Malam itu adalah hari dimana perayaan tahunan yang selalu diadakan diSMN High School biasa dikenal dengan SHS. Semua pengunjung pasti menikmati pesta itu terutama siswa SHS tersendiri karena, siswi-siswi dari sekolah lain datang berkunjung juga. Hal itu tentu membuat siswa SHS seperti mendapatkan jackpot mengingat sekolah mereka khusus namja dan juga berasrama.
Ditengah lapangan SHS yang luas, terdapat panggung yang dikelilingi banyak orang bak lautan, yang terlihat ikut bernyanyi atau melompat-lompat mengikuti alunan musik. Adapun juga yang berdiri tak jauh dari panggung tak ingin berdesak-desakkan, dan ada juga yang duduk –atau bermesraan– dikursi bermeja yang telah disediakan dan salah satunya adalah Baekhyun.
Lelaki bertubuh mungil itu sedang duduk sendiri sambil melipat tangannya diatas meja persegi itu. Matanya terus menatap kearah panggung yang cukup jauh namun, masih dapat ia lihat.
Matanya beralih keponsel pintar yang tergeletak dimeja saat ia merasakan getaran. Ia mengambilnya dan dahinya mengkerut saat sebuah pesan dengan nomor asing mengiriminya pesan 'lagi'.
'Hey, kau sedang apa? Kau sedang menonton konser sekolah, bukan?'
Begitulah pesan yang ia baca, setiap hari ia selalu mendapatkan pesan dari pengirim yang sama, namun setiap ia bertanya siapa pengirim itu dan apa mereka kenal? Orang itu akan mengalihkan pembicaraan atau menyuruhnya datang kemalam puncak SHS nanti.
Sebenarnya Baekhyun datang kesini bukan untuk mengetahui identitas sosok 'pengirim' misterius yang selalu mengganggunya itu, ia tak terlalu peduli dengan orang itu. Terkadang, Baekhyun lebih memilih untuk mengabaikan pesan orang itu dan hal yang paling mengesalkan orang itu akan kembali mengiriminya pesan yang sama sampai Baekhyun membalas pesannya.
Ia mendesah berat dan menekan layar ponsel pintarnya dengan cukup keras, efek geram.
'Ya, jangan berfikir aku mendatangimu. Aku hanya akan menonton temanku dan setelah itu aku akan kembali keasrama.'
Tak lama ponselnya kembali bergetar, ia memutar bola matanya malas dan membaca pesan dari orang asing itu lagi,
'Apa?! Kau akan kembali keasrama setelah menonton temanmu? Tidak tidak! Kau harus menonton penampilanku juga, setelah ini adalah penampilanku!'
"Dasar aneh, bahkan aku tak mengenalmu!" Umpat Baekhyun pelan sambil menscroll down pesan itu…
'Dan penampilanku ini khusus untukmu, Byun Baekhyun.'
Deg~
Pipinya tiba-tiba merona membaca pesan itu, jarang sekali ada orang yang memberi pesan seperti itu padanya, ah~ apa dia memiliki fans selama ini? Kembali ia membaca ulang pesan itu menscroll up lalu menscroll down pesan itu berkali-kali,
Argh! Penarasan menyelimuti otak Baekhyun. Ia mengalihkan pandangannya kepanggung dan orang-orang yang berkumpul disana bak lautan manusia –dan tak berminat membalas pesan orang itu–.
"Apa aku harus mendekat kesana?" Tanyanya pada diri sendiri.
Ia membayangkan tubuh mungilnya yang terjepit antara orang-orang yang berdorongan disana, atau ia yang terjatuh dan orang tak menyadarinya lalu menginjak-injaknya. NO! Ia menggeleng kepalanya cepat, lebih baik ia menonton konser dari sini, itu lebih baik!
Ia tersadar dari pemikiran –yang menurutnya mengerikan- itu saat ia mendengar tepuk tangan dan teriakan saat penampilan salah satu boyband sekolah usai, entah jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat saat dua orang MC sedang berbincang-bincang tentang penampilan boyband itu.
