Title : Giraffe and Strawberry
Author : haco
Cast : Chanbaek and others
Genre : School romance
warning boyxboy
sorry for typo and anything, review please and dont bash
Don't copy this ff
.
.
.
Chapter 4
.
.
.
Kai memencet klakson pada motornya, memberi tanda agar penjaga membukakan pagar. Tak lama, pagar besar yang menutupi rumahnya terbuka. Sebenarnya rumah ini lebih pantas disebut istana. Rumah megah milik orangtua Kai sangat megah nan indah. Menurut Kai, rumahnya memang indah. Tapi, kalian akan berubah pikiran dan menyebutnya menjadi rumah menyeramkan setelah mengetahui penghuninya. Hari ini, Ayah dan Ibu Kai berada dirumah. Kai mengendus sebal. Karena setiap kali orangtuanya pulang, Kai akan mendengar adu mulut kedua orangtuanya. Kai bosan mendengarnya.
Ia memarkir motornya, kemudian berjalan masuk ke rumah. Benar saja, belum masuk saja Kai sudah mendengar adu mulut kedua orangtuanya.
"Aku pulang." kata Kai sambil membuka pintu malas.
"AKU TIDAK BERSELINGKUH!"
"BOHONG AKU MELIHAT KAU MENCIUMNYA!"
"AKU TIDAK MENCIUMNYA! KAU YANG BERSELINGKUH!"
"AKU? TAU APA KAU TENTANG AKU!"
Kai menatap kedua orangtuanya miris. Bagaimana bisa Kai memiliki orangtua seperti mereka. Kai tidak pernah membenci saat ia dilahirkan. Hanya saja, jika Kai boleh meminta, ia ingin dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Bukan hanya sekedar materi dan tidak di anggap seperti ini.
"Bisa hentikan pertengkaran kalian?" tukas Kai. Mereka tetap tidak menghiraukan Kai. Masih sibuk dengan pertengkarannya. Kai membuang tasnya sembarangan dengan kasar. Ia kembali menuju tempat parkir dan menaiki motornya. Kai tidak ingin membunuh dirinya sendiri dengan berlama-lama berada didalam rumah.
Kai memacu motornya dengan cepat. Pikirannya kusut. Saat ini, tempat yang bisa menenangkan hatinya hanya sekolah. Lebih tepatnya lapangan sepak bola. Disana, Kai bisa merasakan ketenangan yang selalu ia rindukan pada setiap harinya. Ia melepas semua penatnya dengan menikmati hembusan angin yang tenang. Menghirup udara dengan berbaring pada rerumputan dan menatap indahnya langit. Kai bahkan sampai sering ketiduran saking menikmatinya. Tidak jarang, Kai juga banyak menghabiskan batang rokoknya disana. Hanya sekedar untuk melepas penat sambil berbaring di rerumputan.
.
Asap rokok mengepul di udara. Kai sudah hampir menghabiskan satu bungkus rokok. Harinya benar-benar menyebalkan. Kepalanya penat, terlalu muak dengan pertengkaran orangtuannya. Kalau Kai pikir-pikir kembali, tidak semuanya menyebalkan. Ia mengingat-ingat kejadian beberapa jam yang lalu saat bersama Baekhyun. Kai tidak penah tertawa sebelumnya. Mungkin pernah, tapi, tidak ada yang dapat membuatnya tertawa selepas kemarin saat ia bersama Baekhyun. Kai pun tidak mengerti kenapa ia kemarin membuntuti Baekhyun, Kai hanya mengikuti nalurinya. Ia juga tidak pernah seekstrem kemarin. Dengan spontan dirinya menceritakan tentang orangtuanya tanpa pikir panjang. Intinya Kai meresa nyaman berada di dekat Baekhyun. Seakan hanya dengan melihat senyumnya Kai bisa sejenak melupakan masalahnya. Kai memandang langit senja yang hampir hilang. Matanya menyipit karena cahaya. Ia tersenyum saat bayangan Baekhyun muncul disana, lalu terkekeh pelan. Menertawai dirinya merasa konyol.
