Title : Giraffe and Strawberry
Author : haco
Cast : Chanbaek and others
Genre : School romance
warning boyxboy
sorry for typo and anything, review please and dont bash
Don't copy this ff
.
.
.
Chapter 2
.
.
.
"Jadi, kau kebetulan datang ke festival?" tanya Baekhyun yang berjalan disamping Chanyeol, berusaha menyamai langkahnya yang besar. Tetapi selalu saja nihil.
Kejadian 10 menit yang lalu.
"Kyungsoo sepertinya aku akan pulang bersamanya." Baekhyun tersenyum gembira sambil memeluk lukisannya yang sudah kering dan ditutpi oleh kain. Kyungsoo ikut tersenyum pahit, apa jadi begini akhirnya.
Baekhyun kembali mengamit tangan Chanyeol. "Chanyeol ayo pulang bersamaku." Saat Chanyeol mencoba untuk berkata bahwa dia datang kesini untuk menjemput Kyungsoo, ia sudah lebih dulu memberi isyarat agar turuti saja Baekhyun. Sebenarnya Chanyeol tak ingin, tapi situasi yang memaksanya.
"Ya kebetulan." Jawab Chanyeol seadanya.
"Chanyeol kau bisa jalan lebih lambat? langkahku tidak bisa menyamaimu." Ucap Baekhyun memelas karena sedari tadi dia sudah kelelahan untuk mencoba menyamai langkah Chanyeol.
"Kau ingin pulang bersamaku kan?" Baekhyun mengangguk "Jangan banyak protes." Setelah itu pun Baekhyun bungkam.
Malam ini mereka pulang dengan bus. Didalam sana cukup sepi, Baekhyun tidak duduk bersebelahan dengan Chanyeol. Karena Chanyeol bilang ia tidak ingin duduk disebelah Baekhyun, ia pun nurut saja. Yang paling penting moment pulang bersama Chanyeol, pikir Baekhyun.
"Kau tinggal di Apartemen?" tanya Chanyeol ketika sampai ditempat dimana Baekhyun tinggal. Baekhyun mengangguk penuh harap "Kau bisa mampir." Ajak Baekhyun. Chanyeol menggeleng cepat.
"Aku harus pulang." Chanyeol memasukan tangannya ke saku jaket, memutar tubuhnya dan pulang meninggalkan Baekhyun yang masih berdiri menatap punggung Chanyeol sambil tersipu-sipu.
.
.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, sekolah Baekhyun selalu mengadakan acara menginap bersama disekolah sebelum ujian berlangsung untuk belajar bersama. Masing-masing siswa dari kelas mana pun diacak untuk dijadikan satu kelompok dan menempati satu ruangan yang akan menjadi ruang kelompoknya.
"Jerapah!" panggil Baekhyun pada Chanyeol.
"Chanyeol!" panggilnya lagi. Chanyeol pun menengok malas ke samping tempat duduknya. Jadi, Chanyeol tidak akan menengok jika Baekhyun memanggilnya 'Jerapah'. Tapi kalau Baekhyun memanggilnya Chanyeol, baru dia akan menengok karena itu memang namanya.
"Hm?"
"Sudah lihat mading?" tanyanya setengah berbisik. Maklum saja, saat ini sedang berlangsungnya pelajaran. Chanyeol menggeleng lalu kembali melihat guru yang sedang menerangkan.
"Cih kau ini. Kita satu kelompok loh." Ucap Baekhyun riang. Chanyeol terkejut mendengarnya, sebetulnya Chanyeol sudah was-was kalau dia akan sekelompok dengan namja menyebalkan yang satu ini. Sebabnya Chanyeol selalu saja sial. Mulai dari tempat duduk, dia harus mati-matian menahan jengkel karena Baekhyun disebelahnya. Baekhyun disebelahnya saja sudah membuat jengkel, apalagi kalau mulut namja itu ngoceh panjang lebar yang bahkan Chanyeol sendiri enggan mendengarkan cerita konyol yang dibuatnya. Lalu saat mengetahui ternyata Baekhyun sahabat Kyungsoo. Inikah yang namanya bencana?
"Pssst! Chanyeol.." bisik Baekhyun.
Chanyeol tidak menengok tapi menjawabnya "Hm?"