'Habis ini adalah penampilan orang itu…' batinnya
Sedikit mengumpat karena kedua MC itu terlalu banyak berbicara, ia ingin cepat-cepat mengetahui sosok misterius yang selalu mengirim pesan singkat padanya. Dan hey, Baek? Bukannya kau tak terlalu peduli pada orang itu?
"Baiklah, kalau begitu,
Deg
Penampilan selanjutnya!
Deg
EXO band! Kami persilahkan."
OH MY GOD! EXO band? Itu adalah band sahabatnya yang akan ia nonton, err– sebenarnya dipaksa oleh sahabatnya. Matanya mengabsen semua member EXO band yang mulai masuk satu persatu.
Pertama, muncul Kyungsoo yang memang vocalist dalam band –sahabat Baekhyun–, kedua Chen sang bassist sekaligus vocalist 2, ketiga Kai sang drummer dan terakhir…
Deg
Sosok tinggi berkharisma yang sejak pertama Baekhyun sukai, Park Chanyeol sang gitaris. Chanyeol terlihat tampan dimata Baekhyun saat ini, tubuhnya yang dibalut dengan kaos tanpa lengan berwarna hitam ditambah celana levis yang robek dilutut tak lupa topi yang ia kenakan terbalik dan sepatu sneakers berwarna hitam, hari ini pesona Chanyeol membuat Baekhyun terpukau.
Baekhyun menggeleng cepat saat sosok misterius pengirim pesan itu kembali teringat. Saat ini memikirkan Chanyeol nanti saja, ia sangat penasaran dengan sosok laki-laki yang sering mengiriminya pesan.
'Chen? Kai atau Kyungsoo? Tapi jika Kyungsoo selama ini ia mengerjaiku dong?! Arg' Baekhyun menggeleng membantah pemikirannya. 'Tapi, Kyungsoo tau masalah ini. Tidak mungkin jika dia!'
'Chen atau Kai?'
Mata sipit Baekhyun membulat dan memperhatikan sosok laki-laki tinggi nan tampan.
'Apa jangan-jangan–'
"Test, test."
"Kami akan menyanyikan lagu dari salah satu boyband terkenal ," Kyungsoo sang vocalist berucap. Ia menatap Chanyeol dan tersenyum, Chanyeol tersenyum dan mengangguk. Matanya lalu beralih kearah penonton,
Mencari sosok laki-laki mungil dan matanya menangkap siluet laki-laki mungil itu dengan baju berwarna baby blue sedang duduk dikursi yang cukup jauh dari panggung, ia mendekat pada mc pria yang berada disampingnya dan membisikkan sesuatu, mc itu mengangguk mengerti dan Chanyeol tersenyum sumrigah.
"Dan, ini adalah arangsemen Chanyeol khusus untuk kalian." Lanjut Kyungsoo lagi, disambut tepuk tangan oleh penonton.
'Dan lagu ini khusus untukmu, Baekhyunnie.'
"Yap benar, semoga kalian menikmatinya!" Kai menyetujui ucapan Kyungsoo. Mereka berempat mengambil posisi masing-masing.
"Kami persembahkan LUCKY!"
Petikan gitar Chanyeol sekaligus dentuman drum Kai menjadi awalan pengiring musik. Manik hazel Baekhyun terus memperhatikan gerak-gerik Chanyeol, ia seperti dihipnotis dengan penampilan keren Chanyeol malam ini.
Gateun nara e tae eonaseo. (Being born in the same country)
Gateun eoneoro mareul haeseo (Talking in the same language)
Cham haegun iya, (We're so lucky)
Cham dahaeng iya (It's such a relief)
Sesange dangyeonhan geon eobseo.(Nothing is for certain in this world)
'Ini untukmu, Baek.' Chanyeol sesekali memperhatikan gerak-gerik Baekhyun. Walau cukup kesulitan karena Baekhyun yang berada dikursi yang cukup jauh. Bersyukur karena Chanyeol sudah menghapal gerak dan tubuh orang mungil itu.
Gwenchanheun oseul ibeotdeon nal. (on a day that)
Geureoge neorul mannatdeon (I wore nice clothes)
Geon lucky (I met you, I was lucky)
Na chag hae saraseo geurae (it's because I did good in the past)
Senyumannya mengambang saat melihat wajah Baekhyun seperti terpiukau menatap penampilan mereka,
'Kuharap kau menyukainya Baek.'
