The Meaning Of Love

Part 3

By:rairaikyung

ChanyeolxKyungsoo

Boyxboy

CHANSOO! Slight HUNSOO

.

.

Happy Reading!


Jarak diantara mereka berdua masih sangat dekat. Mata mereka masih saling menatap satu sama lain. Alarm peringatan di otak Kyungsoo sudah menyalak keras saat pemuda dihadapannya mulai mendekatkan wajahnya. Tubuh Kyungsoo terasa kaku, dia tidak tahu harus berbuat apa pada situasi seperti ini. Hingga pekikkan seseorang, membuat dirinya dan Chanyeol tersadar dan buru-buru menjauhkan jarak masing-masing.

"APA YANG TELAH KALIAN LAKUKAN?!"

Jongin menatap horror ruang tamu apartemennya. Bagaimana tidak, ruang tamu apartemennya sudah seperti ruangan sehabis perang. Bantal berserakan dimana-mana, snack berhamburan di karpet, boneka monyet Jongin yang tergeletak tak berdaya di lantai, dan dua makhluk yang sedang dalam posisi tidak mengenakan untuk dilihat.

Kyungsoo dan Chanyeol menatap canggung Jongin dan Sehun. Kyungsoo langsung mendorong Chanyeol dan buru-buru bangun dari duduknya, lalu menatap Sehun yang sedang menatap dirinya dengan pandangan sulit diartikan. Sial, Kyungsoo benar-benar gugup.

Kyungsoo baru akan berbicara, namun Sehun sudah menyela lebih dulu.

"Kalian sudah selesai? Kyungsoo, bisa kita pulang sekarang?" Sehun berbicara dengan nada datar. Kyungsoo menggigit bibirnya gugup. Sedangkan si idiot Chanyeol, dia malah diam saja sambil menggaruk tengkuknya.

"T-tentu, k-kami sudah selesai, kok." Kyungsoo menjawab dengan gugup. Dirinya langsung mengambil tas berwarna biru langitnya, lalu memasukkan buku-bukunya.

Chanyeol bangun dari duduknya, lalu menatap Sehun. "Sehun-ah, aku dan Kyungsoo-"

"Kita bicarakan lain kali saja. Aku harus mengantar Kyungsoo pulang." Sehun memotong ucapan Chanyeol dengan cepat. Chanyeol hanya bisa membuang napasnya.

"Ayo." Sehun langsung menarik pergelangan tangan Kyungsoo keluar dari apartemen Chanyeol.

Chanyeol mendudukkan dirinya ke sofa, saat mendengar pintu apartemennya tertutup. Jongin juga duduk di sampingnya, memandangi sang kakak dengan pandangan bingungnya.

"Hyung, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa ruangan ini jadi berantakan? Lalu apa yang hyung lakukan dengan Kyugsoo hyung tadi?"

Chanyeol menoleh ke samping, menemukan wajah bingung adiknya. "Tidurlah, besok kita sekolah." Chanyeol tidak menjawab pertanyaan adiknya, dia malah meninggalkan Jongin ke kamar.

"Ya, hyung!" Jongin berteriak kepada Chanyeol, tapi Chanyeol hanya mengibaskan tangannya tidak perduli.

"Aishh."

Keduanya masih di perjalanan menuju rumah Kyungsoo. Sehun fokus menyetir, sedangkan Kyungsoo fokus dengan pikirannya sendiri. Keduanya sama-sama diam. Tidak ada yang memulai bicara. Sampai akhirnya Sehun menepikan mobilnya saat sampai di depan rumah Kyungsoo.

Keduanya diam. Tidak ada yang beranjak dari mobil. Entah apa yang dipikirkan keduanya, mereka masih sama-sama diam. Sampai akhirnya Sehun keluar mobil lebih dulu, lalu membukakan pintu mobil untuk Kyungsoo. Kyungsoo sempat terkejut saat tahu Sehun membukakan pintu untuknya. Dirinya sibuk melamun.

"Masuklah." Sehun berdiri di hadapan Kyungsoo, menatap si mungil yang sedari tadi hanya menunduk.

Kyungsoo mengangkat wajahnya menatap Sehun. Kyungsoo benar-benar merasa tidak enak dengan Sehun, karena kejadian di apartemen Chanyeol.

Dirinya malah asik melamun dengan matanya yang terus menatap Sehun.

"Apa aku setampan itu, sampai kau tidak berkedip menatapku?" Sehun mencoba membuyarkan lamunan Kyungsoo. Dan itu berhasil, terbukti dari pipi Kyungsoo yang memerah.

"Sehun.." Kyungsoo berujar sambil menatap Sehun. "Maafkan aku. Kejadian tadi, benar-benar murni tidak sengaja. Aku dan Chanyeol tadi sedang bermain, lalu Chanyeol tidak sengaja jatuh ke tubuhku, dan-"

"Aku mengerti." Sehun memotong ucapan Kyungsoo, lalu menarik Kyungsoo kepelukannya.

"Aku percaya padamu." Sehun menenggelamkan kepala Kyungsoo ke dadanya, memeluknya lebih erat lagi.

Kyungsoo tersenyum di dalam pelukan Sehun. "Terimakasih..Sehun-ah."

Keduanya masih berpelukan dengan erat dalam waktu beberapa menit. Di bawah malam yang semakin larut. Mata mereka sama-sama terpejam. Sampai akhirnya Sehun melepaskan pelukannya, lalu menangkup kedua pipi tembam Kyungsoo.

"Sekarang masuk, Cuci mukamu, jangan lupa makan malam, lalu setelah itu-" Sehun menjeda ucapannya, lalu tersenyum lembut kepada Kyungsoo. "Tidur dan pikirkan aku sebelum tidur. Aku akan masuk dalam mimpimu." Sehun berujar dengan senyum menggodanya. Yang sukses membuat kedua pipi Kyungsoo merona.

"Aku pulang dulu."

Kyungsoo mengangguk lucu. Sehun tersenyum tampan lalu mengusak rambut Kyungsoo sayang. Setelah itu, Sehun berbalik menuju mobilnya. Sebelah tangannya di masukkan ke saku celana panjangnya, sebelah lagi melambai ke arah Kyungsoo.

Sehun berhenti saat hendak membuka pintu mobilnya, lalu kembali menatap Kyungsoo yang masih menungguinya di depan pagar.

"Besok aku akan menjemputmu." Sehun berucap sambil melambaikan tangannya, lagi. Kyungsoo mengacungkan jempolnya setuju. Sehun kembali masuk ke dalam mobilnya, lalu meninggalkan rumah Kyungsoo.

Kyungsoo masuk ke dalam rumah saat mobil Sehun sudah menghilang di tikungan perumahannya. Saat membuka pintu rumah, dirinya di kejutkan oleh nyonya Do, yang berdiri di depan pintu masuk sambil menyilangkan tangannya di dada. Kyungsoo mengusap dadanya terkejut.

"Aku pulang."

"Kenapa baru pulang? Lalu siapa pemuda yang mengantarmu barusan?" Nyonya Do menatap Kyungsoo penuh selidik.

