WARNING! MATURE CONTENT
RALAT CHAPTER SEBELUMNYA.
BAEKYEOL/CHANBAEK/KRISHAN/KRISLU/KAISOO/KAIHUN/
CHENMIN/XIUCHEN/SULAY/HOLAY/TAOSOO
GIRL!BAEKHYUN-LUHAN-KYUNGSOO-SEHUN-XIUMIN-LAY
: PARK HYUN JI.-
.-FHSILVERTEAR-.
-CHANYEOL POV-
Aku terbangun dari tidur nyenyakku. Sial! Padahal aku sedang memimpikan seseorang. Seseorang yang menyerupai bidadari yang mendekati kata 'sempurna'. Well, kalian tahu, yang sempurna hanyalah aku, eh, makhsudku Tuhan. Haha. Dia adalah seorang model cantik yang memiliki bibir tipis, hidung mancung, tubuh mungil dan bentuknya indah pastinya. Mata sipitnya dengan eyeliner yang lumayan tebal di bawah matanya menjadi ciri khasnya.
Oh, tuhan! Aku pasti sudah gila. Park Chanyeol sudah gila. Semalam aku bermimpi sedang bercinta dengannya! Namun mimpiku terasa sangat nyata. Sehingga sampai saat ini aku mengingat secara garis besar bagaimana aku menyentuk tubuhnya, mengoyak miliknya dan dia mendesahkan namaku dengan sangat sexy.
'Ummhh, Yeolliee'
'Ngghh yeahh'
'Yesshh Yeolliehh mhh'
'Ahhh sshh faster please mhh'
'Uhh Yeollieh i'm cum- AHH YEOLIEH!"
Desahan sexy nya masih teringat jelas di benakku. Membuatku seperti orang gila membayangkan semuanya. Membuat celanaku basah dan .. turn on ?! Oh tuhan jangan biarkan ini menegang. Tolong jangan biarkan. Jangan! Ahh, baiklah, sepertinya aku memang harus 'bermain solo' .. lagi.
Aku segera pergi ke kamar mandi untuk memenuhi kebutuhan biologis-ku. Walaupun aku bermain solo. Aku berjalan ke kamar mandi dengan malas. Membuka celanaku, memegang kejantananku dan mengocoknya dengan irama cepat-lambat-keras-halus. Oh tuhan aku merasa sudah gila. Aku mendesahkan nama idola-ku sepanjang mas-tur-ba-si-ku. Hingga akhirnya cairanku keluar dan membasahi perutku serta lantai di hadapanku.
Aku langsung membersihkan lantai kamar mandiku dan mulai mandi dengan air hangat yang aku setting dengan shower-ku. Rasanya menenangkan berada di bawah shower yang menyala dengan air yang terus mengucur membasahi sekujur tubuhku.
"Yeol" teriak seseorang dari luar kamarku. Aku yakin bahwa itu adalah ibuku.
"Ne, mom. Give me five minutes and aku akan segera ke meja makan" ucapku.
Aku memakai seragam sekolahku. Celana panjang dengan bentuk pensil dan sedikit mengatung –karena aku yang terus bertambah tinggi dan memang sempat sengaja aku potong sedikit- dan baju seragam yang sangat nge-pas di tubuhku. Memperlihatkan ukuran tubuh atletisku. Aku memakai sepatu-ku yang berwarna biru. Aku segera menyambar tasku dan berjalan ke meja makan. Aku butuh sarapan.
Aku duduk di sebelah ibuku. Dan memakan roti dengan selai nanas. Nanas enak. Namun, banyak orang yang bilang nanas tidak enak. Aku memakan dua potong roti dengan kedua rotinya sama sama ber-selai nanas. Rasa selai kesukaanku. Setelah makan, aku berpamitan dengan kedua orangtuaku dan pergi ke sekolah dengan menaiki mobil sport-ku.
Aku sampai di sekolah. Aku masuk ke dalam gedung sekolah –sekelah memarkir mobilku terlebih dahulu di tempat parkir. Aku berjalan di koridor dengan cool-nya.
BGUG!
Aku merasa tertabrak oleh seseorang. Aku hampir terjatuh, namun untung saja tidak. Aku melihat wajah orang yang menabrakku. Aku seperti mengenalnya. Ah, ya! Dia Kyungsoo, kekasihku.
"Kenapa, chagi? Kenapa kau menabrakku seperti itu?" tanyaku.