Jeo haneurui haet sareun neoman bichuna (is the sky's sunlight only shining)
Neo geureohge nunbushyeodo dwae? (on you? Can you be that dazzling?)
So lucky, my love
So lucky to have you
So lucky to be your love, I'm. Hmm~
'Astaga, Baekhyun sangat bersinar hari ini.' Ia semakin semangat untuk memberikan penampilan yang maximal untuk Baekhyun –dan yang menonton–.
Naui cheoeumi neoraseo (cuz you're my first,)
I norae juin gongi neoraseo (cuz, this song is 'bout you)
Na ireohge ut janha neoman boragu (I'm smilling like this, so only you can see,)
Neo jigeum naman bogo itni? (are you looking at me right now?)
Tak henti-hentinya Chanyeol tersenyum. Saat part ini ia teringat saat pertama kali bertemu Baekhyun dan jatuh cinta padanya. Disitulah ia meminta nomor Baekhyun pada sahabatnya dan mengiriminya pesan seperti peneror. Haha,
Naege kkumi tto saeng gyeosseo (I have a new dream,)
Deo meotjin namjaga deogesseo (it's to be one a better man)
Nal boneun ne du nuneun geu mueotboda (cuz your eyes that look at me make me run)
Nal dashi ttwige mandeu nikka (one again more than anything else)
So lucky, my love
So lucky to have you
So lucky to be your love, I'm. Hm~
'Kuharap kau menerimaku, dan aku akan mencoba untuk menjadi laki-laki yang lebih baik~'
Prok prok prok.
Tepuk tangan mengakhiri lagu EXO Band yang sangat spektakuler hari ini. Baekhyun terdiam terus memperhatikan sosok tinggi itu, jantungnya sedaritadi tak terus berpacu lebih cepat apalagi lagu yang dibawakan EXO tadi sempat membuatnya melayang,itu adalah lagu favoritenya.
"Terimakasih atas tepuk–"
Belum sampai Kyungsoo menyelesaikan ucapannya, Chanyeol langsung merebut mic Kyungsoo dan berteriak lantang dengan matanya menatap lembut kearah lelaki mungil berbaju baby blue.
"Byun Baekhyun. Apa kau mendengarku?! Aku… Aku Park Chanyeol. Lelaki yang selama ini memberimu pesan singkat itu. Saat pertama kali aku melihatmu, aku langsung jatuh hati padamu, aku rasa aku merasakan sebuah Love First at sight. Yah padamu, kau memiliki pesona yang sangat indah, Baek. Baekhyunnie! Apa kau mau menjadi kekasihku? Aku sungguh mencintaimu, Baek."
Deg.
"C, Chanyeol-ah…" Gumamnya pelan, bagaikan ribuan kupu-kupu yang berterbangan didalam perutnya menimbulkan rasa gelitik sekaligus senang luar biasa. Kini, Baekhyun tak dapat memendung tangis harunya, membuat bening kristal keluar dari mata indahnya.
"Terima! Terima! Terima!"
Pendengarannya mendengar teriakan dari arah panggung, itu adalah Kai dan Chen yang berteriak bersamaan dengan mic mereka. Teriakan Kai dan Chen bagai virus yang menyebar keseluruh penonton yang menyaksikan 'pernyataan cinta nan romantic Chanyeol', mereka semua ikut meneriaki Baekhyun dan itu sungguh membuat Baekhyun merasa ialah lelaki paling beruntung didunia.
Seseorang menepuk pundaknya, ia beralih dan terkejut saat seseorang laki-laki yang ia tahu adalah Kim Junmyeon atau Suho –MC tadi– menyodorkan sebuah mic dan setangkai bunga mawar putih, bunga yang memiliki arti besar yang berarti cinta sejati.
"Baekhyun-ah, jika kau menerima cintaku! Ambillah bunga itu dari Suho hyung dan katakanlah Ya dengan mic itu!" Ucap Chanyeol, jujur kali ini ia merasa tegang dan takut. Takut jika sosok mungil yang sudah lama ia sukai malah melakukan hal yang sebaliknya dari perkiraannya.
