I WILL SHOW YOU [EXO'S CRACK COUPLE FANTICTION]
BY : FHSILVERTEAR [AUTHOR NAME : PARK HYUNJI]
RATE : T [untuk chapt ini maafkan gaada adegan mature nya yah .]
CHAST : BYUN BAEKHYUN – PARK CHANYEOL – WU YIFAN – DO KYUNGSOO – XI LUHAN – KIM JONGIN – OH SEHUN
{{ CHANBAEK – KRISHAN – KAIHUN }}
SORRY FOR TYPO(S), ALUR GAJELAS (maju-mundur-cantiikk .g), CERITA NGEBOSENIN DAN UDAH PASARAN TEMANYA '-'
HAPPY READING GUYS ^_^
.
ooo0o0o0ooo
.
Last Chapter ..
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang memperhatikan dan mendengar kegiatan mereka dari luar. Yaitu Chanyeol. Chanyeol yang niat awalnya ke toilet untuk mencuci muka, namun malah mendapatkan kekasihnya sedang bercinta dengan sahabatnya sendiri.
Chanyeol keluar dari toilet dengan wajah merah padam. Kris yang menunggunya di luar bertanya pada Chanyeol saat Chanyeol berjalan keluar toilet.
"Kenapa Yeol?"
"Kau tidak perlu mencium Kyungsoo. Aku sudah mendapat bukti yang menjelaskan bahwa ia tidak mencintaiku" ucap Chanyeol lalu pergi ke lapangan basket diikuti oleh Kris.
.
ooo0o0o0ooo
.
Chapter 3 ..
"Yeol! kau kenapa?" tanya Kris kepada Chanyeol dan tetap mengikuti langkah terburu – buru Chanyeol. Chanyeol masih belum menjawab Kris, tetap tegas pada setiap langkahnya.
Chanyeol terus berjalan –dengan cepat- menuju lapangan indoor basket sekolah mereka. Langkahnya sangat terburu – buru. Chanyeol diam di tengah lapangan, menatap ring basket dan sesekali mendongak-an wajahnya melihat langit-langit.
Chanyeol tetap diam, matanya memerah..
Hening..
1 detik..
2 detik..
3 detik..
10 detik..
Pertahanan Chanyeol runtuh. Air matanya sukses menerobos benteng matanya. Cairan bening yang tidak diinginkan keluar itu terpaksa keluar dari matanya. Kris menatap Chanyeol bingung.
'Apa yang sebenarnya terjadi pada anak ini' batin Kris.
Chanyeol mengusap airmatanya dengan kasar menggunakan punggung tangannya. Lalu berbalik. Menatap Kris. Kris masih terdiam. Kris tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Chanyeol berjalan mendekati Kris. Lalu melewatinya. Mengambil bola basket yang ada di gudang penyimpanan alat – alat olahraga yang berada tidak jauh dari tempat nya berdiam diri, tadi. Lalu, kembali ke tengah lapangan.
Chanyeol men –dribble bola basketnya. Lalu men-shoot-nya ke arah ring basket. Masuk. Bolanya masuk ke dalam ring basket. Ia mengambil bolanya kembali. Dan kembali ke tengah lapangan dengan sedikit berlari. Ia melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, dribble-shoot-ambil-kembali-dribble-shoot-ambil-kembali.
Kris yang melihat sahabatnya itu seperti orang yang putus asa atau depresi mulai panik. Ia takut kesehatan sahabatnya itu menurun akibat terlalu capek. Apalagi ramen yang tadi dibelikannya tidak habis dimakan oleh Chanyeol.
"Park Chanyeol! Chanyeol! Yeol! Berhenti! Kalau kau seperti ini terus kau bisa sakit!" teriak Kris pada Chanyeol. Chanyeol hanya mengabaikannya. Banginya, yang terpenting saat ini adalah meluapkan rasa kesalnya pada bola basket.
"Yeol! Berhenti! Hei, kau dengar aku ?!" teriak Kris lagi.