"Tidak, oppa. Aku hanya sedang buru-buru, Naeun sudah menungguku" ucapnya.
Dia hendak berlari lagi entah kemana tempat Naeun menunggunya. Aku mencegahnya, memegang pergelangan tangannya dan membuat dia menghadapku dan menatapku, 'mengapa?'. Aku terkekeh melihat tingkahnya, dan berkata,
"Morning Kiss-ku mana?" tanyaku dengan senyum jahil.
"Apa? Morning Kiss? Di koridor?" dia melirik ke belakangku, aku tidak perduli. Lalu ia melanjutkan kalimatnya, "Oh, tidak, Tuan Park. Ini koridor sekolah, kau sudah gila?"
"Apa? Kau yang gila. Biasanya tiap pagi kau yang menyambarku dengan morning kiss dari-mu. Kau tidak pernah memandang tempat dan waktu, Kyungsoo. Aku sudah mengenalmu dengan berhubungan satu tahun denganmu. Ayolah"
"Tidak, Park Chanyeol. Aku masih waras. Aku tidak akan melakukannya disini" ucapnya disertai dengan gelengan kepalanya.
"Baiklah, kalau gitu aku saja yang memberimu morning kiss, ya?" tanyaku sambil mendekatkan wajahku kepadanya. Dia menarik kepalanya menjauh dari kepalaku lalu me-nge-nyamping-kan kepalanya. Aku mengerutkan dahiku, bingung dengan tingkahnya pagi ini.
"Kenapa sayang? Kau benar-benar tidak mau memberikanku atau memberiku morning kiss, eoh?" tanyaku.
"Bukan begitu, oppa. Aku buru-buru, Naeun sudah menungguku. Aku tidak enak dengannya jika ia harus menunggu lama. Lagian ini di koridor sekolah, oppa. Aku masih waras. Kenapa kau mesum sekali, eoh" ucapnya panjang lebar.
"Kau tidak biasanya seperti ini, Kyungsoo. Kau biasanya memberiku morning kiss dan sekarang kau malah menolakku. Lagipula, jika kau memberiku morning kiss daritadi, kita tidak akan membuang waktu lama dan kau bisa lebih cepat ke tempat Naeun" ucapku. Aku melihatnya menatap suatu objek di belakangku.
Aku penasaran dengan apa yang daritadi Kyungsoo lihat dan tatap. Seperti tatapan takut saat ia melihat ke arah belakangku. Aku pun ikut menengok ke arah belakangku. Aku melihat seorang namja berkulit tan yang sangat aku kenal dan dia adalah sahabatku. Aku memanggilnya,
"Hei, Jongin!" panggilku. Aku melihat raut wajah Kyungsoo seperti tambah takut. Aku bingung dengannya.
'Sebenarnya apa, sih, yang ia lihat dan pikirkan sampai membuat sikapnya berubah drastis kepadaku? Bahkan sampai memberikan aku morning kiss saja dia tidak mau. Padahal itu kan kegiatan rutin yang pasti ia lakukan padaku.' Batinku.
Seseorang memukul pundakku. Saat aku menengok, itu adalah Jongin. Sahabatku. Lalu dia langsung merangkulku.
"Kenapa, Chan?" tanyanya.
"Tidak apa-apa. Ayo kita ke kelas, kau belum menaruh tasmu kan? Kyung, aku ke kelas dulu, ya dengan Jongin. Jika kau ingin bertemu Naeun, silahkan." Ucapku. Namun Jongin menolak tawaranku.
"Maaf, Chan. Aku harus bertemu dengan seseorang."
"Baiklah" ucapku dan mendengus dengan kesal.
Aku berjalan ke kelasku dengan malas. Sampai di kelas aku hanya mendengarkan musik hingga hampir tertidur. Saat aku mulai akan mengarungi lautan mimpiku, tibatiba saja ada yang menepuk pundakku. Aku menoleh,
"Kris?" ucapku dengan mata sayu –karna mengantuk. Lalu melanjutkan, "Kenapa?"
Kris duduk di sampingku. Lalu dia berkata "Gapapa. Jomblo banget, bro. Si Kyungsoo kemana?" tanyanya karena tidak melihat batang hidung Kyungsoo.
"Gatau, bro. Tadi doi bilang mau ketemu Naeun"
"Lah, tadi aku liat si Naeun ada di kelasnya" ucapnya. Aku mengerutkan dahiku.
