Tittle : First Love

Author : Kim Kyusung (Kimmie)

Genre: Romance, Comfort, Humor, Action.

Pairing : T-Sung (TOP & Yesung)

Slight Pair : KiSung (Kibum & Yesung).

Cast : Super Junior, Big Bang, 2NE1, Hyuna – 4minutes, Kim Woon Bin.

Disclaimer: Mereka milik Tuhan, Orang tua dan Fansnya Dan cerita ini milik saya.

Rating: K+/T

Warning: YAOI (Boy X Boy), Yesung UKE! Crack Pair!


First Love

KimKyusung (kimmie)

©2015

Please don't copy paste without permission.


Summary

Cinta pertama selalu memiliki arti tersendiri bagi kehidupan masing – masing orang. Tapi, dalam kehidupan Choi Seung Hyun Cinta pertama itu MENYEBALKAN. "Aku tidak suka orang gemuk." Hanya lima kata itu sudah membuat TOP membenci Yesung. "Aku memanggil mu Yesung, karena itu terdengar manis." Ucap Kibum, Cinta pertama Yesung. Inilah kisah cinta segi tiga yang mengatasnamakan Cinta pertama.


.

.

"Jong Woon….Akuuu…." Bisik TOP sedikit seduktif.

"Nngh…" Leguh Yesung ketika merasakan telinga kanannya digigit oleh TOP. Entah apa maksud TOP melakukan ini padanya, yang jelas perlakuan TOP saat ini membuat wajah Yesung sukses dibuat memerah. Bibir tebal TOP yang terasa dingin menyentuh sebagian kulitnya lalu perlahan menjalar ke seluruh tubuhnya hingga membuat Yesung panas (memerah) dan suara bisikan berat sexy itu oh… membuat Yesung seperti melayang.

"Akan balas dendam padamu." Sambung TOP membuat Yesung yang awalnya sedang melayang langsung terhempas kembali ke Bumi.

BRUUGH…. TOP langsung menduduki tubuh Yesung kembali ke bangkunya. Dengan wajah bengong sambil memegangi telinga yang baru saja digigit oleh TOP, ia menatap lurus kedepan seperti patung.

"Yesung kau tidak apa – apa ?." Tanya Fanny Seongsanim khawatir melihat wajah Yesung yang memerah.

"Ti-tidak apa – apa Seongsanim." Balas Yesung yang sudah kembali ke alam sadarnya. Selama disela pelajaran, TOP yang duduknya tidak jadi disampinng Yesung, terus saja menatap tajam punggung Yesung hingga membuat Yesung sedikit terganggu.

'Kenapa punggung ku terasa berat sekali, apa mungkin….' Yesung yang merasakan hawa tidak enak di tengku leher dan punggungnya, dengan perlahan Yesung menoleh kebelakang hanya untuk sekedar memastikan apakah yang ia pikirkan itu benar.

DHEG… kaget Yesung saat melihat TOP memberikan dirinya seringaian. TOP benar – benar ingin membunuh Yesung hanya dengan melalui tatapannya saja.

'Kenapa dia ingin balas dendam padaku ?.' Batin Yesung frustasi memikirkan kesalahan apa yang sudah ia perbuat dimasa lalu (waktu sekolah dasar) hingga membuat TOP ingin sekali membalas dendam padanya. Tidak mau mengambil pusing, Yesung mencoba untuk fokus pada Fanny Seosangnim yang sedang memberikan pelajaran.

'Kenapa dia bisa tumbuh secantik dan semanis itu ?.' Kali ini TOP membatin tidak percaya pada apa yang sekarang ia lihat. TOP akui memang saat Yesung di sekolah dasar dulu dan sekarang benar – benar berbeda. Perlahan, semakin lama dirinya memperhatikan Yesung, di dalam pikiran TOP mulai tergambar Yesung Versi SD dan Yesung versi SMA.

[Dalam pikiran TOP] Yesung versi SD itu pendek, kurus, suara cempreng, cenggeng, kulit sedikit kusam karna sering main bola, lemah, tapi dibalik itu semua dia sangat manis jika tersenyum, tipikal anak ceria dan periang hingga seluruh anak dikelas selalu ingin bermain dengannya. Sedangkan Yesung versi SMA, badannya sudah berisi, kulitnya yang terlihat bercahya, suaranya pun jadi indah, bahkan tinggi badannya standar (buat masuk kedalam pelukan TOP), wajah semakin manis, imut dan cantik dalam satu waktu lalu bibir mungilnya itu…jika ku cium apa rasanya ? Heh ? Tunggu ? apa yang baru saja ku pikirkan.

WUSSSHH…. Dari jendela tiba – tiba angin yang cukup kencang berhembus masuk kedalam kelas, dimana Yesung pada saat ini duduknya berdekatan dengan jendela membuat poni miliknya menjadi sedikit terjuntai – juntai tertiup angin.

"Aish… rambut ku berantakan." Lirih Yesung sambil membenarkan poninya kembali.

BUUUGHH….

'Damn! Beraninya kau Jong Woon membuat dada ku berdebar.' Umpat kesal TOP refleks ketika jantungnya berdetak tidak karuan lagi, pasalnya tanpa sadar adegan Yesung tadi membuat iman TOP menjadi porak poranda.

"A-ada apa Seung Hyun ?." Tanya Fanny Seongsanim dengan nada sedikit takut.

"Memang aku melakukan apa ?." Dengan wajah tenang dan bingung TOP bertanya balik pada sang guru. TOP bingung, kenapa semua teman – teman sekelasnya menatap dirinya dengan tatapan heran, takut dan ngeri.

"Haish… Jangan memukul meja lagi. Kau membuat ku takut. " Fanny Seosangnim pun melanjutkan catatannya kembali dipapan tulis yang sempat terhenti.

"Me…mukul meja ?." Melihat tangan kanannya terkepal kuat diatas meja, TOP barulah sadar kenapa gurunya berkata seperti itu. Rupanya ketika sedang mengumpat kesal akibat Yesung yang kembali memporak porandakan hati TOP, kelas yang tadinya hening dan tenang karna semua murid sibuk mencatat tiba- tiba dikagetkan oleh aksi TOP yang memukul meja dengan keras.

"Pssst…Pssst." Bisik sesosok namja disebelah TOP secara sembunyi – sembunyi dibalik buku catatanya yang sudah ia dirikan dimeja.

"….." TOP tidak memberikan respon sama sekali, bahkan menoleh pun tidak pada teman sebangkunya. Sepertinya pria disamping TOP harus berpikir keras untuk menemukan cara agar TOP meresponnya.

"Jika kau tertarik pada Yesung, ku sarankan lebih baik kau mundur." Mendengar nama Yesung disebut – sebut, TOP perlahan memberikan reaksi (menoleh) lalu melirik buku tulis dimeja pria disampingnya lalu membacanya 'Seungri' batinya.

"Apa maksud mu ?." Tanya TOP dengan suara pelan.

"Yesung me-."

SYUUUUT….Tiba – tiba sebongkah kapur berdiameter 5cm melesat dengan kecepatan tinggi dan TAAAK….Mendarat tepat dijidat teman sebangku TOP, hingga membuat TOP kali ini yang menatap horror sang wali kelas.

"Seungri." Panggil Fanny Seonsangnim dengan nada lembut tapi auranya membunuh. Melihat guru cantiknya yang sudah berubah wujud (menyeramkan) datang menghampiri, Seungri yang gampang panik pun tidak punya pilihan lain selain,…

"SEUNG HYUN YANG MENGAJAK KU BICARA DULUAN SEONGSANIM!." Tunjuk Seungri cepat membuat TOP yang sedang melipat tangan di dada langsung menyerngit. Kenapa dirinya jadi dibawa – bawa, bukankah tadi Seungri duluan yang mengajak TOP bicara.

"BERANI YAAA KALIAN..." PLETAK… PLETAK…kini seluruh murid dikelas menjadi tertawa ketika sang guru sukses melayangkan jitakan maut dan omelan pada Seungri dan TOP. Kelas Fanny Seongsanim adalah kelas yang paling banyak tertawa, bercanda dan heboh dibandingkan kelas lainnya, itu dikarenakan muridnya begitulah.

"Hahahahaha." Tawa Yesung yang juga ikut meledak hingga membuat TOP langsung melirik tajam Yesung dan HUUP….Yesung langsung menutup mulutnya kembali dan menatap lurus ke depan. Namun, disela menutup mulutnya dengan tangan Yesung masih saja tertawa renyah.


First Love

Chapter 2

Happy Reading^^


.

.

DRAAP…. DRAAP…. Terdengar suara langkah kaki dilorong kelas 2 bergema, tidak peduli siapa yang ia tabrak ia tetap akan berlari dan berlari untuk menuju ruangan di paling ujung lorong. Pria ini benar – benar sudah tidak bisa menahanya lagi.

"Haaaa…" Leganya saat menggeluarkan panggilan alamnya, dengan mata masih terpejam pemuda yang bernama Yesung pun menyudahi aktivitasnya.

BBrrr…tiba – tiba Yesung merasa merinding di tengku belakangnya ditambah hawa tidak enak kini mulai menyelimuti dirinya.

Konon di Senior High School ada sebuah cerita (mitos), dimana dulu ada seorang murid paling pintar disekolah tidak kuat menanggung beban tuntutan orang tuanya yang mengharuskan dia selalu mendapatkan nilai sempurna. Akhinya karna depresi dia pun bunuh diri didalam sekolah dan katanya arwahnya menjadi penasaran. Dan parahnya arwah itu selalu menggangu para murid di sebuah ruangan yang bernama toilet dan toilet itu ada dilorong kelas 2 dimana Yesung berada saat ini.

"Ja-jangan…." Dengan tubuh yang sudah mulai agak gemetaran, Yesung yang ingat akan cerita teman – teman sekelasnya mengenai toilet angker di lorong kelas 2 menjadi panik. Merasa resleting celana sudah dinaikan Yesung menelan ludahnya kasar.

TAP…Yesung memundurkan langkah kakinya pelan, pelan, pelan dan PUK… Sebuah tepukan dibahu kirinya membuat Yesung terhenti dan tidak melanjutkan langkah kakinya lagi.

'Aku langsung lari atau aku langsung pukul perutnya saja.' Batinnya dilema. Sekali lagi Yesung menelan ludahnya kasar dan dengan perlahan Yesung memberanikan diri untuk menolehkan kepalanya ke kiri dan…

"Aku akan balas dendam pada mu."

"HYAAAAAAAAAA!."Teriak Yesung yang langsung meringkuk di pojokan toilet dengan nafas yang sudah naik turun akibat melihat wajah seseorang.

"Aish….Seung Hyun! Kau menggagetkan ku." Ucapnya lagi yang ternyata pemuda yang hampir saja membuat jantung Yesung copot adalah TOP. Tanpa ekspressi TOP memandangi Yesung yang sedang menggusap – usap pantatnya, dimana pantat kenyalnya itu baru saja mencium lantai yang keras.

TAP…TAP…perlahan TOP mulai berjalan mendekati Yesung dan menawarkan bantuan untuk menolong. Melihat TOP mengulurkan tangan kanannya, dengan senang hati Yesung menyambutnya…

"Ah… Goma-." Belum sempat Yesung menyelesaikan kalimatnya, tubuh Yesung sudah lebih dulu dibuat melayang (terangkat) oleh TOP dan Blush…Untuk sesaat wajah Yesung memerah ketika TOP memegang pinggang dan mengangkatnya tinggi – tinggi sambil tersenyum. Tubuh Yesung yang mungil dan ringan sangat mudah untuk TOP angkat.

SREEET….

"Kena kau." Ucap TOP bersamaan dengan smirk andalannya lalu pergi begitu saja meninggalkan Yesung yang masih terbelak kaget dengan apa yang baru saja terjadi.

"YAK! Seung Hyuuun! Kau pikir aku jemuran kau gantung – gantung! Turunkan akuuu duluuu!." Teriak Yesung tidak terima.

"Su-sunbae kau sedang apa disana ?." Tanya salah satu Hoobae Yesung yang kebetulan memakai toilet di lorong kelas 2 langsung kaget melihat Sunbaenya sudah nyangkut di dinding.

"Jangan banyak tanya, cepat bantu aku turun dari sini!." Perintah Yesung dengan wajah sudah memerah malu.

Bagaimana bisa TOP melakukan ini padanya, TOP tahu Yesung itu pendek jadi dengan sengaja TOP mengaitkan kerah baju seragam belakang sekolah Yesung ke sebuah pengait yang cukup tinggi dimana biasanya digunakan untuk mengaitkan tas ransel atau pakaian saat siswa berganti baju. Jadi itu alasan TOP mengangkat tubuh Yesung. Ckckck.

Perlahan Hoobae yang bernama Yoseob mencoba menurunkan Yesung, tapi…

"Su-sunbae ugh…kau berathhh..." Eluh Yoseob yang tidak kuat menahan bobot tubuh Yesung. Tentu saja tidak kuat, Yoseob itu memiliki tinggi badan lebih pendek dari Yesung.

"Maka ya ikut eskul basket biar tinggi dan berotot seperti Kikwang pacar mu, malah ikut eskul paduan suara yang lembek." Celoteh Yesung yang malah mencerca Hoobaenya.