Chanyeol menghentikan aktifitasnya. Menoleh ke arah Kris. Perlahan membuka mulutnya dan berkata, "Jika kau tidak ingin melihatku bermain basket solo seperti ini, pergilah dan jangan berteriak lagi. Aku pusing mendengar teriakan 'langka'mu itu. Pantas saja kau tidak pernah berteriak, ternyata suaramu bisa membuat kuping orang yang mendengar sakit." Ucap Chanyeol. Lalu melanjutkan aktivitasnya.
Kris pun stress memikirkan bagaimana menghentikan sahabatnya ini. Ia benar – benar tidak mau melihat Chanyeol sakit karena kecapekan. Kris memutar otaknya. Mengingat hal hal favorite Chanyeol yang mungkin dapat menghentikan aktivitasnya sekarang dan menceritakan masalahnya kepada Kris sekarang.
4 detik ..
9 detik ..
45 detik ..
1 menit ..
Gotcha!
Kris tau apa yang harus ia lakukan agar dapat menghentikan aktivitas Chanyeol sekarang. Ia merogoh kantongnya. Mencari benda kotak dan tipid yang ia simpan di dalam saku sekolahnya. Lalu mencari nama seseorang di dalam kontaknya.
"..."
"Ah, kau bisa kesini sekarang?"
"..."
"Lapangan basket indoor"
"..."
"Bilang saja kau ada urusan denganku"
"..."
"Berpakaianlah seperti layaknya dirimu sebenarnya, chagi"
"..."
"Oke, bye"
Setelah mengucapkan kalimat terakhirnya di telfon bersama lawan bicaranya, Kris langsung mematikan sambungannya. Ia menyimpan benda kotak nan tipis itu kembali di saku seragam sekolahnya. Lalu kembali ke lapangan, memperhatikan Chanyeol dan menunggu orang yang barusan ia telfon datang untuk dapat menenangkan Chanyeol.
2 menit ..
5 menit ..
8 menit ..
"Oppa!" panggil seseorang dari pintu masuk lapangan indoor.
"Nah, kau datang juga." Ucap Kris. Chanyeol tidak menghiraukan apa yang sedang dibicarakan Kris dengan seseorang itu.
"Jadi aku harus apa, oppa?"
"Sekarang kau hentikan Chanyeol. Bilang kau siapa. Sekarang pakaianmu sudah normal kan? Dia fanboy-mu. Cepat. Aku yakin jika kau yang menyuruhnya ia akan menurut" ucap Kris menjelaskan kepada orang itu.
"Hm.. Arasseo. Tapi kau belikan aku ice cream strawberry, ne?" ucap ornag itu seperti menuntut Kris.
"Yaya. Akan ku belikan nanti" ucap Kris malas.
"Hei. Kau mengajakku kesini, dan sekarang aku harus apa? Kau kan mau mencegah sunbae itu" ucap teman orang itu.
"Kau di sini saja, temani aku, ne?" ucap Kris 'nakal'. Lalu tertawa.
Orang yang tadi Kris telfon berjalan mendekati Chanyeol. Lalu berdiri tepat di belakangnya saat Chanyeol sedang men-dribble bola basketnya, lalu nge-shoot. Dan.. Gol! Lemparan Chanyeol tepat memasuki ring basket. Orang yang daritadi memperhatikannya sontak bertepuk tangan.
Chanyeol menoleh ke arahnya. Memasang wajah bingung-kaget-senang-bahagia semua tercampur aduk.
Yang ada di hadapannya kini adalah seorang wanita cantik, rambut bergelombang dengan warna caramel, tubuh mungil, celana jeans pensil dan baju kemeja yang sedikit kebesaran berwarna putih serta dalaman berwarna senada yang membuatnya terlihat jelas di mata Chanyeol. Ditambah dengan high heels Dia Byun Baekhyun atau yang lebih dikenal dengan Baekhee.
