The Meaning of Love

Part 2

By: rairaikyung

ChanyeolxKyungsoo

Boyxboy

CHANSOO!Slight HUNSOO

.

.

Happy Reading!


Kyungsoo masih menatap Sehun dengan matanya yang melotot kaget, karena pernyataan Sehun barusan, benar-benar membuat Kyungsoo tidak bisa berfikir jernih, otaknya benar-benar membeku sekarang.

"Kalau aku bilang aku jatuh cinta padamu, akankah kau pikir aku gila?"

"Ne?" Kyungsoo masih menganga dengan pernyataan dan pertanyaan Sehun.

Kyungsoo melongokan kepalanya ke arah kanan dan kiri lalu kembali menatap Sehun dengan tangan mungilnya yang di arahkan ke dirinya sendiri, seolah memastikan lagi, apakah benar Sehun berbicara seperti itu kepadanya. Sedangkan Sehun hanya mengangguk memastikan Kyungsoo.

Dan anggukan Sehun membuat Kyungsoo menahan napasnya lagi.

"Apa kau, merasa pusing?" saking tidak bisa berfikir, Kyungsoo bahkan menanyakan hal yang benar-benar tidak nyambung, yang membuat Sehun mengerutkan dahinya, tapi tetap menjawab pertanyaan tidak nyambung Kyungsoo.

"Tidak,-" Sehun menjeda ucapannya lalu melirik jam tangannya "Sekarang jam 14.30, sedang jam istirahat di sekolah Chungju High School. Aku sedang duduk di taman belakang sekolah-" Sehun kembali menjeda ucapannya, lalu menatap Kyungsoo "dengan pemuda manis dari kelas 3-2 yang membuat jantungku berdegup kencang."

Kyungsoo menelan saliva-nya kasar, lalu membuang napas nya secara perlahan. Kyungsoo mencoba menatap Sehun lalu kembali berujar dengan penuh keyakinan dan keberaniannya.

"Jadi.. Kau-ekhem-" Kyungsoo berdehem sedikit, memahasi tenggorokannya yang tiba-tiba terasa kering. "Menyukaiku?"

"Ya, aku menyukaimu." Sehun menjawab dengan penuh keyakinannya.

"Begini-aku-maksudku-tidak-maksudku" Kyungsoo tidak tahu harus mengucapkan apa, terima kasih kah? Menjawab bahwa kalau dirinya juga menyukai pemuda di hadapannya ini? Kyungsoo ingin, tapi dia terlalu gugup.

"Aku berharap kau juga menyimpan perasaan kepadaku."

TENTU SAJA!

"Jadi?" Kyungsoo berujar memastikan,

"Berkencanlah denganku." Ya, Kyungsoo tau. Ini bukan pertanyaan, melainkan pernyataan telak.

"Kalau begitu, bisakah kau mencubitku?"

Sehun tersenyum menatap Kyungsoo yang wajahnya sudah memerah. Dia sudah mengangkat tangannya dan menjulurkan ke arah pipi tembab Kyungsoo, tangannya siap mencubit pipi tembab Kyungsoo. Namun Sehun mengurungkan niatnya, karena bukan mencubit, Sehun malah-

"Ahh.. aku tidak ingin mencubitmu." Sehun menurunkan tangannya, "Bagaimana kalau seperti ini?"

Memeluk Kyungsoo-.

Sehun menarik tangan Kyungsoo dan menariknya ke arahnya, menabrakan tubuh mungil Kyungsoo ke dada bidangnya, merengkuh tubuh si mungil yang benar-benar pas untuk dipeluk. Sehun melingkarkan tangan kokohnya di bahu sempit Kyungsoo.

"Bisakah kau merasakannya sekarang? Jantungku bekerja cepat." Sehun berujar sambil terkekeh kecil.

Kyungsoo tidak menjawab, tapi bibirnya perlahan membentuk senyuman kecil yang semakin lama semakin lebar. Kyungsoo bisa merasakan ada sesuatu yang menggelitik di perutnya, perasaan bahagia yang tidak bisa dia ungkapkan.

Dan Kyungsoo berharap, semoga di hari selanjutnya akan tetap seperti ini.

Sesederhana Kyungsoo dan Sehun yang saling menyatakan perasaan satu sama lain. Semoga.

Kyungsoo memasuki kelasnya dengan hati yang berbunga-bunga. Baekhyun mengerutkan dahinya, saat melihat sahabatnya itu tidak berhenti tersenyum.

"Kyung, kau sehat?" Kyungsoo menoleh ke sampingnya dan menemukan Baekhyun yang sedang menaikkan kedua alisnya menatap dirinya.

"Tentu saja." Kyungsoo tersenyum lagi, dan senyumannya semakin lebar. Baekhyun jadi ngeri kalau mulut Kyungsoo akan robek.

Kyungsoo menatap bangku Chanyeol, dan anak itu sedang menaruh kepalanya di atas meja. Kyungsoo berdiri dari duduknya lalu menghampiri meja Chanyeol dengan beberapa buku catatannya.
Kyungsoo mengetuk meja Chanyeol dan si jangkung akhirnya mengangkat kepalanya, menatap Kyungsoo dengan wajah mengantuk.

"Ada apa?" bukannya menjawab, Kyungsoo malah memberikan Chanyeol buku catatannya.

Chanyeol mengerutkan keningnya menatap Kyungsoo tidak mengerti, "Apa?"

"Itu, salin di bukumu. Guru Kim menyuruhku, meminjamkan catatanku kepadamu. Jadi berterima kasihlah padaku Park Chanyeol, karena hanya catatanku yang lengkap di kelas ini." Kyungsoo berucap panjang lebar.

Chanyeol hanya menatap malas buku di hadapannya itu, "Bawa saja pergi. Aku tidak membutuhkannya." Chanyeol mendorong pelan buku itu ke arah Kyungsoo.

Kyungsoo mendorong lagi bukunya ke Chanyeol, "Catat, atau ku adukan ke guru Kim."

