Tittle : Baby Face Papa

Author : Kim Kyusung (Kimmie)

Genre : Family, Humor, Romance.

Pairing: WonSung (Siwon & Yesung)

Slight Pair : KyuSung (Kyuhyun & Yesung)

Cast : Member Super Junior, Donghae Kids, Sehun EXO kids.

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, Orang tua, Fansnya dan cerita ini Milik saya.

Rating : K+

Warning :

- YAOI (Boy X Boy)

- Yesung UKE! Crack Pair!

Baby Face Papa

by KimKyusung (kimmie)

©2015

Please don't copy paste without permission.

Summary

Kim Yesung adalah penyanyi solo (20th) yang tenar setelah mengeluarkan album pertamanya. Tapi siapa sangka Yesung telah memalsukan umur dan statusnya. Tanpa publik ketahui Yesung sebenarnya berusia 32th, duda dengan dua orang anak bernama Donghae (12th) dan Sehun (6th).

.

.

"Yesung." Panggil seorang pria berhoodie biru dongker yang perlahan menurunkan kupluknya.

"Cho Kyuhyun! Se-Mpptftft." Mulut Yesung langsung dibungkam dan tubuhnya dibawa paksa untuk sedikit ke pinggir jalan. Diliriknya kanan dan kiri dengan tatapan waspada, merasa keadaan sudah aman, Kyuhyun perlahan melepaskan bungkamannya pada Yesung sebelum pria manis itu mati kehabisan nafas.

"Yaish…kau mau membunuhku eoh!." Seru Yesung marah tapi bersuara kecil. Walaupun Yesung sedang memarahi dirinya, Kyuhyun terus saja menampilkan senyuman manisnya karena tidak menyangkan akan bertemu Yesung di taman seperti ini.

"Apa yang kau lakukan malam – malam di Taman, ahh….kau pasti sedang kencannya ?." Tanya Kyuhyun menyelidik sambil melihat Yesung dari atas sampai bawah. Baru kali ini Kyuhyun melihat penampilan Yesung dalam balutan pakaian sederhana, yaitu koas putih dengan celana selutut.

"Sok tahu, minggir aku mau pulang!." Buugh…Yesung mendorong dada Kyuhyun hingga pemuda tinggi itu sedikit menjauh dan memberikan jalan untuk Yesung lalui. Saat ini Yesung sedang malas berhadapan dengan bocah menyebalkan bernama Kyuhyun.

"Jadi kau tinggal disana." Ucap Kyuhyun yang melihat arah pulang Yesung menuju apartement mewah yang letaknya tidak jauh dari gedung apartement miliknya. Jadi, selama ini Yesung dan dirinya tinggal berdekatan, sungguh Kyuhyun merasa Yesung itu seperti jodoh untuknya.

TAP…

TAAAP…Kyuhyun akhirnya memilih mengikuti Yesung dari belakang, sambil bersiul sesekali Kyuhyun merenggangkan otot – otot lehernya dengan melakukan olahraga kecil. Sedangkan, Yesung terlihat masa bodoh dan tidak peduli diikuti oleh Kyuhyun.

"Hei Yesung…" Bukannya menjawab panggilan Kyuhyun, Yesung terus saja berjalan tanpa berhenti.

"Jadi kau sudah menikah dan memiliki anak…"

Sreeet…Yesung langsung membalikkan badannya dan melihat Kyuhyun sedang menatap dirinya dengan menyeringai.

[Flashback]

.

"Haah….Haahh.." Dengan nafas yang konsisten, Kyuhyun yang sedang berlari kecil dimalam hari menyempatkan waktu untuk berolahraga jika tidak ada Job. Melakukan Jogging dan beberapa Straching dengan tujuan agar badannya tetap bugar sehingga ia tidak akan mudah sakit.

"Nnh ?." Kyuhyun yang sedang asik ber-Jogging di jalur track khusus lari, tidak sengaja melihat siluet seseorang yang mirip dengan artis Rookie yang sangat ia kenal, siapa lagi kalau bukan Kim Yesung. Awalnya, Kyuhyun sedikit ragu apakah pria yang ia lihat itu Yesung ? Karena, jujur saja jika benar itu Yesung untuk apa bocah Rookie seperti dia menyeret seorang wanita yang menurut Kyuhyun sudah berumur 30an. Apakah tipe Yesung seperti itu, walaupun tidak bisa dibohongi wanita itu sangat cantik menurut Kyuhyun.

"Apakah itu wanita yang Yesung ceritakan ?." Gumam Kyuhyun teringat perkataan Yesung yang sebelum debut menjadi artis, Yesung pernah tinggal bersama seorang wanita. Penasaran, akhirnya Kyuhyun mengikuti Yesung dan menguping dibalik semak – semak belukar.

PLAAAK….Baru saja Kyuhyun mengintip, Ia sudah disuguhi oleh pemandangan Yesung menampar seorang wanita dan bagaimana ekspressi Kyuhyun yang melihat hal itu ? tentu saja Kyuhyun hanya bisa membuka mulutnya lebar – lebar karena terlalu kaget. Berani sekali bocah seperti dia menampar wanita, pikir Kyuhyun.

"Jika kau datang hanya untuk melukai hati anak – anak ku, pergi saja sana dan ambil semua harta Ibu mu itu. Karena Donghae dan Sehun tidak butuh!." HAP…Kyuhyun makin terkaget bahkan rasanya jantungnya ingin copot saat mendengar ucapan Yesung, beruntung dirinya terkaget tidak mengeluarkan suara. Karena, dengan cepat Kyuhyun menutup mulutnya dengan kedua tangan.

"Apakah seorang Idol memperlakukan wanita seperti ini ? Bagaimana jika aku membongkar rahasia mu dan menyebarkan berita bahwa kau adalah seseorang yang kasar dan keji." Melihat si wanita sudah mulai membalas Yesung dengan ancaman. Cho Kyuhyun yang saat ini seperti seseorang yang sedang menonton drama pun ikut terbawa suasana, entah kenapa Kyuhyun kesal pada Seohyun. Karena, dia mengancam Yesung.

'Balas Yesung, jangan mau kalah.' Batin Kyuhyun memukul batang pohon besar disampingnya, tanpa tahu bahwa di atas pohon tersebut terdapat sarang lebah yang kapan saja bisa jatuh mengenai dirinya.

"Lakukanlah, Aku tidak peduli."

"Benarkah ? kau setenang ini karena memiliki pria Gay sangat kaya. Tapi, dengan hancurnya dirimu, masihkah dia bersama mu ? Sadarlah dia memiliki keluarga, jika pria Homo-an mu memilih dirimu, keluarganya akan malu dan anak mu juga." HAP….untuk kedua kalinya Kyuhyun menutup mulut dengan tangan agar tidak berteriak kaget. Sungguh, kenyataan Yesung sudah memiliki anak saja membuat Kyuhyun shock lalu ditambah kenyataan lagi bahwa Yesung Gay ? ini benar – benar membuat Kyuhyun lebih tidak percaya. Rasanya hati Kyuhyun seperti sedang menaiki Roller Coster ada perasaan senang, kaget, kecewa, dll.

Melihat Yesung sudah beranjak dari tempatnya untuk pergi, Kyuhyun pun meninggalkan tempat menggupingnya dan buru – buru memutar taman ke arah sebaliknya agar ia bisa bertemu dengan Yesung tanpa sengaja lalu memastikan apakah yang ia dengar itu benar, itulah rencana otak jenius Kyuhyun.

[Flashback END]

.

.

"Kau! Apa kau…."

"Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan mu dengan seorang wanita dan aku sangat kaget saat mengetahui kau sudah menikah, memiliki anak dan yang paling penting, kau…." Gleg, Yesung menelan ludahnya kasar ketika Kyuhyun menghentikan kalimatnya. Pria yang terkenal akan sikap cuek dan dingin di antara para seleb ini mulai mendekati Yesung yang sedang terdiam ditempat.

TAP…Kini Kyuhyun sudah berada dihadapan Yesung. Sekali lagi Kyuhyun menatap artis Rookie yang telah berhasil menipunya juga dalam hal visual, bagaimana bisa pria mungil didepannya ini menyimpan rahasia yang begitu besar. Dengan sikap gentlenya Kyuhyun yang memiliki tinggi badan lebih dari Yesung mengangkat dagu Yesung agar ia bisa melihat dengan jelas wajah manis dan cantiknya.

"Kau….seorang Gay seperti ku." Chuup, Kyuhyun menggecup pipi kiri Yesung tanpa izin dan sebelum Yesung melayangkan protesnya pada Kyuhyun dengan pukulan. Kyuhyun yang seorang SEME dalam hubungan Gay, dengan cepat menahan kepalan tangan Yesung sebelum kepalan itu mengenai pipi kanannya.

"Nomor 112, besok jam 1 siang datanglah ke apartement Myongdo."

"….." Yesung terdiam dan terpaku ditempat. Ia benar – benar tidak bisa menggerakkan tubuhnya ketika Kyuhyun berbisik. Ada apa dengan dirinya ? Kenapa menggerakkan kakinya untuk mundur dan menjauhi Kyuhyun saja ia tidak bisa, bahkan untuk menggeluarkan suaranya terasa sangat sulit, lidahnya terasa kelu.

"Jika tidak datang, aku tidak menjamin akan kelangsungan karir mu." Dheg, Keringat dingin mulai mengucur dari pelipis Yesung saat ini. Perlahan bola mata Yesung melirik ke kiri dan Yesung menjadi sulit bernafas sekarang saat melihat Kyuhyun sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam bagaikan seekor burung elang yang siap menerkamnya kapan saja ia siap.

"Nah, selamat malam Yesungie~." Bruukk…Seketika kedua kaki Yesung terasa lemas dan lumpuh. Tanpa menoleh sedikit pun, Kyuhyun yang pergi meninggalkan Yesung jatuh tertunduk menjilat bibir bawahnya. Ini benar – benar menarik bagi Kyuhyun untuk mengerjai Yesung.

Baby Face Papa

Chapter 5

Happy Reading^^

.

SRAAAAK…..Dengan sedikit kasar Siwon membuka tirai jendela kamar artis pujaan hatinya yang penuh dengan pakaian kotor yang berserakan dimana – mana. Sepertinya, sang kekasih semalam berganti baju tidak menempatkannya dikeranjang baju kotor. Terangnya cahaya matahari yang masuk, membuat pria manis yang masih tertidur nyenyak dikasurnya menggeliat karena terganggu oleh perbuatan kekasihnya.

"Uggh…tutup tirainya." Gumamnya meminta Siwon untuk menutup tirainya agar ia bisa kembali tidur. Jujur saja, Yesung masih sangat mengantuk.

"Bangunlah." Seru Siwon sambil menarik selimut yang digunakan oleh Yesung untuk menutupi seluruh tubuhnya. Biasanya, Yesung akan mudah dibangunkan tapi untuk hari ini pengecualian, Siwon tahu semalam Yesung menghadapi situasi yang sangat sulit. Dan, bahkan mengingatnya saja membuat Siwon menjadi ikutan kesal.

Perlahan Siwon duduk di sisi ranjang dan membiarkan Yesung untuk tidur sebentar lagi.

"Sore ini semua designer dan investor akan datang ke acara Seoul Fashion Week, aku ingin sekali mengajak mu pergi bersamaku. Tapi, sepertinya itu tidak mungkin." Ucap Siwon sembari menggeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk.

"Aku juga diundang ke sana. Tapi, ku pikir itu akan membosankan. Karena, melihat model – model berjalan memamerkan bajunya saja." Balas Yesung yang berada didalam selimut. Sesungguhnya Yesung tidak tidur lagi seperti yang Siwon pikirkan. Di dalam selimut, Yesung sedang membuka matanya lebar – lebar dan mendengar semua ucapan Siwon dengan sangat jelas.

"Apa kau marah padaku ?." Tanya Siwon yang sudah selesai menyisir rambutnya dan menyemprotkan parfum yang letaknya disamping parfum milik Yesung.

"…" Yesung tidak membalas ucapan Siwon kali ini. Suasana di antara mereka berdua sekarang sedikit berubah sejak kejadian semalam, Yesung yang sudah mengetahui kebenaran akan Siwon yang seorang direktur salah satu perusahaan terkemuka di Korea hanya bisa menyembunyikan diri di dalam selimut. Yesung kesal, marah dan merasa Siwon telah mempermainkannya.

"Jam berapa sekarang ?." Tanya balik Yesung yang memilih keluar dari selimut dan bangun. Percuma saja Yesung marah, itu tidak akan merubah apapun kan.

"Ini sudah jam 9." Melihat Yesung mengacuhkan pertanyaannya dan melewatinya begitu saja, Siwon menghela nafasnya berat. Jika saja Siwon bisa membaca masa depan, hal seperti ini tidak akan terjadi. Tapi, bisa mengetahui masa depan atau tidak, sejak awal Siwon memang lebih baik jujur pada Yesung tentang latar belakangnya. Karena, hubungan yang sejak awal di dasari oleh kebohongan tidak akan berakhir baik.

"Oh ya, pagi ini aku membuat pancake untuk sarapan pagi anak – anak, mereka sangat menyukainya. Dan, kata Hae kau sangat menyukai makanan simple seperti itu." Seru Siwon yang mengajak bicara Yesung seperti biasa dengan wajah ceria.

"…" Yesung tidak merespon ucapan Siwon sama sekali, ia sibuk dengan lemari pakaiannya untuk memilih style pakaian mana yang akan ia kenakan hari ini. Namun, Siwon bukan tipe pria yang pantang menyerah. Ingat ia seorang Fanboy yang memiliki jiwa strong.

"Aku akan menghangatkan pancake tadi pagi untuk mu, kau mau minum dengan kopi atau su-…"

"Aku ingin mandi, bisakah kau keluar sebentar." Dheg…Siwon tertegung melihat sorot mata Yesung yang seperti dulu lagi keluar. Sorot mata yang dingin dan menganggapnya seperti orang asing itu membuat Siwon diam – diam menggepalkan tangannya kuat, sebisa mungkin Siwon menahan emosinya agar tidak meledak. Disatu sisi, Yesung yang merupakan Idola Siwon, kadang membuat Siwon terlihat begitu lemah karena tidak bisa memarahi Yesung sedikit pun dan juga menjadikan dirinya pria penurut karena tidak bisa menolak permintaan Yesungnya.

BLAAMM….Pintu kamar Yesung tertutup dan selepas kepergian Siwon. Yesung memejamkan kedua matanya dan mengigit bibir bawahnya, berharap dengan melakukan ini ia bisa menahan diri agar tidak menangis. Tapi, sakitnya hati yang ia rasakan membuat bulir air matanya tetap saja keluar. Yesung benar – benar sudah mencintai Siwon melebihi dirinya sendiri. Andai saja Siwon seorang pemuda biasa, Yesung akan merasa senang.

"Apa yang harus aku lakukan…hiks..Siwon-ah." Rancau Yesung yang tidak peduli pada pakaian mahal yang baru saja ia ambil basah oleh air matanya sendiri.

Yesung bukan lagi seorang remaja yang bermain dengan cinta. Yesung sudah berusia 32 tahun dan memiliki pemikiran yang sangat matang dalam urusan cinta. Selama ini Yesung yang terlihat tidak peduli pada Siwon ternyata sudah memiliki rencana yaitu jika ia harus memilih antara karir atau kehidupannya. Ia akan memilih membawa kedua anaknya dan Siwon pergi jauh dari Korea dan hidup bersama. Tapi kenapa Siwon harus menjadi orang terkemuka di Korea ? apa yang harus ia lakukan, ia tidak mungkin merusak dan menghancurkan nama baik keluarga Siwon.

.

.

CEKLEEEK….Yesung keluar dari kamar dengan pakaian dan make – up yang sudah rapi. Hari ini karena perasaannya sedang mendung, Yesung memilih memakai pakaian casual yaitu celana jeans panjang dan sweeter rajutan berwarna abu – abu saja.

"Kemana dia ?." Gumamnya mencari sosok Siwon di segala penjuru apartementnya.

"Ah…pasti dia sudah berangkat kerja." Lirihnya yang sadar sekarang Siwon adalah seorang direktur, pantas saja Siwon bisa seenaknya datang dan pulang kantor tanpa takut ia akan dipecat. Melihat dimeja makan sudah tersaji sarapan, Yesung perlahan mendekatinya dan mengambil sepucuk surat yang terselip di gagang cangkir kopi.

Pancake ya sudah ku hangatkan.

Makanlah untuk mengisi energi mu :^)

Sebenarnya, ada banyak hal yang ingin ku bicarakan.

Tapi, kondisi mood mu sedang tidak baik.

Maafkan aku….

From : Choi Siwon.

Yesung tersenyum membaca isi suratnya, Siwon benar – benar pemuda yang sangat baik, pengertian dan bahkan bisa menjadi seorang ayah idaman. Karena, terbukti Siwon bisa merawat anak – anaknya dengan baik dan selalu memperlakukan dirinya dengan lembut.

Blush….Wajah Yesung memerah ketika bayangan Siwon yang setiap hari sering memperlakukan dirinya dengan lembut dan gantle layaknya seorang wanita berputar dibenaknya, bahkan ketika mereka sedang bercinta pun Siwon tetap memperlakukannya dengan baik, Pervert Yesung.

"Ini enak, pantas saja Hae dan Sehun suka." Gumam Yesung setelah mencicipi pancake buatan Siwon ternyata sangat lezat.