"Tau, ah. Masa bodo lah sama Kyungsoo. Berubah doi" ucapku sambil memasangwajah frustasi.
"Jangan begitu bro, kayaknya Cuma Kyungsoo doang yang mau pacaran sama orang caplang idiot kayak kamu, Yeol. Kalo kalian berdua putus, ngejomblo lagi baru tau rasa deh" ucapnya sambil menyindirku. Aku memberikan deathglare-ku kepadanya. Ia melanjutkan kalimatnya,
"Engga lah, Yeol. Aku cuma bercanda. Jangan di masukin ke hati ya. Hahaha" ucapnya, lalu tertawa di depanku. Aku masih menatapnya, namun kini dengan wajah datarku.
"Yaya, Kris. Han seongsae-nim sudah ada di depan kelas. Aku tidak mau kena hukum dengannya lagi. Berdiri di tengah lapangan itu sangat menyiksa" ucapku padanya.
"Baiklah. Aku tidak mau bernasib seperti-mu saat itu. Kau di hukum karena asyik chatting dengan Kyungsoo kan? Haha" ucapnya mengingatkanku pada dua hari yang lalu saat aku sedang chatting dengan Kyungsoo dan aku di hukum oleh Han seongsae-nim.
Aku mendengarkan Han seongsae-nim seongsae-nim yang sepertinya akan memulai pelajaran IPS kami dengan sejarang dirinya atau sejarah Korea yang setiap awal pelajaran akan ia ceritakan. Aku sampai hafal apa yang dia ceritakan dari awal hingga akhir tanpa aku harus menghafalnya susah - susah.
"Kris." Panggilku pada Kris yang duduk di sampingku.
"Napa, Yeol? Kangen?" ucapnya dengan segala ke percayaan dirinya.
"Najis. Kau di sampingku, untuk apa aku kangen sama kamu? Kalo kangen sama Byun Baekhee, sih, iya. Dia udah jarang mucul di ajang permodelan"
"Kau? Kau fanboy-nya Byun Baekhee? Hahaha"
"Ya. Puas? Knapa kalau aku fanboy-nya? Dia cantik, tau"
"Yaya. Up to you aja lah Yeol. Tadi kenapa manggil?" tanyanya mengingat aku yang memanggilnya tadi.
"Aku bosan, Kris. Truth or dare, mau?" ajakku.
"Boleh, kau duluan, Yeol. Truth or dare?"
"Hm.. Truth"
"Kau benar - benar mencintai Kyungsoo, atau kau hanya ingin .. er.. tubuhnya?" tanyanya. Aku sedikit tersinggung.
"Kris. Dengar baik – baik. Aku tidak pernah yadong-an sama Kyungsoo. Kau jangan ngaco deh. Aku tidak se brengsek itu untuk menyentuh Kyungsoo sejauh itu"
"Yakin?" tanya Kris dengan tatapan tidak percaya.
"Kau tidak percaya denganku?"
"Bagaimana aku mau percaya denganmu, Yeol. Kau ini orang ter mesum yang pernah aku kenal, Yeol. aku tidak percaya kalau kau tidak tergoda untuk menyentuh tubuh Kyungsoo yang idah itu lebih jauh. Jangan bohong padaku" ucapnya.
Kris menatap mataku dalam – dalam seperti mencari kebohongan dalam ucapanku. Nyatanya, mau dia cari hingga botak pun ia tidak akan menemukannya, karena aku memang tidak pernah menyentuh Kyungsoo lebih jauh daripada bermain dengan payudara dan bibirnya.
"Kris. Aku hanya pernah bermain dengan payudara dan bibir Kyungsoo. Dan aku tidak tau apa aku mencintainya atau hanya tertarik dengannya yang pasti hubunganku selama tiga bulan ini baik baik saja dan tidak ada keraguan di dalam diriku sebelum kejadian tadi pagi" ucapku jujur pada Kris.
"Tadi pagi kau kenapa?"
"Tadi pagi Kyungsoo tidak mau memberikanku morning kiss dan ia beralasan akan bertemu dengan Naeun. Dan ia seperti ketakutan jika berbicara denganku dan ada Jongin di sana. Ia seperti menatap Jongin pada setiap kalimatnya tadi pagi."
"Udahlah, bro. Gausah negative thingking gitu. Percaya aja sama Kyungsoo kalo dia bener bener sayang sama kamu" ucapnya.
