Tittle : Baby Face Papa

Author : Kim Kyusung (Kimmie)

Genre : Family, Humor, Romance.

Pairing: WonSung (Siwon & Yesung)

Slight Pair : KyuSung (Kyuhyun & Yesung)

Cast : Member Super Junior, Donghae Kids, Sehun EXO kids.

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, Orang tua, Fansnya dan cerita ini Milik saya.

Rating : M (21+)

Warning : YAOI (Boy X Boy) Yesung UKE! Crack Pair!

Note : Pada chapter ini akan ada adegan dewasa, di harapkan bagi yang belum cukup umur bisa 'Skip' membacanya pas bagian ber-Rate M, terima kasih^^


Baby Face Papa

by KimKyusung (kimmie)

©2015

Please don't copy paste without permission.


Summary

Kim Yesung adalah penyanyi solo (20th) yang tenar setelah mengeluarkan album pertamanya. Tapi siapa sangka jika Yesung telah memalsukan umur dan statusnya. Tanpa publik tahu Yesung sebenarnya berusia 32th, duda dengan dua orang anak bernama Donghae (12th) dan Sehun (6th).


.

"Padahal, aku menjadi artis karena hanya pekerjaan ini saja yang bisa ku lakukan, mengumpulkan uang agar anak – anak ku bisa makan enak."Curhat Yesung sambil meminun segelas kopinya dan menatap miris pada anak – anaknya sekarang. Hidup sudah menjadi artis, memiliki uang banyak dan mereka (Donghae dan Sehun) malah meminta makan malamnya mie instan saja.

Slurrp… Terdengar seruput mie kuah dari mulut Donghae yang begitu nikmat. Tanpa peduli pada sang adik yang berada di sampingnya, Donghae terus menyumpit mie – mie itu hingga membuat Sehun makin merenggek karena sedikit pun Donghae tidak memberinya.

"Papa, Siwon mengira aku dan Sehun ini anak adopsi."

Bruuufffft… kopi mocca di dalam mulut Yesung muncrat seketika saat mendengar pengaduan Donghae.

"Yaak!."

"Dan, Siwon juga tidak percaya jika umur mu 32 tahun papa."

"Benarkah ? Tapi, umur ku memang 32 tahun."

"Hahaha… kau benar – benar suka bercanda Yesung." Balas Siwon yang baru saja selesai memasak ramyeon untuk Sehun. Entah kenapa semakin hari, Siwon makin kesini seperti baby sister anak – anak Yesung.

"Aku tidak bohong, Usia ku memang 32 tahun dan mereka berdua anak kandung ku. Itulah kenyataannya."

BRUUUKK….Tiba – tiba Siwon terjatuh ke lantai beruntung panci Ramyeon sudah ditaro dimeja makan. Sehingga kuah yang panas tidak mengenai dirinya.

"Haaa… dia itu suka sekali pingsan, biarkan saja dia. Besok juga bangun." Cuek Yesung yang melanjutkan minum kopinya.

"Ini semua gara – gara papa." Sambung Donghae yang ikutan cuek disela makan ramyeon.

"Heeh! Kenapa kau jadi menyalahkan papa ?."

"Karena paman Siwon akan pingsan ketika dia tidak bisa menerima kenyataan tentang papa!."

"Begitukah ? hahahaha." Tawa Yesung pecah, kalau dipikir – pikir yang dikatakan Donghae ada benarnya juga. Sesaat Yesung jadi khawatir jika penggemar Yesung yang lainnya seperti Siwon ? jika ia tahu kenyataan tentang dirinya, sepertinya separuh warga Korea akan pingsan dan semakin ia bayangkan membuat Yesung ingin sekali tertawa.

"Hueeee…. papa thiwon janan bobo duyuuu..." Renggek Sehun melihat Siwon lagi – lagi pingsan karena Yesung.

.

.

"Nggh." Leguh pemuda tampan terbangun dari tidurnya, gelap dan sunyi itu yang ia dapati ketika membuka kedua matanya. Sejenak dengan penglihatan yang masih agak buram, ia memperhatikan keadaan sekelilingnya lalu tidak lama beranjak bangun dan merubah posisinya yang semula tertidur menjadi duduk.

"Yesung." Gumamnya ketika melihat sang Idol Yesung tidur terduduk di sebuah sofa yang tidak jauh dari ia berada, walaupun saat ini ruangan dalam kondisi gelap gulita, tapi Siwon pemuda yang 6 jam lalu pingsan ini bisa melihat dengan jelas wajah Yesung atas bantuan sinar rembulan yang masuk kedalam ruangan.

"Kalian…" Gumamnya lagi ketika arah pandangnya jatuh ke pangkuan Yesung. Dimana disana terlihat Donghae dan Sehun juga tertidur dengan menjadikan paha Yesung sebagai bantal. Mereka bertiga tidur dengan damainya layaknya kucing yang saling menghangatkan diri.

TAP… TAP…Perlahan dengan langkah sangat pelan, Siwon mulai mendekati ketiga sosok itu. Perasaan hangat mulai menjalar masuk ke relung hatinya saat melihat Yesung, Donghae dan Sehun tertidur pulas.

"Kalian akan sakit jika tidur di sini." Lirihnya sambil mengusap kepala Sehun dan Donghae pelan. Rupanya selama Siwon tidak sadarkan diri tadi, Yesung dan kedua putranya menunggu Siwon untuk sadar. Lamanya waktu pingsan Siwon membuat Yesung dan anaknya perlahan jatuh tertidur tanpa sadar.

Tidak ingin Donghae dan Sehun sakit, akhirnya Siwon pun berinisiatif memindahkan mereka berdua ke kamarnya agar bisa tidur dengan selimut hangatnya. Perlahan Siwon mulai mengangkat tubuh Sehun dengan sangat hati – hati agar tidak membangunkan Yesung.

Cup…Cup… Siwon mengecup kening Donghae dan Sehun bergantian setelah berhasil memindahkan keduanya ke tempat tidur masing – masing, tidak lupa menyelipkan sebuah boneka besar untuk Sehun peluk.

"Haruskah aku memindahkan Yesung juga ?." Pikir Siwon yang saat ini sedang memperhatikan sosok sang Idol yang masih tertidur pulas di sofa. Pekerjaan sebagai seorang artis benar – benar memakan tenaga pria beranak dua ini.

Gleg…Siwon menelan ludahnya kasar saat ingin menggendong tubuh Yesung, wajahnya begitu dekat dengan wajah Idolanya. Aroma mint pasta gigi yang berhembusan dari deru nafas Yesung membuat wajah Siwon memerah. Pikiran sudah mulai agak liar, Siwon pun menggelengkan kepalanya cepat. Dengan perlahan Siwon mengangkat tubuh Yesung dan beranjak ke kamar sang Idola biasa tidur.

Srreet…Siwon merebahkan tubuh Yesung ke ranjang dan menyelimutinya dengan selimut tebal hingga leher. Di dalam kamar Yesung terlihat begitu banyak lemari berisi pakaian, sepatu dan aksesoris untuk mendukung aktivitas ke-artisanya. Siwon benar – benar penggemar yang sangat beruntung bisa melihat itu semua.

"Seohh…" Igau Yesung tiba – tiba di sela tidurnya.

"Seo ? siapa itu ?." Tanya Siwon refleks pada Yesung yang sedang tertidur.

Tuk…Tuk…Siwon menekan – nekan kening Yesung, agar kening yang sedang mengkerut itu kembali normal, sepertinya Yesung sedang bermimpi buruk (tentang mantan istri).

Dheg…Dheg…Dheg…Jantung Siwon berdebar dengan cepat saat melihat bibir Yesung mulai mengecap – ngecap khas orang tidur. Sekilas terlintas pikiran Siwon untuk merasakan bibir Yesung, sejujurnya Siwon memang selalu membayangkan dan bahkan berhasrat tinggi ingin mencium sang Idol setiap kali melihat foto – foto Yesung di majalah yang terlihat menggoda di matanya.

'Ini kesempatan mu Choi Siwon, kapan lagi mencium Idola mu.' Iblis Siwon berbicara.

'Jangan lakukan Choi Siwon, kau adalah penggemar baik yang tidak akan melakukan hal buruk seperti itu.' Malaikat Siwon yang kali ini berbicara. Iblis Siwon yang melihat malaikat muncul tanpa pikir panjang langsung menendang sosok sisi baiknya jauh – jauh, hingga tidak memerlukan waktu lama. Seringai muncul di wajah Siwon dengan jelas.

Dengan perlahan Siwon mulai mendekati wajah Yesung dan menempelkan bibirnya di atas bibir sang idola tanpa membuatnya terbangun. Tidak puas hanya menempelkan bibir saja, Siwon dengan berani menekan bibirnya dan melumat bibir bawah Yesung selama 10 detik.

Dheg…Sadar dirinya sudah lancang menyentuh (mencium) Yesung, Siwon dengan cepat menjauhkan diri dan memegang bibirnya sendiri dengan tangan. Kaget dan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan pada Idolanya, perlahan Siwon memundurkan langkah kakinya dan langsung keluar dari kamar Yesung begitu saja .

BLAAAM…bersamaan dengan dentuman pintu kamar yang di tutup oleh Siwon, tidak lama Yesung membuka matanya dengan wajah merah padam bagaikan kepiting rebus. Yesung sama terkejutnya dengan Siwon, bahkan kepala Yesung terasa kosong karena tidak membayangkan bahwa ia akan menikmati ciuman Siwon tadi.

"Arggh…harusnya tadi aku bangun dan menendangnya!." Menyesal Yesung sembari menjambak rambutnya sendiri. Bagaimana mungkin ia bisa diam saja di cium oleh seorang pria dan bahkan Yesung menikmati ciuman singkat itu. Ingin protes (memarahi) Siwon, Yesung keluar dari kamar dan tidak ada siapa pun di sana. Sepertinya Siwon langsung pergi meninggalkan rumah Yesung.

"Damn." Umpat Yesung kesal karena sudah beberapa kali ia usap bibirnya kasar dengan tangan tapi rasa nikmat ciuman di bibirnya masih saja terasa.


Baby Face Papa

Chapter 3

Happy Reading^^


[Acara musik MBC]

Baby…Negae banhae beorin,

Naegae wae irae…

Dureopdago mulleoseoji malgo…

"Kyaaa…. Yesung oppa." Teriak beberapa penggemar saat melihat Yesung performance di atas panggung dengan balutan pakaian serba hitamnya.

"Ring ding dong ding….Ring ding dong, Ring diggi ding diggi." Kali ini terdengar suara Key, Taemin, Minho dan Onew bernyanyi bersama sambil menari di depan Yesung. Tunggu, Key, Taemin, Minho dan Onew bukankah mereka anggota dari grup Shinee ?

"Sashil nan bulanhhae, Eoddeokhae nal boneunji…DolikilSu eopneun Geoool…" Dengan sangat baik dan sempurna, Yesung menyanyikan nada tinggi di lagu Ring Ding Dong milik Shinee begitu juga dengan dancenya ia lakukan dengan baik dan kompak.

Alasan Yesung di atas panggung bersama Shinee adalah dikarenakan salah satu anggota Shinee mengalami cidera yaitu Jong Hyun si lead vocal grup yang tiba – tiba sakit. Sehingga Yesung sang penyanyi solo menggantikan posisi Jong Hyun untuk tampil hari ini. Beruntung pagi ini jadwal Yesung kosong dan kemampuan menghafal lirik yang cepat membuat Yesung bisa menolong Shinee tampil di comeback stagenya.