Sambil menghabiskan makanannya, Yesung mengecek ponselnya sebentar untuk melihat apakah besok atau lusa ada jadwal yang harus ia hadiri. Ditekannya aplikasi kakao talk miliknya dan men-scroll ke bawah perlahan, terlihat banyak sekali Sunbae dari kalangan artis khususnya dari Girl grup men-chat dirinya secara pribadi. Pertanyaan mereka semua hampir sama yaitu menanyakan apakah Yesung ingin pergi bersama dengan mereka untuk menghadiri Seoul Fashion Week. Dan, jawaban Yesung adalah tidak.

[Kyuhyun – SJ ] Jangan lupa hari ini jam 01:00 siang.

[Kyuhyun – SJ ] Aku tunggu.

[Kyuhyun – SJ ] *smirk*

Gleg…Yesung menelan potongan pancake susah payah ketika membaca chat dari Kyuhyun. Dengan ragu dan cemas, Yesung melirik jam dinding yang berada di ruang TV dan matanya langsung terbelak kaget ketika melihat jarum jam tersebut menunjukkan pukul 12:10PM.

"Argh! AKU LUPAAAA!." Dengan panik, Yesung menyudahi sarapannya setelah meminum kopinya terburu – buru. Karena, terlalu memikirkan hubungannya dengan Siwon. Yesung melupakan masalah lain yang lebih penting yaitu rahasianya sudah diketahui Cho Kyuhyun.

Bermodal masker penutup wajah dan kaca mata hitam miliknya, Yesung yang sudah panik akhirnya membawa ponsel dan bergegas keluar. Toh, jarak antara apartement Kyuhyun dan dirinya hanya berbeda blok saja. Jadi, tidak membawa dompet pun tidak akan jadi masalah.

.

.

[Kyuhyun Side]

.

"Aku tidak bisa. Kau ajak saja yang lain."

"….."

"Kau lihat saja nanti, sudahnya bye….."

Kyuhyun penutup ponselnya lalu melirik arloji mewahnya yang melingkar ditangan kanannya. Sudah pukul 12:55PM tapi Yesung belum juga datang. Padahal, Kyuhyun melihat Yesung sudah membaca chat kakao talknya tadi. Sepertinya Yesung menganggap dirinya bermain – main dan hanya menggertaknya saja, baiklah jika itu keinganan Yesung. Kyuhyun akan membuktikan ucapkannya untuk membuat karir sang Rookies itu hancur. Ditekannya beberapa nomor yang sudah ia kenal lalu menempelkannya ditelinga. Tidak butuh waktu lama, suara disebrang line pun menjawab panggilan Kyuhyun dengan ramah.

"Hello, PD-nim…hahaha, apa kabar ?."

"…"

"Aku punya berita sangat bagus. Kau pasti menyukainya."

"….."

"Ini tentang…."

TING…TONG…

TING…TONG…Di waktu yang tepat dan sangat mepet, akhirnya orang yang sudah ia tunggu menekan tombol bel apartementnya dengan brutal. Kyuhyun yang sudah tahu siapa yang akan datang ke apartementnya tersenyum menyeringai.

"Sebentar PD-nim, ada tamu yang harus ku lihat…" Tanpa mematikan sambungan line telefon, Kyuhyun berjalan ke arah pintu dan saat membuka pintunya, terlihat Yesung bernafas sangat cepat dan penuh dengan keringat akibat berlari mengejar waktu.

"PD-nim, mengenai berita yang ingin ku ceritakan padamu itu…." Dheg, Yesung langsung melotot disela mengatur nafasnya. Tahu Yesung akan bertindak anarkis, Kyuhyun dengan cepat menahan kepalanya dengan tangan panjang milliknya hingga Yesung yang memiliki tubuh pendek dan munggil tidak akan bisa menyentuh dirinya.

'Apakah karirku akan hancur secepat ini ? Tidak!.' Batin Yesung menjerit dan masih berusaha untuk mengambil ponsel milik Kyuhyun. Yesung tidak ingin karirnya hancur secepat ini, karena Yesung belum membelikan Donghae dan Sehun rumah besar, mainan yang banyak dan juga pendidikan hingga sarjana.

"Andweyo…" Lirih Yesung sambil memohon pada namja tinggi di depannya. Sedangkan, Kyuhyun yang melihat tatapan melas dari Yesung akhirnya luluh.

"Aku hanya bercanda hahaha…" Sambung Kyuhyun begitu saja sambil tertawa membuat Yesung yang sudah dag-dig-dug ingin sekali membunuh bocah tidak tahu sopan santun ini. Berani sekali ia mempermainkan orang tua sepertinya.

.

.

[Other Side]

.

Greeet…Kelas yang semula berisik, gaduh dan penuh aktivitas saling melempar kertas kesana – kemari, akhirnya kembali tenang saat guru mereka tiba – tiba yang pamit pergi keluar beberapa menit lalu masuk ke dalam kelas.

"Donghae..." Panggil sang guru sebelum melanjutkan pelajarannya.

"Iyaa, Seongsanim." Sahut Donghae cepat.

"Ibu mu datang, dia ada di kantor kepala sekolah sekarang. Temuilah dia." Dheg, Donghae sedikit terkejut, Ibu ? Ibu yang mana yang sang guru maksud ? apakah itu Yesung yang sudah mulai belajar berpakaian seperti wanita, agar kelak ia dan papah Siwon menikah nanti sudah terbiasa menjadi Ibu. Jika iya, membayangkan sosok Yesung seperti wanita entah kenapa selalu sukses membuat Donghae tertawa geli.

'Baiklah, jika itu mau mu papah, mari kita lihat.' Batin Donghae yang sudah tidak sabar melihat penampilan papahnya dalam balutan pakaian wanita. Setelah pamit, Donghae langsung berlari ke arah ruang kepala sekolah.

"Anda tenang saja, dia anak yang berprestasi di sekolah." Dari luar ruangan, Donghae bisa mendengar jelas suara kepala sekolah yang sedang berbicara mengenai dirinya. Jujur saja, itu membuat Donghae malu jika ada orang yang sedang membanggakan dirinya.

"Permisi pak kelapa sekolah." Salam Donghae saat masuk ke dalam ruangan dengan sopan. Melihat ada sosok lain berambut panjang brown-dark sedang memunggungi dirinya. Donghae, memiringkan kepalanya seperti ia pernah melihat warna rambut seperti itu. Tapi, dimana ?

"Baiklah, Donghae sudah datang, aku akan tinggalkan kalian berdua untuk mengobrol." Kepala sekolah pun menggusap kepala Donghae sebelum pergi dari ruanganya dan menutup pintu.

"Papah, kau tidak perlu sampai seperti ini jika ingin bertemu dengan ku. Hahaha." Tawa Donghae yang tidak mengetahui siapa yang akan ia temui. Perlahan, sosok berambut panjang itu menolehkan kepalanya ke belakang dan Donghae terbelak tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.

"Hello, anak ku sayang..." Senyum Seohyun semanis mungkin dengan balutan dress berwarna pink pastel.

"Kau!." Teriak Donghae sambil menunjuk Seohyun tidak pecaya. Bahkan, saking terkejutnya akan kedatangan Seohyun ke sekolahnya, Donghae tidak bisa menggerakkan kedua kakinya. Otak Donghae seketika menjadi blank, tidak tahu harus berbuat apa.

"Kata kepala sekolah. Kau anak yang sangat rajin dan nilai – nilai mu sangat bagus. Kau persis seperti Ibu dulu." Pats…Donghae menghempaskan tangan Seohyun ketika ia mencoba menggusap kepalanya. Namun, bukan Seohyun namanya jika ia tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.

Sreet…Dengan kasar, Seohyun menggangkat dagu Donghae dan menahan bahunya juga agar tubuhnya tidak bergerak kemana pun.

"Dengar Hae, kau pikir aku datang ke sekolah karena aku peduli padamu." Dheg, Donghae terdiam saat menatap mata Ibunya, mata yang dulu memancarkan kelembutan dan penuh kasih sayang untuknya. Kini, telah berubah menjadi mata penuh rasa kebencian hingga membuat Donghae takut untuk menatapnya walaupun itu hanya satu detik saja.

"I-ibu lepaskan aku…" Lirih Donghae yang bergetar ketakutan melihat sosok Ibu kandungnya sendiri.

"Kau tahu ? nenek mu yang berada di China, ia memberikan harta warisannya kepada mu dan adik mu. Ck, aku benar – benar tidak setuju akan hal itu." Jujur Seohyun mengatakan semua keluh kesahnya pada sang anak. Inilah tujuan utama Seohyun datang ke sekolah Donghae, awalnya Seohyun ingin datang ke sekolah Sehun. Namun, percuma saja berbicara pada Sehun yang belum mengerti apapun. Alhasil, Seohyun datang menemui Donghae untuk diajak bicara, setidaknya bicara dengan Donghae akan mendapatkan respon lebih baik dan masuk akal. Karena, Donghae pasti akan mengerti dan mudah untuk dipengaruhi juga tentunya.

"Sajangnim, ini sudah waktunya. Kita akan terlambat menghadiri Seoul Fashion Week." Seru seketaris pribadi Seohyun yang masuk ke dalam ruangan untuk mengingatkan Bosnya ke acara yang sangat penting.

"Lima menit lagi, Choa."

"Tidak Sajangnim, kau harus pergi sekarang." Tidak memiliki pilihan lain, Seohyun pun melepaskan Donghae dan langsung keluar ruangan begitu saja tanpa peduli Donghae sedang meringgis kesakitan akibat bahu yang ditahan Seohyun tadi sangat kuat.

"Apa lihat – lihat!." Teriak Donghae menatap seketaris Seohyun dengan tatapan marah dan tidak suka karena seketaris Ibunya menatap ia dengan tatapan rasa kasihan.

"Kau bekerja untuk Ibu ku, pasti kau juga sama jahatnya dengan dia kan!." Rancau Donghae tidak jelas sekarang, sungguh Donghae bingung dengan apa yang terjadi padanya.

"Sajangnim adalah orang yang akan melakukan apapun demi mendapatkan apa yang ia mau. Kau memiliki adik kan ?." Dheg, pernyataan Choa membuat Donghae semakin panik. Apa yang akan Ibunya lakukan terhadap sang adik yang belum mengerti apapun itu ? membentak, mengancam, atau menyakitinya ? tidak, Donghae tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Sehun. Tapi, apa yang bisa ia lakukan. Ia hanyalah seorang anak kecil berusia 12 tahun yang tidak memiliki kekuatan untuk melawan orang dewasa seperti Ibunya.

"Apa kau butuh harta warisan nenek mu itu ?."

"Tidak! Aku tidak butuh uang Nenek. Aku dan papah, bisa hidup dengan baik tanpa uang itu." Balas Donghae cepat dan Choa pun tersenyum.

"Ku sarankan lebih baik kau membuat surat untuk nenek mu. Katakan, kau tidak membutuhkan harta warisan itu dan menyerahkannya kepada Sajangnim dengan sukarela. Aku akan menjamin, Sajangnim tidak akan menyentuh adik mu."

TUK…Choa memberikan kartu namanya kepada Donghae.

"Hubungi aku, jika kau mau mengikuti saran ku tadi." Dan, Choa pun keluar ruangan meninggalkan Donghae yang sedang berpikir, kenapa keputusan sepenting ini harus dia yang putuskan.

"Bagaimana ?." Tanya Seohyun ketika Choa sudah masuk ke dalam mobil.

"Saya sudah mengatakannya. Saya yakin dia akan menelfon saya, Sajangnim." Balas Choa berwajah tenang. Ternyata dibalik rencana ini semua adalah ide dari Choa. Bukankah sebagai seketaris dari Seohyun ia sangat hebat, Bosnya hanya perlu sedikit mengertak dan dialah yang mengancam dan menuntun sang target untuk melakukan hal yang ia inginkan, demi tercapainya keinginan sang Bos.

.

.

[Dua jam sebelum acara Seoul Fashion Week]

.

TAP…

TAAAP….Dengan penyamaran yang super perfect hingga tidak dikenali oleh siapa pun, seorang Super Star bernama Cho Kyuhyun berjalan menelurusi toko – toko pakaian di daerah Cheongdam-dong dengan santai tanpa gangguan dari teriakan dan tatapan mesum penggemarnya.

"Baiklah, disini saja." Gumamnya berhenti di sebuah butik bernama Armani yaitu toko pakaian yang khusus menjual pakaian dengan merk busana ternama saja. Yesung yang mengikuti Kyuhyun di belakang hanya memutar bola matanya malas. Bocah itu sengaja mengajaknya ke toko pakaian yang tidak mampu untuk Yesung beli dengan gajinya sekali nyanyi live, Ckck.

"Tolong bawakan pakaian paling terbaru untuk dia." Seru Kyuhyun sambil menunjuk Yesung dibelakangnya dengan ibu jari.

"AKU! Tu-tunggu, ku pikir…kau ingin aku menemani mu berbelanja saja." Kaget Yesung yang membuka kaca mata hitamnya begitu saja. Sedangkan, pelayan wanita yang biasanya melihat seleb di tokonya akan bersikap setenang mungkin. Kini, sedikit histeris saat mengetahui customer mereka adalah bintang Rookie yang sedang naik daun, Kim Yesung. Lihat itu, betapa mungilnya Yesung jika dilihat secara nyata.

"Mari ikut kami." Dengan senyum ambigu, dua pelayan wanita tersebut menyeret Yesung untuk ikut ke ruangan yang akan merubah Yesung sesuai dengan karakternya.

TAP….Tidak lama Yesung keluar dari ruangan dengan stelan pakaian anak sekolahan.

"Kyu, kenapa aku harus berpakaian seperti ini." Bingung Yesung yang sekarang lengan bajunya sedang di gulung oleh Kyuhyun hingga siku. Merasa ada yang kurang, diambilnya sebuah slayer berwarna merah dan diikatkan ke kepala Yesung lalu sedikit menata rambutnya dan sempurna. Kyuhyun puas melihat Yesung berdandan anak sekolahan yang Funky namun Fresh.

"Kau mau tahu alasannya ?." Yesung menggangukkan kepalanya disela Kyuhyun mengganti mantel miliknya dengan coat berwarna coklat sepanjang betis kakinya. Dengan hanya berganti baju luaran saja, aura Kyuhyun bisa terlihat berbeda dimata Yesung

"Kau akan menemani ku di Seoul Fashion Week." Dheg, esung tersentak saat mendengar ucapan Kyuhyun barusan.

'Bukankah disana ada Siwon ?.' Batin Yesung yang mengingat kembali percakapan dirinya dan sang kekasih tadi pagi.

"A-ANIYA! Aku tidak bisa." Tolak Yesung mentah – mentah tapi dengan gelagat yang mencurigakan, sehingga Kyuhyun yang melihat sedikit memincingkan matanya.

"Wae ? berikan aku satu alasan kau menolak."

"Ka-karena, aku tidak punya tiket undang-." Sreet….Belum juga Yesung meneruskan kalimatnya, Kyuhyun sudah lebih dulu memperlihatkan dua buah tiket undangan didepan mata Yesung, hingga Yesung tidak bisa membantah lagi sekarang. Dari sekian alasan yang ada, kenapa alasan seperti itu yang keluar dari mulut Yesung.

"Tidak ada penolakan lagi, ikut atau rahasia mu akan ku bongkar." Yesung menggepalkan tanganya kuat – kuat saat melihat Kyuhyun perlahan keluar dari butik setelah membayar semua pakaian mereka berdua.

TAP…Kyuhyun menghentikan langkah kakinya ketika sebuah benda bernama kaca mata berhasil menghantam kepalanya. Terasa sakit sejujurnya, namun Kyuhyun tidak mempermasalahkan hal itu.

"Apa lagi sekarang ?." Tanyanya ketika melihat Yesung tidak bergerak dari tempatnya sama sekali, malah Yesung melemparinya kaca mata.

Yesung yang sedang bimbang, antara ikut atau tidak hanya bisa menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan. Seandainya ia ikut, maka Yesung akan bertemu dengan Siwon disana dan Siwon pasti akan salah paham padanya. Tapi, jika ia tidak ikut maka karirnya akan hancur. Masalah diantara dirinya dan Siwon saja belum menemukan titik terang, sekarang malah bertambah.

"Apa kau sedang memanfaatkan ku ?."

"Memanfaatkan mu ? hahaha….lucu sekali, apa kau merasa sedang ku manfaatkan ?."

"…." Yesung terdiam, jika dipikir – pikir Kyuhyun tidak meminta sejumlah uang padanya. Kyuhyun hanya meminta dirinya menemani ke sebuah acara, bahkan yang membayar pakaian yang ia pakai sekarang adalah Kyuhyun. Jadi, Kyuhyun tidak memanfaatkan dirinya.

"Ayolah, kau hanya menemani ku apa salahnya ? aku berjanji akan menganggap…aku tidak mendengar apapun kemarin. Bagaimana ?." Sejenak Yesung ragu mendengar tawaran Kyuhyun. Kenapa tiba – tiba Kyuhyun mengatakan hal yang seakan – akan meloloskan dirinya begitu saja dengan muudah.

"Jika aku menemani mu hari ini, bersumpahlah kau akan menjaga rahasiaku sampai mati." Mendengar pernyataan Yesung, Kyuhyun hanya bisa terkekeh.

"Yeah, aku bersumpah." Dan, mereka berdua pun berjabatan tangan sebagai tanda deal.

.

.

[Seoul Fashion Week]

.

Seoul Fashion Week atau disingkat SFW yaitu sebuah ajang pekan mode yang setiap tahunnya akan diadakan antara bulan maret – april. Semua designer berbakat dari seluruh penjuru Seoul akan hadir untuk memamerkan rancangan busanannya, berharap melalui acara ini akan ada seorang Investor atau konsumen tertarik untuk membelinya dan memasarkannya. Selain, orang – orang penting akan hadir, para selebrities yang memiliki gaya Fashion unik dan trend pun juga akan hadir dalam acara ini.