"Sunbae kau menghina eskul mu sendiri." Uhuk… akibat emosi dikerjai TOP, Yesung jadi lupa bahwa dirinya juga anak eskul paduan suara, terlebih dia adalah ketua dari eskul yang baru saja ia bilang lembek. Pabo Yesung.

Tanpa diduga, Yoseob menurunkan tubuh Yesung dengan kekuatan penuh dan BRUGGGHH…. Yesung terjatuh menimpa badan Yoseob.

"Awas kau Seung Hyun!." Membara Yesung dengan semangat berkobar tanpa sadar bahwa saat ini dirinya masih berada di posisi menduduki tubuh mungil Yoseob.

"GYAAA…. PAK GURU, YESUNG MEMUKUL YOSEOB!."

"Heh!YAK!...KAU SALAH PAHAAAM!." Teriak Yesung mengejar murid tersebut tanpa peduli pada Yoseob yang sudah menolongnya.

Bagaimana murid itu tidak salah paham jika melihat posisi Yesung seperti tadi, dengan polosnya Yesung yang sudah ditolong Yoseob masih saja duduk diatas badannya, ditambah tangan terkepal dan ekspressi Yoseob yang sebenarnya sedang kelelahan akibat mengangkat tubuh Yesung, jadi terlihat Yesung habis meninju Hoobaenya.

Dan, dari kesalahpahaman itu juga untuk pertama kalinya dalam hidup. Yesung merasakan ruangan BP dimana biasanya hanya teman – temannya saja yang masuk dan sekarang dirinya juga ikut merasakan. Great Job Seung Hyun.

.

.

[Saat pelajaran Lab Kimia ]

.

"Kamshamida." Ucap TOP setelah menerima seragam dari petugas koperasi. Setelah TOP berjalan agak jauh, terdengar suara histeris dari ruangan koperasi tersebut yang TOP yakini pasti sedang membicarakan dirinya.

"Haaa…. Aku benci Kimia." Malas TOP sambil melirik sebuah seragam ditangannya.

Hari ini adalah pelajaran kimia, dimana saat pelajaran kimia semua murid diharuskan memakai Jas lab berwarna putih sebagai salah satu syarat untuk keamanan mereka agar cairan – cairan atau darah di laboratorium tidak ada yang mengenai seragamnya, baik saat membedah hewan ataupun saat mereka bereksperimen sesuatu.

"Baik… hari ini kita akan melakukan percobaan kecil lagi, tapi ini sedikit bahaya jadi kalian harus hati – hati, arraso ?." Mendengar intrupsi Luna Seongsanim semua murid mengganguk mengerti.

CEKLEEEK… tiba – tiba pintu ruangan praktek (laboratorium) terbuka menampilkan sosok TOP yang sudah memakai balutan Jas Lab berwarna putih lengkap dengan buku ditangannya, ditambah TOP juga menggunakan kacamata bening yang biasa dipakai saat praktek lab, hingga membuat TOP terlihat seperti seorang err dokter muda.

"KYAAAA…..TAMPAAAAAN!." Histeris seluruh murid di dalam kelas tidak kuasa menahan pesona TOP yang entah kenapa selalu berhasil membuat mereka semua berimajinasi nakal. Dengan Jas Lab itu, murid – murid membayangkan TOP adalah dokter tampan yang nakal, dimana TOP memeriksa suhu pasiennya dengan cara saling menempelkan kening dan TOP berkata 'Ahhh… Kau demam.' Dengan suara husky barritonennya.

TAP… TAP… Tidak peduli pada teman – teman sekelasnya yang sedang berimajinasi, TOP berjalan masuk dengan santai dan cuek, bahkan TOP melewati Luna Seongsanim yang jelas – jelas dari tadi ia berdiri dekat pintu.

"Hei kau yang datang terlambat!." Panggil Luna Seongsanim sedikit keras bermaksud untuk menegur dan memarahi TOP yang sudah datang terlambat di Jam pelajarannya. Luna tahu bahwa dari kelas Fanny Seongsanim ada murid baru, tapi Luna benar – benar tidak menyangka bahwa murid pindahan itu memiliki sikap Arrogant (Tidak sopan karna mengacuhkan guru).

Sreeet… bak seorang model, TOP yang mendengar panggilan Luna langsung membalikkan tubuhnya dengan gesture menawan dimana Jas Lab yang memiliki ukuran panjang selutut di sibaknya dengan pelan, membuat seluruh murid yang melihat hampir dibuat mimisan sekarang.

"Kenapa Seongsanim ?." Balas TOP sambil mengigit bibir bawahnya. Melihat aksi (kenakalan) TOP tentu saja membuat Luna Seongsanim rasanya ingin sekali menjedutkan kepalanya ke tembok karna melihat murid – murid yang memiliki ketampanan dan aura Hot seperti TOP membuat dirinya jadi kehilangan akal sehat.

"Ka-kau sekelempok dengan Jong Woon." Ucap Luna Seongsanim akhinya membuat TOP tersenyum lalu mengangguk mengerti. Sedangkan nama yang disebut tentu saja langsung protes.

BRAAAK… Dengan cepat Yesung berdiri dari duduknya.

"Se-seongsanim aku kan sudah memiliki partner ?." Jelas Yesung sambil menunjuk kearah sampingnya.

"Siapa yang kau maksud ?." Tanya balik Luna Seongsanim polos sambil memiringkan kepalanya seperti pria dan wanita innocent pada umumnya.

"Tentu saja On-." Ucapan Yesung langsung terhenti ketika melihat teman yang sebelum TOP datang adalah partner kelompoknya malah sekarang hilang. Kemana teman kelompoknya itu ?.

"YAK! ONEW AWASSS KAUUU!." Teriak Yesung kesal saat melihat Onew sudah duduk manis disebelah Key sambil nyengir.

TAAK…sebuah buku diletakan dimeja Yesung saat TOP tiba.

"Sampai kapan kau akan berdiri seperti itu, Jong Woon ?." Tanya Luna Seongsanim melihat Yesung masih saja berdiri dan terdiam, diliriknya TOP yang sudah duduk di sebelahnya dengan tatapan kesal karna sudah membuat dirinya masuk ke ruang BP. Tidak mau mendapat masalah lagi Yesung pun kembali duduk.

TUK…TUK…TUUK…Terus seperti itu, TOP mengetuk – ngetukkan pensilnya ke dimeja dengan malas. Pelajaran kimia membuat ia bosan. Berbeda dengan Yesung, selama pelajaran Yesung mendengarkan penjelasan Luna Seongsanim dengan baik yaitu mencampur berbagai cairan yang diperintah sang guru lalu mencatat reaksi dari kimia yang telah dicampur.

"Setelah kejadian di toilet hari ini, aku tidak ingin berbagi catatan dengan mu." Mendengar ancaman kekanak – kanakan dari pria disebelahnya, TOP pun menghentikan permainan menggetuk pensil dimeja lalu tertawa renyah.

"No problem, karena aku memang tidak tertarik dengan sains, aku lebih tertarik hem….." TOP sengaja menjeda ucapannya bermaksud memikirkan jawaban apa yang bagus untuk Yesung. Perlahan TOP merubah gaya duduknya sedikit menyamping lalu menjadikan tangan kanannya sebagai tempat menompang dagu dan menatap kearah satu objek.

"….Memandangi dirimu."

TAAK… bersamaan dengan ucapan TOP, pensil yang digunakan Yesung untuk mencatat patah. Sekilas TOP melihat rona merah keluar dari pipi Yesung dan itu membuat TOP tertawa puasdidalam hati karena berhasil membuat cinta pertamanya yang menyebalkan merona.

"Apakah pelajaran ku begitu membosankan hingga kalian berdua berleha – leha eum ?."

DHEG…. Dari belakang leher TOP dan Yesung seketika muncul aura membunuh yang begitu dahsyat.

PLETAAK… PLETAAAK…. Guru – guru di sekolah KyungHee terkenal baik dan ramah sepertinya itu hanya tipuan yang dibuat oleh pihak sekolah. Karena sesunguhnya guru – guru disini akan menjadi sangat menyeramkan jika muridnya ada yang mengobrol (seperti Yesung dan TOP) di saat Jam pelajaran.

"Yak! gara – gara kau! Aiih… kepala kuu." Keluh Yesung merasakan kepalanya nyeri akibat dijitak oleh Luna Seongsanim. Sedangkan, TOP tentu saja sedang merasakan kesakitan juga tapi ia tahan karena itu akan menghancurkan reputasinya di depan Yesung.

'Sial… sakit juga pukulan guru itu.' Batin TOP dengan masih posisi coolnya.

"Ingat jangan asal mencampur bahan yang ada didepan kalian." Nasehat Luna Seongsanim sambil berjalan ke meja – meja muridnya untuk memeriksa dan mengawasi.

"Hei… Jong Woon."

"Panggil aku Yesung."

"Baiklah Yesung, kata Seongsanim campur cairan itu dengan ini." TOP memberikan tabung berisi cairan berwarna kuning kepada Yesung. Semula Yesung ragu apakah benar yang dikatakan TOP, setelah melihat ke kanan, kiri dan depannya dimana teman – temannya sudah mulai melakukan eksperimen dengan menuangkan cairan yang TOP suruh, Yesung pun menuruti perkataan TOP.

Dengan menggunakan pinset, di teteskannya cairan tersebut kedalam tabung yang kini berada ditangan kirinya.

"Teteskan 7 kali." Perintah TOP lagi seperti bos dan Yesung mengangguk dengan wajah yang sangat serius, seakan dirinya adalah ilmuan yang sedang membuat suatu penemuan. Setelah meneteskan cairan tersebut dengan jumlah yang disuruh TOP, reaksi yang dihasilkan pun perlahan terlihat. Perlahan asap – asap putih keluar dari tabung Yesung dan…

BOOOOOOM…. Dari meja paling pojok terdengar suara ledakan dan asap hitam pekat menggepul membuat seluruh murid menjadi terkaget.

"HAHAHAHAHAHAHA." Tawa seluruh murid meledak ketika melihat wajah Yesung yang sudah menghitam seperti arang. Diraihnya ponsel disaku celana dengan cepat lalu menjadikan layar ponsel tersebut sebagai cermin dan Yesung hanya bisa terbelak kaget, lagi – lagi dirinya di kerjai oleh TOP.

Tanpa membuang banyak waktu Yesung langsung bergegas berlari keluar kelas untuk membersihkan wajahnya yang menghitam.

"Hahaha…Ini sangat menyenangkan,haha." Tawa TOP membuat seisi kelas khususnya wanita dan UKE menjadi terdiam.

'Bahkan ketika tertawa, dia tetap mempesona.' Batin seluruh murid yang sudah ngeFly lagi.

.

.

DRAAP… DRAAAP…. Dengan langkah cepat dan hentakan kaki yang keras, Yesung yang sedang kesal berjalan seperti monster.

"Hari ini dia mengerjai ku habis – habisan, menyebalkan." Gumam Yesung disela berjalan pulang dengan berdesis kesal akibat ulah teman semasa sekolah dasarnya dulu. Baru satu hari TOP sekolah disini tapi sudah membuat Yesung malu didepan Hoobae dan juga teman – temannya .

"Oppaaaaa….Opppaaa, Tunggu akuuu." Teriak lembut sesosok wanita dibelakang Yesung sambil berlari – lari mengejarnya. Bukannya berhenti berjalan Yesung yang sedang terselimuti perasaan kesal menjadi tidak mendengar panggilan wanita tersebut.

"YESUUUUUUUNG." Teriaknya dengan suara 3 oktafnya hingga membuat Yesung terkejut.

"Yak! Kau ingin aku tul- …. Hyuna."

"Oppa jahat meninggalkan ku." Renggek Hyuna membuat Yesung menjadi salah tingkah saat melihat wajah sang adik sudah memanyunkan bibirnya seperti anak kecil.

"Ah… mian, oppa tadi sedang banyak pikiran jadi ti-."

"Apa yang oppa pikirkan ? cerita pada ku ? Apa ada yang menyakiti mu ? atau oppa mendapatkan nilai je – mmppht.." Yesung langsung menjempit bibir Hyuna dengan tangannya.

"Jangan bawel, kita pulang." Dengan masih menjempit bibir Hyuna, Yesung menyeret sang adik untuk bergegas pulang, melihat hal tersebut sontak saja membuat seluruh murid yang melihat KIM bersaudara hanya dapat tertawa. Yesung dan Hyuna terlihhat adorable sekali ketika sedang bersama.

"Hahaha… asiknya punya kakak seperti Yesung."

"Hanya kakaknya saja yang boleh menyentuh Hyuna."

"Tidak dapat adiknya, kakaknya pun aku mau. Hahaha."

TAP… Langkah kaki TOP terhenti ketika mendengar beberapa siswa yang lewat disampingnya sedang membicarakan Yesung. Dilihatnya gerbang sekolah, dimana Yesung dan seorang gadis sedang bercanda sangat akrab.

"Jadi, itu adik perempuannya."

PUK….Merasakan tepukan dibahu kiri, TOP yang memiliki gerakan refleks bagus langsung memegang tangan itu dan memelintirkannya.

