tidak mau mengambil pusing Yesung pun mengangkat bahu cuek dan melanjutkan jalannya ke ruangan dimana sang CEO sedang menunggu dirinya.
.
[Sekolah Donghae]
.
"Kau lihat tadi pagi tidak ? Donghae turun dari mobil mewah."
"Apa dia papahnya."
"Mungkin saja, ku dengar dari Wooyoung yang satu Sekolah dasar dengan Donghae. Katanya, Ayah Donghae adalah pria yang sangat sibuk sehingga setiap ada pertemuan orang tua. Hanya orang tua Donghae saja yang tidak datang."
"Benarkah ? aku tidak mengira dia anak orang kaya."
"Jangan mengosipkan orang, apa kalian tidak pernah di ajarkan orang tua kalian bahwa mengossip itu perbuatan buruk." DHEG… enam murid perempuan yang sendari tadi membicarakan Donghae langsung menundukkan kepala dan terdiam saat ditegur oleh orang yang sedang menjadi topik pembicaraan mereka yang tidak lain adalah dirinya sendiri (Donghae).
"Hae… apakah tadi papah mu?." PUK… Donghae menutup buku bacaanya, lalu menatap salah satu gadis dari enam perempuan tadi yang kini berdiri didepannya. Sepertinya mereka semua tidak bisa menahan diri untuk mencari tahu.
'Sepertinya teman – teman ku melihat paman Siwon. Wajar saja, dia itu terlalu mencolok melebihi papa ku. Wajah tampan, badan tegap lalu mobil mewah, adik ku saja terpesona, eh… tunggu…hahahaha ini bisa ku manfaatkan.' Seringai Donghae saat mendapatkan pencerahan dari apa yang baru saja ia pikirkan.
"Benar dia Ayah ku, jadi berhenti membicarakan ku." Setelah mengucapkan itu Donghae keluar kelas dan berjalan ke perpustakaan tanpa peduli pada murid – murid tadi yang sedang menjerit histeris karena Donghae yang misterius akan keluarganya selama ini, dimana teman – teman Donghae tidak ada yang tahu seperti apa wajah dari orang tuanya, kini telah terbongkar.
"Maaf paman Siwon aku memanfaatkan mu demi kebaikan papa ku." Gumam Donghae lesu karena tidak bisa mengatakan siapa ayah sesungguhnya. Jika boleh jujur Donghae ingin sekali mengatakan Yesung sang Idol saat ini adalah papahnya. Namun, itu sangatlah tidak mungkin.
.
[Hyundai Grup]
.
TAP… TAP… TAP… Dengan langkah gusar dan terburu – buru, Siwon yang datang terlambat untuk rapat pagi ini dengan mitra kerjanya menjadi sedikit panik. Karena kejadian tidak terduga (bertemu Yesung dan anaknya) Siwon jadi lupa bahwa pukul 09:00AM pagi ini dia memiliki jadwal penting.
"Hachi…Hachi…" Tiba – tiba Siwon bersin tanpa alasan (efek Donghae membicarakan Siwon).
"Apa sajangnim sakit ?."
"Ah… tidak, ini hanya bersin saja. Jadi Minhyuk sudah mengambil alih rapat ?." Tanya Siwon sambil memakai dasi dan jasnya dengan gerak cepat, tidak lupa seketaris cantiknya mengikuti dari belakang.
"Benar, ini dokumen anda Sajangnim." Setelah menerima map dari seketarisnya. Siwon sejenak berdiri di depan pintu setelah tiba di ruang rapat, Siwon menarik nafas panjang lalu membuangnya untuk sekedar menenangkan dirinya.
"Kau adalah CEO Hyundai… ingat itu kau CEO…Siwon." Gumamnya dengan suara lirih, entah kenapa kalimat seperti itu seperti matra untuk Siwon. Dan benar saja, detik kemudian raut wajah serta sorot mata Siwon kini menjadi berbeda. Sorot mata dan aura Siwon berubah menjadi serius, tegas dan lebih berkharisma sekarang.
CEKLEK….pintu rapat terbuka perlahan, membuat rekan – rekan yang Siwon yakini adalah kliennya yang berada di dalam ruangan kini menjadi mengalihkan fokusnya, dimana semula mereka sedang serius memperhatikan grafik – grafik pada layar proyektor kini menjadi ke dirinya.
"Maaf semuanya aku terlambat." Selepas dengan ucapan Siwon, semua klien baik berusia tua atau muda langsung berdiri dan membungkukkan badannya hormat saat Siwon berjalan masuk ke dalam, The Power Of CEO.
"Karena direktur sudah datang, maka rapat akan dilanjutkan oleh beliau." Minhyuk sang seketaris pribadi Siwon pun turun dari podium utama dan mempersilakan CEOnya untuk naik.
"Aku yakin seketaris ku sudah menjelaskan semuanya. Jadi, bagaimana kalau kita langsung saja ke sesi tanda tangan kontrak ?." Seru Siwon To – The – Point sambil tersenyum ramah, membuat Minhyuk yang berada disamping dirinya langsung memijit kening dan menghela nafas. Kenapa CEO sekaligus temannya ini tidak bisa berbasa – basi sedikit saja sebelum ke intinya.
"Tentu saja Mr. Choi ." Dan, Minhyuk hanya dapat terbelak kaget melihat semua kliennya setuju begitu saja, tidak adakah pertanyaan atau hal yang ingin disanggah dulu kepada Siwon. Ckckck.
.
.
"Saya pastikan mister Zhang akan selalu untung. Karena bekerja sama dengan saya." Mendengar ucapan manis Siwon, tuan Zhang yang seorang pria paruh baya berusia 58 tahun tersenyum senang melihat mitra kerjanya.
Awalnya banyak mitra kerja Siwon seperti tuan Zhang ini yang mendapatkan informasi bahwa CEO dari Hyundai adalah pemuda berusia 22 tahun dan ia sempat berpikir Siwon adalah bocah ingusan yang tidak akan mengerti apapun tentang bisnis dan sekarang apa yang terjadi, Siwon menyakinkan dirinya bahwa ia salah hanya dengan melihat kharisma Siwon saja saat ia berbicara di atas podium tadi.
"Baiklah, saya harus kembali ke China sekarang. Sampaikan salam saya pada Ayah anda."
"Tentu tuan Zhang." BLAAAM… Pintu rapat tertutup, klien terakhir sudah keluar dan saat ini diruangan rapat hanya tersisa Siwon dan seketeris pribadinya Minhyuk. Selama dua menit mereka berdua terdiam dan…..
BRAAAK…Minhyuk langsung menggebrak meja panjang di depannya dengan keras, membuat Siwon sang CEO terlonjak kaget. Sebenarnya disini siapa yang atasan dan siapa yang bawahan.
"Kau tahu kan apa akibat dari pertemua ini jika gagal." Marah Minhyuk pada CEOnya. Bahkan, jika ia berhak murka, Minhyuk akan murka. Bayangkan saja jika Siwon gagal dalam tender ini maka 5000 lebih karyawan yang dimiliki oleh Hyundai akan di PHK termasuk sang CEOnya sendiri, karena perusahaan akan bangkrut.
"Tentu aku tahu. Ayolah…Minhyuk jangan seperti ayah ku, yang penting kan aku sudah datang." Jawab Siwon sambil meminum kopinya dengan melemparkan sebuah senyuman khas Siwon. Melihat senyuman Siwon, Minhyuk yang awalnya marah kini kembali tenang. Entah kenapa senyuman Siwon seperti memiliki sebuah efek pada orang saat melihatnya.
"Kali ini apa alasan mu ? jangan bilang kau habis Streaming menonton Yesung di Youtube sampai pagi." TUK… Di letaknnya cangkir kopi ketempatnya, lalu Siwon memutar sebentar kursinya untuk menghadap Minhyuk.
"Kau adalah orang kepercayaan ku. Jadi, aku ha-."
"Cepat katakan tidak usah basa – basi, waktu ku tidak banyak." Potong Minhyuk yang kini berganti meminum kopinya dengan santai membuat Siwon hanya bisa terkekeh. Lihat itu, hanya Minhyuk saja yang berani bersikap sombong di depan Siwon. Wajar Minhyuk bersikap seperti itu mengingat mereka adalah teman dan juga sebagian besar pekerjaan Siwon, Minhyuk yang mengerjakan. Siwon hanya mengawasi dan mengecek saja.
.
[Back To Yesung]
.
