Title : Giraffe and Strawberry

Author : haco

Cast : Chanbaek and others

Genre : School romance

warning boyxboy

sorry for typo and anything, review please and dont bash

Don't copy this ff

.

.

.

Chapter 3

.

.

.

.


"Matikan lampu!" Teriak Dara pada Zico yang berada didekat stop kontak.

"Baiklah semua cepat tidur aku dan Kyuhyun akan menjaga kalian." Katanya sambil mematikan lampu.

"Hei Baekhyun cepat tidur!" Perintah Zico yang menjaga ruangan. Baekhyun hanya mengangguk. Lalu menyelimuti tubuhnya hingga kepala. Kyungsoo mencolek Baekhyun yang tidur disampingnya. Ia membuka selimutnya dan memberikan tatapan 'ada apa?'

"Selamat tidur." Ucap Kyungsoo lembut. Baekhyun tersenyum dan membalasnya.

"Kau juga." Lalu kembali menyelimuti tubuhnya.

Beberapa saat kemudian ruangan sudah menjadi sunyi. Chanyeol yang memilih tidur dipojok sudah terlelap. Kyungsoo juga sudah terlelap beberapa jam yang lalu. Begitu pun yang menjaga ruangan, karena mereka terlalu lelah dan mengantuk untuk menjaga mereka memilih untuk tidur, karena kantuk yang tak dapat ditahan. Tapi berbeda dengan Baekhyun yang masih terjaga dibalik selimut hangatnya. Matanya tidak dapat terpejam karena satu alasan, kuas lukisnya tertinggal. Itu jimat penyelamatnya. Ia tidak dapat terpejam sebelum melihat kuas pemberian Ayahnya. Karena Ayahnyalah yang memperkenalkan Baekhyun pada lukisan. Sejak saat itu, Baekhyun senantiasa menjaga kuas pemberian Ayahnya.

Baekhyun membuka selimutnya lambat, berusaha melihat seisi ruangan perlahan-lahan. Kemudian bangun dan berjinjit sambil mengendap-endap keluar dari ruangan. Baekhyun mengelus dadanya lega saat melihat Zico dan Kyuhyun si penjaga sudah tertidur dengan lelap sampai dengkurannya terdengar keras. Ia membuka pintu hati-hati, takut ada yang terbangun karena suara pintu. Lalu memakai sepatunya dan kabur dari sekolah. Baekhyun tidak keluar melewati gerbang depan sekolah, ia bisa mati kalau ketahuan penjaga di depan. Akhirnya ia memutuskan untuk memanjat pagar belakang. Setelah memanjat Baekhyun langsung berlari dengan cepat menuju apartemennya untuk mengambil kuas kesayangannya dan kembali sebelum ada yang menyadarinya kabur.

"Menyusahkan saja kau." gerutu Baekhyun pada kuasnya saat mengambilnya pada laci yang dipenuhi alat lukis milik Baekhyun. Kemudian Baekhyun kembali berlari agar cepat sampai disekolah. Saking cepatnya Baekhyun berlari, ia tidak punya waktu untuk memerhatikan sekitar sampai menabrak segerombolan pria berandalan yang sedang mabuk. Baekhyun menyenggol salah satu dari mereka, yang diketahui ketua dari para pria berandalan itu. Ia dan membuat botol alkohol si pemilik pecah.

Baekhyun menghentikan larinya, dan membungkuk "Maafkan aku tuan." Katanya memelas.

"Kau bilang maaf, setelah menghancurkan minumanku bocah?" Tanyanya dengan gaya mabuk sambil menarik kerah baju Baekhyun.

"Aku sedang terburu-buru. Aku harus kembali ke sekolah sekarang." Baekhyun menggigit bibirnya ketakutan.

"Kau pikir siapa yang sekolah malam-malam? Memangnya aku bodoh?!" Pria mabuk itu kembali menguatkan cengkramannya pada kerah Baekhyun hingga Baekhyun tidak dapat berpijak dan susah bernapas karena tercekik. Pria itu menjatuhkan Baekhyun dengan kasar ke jalan dan menendang Baekhyun yang masih tergeletak menyesuaikan napasnya.