"Yak! Yak! ini aku teman sekelas mu, Seungri Akhhh." Teriak Seungri kesakitan dan dengan cepat TOP mendorong tubuh Seungri untuk melepaskan kuncian tangannya, tanpa banyak bicara TOP melanjutkan kembali jalan menuju ke parkiran motor.

"Ku pikir hanya tampang dan tubuh mu saja yang bagus. Tapi, ternyata refleks mu juga bagus. Apa kau bisa berkelahi ?."

"…" Cuek dan tidak peduli pada Seungri, melihat murid baru sibuk merapatkan jaket dan sarung tangan kulitnya, Seungri menghela nafasnya lagi.

'Dekati anak baru – Menjadi sahabat – Ikut terkenal – Di kelilingi wanita dan UKE cantik.' Batin Seungri mengingat rencana yang sudah ia buat dan ternyata rencana itu sangat sulit dilakukan.

"WOAH… Motor mu keren! Luar Biasa ." Heboh Seungri melihat motor TOP dengan mata berbinar. Kali ini Seungri menatap murid baru itu dengan kagum, TOP itu sudah tampan, manly, macho ditambah dengan motor yang keren membuat TOP terlihat makin gagah saja.

"Minggir." Sadar berdiri didepan motor TOP. Seungri perlahan mundur dan memberikan TOP jalan, tanpa say good bye atau basa – basi terhadap kebanyakan murid cowok saat bersama temannya, TOP malah melajukan motornya begitu saja.

"Dia arrogant sekali…" Sambung Seungri dengan cemberut karna gagal dalam pendekatan.

.

.

Brrmmm…Brmmmm…Seperti biasa saat menunggu lampu merah TOP selalu memainkan gas motornya. Bukan untuk sombong atau pamer karna TOP memiliki motor sport keluaran terbaru, ini hanya dilakukan untuk sekedar mengusir kebosanan saat menunggu lampu merah yang berubah menjadi hijau.

Selama perjalanan tadi, TOP tidak henti – hentinya membayangkan rencana apa yang akan dilakukan besok untuk mengerjai Yesung lagi. Entah kenapa TOP merasakan kesenangan saat berhasil membuat Yesung merona, marah, kesal dan cemberut.

"Motor yang bagus."

Mendengar suara yang seperti dilontarkan untuknya. TOP melirik ke sisi kanan dan dia melihat ada seorang penggendara motor sama seperti dirinya menggunakan helm yang menutupi seluruh wajah lengkap dengan jaket dan sarung tangan kulit, merasa tidak kenal dengan penggendara sepeda motor tersebut, TOP kembali menatap kedepan lagi.

"Mau tanding dengan ku ?." Mendengar kata tading, TOP kembali menoleh untuk melihat atau lebih tepatnya mengecek motor yang digunakan oleh penggendara tersebut, Ninja ZX – 14R sama dengan motor milik TOP, hanya saja berbeda warna (TOP warna merah – hitam lalu pengendara misterius warna hijau – hitam).

"….." TOP lagi – lagi tidak memberikan respon pada si penggendara misterius, TOP memilih kembali manatap layar Countdown lampu merah yang sudah berjalan 20 detik, itu terlihat lebih menarik ketimbang meladeni orang tidak dikenal.

"Hahaha….Kenapa di Korea banyak sekali pria pecundang." Ledek penggendara misterius itu sambil tertawa. Pengecut ? Oke… sepertinya dia sudah meremehkan TOP hanya karna TOP tidak membalas ucapannya sama sekali.

Brrrmmm….. Geber TOP yang menarik penuh gas motornya, terlihat ban belakang motor TOP sedikit berasap menandakan betapa TOP merasa di lecehkan oleh ucapannya. Persetan dengan tata krama budaya Korea yang selalu diajarkan Ibunya, di Amerika jika sudah begini TOP akan langsung menyeret pria itu ke sirkuit balapan yang biasa digunakan olehnya.

"I'm not Loser." Ucap TOP akhirnya dengan tatapan tajam, membuat penggendara motor misterius itu bersmirk di dalam helmnya.

Entah apa maksud dan tujuan penggendara misterius itu menantang TOP tanding, yang jelas ini membuat penggendara misterius itu semakin tertarik untuk bermain. Di lihatnya layar kecil lampu merah dimana sekarang 15 detik lagi akan berubah menjadi hijau.

"Tracknya adalah Jalan terus hingga persimpangan, ambil kiri dan yang sampai duluan di ujung jalan ini sebelum halte bus pertama dialah pemenangnya, mudahkan."

Tujuh detik perhitungan mundur, terdengar suara gas yang mulai di tarik bergantian. Tanpa peduli pada kendaraan lain di lampu merah, ban belakang dan knalpot dari kedua motor tersebut sudah mengeluarkan asap putih yang cukup banyak.

5…

4…

3…

2...

1…

Brrrrmmmmm…baik TOP dan penggendara misterius itu melaju dengan kecepatan yang sama – sama cepat. Kiri dan kanan keduanya dengan lihai menghindari mobil – mobil di depannya yang menghalangi jalan. Angka – angka kecepatan dimotor keduanya pun terus bertambah, keduanya seakan tidak ada yang mau mengalah.

'Siapa dia sebenarnya.' Batin TOP sambil melihat penggendara motor yang sudah tertinggal agak jauh dibelakangnya melalui spion. Untuk beberapa hal TOP mengakui kemahiran pria tersebut dalam mengimbangi kemampuan bermotor TOP dijalanan yang penuh dengan kendaraan.

Dalam tikungan TOP tidak memberikan celah sama sekali pada penggendara misterius itu untuk menyusulnya. Kini hanya tersisa track lurus dimana 5km lagi halte bus pertama berada dan TOP akan menang jika TOP bisa mempertahankan posisinya.

DIN… DIN….klakson TOP saat melihat bus berada ditengah jalan, TOP mengambil kiri bus pun tidak sengaja ikut ke kiri, membuat TOP jadi sedikit mengumpat kesal.

SYUUUT…. Tak terduga penggendara motor dibelakang TOP berhasil melewatinya dari sisi kanan dan KIIIITTTT….. Pengendara tersebut berhenti tepat di halte Bus pertama.

Dari jauh TOP bisa melihat penggendara misterius itu turun dari motornya seperti mengartikan TOP untuk berhenti sampai disini, beruntung rem motor TOP sangat pakem dan hanya berjarak sejengkal tangan saja ban motor depan TOP berhenti di depan pria misterius tersebut berdiri.

"Kau lumayan." Puji pria misterius pada TOP sambil melipat tangannya didada. Keduanya tidak ada yang membuka helm, mereka berdua seakan sengaja merahasiakan identitas mereka masing – masing.

"Kau juga tidak buruk." Balas TOP dengan tatapan datarnya. Kalau saja ini bukan karna Bus yang tiba – tiba menghalangi jalannya, TOP yakin dialah yang menang.

"Ku anggap ini seri, lain kali kita bertanding lagi." Setelah mengucapkan kalimat seperti salam perpisahan, TOP baru melepaskan helmnya saat penggendara misterius itu sudah menghilang di jalanan. Terlihat nafas TOP yang terenggah – enggah menunjukkan betapa seriusnya TOP melawan penggendara misterius tadi.

"Sebaiknya aku pulang, bisa gawat kalau ada polisi patroli." Buru – buru TOP melanjukan motornya kembali dan bergegas pulang kerumah. TOP tidak ingin mendapatkan masalah hanya karena melanggar kecepatan berlalu lintas. Jika Ayahnya tahu, habislah TOP. Anak seorang Jendral polisi melanggar lalu lintas, yang benar saja.

.

.

[Mouse Rabbit]

.

Hari ini café Mobit terlihat ramai seperti biasanya, dimana banyak anak muda di jam pulang sekolah menghabiskan sisa waktu disini untuk nongkrong sembari menikmati minuman segar dan kue lezat buatan koki handal Mobit.

"Pundi – pundi uang ku bertambah, Oh senang yaa~." Girang pemilik Café bersenandung melihat banyaknya pelanggan yang datang untuk bersantai di cafenya dan stock kue yang dijual pun juga sudah hampir habis.

"Aku benci ketika mereka datang kemari, pasti berantakan." Keluh salah satu pelayan berseragam name – tag Yesung, ketika melihat cara makan salah satu pelanggan setia MoBit yang sembarangan dan seenaknya. Lihat saja itu dibawah kaki mereka terdapat remah – remah cake dan cookies bertebaran mengotori sofa yang mereka duduki.

"Yesung aku mau minta 2 cake ini lagi." Serunya dari kejauhan sambil menganggkat sebuah piring cake yang baru saja dimakan setengah.

TUK…. Tanpa banyak bicara pelayan berseragam name – tag Eunhyuk dengan sigap menyodorkan dua potong Carrot cake dimeja konter sambil tersenyum.

"Antar cake ini sana." Dengan muka kesal Yesung mengambil piring itu dan meletakannya di nampan lalu membawanya ke pelanggan. Setelah meletakan pesanan, Yesung duduk disamping pria jangkuk tampan berambut ikal dark brown si pemesan cake.

"Kenapa hari ini kalian tidak masuk sekolah ?."

"Aku kesiangan, lalu dia malas sekolah katanya." Jawab pria di depan Yesung tidak kalah tampan dengan pia disampingnya, melihat gayanya ketika meminum secangkir kopi semua orang akan tahu. Pria berambut hitam ini pasti dari kalangan atas.

"Haaaaaa…" Hela nafas panjang Yesung saat mendengar alasan jujur kedua temannya. Sembari memperhatikan cara minum salah satu temannya yang terlihat angkuh, Yesung menjadi teringat sosok TOP.

"Kalian tahu tidak, hari ini ada mu-." Yesung langsung menghentikan ucapannya ketika ingin bercerita mengenai TOP, dimana dirinya sudah dikerjai habis – habisan olehnya bahkan sampai masuk ruang BP.

"Mu ? mu apa ?." Selidik pria didepan Yesung yang kini sudah meletakan cangkir kopinya, begitu juga dengan pria disampingnya yang sudah menghentikan makan cakenya. Yesung yang selalu bersemangat, lupa bahwa saat ini ia sedang duduk dengan siapa.

Gleg… Yesung menelan ludahnya kasar, tatapan mereka berdua sangat serius sekarang dan itu membuat Yesung menjadi err panas dan gerah.

"Mu… Mu-musik baru, iyaa… hari ini eskul paduan suara mendapatkan inspirasi musik baru, Hahaha." Tawa canggung Yesung melanjutkan kalimatnya, diliriknya kedua temannya itu dengan harapan mereka akan percaya…

"Oh…" Hanya satu kata membuat Yesung lega bukan main, mereka pun melanjutkan kegiatannya kembali. Dimana pria tampan berambut hitam meminum kopinya dengan charisma luar biasa dan pria berambut ikal brown dark memakan cake dengan lahap layaknya anak kecil.

.

.

[Kediaman Keluarga TOP]

.

TAP… TAP… TOP memasuki rumahnya yang terlihat sepi dan sunyi. Tidak biasanya rumahnya akan setenang ini, biasanya sore – sore begini TOP akan melihat ibunya duduk manis diruang TV untuk menonton drama kesukaanya lalu disusul sang kakak yang tentunya akan selalu menemani Ibunya menonton sambil mewarnai kuku – kukunya yang jelek (bagi TOP) dengan benda – benda kecil aneh yang tertempel di kukunya.

"EOMMAAAA." Teriak TOP dan tidak ada sahutan sama sekali terdengar dari sudut ruangan manapun. Merasakan gerah dan lengket akibat aktivitas disekolah dan balapan dengan penggendara misterius, TOP pun langsung beranjak naik ke lantai dua dan belok ke kanan dimana kamarnya terletak.

BRUUKKK… Dilemparnya tas ransel dan ponselnya ke kasur lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi tanpa banyak bicara. Butuh waktu 20 menit, TOP sudah selesai membersihkan diri. Dengan hanya memakai celana jeans panjang tanpa baju (Half Naked) TOP melakukan aktivitasnya didalam kamar. Entah itu membaca majalah, olahraga (push up atau angkat barbel), Menonton TV, mendengarkan lagu atau bermain dengan ponselnya.

"Kenapa Eomma tidak mengangkat telefon ku ?." Eluhnya sambil melempar ponselnya ke kasur lagi. TOP benar – benar khawatir pada Ibunya, karna tidak biasanya Ibunya pergi tanpa meninggalkan pesan.

"Apa Noona pergi juga ? akan ku cek." Akhirnya TOP keluar dengan kondisi masih Half Naked.

Selama masih di area rumah, TOP sudah biasa berjalan kemana – mana dengan bertelanjang dada. Kalau dipikir – pikir TOP sudah lama tidak main ke kamar kakaknya, jika kakaknya ada dikamar mungkin Ibunya menitipkan pesan padanya.

CEKLEEEK…. TOP membuka pintu kamar sang kakak tanpa izin, padahal sudah jelas – jelas di depan pintu tertulis 'Go away'.

"Yak! Bingu TOP kau masuk kekamar perempuan tidak ketuk – ketuk pintu dulu!." Marah CL dengan muka garangnya.

