Tittle : First Love
Author : Kim Kyusung (Kimmie)
Genre: Romance, Comfort, Humor, Action.
Pairing : T-Sung (TOP & Yesung)
Slight Pair : KiSung (Kibum & Yesung).
Cast : Super Junior, Big Bang, 2NE1, Hyuna – 4minutes, Kim Woobin.
Disclaimer: Mereka milik Tuhan, Orang tua dan Fansnya Dan cerita ini milik saya.
Rating: K+/T
Warning: YAOI (Boy X Boy), Yesung UKE! Crack Pair! adegan kekeraasan.
Note : Chap kemarin banyak yang bingung sama 'Woonbin' ^^ jadi sebelum kalian baca, aku mau jelasin itu 'Woobin' yang main di drama The Heirs tahu kan ? dan juga aku mau ralat aku salah nulis nama dia harusnya 'Woobin' malah 'Woonbin' -_- semoga reader ga bingung lagi :D
First Love
KimKyusung (kimmie)
©2015
Please don't copy paste without permission.
Summary
Cinta pertama selalu memiliki arti tersendiri bagi kehidupan masing – masing orang. Tapi, dalam kehidupan Choi Seung Hyun Cinta pertama itu MENYEBALKAN. "Aku tidak suka orang gemuk." Hanya lima kata itu sudah membuat TOP membenci Yesung. "Aku memanggil mu Yesung, karena itu terdengar manis." Ucap Kibum, Cinta pertama Yesung. Inilah kisah cinta segi tiga yang mengatasnamakan Cinta pertama.
.
"Hei… Jong Woon." Panggil sosok bocah manis (Yesung versi SD) yang berbisik ditelinganya sebelum dirinya menghilang seperti Seung Hyun versi SD.
TAAP… Yesung menghentikan langkah kakinya dan membalikkan badan.
"Barusan kau memanggil ku Seung Hyun ?." Tanya Yesung yang merasa TOP memanggil namanya tadi.
Perlahan TOP beranjak dari duduknya dan berdiri menghadap Yesung. Saat ini wajah TOP tidak terlihat angkuh atau menyebalkan seperti biasanya. TOP memilih menunjukkan senyum yang sebenarnya dari seorang Choi Seung Hyun kepada Kim Jong Woon. Senyuman tulus, lembut dan menawannya.
"Seung Hyun." Lirih Yesung ketika melihat sisi berbeda dari seorang Choi Seung Hyun yang saat ini sedang menatap dirinya dengan penuh perasaan dan itu membuat Yesung sedikit gugup serta risih.
"Aku mencintai mu Yesung."
WUSHH…angin musim semi langsung berhembus di antara mereka berdua, seperti menandakan bahwa angin musim semi sedang menunjukkan dukungannya pada dua pemuda ini.
Keduanya kini terdiam membisu dan saling menatap satu sama lain. Entah apa yang mereka berdua pikirkan yang jelas atmosfir diantara mereka sudah berubah menjadi sedikit canggung karena terlalu lama menghabiskan waktu (5 menit) dengan hanya saling menatap.
"A-aku…." Yesung mencoba menggerakkan bibirnya yang saat ini entah kenapa terasa sangat kaku. Dan, TOP dengan posisi masih stay cool namun didalam hati ia ingin sekali berlari sejauh mungkin, karena sejujurnya dia sangat malu dengan apa yang baru saja ia ucapkan tadi. Ini pertama kalinya bagi TOP menyatakan cinta.
"YUHUUU… AKU DAAAA…akh hahahaha." Tawa Seungri yang dipaksakan karena dirinya datang diwaktu yang sepertinya tidak tepat, lihat saja sekarang TOP sedang menatap tajam dirinya dengan tatapan membunuh.
"Se-seperti aku lupa membeli kapas… silakan lanjutkan." Pamitnya dengan cengiran polos dan seakan tidak punya dosa.
BRAAAK… baru saja dua langkah Seungri berjalan meninggalkan taman belakang, sebongkah batang kayu yang entah darimana berasal meluncur dengan cepat di samping Seungri dan langsung hancur tak berbentuk ketika batang kayu tersebut menabrak sebuah batu besar.
"BEDEBAH KAU SEUNGRI!." Teriak TOP murka dan detik itu juga Seungri mengeluarkan kemampuan tersembunyinya yaitu berlari secepat mungkin atau dia akan mati.
"Gyaa… AKU MINTA MAAF SEUNG HYUUUN!."
.
.
Nyuut…Nyuut… perih dan nyeri itu yang Seungri rasakan saat ini pada kedua pipinya. Sepertinya obat yang baru saja ia beli untuk Seung Hyun akan digunakan oleh dirinya sendiri.
"Aku kan tidak tahu kalau kalian sedang berbicara penting, ukh… pipi kuhh." Eluh Seungri yang setiap kali berbicara akan merasakan sakit di kedua pipinya. Dari sekian banyak hadiah yang dapat diberikan oleh seorang teman, kenapa TOP memberikan dirinya hadiah pukulan.
"Aku akan menemui Yesung dan meminta maaf." Sesal Seungri kali ini, walaupun sepenuhnya bukan salahnya tetap saja Seungri merasa bersalah karena menganggu pembicaraan TOP .
Srreeet… TOP yang berdiri disamping Seungri langsung menahan kerah baju belakangnya hingga Seungri tidak bisa berjalan kemana pun.
"Sudahlah, ayo kita kembali ke kelas saja." Ajak TOP yang tidak mau memperpanjang masalahnya saat di Taman tadi. Lagipula kedatangan Seungri lebih baik menurut TOP. Karena, TOP tidak akan mendengar penolakan cinta dari Yesung. Seandainya Yesung memang memiliki perasaan yang sama padanya, Yesung pasti akan memberikan jawaban dengan cepat. Tapi, nyatanya selepas dia mengatakan perasaanya Yesung hanya diam saja. Negatif thinking Seung Hyun.
.
.
[Diwaktu yang bersamaan | Yesung Side]
.
Brukk…. Yesung terjatuh tidak lama setelah TOP pergi dari taman. Kedua kaki yang terasa lemas tadi akhirnya ambruk. Dheg… Dheg….sambil memegang dada kirinya, Yesung dapat dengan jelas merasakan jantungnya sedang berdetak cepat.
"Ta-tadi itu…"
Blush… wajah Yesung langsung memerah padam saat mengingat perkataan TOP. Bahkan, ekspresi wajah TOP tadi masih terbayang di dalam pikiran Yesung. TOP benar – benar membuat pikiran Yesung saat ini blank.
"Dia mencintai ku…-." Lirihnya sambil menutup wajah dengan tangan.
"Tunggu! Bu-bukankah aku mencintai Kibum Hyung ?." Tanyanya pada diri sendiri shock. Disisi lain Yesung memang mencintai Kibum, tapi sejak TOP menyatakan cinta padanya beberapa menit lalu. Catat, beberapa menit lalu, sudah berhasil membuat hati Yesung goyah. Debaran dan wajah memerah tadi ? bukankah itu tanda – tanda ketika seseorang jatuh cinta.
"Arrgh…! Kenapa aku jadi dilema begini." Teriaknya kali ini frustasi karena wajah Kibum dan TOP sudah berputar – putar di dalam kepalanya. Yesung bingung, Kibum dan TOP sama – sama memiliki rupa yang tampan, maskulin serta badan yang bagus. Dan itu benar – benar sebuah pilihan yang sangat sulit jika harus memilih.
First Love
Chapter 3
Happy Reading^^
[Kediaman keluarga Choi Siwon]
.
Masih ingat dengan Choi Siwon ? Siwon murid Senior High School yang ahli dalam Taekwondo. Dimana Siwon telah dikalahkan oleh Choi Seung Hyun beberapa jam lalu. Kondisi awal Siwon cukup parah ketika tiba dirumah, mengingat TOP memberikan pukulan telak di bagian perut, kaki dan pelipis matanya. Tapi kalian tidak usah khwatir karena Dokter pribadi keluarga Siwon telah memberikan pengobatan khusus ketika putra sulung pewaris Choi Grup itu tiba.
TAP…
TAP…
Terlihat pemuda tampan sedang menaiki anak tangga, sesekali dirinya akan membungkukkan badan dan tersenyum ketika melihat beberapa pelayan rumah yang tidak sengaja ia temui di lorong.
"Jangan – jangan dia tersesat."
"Kau pikir Kibum itu Yesung yang selalu tersesat dirumah mu, hahaha."
"Kau benar, tapi kenapa dia lama sekali."
"Sabarlah."
CEKLEEEK….pintu kamar tuan muda keluarga Choi kini terbuka perlahan, membuat Siwon yang dari tadi sudah menunggu kedatangan pria didepannya hanya dapat menghela nafas karena sudah berani membuat seorang Choi Siwon…kelaparan.
"Apa kau membawanya ?."
Sraaak… di angkatnya tinggi – tinggi kantung plastik berwarna putih, hingga sang tuan muda dapat melihat jelas bahwa ia sudah membawa pesanannya yaitu sekotak bubur lezat dan terenak di dunia seperti kata Yesung.
"Bubur Abalon keluarga Kim."
"Kemarikan, aku sudah sangat lapar." Mendengar perintah Siwon, Kibum yang datang menjenguk hanya dapat terkekeh.
Tuk… Ditaruhnya bungkusan bubur yang ia bawa di pangkuan Siwon. Sejenak Kibum melirik meja nakas Siwon, terlihat begitu banyak buah – buahan berkualitas baik tersaji di mejanya dan juga satu set meal mewah yang sepertinya belum Siwon sentuh sedikit pun.
"Bagaimana keadaan mu Siwon ?."Tanyanya pada Siwon yang sedang memakan bubur buatan keluarganya dengan lahap. Apakah bubur keluarganya benar – benar sangat enak, sehingga seorang tuan muda seperti Siwon lebih memilih memakan bubur ketimbang Set – meal mewahnya.
"Baik, hanya cidera ringan saja." Mendengar kondisi Siwon yang tidak mengalami luka serius, Kibum seperti biasa hanya tersenyum.
Piip… Piiip… mendengar suara tombol stick game yang ditekan tidak beraturan, Kibum pun menolehkan kepalanya kearah satu pria yang sedang asik bermain game.
"Kyu, makanlah dulu… aku membawa bubur lebih."
"Jinjjayo ? kenapa kau tidak bilang dari tadi."
Bruuggh… tanpa peduli barang milik siapa, Kyuhyun langsung melempar stick game begitu saja membuat Siwon mendesis kesal pada teman yang sama – sama memiliki status tuan muda, lagi – lagi Siwon harus membeli stick game baru karena sikap kasar temannya itu.
"Apa dia segitu kuatnya sampai – sampai kau seperti ini Siwon-ah ?." Penasaran Kibum pada pria yang telah membuat Siwon cidera. Setahu Kibum, tubuh Siwon itu kuat jika pun dia terluka akibat perkelahian. Yah…yang bisa membuat Siwon terluka adalah perkelahian preman jalanan, karena dalam perkelaian preman tidak ada aturan apapun. Tapi, ini… Siwon berkelahi dengan cara Taekwondo. Dimana dia ahli dalam bidang itu.
"Tanyakan padanya." Dengan menggunakan dagunya Siwon menunjuk kearah Kyuhyun, kini berganti Kibum menatap Kyuhyun untuk menjelaskan siapa orang itu.
"Akan ku ceritakan. Tapi tunggu aku selesai makan dulu." Balas Kyuhyun yang masih saja sibuk makan, melihat dua temannya makan dengan lahap Kibum pun tersenyum lagi, Kibum benar – benar pria yang memiliki hoby unik yaitu selalu tersenyum dimana pun ia berada.
.
.
[Back To School]
.
DRAAAP….. DRAAAP….Dengan langkah gusar dan panik Yesung berlari menuju kelasnya saat ini. Setelah menggembalikan kotak P3K yang ia pinjam untuk mengobati TOP ke klinik Sekolah, Yesung langsung bergegas kembali ke kelas agar tidak telat dijam pelajaran berikutnya.
"Hosh… Hosh..." Deru nafas Yesung yang sudah ter-enggah – enggah akibat berlari.
CEKLEEEK….. sesampainya dikelas, kedua mata Yesung langsung mencari sosok TOP, sambil berjalan kearah bangkunya Yesung sedikit melirik ke bangku TOP dan dia sedikit kecewa saat menemukan kenyataan pahit bahwa TOP tidak ada dibangkunya, disana hanya ada Seungri saja teman sebangkunya yang sedang memainkan ponsel sambil mendengarkan musik.
"Hei, Yesung kau habis lari marathon ya, hahaha." Ledek Onew saat melihat keadaan Yesung yang sudah penuh dengan keringat dan nafas yang terenggah – enggah.
"Berisik! Berikan aku minum." Balas Yesung galak dengan mata masih menatap bangku TOP. Sambil meminum air mineral yang diberikan Onew, Yesung terus berpikir kemana perginya TOP hingga dirinya belum tiba dikelas.