Namun, perasaan takut itu terganti menjadi perasaan senang saat tangan mungil Baekhyun mengambil bunga mawar dan mic itu. Lelaki mungil itu berbalik dan berkata pelan.
"C, Chanyeol-ah… P, park Chanyeol…" Lirih Baekhyun, tangannya bergetar memegang mic yang ia pegang.
"A, aku mau~"
Senyuman sumrigah mengambang diwajah tampan Chanyeol. Kaki panjangnya dengan cepat berlari dengan cepat mendatangi Baekhyun, tak memperdulikan seorang laki-laki membatu ditempat menyaksikan semua ini, rasa sesak didalam dada seperti sulit bernafas.
Ia hanya tersenyum miris melihat ini semua, ia menundukkan kepalanya. Ia menggeleng pelan, tak boleh. Ini adalah kebahagiaan sahabatnya, seharusnya ia juga turut bahagia melihat sahabatnya ikut bahagia walau ia harus merasakan sakit yang amat perih.
Disisi lain, Baekhyun sangat bahagia saat ini, manik hazelnya terus memperhatikan siluet Chanyeol yang berlari kearahnya dan perlahan memeluk tubuhnya dengan erat. Baekhyun membalas pelukan Chanyeol tak kalah lebih erat.
Semua orang bertepuk tangan melihat adegan yang sangat romantic bagi mereka, dan sebagian terlihat iri.
"Berhentilah menangis, sayang." Ucap Chanyeol sambil mengusap air mata Baekhyun yang masih menempel dipipinya, Baekhyun mengangguk dan memeluk erat tubuh laki-laki itu lagi.
"T, terimakasih. Terimakasih,"
"Saranghae, Byun Baekhyun~" Ucapnya Chanyeol dan mengusap punggung Baekhyun. Baekhyun tersenyum, sungguh ia harus berterimakasih kepada Tuhan karena telah mendengar doanya.
"Nado Saranghae, Chanyeol~"
.
.
.
Chapter 2
CHANBAEK STORY
'OVERPROTECTIVE'
Main Cast :
Byun Baekhyun | Park Chanyeol | Do Kyungsoo | Oh Sehun
Genre :
Romance | Drama | Hurt/Comfort
Warning! YAOI!BOYSXBOYS!BOYSLOVE!TYPO(S)!Bahasa aneh!
.
.
Enjoy
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore dan sepertinya Baekhyun dan Sehun masih betah didalam kedai ice cream.
Daritadi Baekhyun tertawa pelan saat Sehun menceritakan kisah-kisah konyol, diam-diam Sehun ikut tersenyum melihat Baekhyun yang tertawa. Baekhyun terlihat lebih baik dari sebelumnya.
Sehun mengepalkan tangannya saat ia mengingat apa yang dialami Baekhyun akhir-akhir ini. Ia kembali teringat dengan Baekhyun terakhir kali,
Saat itu wajah Baekhyun terlihat sangat kusut, tiba-tiba Baekhyun membanting bingkai foto yang berada dinakasnya. Sehun terperanjat dan mendekati Baekhyun, mencoba untuk menenangkannya.
"Baek, kau tidak apa-apa? Ceritakan padaku, kau kenapa Baek?"
Bukannya menjawab Baekhyun semakin menangis lebih kencang, Sehun sungguh khawatir, ia mendekat dan mencoba memeluk tubuh Baekhyun namun dengan cepat Baekhyun mendorong tubuhnya membuat Sehun jatuh terduduk.
"Pergi," Baekhyun berucap dengan lirih.
Sehun menatap Baekhyun tak percaya, ini pertama kalinya Baekhyun melakukan ini terhadapnya. Ada apa dengan Baekhyun?
Ia mencoba berdiri dan kembali mendekat ingin menenangkan Baekhyun. Namun, lagi-lagi Baekhyun menepisnya dan menatap Sehun dengan tajam.
"AKU BILANG PERGI! AKU INGIN SENDIRI, OH SEHUN!" Baekhyun berteriak pada Sehun. Sehun terpaku menatap Baekhyun. Apa salahnya pada Baekhyun? Apa ia melakukan sesuatu yang membuat Baekhyun sakit hati.