"Kau tahu? semalam waktu aku pulang ternyata Ayah dan Ibuku belum tidur. Lalu bongkongku dipukul dengan sapu itu sangat menyakitkan, aku menangis dan minta agar orangtuaku memaafkan aku. Mereka memaafkan aku, tapi bokongku tetep saja merah seperti bokong para monyet."
Chanyeol hanya melirik sinis mendengar cerita Baekhyun yang sama sekali tidak menghibur. "Apa urusanku?" tanyanya tak acuh.
"Memangnya kau tidak ingin bertanya sesuatu?" Chanyeol menanikan sebelah alisnya, tanda tidak mengerti.
"Aku harus tanya apa? ceritamu tidak menarik."
Baekhyun mencibir "Huh!". Lalu meletakan dagunya di atas meja.
.
.
MADING
Pembagian kelompok :
Kelompok 4 [ Ruang 16 ]
Bobby
Byun Baekhyun
Cho Kyuhyun
Do Kyungsoo
Kim Jongin
Lee Jieun
Park Chanyeol
Yura
Sandara
Zico
.
Chanyeol masih belum bisa menghilangkan kekesalannya. Disisi lain Chanyeol senang bisa satu kelompok dengan Kyungsoo. Tapi kenapa Baekhyun harus ikut satu kelompok dengannya. Chanyeol mengepal tangannya kuat-kuat.
"Masih tidak percaya kita satu kelompok?" Tiba-tiba saja Baekhyun datang. Chanyeol terkejut kemudian mengendus sebal.
"Mau cari ruang 16?" tawar Baekhyun.
"Cari saja sendiri. Aku lapar."
"Ayo makan bersama." Baekhyun menarik tangan Chanyeol. Chanyeol segera melepasnya paksa dan melakukan ritualnya, bersih-bersih.
"Nafsuku hilang jika makan bersamamu bodoh." katanya lalu, berjalan melewati Baekhyun alias sibodoh. Tapi bukan Baekhyun jika tidak mengikuti Chanyeol. Memang benar-benar penguntit.
.
.
"Bagi tugas!" Ucap sang ketua, Kyuhyun. "Bobby dan Kai kau bertugas bersihkan ruangan ini. Karena menurutku kalian mampu." katanya sambil menyeringai. Bobby hanya berguman 'apa?' lalu pasrah. Sedangkan Kai tidak peduli sama sekali malah terus menghisap batang rokoknya.
"Hei! matikan rokokmu!" Perintah Dara yang sedari tadi terganggu oleh asap rokok. Kai yang keras kepala tetap saja tidak mematikan rokoknya dengan terpaksa Kyuhyun turun tangan mengambil rokok itu dari tangan Kai lalu menginjaknya.
"K-kau?!" Kai mencoba protes "Apa-apaan?!"
"Disekolah ini dilarang merokok, kau tahukan?" balas Kyuhyun.
"Cih." desis Kai. Lalu pergi meninggalkan kelas.
"Jongin! Mau kemana kau? aku tidak mau membereskan kelas sendirian!" teriak Bobby. Kai menghentikan langkahnya, lalu memutar kepalanya.
"Terserah kau saja." ucap Kai kemudian berlalu. "Astaga Kyu! Biarkan aku menyeretnya kesini." Izin Bobby sebelum melesat keluar kelas mencari Kai.
Begitulah Kai dengan sikapnya yang dingin dan berandalan. Tapi, kononnya Kai termasuk dalam jajaran pria paling diincar untuk diajak berkencan. Singkatnya, Kai populer dikalangan para wanita dan pria. Karena wajahnya yang rupawan. Walaupun tidak semuanya beranggapan seperti itu.
"Ah, sudah biarkan mereka. Sekarang, Kyungsoo, Yura, Jieun, Dara kalian memasak dan cuci piring." Mereka pun serempak mengangguk. "Zico kau kebagian jaga malam."
Zico mengkerutkan alis "Aku juga ingin tidur. Tidak mau!" Bantahnya. "Baiklah kau jaga bersamaku. Puas?" kata Kyu sebal.
"Itu baru ketua." timpal Zico sambil tertawa nista. "Siapa sisanya?" tanya Kyu sambil mengedarkan pandangannya. Baekhyun dan Chanyeol mengacung, tapi Chanyeol sebal melihatnya menjadi sisa.