"Wahh, kau hebat, Park Chanyeol!" Ucap Baekhyun dengan memamerkan eye smile dan senyum lebarnya yang Chanyeol lihat hampir setiap hari di akun sosial media dan majalahnya, lalu melanjutkan, "Shoot-mu tepat masuk ke dalam ring" Baekhyun memasang senyum lebarnya dan eye smile seperti '^o^'-nya.
Chanyeol membeku di tempatnya. Dengan mulut yang sedikit terbuka. Masih belum percaya dengan objek indah yang ada di hadapannya sekarang. Ingin sekali ia memeluk Baekhyun sekarang dan meminta tanda tangannya. Melupakan semua kejadian yang terjadi di toilet pria beberapa jam yang lalu.
Chanyeol menghapus jejak jejak airmatanya yang mengalir sepanjang permainan basket solonya dengan kasar menggunakan punggung tangannya lalu berjalan mendekati Baekhyun. Mulutnya terbuka dan berbicara dengan suara berat khasnya itu, "B-Baekhee.. Kau Byun Baekhee?"
"Ne" jawab Baekhyun ramah dan masih tersenyum. Lalu melanjutkan kalimatnya, "Kau Park Chanyeol bukan? Salam kenal" ^^
"K-Kau tau namaku? Darimana?" Tanya Chanyeol.
"Kau kepo? Haha" jawab Baekhyun berusaha mengubah atmosfir Chanyeol menjadi lebih ceria.
"Hish, Kau ini" ucap Chanyeol sambil mengacak rambutnya frustasi.
"Bagaimana kalau kita duduk disana saja?" tanya Baekhyun sambil menunjuk kursi di tepian lapangan. Lalu melanjutkan kalimatnya lagi, "Ga enak kan kalau ngobrol di tengah lapangan seperti ini?"
Chanyeol mengangguk. Lalu berjalan ke arah bangku yang tadi ditunjuk oleh Baekhyun. Baekhyun hanya mengikuti langkah Chanyeol dari belakang. Lalu mereka mulai duduk di bangku tersebut, bersampingan. Chanyeol terus menatap Baekhyun. Tidak lagi memikirkan masalahnya sebelumnya, termasuk pertanyaan 'bagaimana ia bisa ada di sini'.
"Kau sedang berlatih basket?" tanya Baekhyun memulai pembicaraan.
"Tidak. Aku sedang tidak latihan" jawab Chanyeol.
"Lalu mengapa kau seperti berlatih begitu keras?" tanya Baekhyun lagi.
"Aku hanya meluapkan kekesalanku dengan bola basket" jawabnya.
"Kau kenapa? Ada masalah?"
"Ya. Tapi itu tidak penting. Tidak perlu di bahas tidak apa apa kan?"
"Itu perlu dibahas" ucap Baekhyun tegas.
"Mengapa?" tanya Chanyeol. Alisnya saling bertautan.
"Kau terlihat seperti orang.. depresi. Jadi ceritakan masalahmu padaku, siapa tahu aku bisa bantu kamu" ucap Baekhyun. Lagi – lagi ia memamerkan eye smile –nya membuat darah Chanyeol berdesir cepat, lagi.
"Jadi.." Chanyeol menarik nafasnya, "Kekasihku bercinta dengan sahabatku. Padahal aku tidak pernah menyentuhnya lebih jauh"
"Ah, Jinjja? Ow. Maafkan aku Chanyeol-ssi telah berkata seperti tadi dan memaksamu menceritakannya padaku" ucap Baekhyun dan menampilkan wajah bersalahnya.
"Iya, gapapa, Baekhee..." ucap Chanyeol sambil memamerkan senyum idiotnya.
Baekhyun tersenyu, lalu berkata, "Panggil aku Baek atau Baekkie saja, Chanyeol. Tidak perlu nama asliku"
"Um.. Baik Baekkie.. hahaha"
"Hm.. Sebelumnya.. Kau tahu aku, kah?" tanya Baekhyun –pertanyaan bodoh yang Baekhyun, jelas saja semua orang mengenalnya, dia kan model terkenal se-Korea.
