Tittle : First Love
Author : Kim Kyusung (Kimmie)
Genre: Romance, Comfort, Humor, Action.
Pairing : T-Sung (TOP & Yesung).
Cast : Super Junior, Big Bang, 2NE1, Hyuna – 4minutes, Kim Woobin.
Disclaimer: Mereka milik Tuhan, Orang tua dan Fansnya Dan cerita ini milik saya.
Rating: T/17+.
Warning:
- YAOI (Boy X Boy)
- Yesung UKE! Crack Pair! *Don't like pairing, don't read.
- Konten berisi adegan dewasa, kekerasan dll.
First Love
KimKyusung (kimmie)
©2016
Please don't copy paste without permission.
Summary
Cinta pertama selalu memiliki arti tersendiri bagi kehidupan masing – masing orang. Tapi, dalam kehidupan Choi Seung Hyun Cinta pertama itu MENYEBALKAN. "Aku tidak suka orang gemuk." Hanya lima kata itu sudah membuat TOP membenci Yesung. "Aku memanggil mu Yesung, karena itu terdengar manis." Ucap Kibum, Cinta pertama Yesung. Inilah kisah cinta segi tiga yang mengatasnamakan Cinta pertama.
.
.
Diruangan khusus klub paduan suara kini terdengar kombinasi antara suara, lirik lagu dan dentingan piano yang mengalun harmonis menjadi satu menyeruak ke seluruh ruangan. Tidak banyak orang yang tahu bahwa salah satu anggota Vilcencius yang terkenal memiliki kemampuan diatas rata – rata dalam hal seni bela diri ternyata memiliki suara indah selain mengayunkan pedang kayu miliknya.
For me, when you're not here.
I really feel lonely.
When you're sick, I can't sleep.
I worry about you.
There is only one of you in this world my friend.
You're my joy and my soul.
I swear to GOD, I love you
My Friend.
(SNSD – Best Friend)
"Rupanya kau ada disini."
TIING…..Jemari yang sudah terbiasa menekan – nekan tuns piano kini terhenti, lalu mata yang semula terpejam untuk menjiwai lagu perlahan terbuka, sang pemilik iris mata berwarna coklat muda kini memandangi sesosok pria yang sepertinya sejak tadi berdiri diambang pintu.
"Apa kau sedang merindukan mereka ?." Tanya pemuda tampan yang masih saja setia berdiri diambang pintu seakan dirinya tidak ada niat untuk beranjak dari sana sejengkal pun.
Tiing…
Tiinng…Sambil menekan tuns – tuns piano secara asal dan acak, Yesung tersenyum manis lalu perlahan beranjak dari duduknya dan mulai berjalan mendekati sosok pemuda yang Yesung yakini tidak mau masuk ke dalam ruang musik walau hanya lima menit saja.
Greeeb…
"Aku sangat merindukan mereka, tapi aku lebih merindukan mu." Dengan suara lirihnya, Yesung menenggelamkan wajahnya di dada bidang pria tampan yang saat ini sedang ia peluk dengan erat. Aroma parfum Dior Homme yang terkenal akan kemaskulinan seorang pria menyeruak keluar, lalu ditambah dengan dua lengan kekar yang merengkuh tubuh mungilnya. Sungguh itu membuat Yesung benar – benar nyaman bagaikan di surga.
"Puuft…Hahahahaha." Akhirnya tawa pemuda tampan yang sejak tadi ditahan meledak, Yesung yang semula sibuk memeluk kini mendongakkan kepalanya.
"YAK! Apa yang lucu!." Sambil tangan masih memeluk pria tegap didepannya, Yesung menggembungkan kedua pipinya menandakan bahwa dirinya kesal ditertawakan.
"Kau yang lucu, hahah…apa tadi itu sebuah gombalan untuk ku ?."
"Kau menyebalkan Seung Hyun!." Dengan wajah khas cemberutnya, Yesung mendorong tubuh besar TOP lalu berjalan melewati kekasihnya begitu saja sambil mengumpat tidak jelas. Sedangkan TOP melihat Yesung mendumel tidak jelas hanya bisa tertawa geli. Sejujurnya TOP tertawa karena ini pertama kali bagi telinganya mendengar kalimat gombalan atau rayuan seperti itu dari bibir Yesung.
TAP….
TAP…TAP….Dengan sengaja TOP mengikuti Yesung dari belakang sambil memasukkan kedua tangannya ke masing – masing saku celana. Selain hobby mencintai Yesung, TOP juga memiliki hobby akan selalu mengikuti kekasihnya kemana pun ia pergi. Langkah demi langkah TOP ikuti, kanan – kiri TOP menyamakan langkahnya pada sang kekasih.
"Jangan ikuti aku!." Yesung mulai salah tingkah dan grogi sekarang akibat TOP yang terus saja mengikuti dirinya dilorong sekolah. Perasaan malu sekaligus senang karena diikuti oleh sang kekasih membuat Yesung diam – diam tersenyum tanpa TOP tahu.
"Siapa yang mengikuti mu, kita kan sekelas."
"Aish…Menyebalkan." Decis Yesung yang tidak bisa membalas perkataan TOP.
Lama TOP memperhatikan Yesung dari belakang dan gerak – gerik Yesung pun semakin tidak jelas untuk menyembunyikan saltingnya, sepertinya TOP harus melakukan sesuatu untuk membuat Yesung tidak marah dengannya lagi, walaupun TOP sudah tahu Yesung tidak akan pernah bisa marah padanya.
Tuing….TOP mulai menggoda Yesung dengan mencolek pinggang kanannya dan sontak saja tubuh Yesung yang tidak tahan geli menjadi goyang ke kiri.
"Kkkkkkk~." TOP terkekeh pelan karena tidak kuat melihat reaksi Yesung yang sangat lucu. Namun, sang empu tetap diam tidak bergeming seakan – akan TOP tidak ada disana.
Tuiing….sekali lagi TOP mengoda Yesung, dimana pinggang kiri Yesung sekarang menjadi korban colekannya. Terus seperti itu, TOP mencolek kedua pinggang Yesung bergantian kanan – kiri hingga sang empu bergoyang tidak jelas.
"SEUNG HYUUN, hahahaha hentikan! hahaha." Tawa Yesung yang sudah tidak bisa menahan bibirnya untuk mengeluarkan tawa. Sambil memeluk perutnya sekaligus menutupi kedua pinggangnya dengan tangan, Yesung masih saja tertawa bahkan wajahnya kini sudah memerah akibat kebanyakan tertawa.
"Aku sangat menyukai mu Yesung." Dheg…Yesung berhenti tertawa dan menatap pria yang kini sudah menjadi dunianya sekarang. Atmosfer suasana diantara mereka berdua pun menjadi sedikit berubah seperti suasana musim semi, TOP memandangi Yesung dengan tatapan teduhnya dan tersenyum manis mempesona khas seorang Choi Seung Hyun.
Kruyuuk~
Untuk masalah perut lapar memang tidak bisa diduga dan tidak kenal tempat atau pun waktu. Contohnya sekarang, disaat TOP sudah terlihat penuh pesona dan keren dimata Yesung. Cacing – cacing didalam perutnya tidak bisa diajak kerja sama. Salahkan dirinya yang membolos waktu makan siang untuk bertemu dengan Kibum di gedung Universitas.
"Uhuk…" Yesung sengaja batuk untuk mencairkan suasana yang sedikit akwakward bagi Yesung dan memalukan bagi TOP.
"Masih ada sisa waktu 15 menit makan siang. Jika kau mau, aku bisa menemani mu makan dikantin." Tawar Yesung yang sedikit menahan bibirnya agar tidak tertawa, sedangkan TOP terlihat sedang sibuk memalingkan wajahnya karena malu. Bagaimana bisa ia terlihat sangat bodoh didepan Yesung, ini sudah kedua kalinya Yesung mendengar suara perut TOP yang lapar.
Greeb…Yesung memeluk lengan TOP dan mengusapnya pelan.
"Kenapa kau harus malu dengan suara perut mu yang lapar. Itu kan wajar jika kau belum makan."
"Ugh."Melihat tingkah manja menggemaskan Yesung saat ini,TOP berani bersumpah jika saja perutnya sedang tidak lapar, ingin rasanya TOP membawa Yesung ke tempat sepi untuk menerkamnya sekarang juga.
"Haaaaaah…" Tanpa sadar TOP membuang nafasnya berat sambil memijit keningnya seperti orang pusing.
"Jangan pingsan dulu Seung Hyun, Kajja…kita ke kantin." Dengan wajah panik, Yesung melangkah terburu – buru dan bahkan TOP hampir tersandung akibat tarikan Yesung membawanya ke kantin untuk segera makan.
'Aku tidak akan pingsan, baby. Aku sedang menahan diri agar tidak memakan mu.' Batin TOP disela perut lapar dan juga nafsunya. Jujur saja antara lapar dan nafsu sepertinya lebih berat nafsu. Tapi, kelangsungan perut juga tidak kalah penting untuk TOP. Karena, jika TOP tidak makan, maka di jam pelajaran berikutnya suara perut lapar miliknya akan semakin besar dan itu akan berbahaya untuk karir TOP di sekolah sebagai murid tampan dan populer.
First Love
Chapter 6
Happy Reading^^
.
.
TUK...Dengan perlahan seorang kepala pelayan meletakkan secangkir kopi hitam tanpa gula dimeja kerja majikannya. Sudah 40 tahun lebih dirinya mengabdi untuk melayani semua kebutuhan keluarga KIM. Bahkan pria yang saat ini genap berusia 64 tahun, sudah menjadi sosok ayah ke dua bagi tuan muda di kediaman tempat dirinya bekerja.
"Kenapa hari ini rumah tenang sekali ?." Seru Minho yang saat ini sedang beristrirahat sejenak dari penatnya menganalisa dokumen yang baru saja ia baca. Sambil meminum kopinya, Minho memutar kursi kerjanya lalu menatap kepala pelayan yang selalu menemani dirinya di rumah.
"…." Melihat kepala pelayan kepercayannya tidak mengeluarkan suara, Minho sedikit menajamkan matanya. Biasanya, jika Minho mengajak mengobrol seperti ini. Paman Yeoksoo akan selalu menjawab apapun pertanyaan dari Minho tanpa ada rahasia sedikit pun.
"Apa terjadi sesuatu yang tidak beres disini ?." Mendengar nada Minho sedikit serius, sontak saja Paman Yeoksoo langsung menyanggah dengan cepat.
"Tidak tuan, rumah terasa sepi karena hari ini tuan muda Woobin menghabiskan waktunya di Dojo." Uhuk…Minho memuncratkan kopi yang baru saja ia sruput saat mendengar ucapan paman Yeoksoo.
"Do-dojo ? dia sekarang ada di Dojo ?!." Kaget, tidak percaya, senang sekaligus heran. Itulah ekspressi wajah Minho saat ini. Bahkan dirinya tidak sadar bahwa kemeja biru mudanya terkena tumpahan kopi.
"Tuan, pakaian anda."
"Tidak usah paman. Kembalilah bekerja, aku tidak apa – apa." Cegah Minho tersenyum ramah pada paman Yeoksoo yang semula ingin memberikan sebuah handuk untuk dipakai membersihkan kemejanya.
"Suruh Bibi Lee siapkan air panas dan pakaian kerja ku." Mendengar perintah dari majikannya, dengan sigap dan cepat Paman Yeoksoo menjalankan perintahnya. Setelah kepergian paman Yeoksoo, Minho meletakkan cangkir kopinya di meja dan mengambil ponsel layar sentuhnya.
"Hallo ayah, aku ingin bertanya apa terjadi sesuatu pada Woobin di sekolah ?."
"…."
"Dia ikut festival olahraga itu ?! Ayah sedang tidak bercanda padaku kan ?."
"….."
"Pantas saja dia kembali ke tempat itu lagi."
"….."
"Aku juga berharap begitu Ayah, aku ingin melihat anak ku kembali menjadi Woobin yang dulu."
Sambil menelfon sang ayah, Minho sejenak melirik figuran foto yang letaknya tidak jauh berada di meja kerja. Perlahan diangkatnya bingkai foto kayu berukiran klasik tersebut, dalam figuran itu terdapat sosok Woobin saat berusia 15 tahun sedang memegang piala dan mendali emas, lalu disamping sisi kirinya juga berdiri sosok mendiang istrinya yang sedang tersenyum bangga atas kemenangan Woobin dikejuaran internasional dua tahun lalu.
"Baik ayah, aku akan datang untuk melihatnya. Jaga kesehatan mu Ayah, jangan terlalu keras pada murid di Sekolah, ingat penyakit jantung mu. Arraso." Sambungan telefon pun terputus dan kini hanya ada dirinya di dalam ruang kerja besarnya. Hening, kosong dan hampa itu yang Minho rasakan sekarang.
"Kali ini aku yang akan menggantikan mu melihat kemenangan Woobin, Suzy-ah." Lirih Minho terfokus pada sosok mendiang istrinya. Walaupun dirinya dulu menikah atas dasar desakan keluarga, namun tidak bisa di pungkiri bahwa ada sedikit rasa cinta dihatinya untuk sang istri.
.
.
[Dojo di kediaman keluarga KIM]
.
"Woobin, apa kau serius dengan ucapan mu itu ?." Tanya pemuda manis diluar sisi lingkaran garis berwarna merah. Sambil memegang sebotol air mineral dan handuk kecil berwarna putih, pria manis bernama Jongsuk dengan setia berdiri dan menunggu.
BUUGHHH…
"Tentu saja." Jawab Woobin setelah berhasil menjatuhkan satu dari sekian puluh anak buahnya sebagai lawan tanding main dalam latihan Aikido hari ini. Sudah banyak keringat yang keluar dari tubuh Woobin sekarang, mengingat sudah lama Woobin tidak melakukan sparing seperti ini membuat dirinya harus membiasakan otot – ototnya kembali lentur agar gelar juara bisa ia raih di festival sekolah nanti.
"Kau pasti melakukan itu untuk Yesung kan ?." Dengan wajah penuh curiga, Jongsuk menunjukkan kecemburuannya kali ini secara terang – terangan kepada pria yang sudah lama ia sukai dan bukan Woobin namanya jika tidak bisa peka terhadap suatu hal.
CTAAK…Sekali lagi Woobin menunjukkan kekuasaannya, dengan sekali jentikan tangan semua anak buah Woobin yang sudah tergeletak akibat menjadi bahan latihannya sesegera mungkin bangun dan keluar dari Dojo – tempat latihan.
"Kemarilah, kita Sparing." Ucap Woobin menantang sambil menggeratkan sabuk Obi hitamnya yang menandakan bahwa Woobin ingin Jongsuk menjadi lawannya kali ini.
"Jika aku bisa menjatuhkan mu, maukah kau menjawab pertanyaan ku tadi dengan jujur ?." Dahi Woobin menggerut, apa Woobin tidak salah dengar tadi bahwa Jongsuk bisa menjatuhkan dirinya ? baiklah, itu sebuah lelucon yang lucu bagi Woobin. Tidak mau mengambil pusing, akhirnya Woobin menyetujui permintaan Jongsuk dengan sebuah anggukan.
"Selama ini aku selalu mengalah padamu, tapi kali ini tidak akan." Jongsuk memberikan smirk disela melepaskan dasi sekolahnya perlahan.
"Sepertinya aku akan melihat wujud asli Lee Jongsuk lagi, I'm So lucky." Goda Woobin yang juga tidak kalah seramnya mengeluarkan smirk untuk membalas Jongsuk. Inilah yang Jongsuk sukai dari Woobin, pemuda bermata elang ini selalu menggunakann cara yang err…berbeda dari pria lain untuk berbicara serius.
.
.
"Kau tahu kan Café Mobit sedang dalam tahap renovasi dan aku bosan dirumah. Jebal, kita kencan sebentar saja…please~." Sambil mengeluarkan jurus andalan turtle eye, Kim Yesung yang sedang berusaha meluluhkan hati sang pujangga cintanya yang ingin pulang dari sekolah dengan terburu – buru mencegatnya.
"Seung Hyun~….Jebalyoo…." Sekali lagi Yesung melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya yaitu merayu, bukan tanpa alasan Yesung seperti ini kepada sang kekasih. Pasalnya, sudah tujuh hari ini TOP tidak ada waktu untuk Yesung, bahkan untuk sekedar mengobrol berdua didalam kelas pun terasa sulit. Entah kenapa selama beberapa hari ini di dalam kelas, Yesung sering sekali melihat TOP menguap ngantuk dan saat jam istrirahat TOP lebih memilih tidur dari pada ke Kantin bersama dengannya.
"Mianhae, aku tidak bisa Yesung." Lagi – lagi TOP menolak dirinya, sebenarnya ada apa dengan sang kekasih, kesalahan apa yang sudah ia perbuat. Semakin Yesung berpikir positif tentang TOP, lama kelamaan pikiran itu berubah menjadi negatif karena sikap TOP dimata Yesung seperti sedang menjauhi dirinya.
"Pergilah, aku tidak peduli padamu!."
"Heeh." Dahi TOP sedikit menyerngit mendengar ucapan Yesung. Namun, sedetik kemudian TOP terkekeh saat melihat bibir Yesung mulai mengumpat tidak jelas.
Sreeet….
Sreeet…TOP mengacak – acak rambut Yesung dengan gemas, hingga sang empu hanya bisa memeganggi tangan TOP yang ada di atas kepalanya agar berhenti melakukan perbuatan yang dapat merusak tatanan rambut yang sudah susah payah ia buat.