"K,kumohon, Sehun-ah. K, kumohon hiks… tinggalkan aku sendiri kali ini… aku butuh waktu sendiri…" Baekhyun terduduk dan memohon pada Sehun sambil menangis. Sehun menatap Baekhyun iba, ini sungguh membuat hatinya merasa sakit melihat Baekhyun yang terlihat seperti ini.
Ia menarik nafas dan menatap Baekhyun lembut. "Baiklah, aku pergi, Baek." Sehun mengalah. Ia berbalik dan berjalan gontai kearah pintu kamar mereka. Langkahnya terhenti didepan pintu, ia menoleh menatap Baekhyun yang menangis semakin kencang. Ingin rasanya ia tetap tinggal, ia takut jika terjadi apa-apa pada Baekhyun, tapi ia tak ingin Baekhyun semakin terpuruk dengan keberadaannya. Ia membuka kenop pintu dan keluar. Sebelum ia menutup pintu dengan benar, ia mendengar Baekhyun berteriak dan itu membuat amarahnya mendidih.
"PARK CHANYEOL! HIKS, K, KAU BRENGSEK! HIKS… BRENGSEK!"
Sehun mengepalkan tangannya, 'lihat saja kau, Park Chanyeol.'
Park Chanyeol, mengingat namanya membuat ia semakin muak. Laki-laki tiang itu berani-beraninya membuat Baekhyun menderita seperti ini bahkan Baekhyun sampai melupakan sekolahnya karena laki-laki sialan itu.
Sekolah… hah… kembali ia teringat ucapan Kim SAM disekolah tadi dan alasan ia kembali kekamarnya untuk bertemu Baekhyun. Kim SAM akan berkunjung kekamar mereka untuk melihat kondisi Baekhyun yang katanya Sehun sedang sakit.
Tentu saja, pernyataan Kim SAM yang akan menjenguk Baekhyun yang sebenarnya tidak sakit itu membuat Sehun kalang kabut. Jika saja besok Kim SAM datang dan mendapati kamar mereka seperti kapal pecah, itu akan membuat dia dan Baekhyun dihukum.
Ia menatap wajah Baekhyun wajah Baekhyun yang terlihat sangat senang. Ia bingung harus memulainya pembicaraannya dari mana. Ia mengusap wajahnya dan menarik nafas, Baekhyun memiringkan wajahnya bingung, bagi Sehun itu sangat terlihat imut.
"Kau kenapa Hun?" Baekhyun bertanya.
Sehun kembali mengusap wajahnya dan menghela nafas, ia menatap Baekhyun dengan serius dan dibalas dengan tatapan bingung. Baek, jika kau adalah 'milik' Sehun. Mungkin kau akan diterkam karena keimutanmu, xD
"Baek, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."
"Apa itu?"
'Tenang hun, tenang. Kau sedang tidak menjawab kuiz lisan.' Batinnya.
"Ini tentang sekolah, Baek." Jawab Sehun. Seketika senyuman diwajah Baekhyun memudar, Baekhyun menundukkan kepalanya sembari meremas ujung bajunya. Sehun yang melihat itu menjadi menyesal. Coba saja ia tak bilang dulu, mungkin Baekhyun bisa lebih lama tersenyum.
"H, hey Baek–"
"Aku tau, aku tau, Hun. Kau ingin mengatakan jika aku akan dikeluarkan dari sekolah karena terlalu lama membolos bukan?" Baekhyun memotong ucapan Sehun. Sehun menggeleng cepat dan menepuk jidatnya, sahabatnya itu ternyata salah faham.
"A, aku akan sekolah besok." Lanjut Baekhyun pelan. Sehun mengerjap-ngerjapkan matanya, mencerna apa yang diucapkan Baekhyun.
"M, mwo?! J, jinjja?!" Sehun mengucapkannya dengan suara yang cukup keras dan cukup membuat mereka menjadi pusat perhatian tamu disana. Baekhyun memicing, berdiri dan membungkuk berkali-kali memohon maaf untuk mengganggu waktu mereka karena bocah albino didepannya.
"Yak?! Kau bisa tidak usah teriak seperti itu?! Kita sampai dilihatin orang, bodoh." Protes Baekhyun kesal setengah berbisik. Sehun hanya menampilkan jari tengah dan telunjuknya bersamaan membentuk 'v'.
