Tittle : First Love

Author : Kim Kyusung (Kimmie)

Genre: Romance, Comfort, Humor, Action.

Pairing : T-Sung (TOP & Yesung)

Slight Pair : KiSung (Kibum & Yesung).

Cast : Super Junior, Big Bang, 2NE1, Hyuna – 4minutes, Kim Woobin.

Disclaimer: Mereka milik Tuhan, Orang tua dan Fansnya Dan cerita ini milik saya.

Rating: K+/T

Warning: YAOI (Boy X Boy), Yesung UKE! Crack Pair! adegan kekeraasan.


First Love

KimKyusung (kimmie)

©2016

Please don't copy paste without permission.


Summary

Cinta pertama selalu memiliki arti tersendiri bagi kehidupan masing – masing orang. Tapi, dalam kehidupan Choi Seung Hyun Cinta pertama itu MENYEBALKAN. "Aku tidak suka orang gemuk." Hanya lima kata itu sudah membuat TOP membenci Yesung. "Aku memanggil mu Yesung, karena itu terdengar manis." Ucap Kibum, Cinta pertama Yesung. Inilah kisah cinta segi tiga yang mengatasnamakan Cinta pertama.

.


"I see…Apa kau tahu Jong Woon sangat menyukai nama Yesung karena itu pemberian dariku…." Seperti tidak punya dosa, dengan senyum santai khas seorang Kim Kibum, ia mengatakan hal tersebut di depan TOP.

"Bummie hyung, apa yang ka-..."

"Lalu kenapa ? apakah aku harus kaget dan bilang wow pada mu." Potong TOP menyela ucapan Yesung. Sungguh jika TOP boleh jujur, saat ini hati TOP panas saat Kibum membanggakan dirinya.

"Hahaha…tidak perlu, Yesungie kenapa kau tidak bilang..."

"Bilang apa ?." Bingung Yesung sambil memiringkan kepalanya ke kanan.

"Kalau kau menyukai ku." Dheg… Kaget TOP dan Yesung berbarengan saat mendengar penuturan Kibum.

"A-anu…Kibum hyung…a-aku…." Pikiran Yesung mulai blank, sungguh Yesung tidak menyangka bahwa Kibum akan membuat Yesung terpojok dan serba salah seperti ini di depan TOP. Dipikiran Yesung saat ini begitu banyak pertanyaan yang terlintas, bagaimana bisa Kibum tahu bahwa ia menyukainya ? apakah mungkin Hyuna yang memberitahu Kibum ? Tapi itu tidak mungkin, sang adik tidak akan menceritakan hal pribadi kakaknya kepada orang yang bersangkutan.

"Bagaimana jika aku mengatakan aku juga menyukai mu, Yesungie ?."

"MWOYAA! Kenapa tib-…"

"Apa kau akan menerimaku dan memutuskan dia ?." Tanpa memberi waktu pada Yesung untuk menyelesaikan bicaranya, Kibum terus melontarkan pertanyaan – pertanyaan yang semakin memojokkan Yesung.

Gyuut… Kepalan tangan mulai terkepal kuat dan rahang wajah mulai menggeras, itulah yang dilakukan TOP sebisa mungkin menahan emosinya. Sakit, sangat sakit sampai – sampai TOP hanya bisa terdiam karena jujur saja, bibir TOP terasa kelu saking sesaknya mendengar perkataan Kibum.

'Brengsek.' TOP hanya bisa membatin, baru saja kemarin dirinya merasa senang karena kencan dengan orang yang selama 10 tahun ini ia cintai. Sekarang, apakah TOP harus merelakan cintanya agar Yesung bersatu dengan cinta pertamanya itu.

Tuhan, sesingkat inikah waktu yang kau beri untuk TOP memiliki Yesung ? Jika iya, TOP lebih memilih tidak bertemu dengan Yesung dan terus membenci Yesung seumur hidupnya dari pada ia hanya dipermainkan seperti ini.

"Jawablah." Seru TOP dingin pada Yesung hingga menusuk ke relung hatinya.

"Seung Hyun…" Lirih Yesung yang rasanya ingin menangis saat melihat tatapan mata penuh luka dari TOP. Tidak ada yang tahu apa niat dan maksud Kibum mengatakan hal – hal tersebut pada Yesung di depan TOP sekarang. Mungkinkah Kibum cemburu dan sadar bahwa Kibum ternyata menyukai….Kim Yesung.

.

.

"YESSUUNG TUNGGUU!." Teriak Onew saat baru saja sampai dilantai kelas 2 melihat teman sebangkunya sedang berjalan dikoridor. Namun, Yesung bukannya berhenti dan menunggu Onew untuk pergi ke kelas bersama, Yesung tetap berjalan seperti tidak mendengar panggilan Onew.

PUUK…Onew menepuk bahu kanan Yesung dan itu membuatnya berhenti.

"Hai, Onew." Sapa Yesung dengan aura gelap dan suram tingkat tinggi saat berbalik, Onew yang melihat aura kesuraman dibelakang Yesung menelan ludahnya kasar. Ada apa dengan temannya hari ini, Yesung yang biasa terkenal ceria kini berubah menjadi manusia yang tidak memiliki semangat sama sekali untuk hidup.

"Yesung, kau kenapa ? apa ada masalah ? kau bisa cerita padaku jika kau mau, kita kan teman seharusnya bla…bla…..bla…" Yesung yang mendengar celotehan Onew yang tidak kunjung berhenti hanya menatap kosong dengan wajah tanpa ekspressi.

TAP…TAP….Yesung melangkahkan kakinya kembali untuk berjalan ke kelas, di ikuti oleh Onew yang masih saja terus bicara tanpa lelah. Hari ini dunia Yesung sedang jungkir balik, jiwanya seakan pergi entah kemana. Semangatnya pun bahkan hilang seperti telah dicuri, lalu kulit kusam dan tidak bersinar seperti biasanya membuat Yesung nampak sangat menggerikan.

"Seungri, PR itu dikerjakan di rumah bukan di sekolah."

"Hahaha….aku lupa TOP, semalam aku bermain game sampai larut."

TAP…Mendengar suara yang sangat familiar dari dalam kelas, Yesung menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kelasnya membuat Onew yang ada dibelakang Yesung menatap bingung. Kenapa Yesung tidak menggeser pintu kelasnya dan masuk.

"Yesung, waeyo ?." Tanya Onew dengan pertanyaan singkatnya dan Yesung masih tetap diposisinya, yaitu berdiri di depan pintu kelas sambil memegang knop pintu tanpa ada niat sedikit pun menggesernya.

"Hiks…" Mendengar suara lirih isakan tangis, Onew yang awalnya ragu perlahan berjalan ke samping Yesung dan merundukkan kepalanya sedikit untuk memastikan apakah suara isakan yang ia dengar berasal dari Yesung atau bukan. Dan, saat Onew merundukkan kepalanya untuk melihat wajah Yesung ia terkaget.

"Ye-yesung." Bingung harus melakukan apa, Onew pun refleks memeluk Yesung agar tidak ada yang melihat wajahnya. Baru kali ini Onew melihat wajah Yesung penuh dengan bulir – bulir air mata yang terus turun dikedua pipinya tanpa henti. Sebenarnya ada apa dengan teman sebangkunya ini.

GREEEET….Tanpa diduga salah satu teman sekelas mereka dari dalam menggeser pintu dan melihat adegan di depan kelasnya. Taemin sang penonton pertama langsung menutup mulutnya dengan tangan akibat terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang ia lihat saat ini, lalu tidak lama Taemin tertawa terbahak – bahak.

"CIEEE….TEMAN – TEMAN LIHAT ONEW SAMA YESUNG MESRA – MESRAAN DI DEPAN PINTU, HAHAHAHA." Dengan suara lantang, Taemin berteriak yang tentu saja membuat seluruh murid dikelas langsung berkumpul di depan pintu.

"Suiiit…..suiit…Cieee…Onew."

"Onew, si lucky boy."

"Onew sudah menjadi pria sejati, hahaha."

Begitulah ledekan – ledekan candaan teman sekelas yang Onew dapatkan. Bukan rahasia umum lagi memang, Onew adalah teman sebangku Yesung jadi jika Yesung dipeluk Onew dia tidak akan marah. Merasa sudah merepotkan temannya, Yesung perlahan menjauhkan diri dari Onew dan mengusap kedua pipinya dengan tangan.

"APA YANG KALIAN LIHAT! AWAS KAMI MAU MASUK." Teriak Onew sambil menggandeng tangan Yesung untuk melangkah ke dalam kelas. Disela dirinya berjalan ke bangku, di antara celah – celah murid yang sedang memberikan jalan, Yesung melirikkan matanya kearah bangku pojok paling kiri dimana sesosok pria tampan juga sedang menatap dirinya.

"Kau dan Yesung, apa kalian…" Tanya Seungri dengan sangat hati – hati disela menyalin PR milik teman sebangkunya itu. TOP, pria yang menjadi alasan utama kenapa si manis bernama Yesung hari ini menangis menghela nafasnya dan kemudian menyandarkan punggungnya ke kursi.

"Kami baik – baik saja, jika nanti Fanny Seongsanim tanya bilang aku di UKS karna sakit perut." Balas TOP yang kemudian bangun dari tempat duduknya dan berjalan keluar kelas, sedangkan Yesung yang sudah duduk di bangkunya hanya bisa menatap kepergian TOP begitu saja. Apakah TOP sedang menghindari dirinya ?

Hari ini TOP membolos pelajaran sekolah sampai jam makan siang, sama halnya dengan Yesung. Baik TOP atau Yesung keduanya hari ini tidak ada semangat untuk belajar bahkan gairah untuk melakukan apapun entah itu makan, berjalan, bicara juga tidak ada, yang ada di antara mereka berdua saat ini hanya kehampaan.


First Love

Chapter 5

Happy Reading^^


[Flashback ]

.

"A-aku menyukai mu, Bummie hyung…."

Gyuut…sakit, kenapa Yesung bisa melakukan hal sejahat ini kepada TOP. Apakah hal yang TOP lakukan selama ini tidak ada artinya untuk Yesung, atau seharusnya TOP sadar bahwa peluang dirinya untuk Yesung bisa menyukainya hanya sedikit. Bukankah jelas – jelas Yesung sudah mengatakan padanya bahwa ia menyukai pria di depannya ini, Kim Kibum sejak Junior High School.

Sreeet…Yesung bangun dari duduknya dan melangkah kakinya untuk mendekati TOP lalu duduk tepat disamping pria yang sejak tadi tidak mengeluarkan suara. Kini, digenggamnya salah satu tangan TOP lalu tersenyum polos membuat TOP yang awalnya ingin menepis tangan Yesung menjadi mengurungkan niatnya setelah Yesung dengan tiba – tiba menautkan jemari mereka di depan Kibum.

"Tapi itu dulu…karena, sekarang ada satu pria yang membuatku setiap hari terus memikirnya. Tentu saja jika aku ditanya siapa yang harus aku pilih, aku akan memilih dirimu Seung Hyun." Jelas Yesung membuat TOP tanpa sadar bernafas lega, karena jantungnya telah berdebar kembali dan hatinya tidak jadi hancur berkeping – keping.

PROOK….

PROOK….Kibum menepukkan tangannya sebagai ucapan selamat atas terpilihnya TOP dan ia kembali tersenyum, tidak ada terbesit rasa kecewa sedikit pun di wajah Kibum sekarang.

"Jika kau memilihku, tadinya aku ingin memukul kepala besar mu, Yesungie."

"Me-memukul kepala ku ? waewae…wae ?." Horor Yesung yang langsung menutupi kepalanya dengan tangan. Dipukul oleh Kibum yang seorang ahli Boxing tanpa persiapan, tentu saja Yesung akan mengalami gegar otak ringan.

"Agar kau sadar, memilihku itu jawaban salah. Benarkan Seung Hyun ?." Tanya Kibum yang membuat TOP sedikit menyerngit bingung. TOP tidak mengerti apa yang sedang terjadi sekarang, bukankah Kibum tadi menantang Yesung untuk memilih dan sekarang Kibum berlagak seperti seorang teman padanya.

"Apa kau sedang mengerjaiku ?." Tanya balik TOP kali ini dengan wajah tidak sukanya. Mengerjai dirinya dengan menggunakan Yesung itu adalah hal yang tidak disukai oleh TOP. Terlebih lelucon yang TOP anggap serius malah dibuat bercanda.

"Tenanglah, aku tidak bermaksud seperti itu…" Senyum Kibum sambil menggaruk tengku belakangnya, Kibum bingung bagaimana menjelaskan kepada TOP agar tidak salah paham. Diliriknya Yesung kembali yang masih stay disamping TOP.

"Karena, kau ada disini…mau menemaniku ke minimarket tidak ?." Tunjuk Kibum pada TOP yang membuat Yesung langsung menunjukkan ekspressi kagetnya karena menunjuk kekasihnya. Jangan – jangan Kibum menyukai TOP dan berniat merebutnya, pikir Yesung yang suka sekali mengambil kesimpulan tanpa observasi.

.

.

CTAAK….

CESSSS….TOP membuka minuman kalengnya dengan malas lalu meneguknya perlahan. Saat ini kedua pemuda yang memiliki rupawan sama – sama masuk dalam kategori tampan dan manly berjalan beriringan setelah membeli beberapa makanan kecil seperti onigiri dan roti untuk TOP makan. Padahal Yesung tadi ingin membuatkan dirinya makan malam, tapi entah apa niat dari pria disampingnya mengajak ke minimarket.

"Kau berencana membuat Woobin kembali pada kami, kan ?." TAP…langkah kaki TOP terhenti dan ia pun membalikkan badannya untuk menatap Kibum dengan roti di dalam mulut.

"Apakah bocah karate itu yang memberitahu mu ?."

"Yup…Kyuhyun mengatakan semuanya padaku."

Breeeet….TOP menarik roti dari mulutnya dengan kasar. Membuat beberapa pejalan kaki yang memiliki rute sama dengan mereka menjadi kaget dan ngeri, betapa kasarnya TOP merobek roti dimulutnya dan menggunyahnya.

'Awas kau bocah karate.' Batin TOP membuat Kyuhyun yang sedang asik bermain game dikamar mewahnya langsung merinding.

"Apa kau suka kekalahan Seung Hyun ?."

"Tentu saja tidak. Jadi kau mengajak ku keluar untuk membahas ini." Kibum pun mengganguk, kini mereka berdua mengobrol disebuah gang kecil yang letaknya tidak jauh dari restoran Kibum berada.

"Woobin itu sama, dia tidak suka kekalahan. Perjanjian yang kau buat itu berlaku hanya di sekolah. Bagaimana diluar sekolah ? apa kau tidak berpikir sampai ke sana ? Kau juga tidak suka kekalahan bukan, Woobin akan melakukan apapun untuk membuat dirimu menjadi seorang pecundang, jika ia tahu kelemahan mu maka bersiaplah melibatkan…..."

"Yesung…." Sambung TOP ketika Kibum tidak melanjutkan kalimatnya. Dan, lagi – lagi Kibum tersenyum sambil menjentikkan jarinya untuk membenarkan ucapan TOP. Berbicara dengan TOP itu mudah ternyata, karena ia cepat mengerti berbeda dengan Kyuhyun dan Siwon yang harus di jelaskan dengan detail.

PUK…Kibum menepuk bahu TOP yang memang posisinya sekarang sedang berjongkok.

"Jangan sungkan meminta bantuan pada kami TOP, karena kita memiliki tujuan yang sama...itu yang ingin aku sampaikan padamu." Setelah mengatakan hal tersebut, Kibum berjalan keluar dari gang meninggakan TOP yang masih belum beranjak dari tempatnya. Berbicara dengan Kibum membuat TOP sedikit berpikir, selama ini dirinya memang bertindak hanya untuk Yesung tanpa tahu resiko dari tindakannya.

