Tittle : Baby Face Papa
Author : Kim Kyusung (Kimmie)
Genre : Family, Humor, Romance.
Pairing: WonSung (Siwon & Yesung)
Slight Pair : KyuSung (Kyuhyun & Yesung)
Cast : Member Super Junior, Donghae Kids, Sehun EXO kids.
Disclaimer : Mereka milik Tuhan, Orang tua, Fansnya dan cerita ini Milik saya.
Rating : K+
Warning : YAOI (Boy X Boy) Yesung UKE! Crack Pair!
Baby Face Papa
by KimKyusung (kimmie)
©2016
Please don't copy paste without permission.
Summary
Kim Yesung adalah penyanyi solo (20th) yang tenar setelah mengeluarkan album pertamanya. Tapi siapa sangka jika Yesung telah memalsukan umur dan statusnya. Tanpa publik tahu Yesung sebenarnya berusia 32th, duda dengan dua orang anak bernama Donghae (12th) dan Sehun (6th).
"Hallo, Ibu….iya aku sudah sampai di Korea."
"…"
"Baik, setelah aku selesai dengan Festival Fashion Seoul Week, aku akan menemui dia."
PIIIP…Setelah telefon terputus, perempuan cantik bernama Seohyun tersenyum saat kedua matanya tidak sengaja melihat wajah seorang pria yang sangat ia kenal terpampang jelas dilayar TV besar yang ada dibandara.
Lagu Its Has To Be You yang saat ini masih bertahan diberbagai acara chart musik Korea menggalun indah di dalam penjuru Bandara Incheon. Lagu ini seakan digunakan untuk menghibur para wisatawan yang baru saja datang ke Negaranya yang terkenal akan sebuah Boyband dan Girlgrupnya.
"Heem…aku tidak menyangka, pria payah seperti mu bisa menjadi Super Star sekarang." Gumamnya yang masih melihat performance salah satu sololis berbakat Korea yang sekarang sedang naik daun.
"Aku tidak peduli padamu, yang aku perlukan adalah Donghae dan Sehun. Karena, mereka adalah tambang emas ku untuk mendapatkan harta warisan Ibu."
Kraaak…seketika kaca mata mahal yang sedang ia pegang patah karena mengingat Donghae dan Sehun adalah ahli waris dari harta orang tuanya. Bagaimana bisa orang tuanya memberikan seluruh harta mereka pada dua anaknya tanpa berdiskusi terlebih dahulu.
"Sajangnim, mobil jemputan sudah datang." Seohyun mengganguk dan perlahan berjalan keluar bandara dimana mobil jemputan yang akan membawa dirinya ke Hotel Wave sudah datang. Selama diperjalanan menuju Hotel, Seohyun sibuk dengan gadgetnya. Maklum saja, Seohyun merupakan satu dari wanita tersibuk di China. Jadi hampir setiap waktu ia habiskan untuk menghubungi kliennya yang akan mendistributorkan pakaiannya nanti.
"Choa, apa yang ku minta sudah kau dapatkan ?."
"Sudah, nomor telefon dan alamat yang Sajangnim minta akan saya kirimkan via email."
"Bagus, bangunkan aku jika sudah sampai." Seohyun perlahan memejamkan matanya untuk sekedar mengusir rasa kantuk yang melanda. Biasanya jika dirinya ada penerbangan ke luar negeri, Seohyun akan tidur di pesawat walaupun itu sebentar. Tapi, hari ini kepergian dirinya ke Korea sedikit menggangu pikirannya hingga dirinya tidak bisa istrirahat.
Baby Face Papa
Chapter 4
Happy Reading^^
[Flashback]
.
"Owe…owe..." Terdengar suara bayi sedang menangis di dalam gendongan wanita muda berambut coklat kepang dua. Sudah sepuluh menit dirinya berusaha untuk menenangkan bayinya yang baru berusia beberapa bulan. Bayinya haus, bayinya butuh susu formula tapi melihat kaleng susu anaknya yang sudah kosong sejak kemarin. Seohyun hanya bisa menghela nafasnya berat, seandainya ASI yang ia miliki lancar, Seohyun tidak akan bergantung pada susu formula seperti ini.
"Diamlah, kau lapar kan ? Ibu juga lapar." Gumamnya sambil berusaha menenangkan bayinya. Wanita cantik ini berpikir, menikah dengan pria yang ia cinta dan memiliki anak – anak yang lucu pasti akan membuat hidupnya selalu bahagia setiap hari. Tapi, kenyataan tidak akan selalu sama dengan impian, lihatlah wanita ini sekarang. Dulu dirinya adalah gadis yang sangat cantik dan menawan, siapapun akan meyukai dirinya karena dia adalah gadis yang sempurna.
Seohyun yang sempurna baik dalam segi kemampuan, keuangan dan fisik jatuh cinta pada seorang pria berwajah cute yang berasal dari keluarga biasa namun pekerja keras. Setelah berpacaran cukup lama, sang pria cute yang bernama Kim Jong Woon melamar dirinya.
Seohyun yang terbiasa hidup enak dan manja mengalami kesulitan ketika sang suami cutenya tidak bisa memberikan apa yang ia inginkan. Pakaian baru, tas baru, sepatu baru, Kim Jong Woon tidak bisa memberikan dirinya itu semua ketika anak pertama mereka lahir. Semua uang yang Jong Woon dapatkan akan selalu ia berikan untuk keperluan sang anak, itu membuat Seohyun menjadi kesal. Dan, ketika anak kedua mereka lahir kebutuhan hidup menjadi semakin banyak dan sulit.
Kreeeet….Pintu sebuah rumah bernuansa tradisional bergeser perlahan dan seorang bocah berusia enam tahun masuk dengan wajah berseri, entah apa yang membuat dirinya senang seperti itu yang jelas bocah ini tipe periang.
"Ibu, lihat…Hae membawa jeruk. Paman Hook memberikan kita jeruk." Donghae, anak pertamanya dengan tangan mungil itu selalu menyerahkan berbagai buah atau makanan kepada Seohyun, Donghae sangat suka berbagi dengan Ibunya.
"Sudah ibu bilang, jangan bermain di kebun paman Hook." Seohyun meletakkan bayinya di atas tikar kasur dan meraih tangan Donghae lalu membersihkan sisa – sisa tanah yang menempel ditelapaknya. Selain berbagi makanan dengan sang Ibu, Donghae sangat suka ketika tangan lembut sang Ibu menyentuh dirinya ditambah dengan senyuman manis. Itu membuat Donghae merasa menjadi anak paling bahagia diseluruh dunia. Setelah bersih, Donghae langsung mendekati adiknya dan berbicara dengannya.
"Sehunnie, cepatlah besar agar kita bisa bermain." Serunya sambil menekan – nekan pipi Sehun dengan iseng.
Greeeb…Tanpa diduga sang adik menggengam jari tangan Donghae dengan erat dan itu membuat mata Donghae berbinar.
"Hyuung sayang Sehuun!." Gemes Donghae sambil menciumi pipi sang adik. Melihat kedua putranya bertingkah sangat imut, Seohyun tersenyum senang sekaligus miris. Hidup macam apa ini, jeruk yang sedang ia kupas sekarang adalah hasil pemberian tetangganya sebagai bayaran untuk Donghae yang selalu membantu mereka mengurus kebun jeruknya.
"Hae, jika sudah besar harus menjaga Sehun ne ?."
"Tentu, Hae akan menjaga Sehun…Ibu."
.
.
"Haaa….apa hanya segini saja uang yang bisa oppa dapatkan ?." Tanya Seohyun yang melihat beberapa lembar uang yang ada di tangannya tidak cukup untuk memenuhi biaya hidup mereka selama seminggu ke depan.
"Jarang orang naik taksi, mereka lebih suka naik Bus." Balas Jong Woon sekenanya yang baru saja pulang dari bekerja sebagai supir taksi. Lelah dan letih itu yang Jong Woon rasakan saat ini, perlahan dilepasnya seragam kerja yang setiap hari ia gunakan, lalu mengaitkannya ke pengait baju yang ada di dinding kamarnya dan menggantinya dengan pakaian tidur.
"Kau ingat dengan Hyomin, oppa ? Dia menawarkan ku pekerjaan di butiknya."
"Tidak, sudah berapa kali oppa bilang. Aku tidak suka melihat istriku bekerja." Kali ini Jong Woon menatap Seohyun dengan tatapan tidak suka. Jong Woon masih mampu mencari uang, lagi pula sudah seharusnya ia sebagai kepala rumah tangga bertanggung jawab kepada anak dan istrinya dalam menafkahinya, walaupun jumlahnya sedikit.
"Jika aku tidak bekerja! Sampai kapan kita hidup seperti ini ? kau pikir aku mau hidup miskin terus." Tanpa sadar Seohyun mulai meninggikan suaranya.
"…."
"Sudah cukup, aku lelah hidup seperti ini, lebih baik kita cerai saja."
PLAAK….Jong Woon menampar pipi Seohyun dan menatap tajam, Jong Woon benar – benar sangat marah pada istrinya karena bagaimana bisa istrinya mengatakan hal itu padanya. Tidak ingatkah dia bahwa saat ini mereka sudah memiliki dua orang anak.
"KIM SEOHYUN!." Jong Woon hanya bisa menahan emosinya. Berulang kali ia menghirup dan membuang nafas berulang kali agar pikirannya tenang. Dan, itu berhasil membuat emosi Jong Woon kembali mereda.
Tapi, sejak pertengkaran itu hubungan suami istri ini terlihat sedikit berubah. Dimana Seohyun selalu cuek pada Jong Woon dan mulai melantarkan kedua anaknya dengan pergi entah kemana untuk bersenang – senang. Dan, akhirnya kisah itu berakhir dengan perginya Seohyun dari rumah meninggalkan buah hatinya bersama sang ayah beserta berkas perceraian yang sudah ia tanda tangani.
.
.
DHEG…Yesung membuka matanya tiba – tiba setelah mendapatkan mimpi buruk. Keringat yang mengucur dari kening lalu nafas yang memburu menjadi tanda bahwa betapa buruknya mimpi yang ia dapatkan barusan.
"Kau bermimpi buruk, baby." Terdengar suara berat dan agak serak ditelinga Yesung samar – samar. Awalnya Yesung kaget melihat dada pria bidang didepan wajahnya. Namun, perlahan Yesung menenggelamkan wajahnya ke dada hangat itu.
"Maaf aku membangunkan mu, Siwon."
"Gweachana, ayo kembali tidur…ini masih malam." Bisik Siwon yang mendekap tubuh Yesung semakin erat dengan mata masih terpejam. Yesung yang sedang berusaha kembali tidur, tidak bisa memejamkan matanya. Yesung teringat dengan masa lalunya yang menyakitkan dan dia tidak bisa menceritakan hal tersebut pada Siwon , sehingga membuat Yesung menjadi uring – uringan.
Sreeet…Yesung bangun dari tidurnya dan duduk dengan wajah tertunduk.
"Aku ingin melihat anak – anak ku." Gumam Yesung dengan wajah sendunya ketika beranjak bangun dari ranjang, walaupun suasana dikamar saat ini sedang gelap gulita. Tapi, Siwon bisa melihat wajah gelisah kekasihnya dengan jelas. Jika sudah begini yang bisa Siwon lakukan adalah menunggu kekasihnya kembali ke kamar, karena Yesung tidak suka di ikuti.
.
.
Cekleeek….
Pintu berwarna biru muda bertuliskan Hae-Hun Room terdorong ke dalam, melihat kedua putranya tertidur pulas dikasur yang empuk dengan selimut tebalnya yang hangat membuat Yesung tanpa sadar tersenyum.
TAP…
TAP…. Yesung berjalan sangat hati – hati ketika masuk kedalam kamar anaknya. Diruangan ini, sebelumnya sangat sepi dan kosong. Yesung ingat sekali waktu pertama kali pindah ke apartement mewah ini, kamar anaknya hanya ada ranjang, lemari pakaian dan meja belajar saja. Namun, semenjak lagu dan namanya terkenal, Yesung bisa dengan mudahnya membelikan apapun untuk anaknya seperti mainan, miniature robot dan boneka berukuran besar yang sekarang sudah menghiasi kamar anaknya.