"Tidak mungkin aku tidak mengenal model secantik dirimu, Baekkie" ucap Chanyeol sambil tersenyum. Baekhyun ikut tersenyum bersamanya.
Mereka terus berbincang – bincang di kursi itu. Sesekali Chanyeol menggombali Baekhyun. Wajah Baekhyun beberapa kali dibuat memerah dan merona oleh Chanyeol. Sampai tumbuh sedikit benih benih cinta di hati Baekhyun. Namun, Baekhyun menyangkal semua perasaan itu. Bagaimana bisa ia cinta dengan Chanyeol sedangkan mereka hanya bisa bertemu seperti ini di saat saat tertentu dan biasanya mereka bertemu sebagai Chanyeol si Namja Cool namun idiot dengan Baekhyun si yeoja culun yang kutu buku.
-Kris and Luhan's side-
"Hei, kau Luhan temannya Baekhyun?" tanya Kris memulai pembicaraan.
"Ya, sunbae. Ada apa?" tanya Luhan memasang wajah polosnya membuat Kris yang melihatnya gemas.
"Ani. Baekhyun sering cerita kepadaku tentangmu. Ternyata benar, ya, kata Baekhyun. Kau yeoja yang cantik" ucap Kris sambil tersenyum.
"Ah, sunbae bisa aja" ucap Luhan. Pipinya mulai memerah karena ucapan Kris tadi. \
"Jangan memanggilku terlalu formal seperti itu. Panggil lah seperti bagaimana Baekhyun memanggilku." Ucap Kris –ngode biar di panggil oppa sama Luhan.
"Uhm.. Baiklah gege" ucap Luhan. Kris tersenyum –seenggaknya oppa dan gege sama lah ya.
"Gege? Kau memanggilku gege kau Chinese?" tanya Kris mendengar Luhan memanggilnya dengan sebutan gege –dalam bahasa cina artinya kakak atau sama seperti oppa dan hyung.
"Ah, iya ge. Aku asli Chinese"
"Lalu, bagaimana kau bisa tinggal di korea?" tanya Kris lagi.
"Hm.. ayahku bekerja di sini, ge. Jadi, aku, ibu dan adikku ikut tinggal di sini mengikut ayahku, ge" jelas Luhan.
"Hng.. Aku juga Chinese, Lu" ucap Kris.
"Woahh. Jinjjayoo? Aku tidak menyangka, ge, kalau Baekhyun juga punya keturunan Chinese. Tapi kenapa namamu tidak ada Chinese nya sama sekali? Eum.. maaf aku berntanya seperti ini" Luhan menampakkan tampang '-' nya.
"Iya, Lu. Tak apa kau bertanya seperti itu. Jadi.." ucapan Kris terpotong karena ia menarik nafas nya panjang.
-FLASHBACK-
"Mommyy" panggil seorang anak kecil berumur dua tahun kepada sang ibu.
"Iya, sayang. Kenapa?" tanya sang ibu.
"Nda papa eomma. Yifan tidul di kamal mommy, yaa?" tanya anak bernama Yifan itu kepada sang ibu.
"Kenapa, honey? Kau kan anak laki-laki. Masih mau tidur sama mommy?" tanya sang ibu meledek putra semata wahyangnya itu.
"Memangnya tidak boleh, ya Yifan mau tidur dengan eomma dan appa? I Miss you, Mommy, Daddy" ucap Yifan dan memajukan bibirnya sejauh 1 centi.
"Hm.. Baiklah, baiklah. Kau tidur di kamar mommy and daddy malam ini." Ucap Ny. Wu berhasil menenangkan anaknya, Wu Yifan.
Setelah itu, Yifan, mommy dan daddy-nya menonton channel televisi favorite Yifan yang mnampilkan berbagai film kartun. Yifan terlihat sangat bahagia bisa bersama sama dengan orangtuanya lagi setelah dua minggu ini ia tinggal di rumah Tuan dan Ny. Byun.