"Aku ada tugas di rumah temanku tadi. Dan pemuda tadi adalah temanku juga." Kyungsoo berucap sambil melepas sepatunya lalu menggantinya dengan memakai sandal rumah.

"Teman? Apa harus ada pelukan perpisahan?"

Kyungsoo menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah nyona Do dengan raut wajah terkejut. Saat dirinya hendak menjawab, nyonya Do sudah menyela ucapannya lebih dulu, lalu melenggang pergi.

"Bersihkan tubuhmu, lalu turun kebawah lagi untuk makan malam."

Kyungsoo membuang napas, lalu beranjak menaikki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Kyungsoo menutup pintu kamar, lalu menaruh tas ransel birunya di meja belajar kamar. Kejadian-kejadian beberapa jam yang lalu masih terngiang di otaknya. Saat dimana dirinya dan Chanyeol asik bermain dengan tawa yang mengiringi keduanya. Sampai kejadian yang tidak pernah mereka duga, Chanyeol jatuh ke tubuhnya, lalu mereka saling menatap. Hingga tiba-tiba Chanyeol mendekatkan wajahnya, sampai suara pekikan terdengar mengejutkan keduanya. Kalau saja Jongin tidak berteriak, Kyungsoo tidak tahu apa yang akan terjadi dengannya dan Chanyeol.

Kyungsoo menggelengkan kepalanya cepat, mencoba menghilangkan fikiran yang tidak-tidak dari otaknya . Kyungsoo bangkit berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Selang beberapa menit, Kyungsoo keluar dari kamar mandi dengan keadaan tubuh yang lebih fresh dari sebelumnya. Kyungsoo mengambil piyama dari lemari dan segera memakainya, lalu keluar dari kamar untuk makan malam.

Saat sudah sampai lantai bawah, dirinya langsung berlari ke arah meja makan, dimana nyonya Do sedang menyiapkan makan malam. Kyungsoo langsung duduk di kursinya, mengambil makanan yang sudah di hidangkan di meja makan. Nyonya Do ikut duduk di kursi yang ada di hadapannya, lalu memakan makanannya.

"Dimana, appa?" Kyungsoo bertanya saat selesai minum.

"Ayahmu ada tugas ke luar kota, dan akan pulang minggu depan."

"Minggu depan?"

"Hm, ada beberapa pekerjaan di sana yang membutuhkan ayahmu lebih lama."

"Tapi kenapa harus minggu depan? Appa ada janji denganku minggu ini!" Kyungsoo berujar dengan nada kesal.

"Janji? Janji apa? Kalau begitu di undur saja. Kau harus mengerti pekerjaan ayahmu, Kyungsoo."

"Mana bisa! Appa sudah berjanji akan mengajakku jalan-jalan seharian dan menuruti apapun yang kumau hari itu juga!"

"Do Kyungsoo, berhenti merengek. Kau ini sudah kelas 3 SMA, jangan bersikap seperti anak 5 tahun!" Ibunya berucap dengan mata melotot. "Lagipula, eomma bisa menggantikan appa. Menemani jalan-jalan kan?" Nyonya Do berucap sambil membersihkan mulutnya dengan tisu.

Kyungsoo meringis mendengar tawaran dari nyonya Do. Dirinya tidak akan bebas membeli makanan yang dia inginkan kalau pergi dengan nyonya Do. Ibunya –nyonya Do– ini, anti junkfood. Tapi Kyungsoo dan ayahnya suka makanan junkfood. Nyonya Do sangat tidak suka makanan cepat saji seperti itu. Katanya sih, itu tidak sehat. Lebih baik makan masakkan ibunya dibanding makanan tidak sehat itu. Kira-kira seperti itu nasihat dan aturan yang nyonya Do buat.

Kyungsoo meneguk airnya lagi, lalu bangkit dari duduknya. "Aku selesai." Kyungsoo baru akan membalikan badannya pergi dari ruang makan. Namun ucapan nyonya Do, membuatnya membalikkan tubuhnya kembali.

"Ayahmu memang tidak bisa menemanimu jalan-jalan." Sambil meletakkan piring sehabis dicucinya, nyonya Do berujar lagi. "Tapi dia menepati janjinya untuk membelikanmu apapun yang kau mau."

Kyungsoo masih diam ditempatnya. Tidak mengerti apa maksud ucapan nyonya Do barusan.

Nyonya Do berjalan menuju meja nakas yang ada di dekat ruang makan. Membuka lacinya, lalu mengeluarkan amplop putih dari laci tersebut. Kyungsoo mengerutkan keningnya saat nyonya Do memberikan amplop putih tersebut kepadanya. Dengan rasa bingung yang masih berkecamuk di otaknya, Kyungsoo menerima amplop tersebut.

Seolah mengerti kebingungan sang anak, nyonya Do langsung berujar. "Itu uang yang diberikan ayah untukmu, sebelum dia berangkat dinas."

Kyungsoo langsung buru-buru membuka ampol tersebut, memastikan ucapan nyonya Do. Dan senyum penuh kemenangan mengembang di bibir berbentuk hati Kyungsoo. Dengan mata berbinar, dirinya langsung memeluk nyonya Do.

"Ahhh, terimakasih eomma." Kyungsoo memeluk nyonya Do penuh kesenangan. "Aku juga akan menghubungi appa setelah ini."

"Pergi belikan sesuatu yang berguna. Jangan dihabiskan hari itu juga! Eomma tidak akan memberimu makan seminggu kalau sampai uang itu di hambur-hambur tidak jelas!"

Kyungsoo mendesis, dengan muka yang seakan mengerut ketakutan akan ancaman nyonya Do.

"Arasseo. Aku tidak akan habiskan uang ini hari itu juga." Kyungsoo tersenyum manis kepada nyonya Do, lalu berujar. "Eomma dan Appa memang yang terbaik!"

Nyonya Do hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak satu-satunya itu.

"Pergilah tidur. Besok kau sekolah."

Kyungsoo mengangguk, lalu berbalik meninggalkan ruang makan dengan senyuman yang tidak lepas dari bibirnya. Ia sudah membayangkan, apa saja yang akan ia lakukan dengan uang yang baru saja ia dapatkan dari orang tuanya. Satu nama beruntung yang sekarang muncul di pikiran Kyungsoo.

"Oh, astaga! Aku terlambat."

Kyungsoo buru-buru turun dari kasurnya. Ia merutuki dirinya sendiri karena bisa-bisanya telat bangun sekolah. Ini semua gara-gara sahabatnya, Baekhyun. Semalaman mereka mengobrol lewat telfone. Sebenarya, niat Kyungsoo hanya akan memberi tahukan Baekhyun, bahwa besok dia akan meneraktirnya. Tapi selanjutnya, dirinya malah harus mendengarkan curhatan hati seorang Byun-Fuck- Baekhyun sampai larut malam. Kyungsoo menyesali dirinya, karena sudah menghubungi sahabatnya semalam.

Jadilah pagi ini, Kyungsoo kesiangan.

Baekhyun sialan.

"Kyungsoo, kau sudah bangun?"

Itu suara nyonya Do, diiringi ketukan pintu kamarnya.