Chanyeol menatap Kyungsoo sengit. Yang ditatap hanya tersenyum manis lalu beranjak dari tempatnya. Chanyeol mengendus lalu mengambil buku catatan Kyungsoo.

"Anak itu, kenapa begitu menyebalkan?" Chanyeol mengacak rambutnya frustasi. "Mana mungkin aku mencatat ini semua?" Chanyeol membuka satu persatu halaman buku Kyungsoo.

"Ku suruh Jongin saja deh yang mencatat." Chanyeol menyeringai, lalu kembali merebahkan kepalanya di atas meja. Melanjutkan tidurnya yang tadi di ganggu oleh Kyungsoo.

.

Chanyeol sedang menunggu adiknya keluar dari kelas. Sudah 10 menit dan adiknya belum muncul juga. Kelas Jongin padahal ada di lantai paling dasar. Sedangkan kelasnya ada dilantai tiga. Kenapa malah adiknya itu yang lamban keluar kelas?

Chanyeol sedang menggrutu, menyumpah serapahi adiknya yang benar-benar membuatnya terlihat bodoh disini hanya untuk menunggu dirinya. Chanyeol menyipitkan kedua matanya saat melihat teman sekelasnya berjalan beriringan dengan seseorang yang sepertinya tidak asing di matanya.

Mata Chanyeol membelalak saat sadar kalau yang jalan beriringan dengan Kyungsoo itu adalah orang yang dikenalnya. Chanyeol segera mengejar keduanya yang sudah mau keluar dari pintu gerbang.

"OY, SEHUN!" Chanyeol berteriak dengan kerasnya. Membuat orang yang di panggil memberhentikan langkahnya dan menengok ke sumber suara.

"Chanyeol?!" Sehun membulatkan matanya tak kalah terkejut saat melihat Chanyeol, teman semasa SMPnya dulu.

Chanyeol sudah di hadapan Sehun-juga Kyungsoo-sekarang. Dia tidak bisa menahan senyumnya saat melihat teman lamanya ternyata sekolah di sekolah yang sama sekarang.

"Oh Sehun, lama tidak bertemu." Chanyeol berujar dengan nada meledek ke arah Sehun. Pria pucat di hadapannya tidak bisa menahan senyumnya. Dia mengepalkan tangannya siap meninju muka tampan teman lamanya itu. Tapi di urungkan, dan malah memeluknya.

"Sinih kau sial." Mereka berpelukan, melepas rindu satu sama lain. Chanyeol menepuk-nepuk pundak Sehun, begitupun sebaliknya. Chanyeol sempat melirik Kyungsoo yang ada di belakang Sehun, sedang menonton adegan demi adegan dirinya dan Sehun.

"Kemana saja kau, bodoh?" Sehun melepas pelukannya lalu memukul bahu Chanyeol.

"Aku pindah ke Busan. Ayahku ada pekerjaan waktu itu di sanah, dan kami memilih menetap disana." Chanyeol berujar.

"Lalu kau melupakan temanmu ini?"

"Maafkan aku, aku benar-benar tidak sempat pamit denganmu." Chanyeol menatap Sehun menyesal. "Kau tahu, aku sangat sedih saat meninggalkanmu." Chanyeol berlaga sedih, dan membuat Sehun jijik menatapnya.

"Terserah, sekarang yang penting kau kembali lagi ke Seoul. Kau bersekolah disini juga?" Chanyeol mengangguk, dan menatap Kyungsoo yang sedari tadi hanya diam.

"Ohiya, kenalkan-" Sehun berujar sambil menarik pergelangan tangan Kyungsoo ke sampingnya. "ini Kyungsoo, Do Kyungsoo." Kyungsoo hanya menatap Chanyeol diam.

Chanyeol tersenyum ke arah Sehun, "Aku sudah tahu Sehun-ah. Dia teman sekelasku."

"Benarkah? Wah benar-benar kebetulan sekali." Sehun kelihatan bahagia sekali.

"Kalian berteman?" Chanyeol bertanya kepada Sehun dan Kyungsoo.

"Hm, begitulah." Kyungsoo langsung menatap Sehun, dan tersenyum getir dalam hati saat Sehun tidak mengenalkannya sebagai seorang kekasih.

"Baiklah, sampai jumpa besok. Aku pulang duluan, adikku sudah keluar kelas dan menunggu di parkiran." Chanyeol menunjukan pesan Jongin kepada Sehun dan Kyungsoo. "Sampai jumpa besok." Chanyeol berjalan berbalik meninggalkan keduanya. Tapi dia membalikan lagi tubuhnya ke arah mereka berdua. "Sehun-ah, mampirlah ke Apartemant ku!" Chanyeol berteriak ke Sehun, Sehun membalasnya dengan ancungan jempol di tangannya.

"Ayo Kyung." Sehun menggenggam tangan kecil Kyungsoo, lalu menarik dirinya pergi dari situ.

Jimin dan Taehyung sedang menunggu Sehun di parkiran. Mereka ingin menebeng dengan sahabatnya itu. Jimin tidak membawa mobil hari ini. Alhasil mereka berdua memutuskan memilih menebeng dengan Sehun, tanpa meminta izin pada Sehun lebih dulu.

Sehun mengerutkan keningnya melihat kedua shabat anehnya itu berdiri di depan mobilnya, mereka sedang tendang-tendangan. Kan, mereka itu aneh.

"Apa yang kalian lakukan di depan mobilku?" Sehun berujar saat sudah berdiri di hadapan mereka berdua. Jimin dan Taehyung langsung menghentikan kegiatan mereka lalu menatap Sehun.

"Kami ingin nebeng." Taehyung berujar sambil menunjukkan gigi-giginya yang rapih itu.

"Tidak bisa." Sehun menyahut, lalu berjalan melewati kedua sahabatnya itu.

"Yahhhh, memangnya kena-" Ucapan Jimin terputus saat menyadari Sehun berjalan dengan manusia mungil.