'Jika bertemu Siwon, apa yang harus aku katakan.' Batin Yesung yang sedang gelisah disela menunggu giliran untuk tampil di red carpet sebagai tamu undangan khusus para Idol.

Greb…Tanpa izin lagi, Kyuhyun menggengam tangan Yesung dan maju perlahan menelusuri red carpet di depannya dengan santai. Apa yang Kyuhyun lakukan sekarang benar – benar membuat Yesung berdecis kesal, bergandengan tangan tidak ada dalam perjanjiannya mereka kan tadi.

"Bersikaplah professional dan jangan melawan." Bisik Kyuhyun yang terlihat dikamera seperti sedang mencium pipi Yesung.

Klik….Klik….Sadar banyak wartawan sedang memotret dirinya, Yesung yang seperti memiliki kepribadian ganda menghela nafasnya dan mimik wajahnya langsung berubah drastis. Aura charming sang Idol Rookie terpancar dari dirinya. Dengan senyum manis, Yesung melambaikan tangannya ke kamera menyapa satu persatu penggemarnya dirumah. Bahkan, Yesung menggeratkan pegangan tangannya bersama Kyuhyun untuk menunjukkan bahwa mereka teman yang sangat akrab.

'Dimana dia…' Batin Yesung yang mencari – cari sosok Siwon ketika ia masuk ke dalam ruangan. Sambil dituntun oleh Kyuhyun yang sedang mencari nomor kursi mereka, Yesung tidak menyadari bahwa satu pria tampan sejak tadi memperhatikan dirinya.

"Disini rupanya kursi kita. Jja, duduklah." Yesung menganggukkan kepalanya sebagai tanda ucapan terima kasih, hebat juga Cho Kyuhyun mendapatkan View Spot dibarisan paling depan. Menyadari disamping tempat duduknya adalah aktor senior, Ahn Jaehyun. Yesung pun tidak melewatkan waktunya dengan mengajak Jaehyun berbincang – bincang sebentar sebelum acaranya dimulai.

"Siwon, bukankah itu Yesung." Kaget Minhyuk yang tidak menyangka akan melihat Yesung duduk tepat disebrangnya.

"Heem…" Balas Siwon sambil terus menatap Yesung dengan tatapan datar.

"Hahaha, gomawo Jaehyun…aku harus banyak belajar darimu, hahaha." Dheg, Tawa Yesung seketika langsung berhenti ketika matanya tidak sengaja menatap ke arah depan dan melihat sosok kekasihnya, Choi Siwon.

Damn, dari sekian nomor kursi yang ada, kenapa ? kenapa nomor kursi dirinya dan Siwon harus berhadapan satu sama lain ? apakah ini rencana Kyuhyun ? diliriknya Kyuhyun yang sedang berbincang dengan artis lain disampingnya. Jika Yesung perhatikan, dari gerak – gerik Kyuhyun dan Siwon, mereka tidak saling kenal secara pribadi.

'Wonnie….' Batin Yesung yang melihat Siwon memberikan dirinya sebuah senyuman untuk menyapa.

'Sial!.' Yesung pun melirik ke arah lain dan menahan dirinya agar tidak lost control. Jika saja tidak ada kamera yang sedang menyorot, Yesung pastikan ia akan ke tempat Siwon dan menjelaskan apa yang terjadi padanya saat ini. Sungguh dirinya tidak ada niat sedikit pun untuk berbohong pada Siwon.

"Bukankah tadi kau bilang Yesung tidak akan datang ?." Bisik Minhyuk pada Siwon kali ini.

"Itu yang dia katakan padaku tadi pagi."

"Dia datang bersama Kyuhyun, apakah kau tahu hal itu ?."

"Tidak dan berhenti bertanya Minhyuk-ah." Mendengar nada bicara Siwon sudah berubah dingin dan ketus, Minhyuk akhirnya memilih diam dan membaca brosur yang ia terima ketika masuk tadi.

'Tunggu, jika Yesung dan aku ada disini, lalu siapa yang menjaga Hae dan Sehun ?.' Entah hati Siwon terbuat dari apa, se-kesal dan semarah apapun ia terhadap Yesung. Disaat seperti ini Siwon masih ingat dengan anak – anak Yesung.

"Mau kemana dia ?." Gumam Yesung ketika melihat Siwon tiba – tiba meninggalkan acara begitu saja setelah berbicara pada pemuda disampingnya. Yesung yang refleks ingin mengejar Siwon, secara mengejutkan langsung ditahan oleh Kyuhyun.

"Acara akan segera dimulai, ingat janji mu." Yesung mengigit bibir bawahnya sekali lagi. Yesung benar – benar tidak memiliki pilihan lain sekarang, ia tidak bisa mengejar Siwon, ia sudah berjanji pada Kyuhyun untuk menemaninya sampai acara selesai.

'Mianhae wonnie….Jeongmal mianhae.' Batin Yesung yang kembali duduk dikursinya. Selama acara berlangsung, Yesung tidak menatap sama sekali acara parade busanan di depannya. Model – model cantik yang berlegak – lengok di atas catwalk ia hiraukan. Didalam pikiran dan hati Yesung saat ini adalah ia ingin segera keluar dan bertemu dengan Siwon, itu saja.

"Busana musim panas tadi adalah hasil karya dari seorang Designer muda bernama Kim Seohyun yang mungkin tuan dan nyonya sudah ketahui…" Yesung menggerutkan dahinya ketika mendengar nama yang cukup familiar ditelinga Yesung saat disebutkan oleh MC. Mungkinkah itu Seohyun sang mantan istrinya ?

'Kkkkk…tidak mungkin.' Batin Yesung yang sedikit tertawa geli, bukankah di dunia ini banyak warga Korea yang memiliki nama Kim Seohyun.

"Kita langsung panggil saja…ini dia Miss Seohyun." Dan, benar saja apa yang Yesung pikirkan menjadi kenyataan, wanita yang suka sekali berpakaian tradisional asal China itu keluar membawa sebuah karangan bunga lalu berjalan di panggung catwalk untuk memberikan rasa terima kasihnya pada tamu yang hadir.

TAP…Seohyun berhenti tepat di depan Yesung ketika ia melihat mantan suaminya ternyata datang ke acara SFW. Sambil tersenyum, Seohyun membungkukkan badannya didepan Yesung dan itu membuat Kyuhyun serta penonton lainnya terkejut melihat seorang Designer terkenal memberikan salam secara pribadi pada Yesung.

"Miss Seohyun, ku lihat tadi kau memberikan salam pada pria disana itu. Siapakah dia ?." Tanya MC ketika Seohyun sudah kembali dari memberi salam.

"Kim Yesung di China sangat terkenal sekali. Maka dari itu, ketika aku tiba di Korea, aku benar – benar ingin melihat dirinya dari dekat. Dan, aku terkejut saat tadi melihat dirinya ada dibangku penonton. Hahaha." Jelas Seohyun yang benar – benar pintar sekali membual dan berakting.

"Apakah kau penggemarnya ?."

"Mungkin, hahaha."

"WOOW….Kim Yesung, kau benar – benar, Wow." Puji Jaehyun pada Hoobae-nya, sungguh Jaehyun tidak bisa mengungkapkan rasa terkejut dan kagetnya pada Yesung. Pesona Kim Yesung benar – benar sangat menakjubkan. Tidak hanya, dari kalangan seleb atau masyarakat lokal dan luar negeri saja bisa Yesung taklukan, tapi seorang Designer berbakat dan terkenal seperti Seohyun pun bisa menjadi penggemarnya juga.

'Wanita itu!." Geram Yesung saat melihat Seohyun tersenyum sinis padanya. Dan, Kyuhyun yang sejak tadi melihat Yesung serta Seohyun bergantian hanya melipat kedua tangannya di dada. Sekarang Kyuhyun yakin, tidak ada cinta untuk Seohyun dimata Yesung sekarang.

.

.

[Other Side]

.

Didalam ruangan yang gelap dan penuh dengan mainan, terlihat satu sosok bocah berusia 12 tahun sedang sibuk menulis dimeja belajarnya. Hanya dengan bermodal lampu belajar yang menjadi sumber cahayanya. Donghae menuliskan beberapa kalimat bahasa inggris cukup panjang dikertas. Mengingat surat yang sedang ia buat akan ditunjukkan pada sang nenek di China, Donghae yang tidak mengerti bahasa mandarin pun akhirnya menuliskan surat ke dalam bahasa inggris, karena Donghae tahu neneknya akan mengerti. Lagipula, tanpa sepengetahuan Yesung. Donghae sebenarnya sudah menguasai bahasa asing seperti Inggris sejak kecil. Dan, itu berkat sang Ibu yang pintar dan sering mengajari ia untuk berbicara menggunakan inggris ditambah di sekolah ia memperhatikan pelajaran dengan baik.

"Love You Grandma, Ur little prince Donghae and Sehun,." Gumamnya yang menuliskan ucapannya persis dibawah surat sebagai tanda si pengirim. Dilipatnya kertas surat itu hingga berbentuk sebuah ikan, lalu diambilnya amplop yang bergambar senada dari surat yang ia bentuk tadi. Menjilatnya sedikit agar tertempel dengan baik, dan…

"SUDAH JADIIII…" Teriak Donghae senang sambil mengangkat surat tersebut tinggi – tinggi. Akhirnya, Donghae bisa menyelesaikan surat untuk sang nenek. Inilah jalan yang Donghae ambil, walaupun ia tidak mendiskusikannya terlebih dahulu kepada Yesung, tapi Donghae yakin inilah yang terbaik agar hidup papah dan adiknya damai seperti dulu tanpa gangguan apapun. Toh, Donghae dan Sehun memang tidak memerlukan harta neneknya, yang mereka perlukan adalah papahnya saja.

TOK….

TOOOK….Mendengar suara ketukan pintu, dengan buru – buru Donghae memasukkan surat tersebut ke dalam tas sekolahnya.

"Hae, apa kau sudah selesai mengerjakan PR mu ?." Tanya pria tampan yang sedikit menyembulkan kepalanya masuk ke dalam kamar.

"Nde, papah Siwon…." Cenggir Donghae sambil memeluk tas sekolahnya. Sejenak, Siwon mendelik ke arah Donghae, entah kenapa Siwon melihat gerak – gerik yang mencurigakan.

"Papah Siwon~ jangan menatap ku seperti itu." Donghae mulai bertingkah imut seperti yang Yesung lakukan, berharap dengan melakukan Aegyo seperti ini Siwon tidak menatap dirinya lagi dengan tatapan tajam yang membuat ia menjadi bersalah karena telah menyembunyikan sesuatu.

"Cepat keluar, adikmu sudah menunggu lama." BLAAM….Donghae langsung bernafas lega, setelah memastikan suratnya sudah berada di dalam tas cukup dalam, Donghae mengambil ponsel miliknya yang sengaja dibelikan oleh Yesung untuk menelfon dirinya jika terjadi sesuatu.

Ditekannya nomor yang tertera dikartu bertuliskan CHOA pada ponselnya, setelah mendengar nomor telah tersambung, Donghae langsung masuk kedalam kamar mandi dan mengunci pintu.

"Yeoboseyo."

"A-aku sudah menulis surat untuk nenek ku sesuai yang kau minta."

"Apakah kau Donghae ?"

"Nde…"

"Kalau begitu besok setelah pulang sekolah, temui aku di toko es krim dekat sekolah mu. Jangan lupa bawa suratnya. Dan, ingat jangan sampai Ayah mu tahu tentang hal ini, mengerti ?."

"Baik…" Donghae pun mematikan sambungan telefonnya dan menghembuskan nafas panjang untuk menghilangkan rasa gemetar dan tegangnya. Ternyata Berbicara dengan seketaris Ibunya melalui telefon ataupun langsung sama – sama membuat Donghae takut.

.

.

"Baiklah, hari ini kita akan memasak Omelet daging!."

"Yeeey…omeyet…omeyet." Karena tidak adanya Yesung ditengah mereka, dengan bermodal sebuah ponsel canggih milik Siwon yang menampilkan menu masakan hasil browsing. Siwon, Donghae dan Sehun sepakat malam ini akan membuat makanan bersama – sama.

"Baiklah papah akan sebutkan bahannya, kau siap ?." Tanya Siwon pada Donghae yang sudah berdiri di depan kulkas dua pintunya. Kapan pun Siwon mulai, ia akan selalu siap.

"Bawang merah, bawang bombay, daun bawang, telur ayam, lalu daging…." Seru Siwon membaca satu persatu bahan yang tertulis di layar ponselnya dengan lantang, sedangkan Donghae yang mendengar bahan yang disebutkan oleh Siwon tentu saja langsung mengambil bahan – bahan tersebut didalam kulkas dan menaruhnya di meja.

"Ngh ? siapa yang mengambil ini ?." Heran Siwon ketika mengecek bahan makanan melihat ada sebatang coklat.

"Thehun…"

"Kkkkkk~….kita tidak butuh coklat Sehun-ah." Setelah mengembalikan coklat batangan yang diambil oleh Sehun ke dalam kulkas. Kini pria dewasa satu – satunya yang ada disana mulai memecahkan 5 butir telur ke dalam mangkuk besar dan mengocoknya secara cepat.

Sehun yang melihat Siwon sedang menjadi Chef sementara, hanya bisa menatap kagum dan terpesona akan sosok calon papahnya ini. Kenapa papahnya itu bisa sangat tampan di dalam dapur ? Sadar, papahnya terlihat begitu tampan saat mengocok telur. Sehun pun ingin melakukan hal yang sama seperti papahnya.

"Hunnie mau melakukan ityu thuja..." Ucap Sehun hingga membuat Siwon menghentikan acara mengocok telurnya. Awalnya Siwon ragu memberikan mangkuk berisi telur ditanganya itu pada bocah kecil seperti Sehun, tapi melihat serangan memohon dari puppy eye yang diberikan Sehun, Siwon pun menjadi luluh dan tidak tega untuk menolak.

"Ah…baiklah, Sehun yang akan mengocok telurnya." Dan, Sehun sangat gembira ketika menerima alat pengocok telur dari Siwon. Entah kenapa, dimata Sehun itu terlihat seperti sebuah pusaka. Dengan susah payah, Sehun memegang mangkuk besar didepannya dan menggerakan alat pengocok telur arah memutar jarum jam.

"Hiks…." Disudut dapur tidak jauh dari Siwon dan Sehun, terlihat Donghae sedang memotong bawang merah, bombay dan daun bawang sambil menggerjap – ngerjap matanya yang perih akibat efek dari memotong si bawang. Donghae sebenarnya sudah biasa dalam hal memasak, tapi entah kenapa setiap dirinya memotong bahan – bahan seperti cabai dan bawang, matanya tetap saja perih.

"Papah Siwon, mata ku perih…" Adu Donghae yang sudah berhasil memotong semua bawang menjadi potongan kecil. Melihat hasil perjuangan Donghae sampai seperti ini, Siwon pun terkekeh lalu menggusap kepala bocah 12 tahun itu dengan lembut.

"Baiklah! Sekarang giliran papah!."

TAK….

TAAAK….. TAAAK….Siwon mencincang daging 150gram sapi di depannya dengan pisau besar di tangan kiri dan kanan secara bersamaan. Melihat skill mencincang dari Siwon yang begitu cepat dan lihai, Donghae dan Sehun menjadi heboh bahkan mereka berdua memberikan tepuk tangan untuk Siwon.

"Papah hebat/papah keyen…" Puji keduanya membuat Siwon jadi besar kepala, sebenarnya dalam mencincang daging tidak harus memiliki skill memasak yang pro, Siwon hanya perlu mencacah daging di depannya asal dengan tempo cepat.

PLUK….Setelah semua bahan siap, Siwon menuangkan semua bahan ke dalam mangkuk berisi telur yang sudah dikocok oleh Sehun, menambahkan sedikit garam, lada dan penyedap rasa. Siwon mengaduknya dengan sendok sebentar hingga tercampur menjadi satu.

CESSS….Harum semerbak dari aroma yang dihasilkan omelet yang hampir matang membuat Donghae dan Sehun menelan ludahnya tidak sabar untuk memakannya.

"Sehun-ah, apakah benar dia akan menjadi papah kita ? aku benar – benar tidak percaya, orang se-perfect dia bisa menyukai papah kita." Oceh Donghae yang tidak percaya bahwa pria yang sedang memasak berbalut kemeja putih dengan kedua lengan baju yang di gulung, lalu ditambah pose tangan kiri bertolak pinggang dan spatula ditangan kanannya untuk membolak – balik omelet membuat Siwon terlihat seperti seorang master chef tampan yang sering muncul di TV.

"Omeyet…Hunnie mau omeyet." Teriak Sehun tidak menanggapi ocehan Donghae. Bahkan, saking tidak tertariknya mendengar curhatan sang kakak, dengan sengaja Sehun menggetokkan garpu ke piring agar Siwon cepat menyajikan omeletnya dari pada ia harus mendengar ucapan Donghae yang Sehun sediri tidak mengerti.

"Yaish, kau mengacuhkan ku, ayo minta maaf." Sungut Donghae yang langsung mencubit pipi Sehun seperti karet yang bisa memelar panjang dan kembali ke bentuk semula.