Ya, Tuan dan Nyonya Byun adalah sahabat karib Tuan dan Nyonya Wu. Yifan juga sudah sering berkunjung ke rumah keluarga Byun. Yifan dan keluarga Byun sudah sangat dekat. Nyonya dan Tuan Byun sangat sayang kepada Yifan sampai mereka membuat panggilan sendiri untuk Yifan.
Kris. Ya, Kris Wu. Entah mengapa keluarga Byun itu memanggil Yifan dengan nama Kris. Nyonya Byun yang pertama kali memanggilnya dengan nama itu pun hanya mengatakan bahwa nama itu terlintas di otaknya saat pertama bertemu dengan Yifan dan cocok untuk seorang Yifan saat itu.
Setelah pukul 10.00pm, keluarga Wu itu beranjak dari ruang keluarga menuju kamar Nyonya dan Tuan Wu. Yifan memasuki kamar itu duluan. Ia melihat ada dua koper besar dan satu koper yang lebih kecil di samping kasur orangtuanya. Ia pun bertanya dengan orangtuanya.
"Mommy, Daddy. Kalian mau kemana? Balu satu hali kembali mommy dan daddy sudah mau pelgi lagi? Huhuhu" ucap Yifan polos dan setelahnya, ia menangis. Orangtuanya hanya tersenyum geli melihat tingkah anaknya.
"Kali ini kita akan pergi ke Korea, sayang. Kau juga ikut. Jadi kita tidak akan meninggalkanmu sendirian di China. Sekarang, kita tidur, ya?" ucap Nyonya Wu menenangkan anaknya.
"Okay, mommy" ucap Yifan.
Setelah itu Yifan merebahkan badannya di antara orangtuanya. Mereka bertiga –Yifan, Nyonya Wu dan Tuan Wu- tidur dengan posisi Yifan dipeluk oleh keduanya. Yifan tentu sangat senang.
-skip-Byun Family's Home-
"Mommy, mommy. Kalian tidak lama kan, pelginya? Yifan masih rindu kalian~~" ucap Yifan dan memajukan bibirnya berapa centi membuatnya terlihat sangat imut.
"Iya, honey. Kami tidak akan lama" ucap Tuan Wu sambil tersenyum. Lalu pergi memasuki mobil setelah mencium kening dan kedua pipi anak semata wahyangnya itu. begitu juga dengan Nyonya Wu.
"Kris di sini sebentar, ne? Sama eomma appa dan juga dede Baekhyun" ucap Nyonya Byun yang sedari tadi berdiri di belakang Yifan.
"Nde, eomma. Tapi, Yifan mau tanya, boleh nda?" tanya Yifan pada Nyonya Byun sambil menampilkan wajah imutnya.
"Boleh, sayang. Kris mau tanya apa sama eomma?"
"Eomma kenapa panggil Yifan dengan nama Klis? Yifan tidak bisa menyebutkannya dan itu kan bukan nama Yifan" ucap Yifan sambil memajukan bibirnya beberapa centi.
"Hm.. kenpa ya? Emang eomma tidak boleh panggil Kris dengan nama itu? itu kan panggilan sayang dari eomma"
"Ani eomma.. tidak begitu makhsud Yifan. Eum.. tidak apa apa kok. Gomawo eomma" ucap Yifan malu – malu dan tersenyum pada Nyonya Byun yang dipanggil dengan sebutan eomma olehnya itu.
Setelah itu mereka memasuki rumah mewah nan megah yang terlihat seperti istana milik Byun Family. Yifan langsung ke kamar Baekhyun untuk melihat adik kecil yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri itu. Umur Baekhyun masih dua bulan pada saat itu.
-skip-di ruang keluarga-
Malam hari sudah datang. Byun Family beserta Yifan sedang menonton televisi pada saat itu. Baekhyun juga di ajak dalam gendongan Nyoya Byun. Tuan Byun mengganti Channel nya menjadi tayangan berita. Yifan sempat ngambek karena ia saat itu sedang menonton tayangan 'Winnie the Pooh'.