TAP….Pertama, Yesung mendekati kasur anak pertamannya Donghae. Perlahan tangan mungil penyanyi solo ini menyentuh kepala sang anak lalu mencium kepala Donghae dengan pelan, sekilas Yesung bisa mencium aroma shampoo buah jeruk dari rambut Donghae dan itu membuat dirinya mengingat masa lalunya lagi.
"Nhh, Papa." Lirih Donghae yang terbangun karena perlakuan Yesung barusan. Sepertinya Yesung lupa bahwa Donghae sama seperti dirinya, yaitu sensitive akan hal kecil yang dapat menggangu tidurnya.
"Ssst…tidurlah lagi." Yesung menepuk – nepuk tubuh Donghae agar kembali tidur dan itu berhasil. Karena tidak lama Yesung mendengar suara dengkuran halus dari anaknya. Cara ini sepertinya pernah Donghae lakukan ? ah…benar Donghae sering melakukan hal itu untuk Sehun, jadi Donghae mengikuti cara sang ayah.
TAP….Kini, Yesung beranjak bangun dari kasur Donghe dan menuju ke kasur anak bungsunya Sehun. Tidak ingin menggangu tidur anaknya seperti Donghae, Yesung hanya mengecup kening Sehun lembut dan sedikit merapikan selimutnya yang sepertinya selama Sehun tidur dia menendangnya.
'Sepertinya aku harus membeli kasur baru yang lebih luas untuk Sehun.' Batin Yesung yang melihat cara tidur anak bungsunya yang tidur memutar 360 derajat.
.
.
"Pagi papah Siwon." Sapa Donghae yang sedang sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Siwon yang sudah rapi berpakaian khas pria kantoran berjalan mendekati pria manis yang sedang sibuk mengoleskan roti panggang untuk anak bungsunya. Pagi ini idolanya sudah berpakaian rapi dan manis dengan make-up (eyeliner, bedak, lipsbam) yang tidak terlalu banyak.
Sreeet…
Sreeet…Setelah menggelus kepala Donghae dan Sehun sebagai balasan sapanya. Yesung yang sibuk dengan rotinya menjadi kaget ketika Siwon memeluk perutnya dari belakang dan menyesap perpotongan lehernya.
"Pagi, sayang…"
Chu…Siwon mencium pipi kiri Yesung sambil terus memeluk dirinya gemes. Siwon sangat suka memeluk Yesung seperti ini, tubuhnya benar – benar mungil dan harum.
"Yak! kenapa kau selalu melakukan ini, minggir sana dan cepat sarapan!." Kesal Yesung yang pergerakan menyiapkan sarapan menjadi sedikit terganggu oleh pelukan Siwon. Melihat Yesung merontak di dalam pelukannya, Siwon hanya terkekeh.
"Kau tahu, para Fanboy selalu ingin melakukan hal ini padamu dan aku sangat beruntung bisa melakukannya, Hahahaha." Senang Siwon yang mengingat sebelum dirinya menjadi kekasih Yesung, Siwon hanyalah fanboy biasa seperti pria lainnya. Dimana Siwon sering membayangkan memeluk tubuh Yesung dan mengecupnya di pagi hari seperti di drama – drama popular yang sering Ibunya lihat.
"Dasar penggemar mesum, kenapa bukan Fans wanita saja yang menjadi kekasihku." Kali ini Yesung kembali menggerutu sambil mempoutkan bibirnya.
Kreeet…Siwon menggeser kursi kayu yang senada dengan meja makan di depannya lalu duduk dengan tenang dan Yesung meletakkan roti di piring Siwon dengan jumlah roti tiga lapis.
"Kau tidak tahu, Fangirl mu malah lebih mesum dan liar dari pada kami Fanboy." Balas Siwon sambil menggunyah roti selai kacangnya. Sedangkan, Yesung yang sudah menghabiskan sarapannya langsung berdecis disela membereskan piring dan gelas yang sudah kosong, terlihat jelas sekali Yesung tidak terima dengan perkataan Siwon.
"Jangan menyebar fitnah, Fangirl ku masih polos dan lugu semua." Bela Yesung untuk penggemar wanitanya. Bagaimana bisa Siwon mengatakan hal seperti itu, selama Yesung mengadakan fanmeeting dan mini konsernya, dia selalu melihat penggemar wanitanya itu berwajah lugu dan ceria ketika bertemu dengannya. Bahkan, kebayakan dari mereka terlihat masih anak – anak.
"Kau harusnya menggecek aktivitas pengemarmu, mereka sering post foto sexy mu saat diatas panggung bahkan ada yang masuk kategori vulgar."
"Vu-vulgar ?."
"Hemm…apa kau sebelum pentas menonton video 21+, eum ? karena ada foto dimana little Yesung, seperti menggoda kami."
"Si-Siwoooon!."
TRAAANGG….Siwon dan Yesung yang sedang asik mengobrol urusan dewasa menjadi terkejut ketika mendengar suara garpu yang sengaja di getok ke piring dengan keras.
"Kalian! kami masih ada disini tahu! Jangan membicarakan hal tidak baik di depan SEHUUN!." Teriak Donghae kesal disela menutupi kedua telinga adiknya dengan tangan. Tidak tahukah mereka, saat Yesung dan Siwon mengobrol hal – hal aneh, sudah berapa kali rambut Donghae di jambak oleh Sehun yang kesal karena dirinya tidak bisa mendengar apapun.
"Mi—mianhae…" Nyengir Yesung dan Siwon berbarengan sambil diam – diam menginjak kaki di bawah meja, bertanda mereka sedang menyalahkan diri satu sama lain atas murkanya Donghae.
.
.
[SM entertainment]
.
"Gilaaa…ini gila, cepat perbaiki sistemnya!."
"Jika dalam 24 jam server belum benar, kalian akan dipecat."
DRAAP….
DRAPPP….
Terlihat di gedung kantor agensi SM entertainment hari ini sangat sibuk dan ramai dari biasanya. Seluruh staff karyawan berlari kesana – kemari, banyak dari mereka membawa setumpuk kertas yang entah apa isinya yang jelas kertas itu pastilah dokumen penting berisi gambar grafik perkembangan perusahaan dan artisnya.
TAP…
"Ada apa ini ?." Bingung Yesung yang baru saja tiba di kantor SM sudah disambut oleh pemandangan hilir mudik para karyawan perusahaan. Terlalu banyak karyawan yang hilir mudik di depan matanya membuat penyanyi sololis Yesung merasa pusing, dengan asal Yesung menarik salah satu kerah baju belakang staff yang lewat di depannya.
Sreeeet….Staff berwajah tidak kalah tampan dengan artis di SM terpaksa berhenti berjalan akibat tarikan kuat dari Yesung yang menahan tubuhnya.
"Bisa kau jelaskan apa yang sedang terjadi disini ?." Tanya Yesung dengan wajah yang benar – benar seperti seorang bocah yang sedang tersesat tidak apapun.
"INI DIA ORANG YAAA!." Teriak staff tersebut hingga beberapa karyawan yang ada di kantor berhenti berjalan dan menoleh kearah Yesung secara bersamaan.
"Wa-wae ?." Kaget sekaligus takut Yesung rasakan ketika seluruh karyawan SM menatap dirinya dengan tatapan entahlah sulit Yesung bayangkan. Selangkah demi selangkah Yesung mencoba memundurkan kakinya ke belakang, bermaksud untuk pergi sementara waktu dari SM sampai kantor kembali keadaan normal.
Bruggh… Yesung merasakan suatu benda menahan dibelakangnya. Sepertinya ada orang yang dengan sengaja berdiri dibelakang Yesung. Perlahan Yesung memberanikan diri untuk mengecek orang yang berdiri dibelakangnya dan Yesung kaget saat melihat salah satu Body Guard bertubuh besar yang biasanya menjaga Yesung ketika konser ada disini.
"Park Joo." Lirihnya dan seketika tubuh mungil Yesung terangkat keatas lalu berpindah ke bahu Body Guard tersebut tanpa banyak basa – basi.
"Yaaak! Aku mau dibawa kemanaaaa! Sebenarnya ada apa dengan SM hari ini!." Teriak Yesung yang meronta – ronta di dalam gendongan sang Body Guard. Dan, seluruh staff yang melihat sekarang malah tertawa dibuatnya. Melihat Park Joo menggendong Yesung seperti sedang melihat sekarung beras.
.
.
"GARA – GARA KALIAAAAN!." Mendengar teriakan menggelegar dari petinggi SM, sontak Ryeowook dan Yesung langsung menutup telinga mereka rapat – rapat dengan tangan. Sedangkan Kyuhyun, ia dengan santai dan cueknya duduk sambil menyeruput es kopinya. Padahal Kyuhyun juga sedang dimarahi oleh Sooman tapi dia malah menatap Bosnya dengan datar.
"Server mengalami down dan error! Lihat ini….Lihat! Begitu banyak orang – orang menonton MV Evanesce dan mendownload lagu kalian, hingga perusahaan harus bekerja ekstra untuk memperbaikinya."
"HEEEHH ?." Kaget Yesung dan Ryeowook berbarengan kali ini dan Kyuhyun hanya memberikan reaksi tersenyum seakan dirinya sudah tahu ini akan terjadi.
"Jadi, kantor SM hari ini terlihat sibuk karna hal itu." Ucap Yesung sambil menautkan kedua alisnya heran. Jika hanya kabar seperti itu untuk apa dirinya dibawa ke ruangan Sooman dengan cara digendong Body Guard seperti karung beras. Bukankah mengalami down dan error pada sistem sudah biasa di industri musik, kenapa Sooman harus sepanik ini.
BRAAK….
BRAAKK…Kebiasaan petinggi SM kini keluar, Sooman saat ini sedang menggebrak – gebrak mejanya untuk membuat artisnya diam dan mendengarkan Bosnya sampai selesai tanpa memotong ucapannya.
"Kalian tidak tahu, dari perilisan MV Super Junior Evanesce. Telefon kantor kita berdering terus dan banyak sekali email masuk karena penggemar kalian berdua ELF dan Clouds pada protes tidak bisa mengakses lagu dan MV kalian. Ck..." Jelas Sooman yang wajahnya sudah lelah dan letih, sepertinya Bos SM juga bekerja sangat keras untuk perusahaan. Seharusnya di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia tidak boleh banyak pikiran. Tapi, apa boleh buat artis yang bekerja dibawah manajemennya selalu membuat ulah dan masalah dibalik ketenarannya.
"Lalu ?." Seru Kyuhyun kali ini membuat Sooman lagi – lagi harus tersenyum paksa, disamping membuat ulah dan masalah, para artisnya juga banyak yang memiliki sikap tidak sopan dan terlalu santai. Seperti dua penyanyi Cho Kyuhyun dan Kim Yesung misalnya.
"Lalu ? Apa responmu hanya itu saja, eum ? PARA STAFF DARI SUBUH SAMPAI SEKARANG TIDAK TIDUR KARENA HARUS MEMPERBAIKI SISTEM." Mendengar teriakan Sooman, Ryeowook yang sedang duduk di antara Kyuhyun dan Yesung langsung menutup telingannya lagi. Kenapa Ryeowook harus terjebak di antara dua manusia yang memiliki sikap tidak takut untuk bersuara.
Super Junior Kyuhyun dan Ryeowook serta penyanyi sololis Kim Yesung yang menjadi model di MV – Evanesce telah sukses menarik perhatian publik Korea Selatan dan internasional. Penggemar Super Junior dan penggemar penyanyi Sololis yang sudah memiliki basis penggemar dalam jumlah yang dikatakan sangat banyak, membuat sistem Youtube dan aplikasi dalam download lagu menjadi down.
Bergabungnya sang penyanyi sololis di dalam album comeback Super Junior. Walaupun Kim Yesung tidak menyumbangkan suara merdunya dalam lagu, tapi penggemar sangat berantusias dengan kolaborasi ini lalu lagu yang di nyanyikan juga sangat bagus dan menyentuh, membuat Kim Yesung yang melakukan dance couple dengan Kyuhyun membuat lagu menjadi lebih hidup.
"Baiklah, sebagai permintaan maaf sudah menyusahkan para Staff aku akan memberikan makanan." Usul Yesung yang dijawab anggukan oleh Ryeowook bahwa ia setuju. Setidaknya, Kim Yesung tidak seburuk rekan satu Grupnya Cho Kyuhyun.