"Mianyeyo Hyungie." Lirih Sehun dengan wajah anehnya. Cubit, getok, cium, elusan, ledekan, apapun itu namanya sebagai adik, Sehun hanya bisa pasrah jika sang kakak sedang menjadikan dirinya mainan. Siwon yang dari tadi melihat kelakuan Donghae yang suka sekali menjahili Sehun hanya bisa terkekeh.

"Yuhuu…Omeletnya sudah matang." Seru Siwon sengaja menganggu acara Donghae yang sedang membully Sehun.

"Thehun duluan poko na." Sehun langsung menyodorkan piring bergambar Rillakumanya kearah Siwon sebelum Donghae menyodorkan piringnya. Dan, Donghae hanya bisa berdecis kesal disela Siwon membagikan omelet yang sudah dipotong dengan ukuran sama. Seharusnya, Donghae mendapatkan bagian yang lebih besar dari pada Sehun karena dia anak pertama.

Nyam…Secara bersamaan Donghae dan Sehun memakan omelet mereka.

"Bagaimana ?." Tanya Siwon dengan wajah antusias. Pasalnya, ini pertama kali untuk Siwon memasak dengan bahan makanan lebih dari 3 bahan. Biasanya Siwon yang tinggal sendirian di apartement akan memilih memesan makanan diluar dan memasaknya kembali dengan memberikan beberapa tambahan bumbu atau sayur kalau dirasa kurang.

"Enaaak / Enyaak." Seru Donghae dan Sehun kompak sambil memberikan jempol mereka berdua. Sedangkan, Siwon yang mendengar pujian dari calon anak – anaknya, tanpa sadar tersenyum senang. Tidak menyesal ia memilih menemani Donghae dan Sehun di apartement dari pada di acara SFW. Jika saja Siwon tetap memaksakan diri disana, entah apa yang terjadi.

"Kalau begitu habiskan." Siwon pun ikut bergabung makan bersama Donghae dan Sehun.

"Thehun mau thuja pake thaus, Hyung."

"Kau pake saus tomat saja."

"Yak! itu juice milik Hyung. Kenapa diminum."

Disela makan mereka yang penuh hikmat dan gaduh, terlihat Siwon makan dengan wajah termenung dan tatapan kosong. Sejujurnya, masalah Yesung yang pergi bersama Kyuhyun masih bisa dimengerti oleh Siwon jika tahap kedekatannya tidak terlalu ekstrim seperti yang mereka lakukan di MV kemarin. Lagi pula, ketika menjadi Fanboy Yesung dulu, melihat Yesung skin-ship dengan beberapa artis sudah sering Siwon lihat. Tapi, yang membuat Siwon kesal dan marah adalah Yesung telah berbohong padanya. Baiklah, Siwon akui ia juga telah berbohong pada Yesung. Mungkinkah ini cara Yesung balas dendam padanya.

"Hae, apa aku boleh mengatakan sesuatu ?." Tanya Siwon sambil melirik Donghae yang sedang sibuk membersihkan bibir Sehun dari sisa saus tomat dan dagunya. Walaupun Sehun suka menyebalkan, tapi Donghae tetap saja tidak bisa melihat adiknya kotor.

"Tentu papah Siwon." Jawab Donghae yang kembali melanjutkan makannya.

"Haaaa." Siwon menghirup udara lagi dan membuangnya dari mulut beberapa kali untuk merilekskan dirinya agar tidak terlalu tegang. Karena, saat ini Siwon akan mengungkapkan jati dirinya kepada Donghae.

"Aku adalah seorang direktur dari salah satu perusahaan besar di Korea."

"Aku tahu, papah."

"Kau sudah mengetahuinya ?! ta-tapi, dari siapa ?."

"Papah ingat tidak, ketika aku dan Sehun berkunjung ke kantor papah ? dari sana aku sudah menebak bahwa papah adalah seorang direktur bukan asisten pribadi."

"Kau tidak marah padaku, aku kan sudah merahasiakan jati diriku padamu." Donghae menggelengkan kepalanya lalu beranjak dari duduknya dan membawa piring kotor bekas makannya ke cucian piring. Siwon yang melihat reaksi Donghae seperti tidak masalah akan latar belakangnya merasa bersyukur dan lega. Padahal, Siwon sudah mempersiapkan hatinya jika Donghae terkejut atau mungkin mengusirnya karena merasa ditipu.

"Papah bisa bawakan piring Sehun ke sini ?." Sambil menggendong Sehun, Siwon membawa piring kotor miliknya dan juga Sehun ke tempat cucian piring. Donghae bersikap seperti tidak terjadi sesuatu, bahkan dia tetap memanggil Siwon papah.

"Papah bermain saja dengan Sehun, ini biar aku yang kerjakan." Seru Donghae mengambil piring kotor dari tangan Siwon lalu mengusirnya dengan kaki seakan – akan Siwon adalah kucing yang tidak boleh ada di dapur.

"Hyung mu mengusir kita Sehun-ah…ayoo kita pergi dari sini, ngeeng~." Seru Siwon mengangkat tubuh Sehun seperti sebuah pesawat terbang.

"Idiot…hahaha." Tawa Donghae sambil tetap mencuci piringnya.

.

.

Buukk….Yesung menutup pintu mobil audi putih di depannya lalu merundukkan kepalanya sedikit agar bisa berpamitan langsung pada sosok pria yang berada di kemudi mobil.

"Gomawo, sudah mengantar ku kyu."

"Tidak masalah, sampai besok Hyung…hahaha." Tawa Kyuhyun yang merasa aneh memanggil Yesung dengan sebutan Hyung. Masalahnya di mata Kyuhyun, Yesung tetap saja terlihat seperti seorang Rookie muda walaupun ia sudah tahu umur sesungguhnya Yesung dan statusnya.

"Akhh….Tunggu sebentar hyung, sewaktu kita di toko pakaian tadi. Aku membeli beberapa pakaian anak – anak, semoga ukurannya pas untuk anak mu." Seru Kyuhyun mengambil dua paper bag dibangku belakang dan memberikannya kepada Yesung lewat jendela mobil.

Penasaran dengan isi paper bag yang diberikan oleh Kyuhyun. Yesung membuka paper bag tersebut dan melihat terdapat dua rangkap baju ukuran anak – anak lengkap dengan kotak yang Yesung yakini berisi PSP model terbaru.

"Ada maksud terselubung apa kau memberikan anak – anak ku pakaian ?." Curiga Yesung yang melihat Kyuhyun berubah menjadi baik.

"Ayolah Yesung, aku ini sebenarnya artis yang baik dan ramah." Mendengar Kyuhyun memuji dirinya sendiri, Yesung hanya berdecis namun tertawa pada akhirnya.

"Baiklah, aku pulang…Annyeong." Yesung melambaikan tangannya pada mobil Kyuhyun yang sedang melaju meninggalkan dirinya. Dan, Yesung menghela nafas saat dirinya memasuki apartement melalui parkiran basemant. Hari ini banyak hal terjadi padanya. Tapi, untunglah Kyuhyun tidak sejahat dan seburuk apa yang sudah Yesung pikirkan sebelumnya. Anak tidak tahu sopan santun dan bermulut pedas itu sangat baik jika kita benar – benar di anggap teman olehnya.

Ting…Pintu lift terbuka dan Yesung menelurusi lorong apartementnya dengan wajah cemas dan gelisah. Pesan seorang pemuda bernama Minhyuk yang memberitahukan dirinya bahwa Siwon berada di apartementnya ketika acara SFW berakhir membuat Yesung uring – uringan.

"Haaahh…" Hela Yesung setelah menekan kata sandi pintunya, Yesung benar – benar tidak tahu harus berwajah seperti apa nanti ketika bertemu Siwon. Dengan tidak semangat, Yesung mendorong pintu apartementnya dan hal pertama yang ia lihat adalah Yesung menemukan sepatu Siwon sudah berada di rak sepatu miliknya.

'Dia benar – benar disini.' Batin Yesung disela melepaskan sepatunya. Perlahan Yesung masuk kedalam rumah dengan cara menggendap – endap seperti maling ingin merampok sebuah rumah mewah.

'Tunggu! kenapa aku mengintip, ini kan rumah ku.' Batin Yesung lagi sembari memukul kepalanya sendiri. Diedarkannya mata ke seluruh sudut ruangan dan saat melihat TV masih menyiarkan saluran acara kartun Disney World tanpa ada orang yang menonton, Yesung pun berinisiatif mematikan TV tersebut agar tidak membuang – buang uangnya untuk membayar tagihan listrik yang membludak. Bukankah mencari uang di zaman modern seperti ini sangat sulit, terlebih untuk Yesung yang tidak memiliki visual menyakinkan.

BLAAM…mendengar suara pintu yang ditutup, Yesung dengan cepat membalikkan badannya dan ia terkejut saat melihat sosok pria yang Yesung pikir sudah tidur, sekarang berdiri dihadapannya.

"Si-siwon…." Lirih Yesung sambil menggelus dada karena jantungnya tadi dikejutkan oleh sang kekasih yang seenaknya saja menutup pintu kamar dengan keras. Apakah Siwon sengaja melakukan itu ? entahlah, yang jelas Siwon sama terkejutnya ketika melihat Yesung sudah pulang ke rumah pada pukul 09:00PM. Padahal, Siwon pikir Yesung akan pulang tengah malam atau mungkin pagi, mengingat Yesung pergi dengan Kyuhyun pasti akan terjadi sesuatu kan.

TAP…

TAP…Melihat Siwon berjalan mendekati dirinya dalam keadaan diam seribu bahasa, Yesung hanya bisa tersenyum kikuk dan mempasrahkan dirinya kepada Tuhan. Apapun yang terjadi sekarang, entah itu Siwon murka atau memaki dirinya atau bahkan memukulnya Yesung akan terima.

Berulang kali Yesung menelan ludahnya agar tidak gugup. Haruskah ia melakukan aegyo untuk membuat Siwon berhenti menatap dirinya dengan tatapan datar seperti itu atau mungkin, ia harus bernyanyi live untuk membuat Siwon berdecak kagum dan akhirnya bicara padanya.

"Menyingkirlah…" Dheg, Sakit…Yesung merasakan jantungnya seperti berhenti berdetak sesaat ketika mendengar suara Siwon yang menyuruhnya untuk pergi. Semarah itukah Siwon padanya hingga ia tidak ingin lagi melihat wajahnya. Yesung yang hanya bisa merundukkan kepalanya dalam – dalam, menahan air mata yang sudah berkaca – kaca ini.

"Kau menginjak buku gambar Sehun."

"Hah ?." Yesung langsung mendongkkan kepalanya untuk menatap Siwon sebentar lalu dengan cepat menatap kebawah lagi. Terlihat dibawah sana kaki mungilnya sedang berada di atas buku gambar milik Sehun. Jadi, dari tadi Siwon menatap dirinya karena ia telah menginjak buku Sehun dan menyuruhnya menyingkir karna ia mau mengambil. Siwon pun berjongkok untuk meraih buku gambar Sehun dan refleks Yesung memundurkan langkah kakinya.

"Apa kau sudah makan ? tadi aku membuat omelet bersama Hae dan Sehun." Tanya Siwon disela membereskan buku – buku milik Sehun yang tercecer diruang TV dengan sigap.

"A-aku sudah makan diluar." Jawab Yesung sedikit gugup dan entah kenapa rumahnya terasa panas. Mungkinkah hawa panas itu berasal dari Siwon yang sedang menahan amarah.

Sraak…Disela menumpukkan buku milik Sehun dimeja, Siwon tidak sengaja melihat paper bag yang masih dibawa – bawa oleh Yesung ditangan.

"Apakah itu dari Cho Kyuhyun ?." Tanya Siwon yang sedang tersenyum miris. Sepertinya Kyuhyun dan Yesung bersenang – senang selama ia tidak ada. Sebenarnya, sedekat apa hubungan antara Kyuhyun dan Yesung yang tidak diketahui oleh Siwon. Berbagai pikiran buruk tentang Yesung kini menjalar diotaknya.

"Nde…ini untuk Hae dan Sehun…" Gyut, Siwon memejamkan matanya menahan sakit yang ia rasakan. Jadi, selain dirinya ternyata Cho Kyuhyun juga mengetahui rahasia Yesung. Dan, bahkan Kyuhyun membelikan hadiah untuk anak – anaknya. Bukankah ini sudah jelas bahwa Cho Kyuhyun menyukai Yesung dengan berusaha mengambil hati anak – anaknya.

'Sepertinya aku akan dibuang…' Batin Siwon yang merasakan dirinya tidak lama lagi pasti akan disingkirkan oleh Yesung seperti barang rongsokan. Karena, cara yang dipakai oleh Kyuhyun mirip sekali dengan yang Siwon lakukan untuk mendekati Yesungnya ? pertama, Siwon menggunakan anak – anak Yesung untuk bertemu lalu semakin akrab mereka bersama, Yesung pun menjadi menyukainya. Dan, tidak lama lagi pasti Yesung akan menyukai Kyuhyun.

"Well, selamat kalau begitu." Ucap Siwon Ambigu yang perlahan bangun dari jongkoknya setelah selesai merapikan buku – buku milik Sehun.

"Apa maksud mu ? aku dan Kyuhyun tidak ada hubu-..."

"Lusa aku akan ke Amerika untuk bisnis selama 2 bulan. Ku pikir, jika kau ada Job. Aku ingin mengirim seketaris pribadiku Minhyuk untuk menjaga Hae dan Sehun selama kau tidak ada. Tapi, sepertinya sudah ada yang lain." Jelas Siwon berjalan ke arah dapur untuk mengambil sebotol air mineral dingin. Jujur saja, emosi Siwon sekarang sedang tidak stabil. Jadi, mungkin dengan sedikit minum air dingin akan membantu meredakan emosinya yang ada dikepala dan hati.

Braak…Yesung membuang paper bag dari tangannya ke lantai begitu saja saat melihat Siwon tidak mau mendengarkan penjelasanya sama sekali dan bahkan ia mengatakan akan pergi selama dua bulan. Dengan langkah kesal, Yesung menyusul Siwon ke dapur dan merebut botol air mineral yang baru saja diminum seteguk oleh Siwon.

"AKU DAN KYUHYUN TIDAK ADA HUBUNGAN APA – APA! DIA TADI MEMAKSA KU UNTUK IKUT KE ACARA FASHION WEEK DAN KAU BILANG APA ? KAU AKAN PERGI SELAMA 2 BULAN DAN MENGIRIMKAN PRIA LAIN KE RUMAH KU UNTUK MENJAGA KEDUA PUTRA KU….AKU TIDAK MAU!." Teriak Yesung dengan nafas menggebu – ngebu.

Siwon yang baru pertama kali melihat Yesung se-emosional sekarang dengan berkoar – koar seperti ini menggerjap matanya beberapa kali. Benarkan, yang ia lihat saat ini adalah Yesung. Sungguh saat Yesung berteriak untuk meluapkan rasa kesalnya, Siwon hampir saja tidak bisa mengenali Yesung. Karena, wajah Yesung ketika murka tadi sangat garang.

"Kemarin malam Kyuhyun…." Akhirnya Yesung menceritakan semua apa yang terjadi pada Siwon hingga dirinya bisa datang bersama dengan Kyuhyun di KFW.

"Lalu, kenapa kau tidak mau ada pria lain ke rumah mu untuk menjaga Sehun dan Donghae ?." Yesung langsung membalikkan badannya dan berjalan keluar dari dapur. Kenapa Siwon tidak peka akan kalimatnya ? Siwon yang belum mendapatkan jawaban akhirnya mengikuti Yesung dan menahan lengannya untuk tidak menghindarinya lagi.

TAP…Tanpa sadar mereka berdua berdiri di depan pintu kamar Donghae dan Sehun.

"Karena hanya kau saja yang boleh masuk ke dalam rumahku." Ucap Yesung menjawab rasa penasaran Siwon. Bolehkah…Bolehkah Siwon mempercayai kalimat Yesung yang tersirat perasaan bahwa ia mencintai dirinya juga ? Melihat semburat merah muncul dipipi Yesung dari samping, Siwon pun tersenyum. Perlahan, Siwon menarik Yesung kedalam pelukannya.

Dheg….Dheg….Dheg….Jantung Yesung berdebar hebat sekarang saat matanya dan mata Siwon saling bertemu. Wajah Siwon yang semakin lama semakin dekat membuat Yesung sulit bernafas.

'Kami akan berciuman.' Batin Yesung yang sudah memejamkan matanya dan benar saja apa yang ia pikirkan terjadi, Yesung merasakan sesuatu yang lembut dan kenyal sedang memanjakan bibirnya.

"Nnghh." Erang Yesung saat Siwon memperdalam ciumannya, puas mencium Yesung. Siwon perlahan melepaskan ciumannya dan mengusap bibir kekasihnya itu dengan lembut.

"Mianhae Wonnie."

"Aku juga minta maaf telah merahasiakan jati diriku padamu. Seharusnya sejak awal aku mengatakannya bahwa aku bukan sembarangan Fanboy." Balas Siwon sedikit bercanda dan Yesung dengan wajah merah merona dan malu – malu manja memukul dada ringan Siwon.

"Belpelukan~." Tiba – tiba Yesung dan Siwon merasakan ada sesuatu yang memeluk kaki mereka berdua, sejenak mereka saling pandang dan secara bersamaan mengalihkan matanya kearah samping kanan bawah.

"Hehehe…Thita Belpelukan~." Ucap Sehun lagi sambil memeluk kaki orang tuanya dengan wajah super senang.

Kreet….Pintu kamar terbuka lebar dan kini sang anak sulung Donghae keluar dari kamar dengan menggusap – usap kepalanya sambil meringgis kesakitan.