"Nanti malam aku akan menelfon mu."
"Janji ?."
"Aku berjanji. Dan, Jangan berpikir macam – macam tentang ku, karena aku hanya mencintai mu saja." Blush….Baru saja beberapa menit lalu Yesung marah, kini wajahhnya sudah dibuat bersemu kembali oleh kalimat – kalimat yang dilontarkan TOP.
"Aish…ada Tomat disini." Goda TOP sambil mencubit pipi kanan Yesung.
"Jangan menggebut, OK." Nasehat Yesung setelah TOP memakai helm, dengan telaten bagaikan seorang istri, Yesung merapatkan jaket kulit TOP hingga membuat seluruh murid yang sejak tadi melihat pasangan ini hanya menatap iri, bagaimana bisa mereka berdua melakukan hal itu di depan umum tanpa rasa canggung dan malu. Oh benar, istilah – dunia bagaikan milik berdua – sedang berlaku untuk TOP dan Yesung saat ini.
Brrrmmmm….Melihat TOP sudah keluar dari sekolah, kini Yesung menghela nafasnya. Sekarang apa yang harus ia lakukan selama café – tempat ia bekerja diperbaiki ? sejujurnya, Yesung memiliki pengetahuan minim akan tempat – tempat anak gaul atau seru untuk pria seusianya main saat jam pulang sekolah.
Greeb… Tepat dari arah samping, sebuah tangan sudah melingkar dan memeluk lengan Yesung dengan erat.
"Gagal lagi eoh."
"Hyuna-yaa~…" Merasa namanya dipanggil, Hyuna hanya bisa terkekeh dan menyandarkan kepalanya tepat dibahu sang kakak tercinta.
"Oppa, bagaimana kalau kita beli sesuatu untuk dimakan dirumah ?." Ajak Hyuna yang mengingat sudah lama sekali dirinya dan sang kakak tidak jajan sehabis pulang sekolah.
"Ide bagus, ayo kita beli ice cream double choco and mint."
"Yeey…Donat, jelly bean dan gula – gula jangan lupa."
"Baiklah, Kajja…"
Brrmm….
Brrmm…Baru saja KIM bersaudara berjalan menelurusi trotoar, dua motor sport berwarna putih dan hitam berhenti tepat disisi pinggir jalan raya. Tanpa membuka helm mereka, Yesung dan Hyuna sudah tahu siapa penggendara motor tersebut.
"Kalian mau kemana ?." Tanya penggendara motor sport berwarna putih, Cho Kyuhyun.
"Oppa, kebetulan sekali. Kami mau pergi ke daerah Soondae, antar kami ne." Dengan gaya santai dan akrab, Hyuna langsung naik ke motor Kyuhyun dan duduk tepat dibelakang motornya begitu saja. Yesung yang melihat sikap adik manisnya hanya bisa melonggo tidak percaya, sejak kapan Iblis kecil itu berani memerintah Kyuhyun seperti ini. Apakah dirinya sedang bermimpi ? Yesung mencoba mencubit pipinya untuk menyakinkan diri.
'Sssh…Ini nyata.' Batin Yesung menggusap pipinya yang terasa sakit, kini diperhatikannya lagi Kyuhyun yang sedang memberikan helm kepada Hyuna, mereka berdua tertawa bersama. Mungkinkah diantara mereka berdua ada sesuatu.
"Oppa, Oppaa…YAK! Paboya." Dheg…Sadar dirinya melamun, dengan cepat Yesung menggelengkan kepalanya untuk membuyarkan pikiran tidak jelasnya. Sambil bibir mendumel tidak jelas, Yesung berjalan mendekati penggendara motor berwarna hitam, Choi Siwon.
"Ppaliwa!." Sekali lagi Hyuna berteriak tidak sabaran diatas motor Kyuhyun ketika melihat sang kakak memakai helm dengan gerakan lambat seperti seekor kura – kura. Bagaimana tidak lambat, Yesung mengalami kesulitan dalam menemukan pengait tali dibawah helmnya.
"Yaish, awas kau jika kita sudah dirumah." Ancaman Yesung pada Hyuna disela masih berusaha menemukan lubang pengait untuk tali bagian bawah helmnya, sedangkan Kyuhyun yang melihat tingkah Kim bersaudara hanya bisa tertawa terbahak – bahak.
Sreeet…Tanpa diduga Siwon menarik lengan Yesung untuk sedikit lebih mendekati dirinya agar bisa membantu memakaikan Yesung helm.
CLIK….Terdengar suara pengait tali helm sudah terpasang dengan sempurna, setelah memastikan helm motor sudah terpasang kencang dikepala Yesung. Kini, Yesung perlahan naik ke motor Siwon yang sedikit lebih tinggi dibagian belakangnya.
"Woonie, pelan – pelan sa- GYAAAAA."
Brmmmmm…..Terlambat sudah Yesung meminta permohonan agar tidak menggebut. Beruntung mereka berdua bersahabat, sehingga Yesung tidak canggung untuk memeluk Siwon erat demi keselamatan dirinya. Karena, baik Kyuhyun dan Siwon tidak akan melajukan motornya dibawah rata – rata standar normal.
Setiap jalan track lurus, Kyuhyun dan Siwon saling menggebut satu sama lain seperti sedang balapan. Hyuna terlihat bersemangat ketika Kyuhyun menarik gas motornya untuk lebih kencang bahkan menyuruh Kyuhyun mengejar Siwon, jika Siwon berhasil mendahului mereka. Sedangkan, Yesung hanya bisa menutup matanya erat, tidak berani melihat jalanan.
'Oh…Tuhan, lindungi kami.' Dan terus berdoa tentunya.
.
.
[Disebuah gudang tidak terpakai]
.
"Kau terlambat 10 menit, Push – up 100 kali."
TAP…Baru saja TOP tiba, sang pelatih sudah memberikan dirinya sebuah hukuman atas kesalahan yang tidak ia sengaja perbuat. Sekali lagi demi tujuannya, TOP hanya bisa menghela nafas untuk meredamkan emosinya. Jangan sampai ia menghajar pelatih sekaligus teman sang kekasihnya ini karena masalah sepele.
"Ayolah, tadi Yesung menahan ku." Belanya pada sosok pria yang sudah tujuh hari ini hanya duduk diam disofa membaca buku tanpa menjadi lawan tandingnya sebagai teman berlatih, padahal TOP ingin sekali memukul wajah pemuda yang menurutnya sok ganteng itu, tapi apalah daya ia hanya bisa meninju samsak tinju saja.
"Aku tidak butuh alasan, cepat lakukan dan panggil aku Hyung."
"Baiklah, Hyung." Tanpa banyak bicara, TOP melakukan apa yang diperintahkan Kim Kibum setelah melepaskan pakaian seragam sekolahnya untuk diganti kaos oblong. Sekarang yang bisa ia lakukan adalah menjadi anak penurut.
"Satu…dua…tiga…-." TOP mulai menghitung disela Push – Upnya dan Kibum kembali fokus pada bukunya namun masih tetap mengawasi.
Kibum dan Seung Hyun, disinilah mereka berdua sekarang sama seperti yang Woobin lakukan yaitu berlatih mempersiapkan diri untuk acara festival sekolah nanti. Disebuah gudang tidak terpakai yang sengaja dibeli oleh seorang teman dekat Kibum kini sudah dirubah menjadi tempat latihan khusus dengan isi berbagai alat penunjang lainnya dan jangan lupakan hal terpenting dalam tinju yaitu sebuah Ring yang terpasang ditengah ruangan.
"Kenapa kau tidak memberitahu Yesung bahwa kau ikut Festival mewakili klub Boxing." Kali ini Kibum mengajak TOP berbicara cukup lebar setelah dirinya selesai menjalankan hukuman. Butuh waktu 20 menit untuk TOP menyelesaikan 100 kali push-up yang dinilai sangat mudah.
"Jika aku beri tahu, dia akan berisik dan berteriak 'Gya…Seung Hyun kau terluka' atau 'Gyaa…hentikan, aku tidak kuat melihat kalian saling pukul' seperti itu kan." Melihat TOP sukses meniru suara dan tingkah Yesung, Kibum pun tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. Ternyata dibalik sikap manly TOP tersimpan jiwa humoris yang tinggi.
"Apa yang sedang kau tertawakan Kibummie ?." Dheg, Kibum langsung terdiam dan memiringkan kepalanya kesisi kiri untuk melihat sosok pria yang berdiri dibelakang TOP, sambil membawa paper bag berisi penuh makanan sehat, pria berhoodie putih itu menatap dirinya tajam.
"Cari tahu saja sendiri, kkkk~." Balas Kibum sambil terkekeh dan kembali membuka buku bacaannya. Sedangkan, pria bertubuh mungil dan berwajah sangat manis yang telah diacuhkan oleh Kibum hanya bisa mempoutkan bibirnya.
Brrukk…Dengan kasar kantong belanjaan diletakkan di meja depan Kibum, hingga beberapa barang yang ia beli seperti buah jeruk, pisang dan minuman kaleng tergelincir keluar.
"Jiyong, apa yang kau bawa ? boleh aku min-." Sraak…Bagai kucing yang murka jika makanannya direbut,Jiyong atau biasa dipanggil GD oleh teman – temannya langsung merebut pisang dari tangan TOP lalu menutup kantong belanjaannya.
"Ini untuk K-I-B-U-M." Eja Jiyong pada nama Kibum sambil menatap tajam, berani sekali TOP mengambil sesuatu yang bukan miliknya.
"Cih…dasar pelit."
"Kau mau matinya ? aku ini calon kekasihnya Kibum."
"Haha, dengan Kibum saja aku tidak takut apalagi dengan mu."
"Baiklah, ayo buktikan."
"Siapa takut."
PUK…Dengan sengaja Kibum menutup buku tebalnya dengan keras hingga TOP dan GD yang sedang adu argument langsung menatap dirinya. Perlahan buku fiksi miliknya diletakkan di meja lalu beranjak bangun dan melepaskan jaket Adidasnya hingga tubuh six pack Kibum yang terbentuk sempurna itu kini terpampang jelas.
"Ayo naik dan lawan aku." Ajak Kibum yang lebih dulu berjalan ke Ring tinju disela kegiatannya memakai sarung tinju warna merah. Sedangkan, TOP masih berdiri di tempat sambil menatap bingung. Bukankah tadi yang mengajak berkelahi adalah GD kenapa jadi Kibum yang maju.
"Kau akan menjadi Sparing partner ku ?." Kibum yang sudah berada di arena Ring tinju mengganguk dan tersenyum misterius. Sedangkan, TOP yang masih belum mengerti maksud Kibum akhirnya ikut masuk ke dalam arena lengkap dengan sarung tinjunya.
"Jangan ragu untuk memukul diriku, TOP."
"Haha, tentu saja."
Setelah saling memberi salam hormat, TOP dan Kibum mengambil posisi siap bagaikan seorang peninju profesional. Tanpa basa – basi dan tidak ingin membuang waktunya, TOP langsung menyerang Kibum dimana rahang bagian bawah adalah target sasaran. Namun, Kibum bisa membaca gerakan TOP yang di nilai masih lambat.
Sreeet…Kibum menghindar dengan memundurkan langkah kakinya. Dan, TOP hanya bisa mengumpat kesal karena tidak berhasil mengenai Kibum.
"Kendalikan emosi mu." Ucap Kibum memberi nasehat dan tanpa TOP duga Kibum langsung menyerang dirinya secara brutal.
BUUGHH…
BAAGH…BUUGH…Kibum memberikan tinjunya tanpa henti dan TOP tentu saja membuat suatu pertahanan dengan menyatukan kedua lengannya agar pukulan Kibum tidak ada yang mengenai wajah. Selama 10 menit Kibum terus menyerang dirinya tanpa henti.
"Jika kau terus menahan serangan ku, kau akan kehabisan tenaga dan kalah." Seru Kibum memberikan evaluasi pada TOP, walaupun Kibum sedang menyerang dengan serius namun tetap memberikan arahan pada pria arrogant ini.
Sreeet….
BRUKK…Sial bagi TOP, sudah menemukan celah untuk menyerang Kibum. Tapi, ia lebih dulu kena pukul hingga kepalanya berkunang – kunang. Apa yang salah dengan dirinya, padahal sudah 7 hari TOP melakukan pelatihan pada Kibum, tapi sampai sekarang dia tidak bisa mengenai Kibum seujung rambut pun.
"Apakah kau sedang kesal karena tidak bisa mengenai ku, TOP ?." Dheg…TOP terkejut melihat smirk Kibum yang belum pernah ia lihat sebelumnya, jadi Kibum benar – benar serius dan sengaja menyerangnya tadi. Sambil membuang ludahnya ke sembarangan tempat, TOP bangun dan memposisikan dirinya kembali untuk menyerang Kibum.
TAP…
TAP…TAP…Bosan melihat pertarungan TOP dan Kibum yang berat sebelah, GD mulai beranjak dari duduknya dan mendekati Ring tinju hingga membuat dua pria yang tadinya sedang saling pukul terpaksa menghentikan aksinya karena GD masuk ke dalam arena.
"Bisa pinjam sarung tinju mu sebentar ?." TOP menganggukan kepalanya dan langsung melempar sarung tinju tersebut kearah GD setelah melepaskannya. Sedangkan, Kibum yang melihat GD masuk kedalam arena dan ikut campur hanya tersenyum saja.
"Jika kau ingin mengenai Kibum. Perhatikan baik – baik diriku." Smirk ambigu GD kali ini.
"Ready or not, I'm coming Kibummie." Teriak GD yang langsung berlari menyerang Kibum. Sedangkan TOP yang berada di pinggir Ring hanya bisa menatap tidak percaya, gerakan GD dan Kibum sangat cepat. Dengan tubuh mungilnya, GD bergerak sangat lincah begitu juga Kibum, mereka berdua bisa membaca gerakan lawan dengan baik.
Buughh...Lantai arena tinju bergetar ketika satu lawan berhasil jatuh.
"Serang dirinya tanpa ada keraguan, bertubi – tubi dan konsisten. Kepala – perut – kepala – perut seperti itu, hingga tiba saatnya Kibum akan sedikit goyah dan lakukan pukulan pendek dengan posisi tangan dan siku membentuk huruf V lalu serang perut, uluh hati atau dagu maka dia akan KO." Jelas GD yang entah kapan melepaskan sarung tinjunya, yang jelas sarung tinju yang baru saja digunakan oleh GD ada dikedua tangan TOP sekarang.
"Di-dia ? siapa dia sebenarnya ?." Tanya TOP pada Kibum dengan tatapan tidak menyangka bahwa selama ini pria yang baru saja TOP kenal selama tujuh hari yang ia anggap lemah, kekanakan dan berwajah manis seperti kekasihnya itu bisa membuat Kibum jatuh.
"Aissh…niatnya aku ingin menyelamatkan mu, malah aku yang tidak selamat." Ringgis Kibum yang merasakan pukulan GD di perutnya sangatlah luar biasa sakit. Sudah lama Kibum tidak merasakan pukulan GD, kalau tidak salah ingat sudah 3 tahun sejak mereka pertama kali bertemu dikejuaraan olahraga.
"Hah ?." Bingung TOP kali ini yang tidak mengerti maksud perkataan Kibum barusan, sambil membantu Kibum berdiri, dua pria yang masuk dalam kategori manly dan macho ini menatap GD yang sudah duduk kembali di sofa sambil minum susu.
"Apa kau tahu kepanjangan dari GD ?."
"Tidak."
"Naga sering disebut sebagai hewan legendaris di China. G-Dragon, itulah sebutannya. Dia itu jenius dan selalu berhasil mengalahkan lawannya di berbagai kejuaran nasional Korea termasuk aku."
"WHAT! Jiyong!." TOP kaget bukan main dengan kenyataan yang ada sekarang, pantas saja GD bisa menjatuhkan Kibum dengan mudah, karena GD pernah melawan Kibum dan tahu kelemahannya.
"Hei, Jiyongie kau harus tanggung jawab merawat ku sampai sembuh."
"Arra! Itulah tujuan ku memukul mu. Hahaha."
"Lihat, dia itu sangat manis jika menjadi anak penurut seperti itu." Seketika TOP langsung menatap horror Kibum dan G-dragon. UKE bertipe lemah lembut diluar namun garang jika sudah serius. Apakah Yesung seperti itu juga, mengingat Yesung dulu adalah seorang ahli pemain pedang Kendo.
"Arghh…sudahlah, cepat ajarkan aku untuk menang!." Sambil mengacak – acak rambutnya kasar, TOP kembali memfokuskan diri untuk latihan bersama Kibum. Karena, sisa waktu yang tersisa tidak lebih dari satu minggu.
.
.
[3 hari sebelum acara Festival dimulai]
.
"Shining star…like a diamond, make me love~…" Sambil mengaduk potongan kentang dan daging ayam yang dicampur sayuran berwarna hijau dan orange lalu ditambah bumbu kare yang pedas, Yesung dengan wajah penuh keceriaan bernyanyi disela memasaknya. Yesung sengaja membuat kare sebagai menu makan malamnya hari ini, karena sang adik sendirilah yang meminta dirinya untuk memasak makanan kesukaannya.
Drrtttt…..
Drrrttt…Baru saja dirinya menuangkan air putih ke dalam panci, ponsel yang berada di atas kulkas berdering dengan nyaring. Merasa akan kerepotan menjawab telepon sambil memasak, Yesung akhirnya mengecilkan api kompor dan tidak lupa menutup panci berukuran sedang tersebut untuk menunggunya mendidih hingga siap dihidangkan.