"Makanan ? kau akan memberikan makanan apa ? biar ku tebak, dari pendapatan mu yang belum seberapa dari seorang artis Rookies, pasti Waffle dan Kopi, Hahaha."
Tringg….Mendengar Kyuhyun bersuara meremehkan dirinya, Yesung langsung memicingkan mata judes kearahnya dan menahan emosi. Dari banyaknya artis yang Yesung kenal, hanya Cho Kyuhyun saja yang selalu membuatnya ingin melepaskan topeng pemuda berusia 20 tahunnya agar bisa memakinya dengan puas layaknya orang tua.
"Kau tidak berterima kasih padaku Cho Kyuhyun ? bukankah sudah ku katakan, bahwa berkat aku MV mu akan banyak Viewer." Sidir Yesung yang mengingatkan Cho Kyuhyun akan perkataan dirinya dulu sebelum menandatangani surat kotrak kerja dengan Super Junior.
"Wah…wah, aku hampir lupa bahwa artis Rookies sekarang sangat sombong. Baiklah, aku akan berterima kasih padamu dengan memberikan service one night padamu. Bagaimana ?." Tawar Kyuhyun yang menatap Yesung sambil menjilat bibir bawahnya menggoda lalu tidak lupa mengedipkan sebelah matanya genit. Yesung yang melihat tentu saja langsung memerah sekaligus merinding.
"YAAAK!."
Buuughhh….Dengan sekali hantam, Yesung berhasil mengeplak kepala Kyuhyun dengan keras hingga sang empu meringkuk di sela duduknya karena sakit dikepalanya terasa dahsyat. Pukulan Kim Yesung benar – benar luar biasa, dengan tangan mungilnya Kyuhyun tidak mengira bahwa Yesung bisa sekuat itu memukul orang.
"Kalian berdua sudah akrab, senang sekali melihatnya."
"TIDAK/DALAM MIMPI." Seru Kyuhyun dan Yesung berbarengan lagi menanggapi ucapan Ryeowook. Melihat Kyuhyun dan Yesung seperti itu tentu saja membuat Ryeowook tidak bisa berhenti untuk tertawa renyah lagi, mereka berdua sangat lucu ketika berbicara bersamaan.
"Ekhem…sebenarnya ada lagi yang ingin ku bicarakan dengan kalian…." Seru Sooman dengan sedikit serius kali ini membuat perasaan Yesung yang mendengar menjadi sedikit tidak enak sekarang.
"Aku memutuskan akan memberi Ryeowook konser mini solo..."
"Jinjjayo ?." Heboh Yesung dengan mata yang sudah bulat membesar sekarang, Yesung benar – benar tidak percaya bahwa Sooman akan memberikan Ryeowook sebuah mini konser.
Greeeb…Tanpa pikir panjang, Yesung memeluk tubuh mungil Ryeowook dengan erat bahkan menggusap – usap kepalanya dengan sayang, hingga membuat Kyuhyun yang melihat hanya menampilkan ekspressi heran karena tingkah Yesung benar – benar tidak sopan. Bagaimana bisa Yesung memperlakukan Ryeowook yang notabennya adalah senior seperti anak kecil.
"Selamat Wookieee! Aku pasti datang ke mini konser mu~." Ucap Yesung dengan nada manja. Semenjak bekerja bersama Super Junior, Yesung banyak mengobrol dengan Ryeowook disela pengambilan gambar MV, menurut Yesung anggota Super Junior yang imut ini sangat menggemaskan dan Yesung menganggap Ryeowook sebagai adik laki – laki tersayangnya.
"Hehehe…Gomawo, Yesungie. Tolong jaga rekanku, aku yakin kau dan Kyuhyun bisa membuat lagu yang indah dan luar biasa."
"Ngh ? membuat lagu ?." Horror Yesung mendengar perkataan ambigu Ryeowook. Perlahan dilepasnya pelukan yang melingkar dileher Ryeowook lalu menatap sebentar petinggi SM dan Kyuhyun secara bergantian. Terlihat Sooman sedang tersenyum misterius dan Kyuhyun mengacuhkan dirinya dengan cara memalingkan wajah tampannya agar mereka tidak bertatap muka.
'Ada yang tidak beres.' Batin Yesung yang sudah mulai curiga.
"Selama Ryeowook sibuk dengan konser mini solonya, Kyuhyun akan membantu membuat lagu comeback untuk mu."
DUAAAR….Bagai tersambar petir, ucapan mutlak Sooman menghantam pikiran Yesung hingga membuat otaknya blank. Bagaimana dirinya sekarang harus berekspressi akan berita ini ? setelah selesainya proyek dengan Super Junior, Yesung pikir ia akan terlepas dari bocah tidak tahu adat ini. Namun ternyata itu hanyalah pemanasan saja.
"Manajer mu sudah mengapprove jadwal mu, kau akan ikut Super Junior ke Jepang sebagai tamu special mereka…lalu kau juga akan ikut bersama Super Junior di berbagai musik untuk promosi lagu Evanesce. Dan, selama progress konser mini solo Ryeowook berlangsung, kalian bisa memulai membuat lagu…bla…bla…bla."
"…" Yesung hanya diam saat Sooman mulai menjabarkan panjang lebar tentang aktivitas yang akan Yesung lakukan. Ucapan – ucapan Sooman tidak bisa masuk kedalam kepala Yesung saat ini, Yesung seakan sengaja membuat suatu temeng di area kepalanya agar ucapan Sooman itu tidak bisa masuk dan tercatat didalam otaknya, sekali lagi penyanyi sololis Kim Yesung akan terjebak dengan salah satu anggota Super Junior Cho Kyuhyun.
.
.
[Diwaktu yang bersamaan | Tower Office Choi Grup]
.
Sraaak…
Sraakk….Choi Siwon sang direktur muda sekaligus kekasih dari penyanyi sololis Kim Yesung yang sedang naik daun di negaranya saat ini, terlihat sangat sibuk membolak – balikan kertas yang ada di dalam map berwarna merah. Dibacanya dengan teliti dokumen itu dan jika isi dokumen tersebut sudah sesuai dengan yang ia inginkan, maka Siwon akan menorehkan pena mahalnya untuk membubuhkan kertas tersebut dengan tanda tangannya.
"Jam berapa meeting hari ini, Minhyuk-ah." Serunya sambil memberikan map merah tersebut kepada asisten pribadinya yang sudah setia menunggu.
"Jam satu siang, kau akan bertemu dengan CEO dari brand Maxs." Mendengar jadwal selanjutnya untuk hari ini, Siwon menggangukkan kepalanya lalu melihat arloji yang melingkar ditangan kanannya setelah membaca sebuah pesan dari ponselnya.
"Undur Meetingnya ke jam empat dan tiga puluh menit sebelumnya, jemputlah Donghae dan Sehun di Sekolah lalu bawa ke tempat Meeting ku."
"Ke tempat Meeting mu ? apa ti-."
"Sewa ruangan disamping tempat Meeting ku. Sediakan banyak makanan selama aku Meeting. Hari ini Yesungie pulang malam. Jadi aku tidak bisa membiarkan calon anak – anak ku menunggu papahnya kelaparan di apartement." Seru Siwon cepat sebelum Minhyuk mulai menasehati dirinya macam – macam.
"Calon anak – anak mu ? kau Yakin sekali akan menikah dengan Yesung, ck." Ledek Minhyuk sambil berkutak dengan ponselnya untuk memberitahukan kepada kliennya akan kemunduran Meeting dengan Bosnya. Sedangkan Siwon yang diragukan oleh temannya hanya bersiul tidak jelas.
"Yesung itu 100% sudah menyukaiku, buktinya setiap kali aku menyentuhnya dia akan memanggil namaku dengan merdu." Cerita Siwon yang mengingat moment – moment kebersamaan dirinya bersama Yesung saat memadu kasih entah itu saat skinship atau di ranjang.
"Penggemar Mesum! Aku jadi kasian dengan Yesung."
"Hahaha…bilang saja kau iri tuan Kang Mihyuk. Aku bisa mendapatkan Idolaku, sedangkan dirimu bertatap muka dengan Idola mu di Fanmeeting saja langsung kabur." Sindir Siwon yang membuat Minhyuk mendengus kesal, ternyata Siwon masih ingat dengan kejadian memalukan tujuh bulan lalu saat Minhyuk bertemu dengan penyanyi sololis wanita Korea Selatan di acara Fanmeeting.
Siwon dan Minhyuk memang memiliki perbedaan dalam mengidolakan artis. Jika Siwon sangat berani dan frontal dalam menunjukkan ekpressi kagum dan cintanya pada sang Idola maka Minhyuk kebalikannya. Dia akan cepat grogi jika sudah berada dihadapan Idolanya.
"Sudahlah, jangan lupa kerjakan laporan mu." Ucap Minhyuk mengingatkan sang direktur sebelum meninggalkan ruangannya. Berdebat dengan direkturnya hanya akan membuang waktunya saja dan tidak penting. Karena, yang di debatkan bukan masalah serius.
BLAAAM…Pintu ruangan tertutup rapat. Setelah kepergian asisten pribadinya, Siwon mulai melirik map biru yang ada diatas mejanya sekilas lalu menutup map itu kembali dengan wajah malas. Siwon sedang tidak mood untuk menyelesaikan laporannya.
"Baiklah, ada berita terbaru apa saja dari kekasih ku ini." Gumam Siwon yang lebih memilih bermain dengan ponselnya untuk mengecek fanbase sang kekasih yang sudah dua tahun ini ia ikuti ketimbang mengerjakan laporannya. Diberanda sosial media yang Siwon miliki terlihat sudah banyak sekali berita tentang kekasihnya.
TIING…Siwon mendapatkan sebuah notifikasi chat dari dari salah satu teman Fanbonya.
[Fanboy_Yeye] Hei, Siwon kemana saja kau! (/_)/
Membaca pesan chat tersebut, Siwon hanya terkekeh. Jika dipikir – pikir sudah lama juga dirinya tidak membuka akun social medianya. Fanboy_Yeye adalah user name dari salah satu teman Siwon yang ia miliki. Sama halnya dengan Siwon, jika Siwon boleh bercerita sedikit. Fanboy_Yeye merupakan seorang laki – laki tampan pemilik beberapa Hotel bintang 4 yang ada di Korea, pria berkebangsaan China ini sangat menggangumi Kim Yesung, kekasihnya.
'Bagaimana reaksi Yesung, jika ia tahu sebenarnya dia memiliki banyak sekali penggemar laki – laki dari kalangan atas ?.' Batin Siwon yang entah kenapa merasa kalah dan takut jika mengingat seberapa banyak penggemar Yesung yang lebih kaya darinya.
'Jika, aku memberitahukan pada mereka bahwa aku adalah kekasih Kim Yesung ? Mungkin, mereka akan menjatuhkan sahamku, kkkkkk~.' Sekarang Siwon mulai tertawa renyah akibat membayangkan teman – temannya yang sesama seorang pengusaha bersatu melawannya.
[Siwon407] Aku sedang sibuk. Biasalah banyak klien, hahaha.
Akirnya Siwon mengambil langkah aman yaitu pura - pura polos dan bersikap seperti biasanya. Dan, tidak lama terdengar bunyi balasan untuk chat Siwon.
[Fanboy_Yeye] Cih, Kau pikir hanya kau saja Bos besar…Btw, apa kau sudah melihat MV Kim Yesung bersama Super Junior ?
[Siwon407] Belum, apakah itu bagus ?
[Fanboy_Yeye] Kau harus melihatnya, Yesung sangat manis disana sekaligus aku patah hati (T_T)
[Siwon407] Why ? apakah dance couple mereka begitu intim ?
[Fanboy_Yeye ] Kau bilang kau belum melihatnya (O_O) tapi kenapa kau sudah tahu bahwa mereka melakukan dance couple ?.
Uhuk…Siwon tersedak salivanya sendiri ketika mendapati kebodohannya. Tentu saja Siwon sudah tahu, bukankah dari jauh hari Siwon sudah tahu Yesung akan melakukan proyek bersama Super Junior. Dan, tadi dirinya hampir saja membuka rahasia besarnya.