"Kalian pergi berbelanja untuk membeli bahan makanan." Chanyeol mendengus dan kemudian mengacung kembali, "Aku bagian memasak saja, bisa kan aku pindah?"
"Kau kan tidak bisa masak Chanyeol." timpal Baekhyun dan langsung disambut oleh tatapan Chanyeol yang membunuh.
Baekhyun menundukan wajahnya, "Ya. Arraseo. Kau bencin bersamaku." Ucapnya dengan wajah muram. Kyu yang melihat adegan itu akhirnya memutuskan untuk tetap tidak merubah keputusannya. Katanya keputusan sang ketua sudah yang paling benar. Chanyeol yang masih terbawa emosi, kesal karena selalu terperangkap bersama Baekhyun mendorong kasar bangkunya dan pergi meninggalkan ruangan.
"Hei Chanyeol! jangan lupa kembali lagi tepat waktu!" teriak Kyu. "Sekarang kalian bisa pulang mengambil barang masing-masing." Ucap Kyu mengakhirnya. Kemudian semua yang terisa didalam ruangan pun berhamburan keluar kelas. Kecuali Kyu yang masih merapikan beberapa kertasnya yang tergeletak dimeja.
"Baek, ayo pulang!" ajak Kyungsoo diambang pintu. Baekhyun berjalan mendekati Kyungsoo dan menatap kembali ke belakang tempat dimana Kyuhyun sedang merapikan kertasnya. "sebentar ya." Katanya lalu medekati Kyuhyun.
"Terimakasih." bisik Baekhyun pelan tetapi dengan nada gembira. Kyu menyiritkan alisnya, seolah Baekhyun mengerti ekspresi wajah Kyu lalu berucap kembali.
"Karena kau tidak memisahkan aku." Kyuhyun terkekeh. "Kau sukakan padanya?" tanyanya asal tebak. Baekhyun nyengir kaku dan menggaruk kepalanya.
"Dari wajahmu saja sudah tertebak." Kyuhyun menatap tupukan kertas yang baru saja selesai dia tumpuk dan kembali melihat Baekhyun "Samasama" lalu tersenyum.
.
Chanyeol melihat notifikasi ponselnya, ternyata ada line dari sibodoh. Chanyeol membuka dan membacanya. Ternyata hanya sebuah pesan agar berbelanja bersama. Emosi Chanyeol sudah agak bisa terkendali setelah membeli secangkir kopi hangat dikafetaria dekat sekolah. Kekesalannya sudah mencair.
Lalu Chanyeol sampai dirumahnya, memang tidak terlalu besar. Tapi cukup untuk menampung dirinya dan Ibunya. Ayah Chanyeol sudah lama meninggal karena kecelakaan udara. Sejak saat itu terjadi ekonomi keluarga Chanyeol turun drastis. Karena Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga, dan kini harus berjuang membiayayai Chanyeol seorang diri. Sebenarnya Chanyeol tidak tega membiarkan Ibunya berkerja, tapi Ibunya melarangnya untuk berkerja dan harus tetap menjalankan kewajibannya, sekolah.
"Aku pulang." kata Chanyeol setelah masuk rumah. "Ibu dirumah?" tanya Chanyeol sambil menyelidik, memastikan bahwa Ibunya dirumah. Chanyeol menelusuri seluruh ruang pada rumahnya. Ibunya tidak ada. Jadi, Ibunya berkerja lagi. Chanyeol memegang dahinya, kepalanya berdenyut. Lalu menghempaskan tubuhnya pada ranjangnya. Ia hanya terus berpikir mengapa Ibunya berkerja keras untuknya, tanpa memperdulikan kondisi tubuhnya yang tidak fit. Ketika Chanyeol hendak bangkit setelah memasukan beberapa pakaian ke dalam ranselnya, pintu rumah Chanyeol tiba-tiba saja diketuk. Pasti Ibu sudah pulang. Pikirnya.
Chanyeol membuka pintunya, "Ibu keman.." ucapannya terhenti setelah mendapati Baekhyun berdiri dengan senyum tiga jari didepannya. Chanyeol tersentak kaget. Untung saja Chanyeol tidak langsung memeluk yang ternyata bukan Ibunya. Jika itu kejadian, ia akan segera mandi kembali.