"Oh! Kyungsoo?!" Jimin berujar heboh saat tau siapa pria mungil itu. Taehyung juga kaget ternyata Sehun sedari tadi datang bersama Kyungsoo.

"Kau-Sehun-kalian-" Jimin bingung sendiri.

"Yak apa-apan ini?!" kali ini Taehyung yang heboh. Dia memegang tangan mungil Kyungsoo yang di genggam oleh Sehun.

"Aishh, kalian berdua menyingkirlah!" Sehun menepis tangan Taehyung yang memegang tangan Kyungsoo tadi.

"Pergi jauh-jauh dariku!" Sehun mengusir mereka berdua dengan tangannya. "Aku tidak akan member kalian tumpangan. Pergi naik bus sanah!"

Jimin dan Taehyung cemberut melihat Sehun yang sudah memasuki mobilnya, di susul oleh Kyungsoo. Jimin berbisik ke Taehyung, lalu mereka berdua menyeringai. Keduanya langsung berlari membuka pintu belakang mobil Sehun yang belum terkunci, lalu duduk bersisian di jok belakang mobil Sehun.

"Yak, apa yang kalian lakukan?!" Sehun berteriak ke mereka berdua. Sedangkan Jimin dan Taehyung pura-pura tidur. Sehun mendengus menatap keduanya, lalu menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran sekolah.

Dalam perjalanan, Taehyung dan Jimin benar-benar berisik. Mereka berdua terus-terusan menanyakan hal-hal aneh terhadap Kyungsoo.

"Kyung, kau kok mau dengan Sehun?"

"Kau menyukai Sehun, Kyung?"

"Bagaimana cara Sehun menembakmu tadi, Kyung?"

"Kalau Sehun menyakitimu, bilang padaku Kyung, aku akan menendang kepalanya nanti. Lalu kau berkencan denganku. Heheh." Jimin menoyor kepala Taehyung, temannya itu benar-benar modus. Kyungsoo hanya senyum-senyum saja menanggapi mereka berdua.

"Ya, kalian berdua." Sehun yang sedari tadi diam saja sambil menyetir tiba-tiba bersuara. "Diam, atau ku turunkan kalian di tengah jalan." Seketika keadaan di dalam mobil sepi. Taehyung dan Jimin langsung diam, dan pura-pura tertidur lagi. Kyungsoo hanya terkikik melihat kelakuan sahabat karib Sehun itu.

"Rumahmu dimana, Kyung?" Sehun berujar saat beberapa saat mereka saling diam.

"Oh, nanti di depan belok kiri." Sehun mengangguk lalu membelokan mobilnya ke arah perumahan Kyungsoo.

Sehun memberhentikan mobilnya saat sudah sampai di depan pagar rumah Kyungsoo. Dirinya turun dari mobil bermaksud mengantar Kyungsoo sampai depan pintu rumahnya. Sehun sempat menengok ke jok belakang, dan dua sahabatnya itu benar-benar tertidur.

"Terimakasih sudah mau mengantarku." Kyungsoo berujar saat sudah di depan pintu rumahnya.

"Sama-sama." Sehun mengelus surai Kyungsoo lembut.

Kyungsoo tersenyum manis mendapat perlakuan seperti itu dari Sehun. Sehun gemas melihat Kyungsoo yang seperti itu. Sehun tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak mencubit gemas kedua pipi tembam Kyungsoo.

"Baiklah manis, aku pulang dulu." Sehun berujar dengan tangannya yang masih mencubit kedua pipi Kyungsoo. Kyungsoo menjawab dengan gumaman tidak jelas, karena pipinya di tarik oleh Sehun.

"Hoy, kalian berdua! Berhenti bermesraan! Aku ingin pulang!" itu suara Jimin. Oh, ternyata dia sudah bangun dari tidurnya.

Sehun melepas cubitannya dari pipi Kyungsoo. Lalu mendelik menatap sahabatnya itu. Sehun menatap Kyungsoo yang sedang mengusap-usap pipinya yang memerah karena cubitan darinya tadi.

"Sakitkah?"

"Tentu saja!"

"Kalau begini," Sehun mengecup pipi Kyungsoo. "Masih sakit?"

"Y-yak."

"Aku pulang dulu. Sampai jumpa besok." Sehun membalikan tubuhnya meninggalkan Kyungsoo yang masih membeku atas perlakuan Sehun barusan.

"Oh Sehun, sialan." Kyungsoo mengumpat, tapi bibirnya tersenyum merekah.

Chanyeol sedang memasak makan malam untuk dirinya dan sang adik. Untungnya Chanyeol bisa memasak, jadi dia tidak perlu repot-repot keluar apartemen hanya untuk mencari makanan.

"Hyung, masak apa?" Jongin duduk di meja makan, memperhatikan Chanyeol yang sibuk dengan tumisannya.

"Makan saja, aku juga tidak tahu apa yang aku masak." Chanyeol berujar sambil menaruh satu persatu lauk yang baru saja selesai di masak olehnya ke meja makan.

"Cah, selamat makan."

"Hbyungbesokpbulangbuluansaja." Jongin berujar dengan nasi yang masih penuh di mulutnya.

"Telan dulu, baru bicara."

Jongin menelan makanannya lalu kembali berujar, "Hyung, besok pulang duluan saja."

"Memang kau mau kemana?"

"Aku ada pelajaran tambahan dengan temanku."

"Dimana?"

"Rumah temanku!"

"Baiklah, ku izinkan." Chanyeol menunjuk muka adiknya dengan sumpit yang ia pegang sambil tersenyum.

"Yes!"

"Tapi ada syaratnya,"

Jongin menyerngit. Chanyeol menyeringai.

"Kerjakan tugasku. Hanya menyalin catatan, tidak lebih."

"Berapa lembar?"

"Dua buku."

"Yang benar saja! Tanganku bisa kiting, hyung." Jongin menunjukan jari-jarinya.