.

.

"Yesung-ah, Gomawo! kami tidak tahu harus bagaimana lagi jika tidak ada dirimu." Ucap Onew selaku leader Shinee yang mengucapkan rasa terima kasihnya begitu dalam, karena berkat Yesung mereka bisa tetap tampil sekaligus memberikan warna berbeda untuk para penggemar.

"Hahaha… tidak usah sungkan, aku senang bisa membantu kalian." Balas Yesung tersenyum hangat dengan memeluk sang maknae (Taemin) gemas. Yesung suka sekali memeluk Taemin karena mungil dan cute seperti anaknya di rumah.

"Yesung, minumlah pasti kau haus." Key pun menyodorkan sebuah minuman dingin pada Yesung. Key tahu saja, jika Yesung memang membutuhkan sebuah minuman dingin untuk menyegarkan tenggorokannya. Tidak butuh lama untuk menghabiskan minuman itu, hanya empat kali tegukan saja minuman itu sudah habis tanpa sisa.

"Aah…ternyata memang menyenangkan tampil sebagai sebuah boy grup."

"Ngh maksud mu ?." Bingung seluruh anggota Shinee mendengar perkataan Yesung.

"Menari dan bernyanyi bersama sebagai satu grup itu menyenangkan dari pada bernyanyi sendirian di atas panggung." Tanpa sadar Yesung bercerita dengan senyum dan sorot mata yang mengandung kesepian membuat seluruh anggota Shinee yang mendengar hanya bisa saling tatap.

"Kau salah, lebih menyengkan sendirian karena bayaran mu tidak akan di bagi rata, ahahaha." Tawa Onew mencoba membuat sebuah lelucon agar Yesung tidak bersedih dan Yesung yang mendengar hanya bisa terkekeh. Ternyata tidak buruk juga mengobrol dan bercengkraman dengan pria – pria muda di depannya ini.

"Oh ya, bagaimana dengan proyek mu bersama Super Junior ?." Tanya Minho sehabis meminum soda kalengnya.

"Hari ini aku akan mulai take MV, aish… sudah jam 11 aku harus ke lokasi pengambilan gambar." Kaget Yesung ketika melihat arloji di tangannya sudah menunjukkan pukul 10 lewat 15 menit. Dengan buru – buru, Yesung mengambil tas ransel dan jaket kulitnya. Yesung lupa bahwa hari ini manajernya izin pulang kampung karena Ibu sang manajer sakit keras. Padahal sang manajer sudah mengirimkan sebuah pesan teks untuk mengingatkan Yesung agar tidak telat.

TAP…TAP…di waktu yang bersamaan namun lokasi berbeda, terlihat anggota Super Junior yang terkenal paling tampan yaitu Cho Kyuhyun sedang menyelusuri lorong gedung, tempat dimana pengambilan MV comebacknya kali ini akan di lakukan.

"Dia belum datang juga ?." Tanyanya dengan wajah datar pada manajernya yang sedang sibuk membantu Kru production dengan mendorong – dorong sebuah kotak berisi kabel.

"Yesung maksud mu ? sepertinya belum…" Jawabnya sembari memperhatikan wajah orang – orang di sekelilingnya.

"Tapi, tadi PD-nim sudah menelfon katanya dia akan tiba 45 menit lagi." Mendengar sambungan manajer, Kyuhun mengganguk dan berbalik melangkah pergi.

"Hei… kau mau kemana, Kyu ? ."

"Tidur." Jawabnya singkat dan asal membuat sang manajer menggelengkan kepalannya heran melihat sikap cuek dan seenaknya Kyuhyun.

TAP….

"Oh ya Hyung, jika dia sudah datang, suruh dia menemui ku dulu." Seru Kyuhyun sebelum menghilang dari pandangan sang manajer, mendengar perintah artis asuhannya manajer Kim pun terkekeh pelan dan melanjutkan acara membantu Kru. Terlihat jelas sekali sikap Kyuhyun yang cemas dan khawatir pada Yesung, karena Kyuhyun tidak pernah menanyakan rekan kerjanya kecuali Ryeowook.

.

.

[Siwon Side]

.

Tak…Tik…Tik…Dengan penuh konsentrasi dan fokus, Siwon mencoba berkutak dengan komputernya. Biasanya jika membuat sebuah laporan perusahaan, Siwon hanya memerlukan waktu 20 menit saja sudah selesai. Tapi entah kenapa beberapa hari ini Siwon sulit merangkai kata dan kalimat untuk menghasilkan sebuah laporan bagus.

"Aish…." Umpat Siwon yang lagi – lagi menekan tombol Backspace untuk menghapus kalimat sekian kalinya yang ia buat. Minhyuk, seketaris pribadi Siwon yang sudah sejak tadi (lima menit) berada di ruangan menatap wajah frustasi sahabatnya.

"Butuh bantuan, eum ?." Tawar Minyuk membuat Siwon langsung mengalihkan fokusnya. Perlahan Minhyuk mendekati meja kerja Siwon dan menghela nafasnya ketika melihat setumpuk map yang dibawa oleh Minyuk sangatlah tebal, satu laporan saja belum selesai sudah datang lagi laporan lain yang harus Siwon periksa.

"Tolong bantu aku, Minhyuk-ah." Akhirnya Siwon memilih menyerah, kini di lepasnya kaca mata yang membingkai wajahnya dan melemparnya asal di meja.

BUUK… Minhyuk meletakan map – map yang ia bawa di meja Siwon lalu berdiri tepat disamping direkturnya, perlahan Siwon bangun dari duduknya dan kini Minhyuklah yang duduk di kursi sang direktur untuk mengerjakan tugas – tugas yang seharusnya Siwon buat.

"Jika kau merasa bersalah, temui dan minta maaflah." Seru Minhyuk memberikan solusi pada Siwon, Minhyuk tahu apa yang membuat sahabatnya ini tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja yaitu masalah perihal Siwon yang mencium Yesung ketika sedang tidur.

"Aku takut dia membenci ku."

"Siapa suruh kau menciumnya, dasar penggemar mesum."

"Yak! aku tidak mesum, itu di luar kesadaran ku ." Bela Siwon yang tidak terima dibilang penggemar mesum. Dari pada di bilang Mesum, Siwon lebih suka jika di bilang tidak bisa mengontrol hawa nafsunya, itu lebih terdengar baik di telinga Siwon.

"Hahaha, mana ada mencium orang tidak sadar. Jelas – jelas kau tidak mabuk saat itu." Uhuk…balasan Minhyuk membuat Siwon tertohok. Kalau di pikir – pikir perkataan Minhyuk benar, saat itu Siwon memang sadar dan ada keinginan mencium Yesung.

"Lalu, bagaimana dengan pekerjaan sampingan mu ? apa Yesung tidak bertanya kau kemana ?." Tanya Minhyuk sembari sibuk mengetik. Sejak insiden Siwon mencium Yesung diam – diam, Siwon tidak melakukann pekerjaan sampingannya yaitu berpura – pura menjadi ayah Donghae dan Sehun. Jangankan berkunjung beberapa menit, mengabari Donghae dan Sehun saja tidak Siwon lakukan, Siwon seperti menghilangkan diri dari mereka karena takut bertemu Yesung.

"Aku tidak membalas pesan teksnya." Balas Siwon sambil memainkan ponselnya.

"Kau ini harusnya senang, karena penggemar mana yang bisa saling kirim pesan dengan Idolanya, bisa dekat dengan keluarganya dan bahkan kau bisa sesuka hati main kerumahnya…ck, aku jadi kesal dan iri dengan mu." Keluh Minyuk yang meratapi dirinya tidak seberutung Siwon, jika Minyuk jadi Siwon sebisa mungkin ia akan melakukan apapun untuk Idolanya selagi mereka dekat dan menjaga hubungan pertemanan yang sudah terjalin selamanya.

"Berhenti bicara, kerjakan saja pekerjaan ku."

"Baik…direktur Choi…pokoknya uang bonus, aku minta 3x lipat dari gaji kuu~."

"Cih, apa kau sedang memeras ku tuan Kang Minhyuk."

"Benar, karena pertama aku harus menutupi rahasia mu pada tuan besar lalu kedua aku harus mengerjakan semua pekerjaan mu di kantor dan ketiga biaya curhat dengan ku. Bukankah itu sepadan~." Siwon mendengus kesal dan memutar bola matanya malas melihat tingkah imut temannya lalu tidak lama Siwon tertawa, disusul oleh Minhyuk yang juga ikut tertawa karena menyadari tingkahnya tadi sangat konyol.

TOK…TOK…

"Masuk." Setelah mendapatkan izin untuk masuk, seorang wanita berpakaian rapi khas kantoran masuk ke ruangan Siwon. Minhyuk yang sedang sibuk berkutak dengan komputer Siwon, diam – diam melirik kearah wanita itu. Hari ini pun wanita yang ia sukai terlihat sangat cantik dan modis.

Merasakan Minhyuk menatap dirinya, Krsytal nama karyawan Siwon yang sudah bekerja cukup lama dengannya berusaha untuk tidak bertemu mata.

"Sajangnim, ada yang ingin bertemu dengan anda." Ucapnya setelah membungkukkan badan. Siwon yang merasa hari ini tidak ada jadwal bertemu dengan rekan bisnis menatap bingung begitu juga dengan Minhyuk. Biasanya jika ada yang ingin bertemu Siwon di kantor, semua karyawan harus memberitahukan kepada Minhyuk untuk di tanyakan apakah direkturnya ada di tempat atau tidak.

"Siapa ? bukankah hari ini ak-."

BRAAAK….Belum sempat Siwon menyelesaikan kalimatnya, sesosok pria manis dan imut membuka lebar – lebar pintu ruangan Siwon hingga membuat direktur kita ini terbelak kaget.

"Papa thiwooon."

"Se-sehuuunn!." Kaget Siwon yang melihat tamunya ternyata adalah seorang bocah berusia enam tahun yang belum lancar berbicara siapa lagi kalau bukan anak bungsu Kim Yesung. Dengan perasaan senang dan cengiran khas anak kecil, Sehun berlari kearah Siwon dan memeluk kakinya seperti biasa.

"Papa, bogothipoyooo~." Ocehnya sambil mendonggakkan wajahnya ke atas untuk melihat Siwon.

'Ugh…menggemaskan sekali.' Batin Siwon tidak tahan melihat wajah imut Sehun yang penuh dengan aura sparkling. Greeb…akhirnya Siwon mengangkat tubuh Sehun dan menggendongnnya lalu tidak lupa mencubit hidung mungil anak bungsu Yesung.

"Bagaimana bisa kau sampai sini ? kau datang bersama siapa ?." Tanya Siwon bertubi – tubi yang sejujurnya kaget dan heran juga melihat Sehun yang masih berusia 6 tahun datang ke kantornya. Bukannya menjawab pertanyaan Siwon, Sehun yang berada di gendongan malah terdiam menatap sosok pria yang berada di meja kerja Siwon. Kang Minhyuk.