"Habisi dia." Perintah si pria mabuk pada beberapa anak buahnya.

"Hentikan." Ucap seseorang dibawah sinar cahaya lampu yang hampir redup.

"Tidak ada gunanya kalian menghabisi orang tak berguna seperti dia." Tunjuk Kai pada Baekhyun.

Mata Baekhyun tertumbuk pada seseorang dibawah sinar lampu yang mampu mengalihkan perhatian para berandalan yang ingin menghabisinya. Detik berikutnya ia tersentak kaget saat menyadari seseorang dibawah sinar itu adalah Kai. Baekhyun membekap mulutnya tidak percaya.

"Hadapi aku." Kata Kai menatap berandalan itu garang. Mereka malah terbahak serempak. Dasar orang mabuk.

"Maju bodoh!" pancing Kai berang. Tawa para berandalan itu berhenti, lalu menatap Kai bergantian.

"Rupannya dia ingin mati!" tukas seseorang dari mereka dan mereka tertawa lagi. Tetapi selanjutnya mereka melempar sebuah botol kaca kosong ke arah Kai. Sialnya botol itu, tepat sasaran. Darah segar segera mengalir dari dahi Kai yang terkena pecahan botol. Kai menatap berandalan itu sengit. Dengan cepat ia menepis darah di dahinya, uratnya menegang. Nampaknya, berandalan itu sudah membuat Kai naik pitam. Tanpa basa-basi Kai memukul salah satu dari mereka dan disambut keroyokan dari para berandalan. Kai semakin membabi buta, ia makin geram dan mengabisi para berandalan itu dengan buas, tanpa sisa.

Baekhyun masih tidak bisa berpikir dengan jernih. Ia masih terpaku bingung, mengapa Kai bisa datang menyelamatkannya. Tapi saat ini Baekhyun tidak punya waktu untuk terbingung dan menanyakannya hal itu pada Kai. Lalu dengan gesit Baekhyun bangun dan berjalan mendekat pada Kai.

Kai mencoba memejamkan matanya beberapa kali. Kepalanya sangat pusing setelah terkena pecahan kaca tadi. Baekhyun membantu Kai berdiri dan membuatnya bertumpu pada tubuhnya. Kai tampak tidak sama sekali memberikan tanda-tanda penolakan atas bantuan Baekhyun.

.

"Sudah Baikkan?" tanya Baekhyun saat menyadari Kai sudah tersadar di sofa. Kai sempat pingsan ketika Baekhyun membawanya menuju apartemen. Sebelumnya Ia sempat kesusahan membawa bobot tubuh Kai yang lebih besar darinya.

Kai membuka matanya samar-samar. Lalu membuat posisi duduk dan mengangguk pada Baekhyun.

"Dimana ini?" tanyanya polos. Baekhyun tersenyum sambil membawa beberapa obat luka.

"Ini tempat tinggalku." Baekhyun duduk di depan sofa sambil mencoba mengobati luka orang yang menyelamatkannya.

"Kau tahu Kai? Kau orang pertama yang datang ke rumahku." Ucap Baekhyun sambil melempar senyum gembira. Kai hanya bergumam 'Oh ' dan mengangguk.

"Lukamu akan segera sembuh." Kata Baekhyun. Kai nurut saja saat Baekhyun mengobati lukanya. Matanya masih menyelidik ke seluruh ruangan. Seolah, Baekhyun menyadari gerak-gerik Kai lalu berkata, "Ada yang ingin kau katakan?" tanya Baekhyun.

"Maaf. Sepertinya aku tidak melihat orang tuamu. Apa tidak apa-apa?" tanya Kai hati-hati.

Baekhyun menghentikan aktifitasnya lalu tersenyum lemah, "Kedua orangtuaku telah bercerai sejak aku SMP. Mereka meninggalkan aku disini dan mengirim uang setiap bulannya." Terang Baekhyun. Kai tertegun mendengar penjelasan Baekhyun. Kai pikir ia akan mendapatkan jawaban seperti 'orangtuaku sedang tidur' atau apalah.