.

.

CEKLEEEK…Yesung yang sudah menunggu kedatangan TOP kembali ke apartementnya, membuka pintu dengan wajah senang.

"Eh…dimana Kibum hyung ?." Tanyanya ketika tidak menemukan sosok Kibum dibelakang TOP, bukankah tadi mereka pergi bersama, kenapa pulang TOP sendirian.

Melihat wajah TOP yang sedikit lesu, Yesung menautkan alisnya. Munginkah terjadi sesuatu selama mereka berdua diluar sana tanpa Yesung tahu. Pikiran tentang TOP dan Kibum berkelahi pun terlintas di dalam benaknya. Tapi, tidak ada luka baru ditubuh TOP jadi Yesung dapat menyimpulkan mereka tidak berkelahi.

"Yesung, sebaiknya kita menjaga jarak." Dheg…Sepertinya Yesung baru saja mendengar sesuatu hal yang tidak baik untuk kondisi mentalnya.

"A-apa yang kau katakan ? jangan bercanda Seung Hyun, ini tidak lucu. Aish…kenapa kau dan Kibum hyung suka sekali bercanda seperti ini." Seru Yesung yang menanggapi ucapan TOP barusan adalah sebuah candaan dan lelucon, ia pun menarik tangan TOP agar masuk ke dalam apartementnya karena mengobrol di depan pintu itu tidak sopan. Namun, pria tampan yang sedang di ajak masuk menahan tangannya bertanda ia tidak ingin masuk.

"Apa kau memutuskan ku ?." Yesung kali ini menatap nanar TOP. Perlahan tangan TOP yang Yesung genggam tadi dilepaskan dan dengan cepat TOP meraih kembali tangan mungil itu, untuk meluruskan bahwa apa yang sedang Yesung pikirkan adalah salah.

"Tidak, bukan begitu Yesung. Kita hanya menjaga jarak saja. Maksud ku…ini demi kebaikan mu."

"Kebaikan apa ? katakan padaku apa yang terjadi ? apa yang telah Kibum hyung katakan padamu, sampai – sampai kau berbicara seperti ini." Yesung mulai emosi pada pria di depannya, sungguh Yesung tidak mengerti pada dua pria yang datang kerumahnya hari ini, mereka seperti sedang mencari masalah dan mengajak ribut dengannya.

Greeb….TOP langsung membawa Yesung ke dalam pelukannya, berharap pria manis di depannya ini tidak menumpahkan air dipelupuk matanya. Sejujurnya TOP tidak ingin melakukan hal ini, namun ini demi kebaikan Yesung agar dirinya tidak terlibat masuk ke dalam masalah. Jika Woobin tahu ia dan Yesung berpacaran, maka Woobin akan melakukan sesuatu pada Yesung. Karena, Yesung adalah kelemahan TOP. Bukankah, rencana TOP untuk membawa Woobin kembali tanpa melibatkan Yesung.

"Berarti kita akan Backstreet ? apa orang tua mu, tidak setuju dengan hubungan kita ?." Uhuk… Kekasihnya ini kenapa lucu sekali sampai – sampai ia berpikir seperti itu. Orang tuanya mana mungkin tidak setuju dengan Yesung. Malah keluarganya akan sangat senang sekali jika melihat dirinya. Tapi jika Yesung berpikir seperti itu, apa boleh buat.

"Dengar, aku sangat mencintaimu Yesung. Ini hanya sebentar saja, aku berjanji ini tidak akan lama." Ucap TOP yang sedang menangkup kedua pipi Yesung lalu menggesekkan hidung mereka secara bersamaan dengan gemas.

"Jeongmal ? Baiklah, aku mengerti."

"Di sekolah pun kita harus menjaga jarak juga, Oke."

"MWOYAAA! Bahkan di Sekolah pun kita Backsreet ? Andweeee!." Kali ini Yesung merungut kesal dan menghentak – hentakkan kakinya menandakan ia tidak setuju. Melihat tingkah sang kekasih, TOP menghela nafasnya. Jika Yesung tahu, TOP juga sebenarnya tidak mau melakukan ini, tapi Woobin dan mereka satu sekolah bukan.

"Itu sangat berat Seung Hyun, bagaimana bisa aku menggangap mu hanya sebatas teman. Kau tahu sendiri, di sekolah penggemar mu sangatlah banyak dan mereka selalu mencari perhatian mu."

"Bukankah penggemar mu juga begitu."

"Tapi, aku tidak peduli dengan mereka."

"Begitu juga denganku."

"…" Mereka berdua kembali terdiam dan saling menatap satu sama lain. Akhirnya, Yesung tidak mempunyai pilihan lain selain menyetujui perkataan TOP. Yesung sudah terlanjur mencintainya dan tidak ingin kehilangan TOP. Lagipula TOP mengatakan ini tidak akan lama, jadi Yesung akan mencoba melakukan apa yang TOP inginkan yaitu menjaga jarak.

[Flashback END]

.

.

BRAAAKHH….DUAAAGHH...

BRUUUGHH…BRAAAKK…

Disaat seluruh murid sedang belajar dikelas masing – masing dengan gurunya, di gedung yang letaknya tidak jauh dari gedung sekolah yaitu ruang klub karate, terlihat dua pemuda yang memiliki tinggi yang hampir sama sedang asik mengobrol dengan cara yang cukup ekstream dan tidak biasa dilakukan kebanyakan murid.

"Hosh…Hosh..Kenapa kau membocorkannya."

BRUUUKHH….Pria bermata elang membanting tubuh seorang pemuda berambut ikal dengan satu tangan. Tidak cukup sampai disitu, ia kembali mengangkat baju khas pakaian karate tersebut hingga sang pemuda berambut ikal berdiri tegak.

"Sudah kubilang kan itu rahasia kita berdua, Cho Kyuhyun."

BRAAAKKK…Sekali lagi ia menyengkat kaki pemuda berambut ikal yang memiliki nama Kyuhyun hingga jatuh ke matras lalu mengunci pergerakannya dengan kuat.

"YAK! YAAAK! TOP…BAIK AKU MENGAKU SALAH, AKKHHH!." Teriak Kyuhyun yang sudah satu jam di banting sana – sini oleh TOP seperti sebuah adonan mie. TOP yang puas memberi pelajaran kepada Kyuhyun akibat membocorkan perjanjian yang seharusnya hanya Kyuhyun saja yang tahu menghentikan acaranya.

"Aish….kalau tahu, kau mengajak ku membolos untuk ini, aku menolak tadi. ckck." Kesal Kyuhyun yang sedang mengatur nafasnya. Tidak mendapatkan respon dari lawan bicaranya, Kyuhyun merubah posisinya menjadi duduk dan meraih handuk disisi luar matras untuk menyekat keringat yang ada di wajah dan lehernya.

"Ambilah." HAP…Kyuhyun menangkap sebotol air putih yang baru saja dilempar oleh TOP dengan susah payah. Diberi air, Kyuhyun tentu saja langsung membukanya dan meneguk air tersebut.

"Apa kau sedang ada masalah ?." TOP yang sedang melepaskan pakaian karate yang dipijami oleh Kyuhyun berhenti sejenak, lalu kembali melepaskan pakaian itu untuk menyekat keringat yang ada ditubuhnya dan ia mulai duduk disamping Kyuhyun.

"Ini…masih ada sedikit." Ditawari sebotol air yang masih sisa setengah oleh Kyuhyun, TOP pun terkekeh lalu mengambilnya dan meneguknya sampai habis tanpa sisa. Melihat tubuh half naked TOP dari samping, Kyuhyun kembali tidak menyangka bahwa teman sekolah dasarnya dulu yang awalnya bertubuh gendut kini memiliki tubuh atletis seperti Siwon, sedangkan dirinya ? Yah…setidaknya walaupun tidak se-atletis mereka berdua, Kyuhyun memiliki otot di lengannya yang sama kuatnya dengan mereka.

"Jangan menatap ku seperti itu, kau bukan tipe ku." Gumam TOP yang melirik Kyuhyun disela menggancing seragam sekolahnya. Sedangkan, Kyuhyun yang kepergok telah menatap TOP hingga membuatnya salah paham mendengus kesal dan berlagak seperti mau muntah.

"Cih…aku masih normal! Dan aku ini seme!." Melihat wajah Kyuhyun yang marah karena tidak terima dengan ucapannya, TOP hanya bisa tertawa terbahak – bahak. Menggoda karate kids sangat menyenangkan ternyata.

"Hei, TOP saat kau membanting diriku tadi, itu bukanlah kemarahan karena aku telah membocorkan rahasia kita, melainkan kau sedang marah pada dirimu sendiri. Apa aku benar ?."

"….." Mendengar pertanyaan Kyuhyun, TOP menghentikan tertawanya dan terdiam. Diruangan sepi ini, TOP sengaja memilih melampiaskan kemarahannya dengan mengajak Kyuhyun dengan memakai alasan ingin memberi pelajaran akibat ingkar janji, ternyata ketahuan.

Brruk…TOP menjatuhkan punggungnya ke matras lalu menatap langit – langit ruangan klub karate yang perlahan bayangan sosok Yesung yang tiba dikelas tadi pagi tergambar disana. Sebenarnya TOP butuh teman bicara maka dari itu ia mengajak Kyuhyun membolos, itulah alasan utamanya.

"Kau benar Kyu, aku marah pada diriku sendiri karena hari ini aku melihat Yesung menangis."

BRAAAK…Tanpa sadar Kyuhyun menepuk matras dengan keras.

"Kau! Kenapa bisa Yesung menangis." Kyuhyun mulai emosi, terlihat tangan kanannya sudah menggepal kuat dan siap melayang ke wajah TOP. Namun, dengan cepat serangan kecil itu bisa TOP tahan dengan tangannya sebelum mengenai wajah tampannya.

"Kau itu, tenanglah. Dengarkan alasan ku dulu...aku juga tidak ingin melihatnya seperti itu. Tapi, kau tahukan aku dan Yesung sudah berpacaran. Bagaimana jika Woobin tahu kami berpacaran ?."

"…."

"Aku tidak ingin melibatkannya, jadi aku menyuruhnya untuk menjaga jarak denganku dan aku tidak menyangka dia akan menangis tadi pagi." Kini TOP mulai frutasi melihat Yesung yang tidak bisa bersikap seperti biasa padanya. Padahal semalam Yesung mengatakan akan melakukan apa yang ia suruh namun baru sehari Yesung sudah seperti itu, sikap Yesung tadi seakan – akan Yesung baru saja ia putuskan.

.

.

[Kantin Sekolah]

.

Suasana kantin di sekolah Kyung-hee hari ini seperti biasa sangat ramai karena ada pangeran sekolah yang bisa mereka lihat dari dekat. Gaya makan Siwon yang menawan membuat beberapa murid yang berada disana tidak lelah untuk terus menatap dan menggaguminnya. Lihat cara Siwon memakan steaknya, Siwon memakan potongan demi potong daging sapi berbalur kuah kental BBQ dengan gaya bangsawan bak pangeran dari negeri dongeng, tidak salah mereka menobatkan Siwon sebagai pangeran. Karena, sejak lahir Siwon sudah menjadi pangeran dikeluarganya.

Berbeda dengan Siwon yang terlahir dikeluarga kaya dan terbiasa makan dengan cara high class. Salah satu pria yang masuk ke dalam perkumpulan pangeran sekolah dengan latar belakang keluarga biasa, Kim Yesung makan dengan cukup beringas entah karena memang sangat lapar atau melampiaskan rasa amarahnya dengan makan.

"Dia benar – benar menyebalkan wonnie! Dia benar – benar tidak mengangap diriku ada." Gumamnya sambil memakan Ramen yang dipesankan oleh Siwon tadi dengan lahap. Siwon yang melihat cara makan temannya sesekali akan mengganguk untuk memberikan reaksi atas curhatan Yesung disela makannya.

TAP…

TAP…Dari kejauhan dibelakang punggung Yesung, terlihat dua pria yang salah satunya adalah orang yang sedang Yesung bicarakan datang mendekati. Keduanya membawa nampan yang berisi makanan, sepertinya mereka ingin bergabung.

"Kau sangat marah dengannya. Jika dia ada dihadapan mu, apa yang akan kau lakukan Yesungie ?." Tanya Siwon yang sudah selesai memakan Steaknya, kini tuan muda Choi sang ahli Taekwondo beralih ke secangkir kopi hangat kesukaanya, ekspresso.

"Apa yang akan ku lakukan ? tentu saja aku ak-…"

"Menciumnya." Bisik TOP dibelakang leher Yesung hingga sang empu yang mendengar terbelak kaget dan…

Prruuuufff….Yesung memuncratkan makanannya dan Siwon yang sudah siap siaga langsung memiringkan badannya ke kiri untuk menghindari arah semburan Yesung.

"Se-seung Hyun." Yesung pun menjadi salah tingkah ketika TOP duduk disampingnya.

"Wae ?." Tanya TOP dengan memberikan senyuman menawannya pada Yesung. Siwon dan Kyuhyun yang berada di depan mereka, kini makan dan melanjutkan acara minum kopinya dengan cuek karena urusan pribadi TOP dan Yesung tidak ada hubungannya dengan mereka.

"Mianhae." Lirih TOP yang dapat di dengar oleh Yesung.

Greeeb…Tanpa sepengetahuan orang, TOP yang duduk disamping Yesung mengenggam tangan Yesung dibawah meja dan itu membuat Yesung terdiam membeku. Yesung yang awalnya kesal dan marah kepada TOP, hanya dengan digenggam dan diberikan sebuah senyuman saja sudah membuat hatinya yang tidak karuan menjadi luluh dan tenang kembali.

"Lihat itu, mulut cerewetnya sudah terkunci." Ledek Siwon sambil menyeringai disela meminum kopinya begitu juga dengan Kyuhyun. Dan, TOP yang melihat wajah Yesung memerah malu hanya terkekeh. Menjaga jarak bukan berarti TOP harus menjauhi kekasihnya ini bukan.

.

[Night | 06:30 PM]

.

"Hem…jangan khawatir, aku sudah terbiasa pulang sendiri."

"….."

"Ne, aku akan langsung pulang."

"…."

"Hehehehe…nado saranghae."

PIIIP…. Yesung yang baru saja menerima telefon dari sang kekasih menatap ponselnya sejenak, lalu tersenyum tanpa sadar saat melihat wallpaper diponselnya, diusapnya foto dirinya dan TOP saat kencan menggunakan hanbok, mereka berdua tersenyum dengan senang di selca tersebut dan Yesung sangat menyukai ekspressi TOP disana. Sejak berpacaran dengan TOP, sudah tidak terhitung berapa kali Yesung tersenyum manis seperti ini.

"Yesung, waktu istrirahat mu sudah selesai."

"Baik, manajer."

Sreeet….Yesung perlahan bangun dari duduknya, kini dimasukkannya ponsel ke dalam saku celana kerjanya dan bersiap diri untuk kembali bekerja. Malam ini sepertinya ia akan mengambil lembur, mengingat weekend lalu dirinya izin tidak bekerja, membuat bonusnya menjadi berkurang.

"Yosh! Semangat!." Teriak Yesung menyemangati dirinya sendiri untuk membiayai kehidupan sang adik dan juga dirinya dengan mencari uang. Setelah ke kamar kecil sebentar, Yesung kembali naik ke atas untuk membantu Eunhyuk melayani konsumennya.

CEKLEEEK…Jika biasanya Yesung akan melihat pemandangan ruangan café tempat ia bekerja dengan penuh pelanggan berwajah senang karena menikmati lezatnya kue buatan sang koki dan segarnya minuman sang barista yang bertugas membuat minuman aneka buah dan kopi. Kali ini pemandangan yang Yesung lihat membuat dadanya sesak dan sakit.