[Siwon407] Aku tadi diberitahu Booji katanya ada dance couple. Hehehe :^)
[Fanboy_Yeye] Ini ku berikan link MV Yesung. Lihatlah Siwon (T_T) .tube/aasak80
Selama lima menit, Siwon terdiam dengan memandangi layar ponselnya. Siwon berpikir sejenak haruskah ia melihat MV kekasihnya bersama dengan Kyuhyun ? Disisi lain yaitu jiwa sebagai Fanboy, ia merasa penasaran ingin melihat Idolanya, tapi di sisi lainnya juga Yesung sekarang sudah berstatus sebagai kekasihnya. Jika Siwon melihatnya, Siwon pasti marah – marah pada Yesung karena Siwon akan sangat cemburu.
"Haaaa….baiklah Siwon, clam down." Gumamnya dan Klik…Siwon menekan link yang diberikan pada Fanboy_Yeye. Dimana link itu akan langsung mendirect Siwon ke aplikasi Youtubenya. Tidak butuh waktu lama untuk Bufering, koneksi sinyal ponsel Siwon yang kuat langsung memutar Video yang berdurasi 4 menit 28 detik itu dengan lancar tanpa hambatan.
Di awal MV Siwon biasa saja, Siwon bahkan menikmati lagu yang dinyanyikan oleh Kyuhyun dan Ryeowook yang memang memiliki suara merdu sama seperti kekasihnya. Namun, pada durasi di 2 menit 52 detik, Siwon mulai antisipasi.
Perlahan Kyuhyun dan Yesung menari dengan baik dan penuh penghayatan. Bersamaan dengan itu, dada Siwon mulai bergemuruh, pegangan pada ponselnya mulai erat dan matanya mulai terbesit api cemburu. Siwon lupa bahwa itu hanyalah sebuah MV, namun dimata Siwon itu terlihat nyata.
"Cih…akan ku dislike!." Dan Siwon benar – benar melakukan ucapannya yaitu memberikan tanda jempol ke bawah untuk MV Super Junior itu. Siwon benar – benar cemburu melihat kekasihnya menari bersama dengan Kyuhyun.
[Siwon407] Apa ini ? Tidak serasi! Yesung itu milik ku!
Bahkan Siwon meninggalkan jejak di komentar MV tersebut dengan terang – terang, biar saja Kyuhyun atau Yesung membacanya, toh Siwon memang sengaja melakukan itu. Choi Siwon sekarang terlihat seperti Haters untuk Kyuhyun dan kekasihnya Kim Yesung. Ckckc.
.
.
"Choa, kau duluan saja. Aku ingin ke Toilet sebentar untuk memperbaiki make-up ku." Seru sosok wanita berbalut dress Cheongsam berwarna merah terang, dengan belahan rok yang cukup tinggi membuat kaki jenjang yang dimiliki wanita itu terlihat begitu saja hingga kesan pakaian Tradisional khas china ini yang sudah di desain dengan style lebih modern menjadi semakin anggun dan elegan di tubuhnya.
"Jangan telat, dua puluh menit lagi akan dimulai." Balas perempuan berambut bob silver melirik alroji ditangannya.
"Tenang saja, Seohyun sangat menghargai waktu." Ucap wanita tersebut yang ternyata adalah Seohyun. Sambil berjalan memunggungi seketaris pribadinya untuk ke toilet sebentar, Seohyun melambaikan tangannya bertanda Choa untuk pergi ke ruang rapat terlebih dahulu.
Hari ini sangat penting untuk Seohyun, sehingga sebelum bertemu dengan investor yang akan menjadi rekan kerjanya nanti ia harus memberikan kesan yang baik dengan berpenampilan sempurna.
"Dimana lipstick ku…" Gumamnya yang sibuk mencari alat kosmetik pewarna bibir di tas kecil miliknya yang selalu ia bawa kemana – mana, setelah menemukan lipstick dengan warna merah menyala yang senada dengan dress miliknya. Seohyun mempoleskan lipstick itu ke bibir ranumnya sedikit demi sedikit. Sehingga, bibir yang tadinya berwarna merah pudar kini menjadi lebih terang.
Braaak…
Tiba – tiba pintu toilet terbuka lebar membuat Seohyun refleks langsung menoleh dan menaruh kembali lispstick yang baru saja ia gunakan ke dalam tas kecil miliknya.
"Thebelit…heung...Thebelit." Sambil memegangi celana bagian tengahnya, bocah cilik berjenis kelamin laki – laki yang terus saja melompat – lompat seperti kelinci ini terus bergumam tidak jelas, melihat tingkah anak kecil menggemaskan yang menahan pipis tanpa sadar Seohyun terkekeh.
"Adik kecil, kau salah masuk." Serunya sambil tersenyum manis disela memberitahu bahwa bocah itu salah masuk toilet. Tapi, bocah berusia enam tahun ini tidak bisa mengerti simbol dan nama di depan pintu toilet yang menggunakan bahasa inggris. Alhasil dirinya yang sudah tidak tahan langsung masuk kedalam begitu saja.
"Ugh…Mianhaeyoh…" Lirihnya mencoba meminta maaf sambil menundukkan kepalanya dalam – dalam.
"Jika kau tidak cepat, kau akan pipis di celana, Kajja~."
Kreeeet….Seohyun membuka salah satu bilik pintu toilet yang sontak saja langsung disambut baik oleh bocah cilik yang dari tadi sudah menahan panggilan alamnya. Tanpa membuang waktu, bocah itu melesat masuk dan Seohyun hanya bisa tertawa kembali melihat tingkah anak kecil yang sangat menggemaskan itu.
"Telima acci bibi." Seru bocah cilik membungkukan badannya ketika sudah selesai buang air kecil.
"Habis buang air kecil, harus cuci tangankan." Dheg…bocah kecil itu tersentak kaget ketika Seohyun secara tiba – tiba mengangkat sebagian tubuhnya hingga ia bisa meraih kran di wastafel untuk mencuci tangannya. Disela mencuci tangan, bocah itu terus memandangi wajah Seohyun dari pantulan cermin di depannya.
'Thantik cekali…' Kagumnya yang melihat betapa cantiknya Seohyun dimatanya bahkan aroma wangi yang menyeruak dari tubuh Seohyun bisa bocah itu cium.
"Dimana Ibu mu ? biar bibi antarkan." Tawar Seohyun disela menggeringkan telapak tangan bocah cilik didepannya hingga kering dengan sapu tangan lembut bermotif bunga tulip miliknya. Samar – samar bocah itu merasa seperti mengenal aroma wangi Seohyun dan itu membuat dirinya merasa rindu, entah rindu dengan siapa yang jelas perasaan rindu yang saat ini ia rasakan sangat dalam.
Greeeb…
"A-apaa yang kau lakukan ?." Lirih Seohyun ketika bocah itu tiba – tiba memeluk lehernya. Awalnya Seohyun ingin melepaskan pelukan bocah itu, namun entah kenapa seperti ada sesuatu yang menahan dirinya untuk membiarkan bocah itu sebentar saja memeluknya.
"Eomma…"
Dheg…Seohyun tersentak saat mendengar gumaman bocah di depannya. Apa maksud bocah itu memanggil dirinya Ibu.
"…Eommaku thudah thidak ada bibi."
"Oh, hahaha…begitu rupanya. Ayo kita keluar dari sini." Akhirnya, Seohyun hanya bisa tertawa renyah sambil menggandeng tangan mungil bocah disampingnya. Padahal baru saja Seohyun berpikir bocah di depannya adalah anaknya. Jika di ingat – ingat dulu Seohyun pernah melahirkan seorang anak yang kalau ia tebak akan sama umurnya dengan bocah tersebut.
TAP…
TAP….Seohyun dan bocah cilik yang masih berpakaian seragam sekolah itu berjalan menelusuri lorong sebuah gedung yang sering di jadikan tempat pertemuan untuk berbisnis. Seohyun bermaksud untuk mengantar ke ruangan dimana anak kecil tadi katakan dan untuk menghilangkan keheningan di antara mereka, Seohyun mengajak mengobrol.
"Kau kesini dengan siapa ?."
"Hyungie."
"Hyungie ? ah…berarti dengan hyung mu ne ? kalau begitu dimana dia."
DRAAAP….
DRAAP…Dari arah belakang mereka berdua terlihat bocah yang berumur lebih tua datang berlari mendekati dengan nafas terenggah dan wajah paniknya.
Srrreeet…
Pats…genggaman tangan Seohyun dan bocah cilik tersebut terlepas dengan kasar begitu saja saat bocah berusia 12 tahun berhasil menghempaskan tangan mereka berdua.
"Sudah Hyung katakan, jangan ikut dengan sembarangan orang!." Omelnya sambil memegangi bahu sang adik tanpa melihat wanita disampingnya.
"Hei…aku bukan orang jahat dan jika kau membentak adikmu seperti itu kau akan membuatnya takut." Seru Seohyun yang melihat bocah cilik di depannya memang sedang berwajah takut bahkan hampir menangis karena di marahi oleh sang kakak. Donghae yang sedang kalut akan takut adiknya terjadi sesuatu tidak akan mendengarkan omongan orang lain.
"Ini tidak ada urusannya dengan an-..." Ucapan Donghae terhenti ketika ia mengalihkan perhatiaanya ke arah wanita disamping adiknya, Sehun.
"Ibu…" Lirih Donghae menatap tidak percaya dan terkejut bahwa dirinya akan melihat Ibunya disini. Donghae yakin wanita di depannya ini adalah Ibu kandungnya. Sudah enam tahun lebih berlalu, tapi Donghae bisa mengenali sosok Ibunya dengan sangat baik, walaupun saat ini penampilan Ibunya sudah sangat berbeda.
"Donghae, benarkah ini kau ?." Seohyun sama terkejutnya dengan Donghae, siapa yang tidak terkejut jika bertemu dengan keluarga yang sudah lama tidak dilihat bertahun – tahun, atau Seohyun terkejut karena tidak menyangkan akan semudah ini menemukan anak – anaknya yang akan menjadi tambang emasnya.
"Kita harus kembali Sehun-ah, papa akan memarahi kita nanti."
Sreeet…Tanpa peduli dengan Seohyun, Donghae langsung menarik tangan Sehun untuk pergi. Namun, dengan cepat Seohyun menahan kepergian anaknya itu.
"Tunggu! Papa ? apa papa mu ada disini Donghae ? bisa kau pertemukan aku dengan papa mu."
"No!." Tanpa sadar Donghae membentak ibunya sendiri dan itu membuat Seohyun menatap tidak percaya lagi. Anaknya sekarang berani membentaknya.
"Untuk apa kau bertemu dengan papa ? bukankah kami tidak berharga untuk mu ? kau sudah meninggalkan kami, ingat itu!."
"…." Seohyun terdiam, ia tidak bisa melawan kalimat Donghae yang sepenuhnya benar dan itu menusuk hatinya juga. Melihat Seohyun menatap Sehun dengan tatapan sendu seakan sedang memelas belas kasihan pada anaknya. Donghae dengan cepat menutup mata adiknya agar tidak terhasut.
"Sekarang kita sudah sama – sama hidup lebih baik. Jadi jangan saling menggangu, bisa kan."
TAP…
TAP…sambil menggandeng tangan adiknya, Donghae melangkah pergi melewati Seohyun begitu saja tanpa rasa peduli sedikit pun. Donghae benar – benar membenci ibunya jika mengingat penyebab Ibunya pergi meninggalkan mereka adalah tidak suka hidup susah. Dan, sekarang tiba – tiba muncul tanpa di undang.
"Hyungie…thunggu...itu eomma thehun, eommaaa hiks." Renggek Sehun yang tiba – tiba menghentikan jalan Donghae untuk membawanya pergi. Dengan tangan yang masih melambai – lambai, Sehun seakan memanggil – manggil Seohyun untuk ikut pergi bersamanya.
"Dia bukan Ibu kita! Kau dengar itu! Dia bukan ibu mu!." Teriak Donghae murka hingga membuat Sehun terdiam namun tidak lama, air mata Sehun mulai berjatuhan cukup deras akibat dibentak oleh Donghae. Baru kali ini Sehun dibentak oleh sang kakak dengan sorot mata yang sangat menyeramkan.