"Mian papah, aku sudah berusaha untuk mencegah Sehun agar tidak keluar dan menggangu. Tapi, Sehun memukul ku dengan pistol mainannya." Adu Donghae sambil menatap Sehun dengan tatapan sebel. Karena, Sehun sudah berani memukul kepala kakaknya dengan pistol sekeras tadi hingga benjol. Baik Siwon dan Yesung yang melihat kelakuan dua anaknya, sejenak menahan tawanya lalu tidak lama tertawa lepas. Jadi, mereka sejak tadi mengintip tingkah Yesung dan Siwon.

Sreeet…Siwon melepaskan pelukannya pada Yesung dan beralih ke Donghae untuk menggusap kepala calon anak sulungnya yang sudah menjadi korban si bungsu. Diperlakuan selembut itu oleh Siwon, Donghae yang jaim langsung memegang tangan Siwon yang ada diatas kepalanya dan mengatakan ia bukan anak kecil lagi.

"Jadi, Kalian belum tidur eum." Seru Yesung yang menggendong Sehun lalu menggecup pipi serta perutnya hingga membuat Sehun menggeluarkan suara – suara lucu karena geli perutnya diciumi oleh Yesung.

"Bagaimana kalau kita tidur bersama ?." Ajak Siwon refleks dan Donghae lagi – lagi menunjukkan rasa penolakan yang berbeda dengan semburat merah diwajahnya.

"Setuju!." Balas Yesung semangat.

"Hae, kemarilah!." AJak Siwon atau lebih tepatnya memaksa Donghae untuk tidur dalam dekapannya, awalnya Donghae memang memberontak namun lama – lama Donghae tersenyum senang karena pelukan Siwon terasa hangat seperti papahnya, Yesung.

"Uggh…My hunnie~." Lirih Yesung yang sedang asik mendekap tubuh Sehun diranjang dengan gemas. Didalam ruangan yang penuh dengan mainan dan atap kamar yang menggambarkan bintang serta kapal luar angkasa. Yesung dan Siwon yang menemani kedua anaknya tidur didalam kamar sang anak, membuat kasur yang bertipe single bed tersebut terasa semakin sempit namun tidak menggurangi rasa senang dan hangat yang menjalar dari hati Sehun dan Donghae.

"Ngh ?." Yesung sedikit menggerutkan dahinya ketika melihat Siwon yang berada disebrang kasurnya seperti mencoba mengatakan sesuatu.

"Nado Saranghae." Balas Yesung tanpa suara yang mengetahui gerakan bibir Siwon tadi ternyata mengucapkan kata Saranghae untuknya. Setelah saling mengucapkan kata cinta, Siwon dan Yesung memejamkan matanya dan terlelap bersama Donghae dan Sehun yang sudah lebih dulu masuk kedalam mimpi.

.

.

"Hyungie, thita mau kemana ?." Bingung Sehun yang sedang dituntun oleh Donghae bukanlah jalan menuju rumah melainkan kearah lain yang Sehun tidak ketahui.

"Kita akan beli es krim, Sehun suka es krim kan ? ." Mendengar kata es krim tentu saja Sehun mengganguk senang. Berjalan bergandengan tangan dengan sang hyung untuk membeli es krim kesukaannya.

"Twinthel…twinthel litthle stal. How I wondel what you ale, Up abop the wold so high…." Nyanyi Sehun yang tidak henti – hentinya bernyanyi lagu Twinkle – twinkle little star, sepertinya Sehun menuruni bakat Yesung. Terbukti diantara Sehun dan Donghae, Sehunlah yang terlihat lebih tertarik dengan musik khususnya dalam bernyanyi. Sedangkan Donghae yang sudah terbiasa me-manage keluarganya, menjadikan diri Donghae pribadi yang mandiri dan bisa andalakan oleh siapa saja, sangat cocok jika memang Yesung dan Siwon menikah kelak, Donghae yang meneruskan perusahaan Choi grup.

"Jjaa…kita masuk Sehun-ah." Didorongnya pintu toko penjual es krim dan terlihat di dalam sudah banyak sekali anak – anak seusia dirinya bersama ibu atau ayahnya membeli es krim entah itu dalam bentuk stick, cone atau cup. Selain menjual es krim, ditoko ini juga menyediakan berbagai makanan bertema serba es krim seperi waffle, cake, creepe, pancake dll. Tapi, Donghae datang bukan untuk mencicipi semua makanan itu, Donghae datang karena akan bertemu dengan Choa, seketaris pribadi Ibunya.

"Hyugie, Hunnie mau latha thoklat dan tawbeli."

"Hmmm." Hanya deheman yang Donghae berikan disela mengantri, sambil menunggu barisan didepannya maju, mata Donghae pun sibuk mencari sosok Choa di dalam toko. Dimana wanita itu duduk ? perlahan Donghae mengamati satu persatu wajah pengunjung yang ada khususnya wanita dan saat matanya menatap sudut meja paling pojok, Donghae tanpa pikir panjang keluar dari barisan dan berjalan ke meja dimana satu orang wanita berpakaian cukup fashionable sedang duduk sambil memainkan ponselnya.

TAP…langkah kaki Donghae terhenti di tengah jalan ketika merasakan tangan yang sedang ia genggam menahan tubuhnya paksa untuk berjalan lebih jauh lagi.

"Hyungie…Thita belum beli ice cleam." Marah Sehun menatap sang kakak dengan mata sipitnya karena Donghae keluar dari barisan seenaknya saja tanpa membawa es krim ditangannya. Ditatap membunuh (imut) oleh Sehun, Donghae hanya bisa tersenyum kikuk sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Nanti Hyung belikan Sehun-ah. Sekarang kita temui orang dulu ne." Sambil berjongkok untuk mensejajarkan tinggi badan sang adik, Donghae mencoba memberikan pengertian pada Sehun.

"Andweyo, Hunnie mau ice cleam cekalang!." Lihat itu, gaya Sehun ketika sedang marah benar – benar mirip dengan Yesung. Melipat tangan didepan dada lalu menggebungkan pipinya hingga bibir mungilnya maju kedepan. Dan, Sehun akan terus melakukan hal itu sampai apa yang ia inginkan terkabul. Seharusnya Donghae tidak menjanjikan apapun pada Sehun, karena Sehun pasti akan seperti ini.

"Ini untuk mu." Melihat sebuah es krim cone jumbo bertabur choco chip dan permen warna – warni didepan matanya, seketika wajah Sehun yang semula cemberut perlahan berubah memancarkan aura sparkling. Tunggu ? siapa yang memberikan Sehun es krim.

"Kau!." Kaget Donghae saat berbalik menemukan Choa sedang tersenyum ke arah mereka. Sadar bahwa es krim tadi adalah pemberian dari musuh, Donghae yang awalnya ingin menyuruh Sehun untuk menolak es krimnya menjadi lemas seketika saat melihat sang adik sudah menjilat – jilat es krim tersebut dengan nikmat.

"Sehun sudah kena sogok.' Batin Donghae rasanya ingin sekali menjitak kepala sang adik dan membuang es krim di tangannya itu. Tapi, jika ia lakukan maka ia akan mendapatkan masalah.

.

.

TUUUK….tanpa basa – basi Donghae langsung menyodorkan surat yang baru saja ia ambil dari tas ranselnya kepada Choa tanpa peduli bahwa mereka baru saja duduk.

"Dia tidak akan menggangu kami lagi kan ?." Choa tersenyum dan kemudian mengambil surat itu lalu memasukkannya kedalam sebuah tas dompet untuk disimpan. Bocah didepannya benar – benar berbeda dari anak – anak lainnya, ternyata benar apa yang dikatakan oleh Seohyun. Donghae itu walaupun masih anak – anak pikirannya kadang seperti orang dewasa, karena ia bisa berpikir rasional. Jika anak lain di posisi Donghae, pasti ingin sekali orang tuanya kembali bersatu apapun yang terjadi. Tapi, anak dari Sajangnimnya malah tidak ingin Ibunya datang ke kehidupannya lagi.

"Aku jamin Sajangnim tidak akan menganggu mu lagi, dan karena kau sudah datang menemui ku jauh – jauh, aku akan mentraktir mu."

"Tidak usah, kami akan pulang sekarang."

"Benarkah ?."

TUUK….Awalnya Donghae yang menolak dan bergegas untuk pergi dari toko es krim karena urusannya sudah selesai sejenak mengurungkan niatnya. Entah ini memang sudah direncanakan oleh Choa atau tidak, seorang pelayan meletakkan sebuah waffle besar triple dengan Topping es krim 5 scoop, potongan buah pisang, strawberry, wafer Kit – Kat, choco chip dan syrup caramel yang meleleh dari es krim hingga turun ke waffle renyah dibawahnya.

Gleg…Donghae dan Sehun menelan ludanya secara bersamaan. Waffle didepan mereka benar – benar menggoda iman.

"Hyungie…" Lirih Sehun yang menandakan bahwa ia ingin sekali makan Waffle itu.

"Baiklah, jika kau memaksa." Dan, Choa hanya bisa tertawa mendengar Donghae takluk dengan waffle pemberiannya. Bagaimanapun juga anak – anak tetaplah anak – anak, lagipula Choa memberikan Donghae es krim tidak ada maksud apapun. Ia hanya ingin mentraktir anak dari Bosnya untuk pertama dan terakhir kalinya.

.

.

[4 minggu kemudian]

.

Sesuai dengan perkataan Siwon, ia pergi ke Amerika selama dua bulan untuk bisnis dan selama itu juga Yesung yang disibukkan dengan Job barunya yaitu manggung bersama Super Junior untuk menjadi tamu special mereka disetiap konser dan menggarap lagu baru bersama Kyuhyun untuk comebacknya menjadi jarang menghubungi Siwon begitu juga sebaliknya.

"Ingat ne, selama papah manggung. Kalian berdua tetap didalam kamar, arraso ?."

"Nde…allaceyo papah." Mendengar hanya satu orang saja yang menyahut seruannya, sejenak Yesung menghentikan acara bercerminnya dikaca. Kemana suara anak satunya lagi ? seingat Yesung ia pergi ke Jepang membawa kedua anaknya.

"Donghae…" Panggilnya sekali lagi, namun sang pemilik nama tetap saja tidak menyahut panggilannya. Diliriknya Donghae dari pantulan cermin dan Yesung hanya bisa menghela nafasnya untuk kesekian kali. Pantas saja Donghae tidak mendengar suaranya, lihat itu telinga anak sulungnya terpasang earphone yang tersambung langsung ke PSP.

Sreeet….

"Yak! Papah…" Seru Donghae ketika PSPnya di ambil paksa oleh Yesung.

"Papah bilang apa tadi ?."

"Arra, aku tidak akan keluar kamar selama papah manggung, sudahkan. Cepat berikan PSP ku." Bukannya memberikan kembali PSPnya kepada Donghae, Yesung dengan kekuasaan penuh terhadap anak – anaknya menyimpan PSP tersebut dengan memasukkannya ke dalam tas miliknya agar selama ia manggung Donghae tidak bisa bermain dan bisa fokus menjaga adiknya.

"Papah tidak asik."

"Papah tidak acik."

"Menyebalkan."

"Menebalkan."

"Yak! Sehun jangan mengikuti kata – kata ku." Donghae pun langsung menyerang Sehun yang berada di sofa dan mulai menggangu sang adik yang sedang menonton kartun. Padahal tadi suasana hati Donghae sedang kesal terhadap papahnya, namun dengan tingkah Sehun yang sulit ditebak seperti papahnya membuat emosi Donghae hilang seketika.

"Lawan Sehun, jangan mau kalah dengan Hyung mu, hahaha." Tawa Yesung melihat Donghae sedang asik bergulat (bercanda) bersama adiknya. Itulah yang sering mereka lakukan untuk mempererat persaudaraan. Kadang, Yesung berprikir bagaimana jika adik Donghae adalah perempuan ? sudah dipastikan Donghae akan semakin repot dan mungkin akan stress, mengingat adik perempuan lebih gampang di atur tapi tidak bisa di ajak bermain, yang ada Donghae akan menjadi bahan mainan rumah – rumahannya. Ckckc.

"Papah keluar nde."

"Papah…" Panggil Donghae bermaksud mencegah Yesung yang hampir saja menutup pintu kamarnya dari luar.

"Semangat nde, kami akan melihat penampilan papah di TV."

"Themangat, papah! Janan nelpes."

"Yang benar nervous Sehun."

"Tadi Thehun kan biyang githu."

BLAAM…Yesung menutup pintu kamarnya, jika ia terus mendengar ocehan anak – anaknya yang tidak akan berakhir itu, Yesung pasti telat dan mendapatkan hadiah omelan dari CEOnya dan juga anggota Super Junior.

TAP….sambil menunggu lift, Yesung tanpa sadar tersenyum mengingat ucapan Donghae dan Sehun yang memberikan dirinya semangat. Buah hatinya itu benar – benar seperti power bank untuknya, kapan pun dan dimana pun Yesung akan selalu membawa mereka berdua dan jika Yesung kehabisan energi maka mereka berdua langsung mengisinya kembali hingga penuh hanya dengan kalimat – kalimat sederhana seperti tadi.

"Dasar gila, tertawa sendiri." Dheg, kaget Yesung saat mendapati Kyuhyun ada disamping kirinya, berbalut kostum panggung berwarna putih pas body dan kaca mata hitam yang bertengger dihidungnya, Kyuhyun benar – benar terlihat sangat tampan.

"Apa ada sesuatu diwajah ku ?." Sadar dirinya ketahuan menatap Kyuhyun, Yesung dengan cepat langsung menggelengkan kepalanya dan menatap lurus ke depan pintu lift yang sedang memantulkan bayangan mereka berdua.

"Lakukan yang terbaik, jika tidak aku akan menculik anak mu." Lirih Kyuhyun seakan – akan memberikan Yesung sebuah support melalui ancaman seperti biasanya. Yesung bersyukur memiliki seorang adik berbakat seperti Kyuhyun. Hubungan antara Kyuhyun dan Yesung sekarang adalah adik – kakak, tidak lebih dari itu. Alasannya satu, karena Kyuhyun tidak ingin merebut seseorang yang sudah menjadi milik orang lain.

"Yesungie, mohon bantuannya lagi untuk hari ini nde." Dheg, Kali ini suara Ryeowook terdengar dari samping kanannya. Selain Kyuhyun, Ryewook juga sudah dianggap adik olehnya. Namun, Ryeowook tidak mengetahui rahasia Yesung. Sadar dirinya diapit oleh Kyuhyun dan Ryeowook, Yesung pun terkekeh, padahal dirinya adalah artis baru yang masih jauh dari kata sempurna, tapi mereka berdua sudah sangat mempercayainya.

"Baiklah! Super Junior feat Yesung in Japan, lets go."

.

.

[1 minggu sebelum kepulangan Siwon ke Korea]

.

"Lalalala…hem, hemm…" Dehem Yesung yang bernyanyi – nyanyi tidak jelas disela menulis lirik lagu. Sesekali Yesung yang sibuk dengan dunianya sendiri jika sedang mendapatkan inspirasi akan tersenyum lalu menuliskan kalimat dibuku musiknya dengan detail, siapapun yang melihat Yesung saat ini akan berpikir, Yesung pasti sedang merasa senang, gembira dan mungkin sedang jatuh cinta karena saking cerianya. Lihat saja aura bunga – bunga yang terpancar dari wajahnya benar – benar tidak bisa di tutupi.

"Hyung, ku lihat akhir – akhir ini kau sangat dekat dengan Moon Geung Young." TAK…Pensil mekanik Yesung patah saat mendengar pernyataan Kyuhyun. Diliriknya Kyuhyun sejenak yang sedang sibuk memetik senar gitarnya, sejak kapan Kyuhyun tertarik mengurusi dirinya.

Sreeet…Dilepasnya earphone yang sedang menyalurkan alunan musik classic itu dari Iphonenya sebentar, lalu meletakkan aerphone merahnya tersebut bersamaan dengan buku musik di pangkuannya.

"Nde, wae ?." Melihat Yesung bertanya balik padanya, Kyuhyun hanya bisa tertawa sambil tetap memetik senar gitarnya asal, namun tetap terdengar indah. Biasanya, jika Kyuhyun menanyakan hal privasinya yang entah dekat dengan siapun pun Yesung akan menjawab cepat 'hanya teman'. Tapi, ini Yesung memberikan reaksi yang berbeda ditambah dengan tingkahnya yang tidak seperti biasanya.

"Tidak apa – apa, aku hanya mengingatkan jangan bermain dengan api Hyung, jika kau tidak ingin terbakar." Ambigu Kyuhyun membuat Yesung menautkan kedua alisnya bingung.

"Apa maksud mu ?."

"Kau sedang jatuh cinta pada Moon Geung Young kan." Uhuk…Yesung tersedak salivanya sendiri, jatuh cinta pada Moon Geung Young ? apakah Kyuhyun lupa bahwa usia real Yesung adalah 32 tahun, mana mungkin ia menyukai artis Moon Geung Young yang usianya 8 tahun dibawahnya. Jika dilihat secara dunia entertaint pun Yesung yang berusia 20 tahun dan Moon Geung Young 24 tahun, bukanlah pasangan yang cocok.

"A-aniya, kau ini jangan suka bergosip." Sangkal Yesung cepat, namun Kyuhyun bukanlah pria bodoh yang bisa Yesung tipu. Dengan hanya membaca gerak – gerak Yesung saja, Kyuhyun sudah bisa menebak bahwa apa yang ia katakan adalah benar.