"Pendek…Thehun tidak mau cepelti om ityu jika cudah becal." Mendengar perkataan spontan Sehun, Siwon pun tertawa. Sedangkan, Minhyuk yang dihina pendek oleh Sehun langsung berdiri dari duduknya lalu mendekatinya, membuat Sehun yang melihat tentu saja langsung meringkuk (sembunyi) di dalam gendongan Siwon.

TAP…

"Jika kau berani memukul adik ku, akan ku laporkan pada polisi karena tindakan penganiyaan." Minhyuk yang semula ingin mengelus kepala Sehun karena gemas, langsung menjauhkan tangannya yang hampir saja menyentuh kepala Sehun.

"Donghae!." Kali ini Siwon terkejut saat melihat sosok namja cilik berusia 12 tahun berdiri di ambang pintu dengan tatapan jutek kearah Minhyuk yang menandakan bahwa Donghae mengawasi setiap gerak gerik Minhyuk. Tanpa menunggu di persilakan masuk oleh Siwon, Donghae masuk kedalam ruangan begitu saja dan duduk di sofa besar.

"Baiklah, Krsytal kau boleh kembali ke tempat mu. Dan, tolong bawakan dua gelas susu coklat berserta cookies ke sini." Mendengar perintah dari Siwon, Krsytal mengganguk patuh dan membungkukkan badannya sebelum pergi.

"Bagaimana caranya kau bisa ke sini ?." Mulai Siwon bertanya sambil memangku Sehun. Minhyuk yang sedang bekerja untuk menyelesaikan laporan Siwon hanya bisa mendengar percakapan Siwon dengan tamu ciliknya itu sambil mengetik.

"Naik taksi, Sehun merindukan mu jadi aku bertanya pada papa dimana tempat kau bekerja dan aku langsung ke sini." Jelas Donghae yang membuat Siwon sedikit tersentuh. Jadi anak bungsu Yesung merindukan dirinya, ini benar – benar luar biasa bagi Siwon. Tapi, kenapa hanya anaknya saja yang merindukan dirinya. Seandainya Yesung juga datang, pasti Siwon sangat bahagia. Tapi jika Yesung datang…itu akan menghebohkan seisi kantor.

"Apa papa mu tahu kalian ke sini ?."

"Tidak paman."

"Jangan ulangi, aku tidak mau kalian membolos sekolah hanya untuk bertemu dengan ku, mengerti." Mendengar ucapan Siwon, Donghae dan Sehun langsung menundukkan kepalanya dalam – dalam. Benar, Donghae dan Sehun membolos, itu terlihat jelas sekali saat mereka datang ke kantor Siwon pada pukul jam sekolah masih berjalan dan pakaian seragam mereka berdua yang masih melekat di tubuh masing – masing tidak bisa di bohongi.

CEKLEK...Pintu terbuka kembali, melihat Krsytal datang membawa nampan berisi dua gelas besar susu coklat dan semangkuk penuh berisi Cookies, Sehun langsung menatap cerah dan berbinar.

"Nah…Ayo di makan." Seru Siwon mengambil kepingan – kepingan kue untuk di berikan pada Donghae dan Sehun. Melihat Sehun makan cookies dengan lahap, Siwon pun tersenyum. Siwon bahkan tidak marah jika remah – remah cookies yang Sehun makan jatuh dan mengotori pakaiannya. Sedangkan Donghae juga asik menikmati jamuannya dengan gaya keren, dimana tangan kiri memegang gelas susu dan tangan kanan memegang kepingan Cookies.

'Hem...mungkinkah ini ruang kerja paman Siwon.' Batin Donghae yang ternyata makan sambil memperhatikan isi sekeliling ruangan. Donghae kagum akan isi di dalam ruangan yang saat ini digunakan untuk bercengkraman. Banyak lemari berisi buku – buku yang sulit Donghae baca, lalu piagam dan penghargaan yang terpajang di lemari juga sangat banyak. Dan, jangan lupakan foto besar Siwon yang terpasang di dinding bersama anggota keluarganya.

'Apa benar, paman Siwon bekerja sebagai asisten pribadi direktur ? Ini benar – benar mencurigakan.' Batin Donghae yang sudah mulai curiga, kali ini Donghae menatap sosok Minhyuk yang sedang duduk di meja kerja (Siwon), terlihat sangat sibuk bagaikan seorang direktur.

'Dia yang duduk di meja kerja. Tapi ada foto paman Siwon di ruangan, masa iya direktur kerja di ruangan asistennya. Jangan – jangan ini memang ruangan paman Siwon dan sebenarnya dialah (Siwon) direkturnya. Lihat saja dia begitu santai dan tadi wanita itu langsung mengangguk ketika mendengar perintah. Heeem…jadi….' Smirk Donghae yang sepertinya kecurigaan dia adalah benar.

"Sepertinya kau sangat sibuk, sampai – sampai tidak datang ke rumah kami." Dheg… mendengar ucapan Donghae, keringat dingin Siwon pun perlahan keluar.

"Be- benar. Oh ya hae, bagaimana papa mu ?."

"Papa ? kau kan penggemarnya. Kalian (penggemar Yesung) lebih tahu banyak kegiatannya dari pada aku yang anaknya sendiri." Uhuk…lagi – lagi jawaban Donghae membuat Siwon menohok. Seandainya Donghae tahu bahwa sudah seminggu ini Siwon tidak mengikuti perkembangan Idolanya, karena Siwon akan malu sendiri jika melihat foto – foto Yesung atau penampilan Yesung di TV sejak kejadian ciuman itu.

"Papa, kelja cepelti biatha…hali ini kata na mau cuting pidio balu tama…emmm...tama thiapa yaa…" Sehun berusaha mengingat nama rekan kerja papahnya tapi semakin di pikirkan membuat tingkah Sehun semakin menggemaskan di mata semua orang (Siwon, Donghae, Minhyuk). Bahkan, mereka semua sengaja terdiam sambil menatap Sehun untuk menunggu lanjutan ucapannya.

"Akh…thehun ingat, tama tuyun supel junieyo." Puuft Donghae berusaha menahan tawanya begitu juga dengan Siwon dan Minhyuk. Pengucapan Sehun membuat intonasi nama seseorang menjadi lucu dan terdengar konyol.

"Yang benar, Kyuhyun Super Junior." Bantu Donghae membenarkan ucapan sang adik.

"Thehun kan tadi biyang gicu, Hyeong." Balas Sehun sambil menggembungkan kedua pipinya yang menandakan Sehun tadi tidak salah bicara.

"Iya, iya…Sehun benar, kkkkk~." Sreet… Sreet… Siwon menggelus kepala Sehun bermaksud agar Sehun tidak ngambek dan marah tanpa tahu sebenarnya di dalam lubuk hati Siwon ia takut dan khawatir saat mendengar nama Kyuhyun Super Junior ternyata jadi rekan kerja Idolanya Yesung.

Siwon bukannya takut kalah tampan oleh Kyuhyun, melainkan Siwon takut jika Kyuhyun merebut Yesung darinya. Siwon yang notabennya adalah Fanboy yang sering bertemu dan bahkan berteman dengan pria – pria yang menyukai sesama jenis seperti dirinya, sering mendengar nama Kyuhyun di eluh – eluhkan.

Di komunitas Fudonshi miliknya yang ia ikuti, banyak yang mengatakan Kyuhyun realnya adalah seorang Gay. Sudah banyak artis papan atas bahkan artis yang baru debut di kencani oleh Kyuhyun.

'Sebelum ada rumor Kyuhyun dating dengan Yesung, aku harus membuat rumor Yesung dating dengan ku, CEO dari Choi grup...eh, kenapa aku jadi fans Fanatic begini, aish… Kim Yesung! kau membuat ku gilaaa!.' Batin Siwon frustasi sendiri karena merasa ia sudah bukan seperti Choi Siwon biasanya yang selalu tenang dan berwibawa jika sudah menyangkut Idolanya.

.

.

[Other Side | Flashback]

.

"Wah… salju turun lagi, ayo cepat kita pulang." Seru wanita yang baru saja keluar dari sebuah toko bersama anaknya melihat butiran – butiran berwarna putih turun dari atas langit lagi dengan lebat. Musim dingin membuat salju turun setiap waktu, khususnya di malam hari sehingga membuat kadar kedinginan kota Seoul semakin bertambah.

DRAAP….DRAPP… Jika beberapa orang memilih untuk pulang lebih cepat dan masuk ke dalam sebuah café untuk menghangatkan diri, berbeda dengan sosok pemuda yang sedang berlari ini. Di tengah turunnya saju pemuda tampan ini yang lengkap dengan penyamarannya menutupi seluruh wajah dan berlari sekencang mungkin.

Braak…

"Ah...Sorry." Gumamnya yang tidak sengaja menabrak bahu seorang wanita pejalan kaki, akibat tabrakan yang cukup keras membuat wanita itu terjatuh. Sebagai seorang pria, ia tidak bisa membiarkan seorang wanita begitu saja, di ambilnya payung si pemilik wanita itu dan mengulurkan tangannya untuk membantu.

"Hosh…Hosh...aku minta maaf, apa kau baik – baik saja." Melihat sebuah tangan terulur di depannya, wanita muda yang bajunya sudah kotor akibat terkena salju mendengus kesal, tanpa melihat wajah sang pelaku wanita itu menggengam tangannya dan berdiri.

"Ini payung mu, sekali lagi aku minta maaf." Ia pun menyodorkan payung si wanita dengan muka memerah (akibat cuaca dan berlari) namun tetap terlihat tampan.

"K-kau kan!." Gagap wanita itu ketika melihat pelaku penabraknya. Sadar topi dan maskernya terlepas, pemuda itu pun langsung berlari lagi.

"Kyaaaa….KYUHYUUUN!." Teriak pejalan kaki itu yang ternyata baru saja melihat Kyuhyun. Sontak saja teriakan wanita itu membuat semua pejalan kaki mencari – cari sosoknya, beruntung cuaca sedang turun salju jadi banyak pria yang menggunakan masker sehingga Kyuhyun salah satu Idol Super Junior yang terkenal tampan bisa bersembunyi di antara mereka.

.

.

"Aku akan menikah, Kyu."

"Aku berhasil membuat lagu untuk mu, kau mau dengar."

"Ku harap kau bisa datang, Kyu."

"Dengarlah, kau pasti suka."

Praaang…Sekalli hempas, ipod berukuran mini milik Kyuhyun pecah berantakan di depan matanya. Perlahan Kyuhyun berjongkok dan mulai memungut pecahan – pecahan Ipodnya sambil tersenyum. Sungmin, nama pria mungil yang saat ini bersama dengan Kyuhyun menatap kesal.

"Ipodnya rusak, tapi itu tidak masalah karena aku akan mengirimkan rekaman lagunya ke email mu." Seru Kyuhyun sambil tersenyum manis kearah kekasihnya. Kekasih ? Yah… Kyuhyun sang Idol dari Super Junior ini memiliki hubungan special dengan salah satu dancernya.

Lee Sungmin merupakan dancer Super Junior, sudah lama Sungmin bekerja sebagai dancer boy grup tersebut. Karena, seringnya latihan bersama dan aktvitas yang membuat keduanya bertemu setiap hari membuat benih – benih cinta tumbuh. Kyuhyun yang terkenal dengan playboy menjadi bertekuk lutut pada Sungmin.