"Jatuh cinta." Gumam Kai tidak mengerti. Ia menghisap rokoknya lebih dalam dan menghembuskannya. Membuat kepulan asap diatas wajahnya.
Hatinya berdesir "Rasa apa ini?"
.
.
.
Chanyeol mengehempaskan tubuhnya pada ranjang sederhana miliknya. Ia senang karena Kyungsoo tidak membencinya, Kyungsoo juga berpesan agar merahasiakan masalah ini. Chanyeol bangun saat ponsel disakunya bergetar. Ia merogoh ponselnya.
.
From: Baekhyun
Besok kau jangan sarapan ya! aku akan memberi kejutan untukmu. ^_^
Tanpa sadar Chanyeol menarik sudut bibirnya saat membaca pesan Baekhyun. Ia tidak mengerti perubahan apa yang terjadi. Pikirannya kembali terputar pada saat ia memeluk Baekhyun. Kalau boleh jujur, saat Chanyeol melepaskan pelukannya pada Baekhyun, jantungnya berdetak tak karuan, hatinya terus berdesir. Chanyeol tidak tahu getaran apa yang terjadi dihatinya. Chanyeol tidak pernah merasakan sebelumnya. Kyungsoo memang selalu membuat jatungnya dapat berdetak lebih cepat dan terhanyut dalam pesona yang ia miliki. Tapi, rasanya ini berbeda. Getarannya membuat Chanyeol kecanduan dan sulit berpikir secara normal. Dan ia ingin merasakannya kembali.
Namun detik berikutnya, Chanyeol tersadar. Ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Chanyeol tidak mungkin membayangkan Baekhyun seperti ini. Ia menatap pantulan tubuhnya didepan cermin.
"Park Chanyeol kau suka Kyungsoo, tinggal selangkah lagi kau akan mendapatkannya!" Ucapnya pada cermin.
"Byun Baekhyun orang yang paling menyebalkan," ucap Chanyeol meyakinkan dirinya. "Dan pantas kau benci." Ada keraguan saat Chanyeol berucap pada kalimat terakhirnya. Sudah dikatakan, Chanyeol sedang tidak mengerti perubahan apa yang terjadi pada dirinya. Hati tepatnya.
.
.
.
Baekhyun mengecek persediaan makanannya di dalam kulkas. Karena tak kunjung menemuka inspirasi untuk memasak, Baekhyun memutuskan untuk browsing di internet. Jarinya sibuk mengetik dan mencari makanan yang sehat dan bergizi untuk Chanyeol. Baekhyun memang tak pandai memasak seperti Kyungsoo, ia hanya ingin membuatnya untuk Chanyeol. Karena ia ingin mempersembahkan masakkan pertamanya untuk Chanyeol. Hanya sesimple itu.
Baekhyun tersenyum saat menemukan resep yang sangat pas menurutnya. Ia memilih sup jagung sebagai bekal yang akan ia bawa untuk Chanyeol. Baekhyun lalu mempersiapkan bahan dan alat masak yang ia butuhkan.
"Astaga jagung ini! bagaimana cara memotongnya!" Sahut Baekhyun kesal karena gagal terus. Ia mengelap keringatnya. Setahu Baekhyun di televisi, memasak tidak sesusah ini. Sangat terlihat mudah, apa karena mereka profesional?
Baekhyun mengelap keringat di dahinya lagi. Berusaha fokus pada apa yang dia kerjakan. Baekhyun menghembuskan napasnya berat. Melukis saja tidak akan membuatnya terkena sindrom frustasi seperti ini.
"Aw!" pekik Baekhyun saat pisau yang ia gunakan mengenai tangannya. Segera Baekhyun mengemut jarinya yang terkena pisau dan langsung bergegas menempelkan plester pada jari telunjuknya.