Ceklek…

"Yesung, kau sudah selesai latihannya ?." Seru suara wanita diujung pintu ruang latihan musik SM entertainment. Sosok wanita bertubuh mungil, berwajah cute dan imut lalu rambut panjangnya yang tergerai membuat Moon Geung Young yang sering muncul di drama TV banyak digilai oleh pria. Dan, beruntungnya Yesung yang tidak sengaja menjadi tamu disebuah acara TV local bersama dengan Moon Geung Young bisa mengobrol dan menjadi teman akrab.

"Nde Young, wait…" Tanpa Yesung sadari, lagi – lagi Yesung tersenyum cerah ketika melihat Moon Geung Young datang dan Kyuhyun melihat dengan jelas sekali wajah itu. Sambil membereskan barang – barangnya yang berserakan dimeja ruang musik, Yesung dengan buru – buru dan tidak sabaran memasukkan barangnya asal kedalam tas.

"Kyu, ini lirik untuk comeback yang ku buat. Bisakah kau memeriksanya, jika ada yang aneh tolong perbaiki, Oke." Seru Yesung meletakkan buku musiknya di tangan Kyuhyun dan langsung bergegas pergi dari ruang musik begitu saja, meninggalkan Kyuhyun seorang diri tanpa minum, tanpa makanan, dan tanpa teman.

"Haaa…terserahlah, bukan urusan ku." Acuh Kyuhyun dengan mengangkat bahunya cuek, toh Kyuhyun sudah memperingati Yesung, didengar atau tidak oleh Yesung yang penting tugas Kyuhyun dalam membantu Yesung membuat lagu untuk comebacknya terselesaikan. Kyuhyun tidak mau jika CEOnya menganggap dirinya makan gaji buta.

Sraaak….

Sraak…Dibukanya buku musik Yesung lembar demi lembar dan hal pertama dalam membuat lagu adalah membaca liriknya.

"Hahaha…kau benar – benar jatuh cinta padanya Yesung…ahahaha." Tawa Kyuhyun geli saat membaca deretan lirik lagu yang dibuat oleh Yesung, begitu banyak kata cinta dan pujian dalam bukunya. Lalu, Kyuhyun yang sebenarnya sudah tahu genre apa yang cocok dari lagu yang dibuat oleh Yesung mulai memetik gitarnya untuk memastikan nada lagunya sudah benar atau belum. Alunan lagu Yesung mengalunkan melodi yang ceria dan Fresh seperti musim semi, sangat cocok untuk orang yang sedang jatuh cinta.

"Aku jadi penasaran, apa yang akan terjadi jika Siwon yang ia katakan adalah kekasihnya mengetahui bahwa Yesungnya itu ternyata membuat lagu untuk seorang wanita dan dia bahkan telah jatuh cinta…." Kyuhyun bersmirk, Kyuhyun benar – benar penasaran dengan apa yang terjadi nanti pada Yesung yang menurut Kyuhyun, Yesung masihlah naif dan egois. Orang seperti Yesung yang baru terjun ke dunia Gay seperti dirinya pasti akan bimbang pada orientasi seksualnya yang entah berada dimana.

"Akankah Yesung memilih Siwon yang notabennya adalah pria atau memilih kembali normal dengan Moon Geung Young ?." Gumam Kyuhyun sambil menggusap dagunya dengan raut wajah bagaikan seorang anak sekolah yang sedang berpikir keras.

.

.

[Airport Incheon | Pesawat]

.

"Anda terlihat sangat senang tuan, kenapa ?." Tanya pria asing paruh baya pada sosok pria tampan yang sejak tadi wajahnya terlihat senang, ceria dan tidak sabar ingin cepat – cepat sampai ke negara tujuannya yaitu Korea Selatan.

Sebagai warga Korea Selatan yang terkenal ramah dan sopan, pria yang diajak bicara oleh pria disampingnya perlahan melepaskan kaca mata hitam miliknya lalu melipat satu gagang kaca matanya sebelah dan menggantungnya disaku jas biru dongkernya.

"Hehehe, saya tidak sabar ingin bertemu dengan istri dan anak saya." Balasnya sambil menunjukkan senyum dimple yang ia miliki. Choi Siwon, pria yang mengaku – ngaku adalah suami dari Idol terkenal Kim Yesung, membuat siapa saja yang ada didalam pesawat saat ini ikut tersenyum melihatnya. Aura kebahagiaan Siwon terpancar begitu jelas dan kuat, Siwon seakan – akan sengaja membagi kebahagiaannya pada semua orang.

"Apakah itu mainan untuk anak anda ?." Tanya pria bule disampingnya sambil menunjuk dua kotak besar kardus mainan yang sengaja dipangku oleh Siwon. Satu kardus berisi robot Iron man lalu satu kardusnya berisi robot Captain America, keduanya adalah mainan pengeluaran limited edition made in Amerika, yang sengaja Siwon beli untuk Donghae dan Sehun.

"Iya, mereka sangat suka sekali mainan."

"Anak anda sangat beruntung memiliki ayah seperti anda, God bless You."

"Thank You." Dan, tidak lama setelah mereka mengobrol terdengar pilot mengumumkan bahwa pesawat mereka akan segera mendarat ke bandara Incheon, Korea Selatan.

TAP….

TAP…Dengan mendorong trollinya yang berisi 3 koper besar miliknya dan dua kardus mainan untuk anak – anaknya. Siwon menelurusi bandara atau lebih tepatnya menuju pintu keluar. Siwon yang sengaja pulang lebih awal satu minggu dari waktu yang ia katakan pada Yesung yaitu dua bulan, tidak memberitahukan kedatangannya pada siapapun, bahkan pada Minhyuk pun tidak ia beritahu. Siwon ingin memberikan kejutan pada anak – anaknya dan juga Yesung. Mampir ke toko bunga langganannya untuk membeli bunga kesukaan Yesung dan membeli beberapa makanan di restoran untuk membuat pesta kecil atas kepulangannya. Sepertinya bukan ide buruk.

Pertama yang harus Siwon lakukan adalah memastikan dimana keberadaan Yesung terlebih dahulu, karena Siwon tidak tahu apakah hari ini kekasihnya ada jadwal atau tidak. Jujur saja, semenjak Siwon kembali bekerja dengan serius akun – akun Fanboynya jarang ia aktifkan.

Sambil melihat supir taksi memasukkan koper – koper miliknya ke bagasi mobil, Siwon menelfon Yesung sebentar. Pada panggilan pertama, Yesung tidak mengangkatnya. Dicobanya sekali lagi menelfon sang kekasih dan tidak lama Yesung barulah mengangkat telefonnya.

"Baby, kau dimana ?."

"…"

"Aniya, jam berapa kau akan selesai photoshoot dan pulang ?."

"….."

"Aku hanya bertanya saja baby, baiklah sampai nanti." PIIIP…Telefon terputus dan seutas senyuman menggembang dari bibir Siwon.

"Ahjussi, hari ini kau akan ku sewa menjadi mobil pribadi ku untuk membawa ku ke beberapa tempat, tenang saja akan ku bayar cash dan kau akan ku bayar lebih." Supir taksi tersenyum saat mendengar penawaran Siwon dan bahkan ia merasa beruntung mendapatkan pelanggan seperti Siwon. Karena dari style Siwon saja supir taksi itu sudah bisa menebak bahwa Siwon adalah orang kaya. Cukup satu orang pelanggan seperti Siwon saja setiap hari, maka kehidupan supir itu akan makmur sejahtera.

"Jadi, rute kita kemana tuan ?." Tanya sang supir sambil melihat Siwon dari spion depan. Sejenak Siwon melirik arlogi mewah dipergelangan tangannya, terlihat jarum jam menunjukkan pukul 10:05AM. Berarti Donghae dan Sehun belum pulang ke rumah, lalu Yesung juga mengatakan akan pulang sore sebelum makan malam. Berarti Siwon memiliki waktu 4 jam sebelum anak – anaknya tiba dirumah.

"Pertama kita ke Cheongdam-dong blok VI, aku ingin menaruh koper ku di rumah dan berganti baju. Setelah itu kita langsung ke restoran Western dan ke toko cakeHoney Sweety lalu membeli bunga di toko ujung gang blok II dan terakhir kita ke apartement daerah Myongdo." Seru Siwon sambil menuliskan semua ucapannya kedalam buku kecil yang selalu ia bawa. Siwon benar – benar sangat detail dan terencana, membuat supir taksi yang sejak tadi mendengar hanya bisa mengangguk – angguk mengerti, orang kaya memang luar biasa.

.

.

"Paman Minhyuk, kapan papah Siwon pulang ?." Tanya Donghae yang menyelusuri lorong apartementnya dengan santai. Sejak ada seketaris papahnya, Donghae merasa seperti pangeran, karena apapun yang ia katakan Minyuk akan menurutinya. Entah itu menyuruh Minhyuk pergi ke pasar membeli bahan masakan, membawakan tas sekolahnya dan sampai – sampai membacakan mereka dongeng sebelum tidur, Minhyuk akan lakukan dengan baik tanpa komentar.

"Yak! Yak! Sehun-ah, jangan lari – larian." Omel Minhyuk yang kewalahan menangkap Sehun, selalu saja seperti ini jika mereka keluar dari lift, Sehun akan langsung berlarian dilorong apartement dan berhenti tepat di depan pintu lalu menloncat – loncat untuk menekan password pintu.

Draap…Drapp….

"Yeyeye….Thehun duyuan, Thehun nomol tha..Nggh ?." Sehun terdiam ditempat saat memasuki rumahnya, biasanya jika Sehun masuk ia akan langsung berlarian ke seluruh penjuru rumah, melepaskan seragam sekolahnya sembarangan lalu melemparkan baju itu entah kemana sehingga kadang di TV atau di akuarium milik papahnya akan ada baju Sehun yang menyangkut. Tapi, kini dirinya tercengang melihat keadaan rumahnya yang Sehun sendiri tidak percaya apakah benar yang ia masuki adalah rumahnya sendiri.

"WOOAAAH…." Takjub Donghae berdiri disamping Sehun yang sama – sama tidak bisa mengungkapkan apa yang harus ia katakan saat melihat rumahnya sendiri penuh dengan ornament party, balon dan kertas warna – warni terpasang di dinding, lalu dimeja makan terlihat penuh dengan makanan enak dan mewah, bahkan cake kesukaan Donghae juga ada.

"Ada lobot!." Teriak Sehun saat matanya menemukan kardus robot Captain Amerika di meja depan TV. Sedangkan, Donghae yang juga melihat robot Iron – man yang sudah di impikan sejak lama ada disana dengan cepat mengambil kardus robot satunya dan menatap senang.

"Hanya ada satu orang yang bisa melakukan ini semua, kalian tahu siapa ?." Tanya Minhyuk menatap satu persatu calon anak dari Bosnya itu dengan senyuman manis.

"Papah Siwon / papah Thiwon." Ucap Donghae dan Sehun berbarengan. Tanpa pikir panjang mereka berdua berteriak mencari Siwon. Dapur, teras, gudang, kamar, bahkan kolong meja tidak juga mereka menemukan sosoknya. Dimana papah tampan mereka saat ini ?.

"Heemmm~, Neoreoul saranghamyeon halsu~." Seperti mendengar suara seseorang bernyanyi di dalam kamar Yesung, sejenak Donghae dan Sehun saling tatap. Walaupun suara itu tidak sebagus milik papahnya, tapi suara beratnya yang khas berhasil membuat mereka rindu, mungkinkah sang papah Siwon ada disini ? karena, jujur saja mereka tadi tidak mencari sampai ke kamar Yesung.

Braaakk….Dengan penuh semangat dan keyakinan kuat bahwa suara yang mereka dengar adalah papah Siwon, Donghae membuka pintu kamar Yesung dengan cukup anarkis. Hingga sosok pria yang baru saja selesai mandi sedikit terkejut, bahkan saking terkejutnya handuk yang melilit di pinggangnya turun ke bawah. Beruntung, Siwon memiiki kemampuan gerak kilat untuk menaikan handuknya kembali dengan cepat.

"PA-…PAPAAAAH!."

Sehun dan Donghae langsung menerjang tubuh Siwon dengan memeluknya erat seakan mereka tidak ingin melepaskan Siwon pergi lagi walaupun itu untuk bisnis. Sungguh mereka sangat merindukan Siwon, saat – saat tidak ada Siwon membuat mereka berdua terasa ada yang kurang.

"Huueee papah huee / hiksss…pa…pah." Dheg, Siwon membisu ditempatnya saat melihat Donghae dan Sehun menangis. Awalnya Siwon tidak mengerti kenapa mereka berdua menangis, tapi setelah merasakan pelukan mereka yang semakin erat ditubuhnya, barulah Siwon mengerti. Tangisan yang mereka keluarkan sekarang adalah tangisan rindu, senang, dan tulus.

Sreeet….tidak lama Siwon pun tersenyum lalu menggusap kepala Donghae dan Sehun lembut. Jadi bukan hanya Siwon saja yang merasakan rindu yang mendalam, tapi kedua anak yang telah ia anggap anak kandungnya sendiri ternyata merindukannya juga. Hangat, perasaan hangat yang Siwon rasakan sekarang benar – benar membuat Siwon tanpa sadar juga ikut menangis. Keluarga kecil yang ia impikan dari dulu ada di pelukannya sekarang.

"Papah pulang sayang." Lirih Siwon pelan.

"Selamat datang hiks….selamat datang kembali papah." Balas Donghae yang masih memeluk Siwon. Biarlah Donghae terlihat cenggeng sekarang, karena Donghae tidak bisa bersikap stay cool jika momentnya seperti ini.

"Baiklah, lepaskan pelukan kalian sekarang juga karena jika kalian tetap memeluknya. Papah kalian tidak bisa memakai baju lalu dia akan terkena Flu, dan itu salah kalian berdua." Tatap Minhyuk dengan aura membunuh dan mencengkam, sudah menjadi tugas Minhyuk sebagai asisiten atau seketaris pribadi Siwon menjaga Bosnya untuk tetap sehat. Jika tidak, ia akan terkena masalah. Jadi, untuk pertama kalinya Sehun dan Donghae melihat sosok asli seorang Kang Minhyuk yang seperti Yakuza. Namun, tetap saja tidak membuat mereka takut.

.

.

"Papah pulang, hari ini jalanan benar – benar macet…bla bla…." Yesung yang masuk kedalam rumah terus saja mengoceh disela melepaskan sepatunya. Yesung benar – benar tidak menyadari bahwa jumlah sepatu yang tersusun rapi di rak sepatu miliknya telah bertambah satu dari biasanya.

TAP…baru saja ia menginjakkan kakinya melewati kasat dinding yang menghubungkan jalur keluar dengan ruang tamu, langkah kakinya langsung terhenti ketika melihat keramaian dirumahnya. Khususnya pada sosok pria yang suka sekali memakai kemeja.

"Siwon…." Merasakan namanya di panggil, Siwon yang saat ini wajahnya sedang dicoret – coret oleh Sehun dan Donghae akibat kalah bermain kartu mengalihkan matanya ke Yesung.

Sreet….Siwon langsung berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Yesung untuk segera memeluk tubuh mungil pria cantiknya ini. Eratnya rengkuhan Siwon pada tubuhnya membuat Yesung tanpa sadar menggeliat resah dan berusaha mendorong tubuh Siwon agar melepaskannya.

"Bukankah kau pulang satu minggu lagi Siwon ?." Tanya Yesung yang terdengar seperti Yesung tidak suka jika Siwon pulang sekarang.

"Aku sengaja mempercepat pekerjaan ku untuk pulang lebih awal. Kau tahu kenapa ? karena aku sangat merindukan mu." Ucapnya sambil menatap mata sipit Yesung dengan penuh cinta, perlahan Siwon menangkup kedua pipi Yesung dengan tangan besarnya hingga Minhyuk yang tahu Siwon akan mencium bibir Yesung dengan gerak cepat menutup kedua mata Sehun dengan tangannya begitu juga Donghae yang langsung dibalik tubuhnya untuk memunggungi adegan 18+ yang dilakukan Siwon dan Yesung.

.

.

"Donghae ayo bangun, kita pindah ke kamar mu." Senggol lembut Minhyuk dibahu Donghae untuk membangunkannya yang tertidur di sofa. Setelah puas bermain dan makan banyak, Donghae yang mendengarkan cerita tentang Negara Amerika dari Siwon yang seperti Dongeng itu lama kelamaan membuatnya tertidur.

"Mnngg…" Leguh Donghae sembari mengucek kedua matanya, dalam keadaan setengah sadar Donghae yang berjalan ke kamar dengan di tuntun Minhyuk yang juga sedang menggendong Sehun terus saja bergumam tidak jelas.

"Siwon, aku pulang nde." Pamit Minhyuk yang sudah memindahkan Sehun dan Donghae ke kamarnya.

"Minhyuk-ah, terima kasih telah menjaga mereka selama aku tidak ada." Ucap Siwon yang mengantar Minhyuk sampai depan pintu rumah, sedangkan Minhyuk yang sudah selesai memakai sepatu dan jaketnya hanya menepuk – nepuk bahu Siwon.

"Jangan mengucapkan terima kasih dengan wajah dan suara seperti itu, kau membuat ku merinding." Seru Minhyuk memeluk tubuhnya sendiri yang bergetar ketika Siwon mengucapkan rasa terima kasih dengan wajah adorable-nya dan suara yang penuh dengan cinta.

"Ck, bayaran mu akan ku transfer besok."

"Nah, itu baru benar hahaha." Tawa Minhyuk yang sudah lama tidak berguyon dengan Siwon. Setelah Minhyuk pulang, Siwon melangkahkan kembali kakinya ke ruang tamu dimana saat ini Yesung sedang memasukkan sampah makanan dan kaleng minuman kedalam kantong plastik hitam besar lalu tidak lupa membersihkan sisa – sisa makanan mereka yang tercecer di meja dengan lap.