"Maaf aku tidak tahu." Kata Kai merasa bersalah. Tapi, Baekhyun malah tersenyum riang. "Tak apa. Bagaimana denganmu?"

"Kurang lebih sama." Ucap Kai sambil sedikit tersenyum. Baekhyun menyiritkan dahinya tidak mengerti ucapan lawan bicaranya.

"Ayah dan Ibu sering bertengkar. Aku benci melihatnya." Ucap Kai tanpa beban. Baekhyun menatap Kai miris saat mengetahui nasib Kai ternyata hampir sama dengannya.

"Kapan kau terakhir bertemu dengan mereka?" tanya Kai penasaran. Baekhyun terlihat berpikir sejenak untuk mencari jawaban.

"Mungkin saat umurku 12 tahun." Katanya sambil mengedikan bahu. Kai hanya mengangguk-angguk mengerti.

"Bagaimana kau bisa datang menyelamatkan aku?" tanya Baekhyun kemudian.

"Aku mendengar kau membuka pintu. Saat itu aku masih terjaga. Lalu aku membuntutimu."

"Astaga!" pekik Baekhyun setelah melirik jam. Kai yang terkejut mau tidak mau reflek ikut menengok melihat jam yang ternyata sudah pukul 04.30 pagi.

"Berapa lama aku tertidur?" tanya Kai. Tetapi sepertinya pertanyaan Kai hanya dianggap angin lalu oleh Baekhyun. Ia langsung menarik tangan Kai dan membawanya berlari kembali ke sekolah.

.

Baekhyun menarik napasnya berat setelah kembali ke sekolah. Kai menepuk pundak Baekhyun "Tenanglah." Ucapnya lembut.

"Aku takut ada yang tahu aku kabur." Katanya panik. Kai terkekeh pelan.

"Tidak mungkin ada yang sudah bangun jam segini." Baekhyun melongo bodoh lalu menepuk dahinya pelan. Kai hanya mengendus geli, lalu mengacak rambut Baekhyun.

"Terimakasih." Ucap Baekhyun dengan tulus. "Karena telah menyelamatkan aku." Lalu tersenyum manis.

Kai ikut tersenyum, "Tapi aku tidak bisa memaafkan yang satu ini." Canda Kai sambil menunjuk luka di dahinya. Senyuman Baekhyun hilang, digantikan ringisan gugup, "Kau tidak akan menuntutku karena itu kan?"

Lalu Kai terbahak puas melihat kepolosan Baekhyun. Ternyata Baekhyun menyenangkann juga. Batin Kai.

.

.

.

Hari ini, setelah semua siswa melakukan kegiatan menginap. Mereka diperbolehkan untuk pulang. Baekhyun mengelus dadanya, dan bisa bernapas lega karena tidak ada yang tahu ke pergiannya. Walaupun Kyuhyun sempat curiga dengan luka Kai. Karena luka itu belum ada di dahinya sebelum Kai tertidur. Padahal Kai sama sekali tidak terlelap saat malam.

Seperti hari-hari sebelumnya Baekhyun mendekati Chanyeol. Lagi.

"Chanyeol nanti kita pulang bersama ya?" tanya Baekhyun penuh harap. Chanyeol menatap Baekhyun tanpa minat.

"Boleh saja." Katanya singkat.

Ia menatap Baekhyun licik, "Tapi Kyungsoo juga ikut." Pinta Chanyeol.

Baekhyun melongo parah saat Chanyeol menyebutkan nama Kyungsoo. Baekhyun menyilangkan tangannya.

"Ti-dak-ma-u!" ejanya dengan bibir mengkerut.

"Kalau begitu aku tidak akan pulang bersamamu." Katanya cuek. Baekhyun memincingkan matanya, mengamati Chanyeol selama beberapa saat.