TAP…
Orang yang baru saja dipikirkan oleh Yesung pun masuk kedalam kelas, membuat Yesung langsung memuncratkan minumnya akibat kaget atau lebih tepatnya belum siap (hati) bertatap muka akibat insiden pernyataan cinta TOP tadi.
"Kyaaa…. TOP terluka!."
"Aduh… TOP ku sayang siapa yang membuat mu begini."
"Cinta ku, biarkan aku merawat mu."
Semua wanita dan UKE yang melihat pangerannya terluka, tentu saja langsung menyerbu dan menawarkan diri untuk merawat dan mengobati TOP.
Yesung yang sudah lebih dulu mencuri start untuk mengobati TOP, hanya mendengus kesal saat melihat TOP sepertinya senang di kelilingi oleh wanita dan UKE terlebih mendapatkan perhatian seperti itu. Dengan perasaan kesal (cemburu) Yesung kembali meminum air mineral dengan cepat.
"Plester macam apa ini ? norak sekali…"
Dheg…Hati Yesung sakit bagaikan ditusuk saat mendengar perkataan teman wanitannya. Perlahan Yesung menatap TOP untuk melihat benarkah plester yang ia berikan di wajah TOP norak. Terlihat di wajah tampan TOP terdapat plester bercorak kura – kura. Apakah itu norak ? bukankah itu terlihat lucu.
"Siapa yang mengobati mu, apakah petugas UKS ? dasar petugas UKS itu kekanak – kanakan sekali."
"…" TOP memilih diam saat mendengar Sulli terus saja mengoceh di depannya untuk mengomentari plesternya dan tanpa mereka sadari TOP melirik kearah bangku dekat jendela, dimana seseorang yang telah merekatkan plester diwajahnya ini berada.
Sreeet…Yesung langsung memalingkan wajahnya saat menyadari TOP sedang melihat dirinya. Walaupun menatap dari samping, TOP bisa melihat dengan jelas wajah Yesung yang sedang terluka dan sedih akibat ucapan teman wanitanya itu.
"Sini biar aku ganti Seung hy-." Greeb….TOP langsung memegang pergelangan tangan Sulli yang baru saja ingin melepaskan plester di wajahnya.
"Kau bilang ini norak ? akan kuberitahu satu hal pada mu….Aku suka benda – benda yang terlihat norak." Ucap TOP yang langsung menghempaskan tangan Sulli begitu saja dengan kasar membuat anak – anak didalam kelas langsung terdiam.
TAP…
TAP….
Dengan cuek dan tidak peduli, TOP berjalan menuju bangkunya dimana saat ini Seungri sedang tertawa karena melihat aksi TOP barusan. Itulah akibatnya jika berani menghina benda yang diberikan oleh orang yang TOP sukai. Jika saja Sulli bukan wanita, sudah TOP pastikan dia akan masuk rumah sakit.
"YAK! Ada apa dengan kalian ? kembali ke tempat duduk!." Teriak Fanny Seongsanim yang baru saja masuk ke dalam kelas melihat murid – muridnya sedang berdiri dan terdiam bagaikan patung.
"Ye-Yesung…wa-wajahmu merah sekali." Panik Onew sekaligus bingung saat melihat wajah teman sebangkunya Yesung sudah memerah padam.
.
.
[Back Siwon, Kyuhyun, Kibum Side]
.
"Namanya Choi Seung Hyun. Aku tidak bisa menilai apakah dia kuat atau tidak, yang jelas selama aku mengamati perkelahian Siwon dan dia, gaya berkelahinya seperti Woobin. Kalian tahu kan, Woobin itu suka sekali berkelahi brutal." Mendengar cerita Kyuhyun, Kibum hanya mengganguk seperti sedang menganalisa dan membayangkan sosok Seung Hyun.
Jika orang yang bernama Seung Hyun itu seperti Woobin maka orang itu pasti sering berkelahi dan juga cerdik. Terbukti orang itu bisa berpikir untuk memancing Siwon agar marah lalu menyerangnya dengan pukulan telak.
"Aku tidak menyangka kau mengenalnya, Kyu."
"Aish…aku kenal karena aku satu Sekolah dasar dengannya dulu."
"Berarti Yesung juga kenal dengannya ?."
"Tentu saja dan Seung Hyun menyukai Yesung, upss."
Merasa ucapannya sudah kelewat jauh, Kyuhyun yang sedang mengobrol dengan Siwon langsung menutup mulutnya dengan tangan. Sedangkan, Kibum yang sendari tadi terdiam karena sedang berpikir kini terlihat mimik wajahnya sedikit berubah saat mendengar perkataan Kyuhyun. Dan, beberapa detik kemudian dia tersenyum seakan – akan ucapan Kyuhyun biasa saja.
"Aku harus kembali ke kampus, ada jadwal kuliah sore ini." Ucap Kibum yang beranjak dari duduknya.
"Aku akan menyuruh supir untuk mengantar mu."
"Tidak usah, aku bisa naik bus." Mendengar jawaban Kibum, Siwon pun hanya mengganguk. Sedangkan Kyuhyun hanya bersiul – siul tidak jelas saat Kibum pamit untuk pulang.
Setelah kepergian Kibum, untuk beberapa saat keheningan melanda mereka (Kyuhyun dan Siwon), merasa Kibum yang sepertinya sudah menjauh dari kamarnya, Siwon dengan kilatan penuh amarah menatap Kyuhyun dan…
"Pabo! Kenapa kau bilang seperti itu tadi." Teriak Siwon yang langsung menarik kerah baju Kyuhyun terus menerus hingga kepala Kyuhyun terkantuk – kantuk akibat guncangan Siwon.
"Yak! yak!."
Duuaagh… Kyuhyun langsung meninju ringan perut Siwon yang sedang terluka hingga sang empu meringgis kesakitan dan melepaskan kerah bajunya.
"Aku hanya ingin melihat bagaimana reaksi Kibum, Lagi pula ucapan ku itu benar, TOP menyukai Yesung. Jika Kibum memang menyukai Yesung. Bukankah kita akan mendapatkan tontonan yang bagus ?." Tanya Kyuhyun sambil bersmirk kearah Siwon.
"Ah….benar…. kau sangat jenius Kyu." Balas Siwon yang juga ikutan menyeringai. Tuan muda (Kyuhyun dan Siwon) benar – benar terlihat sangat menyeramkan. Apakah ini sosok asli mereka sebenarnya ?.
.
.
[Other Side]
.
"Haaa….Pada akhirnya aku menghindari Seung Hyun." Lirih Yesung yang berjalan sempoyongan melewati lapangan sekolah. Akibat pernyataan cinta TOP, selama dikelas tadi Yesung jadi tidak berani menatap wajahnya.
"Hyuna~….tolonglah oppa mu ini." Sambil memeluk sang adik dari samping, Yesung terus menceritakan keluh kesahnya pada Hyuna. Digelayuti oleh sang kakak seperti ini, Hyuna hanya dapat tertawa dan sesekali menepuk – nepuk lengan Yesung yang berada di lehernya.
"Oppa! Untuk apa kau bimbang, sudah jelas – jelas orang yang kau cintai itu adalah aku." Seru Hyuna dengan lantang membuat Yesung yang mendengar pengakuan Hyuna langsung terkejut.
"Hahaha… benar, aku sangat mencintai mu bahkan aku tidak bisa hidup tanpa mu." Peluk Yesung kepada Hyuna dengan erat tanpa peduli saat ini mereka berdua sedang menjadi bahan tontonan para murid. Menyaksikan adegan KIM bersaudara yang memiliki hubungan murni ini membuat semuanya terpesona akan kebersamaan mereka.
.
.
Brrrrmmm….TAK…
TOP langsung menstandarkan motornya begitu saat sampai dirumah. Sejenak TOP memeriksa luka – luka wajahnya di spion motor, sekarang bagaimana ia menjelaskan kepada ibu dan ayahnya tentang luka ditubuhnya.
"Haaa." Hela nafasnya panjang sebelum masuk kedalam rumah.
TOP bukannya takut dimarahi. Sejujurnya kedua orang tua TOP tidak pernah marah jika ia berkelahi untuk alasan membela diri, selama masalah itu bukan TOP duluan yang memulai. Dan, sekarang luka memar dan lebam ini ada karena ulah dirinya sendiri yang mencari masalah yang secara otomatis ini adalah salahnya.
"Aku pulaang..." Seru TOP memasuki rumahnya perlahan. Nyonya Choi yang sedang menonton TV pun menjadi terkejut saat melihat kedatangan putra tersayangnya pulang dalam kondisi penuh luka lebam.
"Aigoo… Seung Hyun, apa yang terjadi."
"Aku tidak apa – apa eomma, hanya perkelahian biasa saja." Jelas TOP sebisa mungkin memberitahukan Ibunya agar tidak khawatir berlebihan. Bukan seorang Ibu namanya jika tidak mengecek setiap inci tubuh anaknya untuk tahu bagian mana saja yang terluka.
"Tenang eomma, hanya wajah ku saja yang kena pukul." Bohong TOP yang menyembunyikan luka di bagian punggung dan dadanya. Tidak percaya dengan ucapan TOP, nyonya Choi mencoba menekan – nekan dada, perut, lengan dan punggung.
"Lihat, sudah ku bilang kan." Senyum TOP sebisa mungkin menahan rasa sakit setelah bagian – bagian yang ia coba sembunyikan ditekan oleh sang Ibu. Sekuat apapun seseorang, jika dipukul dan ditendang oleh ahli Taekwondo seperti Siwon akan meninggalkan rasa nyeri setelahnya.
"Sudahnya eomma aku ingin mandi." TOP pun pamit untuk beranjak ke kamarnya, selama menaiki tangga nyonya Choi terus memandangi punggung anak laki – lakinya itu dengan tatapan hangat dan penuh cinta.
"Eomma akan membawakan mu sup ayam gingsang." Tanpa menoleh, TOP memberikan jawaban dengan jari berkode OK pada sang Ibu.
.
.
Seerrrr….kucuran air dari shower kini membasahi tubuh TOP, sambil memejamkan kedua matanya TOP membiarkan tubuhnya rileks oleh air hangat. Saat ini begitu banyak hal yang sedang TOP pikirkan hingga tanpa sadar dirinya sudah berdiam diri dibawah shower selama 10 menit.
"Seung Hyun, jangan lupa makan sup mu." Mendengar suara sang Ibu dari luar, perlahan kedua mata TOP terbuka.
Kreet... Kreeet…TOP mematikan kran showernya lalu bergegas menggeringkan tubuhnya dengan handuk, setelah memakai boxer ia pun keluar untuk segera makan sup yang sudah dibuatkan sang Ibu.
"YAK! NOONA!." Kaget TOP saat keluar dari kamar mandi melihat kakak perempuannya sudah tiduran diranjang sambil membaca majalah…tunggu, majalah ? perlahan namun pasti TOP mempertajam penghilatannya untuk melihat cover majalah itu dan TOP langsung terbelak kaget saat sadar bahwa kakaknya sedang membaca majalah err… dewasa miliknya.
Sreeet….Dengan cepat TOP merebut majalahnya dari tangan CL. Kakaknya itu benar – benar mengerikan, padahal TOP sudah menyembunyikan majalah itu (dibawah tempat tidur) dengan baik agar orang rumah tidak bisa menemukannya dan ternyata dia salah.
"Hahaha…. Adik ku sudah besar ternyata." Ledek CL yang langsung tertawa saat melihat wajah TOP sudah merah padam akibat tertangkap basah memiliki majalah dewasa yang isinya You know lah.
"Aku disuruh eomma untuk memastikan, anak lelaki tercintanya menghabiskan sup." Mendengar tujuan CL ke kamarnya, TOP hanya mengganguk dan mulai menikmati sup ayam gingseng buatan sang Ibu.
Samgyetang atau biasa disebut sup ayam gingseng, selalu Nyonya Choi buatkan untuk TOP yang pulang kerumah dalam keadaan penuh luka karena sup gingseng dipercaya sangat baik untuk memulihkan tenaga. Great Mother.
"Apa ini ?." Gumam CL saat melihat sebuah salep (pemberian Yesung) yang keluar dari jaket motor milik sang adik. Diam – diam CL mengambil salep tersebut dan memperhatikan salep itu baik – baik, lalu tidak lama CL menatap tubuh (punggung) sang adik.
"Haaaa…setelah makan, Noona akan oleskan obat pada punggung mu itu." Seru CL yang sudah tahu kegunaan salep tersebut.
.
.
[Disebuah rumah susun sederhana]
.
"HYUNAAA…. AYOOO MAKAAAN." Teriak Yesung sambil membawa sepanci ramyeon penuh dengan topping di atasnya seperti telur, bayam, daun bawang, sosis dan lainnya. Makan malam KIM bersaudara hari ini adalah Ramyeon dan kimchi.
"Sebentar oppa !."
"Yak! kau lama, oppa akan makan duluan!." Balas Yesung yang sudah sangat lapar.