"Hhh. Iyadeh Kris. Sekarang kau, ya. Truth or dare?" tanyaku karena malas membicarakan seorang Kyungsoo saat ini.
"Aku kan, sang namja. Jadi, dare." Ucapnya.
"Sang namja" ucapku sambil memberikan tatapan sinis kepadanya. Lalu melanjutkan kalimatku, "Baiklah, kalau begitu. Kerjakan seluruh tugasku selama tiga hari ini, haha"
"Sialan. Yang lain lah, please" ucapnya memohon kepadaku.
"Aku baru tahu, seorang Ketua ekskul basket yang terkenal dengan wajah cool-nya bisa memohon dengan wajah seperti ini kepadaku."
"Sial. Yang lain"
"Baiklah, baiklah. Cium Kyungsoo. Jika dia membalas ciumanmu berarti dia tidak benar-benar mencintaiku. Tolong, Kris" ucapku. Memberikan kesempatan kepada Kris untuk mencium gadisku.
"Mencium Kyungsoo?" tanyanya tidak percaya.
"Ya, Kris ak-" ucapanku terpotong saat ..
! TING TING TING !
Bel istirahat berbunyi! Yeah! Akhirnya pelajaran membosankan ini selesai dan aku bisa makan sekarang. Aku sangat lapar.
"Yeol. Aku ke kantin duluan ya" ucapnya lalu pergi meninggalkanku.
"Yaya! Kris! Aku ikut." Ucapku seraya menyusulnya.
-Di kantin-
"Yeol. Kau mau makan apa? Biar aku yang pesan"
"Ramen aja"
"Baik."
Kris meninggalkanku sendiri di meja makan ini. Aku merasa sangat jomblo. Kyungsoo biasanya menemaniku saat makan, tapi sekarang, ia entah kemana aku tidak perduli.
Oh tuhan, Kris lama sekali. Aku sudah sepuluh menit menunggu disini. Baiklah, aku ingin ke toilet dulu. Kalau Kris kembali lalu mencariku gimana? Ah, aku kirim saja dia pesan singkat,
To: Pervert Dragon
From : Chanyeol
"Kris. Aku ke toilet sebentar. Kalau kau sudah kembali, tolong tunggu sebentar. Aku tidak akan lama. Dan kalau kau ingin mencium Kyungsoo sekarang, telfon aku. Aku akan menyaksikannya diam-diam tanpa sepengetahuan Kyungsoo"
Selesai. Aku segera pergi ke toilet dengan langkah santai dan cool-ku. Banyak wanita – wanita yang menatapku haha. Mungkin aku terlalu tampan hingga wanita – wanita menatapku seperti itu.
-di toilet-
Aku masuk ke toilet. Mengeluarkan air mani yang sudah kutahan daritadi saat menunggu Kris membeli makananku. Aku merasa ada yang aneh di toilet ini,
DUG!
Aku seperti mendengar ada sesuatu yang menabrak entah apa namun ini cukup keras. Aku mencari sumber suara itu. Dan aku mendengarnya lagi di toilet nomor enam. Aku berteriak memastikan tidak hal buruk yang terjadi di toilet paling pojok itu.
"Hei, tidak ada apa – apa kah? Aku mendengar seperti ada yang terbentur di dalam"
"Tidak, tidak apa – apa" ucap orang yang di dalam.
'seperti suara Jongin. Tapi masa bodo lah' batinku.
Aku segera berjalan agak-lebih-cepat dari sebelumnya ke tempat dimana aku menunggu Kris tadi. namun, tiba – tiba aku merasa menabrak sesuatu atau aku di tabrak oleh seseorang saat,
BRUG!
Aku terjatuh. Orang yang menabrakku menimpaku hingga posisi kami terlihat seperti woman in top. Wanita ini menggunakan kacamata dengan frame hitam yang cukup besar, rambut yang di kepang dan baju yang tidak ngetat seperti siswa – siswa lainnya. Namun, mengapa aku melihat wanita ini seperti angel? Dia sangat cantik. Dan... Mirip Byun Baekhyun! Ah mungkin aku harus memeriksa mataku pada dokter. Sepertinya Byun Baekhyun tidak akan se-culun ini.
"Oh, maaf nona. Aku tidak sengaja." Ucapku padanya.
Dia mengangkat –membangunkan tubuhnya. Begitu juga dengan aku. Aku melihat jaket.. Kris? Ia memegang jaket Kris dan terjatuh tepat di samping kami. Karna penasaran, aku bertanya,
"Ini jaket Kris hyung bukan?"