Setelah, kejadian jari Baekhyun teriris pisau ada-ada saja kecelakaan kecil yang Baekhyun lakukan. Kini, bukan hanya telunjuknya yang dibalut dengan plester. Hampir semua jari tangan kiri Baekhyun diplester. Hari ini, Baekhyun sangat boros plester. Ia sudah menggunakan kira-kira 6 plester. Mungkin setelah acara memasak ini Baekhyun akan pergi ke toko membeli plester untuk persediaan. Ternyata memasak sangat melelahkan, sekaligus menyakitkan.
.
.
.
Pagi harinya, Baekhyun memanaskan sup yang telah ia buat semalam. Karena Baekhyun tidak mungkin membuatnya ketika pagi, ia bisa kewalahan. Tahu sendiri bagaimana Baekhyun jika memasak. Dengan riang Baekhyun berjalan menuju sekolah sambil menenteng bekal yang ia buat untuk Chanyeol. Baekhyun tidak sabar ingin melihat bagaimana reaksi namja itu saat mencicipi masakannya. Baekhyun yakin, walaupun tangannya banyak teriris pisau, tapi masakannya tetap enak. Ia mengembangkan senyum manisnya saat melihat Chanyeol tengah duduk di meja sambil membaca buku. Baekhyun datang menghampirinya dan menempati mejanya yang berada persis disebelah Chanyeol.
"Pagi!" sapa Baekhyun sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Chanyeol. Ia sontak terkejut dan menatap Baekhyun sengit. Kemudian melanjutkan aktifitasnya. Baekhyun masih tetap mengembangkan senyumnya.
"Jerapah.." panggil Baekhyun. Baekhyun sudah tahu apa reaksi Chanyeol. Tidak akan memutar kepalanya. Tapi, hanya suka dengan panggilan itu.
"Baiklah, Chanyeol.." Chanyeol melirik Baekhyun datar.
"Apa?" tanyanya malas, "Aku sedang membaca buku ja—"
"Aku tidak bertanya kau sedang apa." Potong Baekhyun, Chanyeol berdecak sebal.
"Tadi malam, orangtuaku membawakan banyak sekali jagung, dan aku..." Ucapnya misterius.
Baekhyun mengeluarkan bekal yang ia bawa tadi dan membukanya. Mempersembahkannya di depan Chanyeol dengan menyembunyikan jari tangan kirinya yang penuh plester. Ia tidak ingin Chanyeol mengetahuinya.
"Membuatkan ini untukmu! Sup jagung!" kata Baekhyun bersemangat. Chanyeol terkejut saat melihat isi tempat makan berbentuk strawberry itu terbuka.
Sup jagung!
Bingo!
Chanyeol tidak mengerti, apa ini sebuah kemampuan teleportasi atau kemampuan yang lainnya. Sup jagung makanan kesukaannya. Chanyeol tahu Baekhyun adalah penguntit. Tapi, Chanyeol sama sekali tidak pernah memberi tahu makanan kesukaannya pada Baekhyun. Lalu dari mana Baekhyun bisa tahu? tidak mungkinkan jika ini sebuah kebetulan. Atau mungkin keberuntungan sedang berpihak pada Baekhyun. Chanyeol menelan ludahnya dalam, ia berusaha menahan diri. Matanya terpaku, ia sangat ingin mencicipinya.
"Dari mana kau tahu ini?" tanya Chanyeol penasaran. Dahi Baekhyun berkerut sempurna.
"Tahu apa?" tanyanya balik. Chanyeol menunjuk sup di depannya dengan ragu. Sekilas Baekhyun mengikuti gerakan telunjuk Chanyeol dan melirik ke arah supnya. Ia berpikir sejenak, tak lama matanya berbinar, senyumnya kembali merekah.
"Astaga!" pekiknya terkejut tidak percaya.
"Apa ini makanan kesukaanmu?" tebak Baekhyun girang dengan mata berbinar. Chanyeol mengangguk yang bahkan hampir tidak terlihat seperti anggukan.