PRAAANG….

PRAAANG….

PRAAANGG….di depan matanya, Yesung melihat segerombolan pemuda yang usianya sama dengan Yesung sedang menghancurkan tempat ia bekerja mencari uang. Piring, gelas banyak yang hacur lalu meja dan bangku berantakan dimana – mana. Kue yang seharusnya di nikmati kini hancur terinjak – injak. Ingin rasanya Yesung menangis melihat Mobit yang hangat dan nyaman ini sekarang berubah menjadi hancur.

"To-tolong…jangan rusak café ku, jika kalian ingin uang…akan kami berikan."

"Ma-manajer…"

Kini Yesung mengalihkan matanya ke sosok pemilik café sekaligus manajer yang dulu dengan sangat baik dan ramah menerima Yesung untuk bekerja disini. Kebaikan hatinya tidak akan pernah Yesung lupakan seumur hidupnya. Dan, juga Eunhyuk dengan tubuh kecilnya ia terus memeluk sang manajer agar tetap tenang.

"Si-siapa ? SIAPA KALIAN ? KENAPA KALIAN MELAKUKAN INI PADA KAMI, ARGGH!." Teriak Yesung yang tidak bisa membiarkan tempat dan orang – orang yang ia sayang dihacurkan. Orang – orang yang sedang asik merusak apa saja yang ada di dalam café kini menjadi terhenti dan memandangi Yesung.

"KELUAR KALIAN!." Dengan nafas memburu dan emosi, Yesung mengambil sebuah kursi kayu disampingnya lalu berlari ke salah satu pemuda yang telah merusak tempat ia bekerja lalu memukulnya dengan keras.

BRAAAAK….Dengan punggungnya, pemuda yang baru saja dipukul oleh Yesung menangkisnya dan dengan cepat ia menarik kemeja kerja Yesung dan mengangkatnya.

"Yesung!." Teriak Eunhyuk dan manajer berbarengan yang takut dan khawatir saat melihat sepatu yang Yesung gunakan tidak menyentuh lantai.

SRAAAAK…..

"Tolong lepaskan karyawan ku! Ambilah uang kami dan pergilah…Jebal!." Teriak manajer Yuu setelah melempar uang yang baru saja ia ambil di mesin kasir. Sungguh manajer Yuu tidak peduli jika Mobit hancur berantakan dan uang dirinya habis, yang terpenting sekarang adalah nyawa karyawannya yang tidak akan bisa dibeli oleh apapun di dunia ini.

"Lempar dia, Yongguk."

BRRRUKKK….Sesuai perintah sang Bos, pria yang tadi menggangkat tubuh Yesung kini melemparnya ke sebuah meja hingga meja yang terbuat dari kaca tersebut hancur remuk tanpa sisa. Beruntung Yesung adalah seorang atlet Kendo, dimana daya tahan tubuhnya sedikit lebih kuat dan Yesung pintar dalam membaca situasi sama seperti TOP, dimana ia dengan cepat tadi menutupi wajahnya dengan kedua lengannya saat dilempar.

"Gwe-gwechana Hyung…" Gumam Yesung kepada Eunhyuk dan manajer Yuu agar tidak khawatir, dengan perlahan Yesung mencoba berdiri dan membersihkan serpihan – serpihan kristal kaca dari tubuhnya.

"Bos, bagaimana sekarang ?."

"Keluarlah bersama yang lain lebih dulu, karena aku ada urusan dengan….Kim Yesung." Dheg…Yesung terbelak kaget tidak percaya sesaat setelah Yongguk berjalan keluar café. Terlihat satu sosok pria manis sedang duduk santai di sebuah kursi kayu sambil menikmati kopinya.

"Jongsuk…"

"Hai…Kim Yesung, maaf jika cara ku berkunjung ke café mu seperti ini, tapi ku akui kopi café ini sangat enak." Seru Jongsuk yang sudah selesai meminum habis avocado ekspressonya. Perlahan Jongsuk bangun dari tempat duduknya dan mulai berjalan mendekati Yesung.

"Kenapa ? kenapa kau melakukan ini ?." Tanya Yesung heran dan bingung karena jujur saja, Yesung tidak pernah punya masalah dengan pemuda satu ini.

TAP…

TAP…SRAAKK…Semua benda yang menghalangi jalan Jongsuk ditendangnya dengan cuek, hingga akhirnya Jongsuk tiba di depan Yesung. Di angkatnya dagu Yesung dengan tangan kanannya dengan kasar lalu menatap lekat wajah Kim Yesung. Hemm….kulit putih, bersinar, kenyal, imut seperti anak – anak. Jadi ini alasan kenapa Woobin, orang yang selama ini ia sukai tidak pernah menatap dirinya.

"Kenapa ? tentu saja karena aku tidak suka dengan dirimu, hahaha."

PLAAK….Yesung menampar wajah Jongsuk dengan keras hingga sang empu yang pipinya sedang memerah hanya terbelak kaget. Berani sekali Yesung menampar dirinya. Apakah Yesung sudah lupa, seberapa penggaruhnya keluarga Jongsuk bagi Korea ?

"Apakah ini lucu bagi mu ? kau menghancurkan kehidupan dan mata pencaharian orang lain hanya karena tidak suka denganku…kau pikir kau Tuhan." Dheg…Jongsuk kaget bukan main saat melihat sorot mata Yesung yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tidak suka dan penuh emosi.

"KAUU!." Jongsuk siap melayangkan tangannya untuk membalas Yesung. Namun, tangan Jongsuk sudah lebih dulu ditahan oleh seseorang yang tiba – tiba entah kapan datangnya sudah berada disamping Jongsuk.

"Kau ini benar – benar, aishh…" Frustasi pemuda itu saat melihat kelakuan Jongsuk yang sudah diperbuat tanpa sepengetahuan dirinya. Café Mobit benar – benar hancur berantakan sekarang, sejauh matanya memandang ia tidak melihat ada barang yang selamat, sambil menggaruk – garuk belakang kepalanya yang tidak gatal pemuda itu menggelengkan kepalanya, lalu menyeret Jongsuk untuk pergi dari sana.

"Woobin…" Panggil Yesung dan itu membuat Woobin, pemuda yang sudah tepat waktu datang disaat Jongsuk ingin membalas menamparnya tidak menoleh sedikit pun pada dirinya, itu membuat Yesung kecewa. Kenapa ? Kenapa Woobin tidak mau menatap dirinya ?

"Aku akan bertanggung jawab atas kerusakan yang sudah ia perbuat."

"Hyuung!." Jongsuk menahan diri untuk tidak beranjak dari tempatnya, namun Woobin yang menyadari hal itu langsung menggeratkan pegangannya di pergelangan tangan Jongsuk.

"Jangan melawan ku Jongsuk-ah!." Dheg…Melihat sorot tajam membunuh dari Woobin, Jongsuk menelan ludahnya kasar. Woobin benar – benar akan marah padanya karena sudah melakukan tindakan seperti ini tanpa memberitahukan dirinya terlebih dahulu. Apa lagi ini menyangkut Yesung dan Woobin pasti sudah melihat luka – luka goresan di tubuh Yesung tadi.

"Saya akan menyuruh pekerja kontruksi untuk memperbaiki café ini besok. Jadi anda tidak perlu khawatir dan semua kerugiaan hari ini akan saya ganti." Pesan Woobin pada manajer Yuu, Jongsuk pun pasrah dibawa keluar oleh Woobin dan Yesung hanya menatap tidak mengerti dengan apa yang terjadi hari ini. Jongsuk menghancurkan café tempat ia bekerja, lalu tiba – tiba Woobin datang dan memperbaiki kerusakan yang sudah Jongsuk perbuat. Apakah orang – orang yang seperti mereka memiliki harta dan kekuasaan bisa seenaknya seperti ini.

TAP….

TAP….BRAAAK…Yesung langsung menutup kembali pintu mobil audi hitam milik Woobin setelah dirinya berhasil mengejarnya. Melihat tangan mungil Yesung menyentuh tangannya, Woobin tersenyum dan bersikap ramah untuk menyapa Yesung.

"Apakah kau ingin berbicara pada ku, Yesungie ?." Tanya Woobin sambil bersmirk dan Yesung pun mengganguk dengan mantap.

"Jongsuk-ah, pulanglah dulu ak-…"

"Tapi Hyung!."

"Dengarkan perintah ku! setelah urusan ku selesai, aku akan ketempat mu dan bicara dengan mu karena urusan kita belum selesai." Melihat kilatan marah Woobin, akhirnya Jongsuk mengganguk dan menuruti apa kata sang Bos sekaligus orang yang ia sukai. Setelah menyuruh sang supir untuk mengantar Jongsuk ke apartementnya. Woobin kini menatap Yesung dari bawah kaki hingga kepala, lihat itu bahkan saat pakaiannya berantakan dan penuh dengan goresan luka Yesung masih terlihat manis.

"Kalau begitu kita butuh tempat untuk mengobrol berdua….saja kan ?." Tanya Woobin sambil tersenyum misterius.

.

.

"Hahaha….Captain, sudah hentikan hahaha." Tawa TOP yang saat ini sedang bermain dengan anjing lucunya. Bukannya berhenti sang anjing terus saja menjilati wajah TOP dengan menindihi dada TOP agar sang manjikan tidak bergerak.

CEKLEEK…Pintu kamar TOP terbuka dengan lebar, tanpa menunggu pemilik kamar mempersilakan dirinya masuk. Wanita paruh baya yang memiliki kekuasan penuh dirumah masuk ke dalam kamar TOP dengan membawa nampan berisi beberapa cookies untuk cemilan sang anak.

"Seung Hyun, kau tidak mengerjakan PR mu." Melihat sang Ibu datang dan meletakkan sepiring cookies di meja nakas samping tempat tidurnya. TOP bangun dari acara bermain dengan Captain lalu mengambil beberapa potong Cookies untuk diberikan sebagian pada Captain.

"Sudah ku kerjakan. Oh ya, appa sudah pulang eomma ?."

"Belum, sepertinya ia akan lembur hari ini." Mendengar balasan sang Ibu, TOP mengganguk dan mulai bermain dengan ponselnya untuk mengecek apakah ada balasan pesan dari sang kekasih atau tidak. Nyonya Choi yang tidak sengaja melihat wallpaper di ponsel TOP terdapat sesosok pria manis dan imut pun langsung menggoda anak bungsunya.

"Apa itu pacar mu ?." Goda nyonya Choi sambil menyenggol lengan TOP. Berbeda dengan pemuda lainnya, jika biasanya anak digoda oleh orang tuanya tentang kekasih mereka, mereka akan sebisa mungkin menutupi kekasihnya karena takut mendengar tanggapan orang tua mengenai pacarnya atau takut ditanya – tanya dengan berbagai macam pertanyaan aneh yang sang anak sendiri malu untuk menjawabnya.

"Begitulah, bukankah dia sangat manis eomma." Seru TOP memperbesar foto Yesung pada sang ibu. Dengan wajah semangatnya, TOP terus menceritakan tentang Yesung hingga nyonya Choi yang mendengar pun menjadi penasaran dibuatnya.

"Aigo… kapan kau akan membawanya ke rumah ?." Tanya nyonya Choi yang sibuk menggeser foto – foto Yesung di dalam galeri ponsel milik TOP. Begitu banyak eskpressi wajah Yesung yang nyonya Choi lihat dan ia yakini beberapa foto yang ada adalah hasil jepretan TOP yang di ambil secara diam – diam. Nyonya Choi jadi geli sendiri membayangkan betapa lucunya tingkah TOP saat mengambil foto Yesung, ternyata putranya sangat menyukai Yesung.

"Aku takut membawa Yesung ke rumah eomma, dia pasti pingsan melihat appa." Jelas TOP yang membayangkan Yesung saat bertemu dengan sang ayah yang seorang jendral polisi, pasti Yesung akan gemetar ketakutan dan ciut hanya dengan ditatap saja oleh sang Ayah.

"Yak! appa mu itu pria yang lembut walaupun dari luar seram sih, hahaha." Tawa nyonya Choi setelah menggetok kepala TOP, kalau di pikir – pikir suaminya memang menyeramkan jika orang lain belum mengenalnya dengan baik.

"Baiklah, eomma akan membawa Captain. Jangan tidur malam – malam, nee."

"Siap madam!." Hormat TOP pada sang Ibu, kini ditutupnya pintu kamarnya setelah ibu dan anjingnya keluar lalu tidak lama TOP menghela nafasnya ketika melihat jam di dinding kamarnya menunjukkan pukul 10 malam. Entah kenapa disela mengobrol dengan sang Ibu tadi, jujur saja TOP sedikit merasa khawatir pada Yesung. Seharusnya ia menjemput Yesung hari ini, tapi karena motornya di pakai oleh kakaknya yang sama – sama suka balap motor, TOP jadi tidak bisa menjemput sang kekasih kerja.

TIIING….Dentingan bertanda sebuah pesan masuk ke ponsel milik TOP berbunyi. Dengan wajah penuh harapan di ambilnya ponsel yang tergeletak dikasur dan membuka pesan kakaonya.

[My Jongwoon] Aku sudah dirumah dan pulang dengan selamat.

[My Jongwoon] Tidurlah, nice dream

[My Jongwoon] Sampai bertemu besok di sekolah, Chuuu~ (^3(^-^).

Dahi TOP menggerut dan ia terdiam saat membaca pesan dari sang kekasih. Apakah ada yang salah dengan isi pesan Yesung hingga membuat TOP terdiam seperti ini ? bukankah itu terlihat biasa saja.

Blush….TOP jadi malu sendiri saat melihat sebuah emoticon kissue di akhir pesan. Biasanya Yesung tidak akan memberikan emoticon seperti itu pada dirinya. Ingat Yesung itu sangat kaku, belum pro dalam berpacaran dan sekarang Yesung memberikan emoticon tersebut untuknya. Apakah sang kekasih sedang demam ? Merasa aneh, tidak biasa dan janggal dari pesan yang Yesung kirimkan untuknya, TOP pun menelfon hanya untuk memastikan apakah Yesung sedang dalam keadaan normal hingga memberikan dirinya sebuah emoticon. Tapi setelah beberapan deringan yang ia dengar bukan suara imut Yesung yang di dapat, melainkan kotak suara untuk panggilan yang tidak bisa diterima, Yesung menon-aktifkan ponselnya.

"Mungkin dia sudah tidur." Akhirnya pemuda tampan berpikir postif tanpa tahu apa yang sedang terjadi pada pria manisnya sekarang.

.

[Di sebuah kamar Hotel mewah]

.

"Well….well, aku tidak menyangka kau dan dia berpacaran." Seru Woobin yang sedang duduk di sebuah sofa besar sambil menikmati segelas minuman ber-alkohol. Di putar – putarnya ponsel milik Yesung yang saat ini berada di tangan satunya dengan pelan.

"Ku kira kau menyukai Kibum ? Harusnya kau mengatakan padaku bahwa kau sudah memiliki kekasih, Yesungie ? kau mematahkan hati ku." Ucap Woobin yang menampilkan wajah sendunya kali ini. Ditaruhnya gelas dan ponsel milik Yesung di meja nakas dan perlahan berjalan mendekati Yesung yang saat ini sedang duduk manis di atas kasur.

"Mmmhh…."

"Apa yang kau katakan ? ah…aku lupa bibir mugil mu tertutup kain, kkkkk~." Sreeet…Woobin menyentuh wajah Yesung dengan kain hitam yang membungkus mulutnya. Sangat disayangkan memang, Woobin tidak bisa mendengar suara indah Yesung. Padahal, disamping Yesung pintar mengayunkan pedang, Yesung juga pandai bernyanyi.