CEKLEK…Di waktu yang bersamaan dan tempat berbeda, terlihat Yesung sang artis Hot tahun ini sedang menyebulkan kepalanya.
"Sajangnim…" Panggilnya, membuat Sooman sang CEO yang tadinya sedang berbicara serius dengan dua pria di depannya harus menghentikan pembicaraan mereka. Jangan salahkan Yesung karena sikap tidak sopannya, karena Yesung selalu memiliki attitude yang baik.
"Aku disuruh oleh seketaris mu untuk langsung masuk saja." Ucapnya Yesung lagi, seperti mencoba menjelaskan kepada dua tamu CEOnya yang sedang menatap dirinya dengan tajam.
"Masuklah…aku memang sudah menunggu mu." Mendengar intrupsi Sooman, Yesung hanya mengangguk dan berjalan mendekati Sooman. Dengan melemparkan sebuah senyuman manisnya kearah tamu Sooman sebagai sapaan, Yesung duduk disamping sisi sofa mereka, terlihat dimeja banyak sekali kertas – kertas berserakan seperti dokumen dan coretan – coretan lagu sepertinya sang tamu sedang berdiskusi lagu dengan CEOnya.
"Kau tahu mereka Yesung ?." Tanya Sooman sambil memainkan penanya dengan jari. Sejenak Yesung menatap dua pria didepan Sooman, mulai dari pria bertubuh mungil dan berwajah manis.
"Kau Ryeowook." Mendengar namanya disebut Yesung, pria mungil itu pun tersenyum hangat sebagai tanda bahwa tunjukan jari Yesung dan jawabannya adalah tepat. Sejujurnya Yesung tidak banyak tahu tentang nama – nama artis di negaranya yang jumlahnya tidak bisa dihitung dengan jari. Untung saja anaknya Donghae selalu update – to – date dalam berita Idol dan selalu memberitahukan Yesung agar sang ayah tidak ketinggalan informasi.
"Dan, kau Kyuhyun." Berbeda dengan Ryeowook, pria tinggi berambut coklat itu hanya menatap Yesung mulai dari bawah sampai atas.
"Bagaimana Super Junior menurut mu ?." Tanya Ryeowook sedikit antusias kepada Yesung mengenai grupnya. Yesung yang tiba – tiba dilontarkan pertanyaan seperti itu menjadi sedikit kaget.
'Bagaimana ? mana aku tahu.' Batin Yesung menjawab dalam hati.
Faktanya Yesung hanya tahu sedikit informasi mengenai Super Junior, yang Yesung tahu Super Junior itu sebuah boy grup yang terdiri dari dua member yaitu Kyuhyun dan Ryewook. Mereka berdua juga merupakan besutan Idol dari agensi yang sama dengan Yesung, setelah sukses debut di Jepang pada tahun 2012 lalu, mereka jadi lebih banyak menghabiskan waktu di sana dari pada Korea sehingga tidak banyak media berita Korea membicarakan mereka. Dan, sekarang salah satu anggotanya sedang bertanya padanya ? Good.
"Aku suka lagu kalian, sangat menyentuh dan penuh makna." Bohong Yesung yang sebenarnya tidak pernah mendengarkan lagu Super Junior sama sekali.
"Gomawo, lagu mu juga sangat bagus." Lihat itu Ryeowook tersenyum sangat senang karna termakan kalimat manis Yesung dan juga senyuman mautnya.
"Kalau begitu nyanyikan salah satu lagu kami. " Gleg… perlahan senyuman Yesung menjadi sedikit kaku saat mendengar ucapan pria disamping Ryeowook. Apa ia tidak salah dengar tadi ? menyanyikan lagu mereka ? Sepertinya Yesung tidak mengetahui bahwa pria tinggi berambut coklat di samping Ryeowook bukanlah pria polos dan lugu yang bisa ia tipu dengan Fake Smilenya.
Kyuhyun, sang pelaku yang menantang pun menyeringai saat melihat Yesung menunjukkan tanda – tanda ia gelisah. Kyuhyun bisa membedakan antara senyum sungguhan dan senyum tipuan hanya dengan melihat mimik wajahnya saja.
"Aku hanya bercanda, jangan tegang begitu." Ucap Kyuhyun sedikit terkekeh sedangkan Yesung yang sedang bernafas lega ingin sekali menendang Kyuhyun karena sudah membuat ia jantungan.
"Sajangnim, jadi ada apa kau memanggil ku ?." Tanya Yesung langsung ke intinya.
Sraak… Sraak… Sooman mulai mencari sesuatu di tumpukan kertas yang berserakan dimeja depannya. Setelah lama mencari akhirnya ia mengambil sebuah kertas yang sudah banyak berisi coretan – coretan huruf balok nada kunci serta sebuah lirik dibawahnya.
"Evanesce." Gumam Yesung setelah membaca huruf bercetak tebal dari kertas yang Sooman berikan kepadanya.
"Itu adalah lagu comeback Kyuhyun dan Ryeowook. Aku ingin kau menjadi model sekaligus couple dance di lagu itu." Jelas Sooman membuat Yesung terbelak kaget.
"Kau menjadi bintang MV bukankah itu bagus ? Selama ini Super Junior (Kyuhyun dan Ryeowook) tidak pernah bernyanyi sambil menari. Jadi, untuk comeback mereka kali ini aku ingin memberikan konsep baru. Dimana Kyuhyun akan menampilkan kemampuan menarinya. Dan, jadwal comeback mereka adalah 2 bulan lagi."
"HEEEEH ?." Teriak Yesung merespon ucapan Sooman. Apakah Sooman itu sudah gila, Comeback dalam jangka waktu 2 bulan. Bukankah untuk comeback harus dibicarakan jauh – jauh hari dan minimal persiapannya adalah 6 bulan.
"Aku tahu apa yang kau pikirkan." Ucap Sooman saat menyadari arti tatapan Yesung untuk dirinya, dimana tatapan itu penuh dengan tatapan heran dan penuh tanda tanya.
"Awalnya, 5 bulan lalu kami sudah mendapatkan model yang merangkap sebagai partner dance Kyuhyun dan bahkan sudah berlatih bersama. Tapi, tiba – tiba model tersebut harus berhenti." Jelas Ryeowook yang malah membuat Yesung penasaran.
"Kenapa dia berhenti ?."
"…" Tidak ada yang menjawab, baik Sooman dan Ryeowook terlihat seperti sedang menutupi sesuatu.
"Karena sang model ingin menikah." Sreeet… semua mata kini menuju kearah Kyuhyun saat dirinya yang menjawab pertanyaan Yesung. Sepintas walaupun Yesung tidak yakin, tapi Yesung melihat sorot mata Kyuhyun seperti terluka saat mengatakan hal itu.
"Ku dengar, kau itu Idol Rookie yang cepat dalam menghafal lirik dan gerakan tari. Jadi, Sajangnim merekomendasikan mu… lagi pula dengan kau menjadi model di MV kami, aku yakin penggemar mu akan semakin banyak dan kau semakin terkenal."
BRAAAK…. Dengan tidak santai, Yesung menggebrak meja di depannya hingga beberapa kertas yang semula ada diatas meja kini terjatuh berserakan dilantai.
"Kau pikir penggemar ku sedikit ?! Dengar baik – baik, kau yang akan berterima kasih pada ku karena MV mu nanti akan banyak Viewer." Sombong Yesung yang sudah kesal atas perkataan Kyuhyun.
Melihat Idol Rookie berteriak padanya, Kyuhyun perlahan bangun dari duduknya dan mendekatkan wajahnya dengan Yesung.
TUK… TUK… Kyuhyun mendorong – dorong kening Yesung seperti anak kecil.
"Kau itu, aku perhatikan tidak memanggil aku dan Ryeowook dengan sebutan 'Hyung' ? Kami ini lebih tua dari mu 2 tahun, panggil aku Hyung." (Kyuhyun dan Ryeowook : 22 tahun)
"Tidak mau!." Dengan cepat Yesung menepis tangan Kyuhyun dari keningnya.
"Beraninya kau ?! Aku ini Senior mu (di dunia entertainment)."
"Terus kenapa kalau kau Senior, aku tidak peduli." Melihat Kyuhyun dan Yesung bertengkar didepannya, Sooman hanya bisa menghela nafas. Yesung dan Kyuhyun itu sama – sama memiliki sifat jelek (cepat emosi) terlebih Yesung yang aslinya berumur 32 tahun.
"Aku menolak tawaran kalian !."