"Kamar ? perempuan ? puufftt." BUGHH… CL langsung menimpuk wajah sang adik dengan bantal sebelum tawa TOP meledak. Bagaimana mungkin TOP percaya kamar yang ia datangi adalah kamar perempuan. Jika isi kamar itu bukan berisi boneka dan pernak – pernik lucu berwarna cerah.

"Oh…ada teman mu." Seru TOP masih di ambang pintu memegangi bantal berbentuk tengkorak. Dilihatnya sesosok wanita berkulit seputih susu dengan rambut di ikat tinggi kebelakang sedang duduk manis di kasur CL. Jika boleh jujur saat melihat wanita itu, TOP sempat mengira wanita itu adalah Barbie.

Sadar ditatap oleh TOP seperti menayakan siapa dirinya, teman CL pun beranjak dari kasur dan menunjukkan kesopanannya dengan membungkukkan badan sebagai tanda memberi salam.

"A-a…Annyeong, aku Park Bom teman Chae Rin." Gugup wanita cantik itu, tentu saja dia gugup. TOP saat ini sedang Half Naked, dimana wanita itu dengan jelas dapat melihat bahu tegap, perut Sixpack dan otot lengannya yang kekar.

"Hemm… Noona, dimana eomma ?." Cuek TOP seakan tidak peduli siapa nama wanita di depannya itu. Sepertinya teman kakaknya salah paham terhadap arti tatapan TOP.

"Eomma ikut appa ke kantor, sudah sana pergi." Usir CL sambil mengibaskan tangannya dan dengan senang hati TOP pergi. Tapi sebelum TOP pergi, TOP masuk kedalam kamar kakaknya untuk memulangkan kembali bantal yang tadi dilempar sang kakak kepadanya.

"Ini bantal mu Noona." Walaupun TOP dan CL suka bertengkar fisik dan non fisik tapi TOP selalu menunjukkan sikap sopannya pada sang kakak dengan tidak balik membalasnya. Setelah menerima bantalnya kembali , CL yang iseng pun mulai menyentuh – nyentuh perut Sixpack TOP.

"Lihat otot ini, daebak." Puji CL sambil terkekeh dan TOP dengan cepat langsung memegangi perutnya karena CL bukan menyentuh tapi meninjunya.

"Heh! Kenapa wajah mu memerah Bom ?." Tanya CL ketika melihat kedua pipi Park Bom memerah selepas TOP pergi dari kamarnya.

"Kau menyukai adik ku ? Hahahaha." Tawa CL yang lagi – lagi temannya dibuat jatuh cinta oleh adiknya. Hampir seluruh teman wanita CL yang datang pasti langsung terkena penyakit demam (Falling in love) terlebih melihat TOP yang sedang Half Naked dengan jarak dekat, tidak usah memerlukan waktu satu menit bahkan 5 detik saja sudah akan langsung terjerat.

.

.

[KyungHee School ]

.

Brrmmmm….. Brrmmmmmmm….Terdengar suara deru motor sport yang sengaja di gas untuk membuat murid – murid yang sedang masuk kedalam gerbang Kyunghee School minggir. Kejadian seperti ini seperti dejavu bagi murid – murid, setelah di ingat – ingat ini mirip dengan kemarin saat TOP datang ke sekolah. Bedanya kali ini motor yang masuk kedalam sekolah ada dua.

Dua penggendara motor yang di yakini adalah siswa Senior High School melaju perlahan menuju area parkir. TAAK… setelah mesin motor mati, mereka berdua menstandarkan motornya secara bersamaan lalu dengan penuh percaya diri dibukanya helm tersebut.

"Kyaaaa…. Kyuhyuuun!."

"Siwooon Sunbae!."

"Vilcencius masuk sekolah."

Sambut semua murid saat siswa bernama Kyuhyun dan Siwon datang ke sekolah. Dengan senyuman ramahnya mereka berdua menyapa teman – teman disekolah, betapa sempurnanya mereka berdua. Sudah tampan, pintar, kaya, tidak sombong lagi.

TAP… TAP… Siwon dan Kyuhyun perlahan berjalan melewati lapangan untuk menuju gedung utama sekolahnya, ketika Siwon dan Kyuhyun lewat seluruh murid yang tadinya sedang berjalan menjadi terdiam ketika melihat dua pangerannya.

"Motor siapa tadi ?." Lirih Kyuhyun mengingat ada sebuah motor sport warna merah disebelah motornya, mengobrol dengan suara pelan seperti ini jarang mereka lakukan. Tapi, karena rasa penasaran Kyuhyun yang baru pertama kali melihat motor asing di sekolahnya jadi tidak bisa menahan diri.

Sejujurnya, Siwon tidak peduli siapa pemilik motor itu, toh siapapun pemilik motor itu Siwon yakin bukan sembarangan orang. Karena, motor tersebut sama dengan miliknya dan juga Kyuhyun yang hanya keluarga dari kalangan atas saja yang dapat membelinya.

"Mungkin miliknya." Jawab Siwon tanpa menyebutkan nama membuat Kyuhyun langsung tersadar dan tidak lama kemudian Kyuhyun tertawa renyah.

"Biang keributan itu masuk sekolah ? Lucu sekali."

"Asal dia tidak membuat masalah dengan kita, sekolah tidak akan ribut." Kyuhyun mengganguk, benar yang dikatakan Siwon selama biang keributan yang dia dan Siwon maksud tidak mencari masalah dengan mereka, maka sekolah akan tenang.

"Haaaaa….Cuaca hari ini bagus." Sepertinya hari ini akan ada hal yang menarik karena mendengar Kyuhyun mengucapkan kalimat yang jarang ia ucapkan.

.

.

Diwaktu yang bersamaan, tidak jauh dari mereka berdua tepatnya diatas atap sekolah terlihat dua orang. Dimana seorang murid bernama Seungri sedang menyantap sarapan paginya (bento dan susu) dan murid bernama Seung Hyun sedang meminum kopi hangatnya yang baru saja Seungri beli di minimarket depan sekolahnya.

Sarapan pagi diatap sekolah yang sepi dan sunyi , tidak buruk karena dengan begini TOP terhindar dari tatapan – tatapan wanita atau UKE yang selalu melihat dirinya dengan tatapan err dan juga karna ada alasan lain TOP mengajak Seungri kesini.

"Seungri, berikan aku informasi mengenai Yesung."

Uhuk… tersedak Seungri saat menikmati bento nasinya. Kini ditatapnya teman yang baru saja sehari resmi menjadi Sahabatnya dan Seungri hanya bisa menghela nafas. Ternyata ini alasan TOP menerima tawaran pertemanannya dan mentraktir dirinya sarapan pagi.

"Kau ingat kenapa kemarin dikelas aku mengatakan 'Jika kau tertarik dengan Yesung, lebih baik kau mundur saja.' Ingat tidak ?." TOP mengganguk sebagai jawaban atas pertanyaan Seungri, bagaimana mungkin TOP lupa dengan ucapan kemarin, apakah Seungri sedang meremehkan daya ingatan TOP.

"Yesung itu, bagaimana yaaaa…" Kali ini Seungri menatap kotak bentonya sambil tetap menguyah nasi, Seungri sedang berpikir bagaimana menjelaskan tentang Yesung kepada TOP dengan mudah.

"Kau akan berurusan dengan Vilcenius."

"…" Seketika suasana menjadi…

.

krik…

krik…

.

.

"Kau bicara apa sih, Haaa… tidak ada gunanya bicara dengan mu. Kau tidak memberi ku informasi." Akhirnya TOP beranjak bangun dari duduknya dan berjalan menuju pintu EXIT untuk kembali ke kelas, TOP lebih memilih mendengarkan ocehan Fanny Seongsanim daripada ocehan ngelantur teman sebangkunya itu.

Melihat reaksi TOP membuat Seungri terkekeh, Seungri sudah menebak pasti TOP akan menganggapnya bercanda karna berbicara seperti tadi.

"Vilcencius itu nama geng Yesung."

Sreet… TOP yang awalnya baru memegang knop pintu langsung membalikkan badannya dan menatap Seungri dengan tatapan 'Apa maksud mu.'

Sepertinya Sungri berhasil membuat TOP tertarik dengan topiknya, terbukti TOP menunjukkan reaksi untuk membahas lebih jauh tentang Vilcencius. Kini giliran Seungri yang beranjak dari duduknya, setelah membuang kotak bento yang telah kosong ke tempat sampah, Seungri mulai berjalan mendekati TOP.

"Kita kan sudah bersahabat…ekhem."

"Jauhkan tangan mu." Tatap malas TOP saat melihat tangan Seungri sudah bertengger (merangkul) dibahunya yang biasa dilakukan oleh teman atau sahabat kebayakan.

"Jangan mencari masalah dengan mereka." Ucap Seungri dengan nada horror yang dibuat seseram mungkin dan langsung tersenyum tiba – tiba membuat TOP yang melihat malah menjadi bergedik ngeri akibat melihat wajahnya (aneh dan seram) bukan ucapannya.

"Ayo turun, tapi jika memang sangat penasaran akan ku ceritakan dikelas." Ajak Seungri dengan masih merangkul bahu TOP. Dan, tentu saja TOP berusaha melepaskan tangan Seungri dari bahunya lalu tidak lama Seungri merangkul lagi hingga akhirnya mereka berdua menjadi bermain – main dengan hal itu.

.

.

[Story Of Vilcencius | 1 Tahun lalu | KyungHee School]

.

"Permisi, apa bapak memanggil saya." Melihat kepala menyembul dari balik pintu, kepala sekolah yang sedang sibuk membaca sebuah laporan pun menghentikan ativitasnya.

"Ah… Kim Yesung, masuklah." Murid yang bernama Kim Yesung itu pun memasuki ruangan, hal pertama yang Yesung lakukan adalah melihat sekeliling. Sudah sejak lama Yesung penasaran dengan ruangan kepala sekolah KyungHee. Karena selama ini jika murid atau sekolah mengalami masalah akan ditangani oleh wakilnya.

Sekilas ruangan kepala sekolah tidak jauh berbeda dengan ruangan kepala sekolah lainnya. Dimana isi ruangannya terdapat buku, foto, dokumen dan beberapa penghargaan bergengsi yang Yesung yakini kepala sekolah KyungHee ini pasti sangatlah pintar dan hebat.

Lihat itu, hanya dengan melihatnya saja sudah menunjukkan bahwa kepala sekolahnya penuh dengan aura wibawa dan tegas.

'Prof,.Dr,.Lee Sooman.' Batin Yesung ketika melihat papan nama dimeja kepala sekolah.

"Kenapa kau datang sendiri ? mana yang lain ?." Heran kepala sekolah saat melihat Yesung hanya datang sendirian ke ruangannya. Seingat Sooman, ia sudah meminta wakilnya untuk memanggil 5 murid. Sepertinya, wakil kepala sekolah sedikit mengalami masalah dalam menyeret sisa murid lainnya.

"Duduklah nanti saya akan jelaskan jika kalian sudah berkumpul." Kali ini Yesung yang dibuat heran dan bingung saat mendengar ucapan Kepala sekolah.

"Yang lain ? ma-."

CEKLEEEK

"Selamat siang pak kepala sekolah." Masuk tiga murid bertubuh tinggi dan tampan kedalam ruangan.

"Kyuuu." Girang Yesung bertemu dengan Kyuhyun di ruang Kepala Sekolah. Mereka berdua (Kyuhyun dan Yesung) sudah berteman sejak sekolah dasar dan entah siapa yang mengikuti siapa yang jelas mereka selalu bersekolah ditempat yang sama. Kyuhyun dan Yesung berpelukan sangat lama seperti tidak pernah bertemu selama bertahun – tahun, padahal selama disekolah ketika jam istrirahat mereka berdua sering bertemu.

"Permisi." DHEG…Terlihat wajah Kibum menunjukkan reaksi yang sama dengan Yesung yaitu wajah terkejut.

Duaggh… Yesung langsung mendorong tubuh Kyuhyun untuk menjauhinya sebelum Kibum salah paham dan Kibum hanya bisa tersenyum melihat Yesung yang wajahnya sudah memerah sambil memarahi Kyuhyun yang dengan seenak hati memeluk dirinya, padahal tadi sebelum Kibum datang Yesung biasa saja dipeluk Kyuhyun.

"Anu… Bum dia i-."

"Aku tahu." Kibum pun menggelus kepala Yesung dengan lembut, tanpa dijelaskan sebenarnya Kibum sudah tahu siapa Kyuhyun bagi Yesung. Jika seperti ini Kibum dan Yesung terlihat seperti sepasang kekasih.

"Ehkemm." Dengan suara deheman keras dari Kepala Sekolah, semua yang ada diruangan langsung tersadar dan langsung menghadap ke kepala sekolah .

.

.

Kini Kyuhyun, Kibum, Yesung, Woonbin dan Siwon berdiri sejajar rapi di depan kepala sekolah dengan posisi tegap. Sejujurnya dalam benak mereka semua, mereka bingung untuk apa kepala sekolah menggumpulkan murid yang memiliki rupa dan kharisma berbeda – beda ini di satu ruangan.