"Ini sebuah keberuntungan!"
"Bencana untukku." Umpat Chanyeol pelan.
"Cepat makan. Ini makanan kesukaanmu kan?" ucap Baekhyun sambil menyodorkan supnya. Sekilas Chanyeol melirik penuh nafsu ke arah sup itu. Ia sangat ingin memakannya.
"Ayo makan!" perintah Baekhyun. Chanyeol menggeleng, gengsinya terlalu tinggi.
Baekhyun menatap miris supnya. Ia takut supnya menjadi dingin jika tidak cepat dimakan.
"Ayolah Chanyeol.." rayu Baekhyun sambil mengoyang-goyangkan lengan Chanyeol.
"Baiklah! Baiklah aku makan!" Ucap Chanyeol sudah tak tahan sambil melakukan sedikit ritual yang sudah mulai ia lupakan jika Baekhyun menyentuhnya. Bersih-bersih.
Chanyeol ingin muntah saat ia memakan sup buatan Baekhyun. Supnya terlalu manis. Ini sup bukan ice cream. Chanyeol mengendus kesal dalam hati. Tadinya, Chanyeol sudah berniat baik akan memakan habis sup buatan Baekhyun. Ternyata Baekhyun malah meracuninya dengan sup jagung manis buatannya.
"Astaga! Ini terlalu manis! Aku mual." komentar Chanyeol sambil menyemburkan isi mulutnya. Baekhyun terpana saat melihat Chanyeol member respon buruk pada masakannya. Bukan itu yang Baekhyun harapkan. Buru-buru Baekhyun mengambil supnya dari Chanyeol.
"Benarkah? maafkan aku Chanyeol! Aku tidak tahu." Ucap Baekhyun dengan bibir bergetar. Ia mengigit bibirnya kuat. Kenyataan memang menyakitkan.
Baekhyun kecewa, malu, sedih. Semuanya dengan sekaligus ia rasakan dalam satu waktu. Ia berlari pergi meninggalkan Chanyeol. Harusnya Baekhyun tahu masakannya tidak akan berujung pada kata lezat. Harusnya Baekhyun tahu kalau ia tak pandai memasak. Tapi ia janji akan berusaha membuat sup yang lezat untuk Chanyeol.
Baekhyun duduk ditepi taman sekolah. Ia menangisi dirinya yang terlalu bodoh. Masakannya tak akan seenak masakan Kyungsoo. Baekhyun memang tidak berbakat dalam hal itu.
Saat Baekhyun akan menumpahkan supnya pada tanaman di dekatnya, tiba-tiba saja Kai mencegah perbuatannya.
"Menyedihkan." Ucap Kai dengan nada meremehkan. Baekhyun terkejut melihat Kai yang tahu-tahu saja sudah ada didekatnya.
"Lepaskan tanganku!" tukas Baekhyun mencoba melepaskan genggaman tangan Kai yang semakin lama, semakin kuat. Kai mengambil sup yang akan Baekhyun buang, lalu melepaskan gengamannya.
"Akan aku buang sup ini." Kata Kai kemudian duduk disebelah Baekhyun, tatapannya melunak. Secepat itu wajahnya berubah.
Baekhyun mengangguk lemah, "Sup itu tidak pantas dimakan." Matanya menatap kosong pada supnya.
"Ku buang ke dalam perutku." Ucapnya lalu menyantap sup Baekhyun dengan lahap. Baekhyun melongo hebat saat Kai menghabiskan supnya dalam hitungan detik.
"Ka-a-i" panggil Baekhyun tergagap karena tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Ini enak. Kenapa kau buang?" tanya Kai akhirnya sambil mengelap sisa kuah sup pada sudut bibirnya.
Baekhyun masih terkejut dalam beberapa detik, sampai akhirnya ia terbebas dari kekagetannya dan menatap Kai ngeri.
"Sup itu terlalu manis." Kata Baekhyun sambil mencibir. Kai tertawa pelan mendengarnya.