"Kalau tidak mau, kau tidak ku izinkan."

"Kau kakakyang kejam!"

"Aku kakak yang baik."

"Aishh."

Poor Jongin.

Rabu pagi yang cerah.

Chanyeol sudah bersiap untuk berangkat sekolah. Dirinya sedang menunggu Jongin memakai sepatu.

"Ayo, hyung."

Chanyeol dan Jongin segera berangkat ke sekolah, dengan mobil yang di kendarai oleh Chanyeol. Saat berhenti di lampu merah, Chanyeol melihat seseorang yang tidak asing baginya memakai seragam yang sama sepertinya, keluar dari minimarket dengan membawa kopi.

"Kyungsoo?"

"Jongin, sebentar ya."

"Hyung, tapi kalau lampunya sudah hijau bagaimana?"

"Tidak, masih lama. Aku hanya sebentar." Chanyeol lekas keluar mobilnya lalu mengejar Kyungsoo yang berjalan kea rah halte bus.

"Kyungsoo!"

Merasa ada yang memanggil, Kyungsoo menoleh ke belakang. Dan ternyata teman sekelasnya yang memanggil namanya itu.

"Chanyeol? Apa yang kau lakukan disini? Kau naik bus juga?"

"Tidak, aku bawa mobil. Mobil ku ada di lampu merah."

"Mwo? Lalu apa yang kau lakukan disini, bodoh?!" Kyungsoo berujar heran.

"Aku melihatmu keluar dari minimarket tadi, lalu aku mengejarmu. Kau naik bus ke sekolah? Kalau begitu bareng saja denganku." Chanyeol langsung menarik pergelangan tangan kiri Kyungsoo.

"Y-yak, apa-apan kau." Dan entah kenapa, Kyungsoo malah diam saja saat di seret oleh Chanyeol.

"Jongin, kau pindah kebelakang." Chanyeol berujar ke adiknya yang sedang asik mendengarkan music.

"Kenapa memang?"

"Cepat pindah saja."

Jongin mendengus, lalu keluar mobil dan pindah ke jok belakang. Saat keluar mobil, dia baru tau alasan kakak nya menyuruhnya pindah ke jok belakang.

"Cepat masuk, Kyung." Chanyeol mendorong Kyungsoo masuk ke dalam mobilnya. Lalu dirinya juga masuk.

Chanyeol menjalankan mobilnya saat melihat lampu merah berubah menjadi hijau.

"Hyung, ini temanmu?" Jongin bertanya sambil mencodongkan tubuhnya ke depan.

"Iya, dia teman sekelasku. Teman Sekolah Dasar ku juga." Chanyeol berujar sambil focus menyetir.

Jongin membulatkan mulutnya, lalu menatap Kyungsoo yang diam saja sambil memegang gelas kopi.

"Benarkah? Berarti dia subae-ku?"

"Annyeong-haseyo, aku Jongin, dari kelas 1-2. Salam kenal, sunbae." Jongin segera membungkukan kepalanya kepada Kyungsoo. Kyungsoo menjawabnya dengan senyuman.

"Kalau sunbae siapa?"

"Aku Kyungsoo." Kyungsoo memperkenalkan dirinya ke Jongin dengan senyuman manisnya. Jongin jadi gemas dengan kakak tingkatnya ini.

"Kau imut sekali, sunbae-Ah! aku memanggilmu hyung saja ya." Jongin terus saja menyerocos. Chanyeol yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas.

"Chanyeol-ah, buku catatanku sudah selesai kau salin belum?" Kyungsoo berujar kepada Chanyeol dengan panggilan yang sudah lama sekali Chanyeol tidak dengar. Dan Chanyeol sangat suka saat Kyungsoo memanggil namanya dengan seperti itu.

"Belum selesai semua. Nanti kukembalikan kepadamu kalau sudah selesai ya?" Chanyeol berujar sambil menengok ke arah si mungil sekilas.

"Oke."

Setelah menempuh perjalanan yang lancar, mereka akhirnya sampai di sekolah. Chanyeol memakirkan mobilnya. Mereka bertiga turun berbarengan dan berjalan beriringan ke kela. Jongin berpisah dengan Chanyeol dan Kyungsoo Karena kelasnya di lantai dasar, sedangkan kelas mereka berdua ada di lantai dua.

Mereka berdua berjalan beriringan menuju kelas. Tepat saat di koridor lantai dua, mereka berpapasan dengan Sehun dan kedua sahabatnya. Sehun sempat terkejut saat melihat sang kekasih datang bersama teman lamanya. Sehun menghampiri mereka berdua, diikuti Jimin dan Taehyung di belakangnya.

"Kalian berangkat bersama?" Sehun berujar sambil menatap keduanya bergantian.

"Iya, tadi kami tidak sengaja bertemu di jalan. Aku yang mengajak Kyungsoo berangkat bersama. " Chanyeol berujar jujur. Sehun langsung menatap Chanyeol, dan kembali menatap Kyungsoo.

"Tadi aku menjemputmu, tapi ibumu bilang kalau kau sudah berangkat."

"Benarkah? Maafkan aku, aku tidak tahu kau akan menjemputku." Kyungsoo berujar lirih.

"Tidak apa-apa. Besok aku akan menjemputmu ya." Sehun mengelus surai Kyungsoo halus. Kedua sahabatnya hanya menatap bosan, sedangkan Chanyeol menatap keduanya aneh. Kenapa mesra sekali?

"Ekhem, baiklah, sebaiknya kita ke kelas, Kyung." Chanyeol berdehem karena dirinya tiba-tiba merasa panas.

"Baiklah, aku ke kelas dulu. Dahh Sehun-ah, Jimin, Taehyung." Kyungsoo melewati mereka bertiga, diikuti Chanyeol di belakangnya.

.

Saat melihat Kyungsoo masuk dengan Chanyeol, Baekhyun langsung berhambur mendekati sahabatnya itu.