Buugh….Baru saja Yesung ingin memasukkan ramyeon ke dalam mulutnya, sebuah handuk yang di yakini Yesung adalah milik Hyuna menempel di wajahnya.
"Oppa kau tega sekali, meninggalkan ku makan hiks…" Sedih Hyuna yang sekarang sudah duduk di hadapan Yesung dengan begitu banyak roll rambut terpasang di atas kepalanya.
Sluuurp, terdengar suara seruput Ramyeon yang begitu nikmat dari depan Yesung. Lihat sekarang, siapa yang tega ? dengan santainya Hyuna langsung makan setelah melempar handuk bekas pakainya ke wajah Yesung. Jika saja wanita di depannya ini bukan adiknya, sudah Yesung getok dengan pedang kayu Kendonya.
"Hei Hyuna." Panggil Yesung yang saat ini sedang ikut menikmati makan malam (Sepanci Ramyeon berdua) dengan adiknya.
"Ne…oppa."
"Sudah berapa kali oppa bilang….JANGAN MAKAN DENGAN SHEET MASK!." Teriak Yesung di kalimat terakhir. Yesung tahu saat ini di negaranya sedang trend dengan Animal Sheet Mask, yaitu sebuah inovasi baru di dunia kecantikan dimana masker wajah berbentuk binatang – binatang lucu yang sering dipakai oleh artis – artis yang sering ia lihat di TV dan sekarang sang adik terkena atmosfir trend tersebut.
"Hehehehe…."Dan, Hyuna hanya bisa nyengir polos melihat sang kakak sudah terpout kesal akan tingkahnya. Beginilah jika memiliki adik perempuan, Hyuna harus menjaga kulit wajahnya agar tetap kencang, kenyal dan mulus seperti kakaknya.
.
.
[Back To TOP]
.
"Noona…"
"Heem." Dehem CL yang sedang sibuk menggoleskan salep di punggung TOP.
"…." Sejenak TOP terdiam untuk berpikir, apakah ia harus menceritakan masalahnya pada sang kakak hari ini ? Jika TOP cerita, pasti kakaknya akan menertawakan dirinya. Tapi, saat ini TOP benar – benar sedang membutuhkan teman bicara untuk mengatasi kegelisahan yang sedang ia rasakan pada Yesung.
"Hari ini aku menyatakan cinta pada seseorang."
"Oh…APAAAAAA ?." Kaget CL yang terkejut, bahkan saking terkejutnya CL sampai tersedak dengan salivanya sendiri.
'Menyesal aku memberitahukan dia.' Batin TOP menatap malas pada sang kakak yang sudah tertawa terbahak – bahak disampingnya.
"Lalu kau diterima atau ditolak ?." Tanya CL yang sudah selesai mentertawakan adiknya, bagi CL itu sungguh lucu bahkan tidak pernah terbayang bahwa CL akan mendengar adiknya mengatakan hal tersebut.
"Tidak keduanya."
"Maksud mu ?."
"Ketika aku menyatakan perasaan ku, dia hanya terdiam."
Hening….Untuk beberapa saat kedua kakak beradik ini terdiam ditempat. Dilihatnya sang adik yang saat ini sedang menatap keluar jendela dengan gaya dan ekspressi yang tenang serta cool seperti biasanya.
"Haaaaa…." CL pun menghela nafas lalu beranjak bangun dari kasur sang adik. Kakinya kini mulai mendekati meja belajar TOP untuk mengambil mangkuk Sup yang sudah kosong.
Sreeeeet….CL mengacak – acak rambut TOP dengan asal seperti yang ia lakukan untuk meledak sang adik. Jika biasanya TOP akan menepis tangan CL dari kepalanya, kini TOP membiarkan CL melakukan hal itu.
"Noona senang kau menceritakan masalahmu, ini pertama kalinya adik ku menceritakkan masalah percintaan, hahahaha. Aku jadi penasaran dengannya, dia pasti benar – benar sangat cantik dan manis, sampai – sampai adik ku sekarang terlihat….. sangat lemah."
"….." TOP terdiam tidak membalas perkataan sang kakak. TOP hanya bisa menundukkan kepalanya saat ini karena yang dikatakan oleh sang kakak itu adalah benar. Saat ini TOP merasa dirinya pecundang dan menyedihkan karena… cintanya, entah diterima atau ditolak.
"Seung Hyun… Cinta itu bukan hanya sekedar kata 'Aku mencintaimu', cinta itu harus kau tunjukkan dalam tindakan nyata. Karena, cinta butuh sesuatu yang bisa dipercaya."
"….."
"Orang yang kau sukai terdiam, mungkin karena dia terkejut. Sekarang, lakukanlah apa yang masih bisa kau lakukan untuknya sebelum dirimu menyesal."
"…."
"Hanya itu yang bisa Noona katakan pada mu."
BLAAAM...CL keluar dari kamar TOP, meninggalkan sang adik yang sibuk dengan pikirannya. Pertama kalinya, malam ini mereka berdua (CL dan TOP) berbicara sebagai saudara. Bercerita pada CL adalah tindakan yang tepat karena semua perkataan yang CL berikan untuk TOP itu adalah benar.
"EOMMA, APPA…SEUNG HYUN MEMILIKI PACAR! AHAHAHA."
"CHAE RIIIIN! ." Teriak TOP tidak kalah kencang dari dalam kamarnya saat mendengar ucapan sang kakak. TOP lupa bahwa CL itu tetaplah seorang perempuan yang suka menyebarkan berita.
"Aku akan menunjukkannya, gomawo noona…."Lirih TOP sambil tersenyum, walaupun TOP ragu apakah Yesung juga memiliki perasaan yang sama dengannya atau bahkan Yesung memang tidak memiliki perasaan apapun padanya, itu tidaklah penting. Bagi TOP yang terpenting adalah melakukan apa yang bisa ia lakukan untuk Yesung, seperti kata CL.
.
.
[Next Day | Morning]
.
"Seung Hyun, hari ini biar Chae Rin saja yang mengantar mu ke sekolah." Seru nyonya Choi pada TOP yang sudah duduk diatas motornya. Setelah CL mengatakan keadaan TOP pada Ibunya semalam, nyonya Choi langsung panik dan cemas. Dan, walaupun pagi ini TOP sudah terlihat lebih baik tapi tetap saja nyonya Choi belum yakin akan keadaan TOP untuk pergi ke sekolah hari ini dengan membawa motornya.
"Aku baik – baik saja eom-.." PLAAAAK….dengan sengaja CL memukul keras punggung TOP hingga sang empu meringgis kesakitan.
"Yak! Noona."
"Lihat, punggung mu masih sakit… di antar Chae Rin atau kau tidak pergi ke sekolah." Ancam nyonya Choi yang sudah memegang ponsel untuk menelfon wali kelas TOP. Melihat tidak mempunyai pilihan lain, akhirnya TOP mengganguk setuju.
.
.
Kriiiiiiiingg….. Mendengar jam waker berdering dengan nyaring, pemuda tampan yang saat ini masih tidak ingin keluar dari selimut, bergumam dan mengumpat dengan kalimat – kalimat yang cukup kasar karena acara tidurnya telah terganggu.
BRAAAK….Pemuda itu membanting jam waker ke lantai hingga hancur, membuat dua pelayan yang sudah berdiri sejak tadi menelan ludahnya kasar.
"Tu-tuan muda... bangunlah, bukankan hari ini anda akan ke sekolah ?."
"Sekolah apa, pergi sana."Ucapnya dengan suara parau. Tidak tahukah mereka, tuan mudanya masih sangat mengantuk.
"Ta-tapi, semalam tuan muda menyur-."
Sreeeet….Tiba – tiba sesosok pemuda manis berseragam Senior High School dari KyungHee masuk ke dalam kamar dan menahan sang pelayan tadi untuk tidak menarik selimut tuan mudanya. Its danger.
"Biar aku saja yang bangunkan… kalian siapkan saja sarapan." Serunya sambil tersenyum sangat manis hingga kedua wajah pelayan tadi memerah saking terpesonanya. Kini di lihatnya pria yang masih tertidur di atas ranjang, perlahan dirinya mendekati ranjang itu dan duduk ditepi.
"Dia ini, kemarin menyuruh kami ke sekolah. Tapi dia sendiri tidak ingat, ckckkc." Herannya melihat tingkah laku Bosnya…..atau lebih dari sekedar bos ? Karena pria manis itu kini menatap sosok Bosnya dengan tatapan sangat lembut, melihat wajah Bosnya dalam keadaan sedang tidur nyenyak itu membuat ia senang karena terlihat damai.
.
[School Kyunghee]
.
TAP….
TAP….TAP….
Yesung berjalan menyelurusi lorong sekolah sambil tersenyum, tidak lupa menyapa teman – teman yang ia kenal saat tidak sengaja bertemu. Hari ini suasana hati Yesung sedang bagus. Kenapa ? karena hari ini dirinya tidak telat ke sekolah, sehingga dirinya tidak akan dihukum oleh Fanny Seongsanim.
"Selamat pagiiiiii." Sapa Yesung pada semua orang saat memasuki kelas.
Blush…wajah Yesung langsung memerah dan malu saat menyadari TOP sedang melihat dirinya. Sambil bersikap setenang mungkin, Yesung berjalan ke bangkunya dan menaruh tas ranselnya.
"Woow… sepertinya hari ini akan terjadi badai, hahaha." Melihat Onew meledek dirinya, Yesung pun meninju lengannya dengan ringan. Apa maksudnya badai besar ? apakah onew bisa membaca masa depan, karena hari ini sesuai dengan perkataanya memang akan terjadi badai.
"Pagi Yesung."
Gleg…Yesung menelan ludahnya kasar saat mendenggar suara TOP untuk pertama kalinya menyapa. Haruskah ia menjawab ? atau ia diamkan saja, untuk masalah seperti ini saja logika dan perasaan Yesung bertengkar dengan sangat hebat.
"Pa-pagi…." Balas Yesung akhirnya dengan gugup dan hanya sebuah salam seperti itu saja sudah membuat TOP dan Yesung berdebar – debar tidak karuan di pagi ini. Ah… mereka berdua benar – benar sangat cute.
.
.
"Jika kalian sudah menemukan nilai X maka kalian gunakan rumus ini untuk mencari nilai Y, lalu untuk mencari nilai Z kalian gunakan rumus ini….mengerti ?." Seru Fanny Seongsanim menjelaskan rumus matematika pada seluruh murid dikelas, terlihat dikelas sudah banyak murid yang menggaruk – garuk kepalanya akibat tidak mengerti penjelasan sang guru.
"Haaa… akan ku panggil nama kalian satu persatu untuk mengerjakan soal di depan."
"APAAAA! Tidaaaak!." Teriak para murid panik saat mendengar keputusan Fanny Seongsanim yang dianggap sepihak oleh muridnya. Entah kenapa bagi semua murid sekolah, jika namanya dipanggil guru untuk mengerjakan atau menjawab soal membuat mereka semua ketakutan.
Tidak peduli pada murid yang sedang ketakutan, Fanny Seongsanim pun mulai mengambil buku absennya lalu memanggil nama murid sesuai absen untuk mengerjakan soal.
"Kalian tidak akan mengerti jika tidak begini, Kim Sora kerjakan nomor 1." Dan, kini mereka (seluruh murid) hanya bisa pasrah menunggu namanya dipanggil.
"Bagaimana ini, nomor absen ku sebentar lagi." Melihat Seungri sudah mengalami panic attack, TOP pun mengambil buku tulis Seungri tanpa izin hingga membuat Seungri bingung untuk apa TOP mengambil bukunya ? bukankah TOP sudah memiliki buku tulis sendiri.
"Nomor absen mu berapa ?."
"Du-dua lima."
Perlahan TOP mengambil pensilnya lalu dilihatnya soal nomor yang disebutkan Seungri, dibacanya sebentar dan TOP pun mulai mencoret – coret buku Seungri.
"Selanjutnya nomor dua lima, Seungri…"
"Ba-baik!." Dengan ragu, Seungri maju ke depan dengan membawa buku tulis yang sudah di coret – coret oleh TOP barusan lalu Seungri mulai menuliskanya di papan tulis sama persis dengan yang TOP buatkan.
"Bagus, tumben jawaban mu benar."
"Hahahaha…." Tawa Seungri girang dan bangga karena jawabannya benar, satu persatu semua murid dipanggil terus menerus seperti itu hingga kini di depan sudah giliran Yesung.
"Seongsanim, kau curang memberiku soal berbeda dari anak yang lain." Kesal Yesung yang diberikan soal tidak sesuai buku. Padahal, Yesung sudah mati – matian menghitung soal bagian yang akan ia kerjakan didepan. Tapi, ternyata Fanny seongsanim malah memberikan soal berbeda.
"Kalian semua pasti sudah meminta bantuan pada yang pintar untuk mengerjakan soal bagian kalian kan, itu sama saja kalian penipu." Uhuk…. Seungri dan anak lainnya merasa tertohok saat mendengar ucapan Fanny Seongsanim yang menyindir mereka.
