Z O N E


Disclaimer : Vocaloid akan tetap bukan punya Ay

Warnings : Typo(s), OOC, Gaje, Abal, Garing, dan lain-lain


Chapter 8

April Mop Zone


"Katanya mau jadi aktif, hn? Bisa buktikan?"

Jam besar di halaman Vocaloid High School sudah menunjukkan pukul 5 sore. Itu berarti, sekolah sudah sepi sekarang. Murid-murid sudah pulang dua jam yang lalu. Namun, dua sejoli ini—Yuu dan Yan He, kelas 3-B, masih berduaan di lorong sekolah. Tak berniat untuk pulang kah?

Yan He mengangguk. Ia bisa melihat Yuu menyeringai sekarang.

"Baiklah. Kau bisa mulai sekarang."

Yuu menyenderkan dirinya di dinding lorong. Kedua tangannya melipat di depan dadanya. Ia menunggu gerakan berikutnya dari kekasih di depannya ini.

Yuu agak kaget saat ia menerima e-mail dari Yan He semalam. Dan isinya nyaris ingin membuat bola mata Yuu melompat dari tempatnya.

'Karena kau selalu menciumku duluan (kadang juga dengan cara memaksa), besok aku akan lebih aktif dengan menciummu duluan, Yuu.'

Hell, ini serius, man. Yan He, mau menciumnya duluan? Ia kira hari ini takkan pernah datang.

Yan He maju selangkah. Kemudian selangkah lagi. Menghapus jarak di antara keduanya. Sungguh, dadanya berdebar kencang. Benarkah tindakannya kali ini?

Gadis berambut pucat ni bahkan tidak ingat bagaimana wajahnya bisa sedekat ini dengan wajah Yuu. Yan He melirik Yuu dari balik bulu matanya. Pemuda itu masih saja menyeringai. Ia pun menutup mata Yuu dengan telapak tangannya.

"Jangan menatapku seperti itu, mesum."

Oh, bakan napasnya pun terasa di bibir Yuu.

Yuu masih saja menunggu gadisnya menciumnya. Ia sudah bisa merasakan napas Yan He yang makin menghangat. Pertanda bahwa bibir Yan He semakin mendekat.

Satu detik.

Dua detik..

Sepuluh detik...

Baiklah, Yuu mulai tidak sabar.

Yuu pun menarik tangan Yan He yang menutupi matanya. "Yan He, kena—,"

Dilihatnya Yan He yang sudah menahan tawanya yang hampir meledak itu. Ia juga melihat YanHe sudah mundur dengan menutup wajahnya. Tak lama, tawa gadis itu meledak.

"April Mop! Hahaha!"

Oke, tidak perlu berlama-lama untuk mengerti situasi ini. Gadis di depannya ini mengerjainya!

"Astaga! Kau harus melihat wajahmu tadi, Yuu!" ucap Yan He di sela-sela tawanya.

Yuu memutar bola matanya. Kenapa ia bisa lupa kalau hari ini tanggal 1 April. Pasti Yan He akan mengerjainya. Mengingat ia juga melakukan hal yang sama pada Yan He satu tahun lalu.


1 April satu tahun yang lalu..

Yuu sudah mempersiapkan hatinya dari semalam. Ia akan menyatakan cintanya pada Yan He, teman sekelasnya sejak setahun lalu. Ia sengaja memilih hari ini. Karena kalau ia ditolak, Yuu akan mengatakan bahwa itu adalah 'lelucon di bulan April'.

Bel istirahat sudah berdering. Semua murid berlari menuju kantin. Kelas 2-B kosong. Hanya menyisakan dua insan yang berbeda gender. Sang gadis yang sedang menyusun bukunya dan sang pemuda yang sedang mempersiapkan hatinya.

Yuu pun mengambil langkah mantap dan mulai mendekati Yan He yang duduk dua bangku di depannya.

"Yan He..."

Yan He yang sedang sibuk menyusun bukunya mengalihkan perhatiannya ke arah Yuu yang sekarang sudah berada di depannya.

"Yuu? Ada apa?"

Yuu menarik napasnya dalam-dalam. "A-Aku.. Menyukaimu. J-Jadilah pacarku."

'Eh?'

Rona di wajah Yan He muncul dengan cepat, namun dengan cepat juga menghilang. Ia berdeham. Apa ia tidak salah dengar?

"Apa?"

Ugh.. Respon yang tidak diharapkan.

Harusnya Yuu tahu ini tidak akan berhasil mengingat Yan He sepertinya tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa gadis itu menyukainya.

Tak lama kemudian Yan He kembali bersuara. "Maaf.. Aku..."

Ah, sudahlah. Pasti ia sedang memikirkan bagaimana menolak Yuu dengan halus.

"Aaaaa April Mop!"

Yan He sedikit kaget dengan teriakkan Yuu yang tiba-tiba. Terlebih lagi dengan apa yang baru saja diucapkannya.

"Eh?"