BRAAAAK…. Akhirnya hasil dari diskusi dan rapat mereka pun failed. Yesung benar – benar tidak bisa terima dengan perkataan Kyuhyun barusan. Cara Kyuhyun meminta tolong padanya benar – benar salah.
"Kyuu…kenapa kau begitu, hanya Yesung harapan kalian satu – satunya. Apa kau mau mengecewakan pengggemar mu ? ingat Kyu, comeback kalian 2 bulan lagi. Walaupun Yesung masih Rookie tapi kalian tidak akan bisa menemukan model MV seperti dia saat ini. Yesung itu bisa menghafal gerakan dalam waktu beberapa minggu saja." Jelas Sooman sambil menceramahi Kyuhyun, untuk kali ini saja Sooman berharap Kyuhyun mengikuti perintahanya ketimbang egonya.
"Mianhae Sajangnim, aku tidak bermaksud….." Sesal Kyuhyun tidak tahu harus mengatakan apa lagi sekarang. Benar yang dikatakan Sooman, hanya Yesung harapan dia satu – satunya, bahkan para Trainnee SM pun yang pintar menari tidak akan ada yang seperti Yesung. Bukan hanya memiliki kemampuan cepat menghafal gerakan tari dan lagu saja, tapi juga Yesung itu memiliki sesuatu aura yang dapat menarik orang – orang untuk melihat kearahnya.
"Kau tahu, bukan hanya kalian saja yang membutuhkan Yesung. BoA, senior kalian itu juga ingin menjadikan Yesung sebagai model di MVnya. Bagaimana jika dia menerima tawaran BoA." Kyuhyun menggepalkan tangannya kuat – kuat saat mendengar ucapan Sooman. Jika Yesung menerima tawaran BoA, tentu saja Super Junior akan gagal comeback.
"Aku akan mencoba bicara dengannya." Ryeowook pun dengan segera keluar dari ruangan Sooman tanpa permisi terlebih dahulu.
TAP…. TAP…. TAP…
'Dasar bocah! Anak zaman sekarang tidak punya sopan santun. Berani sekali dia menoyor kepala orang tua!.' Kesal Yesung yang sedang berjalan di lorong kantor SM sambil mengumpat dalam hati. Jika saja tadi Yesung tidak menahan pastikan kalimat 'Aku ini lebih tua dari mu 10 tahun.' Sudah keluar dari bibirnya.
"Yesuuung."
TAP…. Terdengar panggilan dari belakang yang menghentikan langkah kakinya. Sesaat Yesung berharap yang mengejarnya adalah bocah yang bernama Kyuhyun untuk meminta maaf , harapannya salah. Terlihat Ryeowook mulai mendekatnya dan DHEG…. Yesung tidak menyangka bahwa Ryeowook salah satu member dari Super Junior akan melakukan hal ini padanya.
"Aku tidak peduli jika kau tidak memanggil ku Hyung. Tapi, aku mohon… bantulah kami, Jebal."
"Rye…ryeowook-ssi ?." Melihat Ryeowook membungkukkan badannya sambil memohon, tentu saja Yesung yang notabennya adalah seorang Ayah yang memiliki dua orang anak menjadi tidak tega.
"Baiklah."
.
.
"Jadwal latihan serta take MV akan aku suruh Jung Soo informasikan padamu. Dan, ini DVD yang berisikan gerakan dance yang dulu Kyuhyun dan Sungmin lakukan, kau bisa melihat dan mempelajarinya disitu."Ucap Sooman memberikan sebuah kepingan kaset pada Yesung yang baru saja mentanda tangani kontrak kerja untuk menjadi model MV super junior Evanesce.
"Sungmin ?."
"Itu nama modelnya."
"Oh." Hanya kata itu yang keluar dari mulut Yesung, merasa urusannya sudah selesai. Yesung pun pamit untuk segera pulang.
"Kyuhyun memang selalu berbicara pedas. Tapi, dia tidak bermaksud menghina mu Yesung."
"Yah… aku mengerti." Balas Yesung tidak peduli pada Idol yang bernama Kyuhyun. Karena saat ini dipikiran Yesung sedang sibuk memikirkan hal apa yang harus ia lakukan untuk membuat Donghae, anak tercintanya tidak marah lagi padanya.
.
.
[Back To Siwon]
.
"APAAAA ?! Kau serius dia sudah punya anak ?." Kaget Minhyuk saat mendengar cerita Siwon. Melihat ekspresi Minhyuk, Siwon hanya bisa tertawa tertahan. Ekspressi Minhyuk sama persis dengan dirinya yaitu wajah pucat basi tidak percaya.
"Awalnya aku kira itu mimpi, tapi ternyata itulah kenyataanya." Balas Siwon sambil memainkan ponselnya. Saat ini Siwon sedang surfing di dunia maya untuk melihat berita terbaru dari Idolnya siapa lagi kalau bukan Yesung.
"Terus kenapa kau setenang ini ? bukankah itu berarti dia selama ini sudah membohongi mu ? dan dia bahkan sudah punya anak, kau tidak kesal atau marah padanya karena sebagai penggemar kau sudah dikhianati ?." TAK…. Siwon meletakan ponsel mahalnya dimeja begitu saja secara tiba – tiba membuat Minhyuk yang sedang cerewet menjadi kaget. Sepertinya Minhyuk terlalu banyak bertanya pada Siwon, tidak seharusnya Minhyuk seperti ini pada atasannya.
"Tentu saja aku kesal, hati ku bahkan sangat sakit saat mengetahui hal itu…" Balas Siwon yang sekarang sedang melihat pemandangan diluar gedung. Selama satu tahun ini, Yesung sudah memenuhi kehidupan Siwon. Kamar, ponsel, laptop dan gadget lainnya akan selalu ada Yesung.
Melihat Siwon yang sedang terpukul karena Yesung membuat Minhyuk menjadi ikut merasa sedih. Walaupun temannya ini seorang CEO dari perusahaan terbesar. Tapi bagi Siwon, Yesung bukan hanya sekedar Idol saja. Yesung itu cintanya dan bahkan Siwon sering mengklaim pada dirinya bahwa Yesung itu adalah kekasihnya.
"Siwon sud.-"
"Tapi saat aku melihat anak – anaknya, kau tahu tidak ? Mereka begitu lucu dan menggemaskan!." Baru saja Minhyuk ingin menghibur Siwon, sosok pria yang berwajah sedih dan menggenaskan tadi kini sudah berubah menjadi ceria kembali. Jika seperti ini rasanya Minhyuk ingin sekali….
PLETAK…menjitak kepala Siwon dan itu sudah ia lakukan.
"Yak!." Ringgis Siwon sambil menggusap kepalanya.
"Jika Yesung memiliki anak, berarti dia memiliki istri kan. Apa kau bertemu dengan istrinya ? cantik tidak ?." Tanya Minhyuk yang penasaran juga pada Yesung.
"Nah… yang itu aku tidak yakin. Selama aku dirumahnya, aku tidak melihat wanita. Bahkan foto – foto disana hanya ada wajah anaknya saja. Bolehkah aku mengambil kesimpulan bahwa Yesung itu….duda."
.
Krik
Krrik
.
.
"Puuuft…hahahhahahhah." Tawa Minhyuk akhirnya saat mendengar kalimat terakhir Siwon. What the… Duda ? yang benar saja, itu benar – benar lucu menaruh kata 'duda' dinama Yesung.
"Minhyuk-ah, aku serius."
"Hahaha, habisnya. Ini benar – benar tidak masuk akal Siwon, kau yakin dia anak Yesung, bukankah usia Yesung masih 20 tahun. Kata mu, anak pertama Yesung kelas satu Junior High School. Berarti Yesung menikah saat dia berusia 7 tahun, begitu ? itu sangat tidak masuk akal kan dan juga tidak ada foto wanita dirumahnya, itu berarti anak itu bukan anak kandung Yesung. Bisa saja kan anak – anak itu Yesung adopsi." Jelas Minhyuk sambil melirik kearah Siwon, dimana saat ini sahabatnya itu sedang terdiam seperti sedang mencerna kalimatnya.
"Kau itu hanya bisnis saja yang di analisa. Tapi, hal seperti ini saja tidak bisa, ckckck." Mendegar kalimat Minhyuk yang sepertinya menyindir, Siwon hanya bisa terkekeh. Perlahan Siwon dan Minhyuk bangun dari duduknya. Jam sudah menunjukkan waktu dimana makan siang tiba dan mereka berdua tentu saja harus makan untuk mengisi tenaga dan perutnya.