"Tapi aku tidaaak Seongsanim!." Renggek Yesung yang tidak ingin disamakan oleh mereka.
"Soal berikutnya, Seung Hyun majulah." Dheg…. Kaget Yesung saat mendengar nama yang disebutkan oleh gurunya, Yesung lupa bahwa setelah nama dirinya adalah nama TOP.
Gleg…melihat TOP bangun dari duduknya Yesung langsung memalingkan badanya menghadap ke papan tulis kembali dan berusaha mengerjakan soalnya. Dengan lancar TOP menuliskan angka demi angka dipapan tulis dengan ringan tangan seperti soal didepannya itu bukanlah apa – apa untuknya. Sekilas Yesung yang saat ini sedang berada di depan bersama TOP, sedikit mengintip kearahnya.
Tuk…..perlahan kapur di tangan Yesung terjatuh dan menggeliding ke kaki TOP. Apa sekarang dia sedang berhalusinasi ? tolong katakan iya, karena saat ini TOP sedang berjalan kearahnya dan….
"Kyaaaaa….." Histeris semua murid melihat adegan didepan kelas. Lihat saja itu, TOP berdiri di belakang Yesung sambil membantu dirinya mengerjakan soal, sehingga jika dilihat dari anak – anak yang sedang duduk, TOP seperti sedang memeluk Yesung dari belakang.
"Kau salah menghitung, seharusnya ini….lalu begini maka hasilnya akan…." Suara TOP yang sedang berbicara di dibelakang tubuhnya, membuat Yesung sedikit merinding lalu ditambah jarak tubuh mereka berdua yang begitu dekat membuat Yesung dapat merasakan suhu tubuh TOP dan juga ini yang lebih penting, Yesung merasakan…..debaran hati TOP.
Dheg… dheg… dheg… seperti itu detak jantung TOP saat ini, detak jantung itu tidak seirama seperti dirinya (Yesung). Jika diperhatikan dari samping, terlihat Yesung sedang menundukkan kepalanya malu dan TOP sedang berusaha menunjukkan pada Yesung bahwa debaran ini untuk dirinya. Agressif Seung Hyun.
Melihat adegan dua murid didepannya, Fanny Seongsanim yang sepertinya sudah tidak heboh lagi untuk melihat adegan – adegan sweet dua muridnya ini hanya dapat menghela nafas.
"Hei kalian berdua, apa kalian berpacaran ?."
"APAAAA! NOOOOO." Teriak seluruh murid menjawab pertanyaan Fanny Seongsanim.
"Siapa yang pacaran!." Balas Yesung yang kembali ke tempat duduknya dengan wajah memerah. Yesung tidak peduli jawabannya benar atau salah, sekarang yang lebih penting ia harus duduk dan segera menjauh dari TOP sebelum dirinya menjadi gila. Sedangkan, TOP yang baru saja di dorong oleh Yesung hanya dapat terkekeh.
.
.
[Other Side]
.
"Membosankan, Haaa..." Kali ini terdengar hela nafas dari salah satu pangeran sekolah KyungHee. Hari ini teman sebangkunya Choi Siwon tidak bisa masuk sekolah karena kondisi kakinya belum membaik, sehingga tidak ada teman membuat kelas terasa membosankan terlebih pelajarannya (sejarah) juga mendukung.
Kini Kyuhyun, salah satu pangeran sekolah memilih menatap keluar jendela. Sepertinya menonton kelas Hoobaenya yang sedang olahraga main basket lebih menarik, dari pada dia mendengarkan cerita sejarah negaranya lalu tertidur pulas dikelas.
'DIAAA!.' Kaget Kyuhyun saat melihat di ujung gerbang sekolah ada seseorang yang sangat ia kenal.
"Seongsanim, aku izin keluar." Kyuhyun pun melesat lari keluar kelas begitu saja tanpa mendengar persetujuan sang guru. Sambil mengigit bibir bawahnya Kyuhyun mengumpat tidak jelas, dengan cepat diraihnya ponsel miliknya disaku celana lalu menghubungi seseorang.
"Ayo cepat angkat bodoh." Umpat Kyuhyun pada pemilik nomor yang tidak kunjung juga mengangkat panggilannya. Disaat gawat seperti ini kemana temannya itu, apakah ia sedang tidur atau sedang menikmati makanan enak buatan Chef terkenalnya. Semakin lama dipikirkan membuat Kyuhyun semakin kesal.
"Dia datang ke sekolah."Ucapnya langsung ketika sambungan telefonnya diangkat.
"…"
"Dia bersama teman – temannya!."
"….."
"Tidak, aku bisa mengatasinya." PIIIP… panggilan telefon berakhir singkat, kini Kyuhyun dengan sekuat tenaga berlari menuju gerbang sekolah. Ia harus tiba sebelum pria itu masuk kedalam gedung sekolah dan membuat masalah.
TAP…
TAP…
segerombolan murid berseragam Senior High School kini perlahan masuk kedalam gedung sekolah. Jam menunjukkan pukul 10:00AM, seharusnya mereka semua tidak boleh masuk mengingat waktu jam pelajaran sekolah sudah sangat terlambat. Tapi, untuk pria satu ini diberikan sedikit kebebasan yaitu kapan saja dirinya bisa masuk kedalam sekolah.
"Aah…Aku rindu dengan sekolah ini, sudah berapa lama kita tidak masuk ?." Tanya pria yang berjalan paling depan.
"Sudah dua bulan, hyung."
"Dua bulannya, aku ridu dengan mereka, khususnya Yesung hahaha." Dheg…Mendengar nama 'Yesung' disebutkan olehnya, seorang pria manis yang selalu berada disampingnya hanya bisa tersenyum miris.
"OPER SINII…" Terdengar teriakan dari kelas satu yang sedang bermain basket dilapangan. Operan bola yang terlalu tinggi membuat seorang pemuda ini tidak bisa menangkapnya sehingga…
DUUGGH…tanpa sengaja mengenai pria yang sedang melintas.
.
.
"LIHAT ITU DILAPANGAN ADA PERKELAHIAN." Teriak Onew heboh. Membuat Yesung yang sedang sibuk mencatat menjadi ikut menolehkan kepalanya ke lapangan yang bisa ia lihat dari jendela sampingnya.
Kreeet… Yesung langsung menggeser bangkunya dan berlari keluar kelas seperti Kyuhyun. TOP yang duduk jauh dari jendela kelas, tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi dilapangan. Tapi, melihat Yesung keluar dalam keadaan panik, TOP pastikan ada sesuatu yang benar – benar buruk terjadi.
Buugh… Buggh… suara pukulan dan tendangan terdengar dilapangan saat ini, semua murid yang semula sedang bermain basket dengan riang kini berubah menjadi bencana dan ketakutan. Bahkan, beberapa murid menutup matanya ketika melihat salah satu teman mereka sedang dipukuli. Kemana guru – guru dan staff sekolah, tidak adakah yang datang menolong ?
Buggh… uhuk…
"Kyaaa….." Histeris beberapa wanita saat melihat muntahan darah keluar dari mulut temanya, melihat dan menonton hanya itu yang bisa mereka lakukan saat ini, karena salah satu ex –prince mereka yang saat ini sedang membuat ulah adalah cucu dari pemilik sah yayasan KyungHee. Jadi, tidak ada yang berani ikut campur, yang bisa menolong murid malang itu hanyalah mereka (Siwon dan Kyuhyun).
"Nngh… Maaf uhuk… sunbae…arhh...aku tidak sengajaahh." Lirih pemuda yang sudah lemas tak berdaya dibawah kaki seorang pria bertubuh besar.
"Maaf kata mu ? gara – gara kau tidak bisa menangkap bola, kepala Bos kami kena ? tangan mu tidak berguna, akan ku singkirkan."
"AKHHH!." Erang kesakitan pemuda itu saat tangan kanannya mulai di injak dengan keras.
PUK… sosok laki – laki yang terkena bola pun menepuk bahu temannya sebagai tanda untuk menghentikan aksi bermain (memukul) dengan salah satu Hoobaenya. Bagaimana pun juga dia adalah Sunbaenya, jadi perlahan ia berjongkok dan mengangkat dagu murid yang kondisinya sudah sangat parah…
"Siapa nama mu ?." Tanyanya sambil tersenyum ramah.
"Suhh…sungjae." Jawabnya dengan susah payah menahan sakit disekujur tubuhnya.
"Sungjae…berjalanlah merangkak mengelilingi lapangan ini satu putaran dan kau akan ku lepaskan, bagaimana ?." Melihat senyuman pria di depannya sudah berubah menjadi menyeringai, Sungjae bocah malang yang tidak sengaja melakukan kesalahan karena tidak bisa menangkap bola operan temannya menjadi korban….
"Woobin…." Mendengar namanya dipanggil, pria bernama Woobin pun mengadahkan kepalanya dan tersenyum senang saat melihat kedatangan teman sekaligus mantan sahabatnya..
"Hallo, teman lama ku…" Sapa Woobin sambil memberikan sebuah senyuman yang sangat ramah, seperti tidak memiliki rasa bersalah sedikit pun atas apa yang telah anak buahnya lakukan.
"Angkat Sungjae dan bawa dia ke mobil ambulans, cepat!." Perintah teman lamanya yang langsung dibalas anggukan oleh beberapa murid. Dengan gerak cepat, mereka semua mengangkat tubuh lemah Sungjae untuk dimasukkan ke dalam sebuah mobil ambulans yang sengaja ia panggil.
Prook….
Prook… Woobin memberikan sebuah tepuk tangan atas aksi hebatnya (menolong Sungjae).
"Lihat ini, pahlawan sekolah kita sudah datang untuk menyelamatkan Hoobaenya… tapi sayang sekali kau datang terlambat pangeran…..Kyuhyun." Ledek Woobin sambil menyeringai.
Sreeet…
"Kauu…!." Geram Kyuhyun yang sudah mencengkram kerah baju Woobin kuat, dengan kilatan mata yang marah Kyuhyun mencoba memberikan sebuah pukulan. Namun pukulannya tertahan karena anak buah yang berada dibelakang Woobin sudah lebih dulu memegang kepalan tanganya dan menempelkan sebuah pisau kecil dipinggangnya.
"Bergerak sedikit, pisau ini akan langsung menancap pinggang mu." Sial… Kyuhyun terlalu ceroboh dalam bertindak. Jika saja Kyuhyun bisa lebih sedikit tenang dalam menghadapi masalah didepannya, hal seperti ini (terjebak disituasi tidak aman) tidak akan terjadi.
"Dimana Yesung, dia tidak bersama mu ? ." Tanya Woobin santai sambil melirik kearah belakang Kyuhyun, padahal posisi Woobin masih berada dicengkaram tangan Kyuhyun tapi wajah Woobin benar – benar tidak ada rasa takut sedikit pun.
"Aku yang akan melawan mu hari ini! Brengsek!." dan Buuugh…. Kyuhyun memukul wajah Woobin dengan keras hingga tubuh Woobin sedikit oleng kebelakang akibat pukulan Kyuhyun.
Test…Test… tetes demi tetes darah keluar dari pinggang kanan Kyuhyun, ini resiko yang harus ia ambil untuk bisa memukul Woobin.
"Baiklah, jika ini mau mu… aku juga memiliki seorang teman yang ahli dalam karate, mungkin kau kenal dengannya Kyu." Selepas ucapan Woobin, perlahan sosok laki – laki tinggi maju ke depan mereka membuat siapa saja yang melihat langsung terbelak kaget.
"Changmin…." Lirih Kyuhyun saat melihat lawannya, tentu saja Kyuhyun kenal. Changmin adalah teman satu eskulnya dan seluruh murid tahu Kyuhyun dan Changmin sewaktu kelas satu sering di banding – bandingkan karena kemampuan karatenya yang sama – sama kuat. Hingga pada akhirnya ketika kepala sekolah memutuskan Kyuhyun yang mewakili sekolahnya ke Sydney untuk olimpiade, disitulah awal Changmin mulai menjauhi Kyuhyun sampai sekarang.
"Kau tahu Kyu, Changmin tidak terima kau yang mewakili olimpiade...tapi, berkat diriku kalian sekarang bisa bertarung untuk menentukan siapa yang terkuat, benarkan ?." Smirk Woobin melihat wajah Kyuhyun yang masih tidak percaya bahwa Changmin bergabung dengan dirinya.
Drap…. Drraap…..
"BERHENTIIII KALIAAAN SEMUAAAA!." Terdengar teriakan nyaring dari belakang Kyuhyun, membuat seluruh murid yang sedang berada di atmosfer tegang ini menjadi menatap sosok mungil yang perlahan semakin menampakkan dirinya.
"Akhirnya kau datang…Yesung." Gumam Woobin yang ternyata sosok mungil itu adalah Yesung.
.
.
[Other Side]
.