"Kau benar-benar akan sekolah besok, kan?" Tanya Sehun lagi semangat, memastikan pendengarannya tidak salah dengar.
"Iya, Tuan Oh." Jawab Baekhyun enteng dan memakan ice cream pesanannya yang ketiga. Sepertinya Sehun tidak sadar jika Baekhyun akan membuatnya bangkrut hari ini.
Sehun menghela nafas lega, sedikit senang dengan Baekhyun mengambil pemikiran sendiri yang membuatnya kembali bersekolah. Sehun mengalihkan matanya kearah jam tangannya, matanya membulat melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul 5, itu berarti setengah jam lagi pintu asrama akan ditutup. Oh tidak! Mereka harus pulang sekarang.
"Baek, kajja. Kita harus pulang. Setengah jam lagi pintu asrama akan ditutup, bodoh!" Pekik Sehun sambil menarik tangan Baekhyun yang masih asyik makan ice creamnya. Baekhyun mempoutkan bibirnya dan menatap nanar ice cream strawberrynya yang –ketiga- masih ada setengah. Padahal ia masih mau, hik.
Setelah membayar kasir, Sehun menatap horror Baekhyun. Dan Baekhyun hanya tersenyum sambil menampilkan v sign nya, tanda damai.
.
.
.
10 menit lagi, hampir saja Baekhyun dan Sehun terlambat masuk keasrama mereka. Mereka mencoba untuk menetralkan nafas mereka karena berlari sangat kencang. Lebih-lebih Baekhyun yang harus mengejar Sehun yang sangat cepat.
Yah, kaki mereka berdua itu sangat memiliki panjang yang berbeda membuat Sehun lebih cepat untuk sampai daripada Baekhyun. Setelah nafas mereka sudah teratur, Sehun menatap kesal Baekhyun.
"Apa kau gila?! Aku hanya meneraktirmu satu porsi ice cream, bodoh! Jika seperti ini sama saja kau memorotiku. Kau berhutang dua porsi. Dan juga, kau memesan ice cream yang sangat mahal disitu. Untung saja aku membawa uang lebih, jika tidak? Kau akan kugadai disana." Ucap Sehun panjang lebar dan diberi penekanan dikalimat terakhir.
Baekhyun menelan ludah dan mempoutkan bibirnya lucu, dan tingkah imut Baekhyun selalu membuat amarah Sehun mereda.
"Mianhae," Lirih Baekhyun sembari menunduk. Sehun menghela nafas dan mengusap surai coklat Baekhyun.
"Tidak, kau tak salah. Maafkan aku, Baek. Kajja, kita kekamar VKook," Ajak Sehun sambil menarik tangan Baekhyun. Baekhyun mendongak dan menautkan alisnya.
"V dan Jungkook? Untuk apa?"
"Kau akan menginap dikamar mereka berdua hari ini," jawab Sehun enteng. Baekhyun menahan kakinya agar berhenti melangkah dan otomatis Sehun ikut menghentikan langkahnya.
"Ada apa?"
"Mengapa aku harus tidur dikamar mereka berdua?"
Sehun tersenyum dan mengacak rambut Baekhyun. "Hari ini, aku harus membersihkan kamar kita. Bagaimana jika nanti ada guru yang melihat kamar kita seperti kapal pecah? Kita akan dihukum, Baek." Jelas Sehun. Baekhyun mempoutkan bibirnya lagi dan menggeleng pelan.
"Sehun-ah, aku yang merusak kamar dan aku juga harus membersihkannya. Kesihan kau jika kau sendiri yang membersihkannya." Ucap Baekhyun tak enak hati.
Sehun menggeleng pertanda itu tak masalah. Ia tak ingin juga jika Baekhyun malah menangis lagi kalau tak sengaja melihat kenangan-kenangan orang sialan itu dan hal paling penting ia tak ingin jika saat membersihkan kamar dari beling-beling yang berserakan Baekhyun tak sengaja terkena goresan beling. Ugh, itu tak boleh terjadi.
"Kau istirahatlah dikamar mereka berdua. Aku sudah meminta izin pada Taehyung, kalau kau akan tidur dikamar mereka berdua."