"Terimakasih supnya." ucap Kai sambil bangkit dan melempar senyum.
"Kau sudah berusaha." Katanya kemudian mengacak rambut Baekhyun. Baekhyun menatap punggung Kai masih dengan tatapan tidak percaya. Baekhyun sedikit terharu dengan perlakuan Kai yang mau menghabiskan sup kemanisan buatannya. Ia tidak pernah menyangka sebelumnya.
.
.
.
Kai berjalan dengan cepat. Ia sudah sangat tidak tahan ingin memukul seseorang. Dipikirannya hanya terus terbayang jari tangan Baekhyun yang tidak sengaja ia lihat. Tangannya penuh plester. Kai yakin itu adalah luka akibat pisau. Setelah Baekhyun menggunakannya untuk membuat sup. Sup yang Baekhyun buat untuk Chanyeol.
Kai geram sendiri saat melihat adegan yang tidak sengaja ia lihat saat melewati kelas Baekhyun. Chanyeol dengan mudah menyemburkan sup yang ia makan tanpa memikirkan perasaan Baekhyun. Ia melihat Baekhyun menyembunyikan jari tangan kirinya dibelakang punggung. Tadinya Kai tidak berniat melihat adegan itu, sampai Chanyeol menyemburkan isi mulutnya. Ingin rasanya saat itu juga Kai memukul Chanyeol atas perbuatannya yang sama sekali tidak menghargai perjuangan seseorang. Kai tahu, Baekhyun menyukai Chanyeol. Tapi, ia jatuh cinta pada namja manis itu. Dan tidak akan membiarkannya tersakiti. Walaupun hanya sebesar tetesan air.
Tanpa basa basi Kai langsung menarik kerah baju Chanyeol saat ia tengah duduk.
"Apa-apaan ini!" Chanyeol mencoba melepaskan cengkraman Kai dari kerahnya. Ia membalas tatapan Kai dengan kesal karena telah mengganggunya.
"Apa aku punya masalah denganmu, hitam?" tanya Chanyeol menekan intonasinya saat mengucapkan kata terakhir.
Kai mengendus lalu mencibir meremehkan. Detik selanjutnya Kai langsung melepas serangannya yang sedari tadi sudah ia coba tahan. Ia memukul Chanyeol tepat pada hidungnya. Chanyeol meringis saat Kai menghadiahinya sebuah pukulan. Hidungnya mengalirkan sebuah darah. Chanyeol menghapus darah dihidungnya, dan menatap Kai sengit.
Kini Kai dan Chanyeol pun akhirnya menjadi tontonan yang seru saat Kai melayangkan pukulannya tadi. Tapi, Kai tidak puas dengan pukulannya. Beribu pukulan yang ia layangkan pada Chanyeol pun tidak akan pernah sebanding dengan kekecewaan Baekhyun.
Kai menatap Chanyeol berang. Ia tidak menyangka Baekhyun menyukai namja bajingan seperti Chanyeol. Kai kembali memukul Chanyeol pada rahang pipinya.
"Brengsek." Sahut Chanyeol sambil meludahkan darah dari mulutnya. Ia menatap Kai bengis.
"Apa mau mu!" bentaknya sambil membalas pukulan Kai. Chanyeol menghampiri Kai yang terjatuh karena pulukannya. Kai terkekeh meremehkan.
"Hanya segitu?" pancingnya.
.
Baekhyun berjalan melewati koridor. Ia masih saja tersenyum ketika mengingat perlakuan Kai padanya. Baekhyun tidak menyangka Kai akan memakan habis supnya. Padahal supnya sama sekali tidak enak. Namun Baekhyun segera menggelengkan kepalanya kuat-kuat saat ingat bahwa itu Kai. Baekhyun membuang napasnya panjang. Lalu, meyakinkan dirinya kalau ia hanya menyukai Chanyeol. Baekhyun tidak ingin jatuh pada Kai. Cintanya hanya untuk Chanyeol. Dan supnya memang pantas dimuntahkan oleh Chanyeol. Reaksi Chanyeol jujur, supnya memang tidak enak.