[Flashback | Beberapa jam yang lalu]

.

TAP….

TAP….Yesung berjalan mengikuti Woobin yang saat ini berada di depannya. Sejak turun dari taksi, semua orang terus melihat dirinya dengan tatapan heran, penasaran dan penuh tanda tanya. Yesung yang memang sudah biasa ditatap seperti ini ketika berjalan bersama Kyuhyun dan Siwon hanya bisa bersikap tenang. Woobin sama seperti keduanya teman yang seorang tuan muda, jadi tidak heran jika banyak pasang mata melihat dirinya dengan tatapan seperti itu.

"Tuan muda, selamat datang..." Sapa salah satu pelayan yang ada di lobby hotel yang Yesung bisa lihat dengan jelas bahwa pria yang menyambutnya itu bukanlah pelayan biasa, lihat name-tag itu. Ia seorang manajer hotel yang menyambut Woobin langsung.

"Anu….Woobin ak-."

"Kau mau bicara denganku kan ? Jadi diam dan ikuti saja." Potong Woobin melirik tajam Yesung yang saat ini sedang merundukkan kepalanya dalam – dalam sembari meremas ujung jaket hitam yang Woobin pinjamkan padanya.

"Aku pesan yang biasanya dan tolong bawakan sebuah pakaian baru untuknya." Manajer hotel pun mengganguk dan Yesung hanya bisa terdiam mengikuti Woobin yang membawanya ke sebuah Hotel mewah. Bagaimana pun juga Yesung masih seorang pelajar tidak seharusnya mereka mengobrol di tempat seperti ini. Tapi, ini adalah kesempatan Yesung untuk berbicara dengan Woobin perihal masalah persahabatan mereka.

PIIPP….

CEKLEK…Pintu kamar 1004 terbuka setelah key card yang Woobin tempelkan ke mesin deteksi pintu ter-akses. Betapa kagumnya Yesung saat masuk ke dalam kamar yang Woobin pesan.

'Ini bukan kamar tapi sebuah rumah.' Batin Yesung yang melihat ke sekeliling ruangan. Kamar macam apa ini ? ada dapur, ruang TV, bahkan ada ruang keluarga. Tanpa sadar Yesung berlari ke sebuah jendela besar yang membentang luas dikamar ini untuk melihat apa yang akan ia temukan dari kamar ini dan Yesung terbelak tidak percaya. Yesung melihat pemandangan seluruh kota Seoul hanya dengan berdiri di kamar ini.

"Kau suka, eum ?." Dheg…Yesung tersadar dari acara kagumnya dan berbalik untuk menghadap sosok pria tampan yang menjadi misteri dalam hidupnya. Yesung kembali teringat akan tujuan dirinya mengikuti Woobin dan tanpa membuang waktu, Yesung mulai mengeluarkan keluh kesahnya pada Woobin.

"Woobin-ah, tidak bisakah kita kembali seperti dulu ? maksud ku…persahabatan kita dulu sangat indah, kita berempat berlatih eksul bersama, tertawa dan bermain…."

"…."

"Kau dan Kyuhyun selalu bertanding bermain game, lalu dengan Siwon kau selalu beradu untuk menentukan siapa tuan muda terbaik, karena Siwon bagi mu selalu terlihat Perfect…dan Kibum, kau selalu bertengkar dengannya karena aku selalu menempel padanya…"

"….."

"Apa kau tidak merindukan kami Woobin ?."

Sreeeet….Yesung mendonggakkan kepalanya saat Woobin menyodorkan pakaian ganti untuk dirinya, selama Yesung mengoceh tadi sudah banyak hal terjadi seperti pelayan yang datang membawakan baju baru untuknya lalu sebuah trolli makanan berisi hidangan mewah yang sudah berada di samping dirinya.

"Ganti baju mu di kamar mandi."

"Nee…Woobin-ah." Yesung tersenyum hangat dan menerima pakaian ganti itu dengan wajah senang. Perlakuan baik Woobin sekarang membuat Yesung yakin, Woobin di depannya masihlah Woobin yang dulu, Woobin yang baik dan penuh dengan perhatian.

Setelah Yesung masuk ke dalam kamar mandi dan terdengar kunci yang telah ter-lock. Woobin langsung menduduki diri diranjang dan memejamkan matanya.

"Haaaaa…apa yang kau lakukan, Kim Woobin." Hela nafasnya yang heran dan tidak menyangka bahwa ia akan menolong dan memperlakukan Yesung dengan baik, bahkan dirinya dengan sengaja memesan semua makanan yang Yesung sukai untuk diberikan padanya.

Drrrttt….merasakan getaran dari bawah pantatnya, Woobin perlahan mengambil sebuah benda kotak panjang yang tidak sengaja ia duduki.

"Ponsel milik Yesung." Gumam Woobin yang awalnya cuek dan ingin menaruh kembali ponsel tersebut ke tempat semula. Namun, dirinya menjadi sedikit tertarik ketika melihat sebuah pesan masuk dengan nama Choi Seung Hyun dengan tanda love dibelakang namanya. Penasaran dan memang Woobin adalah pria seenaknya, ditekannya pesan tersebut lalu dibacanya dengan seksama.

[Choi Seung Hyun] Jika kau sudah pulang ? kabari aku..

[Choi Seung Hyun] Aku merindukan mu… saranghae, my Love.

Dheg…rasa sesak dan emosi kini Woobin rasakan saat membaca pesan dari TOP untuk Yesung. Rasanya Woobin sakit hati untuk ke-sekian kalinya, dulu Woobin pernah menyukai Yesung dan ia sakit hati ketika Yesung menyukai Kibum dan sekarang perasaannya tersakiti lagi walaupun tidak jelas apakah dirinya masih menyukai Yesung atau tidak sebagai seorang pria. Tapi, rasanya sesak sekali. Entah kenapa timbul perasaan tidak terima, Yesung sudah menjadi miliki orang lain.

"Cih….Jadi mereka pacaran." Desis Woobin yang dugaannya semakin kuat setelah melihat foto – foto kebersamaan Yesung dengan TOP di dalam ponselnya.

CEKLEK….Yesung keluar dari kamar mandi dengan wajah yang tidak berhenti tersenyum.

"Kau sudah selesai ganti baju, Yesungie ?."

"Nee…gomawo." Woobin terkekeh saat melihat Yesung tersenyum padanya dengan polos. Perlahan Woobin mendekati Yesung dengan membawa ponsel milik Yesung yang disembunyikan dibalik punggungnya, lalu….

Greeb….Woobin melingkarkan lenganya di leher Yesung lalu menekannya kuat, hingga Yesung sulit untuk bernafas.

"Uhuk…Woohh...woobin akh…uhuk." Yesung berusaha melepaskan tangan Woobin yang membuat dirinya sulit bernafas. Berbagai cara ia lakukan, seperti dengan memukul – mukul lengan Woobin kuat. Namun, Woobin tidak juga melonggarkan cengkramannya. Apakah Woobin benar – benar berniat ingin membunuhnya.

Bruuk….Woobin mendorong Yesung hingga dirinya jatuh ke atas ranjang. Yesung yang dilepaskan Woobin pun langsung memegangi lehernya yang terasa sakit dan meraup udara sebanyak – banyaknya. Melihat ada serbet kain berwarna hitam di trollie makanan, Woobin mengambilnya dan mendekati Yesung kembali sambil tersenyum.

[Flashback END]

.

.

Srreeet…Woobin melepaskan perlahan kain hitam yang mengikat tubuh Yesung dan membungkus mulutnya. Ditatapnya kembali wajah Yesung dari dekat, walaupun Yesung sudah ia sakiti tapi dari sorot matanya tidak ada sedikit pun rasa ketakutan pada Woobin. Kenapa ? kenapa dua mata itu tetap menatap dirinya dengan tatapan teduh. Woobin benar – benar tidak mengerti pada Yesung, segitu gigihnya kah Yesung menginginkan dirinya kembali menjadi seperti dulu ? Tapi itu tidak mungkin.

"Apa aku selama ini menyakiti mu, hyung ?." Tanpa sadar Woobin mengulurkan tangannya dan mengusap pipi kanan Yesung dengan lembut. Sekarang, Yesung yang dibuat heran oleh tingkah Woobin yang sebentar – bentar berubah seperti bunglon.

"…."

"Hyung….kenapa kau yang harus jadi Hyung kandung ku…Aku benar – benar membencinya." Dahi Yesung mengerut bingung kali ini.

"Aku adalah kakak kandung mu ?." Dheg…sadar dirinya sudah kelepasan bicara, Woobin beranjak bangun dan menjauhi Yesung. Terlihat wajah Woobin mulai panik dan terdiam tidak tahu harus bagaimana sekarang. Sebuah rahasia jika disembunyikan pasti suatu saat akan terbongkar dan ini adalah saatnya Woobin mengatakan pada Yesung sebuah fakta yang sebenarnya.

"Ini uang untuk mu, pulanglah dengan naik taksi."

"Aku tidak butuh uang, perkataan mu tadi apa maksudnya ?." Greeb…Yesung menahan tangan Woobin dengan cepat sebelum Woobin pergi jauh, ia tidak peduli pada lembar uang yang Woobin lemparkan ke dirinya, yang Yesung butuhkan sekarang adalah penjelasan maksud dari kalimat Woobin tadi.

"Lepaskan!." Woobin menepis tangan Yesung dengan kasar hingga membuat tubuhnya sedikit oleng dan jatuh kembali ke kasur.

"Percaya atau tidak, kita adalah saudara kandung." BLAAAAM…Woobin menutup pintu dengan keras setelah meninggalkan Yesung dengan ribuan pertanyaan di dalam kamar. Jadi, mungkinkah itu alasan kenapa Yesung sulit sekali menerima bahkan melepaskan Woobin dari hidupnya. Karena, kenyataannya mereka adalah kakak – adik berbeda Ibu.

.

[Morning | di keluarga Choi Seung Hyun]

.

"Morning appa, eomma, noona." Sapa TOP yang baru datang ke meja makan untuk sarapan pagi sebelum berangkat sekolah. Sang Ibu yang sudah biasa menyiapkan makan pagi, menuangkan sesendok nasi goreng kimchi buatannya ke atas piring TOP.

"Noona bagaimana semalam ? apakah ada yang menarik ?." Tanya TOP sembari memakan sarapannya, sang appa yang sedang membaca Koran sedikit menguping obrolan kedua anaknya.

"Aku bertemu dengan pria yang cukup menarik, haha…kau tahu dia sangat sempurna. Tapi bodoh dalam mengontrol emosinya." Cerita CL yang juga sibuk memakan salad sayurnya, TOP yang mendengar cerita CL merasa seperti pernah bertemu dengan pria seperti itu. Pria sempurna tapi bodoh dalam emosi karena gampang terpengaruh, siapa lagi kalau bukan Choi Siwon.

"Benarkah ? hahaha….siapa pria itu ?."

"Tidak tahu."

"Pabo, Noona…"

"Yaishh..." Umpat CL kesal yang sudah siap melempar sendok di tangannya karena dibilang bodoh oleh sang adik. Jika saja sang appa tidak ada didekat mereka, sendok itu sudah dipastikan akan melayang ke kepalanya dari tadi. Nyonya dan tuan Choi yang melihat tingkah kedua anaknya hanya dapat menggelengkan kepalanya. Mempunyai seorang putri yang masuk dalam kategori cantik, tapi kelakuan sama seperti putra bungsunya yaitu suka membalap dan tantangan. Apakah cara didik tuan Choi selama ini salah.

/Pemirsa, tadi malam sebuah café di persimpangan jalan XXX di rusak oleh sekawanan preman tidak diketahui. Menurut saksi, penyerangan itu dilakukan secara tiba – tiba dan brutal. Beruntung tidak ada korban yang terluka….bla…blaa/

Siaran berita pagi terdengar dari saluran TV yang biasa di lihat oleh tuan Choi sebagai media untuk mengawasi keamanan warga Korea Selatan. TOP yang posisinya sedang membelakangi TV, menghentikan acara makannya dan menajamkan telinga.

"Wah…padahal itu café kesukaan eomma membeli kue." Sedih nyonya Choi yang untuk beberapa bulan ke depan tidak akan menikmati kue lezat dari café langganannya.

"Bagaimana bisa Café itu di serang, apakah tidak ada polisi patroli appa ?." Kali ini CL menggeluarkan keluhannya sebagai warga Korea kepada jendral polisi langsung yaitu sang ayah. Tuan Choi yang langsung dapat keluhan pun langsung melipat korannya dan meminum kopinya dengan tenang.

"Para preman atau berandal itu su-."

"KAU DIMANA SEKARANG ? APA KAU BAIK – BAIK SAJA ? KATAKAN PADAKU, KAU DIMANA SEKARANG." Ucapan tuan Choi terpotong oleh sesosok pria yang keadaannya sekarang sudah panik tingkat dewa. Ada apa dengan putranya itu, tidak pernah selama ini sang ayah melihat TOP sepanik sekarang.

"TUNGGU AKU, POKOKNYA…JANGAN KEMANA – MANA, AKU AKAN MENJEMPUT MU…" Wuuush….TOP langsung melesat pergi setelah mencium pipi ibu dan ayahnya dengan kilat. Tanpa membuang waktu TOP mengeluarkan motornya dari bagasi dan melaju kearah rumah sang kekasih.

.

.

"Oppa…aku berangkat duluan ne." Seru Hyuna yang saat ini sudah duduk manis di jok belakang motor sport salah satu temannya. Karena, hari ini Yesung akan dijemput oleh TOP maka Yesung memanggil sahabatnya untuk mengantar Hyuna.

"Heem…pelan – pelan membawa motornya Kyu-.."

"Gyaaaa! OPPAA!." Teriak Hyuna refleks ketika Kyuhyun dengan sengaja langsung menarik gas motornya tanpa pemberitahuan pada Hyuna untuk berpegangan. Beruntung adik manis Yesung sigap dengan memegang bahu Kyuhyun agar tidak jatuh, jika jatuh habislah Kyuhyun ditangannya.

Kini giliran Yesung yang harus menunggu pangeran tampannya datang menjemput. Sambil memainkan sepatu sekolahnya, Yesung menendang – nendang batu krikil dan merudukkan kepala lalu berpikir. Perkataan Woobin tentang mereka adalah saudara masih berbekas dibenaknya. Benarkah yang di ucapkan Woobin itu benar ? tapi melihat sorot mata Woobin semalam, tidak ada tanda bahwa Woobin membohonginya.

"Apakah kau sedang memikirkan pria lain, Jong woon ?." Mendengar suara yang sudah sangat ia hafal, Yesung terkekeh dan menatap lurus ke depan. Pangeran Yesung sudah berada dihadapannya, sepertinya Yesung terlalu banyak berpikir sampai – sampai tidak menyadari kehadiran TOP.

"Aniya, mana mungkin aku berani memikirkan pria lain selain dirimu, hehehe." Balas Yesung yang baru saja ingin naik ke jok belakang motor, TOP sudah lebih dulu menahan tangannya untuk tidak naik. Karena TOP perlu bicara dengan Yesung sebelum mereka berangkat sekolah.

"Kenapa kau tidak bilang kalau semalam café mu diserang ? katakan padaku siapa yang menyerang mu ? Lihat ini mereka menyakiti mu ? brengsek..." Emosi TOP ketika menemukan luka goresan di lengan Yesung dan wajahnya. Sedangkan, Yesung yang baru pertama kali melihat TOP menjadi bawel seperti dirinya hanya terkekeh pelan dan mencubit hidung TOP dengan gemas.