"Ehehe.. Yaa April Mop! Lelucon! Aku hanya bercanda, hehe..."

Hanya bercanda?

"Lucu, gak?" tanya Yuu sebelum melihat raut wajah Yan He yang berubah. Kesal, marah, dan—apa-apaan air yang menggenang di kelopaknya itu?

"Jadi, itu hanya bercanda?" geram Yan He dengan suara tertahan. Ia pun bangkit dari duduknya.

"Padahal aku sudah akan mengatakan kalau aku mau tadi! Dasar Yuu bodoh!"

Dan Yan He pun beranjak dari sana.

Tidak ada waktu untuk berpikir, Yuu menahan tangan Yan He sebelum gadis itu pergi lebih jauh. Lalu Yuu pun membalikkan badan Yan He menghadap ke arahnya. Terlihat air mata mengalir di pipi mulus Yan He.

"Kau, tidak menolakku?"

Ingin rasanya Yan He melemparkan sepatunya ke arah wajah tampan Yuu. Apa ia tadi tidak berkata cukup jelas?

Yan He mengalihkan wajahnya. "Bodoh."

"Kalau aku tidak bercanda, kau akan menerimaku?"

Ku tanya sekali lagi. Apa ia tadi tidak berkata cukup jelas?

Yan He bersiap melepaskan sepatunya saat Yuu menariknya ke dalam pelukan pemuda itu. Oh, tidak, tidak... Wajahnya pasti sangat merah sekarang.

"A-Apa yang—,"

"Kalau begitu anggap saja tadi aku tidak bercanda. Aku tarik kembali semua kata-kataku. Anggap saja yang tadi bukan lelucon. Hari ini, kita resmi jadian!"

Pernyataan cinta macam apa itu?

Yan He mendengus geli. "Dasar tidak romantis."


Yuu masih menatap Yan He yang tertawa terbahak-bahak. Ah, benar juga. Gadis tsundere macam dia mana mau memulai semuanya duluan. Harusnya ia sudah tahu itu.

Tapi, ia penasaran dengan satu hal.

"Hei, Yan He. Waktu itu apa yang mau kau bilang?"

Yan He menghentikan tawanya seraya mengusap air matanya yang menggenang di kelopaknya karena terlalu banyak tertawa. Ia kini menatap Yuu bingung.

"Yang mana?"

"Itu, lho.. Yang 'Maaf.. Aku..'. Aku pensaran. Kukira kau akan menolakku waktu itu," jawab Yuu seraya menerawang. Yan He pun ikut-ikutan menerawang. Ah, ia ingat sekarang. Yan He pun tersenyum kecut ke arah Yuu.

"Aku waktu itu mau bilang, 'Maaf.. Aku pasti salah dengar. Bisa kau ulangi lagi? Kali ini dengan jelas, please.'. Dasar, makanya jangan menyela orang berbicara!"

Yuu sedikit tertegun. Ternyata itu yang akan Yan He katakan waktu itu. Coba saja ia menahan diri sedikit lebih lama untuk mendengarkan Yan He berbicara, pasti kejadiannya tidak akan sampai seperti ini.

Eh, seperti ini pun tidak apa-apa, ding. Yuu malah lebih menyukai situasi sekarang.

Burung-burung pun mulai berkicau tanda hari semakin sore. Yuu pun mengulurkan tangannya ke hadapan Yan He.

"Ayo pulang."

Jika waktu itu Yuu mendengarkan Yan He berbicara sampai selesai, hubungan mereka tidak akan sampai main April Mop April Mop sialan begini. Ini menyenangkan, kau tahu.

"Tahun depan akan kubalas kau, gadis tsundere."


FIN


Author note :

Jangan bunuh saya T.T

Saya tahu ini update nya telat banget. Hampir tiga bulan mameeen. Maafkan daku u.u

Ini dia YuuYanhe yang dipesan Panda Dayo! Semoga suka dan maaf lamaa u.u

Yosh, berarti pairing berikutnya sesuai dengan request Iwanaga-hime, yaitu Arsloid x Meiko yaa.. Wah, berarti bukan cuma siswanya aja yang kena zone, tapi senseinya juga :3

Oke, terima kasih lagi buat akumarine (salah lagi gak? :3 maafkan daku u.u), Panda Dayo, AyA-Chan28, Shiro Rukami, CelestyaRegalyana, dan Penyair Tanpa Nama (fic req mu sedang otw^^). Kalian toplah! ^o^)d ripiu lagi yang ini ya :D

Terima kasih juga buat ilovevocaloid93, Clairith54'Tina, Panda Dayo, Yukira Kamishiro (terima kasih banyak sudah mengikutsertakan saya ^^), dan guest di fic Menelan Obat. Yang ini di review juga yaa XD

Ya akhir kata, bye bye *ditendang*. Hehe terima kasih udah baca! Reviewnya boleh kali, yaa. Sampai jumpa di zone-zone berikutnya ^^/