"Kalian berangkat bersama?" Baekhyun berujar pelan.

"Begitulah." Kyungsoo menjawab sambil menaruh tasnya di meja.

"Bagaimana bisa?"

"Maksudmu?"

"Dia kan anak baru, dank au baru mengenalnya kemarin, bagaimana bisa kau sudah berangkat sekolah dengannya?" Baekhyun bertanya menggebu-gebu.

Kyungsoo menghela napas melihat sahabatnya ini, "Dia memang anak baru disini, tapi tidak dengan baru mengenalnya. Dia teman SD ku baek."

"Yak, kenapa kau tidak pernah bilang padaku?!"

"Karena kau tidak pernah bertanya."

"Aishh sialan." Baekhyun mengumpati Kyungsoo, tapi Kyungsoo tidak perduli. "Kau tahu, tadi Sehun kesini mencarimu dengan kedua temannya."

"Dia kesini?" Kyungsoo bertanya dengan mata membulat. Pantas saja tadi dia berjalan dari arah kelasku Kyungsoo membatin.

"Hm, keren bukan? Sepertinya dia tertarik padamu, Kyung." Baekhyun mulai semangat bergosip.

"Aku bahkan sudah berkencan dengannya, bodoh."

"APA?!" Baekhyun berteriak melengking, membuat teman-temannya mengupati Baekhyun. Tapi dirinya tidak perduli.

"Sudah dari kemarin."

"Hollyshit! Kenapa kau tidak cerita padaku?!" Baekhyun mulai mengeluarkan sumpah serapahnya. "Ini benar-benar keajaiban, Kyung!"

"Tentu saja." Kyungsoo menjawabnya dengan kekehan. Dia juga tidak pernah menyangka kalau dia bisa berkencan dengan Oh Sehun.

"Kau benar-benar jalang beruntung."

"Sial kau, pergi sanah!"

Dan mereka berdua tidak tahu, kalau Chanyeol sedari tadi mendengar percakapan mereka berdua dari awal Baekhyun menghampiri Kyungsoo. Dan pernyataan terakhir Kyungsoo, bahwa dirinya berkencan dengan Sehun, benar-benar membuat dirinya menegang. Dan Chanyeol tidak suka mendengar pernyataan itu. Chanyeol memilih merebahkan kepalanya sampai bel masuk berbunyi. Dia mencoba menghiraukan detak jantungnya yang berpacu cepat saat mendengar pernyataan Kyungsoo barusan. Dirinya berkencan dengan Sehun. Kyungsoo berkencan dengan Sehun. Sehun teman lamanya. Chanyeol memilih menghiraukan pikiran-pikirannya yang tidak enak itu.

Bel istirahat sudah berbunyi. Murid-murid langsung berhamburan keluar kelas. Baekhyun dan Kyungsoo sudah bersiap untuk ke kantin. Namun panggilan seseorang membuat keduanya menoleh.

"Kyungsoo, Baekhyun!" Itu Chanyeol.

"Boleh aku gabung dengan kalian?"

"Tentu saja!" Baekhyun berujar semangat lalu menarik tangan Chanyeol untuk berjalan bersama.

"Chanyeol, kau dan adik mu memang tinggal dimana sebelumnya?" Baekhyun berujar kepada Chanyeol. Mereka berdua cepat akrab, dan Kyungsoo bersyukur akan hal itu.

"Aku tinggal di Busan." Chanyeol menjawab sambil mengambil lawuk yang berbaris rapih di meja pentri.

"Tapi kenapa SD mu sama seperti Kyungsoo? SD Kyungsoo kan di sinih, Seoul." Baekhyun bertanya di balakang antrian Chanyeol, Kyungsoo di belakangnya.

"Aku lahir di Seoul, SD juga di Seoul tapi saat kelas dua SMP, aku pindah ke Busan. Ayah ku ada pekerjaan disana, akhirnya keluargaku memilih menetap disana." Jelas Chanyeol sambil keluar antrian dan menunggu Kyungsoo yang masih mengambil minumnya.

"Ahh begitu ternyata."

"Ayo." Kyungsoo mengajak keduanya duduk di dekat jendela saja, dan keduanya tidak keberatan.

Chanyeol duduk di samping Kyungsoo, sedangkan Baekhyun duduk di hadapan mereka berdua. Saat sedang asik-asiknya menyantap makanan masing-masing. Panggilan seseorang membuat ketiganya mendongak.

"Hyung!"

Jongin melambaikan tangannya ke arah Chanyeol, dirinya langsung berlari kecil ke arah sang kakak yang sedang menyantap makanannya. Jongin mendudukan pantatnya di samping Baekhyun. Lalu membungkuk kecil kepadanya.

"Baek, kenalkan, ini Jongin, adikku di kelas 1-2." Chanyeol berujar memperkenalkan Jongin kepada Baekhyun.

"Annyeong-haseyo, sunbaenim." Jongin member salam kepada Baekhyun dan Kyungsoo.

"Panggil aku Baekhyun hyung saja." Baekhyun menyunggingkan senyumnya kepada Jongin dan Jongin melakukan hal yang sama.

"Hyung juga sekelas dengan Chanyeol hyung?" Jongin bertanya sambil menyantap makanna yang tadi ia bawa.

"Hm, dengan Chanyeol dan Kyungsoo."

"Ahh, begitu rupanya."

Kyungsoo sedari tadi diam saja, dia asik menikmati santapannya. Diam-diam Chanyeol melirik ke arah si mungil yang sedari tadi diam saja. Sedangkan Baekhyun dan Jongin, mereka asik dengan dunia mereka berdua.

Tiba-tiba ada siswa yang sepertinya adik kelasnya menghampiri meja mereka.

"Kyungsoo sunbae dan Chanyeol sunbae, kalian berdua dipanggil guru Jung."

Merasa namanya disebut, Kyungsoo mendongak menatap adik kelasnya, "Ada apa memangnya?" Kyungsoo bertanya dengan alis mengkerut.