"Kenapa harus Kyungsoo?" tanya Baekhyun sebal. Walaupun Kyungsoo sahabatnya, Baekhyun tetap tidak ingin, karena menurutnya ini kesempatannya untuk berdua dengan Chanyeol. Ia tidak ingin kesempatan ini terbuang sia-sia.

Chanyeol gelagapan, ia tidak punya jawaban untuk itu. Jika Chanyeol bilang bahwa ia menyukai Kyungsoo, bisa-bisa persahabatan Kyungsoo dan Baekhyun bisa hancur. Kyungsoo pasti tidak ingin itu terjadi.

Chanyeol menggaruk tengkuk kepalanya bingung. "Entahlah, aku hanya ingin mengajaknya." Katanya beralibi.

Baekhyun masih menatap Chanyeol dengan saksama. Tak lama tatapannya melunak.

"Baiklah kita ajak Kyungsoo." Katanya sambil melempar senyum pada Chanyeol.

.

Kini Baekhyun, Chanyeol dan Kyungsoo sudah berjalan berdampingan. Mereka memutuskan pulang dengan berjalan kaki. Mereka berjalan dalam diam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Kyungsoo masih terlihat resah sejak berjalan berdampingan dengan Baekhyun dan Chanyeol.

Sampai Baekhyun memecahkan keheningan diantara mereka bertiga.

"Chanyeol, ayo kita beli ice cream!" seru Baekhyun saat melihat kedai ice cream di depannya. Chanyeol mengikuti arah jari Baekhyun, lalu melirik Kyungsoo sejenak, ia mengangguk setuju.

"Oke." Angguknya.

.

"Aku pesan rasa strawberry!" pesan Baekhyun bersemangat. Ia melirik dua makhluk dibelakangnya sambil mengedikkan kepalanya.

"Kalian berdua pesan apa?" tanya Baekhyun.

"Aku sama denganmu." Jawab Kyungsoo cepat. Baekhyun melirik ke arah Chanyeol menunggu.

"Aku.." jedanya sambil berpikir. "Juga sama." Kata Chanyeol akhirnya. Seketika Baekhyun terkejut. Matanya berbinar.

"S-st-strawberry?!" tanya Baekhyun histeris sambil terbata. Kyungsoo memalingkan wajah datar "Cih" decaknya.

"Jangan paksakan dirimu." Guman Kyungsoo.

Chanyeol mengangguk kikuk. Baekhyun makin menggebu-gebu gembira.

"Akhirnya kau suka juga ya setelah aku selalu menjejalimu susu strawberry!" ucap Baekhyun benar-benar gembira.

Tak lama, 3 scoop ice cream strawberry datang. Baekhyun terlihat seperti anak kecil yang langsung menyantapnya hingga mulutnya penuh ice cream. Kyungsoo makan dengan tenang, sambil kadang terkikik melihat tingkah Baekhyun didepannya.

"Kau makan berantakan ya." Komentar Kyungsoo geli. Baekhyun langsung tersenyum manis, seperti ice cream yang ia makan. "Biarkan saja. Chanyeol akan membersihkannya untukku, iyakan Jerapah?" lirik Baekhyun pada Chanyeol penuh harap.

Kyungsoo tersenyum ramah, "Chanyeol memang baik. Pasti dia akan membersihkannya untukmu." Ucap Kyungsoo sambil berkedip pada Chanyeol. Chanyeol hanya menatap Kyungsoo kaku, lalu kembali menatap ice creamnya yang sudah mulai mencair. Karena Chanyeol sama sekali belum menyentuhnya.

"Aish! Ice creammu sudah mulai mencair Chanyeol!" pekik Baekhyun panik.

"Apa bedanya dengan milk shake? Ayo cepat makan!" perintah Baekhyun sambil menyendokan ice cream Chanyeol ke mulutnya. Chanyeol melirik ice cream itu ragu. Ia benar-benar tidak suka strawberry. Chanyeol mual setiap kali memakan strawberry. Karena alasan itu, Chanyeol anti dengan apa pun yang berhubungan dengan strawberry. Kecuali Kyungsoo, tentunya.