"Yesung itu bukan hanya Idol yang manis dan cantik saja. Tapi hatinya benar – benar mulia seperti malaikat (karena Yesung mengadopsi anak). Minhyuk-ah, aku benar – benar cinta mati padanya." Gumam Siwon sambil tersenyum, membuat Minhyuk yang saat ini sedang berada disampingnya hanya dapat menghela nafas dan meminta tolong pada Tuhan untuk menyadarkan temannya.
.
.
[Mall |Yesung Side]
.
"Hachiii… hachii…aigo..." Bersin Yesung tiba – tiba, sepertinya efek dari pembicaraan Minhyuk dan Siwon mengakibatkan Yesung menggalami bersin – bersin.
"Semuanya 47.989.000 tuan." Seru pelayan wanita itu menyebutkan nominal angka yang ada dimesin kasir kepada pria mungil di depannya yang sibuk membenarkan kaca mata dan topinnya.
"Serius ? apa kau tidak salah hitung ?."
"Ti-tidak tuan." Dengan berat hati Yesung menyerahkan sebuah kartu kredit pada sang pelayan. Habis sudah gaji manggung 5 kali Yesung. Sungguh Yesung tidak menyangka bahwa mainan – mainan yang ia beli ini akan memiliki harga yang sangat fantastis jika ditotalkan untuk ukuran sebuah mainan.
Jika saja ini bukan demi anak, Yesung tidak akan mau mengeluarkan uang sebanyak itu. Namun, apalah daya untuk membuat anak – anaknya memaafkan dirinya, uang segitu bukanlah masalah. Bahkan jika anaknya meminta sebuah kapal pesiar mewah, Yesung akan berikan. Mungkin.
"Ini kartu anda dan a-anu…apa kau Yesung ?." Mendengar pertanyaan seperti itu, tentu saja Yesung mengganguk sebagai jawabannya.
"Kyaaaa…..Aku adalah penggemar mu! Boleh foto bareng ?." Dan, tanpa pikir panjang Yesung mengambil ponsel milik pelayan itu dan membidik kamera depannya kearah mereka berdua yang sudah berpose.
"Aku sudah memberikan mu selca. Bisakah kau merahasiakan diriku yang membeli mainan ini Noona~. karena aku tidak ingin dibilang anak kecil.?." err… Yesung memanggil wanita itu dengan sebutan Noona yang begitu cute hingga siapa saja yang mendengar pasti akan takluk.
"TENTU SAJAAA NOONA AKAN LAKUKAN ! KYAAA… KAU BENAR – BENAR CUTE." Histeris wanita itu membuat Yesung tersenyum atau bersmirk. Yesung tahu usia penggemarnya itu pasti dibawahnya. Tapi sekarang dia adalah Yesung bukan Kim Jong Woon yang saat ini sedang berpura – pura berusia 20 tahun. Jadi, cara untuk menutup rahasia dirinya adalah membuat penggemarnya melting.
"Hihihi….Kalau Sehun dan Donghae aku pakaian baju ini, pasti mereka terrlihat sangat lucu." Tawa jahil Yesung yang sekarang sudah pindah lokasi (toko pakaian anak – anak). Didepan Yesung saat ini banyak sekali pakaian dengan bentuk pakaian lucu dan menggemaskan seperti bentuk hewan, buah, profesi dan sayuran.
"Karna Donghae ingin jadi polisi, maka aku beli ini saja." Yesung pun mengambil satu set pakaian anak – anak berseragam polisi lengkap dengan topi dan pluitnya. Kini ia kembali berkeliling toko untuk mencari pakaian anak keduanya.
"Hahaha, ini cocok untuk Sehun. Dia pasti terlihat menggemaskan." Tawa Yesung yang sudah membayangkan akan bagaimana Sehun saat menggenakan pakaian yang baru saja ia ambil. Jika sang kakak akan terlihat keren dengan pakaian polisinya maka sang adik akan terlihat lucu dengan pakaian berbentuk….Tomat.
"Noona cantik, bisakah kau merahasiakan aku membeli pakaian disini, Jebalyoo~." Aegyo Yesung yang kali ini targetnya adalah wanita penjaga kasir toko pakaian.
"KYAAA…. CUTE! TENANG SAJA NOONA AKAN RAHASIAKAN." See… Yesung benar – benar memanfaatkan wajah imutnya untuk menyogok orang agar merahasiakan dirinya membeli sesuatu yang akan membuat dirinya dicurigai.
.
.
[Back To Donghae]
.
TAP… TAP…TAP…Dengan santai Donghae berjalan menuju ke sekolah sang adik. Tapi, hari ini sedikit berbeda dari biasanya karena dibelakang Donghae saat ini terlihat beberapa anak sedang mengikuti dirinya.
"Mana papa mu ? kenapa kau pulang jalan kaki lagi ?."
"Dia tidak datang menjemput ? hahaha Hae sepertinya bohong."
"Jangan – jangan yang tadi pagi itu, pria kaya yang tidak sengaja bertemu lalu memberikan mu tumpangan, hahahaha."
"Berisik!." Gertak Donghae yang sudah tidak tahan mendengar ucapan – ucapan temannya. Seharusnya Donghae tadi pagi tidak mengatakan bahwa Siwon adalah ayahnya jika akibatnya akan seperti ini (menjadi bahan olok – olokan karena berbohong).
DRAP… DRRAP… Donghae langsung berlari meninggalkan teman – temannya yang dari tadi mengikuti. Belum puas menggolok – olok Donghae, mereka semua pun mengejarnya.
'Papa, tolong aku.' Batin Donghae berharap Yesung, sang ayah kandungnya datang dan mengatakan pada teman – temannya bahwa ia memiliki ayah, itu saja.
TAP…Dengan nafas ter-enggah – enggah Donghae berhenti tepat di depan gerbang sekolah Sehun.
"Kau." Kaget Donghae ketika melihat adiknya sedang berada digendongan seorang pria dewasa.
"Hai Donghae." Senyum sosok itu membuat Donghae hanya bisa menatap tidak percaya bahwa pria itu kembali.
"AAKH….ADA AYAH YAAA DONGHAE!."
Dheg…terdengar teriakan dari belakang Donghae membuat Siwon, pria yang sudah diakui oleh Donghae sebagai Ayahnya langsung menautkan kedua alisnya bingung. Sekarang habislah Donghae jika Siwon menggelak.
TAP… TAP… Sambil menggendong Sehun, Siwon berjalan mendekati Donghae yang masih saja menundukkan kepalanya.
"Maaf pasti kau menunggu lama, sampai – sampai kau menyusul papa ke sini." DHEG… apa yang Siwon bilang barusan ? papa ? dengan cepat Donghae mengadahkan kepalanya keatas dan dia sangat terkejut melihat Siwon sedang tersenyum kearahnya.
"Kenapa kau tidak mengenalkan papa pada teman – teman mu itu ?." Gleg… melihat Siwon sepertinya sedang membantu dirinya, perlahan Donghae mulai mendekati Siwon lalu memegang ujung bajunya malu – malu dengan wajah memerah.
"I-ini papa ku."
"Hello, apa Donghae melakukan kesalahan pada kalian." Ketampanan serta kharisma luar biasa dari Choi Siwon, membuat teman – teman Donghae tidak bisa berkata apapun saat melihat Ayah (pura - pura) Donghae dari dekat. Ugh… terlalu bersinar dan sempurna.
"Kabuuuuurrrr."
"Kenapa mereka kabur ? Apa wajah ku menyeramkan, haaah…." Desah Siwon membuat Sehun yang berada digendongannya langsung meraba - raba wajahnya dengan tangan mungil miliknya.
"Om thiwon tangat tampan, jika thudah becal thehun akan cepelti om thiwon." Ucap Sehun yakin hingga Siwon tanpa sadar langsung menempelkan pipinya dengan pipi Sehun.
'Minhyuk... kau harus melihat Sehun sekarang, dia benar - benar sangat lucu!.' Batin Siwon yang tidak tahan melihat tingkah anak kedua Yesung.
.
.
"Apakah rasanya enak Sehun-ah ?." Tanya Siwon yang melihat Sehun dari spion depan kaca mobilnya sedang melahap sebuah Bungeoppang (sejenis kue berbentuk Ikan) yang baru saja mereka beli beberapa menit lalu.