Baekhyun menghentikan langkahnya saat melihat sekerumunan manusia memenuhi kelasnya. Ia tidak bisa melihat apa yang terjadi. Orang-orang didepannya menutupi pandangannya. Tapi Baekhyun tahu dari teriakan orang-orang yang disini yang meneriaki jagoannya. Mungkin sebuah pertengkaran. Pikirnya.
"Hajar dia Kai!"
"Bangun Kau Chanyeol!"
Baekhyun yang ingin meninggalkan kerumunan itu malah berbalik arah setelah mengetahui siapa yang berada diarena pertengkaran itu. Ia berusaha untuk menyeruak masuk dalam kerumunan manusia yang sangat sesak. Tubuh mungilnya membantunya dengan mudah masuk dan menjadi penonton yang terdepan. Baekhyun terkejut saat melihat Kai dan Chanyeol saling hajar satu sama lain tanpa memperdulikan wajah mereka yang telah lebam dan berdarah.
Sepertinya Kai dan Chanyeol tidak menyadari kehadiran Baekhyun. Mereka terus saja membuat wajah mereka hancur. Baekhyun menghentikan pukulan Chanyeol saat ia ingin memukul Kai.
"Berhenti!" teriak Baekhyun berusaha melerai. Chanyeol mentap Baekhyun tajam. Kemudian mendorongnya. Baginya ia tidak ada urusan dengan Baekhyun saat ini. Pikirannya hanya fokus pada Kai yang tiba-tiba seenaknya saja menghajarnya tadi tanpa alasan.
"Jangan hentikan aku!" ucapnya lalu segera memukul Kai yang tengah terpuruk.
Pukulan itu anehnya tidak mengenai Kai. Ia tersentak saat mengetahui Baekhyun berada didepannya. Begitu juga dengan Kai. Ia tidak sadar jika Baekhyun tiba-tiba berada didepannya. Chanyeol memukulnya tepat pada ulu hati.
Baekhyun meringis kesakitan, ia memuntahkan darah dari mulutnya. Pulukan Chanyeol benar-benar kuat. Baekhyun belum pernah dipukul seperti itu sebelumnya.
"Tolong berhenti.." ringisnya dalam kesakitan. Sekilas Kai melihat Baekhyun yang tengah kesakitan dan segera mengalihkan pandangannya pada Chanyeol geram. Ia makin muak dengan sikap Chanyeol. Kai bangkit dan menghabisi Chanyeol dengan seluruh tenaganya. Ia tidak bisa dihentikan. Tak akan ada yang bisa menghentikannya saat darahnya sudah naik ke ubun-ubun.
Dengan susah payah Baekhyun menghentikan Kai, ia tidak ingin ada lagi yang terluka. Kai pun berhenti melayangkan pukulannya ketika Baekhyun meredakan amarahnya. Ia menarik lengan Kai agar menjauh dari Chanyeol. Dan menghentikan pertengkaran bodoh ini.
.
"Bodoh." Kata Baekhyun lirih. Ia hanya berdacak "Kau juga bodoh." Balas Kai. Saat ini mereka berdua sedang berada dalam ruang kesehatan. Baekhyun sedikit terluka juga karena pukulan Chanyeol.
Kai menarik sudut bibirnya saat Baekhyun mengobati luka diwajahnya. Padahal Baekhyun sendiri juga terluka. Baekhyun membuang wajahnya yang memerah ketika melihat Kai tersenyum dihadapannya.
"Aku tidak tahu kau memiliki masalah dengannya." katanya dengan tatapan kosong. Kai menatap lekat-lekat namja manis didepannya. Lalu mengacak rambut Baekhyun gemas, mungkin ini salah satu hobinya terbarunya.