"Heng ? private number ?." Seru Yesung ketika melihat layar ponselnya tidak ada identitas sama sekali, sejenak Yesung ragu untuk mengangkatnya lalu pada panggilan kedua Yesung memutuskan menjawab panggilan nomor tidak dikenal tersebut.
"Yeboseyo…"
"…."
"Tentu saja bisa."
"…."
"Apa ? Yak Tu-tunggu."
Tuuut…Tuut…sambungan telepon terputus sepihak, Yesung yang masih memakai apron birunya dan memegang ponsel hanya bisa menatap panci yang berada dikompor secara bergantian, diliriknya jam berbentuk hello kitty yang bertengger manis di dinding. Sepertinya pergi keluar sebentar tidak akan masalah.
"Hyuna-yaa, bisakah kau menjaga panci ku sebentar." Seru Yesung setelah melepaskan apron. Hyuna yang sedang asik menonton acara komedi di TV pun menoleh dengan mulut berisi kue kering.
"Oppa mau kemana ? apa yang harus aku lakukan untuk menjaga panci mu itu ?." Tanya Hyuna polos dan lugu hingga membuat Yesung sedikit tertawa. Bagaimana bisa adiknya yang sudah masuk kategori dewasa ini bertanya seperti anak kecil.
"Kau hanya perlu mematikan kompornya ketika Kare itu sudah mendidih dan oppa ingin ke mini market karena ada sesuatu yang harus ku beli. Apa sudah jelas, eum ?." Bohong Yesung mengenai alasannya pergi keluar.
"Sangat jelas dan bolehkan aku memesan Pocky Ba-... ?."
"Pocky Banana satu dan Potato Honey Chip satu, arra." Sela Yesung yang sudah mengetahui keinginan sang adik, sedangkan Hyuna terkekeh sambil memberikan jempolnya. Yesung benar – benar kakak terbaik di dunia. Setelah memakai jaket dan mengambil dompet dikamar, Yesung dengan cepat menuju lokasi dimana sang penelfon barusan meminta dirinya bertemu.
.
.
KLING…..mendengar pintu bel pertanda tamu telah datang, pelayan yang sudah berjaga di dekat pintu secara otomatis datang menyambut sang tamu dengan sopan dan penuh keramahan.
"Selamat datang, untuk berapa orang ?."
"A-anu…aku janjian dengan seseorang untuk bertemu disini."
"Apa anda tuan Yesung ?." Mendengar namanya disebut dengan embelan kata tuan, Yesung hanya mengangguk canggung dan pelayan wanita yang berpenampilan sangat menarik serta cantik bagaikan seorang model itu menuntun Yesung untuk mengikutinya.
Gleg…Yesung menelan ludahnya kasar saat melihat makanan lezat nan mewah tersaji rapi di meja tamu yang Yesung lewati, terbesit rasa menyesal ia tidak mengajak Hyuna. Karena, Yesung sempat mengira dia akan bertemu disebuah restoran biasa. Tapi, ternyata restoran mewah bintang lima.
"Ah…Yesung kau sudah tiba, duduklah."
"Anu…Aku ti-."
"Sebentar akan ku pesankan minuman untuk mu." Percuma berbicara tapi tidak di dengarkan, akhirnya Yesung pasrah dan duduk manis di sebrang pemuda yang sedang sibuk berbicara ke pelayan wanita tadi.
"Kau tahu minuman coklat disini sangat enak, kau harus menco-…Eh apa yang kau bawa ?." Tanya pemuda tersebut saat melihat sisi samping meja Yesung terdapat plastik putih berlogo Lawson dengan isi makanan ringan dan beberapa bumbu masakan seperti kecap asin.
"Aku bilang kepada Hyuna akan pergi ke mini market, jadi aku harus membeli pesanannya agar dia tidak mengira aku berbohong. Jadi…apa yang mau kau bicarakan dengan ku Jongsuk-ah ?." Wajah yang semula ramah dan ceria, perlahan berubah menjadi sedikit sendu. Jongsuk sang penelfon yang mengajak bertemu Yesung, kini hanya bisa menundukkan kepalanya dalam – dalam.
"Sebelumnya aku ingin minta maaf padamu, aku sudah melakukan hal buruk padamu hanya karena aku…em…cemburu padamu."
"Hah ? Ce-cemburu ? apa maksud mu." Kaget Yesung dan juga gelisah mendengar pernyataan Jongsuk. Cemburu karena apa dan pada siapa ? Sungguh pernyataan ambigu Jongsuk membuat Yesung bingung. Jika Jongsuk cemburu akan kehidupannya itu tidak mungkin, karena level kekayaan Jongsuk dan dirinya sangat jauh. Lalu, jika ia cemburu pada kepintaran Yesung juga tidak mungkin, Yesung lemah dipelajaran akademik. Sedangkan Jongsuk, walaupun ia murid nakal namun kepintarannya diatas rata – rata. Jadi, bolehkan Yesung mengambil kesimpulan bahwa Jongsuk…
"Apa kau menyukai Seung Hyun ?."
"APAAA ? TIDAAAK!." Teriak Jongsuk refleks hingga Yesung harus menutupi kedua telinganya dengan tangan.
"Asal kau tahu saja, aku sudah berpacaran dengan Woobin."
"Haaa…Syukurlah. Chukkae~." Tanpa sadar Yesung menghela nafas lega dan tersenyum senang sambil memberi selamat. Jongsuk yang melihat reaksi Yesung diluar prediksi, melipat kedua tangannya didada dan menatap bingung.
"Kau tidak menyukai Woobin ?." Tanya Jongsuk menyelidik, sepertinya Jongsuk belum mengetahui perihal atas hubungan Yesung dan TOP.
"Tentu saja aku meyukai Woobin ta-." BRAAAK…Jongsuk menggebrak meja makan hingga membuat pengunjung disana dan Yesung sendiri menatap Jongsuk dengan tatapan ngeri. Yesung tahu betul, Jongsuk itu bisa melakukan apa saja yang ia inginkan. Merusak dan menghacurkan satu restoran mewah seperti ini bukanlah apa – apa untuknya.
"YAK! Kim Yesung, tadi kau mengucapkan selamat padaku dan sekarang kau bilang kau menyukai Woobin ? Aish…yang benar saja." Melihat Jongsuk emosi, Yesung langsung berdiri dan mencoba menenangkannya.
"Tu-tunggu, sepertinya kau salah paham padaku. Aku memang menyukai Woobin tapi sebagai sahabat. Sungguh, dan aku juga sudah memiliki kekasih yaitu Seung Hyun."
"Jinjjayo ?." Melihat Jongsuk tidak percaya pada ucapannya, Yesung dengan bangganya menggeluarkan ponsel miliknya dan memperlihatkan beberapa foto dirinya dan TOP ketika mereka kencan, bahkan Yesung tidak malu membiarkan Jongsuk sedikit melihat foto selca ketika TOP mencium pipinya.
"Hahaha….baguslah. Sudah seharusnya kakak – adik tidak boleh pacaran."
"Jadi kau tahu tentang hal itu ?."
"Tentu saja, bahkan aku tahu dia akan ikut festival sekolah ?."
"Dia ? Nuguya ?." Sadar dirinya sudah berbicara terlalu jauh, Jongsuk dengan cepat menggelengkan kepalanya bahwa ia tidak tahu apapun dan memilih meminum coklat panasnya tanpa menatap Yesung sama sekali.
"Sepertinya kau tahu banyak informasi, bisakah kau menceritakan apa saja yang kau ketahui padaku." Sambil memainkan cangkir yang berisi coklat panas, Yesung berbicara selembut mungkin untuk merayu Jongsuk agar dirinya mau bercerita. Namun, hasilnya tetap nihil Jongsuk masih bungkam.
"Baiklah, Jika kau tidak mau….tidak apa – apa, padahal kau sudah tahu aku dan Woobin adalah kakak – adik yang berarti secara tidak langsung aku adalah kakak ipar mu kan." Blush…Kedua pipi Jongsuk memerah, bagaimana bisa Yesung mengatakan hal itu. Bukankah mereka berdua masih kelas 2 SMA dan Yesung sudah berlagak seperti seorang kakak yang tidak akan memberikan restu pada Jongsuk. Ini benar – benar situasi yang menjebak.
"Baiklah, aku akan menceritannya." Yesung bersmirk, berhasil juga dia menaklukkan Jongsuk.
.
.
TAP….
TAP….TAP… Sambil berjalan tertatih, Yesung yang pulang dalam keadaan melamun mencoba tetap menjaga keseimbangannya ketika bahunya tidak sengaja ditabrak seseorang yang melewatinya.
"Ayah Woobin adalah ayah kandung mu, yang aku tahu orang tua Woobin dijodohkan dan sampai kematiannya pun bibi Suzy tidak memberitahukan kepada paman Minho bahwa ia memiliki satu putra lagi yaitu dirimu."
"Kenapa ? apa Bibi Suzy membenci ku karena aku anak dari wanita lain paman Minho."
"Aku kenal baik bibi Suzy, dia bukan tipe pembenci. Mungkin saja bibi tidak ingin cinta paman Minho terbagi, karena yang ku lihat selama ini paman sangat menyayangi Woobin, tapi bisa saja bibi tidak ingin Woobin memiliki saingan dalam memperebutkan harta warisan hahaha. Aku hanya bercanda…" Percakapan serius antara Jongsuk dan dirinya ketika di Café tadi terus teriang didalam benaknya. Walaupun Jongsuk mengatakan hal tersebut dengan nada bercanda, tapi Yesung menanggapi dengan serius.
"Aku tidak percaya, dia adalah appa ku…" Lirih Yesung yang mengingat sosok Minho. Yesung ingat sekali dulu ketika ia pertama kali bertemu dengan Minho dirumah Woobin, Yesung hanya bisa terpaku menatap kagum akan pria penuh kharisma itu. Senyumnya yang menawan membuat Yesung terpesona, lalu kebaikan hatinya dalam memperlakukan teman anaknya juga sangat baik.
"Appa…" Senyumnya senang ketika membayangkan bagaimana nanti Yesung memanggil pria tampan itu dengan sebutan appa.
"Woonie …jangan pernah tingalkan adik mu, arra ?."
"Jong woon…tidak peduli siapa pun dirimu, kau adalah anak ku."
Tiba – tiba kalimat terakhir mendiang Ibu dan Ayahnya saat kecelakaan beberapa tahu lalu berputar didalam benaknya. Sekarang Yesung mengerti maksud pesan terakhir orang tuanya tersebut. Pesan sang Ibu, jika Yesung sudah mengetahui kebenarannya ia tidak boleh meninggalkan sang adik. Lalu, sang ayah yang tidak peduli jika Yesung bukan anak kandungnya, ia akan tetap menganggap Yesung adalah anaknya.
"KYAAAA….Tolong!." Tiba – tiba sebuah teriakan terdengar di samping gang yang gelap gulita. Sejenak Yesung terdiam untuk melihat kondisi didalam sana, dalam gang tersebut ada dua pria beradalan sedang asik merampok seorang wanita yang jika Yesung bisa prediksi, usianya sama dengan sang adik.
Dilihatnya orang – orang yang berlalu lalang di Trotoar, Yesung heran tidak ada satu pun orang datang untuk menolong wanita itu. Yesung sangat yakin, wanita itu sudah berteriak sangat keras, terbukti Yesung langsung tersadar dari lamunannya. Tapi, kenapa mereka semua seakan memasang wajah tidak tahu dan tidak mendengar.
"Jangan ku mohon, Kyaaaa." Yesung terbelak kaget saat melihat salah satu perampok tersebut mencoba untuk memperkosanya. Ini sudah tidak bisa Yesung biarkan, bagaimana pun Yesung adalah seorang pria dan dia juga memiliki seorang adik perempuan. Jadi, tidak mungkin dia membiarkan hal ini terjadi.
Sraak…
Srraaak…Dengan cepat Yesung merogoh botol kecap asin yang ada didalam plastik belanjaanya dan melempar botol kaca berukuran besar itu tepat di kepala salah satu perampok yang sudah berhasil merobek pakaian wanita tersebut.
"LEPASKAN WANITA ITUUUU!." Teriak Yesung yang sudah menggeratkan kepalan tangannya emosi.
"Brengsek! Jangan jadi sok jagoan kau bocah ingusan!." Geram salah satu perampok yang tidak terima kepala temannya dibuat berdarah. Sedangkan, wanita yang sudah berhasil meloloskan diri dengan sigap mengambil tas miliknya yang tergeletak bebas lalu berdiri dibelakang Yesung.
"Go-gomawo." Lirih wanita itu dan langsung pergi meninggalkan Yesung di dalam sebuah gang gelap berisikan dua perampok amatir.
Gleg…Yesung menelan ludahnya kasar saat melihat perampok tersebut menyeringai, sekarang apa yang ia lakukan ? Selepas kepergian wanita tadi, di lorong gang kini hanya terdengar suara pukulan dan hantaman saja. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi disana dan siapa yang menang.
.
.
"Kenapa oppa lama sekali." Gumam Hyuna yang sejak tadi menunggu Yesung pulang. Berkali – kali Hyuna melirik jam dindingnya dan menghela nafas. Kemana perginya sang kakak, ini sudah terlalu lama untuk pergi ke mini market.
"Cepatlah pulang Yesung oppa, aku sudah sangat lapar." Kali ini Hyuna memainkan makanan yang sudah ia tata rapi di meja biasa mereka gunakan untuk makan. Sudah menjadi kebiasaan Hyuna sejak kecil makan bersama Yesung. Bagi Hyuna makan tanpa sang kakak membuat dirinya hampa.
"Pabo, aku lupa meletakkan minuman. Yesung oppa kan tidak kuat makan pedas. Jadi aku harus menaruh banyak botol air disisinya." Sadae Hyuna yang lupa meletakkan air minum untuk Yesung. Di ambilnya tiga botol air mineral dingin dari dalam kulkas dan menutup pintu kulkas tersebut dengan kaki kanannya.
PRAANG…Tanpa disengaja, bingkai salah satu foto yang ada diatas kulkas terjatuh dan buru – buru Hyuna memunggutnya. Bisa gawat jika sang kakak tahu dia memecahkan frame foto keluarga, karena sikap cerobohnya.
Dheg…Dada Hyuna berdegup kencang sekarang saat melihat frame foto yang baru saja ia ambil ternyata berisikan foto Yesung.
"Oppa…" Lirih Hyuna yang merasa cemas dan takut hal buruk terjadi pada sang kakak. Tidak bisa berdiam diri di rumah dengan perasaan campur aduk seperti ini, akhirnya Hyuna bertindak dengan mengambil ponsel yang berada di kantong celana panjangnya. Berkali – kali Hyuna mencoba menelfon Yesung tapi tidak ada satu pun panggilan yang di angkat.
"Aish, apa aku telefon TOP oppa saja ya ? akh…Jinjja, aku tidak menyimpan nomornya, Pabo!." Frustasi Hyuna yang meruntuki dirinya sendiri karena tidak memiliki nomor kekasih kakaknya. Tunggu, bukankah dirinya memiliki nomor telefon teman – teman Yesung.
"Kibum, Kyuhyun atau Siwon oppa ? siapa yang harus ku telefon ?." Disaat seperti ini pun, Hyuna mengalami dilema, bukankah siapapun yang ia telefon akan sama saja.
"Baiklah, Kyu oppa sa-."
CEKLEEEK….Baru saja Hyuna ingin menekan icon call, pintu rumahnya sudah terbuka lebar dan menampilkan sosok pria mungil yang sukses membuat dirinya khawatir sampai seperti orang gila.
"OPPAAAAAAAA!."
"MWOYA! Kau mau membunuhku eoh ?!." Omel Yesung yang langsung kaget bukan main saat masuk kedalam rumah sudah dikagetkan dengan suara cempreng Hyuna. Beruntung Yesung tidak memiliki penyakit jantung, jika ia punya sudah dipastikan dia akan kejang – kejang didepan rumahnya sendiri.
"Oh my god! apa yang terjadi pada mu oppa ? siapa yang melakukan ini pada oppa." Terkejut Hyuna saat melihat luka di kening, pipi dan sudut bibir sang kakak, sambil memegang dagu sang kakak. Hyuna menggerakkan kepala Yesung ke kanan dan ke kiri untuk mengecek luka lainnya.
"Anu Hyuna ak-."
"Luka ini pasti akan berbekas oppa, kau harus memakai obat khusus untuk menghilangkannya nanti dan juga ka-…"
"Yak! Kim Hyuna, bisakah kau berhenti mengoceh dan dengarkan aku dulu!." Kesal Yesung kali ini, sudah tahu dirinya terluka bukannya cepat di obati malah di komentari. Dan, Hyuna yang melihat aura membunuh sang kakak hanya bisa memberikan tanda 'V' dengan jarinya dan cenggiran polos khas keluarga KIM.
"HAHAHAHAHAHAHA…" Tawa menggelegar hebat dari sebuah rumah susun, bahkan ada beberapa tetangga yang sengaja keluar dari rumahnya hanya untuk memastikan apakah suara yang mereka kenal itu berasal dari pintu yang bertuliskan 'KIM bersaudara.'
"Berhenti tertawa dan cepat obati aku." Gerutu Yesung sambil memberikan kotak P3K ke pangkuan Hyuna.