"Hiks…maapkan thehun thuan ikan, hiks janan campelin thehun nyam...nyam." Sehun mengabaikan pertanyaan Siwon begitu saja, Sehun saat ini benar – benar sangat sedih karena harus memakan kue ikan yang rasanya begitu enak.
"Kenapa dia sedih ?." Bisik Siwon pada Donghae disela mengemudikan mobilnya.
"Sehun selalu seperti itu, dia akan sedih dan takut dihantui karena sudah memakan Ikan."
"Tapi itukan kue, apa dia tidak tahu."
"Dia tahu, tapi tetap saja dia melihat Ikan itu hidup."
"Hahahha…" Tawa Siwon melihat betapa lucunya Sehun kali ini. Dia itu takut memakan kue ikan, tapi tadi dengan semangat yang menggebu dia sendiri meminta kue tersebut.
"Kenapa kau tidak makan ? apa kau tidak suka." Mendengar pertanyaan Siwon, Donghae langsung menggelengkan kepalanya dan perlahan mengigit kue ikan yang ada ditangannya.
"Maaf dan terima kasih." Lirih Donghae disela memakan kue ikannya. Siwon yang sedang menatap jalan raya didepannya hanya memberikan sebuah senyuman, lalu dengan tangan kananya Siwon mengacak – ngacak rambut Donghae bermaksud agar bocah berusia 12 tahun itu tidak larut dalam rasa bersalahnya.
"Aku tahu kau berbohong seperti itu, pasti ada alasannya kan."
"Selama aku sekolah, papa tidak pernah datang ke acara pertemuan orang tua karena ia harus berlatih dan berlatih untuk menjadi seorang artis. Kupikir, jika papa sudah menjadi Idol aku boleh mengatakan pada semua orang siapa ayah ku. Tapi, ternyata kami harus merahasiakannya…."
"….." Diam dan mendengarkan, itu yang bisa Siwon berikan saat ini pada Donghae.
"Setiap teman – teman ku bertanya, aku hanya bisa menjawab 'Papa ku adalah seorang pengusaha dan dia sangat sibuk.' Dan ketika teman ku bermain kerumah, aku harus selalu menyembunyikan foto – foto papa agar mereka tidak curiga dan bertanya kami ini siapanya Yesung. Hehehe….bahkan jika kami mengatakan 'Yesung adalah papa ku.' mereka semua pasti akan menggolok kami berbohong…" Sambung Donghae dengan sedikit tertawa miris.
"Hiks….Aku dan Sehun hanya ingin 'Pengakuan'. Hiks…Pengakuan bahwa kami adalah anaknya. Hiks…Tidak diakui itu sangat menyakitkan, hiks..." Runtuh sudah Donghae kali ini, semua keluh kesahnya benar – benar ia ceritakan pada Siwon tanpa sadar.
"Menangislah sepuas mu." PUK… PUK… Siwon menepuk – nepuk kepala Donghae dengan lembut.
"Hueeee….Hae hyung janan menangith, papaa hueeee."
"Se-sehun… kenapa kau juga ikutan menangis, astaga..." Kali ini Siwon menepuk keningnya. Sekarang didalam mobilnya ada dua anak menangis dan yang paling keras tentu saja Sehun. Siwon yakin Sehun itu ikutan menangis karena mendengar tangisan kakaknya.
.
.
[Apartement Yesung]
.
"Don't know why, Tell me why….sarangeun kkeuteul hyanghaneunji~." Gumam Yesung yang sedang menyanyikan sebait lirik dari lagu (Super Junior : Evanesce) yang baru saja beberapa jam lalu ia dengarkan. Yesung benar – benar memiliki kemampuan menghafal lirik dengan cepat. Ckckck.
Sambil membawa pakaian yang baru saja ia angkat dari jemuran, Yesung melewati ruang TV dimana jam besar selalu terpasang di sana.
"Kenapa mereka belum pulang juga ?." Khawatir Yesung yang sudah mulai berpikir macam – macam mengenai anaknya. Diambilnya sebuah jaket dan kunci mobil setelah menaruh keranjang berisi pakaian di meja tengah. Rasa khawatir ini sungguh membuat Yesung tidak tenang.
TING…. TONG….. mendengar suara bel rumahnya, Yesung dengan cepat langsung berlari untuk membukanya.
CEKLEK…. Seperti dejavu, saat pintu rumahnya terbuka Yesung melihat pemuda tampan dan tinggi sedang menggendong anaknya yang kali ini ada dua. Dibelakang punggung pria itu, Yesung melihat ada Donghae dan di depan ada Sehun. Dimana keduanya dalam keadaan tertidur (akibat menangis).
"Bi-bisakah kau mengambil Sehun ?." Minta Siwon pada Yesung untuk membantu dirinya yang sedang kerepotan membawa dua makhluk imut tapi berbobot sangat berat jika dibawa bersamaan.
"Akh… tentu saja." Dengan cepat Yesung mengambil Sehun dari gendongan Siwon lalu mempersilakan Siwon untuk masuk dan mengikuti dirinya ke kamar anak – anak.
"Kau bisa meletakan Donghae disana." Tunjuk Yesung pada sebuah ranjang disisi kanannya.
"Nng…papaa." Gumam Donghae membuat Siwon tersenyum. Donghae benar – benar sangat menncintai Yesung. Setelah menyelimuti Donghae, Siwon sejenak menatap ruangan yang ia yakini adalah kamar Donghae dan Sehun. Terlihat di sisi kiri adalah area Sehun sedangkan di sisi kanan adalah area Donghae.
"Bisa kita bicara sebentar." Siwon pun mengangguk saat melihat Yesung memberikan dirinya sebuah kode dengan tangan untuk keluar.
Kini mereka berdua berada di ruang tengah, dimana sambil bicara Yesung sibuk melipat pakaian seperti perempuan.
'Dia manis sekali.' Batin Siwon gemes melihat Idolnya sangat rajin.
"Siapa nama mu ? aku lupa." Uhuk…Seketika Siwon langsung down saat tahu Idolnya lupa dengan namanya. Padahal tadi pagi mereka masih bicara. Dan, Yesung sudah lupa dengan namanya. Ckckc…
"Siwon."
"Siwon, aku sangat berterima kasih pada mu karena sudah menolong Donghae kemarin. Donghae juga mengatakan kau adalah penggemar ku. Apa bertemu dengan ku itu tidak cukup hingga kau seperti ini ?."
"Seperti ini ? apa maksud mu ?." Bingung Siwon dengan perkataan Yesung.
"Memakai anak – anak untuk bertemu dengan ku lagi ? apa kau ini seorang penguntit ? atau jangan – jangan kau ini sasaeng fans ku ?." Tatap horror Yesung sambil memeluk dirinya sendiri.
"Sasaeng fans ? Te-tentu saja bukan!." Teriak Siwon tanpa sadar akibat tidak terima dengan tuduhan Yesung. Yah… walaupun sebagian ucapan Yesung ada yang benar yaitu memakai anak Yesung untuk bertemu lagi.
"Lalu ?."
Dheg…Ditatap langsung oleh Yesung seperti ini membuat Siwon jadi tidak bisa berkutik lagi.
"A-awalnya aku memang menggunakan Sehun dan Donghae untuk bertemu dengan mu."
BRAAAK…. Yesung langusng melempar pakaian ditangannya ke bawah hingga membuat Siwon yang baru pertama kali melihat wajah Idolnya marah menelan ludahnya kasar.
"Kaaauu!." Geram Yesung yang tidak menyangka bahwa penggemarnya akan memanfaatkan anak – anaknya untuk kepentingan diri sendiri agar bertemu dengannya.
"Keluar kau dari rumah kuu!." Usir Yesung sambil menarik tangan Siwon agar keluar dari apartementnya.
TAP…
TAP…TAP…
"Tu-tunggu Yesung." Siwon pun berusaha untuk menjelaskan yang sebenarnya pada Yesung. Tapi, sepertinya sang Idol tidak butuh penjelasan karena ucapan Siwon sudah menjelaskan semuanya bahwa Siwon memiliki niat jelek.
Brrrugghh… dengan cepat Siwon menutup kembali pintu apartement dan menjadikan pintu itu sebagai sandaran punggung Yesung untuk menghimpitnya. karena, hanya ini satu – satunya cara agar Yesung mau mendengarkan penjelasannya.
"Aa…apa yang mau kau lakukan ?." Tanya Yesung yang saat ini sedang berada dikurungan badan Siwon. Sekuat apapun Yesung mencoba mendorong tubuh Siwon, Siwon tidak juga menjauhi dirinya.
