Z O N E


Disclaimer : Vocaloid tetap bukan punya saya..

Warnings : Typo(s), OOC, OOT, Garing


Chapter 4

Kompor Zone


Kriiiiing!

Bel istirahat berbunyi di sepanjang koridor Vocaloid High School. Membuat koridor yang tadinya sepi bagaikan rumah hantu menjadi ramai seperti taman bermain. Para murid ingin berlomba-lomba sampai ke kantin duluan agar cepat mendapatkan tempat duduk.

Kaito Shion, seorang siswa kelas 2-A keluar dari kelasnya. Wajahnya tampak kusut setelah dua jam menghadapi pelajaran Meiko-sensei. Setidaknya ia bisa mendinginkan kepala dengan memakan 5 sampai 6 es krim di kantin.

"Kaito-kun!"

Sebuah suara dari masa depan—eh bukan, dari belakang membuat langkahnya terhenti. Kaito pun berbalik dan menemukan Miku Hatsune, sang diva sekolah berjalan menuju kearahnya.

Kaito tidak salah lihat, kan? Malaikat itu kini sedang menghampirinya!

"Kaito-kun, aku—astaga! Kaito-kun kau ngences(?)!" seru Miku seraya menunjukkan wajah Kaito yang menatapnya penuh cinta dengan air liur yang lumayan banyak di sudut bibirnya.

Oh, ayolah Kaito Shion! Setidaknya kau jangan bersikap bodoh seperti biasanya di depan orang yang kau sukai!

Kaito yang tersadar dari dunianya kini mulai mengusap air liur di bibirnya. Ia pun tertawa kecil. Melihat Miku yang datang membuatnya terpesona, sih. Ia bahkan sampai lupa kalau air liurnya terus berproduksi sampai tumpeh-tumpeh(?) di bibirnya.

"Ada apa, Miku-chan? Kenapa tiba-tiba menghampiriku?" tanya Kaito cengegesan. Membuat Miku sedikit ilfil, namun tetap menjawab pertanyaam Kaito dengan malu-malu.

"Ng.. Itu.. Hari Sabtu mau berkencan denganku?"

Wuuuush!

Hati Kaito terbang seketika.

Ia tidak salah dengar, kan? Miku Hatsune yang suaranya sangat merdu sampai menjadi diva sekolah itu, yang penggemar laki-lakinya sangat banyak itu, yang wajahnya sangat cantik itu, mengajak Kaito Shion yang maniak es krim ini berkencan?!

"Kau serius, Miku-chan?" tanya Kaito antusias. Matanya berbinar-binar. Ia sangat senang mendengar gadis yang disukainya ini akhirnya mengajaknya berkencan. Soalnya selama ini ia tidak terlihat seperti sedang tergila-gila dengan Kaito, sih.

Miku mengangguk. Ia kemudian mengedipkan sebelah matanya.

"Hari Sabtu, jam 9 pagi! Ku tunggu di taman bermain di pusat kota. Jangan lupa, ya Kaito-kun!" begitu katanya seraya berlari meninggalkan Kaito yang tetap terpesona. Kaito pun menyadarkan fokusnya kembali dan mengepalkan tangannya penuh semangat.

"Yosh! Hari Sabtu, jam 9 pagi di taman bermain di pusat kota! Ganbatte, Kaito!"


Sesuai perjanjian, hari ini Kaito dan Miku berkencan di taman bermain. Matahari sudah tinggi. Menunjukkan bahwa sekarang pukul dua belas siang. Sudah 3 jam mereka bermain. Kaito adalah orang yang paling bahagia disini. Ia mau-mau saja diajak Miku menaiki wahana-wahana disini walau pun Kaito lumayan takut untuk menaikinya.

Kini mereka sedang ada di McD yang berada di taman bermain itu. Kaito sedang menunggu Miku mengambil makanan di counter. Memang bodoh dia. Harusnya dia lah yang mengambil makanan di counter itu.

"Maaf lama"

Panjang umur. Miku baru datang dengan membawa dua hamburger, dua kentang goreng, dan dua cola di atas nampan. Membuat Kaito menampakkan wajah cerahnya. Ia pun mengambil alih nampan itu dan meletakkannya di atas meja.

Mereka pun makan bersama. Dan pastinya Kaito yang makan paling lahap. Entah karena lapar atau karena ia gugup berada di hadapan Miku. Ia pun menatap Miku yang berada di depannya. Tapi, Miku melihat kearah lain. Ke arah meja yang berada dua bangku di samping mereka. Tampak dua orang disana. Laki-laki dan perempuan. Dan laki-laki itu, Kaito mengenalnya.