"Habisnya, oppa berniat menolong seorang wanita yang dirampok tapi malah oppa yang dirampok. Hahaha, itu kan lucu sekali."
"Untung saja uang di dompet ku isinya hanya 10.000 won saja, issh…pelanlah sedikit." Ringgis Yesung saat merasakan Hyuna menekan plester dilukanya sengaja, setelah selesai mengobati luka sang kakak, Hyuna menadahkan kedua tangannya terbuka.
"Lalu dimana pesanan ku ?."
"K-I-M….H-Y-U-N-A."
"Hahaha…Arra, arra aku hanya becanda, Kajja…kita makan." Dalam diam, KIM bersaudara makan dengan tenang. Tidak seperti biasanya mereka berdua makan dalam keadaan sunyi seperti ini, biasanya mereka berdua akan makan dengan saling menghina atau bercanda satu sama lain. Tapi, sekarang Yesung terdiam seperti sedang memikirkan banyak hal.
"Hiks…" Merasa mendengar suara isakan tangis yang di tahan, Yesung akhirnya menatap kearah depan dan betapa kagetnya ia melihat sang adik makan sambil menangis.
"Hyu-Hyuna, kenapa kau menangis ?."
"Aku juga tidak tahu, hiks…yang jelas aku senang oppa pulang…hiks..." Sambil menyeka air matanya dengan kasar, Hyuna mencoba untuk berhenti menangis. Tapi, tetap saja gagal. Hyuna merasa hatinya benar – benar lega, maka dari itu ia menangis saat melihat sang kakak kembali pulang walaupun dalam keadaan babak belur akibat sifat sok pahlawannya.
"Aku takut hiks…di dunia ini hanya oppa keluarga yang ku miliki, jika oppa tidak ada…hiks apa yang akan terjadi padaku..." Yesung tersenyum miris, sekarang ia tahu alasan Hyuna menangis. Adik kecilnya itu takut kehilangan dirinya. Dan, bodohnya ia sesaat tadi berpikir akan menceritakan kepada Hyuna bahwa ia masih memiliki ayah kandung. Jika ia bercerita, pasti Hyuna akan semakin terluka dan berpikir ia akan meninggalkannya.
"Mianhae sudah membuat mu cemas, oppa disini…oppa tidak akan pernah meninggalkan mu Hyuna." Dengan lembut Yesung menepuk – nepuk ringan kepala adik manisnya. Makan malam hari ini dipenuhi oleh tangis haru dari KIM bersaudara.
.
.
[NEXT DAY | KYUNGHEE SCHOOL]
.
TOK…TOK…
TAK…TAK…Hari ini sekolah SMA Kyunghee sangat berisik dan sibuk, khususnya dikelas Fanny Seongsanim terlihat beberapa murid laki – laki mengayunkan palu ke di dinding kelas agar paku tertancap dengan kuat.
"Pasang papan itu disana." Sambil diarahkan oleh ketua kelas, papan nama bertuliskan 'HAREM CAFÉ class 2-A' diletakkan tepat didepan pintu kelas agar para murid yang lewat bisa melihat dan tentunya memudahkan murid sekolah lain menemukan lokasinya jika ingin berkunjung.
"Taemin, bagaimana kostumnya ?." Tanya ketua kelas sekali lagi untuk memastikan
"Sedang dicoba oleh...Ye….sung."
TUK….pulpen yang semula digigit oleh Taemin didalam mulut seketika jatuh saat sebuah tirai yang sengaja disediakan untuk berganti pakaian terbuka.
TAP…sambil berdiri rapi dan sejajar satu sama lain, murid wanita dan beberapa murid pria yang memiliki rupawan kategori cantik jika didandani ala perempuan membuat murid tidak percaya dan melonggo saat melihat mereka.
"KENAPA AKU HARUS PAKAI INI JUGA." Teriak Yesung murka sambil menggibaskan gaun pink soft selutut miliknya yang dipadu dengan pita besar baby blue yang menjuntai dibelakang punggungnya.
"Yesungie, kau melupakan Wig mu."
CROOOT….darah keluar dari hidung murid laki – laki saat Bora memasangkan rambut panjang palsu berwarna coklat lengkap dengan poni diatas alis kepada Yesung.
"Sesuai tema kelas kita yaitu 'Harem café' dimana target kita adalah murid laki – laki yang ingin merasakan bagaimana dikelilingi oleh perempuan cantik, maka dari itu kita hadir untuk memberikan mereka kesempatan,hehehe." Sambil memberikan penjelasan Onew tertawa mesum, bahkan hidungnya juga tersumpal tisu akibat melihat UKE incarannya Key memakai gaun yang memperlihatkan punggung putihnya terpampang jelas sekali.
"Mati kau onew! Mati…"
"Ukhh…Yesung, ampun akkhhh."
Melihat Yesung berpakaian princess sambil mencengkek (becanda) leher Onew sontak saja seluruh murid tertawa dibuatnya. Lihat saja, Yesung yang sudah cantik bagaikan seorang princess di negeri dongeng, mengunci leher Onew dengan lenganya dari belakang.
Sejujurnya, Yesung heran bagaimana bisa Fanny Seongsanim menyetujui ide si ketua kelas mesum itu. Onew harusnya sudah tahu dari awal bahwa murid perempuan dikelasnya berjumlah sekian dan dia entah sengaja atau tidak memesan gaun lebih, lalu memakai alasan 'Tidak baik mengabaikan kostum yang tersisa'. Sehingga, dengan santainya Onew beberapa jam lalu menyuruh dirinya dan murid pria yang memiliki tubuh mungil dan rupawan cantik untuk ikut ambil bagian.
"POKONYA AKU MENOLAK!." Teriak Yesung lagi yang tidak mau berpakaian seperti ini.
GREEEET...Tiba – tiba pintu kelas bergeser dengan keras hingga menimbulkan dentuman yang cukup membuat murid di dalam kelas mengalihkan perhatian mereka sejenak ke arah sosok pria mungil yang berdiri di ambang pintu dengan nafas yang terenggah – enggah.
"Teman – teman ada duel di gedung olahraga."
"Nuguya ? Jika Siwon sunbae dan Kyuhyun sunbae, itu kan sudah biasa."
"Aniya, tapi TOP dengan Lee Jon." Dheg…Mendengar nama salah satu temannya disebutkan tentu saja seluruh murid di dalam kelas langsung berhamburan keluar, dalam benak mereka semua berpikir bahwa pasti TOP yang membuat masalah dengan kapten klub Tinju itu. Dan, pasti sangat seru melihat TOP berkelahi dengan Lee Jon.
"Seung Hyun…." Gumam Yesung tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.
"Ye-Yesung." Lirih Onew yang perlahan merasakn cekikan Yesung mulai menggedur. Tidak percaya jika belum melihat secara langsung, akhirnya Yesung ikut berlari di antara kerumunan anak – anak kelasnya yang ingin menonton.
"MWOYA, itu siapa ?."
"Cantiknya!."
"My god! gadis Anime keluar ke dunia nyata."
"Dia salah satu Harem kami, jangan lupa besok lusa datang ke kelas 2-A." Tanpa peduli keadaan temannya, Yesung yang lupa bahwa dirinya masih memakai gaun dan Wig yang terpasang dikepala berlari – lari dilorong sekolah, membuat Onew sang ketua kelas yang pintar dalam menggunakan kesempatan, akhirnya mempromosikan kelasnya dengan membagikan brosur.
.
.
BAAGH…
BUGGH….Terlihat pintu gedung olahraga sudah penuh sesak berisi murid – murid yang sedang menonton. Bahkan, Yesung yang jaraknya 1km dari gedung olahraga dapat mendengar jelas sekali suara pukulan – pukulan saling bersahutan, sorakan gemuruh yang terdengar juga membuat debaran jantung Yesung semakin kencang, karena di sana ada sang kekasih yang sedang melawan kapten klub Tinju.
"Permisi, aku mau lewat." Seru Yesung sambil menyelak kerumunan orang dengan tubuh mungilnya, sambil memaksakan diri, Yesung berusaha mendorong dan menarik tubuh anak yang lebih besar darinya agar ia bisa masuk.
"Menurut mu siapa yang akan menang ?." Tanya Kyuhyun kepada Siwon yang ternyata mereka juga menonton, bahkan mereka berdua mendapatkan spot yang bagus untuk menyaksikan duel ini yaitu di ruangan khusus berisikan monitor yang menyambung ke CCTV yang terpasang di gedung olahraga.
"Lee Jon." Jawab Siwon penuh percaya diri saat melihat TOP hanya bisa menghindari serangan Lee Jon saja tanpa membuat perlawan sama sekali.
BUUGHH…
"Wooah…pukulan dengan tangan kiri, bukankah itu seperti Kibum hyung."
"Ti-tidak mungkin." Siwon sama kagetnya dengan Kyuhyun dan tidak menyangka bahwa ia akan melihat serangan pukulan mematikan persis seperti milik Kibum.
"Sebenarnya, aku sudah mendaftarkan mu…Tapi, sebelum itu aku ingin melihat kemampuan mu. Dan, yah kau berhasil menjatuhkan ku, Kkkkk~." Sambil tertawa Lee Jon menyambut uluran tangan TOP, Lee Jon telah berhasil dijatuhkan oleh TOP dengan sekali pukulan Hook.
"Sekarang, kau wakil dari klub Tinju. Jadi berusahalah." Pesan Lee Jon sebelum dirinya pergi dari gedung olahraga, awalnya semua murid yang sedang menonton tidak ada yang tahu alasan apa yang membuat dua pria yang masuk dalam kategori tangguh ini berduel. Tapi, mendengar ucapan pesan Lee Jon tadi barulah mereka semua mengerti apa yang terjadi.
"Serahkan padaku." Balas TOP penuh percaya diri dan mantap. Sedangkan, Yesung yang juga mendengar dan melihat perkelahian tersebut perlahan memundurkan langkah kakinya untuk menjauh dari kerumunan di depannya. Ada perasaan senang, marah sekaligus kecewa.
"Maaf baby aku tidak bisa."
"Aku ada acara hari ini, lain kali saja ne."
"Maaf, aku terlambat tadi ada urusan."
Perlahan namun pasti, ucapan TOP yang selama seminggu lebih menolak dirinya untuk pergi bersama terlintas dibenaknya sekarang. Jadi, alasan TOP selalu menolaknya adalah karena ia diam – diam berlatih Tinju untuk melawan Lee Jon. Tapi, kenapa TOP merahasiakan itu darinya ? dan kenapa juga TOP merahasiakan dirinya yang ingin mengikuti festival olahraga sekolah.
BUUGHH…Karena terlalu banyak memikirkan TOP membuat Yesung tidak menyadari bahwa ada satu sosok pria bertubuh tegap sejak tadi berdiri dibelakangnya.
"Hello, Alice wonderland." Dheg…Betapa kagetnya Yesung saat membalikkan badan, ia melihat Kibum tersenyum ramah kepadanya. Tapi tunggu dulu, ada urusan apa Kibum datang ke sekolahnya ? bukankah acara sekolahnya akan dimulai lusa.
"Sepertinya aku terlalu khawatir pada Seung Hyun, tapi syukurlah dia berhasil." Dahi Yesung berkerut mendengar ucapan Kibum. Sejak kapan Kibum khawatir kepada TOP, seingat Yesung kekasihnya itu tidak suka dengan Kibum karena Kibum adalah cinta pertamanya dan sekarang tahu – tahu Kibum mengatakan rasa cemasnya seperti takut TOP kalah dari Lee Jon dan terluka.
'Kibum hyung datang ke sekolah ku untuk melihat TOP. Berarti Kibum hyung sudah mengetahui bahwa ini akan terjadi. Lalu, TOP menghindari ku dan sekarang ia tiba – tiba bisa menang melawan kapten klub tinju…kalau begitu TOP…Kibum hyung….' Batin Yesung mulai menganalisa apa yang sekarang sedang terjadi.
"Hyung! mungkinkah kau…melatih TOP bertinju..." Hanya itu yang bisa Yesung simpulkan dari menganalisanya. Dan, Kibum pun menganggukkan kepalanya untuk membenarkan perkataan Yesung.
.
.
"Dengan bergabungnya TOP, aku yakin sekolah kita akan menang tahun ini. Bagaimana menurut mu Siwon ?." Tanya Kyuhyun sambil menggepalkan tangannya ke atas penuh semangat. Sedangkan Siwon yang sedang berjalan beriringan disamping Kyuhyun hanya memasang wajah kesal. Karena, TOP berhasil mewakili klub Tinju dan ikut serta.
"Bagi ku dengan adanya dia sama saja seperti antara mati atau hidup." Jelas Siwon yang membuat Kyuhyun menoleh lalu mengusap dagunya sejenak untuk berpikir. Benar juga yang dikatakan Siwon. Sekolah mereka memiliki 3 perwakilan, jika Kyuhyun atau Siwon kalah dan TOP menang mereka akan tetap kalah. Atau, jika Kyuhyun dan Siwon menang belum tentu TOP akan menang juga, tidak ada yang bisa memprediksi kemenangan mereka nanti. Setidaknya sekolah KyungHee harus memiliki minimal 4 kandidat.
"Seandainya saja Yesung atau Woobin bisa ikut." Lirih Kyuhyun yang tidak mengetahui perihal ikut sertanya Woobin dalam festival lusa. Sejujurnya, Siwon dan Kyuhyun walaupun terlihat membenci Woobin tapi mereka berdua masih menaruh harapan yang sangat besar untuk Woobin kembali berkumpul pada mereka semua.
Drrrt….Drrrttt….Merasakan ponsel miliknya bergetar, sejenak Siwon membaca nama si penelfon dilayar ponselnya dan terlihat wajah Siwon sedikit gusar.
"Siapa yang menelfon ?."
"Bukan urusan mu."
"Apakah yang menelfon itu seorang wanita." Blush…Seketika wajah Siwon yang tadinya terlihat gusar kini berubah memerah malu. Merasa tebakannya benar, Kyuhyun hanya bisa terkekeh pelan melihat sahabatnya itu gampang sekali ditebak.
"Angkat sana, tidak baik mengabaikan telefon dari seorang wanita." Mendengar Kyuhyun yang tidak biasanya berbicara sebijak ini. Siwon sejenak menempelkan punggung tangannya ke kening Kyuhyun untuk mengecek apakah bocah Cho itu masih sehat atau tidak.
"BODOH! CEPAT ANGKAT." Sadar telefonya masih bordering, dengan cepat Siwon berlari ke ujung lorong untuk menerima panggilan tersebut sambil tertawa karena melihat Kyuhyun mengamuk.
"Sepertinya teman ku itu sudah menemukan cintanya, kkkkk~." Geli Kyuhyun saat melihat mimik wajah Siwon dari kejauhan sangatlah lucu, dimana Siwon sedang berbicara sambil tersenyum sendiri.
"Haaa…Aku juga harus segera menemukan belahan jiwa ku, tapi dimana…." Gumam Kyuhyun sedikit melas. Bagaimana bisa pria tampan, keren, kaya dan baik hati seperti dirinya tidak memiliki pacar ? apa yang kurang dari dirinya ? Sambil menunggu Siwon menerima telefon, Kyuhyun menyadarkan punggungnya ke sebuah pintu kelas yang tertutup. Sedikit menikmati hembusan angin yang lewat dari jendela lorong kelas yang terbuka tidak buruk juga.
Let's talk about Love.
Let's talk about You.
Let's talk about Love.
Let's talk about Me.
Dilorong yang hening ini perlahan Kyuhyun mendengar suara seseorang bernyanyi dan beberapa alat musik seperti drum, gitar yang dimainkan secara bersamaan. Suara ini terdengar Familiar ditelinganya dan terasa begitu dekat, mungkinkah…
Sreeet…Kyuhyun membalikan tubuhnya dan melihat pintu yang ia sandarkan tadi bertuliskan.
'Klub band.' Baca Kyuhyun dalam hati.
Penasaran ingin melihat siapa yang ada di dalam ruangan, akhirnya Kyuhyun membuka sedikit pintu itu dan ia terkejut saat melihat Seungri ada didalamnya. Kyuhyun baru ingat bahwa Seungri adalah anggota klub band. Jadi, suara dan permainan musik yang ia dengar tadi adalah ulah mereka yang sedang latihan untuk pertunjukan festival besok.
'Suaranya boleh juga.' Tanpa sadar Kyuhyun tersenyum melihat Seungri perform. Mereka semua benar – benar tidak menyadari akan kehadiran Kyuhyun yang sedang mengintip.
You're surprised by this, why ?
I have a strong aura.
You still wait, Why ?
You're Venus tonight,
You're scent is like coconuts,
What's the the use of saving it ? I want You
Let's talk about Me.
Let's talk about You.
Let's talk about Love.
Let's talk about X.
Deg…Deg…Melihat perform Seungri, entah kenapa Kyuhyun seperti terhipnotis. Suara Seungri sangat imut dan terlihat sangat sexy saat menyanyikan lagu itu.
"Ma-maukah kau mendengar lagu ku saat penutupan Festival nanti." Ingat akan perkataan Seungri tempo lalu ketika mereka bertemu di taman. Kyuhyun jadi merasa bahwa mungkinkah lagu yang dinyanyikan oleh Seungri ini adalah lagu yang ia maksud. Lagu yang Seungri sengaja siapkan khusus untuk dirinya. Karena, Seungri jelas – jelas meminta Kyuhyun untuk mendengarkannya.
"Jangan ke-pede-an Cho Kyuhyun." Gumam Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya cepat.