"Kau lihat berita di TV ? kami tidak tahu siapa pelakunya, karena kami tidak terlalu jelas melihat wajah mereka, karena saat itu lampu padam dan juga CCTV café tidak menyala." Bohong Yesung yang berharap TOP akan mempercayainya.

Awalnya TOP menduga ini adalah perbuatan Woobin, tapi melihat senyuman Yesung yang entah kenapa seperti ada matra yang membuat TOP yang ragu jadi percaya pada sang kekasih memilih mengganguk. Pembicaraan sudah selesai, Yesung kembali naik ke motor TOP.

"Peluk aku." Perintah TOP yang sudah memakai helm melirik kearah belakang.

"Haruskah ?." Malu – malu Yesung bertanya, perlahan Yesung memegang tas ransel TOP. Melihat Yesung hanya memegang tas ranselnya saja, TOP menatap tajam Yesung dengan mata elangnya.

"Ba-bagaimana bisa aku memeluk mu, jika ada tas mu. Hahaha." Tawa Yesung canggung dan dirinya tidak sadar bahwa ucapannya adalah kode.

"Tas sudah ku pindahkan, sekarang peluk." Smirk TOP di dalam helm yang sudah memakai tas ransel di depan tubuhnya. Sekarang Yesung sudah tidak bisa menggelak lagi untuk mendekap punggung TOP dengan erat. Jika Yesung masih mempermasalahkan hal ini lagi, maka mereka berdua akan kena hukuman fanny seongsanim karena telat.

GREEB….Dengan wajah memerah Yesung memeluk punggung TOP, untung saja TOP tidak bisa melihat wajah Yesung.

"Kau bilang kita harus menjaga jarak, tapi apa sekarang." Ledek Yesung untuk perkataan TOP tempo lalu.

"Kau akan ku turunkan di gang yang tidak jauh dari sekolah."

"MWOYAA! Jahat…" Ngambek Yesung yang memukul – mukul punggung TOP sambil mempoutkan bibirnya. Kalau begitu, lebih baik Yesung pergi ke sekolah naik Bus saja dari pada ia di turunkan di gang dan jalan lagi sejau 5KM.

"Hahaha…aku bercanda." TOP pun perlahan melajukan motornya dan Yesung dengan senang hati memeluk TOP kembali. Sudah berapa lama waktu yang mereka buang untuk bicara dan bercanda tidak jelas di pagi hari ini. Semoga mereka berdua tidak telat, karena sepertinya TOP tidak ingin menggebut dan tiba di sekolah dengan cepat sebab moment seperti ini sangat jarang ia dapatkan.

.

[Kyung-Hee High School]

.

"The stars in the sky are not twinkling…Without you, dream is monochrome…" Terdengar sepenggal lirik lagu dari ruang musik. Suara baritone yang lembut membuat siapa saja murid yang tidak sengaja lewat klub musik menjadi berhenti sejenak untuk mendengar suara merdu ini hingga menyelesaikan nyanyiannya.

TAP…Langkah kaki pria tampan terhenti ketika melihat beberapa murid pria berstatus seme berdiri di sebuah jendela kelas dengan penuh sesak, apa yang sedang mereka lihat ? Jangan – jangan mereka sedang melihat murid wanita ganti baju ? tapi itu tidak mungkin, jendela itu terbuka dengan lebarnya.

"The last memory deep inside my heart quiety…I will burn them in and sleep…" Dheg…Suara itu terdengar familiar di telingannya. Awalnya pria tampan bernama TOP ini tidak tertarik untuk mengikuti jejak para seme di depannya, tapi suara merdu itu entah kenapa seperti memanggil dirinya.

"Minggir, aku mau lihat juga." Seru TOP yang masih menyilangkan tangan di dada. Namun, segerombolan pria di depannya tidak menoleh ke belakang. Mereka semua menggibas – ngibaskan tangannya seperti mengusir TOP agar tidak menggangu kesenangan mereka yang sedang melihat dan menggangumi Yesung bernyanyi.

"Jika kau mau melihat Yesung, antrilah…" Balas mereka kesal, karena mereka semua tidak akan memberi tempat pada orang yang seenaknya menyelak. Mereka semua sudah berdiri lama disini untuk melihat Yesung. Jadi, mereka tidak akan memberikan tempat mereka.

"Melihat Yesung ? antri ?." Dahi TOP mengyerngit sekarang. Jadi mereka semua sedang melihat kekasihnya. Dan, bahkan tadi mereka dengan berani menyuruh dirinya antri ? yang benar saja, TOP adalah kekasih Yesung dan dia harus antri hanya untuk melihat kekasihnya juga. No.

"EKHEEEM…" TOP sengaja memberikan deheman cukup keras hingga semuanya bisa mendengar. Mereka semua saling melirik, mungkinkah itu guru ? secara bersamaan, mereka semua menoleh dan melihat TOP sedang menyeringai dengan aura kegelapannya sambil membunyikan jari – jari tangannya yang kaku.

"GYAAA….MIANHAE SUNBAE." Ternyata mereka murid – murid kelas satu yang masih polos dan lugu. Hanya dalam hitungan detik saja, mereka semua langsung kabur dan sekarang TOP bisa dengan jelas dan leluasa melihat Yesung di ruang musik.

"If you're the sun, I'll be the moon…Tooooonight, I dedicated everything to you…"

Uhuk….mendengar lirikan bait terakhir Yesung, TOP tersedak dan membelak kaget. Kenapa kekasihnya itu menyanyikan lirik lagu yang membuat TOP jadi berpikir macam – macam.

TUUK….

TUKKK….Dari dalam kelas, murid klub musik berhenti memainkan alat musiknya ketika melihat sesosok pria tampan dengan tubuh tegap menggetuk – ngetuk jendela klub mereka dari luar, menandakan bahwa siapa saja yang melihat dirinya tolong beritahu Yesung untuk menoleh.

Yesung yang posisinya membelakangi TOP dan menghayati lagu nyanyiannya, tidak tahu bahwa kekasihnya ada dibelakangnya saat ini.

"Kenapa kalian berhenti memainkan alat musiknya ?."

"A-anu…Sunbae, dibelakang mu." Lirih Yoseob sembari menunjuk arah belakang Yesung dengan gesekan biolanya.

"Ada apa dibelaka-..MWOYAA…SEUNG HYUUNG!." Kaget Yesung setelah menoleh melihat TOP sedang melambaikan tangannya.

"Ki-kita istrirahat 20 menit." Perintah Yesung selaku ketua klub musik dan semua Hoobae Yesung yang mendapat perintah untuk istrirahat memutar bola matanya malas, bukankah mereka baru mulai. Dengan agak berlari, Yesung mendekati jendela luar yang menghubungkan ruang klub musik dengan taman belakang sekolah.

"Sedang apa kau disini ?." Tanya Yesung yang mencondongkan badannya sebagian keluar jendela. Sedangkan, TOP menyenderkan punggungnya menyamping ke dinding agar lebih mudah berbicara dengan Yesung sambil memandanginnya.

"Hei…nyanyikan lagi lagu tadi untuk ku."

"Nggh ?."

"Setelah kata Tonight..."

"I dedicated everything to you."

"Aku pegang janji mu." Blush…Mengerti maksud TOP, Yesung tanpa pikir panjang langsung memukul – mukul lengan TOP dengan kesal karena sudah di jebak olehnya. Sedangkan, TOP yang telah berhasil mendapatkan apa yang ingin ia dengar hanya terkekeh sambil memegangi kedua tangan Yesung yang sudah berhasil ia tahan untuk diam agar TOP bisa mengecup bibir Yesung.

"Se-Seung Hyuunn!." Kaget Yesung memegangi bibirnya sendiri yang sudah dikecup. Dan, sang pencuri ciuman nampaknya sudah tahu bahwa Yesung pasti akan memukulnya lagi, jadi sebelum itu terjadi TOP pun beranjak pergi tanpa menoleh sedikit pun ke sang kekasih.

Sreeet…Yesung langsung menoleh ke belakang untuk melihat apakah teman satu eksulnya tadi melihat dirinya dikecup oleh TOP.

"Kami tidak lihat…tidak lihaaat~." Seru semua Hoobae berbarengan yang sebenarnya dari tadi memperhatikan pasangan unyu ini layaknya paparazzi.

"KEMBALI LATIHAN DAN LUPAKAN APA YANG KALIAN LIHAT TADI!." Teriak Yesung yang malu luar biasa. TOP suka sekali menjahili kekasihnya, apa lagi sampai membuat wajah Yesung memerah malu. Mulai sekarang latihan akan terasa sulit bagi Yesung, karena para Hoobaenya akan menggolok – olok dirinya atas perbuatan TOP hari ini. Ck…

.

.

.

"Bosan." Gumam TOP yang sedang menyelusuri lorong sekolahnya dengan tatapan malas, sepanjang mata yang ia lihat hari ini setiap kelas sibuk mendekor ruangan lalu memasang berbagai bendera warna – warni dan juga Yesung sibuk dengan klubnya. TOP yang tidak ikut klub apapun di sekolah menjadi menganggur tidak jelas seperti ini.

"Apa aku ke tempat karate kids saj-.."

"Yak! Siwon pabo! Bantu aku angkat kardus ini."

Sreeet….

Sreeet….Baru saja dirinya ingin berkunjung ke tempat salah satu pangeran sekolah yang ahli dalam karate, Cho Kyuhyun sekaligus teman barunya. Orang tersebut sudah nonggol duluan di depan matanya dengan menyeret – nyeret kardus besar dan berat untuk dimasukkan ke dalam kelasnya.

TAP…Mellihat sebuah sepatu di depan kardusnya, Kyuhyun mendongkkan kepalanya ke atas dan langsung terkejut saat melihat TOP sedang menatap dirinya dengan tatapan 'apa yang sedang kau lakukan.'

"Apa yang kau lakukan di depan kelas ku ?." Tanya Kyuhyun balik sambil menunjuk – nunjuk TOP dengan tatapan kagetnya tidak percaya. Bukankan kelas TOP dan Kyuhyun ujung ketemu ujung.

"Ku kira kau di Klub, ternyata kau sedang jadi babu disini." Uhuk…mendengar ucapan TOP, Kyuhyun sedikit tertohok. Babu ? kalau di pikir – pikir Kyuhyun memang terlihat seperti itu sekarang. Rambut coklat emasnya sedikit berantakan namun tetap terlihat tampan, koas hitam bergambar anime sedang ia pakai sepertinya Kyuhyun sengaja melepas kemeja sekolahnya agar tidak kotor, lalu sebuah handuk kecil melingkar di leher putihnya ditambah sibuk mengangkat kardus besar yang entah isinya apa. Prince Kyuhyun sedang berubah menjadi upik abu.

"Yayaya…aku sedang membantu kelas ku untuk menyiapkan acara sekolah. Aish…harusnya ini kerjaan ketua kelas." Runggut Kyuhyun yang kesal, walaupun merunggut namun tetap saja pekerjaan yang sedang ia keluhkan itu dikerjakan dengan sangat baik. Kyuhyun memang seorang Prince sekolah paling Good.

Tidak bisa melihat orang kesusahan, akhirnya TOP membantu Kyuhyun mengangkat kardusnya dan saat masuk ke dalam kelas Kyuhyun, tentu saja murid – murid disana semakin menjerit melihat pria tampan dikelasnya bertambah.

"Gomawo, TOP." Seru Kyuhyun yang bernafas lega karena semua kardus diluar kelasnya sudah masuk semua dan ini berkat TOP yang tidak sengaja lewat depan kelasnya.

"Kau bilang ini adalah kerjaan ketua kelas, memang siapa ketua kelasnya ?."

"DIIIIAAAAA!." Teriak Kyuhyun kesal sambil menunjuk sosok pria tampan paling pojok yang sedang asik meminum secangkir kopi hangatnya tanpa dosa, siapa lagi kalau bukan Choi Siwon, Prince Perfect.

"Aku tidak mengerti kenapa semua murid hari ini sibuk dengan klubnya dan mendekor kelas ?." Tanya TOP yang masih belum mengerti dengan sekolahnya. Jujur saja selam ia sekolah di Amerika tidak ada hal seperti ini. Kyuhyun yang sedang sibuk memakan kue manis kesukaannya tidak mengubris pertanyaan TOP, ia terlalu lapar karena sudah bekerja membantu kelasnya mempersiapkan sesuatu.

"Aku ingin semua benda di dalam kardus berada di tempat yang sudah ku gambar disini."

"Baik Siwon, serahkan pada kami."

Siwon yang baru saja memberi perintah pada teman – temannya dikelas langsung menatap TOP. Bagaimanapun juga pria di depannya ini pernah mengalahkan dirinya dalam perkelahian Taekwondo illegal yang ia sendiri adalah korbannya. Jadi, jika dirinya berani mengabaikannya maka Siwon akan dipermalukan lagi untuk kedua kalinya. Big No..

"Kau tidak tahu, sekolah kita ini selalu bersaing setiap tahunnya dengan Hann-young High School. Entah bagaimana sejarahnya setiap tahun selalu di adakan suatu pertandingan untuk menentukan sekolah mana yang lebih baik."

"…." TOP memilih diam sembari mendengarkan cerita Siwon, sesekali dirinya akan mengganguk untuk memberikan respon bahwa ia mengerti.

"Murid disana juga sangat tidak bekelas dan tidak tahu aturan, aku membencinya." Nada bicara Siwon kini berubah. Awalnya Siwon bercerita dengan nada biasa saja, namun semakin dalam Siwon bercerita nada bicaranya menjadi semakin emosi.

"Kau membencinya karena sekolah kita kalahkan." Ledek Kyuhyun yang sudah selesai memakan kuenya, perlahan Kyuhyun menyederkan punggungnya ke kursi dan menyeringai saat melihat wajah kesal Siwon sudah tercetak disana.

"Menang kalah apa pengaruhnya ?." Kali ini TOP sedikit tertarik untuk membahas lebih lanjut tentang sekolahnya, melihat wajah kesal Siwon. Pasti ada sesuatu hal yang membuat acara ini begitu penting bukan.

"Jika kalah, tentu saja murid sekolahnya di anggap pecundang." Jawab Kyuhyun sembari tersenyum dan bersamaan dengan ucapan Kyuhyun itu, Siwon sedikit menundukkan kepalanya untuk memainkan cangkir gelasnya tidak semangat. Dan, TOP yang melihat tingkah galau Siwon memberi kode pada Kyuhyun untuk bertanya 'Teman mu kenapa ?.'

"Tahun lalu sekolah kita kalah dan Siwon tidak suka disebut pecundang."

"Kita kalah karena tidak ada…..aish, sial !." Bugh…Tiba – tiba Siwon menggebrak mejanya menandakan betapa kesal dan marahnya Siwon saat ini. Siwon yang tidak menyelesaikan ucapannya membuat TOP menjadi penasaran. Apa yang membuat mereka kalah ? padahal jika TOP lihat, Siwon dan Kyuhyun sangat bagus dalam bidangnya, apakah mungkin….

"Coba ku tebak, tahun lalu hanya ada kalian berdua saja. Tidak ada Kibum, Woobin dan Yesung. Sehingga, sekolah kita tidak bisa menang. Apa aku benar ?."

"Bingo…Teng…teng, jawaban anda benar. Hahahah." Tawa Kyuhyun yang seperti berpura – pura menjadi MC di acara kuis. Benar yang dikatakan oleh TOP, kekalahan mereka tahun lalu di sebabkan oleh ketidak adanya Kibum, Woobin dan Yesung untuk mewakili lima kategori utama pertandingan yang di adakan.

"Kenapa kau tidak ikut klub Boxing. Kau bisa menempati posisi Kibum dan ikut bertandingan tahun ini. Ku pikir menang dari 3 kategori yang ada akan membuat kita tahun ini menang. Bagaimana menurut mu Siwon ?." Tanya Kyuhyun dengan wajah senang karena menemukan ide yang sangat berlian menurutnya. Kenapa baru sekarang ide itu terpikirkan olehnya.