"Iya, sudah! Sebentar lagi aku akan turun." Kyungsoo sedikit berteriak saat menyahut nyonya Do.

"Cepat. Ada temanmu datang menjemput dibawah."

Kyungsoo berhenti mengancingi jas sekolahnya, saat mendengar sahutan terakhir ibunya di depan pintu kamarnya.

"Gosh, aku melupakan fakta kalau Sehun akan menjemput hari ini!"

Kyungsoo langsung merampas tas ransel nya di meja belajar, lalu lari keluar kamar. Hal yang pertama kali dia lihat saat turun dari tangga adalah, ibunya sedang mengoles selai pada roti. Dirinya langsung lari ke arah nyonya Do, lalu merampas dua helai roti tanpa selai.

"Kyungsoo, pelan-pelan!"

"Dimana temanku?"

"Ada di depan. Eomma sudah menyuruhnya masuk, tapi dia tidak mau."

"Yasudah. Aku berangkat, eomma."

Kyungsoo langsung lari keluar rumahnya. Mengabaikan teriakkan nyonya Do yang memanggil namanya. Dan Kyungsoo berani bersumpah, di depan pagar rumahnya kini ada pria tampan, sedang bersandar pada pintu mobil, dengan selembar roti di tangannya.

Kyungsoo langsung berjalan ke arah Sehun dengan sedikit berlari. Tepat saat dirinya sudah di hadapan Sehun, Sehun juga melahap sepotong roti terakhirnya. Tangannya terangkat, menyeka roti yang tertempel di bibir Kyungsoo.

"Kenapa buru-buru?" Sehun bertanya dengan tenang.

"Aku kesiangan. Aku juga takut kau sudah menungguku lama."

"Aku siap menunggumu sampai kapanpun." Sehun berujar sambil mengangkat satu alisnya. Menggoda.

Kyungsoo mendesis mendengar rayuan picisan dari pria putih pucat di hadapannya.

"Ya! ini bukan waktunya untukmu merayu." Kyungsoo berujar dengan nada tidak suka. Tapi berbanding terbalik dengan wajahnya yang merona.

Sehun terkekeh kecil melihat Kyungsoo yang terlihat gusar karena ucapannya.

"Baiklah, aku akan mencari waktu yang tepat untuk merayumu."

"Ya!" Kyungsoo memukul lengan Sehun pelan, namun bibirnya ikut melengkung tersenyum lebar.

Sehun pura-pura meringis saat Kyungsoo memukul lengannya pelan, lalu tertawa melihat wajah kesal Kyungsoo. Mereka berjalan memasuki mobil Sehun dengan tawa ringan yang mengiringi keduanya. Sepanjang perjalanan menuju sekolah, keduanya asik berbincang. Percakapan yang tidak penting memang. Tapi mampu membuat keduanya melengkungkan senyum manis di kamis pagi.

Bagi Sehun, ini adalah pagi yang paling indah untuknya.

"Kyungkyung!"

Baekhyun berteriak riang memanggil Kyungsoo yang baru saja memasuki kelas. Kyungsoo hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap sahabatnya itu.

"Kenapa baru datang?" Baekhyun bertanya sambil duduk di kursi depan mejanya-yang Kyungsoo ketahui, itu adalah tempat duduk Irene-teman perempuan di kelasnya.

Kyungsoo memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan Baekhyun. "Ini semua gara-garamu, tahu!" Kyungsoo berujar sambil menunjuk nunjuk wajah Baekhyun dengan telunjuknya.

"Why me?"

"Kau semalaman bercerita tidak jelas dan membuatku terpaksa harus mendengarkan semua cerita basimu, shit."

"Ah, mian soal semalam." Baekhyun mengangkat satu tangannya kepada Kyungsoo. Kyungsoo hanya memutar bola matanya.

"Tapi ngomong-ngomong. Kau serius akan meneraktirku kan hari ini?" Baekhyun berucap dengan alis yang di naik turunkannya.

Wajah Kyungsoo seketika berubah. Mengingat dirinya baru saja diberikan uang dari ayahnya untuk membeli apapun yang dia mau.

"Tentu!"

"Tempat apa yang akan kita datangi lebih dulu?"

"Kedai ice cream di depan sekolah?"

"Lalu pergi ke Lotte Word!"

"Call!"

"Call!"

Keduanya tersenyum lebar membayangkan kegiatan sepulang sekolah nanti. Namun tidak lama kemudian senyum keduanya luntur, saat tiba-tiba seseorang menginterupsi keduanya.

"Jangan lupakan pulang sekolah nanti, Kyungso. Kau harus membantuku menjawab soal-soal yang diberikan guru Jung kemarin."

Setelah mengatakan hal -yang membuat mood Kyungsoo hancur- tersebut, Chanyeol meninggalkan keduanya dengan senyuman menyebalkan.

"Bagaimana ini?"

Baekhyun mengangkat kedua bahunya, "Ajak saja dia ke Lotte Word sepulang dari sana, kau bisa langsung ke apartemennya, membantunya menjawab soal-soal menyebalkan itu."

"Ahh, kenapa dia harus menghancurkan kesenanganku?" Kyungsoo mendesah frustasi. Baekhyun hanya mampu menepuk-nepuk pundak kecil sahabatnya. Prihatin.

Setelah melewati dua jam pelajaran , bel istirahat akhirnya berbunyi.

Seperti biasa, Kyungsoo, Baekhyun dan Chanyeol akan pergi ke kantin bersama. Kyungsoo berjalan di samping kiri Baekhyun. Sedangkan Baekhyun berjalan di samping kiri Chanyeol. Keduanya asik mengobrol, melupakan keberadaan Kyungsoo yang sedari tadi di diamkan.

"Oh, ya! Kau ada tugas dengan Kyungsoo kan nanti?" Baekhyun bertanya dengan sedikit mendongak ke arah Chanyeol.

"Ya, memang kenapa?"

"Aku dan Kyungsoo ada janji hari ini. Sebenarnya kami berdua akan menghabiskan waktu seharian penuh hari ini. Tapi karena Kyungsoo mempunyai tugas denganmu, mungkin kami akan menghabiskan setengah hari saja. Iyakan, Kyung?" Baekhyun menyenggol lengan sahabatnya yang sedari tadi hanya diam.

Kyungsoo hanya menganggukan kepalanya. Enggan menjawab pertanyaan sahabatnya.

"Lalu?" Chanyeol bertanya dengan nada bingung. Matanya sesekali melirik Kyungsoo yang sedari tadi diam.

"Kalau kau mau, kau bisa ikut kami berdua bersenang-senang dulu sepulang sekolah. Setelah itu, kau dan Kyungsoo bisa mengerjakan tugas yang di berikan guru Jung dirumahmu. Bagaimana?" Baekhyun bertanya dengan kepala menoleh kebelakang-dirinya sedang mengantri mengambil makanan di kantin.

Sambil mengambil lauk yang di sediakan, Chanyeol berujar. "Baiklah. Tidak masalah." Chanyeol menjawab dengan cengiran lebarnya kepada Baekhyun-juga Kyungsoo yang sedari tadi tidak mengatakan apapun.