"Hiks…jaaat hyungie jaaat…hueeee, papa..." Donghae langsung menggendong tubuh Sehun, ia tidak peduli dengan rasa sakit di kepalanya akibat Sehun memukul – mukul kepalanya dengan brutal. Persetan dengan papahnya Siwon yang akan memarahinya karena membuat sang adik menangis, yang jelas sekarang Donghae harus pergi.
"Brengsek kau Jong Woon…kau mendidik anak mu untuk membenci ku eoh." Gumam Seohyun yang sedang menggeram menahan amarahnya, Seohyun marah karena perkataan Donghae tadi seperti seakan – akan dirinya adalah serangga penganggu. Jika saja ini bukan demi warisan sang Ibu, Seohyun tidak akan mau mendekati keluarga dimasa lalunya.
"Anak itu benar – benar menyusahkan ku!." Dengan tangan masih terkepal kuat Seohyun menatap kepergian punggung anaknya dengan tatapan kesal. Donghae sudah membenci Seohyun maka akan sulit bagi dirinya untuk mendekati sang anak. Lihatlah, jika tadi wajah Seohyun terlihat ramah sekarang wajah itu sudah berubah menjadi menyeringai meremehkan.
"Tidak ada cari lain, aku harus memaksa anak itu memberikan harta Ibu dengan suka rela." Ucapnya dan mengibas rambut coklat berkilaunya dengan sombong dan angkuh.
.
.
[SM Entertainment|Studio music]
.
TUK...
TUK…Yesung memainkan pensil digenggamannya dengan cara menggetuknya di meja berkali – kali secara berirama. Saat ini Yesung sedang memikirkan tema apa yang akan ia ambil untuk album Comebacknya nanti. Sedangkan tidak jauh dari Yesung, terlihat Kyuhyun sedang duduk memandangi wajah Yesung dari samping sambil memainkan gitarnya sesekali.
"Hei…bocah, aku bosan. Bagaimana kalau kita mencover lagu ?." Ajak Kyuhyun yang merasa bosan berada di dalam Studio musik tidak melakukan apapun, walaupun dirinya mendapatkan tugas membantu Yesung untuk menulis lagu. Tapi hari ini dirinya sedang tidak mood, lagipula bukankah itu dimulai ketika Ryeowook menjalani masa konsernya dan Yesung yang terlalu semangat atau memang ingin buru – buru pergi menjauh dari Kyuhyun jadi mengerjakan lebih awal.
"Boleh, lagu apa ?."
"Hmm….kau tahu CN Blue tidak ?."
"Yaaa! CN Blue adalah Band paling popular di Korea mana mungkin aku tidak tahu, kau pikir aku artis kampungan." Seru Yesung sambil memandang Kyuhyun dengan tatapan tidak sukanya, kenapa Cho Kyuhyun selalu saja meremehkan dirinya.
CTAAK….Kyuhyun menjetikkan jarinya tepat di depan wajah Yesung hingga dirinya tersentak kaget.
"Dan, mereka semua teman baik ku." Bangga Kyuhyun sambil tersenyum meremehkan lagi. Sepertinya Kyuhyun sedang pamer kepada Yesung, bahwa ia memiliki teman dekat seorang artis dari kalangan super terkenal.
"Cih…dasar sombong." Gerutu Yesung yang tidak bisa melawan ucapan Kyuhyun, Yesung yang baru debut tahun lalu memang tidak memiliki teman dekat dari kalangan artis pria. Tapi, jika artis dari kalangan wanita banyak, bahkan lebih banyak dari Kyuhyun. Maklum saja, wajah Yesung yang cute dan manis ini lebih cocok berteman dengan wanita ketimbang dengan pria tampan.
"Kkkkk~…itu fakta, baiklah bagaimana kalau lagu terbaru mereka Can't Stop." Usul Kyuhyun dengan semangat.
"Tidak, tidak…aku tidak suka lagu dengan tempo cepat, lagu I will Forget You saja."
"Lagu ballad ? Haaa..Baiklah, kau yang bernyanyi sedangkan aku yang memainkan gitarnya." Akhirnya Kyuhyun mengalah dan mengikuti kemauan Yesung, berdebat dengan artis Rookie keras kepala seperti pria di depannya ini akan sia – sia saja jika tidak ada yang mengalah.
Kreeet…Kyuhyun sengaja menggeser kursi miliknya agar lebih dekat dengan Yesung lalu memposisikan gitar aquistiknya tepat dipangkuannya. Yesung yang melihat Kyuhyun untuk pertama kalinya memegang gitar hanya menelan ludahnya kasar. Bagaimana bisa bocah menyebalkan Cho Kyuhyun bisa terlihat begitu berbeda hanya dengan memegang gitar saja.
"Apa kau terpesona padaku, eum." Goda Kyuhyun yang berhasil membuat Yesung langsung memalingkan wajahnya dengan cepat untuk menyembunyikan rona merah di kedua pipinya. Kyuhyun benar – benar manusia luar biasa karena bisa menebak pikiran seseorang dengan benar.
"Dasar sok ganteng, sudah mainkan gitarnya." Decis Yesung yang sudah siap memegang micnya. Dan, Kyuhyun kembali terkekeh melihat tingkah Yesung.
JREENG…
JREEENG…Kyuhyun mulai memetik gitar aquistiknya dan Yesung hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai tanda Yesung menikmati suara melodi pembuka dari petikan suara gitar Kyuhyun sebelum dirinya masuk ke chor lagu.
Aku baik – baik saja,
Aku akan melupakan semuanya.
Aku bahagia dengan kesibukanku setiap hari.
Aku juga bertemu dengan orang yang baik.
Cinta memang seperti ini,
Seiring dengan berlalunya waktu,
Cinta akan menjadi samar – samar.
Kyuhyun yang awalnya fokus pada gitarnya, kini langsung mengalihkan matanya ke Yesung. Sambil memetik senar gitarnya, Kyuhyun terus menatap Yesung yang sedang bernyanyi. Toh, Kyuhyun sudah hafal dengan chor gitar lagu CN Blue yang dinyanyikan Yesung sekarang.
Ketika cinta pergi akan ada cinta lain yang datang,
Dan itu pasti~
Sekarang akan terasa sakit tapi nanti akan berkurang
Sedikit demi sedikit, aku akan melupakanmu.
Suara merdu Yesung menyihir Kyuhyun, kenapa ? kenapa Yesung selalu berhasil membuat dirinya terpana seperti ini. Entah kenapa lagu ini terdengar berbeda dan lebih menusuk ke relung hatinya. Jujur saja, lagu yang di nyanyikan Yesung adalah lagu kesukaan Cho Kyuhyun juga. Lagu ini menceritakan keinginan seseorang untuk melupakan orang yang dicintainya.
Ini tidak sulit,
Setelah hari ini semua rasa sakit akan terlupakan.
Aku akan melakukannya,
Merubah kebiasaan hidup ku. Oh~
Aku akan menghapus semuanya.
Dan, aku pasti melakukannya.
Walaupun sekarang air mataku sedikit menetes,
Tapi aku akan tersenyum.
Seperti menyembuhkan luka…
Aku akan melupakan mu…
Kyuhyun tersenyum miris disela memainkan gitarnya, sama halnya dengan Yesung. Kedua pria ini membayangkan orang yang dulu pernah mereka cintai. Kyuhyun yang membayangkan mantan kekasihnya lalu Yesung membayangkan mantan istrinya. Mereka berdua memiliki kisah hidup yang sama yaitu ingin melupakan masa lalunya. Lagu ini benar – benar menggambarkan isi hati mereka berdua.
.
.
.
"Baiklah Kyu, sampai besok." Greeeeb…Kyuhyun langsung menahan pergelangan tangan Yesung ketika pria manis itubaru saja menuruni anak tangga depan kantor SM untuk ke area parkir.
"Cieeeee." Ledek beberapa staff SM yang melihat mereka berdua di depan pintu kantor.
'Ada apa dengan bocah menyebalkan ini.' Batin Yesung sambil memberikan cengiran kepada staff SM agar tidak salah paham pada mereka. Yesung berusaha melepaskan pegangan tangan Kyuhyun, namun Kyuhyun tidak juga melepaskannya, itu membuat Yesung semakin panik.
"Yak! boc-."
"Mau ku antar pulang ? maksud ku, emm….arah jalan kita sama jadi ku pikir kita bisa pulang bersama." Potong Kyuhyun cepat, sedangkan Yesung yang mendengar tawaran Kyuhyun hanya bisa melongo. Cho Kyuhyun baru saja menawari dirinya pulang bersama. Apakah Yesung tidak salah dengar ?
"Anu…itu..."
TIIIN…..
TINN….Yesung langsung tersentak kaget ketika mendengar suara klakson mobil yang ada di bahu jalan depan kantor SM, dengan kasar ia menghempaskan tangannya hingga pegangan tangan Kyuhyun terlepas.
"Mian Kyu, aku sudah di jemput seseorang." Buru – buru Yesung berlari mendekati mobil audi hitam di depannya dan langsung masuk ke dalam tanpa menoleh.
"Dia…siapa ? itu bukan manajernya." Lirih Kyuhyun yang sangat yakin melihat pengemudi mobil yang menjemput Yesung itu bukanlah manajernya. Pasalnya, ketika Yesung membuka lebar pintu mobil tadi, Kyuhyun dengan jelas bisa melihat sosok pria tegap di bangku kemudi.
"Ah…sudahlah, mungkin itu supirnya." Akhirnya Kyuhyun memilih cuek dan tidak mengambil pusing.
.
.
"Dimana ponsel ku...ssh."
"Baby…" Panggil si tampan saat melihat Yesung masih saja sibuk mencari – cari ponsel di dalam tas ranselnya. Siwon yang hari ini sengaja datang menjemput kekasihnya hanya bisa menghela nafas. Kenapa Yesung itu tidak bisa sedikit saja memperhatikan hal kecil dalam suatu hubungan, seperti jika bertemu kekasih bukankah harus memberikan kecupan, tapi Yesung malah mencari ponselnya. Baiklah, itu tidak penting sekarang karena ada hal yang lebih penting bagi Siwon untuk segera dibahas.
"Apa yang kau lakukan dengan Kyuhyun tadi ?."
"Aku tidak melakukan apapun." Jawab Yesung jujur dan santai tanpa menoleh ke arah Siwon sedikit pun, Yesung yang sudah berhasil menemukan ponselnya, kini memilih sibuk mengirim pesan teks dengan sang manajer untuk membahas jadwalnya.
"Tidak melakukan apapun, kenapa dia memegang tangan mu."
"Ayolah Siwon, kenapa kau cemburu begitu. Kau tahu aku adalah artis, berpegangan tangan bukan berarti aku memiliki hubungan dengan orang itu. Jangan seperti anak kecil." Seru Yesung yang sekarang menatap Siwon dengan tatapan heran dan sedikit kesal, kenapa Siwon jadi seperti anak remaja yang senang mengungkit hal kecil.
"Hahaha….aku seperti anak kecil ? aku kekasihmu jadi wa-."
"Ini bukan masalah kau kekasih ku atau bukan, tapi ini masalah pengertian. Kau salah tempat jika memintaku untuk tidak dekat dengan pria atau wanita, kau tidak bisa melarang ku untuk bergaul dengan siapa saja selama aku menjadi artis, harusnya kau tahu itu."
KIIIITTT….Siwon langsung membanting mobilnya ke pinggir jalanan untuk berhenti. Beruntung, Yesung sudah memasang seat beltnya dengan kencang, hingga kepalanya bisa sedikit tertahan agar tidak membentur dashboard.
"Yak! Choi Siwon!."
Greeeb…Siwon memegang tangan Yesung yang sejak tadi memukul – mukul dirinya secara brutal untuk melampiaskan rasa takut dan paniknya. Apakah Siwon itu lupa, Yesung memiliki dua orang anak yang harus ia urus.
"Aku tahu, aku sangat tahu baby…aku hanyalah seorang Lucky Fans, seharusnya aku tidak menuntutmu macam – macam. Menjadi kekasihmu saja itu sudah keajaiban untuk ku. Tapi aku juga sama dengan mu yang seorang manusia biasa. Aku punya perasaan, tolong hargai perasaanku baby." Dheg…Ucapan Siwon membuat Yesung terdiam dan perlahan tertunduk, Yesung sadar dirinya tadi sudah berbicara kasar pada Siwon. Bagaiaman bisa Yesung menjadi pria tidak berperasaan seperti jni.