PUK…
"Arggh…Yak! Siwon kau mengejutkan ku!." Teriak Kyuhyun refleks saat Siwon menepuk bahunya. Sadar akan tindakannya yang membuat gaduh, Kyuhyun menggerjapkan matanya sebentar untuk berpikir. Tadi dirinya kan sedang mengintip Seungri dan dia telah berteriak sangat kencang.
"Prince Kyuhyun." Bagaikan seorang maling yang ketahuan mencuri, Kyuhyun hanya bisa nyengir polos sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal saat Seungri berdiri di belakangnya dengan wajah kaget. Sekarang apa yang harus ia lakukan dan katakan pada Seungri, tidak mungkinkan dia mengatakan bahwa ia tadi sedang mengintip ? mau ditaruh dimana harga dirinya sebagai pria terpopuler di sekolah.
"He-hello Seungri, apa kabar ?." Kali ini Siwon yang dibuat heran oleh tingkah Kyuhyun yang sedang salting.
"A-apa yang kau lakukan disini, Kyuhyun ?."
"Tadi dia mengin-." BUUGHHH…..Tanpa belas kasihan dan rasa persaudaraan, Kyuhyun menonjok kuat perut Siwon hingga sang empu terdiam tidak berkutik akibat pukulan Kyuhyun yang luar biasa.
"Aku ? ah….hanya sedang lewat, hahaha. Sudahnya Seungri." Sambil menarik kerah baju seragam Siwon, Kyuhyun dengan cepat menyeretnya pergi untuk kabur sebelum harga dirinya jatuh. Kyuhyun benar – benar menjadi seseorang yang berbeda ketika sedang jatuh cinta.
.
.
"Yesungie…ayolah baby, aku minta maaf."
"Huuh." Yesung membuang wajahnya ke kanan.
"Aku tidak bermaksud menyembuyikan ini dari mu, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi."
"Huuh." Kali ini Yesung membuang wajahnya ke kiri. TOP yang sedang berusaha meluluhkan hati sang kekasih hanya bisa menghela nafasnya berat. Sejak mereka pulang sekolah, Yesung terus saja mencueki dirinya karena sudah merahasiakan sesuatu.
"Dia benar – benar marah padaku." Gumam TOP yang tidak menyangkan bahwa Yesung akan semarah ini padanya. Merayu, melucu dan bahkan memohon sudah TOP lakukan semua namun tetap saja Yesung tidak memaafkan dirinya.
TAP…
TAP…Menyadari langkah kaki yang mengikuti dirinya tidak terdengar lagi dibelakang, dengan sengaja Yesung berhenti dan menoleh hanya untuk memastikan apakah sang kekasih masih berada dibelakangnya atau tidak.
"Issh…Pabo! Apakah dia sudah menyerah, Seung Hyun pabo! Dasar Jelek!." Yesung menjadi tambah kesal saat berbalik tidak mendapati sosok TOP. Seharusnya TOP terus meminta maaf padanya hingga Yesung memaafkan dirinya bukan, tapi apa yang ia dapat. TOP malah pergi tanpa bilang apapun padanya. Apakah itu namanya Seme gentle ? atau mungkin Yesung yang sudah bertindak terlalu berlebihan pada TOP dengan memperpanjang masalah ini.
"Hyung…." Merasakan ada yang memanggil dan menarik – narik ujung seragam sekolahnya, Yesung perlahan menoleh ke sisi kanan dan melihat ada seorang bocah kecil berseragam sekolah dasar memegang sebuah balon.
"Ini untuk mu." Dahi Yesung sedikit berkerut saat anak kecil itu memberikan balonnya. Awalnya Yesung ragu apakah ia harus menerimanya atau tidak. Tapi, melihat senyuman manis dari anak kecil itu, Yesung perlahan menerimanya dan anak kecil itu langsung pergi entah kemana sebelum Yesung mengatakan rasa terima kasihnya.
"Permisi, ini untuk mu." Sama dengan anak kecil yang tadi, kali ini seorang wanita dewasa memberikan Yesung sebuah balon berwarna kuning.
"Permisi, ada titipan untuk mu."
"Permisi ini untuk anda."
"Kau sangat beruntung, ini untuk mu."
"Ini ambilah."
Sepanjang trotoar yang melewati Yesung baik itu pria atau wanita yang berusia anak – anak, dewasa bahkan lansia, entah kenapa ditangan mereka semua masing – masing membawa sebuah balon dengan berbagai warna lalu memberikannya kepada Yesung. Sekarang, tangan mungil kanan dan kiri Yesung sudah penuh menggengam benang balon.
"Siapa lagi sekarang ?." Gumam Yesung yang melihat dari kejauhan ada seseorang lagi membawa balon dan jumlahnya kali ini tidak sedikit, mungkin sekitar 50 balon. Banyaknya balon yang ia bawa membuat wajahnya tidak terlihat. Ada apa sebenarnya dengan orang – orang dijalan ini. Yesung tidak menggenal mereka semua dan tiba – tiba saja mereka memberikan dirinya balon. Untuk apa dan dari siapa ? itu saja yang ingin Yesung ketahui.
TAP…si pembawa balon banyak itu kini berdiri di depan Yesung dan perlahan mulai mengangkat tangannya agar balon yang menutupi bagian atas tubuhnya bisa terlihat.
"Please, forgive me."
"Se-seung Hyun." Terkejut Yesung saat melihat sosok itu adalah TOP. Jadi ini semua adalah ulah sang kekasih. Menghilangnya TOP tadi bukan karena ia pulang dan menyerah untuk meminta maaf pada Yesung. Namun, menghilangnya TOP adalah ia melihat tukang penjual balon disebrang jalan. Dan, dengan ide cermelangnya, TOP mencegat setiap pejalan kaki yang lewat trotoar untuk memberikan Yesung balon yang ia beli.
"Aku menyesali perbuatan ku, jadi kumohon maafkan aku." Seru TOP lagi kali ini yang benar – benar sudah putus asa jika rencana ini gagal.
"Berapa balon yang kau beli ?."
"Aku tidak tahu, mungkin sekitar 142 balon."
"Bolehkan aku melepaskan balon yang ku genggam ini ?." TOP pun menganggukkan kepala dengan wajah sedikit sedih, apakah ia sia – sia membeli balon ini ? sejujurnya, Yesung memang sudah lelah menggengam balon yang jumlahnya masing – masing 40an lebih ini. Perlahan Yesung melepaskan benang balon dari tangan mungilnya hingga balon itu terbang menghiasi langit diatas kepala Yesung dan…
GREEB….Yesung langsung memeluk TOP tanpa rasa malu sedikit pun bahwa ia akan menjadi tontonan banyak orang di jalan raya.
"Yesung…"
"Jika aku menggengam balon, aku tidak bisa memeluk mu kan." Seutas senyuman manis dan senang kini terpancar dari wajah TOP.
"Jadi apa artinya ini ?."
"Aku memaafkan mu, pabo!." Buggh…Cemberut Yesung sambil memukul dada TOP ringan karena berpura – pura tidak mengerti. Dan, TOP hanya bisa terkekeh melihat Yesungnya sudah kembali seperti biasa. Mission complete.
"Lihatlah ke atas langit." Mendengar perintah, Yesung mendongakkan kepalanya untuk menatap langit dan disana terlihat balon yang dipegang oleh TOP tadi dilepaskan begitu saja.
"Indah…" Gumamnya melihat balon berwarna – warni itu terbang mengikuti hembusan angin.
"Tapi bagiku kau lebih indah, Yesung."
"Saranghae, Seung Hyun." Tidak bisa Yesung pungkiri bahwa ia sangat senang dan gembira mendengar ucapan TOP barusan. Bahkan, rasanya Yesung ingin berteriak sekeras mungkin untuk menunjukkan kepada dunia bahwa ia beruntung memiliki TOP.
.
[D-Day | Festival sekolah Kyunghee and Hann-young]
.
SYUUUNG…DOOOR
SYUUUNG…DOOOR…DOOR.
Tepat pukul 08:00AM, petasan demi petasan di luncurkan di atas langit gedung sekolah Kyung-hee sekarang. Dengan diluncurkannya petasan tersebut menandakan bahwa festival sekolah yang sudah berlangsung sejak dulu antara Sekolah Kyung-hee dan Hann-young kini dimulai.
"Yesung, disini….disini." Panggi Onew yang sudah berada dibarisan tengah melambaikan tangan untuk Yesung yang datang terlambat. Bagaimana pun juga Yesung adalah teman terbaiknya, jadi sudah sewajarnya Onew menyediakan tempat untuknya.
"Hosh…Hosh…Syukurlah." Lirih Yesung yang berusaha menstabilkan deru nafasnya. Semua murid yang telah hadir dari dua sekolah hari ini terlihat sangat kontras, dengan perbedaan warna seragam sekolah membuat barisan murid di lapangan sekolah Kyung-hee yang cukup luas ini terlihat berbeda dari biasanya, di sisi kanan adalah barisan untuk murid Hann-young dan sisi kiri untuk barisan murid Kyung-Hee.
"Kenapa kau telat Yesung ?." Bisik Onew disela pidato kepala sekolahnya.
"Semalam aku membuat ini untuk teman – teman ku." Lirih Yesung yang mengeluarkan beberapa ikat kepala dari saku celananya. Inilah alasan kenapa Yesung datang telat, semalam Yesung telah begadang membuat ikat kepala sebagai tanda memberikan dukungan.
"Baiklah, mari kita dengar sambutan dari ketua yayasan Kyung-hee, tuan Minho kami persilakan." Dheg…Dada Yesung langsung bergemuruh saat mendengar nama Minho. Dengan gagah dan penuh percaya diri, Minho bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke podium panggung.
'Appa…' Batin Yesung saat melihat Minho sudah berada di podium. Dari awal Minho berjalan hingga ke panggung, mata Yesung tidak pernah lepas menatapnya. Walaupun Yesung sudah bertemu dengan Minho sebelumnya, tapi ini adalah pertama kalinya bagi Yesung melihat Minho setelah mengetahui bahwa pria diatas sana adalah ayah kandungnya.
"Ingatlah, Festival ini di selenggarakan bukan untuk membuktikan sekolah mana yang lebih baik. Tapi, acara ini dibuat untuk mempererat hubungan antara sekolah Kyung-hee dengan Hann-Young. Jadi, bertandinglah dengan jujur dan selamat bersenang – senang." Blush….Wajah Yesung seketika memerah saat melihat Minho seperti tersenyum ke arah dirinya.
Setelah dari pihak sekolah Hann-young memberikan sambutannya yang cukup panjang, kini pengumuman nama – nama yang akan bertanding dibacakan. Terlihat wajah semua murid sudah antusias dan tidak sabar mendengar siapa saja mereka.
"Baiklah dari sekolah Kyung-Hee, dari klub Karate adalah Cho Kyuhyun…"
"KYAAAA….Prince Kyuhyun!." Histeris seluruh murid perempuan saat melihat Kyuhyun perlahan naik ke atas panggung, melihat banyaknya penggemar yang ada untuk memberikan dukungan padanya. Kyuhyun melambaikan tangannya sebentar sebagai salam say Hello.
"Selanjutnya dari klub Taekwondo adalah Choi Siwon…."
"KYAAAAA! MY DIMPLE PRINCE SIWON." Sama dengan rekannya, Siwon pun tidak kalah hebohnya mendapatkan sambutan histeris dari murid perempuan serta UKE. Dan, untuk mengucapkan rasa terima kasihnya kepada penggemar, dengan sekali senyum dimplenya ia berhasil membuat seluruh murid mabuk kepayang.
"Selanjutnya dari klub Tinju adalah Choi Seung Hyun…."
"KYAAAAA! TOOOPPP...KYAAA!." Murid perempuan dan UKE dari sekolah Hann-Young kaget saat melihat histeria yang dikeluarkan oleh anak Kyung-hee kenapa begitu fantastic. Pasalnya murid Hann-Young belum pernah mendengar nama atau melihat wajah TOP seperti apa. Biasanya mereka melihat Kibum untuk wakil klub Tinju, tapi karena Kibum sudah lulus mereka tidak tahu bahwa ternyata sudah ada penggantinya.
Dheg…Untuk sesaat semua murid Hann-Young terpana melihat satu pria keluar dari barisan dan berjalan ke panggung dengan penuh kharisma. Wajah yang tampan, garis rahang yang tegas, bahu yang lebar, lalu sikap cuek, acuh serta gaya berpakaian sekolah yang agak berantakan itu membuat TOP terlihat err…liar.
"KYAAAAAAA! SIAPA NAMANYA TADI."
"MY GOD! AKU HARUS MENDAPATKAN NO TELEPONNYA NANTI." Melihat reaksi untuk TOP yang sangat wow, Yesung yang berada dibarisan mempoutkan bibirnya kesal sambil menghentak – hentakkan kakinya.
'Dia itu pacar ku!.' Batin Yesung yang cemburu namun hanya bisa dipendam. Seharusnya tadi Yesung menempelkan kertas di jidat TOP dengan menuliskan bahwa pria tampan itu sudah memiliki kekasih.
"Selanjutnya dari klub Aikido adalah Kim Woobin…."
Hening….untuk sesaat seluruh murid Kyung-Hee terdiam dan saling pandang saat mendengar nama Woobin disebutkan. Reaksi apa yang harus mereka berikan ? jika dulu mereka memberikan reaksi kekaguman dan dukungan penuh, sekarang yang ada hanya keresahan dan ketakutan dari wajah murid Kyung-hee begitu juga dengan Hann-Young.
"Sekali lagi saya panggil Kim Woobin, apakah dia ada ?." Panggil sang MC yang menyadari Woobin tidak kunjung naik ke atas panggung.
"Hei, MC periksa sekali lagi catatan mu." Seru Siwon kepada pembawa acara agar memastikan kembali catatan yang ia baca apakah sudah benar tertulis nama Woobin atau tidak.
"Kau sepertinya tidak suka jika nama ku disebutkan, Choi Siwon." Dheg….Semua mata kini memandang ke arah satu pria dengan barisan anak buah dibelakangnya. Setelah memberikan perintah kepada teman – temannya untuk ikut berbaris, perlahan Woobin berjalan ke arah panggung. Terlihat Woobin bersmirk saat melihat Kyuhyun, Siwon dan TOP menatap dirinya dengan tatapan kaget dan tidak percaya bahwa Woobin akan datang ke sekolah dan ikut serta. Sedangkan, Yesung yang mengetahui perihal Woobin datang hanya diam, karena Yesung sudah tahu Woobin akan datang.
"Sudah ku katakan padamu, bahwa Woobin akan datang kan."
"Jongsuk!." Kaget Yesung saat melihat Jongsuk sudah berdiri disampingnya. Ternyata ucapan Jongsuk ketika di café tempo lalu tidak bohong. Woobin benar – benar datang untuk ikut serta dalam festival dan bertekad untuk menang seperti dua tahun lalu. Festival tahun ini benar – benar membawa banyak kejutan untuk Yesung.
"Baiklah, selanjutnya dari klub Kendo adalah Kim Jong Woon…."
"HEEEEH/APAAAAA." Teriak Kyuhyun dan Yesung berbarengan saat MC membacakan nama selanjutnya. Dua sahabat dari kecil ini benar – benar kompak dalam memberikan reaksi untuk rasa terkejutnya. Sedangkan TOP dan Siwon, mereka berdua sama terkejutnya namun dalam penyampaiannya tidak seheboh Kyuhyun dan Yesung.
"A-aku ? Tidak mungkin! A-aku ini dari klub paduan suara." Tunjuk Yesung pada dirinya sendiri.
"Tapi, nama mu tertulis di catatan ku." Merasa mengetahui siapa dalang dibalik semua ini, Kyuhyun dan Siwon langsung menatap ke arah kepala sekolah mereka yaitu Sooman. Karena, hanya dia saja yang memiliki kekuasaan memasukkan nama peserta.
"Jika kau tidak naik keatas panggung, berarti kau akan dikeluarkan tanpa bertanding." Seru MC kepada Yesung yang masih terdiam dibarisannya.
Semua mata murid Kyung-hee kini memandang ke arahnya, apa yang harus ia lakukan ? diliriknya Jongsuk dan Onew yang berada di samping dirinya bermaksud meminta bantuan dan mereka berdua hanya bisa menepuk punggung Yesung sebagai tanda bahwa ia harus ke atas panggung. Namun, logika Yesung menolak keras, ia bukan lagi anggota klub Kendo. Tapi, entah kenapa perasaan senang menyelimuti dirinya bahwa ia akan mewakali klub Kendo lagi seperti dulu.
TAP…
TAP…tidak bisa berbuat apapun lagi karena nama sudah tertulis, Yesung akhirnya naik ke atas panggung dan bergabung dengan teman – temannya membentuk barisan sejajar horizontal. Mulai dari sebelah kiri terlihat Yesung – Woobin – Seung Hyun – Siwon – Kyuhyun, mereka berlima siap melawan Team sekolah lawan.
"Seperti Dejavu, melihat Woobin bersama dengan mereka."
"I MISS THIS MOMENT, FINALLY!."
"VILCENCIUS IS BACK!."
Teriak beberapa murid yang benar – benar tidak menyangkan akan melihat pemandangan ini sekali lagi. Walapun tidak ada Kibum, tapi dengan hadirnya TOP dalam mengisi kekosongan mereka dalam Team membuat kelima pria yang berada di atas panggung benar – benar terlihat sempurna.
.
.