"Terima kasih atas kunjungannya." Cring…. Senyum Kibum seperti pangeran dinegeri dongeng kepada pengujung yang sehabis makan bubur di restoran keluarganya.
"Kenapa setiap Kibum yang berjaga, PENGUJUNG KITA MEMBELUDAK SEPERTI INI." Teriak tuan Byung yang takjub melihat jumlah konsumennya. Lihat saja itu diluar sana banyak pengujung yang datang, sampai – sampai mereka semua rela membuat barisan seperti antrian ingin menonton konser.
"Itu karena semua pengunjung datang untuk melihat anak kita, Hahaha." Tawa Yoojin, istri tuan Byung yang senyum – senyum melihat anak lelakinya dalam balutan baju waiters, itu membuat Kibum terlihat sangat tampan.
"Ibu, lima bubur Abalon untuk meja nomor satu." Seru Kibum menyerahkan sebuah note pesanan pada sang ibunda.
"Baik anak ku~…" Balas Yoojin gemes melihat anaknya.
"Suami ku! bubur Abalon 5, cepat!." Ucap Yoojin dengan nada berbeda pada suaminya. Ah… padahal dulu sewaktu tuan Byung muda ia sangat tampan seperti Kibum bahkan istrinya sangat tergila – gila padanya. Tapi sekarang, istrinya tergila – gila pada anaknya.
TAP… Sosok pemuda tampan turun dari mobil mewah, walaupun saat ini dirinya sedang menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan. Tapi, kharisma dan ketampanannya tidak berkurang sedikit pun.
"Sela-….Siwon! kenapa kau kesini ?." Seru Kibum kaget melihat teman golongan atasnya datang ke restorannya.
"Hyung! Ini Gawat, kita harus cepat!." Ucap Siwon yang langsung menarik tangan Kibum dan keluar dari restoran begitu saja tanpa meminta izin pada kedua orang Kibum yang sedang menatap kepergian mereka berdua dengan shock. Jika Kibum pergi, maka pengujungnya...tidak ada.
.
.
[Back To School]
.
"Kau apa mau ? memukul ku ?." Tanya Woobin yang saat ini sudah mengunci pergerakan Yesung dengan memelintirkan pergelangan tangannya ke belakang punggung.
"WOOBIN!." Teriak Kyuhyun meminta dirinya untuk melepaskan Yesung sekarang juga, saat ini Kyuhyun hanya bisa berteriak saja. Karena jika Kyuhyun mendekat, tangan Yesung akan semakin di pelintir oleh Woobin.
"Diamlah Kyu." Seru Woobin yang sedang sibuk menyentuh pipi dan leher Yesung dari belakang dengan jarinya, Woobin ingin sedikit bermain dengan kesolekan yang dimiliki Yesung. Woobin akui Yesung benar – benar pria yang sangat manis.
'Awas kau Yesung.' Batin pria manis yang saat ini sedang menggepalkan tangannya kuat –kuatnya karena melihat orang yang ia sukai (Woobin) sedang menyentuh Yesung.
PLAAANG….terlihat sebuah pedang kayu yang dilempar sengaja oleh anak buah Woobin didepan Yesung.
"Ambilah pedang kayu itu, Yesung ? Karna aku sangat suka melihat mu bermain Kendo." Lirih Woobin dibelakang Yesung. Kendo adalah suatu seni bela diri yang menggunakan bahan kayu atau bambu untuk dijadikan pedang ketika melawan musuh, seperti anime Kenshin.
"Tidakhh…." Balas Yesung disela menahan sakit. Sampai kapan pun Yesung tidak akan mengayunkan pedang kayu itu, karena pedang kayu adalah simbol dari janjinya dengan Woobin. Jika ia sampai mengayunkan pedang kayunya maka ia melanggar janji dan itu sama saja ia setuju telah memutuskan tali persahabatannya pada Woobin.
[Flashback]
.
"Woobin, hiks… kenapa kau seperti ini… kita adalah sahabat." Isak tangis Yesung melihat keempat temannya dalam keadaan babak belur akibat saling berkelahi satu sama lain.
"Sahabat ? Kalian bukan sahabat ku lagi!." Greeb… Kibum langsung mencengkram kuat kerah baju Woobin dengan tatapan murka dan marah. Beruntung Siwon langsung menahan Kibum untuk tidak memberikan Woobin Tinju andalannya.
"Woobin, kau pasti bercanda kan. Katakan bahwa kau bercanda, Jebal~." Yesung benar – benar tidak bisa menerima perkataan Woobin, yang mengatakan bahwa mereka semua bukanlah sahabatnya. Jika bukan sahabat, lalu waktu kebersamaan mereka selama ini apa ? apakah hanya semu dan fiktif saja ? Tidak!.
Melihat Yesung yang sedang dalam kondisi terpukul membuat Kibum, Kyuhyun dan Siwon menjadi diam, tidak ada yang bisa mereka perbuat kali ini karena Woobin sangat keras kepala dan tipe anak yang sekali sudah mengucapkan maka tidak bisa ia merubah dengan mudah.
"Jika kau ingin ku anggap sahabat. Jangan bermain Kendo lagi."
"KAU GILAA WOOBIN! KENDO ADALAH KESUKAAN YESUNG DAN KAU MENYURUH DIA BERHENTI MELAKUKAN HAL YANG IA SUKAI." Teriak Kyuhyun kali ini, bagaimana bisa Woobin mengatakan itu pada Yesung. Taewondo, Boxing, Aikido, Kendo dan Karate adalah hal – hal yang selama ini mereka berlima sukai.
"Aku akan menagih jawabannya besok." Setelah mengatakan hal itu, Woobin pergi meninggalkan keempat sahabatnya begitu saja. Kini dalam keheningan Kyuhyun, Siwon, Kibum dan Yesung kembali terdiam.
Sreeet… Yesung bangun dari duduknya membuat ketiga pria yang memang sedang menunggu jawaban Yesung menjadi sedikit resah.
"Aku akan berhenti bermain Kendo, jika itu bisa membuat Woobin tetap mengangap ku sahabatnya."
"Aku akan menemani mu."
"Hyung!." Kaget Kyuhyun dan Siwon berbarengan saat mendengar ucapan Kibum yang ikutan berhenti dari hal yang ia sukai (Boxing) untuk menemani Yesung.
"Kalian berdua tetaplah bermain Taekwondo dan Karate. Karena, kami tidak ingin kalian menggorbankan harapan (Impian) orang tua kalian." Siwon dan Kyuhyun tidak memiliki pilihan lain selain menurut perkataan Kibum.
[Flashback END]
.
.
"Sebenarnya kedatanganku ke sekolah hari ini tidak ingin bermain (berkelahi) dengan kalian. Tapi, karena kalian sudah datang menemui ku… bagaimana jika kita bermain sebentar." Mendengar ucapan Bosnya (Woobin), semua anak buahnya pun menyeringai senang. Ini yang mereka tunggu sejak lama yaitu bermain dengan teman lama Bosnya.
"Aku akan memaksa mu untuk menggunakan pedang itu." Dheg…. Terkejut Yesung ketika melihat lima anak buah Woobin sudah menggepung Kyuhyun.
"Tenang saja Yesung, aku bisa mengatasi mereka semua!." Ucap Kyuhyun yang tahu arti dari tatapan (khawatir) Yesung.
"Kau bisa mengatasi mereka semua, tapi bagaimana kau mengatasi yang ini ?." PLAAAK…. Woobin menampar keras pipi Yesung hingga hidungnya mengeluarkan sedikit darah dan sekali lagi dengan kasar Woobin mengangkat kerah baju Yesung hingga ujung sepatu Yesung tidak menyentuh lantai.
TAP….TAP…Bagaikan sebuah film dimana pahlawan akan selalu datang disaat – saat terakhir, terdengar gemaan langkah kaki yang sedang berjalan kearah mereka. Bahkan, Yesung yang sedang di angkat oleh Woobin perlahan mencoba menoleh untuk melihat siapa yang datang, sepintas Yesung berharap Kibumlah yang datang untuk menolongnya.
"Bisakah kau melepaskan Yesung." Minta pria itu secara baik – baik pada Woobin. Dengan pandangan yang sedikit buram (akibat dipukul Woobin), Yesung perlahan mempertajam penglihatannya dan Yesung kaget bukan main saat melihat orang tersebut.
"Se-seung Hyunhh.' Lirih Yesung yang dapat di dengar jelas oleh Woobin.
Dengan wajah poker face dan cueknya, TOP melirik Woobin yang sepertinya tidak akan mudah untuk menuruti perkataanya agar melepaskan Yesung. Sekarang TOP harus tenang dan mengamati keadaan yang saat ini sudah terjadi.
Kyuhyun yang sudah berada ditengah – tengah pria bertubuh tinggi dan besar dengan luka dipinggangnya lalu ada Yesung yang sedang berada di tangan Woobin. Kondisinya sekarang 50 – 50, dimana TOP harus memilih salah satu dari mereka. Apakah menolong Kyuhyun atau Yesung ?.
"Kalian semua benar – benar pecundang." Ucap TOP pada akhinya mulai memprovokator pria – pria pembuat masalah di depannya ini. Sambil berpikir dan berjalan mendekati mereka, TOP terus mengucapkan kalimat hinaan dan merendahkan mereka semua.
"Kalian pikir menindas yang lemah itu membuat kalian hebat! tidak."
"Apa kau bilang!."
Smirk TOP yang sudah melihat beberapa orang termakan ucapannya.
"Kalian tidak bisa melawan yang kuat, makanya menindas yang lemah, Benarkan ?."
"Kau pikir kau kuat!."
"Tentu saja, bahkan lebih kuat dari kalian semua dan orang kuat harus bertanggung jawab pada yang lemah." Bijak TOP yang kini terlihat sangat cool dimata seluruh murid atas ucapannya.
"YAK! AKU TIDAK LEMAAAH!." Terdengar juga protes untuk kalimat TOP yang sepertinya Kyuhyun ikut termakan ucapannya. Ckckck, Kyu pabo.
TAP…TOP sedikit memundurkan langkah kakinya saat melihat orang – orang yang menggepung Kyuhyun kini mulai mendekati dirinya. Sepertinya, TOP berhasil memancing emosi anak buah Woobin dengan perkataanya. Tapi tidak dengan Woobin.
Woobin tidak termakan pancingan TOP sama sekali, malah Woobin terlihat semakin mengangkat kerah baju Yesung tinggi – tinggi hingga membuat TOP jadi harus memutar otaknya cepat untuk membaca prediksi apa yang akan Woobin lakukan.
'Dia akan melempar Yesung.' Batin TOP yang menyadari perbuatan Woobin, dan benar saja...Woobin melempar tubuh Yesung kedepan, namun dengan sigap dan refleks yang cepat TOP langsung berlari sambil merentangkan kedua tangannya untuk menangkap tubuh Yesung dan…
Brrrukkk….
'Aish…punggung ku.' Batin TOP yang meringgis kesakitan, walaupun ia telah berhasil menangkap Yesung namun punggungnya tidak selamat dari benturan kerasnya lapangan.
"Kau tidak apa – apa Yesung ?." Dheg…Yesung yang sadar berada diatas tubuh TOP menjadi kaget dan memerah, dengan menggelengkan kepalanya Yesung memberikan jawaban pada TOP bahwa dirinya tidak apa – apa.
Sreeet…. TOP memegang kepala Yesung tiba – tiba dan langsung merubah posisinya menjadi diatas Yesung ketika melihat beberapa murid datang menyerbu dirinya.
Duuughh….. Buughh…. Buugggh...Punggung TOP terus saja dipukuli dan ditendang saat ini oleh anak buah Woobin.
"Seung Hyun." Lirih Yesung menyadari TOP mendekap tubuhnya kuat.
TOP benar – benar melindungi Yesung dengan rela menjadi sebuah perisai untuk ditendang dan dipukuli, padahal punggung TOP belum sembuh total akibat perkelahian kemarin dengan Siwon. Sekarang punggungnya sudah kembali di pukuli dengan brutal. Entah bagaimana nasibnya setelah ini, yang penting Yesung tidak boleh sampai kena pukul.
Melihat hidung Yesung keluar darah akibat dipukul Woobin tadi saja sudah membuat TOP sakit (hatinya), lalu bagaimana jika ia melihat Yesung mendapatkan luka lebih dari itu. Bisa – bisa hatinya hancur….
"ARGHHH." Terdengar erangan kesakitan dari TOP yang menandakan TOP sudah dalam batas maksimalnya untuk punggungnya menahan pukulan lebih lama lagi. Jika TOP terus seperti ini maka punggung TOP benar – benar akan hancur.
"Hiks…. Seung Hyun." Isak Yesung entah kenapa merasa takut. Yesung benar – benar takut pria yang saat ini masih berusaha mendekap tubuhnya mengalami hal buruk, TOP yang mendengar isakan tangis dari pria dibawahnya ini, walaupun tidak bisa menatap wajahnya karena ia harus mendekapnya. Tapi, TOP bisa membayangkan wajah Yesung sedang menangis.