'Ke-kenapa dia menatap ku seperti itu.' Batin Yesung yang sedikit risih dan grogi ditatap oleh Siwon dengan tatapan sangat mendalam. Tatapan itu seperti tatapan bahwa Siwon tidak memiliki niat jahat sedikit pun pada Yesung.
"Apa kau tahu, Donghae berbohong pada teman – temannya dengan mengatakan bahwa aku adalah Ayahnya." Ucap Siwon dengan jarak wajah yang sangat dekat, bahkan saking dekatnya Yesung bisa merasakan hembusan nafas Siwon disetiap kata yang keluar dari bibirnya.
"Ka-kau pasti berbohong."
"Mereka berdua tertidur karena mereka kelelahan akibat menangis. Apa kau tidak melihat jejak – jejak air mata di kedua pipinya ?." Sejenak Yesung mengingat kembali wajah – wajah anaknya, dimana ia dan Siwon tadi membaringkan Donghae dan Sehun ke ranjang.
"Akh… maaf!." Teriak Siwon tiba – tiba saat menyadari posisi mereka yang begitu dekat dan intim. Buru - buru Siwon menjauhi Yesung karena harum badan Yesung itu benar - benar membuat Siwon ah...gila. Damn.
Greeb… Yesung menarik ujung baju Siwon.
"Bisakah kau menceritakan apa yang terjadi pada anak – anak ku ? ." Melihat Yesung yang lagi – lagi menunjukkan wajah memohon dengan wajah memelas, Siwon pun mengganguk dan kini mereka berdua berbicara di ruang TV sambil menikmati secangkir teh yang Yesung buat.
"Aku tidak tahu, ternyata anak – anak ku sangat menderita."
'Ku mohon, Jangan berwajah seperti itu Yesung.' Batin Siwon saat melihat wajah murung Yesung setelah selesai mendengar ceritanya.
Greeeb…Tiba – tiba Yesung mengenggam tangan Siwon tanpa permisi membuat sang empu langsung terkaget dan gugup bukan main.
"Siwon, maukah kau menjadi Ayah mereka."
"HEEEH ?." Kaget Siwon mendengar ucapan Yesung. Apa Siwon tidak salah dengar, menjadi Ayah mereka ? bukankah itu berarti….Sesungguhnya Siwon memang selalu bermimpi ingin menikah dengan idolannya Yesung, tapi ini terlalu cepat. Walaupun usianya baru 22 tahun dan Siwon juga sudah mapan. Tapi, menikah itu benar – benar harus dibicarakan oleh orang tuanya.
"Apa kita akan menikah ? aku akan menelfon ibu ku dulu." Menyadari ucapan ambigunya telah membuat Siwon salah paham, buru – buru Yesung melepaskan genggaman tangan mereka dan langsung bangun dari duduknya.
"Ma-maksudnya pura – pura menjadi Ayah mereka untuk didepan teman – temannya saja, begitu…aish." Jelas Yesung yang entah kenapa menjadi malu ketika mendengar ucapan Siwon soal menikah. Itu terdengar err di telinganya.
"Begitu, baiklah!."
"Kau setuju begitu saja ? aku tidak akan mengaji mu."
"Aku mana mungkin menolak permintaan Idola ku dan aku tidak butuh uang mu." Dan, Yesung hanya memutar bola matanya malas. Ia benar – benar lupa bahwa Siwon adalah penggemarnya. Bahkan jika Yesung mengatakan ini-itu ia yakin Siwon tanpa banyak bicara akan menurutinya. Terlebih bukankah ini menguntungkan Siwon karena ia akan dekat dengan Yesung.
"Apa pekerjaan mu ?." Tanya Yesung membuat Siwon sedikit terkejut. Berbagai reaksi Yesung terlintas di benak Siwon saat ini, jika ia jujur bahwa dirinya adalah seorang CEO Hyundai Grup, wajah Yesung pasti sangat shock.
"Jangan salah sangka, aku hanya ingin anak – anak ku dekat dengan orang yang memiliki latar belakang jelas, Itu saja."
"Aku emmm… bekerja sebagai seketaris pribadi seorang CEO yang sangat tampan, baik hati dan tidak sombong." Akhirnya Siwon memilih untuk berbohong mengenai jati dirinya pada Yesung.
CEKLEEEEK….
"PAPAAAAAA…. APA INI MAINAN UNTUK KAMI ?."Teriak Donghae yang keluar dari kamar sambil membawa kotak besar berbungkus kado. Betapa senangnya Donghae dan Sehun saat bangun dari tidurnya, mereka berdua langsung melihat banyak bingkisan besar didalam kamarnya.
"Itu hadiah permintaan maaf papa untuk kalian." Senyum Yesung walaupun didalam hati dia sedang menangis karena uangnya jadi menipis.
"Terima kasih papa." Chu… Donghae langsung mencium pipi Yesung sebagai tanda ia sudah tidak marah lagi dengan papahnya.
"Papa... lihat Thehun jadi manucia thomat." Ucap Sehun yang keluar dari kamar dengan pakaian berbentuk Tomat lengkap dengan topi daunnya. Semua orang yang berada di ruang tamu menjadi terdiam, mereka bertiga seperti sedang menunggu sesuatu.
TAP…TAP…Perlahan Sehun berjalan dengan susah payah dan Bruukhh…Sehun jatuh tengkurep karena tersandung.
"Hueeee… thehun ndak bita banun hueeeee."
"Hahahahaha." Tawa Donghae meledak melihat adiknya.
Lihat itu semakin Sehun berusaha untuk bangun maka pakaiannya yang bulat itu malah perlahan menjadi menggelinding dan Sreeeet….. sekarang posisi Sehun berubah menjadi telentang.
"HHAHAHAHAHAHA." Semakin besar tawa Donghae sekarang. Dimana Siwon dan Yesung ? kenapa mereka tidak menolong Sehun ?
"Hahaha… perut kuu, aigooo…" Duugh… Dughh… Terdengar suara Yesung yang sudah tidak kuat menahan tawanya hingga dia sampai memukul – mukul bantal sofa dengan keras berharap Sehun menyudahi tingkah menggemaskannya itu. Dan, Siwon…. ? Dia sedang sibuk merekam Sehun dari tadi dengan ponselnya untuk ditunjukkan pada Minhyuk. Poor baby Sehun.
.
.
[Seminggu kemudian | SM entertainment | Ruang dance]
.
Terdengar musik dan lagu (BoA – Only One) mengalun indah di penjuru dance room saat ini. Sebagian dinding ruangan yang terbuat dari kaca tembus pandang (bening) membuat banyak sekali anak – anak trainee dari SM sering datang untuk melihat Sunbae mereka menari (berlatih) seperti saat ini.
Meoreojyeo man ganeun geudae You're the only one
Naega saranghaetdeon eot mankeum You're the only one.
Apeugo apeujiman babo gatjiman good bye.
Dasi neol mot bonda haedo You're the only one.
Bersamaan dengan lagu yang diputar, BoA bergerak sesuai iriman dengan di ikuti oleh lima penari pria dibelakangnya yang di yakini adalah dancer BoA. Dan, saat memasuki pertengahan lagu tiba – tiba Yesung yang tadinya berada dipinggir kini perlahan berjalan mendekati BoA, hingga hanya ada mereka berdua (saat ini) yang akan menari. Yesung perlahan memegang sisi kepala BoA dengan kedua tangannya dan BoA pun memegang bahu Yesung dengan saling menatap satu sama lain, mereka berdua menari dengan penuh penghayatan.
Nae sarang ijeneun annyeong, You're the only one.
Ibyeol haneun I sungnedo, You'e the only one.
Apeugo apeujiman babo gatjiman good bye.
Dasi neol mot bonda haedo You're the only one.
Only one.
Bagaikan sebuah cermin, mereka berdua menari dengan kompak. Pinggang, punggung dan tangan sering Yesung sentuh saat menari bersama BoA di lagu Only One. Bahkan ada gerakan seperti seakan – akan mereka akan berciuman, hingga para Trainee harus menahan nafasnya saat melihat Yesung yang tampan, imut dan cute itu sedang mesra – mesraan dengan Noona – Noona.
"Kyaa… lihat itu Yesung dan BoA Sunbae benar – benar menari seperti sepasang kekasih."
"Ku dengar lagu itu adalah ciptaan Yesung. Makanya, BoA ingin sekali Yesung menjadi couple dancenya."