"Halo." Sapa Baekhyun sumringah. Chanyeol kembali menutup pintunya, tidak selera melihat tamu yang ternyata sibodoh yang menyebalkan. Ia duduk dan berpikir sejenak, apakah Baekhyun sudah pergi dari rumahnya, kemudian kembali membuka pintunya. Chanyeol bersumpah mengutuk dirinya, harusnya ia tidak membuka lagi dan mengurungkan niatnya.
Baekhyun masih tersenyum saat untuk kedua kalinya Chanyeol membuka pintu, "Halo." sapa Baekhyun lagi dan disambut gebrakan pintu oleh Chanyeol yang menutupnya dengan kasar. Tapi Chanyeol kembali membuka pintunya untuk kembali memastika bahwa Baekhyun sudah tidak ada dibalik sana.
"Mau apa kau?" tanya Chanyeol saat membuka pintu untuk yang ketiga kalinya. "Berbelanja. Cepatlah." Chanyeol menepuk keningnya saat Baekhyun mengatakan berbelanja. Ia lupa kalau punya kewajiban berbelanja dengan Baekhyun.
.
"Jarapah kau harus minum susu itu, ku ambilkan ya?" Seru Baekhyun menunjuk salah satu deretan rak susu strawberry. Chanyeol menggeleng cepat, memberi tanda penolakan pada Baekhyun.
"Tidak perlu." Baekhyun hanya tersenyum simpul dan memandangi Chanyeol dari bawah sampai atas. Ia tahu Chanyeol sudah seharusnya tidak minum susu tubuhnya sudah sangat menjulang ke atas. Sampai-sampai Baekhyun susah berjalan disampingnya, Chanyeol tidak pernah menyamakan langkahnya dengan Baekhyun. Karena Chanyeol tidak ingin berjalan disamping Baekhyun. Dan Baekhyun harus bersusah payah sampai kelelahan karena itu. Chanyeol juga tidak penah sedikit pun membungkuk untuk menatap Baekhyun, ia hanya tetap berdiri tegak dan menatap Baekhyun rendah. Layaknya para semut yang pantas ia injak. Tapi, perlu dikatakan sekali lagi. Otak Baekhyun memang sudah geser. Ia menyukai seseorang yang lebih tinggi darinya, katanya seorang pasangan akan lebih terlihat serasi jika saling melengkapi.
"Sampai kapan kau akan berdiri disitu memerhatikanku dengan wajah bodohmu?" tanya Chanyeol dengan tatapan mengejek. Ia pun tersadar, lalu menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal sambil meringis kaku ke atas Chanyeol dan kemudian membuntuti Chanyeol dari belakang.
"Kau bawa ini ke kasir, aku akan menunggumu diluar." Dengan cepat Chanyeol melesat meninggalkan trolli belanjanya dan pergi keluar. Baekhyun menggembungkan pipinya sebal.
"Dasar Chanyeol." Katanya sambil mengendus dan mendorong trolli ke arah kasir.
.
Chanyeol menghirup udara dingin di luar supermarket. Nampaknya malam ini akan sedikit berawan. Ia memasukan tangannya kedalam saku jaket dan membetulkan syalnya. Kemudian menghentikan pandangannya pada suatu yang menurutnya menarik. Chanyeol mendekati seorang wanita paruh baya yang berjualan pernak pernik di depan supermarket. Ia melangkah mendekati tempat wanita paruh baya itu berjualan.
"Silahkan pilih nak." Ucap penjual dengan ramah. Tangan Chanyeol terhenti pada sebuah strap berbentuk strawberry.
"Kau bisa beli itu untuk pacarmu." ceplos penjual itu. Chanyeol terkejut dan tersenyum kaku.
"Sayangnya aku tak punya." Chanyeol meringis tidak jelas. "Berapa harganya?" tanya Chanyeol kemudian.
"Kau bisa membelinya dengan harga 2 won jika kau beli dua."
"Baiklah aku beli dua." Chanyeol memberikan uangnya kepada penjual.