Setelah mengambil makanan, ketiganya memilih duduk di bangku kantin paling pojok. Baekhyun duduk di samping Kyungsoo. Sedangkan Chanyeol, duduk di hadapan keduanya. Saat sedang asik memakan makan siang mereka. Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka dan duduk di sebelah Chanyeol.

"Selamat makan semuanya!"

"Jongin, kenapa kau disini? Kau tidak punya teman makan siang?" Chanyeol bertanya dengan santainya kepada sang adik.

"Hyung tidak suka aku disini?"

"Ah, tidak-tidak."

Kyungsoo dan Baekhyun hanya terkekeh kecil melihat kakak beradik itu. Selanjutnya, mereka benar-benar memakan makan siang mereka dengan diam. Sampai sakhirnya Kyungsoo tiba-tiba berdiri.

"Aku permisi ke kamar mandi sebentar." Setelah berpamitan, Kyungsoo langsung meninggalkan kantin ke kamar mandi. Baekhyun, Chanyeol dan Jongin hanya menjawab dengan anggukan.

"Hyung, kenapa tiba-tiba ingin ke Lotte Word?" Jongin tiba-tiba bertanya kepada Baekhyun yang ada dihadapannya.

"Tidak kenapa-kenapa, Jongin. Hanya ingin bersenang-senang saja." Baekhyun menjawab dengan senyum manisnya kepada Jongin.

"Kau tenang saja, Kyungsoo akan mentraktir kita nanti." Baekhyun berujar lagi dengan cengirannya. Membuat mata sipitnya, semakin menyipit saja.

Jongin hanya menanggapi dengan senyuman dan anggukannya. Diam-diam, dia mengagumi senyum manis kakak tingkatnya ini.

Setelah dari kamar mandi, Kyungsoo memutuskan untuk langsung kembali ke kantin. Melanjutkan acara makannya yang tertunda. Kyungsoo memilih melawati taman sekolah, untuk kembali ke kantin. Saat dirinya melewati taman sekolah, seseorang -yang Kyungsoo tebak adalah suara perempuan- memanggil namanya dari belakang. Dirinya langsung membalikan badan, melihat seseorang yang memanggilnya yang sedang berjalan mendekat ke arahnya.

"Kau, Kyungsoo sunbae kan?" Ucapnya saat tepat di hadapan Kyungsoo.

Dengan wajah bingung, Kyungsoo mengagguk. "Ya benar. Ada yang bisa kubantu?"

"Bisa bicara denganmu sebentar? Ada yang ingin aku katakan pada subae." Ucapnya dengan mata yang tidak lepas dari wajah Kyungsoo. Entah hanya perasaan Kyungsoo saja, tapi Kyungsoo merasa gadis yang sepertinya adik kelasnya ini, sedang menatapnya tajam.

"Kau ingin bicara sesuatu denganku? Tentang apa?"

"Sebaiknya kita bicara di bangku taman disana saja, sunbae." Gadis itu langsung berjalan ke arah bangku taman yang ditunjuknya. Kyungsoo mengikutinya dari belakang.

Keduanya duduk bersebelahan di bangku taman sekolah dengan diam. Gadis itu diam, sedangkan Kyungsoo menunggu gadis itu mengatakan sesuatu yang ingin di sampaikan kepadanya.

"Aku menyukai Sehun sunbae." Ucap gadis itu tiba-tiba yang membuat Kyungsoo langsung menoleh kepadanya. Oh, Kyungsoo melupakan fakta, bahwa kekasihnya mempunyai banyak penggemar.

"Tapi sunbae malah merebutnya dariku!" lanjutnya dengan wajah yang menatap Kyungsoo kesal. "Aku melihat Sehun sunbae, mencium kening sunbae di depan kelas 3-1!"

Kyungsoo sudah siap membalas ucapan gadis yang sudah bicara seenaknya itu, tapi ucapannya menggantung karena gadis itu kembali berucap dengan nada kesalnya.

"Apa yang membuatnya tertarik pada sunbae? Dibanding sunbae, aku bahkan lebih sexy dan lebih cantik."

Kyungsoo memejamkan matanya kesal. Dirinya benar-benar risih dengan kata-kata gadis di sampingnya ini.

"Dengar-." Kyungsoo mengambil napasnya, lalu melanjutkan ucapannya. "Aku tidak pernah merebut Sehun darimu, atau dari siapapun." Kyungsoo berdiri dari duduknya sambil menatap gadis ramping di hadapannya. "Dia yang datang sendiri padaku. Mendekatiku, menatapku lalu mengatakan bahwa dia tertarik padaku. Tanpa seseorang yang melarang dibelakangnya. Ingat, aku tidak pernah merebutnya darimu atau dari siapapun. Dan juga, memangnya kau siapanya Sehun? Kekasihnya? Atau fans fanatik yang tidak rela idol-nya berpacaran dengan orang lain?" Kyungsoo membuang nafasnya, lalu melanjutkan ucapannya. "Kalau kau hanya penggemarnya, kau harus tau batas. Jangan lupakan juga, sunbaemu Itu bukan artis. Jangan terlalu berlebihan. Dan yang terakhir. Jaga ucapanmu. Kau tidak sepantasnya membanding-bandingkanku denganmu. Aku kakak tingkatmu. Kau bilang kau lebih cantik? Itu jelas, karena kau perempuan. Heol."

Kyungsoo mengucapkannya dengan penuh penekanan, membuat gadis di hadapannya terdiam kaku karena ucapan telaknya. Dirinya sudah setengah berjalan meninggalkan gadis itu. Tapi tiba-tiba gadis itu berujar, yang masih bisa Kyungsoo dengar.

"Aku sudah sulit mendekatinya karena mantan tunangannya itu satu sekolah dengannya. Sekarang sunbae menambah kesulitanku!"

Kyungsoo mengerutkan dahinya bingung saat mendengar ucapan gadis yang tiba-tiba melabraknya itu. Dirinya langsung membalikan badan lagi, menatap gadis di depannya yang sudah berdiri dari duduknya.

"Apa? Mantan tunangan?"

Gadis yang beberapa detik lalu terdiam kaku karena ucapan telak darinya, langsung menatap Kyungsoo dengan kerutan di dahinya. Tidak lama kamudian tersenyum miring sambil bersedekap dada. "Sunbae tidak tahu kalau Sehun sunbae sudah pernah bertunangan? Bahkan mantan tunangannya sekolah di sekolah ini juga."

Gadis di hadapannya berjalan mendekat ke arahnya. Lalu tersenyum meledek. "Sunbae mau tahu, siapa mantan tunangannya?"

Kyungsoo tidak menjawab, tapi gadis yang Kyungsoo akui cantik ini tetap melanjutkan ucapannya.

"Luhan, anak kelas 3-2. Sekelas dengan kekasihmu." Gadis itu berucap dengan nacda malas. "Ugh, aku benci mengatakannya."

"Luhan?"

"Hm, dia-Ah! Itu dia orangnya. Yang sedang berjalan ke arah kantin. Yang sedang memegang buku." Gadis itu tiba-tiba menunjuk arah belakang Kyungsoo. Kyungsoo menoleh dan mengikuti arah telunjuk gadis di depannya. Dan dirinya sekarang tau, yang mana pria bernama Luhan, mantan tunangan Sehun, kekasihnya.