Sreeet….Siwon perlahan mengangkat dagu Yesung dan terlihat kekasihnya kini sedang mengigit bibir bawahnya dengan mata yang sudah berkaca – kaca.
"Apa kau menyesali perbuatan mu, eum ?." Tanya Siwon lembut dan Yesung mengangguk seperti anak bandel yang telah berubah menjadi penurut akibat di ceramahi.
"Janji tidak akan mengulanginya ? kau tidak boleh berbicara kasar pada Seme mu. Mengerti ?." Dan, Yesung menganggukkan kepalanya sekali lagi. Beruntung sekali Siwon orang pertama yang membuat Yesung belok dan mendapatkan dirinya.
Cuup…Siwon mengecup bibir Yesung dan ketika Siwon melumat bibirnya, Yesung menutup kedua matanya untuk menikmati ciuman Siwon yang sangat lembut itu, Siwon selalu tahu bagaimana memperlakukan Uke dengan baik atau Siwon memang tahu segalanya tentang Yesung sampai ke cara menghadapinya.
.
.
[Sekolah | Pertemuan Orang tua dan anak]
.
"Lihat disana, dia papah ku. Dia seorang direktur yang memiliki karyawan 15.000 lebih, hebat kan." Seru Dongwoon menyombongkan dirinya kepada teman – teman dikelasnya, dengan penuh percaya diri Dongwoon menunjuk sosok pria yang sudah berdiri dari tadi di belakang kelas dengan stelan jas yang begitu pas ditubuhnya.
"Waah…papa mu hebat sekali Dongie." Puji salah satu murid perempuan berkuncir dua.
"Hahaha, Papah mu tidak ada apa – apanya dibandingkan dengan papahnya Donghae, benarkan hae-ah ?." Seru Minho pada Donghae yang sedang duduk asik membaca bukunya. Dahi Donghae sedikit menggerut sekarang, kenapa dirinya jadi dibawa – bawa ke acara obrolan murahan seperti ini, bukankah sejak tadi Donghae diam saja.
"Benar, dulu aku lihat Donghae turun dari mobil mewah."
"Iya aku ingat, papah Hae benar – benar sangat tampan."
"Hebat sekali kita punya teman seperti Donghae."
Mendengar bisikan – bisikan pujian tentang ayah Donghae dari teman – temannya, membuat Dongwoon menjadi sedikit kesal. Selama ini dikelas hanya dirinya saja yang boleh menonjol dan kelihatan hebat. Tapi, sekarang anak yang selama ini Dongwoon anggap pendiam dan biasa saja ternyata memiliki latar belakang yang lebih dari dirinya.
"Kalau begitu dimana papa mu ?." Tantang DongWoon sambil melirik satu persatu orang tua murid yang sudah hadir didalam kelas. Donghae yang melihat papahnya belum datang hanya bisa nyengir dan menggaruk pipinya yang tidak gatal. Sepertinya papahnya tidak akan dat….
TAP….
"Permisi apakah ini kelas 7-C." Tiba – tiba sosok pria tinggi dan bertubuh tegap berbalut stelan tuxedo lengkap dengan dasinya masuk kedalam kelas hingga membuat orang tua dan murid terkaget bukan main saat melihatnya.
"GYAAAA….AYAH DARI MURID SIAPA ITUUU ?."
"YA AMPUN…ADA DAUN MUDA SETAMPAN INI."
"Papah!." Girang Donghae melihat papah Siwon ternyata datang, Donghae benar – benar senang melihat Siwon datang ke sekolahnya hingga tanpa sadar Donghae berlari dan memeluknya.
Sreeet…Siwon tersenyum dan menggusap kepala Donghae yang terlihat sangat bahagia saat ini. Donghae bukan senang karena ingin menunjukkan kepada semua orang betapa keren dan hebatnya papah yang ia miliki, melainkan Donghae senang karena ini merupakan pertama kali acara orang tua, wali Donghae bisa hadir.
"Kau akan melihat bahwa aku dikelas bukan murid bodoh." Ucap Donghae penuh percaya diri sambil menepuk dadanya, Donghae benar – benar sangat semangat ingin menunjukkan kemampuannya dikelas di depan orang tuanya, walaupun itu bukan papah aslinya Kim Jong Woon tapi bukankah Siwon kekasih papahnya. Jadi, otomatis secara tidak langsung Siwon juga ayahnya.
"Permisi, apa anda tuan Kim Jong Woon ?." Sela Yume Seongsanim yang merusak moment calon ayah dan anak ini.
"Eh, begitulah." Canggung Siwon yang berpura – pura menjadi kekasihnya Jong Woon, dengan sopan Siwon membungkukan badannya memberikan salam. Dan, orang tua yang ada dikelas hanya bisa berbisik kagum melihat ada sosok ayah muda.
"Jika anda setampan ini, tahun depan saya yakin yang akan datang pasti para Ibu, Hahaha." Tawa Yume Seongsanim yang membuat para ayah yang datang menjadi menatap malas dan kesal. Sedangkan, Donghae dan Siwon hanya bisa saling melirik dan tidak lama mereka berdua terkekeh.
.
.
Tidak jauh dari sekolah Donghae, ada satu kehebohan lagi di sekolah dasar yaitu sekolah tempat Sehun belajar dan menimbang ilmu. Dimana kedua sekolah ini memiliki acara yang bertema sama, mengundang para orang tua untuk hadir melihat langsung bagaimana anak mereka selama di kelas.
"Tuan Kim, bisakah anda melepaskan kacamata dan masker anda ?." Minta wali kelas Sehun kepada sosok pria berpenampilan paling mencolok diantara para orang tua lainnya. Pakaian yang serba hitam mulai dari baju, celana jeans, sepatu, coat luar sepanjang dengkul lalu masker, kacamata yang ia gunakan juga berwarna hitam dan jangan lupakan warna rambut silvernya. Alhasil pria yang baru saja memperkenalkan diri sebagai ayah Sehun menjadi pusat perhatian.
"Begini Yura Seongsanim, saya sedang sakit Flu. Uhuk…uhuk…jadi untuk keselamatan anak – anak tolong biarkan saya memakai masker." Mohon Yesung yang sedang berusaha membuat alasan agar sosok jati dirinya yang sebagai penyanyi solo terkenal Korea tidak terbongkar.
"Baiklah, kalau begitu bisa lepaskan kacamata anda ? karena di dalam ruangan tidak boleh menggunakan kaca mata hitam." Gleg…sekarang alasan apa yang harus ia pakai untuk tidak melepaskan kacamatanya. Apaka ia harus berbohong juga dengan mengatakan sedang sakit mata ? sepertinya hanya itu caranya.
TAP…
TAP…Tanpa di duga Sehun berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Yesung lalu menarik – narik coat luar papahnya bermaksud menyuruh Yesung agar sedikit merendahkan tubuhnya.
Sreeeet….
"Kayo papah memakai kaca matha, papah thidak bitha melihat thehun..." Serunya sambil tersenyum lebar dan Sehun berbalik menuju bangkunya kembali sambil membawa kaca mata hitam milik ayahnya untuk ia simpan sebentar. Yesung yang melihat tingkah anaknya sangat menggemaskan hanya menggedip – ngedipkan matanya lugu.
"Kkkkkk~….anak ku yang lucu." Kekeh Yesung yang tanpa sadar membuat mata tajamnya berubah menjadi bulan sabit dan itu membuat seluruh orang tua murid menjadi gemes karena melihat lengkungan mata Yesung yang sangat imut untuk ukuran seorang pria. Wajah yang tertutup masker membuat rasa penasaran sebagian orang tua meluap, bahkan mereka semua menebak – nebak bagaimana bentuk rupa wajah ayah Sehun dengan mata seperti itu.
.
.
"Sehun sangat pandai berhitung, namun membacanya perlu dilancarkan lagi. Karena jika tidak, Sehun tidak akan naik ke tingkat kelas dua." Seru Yura Seongsanim memberikan evaluasi pada Yesung selama Sehun disekolah.
"Nanti saya akan meminta hyungnya lebih banyak mengajari Sehun membaca."
"Sehun anak yang baik dan tidak nakal, dia selalu menurut apapun yang saya katakan dikelas. Anda beruntung memiliki anak seperti Sehun." Terbesit rasa bangga sekaligus senang saat Yesung mendengar pujian yang positif dari sang guru, ini pertama kalinya Yesung datang ke acara kunjungan sekolah sebagai orang tua dan itu terasa menyenangkan baginya.
"Kajja…Sehun, kita pulang." Panggil Yesung pada putra bungsunya yang masih duduk terdiam dibangkunya dengan tenang dan seorang diri. Kelas yang sepi dan kosong membuat Sehun terlihat semakin kecil untuk ruangan kelas yang luas ini. Sambil menggendong ransel sekolahnya, Sehun mendekati sang ayah.
"Ayo beri salam pada guru mu sebelum kita pulang." Sehun yang kini sudah berada di gendong Yesung hanya menundukkan kepala dan melambaikan tangannya sebagai salam pamit untuk pulang.
TAP…
TAP….Dalam keheningan, Yesung menyelusuri lorong sekolah yang sudah sepi dan tidak henti – hentinya Yesung menyunggingkan senyuman manisnya saat Sehun masih setia memeluk lehernya disela menggendong.
"Papa…" Lirih Sehun dengan wajah antara sedih, murung dan takut.
"Waeyo Sehunnie ?."
"Kemalin Thehun ketemu thama eomma."
TAP….Yesung menghentikan langkah kakinya dengan mata terbelak kaget dan tidak percaya akan ucapan Sehun barusan.
"Kau bicara apa ? Ibu mu sudah tidak ada Sehun." Yesung mencoba berbicara dengan nada setenang mungkin. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa ada sedikit getaran ketakutan di dalam suaranya saat ini. Perlahan Yesung mencoba kembali berjalan menelusuri lorong untuk keluar dari gedung sekolah dengan masih menepuk – nepuk punggung Sehun.
"Thehun benelan beltemu dengan eomma, eomma thangat thantik. Tapi, eomma thidak menggenali thehun…Eomma hanya tahu Hyungie thaja..." Adu Sehun yang mengingat bagaimana kemarin Seohyun menyebut nama Donghae saja dan itulah yang membuat Sehun terlihat sedih.
"Gweachana, kau tidak membutuhkan dia Sehunnie, tidak butuh." Lirih Yesung yang terus saja berjalan lurus, otaknya kini tidak bisa ia gunakan untuk berpikir jernih, yang ada di dalam benak Yesung sekarang adalah bertemu dengan anak sulungnya untuk mengintrogasi. Jika yang dikatakan Sehun benar, kenapa ? kenapa Donghae tidak memberitahukan dirinya bahwa Ibunya datang menemui mereka.
.
BRAAAK…Yesung membuka pintu apartementnya dengan agak kasar dan menarik pergelangan tangan Donghae untuk ikut masuk kedalam rumahnya lalu mendudukkan Donghae di sofa besar yang ada di ruang TV.
"Baby, kau kenapa ?." Tanya Siwon yang melihat tingkah aneh Yesung sejak dirinya menjemput, selama di dalam mobil Yesung hanya terdiam dan begitu sampai ia langsung menggandeng tangan Donghae tanpa alasan yang jelas.
"Jangan ikut campur." Dheg…Siwon tersentak kaget mendengar suara dingin Yesung. Ini pertama kalinya Siwon melihat Idola sekaligus kekasihnya bernada dingin dan beraura menakutkan.
"Papah uuggh..." Lirih Sehun yang memeluk kaki kanan Siwon dengan perasaan takut juga karena melihat papahnya menyeret Donghae seperti tadi. Melihat tubuh mungil Sehun bergetar ketakutan, perlahan Siwon menggendong Sehun dan membawanya agak menjauh dari Yesung. Sepertinya ia hanya bisa melihat dan menonton saja kali ini.
"Papah…" Panggil Donghae yang tidak tahu kenapa papahnya tiba – tiba seperti ini kepada dirinya.
"Apa kau bertemu dengan Ibu mu, Hae-ah ?." Dheg…Siwon yang sedang berdiri sambil menggendong Sehun terbelak kaget untuk kedua kalinya saat mendengar pertanyaan kekasihnya. Jadi, Yesung sedang membahas mantan istrinya.