"Kata siapa aku punya masalah dengannya?" kata Kai lalu mencubit pipi Baekhyun jahil. Baekhyun menatap Kai sebal, ia mengelus pipinya yang terasa sedikit nyeri karena cubitan yang dibuat Kai.
"Masih sakit?" tanya Kai perhatian.
Baekhyun menggeleng, "Tidak. Pukulannya tidak sakit." Dustanya.
"Cih" desisnya. "Jangan bohong." Baekhyun memang masih merasakan nyeri pada perutnya, akibat pukulan Chanyeol. Bagaimana pun juga Chanyeol memukulnya tepat pada ulu hati hingga Baekhyun muntah darah. Ia tidak akan kesal atau marah pada Chanyeol. Baekhyun yakin ia hanya tidak sengaja. Baekhyun tahu itu. Pukulan Chanyeol itu tidak seberapa dengan rasa supnya yang tidak enak. Baekhyun pikir ia pantas mendapatkannya.
.
Chanyeol berulang kali menjambak rambutnya frustasi. Ia tidak menyangka telah memukul Baekhyun dengan pukulan kerasnya tadi. Yang sebenarnya di tunjukan pada Kai, bukan Baekhyun.
Chanyeol memijat dahinya yang terasa sakit. Wajah Baekhyun selalu terbayang disana. Chanyeol menyesal telah memukul Baekhyun. Ia pun teringat kejadian saat pagi, saat Baekhyun memberikan sup untuknya. Ia dengan kasar menyemburkan sup dimulutnya tanpa memikirkan perasaan Baekhyun. Sebenarnya sup buatan Baekhyun tidak terlalu buruk, memang rasanya sedikit manis. Tapi, sup itu masih enak. Tadi gengsinya terlalu tinggi untuk berkomentar bahwa sup itu enak walau memang agak manis. Harusnya Chanyeol bisa berkomentar dengan baik. Tidak dengan menyakiti Baekhyun. Saat ini Chanyeol mulai diliputi rasa bersalah akan perbuatannya.
Namun, kemudian Chanyeol tersadar dengan semuanya. Mengapa saat ini ia malah memusingkan perasaan Baekhyun? Chanyeol benar-benar tidak tahu perubahan apa yang mulai meracuni pemikirannya. Ia pun bingung sendiri saat melihat Baekhyun terluka, hatinya terasa sakit. Pikirannya sangat kusut. Saat ini, hal yang bisa Chanyeol lakukan hanyalah berteriak sekencang-kencangnya.
.
.
.
Terdengar suara bunyi ponsel dari saku namja berambut blone, yang sedang memandang hujan dikala sore hari dari dalam sebuah café. Ia berdecak saat membaca nama yang terpampang disana, lalu menjawabnya.
"Bawa dia pulang Kris, tolong."
"Ne, Aku akan membawanya secepat yang kau mau, Bu."
.
.
.
.
.
.
woho chapter 4! aku gak nyangka bisa sampe chapter 4 wkekek. Sepertinya ff ini mulai gaje yaa/? maaf yaa huhu. karena banyak yang nanya gimana perasaan mereka sekarang mau aku jelasin. di chapter 4 chanyeol mulai bingung gitu loh sejak insiden pelukan ditoilet wkt itu/? dia mulai suka tapi masih gengsi buat ngakuin perasaannya dia masih bimbang dia masih yakin kalo dia cuma suka sama kyungsoo. nah, Kai dia suka juga sama Baekhyun sejak dia nyelametin Baekhyun. kalo Baekhyun sebenernya emg udh sadar kalo chanyeol ada perasaan ke sahabatnya. tapi baekhyun masih kekeh buat yakinin kepercayaan yang dia pegang selama belum ada bukti yang bener-bener. itu aja sih. kayanya author notenya kepanjangan ya/? oh iyaa di chapter 5 bakal ada Chanbaek moment dan kaibaek, chanyeol bakal lebih lunak kaya abis di presto wkowko tunggu aja yaa! terimakasih buat yang udah review/fav/follow gomawoo :) jangan lupa review ya!