TUK….Siwon meletakkan siku kanannya di meja lalu menopang dagunya sambil menatap TOP dengan tatapan meremehkan.

"Ikut klub sekarang pun percuma, acaranya akan berlangsung 3 minggu lagi… Aku tidak berpikir dia akan sehebat Kibum, karena Kibum itu merupakan atlet Boxing terbaik."

'Pabo! Siwon Pabo! apa yang kau katakan barusan.' Teriak Kyuhyun dalam hati yang rasanya ingin sekali menjedutkan kepala Siwon ke tembok sekencang – kencangnya. Apa Siwon sudah gegar otak dan lupa pada orang yang sedang ia ajak bicara saat ini. Kenapa dia malah menantang TOP.

TUK…TOP pun melakukan hal yang sama seperti Siwon, meletakan sikunya diatas meja untuk menopang dagunya dan menatap balik Siwon dengan tatapan tidak kalah seramnya.

"Apa kau sedang meremehkan ku ? Boxing itu hanya memukul saja, apa susahnya…"

"….."

"Lihat saja, aku ini lebih baik dari Kim Kibum."

Kreeeet…TOP bangun dari duduknya lalu menatap Siwon dan Kyuhyun dengan tatapan membara sebelum dirinya pergi dari kelas Kyuhyun untuk membuktikan bahwa TOP bisa.

.

.

Awalnya TOP mengatakan Boxing itu mudah dimana olahraga yang kegiatannya hanya memukul saja dan TOP juga mengatakan bahwa ia lebih baik dari Kibum, itulah yang ia katakan pada kedua tuan muda disekolahnya 1 jam lalu.

BUUGH….BUUGHH…

"Satu, dua, tiga…lanjut." Seru seorang pelatih tinju di dalam Ring setelah pria tampan bangun dari serangan pukulan yang mengenai pelipisnya. Setelah ia menggelengkan kepalanya sebentar untuk menghilang rasa pusing akibat pukulan tadi, ia kembali berdiri dan memposisikan kedua tangannya yang sudah terbalut sarung tinju dengan posisi siap.

"Kau masih ingin lanjut ?." Tanya lawannya yang sedang melompat – lompat kecil seperti pemain tinju lakukan untuk mengambil ancang – ancang.

"Tentu saja, akan ku buktikan bahwa Choi Seung Hyun layak masuk klub ini."

BUUGH…

BUUGHH…Disinilah TOP sekarang, berada di klub Boxing. Tempat dimana dulu Kim Kibum pernah belajar dan berlatih untuk memuaskan hasrat hal kesukaannya dalam seni olahraga tinju.

"Kau bilang ingin masuk klub Boxing, tetapi kau langsung jatuh dari satu serangan Hook yang ku berikan." (Hook : pukulan yang mengarah ke kepala untuk menghilangkan konsentrasi)

"…."

"Dan, kau bilang tadi kau lebih baik dari Kibum Sunbae ? yang benar saja, hal mendasar dari tinju saja kau tidak bisa, ku akui stamina mu sangat bagus. Tapi dalam tinju stamina saja tidak cukup." Setelah mengatakan keluh kesah dan nasehat pada TOP, Lee Joon keluar dari Ring tinju dan melepaskan sarung tinjunya dengan wajah datar.

Seluruh Hoobae yang baru saja menyaksikan pertandingan tinju yang awalnya mereka pikir akan seru menjadi sedikit kecewa menginggat TOP tadi datang ke klubnya dengan berani dan tidak takut untuk menerima tantangan dari ketua klub.

'Sial….bagaimana bisa aku kalah.' Batin TOP.

"Masukkan aku ke dalam klub ini dan biarkan aku ikut serta dalam pertandingan itu!." Ucap TOP yang membuat Lee Joon menjadi ketua klub setelah Kibum lulus membalikkan tubuhnya dan menatap TOP dengan tatapan tajam.

'Menarik.' Batin Lee joon setelah melihat kesungguhan TOP untuk masuk ke dalam klubnya. Sejujurnya, bukan hanya stamina saja yang Lee Joon temukan di diri TOP melainkan ambisi dan kekuatan pukulan yang sangat kuat seperti Kibum ada di dirinya. TOP hanya kurang teknik saja, ia bermain tanpa aturan itulah yang membuat Lee Joon bisa mengalahkannya.

"Kau sangat ingin ikut serta dalam pertandingan itu. Kenapa ?."

"Tidak ada alasan, aku hanya ingin ikut saja." Balas TOP sembari menyekat keringat yang ada di lehernya. Mana mungkin TOP mengatakan bahwa ia ingin membuktikan pada bocah pangeran sempurna Choi Siwon itu, bahwa ia lebih baik dari Kibum.

"Hahahaha….baik, kau ku terima dan ada sisa 21 hari sebelum acara itu di mulai. Kita akan bertanding 2 hari sebelum Festival dimulai. Jika kau menang, aku akan mendaftarkan dirimu mewakili klub Boxing. Bagaimana ?."

TAP...TOP keluar dari Ring tinju dengan melompati tali pembatas ring dan langsung berjalan menuju Lee Joon yang sedang tersenyum misterius.

"Setuju." Ucap TOP yang tanpa sadar menjilat bibir bawahnya dan bersmirk. Meremehkan dan memberikan TOP tantangan adalah sebuah kesalahan besar. Jika kalian memberikan TOP sebuah tantangan maka dengan senang hati TOP akan menerimanya.

.

[Di waktu yang bersamaan | Café Mango SIx ]

.

Café Mango Six adalah café yang memiliki konsep serba buah mangga. Dengan interior cerah dan ornament yang menampilkan kesegaran buah mangga mulai dari warna kursi serta dinding yang menggambarkan ranting pohon mangga itu sendiri, membuat tempat ini layak dijadikan tempat nongkrong seperti Mobit.

"Aku sudah tidak sabar melihat Festival sekolah kita."

"Tahun ini, sepertinya sekolah kita akan menang lagi."

"Sudah pasti! sekolah kita memiliki WINNER."

"Ah…aku ingin masuk ke dalam geng itu~."

Lihat, sudah ku katakan tempat ini sangat asik untuk dijadikan tempat nongkrong. Terlihat beberapa pemuda yang masih menggunakan seragam sekolahnya duduk santai mengobrol sambil menikmati juice mangga segar yang baru saja datang beberapa menit lalu.

"Berisik sekali…aish, aku jadi tidak bisa tidur." Gumam pemuda tampan yang tidurnya sedikit terganggu akibat obrolan para pelanggan yang datang ke Café hari ini. Jika saja ini bukan café kenalannya, sudah ia pastikan ia akan mengusir beberapa pelanggan yang berisik bahkan ia tidak segan – segan menutup cafenya hanya untuk tidur pulas.

"Woobin, kau seharusnya ke sekolah bukan ke sini. Ckck…dasar anak nakal." Seru sang pemilik café yang berada di balik mesin kasir. Selain Kim Yesung, hanya wanita paruh baya ini saja yang berani mengomeli Woobin seperti seorang Ibu kepada anaknya.

"Lim Kim diamlah, aku sudah pintar jadi tidak perlu ke sekolah." Balasnya sembari melihat suasana café siang ini. Banyak pengunjung anak sekolah, jadi itu sebabnya kenapa café ini sangat berisik.

Slurrph….

Slurrrph…Di minumnya juice mangga buatan wanita yang sudah seperti Ibu baginya dengan malas dan tidak sengaja Woobin menemukan hal menarik di café yaitu melihat beberapa murid berseragam sekolah Hann-young High School. Dimana sekolah itu adalah musuh bagi sekolahnya.

"Aku terkejut ketika mendengar geng Vilcencius bubar. " Mendengar nama gengnya dulu dibicarakan, Woobin hanya menautkan kedua alisnya heran dan penasaran untuk apa mereka membicarakan mantan Gengnya.

"Baguslah mereka bubar, itu akan memudahkan sekolah kita mengalahkan mereka lagi tahun ini." Mendengar obrolan murid Hann-young High School tanpa tahu bahwa mantan anggota Vilcencius yaitu Woobin ada di sana, Woobin hanya bisa terkekeh, ternyata mereka senang Gengnya bubar. Di nikmatinya kembali juice yang tinggal setengah itu dengan tenang.

"Hann-young akan mengalahkan Kyung-Hee lagi tahun ini."

"Itu berarti sekolah Kyung-Hee akan mendapatkan gelar Pecundang selama dua tahun berturut – turut, hahaha."

"Dasar sekolah berisi pecundang."

KRRATAAAK….gelas plastik di tangan Woobin remuk seketika saat mendengar obrolan para murid Hann-young yang sudah tidak bisa di toleransi lagi olehnya. Mungkin jika mereka membicarakan mantan Gengnya tidak masalah bagi Woobin, tapi mengatakan sekolah Kyung-Hee berisi pecundang adalah kesalahan besar. Bagaimanapun juga Woobin masih berstatus pelajar disana dan juga sekolah itu adalah milik keluarganya. So…

"Hei Lim Kim, kau ada asuransi untuk café mu kan ?."

"Aihh…Jebal, aku lelah merenovasi ulang café ku, Woobin."

"Hahaha…akan ku usahakan hanya rusak beberapa saja."

TAP…

TAP….Woobin melangkahkan kakinya ke meja tempat dimana para murid Hann-young berada. Lihat itu betapa senangnya wajah mereka yang sedang tertawa setelah menggolok – olok sekolahnya.

TAAK….Woobin meletakan satu tangan diatas meja mereka hingga membuat beberapa gelas minuman yang sudah kosong terjatuh dari meja akibat gebrakan Woobin.

"Permisi, kalian baru saja mengatakan sekolah ku berisi pecundang, apa itu benar ?." Tanya Woobin dengan senyuman di wajahnya.

"Siapa kau ?." Tanya salah satu murid tersebut, melihat emblem yang ada di blazer sekolah yang di pakai Woobin mereka semua tersentak kaget.

"Kau murid Kyung-Hee ? Hahaha…benar, sekolah mu itu berisi para pecundang kan."

"Aih…anak ini benar – benar….." BUUUGH…Woobin langsung melayangkan pukulannya ke wajah murid yang dari tadi sudah membuat Woobin gatal ingin memukul wajah jeleknya. Dengan paksa, Woobin menarik kerah baju seragam anak yang sudah ia pukul untuk keluar dari Café. Dan, sesampainya diluar Café , Woobin memukul semua murid tersebut tanpa ampun hingga membuat beberapa pengunjung yang duduk di luar menjadi teriak ketakutan karena melihat antar pelajar berkelahi secara brutal.

Seeeet…

"Siapa kau ?." Tanya Woobin yang tangannya ditahan oleh murid yang menggunakan seragam sekolah yang sama dengan pemuda yang ia pukuli saat ini. Berani sekali pemuda ini menggangu permainan Woobin.

"Aku adalah Mino, murid Hann-young High School dan juga ketua Geng dari Winner." Perlahan Woobin bangun dari tubuh sang murid yang sudah habis babak belur di tangannya.

"Kau Kim Woobin mantan anggota Vilcencius kan, seorang atlet yang ahli dalam Aikido. Dan, sekarang menjadi Bos untuk para anak berandal dengan bersenang – senang memukuli anak lemah..."

Sreeet….Woobin langsung menarik kerah baju depan pemuda tinggi berperawakan cukup tampan ini sebelum mengoceh lebih banyak tentang dirinya.

"Sepertinya kau tahu banyak tentang ku."

"Tentu, di Sekolah Kyung-Hee Vilcencius sangat terkenal dan aku menggagumi kalian. Tapi, ternyata kalian menggecewakan ku. Padahal aku sudah membentuk segerombolan orang untuk mengalahkan kalian di Festival sekolah kita."

"Hahahaha." Woobin tertawa lucu saat melihat dibelakang tubuh anak yang sedang ia gertak. Bocah murid Hann-young High School ini sengaja membuat Geng yang persis seperti Vilcencius.

"Dengar bocah, aku tidak peduli kau menggangumi Vilcencius atau tidak dan membuat berapa banyak Geng. Dan, aku jadi teringat sesuatu, tahun lalu kau mengalahkan sekolah kami karena hanya ada Siwon dan Kyuhyun saja kan. Tahun ini kita lihat…apakah kau bisa mengalahkan sekolah kami ?."

BRUUUK….Dengan sengaja Woobin melempar tubuh pemuda bernama Mino itu hingga ia tersungkur. Dan, tidak lama beberapa teman berandal Woobin datang yang tentu saja langsung Woobin tahan agar tidak menyerangnya.

"Hyung kita harus mengahabisi mereka, dia sudah mencari gara – gara dengan mu." Seru Chanwoo yang sudah siap dengan tongkat baseballnya.

"Sudahlah, Chanwoo…kita pergi." Cuek Woobin yang tetap berjalan ke depan, semua anak buahnya tentu saja tidak ada yang berani melanggar perintah sang Bos. Mereka semua kini berjalan mengikuti Woobin layaknya Bodyguard.

'Ada apa dengan ku akhir – akhir ini ? aku tidak peduli dengan Vilcencius, aku hanya tidak terima mereka mengatakan sekolah ku berisi pecundang. Bukankah itu sama saja mereka menghina ku.' Batin Woobin yang masih belum mengerti kenapa tubuh, otak dan hatinya seperti berjalan sendiri – sendiri. Ketika hati mengatakan tidak peduli, tubuh mengatakan sebaliknya.

.

.

[Next Day | 16:40 ]

.

Di suatu sore yang cerah, terlihat satu sosok pelajar dari Kyung-Hee duduk manis disebuah bangku berbentuk jamur berwarna merah. Earphone yang ada di telinganya tidak henti – hentinya terus menyuarakan lagu yang tersambung di Ipodnya, berharap ia menemukan inspirasi tapi sepertinya tidak. Itu terlihat di buku note yang ada di tangannya, tidak ada satu coretan lirik lagu yang berhasil ia buat.

"Arrghh! Lagu apa yang harus ku buat untuk pertunjukkan Festival nanti." Teriak Frustasi Seungri yang sedang berada di taman. Di letakkannya buku note tersebut di meja berbentuk daun didepannya lalu menghela nafas.

"Tinggal 18 hari lagi, dan aku belum membuat lagu, hiks." Seungri pun menundukkan kepalanya dengan tidak semangat.

TAP…

TAP…Dari kejauhan tanpa Seungri sadari, pemuda tampan sedang berlari kecil dengan menggunakan pakaian klubnya. Melihat ada orang yang ia kenal di taman, pemuda tampan itu berlari mendekatinya dan…

"DOOORR…" Kagetnya hingga membuat Seungri terkejut dan refleks langsung memukul orang yang dengan sengaja membuatnya jantungan. Namun, pemuda tampan yang seorang atlet dengan mudah bisa membaca gerakan lawan dan menangkisnya.

"Eiit….ternyata kau berbahaya juga teman TOP."

"Kyu-Kyuhyun! Prince Kyuhyun….MWOYAA! APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI." Seungri semakin terkejut dan panik melihat Kyuhyun salah satu pangeran sekolahnya ada di taman. Bagaimana bisa pangeran sekolahnya ada di taman biasa seperti ini.

"Aku sedang berlatih dengan berlari mengelilingi taman ini, apa aku menggangu mu teman TOP ?."

"Tu-tunggu, kenapa kau memanggil ku teman TOP terus ?."

"Hehehe….mian, aku tidak tahu nama mu. Tapi, aku pernah melihat mu bersama TOP. Jadi, aku memanggil mu teman TOP." Jelas Kyuhyun sembari menggaruk pipinya yang tidak gatal dengan canggung.