"Jinjjayo! Daebak! Yesung benar – benar di ciptakan oleh Sooman dengan sempurna."
"Seandainya Yesung debut dengan kita, mungkin dia akan menjadi maknae. Hahaha."
Terdengar obrolan dari beberapa Trainee dan Boy grup besutan SM yang bernama Shinee yang juga sedang menyaksikan perform latihan Yesung dan BoA saat ini.
TAP… TAP…TAP…diwaktu bersamaan, di ujung lorong koridor terlihat Kyuhyun member dari Super Junior berjalan menuju dance room dengan tatapan datarnya. Sudah satu minggu Yesung yang merupakan model MV untuk Super Junior berlatih bersama Kyuhyun.
"Kyu… kau sudah datang." Ucap salah satu member Shinee yang langsung merangkul pundak Kyuhyun akrab.
"Minho, sedang apa kau disini ?." Tanya Kyuhyun kepada Minho yang entah kenapa akhir – akhir ini setiap Kyuhyun ada jadwal menari Minho CS akan selalu ada.
"Tentu saja melihat Yesung, kau tahu kan Yesung itu sangat sexy jika sedang menari." Balas Minho dengan senyum mesumnya. Sedangkan, orang yang di ajak bicara malah sibuk menatap Yesung yang sedang menari bersama BoA.
.
.
TAP...
"Ini waktu ku untuk latihan, cepat kosongkan ruangan ini, Kwon BoA." Tekan Kyuhyun dikalimat terakhir membuat BoA beserta teman – temannya yang sedang istrirahat langsung menatap Kyuhyun. Kyuhyun itu benar – benar tidak punya sopan santun, baru masuk ruangan sudah main mengusir.
"Panggil aku Noona."
"Untuk apa ? umur kita hanya terpaut 1 tahun saja." Jawab Kyuhyun cuek dan berjalan ke sisi lain untuk menaruh tas ranselnya.
"Harusnya dance couple ku di MV – only one itu Yesung. Tapi gara – gara kau, Yunho yang jadi dance couple ku, huuh."
"Jika kau sudah selesai komplen, cepat pergilah." Ucap Kyuhyun lagi yang kali ini tanpa melihat BoA.
Grreeb… Yesung langsung menahan lengan BoA ketika BoA ingin menghampiri (melabrak) Kyuhyun.
"BoA, sudahlah…menjadi model MV atau tidak, aku akan tetap menjadi teman latihan mu." Senyum Yesung dengan eye smile andalannya.
"Uhh…kau benar – benar Hoobae yang menggemaskan Yesung." Greget BoA melihat pria – pria muda seperti Yesung bersikap manis.
Setelah BoA dan dancernya pergi dari ruang latihan, kini di dalam ruangan hanya ada Kyuhyun dan Yesung saja. Untuk beberapa saat terlihat Kyuhyun sedang sibuk menggeratkan tali sepatunya, sedangkan Yesung sedang sibuk dengan ponselnya.
[Donghae] Papa, aku dan Sehun sedang makan bersama paman Siwon (/^o^)/
[Donghae] Restorannya benar – benar luar biasa O,O)
[Me] Apa Siwon mengajak kalian makan kepiting raksasa lagi ?
[Donghae] Bukan, kali ini paman Siwon mengajak kami makan di restoran…
[Donghae] Lantainya berisi kolam ikan *-*
[Donghae] Sehun sangat senang, lihat…
[Donghae] *Sent Photo*
[Me] Daebak! Apa itu adik mu yang sedang tengkurep di lantai -_-
[Donghae] Hahahahahaha *emoticon laugh frontal*
[Me] Jaga Sehun dengan baik.
[Me] Hari ini papa pulang larut karna ada latihan.
[Donghae] Oke papa, we love you…Fighting! (^-^)9
Berkirim pesan chat dengan Donghae, membuat Yesung menjadi bersemangat kembali. Rasa lelah entah kenapa hilang begitu saja.
'Restoran berlantaikan kolam ikan ? apa gaji Siwon sebagai seketaris pribadi seorang CEO sebanyak itu sampai – sampai dia sering sekali mengajak anak ku makan ditempat yang luar biasa.' Batin Yesung sedikit melamun.
Duagh…
"Aww… ishh." Ringgis Yesung ketika keningnya dengan sengaja di jedutkan oleh kening Kyuhyun yang keras.
"Jangan membuang – buang waktu latihan ku untuk melihat wajah bodoh (melamun) mu." Uhuk… lagi – lagi Kyuhyun berkata pedas padanya. Dengan langkah kesal, Yesung mengikuti Kyuhyun yang sedang berdiri (menunggu) ditengah ruangan dengan musik Super Junior – Evanesce yang sudah mulai.
TAP…. Yesung berdiri tepat di depan Kyuhyun dengan membelakanginya. Kyuhyun yang memiliki postur tubuh tinggi jika berada dibelakang Yesung yang memiliki tubuh mungil terlihat sangat pas dan kontras.
Don't know why
Tell me why
Sarangeun kkeunteul hyanghaneunji
Modeun geon,
Wae iri aeumdaun
Geonji geujeo hannat jjatbeun kkum
Sarangeun hhannat kkuneun kkum.
"Suara mu bagus." Puji Yesung pada Kyuhyun disela menunggu bagian dance mereka nanti. Suara Kyuhyun benar – benar bagus dan berkarakter kuat.
"Perhatikan gerakan mu, sebentar lagi kita mulai." Balas Kyuhyun tidak sesuai harapan Yesung. Ayolah apa yang kau harapkan dari seorang Cho Kyuhyun ? rasa terima kasih karena telah dipuji, tidak mungkin.
Kali ini terdengar suara Ryewook menyanyikan bagian lagunya dengan nyaring, dengan Kyuhyun sebagai backing vocal saat Ryeowook bernyanyi membuat lagu ini benar – benar sangat indah.
I bami kkeutnamyeon dasi taeanngen tteolla
Balga…oooondaedo.
Jabeul sudo eobseul
I Sungani beolsseo
Neomu geuriwo
Wajah yang semula kesal, kini berubah menjadi serius saat detik – detik part bagian dance mereka hampir tiba. Perlahan Kyuhyun mulai menyentuh tangan Yesung sehingga terlihat Kyuhyun seperti sedang memeluk Yesung dari belakang.
I don't know
Wanna know
Ireoke kkeutnan kkumin geonjin
Baik Kyuhyun dan Yesung sekarang menari dengan penuh penghayatan. Mereka berdua bergerak dengan kompak dan lentur, bahkan nafas yang berhembus dikeduannya pun terdengar seirama.
Dengan posisi masih dibelakang Yesung, Kyuhyun memegang perut Yesung dari belakang dan mengikuti setiap langkah gerakan Yesung.
Sreeet…Kyuhyun memutar tubuh Yesung agar mereka berdua saling menghadap satu sama lain. Kini dipegangnya pipi kiri Kyuhyun dengan ekspressi wajah sendu, begitu juga sebaliknya. Lalu, gerakan saling memeluk pun dilakukan dengan penuh emosional membuat orang – orang yang sedang melihat latihan menari mereka berdua menjadi sesak karena menahan nafasnya.
"Jika couple dance BoA dan Yesung terlihat serasi, entah kenapa jika melihat couple dance Kyuhyun dan Yesung otak ku jadi mengkhayal yang tidak - tidak. Hahaha." Tawa Minho yang senang melihat Kyuhyun dan Yesung berlatih menari, bahkan tidak segan – segan Minho selalu merekam latihan mereka dengan ponselnya.
"Lihat tatapan mata mereka berdua! Damn, Full love."
"Aku tidak sabar ingin melihat hasil MV mereka."
"Jika lagu itu sedih, mereka akan menari dengan ekspresi sendu. Dan jika lagu itu ceria maka mereka berdua akan menari dengan penuh enerjik. Baik dalam menari dan menanyi, Yesung dan Kyuhyun itu sama – sama selalu menghayatinya." Kali ini Jong Hyun bersuara yang di angggukan setuju oleh semua orang.
"MY GOD! Ini gerakan yang ku suka, hahahah."
Saramdo… sarangdo
Naneun wae kkael su eomneun geonji
Sreet…Yesung melakukan gerakan menghindar seperti seolah mendorong tubuh Kyuhyun dan menolehkan kepalanya ke samping saat Kyuhyun berusaha untuk mencium bibirnya.