"Bukankah itu Mikuo Hatsune? Kembaranmu itu, kan?" tanya Kaito. Miku sedikit tersentak. Lalu mengalihkan pandangannya lagi. Dan kembaran Miku yang berada disana itu menoleh ke arah mereka. Seperti merasa kalau ia sedang dibicarakan.

"Ah, Kaito kau bisa saja. Hahaha" seru Miku seraya memakan kentang gorengnya. Tawanya terdengar dipaksakan. Namun Kaito tidak mengetahuinya.

Mikuo melihat adiknya bersama orang berambut biru yang ia kenal sebagai Kaito itu dengan tatapan tidak senang. Ia pun mengangkat bahunya lalu mengajak gadis yang berada di depannya pergi dari sini.

Setelah melihat kakak kembarannya itu pergi, Miku juga mengajak pergi Kaito yang masih sibuk meminum cola nya itu.


Keesokkan harinya...

"Eh? Kau diajak Miku berkencan?"

"Ya! Hebat, kan? Itu bagus daripada kau yang dianggap kakak sendiri oleh Rin, si adik kelas itu. Kakak-adik zone, ya?"

Perempatan muncul di dahi Len. Ia menstabilkan napasnya karena sahabatnya yang satu ini sedang membangga-banggakan dirinya dan mengejeknya tentang kejadiannya dengan Rin beberapa hari lalu. Namun, Len sepertinya teringat sesuatu.

"Ah, kudengar gosip di sekolah ini bahwa Miku itu incest, ya?"

Kaito kaget sedikit. Ia pun berusaha memprotes Len kalau saja ia tidak melihat Miku sedang berbicara pada Mikuo di koridor sekolah.

"Jangan lagi mendekati laki-laki biru itu!"

"Onii sendiri biru!"

"Ini teal! Pokoknya aku tidak suka kau mendekatinya. Jika kau mendekatinya lagi, aku akan menghukummu! Aku tidak ingin kau sampai menyukainya!"

"Aku tidak menyukainya, Onii! Kau sendiri kemarin berjalan dengan gadis lain! Jadi itu pembalasanku!"

"Membuatku cemburu, huh? Adikku yang pintar, kau berhasil"

"Haha! Kau cemburu, kan? Berarti aku berhasil memanas-manasimu!"

"Ya! Kau pintar sekali! Ayo pulang, adikku yang pintar"

Miku dan Mikuo pun pulang bersama. Dengan Miku yang menggandeng tangan Mikuo erat-erat. Len yang melihat kejadian itu langsung mengangguk-angguk.

"Hm.. Berarti gosip itu benar, ya" katanya. Len pun melihat ke arah sahabatnya. Wajah shock yang melebihi Len saat itu. Mata membulat, mulut menganga, beserta sweatdrop yang lumayan banyak. Dan itu berhasil membuat Len Kagamine tertawa terbahak-bahak.

"Mampus kau, Kaito! Hahaha!"

Kaito tak bergeming. Masih dengan posisi tadi. Napasnya seperti menghilang entah kemana. Untuk mengantisipasi agar sahabat birunya itu tidak jatuh ke lantai, Len merangkul bahunya.

"Kau lihat itu, Kaito? Itu namanya Kompor zone. Suatu kondisi dimana kau dibutuhkan hanya untuk memanas-manasi doi nya si doi, Kaito. Itu bahkan lebih buruk dari kakak-adik zone. Setidaknya di kakak-adik zone kau masih dianggap sebagai kakak. Lah, kalau kau? Disukai pun tidak" ejek Len panjang lebar. Entah Kaito mendengarnya atau tidak, ia tidak peduli. Akhirnya Len pun mengantar sahabatnya yang sudah kehilangan separuh nyawanya ini pulang.


FIN


Author note :

Ini fic KaiMi req dari AyA-Chan28 semoga suka yaaa ^^

Untuk Vanilla Latte Avocado, Ayako minta maaf banget. Selain sudah ada yang req duluan, ini suasanyanya memang dibuat untuk anak sekolahan. Bisa dilihat di summary ^^ Tapi saya akan buat fic req darimu di fic yang lain, ya.. Saya janji ^^d

Untuk LuixRing chap depan, ya! Maaf buat Panda Dayo yang telah menunggu namun di php *slap *phpzone XD

Saya mulai heran dengan fic ini yang makin lama makin panjang. Terkadang saya khilaf untuk bikin fic panjang-panjang padahal ini cuma drabble u.u

Terima kasih lagi kepada AyA-Chan28, Panda Dayo, Iwanaga-Hime, Vanilla Latte Avocado, dan Kagamine Mikan (saya gugup saat kamu review XD soalnya saya juga silent reader di fic mu. Maap deh saya khilaf X'D) chap ini review lagi, ya!

Yeay saya pamit lagi. Kita ketemu lagi di chap depan. Review nya boleh kali, yaaa XD terima kasih juga buat yang sudah baca ^^/