"Waktu kau mengobati ku, arggh… kau pernah bilang aku ini tidak pernah berpikir sebelum bertindak." Ucap TOP disela menerima pukulan dan tendangan.
"Sudah jangan bicara, menyingkirlah TOP…Jebal." Mohon Yesung pada TOP untuk segera menyingkir, Yesung tahu jika TOP menyingkir ia akan kena tendangan dan pukulan, tapi setidaknya itu lebih baik karena TOP tidak menanggung rasa sakit sendirian.
"Uhuk…Dan, aku bertanya apakah kau takut aku ma….ti… akkhh."
"Kumohon… hiks Seung Hyunhh.." Sejenak TOP tidak bersuara lagi, membuat Yesung semakin takut karena hanya mendengar suara nafas TOP yang sudah semakin lemah.
"Aku takut…? Iya… AKU TAKUT KAU MATI SEKARANG, JADI JANGAN MATIIII SEUNG HYUUN…"
"Hahaha… Akuhh belum matihhh…tahuu.." Lirih TOP yang masih bisa tertawa disela situasi seperti ini dan entah kenapa Yesung merasa senang saat mendengar TOP bersuara lagi.
"Akuh…tidak ahkan mati, haaa…karena aku harushh melindungi oranghh… yang ku cintai dan jugahhh teman kuu!." Dheg… entah kekuatan cinta atau memang TOP sebenarnya kuat, yang jelas dengan kekuatan penuh TOP bagkit.
BRUUKKK…. Semua orang yang tadinya menendang punggung TOP kini tersungkur akibat TOP yang bangkit secara tiba – tiba.
Buughhh…. Buughh… TOP memukul rahang salah satu anak buah Woobin secara brutal dan tanpa ampun, hingga pria yang ia pukuli mengeluarkan darah dari mulutnya begitu banyak. Setelah puas memukul, TOP menatap seluruh anak buah Woobin lainnya dengan tatapan 'Kalian akan bernasib seperti ini' membuat langkah mereka perlahan mundur. TOP benar – benar terlihat berbeda saat ini, tatapan membunuh dan aura kemarahan benar – benar terlihat sangat jelas.
"Haaah… Haaah… Seungri…"
"I-IYAAA." Teriak Seungri yang berada tidak jauh dari sisi lapangan, dengan setengah takut dan setengah berani Seungri menghampiri TOP yang telah memanggil namanya.
"Bawa Yesung dan jaga dia, kalau sampai lecet. Kau tahu kan akibatnya."
"BA-BAIIIK!." Dengan gerak cepat, Seungri langsung menarik tangan Yesung ke tempat yang agak jauh dari sumber perkelahian. Aish….Diancam TOP dengan tatapan membunuh seperti tadi sungguh membuat Seungri menyesal telah menawarkan diri untuk menjadi temannya.
"Yesung sudah berada ditempat aman…Jadi…" Ucap TOP yang sengaja mejeda kalimatnya untuk melihat Woobin dengan tatapan tajam, sedikit menyekat darah yang keluar dari mulut. TOP berjalan mendekati temannya, membuat beberapa murid berandal tersebut langsung memasang sikap untuk melawan TOP.
"Butuh bantuan Kyu ?." Tawar TOP pada Kyuhyun yang saat ini sudah berada disampingnya. Aaaah…Jika dua pangeran sekolah (TOP dan Kyuhyun) berdiri berdampingan disituasi perkelahian seperti ini benar – benar terlihat sangat keren.
"Ku kira kau mati."
"Maaf jika aku mengecewakan mu." Ucap TOP yang tidak kalah konyolnya saat membalas ejekan Kyuhyun.
TAP….
TAP…
Terlihat kawanan Woobin mulai maju mendekati mereka berdua, membuat Kyuhyun langsung memasang kuda – kudanya untuk bertarung, begitu juga dengan TOP yang sudah siap untuk meninju mereka semua. 1…3…6…10…ada 10 anak buah Woobin yang mendekati.
"Hei, karate Kids…Tunjukan kemampuan mu, jangan memalukan gelar mu sebagai ahli Karate." Pancing TOP seperti biasanya dan Yeah… Kyuhyun mengganguk, walaupun saat ini pinggangnya sedang terluka (tusukan) tidak akan menghalangi Kyuhyun untuk melawan sampah – sampahnya Woobin.
Prook…Prook…Lagi – lagi Woobin memberikan sebuah tepukan tangan untuk Kyuhyun dan juga TOP, membuat anak buahnya yang semula ingin menyerang langsung berhenti dan bahkan mereka semua kembali ketempat semula (berdiri dibelakang Woobin). Terlihat wajah Woobin sangat senang, karena ia benar – benar tidak menyangka bahwa akan melihat hal yang menarik di sekolahnya hari ini, terlebih dengan TOP.
"Kau memang menarik, Seung Hyun." Ucap Woobin membuat TOP menyerngit bingung. Bagaimana Woobin tahu namanya. Apakah TOP yang baru saja pindah ke Korea sudah menjadi sangat terkenal sekarang sampai – sampai geng berandalan tahu namanya ? atau jangan - jangan TOP memiliki masalah yang belum selesai dengan Woobin ? tapi kapan dan dimana ? TOP saja baru bertemu dengan Woobin hari ini.
"Kau tidak ingat ? aku penggedara motor yang pekan lalu bertanding dengan mu di lampu merah." Jelasnya membuat TOP hanya membalas dengan kata 'Oh' saja sehingga Woobin yang hanya direspon oleh TOP seperti itu langsung benar – benar menarik.
"Awalnya aku ingin mengajak mu bergabung dengan ku, tapi sepertinya kau sudah bergabung dengan Vilcencius." Ucap Woobin sambil melirik Kyuhyun dan Yesung bergantian dengan tatapan sinisnya.
"Aku bukan anggota Vilcencius." Balas TOP santai tanpa memikirkan perasaan Kyuhyun yang saat ini berada disampingnya terbelak kaget.
"Yak!."
"Kita berteman bukan berarti aku juga anggota geng mu." Uhuk… Kyuhyun tersedak dengan jawaban TOP, benar juga yang dikatakan olehnya.
"Benarkah ? kalau begitu bergabunglah dengan kami." Tawar Woobin sekali lagi sambil tersenyum, melihat Woobin terus saja menawarkan TOP untuk masuk kedalam kelompoknya membuat Kyuhyun sedikit khawatir. Jika TOP masuk kedalam kelompok Woobin, maka dirinya dan Siwon tidak akan mampu melawan TOP.
"Aku tidak tertarik, jadi bisakah kita selesaikan ini." Balas TOP jujur yang memang ingin segera menyelesaikan perkelahian ini. Kenapa ? karena punggungnya sudah tidak bisa diajak kompromi setelah dipukul secara brutal tadi. Jadi, sebelum dirinya melemah, TOP ingin segera menyudahinya.
TAP…
TAP…
Perlahan Woobin mendekati TOP, awalnya Kyuhyun yang berada disamping TOP ingin menyerangnya tapi dengan cepat TOP menahan Kyuhyun untuk tidak melakukan hal itu. Karena, TOP melihat Woobin yang mendekati mereka tidak akan melakukan penyerangan.
"Bolehkan aku membunuh mu Seung Hyun." Dheg…Mendengar ucapan pelan Woobin, membuat Kyuhyun yang dapat mendengarnya juga menatap tidak percaya dan kaget. Selama Woobin mencari masalah disekolah, Woobin tidak pernah mengatakan (pembunuhan) seperti itu.
"Boleh, jika kau bisa."
See…mendengar respon dan sikap angkuh dan tidak kenal takut serta arrogant TOP membuat Woobin benar – benar ingin sekali menghajar dan menghabisinya saat ini, setidaknya membuat TOP masuk ke rumah sakit dengan beberapa tulang rusuk yang patah. Itu akan sedikit membuat ia puas.
"Hahahaha...tentu aku bisa, tapi diluar sekolah." Seru Woobin sambil bersmirk, TOP yang menangkap maksud Woobin hanya dapat ikut bersmirk. Kyuhyun yang saat ini melihat keduanya sedang mengeluarkan aura hitam yang melebihi dirinya sendiri menelan ludahnya kasar. Sesungguhnya ia ingin melihat TOP melawan Kibum, tapi melihat TOP berhadapan dengan Woobin ternyata lebih menyeramkan lagi.
Woobin itu sama cerdiknya dengan TOP. Keduanya sama – sama berpengalaman di perkelahian jalanan, jadi TOP tahu bertarung didalam sekolah akan membuat mereka (khususnya TOP) terlibat masalah seperti hukuman dikeluarkan dan itu akan mencoreng nama orang tua TOP. Jadi dengan meminta bertarung diluar sekolah akan membuat mereka lebih bebas berkelahi bahkan yang diharapakan oleh Woobin yaitu mati bisa terjadi.
"No problem, dan bolehkan aku meminta satu permintaan ?."
"Tentu saja."
"Jika kalian butuh teman bermain (berkelahi) datang saja padaku, aku akan melayani kalian dengan baik." Senyum TOP mengulurkan tangan kananya membuat seluruh murid yang sedang menyaksikan mereka menjadi bingung dan penasaran dengan apa yang sedang mereka berdua bicarakan.
"Baiklah, aku dan teman ku tidak akan bermain (berkelahi) dengan mereka (semua murid Kyunghee) lagi." Balas Woobin dengan menyambut tangan TOP.
"Sepakat." Dan, bersamaan dengan kata sepakat tadi, TOP dan Woobin berjabat tangan sebagai tanda perjanjian mereka berdua telah terbuat.
"Ayo kita pergi." Seru Woobin pada seluruh temannya untuk meninggalkan sekolah KyungHee, begitu juga dengan TOP yang langsung berjalan mendekati Yesung.
"Hei, TOP tidak seharusnya kau melakukan hal itu." Bisik Kyuhyun disela berjalannya, Kyuhyun benar – benar kaget bahwa TOP akan melakukan hal sejauh itu untuk sekolahnya.
"Jangan bilang pada siapapun, cukup hanya dirimu saja yang tahu." Dan, Kyuhyun menghembuskan nafasnya berat. Kyuhyun merasa menjadi saksi atas perjanjian Woobin dan TOP adalah beban terberatnya. Jika salah satu dari TOP atau Woobin mati, maka dirinyalah yang akan menyesal seumur hidup, terlebih dengan ucapan TOP tadi yang menawarkan diri sebagai bahan mainan geng Woobin.
"Aku akan membawa orang itu (Woobin) kembali pada kalian."
WUUSH….Bersamaan dengan ucapan TOP, Kyuhyun merasakan angin harapan berhembus. Jadi, TOP melakukan ini semua bukan hanya untuk sekolahnya saja tapi juga untuk membuat gengnya (Siwon, Kyuhyun, Kibum, Yesung, Woobin) kembali seperti dulu.
"Gomawo." Lirih Kyuhyun yang dapat didengar jelas oleh TOP, hanya kata itu saja yang dapat Kyuhyun berikan atas kebaikannya untuk mengembalikan persahabatan mereka (Siwon, Kyuhyun, Kibum, Yesung, Woobin). Kedatangan TOP entah kenapa seperti awan cerah yang akhir – akhir ini selalu Kyuhyun lihat di langit.
'Kami ingin membawa Woobin kembali menjadi Woobin yang kami kenal dulu untuk Yesung.' TOP teringat dengan perkataan Kyuhyun kemarin ketika di taman. Mereka (Kyuhyun, Siwon dan Kibum) berusaha untuk membuat Woobin kembali, sejujurnya TOP tidak yakin apakah tindakan yang ia lakukan nanti akan berhasil membawa Woobin seperti yang mereka inginkan atau tidak. Bahkan TOP tidak tahu 'menjadi Woobin yang mereka kenal' itu bagaimana.
Greeeb… Yesung memeluk lengan TOP begitu saja saat mereka (Kyuhyun dan TOP) tiba, membuat seluruh murid wanita dan UKE yang melihatnya langsung berteriak agar Yesung segera menjauhinya. Akibat aksi TOP yang ikut campur dalam membantu Kyuhyun tadi, membuat fans TOP menjadi semakin banyak karena tidakan TOP benar – benar menunjukkan seorang pria sejati yaitu berani melawan.
"Kau tidak apa – apa Seung Hyun ?." Tanya Yesung khawatir yang masih belum sadar bahwa dirinya saat ini menjadi target seluruh murid (wanita dan UKE).
"Aku akan mengobati kalian (Kyuhyun dan TOP)." Dan, lagi – lagi Yesung mencuri start duluan, hingga membuat seluruh murid yang sudah siap dengan kotak P3K mereka masing – masing hanya bisa gigit jari.
.
.
"Sekarang kita aman!."
"Woobin tidak akan melukai kita lagi."
"Seung Hyun, terima kasihh!."
"Terima kasih Kyuhyun dan Seung Hyun Sunbae."