"Ah, aku harus segera pergi dan mengganti bajuku" ucapnya seraya mengambil jaket Krislalu berlari ke toilet menyusul temannya yang sepertinya sudah berada di toilet terlebih dahulu.
"Hei! Siapa nam- Angel!" ucapku memanggilnya dengan sebutan... angel? Oh, aku sudah gila memanggil wanita itu dengan sebutan angel.
-AUTHOR POV-
Chanyeol pun kembali ke tempatnya –dimana ia menunggu Kris dan sepertinya sekarang Kris yang menunggunya. Terlihat seorang Kris Wu yang sedang menunggu Chanyeol dengan makanannya yang sudah setengah habis.
Chanyeol menghampirinya dengan senyum konyolnya yang menurut Kris itu adalah cengiran teridiot yang pernah ia lihat. Chanyeol segera duduk di kursi yang berhadapan dengan Kris.
"Jangan bilang kau ke toilet untuk 'menyelesaikannya' karena kau bosan menungguku tadi dan melihat video video terbaru dari redtube" ucap Kris saat Chanyeol duduk di depannya.
"Tidak Kris. Aku hanya mau buang air kecil. Dan aku tadi mendapat kejadian aneh di toilet. Lalu saat aku ingin kembali aku menabrak angel yang membawa jaket seperti milikmu.. dan kemana jaketmu, Kris?" tanya Chanyeol menjelaskan dan bertanya kepada Kris.
"Angel?" tanyanya. Lalu Chanyeol menjawab,
"Ah, kau pasti tidak tau. Ia wanita yang aku tabrak tadi, culun. Pake kacamata. Di kepang. Membawa jaketmu. Sekilas mirip dengan Byun Baekhee. Aku tidak tau kenapa aku mengatakan bahwa ia cantik dan memanggilnya angel"
"Oh, dia adik kelas yang bajunya di tumpahkan kuah ramen oleh pacarmu itu, Kyungsoo. Lalu aku meminjamkan jaketku kepadanya untuk memakainya sementara selama ia tidak punya baju ganti" jawab Kris.
"Oh. Aku makan dulu Kris" ucap Chanyeol.
-in Toilet-
DUG!
Kyungsoo membentur pintu toilet saat Jongin memepetkannya pada pintu toilet. Jongin merasa ada yang berjalan mendekat. Ia pun menghentikan aksinya meremas payudara Kyungsoo.
"Hei, tidak ada apa – apa kah? Aku mendengar seperti ada yang terbentur di dalam" tanya orang di luar.
"Tidak, tidak apa – apa" jawab Jongin.
'seperti suara Chanyeol' batin Kyungsoo.
Mereka mendengar orang tadi keluar dari toilet.
"Kau masih berstatus sebagai pacar Chanyeol kan? Sebaiknya aku pergi, aku tidak mau karna kau menggodaku tadi lalu aku 'melakukannya' denganmu lalu aku dan Chanyeol bermusuhan." Ucap Jongin tidak ingin mengecewakan sahabatnya, Chanyeol.
"Aku sudah putus dengan Chanyeol. Cepat lakukan, Jongin" ucap Kyungsoo seperti PSK murahan –menurut Jongin saat ini.
"Baiklah"
Jongin melanjutkan aksinya dengan mencium bibir Kyungsoo. Melumatnya. Dari ciuman lembut hingga ciuman panas sekarang. Tangannya tidak tinggal diam, tangannya meremas payudara Kyungsoo. Lalu melepas semua kancing baju Kyungsoo lalu baju seragamnya yang sangat ngetat itu.
"Mmmh.. Jonginnaa~" desah Kyungsoo saat Jongin merepas payudaranya.
Jongin meraba bagian punggung Kyungsoo. Mencari pengait bra yang menutupi payudara Kyungsoo. Kyungsoo membusungkan dadanya –mempermudah Jongin menemukan pengait bra-nya. Gotcha! Jongin berhasil membuka pengait itu lalu mengihsap payudara Kyungsoo seperti bayi yang tidak di beri asi selama tiga hari.
Tangan Jongin tidak tinggal diam. Tangan kiri nya meremas payudara kanan Kyungsoo dan tangan kanannya meraba bagian kewanitaan Kyungsoo.
"Ahh ngghh sshh Jonginhh~~" racau Kyungsoo.