Chanyeol meneguk air liurnya. Masih ragu melihat ice cream itu. Ia takut memuntahkannya.

"Buka mulutmu." Ucap Baekhyun penuh harap. Kyungsoo hanya diam saja tapi menunggu apa yang akan dilakukan Chanyeol.

Akhirnya Chanyeol memutuskan untuk membuka mulutnya, sambil berdoa agar tidak terjadi respon yang buruk saat ice cream itu menyentuh inderanya. Chanyeol enggan menelannya. Sebenarnya rasa strawberry enak. Chanyeol harus mengakuinya. Tapi, ia tidak ingin memuntahkannya sekarang. Lalu Chanyeol berjuang menelannya. Dan berhasil. Kyungsoo terkesima saat melihat Chanyeol menelan ice cream itu, ia tahu Chanyeol berbohong tentang ia suka strawberry. Setelah ini, Kyungsoo akan menanyakan hal ganjal itu.

Kemudian, setelah disuapi ice cream dengan paksa oleh Baekhyun. Chanyeol mulai menunjukan respon yang sangat ia tidak inginkan. Tubuhnya tidak bisa berkerja sama. Wajahnya pucat dan setengah berkeringat dingin. Ia menahan mual yang sedari tadi sudah mengocok perutnya. Tanpa sepatah kata apa pun Chanyeol pergi meninggalkan tempat duduk dan melesat menuju toilet tanpa mendengarkan teriakan sibodoh yang hampir membuatnya mati karena rasa buah ke sukaannya.

"Uweeek!" Chanyeol berkali-kali mengeluarkan isi perutnya yang berisi ice cream. Sampai-sampai isi perut yang sebelumnya dia makan ikut keluar karena cairan menyebalkan itu. Kini, Chanyeol sudah sangat lemas. Kepalanya berdenyut karena banyak muntah. Wajahnya pucat dan berkeringat. Kejadian seperti ini yang Chanyeol paling benci. Muntah.

Chanyeol kesal tiap kali muntah karena strawberry. Kalau boleh jujur Chanyeol dulu sangat menyukai strawberry. Itu buah ke sukaannya. Tapi, satu hal yang membuat Chanyeol benar-benar menghindari dan tidak menyukai strawberry lagi. Ia alergi strawberry. Awalnya, Chanyeol masih memaksa untuk terus makan strawberry sampai ia terus saja muntah. Karena tubuhnya yang tidak menerima. Chanyeol juga sempat muntah hingga dehidrasi karena muntah yang tidak henti-henti. Akhirnya, ia menyerah dan memutuskan untuk menghindari buah yang sangat ia sukai dulu. Sejak saat itu, Chanyeol sangat anti dengan apa pun yang berhubungan dengan buah berbintik merah menyeramkan itu. Sampai Baekhyun datang dan memberikan susu strawberry setiap hari untuknya. Chanyeol membencinya. Ia benci strawberry. Juga, jika ia harus muntah.

.

"Chanyeol lama sekali." Gerutu Baekhyun. Kyungsoo mengangguk setuju. Baekhyun hanya mengaduk-aduk ice creamnya sejak Chanyeol pergi tanpa izin.

"Baekhyun ice cream mu sudah seperi milk shake sekarang." Komentar Kyungsoo. Ia hanya menatap ice creamnya sebentar, nafsunya seakan menguap saat Chanyeol pergi.

"Kyungsoo, aku ke toilet sebentar." Kyungsoo hanya mengedikan kepalanya mengiyakan. Lalu kembali bermain dengan ponselnya sambil menyantap ice cream.

Baekhyun berjalan menuju toilet. Pikirannya dihantui oleh Chanyeol. Entah mengapa, ada sesuatu firasat buruk yang telah terjadi. Baekhyun terlonjak kaget saat menemukan Chanyeol terduduk lemas didepan wastafel. Wajahnya penuh keringat dan pucat.