Plak… Praaang…di tepisnya tangan Kyuhyun hingga serpihan – serpihan Ipod yang berhasil Kyuhyun kumpulkan tadi terjatuh kembali ke tanah beralasan salju.

"Berhentilah berpura – pura kau tidak mendengar ku, Cho Kyuhyun." Sekali lagi Kyuhyun tersenyum, lebih tepatnya mencoba untuk tersenyum walaupun itu adalah senyuman miris dan terluka, seperti inilah Kyuhyun beberapa waktu lalu yang akan selalu memberikan senyuman manis pada Sungmin.

"Kenapa ? aku minta maaf jika aku terlalu sibuk dengan pekerjaan (artis) ku. Aku berjanji setelah comeback kali ini, aku akan mempublikasikan hubungan kita."

"….."

"Kumohon jangan lakukan ini pada ku, Minnie." Mohon Kyuhyun kali ini, masa bodoh dengan status Idol dan harga dirinya. Bahkan, berlutut pun akan Kyuhyun lakukan agar Sungmin tidak meninggalkan dirinya.

Bagaimana bisa Sungmin mencampakkan seorang Idol seperti Kyuhyun. Sudah banyak hal yang Kyuhyun lakukan untuk Sungmin, perlahan namun pasti Kyuhyun menunjukkan siapa Sungmin bagi Kyuhyun kepada orang – orang, mulai dari menjadikan Sungmin sebagai model MV boy grupnya sampai membuatkan lagu tentang Sungmin yang nantinya akan ia masukan kedalam album miliknya. Namun sekarang tanpa ada pembicaraan apapun, Sungmin tiba – tiba mengatakan akan menikah. Bukankah itu berarti Sungmin selama denganya selingkuh.

PUUK…Sungmin menaruh sebuah undangan di tangan besar Kyuhyun tanpa tahu bahwa hati Kyuhyun semakin sesak dan sorot mata Kyuhyun semakin kosong.

"Tanggal 20, jam 13:00pm... Jangan lupa datang." Terdiam seperti patung itu yang Kyuhyun lakukan setelah Sungmin beranjak pergi dari hadapannya. Sepuluh menit sudah Kyuhyun terus seperti itu, tertunduk dan menatap undangan di tangannya, ia tidak peduli jika kepala dan kedua bahunya penuh dengan tumpukan salju.

Tes…Tes… perlahan air mata itu keluar dari bendungannya lalu terjatuh tepat membasahi undangan ditangannya. Menangis tanpa suara menandakan Kyuhyun benar – benar terluka, Kyuhyun tidak menyangkan bahwa orang yang selama ini membuat ia merasakan pria paling bahaia di dunia juga bisa membuat dirinya menjadi orang paling menyedihkan di dunia.

[Flashback END]

.

.

[Kyuhyun Side | Masa kini ]

.

"My love, my kiss, my heart…One love, one kiss to my heart…" Lirih Kyuhyun yang mengikuti lirik sebuah lagu yang sedang ia dengarkan dari Ipod miliknya. Sambil duduk bersandar di sebuah bangku, Kyuhyun menutup kedua matanya. Entah kenapa setiap mendengarkan lagu ciptaanya itu, Kyuhyun akan terhanyut kembali pada memories masa lalunya, bahkan saking terhanyutnya Kyuhyun tidak menyadari bahwa sudah 20 menit ada pria mungil berdiri di belakangnya.

"Good bye my love, my kiss…" Perlahan Kyuhyun membuka matanya dan betapa terkejutnya ia melihat dari pantulan cermin meja riasnya terpantul sosok….

"Yesung…" Mendengar namanya di panggil, Yesung sang Idol sololis mengangkat sebelah tangannya sebagai ucapan say 'hai'.

TAP…TAP…Yesung mendekati Kyuhyun yang sedang berdiri kaku karena kaget melihat Yesung di ruang make-up miliknya.

"Sejak kapan kau di sini ?." Tanya Kyuhyun yang sudah kembali menjadi sosok dingin dan jutek.

"Cukup lama dari kau menyanyikan lagu itu sampai habis." TAP…Yesung berdiri tepat di depan Kyuhyun hingga membuat jarak wajah ke duanya menjadi dekat, sejujurnya lagu yang tidak sengaja Yesung dengar tadi membuat Yesung sedikit tertarik. Dan, Yesung tidak menyangka bahwa mendengarkan suara Kyuhyun secara langsung itu begitu indah dan penghayatan yang begitu mendalam tadi membuat detak jantung Yesung berdegup kencang.

Sreet…Entah apa yang ada di benak Yesung sekarang, dengan berani Yesung menarik keluar ujung kemeja putih milik Kyuhyun yang dimasukkan ke dalam celana.

"Lagu tadi sangat indah…..tapi juga menyedihkan." Lirih Yesung dengan suara baritone halusnya disela kegiatannya. Gleg…Kyuhyun menelan ludahnya kasar saat Yesung mendonggakkan kepalanya keatas untuk menatap dirinya.

"Begini lebih baik, karena kita akan menari di MV. Sebaiknya kemeja dikeluarkan." Cengir Yesung dan…Dheg…Dheg….Dheg….Detak jantung Kyuhyun berdebar kembali.

"Jangan dekat – dekat, dasar pendek!."

"MWOYAA!." Kaget Yesung yang di dorong sekaligus di hina oleh Kyuhyun.

"Cih, kata manajer mu ada yang mau kau katakan, makanya aku ke sini ? kalau kau menyuruh ku datang hanya untuk menghina ku, aku tidak mau dengar… dasar bocah." Ucap Yesung yang di kalimat terakhir mengucapkan kalimat dengan nada pelan yang dapat di dengar jelas oleh Kyuhyun.

Sreet… Tanpa sadar Kyuhyun menarik pergelangan tangan Yesung yang ingin beranjak keluar, hingga wajah Yesung menubruk dada bidang Kyuhyun.

"Berani sekali kau mengatai ku bocah ? dasar artis Rookie jaman sekarang tidak ada yang sopan pada sunbaenya. Menjengkelkan." Dheg…Yesung kaget ketika melihat sorot mata Kyuhyun yang begitu tajam padanya. Segitu marahkan Kyuhyun terhadap hinaan dirinya ? bukankah skor mereka sama (1 – 1), dimana tadi Kyuhyun mengatai dirinya 'pendek' lalu apa salahnya mengatakan 'bocah' bukankah kedua kata itu memiliki tingkat level yang sama.

"Jika kau bersikap arrogant (tidak sopan) seperti ini, ku pastikan karir mu sebagai penyanyi akan hancur." Patss…Kyuhyun melepaskan pegangannya di tangan Yesung dan berjalan keluar ruangan lebih dulu, meninggalkan Yesung yang masih terbengong sendirian.

'Hancur ? berarti aku akan jadi pengganguran dan anak – anak ku akan hidup melarat.' Batin Yesung Horor yang membayangkan kehidupan dua anaknya Donghae dan Sehun hidup di kolong jembatan beratapkan kardus bekas jika karir dirinya sebagai artis hancur.

"Thehun thedang makan bubul tanah, Hyeong mau ? ."

"Mau…bubur tanahnya enak, rasa ayam."

"NOOOOO! Jangan makan itu Hae-ah, Sehun-ah!." Histeris Yesung yang terjebak dengan bayangan – bayangan yang ia buat sendiri tentang kondisi anak – anaknya.

.

.

[Back To Siwon, Donghae, Sehun dan Minhyuk | Restoran]

.

TUK…TUK…beberapa pelayan mulai menaruh hidangan di meja, mulai dari daging mentah untuk di panggang, udang dan ikan besar yang menggungah selera lalu dimsum yang terdiri dari 5 kotak dan jangan lupakan berbagai sayuran tumis yang juga menghiasi meja no 8 ini.

"WOOAAH." Takjub Donghae menatap satu persatu hidangan di depan matanya. Sumpit di tangan kanan lalu mangkuk berisi nasi di tangan kiri pun juga siap. Maka, saatnya untuk Donghae menyerbu makanannya bukan.

Nyaam…nyaam… Donghae mengambil lauk dan memakannya dengan lahap. Minhyuk yang melihat cara makan Donghae menjadi kenyang sendiri padahal ia belum makan apapun. Sepertinya, Yesung sekarang tidak perlu terlalu khawatir tentang kedua anaknya, karena Yesung memiliki seorang penggemar kaya yang akan memenuhi semua kebutuhan anaknya jika karir Yesung hancur kan.

"Hahaha…bukankah dia luar biasa, Minhyuk-ah." Tawa Siwon yang melihat Minhyuk berkali – kali menelan ludahnya sendiri setiap melihat Donghae makan. Bagaimana bisa seorang bocah berusia 12 tahun makan dengan lahap seperti seorang Pro yang sedang lomba makan.

"Sehun kenapa, eum ?." Tanya Siwon yang melihat Sehun hanya memegang sumpitnya tanpa mengambil makanan apapun. Pikiran buruk pun menyerang Siwon sekarang, dimana ia mulai berpikir Sehun tidak menyukai makanan di restoran langganannya yang sudah 8 tahun ini menjadi tempat favoritenya.

"Ummh…ityu…"

"Sehun tidak bisa meraih makanan karena ketika dia duduk di kursi ini dia jadi pendek. Lihat saja, meja dan matanya sejajar." Jelas Donghae di sela makannya, Siwon pun refleks langsung melihat keadaan Sehun. Dan, benar saja yang Donghae katakan.

"Hahaha…mian. Papa lupa, sebentar." Setelah berpikir, Siwon pun mengambil sebuah tas yang ada di sisi kaki Minhyuk, hingga Minhyuk yang menyadari perbuatan Siwon langsung terbatuk di sela makannya.

"Yak! Siwon." Omel Minhyuk yang ingin protes.

"Pinjam sebentar." Santai Siwon dan langsung menaruh tas yang ia ambil ke bawah pantat Sehun untuk di jadikan tumpuan dan berkat tas tersebut Sehun bisa melihat makanan di meja dengan jelas dan meraih hidangan enak itu seperti kakaknya.

"Makan yang banyak okey." Senyum Siwon sambil menggelus kepala anak bungsu sang Idol, melihat Donghae dan Sehun makan dengan lahap membuat hati Siwon kembali senang.

"Ck…dasar papa gila, menjadikan tas berisi laptop sebagai tumpuan duduk." Ucap Minhyuk menyindir Siwon.

"Diamlah, dan makan saja…atau kau bayar makanan mu sendiri." Dheg…mendengar ancaman Siwon, Minhyuk pun langsung diam dan makan dengan tenang. Membayar makanan di restoran ini sama saja ia mengeluarkan uang untuk satu harga tiket konser Girl grup kelas VIP.

Tiba – tiba scara bersamaan, Donghae dan Sehun menyodorkan sebuah daging panggang yang baru saja matang dengan sumpit ke arah Siwon. Mengerti maksud mereka berdua, Siwon merasa tersentuh kembali.

"Biasanya jika kami makan dengan papa (Yesung), kami akan menyuapi daging pertama untuknya sebagai tanda bahwa kami menghormati papa." Mendengar perkataan Donghae, Siwon dan Minhyuk tersenyum. Yesung semakin luar biasa di mata Siwon karena mengajarkan kepada anaknnya arti menghormati.