"Seungri, nama ku Seungri." Ucap Seungri dengan malu – malu. Tunggu ? tanda merah apa itu di kedua pipi Seungri, mungkinkah sebenarnya Seungri selama ini adalah seorang UKE ? sepertinya iya, gesture tubuhnya saat ini berada di depan Kyuhyun menunjukkan hal seperti seorang UKE. Dimana, pipi memerah malu dan tidak berani menatap mata Kyuhyun.

"A-anu, Seungri…apakah kau ingin minum sesuatu ? aku ingin ke minimarket." Tawar Kyuhyun yang sepertinya merasakan hawa canggung disini.

"Cola-cola." Kyuhyun pun mengganguk dan berjalan ke luar taman lalu menyebrang untuk membeli minuman sebagai cara untuk mencairkan suasana.

"Ada apa denganku, kenapa melihat wajah memerah anak itu aku jadi salah tingkah." Gumam Kyuhyun yang berada di minimarket dengan debaran jantung yang tidak berhenti berdetak cepat. Berulang kali Kyuhyun menghirup udara dan membuangnya kembali untuk membuat dirinya tenang dan rileks.

"Gomawo, Prince Kyuhyun."

"Panggil saja aku Kyuhyun, itu terdengar lebih baik." Seungri pun mengganguk, perlahan mereka berdua membuka minuman kalengnya dan terdiam. Awalnya Kyuhyun hanya ingin say hello saja pada sesama murid Kyung-hee. Bukankah Kyuhyun pangeran sekolah yang paling friendly di antara yang lainnya.

"Apa minumannya enak, Seungri ?."

'Cho Kyuhyun bodoh, pertanyaan macam apa itu! Tentu saja rasanya enak!.' Batin Kyuhyun yang menjerit karena tidak bisa menemukan topik yang menarik untuk dibahas oleh mereka berdua.

"Iya, ini enak." Jawab Seungri sambil tersenyum.

'Apa lagi yang harus ku tanyakan ?.' Batin Kyuhyun yang kembali frustasi untuk menemukan topik pembicaraan.

"Apa kau sedang menulis sesuatu ?." Tanya Kyuhyun yang melihat sebuah buku di meja berbentuk daun di depannya.

"Ah…iya, aku adalah murid dari klub band. Di Festival nanti klub ku akan mengisi acara di penutup. Tapi, aku belum menemukan inspirasi untuk lagu yang akan ku bawakan. Jadi, aku ke taman dan berharap…"

"Kenapa kau tidak membuat lagu dari perasaan yang kau rasakan saja." Potong Kyuhyun yang seenaknya menyela ucapan Seungri yang belum selesai.

Dheg….

Dheg…Dheg…Jantung Seungri berdebar cepat saat ini. Perasaan macam apa ini, kenapa melihat senyuman Kyuhyun jantungnya berdetak tidak karuan begini. Seungri tahu Kyuhyun sangat tampan, kaya, baik hati dan ramah. Apakah ini perasaan menggaguminya atau perasaan bahwa Seungri telah jatuh cinta padanya.

"Sudah sore, aku harus pulang." Seru Kyuhyun yang melihat matahari sore sudah mulai tenggelam perlahan untuk bergantian dengan sang malam. Dibuangnya kaleng bekas minumannya ke tempat sampah dengan sekali lemparan dan Kyuhun perlahan beranjak pergi.

Greeb…Baru saja Kyuhyun berbalik untuk pergi, Seungri dengan cepat dan tiba – tiba meraih pergelangan tangannya.

"Ma-maukah kau mendengar lagu ku saat penutupan Festival nanti."

"Tentu." Jawab Kyuhyun dengan senyuman hangatnya dan perlahan pegangan di tangan Kyuhyun terlepas dan Seungri hanya bisa menatap punggung Kyuhyun yang sedang berlari itu dengan wajah memerah dan blanknya.

.

.

"POKOKNYA KAU HARUS MENCERITAKAN SEMUA TENTANG KYUHYUN PADAKU BESOOOOK, SEUNG HYUUN!." PIIIP….TOP memutuskan telefonnya begitu saja dengan kejam dan tidak berperasaan. Padahal teman sebangkunya itu sedang jatuh cinta pada sahabat kekasihnya.

"Siapa yang menelfon ?." Tanya Yesung bingung dan heran, kenapa kekasihnya tidak berbicara sama sekali pada orang di telefon tadi.

"Hanya orang gila." Mendengar balasan TOP, Yesung hanya terkekeh. Di masukkannya kembali ponsel miliknya ke dalam saku celana setelah me-nonaktifkan ponselnya. Dan, kini TOP memilih menggandeng tangan mungil Yesung karena malam ini dia akan memperkenalkan Yesung kepada keluarga tercinta.

"Rileks saja, Okey." Nasehat TOP pada sang kekasih di depan pintu rumahnya.

"Kau sudah mengatakan hal itu puluhan kali Seung Hyun." Jengah Yesung yang mempoutkan bibirnya. Dari pagi sampai sekarang, TOP terus saja mengatakan 'rileks' padanya hingga membuat Yesung yang awalnya tegang sekarang menjadi kesal.

"Benarkah ? sepertinya aku yang tegang, hahaha." Tawa TOP yang sejujurnya memang khawatir bagaimana nanti sang ayah saat bertemu dengan Yesung.

CEKLEKK…pintu berwarna merah terdorong ke dalam, perlahan TOP membawa Yesung masuk ke rumahnya. Saat masuk ke dalam, Yesung dibuat melonggo dan sedikit ciut nyalinya saat melihat beberapa foto keluarga TOP yang ada di dinding ruang tamunya.

"Eomma…Appa." Dheg…Yesung refleks langsung bersembunyi di balik punggung TOP dan itu membuat sang kakak CL yang melihat langsung terkekeh.

"Kura – kura mu bersembunyi, eoh ?." Tanya CL yang membuat TOP sadar dan langsung menarik – narik Yesung agar tidak bersembunyi dibelakangnya. Namun, Yesung yang takut terus saja memegangi kemeja belakang TOP seperti parasit yang menempel disebuah pohon.

"Chae Rin, jangan meledek."

"Lihat Eomma, kekasih putra mu itu takut bertemu dengan Appa. Hahahaha."

"Apa wajah ku seseram itu."

"A-aniyo, mianhae Ahjussi." Lirih Yesung yang perlahan menampakkan diri di keluarga TOP. Yesung pun membungkukkan badannya sebagai permintaan maaf karena dirinya sudah bersikap tidak sopan dengan bersembunyi.

"Appa, Eomma, Noona…kenalkan dia adalah Jong Woon, kekasihku." TOP memperkenalkan kekasihnya di depan keluarga dengan singkat dan jelas.

"Kalian bisa memanggilku Yesung, salam kenal." Yesung sedikit menambahkan dan tersenyum hangat untuk keluarga TOP yang sebentar lagi akan menjadi keluarganya jika mereka menikah nanti.

"Ayo kita mengobrol sambil makan malam." Ajak Nyonya Choi yang menggapit lengan Yesung, sepertinya nyonya Choi senang melihat Yesung, itu terlihat dari ia menyambut hangat kedatangan kekasih putranya itu.

"Ku dengar, kau bekerja di Café Mobit yang di rusak oleh sekelompok preman. Apakah kau ada di TKP saat itu ?." Uhuk…baru saja mereka memulai makan, tuan Choi sudah bertanya – tanya pada Yesung. Dan, pertanyaan macam apa itu ? itu terdengar seperti sang ayah sedang mengintrogasi seorang saksi mata.

"Appa, Ja-…" Sreeet….Yesung memegang tangan TOP yang berada disampingnya, menandakan bahwa TOP jangan bersuara untuk membatu Yesung mengatasi hal ini.

"Iya, saat itu saya ada di TKP, tapi saya tidak begitu jelas melihat pelakunya, Ahjussi." Jawab Yesung sambil terseyum lalu melanjutkan memakan sayur campurnya lagi.

"Bagaimana mungkin kau tidak jelas melihatnya, apa preman itu mengancam kalian agar tidak memberikan Informasi apapun pada polisi ?." Sejenak Yesung terdiam, tidak lama diletaknya sumpit yang berada ditangan kanannya lalu meminum sedikit air putih untuk membantu mendorong makanan yang ada di tenggorokannya turun ke lambung.

"Tidak, kami memang tidak jelas melihatnya karena kami waktu itu sedang ketakutan. Kami hanya manusia biasa tidak bisa melawan, jadi yang kami lakukan adalah saling berpelukan untuk melindungi diri kami."

Gyuuut….Sudah cukup, TOP tidak tahan melihat sikap sang ayah yang sedang mewawancarai kekasihnya seperti seorang tahanan seperti ini. TOP sudah tidak bisa menahan emosinya dengan kepalan tangannya. TOP ingin menggebrak meja makan di depannya ini untuk menghentikan sikap sang Ayah.

"Aduh, suami ku jangan serius begitu."

Plak…

Plak…Nyonya Choi memukul – mukul lengan suaminya ringan dan itu membuat sang suami meringgis kesakitan. Sepertinya nyonya Choi menyadari sikap sang suami yang sudah keterlaluan terhadap kekasih anaknya walaupun itu tidak disengaja.

"Apa kau menyukai tumis lobak Yesung ? Seung Hyun sangat menyukai masakan ini."

"Ah…iya, aku suka makanan apapun, Ahjumma."

"Panggil saja aku Ibu, hahaha."Melihat ibunya senang dan tertawa tidak jelas, TOP dan CL yang melihat hanya saling lirik. Ada apa dengan Ibu mereka. Kenapa tiba – tiba jadi seperti bukan nyonya Choi yang tegas dan penuh aura wibawa begitu. Tapi, berkat Ibunya sang appa menjadi tidak bertanya – tanya lagi kepada Yesung.

.

.

"Aku minta atas sikap ayah ku tadi." Lirih TOP yang kini sedang memeluk Yesung dari belakang dengan gentle. Setelah makan malam, nyonya Choi menyuruh putra kesayangannya membawa Yesung untuk melihat – lihat kamar TOP dari pada ikut menonton TV bersama, itu akan membuat Yesung kembali di tanyai hal- hal aneh oleh suaminya yang seorang jendral polisi .

"Gweachana, aku mengerti…hahaha, hentikan Seung Hyun." Yesung sedikit tertawa karena geli saat merasakan TOP entah kenapa mulai nakal sekarang dengan bermain – main di lehernya. Bahkan, tangan TOP yang melingkar di perut Yesung semakin erat menekan perutnya.

"Nnngh…Seung Hyun, hentikan gelihh." Lirih Yesung yang merinding saat merasakan telinga kirinya sedang di gigit – gigit oleh TOP. Ini membuatnya Dejavu, pertama kali bertemu dengan TOP di kelas dulu, TOP juga melakukan hal seperti ini padanya.

"Kalau begitu, aku akan menemani Seung Hyun makan siang."

"Kenapa Seung Hyun suka sekali makan donat ?."

"Ka-karena donat itu enak."

Kenangan demi kenangan saat bersama TOP di Sekolah Dasar terbayang dibenak mereka berdua saat ini. Sepuluh tahun lalu, mereka berdua hanyalah bocah ingusan yang tidak mengerti tentang rasa cinta sesungguhnya. Bocah gemuk yang merasa nyaman ketika bersama dengan bocah ceria yang memiliki banyak teman yaitu Kim Jong Woon. Lalu, bocah ceria yang senang melihat tingkah menggemaskan bocah gemuk saat memakan donat kesukaannya membuat ia menyukai Choi Seung Hyun.

"So, ur name is Yesung."

"Ye-yes, My name is Yesung."

"Kau tidak ingat aku, Jong woon."

"Seung Hyun, benarkah ini kau ?."

Bahkan, moment – moment mereka berdua untuk pertama kalinya bertemu dan tahu satu sama lain teriang dipikirannya. Betapa lucunya mereka berdua yang tidak mengetahui satu sama lain dan tidak menyangka bahwa mereka akan dipertemukan kembali dengan kondisi tubuh dan rupa yang mengalami banyak perubahan. Pria manis yang sudah berubah menjadi idaman kekasih para Seme dan pria gemuk yang sudah berubah menjadi kekasih idaman para Uke.

"Apa kau mencintai ku, Yesung ?."

"Aku sangat mencintaimu. Jadi…tu-tunggu dulu Seung Hyun kita masih kelas 2. Ti-tidak boleh melakukan hal ini." Yesung mulai gugup saat merasakan tangan TOP mulai nakal dengan menggusap – usap perut ratanya.

"Berarti jika sudah lulus aku boleh melakukan itu pada mu."

"Seung Hyun!." Yesung langsung berbalik dan mulai memukuli kepala TOP dengan brutal. Dan, TOP hanya bisa menerima pukulan ringan dari sang kekasih sambil tertawa renyah. Yesung benar – benar sangat lucu dan menggemaskan. TOP tidak bisa membayangkan bagaimana hari – harinya jika tidak ada Yesung, pasti hidupnya akan sangat membosankan.

.

.

[Next Day |17 hari sebelum Festival]

.

"Seung Hyun, hari ini aku tidak ada latihan. Mau makan siang bersama ku ?." Tawar Yesung yang sudah berdiri di samping meja TOP dengan memberikan wajah imutnya yang ia miliki. Siapa pun yang melihat tidak akan bisa menolak permintaannya.

"Aku tidak bisa, mian. Aku ada urusan." TOP pun beranjak dari kursi dan langsung keluar kelas membuat Yesung yang baru kali ini aegyo-nya gagal mempoutkan bibirnya. TOP tidak memberitahukan perihal dirinya yang mengikuti klub Boxing pada Yesung. Sehingga, disela waktu kosongnya, TOP harus diam – diam berlatih untuk ikut serta dalam pertandingan antar sekolah itu.

TAP…

"Seung Hyung." Senang Yesung yang melihat TOP kembali ke kelasnya. Apakah TOP tidak jadi pergi dan sadar bahwa memilih menemani makan siang bersama sang kekasih adalah hal terbaik dari pada urusannya.

"Aku lupa sesuatu."

Chuu…TOP mencium kening Yesung lalu pergi lagi dari kelas yang kali ini tidak kembali seperti tadi. Yesung yang diberikan kecupan, hanya membelakkan matanya dan menatap sekeliling kelas. Apakah tadi mereka melihat ?

"Tidak…kami tidak melihat~."

"KA-KALIAN BOHOONG!." Teriak Yesung sambil menghentak – hentakkan kakinya marah dengan wajah memerah malu. Dengan tingkah seperti itu, mana ada orang yang akan takut padamu Kim Yesung.

"Yesung, mau makan siang bersama ku ?." Tanya Seungri yang sedang tersenyum canggung karena ini pertama kalinya Seungri berbicara kepada Yesung padahal mereka teman sekelas selama ini. Memang satu kelas tidak menentukan apakah kita dekat dengan seseorang.

"Jika tidak ma-."

"Tentu saja aku mauuu!." Dheg…Seungri terkaget saat Yesung menjawab dengan penuh semangat, ternyata benar geng Vilcencius itu suka sekali membuat orang jantungan.

TAP…

TAP….Kini Seungri dan Yesung berjalan beriringan setelah mendapatkan makan siang mereka, di lihatnya sekeliling kantin hampir semua meja sudah penuh dengan para murid. Melihat ada siswa yang sudah selesai makan, Yesung langsung gerak cepat menempatinya agar tidak keduluan orang lain dan Seungri yang melihat kekasih teman sebangkunya hanya dapat tertawa.

'Ayo…Seungri ini saatnya kau mencari info tentang Kyuhyun.' Batin Seungri yang sedang menikmati makan siangnya tapi mata terus saja melihat kearah Yesung. Alasan Seungri mengajak Yesung makan siang bareng tentu saja untuk mencari informasi mengenai Kyuhyun.