Gyeollgugeun jamsi ppunil eol
Sarangeun jamsi ppunin geol
Sekarang gerakan memeluk Kyuhyun dari belakang dengan penuh perasaan seakan Yesung tidak ingin Kyuhyun pergi jauh. Namun, lagi – lagi Kyuhyun menghempaskan tangan Yesung kembali dan tidak lama Kyuhyun mengenggam tangan kiri Yesung untuk melakukan gerakan berjalan mengikuti dirinya, keduanya pun saling menautkan jemari – jemari tangannya.
Seuceogal kkumil ppunin geol
Ajiggeun kkaegi sirheun geol
Kini sampai dibait puncak lagu, dimana Kyuhyun menidurkan dirinya ke lantai lalu Yesung berputar dan mendekati Kyuhyun untuk menutup matanya.
.
.
"Tadi gerakan memutar mu kurang." Koreksi Kyuhyun pada gerakan dance Yesung yang baru saja mereka lakukan.
"Akan ku perbaiki." Balas Yesung yang mencatat kalimat Kyuhyun dibuku kecil miliknya. Yesung akan selalu melakukan hal ini jika ada gerakan yang Kyuhyun kurang puas. Bukankah sebagai couple dance mereka harus memperbaiki kesalahannya, karena jika salah satu salah maka akan gagal.
"Ayo kita ulangi." Mendengar ajakan Kyuhyun, Yesung mengganguk dan mereka berdua melakukan latihan lagi.
Sreeeet…. Kyuhyun menarik pinggang Yesung untuk lebih mendekati tubuhnya.
"Kau harus lebih dekat lagi…" Ucap Kyuhyun pelan disamping telinga Yesung memberikan koreksi pada gerakannya yang sedikit menjauh.
"Ky…Kyuhyun."Gugup Yesung saat ini karena Kyuhyun mendorong pinggang Yesung terlalu dekat dengan tubuhnya. Bahkan Yesung bisa melihat leher putih Kyuhyun dengan sangat jelas karena jarak antara wajah Yesung dengan leher Kyuhyun sangat dekat.
"Kau mengerti Yesung." Dheg….sekarang Yesung benar – benar yakin saat ini dirinya dan Kyuhyun berpelukan sungguhan.
.
.
[Apartement Yesung | malam hari]
.
"Papa ku akan muncul di sebuah MV nanti." Seru Donghae yang saat ini sedang bermain kartu UNO bersama Siwon.
"Yesung akan muncul di MV ? Kenapa aku tidak tahu." Kaget Siwon dengan wajah yang sudah penuh dengan coretan bedak akibat dia kalah main.
"Tentu saja kau tidak tahu, MVnya saja belum dibuat." Tatap Donghae jengah melihat penggemar (Siwon) dan Idola (Yesung) yang ternyata sama bodohnya.
"Kau tahu, papa menjadi couple dance Kyuhyun." Uhuk…. Mendengar kata couple dance, sebagai penggemar Siwon merasa sakit hati melihat Yesung akan melakukan dance dengan seorang pria walaupun itu hanya sebuah MV.
CEKLEEEK….
"Aku pulaaang…" Seru pria mungil yang saat ini menjadi topik hangat pembicaraan antara anak dan penggemarnya.
"Papaaa puyaang." Girang Sehun yang langsung berlari kerah pintu dan menerjang kaki sang Ayah dengan bergelayutan di kaki kirinya.
"Sehun-ah, yak! papa tidak bisa jalan." Dengan susah payah Yesung menyeret kaki dengan membawa Sehun yang masih saja nemplok dikakinya.
"Sehun, kemari…kau membuat Yesung susah jalan." Panggil Siwon yang membuat radar Sehun langsung berdenting.
DRAAP…. DRAAAAP….dengan cepat Sehun berlari kearah Siwon dan berganti memeluk kaki Siwon seperti Yesung tadi. Dan, bagi Siwon berjalan membawa Sehun itu sangat mudah.
"Mwoya! Sejak kapan anak ku seperti itu ?." Shock Yesung melihat anak keduanya bertindak absrud.
"Sejak penggemar papa datang ke kehidupan Sehun." Balas Donghae jujur dimana kata penggemar yang ia maksud adalah Siwon.
"Kenapa kau masih disini Siwon ?." Tanya Yesung sambil membersihkan wajah Siwon dari bedak.
"Siwon masih disini karna dia papa (didepan teman - teman) ku." Lagi - lagi Donghae menyahut seperti petir yang menyambar membuat Yesung mendelik kearahnya bahwa tindakannya itu tidak baik.
.
.
"Padahal, aku menjadi artis karena hanya pekerjaan ini saja yang bisa ku lakukan, mengumpulkan uang agar anak – anak ku bisa makan enak."Curhat Yesung sambil meminun segelas kopinya dan menatap miris pada anak – anaknya. Hidup sudah menjadi artis, memiliki uang banyak dan mereka (Donghae dan Sehun) malah meminta makan malamnya mie instan.
"Papa, Siwon mengira aku dan Sehun ini anak adopsi." Bruuufffft… kopi didalam mulut Yesung muncrat seketika saat mendengar pengaduan Donghae.
"Yaak!."
"Dan, Siwon juga tidak percaya jika umur mu 32 tahun papa."
"Benarkah ? Tapi, umur ku memang 32 tahun."
"Hahaha… kau benar – benar suka bercanda Yesung." Balas Siwon yang baru saja selesai memasak ramyeon untuk Sehun. Entah kenapa semakin hari, Siwon makin kesini seperti baby sister anak – anaknya.
"Aku tidak bohong, Usia ku memang 32 tahun dan mereka berdua anak kandung ku. Itulah kenyataannya."
BRUUUKK….Tiba – tiba Siwon terjatuh ke lantai beruntung panci Ramyeon sudah ditaro dimeja makan. Sehingga kuah yang panas tidak mengenai dirinya.
"Haaa… dia itu suka sekali pingsan, biarkan saja dia. Besok juga bangun." Cuek Yesung yang melanjutkan minum kopinya.
"Ini semua gara – gara papa." Sambung Donghae yang ikutan cuek disela makan ramyeon.
"Heeh! Kenapa kau jadi menyalahkan papa ?."
"Karena paman Siwon akan pingsan ketika dia tidak bisa menerima kenyataan tentang papa!."
"Begitukah ? hahahha." Tawa Yesung pecah, kalau dipikir – pikir yang dikatakan Donghae ada benarnya juga. Sesaat Yesung jadi khawatir jika penggemar Yesung yang lainnya seperti Siwon ? jika ia tahu kenyataan tentang dirinya, sepertinya separuh warga Korea akan pingsan dan semakin ia bayangkan membuat Yesung ingin sekali tertawa.
"Hueeee…. papa thiwon janan bobo duyuuu..." Dan, sepertinya hanya Sehun saja yang peduli terhadap Siwon yang sedang pingsan.
Kedatangan Siwon di keluarga Kim Jong Woon (Yesung) menambah suasana dirumahnya menjadi ramai dan percikan api asmara antara Siwon – Yesung – Kyuhyun.
Siapakah yang akan berhasil merebut hati pria berumur 32 tahun ini ?
TBC
.
.
Author Note :
Akhirnya Update Chapter 2 yeeey ^-^)/
Semoga pada suka sama lanjutannya dan tidak menggecewakan karena lamanya dalam update FF :"
Di chapter ini lebih banyak sikap konyol Siwon yang gemes sama anak – anak Yesung ^^
Tapi, untuk percintaan Siwon dan Yesung sendiri akan terlihat di next chap karena saingannya udah nonggol, tau kan siapa XD
Terima kasih kepada :
Sekarzane | ismaneli | juli |ajib4ff | Jy | angel sparkyu | aura kim | kim rose | yesung ukeku | rikarika | ressalini | xyluv | zysha | cho loekyu07 | littleclouds| kyutiesung | aulchan12 | turtle choi | kim hyejin27 | olla | deraelf | ELFturtlefish | summer | Jeremy kim84 | arum junnie | milaa cloudslocketsparkyu | hylyeyenpls | dan harpa| magbe3 |yeni926 | dan beberapa Guest lainnya.
Saya senang masih ada yang suka YeWon ternyata :D
Komen kalian semuanya pada lucu karena ga nyangka Yesung yang Idol dengan baby facenya itu ternyata sudah punya buntut dua, hahaha.
See You Next Story.
Sehat selalu untuk reader^^
Author
-Kimmie-
Jangan lupa kritik, saran dan komentarnya.