Gyuut…hati Siwon langsung sakit dan terluka. Jika ia tahu Yesung akan membahas mantan istrinya lebih baik Siwon tadi pamit pulang dan memilih untuk tidak mendengarkannya dari pada tersiksa batin.
"Jawab Hae! Papah mu sedang bertanya." Sambil menyilangkan tangannya di dada dan menatap Donghae dengan penuh penekanan, Yesung mulai mengintrogasi anaknya agar bercerita. Dan, apa yang Yesung ingin ketahui sudah Donghae jawab dengan sebuah anggukan.
"Apa yang kalian bicarakan ?."
"Kami tidak bicara banyak, Ibu ingin bertemu dengan papah. Lalu, Hae bilang untuk apa bertemu dengan papah bukankah dia sudah meninggalkan kita. Kita tidak berharga baginya kan ? jadi Hae minta pada Ibu untuk tidak menggangu hiks kita….lalu Ibu…hiks." Donghae terdiam sejenak dan mulai terdengar isakan tangis. Sambil menggusap air matanya kasar, Donghae mencoba kembali berbicara tapi semakin dirinya ingin berbicara Donghae semakin terisak. Sungguh Donghae tidak bisa melanjutkan ceritannya lagi, ini terlalu sesak dan sakit untuknya.
Greeeb….Tiba – tiba Yesung memeluk tubuh Donghae dan tangis Donghae pecah saat itu juga. Disatu sisi Donghae senang bertemu dengan Ibunya, tapi di satu sisi ia sangat membenci Ibunya yang sudah membuang adik, papah dan dirinya.
"Sssst…sudah cukup Hae, Mianheyo."Lirih Yesung bermaksud menyuruh Donghae berhenti berbicara lagi karena bagi Yesung itu sudah cukup, seharusnya Yesung tidak seperti ini untuk berbicara kepada anaknya. Yesung yang awalnya ingin bertanya tanpa sadar menggunakan nada tinggi dan membentak.
Tidak jauh dari acara pelukan Yesung dan Donghae, Siwon yang sejak tadi mendengar semua pembicaraan antara ayah dan anak ini, hanya bisa terdiam sambil menenangkan Sehun di dalam gendongannya yang juga ikutan menangis karena melihat sang kakak.
'Jadi…istrinya meninggalkan Yesung, brengsek sekali wanita itu.' Batin Siwon yang akhirnya sekarang mengetahui masa lalu kekasihnya. Tapi, tunggu…mantan istrinya datang menemui Sehun dan Donghae ? berarti ada kemungkinan mantan istri Yesung akan merebut keluarga kecilnya ini kan, itu tidak bisa Siwon biarkan.
'Besok, aku harus mencari tahu.' Pikir Siwon yang bergerak cepat dalam bertindak.
TING…
TONGGG….Tidak lama bel apartement Yesung berbunyi, Siwon yang berada cukup dekat dengan pintu akhirnya dengan suka rela membukakan pintu untuk melihat siapa yang sudah datang bertamu disaat yang tidak tepat seperti ini.
Cekleeek…
"Mr. Choi." Kaget sang tamu saat melihat orang yang membukakan pintu ternyata orang yang ia kenal. Sedangkan, Siwon yang memiliki kelemahan dalam mengingat wajah dan nama seseorang menyerngit bingung.
"Noona Seohyun." Kaget Siwon yang tidak kalah hebohnya kali ini saat melihat mitra kerjanya ada disini. Tunggu ? darimana rekan kerjanya ini tahu ia ada di apartement Yesung ? mungkinkah Seohyun datang tidak untuk bertemu dengannya, melainkan kekasihnya ? Karena jelas – jelas, Siwon tidak pernah mengatakan apapun pada mitra kerjanya tentang alamat yang sekarang sering ia tinggali.
"Mungkinkah Noona Seohyun…" Siwon tidak berani melanjutkan kalimatnya. Sungguh, Siwon berharap apa yang ada di pikirannya adalah salah. Tidak mungkin wanita yang tadi sedang Yesung dan Donghae bicarakan adalah wanita di depannya ini kan.
Sreeet….Siwon membalikkan badannya dan menatap tidak percaya saat melihat Yesung sedang terpaku sambil memandangi sosok wanita di ambang pintu apartementnya.
'Mantan istri dari Kim Yesung adalah Noona Seohyun.' Batin Siwon melanjutkan kalimatnya dalam batin.
"Oppa…" Panggil Seohyun yang masuk dan melewati Siwon begitu saja, tanpa tahu bahwa rekan bisnisnya itu adalah kekasih dari mantan suaminya yang sudah ia tinggalkan.
"Ibu ingin bertemu dengan Sehun dan Donghae, jadi aku datang kesini meminta izin mu untuk membawa mereka ke China selama seminggu." Tanpa berdosa, Seohyun memegang tangan Yesung dan memohon tanpa rasa malu. Bermodal wajah sedih dan memelas, Seohyun berharap Yesung akan mengizinkan dirinya membawa Sehun dan Donghae, namun…
"Kau siapa ?." Tanya Yesung yang langsung menghempaskan tangan Seohyun dengan kasar.
"Oppa…"
"Aku tidak mengenal mu, sepertinya kau salah orang." Dengan wajah datar dan dinginnya, Yesung berbicara pada Seohyun setenang mungkin. Tidak sia – sia selama trainee untuk menjadi artis, Yesung di bekali acting hingga dalam keadaan seperti ini ia bisa memakai topeng untuk bersandiwara.
Seohyun yang awalnya datang dengan wajah ramah dan dibuat sesedih mungkin, kini memasang wajah sombong dan sikap angkuhnya.
"Cih, dengan sekarang kau menjadi artis terkenal, kau pikir aku datang untuk menyesal karena pernah meninggalkan mu ? di mataku kau tetap saja pria payah, tidak berguna dan lemah." Seru Seohyun sambil menatap remeh Yesung.
"Ka-."
"Pergi kau dari sini!." Teriak Donghae dengan menatap Seohyun marah, bahkan pemukul baseball milik Siwon yang ada didalam kamar Yesung sudah berada di tangannya. Dengan agak gemetar, Donghae mengacungkan tongkat pemukul tersebut kearah Seohyun tanpa peduli bahwa di depannya adalah Ibu kandungnya. Donghae emosi mendengar wanita yang disebut Ibu ini menghina papah tercintanya.
"Oh…lihat ini, kau tumbuh menjadi anak yang sangat arrogant dan liar Donghae. Apakah papah mu tidak mengajari mu sopan santun, eum ?." Dheg…Mendengar penuturan Seohyun, Donghae langsung menatap Yesung.
Klontang…alat pemukul itu terjatuh ke lantai ketika Donghae dengan jelas melihat sorot mata Yesung ada terbesit rasa kecewa kepada dirinya. Yah…Yesung kecewa melihat tindakan Donghae saat ini, walaupun Yesung tahu tindakan Donghae adalah emosi sesaat karena ayahnya dihina, tapi bagi Yesung bukan seperti ini caranya mengusir seseorang terlebih itu adalah ibu kandungnya sendiri.
"Permisi…sebenarnya aku tidak ingin menggangu. Tapi, Yesungie…Sehun ingin digendong oleh mu." Seru Siwon yang terlihat kerepotan menggendong Sehun yang terus saja memberontak tidak bisa diam karena ingin ketempat Yesung.
TAP…
TAAAP…Sama seperti yang Seohyun lakukan terhadapnya, Siwon melewati wanita itu begitu saja dan mendekati Yesung untuk memberikan Sehun padanya. Setelah, Sehun berada digendongan Yesung. Kini, Siwon mendekati Donghae dan berjongkok untuk mensenjajarkan tingginya dengan Donghae.
"Kau hebat jagoan." Ucap Siwon sambil menggusap kepala Donghae dengan lembut. Siwon memuji tindakan berani Donghae dalam membela Yesung, di usianya yang baru 12 tahun Donghae sudah berani bertindak seperti ini, tindakan Donghae membuat Siwon percaya bahwa kelak jika terjadi sesuatu pada Yesung saat Siwon tidak ada, Donghaelah orang pertama yang akan melindunginya.
"Baby, bolehkan aku ikut campur dalam urusan mu ?." Izin Siwon menatap sang kekasih kali ini dan Seohyun yang mendengar Siwon memanggil Yesung dengan sebutan 'baby' menyerngit bingung.
"Mr. Choi apa kau dan Jong Woon….." Ragu Seohyun untuk berkata lebih lanjut. Namun, Siwon dan Yesung dapat menebak dengan jelas sambungan dari perkataan Seohyun yang tidak dilanjutkan itu.
"Dunia itu sungguh sempit, benarkan ? Hahaha. Tapi sebelum aku berbicara banyak…disini aku bukanlah mitra kerjamu karena ini bukan jam kantor kkkk~…Kali ini aku akan berbicara sebagai kekasihnya." Senyum Siwon penuh percaya diri sambil merangkul bahu Yesung.
"Hahahaha….Bukan hanya payah dan tidak berguna saja. Tapi, ternyata kau sekarang jadi Gay…menjijikan." Tekan Seohyun pada kalimat terakhir dengan ekspresi wajah yang ingin muntah.
"Jadi kau tidak suka ? ah…terima kasih Tuhan. Baby, dia membenci Gay. Untunglah ku pikir aku harus merebut dirimu dari dia. Fyuuh~." Lega Siwon membuat Yesung dan Donghae hanya menatap ambigu, apakah Siwon itu tidak waras. Di bilang jijik, dia malah senang dan bukankah ini bukan waktunya membahas hal tersebut.
"Mr. Choi, aku tidak menyangka ternyata kau….hahaha, astaga...hahaha ini mengejutkan ku." Tawa Seohyun yang benar – benar tidak mengira bahwa mitra kerjanya yang baru saja menyuntikan dana ke perusahaannya adalah seorang Gay dan terlebih pasangannya adalah mantan suaminya sendiri.
"Kau terkejut ? aku sendiri juga terkejut, karena bisa menjadikan Yesung kekasihku. Benarkan baby ?." Colek Siwon pada dagu Yesung menggoda, sedangkan Yesung yang sedang menggendong Sehun hanya diam tidak tahu harus berkata apa. Yesung tidak mengerti apa yang sedang Siwon lakukan sekarang.
"Kalian benar – benar menjijikan."
"Dan, kau lebih menjijikan dari kami karena kau membuang keluarga mu sendiri. Kau membuang seorang pria manis dan pekerja keras ini….." Kecup Siwon mencium pipi Yesung tanpa izin yang memang keberadaan Yesung saat ini ada disebelah kirinya.
"Kau membuang anak yang sangat pintar dan berbakat ini…." Elus Siwon dikepala Donghae dengan lembut.
"Lalu, kau juga membuang anak yang menggemaskan ini." Kali ini elusan berpindah dikepala Sehun. Dan, Siwon merapatkan Donghae dan Yesung agar lebih dekat dengan dirinya, hingga sekarang mereka berempat terlihat seperti sebuah keluarga yang harmonis.
"Walaupun aku seorang Gay, tapi aku tidak akan pernah meninggalkan mereka. Karena, mereka sangat berharga untuk ku." Dheg…Yesung dan Donghae tersetak kaget saat mendengar ucapan Siwon, benarkah ini Siwon yang biasanya suka sekali bercanda, bertingkah konyol dan santai ? Dengan wajah seriusnya, Siwon menatap Seohyun untuk menegaskan bahwa apa yang baru saja ia ucapkan adalah sungguhan.
"….." Seohyun hanya bisa diam diperlakukan seperti ini, dengan otak pintarnya Seohyun buru – buru memikirkan hal apa yang harus ia lakukan sekarang. Diliriknya Sehun yang sejak tadi terdiam digendongan Yesung, anak bungsu Yesung ini sejak tadi memperhatikan dirinya terus menerus. Dan, senyuman jahat pun tercetak di bibirnya.
"Sehun-ah, kau tidak ingin ikut Ibu eum ? Kau sangat merindukan ku kan." Refleks Yesung, Donghae dan Siwon menatap Sehun berbarengan. Sehun yang sejak tadi terdiam hanya menundukkan kepalanya sambil memainkan jemari mungilnya.