"Yaaaa~…Kibum, wait me…" Lirih G-dragon yang berusaha mengejar langkah kaki Kibum didepannya. Sebagai mahasiswa yang masih satu yayasan dengan Kyung-hee, Kibum mahasiswa semester dua Universitas Kyung-hee sekaligus pelatih TOP, bukankah harus datang untuk melihat muridnya dan teman – temannya bertanding.
BRUUKH…Karena terlalu fokus mengejar Kibum, GD yang lupa bahwa jalan yang sedang ia lalui sangatlah ramai akan murid sekolah yang berlalu lalang kesana – kemari sedikit ceroboh.
"Mi-mian..." Melihat GD menabrak seseorang, Kibum hanya menggelengkan kepalanya heran. Bagaimana bisa seorang master Boxing ceroboh seperti itu.
Greb… Kibum menggandeng tangan GD dan berjalan sambil menuntunnya agar tidak terjatuh lagi. Malu, senang sekaligus berdebar, itulah yang GD rasakan saat ini. Kebaikan dan kelembutan dalam memperlakukan orang lain dengan tulus seperti inilah yang membuat GD jatuh cinta pada Kibum. Tidak sia – sia dirinya mengikuti Kibum sampai masuk ke Universitas yang sama. Tapi, walaupun begitu ada satu hal yang masih menggangu GD sampai sekarang, yaitu…..
"Kibum oppaaa!." Dheg…Baru saja GD memikirkannya, orang itu sudah muncul.
"Hyuna."
"Oppa, juga datang ke sini…ah, Annyeong Jiyong sunbae." Hyuna membungkukkan badannya memberi salam dan GD membalas dengan senyuman manis. Kini tanpa diduga dan direncanakan, Kibum dengan seenaknya mengajak Hyuna pergi bersama ke gedung olahraga untuk menonton tanpa mendiskusikanya terlebih dahulu pada GD. Well, walaupun mereka berdua masih tahap pendekatan, setidaknya Kibum meminta persetujuan pada GD dulu.
'Bagaimana caranya mengalahkan si kerdil ini.' Batin GD kesal setiap kali melihat Hyuna. GD tahu Hyuna adalah orang yang Kibum sukai, maka dari itu GD selalu melihat Hyuna sebagai saingannya dalam memperebutkan perhatian Kibum.
"Waeyo, Jiyong sunbae ?." Tanya Hyuna yang merasakan GD terus saja menatap dirinya.
"Aniyo, Hehehe."
.
[Ruang ganti]
.
BRAAAK….Sekali dorong, Siwon menghempaskan tubuh Woobin ke loker yang ada diruang ganti. Setelah selesai acara pengumam nama peserta, panita memberikan mereka waktu 15 menit untuk berganti pakaian dengan seragam sesuai masing – masing klub.
"Apa tujuan mu, hah!." Woobin yang diteriaki Siwon hanya bisa terkekeh. Dimata Woobin, Siwon itu tuan muda yang tidak pantas bertingkah sok jagoan begini. Siwon lebih pantas menjadi tuan muda yang pembawaannya tenang dan kalem.
"Wonnie, hentikan!." Mendengar perintah Yesung, tentu saja Siwon menurut. Dengan, agak berat hati Siwon yang gampang sekali emosi jika dipancing melepaskan kerah baju Woobin lalu memukul loker lemari lain untuk menyalurkan rasa kesalnya.
"Jangan salah paham, aku ikut acara ini. Karena, ada urusan dengan Team sekolah Hann-Young." TAP…Yesung berdiri di depan Woobin dan mengulurkan tangan kanannya yang berisi ikat kepala.
"Apapun alasan mu, aku tidak peduli. Mari kita berjuang bersama sebagai Team lagi." Melihat Yesung tetap menyambut Woobin dengan lembut, TOP yang sejak tadi berdiri di belakang Yesung tersenyum. Sampai sekarang Yesung tetap berpegang teguh dan percaya pada Woobin, bahwa ia akan kembali bersama dengannya. Baiklah kalau sudah sampai sejauh ini, TOP harus sedikit turun tangan.
"Pacar ku sudah membuat ini susah payah. Jadi, pakailah dan menangkan pertandingan ini. Jika tidak kau tahu kan akibatnya." Pesan TOP pada Woobin setelah Yesung membagi – bagikan ikat kepala sesuai namanya. Sedangkan, Woobin tertawa renyah mendapatkan gertakan dari TOP. Tanpa, disuruh oleh TOP pun, Woobin sudah bertekad akan memenangkannya untuk menghancurkan murid Hann-Young yang sudah seenaknya menghina sekolah sekaligus….gengnya.
"Woobin, ayo ikutlah." Ajak Yesung pada Woobin untuk melakukan pam-pam hive five sebelum mereka bertanding. Woobin yang awalnya tidak peduli, entah kenapa kakinya perlahan maju untuk mendekati sekumpulan pria yang akan kembali menjadi rekan seperjuangannya.
"KILL THEM!." Woobin tersentak ketika mendengar suara Yesung yang penuh semangat membara, Woobin yang berjalan paling belakang untuk keluar dari ruang ganti, sejenak melihat punggung ke empat rekannya. Suasana ini sama persis seperti dua tahun lalu.
[SKIP]
.
.
"Selamat kepada sekolah Kyung-hee yang telah berhasil memenangkan pertandingan tahun ini. Mari kita beri tepuk tangan yang meriah untuk mereka." Seru MC kepada para penonton yang sedang menyaksikan lima pemuda tampan berdiri diatas panggung memamerkan kalung mendalinya.
"Ngh ? Dimana Yesung ?." Tanya TOP yang baru saja keluar dari ruang bilas, dirinya tidak melihat sosok kekasihnya diruang ganti. Kyuhyun yang sedang memakai kemeja sekolahnya mengangkat bahu tidak tahu kemana Yesung pergi begitu juga Siwon.
"Tadi dia dibawa kabur oleh teman sekelasnya." Seru Woobin yang sedang duduk dibangku kayu panjang untuk mengikat tali sepatunya.
"Who ?."
"Ketua kelas mu." Seketika TOP langsung ingat sesuatu dan buru – buru memakai seragam sekolahnya, membuat Siwon dan Kyuhyun yang sudah rapi berpakaian menautkan kedua alisnya heran dan bingung.
"Kau kenapa ?."
"Aku harus menjaga Yesung! karena Yesung ber-cosplay seperti wanita." Dheg, mendengar Yesung cosplay tentu saja Siwon dan Kyuhyun penasaran juga ingin melihat. Tanpa menunggu TOP selesai berpakaian, mereka berdua langsung keluar meninggalkan TOP begitu saja.
"Yak! Sialan kalian." Umpat TOP kesal disela memakai dasinya, setelah memakai sepatu TOP langsung mengambil blazzernya dan menggantungnya di bahu kiri. Namun ketika sudah melewati pintu, TOP memundurkan langkah kakinya dan memanggil Woobin.
"Kau tidak ikut ?." Ajak TOP pada Woobin yang masih duduk diruang ganti.
"Hahaha…untuk apa." Tawa Woobin yang tidak tertarik sama sekali.
"Mau sampai kapan kau akan bersikap seperti ini ? Aku tahu, sebenarnya kau sangat senang berkumpul kembali bersama mereka kan ? Sadar atau tidak, saat diatas panggung tadi kau tersenyum, Woobin."
"…." Woobin tidak membalas, ia memilih diam dan menatap TOP dengan tatapan datarnya. Karena, yang dikatakan oleh TOP adalah 100% benar. Saat dirinya mendapatkan mendali, ia memang tersenyum senang seperti tahun lalu.
"Ini mungkin terdengar konyol untuk mu. Kau tahu, mereka mencintai mu. Sampai saat ini mereka masih berharap Woobin yang mereka kenal dulu kembali, terutama Yesung. Kau pasti lihatkkan betapa Yesung kembali bersemangat ketika kau menyuruhnya bangkit dan menghajar lawannya tadi. Itu saja yang ingin aku katakan, datanglah ke kelas ku, aku yakin Yesung akan senang melihat mu." Setelah mengatakan semuanya, TOP pergi dan meninggalkan Woobin yang sedang menghela nafasnya.
"Ada apa dengan mu Yesung! Kenapa kau jadi lemah seperti ini! Lawan dan menanglah!." Sejenak Woobin teringat dengan ucapannya di pertandingan untuk Yesung yang terus – terus terkena pukulan dalam melawan Mino di Kendo.
.
.
[Next Day]
.
"Untuk merayakan kemenangan kita, hari ini makanlah sepuas yang kalian mau." Teriak Kyuhyun sekeras mungkin agar teman – temannya dapat mendengar suaranya. Malam ini disebuah Restoran mewah dan terkenal tentunya, sengaja di sewa oleh Kyuhyun untuk pesta kemenangnya. Dan, hubungan pertemanan antara Woobin dan mantan gengnya sedikit demi sedikit membaik.
"Bodoh." Umpat pria yang sedang duduk di mini bar dengan segelas wine yang baru saja ia pesan. Woobin yang juga datang ke pesta ini menatap remeh Kyuhyun.
"Hei Woobin, aku tidak ingat mengundang mu!." Protes Kyuhyun sambil menunjuk Woobin dengan garpu yang masih menusuk potongan daging kalkunnya.
"Yesung yang mengundang ku."
"Argh!." Kesal karena tidak bisa membalas perkataan Woobin. Akhirnya, Kyuhyun pun makan dengan brutal sebagai pelampiasan rasa kesalnya.
Selain angota Vilcencius , banyak juga orang yang datang ke pesta malam ini. Seperti Onew, Key, Seungri selaku teman sekelas Yesung dan TOP, Jongsuk beserta anak buahnya lalu G-dragon yang selalu mengikuti Kibum kemanapun ia berada dan yang mencuri perhatian sejak tadi adalah sosok perempuan cantik yang duduk disamping Siwon.
"Noona, menjauhlah sedikit dari pria lemah itu." Seru TOP tidak suka melihat sang kakak Chae Rin duduk bersama Siwon si pria lemah yang bahkan TOP pernah mengalahkannya. Dari sekian banyak pria ada di Bumi, kenapa CL harus dekat dengan Siwon. Itu saja pertanyaan TOP.
"Dasar penyuka Noona – noona."
"Apa itu masalah buat mu, adik ipar." Brrr….Bulu kuduk TOP langsung merinding saat mendengar ucapan Siwon barusan.
"Don't disturb us, Bingu TOP." Ukh…Jika kakak perempuannya sudah menatap dirinya tajam seperti pisau daging, TOP tidak bisa melawanya lagi bahkan TOP tidak bisa berkutik setelah mengetahui status Siwon sudah berpacaran dengan kakaknya. Rasanya TOP ingin berteriak disebuah tebing untuk meluapkan rasa tidak setujunya, bagaimana bisa Siwon akan menjadi kakak iparnya. Oh No.
"Seung Hyun dimana Yesung ?." Tanya Kibum sedikit khawatir disela memakan daging steaknya. Pesta sudah di mulai sejak 30 menit lalu dan Yesung belum juga datang. Biasanya, jika ada pesta seperti ini Yesung akan datang paling awal karena banyak makanan lezat.
"Dia bilang sedang dijalan ke sini bersama Hyuna."
'Apa! Si kerdil itu ikut.' Batin G-dragon yang sangat peka terhadap nama Hyuna. Padahal dirinya sedang sibuk makan. Tapi, radarnya seakan tahu bahwa makhluk yang mengancam cintanya akan datang.
"Kau kenapa Jiyong ?."
"Aniyo, makanan disini sangat enak." Bohong G-dragon pada calon kekasihnya Kibum. Jika Kibum belum menjadi miliknya, GD tidak bisa tenang bahkan untuk tidur pulas pun tidak bisa.
.
.
DRAAP….
DRAP…Setelah Bus berhenti dihalte, KIM bersaudara langsung turun dari bus tersebut dan berlari sekencang mungkin.
"Hyuna, Pabo! Gara – gara kau kita telat." Yesung mengeluarkan unek – unek sambil berlari, sedangkan Hyuna yang mengikuti larian Yesung dibelakang hanya nyengir tanpa dosa. Mereka berdua telat karena ulah Hyuna yang terlalu lama berdandan seperti biasanya, padahal menurut Yesung dengan Hyuna memakai dress sederhana tanpa make-up pun sudah cukup. Karena, sang adik sudah cantik alami.
"Hosh…Hoshh…" Yesung yang kehabisan nafas akibat berlari, akhirnya menggunakan waktu menunggu lampu merah dengan mengambil nafas sebanyak mungkin, begitu juga dengan Hyuna. Toh, restoran tempat pesta teman – temannya ada disebrang jalan.
"Oppa, lihat rambut ku berantakan." Tidak suka melihat sang adik cemberut, akhirnya Yesung menata rambut Hyuna kembali dengan jari – jari mungilnya. Dan, tanpa KIM bersaudara ketahui sebuah mobil Van berwarna putih yang sudah terparkir cukup lama bergerak maju dan…
CKIIIT…..Mobil Van putih itu berhenti lalu keluarlah satu pria bertubuh tinggi dan bertopeng, dalam waktu kurang dari satu menit, pria itu berhasil menarik tubuh Yesung dengan gerakan sangat cepat dan BRUUGHH…Hyuna tersungkur ke jalanan.
"OPPAAA! TIDAAAAAK!." Teriak Hyuna histeris ketika melihat Yesung berhasil dibawa kabur oleh mobil Van putih itu. Gerakan yang begitu cepat dan professional dalam menculik, membuat orang – orang yang ada dijalanan tidak menyadari bahwa baru saja terjadi penculikan.
"Benar, TOP oppa! Aku harus memberitahukan mereka." Hyuna dengan cepat menyebrang jalan setelah lampu berwarna merah menyala. Masa bodo dengan tampilan dirinya yang akan berantakan, dengan susah payah Hyuna berlari dengan sepatu High Heelnya.
.
.
TAP….
TAP…sambil berjalan luntang – lantung seakan dalam tubuhnya sudah tidak ada jiwa, Hyuna masuk ke dalam Restoran dengan keadaan menggenaskan dimana rambut sudah acak – acak tak berbentuk akibat berlari, wajah yang banyak meninggalkan bekas jejak air mata, lalu lutut yang berdarah akibat terjatuh saat di dorong oleh penculik tadi masih terasa perih olehnya.
GREEB….Kyuhyun langsung memeluk tubuh Hyuna setelah memberikan jaket yang ia pakai untuk membungkus badan gadis kecil yang sedang bergetar ketakutan.
"Yesung oppa hiks…" Mendengar nama Yesung, semua orang didalam ruangan langsung berdegup kencang dan takut. Dengan hanya melihat keadaan Hyuna saja, mereka semua sekarang berpikir mungkinkah terjadi kecelakaan.
"Yesung! apa yang terjadi ?...KIM HYUNAAAA KATAKAN APA YANG TERJADI!." TOP yang sudah kalut, takut dan panik tidak bisa mengontrol emosinya lagi sekarang meluapkanya tanpa sadar. TOP benar – benar takut jika apa yang ia pikirkan terjadi.
"Tenanglah! Kau menakutinya TOP!." Dheg…TOP terdiam membisu, baru kali ini TOP melihat kilatan mata kemarahan dari Kyuhyun.
"Oppa…oppa diculik hiks…."
"Apa kau melihat wajah penculik itu ?." Hyuna menggelengkan kepalanya bertanda bahwa ia tidak melihat sang pelaku. Kyuhyun bertanya dengan lembut sambil mengusap kepala Hyuna. Kyuhyun tahu, bertanya dengan nada penuh kemarahan tidak akan menghasilkan apapun, terlebih Hyuna yang berada di TKP. Perasaan takut dan menangis sesegukan seperti ini membuat Hyuna akan kesulitan bicara.
"Apa kau melihat plat nomor mobil penculik itu ?." Kali ini Hyuna menggangukkan kepalanya. Dan, Kyuhyun menyerahkan ponselnya pada Hyuna lalu menyuruhnya menggetikan nomor plat mobil tersebut dan memberikan nomor itu pada Siwon untuk melacak dimana mobil tersebut berada.
"Kakak mu akan baik – baik saja, aku berjanji akan menyelamatkannya." Di usapnya kedua pipi Hyuna dengan lembut lalu perlahan menduduknya di Sofa. Seungri, Jongsuk, Kibum, bahkan G-dragon yang selama ini menganggap Hyuna saingannya ikut menemani dan memberikan ketenangan untuknya.
"Aku sudah menelfon Appa, dia akan membantu kita." Seru CL setelah selesai melaporkan kasus penculikan Yesung kepada Ayahnya yang seorang jendral polisi langsung.
"Butuh waktu dua jam untuk orang ku melacak plat nomor itu berada, sial." Erang Siwon bernada kesal saat orang suruhannya tidak bisa melacak plat nomor secepat yang diharapkan Siwon. Disaat seperti ini mereka tidak mungkin duduk diam dan menunggu, walaupun itu hanya dua jam saja bukan. Jika Yesung tidak segera ditemukan maka hal buruk bisa saja terjadi.
"Aku sudah tahu dimana lokasinya." Seru Woobin yang terlihat habis menerima telefon dari seseorang.
"Bagaimana kau ta-.."
"Jangan banyak tanya, ikut atau tidak ?." TUK…Bagaikan sebuah perintah dari komandan, baik Kyuhyun, Kibum, TOP, dan Siwon langsung berdiri dan menatap satu sama lain. Hyuna yang duduk dengan tubuh masih agak gemetar ketakutan menatap sekumpulan pria hebat di depannya ini. Hyuna merasa betapa beruntungnya ia dan sang kakak dikelilingi oleh orang – orang yang sangat peduli dan sayang pada mereka berdua.