Baekhyun, Chanyeol dan Jongin masih berada di kantin. Makanan mereka sudah hampir habis, tapi Kyungsoo belum kembali juga dari kamar mandi. Baekhyun dan Jongin kelihatan asik mengobrol. Sedangkan Chanyeol sedang sibuk memperhatikan pintu masuk kantin, berharap Kyungsoo kembali ke kantin.

Tapi Sepertinya Baekhyun menangkap kegusaran Chanyeol.

"Kemana Kyungsoo? Kenapa dia belum kembali juga dari kamar mandi." Chanyeol yang sedari tadi diam. Tiba-tiba bergumam sendiri, yang masih dapat didengar oleh Baekhyun dan Jongin.

"Mungkin Kyungsoo hyung sedang buang air besar." Jongin berujar tanpa dosa. Baekhyun tergelak akibat ucapannya. Sedangkan Chanyeol melototinya dengan tajam.

"Jaga ucapanmu, bodoh." Chanyeol berujar dengan tangannya yang memukul belakang kepala Jongin.

Jongin mengusap belakang kepalanya yang di pukul oleh Chanyeol. "Aish, hyung! Kenapa pakai pukul segala? Apa yang salah dengan ucapanku?!" Jongin menggrutu tidak jelas kepada kakaknya.

Baekhyun menarik nafasnya, setelah tertawa karena Jongin. "Tenang saja Chanyeol, Kyungsoo hanya ke kamar mandi. Kau tidak perlu khawatir seperti itu."

Mendengar ucapan Baekhyun, Chanyeol hanya mampu menggaruk tengkuknya tidak gatal. Dirinya dibuat salah tingkah oleh Baekhyun yang tersenyum jahil padanya.

...

Setelah selesai berbicara dengan gadis yang tidak di kenalnya tadi, Kyungsoo memilih langsung berjalan masuk ke kelasnya. Tidak jadi kembali ke kantin untuk melanjutkan makannya dan menemui teman-temannya yang masih menungguinya disana. Selera makan Kyungsoo seketika hilang setelah tau hal yang menyangkut kekasih baru seharinya -Sehun- barusan. Kyungsoo tidak perduli dengan perutnya yang masih kosong. Dirinya benar-benar kehilangan mood makan.

Kyungsoo memasuki kelasnya yang mulai ramai dengan teman-teman kelasnya yang sudah kembali dari jam istirahat mereka. Kyungsoo langsung berjalan ke arah bangkunya, menduduki pantatnya, lalu membaringkan kepalanya di atas meja. Kyungsoo sudah mulai memejakan matanya, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Namun, tiba-tiba tubuhnya di goncang oleh seseorang.

"Ya! Kyungsoo." Kyungsoo sangat tahu siapa yang sedang berteriak padanya. Siapa lagi kalau bukan si cempreng Baekhyun yang baru memasuki kelas.

"Aku dan Chanyeol menunggumu di kantin! Tapi kau tidak kembali-kembali juga dari kamar mandi." Bekhyun terus bicara, padahal Kyungsoo tidak menanggapinya.

Bukannya menjawab pertanyaan Baekhyun, Kyungsoo malah mengangkat kepalanya, lalu menolehkan kepalanya ke samping kiri. Tempat duduk Chanyeol.

"Chanyeol.." Kyungsoo memanggil Chanyeol yang sedang asik dengan mp3-nya.

Chanyeol menoleh dan melepas headset yang di pakainya. Chanyeol memang mendengarkan musik tidak terlalu keras, jadi dia masih dapat mendengar Kyungsoo memanggilnya.

"Ya?"

"Pulang sekolah nanti, aku tidak jadi apartemenmu ya. Aku sedang tidak mood mengerjakan soal-soal yang di berikan guru Jung." Kyungsoo berbicara dengan matanya yang menatap langsung mata Chanyeol.

Chanyeol menatap mata bulat Kyungsoo yang sedang menatapnya. Chanyeol ingin menolak, tapi melihat mata Kyungsoo yang seperti memohon, Chanyeol jadi tidak enak.

"Baiklah. Tidak apa-apa." Chanyeol tersenyum tipis pada Kyungsoo yang ikut tersenyum atas jawabannya.

"Terimakasih, Chanyeol. Hari selanjutnya aku akan mengajarimu kembali." Kungsoo berujar sambil tersenyum manis ke Chanyeol. Chanyeol terpana pada senyum manis Kyungsoo.

"Hmm.. Tapi, untuk pergi ke Lotte Word nanti, aku tetap boleh ikut 'kan?" Chanyeol bertanya sambil memamerkan giginya.

Untuk beberapa saat Kyungsoo hanya diam. Tapi, tidak lama kemudian dia tersenyum dan mengagguk. "Baiklah."

Mendengar jawaban Kyungsoo, Chanyeol tersenyum lebih lebar.

"Ya! Kenapa kalian malah mengacangiku?" Itu suara protes Baekhyun kepada Kyungsoo dan Chanyeol.

Kyungsoo tidak menanggapinya. Ia malah merebahkan kembali kepalanya ke atas meja. Sedangkan Chanyeol kembali memasang headset nya. Baekhyun yang melihatnya di buat kesal. Dia mengambil penghapus karet milik Jongdae, lalu melemparnya ke arah Kyungsoo.

"Hei bacon, jangan buang-buang penghapusku!" Itu Jongdae dengan nada kesalnya.

...

Seperti rencana yang sudah dibuat Kyungsoo dan Baekhyun. Sebelum pergi bersenang-senang ke Lotte Word, mereka akan pergi ke kedai ice cream dekat sekolah terlebih dahulu. Dengan Kyungsoo yang meneraktir tentunya.

Semua berjalan sesuai dengan rencananya. Yang membedakan adalah keikutsertaan Chanyeol dan Jongin pada acara traktir meneraktirnya dengan Baekhyun. Sebenarnya, Kyungsoo juga ingin mengajak Sehun. Tapi, seharian tadi disekolah, dirinya tidak melihat Sehun sama sekali. Sehun sempat mengirim pesan pada Kyungsoo, bahwa dirinya tidak bisa mengantar Kyungsoo pulang sekolah. Kyungsoo membalasnya tidak apa-apa dan bertanya keberadaannya . Tapi Sehun tidak membalas lagi pesan dari Kyungsoo.

"Kita pergi sekarang?" Chanyeol bertanya sambil menatap Kyungsoo, Baekhyun dan Jongin yang asik memakan ice cream mereka. Mereka sedang duduk di kedai ice cream.

"Nanti dulu, hyung. Aku belum minta nambah." Ujar Jongin tidak tahu malu.

"Kalau mau nambah, kau bayar sendiri Jongin." Kyungsoo menjawab sambil tersenyum meledek. Jongin yang mendengarnya, langsung memanyunkan bibirnya. Chanyeol ingin muntah melihat kelakuan adiknya. Sedangkan Baekhyun terkekeh melihat tingkah Jongin yang menurutnya, lucu?