Hap…Hap…Siwon melahap daging yang di sumpit Donghae dan Sehun bergantian, lalu menggunyahnya.

"Ini daging terenak yang pernah ku makan." Ucap Siwon sambil mengancungkan jempolnya. Minhyuk yang melihat moment Siwon dengan Donghae dan Sehun lagi – lagi menatap iri.

"Kalau begini terus, kau semakin lan- ARGHH..." Erang Minhyuk tiba – tiba yang belum selesai bicara kakinya sudah di injak oleh Siwon di bawah meja.

.

.

[Lokasi pengambilan MV]

.

"Mereka berdua terlihat menyatu." Bisik beberapa orang di belakang Ryeowook, pengambilan pose bernyanyi di MV sudah Ryeowook lakukan bersama Kyuhyun, dan sekarang giliran pengambilan menari bagian Kyuhyun dan Yesung. Hampir seluruh Kru yang ada di ruangan mengatakan gerakan tari yang di lakukan Kyuhyun dan Yesung terlihat menyatu bagaikan Yin dan Yang.

Naneun wae kkael su eomneun geonji

Gyeollgugeun jamsi ppunil eol

Sarangeun jamsi ppunin geol

Bahkan gerakan Kyuhyun yang memeluk dan mengenggam tangan kiri Yesung dengan sorot matanya terlihat lebih intim di mata Ryeowook.

'Apa kau membayangkan Yesung adalah Sungmin, Kyu ?.' Batin Ryeowook yang tidak tahu bahwa Kyuhyun melakukan tarian bersama Yesung dengan amat sangat serius dan sepenuh hati. Bahkan, Kyuhyun hampir lupa bahwa ia sedang dalam pengambilan MV saking terbawa suasana menari bersama Yesung.

"NICE! SHOOT TERAKHIR SELESAI." Teriak produser dengan alat speakernya membuat Yesung yang tangannya masih menutup mata Kyuhyun perlahan menariknya, namun dengan cepat Kyuhyun menahan tangan Yesung.

"Kyuuu." Panggil Yesung sambil berusaha menarik tangannya yang di tahan oleh Kyuhyun.

"Kita sudah selasai, Kyu." Ucap Yesung sekali lagi yang kali ini jadi tidak enak karena di lihat oleh semua orang. Merasakan tangannya yang berada di wajah Kyuhyun basah, Yesung pun mengerti kenapa Kyuhyun bersikap seperti ini.

Sejujurnya Yesung tidak tahu alasan apa yang membuat Kyuhyun bisa sampai menangis, tapi yang jelas sekarang Kyuhyun sedang meminta tolong pada Yesung agar tidak ada siapa pun yang melihat dirinya saat ini.

"Mian, bisakah kalian meninggalkan kami berdua saja." Mereka semua mengangguk dan meninggalakan Kyuhyun bersama dengan Yesung di lokasi take MV untuk beberapa menit.

"Mau sampai kapan kau menjadikan tangan ku sebagai kaca mata mu." Seru Yesung yang sudah sepuluh menit tangannya di pinjam oleh Kyuhyun untuk menutupi matanya.

"Hei…bocah arrogant, apa kau pernah mencintai seseorang dengan sangat dalam ?."

"Hah ?." Bingung Yesung yang tiba – tiba di tanyain oleh Kyuhyun soal percintaan. Tunggu, percintaan dan Kyuhyun menangis. Akhirnya Yesung mengerti kenapa Kyuhyun begini.

"Pernah, sebelum aku menjadi seorang artis dan terkenal seperti sekarang. Aku pernah mencintai seorang wanita tapi dia meninggalkan ku karena tidak bisa hidup susah dengan ku." Jujur Yesung dan berkat Kyuhyun, Yesung pun menjadi flashback ke masa lalunya. Perlahan Kyuhyun mulai mengangkat tangan Yesung dan menghapus jejak – jejak air matanya dengan kasar.

"Tidak bisa hidup susah ? seolah – olah kau mengatakan kau dan dia pernah hidup bersama."

"Memang." Jujur Yesung lagi dengan polosnya.

"Usia mu baru 20 tahun dan kau dulu tinggal bersama dengan seorang perempuan, ckck. Pergaulan mu sangat bebas, pantas saja kau susah di atur." Uhuk... Negative Kyuhyun lupa saat ini dia sedang menjadi seorang Idol berusia 20 tahun, bodoh sekali kau Yesung. Ingatlah, kau bukan pria berusia 32 tahun dengan anak 2.

"Bu-bukan begitu ak-."

"Apa kau bisa melupakannya ? Jujur saja, aku belum bisa melupakan orang yang ku cintai. Saat melakukan tarian bersama dengan mu tadi, memorie – memorie ku dengannya berputar di kepala." Melihat Kyuhyun merana karena cinta, Yesung pun jadi teringat dengan dirinya dulu semasa remaja (ketika tahun 2002 saat usia Yesung 18 tahun) dimana Yesung menemukan seseorang yang benar – benar ia sukai melebihi dirinya sendiri.

Sreet….Yesung berdiri dan menatap Kyuhyun yang masih terduduk di lantai.

"Dengar, seseorang itu bukan untuk di lupakan tapi untuk di kenang."

"Hahaha…dasar anak kecil, sok sekali kau menasehati ku." Tawa Kyuhyun yang tidak menyangkan akan menceritakan masalahnya dan mendapatkan sebuah nasehat dari seorang pria berusia 20 tahun. Yesung yang lagi – lagi di remehkan oleh Kyuhyun hanya berdecak kesal.

Sreeet…Kyuhyun ikut berdiri dan tanpa Yesung duga, Kyuhyun menggacak – acak surai rambutnya dan tersenyum…..hangat, hingga membuat darah Yesung sedikit berdesir. Inikah senyuman sesungguhnya dari seorang Cho Kyuhyun yang selama ini di sembunyikan ?

'Damn, ingat Jong Woon! kau pria normal.' Batin Yesung menjerit di dalam hati. Minggu lalu dia berdebar karena dicium oleh Siwon dan sekarang dia berdebar karena melihat senyuman Kyuhyun. Bagaimana bisa ia berdebar – debar karena laki – laki.

.

.

"Ayolah Yesung…kita pergi minum – minum sebentar untuk merayakannya." Ajak manajer Super Junior kepada Yesung yang baru saja memasukkan tas ranselnya ke dalam mobil pribadinya.

"Anu, tapi…aku..." Sebenarnya Yesung mau sekali ikut pergi minum – minum, tapi ia ingat hari ini kedua anaknya tidak ada yang menjaga di rumah. Yah…walaupun Yesung sudah biasa meninggalkan anak – anaknya dari pagi sampai malam karena bekerja, tapi semenjak bertemu dengan Siwon dimana kasus Donghae yang kesepian, sekarang menjadi lebih menghargai waktu bersama anak – anaknya dengan pulang lebih cepat.

BLAAAM…tanpa izin dari sang pemilik, Kyuhyun masuk ke dalam mobil Yesung begitu saja.

"Haaa…baiklah, aku ikut." Akhirnya Yesung menyerah dan masuk ke dalam mobilnya. Jika di dalam mobil Kru yang sudah jalan lebih dulu terlihat ramai dan berisik, maka Yesung yang sedang mengemudikan mobilnya di temani Kyuhyun suasana mereka berdua seperti kuburan sangat hening.

Drrrrrrrt…melihat ponsel yang ditempelkan di dashboard mobilnya ada panggilan masuk, Yesung mengambil handsetnya dan memasangkan di telinga lalu menekan icon tombol hijau.

'Rumah.' Baca Kyuhyun yang bisa melihat siapa nama si penelfon.

"Apa kau sudah pulang."

"….."

"Hari ini pa-…" Sadar Kyuhyun berada di sampingnya, Yesung pun menjadi serba salah. Karena ada Kyuhyun, Yesung jadi tidak leluasan menelpon dengan anaknya (Donghae) yang di rumah.

"Aku akan pulang agak malam, jangan menunggu ku. Arraso...Saranghae, bye." PIIP…Dengan berat hati Yesung menyudahi telefonnya. Ingin rasanya Yesung menangis karena memutuskan telefonnya dengan Donghae begitu saja. Pasti besok pagi Donghae akan memaki – maki dirinya karena berani memutuskan telefon secara sepihak.

"Biar ku tebak, dia pasti pacar mu."

"Sok tahu." Balas Yesung yang langsung menginjak pedal gas karena sebel tidak bisa mengobrol lama dengan Donghae. Yesung yang menggebut tanpa pemberitahuan sontak saja Kyuhyun langsung memegang handle pintu mobil yang berada di atas kepalanya.

Brrrrmmmm….

"Bocah gilaa!." Teriak Kyuhyun yang menatap horror cara mengemudi Yesung. Bagaimana bisa Yesung membawa mobil seperti seorang Pro begini, Kyuhyun pikir di usia Yesung yang masih 20 tahun ia akan menggemudikan mobilnya pelan dan hati – hati.

'Gini – gini aku sudah membawa mobil selama 10 tahun.' Batin Yesung yang melampiaskan rasa kesalnya pada Kyuhyun. Sebenarnya Yesung sudah banyak memiliki pengalaman saat dia remaja, dimana dulu ia pernah bekerja part – time sebagai supir taksi.

.

.

[Apartement Yesung]

.

"DASAR PAPA IDIOT!." Teriak Donghae kesal sehabis menerima telefon Yesung. Siwon yang sedang menemani Sehun menggambar di ruang tengah menjadi mengalihkan fokusnya. Siwon yang niatnya sehabis makan siang tadi ingin menggantar pulang Sehun dan Donghae kini menjadi sedikit menginap untuk menemani anak – anak Yesung karena sendirian di rumah.

"Hae-ah, ada apa ?." Tanya Siwon yang penasaran juga kenapa anak pertama Yesung marah – marah.

"Tidak ada apa – apa, papa pulang telat lagi." Balas Donghae polos. Siwon yang mendengar Yesung akan pulang telat menjadi sedikit agak kecewa, padahal dia ingin sekali bertemu dengan Yesung.

"Papa…" Panggil Sehun membuat Siwon langsung tersadar. Ia pun kembali menemani Sehun untuk mewarani buku gambarnya, sedangkan Donghae kembali melakukan aktivitas kegiatan yang biasa ia lakukan yaitu merapikan rumah.

.

.

Tik…Tok…Tik…Tok… Seperti tidak kenal lelah, jarum jam berdetik terus menerus hingga jarum pendek menunjuk ke angka pukul 12 sedangkan jarum panjangnya menunjuk ke angka 3, sudah tengah malam Yesung belum juga pulang ke rumah. Siwon yang masih di rumah Yesung, menonton TV di ruang tengah setelah menemani Donghae dan Sehun tidur dikamar mereka.

PIIP…CEKLEKK… Terdengar suara pintu password yang berhasil di akses hingga pintu terbuka. Siwon yang tadinya sudah hampir jatuh tertidur karena sudah tidak kuat berjaga akhirnya kaget.

SRAAK…TAP…TAP… Dari ruang tengah Siwon dapat mendengar jelas kegiatan yang Yesung lakukan, mulai dari melepaskan sepatu, melepaskan mantelnya lalu mengaitkanya ke tiang gantungan dan berjalan masuk ke dalam rumah. Siwon benar – benar penggemar kategori Super.