"Dengarkan baik – baik." DHEG… hanya tiga kata yang diucapkan oleh Kepala sekolah entah kenapa sudah membuat mereka berlima langsung tegang dan merinding.

"Aku sudah mendaftarkan nama kalian di Olimpiade olahraga di Sydney untuk tingkat Sekolah."

"Heeeh!." Kaget Yesung yang langsung refleks bersuara keras. Sadar bahwa dirinya memberikan reaksi berlebihan buru – buru Yesung membungkukkan badan sebagai permintaan maaf karrna sudah lancang. Sedangkan, keempat pemuda lainnya malah terkekeh melihat reaksi Yesung yang sangat lucu dan menggemaskan.

"Maaf pak… tapi, saya sudah kelas 3 bukankah saya harus fokus pada Ujian."

"Aku tahu. Aku hanya ingin kalian ikuti acara itu dan anggap saja Olimpiade ini sebagai iseng – iseng. Hahaha." Melihat kepala sekolah tertawa enteng membuat mereka yang berada didalam ruangan saat ini malah bergedik ngeri. Apa kepala sekolah mereka sudah gila, menggangap Olimpiade itu sebagai ajang iseng – iseng.

"Tapi…." Gleg… mereka semua menelan ludahnya kasar saat melihat tatapan mata kepala sekolah menjadi serius.

"Jika kalian menang, akan ku berikan uang sebesar 5 Juta Won."

"APAAAA! 5 JUTA WON." Kali ini Yesung berteriak kembali tanpa sadar, Yesung benar – benar Shock dan tidak peduli apakah sikapnya sopan atau tidak. Karena ini sudah menyangkut uang maka ia harus menang. Yesung pun menjadi semangat, dengan uang sebanyak itu dia bisa membeli keperluan hidup dirinya dan adiknya.

"Hahaha… kalian lihat matanya tadi, hahaha."

"Matanya keluar ketika mendengar 5 juta Won."

"Segitu senangnya Hahaha."

"Dia memang begitu."

Mendengar ucapan dari sisi kanan dan kirinya Yesung hanya tertawa renyah sambil menggaruk leher belakanganya.

Karena ajang itulah mempertemukan mereka berlima. Awalnya mereka berlima hanya sekedar rekan satu Tim untuk Olimpiade. Tapi lama kelamaan waktu yang dihabiskan bersama entah itu untuk latihan atau bermain membuat mereka semua menjadi akrab.

.

.

"Ku dengar mereka memenangkan kejuaran Olimpiade di Sydney."

"Benarkah ? Daebak!."

"Bukankah mereka itu geng yang sangat hebat."

Terdengar bisikan dari semua murid ketika Kyuhyun, Yesung, Kibum, WoonBin dan Siwon jalan bersama dilorong. Kabar kepulangan dan kemenangan mereka dari Sydney menyebar dengan cepat dan sekarang seisi sekolah semakin heboh bahkan penggemar mereka pun bertambah banyak.

Tidak membutuhkan waktu lama, Vilcencius yang memiliki arti 'Sang Penakluk' pun terlahir dari murid – murid KyungHee. Karena menurut pengamatan mereka semua anggota Geng yang beranggotakan Kyuhyun, Yesung, Kibum, Woonbin dan Siwon memiliki rupawan serta kemampuan (akademis atau non akademis) diatas rata – rata.

Jadi sangat pantas jika mereka disebut sebagai sang penakluk dan murid – murid disini juga lebih suka menyebut tiap anggota 'Prince/Pangeran'dengan nickname sesuai dengan karakter mereka sebagai seru – seruan dan ternyata Yesung CS menjadi terbiasa dengan sebutan hal itu.

Cho Kyuhyun = Prince Evil (Ahli dalam Karate)

Choi Siwon = Prince Dimple (Ahli dalam Taekwondo)

Kim Yesung = Prince Cute (Ahli dalam Kendo)

Kim WoonBin = Prince Casanova (Ahli dalam Judo dan Aikido)

Kim Kibum = Prince Charming (Ahli dalam Boxing)

Suatu hari mereka berlima membuat suatu janji yaitu akan menjaga persahabatan mereka serta anak – anak KyungHee ketika gangguan (Palakan, tawuran,penindasan) datang dari sekolah lain. Seperti yang semua orang ketahui, murid – murid di KyungHee berasal dari kelas atas, sehingga banyak murid dari sekolah lain atau murid sekolah mereka sendiri sering bertindak semena – mena karena kekuasaan keluarga yang mereka miliki.

Dan, hal yang tidak terduga terjadi setelah Kibum lulus dari sekolah. Woonbin entah kenapa menjadi suka menindas anak – anak disekolahnya, tidak ada yang tahu alasan jelas kenapa Woonbin melakukan itu. Ada rumor yang mengatakan Woonbin berubah karena kondisi keluarganya yang sedang tidak baik dimana orang tuanya memutuskan untuk bercerai.

Semakin hari tindakan Woonbin makin anarkis membuat Kyuhyun serta Siwon tidak bisa tinggal diam, jika Woonbin membuat masalah di Sekolah mereka akan maju, berbeda dengan Yesung. Selepas Kibum lulus, Yesung yang tidak diketahui alasanya berhenti dari dunia Kendo dan memilih masuk eskul paduan suara.

[Story Of Vilcencius END]

.

.

[Back To KyungHee School | Pelajaran olahraga]

.

"Agar kalian mengerti, lebih baik kita langsung praktek…Untuk murid wanita kalian bisa menonton diatas." Seru Kangin Seongsanim selaku guru olahraga. Semua murid perempuan pun beranjak dari duduknya dan bergegas berjalan keatas bangku penonton. Kini dilapangan hanya tersisa murid cowok saja.

"Kita bagi dua regu, masing – masing 1 regu ada 12 orang. Siapa yang mau jadi kapten ?." Dilihatnya satu persatu murid cowok yang sebagian besar isinya UKE, dimana dari 24 murid cowok yang ada dikelas Fanny Seongsanim, 14 diantaranya adalah UKE sisanya SEME.

Lima menit menunggu, belum juga ada yang mengangkat tangan. Kangin Seongsanim pun hanya dapat menghela nafasnya lesu, tahu begini Kangin menyuruh murid perempuan saja yang bermain karena murid perempuan dikelas Fanny Seongsanim lebih liar. Diliriknya dua murid yang sedang bersandar ditembok, dimana Seung Hyun sedang duduk malas bersama Seungri yang sepertinya sedang berceloteh ria seperti sedang menceritakan sesuatu pada TOP.

"Kau yang duduk disana, maju kedepan." Perintah Kangin Seongsanim dengan wajah tegasnya pada murid tersebut.

"Saya pak ?." Tunjuk Seungri pada dirinya sendiri ketika Kangin mengarahkan jari telunjuknya.

"Bukan, sebelah mu."

Duagh… Seungri seperti tertimpa batu besar saat mendengar perkataan gurunya, wajah yang tadinya ceria kini menjadi cemberut padahal Seungri sudah senang akan jadi kapten Tim. Tapi, ternyata itu bukan dirinya melainkan TOP. Dengan malas akhirnya TOP beranjak dari duduknya dan berdiri disamping Kangin Seongsanim.

"KYAAAAA….SEUNG HYUUUN." Histeris murid perempuan yang berada di bangku penonton ketika melihat TOP dalam penampilan sporty.

Dalam balutan pakaian trainning olahraga sekolah, TOP benar – benar terlihat macho dan manly. Lengan baju yang sedikit digulung keatas, lalu celana olahraga yang juga sedikit di gulung hingga seperempat betis ditambah sepatu olahraga, damn! TOP anti mainstream.

"Kau akan jadi kapten tim merah lalu untuk kapten tim biru…." Jeda Kangin Seongsanim melihat kembali murid mana lagi yang memiliki potensi untuk menunjukkan kepada teman – temannya permainan basket. Kangin Seongsanim pun bersmirk ketika melihat satu murid sedang melakukan pemanasan.

"Jong Woon maju." DHEG… mendengar namanya dipanggil, Yesung yang sedang stretching ringan bersama Onew langsung terbelak kaget.

"Saya pak ? ."

"Iya, memang ada berapa nama Jong Woon disini."

"Ish..." Desis Yesung sedikit tidak terima, dari sekian banyak cowok disini kenapa Yesung harus berurusan lagi dengan TOP. Apa TOP sudah menyogok seluruh guru disini agar selalu berurusan dengannya, yang benar saja. Ckckck.

.

.

"Bermainlah dengan baik karena teman kalian akan memperhatikan gerakan kalian sebagai pelajaran." Seru Kangin Seongsanim sebelum melempar bola basket yang berada ditangannya. Dilihatnya masing – masing anggota dibelakang Yesung dan TOP yang sepertinya sudah siap di posisinya.

"Jadi semuanya akan memperhatikan kita, ini semakin menarik." Gumam TOP lirih membuat Yesung yang berada didepannya langsung bergedik ngeri, kenapa TOP suka sekali menatap dirinya dengan tatapan seakan – akan ingin menerkamnya.

Priiiiittttt….

Pluit pun dibunyikan sebagai tanda permainan dimulai. Kangin melempar bola basket setinggi mungkin dan tentu saja TOP duluan yang berhasil mengambil bola basket tersebut mengingat tinggi badan TOP lebih tinggi dari Yesung.

DUUG… DUUG…. Sambil mendribble bola, TOP berlari kearah ring lawan dengan mudah. Olahraga adalah makanan sehari – hari TOP saat berada di Amerika. Bukannya TOP sombong, tapi melawan teman sekelasnya yang terlihat jarang sekali olahraga ini jangan bermimpi untuk menang dari TOP.

SRAAAK… Baru 2 menit berjalan, TOP sudah lebih dulu mencetak angka hingga membuat Yesung dan teman – temannya hanya bisa terbengong menyaksikan bagaimana cepatnya TOP melewati anggota Yesung.

TAP… TAP… sambil membawa bola basket, TOP berjalan mendekati Yesung dan PUK… TOP memegang pundak kiri Yesung lalu perlahan merendahkan kepalanya sedikit.

"Jangan melompat tingi – tinggi…." Bisik TOP ditelinga Yesung.

"Kenapa memangnya ?." Tanya Yesung dibuat setenang mungkin, beberapa teman yang melihat skinship TOP dan Yesung di tengah lapangan pun banyak yang dibuat gigit jari. Apa yang mereka bicarakan ditengah latihan dengan berbisik – bisik seperti itu.

"Karena, aku jadi ingin membuat tanda di perut mu itu." Blush… wajah Yesung memerah ketika sadar, bahwa di awal dia berebut bola pertama dengan TOP dia melompat setinggi mungkin dan pada saat itu baju olahraga Yesung pasti sedikit terangkat keatas dan TOP melihat perutnya.

'DASAR MESUUUM!.' Teriak Yesung didalam hati sambil memegangi perutnya.

.

DUUG… DUUG… SRAAAK…. Permainan kini sudah berlangsung selama 30 menit, tapi sampai detik ini juga dari Tim Yesung belum satu angka pun berhasil dicetak. Anggota Tim Yesung terlihat sudah sangat kelelahan, mereka semua tidak bisa mendekati ring basket tim TOP. Blocking TOP sangat susah ditembus.

PRIIITT….. Pluit Kangin pun terdengar lagi yang menandakan bahwa latihan telah selesai dan semua murid yang berada dilapangan langsung merebahkan tubuhnya di lantai, terlihat mereka semua berkeringat cukup banyak saat olahraga. Sepertinya murid – murid menjadi serius karna TOP dan itu membuat Kangin senang.

"Baik, pelajaran hari in-."

"KYAAAAAA… SEUNG HYUUN, TIDAAAAK." Teriakan Histeris murid wanita dan UKE membuat Kangin langsung menutup kedua telinganya.

"TIDAAAK…. AKU TIDAK KUAAAT MELIHAT YAAA, KYAAAA…" Teriak semua murid lagi dengan menutup matanya dan tetap saja mengintip dibalik celah jari. Apa yang membuat mereka mengila seperti itu ?

Ditengah lapangan terlihat TOP sedang menyeka keringat di pelipis matanya dengan baju olahraga, dimana baju olahraganya ia angkat untuk menyeka keringat yang secara otomatis perut Sixpacknya terlihat hingga membuat para gadis dan UKE yang disuguhkan pemadangan tersebut menjadi tidak kuasa menahan diri.

"Apa lihat – lihat." Seru TOP dengan wajah datarnya pada Yesung yang tertangkap basah sedang memandangi dirinya juga.

"Ish… dasar jelek!." Acuh Yesung dengan wajah yang sedikit memerah, dengan langkah kesal Yesung meninggalkan lapangan. Rasanya Yesung ingin sekali menggetok kepala TOP dengan pedang kayu yang berada dirumahnya.

.

.

"APAAAA! KAU INGIN BERTEMU DENGAN ANGGOTA VILCENCIUS !." Kaget Seungri dengan wajah horrornya diruang ganti pria. Beruntung diruangan hanya tinggal mereka berdua, sehingga Seungri bebas untuk berteriak dan lagi ini alasan TOP menyuruhnya untuk berganti pakaian paling terakhir. Sekarang Seungri mengerti setiap TOP mengajak kesuatu tempat pasti ada maksud tertentu.