"Chanyeol, gwenchana?!" tanya Baekhyun panik sambil menepuk-nepuk pipi Chanyeol yang dingin. Chanyeol menatap Baekhyun dengan pandangan kabur.

"Kyung..soo.." Ucap Chanyeol. Baekhyun mengerutkan dahinya saat Chanyeol malah menyebut nama sahabatnya.

"Aku Baek—"

Baekhyun tersentak saat Chanyeol mendekapnya. Pikirannya hanyut dalam dekapan Chanyeol. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia juga tidak tahu jika perkembangan skinshipnya dengan Chanyeol akan secepat ini. Wajahnya sudah betul-betul seperti tomat yang telah masak.

"Chanyeol.." panggil Baekhyun lirih. "Gwenchana?" tanyanya lagi, masih dalam dekapan Chanyeol. Sesaat Chanyeol spontan melepas pelukannya saat menyadari namja yang dipeluknya bukan Kyungsoo. Suaranya sudah sangat jelas berbeda. Tapi mengapa matanya malah menatap sosok Kyungsoo. Pasti ini pengaruh ice cream sialan itu.

"Aku baik-baik saja." Jawab Chanyeol.

"Tapi, wajahmu sangat pucat dan penuh keringat Chanyeol." Jelas Baekhyun prihatin.

"Aku hanya sedang masuk angin." Jawabnya beralibi. Baekhyun tersenyum lega, ia kira akan terjadi sesuatu yang buruk pada Chanyeol. Ternyata hanya masuk angin biasa. Mungkin karena cuaca hari ini yang lumayan dingin.

.

.

Setelah insiden Chanyeol mual-mual di toilet. Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk cepat-cepat pulang. Dimulai dari mengantar Baekhyun pulang ke apartemen. Sampai akhirnya tinggal Chanyeol dan Kyungsoo berdua.

"Sampai jumpa Baekhyun." Kata Kyungsoo sambil melambaikan tangannya.

"Kalian berdua hati-hati ya!" teriak Baekhyun dengan membalas lambaian tangan Kyungsoo.

Chanyeol memasukan tangannya ke saku jaketnya. Perutnya masih terasa sedikit mual karena efek ice cream tadi.

"Kau tadi kenapa?" tanya Kyungsoo membuka pembicaraan. "Aku?" tanya Chanyeol seolah bodoh. Kyungsoo mengangguk.

"Kenapa kau pesan rasa Strawberry?" tanyanya.

"Aish! Aku kan suka strawberry Kyungsoo." desis Chanyeol kemudian melayangkan pukulan kecil di kepala Kyungsoo.

"Aku bertanya Chanyeol. Ada apa denganmu?" Kyungsoo menghentikan langkahnya, mendadak wajahnya berubah serius. Chanyeol yang tidak mengerti hanya menatap Kyungsoo penuh tanda tanya.

"Mengapa kau bohong padaku?" Kyungsoo menghembuskan napasnya berat. "Mengapa kau melakukan ini?" tanya Kyungsoo geram.

Chanyeol hanya memandangi namja didepannya ini heran. Tidak mengerti apa maksud dari ucapannya.

"Apa maksudmu Kyungsoo?" Chanyeol balik bertanya.

"Bukankah kau benci strawberry?" kali ini Kyungsoo menatapnya tajam. Chanyeol terpaku saat mendengar pertanyaan Kyungsoo.

"Pembohong!" tukas Kyungsoo.

"Aku tidak berbohong padamu, sungguh." Jawab Chanyeol akhirnya. Kyungsoo menatapnya sengit. "Jawab aku. Untuk kali ini aku bertanya soal Baekhyun." Jelas Kyungsoo, kali ini tatapannya berubah menusuk.