"Ngh, kau di sini Siwon ?." Ucap Yesung yang sejujurnya sedikit terkejut melihat pemuda tampan bertubuh tegap berada di rumahnya lagi, terlebih Siwon sedang memakai kemeja putih dimana tiga kancing dari atas terbuka, jika seperti ini Siwon jadi terlihat laki sekali di mata Yesung.

"Yeah, aku tidak bisa membiarkan mereka (Donghae dan Sehun) sendirian di rumah." Mendengar balasan Siwon, Yesung mengganguk. Akibat insiden ciuman tempo lalu, Yesung memang pura – pura tidak tahu mengenai kejadian itu dan bersikap setenang mungkin, tapi tetap saja Yesung tidak bisa menyembunyikan rasa canggungnya, ditambah mereka berdua sudah tidak bertemu satu sama lain selama seminggu.

TAP…TAP… Setelah menaruh kantong plastik berisi makanan yang ia bawa ke dapur, Yesung pun berjalan melewati Siwon dan masuk ke dalam kamar. Setelah mengganti pakaian yang lebih santai (celana pendek dan kaos oblong serba hitam), Yesung kembali keluar dan menuju ke dapur. Siwon yang melihat tampilan Yesung yang menggungah selera kaum hawa dan adam menelan ludahnya.

'Damn, kulit Yesung benar – benar putih.' Batin Siwon langsung menggelengkan kepalanya cepat. Kulit putih Yesung yang selama ini hanya bisa Siwon lihat di dalam foto dan video saja, ternyata aslinya melebihi bayangannya sampai – sampai pikiran jelek Siwon telintas kembali yaitu memberikan beberapa tanda di kulit putih susu Yesung.

"Apa kau sudah makan Siwon ? tadi aku membawa beberapa makanan. Jika kau mau ki.-"

"Aku mau." Potong Siwon langsung membuat Yesung tanpa sadar terkekeh, ternyata Siwon masih penggemar yang selalu bersemangat jika di depannya. Kini mereka berdua duduk berhadapan satu sama lain dengan meja berukuran kecil berisi makanan di tengah – tengah mereka. Sambil menonton berita tengah malam, Yesung memakan makanannya.

"Apakah kau habis minum ?." Tanya Siwon yang sejak tadi mencium aroma bau alhocol menyeruak dari tubuh Yesung.

"Heem...tapi tidak banyak."

"Apakah kau minum bersama Kyuhyun ?."

"Maaf, Siwon ini masalah pribadi ku. Kau tidak berhak menanyakan hal itu." Balas Yesung yang seperti mengatakan dengan jelas dimana posisi Siwon berada saat ini. Siwon memang bisa sesuka hati masuk ke rumahnya tapi bukan berarti hal pribadi Yesung bisa ia tanyakan sesuka hati juga kan. Lagian pula pertanyaan Siwon tadi entah kenapa seperti seorang suami yang sedang mengintrogasi istrinya. Ck…

TAK…Siwon meletakan sumpitnya di meja dengan suara cukup keras hingga membuat Yesung terkejut. Sambil menyilakan tangan di dada, Siwon menatap Yesung.

"Wae ?."

"Aku minta maaf jika selama ini aku sudah lancang pada mu. Sebagai seorang penggemar yang meminta sesuatu pada Idolanya. Aku mohon pada mu, bisakah kau menjauhi Kyuhyun." Blush…wajah Yesung memerah seketika.

"Kau ini bicara apa sih, makan saja dan cepatlah pulang." Seru Yesung yang menjadi salah tingkah karena perkataan Siwon, tahukah Siwon itu membuat Yesung jadi berpikir macam – macam sekarang.

Siwon itu tidak sadar bahwa perkataannya tadi seperti seseorang yang sedang cemburu. Wajar memang jika melihat penggemar cemburu jika Idolanya dekat dengan seseorang tapi cara bicara dan sorot mata Siwon tadi seperti bukan cemburu sebagai seorang penggemar ke Idolnya.

Sreeet…Siwon bangun dari duduknya dan berjalan kearah sofa dimana jas kerjanya berada.

"Terima kasih makanannya." Datar Siwon yang berjalan untuk pulang setelah mengambil jas kerjanya. Yesung yang melihat Siwon marah dan ngambek layaknya seperti ekhem…kekasih menjadi tidak tahu harus bagaimana.

Greeb…

"Tunggu…apa kau marah padaku ?." Akhirnya Yesung memegang lengan Siwon untuk menahan langkah kaki Siwon agar tidak pergi. Siwon yang biasanya akan hyperaktive jika di sentuh oleh Idolanya sekarang menatap tangan Yesung yang berada di lengannya dengan tatapan biasa saja.

"Apa aku sebagai penggemar berhak marah, melarang dan mengatur hidup mu ? tidak kan, kami (penggemar) hanya punya hak untuk memiliki mu saat di panggung. Di kehidupan nyata, kau adalah sebuah mimpi yang tidak akan bisa kami dapatkan." Perlahan Siwon melepaskan tangan Yesung dari tangannya. Kini Siwon sadar, cintanya sudah bukan level penggemar lagi. Maka dari itu, sebelum perasaannya jatuh lebih dalam dan membuat dirinya semakin terluka, Siwon harus keluar dari dunianya (Yesung).

Drrrrrt….Tiba – tiba ponsel milik Yesung yang berada di atas meja bergetar, terlihat sangat jelas sekali nama si penelfon di layar ponsel milik Yesung.

"Ku tunggu berita dating kalian di internet, My bias." Dheg…ucapan terakhir Siwon membuat hati Yesung gelisah dan resah. Walaupun Yesung masih belum tahu bagaimana perasaannya, tapi perasaan seperti ini pernah ia alami sebelumnya yaitu ketika jatuh cinta pada ibu Donghae dan Sehun alias mantan istrinya dulu.

"Jangan pergi."

"…."

TAP…TAP…seperti menulikan telinganya, Siwon terus berjalan ke depan tanpa berhenti atau menoleh sedikit pun pada Yesung. Sedangkan, Yesung yang melihat Siwon tidak juga berhenti terlihat makin bingung dan panik.

"Geurae nan neo hanamyeon chungbunhanikka….neo hanaman saranghanikka..."

TAP….akhirnya langkah Siwon berhenti begitu saja ketika mendengar Yesung menyanyikan sepenggal lirik lagu solonya. Suara merdu Yesung seperti sihir yang membuat tubuhnya tanpa sadar mematung di tempat. Bolehkan ? Bolehkan….Siwon berasumsi bahwa dari lirik lagu yang Yesung alunkan adalah perasaan Yesung terhadap dirinya.

DRAAP…. DRAAAP… Siwon langsung berbalik dan berjalan cepat menghampiri Yesung lalu memeluk tubuh Yesung selama lima detik dan…

"Nngh…mmmh.." Melumat bibir Yesung setelah menangkup wajahnya dengan tangan besar milik Siwon. Rasa alhocol di bibir Yesung membuat ciuman mereka menjadi terasa berbeda.

"Ssh…Sihwoonhh." Leguh Yesung di sela ciumannya, Yesung benar – benar tidak menyangka ternyata berciuman dengan seorang pria sangat nikmat melebihi ciumannya dulu ketika dengan istrinya. Tanpa memberikan jeda waktu untuk Yesung bernafas, Siwon mencium Yesung dengan sangat dalam.

.

.

"Hyeongie…cedang apa di depan pinthu ?." Tanya Sehun yang terbangun dari tidurnya melihat sang kakak berdiri di depan pintu dengan celah pintu sedikit terbuka.

"Kenapa kau bangun ? ayo tidur lagi, hyung akan memeluk dirimu." Balas Donghae yang menghampiri ranjang Sehun setelah menutup kembali pintu kamarnya. Di sela menepuk – nepuk pantat Sehun untuk membawa kembali adiknya ke alam mimpi, Donghae menatap langit – langit kamarnya.

"Apa sekarang aku harus memangil papa (Yesung) dengan sebutan mama ? ugh…itu sangat horror, tapi jika papa dengan paman Siwon memang seperti itu, hem...papa bisa berhenti jadi artis dan papa akan dirumah setiap hari bermain dengan kami lalu hidup kami juga akan tetap enak dan makmur." Smirk Donghae yang ingat siapa Siwon sebenarnya yaitu pemuda biasa yang katanya bekerja sebagai asisten, tapi tetap saja Siwon tidak bisa membohongi anak jenius Yesung karena Donghae tahu rahasia Siwon yang seorang direktur perusahaan besar.

"Sesama pria tidak akan memiliki anak, jadi adik ku tetap Sehun. Selamanya hanya ada kita berdua. Lagipula, Sehun juga sangat menyukai paman Siwon. Benarkan Sehunnie ?." Tanya Donghae sembari menggelus kepala sang adik yang sudah tertidur pulas lagi, melihat sang adik meringkuk di dalam pelukannya Donghae mengecup kening Sehun dan kembali ke ranjangnya untuk kembali tidur. Walaupun sepertinya akan sulit karena aktivitas kamar sebrang.

.

.

[Next days | Morning]

.

Tuuuuuut….kegiatan pagi hari di rumah sang Idol kita Kim Yesung terlihat sama seperti biasanya. Dimana setiap pagi akan terdengar suara ceret teko, mesin pemanggang roti lalu aroma telur mata sapi (setengah matang) dan sosis yang di masak dengan mentega memenuhi ruangan dan jangan lupakan acara kegiatan kejar – kejaran yang dilakukan Donghae untuk memakaikan seragam sekolah Sehun.

"YAAK! SEHUUUN….PAKAI BAJU DULU."

"Ayo kejal Thehun, weee."

Tuuk….Tuuk…Yesung si pria bernama asli Kim Jong Woon ini, mulai menata beberapa piring yang sudah berisi roti panggang beserta telur di atasnya. Jika biasanya hanya ada tiga piring di meja makan, pagi ini bertambah satu piring.

"Sehunnie…cepat pakai baju mu, atau kau tidak akan mendapatkan bekal." Ancam Yesung sembari menuangkan susu ke dalam gelas besar untuk anak – anaknya.

Kreeet…Donghae menggeser kursinya setelah menggantungkan tas ranselnya di sisi belakang kursi lalu mengambil roti panggangnya dan mulai memakannya. Yesung yang melihat kedua anaknya makan dengan lahap tanpa sadar tersenyum senang.

TUK…Donghae mencuri sosis di piring Sehun ketika sang adik sibuk makan rotinya. Donghae hafal sekali dengan adiknya yang akan memakan makanan kesukaannya belakangan.

"Hueee…Papaaaa." Renggek Sehun yang melihat dengan jelas sekali kakaknya menancapkan besi bergigi empat (garpu) ke kepala gurita (sosis) miliknya dengan kejam.

TAP…TAP…Sosok papa yang di maksud Sehun pun perlahan datang dengan keluar dari arah kamar Yesung dengan hanya memakai celana panjang hitamnya.

"Papaa, cocith thehun di culik hyoengie..." Adu Sehun membuat Siwon yang baru saja meminum secangkir kopinya tertawa lucu.

"Kalau begitu, sosis gurita papa ini buat Sehun saja." Siwon pun menuangkan semua sosis yang ada di piringnya ke piring Sehun, membuat Donghae yang melihat piring sang adik penuh dengan sosis menjilat bibirnya. New target.