"Kumohon….selamatkan Yesung oppa, jebal." Lirih Hyuna dengan sangat memohon pada Kyuhyun, Siwon, Woobin, Kibum dan TOP.
.
.
[Other Side]
.
TOOOOONN…..Terdengar suara nyaring dari klakson kapal laut yang sengaja dibunyikan sebagai tanda bahwa kapal akan meninggalkan dermaganya. Aktivitas malam hari di Pelabuhan Busan hari ini sangat sepi bagaikan kuburan. Minimnya pencahayaan yang ada juga menambah kesan pelabuhan yang biasanya di pagi dan sore hari sangat sibuk oleh aktivitas perdagangan terlihat menyeramkan.
"Hei, bangunkan dia."
"Baik Boss." Samar – samardisebuah gudang pelabuhan yang tidak terpakai, terdengar beberapa orang sedang bercakap – cakap satu sama lain.
TAP….Pria bertubuh tinggi 181cm berdiri didepan Yesung yang kini tengah tergeletak tak berdaya, dengan kondisi pingsan akibat tamparan dan pukulan yang ia terima lalu tangan serta kaki yang diikat membuat Yesung terlihat sangat menyedihkan.
BYUUUUR…Se-ember air laut yang sangat dingin mengguyur tubuh mungil Yesung.
"Uhuk….uhuk…" Melihat tawanannya sudah siuman, pemuda yang menjadi dalang dari ini semua tersenyum. Lihatlah itu, tubuh Yesung mengigil kedinginan seperti kucing kecil habis di mandikan.
"Percuma kalian menculik ku, kalian tidak akan mendapatkan apapun!." Teriak Yesung tanpa basa – basi ketika dirinya sadar sepenuhnya. Merasa tawanannya ini sangat berani, Bos penculik itu menghampiri Yesung dan mengangkat dagu Yesung setelah dua anak buahnya menduduki Yesung disebuah bangku kayu. Mata sipit yang memancarkan rasa tidak takut sedikit pun membuat si penculik tertarik.
"Itu benar, kami menculik mu untuk umpan agar Woobin datang ke sini." Mata Yesung terbelak kaget, jadi mereka mengincar Woobin. Dilihatnya wajah – wajah teman si penculik, tidak ada satu orang pun yang Yesung kenal. Mereka pasti orang – orang yang pernah disakiti oleh Woobin dan ingin balas dendam.
'Apa yang akan mereka lakukan kepada Woobin ? apa mereka akan membunuhnya ?.' Batin Yesung cemas dan takut sekarang akan keselamatan adiknya.
"Di-dia tidak akan datang ke sini!."
"Benarkah ? aku ragu akan hal itu. Bagi Woobin kau itu sangat berharga, jadi mana mungkin dia tidak datang untuk menolong mu."
"…." Kali ini Yesung tidak bisa membalas ucapan pria di depannya ini. Karena, apa yang di ucapkan oleh pria ini adalah benar, Woobin tidak mungkin akan diam saja tanpa melakukan appapun untuknya.
Brrrr…Akibat diguyur air laut yang dingin dan dibiarkan begitu saja terkena angin malam, Yesung yang rencanannya ingin pergi ke pesta perayaan hanya memakai jeans dan kemeja tipis saja, sekarang merasakan kedinginan 4x lipat dari biasanya.
"Apa kau kedinginan sayang ? sambil menuggu Woobin datang. Bagaimana kalau aku menghangatkan dirimu, eum ?." Tawar Bos penculik itu sambil memegang bibir Yesung yang sudah terlihat pucat dan dingin. Bahkan, tanpa permisi tangan kiri penculik itu sudah berada di atas paha Yesung dan merabanya sesuka hati.
"Menjauh dariku!." Bentak Yesung yang berhasil membuat penculik didepannya terlonjak kaget dan tidak menyangka bahwa Yesung bisa segalak ini.
BRAAAAKKKK….bersamaan dengan teriakan Yesung, pintu gudang hancur tak berbentuk akibat tendangan dahsyat dari si karate Kids, Cho Kyuhyun.
"Dimana ada kejahatan, maka disitu ada kami. The Vilcencius ." Melihat tingkah Kyuhyun yang berpose menjijikan (keren) bagaikan seorang pahlawan membuat Siwon menggelengkan kepalanya heran. Kenapa Siwon harus memiliki teman yang berpola bocah seperti dia. Sedangkan, Kibum dan TOP memilih pura – pura tidak kenal dengan menjaga jarak dari Kyuhyun.
DUAAGHHHH…
"Banyak gaya, minggir!." Seru Woobin yang berhasil menendang pantat Kyuhyun hingga tersungkur ke tanah. Itulah akibatnya, jika berdiri didepan Woobin dengan berpose aneh. Apa Kyuhyun lupa, bahwa Woobin tidak suka jika jalannya dihalangi.
"Haaa…merepotkan." Keluh Woobin menghela nafasnya berat sambil mengacak – acak rambut belakangnya kesal. Bagaimana tidak kesal, Woobin yang biasanya mencari masalah dengan orang lain sekarang malah dipermainkan orang.
"Siapapun kalian, cepat serahkan Yesung." Kali ini giliran TOP yang bersuara. Bagaikan seorang pembunuh bayaran yang keji tanpa hati. TOP menatap satu persatu orang – orang yang ada didalam gudang dengan tatapan membunuhnya. Berani sekali mereka menculik kekasihnya, satu goresan saja TOP temui di tubuh Yesung nanti, maka TOP tidak akan memberi ampun pada bandit – badit didepannya ini.
BRAAAK…Satu orang sudah terlempar ke balok – balok papan kayu hingga kayu tersebut hancur, semua mata pun langsung mengalihkan perhatiannya ke sebelah kanan.
"Jika kalian tidak ingin menyerahkan Yesung. Maka, tidak ada pilihan lain selain mengambil sendiri kan." Gleg...Kyuhyun tertegung antara takut dan ngeri saat melihat smirk Kibum yang sudah lama tidak ia lihat keluar. Bandit yang dihajar sekali pukul oleh Kibum barusan pasti langsung gegar otak. Terbukti, bandit itu tidak sadarkan diri.
"Baiklah, mari bersenang – senang." Dan, di dalam gudang hanya terdengar suara pukulan, tendangan, banting dan erangan kesakitan. Satu…dua, empat, enam, delapan….45 orang tumbang sudah ditangan sang ahli lima bela diri dari sekolah Kyung-Hee.
"Bos, bagaimana sekarang ?." Bisik seorang pria yang sejak tadi memperhatikan pertarungan rekannya yang dihabisi tanpa sisa. Sedangkan sang Bos menatap tidak percaya dan panik karena rencananya gagal total akibat Woobin membawa Kyuhyun, Siwon, Kibum dan TOP.
"Hmmppttt." Yesung yang sedang di bekap mulutnya dengan kain mencoba untuk bersuara agar teman – temannya dapat mendengar dimana ia berada.
"Cepat kita pergi dari sini." Sesuai dengan perintah sang Bos, pria yang membekap mulut Yesung menyeret tubuhnya keluar lewat pintu belakang gudang. Tangan yang masih terikat membuat Yesung sulit untuk berontak dan melawan.
"Hmmmpttt." Yesung terus mencoba mengeluarkan suaranya saat melihat TOP. Walaupun mustahil, Yesung terus meneriaki nama TOP dalam hati dengan harapan sang kekasih bisa mendengarnya. Namun, Yesung tidak kehabisan akal, ketika Yesung melihat sebuah kaleng kosong bekas cat dinding ada disamping kakinya, dengan cepat Yesung menendang kaleng tersebut.
KLONTANGGG….
"Disana!.." Seru TOP yang langsung berlari kearah dimana suara itu berasal. Dan, benar saja saat mereka keluar gudang dari pintu belakang, TOP melihat Yesung sedang diseret oleh seorang pria bertubuh besar.
"SONG JONGKI….!." Geram Woobin memangil nama sang penculik. Merasa sudah ketahuan, Jongki beserta anak buahnya yang tersisa berhenti berlari dan menatap Woobin yang terlihat sudah murka.
"Melangkah lebih dari itu, anak ini akan ku tembak." TAP…Woobin langsung memundurkan langkah kakinya ketika sebuah pistol sudah berada di samping kepala Yesung. Kini, situasinya sangat berbahaya untuk mereka, membuat kesalahan sedikit saja Yesung akan mati.
"Apa mau mu Jongki ?." Woobin mencoba berbicara baik – baik pada Jongki, berharap dengan cara seperti ini mungkin bisa diselesaikan.
"Kau tahu, aku sangat membenci mu. Karena, dirimulah perusahaan ayah ku bangkrut. Padahal aku hanya melakukan kesalahan kecil yaitu tidak sengaja mengotori seragam sekolah mu. Tapi, kau…." Jongki mulai menceritakan kejadian yang tidak akan pernah ia lupakan 7 bulan lalu yaitu dimana Jongki tidak sengaja menabrak Woobin dijalan ketika pulang sekolah dengan meminum kopi kalengnya yang baru saja ia teguk sekali.
"Dasar bedebah..." Lirih TOP.
"Bocah tengik…." Sambung Kyuhyun.
"Tidak punya hati." Kali ini Siwon yang berbicara.
"Belum dewasa." Bahkan Kibum juga ambil bagian dalam mengomentari perbuatan Woobin.
"Bisakah kalian menutup mulut kotor kalian sebentar saja." Balas Woobin melirik tajam ke belakang.
"Baiklah, jadi apa mau mu agar kau melepaskan Yesung ?." Tanya Woobin yang tidak suka bertele – tele seperti ini. Ingat, nyawa Yesung sedang dalam bahaya jadi berdebat dengan pria seperti Jongki itu merepotkan untuknya. Sejenak Jongki berpikir hingga akhirnya ia mendapatkan ide yang sangat berlian.
"Jadilah budak ku selamanya." Dheg…Perkatan Jongki membuat Kyuhyun tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut berlebihan. Bagaimana bisa Jongki meminta Woobin menjadi budaknya, itu benar – benar permintaan konyol dan tidak akan mungkin terjadi.
"Sudah ku duga, baiklah…lepaskan Yesung dan aku akan menjadi budak mu."
"MWOYAA! APA KAU SUDAH GILA WOOBIN." Teriak Kyuhyun yang sejujurnya tidak rela Woobin menjadi budak dari pria didepannya ini. Jika Woobin harus menjadi budak, setidaknya menjadi budak Kyuhyun lebih pantas dan terhormat dari pada Jongki.
Sreet…Tali yang mengikat kedua tangan Yesung perlahan dilepaskan, namun bukannya berjalan ke depan dimana sang kekasih dan temannya berada. Yesung terdiam ditempat, jika ia kesana (bebas) maka Woobin akan menjadi budak Jongki dan Yesung tidak menginginkan itu.
"Yesung hyung…" Dheg….dada Yesung berdesir ketika untuk pertama kalinya mendengar Woobin memanggil dirinya hyung dengan nada sangat lembut.
"Gweachana…" Sambil tersenyum manis, Woobin mengulurkan tangan kanannya dari jauh.
TAP…
TAP…tanpa sadar Yesung melangkahkan kakinya untuk lebih dekat kepada Woobin agar ia bisa menyambut uluran tangan yang sudah sangat lama ia tunggu.
"Aku berubah pikiran…" Tiba – tiba Jongki menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkan pistol itu tepat ke arah Woobin.
DOOOR….bagaikan disebuah film yang bergerak sangat lambat, di depan mata Kyuhyun, Kibum, Siwon, TOP dan Woobin detik – detik tubuh mungil Yesung terjatuh akibat tembakan terjadi. Bruukk…Yesung berhasil menghalangi peluru Jongki dengan menjadikan dirinya sendiri sebagai temeng untuk sang adik, Woobin.
Selama beberapa detik, lima pria berwajah tampan ini tidak ada yang bisa menggerakkan tubuhnya akibat terlalu shock dan tidak menduga dengan apa yang baru saja mereka lihat. Terlebih dengan TOP, ia berharap apa yang ia lihat tadi adalah mimpi.
"JANGAN BERGERAK! KAMI ADALAH POLISI." Dari berbagai sudut polisi datang dan menggepung Jongki berserta anak buahnya. Bahkan, ayah TOP yang seorang jendral polisi pun turun tangan ke lokasi langsung untuk menangkap pelaku penculikan calon menantunya.
"SIAPA SAJA! CEPAT BAWA YESUUUNG KE RUMAH SAKIT." Teriak Kyuhyun yang kalut melihat kondisi sahabat kecilnya berlumuran darah. Sedangkan, TOP terlihat sama kalutnya dengan Kyuhyun. Tidak henti – hentinya TOP terus memaki dan memukul wajah Jongki tanpa ampun.
Dua orang polisi yang sudah berhasil menahan tubuh TOP, kini perlahan membawa dirinya menjauh dan sang jendral polisi yang melihat anaknya lost control langsung mendekatinya.
"CHOI SEUNG HYUN! KENDALIKAN DIRIMU!." Teriak tegas sang ayah dengan menepuk – nepuk kedua pipi TOP dengan telapak tangannya.
"Appa….Yesung…" Sungguh, TOP benar – benar hancur melihat Yesung didepan matanya tergeletak dengan lumuran darah.
.
.
[Kediaman keluarga KIM]
.
Pukul 04:45am, di jam seperti ini biasanya semua penghuni rumah akan tertidur lelap. Namun, rumah yang luas dan besarnya bagaikan istana ini. Terlihat Woobin berjalan di lorong rumahnya tertatih tak berdaya.
KREEET….Pintu kamar Minho terbuka secara perlahan, sang Ayah yang seharian sudah bekerja dengan keras membuat Minho tidak menyadari akan kedatangan Woobin yang masuk ke dalam kamarnya.
"Dad…dia terluka, Daddy…dia sekarang membutuhkan banyak darah mu." Mendengar suara seseorang di dalam kamar, Minho pun menjadi sedikit terganggu tidurnya.
"Engh ? Woobin, apakah itu kau ?." Tanyanya lirih khas orang bangun tidur, walaupun tidak terlalu jelas karena lampu kamar yang dimatikan. Tapi Minho yakin bahwa anaknya sedang berdiri di ujung ranjangnya dengan wajah tertunduk.
"Dady, aku mohon….tolonglah Yesung."
Tes…
Tes…Betapa terkejutnya Minho saat melihat bulir – bulir air mata jatuh di pipi Woobin.
"Hiks…aku tidak ingin kehilangan Yesung hyung….Jebal." Rancau Woobin yang tidak dimengerti oleh Minho. Kondisi mental Woobin benar – benar hancur, lemah dan tidak berdaya itulah Woobin dimata Minho sekarang.
"Daddy tolong berikan darah mu, tolong Yesung Hyung." Greeb...Entah apa yang sedang terjadi, Minho benar – benar tidak tahu. Sekarang yang bisa Minho lakukan adalah memeluk putranya dengan erat.
"Woobin-ah, apa yang terjadi ?." Akhirnya Woobin menceritakan semuanya kepada sang ayah. Dimana saat ini Yesung berada di Rumah Sakit dan harus di operasi untuk mengambil sebuah timah panas yang bersarang di bahu kirinya. Jauhnya jarak lokasi Rumah sakit dengan pelabuhan membuat luka Yesung tidak berhenti mengeluarkan darah, sehingga untuk keberhasilan operasi Yesung, dirinya harus mendapatkan transfusi darah.
"Darah Yesung sangat langkah Dad. Hanya aku dan Hyuna saja yang cocok tapi kami masih dibawah umur jadi tidak boleh melakukan donor darah. Kumohon Dad, tolong Yesung."
"Daddy akan membantu mu, tapi apa kau yakin bahwa darah daddy akan cocok dengan Yesung ?." Woobin menggepal kuat kedua tangannya sejenak lalu menatap lukisan mendiang Ibunya yang berada dikamar sebentar. Haruskah rahasia yang sudah sejak lama ia pendam bersama Ibunya, ia bongkar demi menyelamatkan nyawa Yesung.
"Tidak ada waktu lagi, kita harus segera ke Rumah Sakit."
.
.
[Alam bawah sadar Yesung]
.
"Gelap…dimana aku ?." Diruang waktu dan dunia berbeda, Yesung berjalan tanpa arah. Kemanapun ia melihat dan pergi hanya akan ada kegelapan saja.
"Seung Hyun, Kyu, Hyuna…dimana kalian." Panggil Yesung yang terus mencari jalan keluar dari ruangan gelap ini. Sungguh Yesung benar – benar tidak suka dengan kegelapan. Lelah berjalan tanpa arah, Yesung tertunduk dan mulai menangis.
"Kenapa kau ke sini ? ini belum waktu mu sayang."
"Eomma…" Lirih Yesung ketika melihat Shinhye berdiri di ujung jalan dengan pakaian serba putih dan sangat bercahaya.
"YAK! Anak bodoh! siapa yang akan menjaga Hyuna ku, jika kau disini!."
"Appa…." Kali ini Yesung melihat disamping Ibunya berdiri sosok Heechul, Ayah yang tidak pernah Yesung akui sebagai ayahnya, karena terlalu cantik untuk ukuran seorang Pria.