"Lalu itu siapa?" tanya penjual itu sambil menunjuk seseorang yang berada beberapa meter di belakang Chanyeol. Sontak Chanyeol reflek membalik kepalanya. Sedetik kemudian Chanyeol langsung memberikan penjelasan bahwa orang bodoh dibelakangnya bukan pacarnya. Jangan sampai.
"Astaga apa ini?" tanya Baekhyun kagum saat melihat dua strap strawberry di tangan Chanyeol.
"I-itu bukan untukmu." cegah Chanyeol saat Baekhyun mengambil salah satu strap strawberry lalu memasang pada poselnya. Baekhyun tersenyum lebar pada Chanyeol.
"Terimakasih hadiahmu." Chanyeol hanya pasrah dan tersenyum kecut, tidak mungkin juga dia akan berdebat di depan seorang wanita paruh baya. Baekhyun mengulurkan tangannya meminta sesuatu.
"Ponselmu." katanya. "Mau kau apakan?"
"Ponselmu." tangan masih mencoba meminta. Chanyeol pun mengeluarkan ponselnya tanpa ragu. Dengan cepat Baekhyun memasangkan strap strawberry yang tersisa di tangan Chanyeol dengan cekatan.
"Bagaimana? couple!" kata Baekhyun girang. Chanyeol menatap sedih ponselnya yang sudah berubah menjadi imut dengan strap konyol yang menggantung.
"Ponselku jadi bagus." kata Chanyeol dengan nada jijik.
.
Malam saat itu berjalan dengan cepat. Setelah Bobby dan Kai membersihkan kelas, mereka semua menata tempat untuk tidur. Kelas mereka dibagi dua dengan memberikan penghalang dari kain untuk tempat tidur perempuan dan laki-laki. Perempuan disebelah kiri dan laki-laki disebelah kanan yang berdekatan dengan pintu. Dengan begitu bisa dengan mudah Kyuhyun dan Zico menjaganya. Kemudian setelah menata kelas mereka membahas soal-soal yang akan mereka hadapi untuk ujian akhir semester. Lalu bagi yang bertugas memasak, segera memasak makanannya.
"Kenyangnya." Ucap Bobby mengelus perutnya yang sudah menjadi buncit. Sedangkan Zico malah bersendawa karena terlalu kenyang. Lalu Kai pergi keluar untuk merokok. Tidak ada yang melarangnya untuk itu, karena lebih baik Kai pergi keluar untuk menghisap batang yang berasap itu diluar agar tidak mengganggu. Sebenarnya Baekhyun ingin mencegah Kai, kerena menurutnya rokok sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh. Tapi, saat ia ingin bangkit menyusul Kai untuk memperingati, Kyuhyun menahannya.
"Jangan halangi Kai. Dia tidak akan mempan walaupun kau memperingatinya sampai mulutmu berbusa sekalipun." Setelah Baekhyun mendengar penjelasan dari Kyuhyun, ia mengurungkan niatnya dan kembali duduk bersama yang lain.
"Kau pintar memasak juga ya Kyungsoo. Makanan mu tadi sangat lezat." Kata Zico lalu mengeluarkan bunyi. Tapi kali ini bukan sendawa, melainkan kentut.
"Aish bau sekali kentutmu!" teriak semua yang ada diruang 16 seraya memukuli Zico.
.
"Kyungsoo kau cuci semua piring kotor ini!" bentak Dara. Yura dan Jieun hanya ikut mengangguk, mengiyakan. "Kaukan juga bertugas mencuci?" tanya Kyungsoo polos.
"Lihat tanganku ini bisa rusak!" bentaknya lagi sambil memperlihatkan kuku-kukunya yang dipenuhi dengan nail art.
"Kau tidak bisa curang. Kau juga harus mencuci." Ucap Kyungsoo kesal. "Jangan paksa aku untuk memotong jarimu jika kuku-kuku ku rusak." ancam Dara.
"Apa susahnya mencuci sih?" timpal Yura dengan melipat tangannya. Dengan sangat malas akhirnya Kyungsoo mengakhiri perdebatan dengan mencuci piring kotor sendirian.
"Sedang apa kau?" tanya Chanyeol yang tiba-tiba datang. "Mencuci." jawab Kyungsoo sambil terus menyelesaikan pekerjaannya yang tak kunjung selesai.