Baekhyun terdiam dan mendesah, pertanda ia mengalah. Jujur, ia juga lelah dan ingin istirahat. Dan sekarang ia lebih memilih mengikuti apa yang Sehun perintahkan. Sehun tersenyum dan menarik tangan Baekhyun, mengantarnya kekamar Vkook.
.
.
.
Baekhyun terus menekuk wajahnya memperhatikan dua pasangan sejoli yang terus bermesraan membuatnya cemburu siapa lagi kalau bukan Taehyung dan Jungkook, sepupunya dan kekasih sepupunya.
Sedikit menyesal, coba saja tadi ia lebih memilih membantu Sehun membersihkan kamar. Ia tak akan melihat adegan seperti, Taehyung yang tiba-tiba memeluk Jungkook dan membuat Jungkook memerah atau Taehyung yang akan mengecup bibir Jungkook dan sedikit ada lumatan.
Glek, bahkan Baekhyun yang kini sudah berusia 18 tahun saja belum pernah melakukan hal seperti itu. Kekasihnya akan selalu mengalihkan wajahnya saat wajah mereka hanya tinggal beberapa centi saja. Ia mendesah pelan, bahkan sahabatnya saja sudah di'masuki' oleh kekasihnya.
Ia tersenyum miris mengingat kekasihnya yang bernama Chanyeol itu, apa sebenarnya selama ia hanya permainannya Chanyeol. Jika benar? Mengapa Chanyeol sampai repot-repot menembaknya didepan ratusan tamu tahun lalu.
Jujur, ia merindukan laki-laki itu, apa yang sedang dilakukan Chanyeol. Apakah Chanyeol juga merindukannya seperti Baekhyun merindukannya? Ataukah Chanyeol sedang bermain lagi bersama Kyungsoo.
Ia menundukkan kepalanya lesu, sungguh saat ini ia sangat ingin bertemu dengan Chanyeol. Tak peduli dengan apapun yang sudah Chanyeol lakukan padanya, bermain dengan Kyungsoo atau bahkan bermain dengan orang lain.
Ia rela, sangat rela. Jika memang itu membuat Chanyeol senang, ia akan menerimanya tapi bolehkah ia meminta? Bisakah Chanyeol tetap seperti dulu? Bersifat lembut dan peduli padanya walau ia tahu kepedulian dan kelembutan itu sudah terbagi? Ia akan berpura-pura tak mengetahui apa-apa, asal Chanyeol tetap seperti dulu. Ia merindukan laki-laki itu, pelukan hangatnya yang membuatnya merasa nyaman dan kalimat pujiannya yang selalu membuat pipinya merona.
Ia mendesah dan menatap dua laki-laki yang sedang asyik sendiri tanpa memperdulikannya.
'Maafkan aku, Yeol.'
.
.
.
To be Continued-
.
.
Pertama-tama saya mau bilang terimakasih yang sudah membaca fanfic ini dan juga terimakasih atas, review, kritik dan sarannya,
Saya sadar, chapter sebelumnya, alur ceritannya kecepatan dan mungkin ini juga kecepatan
terimakasih sekali yang sudah mengkoreksi apa-apa saja yang salah dari cerita ini hehe,
dan mohon maaf atas kekurangan ff ini dan terimakasih yang masih mau baca ff ini, hehe~
Dan juga, jika memang ada yang merasa tidak nyaman/tidak suka dengan cara penulisan saya dan cara saya menyampaikan ff ini atau apapun, saya minta maaf. ^^ saya hanyalah manusia biasa yang masih belajar dan banyak kekurangan tapi saya akan mecoba untuk menjadi lebih baik lagi.
Akhir kata,
Mind to review?
dan juga kritik dan saran sangat diterima~
'XOXO'
Special thanks :
Guest | org | Nurfadillah | winter park chanchan | Sebut Saja B | Bcdhl | orenji | SFA30 | chanbaek fans | ndyh | septianaditya1997 | Kimsch96 | parklili | dervina | guest (2) | Restikadena | Luph Chanbaek KrisTao | MMahlynda | SeiraCBHS | habyunnie25 | rabielaaa | dewiarum08gmail | guest (3) | kmkr2728
3