"Hari ini ? aku hanya ada meeting dengan big bos ku, hehehe."

"Mau ku jemput ?."

"Tidak usah, habis meeting aku ingin berkunjung ke tempat teman."

Melihat Yesung mengobrol dengan Siwon sambil tertawa akrab dan terdapat skin ship juga dimana Siwon selalu mengusap kepala papahnya sayang hingga pipi Yesung merona tanpa sadar membuat Donghae ikut tersenyum di dalam hati. Syukurlah Siwon membuat papahnya senang.

"Sehun ayo kita berangkat." Seru Donghae sembari turun dari kursi dengan membawakan tas ransel miliknya. Setelah memakaikan topi sekolah Sehun, Donghae menggandeng tangan mungil sang adik.

"Akh…tunggu, akan ku antar." Cegah Siwon yang langsung mengambil kunci mobilnya di atas meja TV.

"Mengantar tanpa memakai baju ? hahaha…lucu sekali. " Ledek Donghae yang membuat papahnya (Yesung) jadi malu sendiri, pasalnya kemeja milik Siwon sedang ia pakai sekarang. Akibat aktivitas semalam, pakaian mereka berdua tercampur dan Yesung malah mengambil baju Siwon.

"Aku membawa pakaian ganti di bagasi mobil ku, Hae."

"Tidak, hari ini aku akan pergi sendiri seperti biasa. Nikmati saja waktu kalian, bye." BLAAAM… pintu rumah tertutup menyisahkan dua orang pria dewasa yang sibuk dengan pikirannya masing – masing hingga suasana canggung kembali menghampiri mereka lagi.

Si manis yang tidak menyangka bahwa ia akan memiliki hubungan rumit dengan penggemarnya, sedangkan si tampan juga tidak menyangkan bahwa ia bisa seberani semalam.

Blush….wajah keduanya memerah ketika ingat apa yang telah mereka lakukan semalam, hanya dengan memikirkannya saja sudah membuat mereka berdua mengeluarkan deru nafas berat. Gejolak hasrat mereka berdua kembali naik.

"Emm…anu Siwon, jam berapa kau berangkat kerja ?."

"Aku telat juga tidak masalah, bagaimana dengan mu ?."

"Waktu meeting ku jam 1 siang. Sepertinya ti-."

"Aish…sudah tidak tahan." Potong Siwon yang langsung berjalan mendekati Yesung dan mencium bibirnya dengan penuh nafsu. Bagian bawah yang sengaja saling digesekan membuat Siwon dan Yesung bisa meraskan bahwa milik mereka berdua sudah bangun kembali.

Yesung yang seoarang pria berusia 32 tahun ini sudah memiliki banyak pengalaman soal sex, sehingga jika Yesung di pancing birahinya, Yesung tidak akan menolak lalu Siwon yang pertama kali melakukan hubungan intim bukan berarti dia tidak tahu apapun. Bagaimana pun juga Siwon adalah pria yang pasti pernah beberapa kali menonton video 18+. Sepertinya, Idol dan penggemar memiliki kadar tingkat hasrat yang tinggi.

.

.

Kreeet….Kreeet…Decita kasur berbunyi secara berirama dengan aktivitas yang dilakukan di atasnya.

"Mmmh…Ahhh…ahhh..Sihhwon." Erang Yesung saat merasakan milik Siwon keluar – masuk di dalam tubuhnya. Hubungan intim yang Yesung lakukan kali ini terasa berbeda, dulu Yesung berada di atas dan menjadi pemegang kendali hingga berhasil menciptakan dua makluk yang begitu menggemaskan. Tapi, sekarang ia berada di bawah dan menjadi penerima semua hal yang dilakukan oleh Siwon pada tubuhnya.

"Arrrgghh…"

Gyuut…Yesung mencengkram kuat bantal yang ada di atas kepalanya. Jika boleh jujur, Yesung menyukai hubungan intim yang normal yaitu sex antara wanita dan pria pada umumnya. Karena, hubungan sesama pria ternyata sangat sakit. Namun, dari hubungan intim jenis ini satu hal yang Yesung sukai yaitu kenikmatannya lebih terasa. Mungkin karena Siwon pria, jadi Siwon tahu bagaimana membuat pria puas.

"Uuuhh…sih…wonhh bagaimana rasanya ahhh…bercinta dengan Idola mu sendiri, eumhh ?." Tanya Yesung di sela menjambak surai rambut Siwon yang terus saja menghujat lubang miliknya tanpa ampun.

"Luar biasa, sshhh." Jawab Siwon di tengah kesibukannya mengurus junior dan lubang milik Yesung. Bagi Siwon ini baru namanya sibuk. Cairan – cairan yang keluar dari junior milik Yesung sedikit demi sedikit keluar dan membasahi tangan Siwon yang masih setia memanjakan junior Yesung.

Mari kita tinggalkan dua manusia ini dengan kesibukan mereka berdua, sekarang kita beralih ke lokasi sebuah apartement yang tidak kalah mewah dengan milik penyanyi sololis Kim Yesung. Mengingat pemuda yang selalu masuk dalam nominasi award di ajang penghargaan kategori best male ini sudah tenggelem di dunia entertainment selama kurang lebih 5 tahun. Siapa dia ? dia adalah Cho Kyuhyun.

TAP… TAP… Kyuhyun yang baru saja bangun dari tidurnya, dengan wajah dan rambut yang masih berantakan berjalan keluar kamar sambil menggaruk – garuk perutnya. Jika saja di ruangan apartement miliknya terdapat CCTV lalu videonya di upload ke sebuah Youtube. Hem…. Di pastikan hanya dalam hitungan beberapa jam saja Viewer langsung melejit, karena sosok Kyuhyun ketika bangun tidur itu berkesan cute not cool seperti saat di panggung yang biasa terlihat err, seperti minta di cakar karena saking gregetnya melihat pesona Kyuhyun.

"Hooaam." Sambil menguap Kyuhyun membuka lemari esnya.

Gleg….Gleg…air putih yang baru saja ia ambil di kulkas perlahan turun membasahi rongga kerongkongannya yang terasa kering. Sambil melirik TV yang dari semalam sepertinya terus menyala, Kyuhyun membiarkan seorang wanita menyampaikan berita terkini padanya.

Tuk… diletaknya gelas ke tempat cucian piring lalu mengambil ponsel miliknya dan mulai mengetik sesuatu.

"Kim Yesung…heem." Gumamnya sambil tersenyum memikirkan kejadian semalam saat mereka minum – minum di sebuah kedai.

[Flashback]

.

TRIINNG…Gelas berukuran besar saling beradu sehingga membuat buih – buih Beer sedikit terjatuh ke meja yang sudah berisi makanan.

"Semoga MVnya sukses, semoga Super Junior sukses dan Yesung juga, pokonya kita semua sukses." Seru produser yang di jawab sorak gembira seluruh kru dan artis yang hadir di acara makan dan minum – minumnya.

Cesss….Medengar suara daging yang di panggang sudah matang, mereka semua makan dengan lahap begitu juga dengan Yesung. Tanpa malu – malu Yesung mengambil daging dan menggulung daging itu di dalam selembar daun salada lalu memakannya dengan mulut penuh, Kyuhyun yang duduk tepat di hadapan Yesung tidak bisa menahan tawanya.

"Hahahaha…lihat wajah bocah ini, aneh sekali hahaha." Tidak peduli jadi bahan ledekan Kyuhyun, Yesung terus makan dan menggunyah.

"Yesung apa kau tidak takut berat badan mu naik ?." Mendengar pertanyaan dari salah satu Kru, Yesung menggelengkan kepalanya cepat. Yesung itu sejujurnya memiliki tubuh yang gampang gemuk, sehingga jika makan melebihi porsi akan langsung terlihat jelas tubuh Yesung akan menggemuk. Tapi Karena, Yesung memiliki asisten Pro, dimana jika tubuh Yesung terlihat gemuk sedikit saja maka Donghae akan langsung membantu Yesung diet.

"Oh ya, Yesung apa tidak ada seleb senior yang menarik perhatian mu ?."

"Heem…tidak ada." Jawab Yesung singkat membuat beberapa Kru yang melihat sikap ceplas ceplos Yesung terkekeh.

"Kenapa kalian tidak mennanyakan pada ku ?." Protes Kyuhyun sambil meminum Beer ketiganya, Ryeowook yang berada di samping Kyuhyun pun langsung menggetok kepala rekan grupnya dengan sumpit miliknya.

"Tanpa mendengar, kami sudah tahu jawaban mu."

"Hahahaha." Tawa Kyuhyun mendengar ucapan Ryeowook. Pesta kecil – kecilan ini pun semakin lama semakin liar. Dimana sudah banyak Kru yang mabuk akibat terlalu banyak minum, begitu juga dengan Kyuhyun dan Ryeowook.

"Hei, bocah…" Panggil Kyuhyun berjalan sempoyongan sambil di rangkulan Yesung. Untung saja Yesung minum tidak terlalu banyak, Yesung yang real usianya sudah sangat dewasa tidak berpikir sempit seperti Kyuhyun, Yesung membawa mobil dan harus pulang dalam keadaan selamat.

Braaak…Yesung memasukkan Kyuhyun ke dalam mobilnya, ternyata pegal juga memapah Kyuhyun terbukti pinggang Yesung terasa sakit.

"Dimana rumah mu Cho Kyuhyun ?."

"Euh ? tidak tahuu~."

"Aish…percuma saja aku bertanya pada orang mabuk." Kini Yesung mulai merogoh kantong – kantong saku mantel Kyuhyun untuk mencari sebuah identitas tempat dimana Kyuhyun tinggal.

Greeb…saat Yesung mencari kartu ID, Kyuhyun yang dalam keadaan mabuk atau pura – pura mabuk lebih tepatnya menarik kerah pakaian Yesung dan menatap wajah Yesung dengan lekat.

'Dia manis.' Batin Kyuhyun yang takjub pada wajah Yesung yang di lihat dari dekat ternyata sangat cantik dan manis untuk ukuran pria baru debut. Yesung yang polos tentu saja tidak menyadari tipu daya Kyuhyun yang pura – pura mabuk itu.

Cup…dengan sekali tarik Kyuhyun menarik kerah baju Yesung yang secara otomatis wajahnya menjadi dekat dan bibir mereka berdua menempel. Hanya tempelan bibir saja karena dengan cepat Yesung mendorong tubuh Kyuhyun sehingga kepala Kyuhyun langsung terjeduk ke belakang.

[Flashback end]

.

"Hahahaha." Tawa Kyuhyun yang mengingat wajah shock Yesung. Setelah puas tertawa, Kyuhyun perlahan terdiam. Kalau di pikir – pikir sejak Sungmin mencampakkannya, Kyuhyun tidak pernah tertawa selepas ini.

Triing…Terkejut Kyuhyun saat mendengar sebuah notifikasi pesan dari ponselnya. Lihat ini, baru saja Kyuhyun memikirkan tentangnya, muncul balasan Yesung. Apakah batin mereka terkoneksi.

[Pesan Yesung] Apakah kau masih mabuk ? tumben sekali kau menayakan kabar ku.

Membaca respon Yesung, Kyuhyun hanya terkekeh. Benar juga, selama ini Kyuhyun tidak pernah kirim pesan teks ke teman – temannya hanya untuk bertanya kabar. Atau jangan – jangan ini adalah basa – basi Kyuhyun untuk membuat obrolan dengan artis Rookie itu agar Kyuhyun bisa dekat dengan Yesung.