"Jadi, mereka dimana selain dikelas ?." Tanya TOP sambil menggancingkan kemeja sekolahnya satu persatu. Sedangkan, Seungri yang habis keluar dari ruang bilas sibuk menggeringkan rambutnya yang basah.

BUGHH…. TOP melempar handuk basah bekas ia pakai kearah Seungri dengan keras. Berani – beraninya Seungri mengabaikan pertanyaanya.

"Aish…dasar tidak sabaran, biasanya saat jam istriahat Kyuhyun dan Siwon ada di klub, melatih anak – anak baru." Jelas Seungri sambil memakai celana dan kemeja sekolahnya.

"Woonbin dan Kibum ?."

"Kibum berada di Universitas akan sulit bertemu dengannya. Kalau Woonbin dia juga sulit, dia jarang masuk sekolah, aish… kemana blazer ku ? Seung Hyun kau melih-… YAK! SEUNG HYUN." Kesal Seungri ditinggal pergi begitu saja oleh TOP. Sahabat macam apa itu meninggalkan temannya sendirian di ruang ganti, padahal Seungri sudah menunggu dan menjawab semua pertanyaan TOP, tapi balasan TOP selalu diluar dugaan Seungri.

.

.

TAP… TAP… Kini TOP sedang berjalan menyelusuri jalan setapak, dimana jalan ini mengarah kearah dimana ruangan klub – klub eskul sekolahnya berada (klub eskul memiliki gedung sendiri, tidak bercampur dengan gedung utama sekolah). Setelah TOP mendengar cerita Seungri mengenai Vilcencius, entah kenapa TOP menjadi tertarik sehebat apa mereka sampai – sampai mendapatkan julukan Sang Penakluk.

"Dalam hal akademis, olahraga, kekuasaan, kekayaan, mereka bisa menaklukkannya,menarik..." Gumam TOP sambil melipat kedua tangannya di dada sambil membayangkan bagaimana rupa mereka selain Yesung.

"Kenapa kau ke sini ?." Tajam Siwon menatap Kyuhyun yang sedang asik bermain PSP diruang klub Taekwondo. Sebenarnya tidak masalah Kyuhyun kesini, hanya saja ketika Kyuhyun bermain game sambil makan itu sangat berisik dan menggangu konsentrasi Hoobae – Hoobae Siwon yang sedang latihan.

"Klub ku sedang libur dan Yesung sedang sibuk mengurus klub paduan suaranya. Jadi tidak masalahkan aku kesini, lagi pula Hoobae mu senang aku disini. Benarkan ?" Tanya Kyuhyun sambil mengeluarkan aura setannya pada Hoobae – Hoobae Siwon dengan kuat, sehingga semuanya mengganguk sambil tersenyum.

"Tuh lihat, hahaha." Tawa Kyuhyun senang melihat Hoobae – Hoobae Siwon yang gampang sekali ditakuti dan Siwon hanya menghela nafasnya, dalam hal mental Hoobae – Hoobae Siwon kalah telak dengan Hoobae Kyuhyun.

SREEEET…. Tiba – tiba pintu klub ruangan Taekwondo bergeser membuat seluruh murid, Siwon dan juga Kyuhyun langsung mengarahkan matanya ke sosok yang sedang berdiri di ambang pintu.

"Jadi ini klub Taekwondo." Ucap TOP sambil menatap sekumpulan murid – murid berseragam putih dengan ikat pinggang warna – warni duduk melingkar dengan sebuah matras besar ditengahnya. Jika TOP tidak salah hitung, di dalam ruangan terdapat 55 murid (termasuk Kyuhyun dan Siwon).

.

.

[Universitas KyungHee]

.

"Dasar! Udah minjem tapi tidak dipulangkan ?." Gumam Yesung kesal menyelurusi lorong Universitas KyungHee. Sambil membawa dua tas berisi biola, Yesung yang setengah berlari mencari jalan keluar dari gedung Universitas. Seingat Yesung jalan keluar belok ke kanan tapi kenapa jadi jalan buntu, gara – gara mahasiswi seni musik meminjam biola anak paduan suara, Yesung yang biasanya menyuruh Yoseob untuk mengambilnya kini jadi tersesat.

"Dasar Kikwang membawa Yoseob begitu saja, ck." Kesal Yesung melimpahkan perasaannya pada pacar Yoseob. Ponsel tidak dibawa, lorong sepi karena sedang jam pelajaran ditambah tidak ada security yang patroli yang bisa ia tanyain, lengkap sudah.

TAP… Langkah kaki Yesung berhenti ketika melihat di ujung lorong, terdapat seorang mahasiswa sedang duduk di salah satu bangku koridor sambil membaca buku yang sangat tebal, lalu ditelinganya terdapat earphone, ingin rasanya Yesung mengetahui lagu apa yang sedang ia dengar sampai – sampai ia tidak menyadari langkah kaki Yesung yang perlahan semakin mendekatinya.

"Nng ?." Bingung pemuda tampan itu ketika melihat sebuah sepatu sekolah di depannya. Perlahan pemuda itu mendongakkan kepalanya keatas untuk melihat mungkin saja itu temannya yang datang lebih awal ke kampus seperti dirinya.

"Yesungie." Dan, Yesung tersenyum ketika nama indahnya dipanggil oleh sang pemilik pembuat nama.

"Hallo… Kibum hyung."

.

[Back To Klub Taekwondo]

.

"Siapa kau ? aku baru melihat mu ?." Tanya Siwon sambil memberikan senyuman dimplenya tapi dengan aura penuh penekanan intimidasi, perlahan TOP masuk kedalam ruangan. Dengan tidak sopan TOP melihat sekeliling ruangan klub lalu memegang beberapa peralatan latihan mereka.

"Jawab pertanyaan ku! Siapa kau!." Melihat Sunbaenya marah semua Hoobae Siwon langsung bergedik ngeri.

"Tenangkan dirimu Siwon." Seru Kyuhyun sambil bersiul dan tetap bermain game, temannyaini gampang sekali naik darah. Jika tidak cepat – cepat di tenangkan habislah sudah mangsanya.

"Jadi kau yang bernama Siwon, baguslah aku jadi tidak perlu bertanya kesana kemari mencari mu." Senyum TOP pada Siwon yang dibuat seramah mungkin. Entah apa yang merasuki TOP saat ini, yang jelas sekarang dengan seenaknya TOP naik keatas matras tempat Siwon berdiri hingga kini mereka berdua berhadapan satu sama lain.

"Aku adalah TOP murid dari kelas Fanny Seongsanim, aku ke sini untuk mengetahui seberapa kuat dirimu."

"HEEEH!." Shock seluruh Hoobae Siwon (minus Kyuhyun) saat mendengar maksud kedatangan TOP ke klub mereka dan detik kemudian terdengar suara tawa Siwon. Lucu ? sangat lucu bagi Siwon mendengar lelucon pria didepannya ini.

"Apa laki – laki itu tidak tahu siapa Siwon ?."

"Dia bilang ingin mengetahui seberapa kuat Siwon ? haha."

"Dengan memenangkan Olimpiade Taekwondo semua orang sudah tahu seberapa kuat Siwon."

"Iyaaa… iyaa, apa dia sedang mabuk hahaha."

Begitulah ucapan – ucapan dari Hoobae Siwon untuk TOP, mereka semua memandang TOP dengan tatapan seberapa konyol dan bodohnya TOP saat ini. TOP terlihat seperti sedang meminta Siwon untuk mempermalukan dirinya.

Tidak peduli dengan suara – suara rakyat (pengikut) Siwon, TOP melepaskan blazer dan dasi sekolahnya lalu melemparnya ke pinggir, BRUUUK…. Hoobae Siwon sedikit tersentak saat melihat tubuh TOP dibalik seragam kemeja putihnya. TOP pun perlahan mengulung tangan kemejanya setengah.

"Apa kau takut ?." Tanya TOP sedikit melirik Siwon ketika sedang membuka kancing kemeja seragam sekolahnya (pertama, kedua dan ketiga). Saat sedang berkelahi, bukankah pakaian seragam itu akan membuat tubuh bergerak tidak nyaman, sehingga untuk memberikan pergerakan yang bagus harus membuka beberapa kancing kemeja.

"Baiklah…jika itu mau mu. Karena kita bukan diluar sekolah, kita tidak bisa berkelahi seperti preman. Kau harus mengikuti peraturan Taekwondo."

"No problem."

"Suho kau jadi wasit." Perintah Siwon pada Hoobaenya dan murid bernama Suho pun berdiri dari duduknya dan berjalan ke sisi pinggir matras. Kini Siwon dan TOP sudah mengambil posisi. Sejujurnya TOP itu buta dalam seni bela diri seperti Taekwondo, Karate, Wushu atau apapun itu.

TOP yang dibesarkan di Amerika dan seorang anak dari kepala polisi, hanya diajarkan ilmu untuk membela diri sesuai dengan standar pelatihan kepolisian Korea ? lalu Amerika yang kehidupan dan tingkat kriminal yang lebih tinggi dibandingkan Korea, membuat TOP sering berkelahi dengan berandalan ? So, TOP…..(Thinking).

"Baik… peraturannya hanya boleh memukul dan menendang. Dilarang menyerang area vital seperti jantung, hati, kepala bagian belakang dan organ intim." Jelas Suho sebagai menicip (pengawas Taekwondo).

Suho pun memerintahkan untuk saling membungkukkan badan sebagai salam yang biasanya dilakukan dalam pertandingan Taekwondo, setelah selesai TOP dan Siwon langsung memposisikan diri.

"Mulai!."

.

.

[Back To Universitas KyungHee]

.

"Gomawo Hyung, mau mengantar dan juga membawakan Biolanya." Ucap Yesung malu – malu yang saat ini sedang berjalan bersama dengan Kibum menuju sekolahannya, beruntung masih dalam satu kawasan KyungHee jadi jarak Sekolah dan Universitas tidak terlalu jauh.

"Tidak apa – apa, lagi pula mana mungkin aku membiarkan pria manis membawa benda seberat ini." Blush… Tanpa Kibum sadari pipi Yesung kini sedang memerah. Berjalan ditaman berdua mengingatkan Yesung saat Kibum ketika masih di Senior High School , pada saat itu Kibum membantu Yesung yang tersesat juga.

[Flashback | 1 Tahun lalu | KyungHee School]

.

"Haah… Haah…Dimana kelas ku." Gumam sesosok pria mungil dengan nafas yang sudah terenggah – enggah karna berlarian tidak jelas di lorong. Jika dilihat dari seragam sekolah miliknya yang masih putih dan kaku, lalu tatanan rambut hitam yang disisir rapi membuat semua orang tahu bahwa pria mungil ini adalah murid baru.

TAAP…

"Kau tersesat Yesung ?." DHEG… dada pria yang dipanggil Yesung atau bernama asli Kim Jong Woon ini berdetak tidak karuan. Suara ini….Suara yang sangat ia kenal, bahkan dialam tidur pun dia bisa mendengar suara ini.

Sambil menggeratkan genggaman buku yang sedang ia peluk, perlahan ia membalikkan tubuhnya untuk melihat…..orang yang sudah berhasil membuat dirinya berdebar tidak karuan seperti ini dan juga membuat dirinya tersenyum setiap hari seperti orang gila.

Sreeet…

"Kibum Hyung." Lirihnya dengan senyuman yang sudah merekah lebar saat melihat sesosok pria berseragam sama dengannya sedang tersenyum manis di ujung koridor.

TAP… TAP… Perlahan sosok yang bernama Kibum mendekati Yesung. Tubuh atletis, tinggi dan tegap membuat seragam sekolah KyungHee (kemeja putih dengan celana bahan warna hitam, blazer abu – abu dan dasi merah bergaris hitam) yang terkenal sangat keren membuat Kibum makin terlihat penuh pesona.

Kibumlah alasan kenapa Yesung bekerja keras untuk bisa masuk ke Senior High School KyungHee yang sangat sulit dimasuki oleh orang yang memiliki taraf ekonomi bawah. Kibum yang berada di ekonomi menengah dapat masuk ke sekolah dengan prestasi akademis dan olahraganya, sedangkan Yesung masuk kedalam sekolah ini dengan prestasi kemampuan bermain Kendonya.

"Mana agenda mu, biar ku antar ke kelas."

"Aniyo…" Lirih Yesung sambil menunduk malu ketika Kibum sudah berdiri di depannya, lagi – lagi Yesung terlihat bodoh didepan Kibum, padahal dia sudah besar tapi masih saja tersesat. Kibum yang mengenal Yesung dengan baik dan kebetulan juga dia adalah pengurus murid baru dari kelas 3 hanya tersenyum melihat Yesung tertunduk.

"Alice Wonderland ku tersesat lagi, aku harus membantunya keluar." Tanpa persetujuan, Kibum meraih tangan Yesung dan menautkan jemari tangan mereka hingga membuat Yesung makin menundukan kepalanya lebih dalam karena saat ini wajahnya benar – benar sangat merah.