"Tidak tahu, aku hanya menyampaikan saja. Annyeong." Adik kelasnya itu langsung pergi meninggalkan mereka ber-empat.

"Ada apa? Kau buat kasus, Kyung?" Baekhyun bertanya dengan bodohnya.

"Yak, temanmu mana pernah membuat kasus." Kyungsoo beranjak dari duduknya lalu menoleh ke arah Chanyeol. "Kau mau diam saja?" Chanyeol langsung berdiri dari duduknya dan berjalan beriringan dengan Kyungsoo ke ruangan guru.

Baekhyun dan Jongin saling menatap.

"Sekarang apa yang harus kita lakukan?"

"Tidak tahu." Baekhyun hanya mengangkat bahunya, lalu kembali menyantap makanannya. "Sudah, habiskan saja dulu makananmu." Jongin menurut dan menghabiskan makanannya.

.

Chanyeol sudah duduk berdampingan dengan Kyungsoo. Di hadapan mereka juga ada guru Jung sedang mengambil sesuatu.

"Begini," guru Jung menatap mereka berdua. "sebenarnya, ini tugas untuk Chanyeol. Tapi, karena Chanyeol masih baru disini, jadi kau yang harus membantunya, Kyungsoo."

"Memang apa tugasnya, saem?" Kyungsoo berujar penasaran.

"Bantu Chanyeol mengerjakan soal sains yang waktu itu kita pelajari untuk ujian."

"Ne?!" Kyungsoo membelakan matanya. "Saem, tapi soal itu ada 100 soal! Dan kita semua mempelajarinya dari seminggu yang lalu, bahkan masih ada yang belum selesai, soal itu terlalu sulit saem. Bagaimana mungkin aku membantu Chanyeol sendirian?!"

"Tapi kalau Chanyeol tidak dibantu, bagaimana dia bisa mengerjakan ujian bulan depan, Kyung?" Gurunya ini mencoba membujuk Kyungsoo semelas mungkin.

"Tapi kenapa harus saya?" ini yang Kyungsoo heran, kenapa harus dirinya?

"Karena ibu pikir, Cuma kamu yang bisa membantu Chanyeol."

"Ta-"

"Kalau kau tidak mau, yasudah. Nanti ibu akan mencari siswa la-"

"Tidak!"

Guru Jung dan Kyungsoo langsung menoleh ke arah Chanyeol yang tiba-tiba berujar keras.

"Saya tidak mau di bantu oleh siswa lain saem. Biar Kyungsoo saja yang membantu saya mengerjakan tugas itu."

"Yak."

"Pokoknya saya tidak mau kalau di ajari dengan siswa lain."

"Lihat kan? Ayolah Kyungsoo, bantu Chanyeol mengerjakan soal itu." Guru Jung memasang wajah memohon kepada Kyungsoo, membuat Kyungsoo menekuk alis tebalnya meringis.

"Baiklah." Dan jawaban final Kyungsoo membuat gurunya bernafas lega, termasuk Chanyeol. Dirinya tidak membayangkan, bagaimana harinya nanti bersama si mungil.

Kyungsoo dan Baekhyun sudah bersiap untuk keluar kelas, mereka akan pulang bersama. Namun, saat menggeser pintu kelas, mereka di kejutkan oleh ketiga lelaki tampan yang sedang berdiri di depan pintu kelas mereka. Tidak lain dan tidak bukan, Sehun dan kedua pengikutnya.

"Sehun-ah."

"Ayo." Sehun menjulurkan tangannya ke Kyungsoo, mengajak Kyungsoo pulang bersamanya.

"Tapi.. aku pulang bersama Baekhyun." Kyungsoo berujar lirih.

"Maaf, tuan Sehun. Tapi hari ini kekasihmu pulang bersamaku." Baekhyun berujar lalu menarik pergelangan tangan Kyungsoo untuk berdiri di sampingnya.

"Kyungsoo-"

"Permisi-permisi." Seseorang baru keluar kelas mereka dan menyelinap berdiri di antara mereka ber-lima. "Maaf, tuan-tuan sekalian, dengan berat hati, aku harus menyampaikan, kalau Kyungsoo harus pulang denganku. Karena dia ada tugas denganku hari ini di rumahku." Chanyeol orangnya. Dia berujar santai sambil tersenyum manis, yang membuat orang disekitarnya menatap jengkel ke arahnya.

Chanyeol langsung menarik tangan Kyungsoo, namun Baekhyun belum melepaskan genggamannya, ini membuat kedua tangan Kyungsoo merentang ke udara. Kyungsoo meringis, kenapa dirinya seperti gadis-gadis di drama picisan yang sedang di perebutkan?

"Kyungsoo, kau akan pulang dengan siapa? Sehun kekasihmu, diriku sahabatmu atau Chanyeol teman lamamu?" Baekhyun berujar penuh penekanan.

Kyungsoo menghela nafas frustasinya, dia lupa, kalau dia akan membantu Chanyeol mulai hari ini. "Maaf, baek, aku harus pulang dengan Chanyeol." Dan pernyataan terakhir Kyungsoo membuat Chanyeol tersenyum lebar. Tidak dengan Sehun dan Baekhyun yang membuang nafas kecewa.

Kyungsoo menatap Sehun dengan wajah menyesal. "Sehun-ah, maafkan aku. Aku ada tugas dengan Chanyeol, kami akan mengerjakannya sekarang dirumahnya." Sehun menatap Kyungsoo datar, tapi tidak lama kemudian dia menyunggingkan senyum terpaksa kepada Kyungsoo.

"It's okay. Kalau itu memang tugas." Sehun maju selangkah mendekati Kyungsoo, lalu mengelus surai si mungil sayang. "Perlu ku jemput nanti?" Sehun bertanya penuh kelembutan, Kyungsoo menjawab dengan gelengan di kepalanya.

"Okay, kami dulan." Chanyeol segera menarik pergelangan Kyungsoo, meninggalkan mereka yang menatap kepergian mereka dengan tatapan berbeda-beda.