Begitulah kalimat – kalimat yang TOP dengar saat melewati lorong koridor sekolahnya untuk menuju UKS. Semua murid sekolah terus menerus mengucapkan rasa terima kasihnya pada TOP dan Kyuhyun, mereka semua benar – benar senang karena mereka bisa bersekolah dengan rasa aman dan tenang (tanpa tahu bahwa TOP sudah mengorbankan dirinya).
"Kyu, lebih baik kau ke rumah sakit saja." Ucap Yesung yang sedang memapah tubuh Kyuhyun dengan perasaan khawatir karena mendapatkan luka tusukan itu tidak bisa diobati di UKS begitu saja.
"Tenanglah, aku sudah memanggil dokter pribadi ku untuk ke UKS." Senyum Kyuhyun yang sedang menahan darah yang terus keluar dari pinggangnya, ini benar – benar terasa sangat sakit. Tidak jauh dari Kyuhyun dan Yesung, terlihat Seungri dibelakangnya sedang membantu TOP berjalan.
Drrrrrrt… Merasakan getaran di ponselnya, Kyuhyun dengan cepat mengangkat panggilan dari rumah sakit yang biasanya korban (murid – murid) Woobin berada.
"Jadi, Sungjae baik – baik saja, syukurlah."
"…."
"Baiklah… bilang pada keluarga Sungjae jangan khawatir karena hal ini tidak akan terjadi lagi dan juga katakan semua biaya rumah sakit aku yang menanggung."
PIIIP….telefon terputus, TOP yang mendengar percakapan Kyuhyun benar – benar tidak menyangkan, ternyata Kyuhyun itu anak orang kaya dan di dunia ini ada anak (kaya) yang memiliki jiwa sosial yang sama kayanya dengan harta miliknya.
.
.
"Aku harus membawa tuan muda ke Rumah sakit, karena luka tusukannya cukup parah." Ucap dokter pribadi Kyuhyun pada Yesung setelah memeriksa kondisinya.
"Kyuuu…" Lirih Yesung yang sedang menatap Kyuhyun terbaring diranjang UKS dengan nafas yang lemah. Wajah pucat dan darah yang terus merembes keluar dari perban dipinggannya itu membuat Yesung benar – benar menjadi merasa bersalah. Seandainya ia datang lebih cepat sebelum Kyuhyun, hal ini tidak akan terjadi.
"AKU BILANG AKU TIDAK MAU KE RUMAH SAKIT!." Teriak TOP dari samping ranjang Kyuhyun membuat Yesung yang tadinya sedang sibuk menggusap kepala Kyuhyun menjadi melangkah ke samping untuk melihat apa yang sedang terjadi sampai – sampai TOP berteriak seperti itu.
Blush… Wajah Yesung langsung memerah saat melihat TOP yang sedang duduk di ranjang UKS dalam keadaan bertelanjang dada (half naked). Badan TOP benar – benar bagus dan err..
"A-ada apa ini ?." Tanya Yesung pada dokter pribadi Kyuhyun yang baru saja memeriksa kondisi TOP.
"Aku ingin melakukan pengecekan (ronsen) untuk melihat apakah ada tulang punggung yang patah, itu saja." Jelas dokter pribadi Kyuhyun yang sedikit kesal karena telah diteriaki TOP.
"Berikan saja kami obat dokter."Minta Seungri santai membuat Yesung yang mendengar langsung menatap tajam. Bagaimana bisa Seungri mengatakan hal itu, seharusnya Seungri sebagai temannya memaksa TOP untuk chek – up karena siapa tahu TOP benar – benar mengalami patah tulang punggung.
"Benar." Timpal TOP yang membuat Yesung kali ini menghela nafas berat. TOP itu dimata Yesung terlihat kuat tapi sebenarnya sok kuat, setelah Dokter memberikan beberapa obat dan resep pada Yesung untuk TOP. Kini dokter pribadi Kyuhyun kembali ke tuan mudanya.
"Seungri ambilkan tas ku dikelas." Mendengar perintah TOP, Seungri tentu saja tanpa banyak bicara langsung mengangguk.
"Kalau begitu, kami akan membawa tuan muda ke rumah sakit." Dokter berserta perawat yang baru saja tiba langsung memindahkan tubuh Kyuhyun ke ranjang lainnya untuk dibawa ke ambulans. Melihat ranjang dorong Kyuhyun lewat di depan matanya membuat Yesung tanpa sadar ikut melangkah keluar namun….
Sreeet…. TOP menahan Yesung untuk pergi dengan memegang pergelangan tangannya.
.
.
BRAAAK…Siwon dan Kibum langsung menutup pintu mobilnya saat tiba di depan gedung sekolah. Terlihat semua murid Kyunghee sepertinya dipulangkan lebih cepat akibat inside Woobin yang membuat kekacauan disekolah.
"Apa kalian melihat Yesung ?." Tanya Kibum yang mencegat salah satu murid di sekolah dan tidak jauh dari Kibum terlihat dibelakangnya Siwon berjalan menggunakan tongkat sehingga membuat jalannya menjadi sedikit lambat.
"Mereka berada di UKS untuk mengobati lukanya." Balasnya membuat keduanya makin panik.
DRRAAP….
DRAAAP… Dari kejauhan terlihat beberapa perawat mendorong sebuah ranjang khas rumah sakit dengan terburu – buru, membuat seluruh murid yang sedang berada di koridor sekolah menjadi minggir termasuk Kibum dan Siwon.
"KYUHYUUUN!." Kaget mereka berbarengan saat melihat orang yang berada diranjang itu adalah temannya sendiri.
"Aku akan ikut Kyuhyun!."
"Kalau begitu aku akan ke UKS untuk melihat Yesung." dan mereka berdua (Siwon dan Kibum) berjalan berlawanan arah. Dimana Siwon ikut ambulans Kyuhyun dan Kibum bergegas ke UKS untuk melihat dan bertemu Yesung, tanpa tahu bahwa ia akan melihat suatu hal yang menarik.
.
.
"Seung Hyun, lepaskan aku, aku ingin ikut Kyuhyun." Mohon Yesung yang saat ini benar – benar khawatir pada kondisi temannya itu. Melihat Yesung yang berusaha untuk melepaskan pegangan tanganya, TOP pun menarik Yesung dengan satu kali tarikan hingga Yesung yang secara tiba – tiba di tarik kuat menjadi terbawa dan….
Brukk… Yesung masuk kedalam pelukan TOP dengan sangat mudah.
"Aku tahu ini bukan waktu yang tepat, tapi aku benar – benar ingin tahu….." Jeda TOP yang masih memeluk tubuh Yesung. Saat ini diruangan UKS hanya ada mereka berdua sehingga TOP memanfaatkan moment ini untuk menayakan perihal perasaanya.
'Jangan katakan...' Batin Yesung yang sepertinya sudah tahu apa yang ingin TOP katakan selanjutnya. Berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan jeratan (pelukan) TOP sebisa mungkin, tapi tetap saja Yesung tidak bisa.
"Bagaimana….perasaan mu pada ku, Yesung ?." Dheg…TOP benar – benar membahas masalah yang selama ini Yesung sendiri tidak tahu jawabanya.
PRAAAANG….Tidak sengaja terdengar suara gaduh diluar UKS, membuat TOP langsung berpikir mungkinkah itu Seungri yang lagi – lagi akan merusak moment mereka. Jika benar, TOP akan membuat Seungri benar – benar masuk rumah sakit menyusul Kyuhyun nanti.
"Aku akan periksa du-."
"Aku tidak akan melepaskan mu, sebelum kau menjawab." Ancam TOP yang langsung memotong ucapan Yesung begitu saja. TOP tahu Yesung pasti akan menggunakan alasan untuk melihat keluar agar tidak menjawab pertanyaannya.
"Baiklah, sejujurnya aku memiliki orang yang ku sukai sejak Junior High School." Dheg…Mendengar perkataan Yesung, perlahan pelukan TOP mulai menggedur. Sakit…sangat sakit, bahkan perkataan Yesung lebih sakit dari pukulan preman – preman diluar sana.
Merasakan TOP sudah tidak memeluknya, Yesung perlahan duduk disamping TOP untuk mensejajarkan bahu mereka yang memiliki perbedaan yang sangat kontras itu.
"Hehehehe…" Kekeh Yesung yang melihat tingkah lucu pria disampingnya. Tingkah TOP benar – benar lucu dan manis saat ini, karena TOP memalingkan wajahnya begitu saja saat Yesung ingin melihat wajah TOP.
"Pergilah." Ucap TOP dingin akhirnya membuat Yesung terkejut atas perubahan drastis TOP.
"Kau tahu, semenjak ada seseorang yang menyatakan cintanya padaku kemarin. Setiap aku melihatnya aku menjadi berdebar – debar, aku tidak tahu apakah aku mencintainya karena aku sudah menyukai seseorang. Tapi, jika aku boleh jujur….." Yesung menjeda kalimatnya dan menaruh tangannya diatas tangan TOP lalu menggengamya.
"Seung Hyun aku ingin lebih mengenal mu….bolehkah ?." Tanya Yesung sambil tersenyum tulus, hingga TOP yang tadinya marah dan terluka (hatinya) menjadi luluh kembali akibat ucapan Yesung. Kini TOP membalikkan tubuhnya dan Yesung untuk saling berhadapan satu sama lain.
Perlahan wajah TOP mulai mendekat kearah Yesung hingga membuat Yesung yang berpikir TOP pasti ingin menciumnya langsung menutup kedua matanya dan….
Tuuk…. TOP menjatukan kepalanya ke bahu kiri Yesung, membuat Yesung yang salah paham langsung tertawa kikuk sambil menggaruk pipinya.
"Aku lelah (akibat berantem) tapi aku juga sangat senang, terima kasih…..Yesung." Dan, Yesung pun menepuk – nepuk kepala TOP yang saat ini sedang beristrirahat dibahunya. Mungkin ini yang terbaik bagi Yesung membuka hatinya untuk TOP. Sejujurnya Yesung sedih, bunga (cinta pertamanya) yang selama ini ia pelihara selama 5 tahun belum sempat ia berikan (sampaikan) pada pemiliknya (Kibum).
.
.
TAP…
TAP…Terlihat Seungri dengan tas ransel milik TOP, berjalan santai menuju lorong sekolah untuk ke UKS sambil memainkan ponselnya, saking asiknya Seungri tidak melihat jalan didepannya.
BRAAAK… Seungri menabrak seorang pria.
"Ma-maafkan aku." Ucap Seungri sambil membungkukkan badannya, disela membungkuk Seungri melihat pria didepannya mengambil ponsel miliknya yang terjatuh akibat tabrakan mereka.
"Tidak apa – apa, lain kali hati – hati." Senyumnya yang memberikan ponsel berwarna putih pada Seungri, melihat pria didepannya tersenyum sangat menawan. Seungri menjadi kikuk dan nyengir tanpa dosa. Aih… ingatlah Seungri, kau adalah SEME not UKE.
"Tadi itu sepertinya aku kenal…emmm.." Gumam Seungri yang melanjutkan jalannya lagi.
"HEEH… Tadikan, Ki-Kibum Sunbae." Sadar Seungri yang langsung membalikkan badannya untuk melihat pria yang menjadi korban tabrakan dan ketika dirinya berbalik Kibum sudah tidak ada, cepat sekali Kibum jalannya.
"Eh… tunggu! Dia baru saja dari arah UKS, jangan – jangan…..TOP!." Kali ini Seungri menatap takut dan panik ketika teringat perkataan TOP saat mereka berdua diruang ganti kemarin.
Dengan langkah cepat Seungri segera melesat ke UKS untuk melihat kondisi TOP yang dibayangan Seungri, TOP pasti sudah di tinju habis – habisan oleh Kibum.
TAP…langkahSeungri langsung berhenti ketika baru membuka pintu UKS ia melihat TOP sedang mengistrirahatkan kepalanya dibahu Yesung.
"Wew… ternyata mereka pacaran, kikikiki." Tawa jahil Seungri yang melihat (mengintip) TOP dan Yesung beradegan sangat sweet.
.
.
[Kibum Side]
.
"Bagaimana Kyuhyun ? aku akan kesana sekarang."
"…"
"Tidak, Yesung sepertinya akan menyusul dengan temannya."
"…"
"Okey." PIIIP… telefon terputus, kini Kibum melangkahkan kakinya ke luar gedung sekolah KyungHee. Saat Kibum berjalan keluar gedung sekolah banyak Hoobae – Hoobae Kibum menyapanya, tidak heran dulu semasa sekolah disini Kibum sangatlah terkenal dan ramah senyum sehingga mereka semua tidak akan pernah bisa melupakan sosok Kibum.
"Haaaa…." Desah Kibum yang entah kenapa menjadi tidak bersemangat.
"Tentu saja dan Seung Hyun menyukai Yesung, upss." Perkataan Kyuhyun waktu itu terlintas dikepala Kibum saat ini.