Berdua menelusuri lorong sekolah sambil bergandengan tangan membuat Yesung berharap waktu saat ini berhenti dan kelas Yesung menghilang. Karena sejujurnya Yesung tidak ingin kelasnya ditemukan dan moment mereka berakhir.

'Aku benar – benar menyukai mu.' Batin Yesung yang saat ini sedang menatap Kibum dari samping. Yesung sadar seiring berjalannya waktu Kibum bertambah tinggi, bahkan sekarang Yesung hanya sebatas bahunya saja.

[Flashback END]

.

Dan, sekarang Kibum tumbuh lebih tinggi lagi. Jika tahun lalu Yesung hanya sepundak Kibum, kini tinggi Yesung sudah mencapai hidung Kibum. Apakah pertumbuhan seme dan uke itu berbeda sekali ? atau memang Yesung lambat dalam pertumbuhan. Semakin dipikirkan membuat Yesung semakin pusing sendiri.

"Apa Woonbin masih suka berulah ?." Mendengar pertanyaan Kibum, wajah Yesung langsung berubah menjadi sedih bahkan wajah Kibum pun juga ikutan menjadi sendu.

"….." Tidak mendapatkan respon dari pria manis disampingnya, Kibum pun menoleh untuk memeriksa apakah Yesung masih berada disampingnya atau tidak.

TAP… Kibum menghentikan langkah kakinya ketika melihat pria manisnya tertinggal dibelakang. Dengan posisi berdiri diam mematung, Yesung menundukkan kepalanya dan Kibum perlahan menghampiri Yesung kembali. Tidak seharusnya Kibum membahas tentang Woonbin pada Yesung yang sangat sensitive.

GREEBB….

"Maaf…." Lirih Kibum memeluk tubuh Yesung.

"Padahal hiks… aku sudah keluar dari klub Kendo hiks..."

"Sudah tenangkan dirimu, Yesungie…"

"Kibum Hyung juga hiks…sudah tidak melanjutkan Boxing di Universitas kan hiks…Tapi kenapa Woonbin tetap tidak berubah hiks."

TUK… TUK… Kibum meletakan tas berisi biola disamping kakinya, lalu perlahan ditangkupnya wajah Yesung menggunakan kedua tangannya dan menggusap air mata dikedua pipi Yesung.

"Suatu saat Woonbin akan kembali, aku berjanji padamu. Jika aku tidak bisa, pasti akan ada orang lain yang akan membawa Woonbin kembali ke sisi kita. Jadi, jangan menangis lagi oke." Melihat Yesung sudah berhenti menangis, Kibum pun tersenyum dan menggandeng tangan Yesung.

"Karna tangan kanan ku sudah digunakan untuk menggengam tangan mu, aku tidak bisa membawa tas biola satunya. Jika tidak keberatan apakah kau bisa membawa tas biola itu, Yesungie ?."

"Tentu…" Senyum Yesung dengan sangat ceria dan mereka berdua berjalan bersama lagi. Dalam perjalanan menuju sekolah, Yesung terus berpikir mengenai ucapan Kibum barusan. Dimana Kibum berjanji akan membawa Woonbin kembali ke tengah – tengah persahabatan mereka lagi dan jika dia tidak berhasil akan ada orang lain yang akan membawanya.

'Orang lain ? apa bisa ?.' Batin Yesung.

.

.

[Back To Klub Taekwondo]

.

BRUUUGHH

"Kalryeo! (Stop)." Seru Suho saat Siwon berhasil memukul punggung TOP hingga TOP jatuh.

"Haaah…Haah... Boleh juga kau, Haah…sudah berkali – kali ku pukul masih bisa bangun." Ucap Siwon disela mengatur nafasnya. Siwon heran pada TOP yang sudah berulang kali dia pukul masih bisa bangkit dan bangun. Biasanya pertandingan dengan 8 kali pukulan dan 5 kali tendangan lawannya akan tumbang, tapi TOP yang sudah menerima 15 kali pukulan dan 8 kali tendangan masih bisa bangun.

"Aku sudah bilang tadi, aku ingin mengetahui seberapa kuat dirimu." Seru TOP sambil tertawa meremehkan disela nafas yang sama dengan Siwon.

'Aku sudah menendang kaki dan memukul pelipisnya berkali - kali, harusnya itu membuat kakinya keram dan matanya berkunang – kunang.' Batin TOP menganalisa Siwon.

"Seung Hyun kau tahu, Jika kau membuat lawan mu marah, dia akan menyerang mu dengan penuh emosi. Serangan yang dibaluti oleh emosi sangat mudah sekali diserang, karena dia tidak akan berprikir dalam bertindak." Tiba – tiba nasehat sang Appa terlintas di dalam pikiran TOP, tidak sia – sia TOP selama ini berlatih dan mendengarkan nasehat – nasehat Ayahnya yang selama ini mengoceh tidak jelas.

"Apa hanya segini kemampuan mu ? ahahaha… ahli Taekwondo. Kau ini lemah, tidak ada apa – apanya dibandingkan dengan anak Sekolah Dasar yang mengikuti les Taekwondo."

BRAAAKK…Siwon menghentakkan kaki kanannya di matras dengan keras.

'Kena kau.' Batin TOP dengan smirk andalannya. Sepertinya dua kata itu selalu digunakan oleh TOP ketika targetnya masuk keperangkap yang ia buat.

"Beraninya kau menghina kuuuu!." Siwon maju dengan kecepatan tinggi dan tidak terduga, TOP yang melihat Siwon akan menyerang kepalanya dengan cepat langsung merunduk dan… BUUGHH…suasana didalam ruangan Taekwondo menjadi sunyi dan tenang…

"Su-sunbae kau tidak apa – apa ?." Suho selaku pengawas Taekwondo, mengecek keadaan pria yang sedang memegangi perutnya. Sepertinya pukulan kuat tadi berhasil mengenainya dan meninggalkan luka sangat dalam diperutnya hingga menggerang kesakitan seperti itu.

"Sialan… uggh…" Pria yang sudah jatuh, kini berusaha untuk berdiri lagi namun tetap saja tidak bisa. Pandangannya kini berputar – putar dan otot dikakinya pun terasa nyeri.

"Sepertinya tendangan dan pukulan yang terus – terusan ku lancarkan sudah memberikan reaksi." Diambilnya blazer dan dasi dipinggir matras lalu kemudian dipakainya asal.

'Aih… sepertinya besok, aku tidak bisa bangun dari tempat tidur.' Batinnya yang juga merasakan sakit di sekujur badan khususnya daerah punggung.

"Kau kalah Siwon, hahaha."

"Diam kau Kyu!."

TAP… TOP menghentikan langkah kakinya saat hendak ingin meninggalkan ruangan klub Taekwondo.

"Kau Kyuhyun ?." Tanya TOP dan dibalas anggukan santai oleh Kyuhyun.

"Apa kau mau melawan ku juga." Kyuhyun langsung memasang kuda – kuda khas karate dengan posisi menyerang.

"Kau tidak kenal aku Kyu ? aku Choi Seung Hyun." Kyuhyun menautkan kedua alisnya, sejenak Kyuhyun terdiam dan berpose berpikir sambil berdiri. Kyuhyun merasakan seperti pernah mengenal nama itu tapi dimana ? Diucapkannya berkali – kali nama asli TOP dalam benak Kyuhyun dan perlahan dalam pikiran Kyuhyun muncul Choi Seung Hyun teman sekolah dasarnya dulu dan…

"KAUUU CHOI SEUNG HYUUN ITUUU!." Tunjuk Kyuhyun dengan jari telunjuknya. Kaget dan tidak percaya itu ekspresi Kyuhyun. Siwon dan para Hoobaenya menatap Kyuhyun dan TOP bergantian.

'Jadi, mereka saling kenal.' Batin semua orang di dalam ruangan.

.

.

[Taman Belakang Sekolah]

.

"Aku benar – benar tidak mengira kau Choi Seung Hyun, hahaha." Tawa Kyuhyun yang tidak bisa berhenti. Kyuhyun benar – benar tidak menyangka bahwa teman sekelasnya semasa sekolah dasar dulu yang bertubuh gemuk kini sudah berubah menjadi tampan dan sangat manly serta macho.

"Jangan tertawa!." Tatap tajam TOP yang membuat Kyuhyun malah semakin tertawa karena wajah TOP yang sekarang dan semasa Sekolah dasar benar – benar berbeda.

"Kenapa kau menantang teman ku ?." Akhirnya Kyuhyun menyudahi acara tertawanya dan menjadi serius. Masalahnya TOP sudah membuat Siwon mengalami luka dalam, sebagai teman Kyuhyun tidak terima.

Sambil duduk disebuah bangku taman belakang sekolah mereka, TOP dan Kyuhyun mengobrol karena hanya disini saja tidak akan ada murid yang lewat untuk mendengar pembicaraan mereka dan juga melihat kondisi TOP yang wajahnya terdapat luka lebam akan membuat seisi sekolah pasti heboh terutama murid perempuan dan UKE.

"Kata teman ku Seungri, Vilcencius itu adalah sang penakluk. Jadi, aku tertarik untuk mengetahui seberapa kuat kalian." Mendengar tujuan dan maksud TOP, Kyuhyun mengganguk mengerti. Bukan hanya TOP saja yang berkata seperti itu, bahkan sebelum TOP masuk ke Sekolah ini sudah banyak anak – anak dari sekolah lain juga mengatakan 'tertarik' dengan Geng Kyuhyun.

"Haaa…." Hela nafas Kyuhyun yang kini mengadakan kepalanya ke langit. Kyuhyun bingung apakah ia harus cerita kepada TOP. Kyuhyun dan TOP bukanlah teman baik, catat itu. Walaupun TOP adalah teman masa sekolah dasar dulu tapi Kyuhyun dan TOP tidak dekat.

"Vilcencius itu…diluar (fisik) kami memang terlihat kuat, tapi sebenarnya didalam (hati) kami ini sudah rapuh Seung Hyun." Akhirnya untuk pertama kalinya Kyuhyun mengatakan sejujurnya pada orang lain diluar gengnya.

"Panggil aku TOP."

"Yaah… sama saja."

.

Kriik…

Krriik…

.

Keduanya kembali terdiam, baik Kyuhyun dan TOP tidak ada yang bersuara. Sudah ku katakan mereka bukanlah teman baik. Melihat mata sendu Kyuhyun, TOP dapat menyimpulkan bahwa masalah dalam hubungan persahabatan Vilcencius pasti sangat serius.

"Cerita pada ku, aku ingin dengar." Akhirnya Kyuhyun menceritakan masalah internal mereka kepada TOP, dimana semua murid di sekolah ini tidak ada yang tahu rahasia anggota Vilcencius. Setelah mendengar cerita Kyuhyun hingga selesai TOP pun terdiam dan Kyuhyun tersenyum.

"Kami ingin membawa Woonbin kembali menjadi Woonbin yang kami kenal dulu untuk Yesung."

"…."

"Woonbin seperti sedang melindungi sesuatu hingga dia berubah seperti itu. Dan, kami sampai sekarang tidak tahu 'sesuatunya' itu apa." Sekali lagi Kyuhyun mengadakan kepalanya ke langit. Entah apa yang membuat Kyuhyun sekarang menjadi lebih suka menatap langit biru, mungkin dilangit tergambar wajah ketika mereka (Yesung, Kyuhyun, Kibum, Woonbin dan Siwon) berjalan bersama dengan tawa gembira.

"Manusia berubah atau tidak itu adalah pilihan." Ucap TOP berbicara dengan melipat tangannya di dada. Sejujurnya TOP tidak pintar dalam menjadi teman curhat, tapi sebisa mungkin TOP menunjukkan bahwa ia bisa memberikan suatu pengarahan atau solusi untuk Kyuhyun.

"Aku berubah karena ini pilihan ku."

"Puuftt…" Kyuhyun menahan tawanya saat TOP berbicara dengan wajah bodoh (lugu).

"Tapi kau berubah penampilan bukan hati mu. Aku yakin kau masih Choi Seung Hyun yang dulu, Benarkan ? Kita memang tidak dekat, tapi dulu waktu sekolah dasar Yesung selalu mengatakan 'Seung Hyun itu lucu, baik dan tidak nakal.' Begitu~." Cerita Kyuhyun sambil menggoda TOP yang sepertinya senang mendengar ceritanya.

"Yak! Bukankah Yesung mengatakan dia tidak suka orang gemuk!." Teriak TOP yang sudah berdiri dan langsung membuang muka karena wajah TOP sudah memerah (malu).

"MWOO! Dia bilang begitu padamu ?."

"Bukan pada ku, tapi pada Shindong."

"Hahaha…Jangan – jangan kotak bekal berisi donat yang ku temukan waktu itu milik mu ya ? dan kau mendengar ucapan Yesung. Apa aku benar ? ." TOP hanya mengganguk dan tetap memasang wajah acuh tak acuhnya.

"Waktu itu Shindong terus mengikuti Yesung kemana pun dia pergi, hingga Yesung menjadi takut dan akhirnya dia mengatakan seperti yang kau dengar itu." Mendengar penjelasan Kyuhyun, TOP pun menatap Kyuhyun dengan tatapan –Jika kau bohong kau akan mati– dan Kyuhyun pun membalas tatapan itu dengan –Oke–.