"Yang lain?" tanya Chanyeol lagi. "Yabegitulah." kata Kyungsoo tidak bersemangat. Chanyeol menggulung lengannya tanpa ragu.
"Aku bantu." tawarnya. Kyungsoo mengangguk dan langsung tersenyum dengan mata berbinar. Chanyeol terkekeh kecil melihat ekspresi Kyungsoo yang langsung berubah. Sebenarnya ini hanya Chanyeol saja yang modus. Karena seharian ini ia belum sempat berdua dengan Kyungsoo.
"Kau lucu Kyungsoo." Tiba-tiba saja Chanyeol memuji Kyungsoo. Kemerahan pada pipi Kyungsoo pun langsung muncul.
"Apanya yang lucu?" tanya Kyungsoo sambil mengulum senyumannya. "Wajahmu itu." jawab Chanyeol sambil menunjuk wajah Kyungsoo dengan tangannya yang masih berlumuran sabun.
"Astaga! Kau jahil sekali Chan!" pekik Kyungsoo lalu membalasnya. Chanyeol tertawa puas melihat wajah Kyungsoo yang sedang mendumel dan malu. Perpaduan yang sangat Chanyeol sukai, karena sangat terlihat imut.
Tanpa Kyungsoo dan Chanyeol menduganya Baekhyun mengkerutkan bibirnya dibalik pintu. Menatap sebal pemandangan itu sambil berbicara dengan strap strawberrynya.
"Adegan itu menyebalkan ya? aku tidak bisa membiarkannya." tanyanya sambil melihat strapnya mengangantung diponsel. Baekhyun yang kesal melangkah masuk tanpa pikir panjang.
"Menyenangkan ya." Ucap Baekhyun disertai dengan senyum pahit dibibirnya. Kyungsoo tersentak kaget mendengar suara Baekhyun. Tetapi tidak untuk Chanyeol yang hanya biasa-biasa saja. Kyungsoo meringis bersalah melihat ekspresi Baekhyun yang kecewa. Baekhyun memasukan ponselnya ke dalam kantunng dan menggulung lengannya. Kyungsoo dan Chanyeol saling tatap bingung.
"Kenapa? aku hanya ingin membantu." kata Baekhyun dengan tampang menusuk.
Chanyeol mencuci tangannya yang terkena sabun sampai bersih, "Baiklah. Aku tidak akan mengganggu." Ucap Chanyeol lalu berderap pergi. Baekhyun mendengus kesal sambil menatap punggung Chanyeol.
"Dia tidak pernah tersenyum atau tertawa saat bersamaku." Ucap Baekhyun saat membantu Kyungsoo mencuci piring. "Dia hanya memandangku dengan sinis." katanya melanjutkan. "Dia juga tidak pernah memanggil namaku. Dia tidak pernah mau berjalan disampingku. Dia juga tidak pernah mau bersentuhan denganku walaupun tidak sengaja sekalipun. Dia tidak pernah sebahagia saat kau bersamanya. Aku menyukai nya Kyungsoo. Tapi, dia selalu mencampakkan aku." Kyungsoo yang mendengar penjelasan Baekhyun bergeming. Ada penyesalan yang tersembunyi dihatinya saat melihat sahabatnya rapuh. Kyungsoo menatap Baekhyun yang sudah mengeluarkan air mata.
"Baekhyun.." panggilnya lirih. "Jangan menangis." Kyungsoo memeluk Baekhyun tanpa memperdulikan tangannya yang penuh sabun. Baekhyun melepaskan pelukan Kyungsoo dengan kuat.
"Kyung kau tidak suka padanya kan?" tanya Baekhyun berusaha meyakinkan. Kyungsoo menggeleng dengan tersenyum. "Aku tidak suka padanya." Baekhyun lalu memeluk sahabatnya dengan erat.
"Kau sahabatku yang terbaik." bisik Baekhyun.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
nyehehe. Chapter 2 makasih yang udah review/follow/fav! walaupun ngga banyak banget tapi aku udah seneng hehe.
Jangan lupa review/follow/fav.
thanks for
ByunAud, Chika love baby baekhyun, parklili, byungirl, .94, YOONA, followbaek, KT CB, saraswatininuk, song jiseok, , guest