"Baiklah, sejujurnya aku memiliki orang yang ku sukai sejak Junior High School."
"Kau tahu, semenjak ada seseorang yang menyatakan cintanya padaku kemarin. Setiap aku melihatnya aku menjadi berdebar – debar, aku tidak tahu apakah aku mencintainya karena aku sudah menyukai seseorang. Tapi, jika aku boleh jujur….."
"Seung Hyun aku ingin lebih mengenal mu….bolehkah ?."
Kali ini ucapan Yesung yang melintas dibenaknya. Ternyata Kibum mendengar semuanya yang Yesung bicarakan pada TOP, begitu juga sebaliknya. Walaupun Kibum belum pernah melihat wajah Seung Hyun seperti apa, karna Kibum hanya mendengarkan pembicaraan mereka (TOP dan Yesung) dibalik pintu saja. Kibum bisa meyimpulkan orang itu pasti bisa menjaga dan melindungi Yesung lebih baik dari dirinya.
"Sejak Junior High School." Gumam Kibum ambigu sambil tersenyum miris.
"Aku tidak tahu, ternyata kau menyukai ku selama itu Yesungie." Ucapnya lagi yang ternyata Kibum tahu bahwa Yesung selama ini menyukai dirinya. Dan, dia berpura – pura tidak tahu ? Kenapa ?
TAP…Langkah kaki Kibum terhenti ketika melihat sosok wanita sedang berdiri di ambang gerbang sekolah Kyunghee. Melihat wajah wanita itu cemberut, Kibum hanya dapat terkekeh. Selalu saja wanita itu akan berwajah cemberut jika ia kesal karena menunggu terlalu lama.
"Hyuna." Mendengar namanya dipanggil, Hyuna yang ternyata sedang menunggu sang kakak digerbang sekolah yaitu Yesung langsung berlari menghampiri Kibum.
"Kibum oppa! Sedang apa oppa disini ? oh ya apa kau melihat Yesung oppa ? kenapa dia tidak keluar juga ? apa dia meninggalkan ku ? tapi biasanya jika ia meni-." Cup… Hyuna langsung berhenti mengoceh saat Kibum mencium pipi kirinya.
"Jangan bawel, kakak mu sedang sibuk. Kau ikut ke rumah sakit saja dengan ku. Ayooo…"Ajak Kibum yang langsung meyeret Hyuna untuk ikut menjenguk Kyuhyun di Rumah sakit.
Sebenarnya Kibum menyayangi Yesung, sangat sayang tapi hanya sebagai adik dan jika ditanya siapa yang Kibum cintai ? dia akan menjawab Kim Hyuna (adik dari Kim Yesung). Tapi, semenjak dia mendengar ucapan Yesung kepada TOP tadi, dia merasa sedikit ada perasaan tidak rela.
.
.
[Beberapa hari kemudian]
.
"Aku tanya atau tidak ya ?." Gumam TOP yang masih saja mondar – mandir di depan pintu seseorang. Sudah 30 menit lamanya TOP melakukan hal sia – sia (membuang waktu) seperti ini, gelisah dan bingung itu yang sedang TOP alami saat ini. Jika ia bertanya, pasti ia ditertawakan. Tapi jika tidak bertanya, ia akan menyesal.
Menyadari waktu yang akan semakin larut, akhirnya TOP membuka pintu kamar di depannya dengan perlahan.
CEKLEEEK….Sesaat pintu itu dibuka, TOP dapat dengan jelas melihat seseorang yang sedang sibuk membaca sebuah majalah sambil memakan (cemilan) keripik kentang kesukaan keluarganya.
"Noona, aku ingin bertanya…" Ucap TOP langsung tanpa basa basi, sehingga Noona yang bernama CL pun menatap sang adik yang saat ini sedang berjalan masuk kedalam kamarnya.
"Apa ? serius seka-. ." Gleg… CL menelan ludahnya kasar ketika wajah sang adik sudah berada didepan wajahnya dengan tatapan serius dan aura yang begitu mencengkam. Seingat CL hari ini dirinya tidak ada jadwal meledek TOP, tapi kenapa TOP menatap dirinya dengan hawa menyeramkan sepert ini.
"Noona…." Panggil TOP dengan suara yang berat dan huskynya.
"I-iya adik ku." Balas CL yang dibuat semanis dan seimut mungkin berharap ia tidak di apa - apakan. Bagaimanapun juga TOP adalah lelaki jadi untuk berjaga – jaga siapa tahu TOP hari ini ingin membalas dendam padanya karena sudah tidak tahan selalu diledek.
"Apa yang dilakukan saat kencan pertama ?."
"Ngh ?." Apa CL tidak salah dengar tadi ? TOP bilang apa ? Kencan pertama ? entah apa yang harus CL respon saat mendengar pertanyaan adiknya ini. Teriak ? tidak bisa, kaget ? tidak bisa juga… jadi…
"Hahahahahahahah." Tawa CL meledak merespon pertanyaan TOP, melihat sang kakak tertawa terbahak – bahak. TOP pun perlahan langsung membalik wajahnya. Apa yang ia prediksi terjadi kan ? ia ditertawakan. Bagaimana bisa TOP yang tampan, manly dan arrogant ini bertanya hal semacam itu ?
Faktanya, TOP yang perfect ini buta dengan hal semacan kencan. Karena sikapnya yang dingin dan tidak suka didekati wanita atau UKE sembarangan, membuat TOP tidak pernah berkencan sekali pun selama ini. Dan, bodohnya satu jam lalu dia baru saja mengajak Yesung jalan diakhir pekan ini (besok). Alhasil Yesung yang baru saja menjadi… ehkem…kekasih TOP beberapa hari yang lalu menyetujui dan TOP pun gelisah apa yang akan ia lakukan pada Yesung.
"Demi Tuhan TOP, kau benar – benar…hahahahaha."
"Yak! Noona..Shut up." Bentak TOP yang sudah mulai kesal pada sang kakak. Memang apa yang salah jika ia tidak tahu tentang kencan ? apa itu masalah ?.
"Noona….Aku ingin membuat dia bahagia, makanya aku bertanya pada mu apa yang biasa dilakukan orang – orang saat berkencan. Karena aku tidak mau membuat dirinya kecewa, apalagi menyesal karena menjadi kekasih ku." Cerita TOP membuat CL yang mendengarnya hanya tersenyum geli, lihat itu betapa manisnya TOP ketika berusaha menjadi seseorang yang lain hanya untuk membuat Yesung senang dan tidak kecewa padanya.
"Dengar bingu TOP, kau hanya perlu menggengam tangannya dan jangan pernah melepaskan genggaman itu, Noona yakin Yesung akan menjadi orang paling bahagia di dunia ini." Seru CL sambil tersenyum, apakah dengan tindakan seperti itu saja akan membuat Yesung benar – benar senang besok ? tapi mendengar ucapan yakin dari sang kakak itu entah kenapa membuat kegelisahan dan ketakutan TOP kini hilang.
.
.
[Today | Dating]
.
"Kyaa….Kau tampan sekali."
"Kau sedang menunggu siapa ? teman ? atau kekasih mu ? ."
"Ugh…beruntung sekali yang menjadi kekasih mu."
"Kau sekolah dimana ?."
"Mau jadi pacarku tidak ?."
"Menyingkirlah!." Bentak pemuda tampan pada orang – orang yang sendari tadi menatap, merayu dan menggodanya tanpa ampun. Bukannya menyingkir, mereka semua yang mendengar respon dari pemuda tampan itu entah kenapa malah semakin gencar mendekatinya. Pria tampan yang dingin dan cuek memang terlihat err.
Pria tampan ini atau yang biasa dipanggil TOP harus menahan diri untuk tidak bersikap kasar pada wanita atau UKE didepannya seperti biasa, kenapa ? kerena jika ia melakukannya maka ia akan menarik lebih banyak lagi orang – orang.
'Yesung cepatlah datang.' Batin TOP yang sudah mulai frustasi mendengar ocehan mereka, padahal TOP tidak melakukan appapun pada mereka, TOP hanya berdiri dan diam saja di depan stasiun kereta untuk menunggu Yesung lalu tidak lama mereka (wanita dan UKE) hanya dalam hitungan menit saja sudah mengelilingi dirinya seperti sesuatu hal yang harus dilihat dari dekat.
Tentu saja mereka semua mendekati TOP, lihat saja penampilan TOP saat ini dengan pakaian bebasnya. Mulai dari rambut yang ditata dengan asal namun terlihat rapi, lalu baju lengan panjang yang mempelihatkan bentuk tubuh tegap TOP, ditambah dengan jeans hitam Calvin yang senada dengan sepatu Nikenya. Keren, manly, tampan lalu sendirian ? Wanita mana yang tidak tahan untuk tidak mendekatinya.
DRAP….DRAP…. Diujung jalan terlihat sesosok pemuda manis bernama Yesung dengan pakaian hari ini yang terlihat casual tapi tetap modis sedang berlari menuju kearah stasiun kereta.
"Haaa…haaa…" Terenggah – enggah Yesung yang baru saja sampai di depan stasiun. Kini dilihatnya jam yang melingkar dipergelangan tangannya menunjukkan waktu pukul 11:20AM dimana waktu janjian dengan TOP sudah terlewat 20 menit.
"Seharusnya dia sudah tiba kan." Yesung mulai mencari TOP, kanan – kiri – depan – belakang ia lihat untuk menemukan sosok TOP. Tapi, hasilnya nihil. Yesung tidak melihat TOP sama sekali dimanapun.
"Kyaaaaa." Dheg… kaget Yesung saat mendengar beberapa teriakan wanita di depan stasiun. Telihat banyak sekali wanita dan UKE sedang bergerombolan membentuk lingkaran, Mungkinkah TOP disana ? ah tidak mungkin. Tapi bisa sajakan ? awalnya Yesung ragu, apakah yang sedang wanita dan UKE itu hebohkan adalah TOP ? perlahan Yesung berjalan mendekati kerumunan wanita dan UKE itu hanya untuk sekedar memeriksa.
TAP…
"Seung Hyun..." TOP yang sepertinya mendengar suara Yesung, perlahan menatap kearah depan. Dan dia tersenyum membuat beberapa wanita dan UKE yang merasa TOP seperti tersenyum untuk mereka menjadi kesenangan.
"Yesung." Senang TOP saat melihat Yesung sudah datang, tanpa peduli pada wanita dan UKE yang mengelilingi dirinya TOP langsung melewati mereka begitu saja dan…
Greeeb… TOP memeluk pinggang Yesung dari belakang.
"Maaf, aku ada kencan dengan kekasih ku." Ucapnya sambil bersmirk seperti memberitahukan pada mereka semua bahwa TOP sudah ada yang punya. Sontak saja melihat hal tersebut semuanya langsung patah hati. Sedangkan Yesung yang tiba – tiba di deklarasikan didepan umum hanya dapat terbengon dengan wajah memerah.
"Ayo kita buat kencan hari ini, menjadi kencan yang tidak akan pernah kita lupakan." Ajak TOP yang membuat Yesung semakin memerah dengan perkataanya.
Kencan yang tidak akan pernah dilupakan ?
kencan seperti apa yang TOP maksud ?
Mungkinkah kencan romantis ? atau kencan….ah.
Penasaran dengan kencan mereka ?
Akan ada di next chap ?
TBC
.
Note Author :
Hahahhahaahaha :v
Pasti kesel ya di TBC pas disaat – saat nganu/?
Sengaja biar kalian pada bayangin sendiri dulu gimana mereka kencan 0(^w^)0
Semoga kalian suka dan tentunya tidak menggecewakan kalian yang sudah menunggu FF ini update :"
Terima kasih kepada :
Ressalini | just henrylau | hermonie kim | milaa cloudslocketsparkyu | hana | jy | danharpa |kyutiesung | Jeremy kim84 | angel sprakyu | sekarzane | cloud | littleclouds | ismaneli | eun810 | aulchan12 | ajib4ff | higurashy sparkclouds | vipbigbang74 | yesung ukeku | choi yewon11 | kys134 | hlyeyenpls | zysha | ELFturtlefish | rikarika | guixiancho34 | kim rose | yuki | cloudsammy | hanna byun614 | elfcloud | elfclouds22 | arum junnie | yeni926 | beberapa Guest.
Saya suka senyum – senyuman sendiri baca KOMEN kalian yang unik – unik dan frontal haha.
Buat pembaca baru, uuh…saya ucapkan "Selamat datang" enjoy ya (/^-^)/
Karena review kalian, saya tahu kesalahan apa saja yang harus diperbaiki seperti nama alat yang digunakan dilab untuk mengambil cairan itu dan juga masalah 'Woobin' itu. Saya bisa langsung meralatnya dan menjelaskan kepada kalian supaya ga bingung ^^
Jadi, jika selama membaca kalian menemukan kebingungan bilang saja, OKE.
See You Next Story.
Sehat selalu untuk reader^^
Author
-Kimmie-
Jangan lupa kritik, saran dan komentarnya.