.

[Other Side]

.

Duaahgh… Buughh… Buughhh…

"Hajar terus, hahaha."

"Hahahah…Berikan dia pelajaran Ketua."

"Habisi sajaaa, dia manusia tidak berguna."

Terlihat seorang pemuda tampan dengan pakaian swag nan brandednya sedang asik bermain (menendang dan memukul) dengan seorang pemuda yang kondisinya sudah babak belur. Sambil menatap remeh pemuda tersebut yang masih menggunakan seragam sekolah, ia taruh kakinya diatas kepala pemuda tersebut.

"Ayoo bangun." Pemuda yang sudah penuh luka lebam diwajah serta tubuh perlahan bangun dengan tubuh tak berdaya, tetes demi tetes darah yang sudah bercampur dengan saliva keluar dari bibir dan jatuh ke seragam sekolahnya.

"Jika aku mau, aku bisa membuat keluarga mu hancur dalam sekejap." Buugh… ditendangnya lagi pemuda itu hingga terjatuh. Letak lokasi yang berada jauh dari kerumunan orang, membuat tidak ada satupun yang dapat menolong pemuda malang ini, bahkan teman – teman yang bersama dengannya sudah terkapar lebih dulu.

"Akhh… Ampuni aku Woonbin, uhuk..." Mohon anak murid tersebut sambil memegangi kaki pemuda yang bernama Woonbin.

"Hahhahahahaha." Tawa Woonbin, lihat ini seorang anak laki – laki penerus perusahaan elektronik terbesar di Korea sedang memohon padanya. Kawan – kawan Woonbin pun tidak tinggal diam saja, di fotonya pemuda yang sudah babak belur itu dengan ponsel miliknya.

"Kau tidak ingin memanggil bodyguard mu, eum ?." Tanya Woonbin sambil menggangkat dagu pemuda dibawahnya dengan ujung sepatu miliknya.

"Hyung." Panggil pemuda yang terlihat imut nan manis sambil membawa ponsel.

"Ada apa Jongsuk, kau menggangu ku bermain."

"Mian hyung, aku ingin memberitahukan bahwa aku sudah dapat informasi mengenai pria yang tempo lalu bertanding motor dengan mu di lampu merah." Serunya yang sepertinya habis menerima panggilan. Di bisikannya informasi tersebut ke telinga Woonbin dan Woonbin pun tersenyum (smirk).

"Siapkan buku kalian, karena besok kita akan pergi sekolah."

Sluurp… Woonbin menjilat bibir bawahnya dengan tatapan lapar. Woonbin benar – benar sudah tidak sabar untuk bertemu dengan pemuda yang tempo hari balapan dengannya di sebuah lampu merah dan tanpa di sangka – sangka ternyata pemuda itu bersekolah ditempat yang sama dengannya.

"Akan ku buat dia bergabung dengan kita." Ucap Woonbin penuh percaya diri.

.

[Back To TOP]

.

"Jadi, selama ini aku telah salah paham." Gumam TOP yang sekarang masih di Taman. Setelah Kyuhyun pamit untuk mengantar Siwon pulang, TOP pun langsung memanggil Seungri untuk membelikannya sebuah obat penghilang rasa sakit dan perekat luka.

TAAP…

"Seung Hyun." Panggil sebuah suara dan DHEG…. Dada TOP berdebar tidak karuan lagi saat mengetahui siapa pria yang baru saja memanggil dirinya. Perlahan pria manis itu berjalan mendekati TOP dengan kotak P3K ditangannya.

"Kata Kyuhyun kau terluka, jadi aku kesini…emm… bukan berarti aku peduli dan suka pada mu. Kau itu menyebalkan tahu! Karena Kyuhyun memaksa jadi aku datang, ak-."

"Pergilah." Usir TOP dengan nada dingin nan menusuk, membuat Yesung langsung terbelak kaget dan kesal. Akhirnya Yesung membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan TOP, tapi baru saja dua langkah Yesung pergi. Ucapan Kyuhyun saat di telefon teriang didalam kepalanya.

"Jangan khawatir, Siwon akan baik – baik setelah istrirahat. Kau obati saja luka TOP, ku pikir dia butuh pengobatan juga. Jika kau cepat, ku pikir dia masih berada di Taman belakang saat ini." Sejujurnya, Yesung ingin ikut pergi menyusul ke rumah Siwon bersama Kibum. Tapi, karena mendengar Kyuhyun berbicara TOP membutuhkan pengobatan dan juga Kibum ikutan menyuruh Yesung untuk pergi mengobati temannya yang terluka, Yesung jadi tidak bisa menolak.

TAP… TAP… TAP… dengan berlari Yesung mendekati TOP dan langsung duduk disampingnya membuat TOP menjadi terkaget, sejak kapan Yesung sudah ada disampingnya.

"Coba ku periksa luka mu." Dengan berani Yesung mengarahkan tubuh TOP yang tadinya menyamping kini menjadi menghadapnya.

"Tidak, pergi sana." Tolak TOP kembali mengubah posisinya ke awal dan lagi – lagi Yesung memegang bahu TOP untuk menghadapnya hingga akhirnya mereka berdua selama dua menit menjadi bertengkar karna hal itu.

"Aku tidak mengerti dengan mu Seung Hyun. Kau ingin membalas dendam pada ku lalu sekarang menantang Siwon berkelahi. Apa kau sudah gila." Oceh Yesung sembari mengobati sudut bibir TOP yang sedikit robek dengan sebuah kapas yang sudah dibasahi dengan alcohol.

"Untung kalian tidak berkelahi seperti preman. Bagaimana jika kau mati ? kau ini tidak pernah berpikirnya sebelum bertindak."

"Mati ? apa kau mengkhawatirkan ku ?." DHEG…merasa ketahuan, Yesung langsung menekan sudut bibir bawah TOP denga kencang hingga membuat TOP menggerang kesakitan.

"Yaak!… apa yang kau lakukan." Tatap tajam TOP sambil memegangi bibirnya. Tanpa menjawab pertanyaan TOP, Yesung menempelkan perekat luka di sudut bibir dan tulang hidung TOP.

"Sudah selesai." Yesung pun merapikan kotak P3Knya dan tidak menyadari bahwa kini TOP sedang menatapnya.

"Kenapa kau berhenti main Kendo." TAK….Yesung menghentikan aktivitasnya, namun tidak lama Yesung melanjutkan kembali merapikan kotak P3Knya.

"Tidak ada urusannya dengan mu." Ucap Yesung dengan nada sedikit sinis, Yesung merasa TOP tidak punya hak untuk mengetahui alasan kenapa dirinya berhenti bermain Kendo. Siapa TOP ? teman ? bukan. Sahabat ? juga bukan. Namjachingu ? tidak.

"Luka luar mu sudah ku obati, dirumah kau bisa menggunakan salap ini untuk mengobati luka lebam ditubuh mu agar cepat kempes, karna kau pasti sudah tahu bahwa besok tubuh mu akan bengkak - bengkak." Nasehat Yesung sambil memberikan botol kecil berisi cairan padat putih bening ke tangan TOP. Setelah TOP menerimannya, Yesung pamit untuk pergi. Karena, Yesung sudah tidak ada lagi urusan dengan TOP.

TAP… TAP… TAP…. Yesung mulai melangkah pergi meninggalkan TOP yang masih stay duduk di bangku taman sekolah. TOP terus saja melihat punggung Yesung dari belakang.

Dheg… dheg… dheg… Jantung TOP berdetak cepat lagi. Di pegangnya dada kiri TOP dan mulai berpikir, apa arti debaran jantungnya selama ini ketika melihat Yesung. Cinta pertama yang menyebalkan ternyata hanya sebuah kesalah pahaman. Jadi, TOP sudah tidak ada alasan lagi untuk membalas dendam pada Yesung. Mungkinkah cinta yang sejak sekolah dasar dulu hingga sekarang ini ternyata masih utuh untuk Yesung.

Perlahan punggung Yesung yang sedang dilihat TOP, muncul bayangan sosok Yesung versi SD yang sedang berjalan sejajar bersama Yesung saat ini.

"Aku menyukainya." Terdengar bisikan halus dari samping TOP dan DHEG… TOP kaget bukan main saat melihat bayangan bocah kecil bertubuh gemuk ada disampingnya. Bukankah itu dirinya sendiri (Seung Hyun pada waktu Sekolah dasar).

"Kenapa kau diam sajaaa! kejar dia…" Teriak bocah gemuk itu, membuat TOP menyerngit bingung dengan apa yang saat ini terjadi. Apa pukulan Siwon tadi membuat kepalanya mengalami gegar otak ringan hingga mengalami halusinasi ? atau TOP memang sudah gila seperti yang Yesung katakan tadi.

"Kenapa aku harus mengejar dia ?." Sepertinya TOP memang sudah gila karena meladeni bayangannya sendiri.

"Itu karna Seung Hyun menyukai Jong Woon."

"Hahahaha…" Tawa TOP dalam hati ketika mendengar ucapan dari dirinya sendiri (TOP versi Sekolah Dasar).

Menyukai Jong Woon ? sekilas memori tentang TOP dan Yesung saat masih di Sekolah Dasar berputar didalam kepalanya, betapa bahagianya dulu TOP saat melihat Yesung tersenyum dan tertawa sambil menemani dirinya makan donat, lalu kejadian – kejadian yang sekarang mereka lakukan saat ini disekolah KyungHee juga berputar.

Benar yang dikatakan TOP versi SD. Debaran jantung TOP selama ini memang menandakan ia menyukai Yesung, cinta pertamannya yang ia cintai selama 10 tahun. Rasa kesal dan balas dendam yang ia lakukan hanyalah sebuah tipuan untuk menyangkal bahwa ia masih mencintai Jong Woon.

"Terima kasih Seung Hyun." Lirihnya dan perlahan bayangan sosok dirinya (TOP versi Sekolah Dasar) menghilang setelah mengatakan "Semoga berhasil Seung Hyun dewasa."

"Hei… Jong Woon." Kali ini sosok bocah manis (Yesung versi SD) yang berbisik sebelum dirinya menghilang seperti Seung Hyun versi SD.

TAAP… Yesung menghentikan langkah kakinya dan membalikkan badan.

"Barusan kau memanggil ku Seung Hyun ?." Tanya Yesung yang merasa TOP memanggil namanya tadi.

TOP pun beranjak dari duduknya dan berdiri menghadap Yesung. Saat ini wajah TOP tidak terlihat angkuh atau menyebalkan seperti biasanya. TOP memilih menunjukkan senyum yang sebenarnya dari seorang Choi Seung Hyun kepada Kim Jong Woon. Senyuman tulus, lembut dan menawannya.

Inilah sosok TOP, sisi terlemah dari seorang Choi Seung Hyun yang sedang menyerahkan raga, hati dan jiwanya untuk Yesung.

"Aku mencintai mu Yesung." WUSHH…angin musim semi langsung berhembus di antara mereka berdua, seperti menandakan bahwa angin musim semi sedang menunjukkan dukungannya pada dua pemuda ini.

TOP baru saja menyatakan perasaanya pada Yesung, cinta pertamanya. Apakah Yesung akan menerima TOP atau menolaknya ? Mengingat Yesung selama ini menyukai Kibum. Lalu, apa yang akan terjadi ketika Woonbin datang ke Sekolah besok ?

.

.

TBC

.


Author Note :

Chapter 2 akhirnya update^^

Hahaha… ini FF setiap mau dicek ulang untuk melihat keseluruhan, selalu banyak mengalami penambahan yang kecil – kecil tapi lama kelamaan jadi banyak terus ga sadar ampe jadinya panjang gini, my god -_- khilaf dalam menulis.

Yosh… Semoga makin seru dan makin greget/? buat para T-SUNG Lover mania *plak

Yang merasa chattingan sama saya minta Kim Woon bin, angkat tangan coba '-')a

Udah kakak rekrut nih, dapet bonus Jong Suk. hahaha LOL

Siapa lagi yang mau idola ya yang err kaya TOP buat dimasukin ke sini.

Lumayan, kalau anda beruntung/? saya akan masukin buat dibikin babak belur sama TOP nanti XD

Big Thanks Buat yang Review di chapter kemarin :

Sekarzane | ELFturtlefish | ismaneli | Hana | Jy | Angel Sparkyu | Cloud | AulChan12 | Ajib4ff | Kim Rose | Jeremy kim85 | Yesung ukeku | ressalini | Aurakim | akyucloud | littleclouds | kyutiesung | turtle choi | just henrylau | cloudsammy | olla|daraelf |kyusung lope | jenny | milaa cloudslocketsparkyu | kys134 | hlyeyenpls | wijayanti628 | Dan harpa | Yewonmjeje |

Lalu beberapa nama yang tidak disebutkan (Tau sendiri FFN suka ilangin kata - kata di tulisan -_-) dan juga Guest, kalau bisa sebelum Review kalian Login dulu ya, biar aku tahu kalian siapa~^^


See You Next Story.

Sehat selalu untuk reader^^

Author

-Kimmie-

Jangan lupa kritik, saran dan komentarnya.