"Aniyooo…Thehun ingin belcama papa Thiwon, Hyungie dan Papa Yethung..." Lirih Sehun yang memeluk leher Yesung dengan erat, sejujurnya Sehun ingin merasakan sekali lagi pelukan Ibunya. Tapi, melihat tatapan menggerikan Ibunya selama berbicara dengan kedua Papahnya dan Donghae, Sehun menjadi horror sendiri.
"Cih, Dasar anak cacat." Seru Seohyun yang kali ini menghina anak bungsunya, sekarang Seohyun sudah tidak peduli lagi pada harta warisan Ibunya.
"SEOHYUN!." Teriak Yesung tidak terima anaknya dihina oleh wanita di depannya ini. Tindakan wanita ini benar – benar sudah kelewatan. Jika saja Siwon tidak menahannya, sudah Yesung pastikan bahwa pajangan keramik yang ada di atas TV melayang ke kepala wanita itu hingga mengalirkan banyak darah.
"Wae ? aku benarkan ? coba kau pikirkan di usianya yang sudah beranjak 6 tahun, dia masih saja tidak lancar berbicara."
"Itu karena Sehun cadel." Jawab Donghae cepat yang juga tidak terima adiknya dihina.
"Di dunia medis, cadel itu adalah cacat. Adikmu itu C.A.C.A.T." Eja Seohyun pada kalimat terakhirnya sambil menatap Donghae.
"CUKUP! KAU BUKAN IBU KU! KAU ADALAH MONSTER!."Kali ini Donghae berteriak sambil melempar bantal sofa kearah Seohyun. Donghae sudah tidak peduli jika sikapnya kurang ajar, yang jelas Donghae ingin wanita di depannya ini segera pergi sejauh mungkin dan tidak kembali.
"Siwon, tolong jaga anak – anak ku sebentar." Minta Yesung sambil memindahkan Sehun ke gendongan Siwon.
TAP….
TAAAP…..Yesung berjalan mendekati Seohyun dan langsung memegang pergelangan tangan wanita itu lalu menyeretnya keluar dari apartementnya. Satu – satunya cara untuk membuat pertengkaran ini selesai dan kedamainan kembali adalah membawa pergi Seohyun dengan paksa.
"Hiks, Sehunnie tidak cacat kan papah, dia bohong. Hiks…Sehun selalu sehat, adik ku bahkan bermain dan tertawa seperti anak lainnya…hiks…" Dengan perasaan terpukul, Donghae memegang erat kaos Siwon dan menangis. Sedangkan, Sehun yang belum banyak mengerti kata – kata hanya menatap Siwon.
"Apa itu Thatat papa ?." Merasakan rabaan tangan Sehun diwajahnya, Siwon tersenyum dan menggecup hidung mungil Sehun hingga sang empu tersenyum geli.
"Jika sudah besar, dia akan berbicara seperti mu Hae. Bukankah ketika kau masih kecil bicara mu juga belum lancar…Kau adalah kakak yang pintar, jadi bantulah adikmu." Seru Siwon sambil menatap Sehun sayang. Sejujurnya Siwon juga terluka saat Seohyun menghina bocah menggemaskan ini, bagi Siwon baik Donghae dan Sehun sudah seperti anaknya sendiri.
.
.
PLAAAK….Terdengar suara tamparan cukup keras dari arah taman yang tidak jauh dari apartement yang Yesung tinggali.
"Jika kau datang hanya untuk melukai hati anak – anak ku, pergi saja sana dan ambil semua harta Ibu mu itu karena Donghae dan Sehun tidak butuh!." Ucap Yesung yang sudah tidak peduli pada sikap gentlenya dalam memperlakukan wanita. Bagi Yesung, dimatanya wanita ini sudah terlihat seperti serangga.
"Apakah seorang Idol memperlakukan wanita seperti ini ? Bagaimana jika aku membongkar rahasia mu dan menyebarkan berita bahwa kau adalah seseorang yang kasar dan keji." Kini Seohyun mulai mengancam dan menggertak Yesung. Namun, bukan Yesung namanya jika ia takut hanya dengan sebuah gertakan seperti ini.
"Lakukanlah, Aku tidak peduli."
"Benarkah ? kau setenang ini karena memiliki pria Gay sangat kaya. Tapi, dengan hancurnya dirimu, masihkah dia bersama mu ? Sadarlah dia memiliki keluarga, jika pria Homoan mu memilih dirimu, keluarganya akan malu dan anak mu juga."
"….."
"Apa kau tidak memikirkan bagaimana tanggapan orang sekitar. Bagaimana jika anak mu di olok – olok oleh temannya karena memiliki Ayah seorang Gay."
"Sudah selesai bicaranya ?." Balas Yesung dengan wajah datarnya, sambil menyilangkan tangan di dada, Yesung menatap malas perempuan di depannya ini, lalu tidak lama Yesung memilih beranjak pergi dari taman.
"Dasar pria tidak berguna!." Tidak peduli pada teriakan Seohyun, Yesung terus jalan tanpa berhenti atau pun menoleh kebelakangan. Karena, mulai detik ini ia akan menghapus permanen mantan istrinya dari kehidupannya.
TAP…
TAAAP….Sambil berjalan pelan Yesung menyelurusi taman, beruntung sekarang sudah malam. Jadi, Yesung yang tidak memakai masker dan kacamata sedikit merasa lega dan tidak perlu khawatir jika ada penggemarnya atau orang lain yang mengenali dirinya yang ternyata adalah seorang artis.
TUUK…Ditendangnya batu krikil kecil yang tidak sengaja ia temukan disela jalannya, selama menikmati waktunya sendiri, Yesung teriang perkataan Seohyun. Ucapan wanita itu benar, Siwon memiliki keluarga sendiri. Bagaimana jika keluarganya tidak suka dengan hubungan mereka ? bagaimana karirnya jika publik tahu bahwa dirinya adalah Gay ? dimasa depan kedua anaknya pasti akan hidup lebih sulit karena akan mendapatkan cemooh dari orang – orang.
"Arghh….Sial!." Geram Yesung sambil menjambak rambutnya sendiri, kepala Yesung terasa penuh dan sakit saat ini. Apa yang harus ia lakukan sekarang, apakah ia harus mundur jadi artis ? tapi, itu tidak mungkin. Jika ia keluar dari agensi begitu saja, perusahaan akan meminta ganti rugi dimana dalam kontrak tertulis Yesung harus menjadi artis dibawa manajemen SM selama 5 tahun. Dan, Yesung baru menjalani masa satu tahun.
"Haaaaaa….Sepertinya aku benar – benar tidak bergu-."
BRRUUUGGHH….Yesung yang sedang banyak pikiran jadi tidak konsentrasi pada arah jalan di depannya, kerasnya jalanan setapak taman membuat pantat Yesung terasa sakit akibat tubrukan yang tidak disengaja ini. Perlahan diusapnya pantat berisinya dengan bibir terus saja melontarkan kata – kata kesal karena hari ini banyak sekali masalah yang terjadi. Sedangkan, sosok pria berpakaian jaket hoodie mengulurkan tangannya karena memang dirinyalah penyebab Yesung jatuh.
"Gweachanayo ?." Kurangnya pencahayaan di taman pada malam hari membuat wajah dari pria berhoodie itu tidak bisa Yesung lihat dengan jelas. Berbeda dengan Yesung, pria berhoodie tersebut bisa melihat wajah Yesung dengan sangat jelas karena wajah Yesung tidak sengaja diterangi cahaya bulan.
"Yesung." Panggil sosok berhoodie itu membuat dahi Yesung sedikit mengkerut, setelah membangunkan Yesung. Perlahan sosok pria yang memakai Hoodie berwarna biru dongker itu menurunkan kupluknya dan terpampanglah wajah tampan yang membuat siapa saja yang melihat akan menjerit dibuatnya.
"Cho Kyuhyun! Se-Mpptftft." Mulut Yesung langsung dibekep oleh Kyuhyun, diliriknya kanan dan kiri dengan tatapan waspada. Merasa aman, Kyuhyun perlahan melepaskan bekepannya pada Yesung.
"Yaish…kau mau membunuhku eoh!." Seru Yesung marah tapi bersuara kecil. Walaupun Yesung sedang mengomel, Kyuhyun terus saja menampilkan senyumannya karena tidak menyangkan akan bertemu Yesung di taman seperti ini.
"Apa yang kau lakukan malam – malam di Taman, ahh….kau pasti sedang kencannya ?." Tanya Kyuhyun menyelidik.
"Sok tahu, minggir aku mau pulang!." Buugh…Yesung mendorong dada Kyuhyun dan melewati dirinya begitu saja, saat ini Yesung sedang malas berhadapan atau berdebat dengan bocah menyebalkan Kyuhyun.
"Jadi kau tinggal disana." Seru Kyuhyun yang melihat arah jalan Yesung menuju apartement mewah yang berada tidak jauh dari gedung apartement miliknya. Jadi, selama ini Yesung dan dirinya tinggal berdekatan, sungguh Kyuhyun merasa Yesung itu seperti jodoh untuknya.
TAP…
TAAAP…Kyuhyun mengikuti langkah kaki Yesung selangkah demi selangkah. Sedangkan, Yesung terlihat masa bodoh dan tidak peduli di ikuti oleh Kyuhyun.
"Hei Yesung…" Bukannya menjawab panggilan Kyuhyun, Yesung terus saja berjalan tanpa ingin berhenti.
"Jadi kau sudah menikah dan memiliki anaknya…"
Sreeet…Yesung langsung membalikkan badannya dan matanya terbelak kaget saat Kyuhyun sedang menatapnya dengan mennyeringai.
"Kau! Apa kau…."
"Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan mu dengan seorang wanita dan aku sangat kaget saat mengetahui kau sudah menikah, memiliki anak dan yang paling penting, kau…."
TAP…
TAAAP…..Perlahan Kyuhyun mulai mendekati Yesung yang sedang terdiam ditempatnya, satu…dua…tiga…empat langkah Kyuhyun kini sudah berada dihadapan Yesung. Dengan gentlenya Kyuhyun mengangkat dagu Yesung agar Kyuhyun bisa melihat wajah manis nan cantik dari artis Rookies yang satu tahun lalu telah debut ini dengan lebih jelas.
"Kau….seorang Gay seperti ku." Chuup….Kyuhyun menggecup pipi kiri Yesung dan itu membuat Yesung kaget.
Kyuhyun mengetahui rahasia Yesung!.
Apa yang akan Yesung lakukan kali ini untuk membuat rahasianya tetap terjaga ?
.
.
TBC
.
Author Note :
Hahaha….selesai juga Chap 4 ini :^)
Bagaimana dengan lanjutannya ? semoga tidak menggecewakan /.\
Kali ini publishnya benar – benar telat pake bangetnya,
Maafnya aku udah sibuk kerja sekarang jadi biasanya paling lama update 1 bulan, ini malah ampe 2 atau 3 bahkan ada yang 4 bulan baru bisa update -..-" maklumin aja ya :"v
Next chap adalah ending^^
So, siapa yang penasaran akan kelanjutan ceritanya '-')/
Terima kasih kepada :
Wijayanti628 | Yeni926 | Loeloe07 | Mios | Ajib4fff | Ismaneli | Xyluv | Yehyunsung | Kim Rose | Magbe3 | Victa | Eun810 | Kyutiesung | Hylyeyenpls | AuraKim | Jy | Rikarika | Vipbigbang74 | Xnapoenya | Jeremy Kim84 | Aulchan12 | Yesung ukeku | TurtleChoi | Devia494 | Mingyoukes | Yewonmjeje | Angel | Sanctuarty | Akyu Cloud | ELFturtlefish | Suzy Kim | Yeclouds |
Sekali lagi aku hanya bisa mengatakan, terima kasih banyak atas Review kalian^^
Pasti capenya baca FF ku yang panjang ini, hehehe…terima kasih telah meluangkan banyak waktu untuk membaca FFnya dan juga meluangkan sedikit waktunya untuk memberikan komentar yang positif mengenai FFnya, senang bacanya :D
Oke… segitu aja deh...
See You Next Story.
Sehat selalu untuk reader^^
Author
-Kimmie-
Jangan lupa kritik, saran dan komentarnya