"Akh…benar juga." Teringat Kyuhyun akan sesuatu, di tekannya kontak nama sang manajer lalu menelfonnya. Tidak perlu waktu lama bagi Cho Kyuhyun untuk menunggu line sebrang menjawab panggilannya.

"Hyung, apa kau sudah menemukan bintang tamu untuk konser Super Junior di Jepang nanti ?."

"…."

"Hem, bagaimana jika Kim Yesung ?."

"…."

"Baiklah, ku tunggu kabar selanjutnya Hyung." PIIIP….telefon pun terputus, membawa Yesung ke Jepang sebagai bintang tamu Super Junior bukankah itu merupakan peluang besar. Karena, jika Yesung setuju menerima tawarannya, Kyuhyun bisa berjalan – jalan dengan Yesung dan juga membantu Yesung memperluas pangsa pasarnya, siapa tahu orang jepang menyukai Yesung sehingga dia nanti bisa debut di Negara sakura itu.

.

.

[Other Side]

.

TAP…TAP…Sambil berjalan menggandeng tangan sang adik, Donghae menghela nafasnya setelah selesai membaca selembar kertas yang ia terima dari sekolah.

"Kenapa hari dan jamnya bisa samaan begini sih ?." Eluhnya yang menemukan kesamaan pada selembar kertas yang di miliki Sehun juga. Hari ini di sekolah, Sehun dan Donghae mendapatkan selembar kertas yang berisikan informasi mengenai perihal kunjungan orang tua ke Sekolah mereka. Setiap semester di sekolah Korea memang akan mendatangkan para orang tua untuk melihat anaknya sendiri belajar secara langsung di kelas.

Biasanya Donghae tidak akan mengambil pusing acara seperti ini, mengingat hasilnya akan tetap sama yaitu hanya orang tua Donghae saja yang tidak datang. Tapi, sekarang kondisinya sudah berbeda karena teman – teman Donghae sudah melihat ayahnya (Siwon). Dan, saat di sekolah tadi Donghae tanpa pikir panjang berjanji pada teman – temannya akan menyuruh sang ayah datang ke sekolah.

"Jika aku meminta paman Siwon datang ke sekolah ku, lalu Sehun bagaimana…" Donghae pun melirik ke sisi kirinya dimana sang adik sedang menikmati eskrimnya yang tadi mereka beli. Sekali lagi Donghae menghela nafanya, Donghae lupa jika sang adik tahun ini masuk sekolah dasar.

"Jika aku meminta papa (Yesung) untuk datang ke sekolah Sehun…apakah dia bisa." Lirih Donghae sedih dan ragu.

"Tidak….tidak, papa pasti akan menyamar dengan mencolok! Dan, jika dia datang tanpa make – up juga dia akan malu – maluin Sehun, aish…." Horror Donghae yang membayangkan papahnya datang ke sekolah Sehun tanpa make – up alias datang sebagai seorang Kim Jong Woon bukan Yesung. Dimana gaya pakaiannya absurd dengan warna pakaian saling menabrak.

"Hyoengie, thenapa ?." Tanya Sehun yang mendengar namanya tadi disebut – sebut. Melihat wajah Sehun sudah belepotan es krim, Donghae pun mengambil sebuah tisu yang ada di kantongnya lalu mulai membersihkan bibir sang adik dengan lembut sambil berjongkok.

"Hyung tidak apa – apa, Haaa…seandainya mama masih bersama kita."

Plukk…Es krim Sehun tiba – tiba terjatuh dari tangannya, sadar bahwa ucapannya telah membuat sang adik sedih, Donghae langsung memeluk tubuh adiknya sebelum tangisan Sehun pecah.

"Jangan menangis! Mian, hyung tidak bermaksud membuat Sehun sedih. Hyung mohon jangan menangis ne." Minta Donghae terus menerus mengatakan -jangan menangis pada Sehun-.

Tin…Tin…

"Paapaaa..." Teriak Sehun lantang saat melihat sebuah mobil audi dekat pinggir jalan berhenti.

"Ternyata benar kalian, tadi aku datang ke sekolah tapi sudah sepi." Sambil membuka pintu belakang mobilnya, Siwon menuntun Sehun untuk masuk dan tidak lupa memakaikan seat belt padanya. Donghae yang sudah besar tentu saja masuk sendiri ke dalam mobil.

"Hae, adik mu kenapa ?." Tanya Siwon yang melihat Sehun dari kaca spion depan sedang duduk sambil cemberut. Apakah Sehun tidak lelah cemberut dengan mengembungkan kedua pipinya dalam waktu lama seperti itu.

"Dia ngambek padaku, karena tadi aku membahas mama." Dheg…sepertinya yang terbawa perasaan tentang kata mama bukan hanya Sehun saja, melainkan Siwon juga jadi sedikit kesal karena sekarang Yesung bukan hanya sekedar Idolanya saja, melainkan juga kekasihnya.

"Kertas apa itu ?." Tanya Siwon sekaligus mengalihkan topik.

"Ini surat undangan orang tua." Mendengar balasan Donghae, Siwon hanya bisa mengatakan 'oh' saja hingga membuat suasana di dalam mobil menjadi canggung. Tidak anaknya tidak papahnya, Siwon selalu tejebak di suasana seperti ini.

"Jika kau mau, aku bisa datang ke Sekolah mu sebagai ayah pura – pura mu." Akhirnya Siwon bersuara di sela mengemudikan mobilnya untuk pulang sekalian bertemu dengan Yesung.

"Hem…aku juga maunya gitu, tapi…tidak usah."

"Kenapa ? ."

"Undangan ku dan Sehun, hari dan jamnya sama. Jika kau datang ke sekolah ku, itu tidak akan adil buat Sehun. Jadi, lebih baik tidak ada yang datang." Seru Donghae sambil menatap keluar jendela, Siwon yang bergantian menatap Donghae dan Sehun bisa melihat di wajah mereka. Bahwa sebenarnya mereka ingin orang tuanya hadir juga dan melihat mereka. Tapi, mereka berdua yang sudah terbiasa hidup mandiri (di tinggal Yesung bekerja) menjadi tidak bisa bersikap egois.

"Sehun-ah..." Panggil Siwon seperti biasanya, tapi kali ini Sehun yang tidak biasa. Karena, setiap Siwon memanggil dirinya Sehun akan berwajah senang hanya bisa diam saja sambil menatap Siwon.

"Kau ingin aku atau papa mu yang datang ke sekolah ?."

"Papa Yethung." Jawab Sehun jujur dan Siwon mengganguk.

"Kalau begitu, aku yang akan datang ke Sekolah mu, hae. "

"Walaupun kami masih anak – anak, tapi kami tidak suka di bohongi."

"Aku tidak berbohong, aku akan bicara dengan papa mu (Yesung)." Janji Siwon pada mereka berdua. Sejujurnya Siwon juga tidak tahu apakah Yesung bisa atau tidak hadir ke sekolah. Kenapa sekarang Siwon jadi makin seenaknya terhadap Yesung, mungkin jiwa seme Siwon yang sudah menggangap dirinya adalah suami Idolanya makin jelas untuk mengatur dan mengontrol Ukenya.

.

.

[Other Side | bandara Incheon]

.

"Ah…akhirnya sampai juga di Korea." Ucap sesosok wanita modis bagaikan model melepaskan kaca matanya. Ia pun tersenyum manis sebagai sapaan untuk negaranya yang sudah lima tahun ini ia tinggalkan.

Kreeet…Kreeet… sambil menarik koper besarnya, ia menekan – nekan ponselnya lalu menempelkanya di telinga. Kim Seohyun, nama wanita cantik ini. Siapa yang tidak kenal dengan Seohyun, di dunia fashion wanita ini sangat terkenal karena pakaian yang ia tawarkan selalu laris di pasaran dan di buru oleh artis dan masyarakat lokal.

"Hallo, Ibu….iya aku sudah sampai di Korea."

"…"

"Baik, setelah aku selesai dengan Festival Fashion Seoul Week, aku akan menemui dia." PIIIP…Setelah telefon terputus, Seohyun tersenyum karena tidak sengaja melihat wajah seorang pria yang sangat ia kenal terpampang jelas di layar TV besar di bandara.

"Heem…aku tidak menyangka, pria payah seperti mu bisa menjadi super star sekarang." Gumamnya yang masih melihat performance salah satu sololis berbakat Korea yang sekarang sedang naik daun di tayangkan.

"Aku tidak peduli pada mu, yang aku perlukan adalah Donghae dan Sehun. Karena, mereka adalah tambang emas ku untuk mendapatkan harta warisan Ibu ku." Kraaak…seketika kaca mata yang sedang ia pegang patah, karena ia mengingat Donghae dan Sehun adalah ahli waris dari harta orang tuanya. Bagaimana bisa orang tuanya memberikan seluruh harta mereka pada dua anaknya (50% - 50%). Ternyata Donghae dan Sehun dari kecil sudah kaya, hanya saja mereka tidak tahu.

Yah….mantan istri Yesung, Kim Seohyun telah datang ke Korea atas undangan panita untuk designer – designer berbakat, sang Ibu yang tahu Seohyun akan pergi ke Korea pun menyuruh sang anak agar bertemu dengan mantan suaminya Kim Jong Woon (Yesung) untuk meminta izin beberapa hari agar kedua cucunya bisa bertemu dengannya (sang nenek).

Bagaimana reaksi Yesung ketika bertemu kembali dengan masa lalunya ?

Akankah Donghae dan Sehun yang merindukan sosok Ibu, akan meninggalkan papahnya ?

Presdir Choi Versus Idol Cho. Baru akan di mulai~

.

TBC

.


Author note :

Yeeyy….akhirnya update chap 3 :D

Masih adakah pembaca setia FF ini yang menunggu ?

Dan, siapa yang masih di bawah umur tapi maksa liat Siwon sama Yesung nganu ? Hayo ngaku XD hahaha.

Mohon maaf untuk waktu publish yang lama ^-^), awal bulan kemarin saya wisuda jadi banyak hal yang harus diurus dan setelahnya saya liburan ke beberapa kota, hehehehe. Refreshing duluuu /-\


Terima kasih kepada :

Kyutiesung | Ismaneli | Dan harpa | Jy | Woonie| Cho loekyu07 | Chan | Yeyesung | Wonnieluv | Xyluv | Aurakim | Ajibff | Ericomizaki13 | MAShanti | Yenni926 | Arum junnie | Elfcloud | AulChan12 | Turtle choi | Angel sparkyu | Sekarzane| Xnapoenya| Cimey | ELFturtlefish |Jeremy kim84 | Yoonmints | Wijayanti28 |

Aku ga tahu harus mengatakan apa, karena kalian semua sudah menyukai cerita ku. Aku seneng, kalian menceritakan kesan kalian yang senang, sedih, marah, girang, histeris sehabis membaca FF liar ku ini :" Terus support karya anak bangsa Indonesia, biar semangat buat FF ya *korban WebToon, hahaha :"v

Oke… segitu aja deh...


See You Next Story.

Sehat selalu untuk reader^^

Author

-Kimmie-

Jangan lupa kritik, saran dan komentarnya.