"Untuk apa kau menerima susu strawberry Baekhyun?!" sahut Kyungsoo emosi. Kyungsoo sudah menyimpulkan dan menerka-nerka sejak festival beberapa hari lalu, ketika Chanyeol datang menjemputnya. Tanpa sengaja Ia dan Baekhyun menyukai namja yang sama dengan masalah yang berbeda. Kyungsoo selalu mendapatkan sekaleng susu strawberry dari Chanyeol. Sedangkan Baekhyun, setiap harinya selalu memberi sekaleng susu strawberry pada Chanyeol. Padahal ia tahu Chanyeol benci strawberry. Dan Chanyeol selalu menerima susu strawberry itu. Dengan begini, Kyungsoo paham. Chanyeol selalu menerima susu strawberry pemberian Baekhyun. Lalu, karena Chanyeol tidak menyukai rasa strawberry ia memberikannya pada Kyungsoo. Ini memang sangat menyakitkan bagi Baekhyun. Apa pun yang terjadi Baekhyun tidak boleh tau masalah ini. Tidak akan. Kyungsoo tidak ingin sahabatnya terluka.

Chanyeol hanya menundukan wajahnya, pikirannya kusut. Ia mengerti perbuatannya salah. Kyungsoo pasti akan membencinya. Ia tahu cepat atau lambat Kyungsoo pasti tahu. Chanyeol membuang napasnya berat, lalu menatap namja di depannya.

"Aku bisa menjelaskannya."

"Apa yang kau akan jelaskan?!" bentak Kyungsoo.

"Kau akan menjelaskan kalau kau bersalah?! Kau bukannya hanya membohongiku, tapi juga Baekhyun!" Chanyeol mengacak rambutnya frustasi. Bingung menghadapi namja di depannya. Ia tidak pernah tahu sebelumnya bagaimana Kyungsoo ketika marah. Ia juga tidak pernah menyangka masalahnya akan menjadi serumit ini.

Chanyeol kembali menarik napasnya berat. "Baiklah aku tahu aku bersalah tapi mohon dengarkan aku jangan menghakimiku seperti ini aku tidak sanggup marah padamu aku menyukaimu Kyungsoo!" Jelas Chanyeol tanpa jeda.

Giliran Kyungsoo yang terpaku. Matanya membulat sempurna. Kyungsoo sebenarnya menyukai kalimat terakhir Chanyeol. Tapi, kemudian ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia tidak ingin melukai Baekhyun. Ia tidak ingin melihat sahabatnya menangis, ia juga tidak ingin mendengar rintihan tangis sahabatnya, tidak untuk saat ini dan seterusnya.

.

"Jadi, kau alergi?" Chanyeol mengangguk sambil mengosok-gosokan tanganya.

"Tapi, aku tidak berbohong soal aku menyukai strawberry. Aku benar-benar menyukainya." Kata Chanyeol, "dulu" lalu terkekeh pelan.

"Jangan beri aku susu pemberian Baekhyun lagi ya?" pinta Kyungsoo penuh harap. Chanyeol mengacak rambut Kyungsoo sambil mengendus.

"Aku janji."

.

.

.

Baekhyun berjalan sambil melompat-lompat gembira dilorong apartemen. Sama seperti hatinya yang saat ini sedang meletup-letup.

"Chanyeol memelukku!" pekik Baekhyun sambil memeluk tubuhnya seolah mengulang kejadian saat Chanyeol memeluknya.

.

.

.

.

.

.

TBC


Haiiii! duh makasih banget yaa yang masih ingikutin ff susu susu ini/? buat new readers makasih juga ya! Aku minta maaf sama kalian yang sebesar-besarnya huhu. Aku itu, males banget ngedit ff yang udh aku ketik/? biasanya cuma dibaca sekali aja. Jadi, maaf yaa kalo banyak typo. soalnya setelah aku baca ulang chap 1 sama 2 ada banyak typo gtu.

aku juga mau sedikit memperjelas. disini kainya bukan antagonis kok. dia cuman suka ngerokok, soalnya orangtuanya gak pernah merhatiin dia. jadi, kai suka ngerokok kalo lagi stress. Trs juga ff ini tetep ChanBaek kok. hidup chanbaek!/? Buat yang nanya ini happy ending apa ngga. tunggu aja ya! ^^

makasih yang udh fav/follow/review