Sreet…Siwon langsung menarik tubuh Yesung ketika ia keluar dari dapur setelah menaruh piring dan gelas kotor ke dalam tempat cucian.

"Besok saja beres – beresnya, sekarang ayo kita tidur." Bisik Siwon disela memeluk tubuh Yesung dari belakang.

"Tapi ak-…"

"Aku merindukan mu, darling." Dheg, Siwon mulai menggecup leher belakang Yesung. Dan, itu membuat Yesung merasakan sensasi yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Cup…Dengan memutar kepala Yesung menyamping, Siwon berhasil mencium bibir plum Yesung.

"Mmhh… Sihwon ahh.." Leguh Yesung saat merasakan Siwon sudah mulai memperdalam ciuman mereka, bahkan tangan satunya tidak tinggal diam. Tangan kiri yang semula memeluk pinggang Yesung kini turun ke bawah dan memainkan milik Yesung dengan cara meremas dan menekannya. Siwon yang menyadari bahwa lokasi mereka saat ini dekat dengan kamar anak – anak, dengan berat hati menyudahi kegiatannya dan membawa Yesung untuk ke kamar dengan wajah super merah dan nafas terenggah – enggah.

Bruuukk….Siwon langsung menghempaskan tubuh Yesung ke ranjang setelah mengunci pintu kamar mereka. Melihat Yesung yang terkurung dibawahnya, dengan lihai Siwon membuka kancing kemeja miliknya sambil terus menciumi leher Yesung dan meninggalkan jejak yang begitu banyak disana.

"Aku benar – benar menyukai mu Yesung." Lirih Siwon yang sedang mempuaskan Yesung. kulit yang saling menempel satu sama lain, keringat yang bercampur dan rintihan suara nikmat mereka berdua, merupakan moment yang membuat keduannya tidak akan pernah melupakannya seumur hidup.

"Mehh too mmhh..."

"Saranghae, Jeongmal saranghae." Siwon terus mengucapkan kalimat – kalimat betapa ia mencintai Yesung melebihi apapun di dunia ini. Bertatap muka, berpegangan tangan, berbicara satu sama lain dan bahkan berhubungan intim dengan Idol yang selama ini hanya bisa Siwon bayangkan, sekarang bisa Siwon lakukan kapan pun. Karena, sang Idol adalah kekasihnya.

.

.

Tak…Tak…Dengan perasaan bosan Siwon memainkan pulpen mahalnya dengan cara menggetuk – ngetuknya ke meja kerja. Siwon yang sudah kembali bekerja diperusahaan seperti biasa selama beberapa minggu sejak kepulangan dari Amerika. Hari ini entah kenapa Minhyuk melarangnya untuk menonton TV dan memainkan gadget miliknya dengan cara menyita ponselnya dan Minhyuk hanya akan memberikan ponselnya jika ada panggilan atau pesan penting yang memang harus segera dibalas. Bukankah itu tindakan yang berlebihan dan tidak masuk akal untuk pekerjaan asisten pribadinya.

"Sajangnim, ada tamu untuk anda." Dengan tangan masih menopang dagu, Siwon yang sedang menatap malas seketaris wanitanya hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda tamu yang ingin bertemu dengannya untuk segera masuk. Tidak ingin sang tamu melihat meja kerjanya berantakan oleh berkas map yang terbuka sana – sini, Siwon pun merapikan mejanya sebentar.

"Hoi, Choi Siwon." Seru sang tamu menyapa dengan cara melambaikan tangan.

"Kau!." Seru Siwon senang melihat tamu yang datang ternyata adalah teman Fanboyingnya. Masih ingat dengan akun uname Fanboy_Yeye ?dimana aslinya dia adalah seoarang pria pengusaha restoran asal China. Tan Hanggeng namanya, pria bertubuh tinggi dan bermata sipit ini juga adalah Fanboy sejati Yesung sama seperti Siwon.

"Kapan kau datang ke Korea ? kenapa tidak menghubungi ku, aku kan bisa mengirim seseorang untuk menjemput mu hyung."

Bruuk…Dengan santai bagaikan kantor miliknya sendiri, Hanggeng merebahkan tubuhnya di sofa dan menaruh kedua kakinya ke meja untuk meluruskan kaki panjangnya.

"Aku sudah menghubungi mu. Tapi, kau tidak mengangkat panggilanku." Keluh Hanggeng sambil melihat sekeliling ruangan kerja Siwon.

TUK…Setelah seketaris Jung meletakan dua cangkir kopi untuk Bos dan tamunya, Siwon pun duduk disebrang Hanggeng agar lebih leluasan mengobrol.

"Sorry hyung, ponsel ku dipegang seketaris pribadiku. Hari ini dia sangat aneh. Oh ya, ngomong – ngomong ada urusan apa hyung ke Korea ?." Tanya Siwon yang sedikit heran melihat teman beda negaranya ini datang ke Korea selain menonton konser Yesung.

"Aku ada pertemuan di Busan lalu aku ingat dirimu. Jadi aku mampir sebentar dan yahh…saat dijalan menuju ke sini aku mendapatkan berita buruk." Uhuk…Siwon sedikit tersedak meminum kopinya dan tanpa banyak bicara Siwon mencodongkan badannya ke Hanggeng dan menatap lekat – lekat teman sekaligus orang yang sudah ia anggap seperti Hyungnya sendiri dalam – dalam.

"Berita buruk ? Ja-jangan – jangan kau kalah tender dan perusahaan mu bangkrut hyung." Dengan tatapan malasnya, Hanggeng mengangkat jari telunjuk kanannya tinggi – tinggi ke arah kening Siwon lalu mendorong kening tersebut untuk menjauhkan wajah Siwon yang bermimik horror.

"Aish…Bukan, tapi ini tentang Idola kita." Siwon menyerngitkan dahinya sekarang, mendengar kalimat 'Idola kita' tentu saja Siwon langsung mengarah kepada kekasihnya, Kim Yesung.

"Me-memang ada apa dengan Yesung ?." Sembari meminum kopinya lagi, Siwon berbicara senormal mungkin dengan berusaha menyembunyikan rasa tegang, gugup dan paniknya karena hubungan antara dirinya dan Yesung masihlah menjadi rahasia.

"Kau benar – benar tidak tahu ?." Kali ini reaksi Hanggeng sedikit terkejut melihat Siwon tidak sedepresi dirinya.

"Nde ?."

"Ahh…aku mengerti sekarang kenapa seketaris pribadimu menyita ponsel dan tidak memperbolehkan mu menonton TV karena dia takut kau melihat berita skandal Yesung." Dheg…Jantung Siwon berdegup kencang sekarang bahkan matanya melebar saking terkejutnya. Mungkinkah berita tentang dirinya dan Yesung sudah keluar ? tapi itu tidak mungkin, jika berita tentang dirinya dan Yesung keluar maka teman Fanboyingnya ini pasti tidak akan datang berkunjung secara baik – baik ke perusahaannya, minimal Hanggeng akan sedikit merosotkan angka penjualan perusahaannya sedikit sebagai tanda ia tidak terima.

"Ini lihat dan bacalah." Hanggeng menyodorkan ponsel layar lebarnya tepat di depan wajah Siwon. Perlahan di ambilnya ponsel milik Hanggeng dan mulai membaca sebuah artikel yang dalam mimpi pun tidak pernah terbayangkan oleh Siwon bahwa ia akan melihat hal ini.

"Ah…aku benar – benar tidak setuju Yesung berkencan dengan Moon Geung Young, bagaimana bisa Yesung menyukai wanita seperti itu bla…bla..bla." Hanggeng mengeluarkan semua unek – uneknya pada Siwon tanpa tahu bahwa teman sesama Fanboy-nya, tempat berbagi cerita suka dan duka selama menganggumi Yesung adalah kekasihnya.

Slruup…Hanggeng mulai menikmati kopi hitamnya setelah puas bercerita panjang lebar.

"Siwon, are you okey ?." Tanya Hanggeng yang melihat Siwon sejak tadi diam saja tidak mengeluarkan suaranya sama sekali. Dikibaskannya tangan Hanggeng didepan wajah Siwon namun tetap saja Siwon tidak mmberikan respon.

"Siwon!." Seru Hanggeng sedikit berteriak agar Siwon kembali ke dunia nyatanya.

"Akh, nde Hyung…hehe. Mian Hyung aku baru ingat ada janji bertemu klien diluar sekarang." Bohong Siwon yang langsung berakting melihat jam di pergerlangan tangannya sendiri dan mengambil stelan jas yang terpasang di kursi kerjanya agar menyakinkan Hanggeng.

"Aish…dasar Mr. Busy."

"Aku benar – benar minta maaf Hyung tidak bisa mengobrol lama dengan mu." Sambil tersenyum paksa Siwon merangkul bahu Hanggeng seperti biasanya.

"It's okey, kita bisa melanjutkan obrolan kita di chating nanti." Siwon hanya menganggukkan kepalanya dan bergegas keluar ruangan bersama Hanggeng. Siwon benar – benar harus bertemu dengan Yesung dan meminta penjelasan akan berita skandal dirinya bersama Moon Geung Young.

.

[Apartement Yesung]

.

DRAP…

DRAPPP….Berlari kesana – kemari, saling mengejar satu sama lain hingga pihak yang tertangkap akan dihancurkan dengan robot pahlawan favoritnya. Itulah yang dilakukan Donghae dan Sehun saat ini, dimana Donghae selalu menjadikan Sehun musuhnya dalam bermain.

"Jangan lari kau penjahat!." Teriak Donghae naik ke sofa dan menatap Sehun yang sedang berjongkok akibat lelah berlari dikejar oleh sang kakak.

"Hyungie, thita kan temenan...ilon man adalah teman taptain amelika." Renggek Sehun sambil menunjukkan robot Captain Amerikanya pada Donghae, sedangkan Donghae yang sesungguhnya tahu bahwa kedua robot yang mereka sedang pegang di Film adalah teman hanya menggelengkan kepalanya. Bagi Donghae jika bermain super hero maka harus ada penjahatnya dan dia adalah Sehun.

Ceklek…Mendengar suara akses pintu apartement terbuka, Sehun yang lokasi jongkoknya dekat dengan pintu rumah langsung berlari untuk melihat siapa yang datang.

"Papah Thiwon!." Girang Sehun melihat kedatangan Siwon, namun sang papah yang sedang dalam mood tidak bagus melewati Sehun begitu saja, padahal Sehun sudah merentangkan kedua tangannya ke atas berharap Siwon akan menggendongnya seperti biasa.

"Yesung….Yesung…kau dimana." Donghae menggerutkan dahinya ketika melihat Siwon yang baru saja masuk kedalam rumah seorang diri. Dimana Sehun ? bukankah tadi sang adik yang melihat ke pintu, diliriknya sosok mungil dibelakang Siwon yang sedang sibuk mempoutkan bibirnya kesal.

"Papah ke kantor agensi katanya ada pertemuan, waeyo papah ?." Ucap Donghae yang bangun dari sofa dan berjalan kearah sang adik untuk menenangkannya agar tidak ngambek.

"Apa kau tahu skandal papah mu ? dia telah berkencan dengan seorang wanita, aish…apa yang dia lakukan dengan wanita itu, ba-."

"Tu-tunggu dulu papah, bicaralah pelan – pelan agar kami mudah mengerti." Potong Donghae saat Siwon berbicara dengan nada cepat dan marah – marah, hingga membuat ucapan Siwon tidak bisa Donghae mengerti sama sekali.

"Haaaa…" Hela nafas Siwon mencoba menenangkan dirinya, akhirnya tidak lama Siwon menceritakan semuanya pada Donghae mengenai berita skandal Yesung. Dan, bahkan saking tidak percaya dengan ucapan Siwon. Donghae mencari artikel tersebut di internet untuk melihat apakah foto yang Siwon maksud adalah benar papahnya atau hanya rekayasa saja.

"Papah Siwon sebaiknya kau mandi, tenangkan pikiranmu. Sebentar lagi papah pasti pulang dan kita akan mengintrogasinya sama – sama." Mendengar Donghae mendukung dirinya, Siwon pun tersenyum dan mulai beranjak dari sofa setelah mengusap kepala Sehun dan Donghae. Saran Donghae untuk mandi sepertinya ide yang bagus, untuk bicara dengan Yesung nanti dirinya perlu menjernihkan pikiran dan emosinya.

Sreeet….Dasi dan kemeja yang dikenakan mulai Siwon buka perlahan saat dirinya tiba di dalam kamar Yesung, Siwon yang tidak bisa diam saat pikirannya sedang kacau mencoba berjalan kesana – kemari di dalam kamar sambil membuka pakaiannya. Namun, tidak sengaja saat dirinya ingin memasukkan pakaian kotornya ke keranjang baju ia menginjak sebuah buku note musik milik Yesung.

Entah rasa penasaran yang tinggi atau memang Siwon memiliki feeling yang kuat, dibukanya buku note tersebut secara pelan. Awalnya Siwon tersenyum tanpa sadar saat melihat betapa kerasnya usaha Yesung dalam membuat lagu yang berkualitas.

"Lagu ini….." Gumam Siwon yang tertohok melihat sebuah nama dipojok kanan bawah, dimana dalam lagu tersebut tertulis nama Moon Geung Young.

"Dia membuat lagu khusus untuk wanita itu." Miris Siwon membaca bait – bait lirik lagu dikertas yang ia pegang berisi kalimat – kalimat yang menyayat hatinya.

.

.

"Papah pulang…" Seru Yesung memasuki rumahnya sendiri dengan wajah lemas, tidak semangat dan penuh masalah. Bagaimana tidak, selama dua jam lebih ia diberikan ceramah oleh Sooman mengenai skandalnya bersama Moon Geung Young. Padahal mereka berdua hanya pergi menikmati pemandangan saja tidak lebih dari itu.

"Kau sudah pulang." Gleg…Yesung mematung ditempat saat melihat Siwon sudah duduk di sofa ruang TV dengan tatapan datar dan aura kemurkaannya. Dan, apa – apan itu Donghae dan Sehun ikut – ikutan bergaya seperti Siwon, duduk dengan melipat kedua tangan mereka di dada.

"Kau mau membahas skandal ku ? bisakah nanti saja ? aku lelah dan lapar." Seru Yesung yang sejujurnya tidak berani menatap mata Siwon lama – lama, karena dirinya memang telah melakukan kesalahan yaitu bermain hati.

"Kau pilih aku atau Moon Geung Young ?." Siwon langsung menyerang Yesung ke inti pertanyaannya tanpa basa – basi hingga membuat Yesung dan Donghae sama – sama terkejut, Donghae terkejut karena bukan pertanyaan seperti itu yang harusnya Siwon lontarkan pada papahnya.

"Papah Siwon." Lirih Donghae melihat sorot mata Siwon dari samping tersirat luka yang begitu dalam. Sebenarnya apa lagi yang Donghae tidak ketahui perihal kelakuan papahnya selain membuat skandal dengan seorang wanita.

Bruuuk….Siwon mengeluarkan buku musik milik Yesung dari balik punggungnya saat Yesung tidak juga mengucapkan sepatah katapun padanya. Karena, jujur saja Yesung yang sedang bingung pada perasaannya sendiri tidak tahu harus memberikan penjelasan bagaimana kepada Siwon.

Perlahan Siwon beranjak dari duduknya dan mulai mendekati pria mungilnya dan PLAAK….Siwon menampar pipi kanan Yesung hingga membuat Donghae yang melihat hanya bisa memejamkan matanya sambil memeluk sang adik. Sakit….hati Donghae sakit ketika melihat papahnya ditampar oleh orang lain. Tapi, apa yang bisa ia lakukan sekarang, Donghae tahu Siwon tidak akan bertindak seperti itu jika Yesung tidak menyakitinya.

"Seharusnya aku tahu, kau hanya mempermainkanku, Yesung."

"…."

"Semoga hubungan mu dengannya berjalan lancar. Dan, mulai hari ini aku berhenti menjadi penggemar mu." Kali ini Yesung tersenyum miris mendengar ucapan Siwon, berhenti menjadi penggemarnya ? entah kenapa Yesung merasakan sakit yang teramat di dalam hatinya. Namun, lagi – lagi Yesung yang bimbang akan perasaannya hanya bisa mengigit bibir bawahnya untuk menahan gejolak hatinya.

"Papah/papah…." Lirih Donghae dan Sehun berbarengan memanggil Siwon yang ingin beranjak pergi.

"Aku bukan papah kalian!." Dheg, betapa terkejutnya Donghae dan Sehun saat melihat kilatan mata Siwon yang menatap mereka berdua penuh dengan kebencian, kemarahan dan rasa kesal hingga badan mungil Sehun bergetar ketakutan dibelakang tubuh Donghae.

"Pa…papah Thiwon…" Perlahan dengan tubuh masih gemetar ketakutan, Sehun mendekati Siwon dan memeluk kaki Siwon seperti biasanya, dengan harapan papahnya tidak lagi pergi meninggalkan dirinya.

Sreeet…Dengan agak kasar Siwon melepaskan Sehun dari kakinya, beruntung Donghae dengan sigap menangkap tubuh sang adik agar tidak terbentur lantai.

"Papah apa yang kau lakukan! Cepat kejar papah Siwon!." Teriak Donghae panik saat melihat Siwon sudah pergi meninggalkan rumah mereka, ini bukanlah ending yang Donghae inginkan untuk kedua papahnya.

"….."