"Dasar tidak tau diri. Sudah di teraktir, malah minta nambah." Chanyeol mencibir Jongin sambil mengaduk-aduk ice cream cokelatnya yang mulai mencair.

"Bilang saja hyung juga mau."

"Aku tau diri. Tidak sepertimu."

"Hei hei sudah jangan ribut. Lebih baik kita berangkat sekarang." Kyungsoo berucap berusaha melerai. Kyungsoo langsung berdiri dan berjalan keluar kedai.

Ketiganya langsung mengikuti Kyungsoo, berdiri dan berjalan ke luar kedai. Sebelumnya, Kyungsoo sudah membayar semua ice cream yang dimakan mereka tadi.

"Aku mau duduk di belakang saja." Jongin tiba-tiba menginterupsi saat mereka sudah di depan mobil Chanyeol.

"Jongin, jangan macam-macam kau. Kau kira kakakmu ini supir duduk sendiri didepan?" Chanyeol menatap Jongin dengan garang. Yang di tatap hanya mengangkat bahu acuh.

"Yasudah, biar aku saja yang di depan." Baekhyun memilih mengalah pada Jongin. Namun, Jongin kembali berujar saat Baekhyun sudah setengah membuka pintu mobil depan.

"Biar Kyungsoo hyung saja yang duduk di depan bersama Chanyeol hyung. Hyung dibelakang saja, denganku." Baekhyun berucap sambil menatap Baekhyun yang menatap dirinya bingung

"Jongin, aku benar-benar ingin menendangmu sekarang juga." Chanyeol berujar dengan nada frustasi.

Kyungsoo yang melihat itu semua akhirnya ikut angkat bicara. "Baiklah baiklah. Aku akan duduk didepan dengan Chanyeol. Sedangkan kau, duduk dibelakang dengan Baekhyun. Sudah?" Kyungsoo berucap dengan nada selembut mungkin. Jongin yang mendengarnya tersenyum lebar. Kyungsoo jadi merasa sedang berbicara dengan anak TK.

Baekhyun menghela nafasnya, lalu masuk ke dalam mobil, diikuti Jongin dibelakangnya. Chanyeol dan Kyungsoo juga ikut masuk mobil. Mereka meninggalkan kedai dan pergi menuju Lotte World dengan Chanyeol yang mengendarai mobil.

Selama perjalanan ketempat tujuan, mereka berempat asik mengobrol satu sama lain didalam mobil. Jongin yang terus berbicara, Baekhyun yang dengan senang hati meladeni ucapannya. Sedangkan Chanyeol dan Kyungsoo yang menjadi pendengar atau ikut menimpali obrolan mereka berdua.

"Hyung, kau memakai eyeliner, ya?" Jongin bertanya pada Baekhyun sambil menunjuk mata Baekhyun dengan telunjuknya.

Baekhyun meraba pelan matanya, lalu menjawab pertanyaan Jongin. "Iya, aku memakainya. Hehe." Baekhyun terkekeh kecil, "Apa sangat terlihat? Padahal aku sudah berusaha untuk tidak terlihat."

Jongin mengangguk menjawab Baekhyun. "Tidak apa-apa kalau terlihatpun. Kau terlihat lebih cantik dengan eyeliner mu, hyung." Jongin berucap dengan senyuman menggodanya. Baekhyun menganga mendengar ucapan adik Chanyeol itu. Tapi wajahnya juga merona mendengar ucapan lelaki yang lebih muda darinya itu.

Chanyeol yang mendengar interaksi keduanya, hanya memutar bola matanya malas. Sedangkan Kyungsoo sudah terkekeh melihat wajah memerah Baekhyun lewat kaca depan mobil. Entah Kyungsoo sadar atau tidak. Tapi setiap ada kesempatan, Chanyeol menyempatkan matanya untuk melirik Kyungsoo yang ada di sampingnya. Dan beberapa kesempatan selama Chanyeol melirik pria yang ada disampinya itu. Tanpa sadar dirinya juga ikut tersenyum.

Berbeda dengan Chanyeol, Kyungsoo, Baekhyun, dan Jongin yang sedang dalam perjalanan bersenang-senang. Berbanding terbalik dengan Sehun yang masih di sekolah mengerjakan tugas dari Mrs. Krys dari jam bel istirahat di perpustakaan. Sehun lelah, tapi membayangkan wajah kesal Kyungsoo karena dirinya sengaja tidak membalas pesan darinya, mampu membuat Sehun terkekeh sendiri.

"Semenjak bersamanya, kau lebih banyak tersenyum sekarang."

Sehun mendongak menatap pria bermata rusa yang duduk di hadapannya. Luhan hanya tersenyum kecil saat Sehun mendongak menatapnya.

"Hanya perasaanmu saja." Sehun membalas ucapan Luhan sambil membereskan kertas-kertas yang berserakan di mejanya.

Sehun mengaitkan tas hitamnya di pundaknya. Lalu menatap Luhan yang masih duduk di tempatnya. "Aku pulang duluan. Tugasku sudah selesai lebih dulu." Sehun berjalan beberapa langkah meninggalkan Luhan yang masih duduk diam.

"Selama bertunangan denganku, kau tidak pernah bersikap seperti itu, Sehun." Luhan berdiri dari duduknya, menatap punggung Sehun yang membelakanginya. "Kau tidak pernah tersenyum semanis itu-padaku." Luhan melanjutkan ucapannya sambil tersenyum getir.

Sehun berbalik menghadap pemuda yang pernah menjadi tunangannya itu. Lalu membalas ucapannya. "Aku juga melakukannya padamu. Hanya saja, kau tidak pernah menyadarinya." Sehun tersenyum tipis di akhir ucapannya. Lalu dia berbalik lagi, meniggalkan Luhan. Sedangkan Luhan hanya diam sampai Sehun menutup pintu perpustakaan.

...

Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit. Akhirnya mobil Chanyeol sampai di daerah Olympicro, Songpagu. Tempat dimana taman hiburan bernama Lotte World itu berada.

Setelah memarkirkan mobil, mereka berempat langsung menuju lockett. Kyungsoo harus mengantri lebih dulu untuk membeli tiket masuknya. Sedangkan yang lain menunggu diluar antrian. Dilihat dari antriannya, sepertinya mampu membuat kaki Kyungsoo pegal beberapa saat. Ditambah, perutnya yang tiba-tiba keroncongan, karena belum makan siang.

Saat sedang pegal-pegalnya mengantri dan menahan lapar(?)Seseorang menyentuh bahunya.

"Kyungsoo.."

Kyungsoo menoleh dan mendongak menatap orang yang memanggilnya ternyata Chanyeol. "Ada apa?"

"Biar aku saja yang mengantri. Kau duduk saja disana, bersama Baekhyun dan Jongin."

Kyungsoo menatap Chanyeol yang juga sedang menatapnya. Matanya berkedip satu, dua kali. Lalu mengagguk menyetujui ucapan pria jangkung itu. "Baiklah, terimakasih Chanyeol-ah. Kau memang baik hati." Kyungsoo berujar sambil menepuk-nepuk pelan pundak Chanyeol, lalu meninggalkan antrian yang di gantikan oleh Chanyeol-tanpa memberi uang. Chanyeol ingin meminta uang Kyungsoo. Tapi dia mengurungkan niatnya dan memilih membeli tiket masuknya menggunakan uangnya sendiri.