Jongin melepas celana dalam Kyungsoo dan memasukkan satu jarinya. Kyungsoo masih mendesah nikmat karena perlakuan Jongin. Jongin menambah dua jarinya di dalam lubang surga Kyungsoo.
"AHH! Jonginnh" ucap Kyungsoo sedikit meringis.
Jongin memaju mundurkan tangannya di dalam lubah surga Kyungsoo hingga Kyungsoo mencapai klimaks.
"Ahh Jonghh akuh- AHH!" Kyungsoo mendesah nikmat saat ia mencapai klimaksnya.
.
.
Jongin melepas celananya dan memperlihatkan Kyungsoo kejantanannya yang sudah menegang sempurna. Jongin mendudukkan Kyungsoo di toilet lalu melabarkan paha Kyungsoo. Jongin menggesekkan miliknya di depan lubang surga Kyungsoo yang terlihat masih rapat. Lalu perlahan memasukkannya.
"AHH JONGHH!" desah Kyungsoo saat Jongin memasukkan miliknya ke dalam lubang surga Kyungsoo.
"Ternyata Chanyeol sudah melakukannya sebelum aku, ya?" tanya Jongin. Kyungsoo tidak menjawab.
Jongin memaju – mundurkan kejantanannya pada lubang surga Kyungsoo. Dari tempo lambat, hingga tempo yang sangat cepat. Toilet pria lantai satu saat ini penuh dengan desahan mereka.
"Yeah Kyungsoo. Lubangmu nikmat" ucap Jongin.
"Shh.. nggh .. jonghh .. fasterhh" Jongin menurut. Mempercepat gerakan in – outnya di dalam lubang surga Kyungsoo.
Setelah bermain cukup lama, akhirnya mereka hampir mencapai klimaks mereka berdua, Jongin semakin menusuk kejantanannya pada lubang surga Kyungsoo. Hingga pada tusukkan ke lima, Kyungsoo klimaks. Namun, Jongin belum.
"AHH! JONGINHH!" desah Kyungsoo saat ia mencapai Klimaksnya.
Jongin mengeluarkan kejantanannya lalu memasukkan kejantanannya ke mulut Kyungsoo. Kyungsoo mengulum kejantanan Jongin yang sudah membesar. Merasakan kejantanan Jongin berkedut, Kyungsoo semakin keras menghisap kejantanan Jongin.
Hingga Jongin pun klimaks. "AHH!" desah Jongin saat menyemburkan sperma di dalam mulut Kyungsoo. Kyungsoo tanpa merasa jijik pun menelannya. Setelah itu, mereka memakai pakaiannya masing-masing.
.
.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang memperhatikan dan mendengar kegiatan mereka dari luar. Yaitu Chanyeol. Chanyeol yang niat awalnya ke toilet untuk mencuci muka, namun malah mendapatkan kekasihnya sedang bercinta dengan sahabatnya sendiri.
Chanyeol keluar dari toilet dengan wajah merah padam. Krisyang menunggunya di luar bertanya pada Chanyeol saat Chanyeol berjalan keluar toilet.
"Kenapa Yeol?"
"Kau tidak perlu mencium Kyungsoo. Aku sudah mendapat bukti yang menjelaskan bahwa ia tidak mencintaiku" ucap Chanyeol lalu pergi ke lapangan basket diikuti oleh Kris.
Hai hai. Maafkan FF ini yang gajelas dan aneh yha /? Ini first FF aku yang Rate – M. Tadi maaf kalo adegan 'nganu' nya kurang memuaskan dan desahless /? Ini bikin pas lagi di kamar mama soalnya papa di depan aku ._. hehe maafkan aku yha gaiseu.
Thanks to :
EXO LOVE EXO
MRSWUHUNHAN
DEESTACIA
IYOU
JULIHRC
XIYUMIN
DNOORSYITA
SPARKLINGCHAN
BAEXIAN
KJIOSHHOTTIE
KOUJO-SAN
CHIKA LOVE BABY BAEKHYUN
BAEKHYUNINA
RABIELAAA
OHOONRAT
ALITA94
ANON
Thanks ya udah fav-follow-review story aku, meskipun yang review baru 3 orang ._. tapi makasih banyak ya ^^
Dan buat yang baru baca tolong fav-follow-read-review story aku ya ^^ don't be silent reader pwease ?! hehehe
Laffyha sampai bertemu di chapt3 ^^
-fhsilvertear-