.

Mereka berdua masih dalam perjalanan menuju apartemen Chanyeol. Mereka hanya berdua di dalam mobil, karena Jongin pergi kerumah temannya dan akan pulang malam nanti. Tidak ada obrolan di antara mereka berdua, Kyungsoo yang sibuk dengan pikirannya, sedangkan Chanyeol fokus menyetir sambil sesekali melirik ke arah Kyungsoo. Sampai akhirnya, mobil Chanyeol berhenti di basemant apartemen.

"Ayo." Chanyeol membuka sabuk yang ada di tubuhnya, lalu mengajak Kyungsoo keluar dari mobilnya.

Mereka masih berjalan di lorong apartemen, menuju lift yang akan di naikki mereka berdua.

"Memang, lantai berapa kamarmu?" Kyungsoo membuka obrolan lebih dulu.

"Lantai 10." Chanyeol menjawab berbarengan dengan pintu lift terbuka. Mereka berdua segera masuk ke dalam lift kosong tersebut.

"Kenapa jauh sekali? Memangnya tidak ada yang di lantai dasar? Satu? Atau dua? Atau tiga?" Kyungsoo bertanya tidak sabaran, membuat yang lebih tinggi menatapnya gemas.

"Tidak ada, semuanya penuh. Masih untung ayahku tidak menyewa yang di lantai 20." Chanyeol berujar sambil terkekeh.

"Aku tidak membayangkan kalau terjadi sesuatu di lantai 20. Pasti keamanan akan sangat lama sampai di sana." Kyungsoo bergumam sendiri, membuat Chanyeol menahan diri untuk tidak mencubit kedua pipi si mungil.

Mereka akhirnya sampai di lantai 10. Chanyeol berjalan lebih dulu, sedangkan Kyungsoo mengikutinya dari belakang. Kamar Chanyeol ada di paling ujung lorong apartemen. Setelah sampai di depan kamar apartemennya, Chanyeol segera memasukkan sandinya.

"Ayo, masuklah."

Kyungsoo masuk ke dalam apartemennya. Hal yang pertama di simpulkan oelh Kyungsoo saat masuk ke aparteman Chanyeol adalah 'rapih'. Ruang tamu dengan sofa dan tv, karpet berbulu yang tergelar manis di bawah meja dekat sofa, dan jangan lupakan beberapa figura-figura di dinding.

Kyungsoo sibuk melihat foto-foto yang terpajang manis di meja, sampai matanya berhenti pada figura dua orang paruh baya yang sedang duduk bersanding di bangku taman sambil tersenyum cerah.

"Itu ayah dan ibuku." Chanyeol berujar sambil menaruh beberapa snack dan minuman di atas meja, yang akan di jadikan tempat belajarnya dan Kyungsoo.

Kyungsoo hanya menjawab dengan gumaman, lalu menghampiri Chanyeol yang sedang membuka tas sekolahnya barusan lalu mengambil soal-soal yang tadi di berikan oleh gurunya. Kyungsoo mendudukan pantatnya di karpet berbulu Chanyeol, lalu mengambil soal yang tadi dikeluarkan Chanyeol.

"Kita mulai dari yang gampang dulu ya." Kyungsoo berujar sambil membuka halaman per-halaman kertas soal tersebut. Chanyeol menjawab dengan anggukan.

Mereka mulai mengerjakan soal-soal yang yang tadi di berikan oleh gurunya. Kyungsoo dengan sabar mengajari Chanyeol rumus-rumus yang belum dirinya ketahui, walau kadang mulutnya mengumpat karena Chanyeol kadang tidak mendengarinya.

Mereka mengerjakan dengan sesekali memakan snack yang Chanyeol sudah siapkan tadi. Sampai tidak terasa malam sudah menghiasi langit luar.

"Cepat ambil pensil mu, kali ini coba gambar struktur ini."

Bukannya mengambil pensil, Chanyeol malah mengambil snack yang ada di meja lalu memakannya.

"Yak, aku menyuruhmu mengambil pensil! Bukan malah makan!" Kyungsoo melotot ke arahnya, membuat Chanyeol tidak bisa menahan tawanya.

"Kyung, kenapa matamu bisa membesar seperti itu sih?" Chanyeol berujar sambil sesekali tertawa.

"Lalu apa kabar dengan kupingmu yang lebar itu?" Kyungsoo tersenyum mengejek ke arah Chanyeol yang menatapnya jengkel. Kali ini Kyungsoo yang menertawakannya.

"Apa dulu kau pernah berbohong, lalu kupingmu melebar?" Kyungsoo berujar sambil tertawa bahagia.

"Dasar tidak lucu."

"Hahahah."

"Itu pinokio, Kyung. Lagipula bukan kuping, tapi hidung. Dasar bodoh."

"Kau yang bodoh. Dasar bodoh." Kyungsoo tidak mau kalah.

"Kau bodoh."

"Aku tidak. Kalau aku bodoh, tidak mungkin aku membantumu menjawab soal-soal ini?" Kyungsoo menyahut sambil menunjuk-nunjuk muka Chanyeol. Yang ditunjuk-tunjuk tidak menjawab apapun.

"Kan, terbukti, kalau aku tidak bodoh. Kau yang bodoh. Dasar telinga lebar." Sepertinya hobi baru Kyungsoo adalah mengejek Chanyeol.

Chanyeol mengambil bantal sofa yang tidak jauh darinya, lalu melempar ke wajah Kyungsoo yang sedang mengerjakan soal. Kyungsoo menatap jengkel Chanyeol, lalu mengambil bantal itu kembali dan melemparnya ke arah Chanyeol.

"Eit, tidak kena." Chanyeol menjulurkan lidahnya meledek Kyungsoo. Kyungsoo menatapnya jijik.