"Kau benar – benar payah! Aku membenci mu papah!." Well, sekarang bukan hanya Siwon saja yang membenci dirinya. Tapi, kedua anaknya juga. Wajar saja Donghae marah kepada Yesung, karena Yesung benar – benar melukai hati Siwon dan memilih tidak mengatakan apapun.

.

.

Tiga bulan kemudian setelah pertengkaran hebat antara Siwon dan Yesung. Siwon benar – benar menghilang dari kehidupan keluarga KIM. Tidak ada lagi pria heboh didalam rumah Yesung, tidak ada lagi pria yang bertingkah konyol dan tidak ada lagi tawa yang terdengar di apartement kecil nan mewahnya ini, semua kebahagiaan seakan pergi dibawa oleh Siwon tanpa sisa.

"Kalian sudah pulang ? hari ini papah membuat makan siang untuk kalian."

"Kami tidak lapar, ayo Sehun kita ke kamar."

Dan, hubungan Yesung dengan Donghae pun menjadi sedikit berbeda, seperti ada dinding besar yang memang sengaja dibuat oleh Donghae agar papahnya tidak bisa mendekatinya lagi. Donghae sekarang menunjukkan sikap tidak ingin berlama – lama mengobrol dengan Yesung bahkan Donghae lebih memilih menghabiskan waktu dengan belajar didalam kamar dari pada bermain dengan Yesung saat sang papah Free Job. Sedangkan, Sehun yang terus – terusan menanyakan Siwon membuat Yesung tambah frustasi.

"Siwon, Mianhae...kembalilah, jebal." Lirih Yesung yang sadar bahwa cinta pada Moon Geung Young selama ini adalah perasaan mengangumi bukan cinta seperti yang ia rasakan saat bersama Siwon dulu. Berkali – kali Yesung mencoba menghubungi Siwon dan bahkan datang ke kantornya namun hasilnya nihil. Siwon benar – benar menghilang dari pandangannya. Kemana lagi Yesung harus mencari Siwonnya, sungguh Yesung tidak bisa menemukan Siwon dimana pun.

.

.

"Kyu, aku ingin mengganti lagu comeback ku." Uhuk…Kyuhyun terbatuk disela meminum Juice jeruknya saat mendengar pernyataan Yesung yang sesuka hati ini.

"Hyung, lagu comeback mu sudah direkam dan akan release bulan depan. Ba-bagaimana bisa kita melakukannya lagi dalam waktu sebulan ?."

SRAAK….Yesung menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Kyuhyun, dalam kertas tersebut terdapat lirik yang sudah diberikan tangga nada. Kyuhyun pun terkejut melihat lirik yang dibuat Yesung, banyak sekali coretan dalam kertas ditangannya. Kyuhyun bisa menebak, banyaknya coretan menunjukkan betapa frustasinya Yesung menggambarkan perasaannya ke dalam sebuah lagu.

"Aku ingin dia mendengarkan isi hati ku, Kyu." Ditatapnya Yesung dari samping dan Kyuhyun bisa melihat dari sorot mata Yesung yang tersirat rasa penyesalan yang begitu mendalam pada pria tampan yang bernama Siwon itu kini memancar kuat.

"Bagaimana kalau dia tidak mendengar lagu mu ?." Yesung tersenyum miris ketika mendengar pertanyaan balik dari Kyuhyun.

"Dia pasti mendengarnya Kyu, karena dia adalah penggemar sejati ku." Balas Yesung yang sejujurnya tidak tahu apakah Siwon akan mendengarkan lagu barunya atau tidak, mengingat Siwon sudah sangat membenci dirinya dan bahkan Siwon sudah mengatakan bahwa ia berhenti menjadi penggemarnya. Tapi, hanya ini satu – satunya cara agar Siwon keluar dari tempat persembunyiannya.

"Haaa…arra, aku akan membantu mu bicara pada Sooman ahjussi."

"Benarkah ?."

"Nde, tapi ini akan sulit hyung. Sooman ahjussi pasti akan memberikan kita budget sedikit untuk pembuatan MV baru mu ini dan Kru yang ada…."

"Gweachana, yang penting lagu ku terdengar sampai ke dirinya."

.

[Empat Bulan kemudian | Avenue Konser]

Aku begitu serakah, itu sebabnya aku kehilangan dirimu.

Itu salahku aku tahu,

Tapi aku tidak punya pilihan selain mengatakan...

Aku terus mengosongkan diri.

Ini adalah permintaan terakhirku.

Perlu kau ketahui bahwa kau masih cinta terakhirku.

Ya, aku ingin berada disisi mu...

Terdengar lagu ballad dari artis Rookie Kim Yesung mengalun indah diseluruh penjuru kota Seoul selama dua bulan ini. Seperti sebelumnya, lagu comeback Yesung yang berjudul Blind kali ini terbilang sukses. Terbukti dengan banyaknya viewer, download dan penjualan album baik digital ataupun fisik naik drastis. Bahkan, saat ini Yesung sudah melangsungkan mini konser solo keduanya.

"Nae jalmosi manhatda jal almyeonseodo hae jul su bakke..." Yesung menyanyikan lagunya dengan penuh penghayatan sambil membayangkan wajah Siwon, perlahan kedua mata yang semula tertutup kini dibuka untuk melihat barisan penonton yang sudah hadir ke Konser solo keduanya yang diselenggarakan di Seoul selama dua hari dan hari ini adalah hari terkahir Konsernya.

"Geurae geurae naneun ne gyyeote itgo si-" Nyanyian Yesung seketika berhenti saat matanya tidak sengaja menangkap satu sosok diantara barisan penggemarnya yang tidak jauh dari panggung melihat seorang pria yang selama ini Yesung cari sedang berdiri sambil tersenyum memegang lightstick untuknya. Benarkah yang ia lihat adalah Choi Siwon.

"Psssst…Yesung kenapa kau berhenti bernyanyi!." Tegur manajer Yesung disamping stage, baru saja Yesung mengalihkan perhatiannya sebentar pada manajer, Siwon yang ia lihat sudah tidak ada ditempat.

'Kemana dia.' Batin Yesung mencari – cari sosok Siwon lagi diantara penggemarnya. Namun, Siwon seperti hantu, menghilang tanpa jejak. Akal sehat sudah terpengaruhi oleh hatinya yang ingin mencari Siwon, dengan segera Yesung berlari ke belakang stage meninggalkan panggungnya. Yesung yakin yang ia lihat bukanlah hantu atau halusinasi, itu benar – benar Siwon.

"Yak! Yesung kau mau kemana ? konser masih berlangsung." Manajer yang dibantu oleh beberapa bodyguard bertubuh besar langsung menahan tubuh Yesung ketika artisnya ingin pergi meninggalkan panggung.

"Hyung, jebal! Aku harus mencarinya! Dia pasti belum jauh." Dengan memohon Yesung berusaha melepaskan diri dari cengkraman bodyguardnya. Namun, tubuhnya yang kecil tidak bisa melawannya.

Bruuuk….Yesung jatuh tertunduk kali ini, sambil memukul – mukul lantai dengan tangannya untuk melampiaskan rasa kesalnya karena lagi – lagi dia telah kehilangan Siwon. Padahal Siwon ada didepan matanya, tapi dirinya tidak bisa mengejarnya dan Yesung hanya bisa menangis tanpa peduli bahwa semua Staff Kru sedang memandangi dirinya bingung, heran dan sedih karena terpuruk.

TAP…TAP…Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki yang perlahan mendekati Yesung.

"Papah/papah." Mendengar suara Donghae dan Sehun memanggil dirinya, perlahan Yesung mendongkkan kepalanya keatas dan pemadangan pertama yang ia lihat adalah Siwon berdiri tepat di depannya sambil menggendong Sehun dan menggandeng tangan Donghae.

"Wonnie…" Lirih Yesung mencoba memanggil pria didepannya dengan mata masih berlingan air mata, dan Siwon tentu saja memberikan respon dengan senyuman terbaiknya begitu juga dengan kedua anaknya yang juga tersenyum cerah seperti dulu.

Greeb…Yesung langsung mendekap tubuh kekar Siwon ketika pria yang selama ini ia cari merentangkan kedua tangannya setelah menurunkan Sehun dan tangis Yesung semakin pecah saat Siwon merengkuh tubuh mungilnya untuk lebih dalam masuk ke pelukannya.

"Siapa mereka ?."

"Kedua anak kecil tadi memanggil Yesung papah ?."

"Mungkin kita salah dengar, mereka pasti ponakan Yesung."

Bisik – bisikan semua staff Kru terdengar jelas ditelinga Donghae dan Sehun sekarang, ditatap oleh orang banyak membuat mereka sedikit takut dan risih. Yesung yang menyadari situasinya kini sudah tidak bisa disembunyikan lagi, akhirnya mengambil sebuah keputusan yang seharusnya sejak dulu ia lakukan untuk orang yang ia cintai dan keluarganya.

"Siwon, apapun yang terjadi kau akan tetap bersama ku kan ?." Mengerti akan ucapan Yesung, Siwon tersenyum dan mengganguk kepalanya. Sekarang Yesung menggandeng tangan Donghe dengan erat dan Siwon menggendong Sehun.

"Yesung apa kau sudah gila! Jangan lakukan!." Teriak Manajer Yesung yang bisa menebak apa yang akan dilakukan Yesung sekarang. Tanpa peduli pada ocehan manajernya dan nasibnya kelak akan bagaimana, Yesung terus berjalan kearah panggung yang diikuti oleh Siwon.

TAP….Saat Yesung berdiri diatas panggung, suasana konser yang tadinya ricuh karena Yesung pergi meninggalkan panggung begitu saja kini menjadi hening. Semua lampu tembak dan kamera kini menyorot kearah tengah panggung dimana Yesung berada.

"Aku ingin minta maaf karena telah membuat kalian menunggu cukup lama. Mungkin, saat ini kalian bertanya – tanya siapa mereka yang saat ini bersamaku dipanggung…." Sejenak Yesung menjeda kalimatnya untuk menatap sebentar Siwon dan kedua anaknya.

"Sebelum aku menjawab siapa mereka, aku ingin mengatakan bahwa aku telah berbohong pada kalian, usia asli ku bukanlah 20 tahun tapi 32 tahun…." Pernyataan Yesung sontak saja langsung direspon oleh penggemar dengan kaget dan tidak percaya. Namun, Yesung tetap tidak peduli dengan apa yang akan terjadi nantinya, yang jelas Yesung sudah tidak ingin membohongi publik dan menyembunyikan kedua anaknya lagi.

"Dan, pria yang ada disamping ku ini adalah orang yang aku cinta dan kedua anak yang sedang kalian lihat adalah anak kandungku. Itulah kenyataannya, aku tahu tidak seharusnya aku berbohong. Tapi, aku tidak punya pilihan lain…aku…" Yesung tidak bisa melanjutkan kalimatnya lagi, karena ini terlalu menyakitkan untuknya menjelaskan kepada orang – orang yang selama ini telah mencintai dan mendukung dirinya.

"Aku….hiks…kalian boleh membenciku, tapi aku mohon kepada masyarakat untuk tidak membenci kedua anak ku, mereka berdua tidak bersalah….mereka sangat berharga jadi…kumohon…" Tidak kuat melihat Yesung dalam keadaan menyedihkan seperti ini, Siwon dengan cepat menarik bahu Yesung untuk menangis didalam dekapannya.

PROOOK….

PROOOK….tanpa diduga respon dari pengakuan Yesung barusan disambut tepuk tangan riuh dan gemuruh oleh semua penonton serta staff Kru. Yesung, Siwon, Donghae dan Sehun hanya bisa menatap tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Mereka yang hadir di konser memberikan apresiasinya kepada Yesung yang telah berani jujur dan mereka semua tidak masalah dengan umur dan kehidupan pribadi Yesung yang menyimpang.

"Oppaaa Semangat!."

"Hueee….menyentuh sekali."

"Kami akan terus mendukung mu!."

"Yesung, pacar mu sangat tampan!."

Teriakan positif yang diberikan oleh penggemar kini tidak henti – hentinya berseru. Mereka semua memang penggemar sejati Yesung, karena mereka tetap mendukung Yesung apapun yang terjadi. Dan, beruntunglah Yesung yang ternyata pilihan yang ia ambil sangatlah tepat.

.

.

BRAAK…

BRAAKK…Terlihat Sehun sedang sibuk memukul – mukul robot Iron Man milik Donghae dengan robot miliknya dengan keras. Kali ini sang adik balas dendam pada mainan Donghae yang selalu dijadikan sasaran dalam bermain.

"Papah! Lihat apa yang dilakukan Sehun, dia merusak mainan ku." Adu Donghae pada Siwon yang baru saja datang sudah disuguhi robot Iron Man yang kondisinya sangat mengenaskan dimana kaki kanan dan kepalanya sudah terpisah dari badan robot.

"Wah…berarti robotnya harus kita operasi, benarkah Sehunnie ?." Gleg…Bukannya mendapatkan mainan baru, Donghae malah mendapatkan mainan yang semakin parah nantinya.

"Selalu saja Sehun…Sehun dan Sehun..." Sungut Donghae yang pura – pura marah karena Siwon selalu saja memihak dan lebih sayang pada Sehun dibandingkan dirinya. Melihat Donghae cemburu untuk pertama kalinya, Siwon menatap Sehun lalu berganti menatap Donghae hingga akhirnya gelak tawa menggelegar diruang TV.

"Kau keluar saat jam kantor lagi, eum ?." Selidik Yesung yang menghentikan acara tawa Siwon dan anak-anaknya, Yesung yang hari ini Free Job telah belajar memasak banyak makanan enak untuk disajikan.

Sejak kejadian Yesung mempublikasikan kebenaran tentang dirinya didepan umum, tidak terlalu banyak mempengaruhi karir di dunia entertaintnya. Begitu juga dengan Siwon, sang Ibu sangat senang ketika anaknya berpacaran dengan artis yang ia sukai lalu sang Ayah yang memiliki sifat keras dan tegas juga tidak mempermasalahkan hubungan mereka. Toh, Yesung sudah memiliki anak dimana secara tidak langsung Yesung telah memberikan dirinya penerus.

"Begitulah, bukankah lebih baik dirumah bersama anak dan istri." Blush, wajah Yesung memerah mendengar ucapan Siwon. Istri ? ahh…yang benar saja, dalam mimpi pun Yesung tidak membayangkan dirinya akan dipanggil istri oleh Siwon. Dengan sedikit gugup, Yesung meletakkan makanan dimeja lalu kembali ke dapur untuk mengambil piring dan sumpit.

Siwon, Donghae dan Sehun yang menunggu Yesung mengambil peralatan makan hanya bisa saling pandang. Diantara mereka bertiga seperti sedang saling mengawasi satu sama lain agar tidak ada yang menyentuh makanan lebih dulu sebelum Yesung datang.

"Pssstt." Bisik Siwon bermaksud memanggil Donghae dan Sehun untuk mendekatinya sebentar.

"Kenapa kalian tidak mencoba memanggil Yesung dengan sebutan mamah ? jika kalian memanggil Yesung papah dan aku juga kalian panggil papah, itu akan membingungkan kami." Entah apa tujuan Siwon mengatakan hal tersebut pada Donghae dan Sehun yang jelas – jelas kedua anaknya menjadi terdiam dan berpikir. Benar juga yang dikatakan Siwon, jika ia memanggil Yesung atau Siwon papah secara tidak sengaja maka keduanya akan menengok bersamaan.

"Apa yang sedang kalian bicarakan." Curiga Yesung yang keluar dengan membawa piring dan sumpit.

"Mamah / mamah." Yesung langsung mematung ditempat ketika mendengar kedua anaknya memanggil dirinya mamah secara bersamaan ? apa ia tidak salah dengar.

"Ka-kalian bilang apa ?."

"Ini mamah…" Sahut Sehun sambil menunjuk Yesung

"Ini papah…" Sahutnya lagi yang sekarang menunjuk kearah Siwon.

"MWOYAA!." Prang…Piring yang dibawa Yesung terjatuh ke lantai dan hancur berkeping – keping akibat terlalu shock dan Siwon yang melihat reaksi Yesung hanya tertawa terpingkal – pingkal. Bahkan, Donghae juga ikut tertawa bersama Siwon.

"Mamah~." Ledek Donghae kali ini yang membuat wajah Yesung sangat merah hingga ke telinga.

"Papah sayang mamah, saranghae." Kali ini Siwon juga ikut ambil bagian dengan memberikan tanda cintanya melalui flying kiss dan kedipan nakalnya.

"GYAAAAA!." Merinding Yesung sekarang karena menerima serangan lovely dovely yang begitu dahsyat. Sedangkan, Sehun sibuk makan dengan tangannya tanpa menggunakan sumpit akibat kedua orang tua dan hyungnya tidak kunjung juga makan, padahal Sehun sudah sangat lapar. Kediaman keluarga KIM ah…tidak kediaman keluarga CHOI sekarang ramai dan berisik.

.

.

END

.

Author Note :

Akhirnya tamat yes!

Maafnya telat update, Tapi saya sudah menepati janji saya untuk menamatkan FF ini dan utang saya tinggal satu ~(T.T~)

Semoga kalian suka dengan endingnya dan tidak menggecewakan /-\

Siapa pun yang sudah review, favorite, follow ini FF saya ucapkan terima kasih sebanyak – banyaknya. Khususnya yang sudah baca FF ini dari awal sampai akhir dan setia menunggu^^.

Bye~ Bye~

See You Next Story.

Sehat selalu untuk reader^^

Author

-Kimmie-

Jangan lupa kritik, saran dan komentarnya.