"Aku merindukan kalian." Duagh…Dengan kasih sayang yang begitu besar, Heechul memukul keras kepala Yesung dengan sandal yang ia pakai, hingga sang empu meringgis kesakitan.
"Sayang apa yang kau lakukan!."
Gleg…Melihat sang istri sudah berubah menyeramkan, tubuh Heechul langsung mengecil dan mengusap – usapkan kedua tangannya sambil bersujud meminta maaf. Sedangkan, Yesung yang melihat tingkah kedua orang tuanya hanya memutar bola matanya malas.
"Akh…eomma aku ingat, benarkah paman Minho adalah ayah kandung ku." Baik Heechul dan Shinhye yang mendengar penuturan Yesung terdiam sejenak. Lalu, tidak lama Shinhye dengan penuh kelembutan menggusap kepala anaknya begitu juga dengan Heechul yang terus merangkul bahu Shinhye disampingnya.
"Itu benar. Tapi, bagi ku dialah ayah mu yang sebenarnya." Seru Shinhye melirik Heechul yang ada disampingnya sedang tersipu malu.
"Jong woon, bilang pada Hyuna. Kematian kami bukanlah salahnya, itu sudah kehendak-Nya. Kau tahu selama ini ia selalu menyalahkan dirinya tidak berguna dan takut menjadi beban untuk mu. Dia, bahkan mengubur impiannya untuk menjadi seorang dokter, Lihatlah…." Perlahan muncul sebuah kotak seperti layar TV di depan Yesung, di layar tersebut akan memperlihatkan Hyuna yang selama ini tidak diketahui oleh Yesung. Layar yang semula putih kini terlihat sosok Hyuna ketika mengobrol bersama dengan temannya disekolah.
"Jika nilai mu seperti ini terus kau bisa masuk SMA favorite dan kuliah Kedoteran dengan mudah, Hyuna…aku benar – benar iri padamu."
"Aku tidak ingin menjadi dokter lagi."
"Heeeh! Wae ?."
"Menjadi dokter itu memerlukan biaya yang sangat mahal Gayoon. Aku tidak ingin melihat Yesung oppa bekerja seharian demi impian bodoh ku. Jika sudah lulus sekolah aku akan bekerja dan membantu oppa mencari uang."
Sesak, Yesung merasakan lehernya tercekik saat melihat sang adik menangis karena memilih mengubur impiannya. Hyuna tidak tahukah kau, selama ini kaulah tujuan Yesung terus hidup. Bekerja demi memenuhi kehidupan mu tanpa kekurangan apapun, itulah Passion yang Yesung miliki.
CTAK…dengan jentikan jari Heechul, layar yang sedang Yesung lihat berubah sekarang. Terlihat beberapa orang berwajah sedih dan bahkan ada yang menangis menggelilingi satu orang yang sedang tergelatak di ranjang dengan berbagai alat Rumah sakit yang menancap ditubuhnya.
"Itu adalah aku…." Lirih Yesung sambil memeluk tubuhnya sendiri dengan perasaan takut saat melihat kondisinya.
"Baby, wake-up….don't leave me, please."
–TOP-
"Hanya dia yang mau berteman dengan ku tanpa peduli latar belakang ku."
– Siwon-
"Sejak kecil, dia selalu ceria dan sekarang aku merindukan senyumannya."
– Kyuhyun-
"Kali ini aku tidak bisa menolong dirinya yang sedang tersesat."
– Kibum-
"Jika kau sadar, aku berjanji akan memanggil mu Hyung dan patuh padamu."
– Woobin-
"Seung Hyun, Wonnie, Kyu, Woobin, Bummie Hyung…Kalian." Melihat mereka semua berwajah sedih membuat hati Yesung semakin tersayat. Dari wajah mereka semua tergambar jelas sekali bahwa semangat untuk hidup tidak ada. Dan, Yesung tidak mau melihat wajah mereka semua seperti itu dalam waktu yang lama.
"Appa…aku…" Lirih Yesung yang kini mulai sadar bahwa ia tidak boleh mati dulu. Ia harus tetap hidup untuk teman – temannya, sang kekasih dan juga impian sang adik.
"KAU SUDAH TAHU SEKARANGKAN, JADI….KEMBALILAH KE DUNIA MU SANAAA." Sambil menarik kerah baju Yesung tanpa aba – aba, Heechul melempar keluar anaknya dari dunia akhirat ini.
"GYAAAA! DASAR APPA JAHAT!." Teriak Yesung yang terjun bebas jatuh dari langit.
"Kami menyayangi mu, Jong woon. Dan, kau sangat pintar dalam memilih kekasih." Lirih Shinhye sambil terkekeh sebelum dirinya dan sang suami menghilang dari pandangan Yesung.
ZEEEB…Mata Yesung langsung terbuka, hal pertama yang Yesung lihat saat membuka matanya adalah wajah kaget dari sang kekasih, adik dan teman – temannya yang menggelilingi dirinya, mereka semua begitu terkejut saat melihat Yesung sadar dan membuka matanya.
"Kenapahh…wajahh ka…lian seperti ituuuhh." Ucap Yesung parau dan lemah namun masih mencoba tertawa di dalam alat bantu nafasnya yang menutupi hidung dan mulutnya.
GREEEB….
"Hueeee….Syukurlah, hueee…oppaaaa." Hyuna menangis sekencang – kencangnya sambil memeluk sang kakak. Sungguh, ia tidak peduli jika suster rumah sakit akan memarahi dirinya karena membuat pasien lain terganggu. Sedangkan, yang lainnya tidak ada yang tidak menangis ketika melihat Yesung sadar. Tangis bahagia, kelegaan dan syukur kepada Tuhan terus mereka katakan tanpa henti.
.
.
Sejak Yesung sadar dua minggu lalu, setiap hari tidak henti – hentinya ruang inap Yesung kedatangan tamu. Mulai dari anak kelas 1 sampai kelas 3 datang untuk menjenguk Yesung. Bunga, makanan, buah – buahan selalu memenuhi ruangan Yesung hingga terkadang Hyuna tidak tahu lagi harus menaruh dimana. Jadi, disamping banyak orang memberikan dirinya makanan, maka saat itu juga acara berbagi makanan untuk pasien dan karyawan rumah sakit sering dilakukan.
"Selamat pagi Yesung, bagaimana keadaan mu."
"Sudah lebih baik paman Minho. Masuklah…" Senyum Yesung menyambut kedatangan ayah kandungnya. Baik Yesung dan Minho sudah tahu satu sama lain bahwa mereka adalah ayah dan anak. Namun, Yesung tetap memanggil Minho dengan sebutan paman. Karena, bagi Yesung ia hanya memiliki satu Ayah yaitu Heechul yang sudah merawat dan memberikan dirinya kasih sayang seorang ayah.
TUK….Jongsuk yang datang bersama dengan Minho dan Woobin meletakan sekeranjang besar berisi buah dipangkuan Yesung.
"Jika kau tidak makan buah dariku, kau akan tahu akibatnya." Gleg…Yesung menelan ludahnya kasar. Sepertinya mulai hari ini ia harus membiasakan diri kepada adik iparnya itu yang memiliki sifat pemaksa dan pengancam.
"Hyung, jika kau tidak nyaman di rumah sakit ini. Aku bisa memindahkan mu ke rumah sakit yang lebih besar dari ini dan tentunya lebih mewah, berkualitas dan pelayanannya memuaskan." Ucap Woobin sambil melirik Kyuhyun yang sedang mengobrol bersama Hyuna dan Kibum. Woobin sepertinya sengaja mencari masalah dengan Kyuhyun karena ia tahu bahwa rumah sakit yang merawat Yesung saat ini adalah milik keluarga Kyuhyun.
"Kalian sedang pamer harta, eoh." Entah kapan Siwon masuk ke ruangannya, yang jelas Siwon sudah berdiri dibelakang Woobin dengan tatapan tenangnya sambil membawa sekotak coklat ?
"Jika kalian semua datang ke sini hanya untuk membuat masalah, maka…."
Kretek….Kibum membunyikan jemari tangannya sambil menatap Kyuhyun, Woobin dan Siwon secara bergantian. Berani sekali mereka bertiga membuat masalah di rumah sakit ini.
"Puuftt…Hahhahaha." Yesung tertawa lepas hingga membuat orang – orang yang di dalam ruangan menatap Yesung bingung. Namun, sedetik kemudian mereka semua nyengir. Jika di ingat – ingat mereka sudah lama tidak seperti ini. Becanda satu sama lain dan tertawa. Dan, itu membuat Yesung bahagia.
"Hyuna-yaa." Merasa namanya dipanggil, Hyuna yang sedang asik mengobrol pun menghampiri sang kakak dan duduk di kursi dekat Yesung.
"Maukah kau berjanji padaku."
"Janji apa oppa ?."
"Jadilah seorang dokter yang hebat." Dheg…Hyuna terkaget mendengar permintaan sang kakak, darimana Yesung mengetahui hal itu.
"Oppa, tapi…"
"Dokter ? Kau ingin menjadi dokter ? kebetulan sekali, di Kyung-hee ada beasiswa kan, Daddy ?." Woobin menyenggol sang ayah yang berada disampingnya dengan sengaja.
"Tentu, kami akan memberikan beasiswa kepada murid yang memang ingin mewujudkan impiannya. Kau tidak perlu mengkhawatirkan masalah biaya, yang perlu kau lakukan adalah belajar dan fokus pada impian mu. Apa kau bisa ?." Tawar Minho yang tentu saja disambut senang oleh Hyuna, benarkah yang ia dengar ini nyata. Dan, sepertinya ini adalah nyata karena ketika Hyuna mencubit pipinya itu terasa sakit.
"Tentu sajangnim!." Balas Hyuna mantap dan penuh percaya diri. Sedangkan, Yesung tanpa Hyuna ketahui, menundukkan kepalanya kepada Woobin dan Minho sebagai ucapan rasa terima kasih Karena apa yang ia inginkan sudah dikabulkan oleh mereka berdua.
"Hyuna, jika kau sudah menjadi dokter, jangan kemana – mana ne."
"Ani! Hyuna akan menjadi Princess-nya Kyuhyun."
"YAAAK! AKU TIDAK MAU MEMILIKI NAMJACHINGU SEPERTI KALIAN." Teriak Hyuna yang jenggah dijadikan bahan perdebatan oleh Kibum dan Kyuhyun terus. Tidak sadarkan mereka, karena sifat ketidak pekaan mereka terhadap orang sekitar, Hyuna menjadi sasaran -tatapan membunuh- GD dan Seungri.
"Jika aku harus memiliki namjachingu, aku ingin pria seperti TOP oppa."
"Itu tidak mungkin, TOP itu stock terakhir yang diambil oleh kakak mu." Semua orang tertawa mendengar Joke dari Kyuhyun.
CEKLEEEK….dan, orang yang di tunggu – tunggu oleh Yesung akhirnya datang juga. Sejak Yesung sadar, TOP tidak pernah menjenguknya lagi karena ada urusan yang harus ia selesaikan bersama sang ayah mengenai kasus penculikan Yesung, dan sekarang diwaktu kosongnya ia menyempatkan diri untuk menjenguk. Dengan membawa sebuket bunga mawar merah dan sekeranjang buah – buahan ukuran kecil yang sengaja ia beli, Choi Seung Hyun masuk ke dalam kamar inap Yesung.
Dheg….
Dheg…Yesung berdebar tidak karuan saat melihat penampilan TOP yang dimata Yesung entah kenapa hari ini terlihat sangat tampan dan lebih berkharisma dari biasanya. Semakin TOP mendekat, membuat Yesung gugup.
"Baiklah kawan – kawan, mari kita tinggalkan dua sejoli ini untuk menikmati waktunya."
"Nggh ? kenapa kalian pergi ?." Bingung TOP yang baru saja datang tapi teman – temannya sudah ingin pergi. Apakah kehadiran dirinya tidak diinginkan disini, berbagai pikiran negative bersarang di benak TOP sekarang.
"Sudahlah TOP, kami tahu apa yang kau inginkan." Smirk Woobin ambigu dan TOP menyadari maksud perkataan Woobin yang mengarah ke hal tidak baik. Bukankah, TOP dan Yesung sudah lama tidak menikmati waktu kebersamaan mereka.
"Yak! ini bukan sepe-.."
BLAAAM…Pintu tertutup rapat, kini di dalam ruangan hanya ada dirinya dan Yesung. Padahal tadi TOP datang dengan perasaan biasa saja dan tenang, tapi setelah mendengar ucapan Woobin yang seenaknya saja, perasaan TOP jadi campur aduk dan gugup juga.
Ditaruhnya buket bunga yang ia bawa disamping Yesung dan mulai bersikap se-normal mungkin dan seperti biasa.
"Bagaimana hari ini ? apa kau merasa lebih baik ?." Yesung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Tidak ingin ada suasana canggung di antara mereka berdua. Akhirnya TOP duduk dibangku dekat Yesung lalu mengambil jeruk yang ia bawa dan mengupasnya.
Dalam diam, Yesung melirik sang kekasih yang sedang mengupas kulit jeruk. Jika Yesung perhatikan, TOP terlihat kurusan dan apa itu, TOP memotong rambutnya menjadi lebih rapi. Mungkinkah itu yang membuat TOP menjadi lebih tampan dari biasanya.
"Apa kau makan dengan baik Seung Hyun ?."
"Bagaimana bisa aku makan dengan baik, jika kekasih ku sedang terbaring disini." Sambil menggunyah jeruk yang diberikan oleh TOP, Yesung memalingkan wajahnya yang sedang memerah malu. Dan, TOP melihat hal itu.
Kreeet…Terdengar suara ranjang rumah sakit yang di tekan dan Dheg…tubuh TOP sudah berada di atas badan Yesung sekarang, dengan menggunakan kedua tangannya TOP menompang berat badannya.
"Aku merindukan mu, syukurlah kau kembali ke pelukan ku…Itulah yang ingin aku katakan ketika kau bangun baby." Tes…Tes…merasakan bulir air mata jatuh ke wajah Yesung, ia mendongakkan kepalanya dan melihat TOP untuk pertama kalinya menangis. Saat Yesung tidak sadar, TOP benar – benar takut akan kehilangan Yesung untuk selamanya.
Greeb…Yesung memeluk leher TOP dan perlahan merengkuhnya ke bawah agar Yesung bisa mencium bibir TOP. Ciuman yang awalnya ingin meyalurkan rasa rindu, sayang dan cintanya kepada sang kekasih kini berubah menjadi ciuman yang sedikit menuntut dari pihak UKE untuk menciumnya lebih dalam.
"Mmmhh." Leguh Yesung saat mendapatkan serangan dari sang SEME.
Kreet…decitan ranjang rumah sakit pun berbunyi ketika TOP memeluk tubuh Yesung dan semakin dalam mencium bibir UKEnya tanpa rasa jijik sedikit pun. Padahal, TOP selama ini tidak suka jika badannya disentuh oleh orang lain. Tapi, sekarang ia dengan lihainya memanjakan Yesung dengan ciuman panasnya.
Ketika Yesung semakin terbuai dan hanyut dalam Ciuman TOP, sang kekasih menyudahinya.
"Selamat hari jadi kita yang ke-100, Yesung."
Tring….Sebuah kalung salip perak telah melingkar di leher Yesung.
"Seung Hyun…" Yesung shock dan tidak bisa mengatakan apapun saat ini. Yesung benar – benar tidak tahu bahwa hari ini adalah hari ke-100 mereka pacaran. Ternyata sudah selama itu mereka menjalani hubungan. Dan, TOP mengingatnya.
"Kau menyukainya ?." Tanya TOP sambil menyikap poni Yesung yang sedikit menjuntai dan mencium kening Yesung beberapa kali saking gemasnya melihat jidat lebar kekasihnya.
"Sangat, gomawo Seung Hyun. Tapi, aku belum membeli hadiah untuk mu. Ottokeh ?."
"Kau tidak perlu membelikan ku hadiah, karena kau adalah hadiah ku."
"Tu-tungguhh Seung Hyun." Seru Yesung dengan wajah super merah ketika merasakan tangan TOP diam – diam membuka kancing baju rumah sakitnya.
"Why ? kau sendiri tadi menciumku duluan kan. Jadi, jangan salahkan aku." Bela TOP sambil melanjutkan membuka kancing baju Yesung secara terang – terangan.
"Su-suster, dokter atau siapa pun tolong akuuuu!." Teriak Yesung yang tidak akan didengar oleh siapapun. Kenapa ? karena satu lorong rumah sakit sudah diperintahkan oleh Kyuhyun untuk dikosongkan atas saran Woobin. Sepertinya TOP banyak berhutang jasa kepada teman – teman geng Yesung.
"Nikmati waktu mu." Itulah kata Woobin. Dan, TOP benar – benar menikmati waktunya bersama Kim Yesung entah setiap jam, menit ataupun detik.
.
First Love
END
.
Author Note :
Akhirnya tamat juga ini FF ! /-\
Maafnya lagi – lagi telat, Tapi saya sudah menepati janji saya untuk menamatkan FF ini, tinggal satu hutang saya haha ~(T.T~)
Semoga kalian suka dengan endingnya dan tidak menggecewakan /-\
Siapa pun yang sudah review, favorite, follow ini FF saya ucapkan terima kasih sebanyak – banyaknya. Khususnya yang sudah baca FF ini dari awal sampai akhir dan setia menunggu^^.
Bye~ Bye~
See You Next Story.
Sehat selalu untuk reader^^
Author
-Kimmie-
Jangan lupa kritik, saran dan komentarnya.