Kalau seperti ini, bukankah jadinya Chanyeol yang meneraktir mereka?

Setelah selesai membeli tiket, Chanyeol langsung menghampiri ketiganya dan membagikan satu persatu tiketnya. Mereka bertiga langsung masuk ke dalam taman hiburan tersebut. Baekhyun dan Kyungsoo langsung tersenyum sangat lebar saat mereka sudah di dalam area bermain. Mata mereka berbinar melihat wahana demi wahana.

"Okay, guys. Are you ready?" Chanyeol menyeringai setelah menatap wahana-wahana yang akan mereka naikki.

"Readyy!"

Mereka berempat langsung berlarian ke arah wahana-wahana yang tersedia di taman indoor terbesar di dunia itu. Mereka memilih bermain di wahana yang ada di luar lebih dahulu. Wahana yang ada di luar gedung atau yang disebut wahana magic itu, menyediakan Gyro Drop, Gyro Swing, Bungee Drop. Wahana yang mampu menguji adrenalin mereka. Bungee Drop misalnya. Permainan ini mirip dengan bungee jumping, dimana pengunjung duduk mengelilingi tiang dan kemudian dihempaskan di ketinggian 38 meter dengan kecepatan tak kurang dari 90 km/jam.

Chanyeol, Kyungsoo, Baekhyun, dan Jongin sudah duduk di kursi wahana Bungee Drop. Mereka siap untuk merasakan wahana yang mampu membuat adrenalin mereka teruji. Chanyeol duduk di samping kiri Kyungsoo, Baekhyun duduk di samping Kyungsoo, disamping Baekhyun, ada Jongin yang duduk di sebelahnya.

Sabuk yang tersedia di bangku wahana itu sudah terpasang rapih. Mereka hanya tinggal menunggu wahana di nyalakan. Chanyeol melirik sebentar Kyungsoo, lalu tersenyum melihat Kyungsoo yang tampak begitu bahagia.

"Kau sudah memasang sabuknya dengan benar?"

Kyungsoo langsung menoleh ke samping kirinya dengan helai-helai rambutnya yang berterbangan tertepa angin. "Eoh? Tentu saja sudah." Kyungsoo tersenyum amat manis di akhir ucapannya.

Chanyeol terpana pada wajah Kyungsoo yang begitu manis. Tanpa sadar, tangannya ter ulur ke arah wajah Kyungsoo, menyingkapkapkan heli-helai rambut halus Kyungsoo yang menutupi setengah wajah bulatnya. Tubuh Kyungsoo menegang saat jari-jari besar Chanyeol menyentuh permukaan wajahnya. Tidak sampai satu menit, Chanyeol menarik tangannya kembali. Chanyeol tersenyum kecil menatap wajah Kyungsoo yang menegang.

"Maaf, aku kelepasan."

"Ti-tidak apa-apa." Kyungsoo menundukan wajahnya yang memerah. Ia juga tidak mengerti, kenapa wajahnya bisa gampang merona hanya karena Chanyeol. Sedangkan Chanyeol sedang menahan dirinya untuk tidak mencubit wajah menggemaskan Kyungsoo.

Tidak lama kemudian, Bungee Drop yang mereka naikki mulai bergerak. Kyungsoo memejamkan matanya dengan tangannya yang memegang erat pegangan yang disediakan. Mereka semua menjerit kencang saat Bungee Drop berputar dan menghempaskan mereka dari ketinggian 38 meter.

Kyungsoo masih sempoyongan akibat menaiki wahana yang membuat dirinya diputar dan dihempaskan dari ketinggian 38 meter. Ia memilih duduk di bangku ber-cat putih , yang di sediakan disana. Selain pusing karena wahana yang dia taikki, Kyungsoo juga merasa perutnya benar-benar lapar. Ia bahkan tidak tahu dimana Baekhyun, Chanyeol, dan Jongin. Kyungsoo bisa menebak, bawha Baekhyun pasti sedang menaikki wahana yang lain. Mengingat sahabat satu-satunya itu mempunyai sifat hiperaktif.

Kyungsoo menyandarkan punggungnya di bangku, lalu memejamkan matanya sebentar. Tidak lama kemudian, hidungnya mencium bau makanan. Kyungsoo membuka matanya, berusaha mencari bau makanan iti berasal. Dan tepat saat dia membuka matanya, di depan wajahnya ada roti burger dengan cheese, biff, dan daun selada yang ditumpuk menjadi satu. Kyungsoo menelan ludahnya, saat melihat roti isi itu yang begitu menggiurkan. Wajahnya mendongak menatap seseorang yang tiba-tiba datang dengan roti isi itu.

"Makanlah, kau pasti lapar." Chanyeol kembali menyodorkan roti yang diegangnya kepada Kyungsoo.

Kyungsoo mengangkat tangannya ragu, lalu menerima roti pemberian Chanyeol. "T-terimakasih. Aku memang lapar." Setelah menucapkan rasa terimakasihnya, Kyungsoo langsung melahap roti isi itu dengan lahap.

Chanyeol duduk di samping Kyungsoo, lalu menaruh air mineral disamping Kyungsoo. Ia menoleh pada Kyungsoo yang sedang sibuk dengan makanannya. Saking lahapnya, Kyungsoo sampai tersedak roti yang dimakannya. Chanyeol yang ada di sampingnya, langsung memberikan air yang tadi dia beli. Chanyeol mengusap-usap punggung Kyungsoo dengan lembut.

"Pelan-pelan makannya."

Kyungsoo menoleh pada Chanyeol dengan mulut yang masih meminum air di botol. Setelah selesai minum, Kyungsoo hanya memberikan cengirannya pada Chanyeol.

"Ngomong-ngomong.."

"Apa?"

"Darimana kau tahu kalau aku sedang kelaparan?" Kyungsoo memiringkan kepalanya menatap Canyeol.

Chanyeol menggaruk tengkuknya canggung, saat Kyungsoo menatapnya begitu.

"Kau tidak menghabiskan makan siangmu di sekolah tadi. Jadi, kufikir sekarang kau pasti lapar."

"Aigoo, kau sangat perhatian padaku, Chanyeol. Bahkan si bacon sama sekli tidak perduli dengan sahabatnya ini." Kyungsoo menyenggol lengan Chanyeol, dengam maksud menggodanya. Sedangkan Chanyeol hanya nyengir tidak jelas.

"Ngomong-ngomong, kemana Baekhyun dan Jongin?" Kyungsoo celingukan, mencari keberadaan sahabatnya dan adik Chanyeo itu.

"Mereka masuk ke dalam gedung. Sepertinya mereka masuk ke Adventure of Sinbad."

"Ayo, kita susul mereka." Kyungsoo membereskan kertas makanannya barusan, lalu mmbuangnya ke tempat sampah yang ada di sampin bangku yang di dudukinya.