Kyungsoo mengambil boneka monyet yang ada di sofa belakangnya, lalu melempar ke arah Chanyeol. Kyungsoo tertawa terbahak-bahak saat hidung monyet yang terbuat dari pelastik, mengenai tepat jidat Chanyeol. Chanyeol mengelus-ngelus jidatnya yang kemungkinan memerah itu, lalu menatap Kyungsoo dengan seringaiannya. Dia bangkit dari duduknya, lalu menghampiri Kyungsoo yang menyender pada kaki sofa sambil tertawa.

"Omo-y-yak-lepas-kan-bodoh." Kyungsoo melotot horror saat lehernya di cekik oleh Chanyeol. Tidak terlalu keras memang, tapi sukses membuat dirinya tergelitik.

"Mati kau, mati. Hahaha." Chanyeol berujar sambil tertawa sambil sesekali tangannya menggelitik leher mulus Kyungsoo.

Tangan Kyungsoo yang bebas mulai naik dan menggenggam leher Chanyeol yang ada di hadapannya.

"Ra-sakan-i-ni-hihi." Kyungsoo berujar sambil terkikik akibat Chanyeol.

Chanyeol memekik, saat tangan mungil Kyungsoo menyentuh lehernya lalu menggelitikinya. Dirinya menggeliat-geliat akibat Kyungsoo, sama seperti Kyungsoo, kepala si mungil menggeliat-geliat minta di lepaskan dari cekikkannya.

Mereka berdua masih asik dengan acara cekik mencekiknya. Sampai akhirnya Chanyeol memindahkan tangannya ke arah pinggang ramping Kyungsoo, lalu menggelitikinya. Kyungsoo reflek memegang tangan Chanyeol yang ada di pinggangnya sambil tergelak keras. Chanyeol ikut tertawa melihat wajah Kyungsoo yang memerah sambil memohon untuk berhenti menggelitikinya.

Mereka tidak sadar, kalau posisi mereka sudah benar-benar intim. Chanyeol duduk di antara kaki mungil Kyungsoo, sedangkan Kyungsoo bersandar pada kaki sofa di belakangnya. Keduanya masih tergelak, Kyungsoo dengan reflek menarik tangan Chanyeol dari pinggangnya, namun karena Chanyeolnya tidak seimbang, membuat tubuh tingginya malah ikut tertarik ka arah Kyungsoo. Keduanya molotot kaget saat tubuh Chanyeol seakan memeluk tubuh yang lebih mungil. Untuk beberapa saat mereka masih bertahan dengan posisi Chanyeol memeluk Kyungsoo, sampai akhirnya Chanyeol mengangkat wajahnya perlahan, lalu berhadapan dengan wajah Kyungsoo. Jarak di antara mereka benar-benar sangat dekat. Mereka berdua masih saling menatap satu sama lain. Chanyeol mendekatkan wajahnya ke wajah si mungil.

.

Sehun sedang berjalan menuju lift apartemen Chanyeol. Ya, dirinya memilih menjemput Kyungsoo, walaupun Kyungsoo tadi menolak untuk di jemput, tapi Sehun tidak perduli. Saat lift sudah terbuka, Sehun langsung masuk dan memencet lantai 10. Sehun sudah tau apartemen Chanyeol, karena pria jangkung itu pernah memberi alamat apartemennya. Saat pintu lift sudah akan tertutup, tiba-tiba sebuah kaki menahannya. Sehun mengerutkan dahinya, lalu pintu lift kembali bergeser terbuka, membuat Sehun bisa melihat siapa orang tersebut.

"Sehun hyung?!"

"Jongin?"

Jongin langsung masuk ke dalam lift, lalu lift tertutup. Dirinya hendak memencet tombol lantai 10, tapi ternyata sudah ada yang memencetnya.

"Aku sudah memencetnya barusan." Sehun berujar menatap adik teman lamanya itu.

"Hyung, aku tidak menyangka kita bertemu lagi." Jongin berujar ceria.

"Aku juga. Kukira kalian tidak akan kembali ke Seoul lagi."

"Hyung, mau ke aparteman siapa?"

"Tentu saja ke apartemenmu."

"Hyung, mau main?"

"Tidak, aku ingin menjemput seseorang."

Jongin mengerutkan dahinya, "Seseorang?"

Tidak lama setelah itu lift terbuka di lantai sepuluh. Mereka berdua keluar dari lift dan berjalan beriringan menuju pintu yang ada di ujung lorong apartemen.

Jongin sudah memasukkan sandinya, lalu dia membuka pintu apartemennya. Jongin masuk lebih dulu, sedangkan Sehun melepas sepatunya dan menutup pintu apartemen Chanyeol. Pekikan Jongin membuat dirinya langsung menoleh dan menghampiri Jongin. Matanya melotot melihat topik pekikan Jongin.

"APA YANG TELAH KALIAN LAKUKAN?!

.

.

.

Jeng-jenggg. Akhirnya bisa post chap ini setelah kegalauan hilang dari diriku xD
Maaf yaa ini lama di update, soalnya aku syedih gara-gara gabisa liat pacarku konser:'(

Rasanya awan mendung selalu hinggap di hatiku#ewh
Tapi akhirnya diriku bisa menerima kenyataan itu semua. Dan mem-post chap iniiii, Yehet!

Mereka kemrin tampan-tampan ya? Aku gakuku litanya. Kyungsoo juga manis bangett yawla! Ugh gatahan liat mereka kemarin.

Makasih atas respon kalian semua guys. Makasih yang udah me-Riview, makasih yang udah follow dan favorit ff ini. Ganyangka tertanyata ff ini dapet respon positif. Aku terharu#elapingus

Tanksfor:xolovefie,Vianca950,Chansoo,luvchansoo,kyungiesoo123,kamu yang gaada namanya,kyungsooxeveryone,NadyaputriKpopersBestFriendofYuNaCha,opikyung0113,kyungie,kamu yang gaada namanya,kyungz.

Makasih kalian. Loveyou.

Okay dehh.

Please review this story. Ok?Saranghaja^_^

rairaikyung.