"Ye-yes…"

"Bagaimana rasanya duduk sebangku dengan Seung Hyun."

"Hah ?." Melongo Seungri yang ternyata bukan hanya dia saja yang memiliki tujuan dibalik makan siangnya. Jadi, Yesung menerima ajakannya karena ada maksud yang sama dengannya yaitu mencari informasi tentang TOP.

"Duduk dengan TOP, hem…banyak untungnya, dia sangat pintar jadi ketika aku sulit memahami pelajaran dia akan menolong ku." Jelas Seungri jujur sambil menggunyah udang gorengnya pelan. Sedangkan, Yesung yang mendengar hanya bisa meratapi nasib betapa beruntungnya Seungri bisa duduk sebangku dengan kekasihnya. Itu terdengar sweet.

Seandainya Yesung duduk sebangku dengan TOP dikelas. Pasti tiap hari Yesung akan berbunga – bunga, dimana saat Yesung tidak mengerti maka TOP akan mengajari Yesung, lalu tangan mereka berdua tidak sengaja bersentuhan saat menulis, dan TOP yang tidak tahan melihat wajah merona Yesung perlahan mulai mendekati wajahnya, lalu tidak lama Yesung bisa merasakan hembusan nafas TOP yang menerpa wajahnya hingga bibir tebal TOP menyentuh…..

"Yesung!." Panggil Seungri dengan keras hingga Yesung yang sedang mengkhayal mesum kepada TOP menjadi tersadar.

"Anu…Yesung, ku dengar kau dan Kyuhyun sudah berteman sejak SD. Ba-bagaimana dia ketika itu ?." Tanya Seungri sangat lirih bahkan Yesung yang ada di hadapannya hampir tidak jelas mendengarnya.

"Kyuhyun ? heem…dia suka menolongku dari anak – anak nakal, dia juga selalu menjagaku…Kyunnie sangat berarti untuk ku, hehehe." Gyuut…menyesal Seungri bertanya pada Yesung, bukannya sebuah informasi yang ia dapat, malah rasa cemburu yang ia dapatkan saat mendengar cerita Yesung. Sepertinya Yesung salah menangkap arti maksud pertanyaannya.

'Sudahlah, lebih baik memang aku tanya Seung Hyun.' Batin Seungri yang menyerah untuk tidak bertanya lagi. Di makannya kembali makan siangnya dengan malas.

PLATAK…Tanpa di duga orang yang dibicarakan datang ke meja mereka dan duduk tepat disamping Yesung setelah memukul kepala Yesung dengan cukup keras.

"Kyunnie!." Seru Yesung yang meringgis kesakitan, sedangkan sang pelaku hanya dapat menjulurkan lidahnya bertanda bahwa Yesung pantas mendapatkan jitakan itu.

"Ah, kau disini Seungri." Sapa Kyuhyun yang menyadari kehadiran Seungri di depannya. Seungri yang gugup hanya mengganguk dan mencoba memakan nasi kotaknya dengan tenang.

"Makan siang bersama, sejak kapan kalian dekat ?." Tanya Kyuhyun sambil memakan nasi campurnya, Kyuhyun cukup terkejut melihat Yesung makan selain dengan anggota Vilcencius. Sedangkan, Seungri yang sedang di tatap Kyuhyun hanya tersenyum saja.

"Seung Hyun ada urusan dan Seungri mengajak ku makan siang bersama. Oh ya, tadi Seungri bertanya tentang mu padaku." Uhuk… Seungri tersedak saat melihat tingkah Yesung yang sangat polos dan lugu. Kenapa Yesung harus mengatakan hal itu pada orangnya. Apakah Yesung itu tidak peka akan maksud dirinya tadi bertanya.

Tuk…Kyuhyun meletakkan sikunya di meja lalu menopang dagu dan menyeringai.

"Bertanya tentangku ? benarkah ? kkkkk~…Jika kau ingin tahu banyak tentang ku, kenapa tidak bertanya langsung. Bukankah itu lebih baik dari pada bertanya pada teman ku, Seungri."

BRAAAK….Yesung terkaget saat Seungri tiba – tiba menggebrak meja mereka.

"A-aku kembali ke kelas duluan!." Seungri dengan kemampuan kaburnya, langsung berlari secepat kilat untuk pergi dari Kantin. Seungri sudah tidak sanggup menahan rasa gugup dan malunya ketika Kyuhyun iseng menggodanya.

"Hahaha, dia lucu sekali sama seperti mu Yesungie." Gumam Kyuhyun yang melanjutan makannya. Sedangkan, Yesung yang di samakan oleh Seungri hanya mempoutkan bibirnya.

.

.

[Di waktu yang bersamaan | Universitas Kyung-Hee]

.

"Tolong ajarkan aku untuk menjadi atlet Boxing seperti mu." Ucap TOP yang sekarang sedang berdiri di hadapan Kibum untuk diajarkan dan dilatih olehnya. TOP sudah tidak tahu lagi harus meminta bantuan kepada siapa, tinggal 17 hari lagi sebelum acara utama sekolah dimulai dan tinggal 15 hari lagi melawan ketua klub Boxing. Walaupun TOP sangat percaya diri untuk menang, tapi untuk mengalahkan ketua klub Boxing tidak cukup dengan percaya diri, stamina bagus dan kekuatan saja seperti yang Lee Joon katakan, jadi setidaknya TOP harus tahu dasar dan teknik dalam tinju. Dan, Kibumlah orang yang bisa menolongnya.

"Jadi, kau datang ke kampus ku disela jam makan siang hanya untuk ini." Kibum sendiri sedikit terkejut melihat TOP masuk ke dalam lingkungan universitasnya dan bersusah payah mencari dirinya. Beruntung sebelum ke sini, TOP bertanya pada Kyuhyun dimana tempat biasa Kibum sering menghabiskan waktu disela kegiatan kuliahnya dan Kyuhyun menjawab kantin, perpustakaan, kolam renang.

"Jangan meminta ku untuk membungkuk pada mu dan memohon karena itu tidak akan ku lakukan."

"Hahaha…tidak, duduklah. Kau mau minum sesuatu ? akan ku traktir." Setelah TOP menyebutkan minuman yang di inginkan, Kibum pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke sebuah mesin penjual minuman.

"Apa kau selalu sendirian ?." Tanya TOP penasaran karena sesaat sebelum dirinya menghampiri Kibum. Kibum sedang duduk sendirian di kantin sambil membaca buku.

"Tidak, biasanya aku bersama dengan teman ku. Tapi hari ini dia datang ke kampus terlambat. Jadi, kau berencana mengikuti pertandingan festival sekolah nanti ?." TOP mengganguk dan meminum sprite kalengnya dengan pelan namun terlihat sangat err…dimata mahasiswa dan mahasiswi yang sedang makan siang di kantin kampus.

"Tapi aku harus melawan ketua klub Boxing, dia tidak akan mendaftarkan ku jika aku tidak menang melawannya. Kenapa kau memilih ketua klub seperti itu."

"Lee Joon selalu disiplin dan tidak sembarang dalam bertindak. Karena, itulah aku menitipkan klub padanya. Lagipula mengalahkan Lee Joon sangat mudah jika kau mengerti teknik tinju." Kibum tidak kalah dalam membalas perkataan TOP agar ia terdiam dan tidak melawan.

"Kalau begitu ajarkan aku secepatnya"

"Panggil aku Hyung, maka akan ku ajarkan dirimu." Kibum tersenyum misterius pada TOP, menyuruh TOP memanggil dirinya 'Hyung' adalah awal permulaan untuk mengajarkan TOP menurunkan gengsinya.

"Hyung, mohon bantuannya." Ucap TOP sangat pelan dan halus.

"Apa ? aku tidak dengar ?." Seru Kibum untuk TOP menggulangi perkataannya sekali lagi. Namun, sikap gengsi TOP yang tinggi membuat TOP hanya bisa menatap tajam Kibum. Diliriknya arloji di pergelengan tangannya dan Kibum mulai membereskan buku – buku yang ada di meja lalu beranjak pergi melangkah keluar Kantin.

'Sialan.' Batin TOP sesaat tadi dengan jelas dapat melihat smirk meremehkan andalan Kibum keluar, sebelum dirinya beranjak dari duduknya.

"HYUNG, MOHON BANTUANNYA." Akhirnya TOP berteriak dengan lantang dan Kibum hanya terkekeh. Sejujurnya Kibum tidak akan menolak permohonan TOP untuk mengajarinya olahraga tinju, malah Kibum sangat senang jika TOP bisa meneruskan kesukaannya itu.

"Tempat dan jam latihan akan ku kirim lewat Kakao mu." Seru Kibum tanpa menoleh kearah TOP. Keputusan TOP untuk menjadikan Kibum sebagai pelatihnya adalah hal yang tepat karena Kibum merupakan atlit Boxing berbakat dan Pro.

.

.

"Jadi, seperti tahun kemarin klub Karate akan mengirim Kyuhyun, lalu Taekwondo adalah Siwon." Seru kepala sekolah saat membaca selembar kertas yang sudah FIX akan mengikut sertakan murid – murid yang akan bertanding dengan musuh sekolahnya.

"Aku berharap, klub Boxing, Kendo, Aikido akan mengirim wakil mereka seperti…ah, kalian tahulah siapa mereka." Seluruh guru di ruang rapat menjadi ikut bersedih ketika melihat wajah kepala sekolah mereka tidak bersemangat.

TOK… TOK…

"Kepala sekolah ketua klub Boxing ingin menyerahkan berkas formulir peserta."

"Suruh saja dia masuk." Setelah mengatakan hal tersebut, Lee Joon sang ketua klub Boxing masuk ke ruang rapat yang tentu saja langsung disambut hangat oleh beberapa guru. Besar harapan mereka kepada Lee Joon untuk memenangkan pertandingan antar sekolah ini.

Lee Joon menyerahkan selembar berkas kepada Kepala Sekolah dan kepala sekolah sangat terkejut saat melihat nama peserta yang tertera disana.

"Kau memilih Choi Seung Hyun sebagai perwakilan klub Boxing ? Ke-kenapa ? ku kira kau akan mencalonkan dirimu sendiri."

"Awalnya memang seperti itu, tapi ada seorang Sunbae yang mengatakan kepada saya untuk menuliskan nama Choi Seung Hyun, sejujurnya saya tidak tahu alasannya kenapa. Tapi, saya percaya pada pilihannya."

"Kim Kibum, apa bocah itu yang menyuruh mu?." Lee Joon pun tersenyum dan mengganguk.

"Jika bocah itu yang mengatakannya, apa boleh buat." Kepala Sekolah juga tidak memiliki alasan untuk menolak. Jika Kim Kibum yang merekomendasikan TOP untuk ikut serta, pasti Kibum memiliki alasan tersendiri yang kuat.

"Jadi, kita memiliki Kyuhyun, Siwon dan Seung Hyun…itu sudah cu-."

BRAAAK…Pintu kepala Sekolah berhasil di tendang hingga pintu berwarna coklat tua itu terbuka dengan lebar.

"Hei, kakek tua….kau melupakan aku."

"Kim Woobin!." Geram Sooman yang melihat cara berkunjung Woobin yang agak liar. Selalu seperti itu jika ia masuk kedalam ruangannya. Walaupun Sooman adalah kakeknya yang menjabat sebagai kepala sekolah juga tapi bukan berarti Woobin bisa seenaknya seperti ini.

"Kau memang murid sekolah ini ?."

"YAK! Kakek tua! aku masih ketua klub Aikido! Aku mencalonkan diriku sendiri!." Inilah sifat Woobin asli, penuh dengan kekonyolan. Disela kakek dan cucu yang sedang bertengkar ini, tidak jauh dari mereka berdua terlihat para guru membentuk sebuah lingkaran kecil dimana mereka semua berkumpul untuk bergosip.

"Jadi, sekolah Kyung-Hee memiliki perwakilan Siwon di Taekwondo, Kyuhyun di Karate, Woobin di Aikido dan Seung Hyun di Boxing sebagai pengganti Kibum. "

"Vilcencius is back."

"Sepertinya ada yang kurang…."

"Kendo ? "

"Kim Yesuuuuung!."

.

.

Sangat disayangkan, orang yang mereka bicarakan sedang sibuk berlatih bernyanyi di klub musik saat ini. karena, sang kekasih entah sibuk apa Yesung tidak tahu, akhirnya Yesung menghabiskan waktu untuk bernyanyi di dalam ruangan khusus kedap suara dari luar setelah selesai makan siang.

For me, when you're not here.

I really feel lonely.

When you're sick, I can't sleep.

I worry about you.

There is only one of you in this world my friend.

You're my joy and my soul.

I swear to GOD, I love you

My Friend.

(SNSD – Best Friend)

Sepertinya, Vilcencius memang ditakdirkan untuk bersahabat selamanya. Karena selepas Yesung mengeluarkan isi hatinya dengan bernyanyi, secara bersama diwaktu yang sama dan dilain tempat Kyuhyun, Siwon, Kibum dan Woobin memandang ke arah langit. Dimanapun mereka berada, mereka tetap akan menatap langit yang sama. Begitu juga persahabatan mereka, dimana pun mereka berada hati mereka akan tetap saling terikat.

Apakah Vilcencius akan benar - benar kembali setelah Festival selesai ?

Dan, Berhasilkan mereka membuat sekolahnya menang?

Kisah asmara TopSung akan terus berlanjut disela menggembalikan persahabatan indah ini.

.

.

TBC

.


Author note:

Yosh! Chapter 5 update^^

Chapter 5 ini lebih panjang loh dari chapter sebelumnya _ aku sih yang buat ngerasa panjang karena ada 14.500 word lebih, hahahha. Tapi kalau bagi pembaca mah kurang kek ya :V secara saya juga reader LOL

Karena banyak yang minta Kyu jangan sama Hyuna, akhirnya aku sandingin Kyu dengan Seungri (maknae line) Untuk Siwon udah ada kan clue ya dia bakal sama siapa :^)

Woobin juga udah ketahuan dia bakal sama Jong suk. Lalu gimana sama Kibum? nah ini yang masih jadi rahasia... ^-^)v

Kali ini publishnya benar – benar telat pake bangetnya,

Maafnya aku udah sibuk kerja sekarang jadi biasanya paling lama update 1 bulan, ini malah ampe 2 atau 3 bahkan ada yang 4 bulan baru bisa update -..-" maklumin aja ya :"v


Terima kasih kepada :

Ismaneli | Wijayanti628 | Yeni926 | Ajib4ff | Hana | Cloud | Kim Rose | Jung Naera | Jenny | Angel Sparkyu | Eun 810 | D3raelf | Vipbigbang74 | Choi Yewon II | Higurashy SparkClouds | Rosita818 | Hlyeyenpls | Suka Yesung uke | Kyutiesung | Zysha | Jy | Aura Kim | Rikarika | Dewinyongakang | Dian417 | Crownita | Hermonie Kim | ELFturtlefish | Cloudsammy | Aulchaniz | Tiara Henry | Yesung ukeku | Leethakim | Olla | Yewikyu Clouds | Mingyoukes | Inayokito | Aichan | Park hana | Guest

Sekali lagi aku hanya bisa mengatakan, terima kasih banyak atas Review kalian^^

Pasti capenya baca FF ku yang panjang ini, hehehe…terima kasih telah meluangkan banyak waktu untuk membaca FF ya dan juga meluangkan sedikit waktunya untuk memberikan komentar yang positif mengenai FF saya, senang sekali membaca ya :D

Oke… segitu aja, sekian...^^


See You Next Story.

Sehat selalu untuk reader^^

Author

-Kimmie-

Jangan lupa kritik, saran dan komentarnya.