Kyungsoo dan Chanyeol lalu berdiri dari duduknya. Entah pusing karena menaikki Bungee Drop atau hanya Kyungsoo yang berjalan tidak hati-hati, tiba-tiba tubuh Kyungsoo sempoyongan dan hampir tersungkur kalau saja Chanyeol tidak sigap memegang tubuhnya

"Kau baik-baik sja?" Chanyeol bertanya dengan nada khawatir.

"Oh, aku baik-baik saja." Kyungsoo mencoba berdiri lagi, namun dia merasakan pergelangan kakinya yang terasa begitu sakit. Mungkin Kyungsoo tidak jadi tersungkur, tapi sepertinya kaki kanannya terkilir.

Chanyeol melepas perlahan tangannya yang berada di pundak Kyungsoo, lalu kembali berjalan beriringan. Kyungsoo menggigit bibir bahawnya, menahan sakit di pergelangan kakinya, saat dirinya berjalan. Chanyeol masih terus menengok ke arah Kyungsoo, dan dia sadar, kalau Kyungsoo berjalan dengan tidak benar.

...

Setelah seharian penuh menghabiskan waktu di taman bermain. Chanyeol, Kyungsoo, Baekhyun, dan Jongin akhirnya pulang. Mereka sekarang sedang dalam perjalanan pulang. Keadaan di dalam mobil begitu sepi. Hanya terdengar suara mesin mobil Chanyeol. Baekhyun dan Jongin tertidur karena kelelahan habis bermain. Mereka berdua memang yang paling aktif selama di Lotte World.

Chanyeol fokus menyetir, sedangkan Kyungsoo hanya diam, sambil menatap pemandangan luar kaca mobil, yang mulai menggelap. Kyungsoo lelah, tapi matanya tidak bisa terpejam. Sakit di pergelangan kakinya masih terasa, saat dirinya mencoba menggerakan kaki kanannya.

Mobil Chanyeol berhenti lebih dulu di rumab Baekhyun. Karena memang arah rumah Baekhyun yang terlewati duluan. Baekhyun membuka matanya, saat Kyungsoo menepuk pelan pahanya.

"Hei, kau sudah sampai."

"Eoh? Benarkah?-" Baekhyun celingukan menatap ke sekelilingnya. Dan dia menemukan Jongin sedang tertidur di sampingnya dengan lelap.

"Ahh, hari ini benar-benar melelahkan sekaligus menyenangkan." Baekhyun merenggangkan otot-ototnya. "Terimakasih untuk hari ini. Kalian hati-hati dijalan." Baekhyun melambai ke arah Kyungsoo dan Chanyeol yang ada di dalam mobil. Kyungsoo dan Chanyeol tersenyum dan balas melambai.

Kyungsoo menutup kaca mobil saat Baekhyun sudah masuk kedalam rumahnya. Dan Chanyeol kembali menjalankan mobilnya, ke arah rumah Kyungsoo. Keadaan di dalam mobil kembali hening. Kyungsoo merasakan matanya yang mulai memberat, ia akhirnya memilih memejamkan matanya selama. Chanyeol melirik Kyungsoo yang sedang memejamkan mata. Lalu matanya melirik Jongin yang juga sedang terlelap di jok belakang, lewat kaca depan. Namun, belum ada lima menit, Kyungsoo tiba-tiba membuka matanya kembali, lalu menatap Chanyeol yang sedang menyetir.

"Astaga, aku ketiduran. Maaf, Chanyeol, kau pasti bingung kemana arah rumahku." Kyungsoo menegakkan tubuhnya, lalu menatap jalan di depannya. "Didepan nanti, lurus saja ya , lalu belok ke arah kiri, masuk kedalam perumahan."

Chanyeol mengganggukan kepalanya, menjawab ucapan Kyungsoo.

"Kenapa tidak bertanya? Kau kan tidak tahu akan mengantarku kemana."

"Aku ingin, tapi melihatmu tertidur, aku jadi tidak enak membangunkanmu ." Aku tidak tega membangunkanmu.

"Hahh, harusnya bangunkan saja. Kau akan bingung sendiri nantinya."

Chanyeol menoleh sekilas sambil tersenyum melihat Kyungsoo yang khawatir. "Gwencanna."

Chanyeol memberhentikan mobilnya di depan rumah Kyungsoo-sebelumnya Kyungsoo sudah memberitahu dirinya. Saat Kyungsoo sudah akan mambuka pintu mobil, Chanyeol tiba-tiba menyergahnya, menghentikan pergerakan tangannya.

"Diam saja. Biar aku yang turun dan membukanya."

"Ti-"

Ucapan Kyungsoo terhenti karena Chanyeol sudah turun dari mobil lebih dulu. Kyungsoo hanya mampu menghela nafasnya. Chanyeol membukakan pintu untuknya, Kyungsoo turun dari mobil dengan menahan sakit di pergelangan kakinya. Belum ada setengah jalan, Kyungsoo merasa tubuhnya terapung ke atas. Dan dirinya melotot kaget, saat tahu Chanyeol yang tiba-tiba menggendongnya, dengan bridal style.

Kyungsoo menahan nafasnya saat nafas hangat Chanyeol terasa di wajahnya. Masih dengan menggendong Kyungsoo dan menatapnya. Chanyeol berujar dengan suara beratnya, yang membuat hati Kyungsoo tiba-tiba menghangat karena ucapannya.

"Mungkin kau mencoba menyembunyikannya. Tapi, sebagaimana kau mencoba menyembunyikan lukamu dariku. Aku akan tetap menyadarinya." Chanyeol menatap Kyungsoo dengan pandangan yang sulit diartikan. "Jadi, Kyungsoo-ya, biarkan aku mencoba mambantumu."

TBC.

kkeut! Akhirnya, bisa selesaiin dan post chap ini*kipas-kipas*

Mau minta maaf, karena udh ngegantung cerita ini berbulan-bulan. sibuk UTS, jalan-jalan dan pantengin para cogan di TL. Coret yang kedua dan ketiga.

Tapi makasih juga buat yang udah review cerita ini, yang udah nunggu cerita ini. Damn, iloveyou so so so much guys! You guys are the best. I can only say tankyou, tankyou, tankyou.

Dan juga, park28sooyah, Tank's for support, eonni. Tankyou, for always reminding. Makasih selalu nagih cerita ini, wkwk. Kalau ga di tagih mulu, mungkin cerita ini belum bisa di post malam ini. ckck. But, as I promise tonight. And, jengjeng.. Janjiku sudah lunas ya?kkk. Semoga chap ini bisa 'memuaskan'(?) ya, kak. Hihi, lvlv.

Okelah, makasih buat kalian semua. Sarangek*cipokbasah*

So, guys. Happy reading and do not forget to leave your Riview.

Tanksfor; coconut,Uhee,Opikyung0113,yousee,kyungiesoo123, ,anaknya chansoo,riapcy,park28sooyah,kyungchan12,waizSnivy,Anu,baek,WKCS-hyun,I3I3,soo,ceripark,cheonsa2723,squshypenguins,april6thcouple,ParkHyerin6194,deathglareofyeoja.

Love sign, rairaikyung.