Tuan Byun langsung menajamkan pendengarannya saat orang yang menjadi penyaji berita itu memberi tahu bahwa ada kecelakaan mobil di perjalanan antara Seoul – Sejong. Penyaji itu menyebutkan ciri – ciri korbannya.
Dua Laki-laki dan satu wanita,
Laki-laki berumur sekita empat puluh tahun dan wanita seperti lebih muda,
Laki laki yang berada di bangku penumpang sebelah supir bertubuh tinggi,
Kewargaan China,
Bermarga Wu.
Airmata Tuan Byun langsung menetes. Begitupun juga dngan Nyonya Byun. Yifan yang tidak mengerti pun langsung bertanya pada eomma dan appa nya itu,
"Eomma, Appa, waeyo?"
"Tidak apa-apa. Kita pergi sekarang ya, Kris" ucap Nyonya Byun lalu menitipkan Baekhyun pada baby sitter Baekhyun. Lalu pergi ke rumah sakit bersama dengan Tuan Byun, Kris, dan supir Jang untuk melihat keadaan orangtua Yifan.
-skip-at Hospital-
Mereka langsung menuju UGD untuk mencari letak korban kecelakaan mobil di UGD. Mereka melihat korbannya. Dan, benar saja, itu adalah Nyonya dan Tuan Wu. Yifan yang melihat orangtuanya bersimbuh darah langsung menghampiri jasad kedua orangtuanya.
"Mommy Daddy bangun. Yifan ada di sini. Masih kangen sama mommy dan daddy" ucap Yifan. Tuan dan Nyonya Byun meneteskan airmata dan sedih melihat Kris yang masih kecil dan tidak mengerti atas kepergian orangtuanya.
"Kris. Orangtua Kris.." ucap Nyonya Byun susah payah karena sahabatnya yang paling dekat dengannya pergi. Lalu melanjutkan kalimatnya. "Orang tua Kris, sudah pergi.. Sudah meninggal. Mereka sekarang sudah berada di sisi tuhan, Kris yang tabah ya" ucap Nyonya Byun lalu memeluk suaminya.
Tangisan Yifan seketika meledak dan memeluk orangtuanya dan memanggil manggil nama ibu dan ayahnya itu. juga ia mengatakan bahwa orangtuanya tidak boleh pergi, harus bersamanya sampai kapanpun. Namun, semua itu tidak berpengaruh samasekali. Orangtua Yifan sudah berada di sisi tuhan sekarang dan tidak bisa kembali lagi.
-FLASHBACK OFF-
Kris menceritakannya kepada Luhan. Sejauh ini ia hanya pernah menceritakannya kepada Luhan. Bahkan, Baekhyun sendiri tidak tahu. Ia tidak tahu apa yang akan Baekhyun lakukan jika tahu kalau Kris bitu bukan kakak kandungnya, melainkan hanya kakak asuhnya.
Luhan terpaku saat mendengar cerita Kris. Ia ikut sedih dengan apa yang dialami oleh sunbae nya itu. ia juga sedih karena hal yang sama dialami oleh adiknya yang sangat ia sayangi. Namun, bedanya, adiknya orang korea dan di asuh oleh orangtuanya yang Chinese asli.
"Ma-Maafkan aku gege.. Aku tidak bermakhsud mengingatkanmu dengan kejadia itu.." ucap Luhan lirih saat melihat mata Kris sudah berkaca aca seperti akan menangis.
Kris tersenyum pada Luhan. Membuat hati Luhan berseri seri karena senyum hangat dari sunbae nya itu yang terkenal dengan wajah cool-nya. Ia tidak pernah menyangka bahwa seorang Kris Wu bisa terbuka dan tersenyum padanya.
"Tidak apa apa Lu.. Tapi.. Tolong jangan beritahu Baekhyun. Aku tidak ingin dia sedih karena hal ini, kumohon" ucap Kris pada Luhan sedikit memohon.
"Iya, gege.. aku tidak akan menceritakannya soal masalah ini" ucap Luhan sambil tersenyum –lagi kepada Kris.
"Terimakasih, Lu" ucap Kris sambil tersenyum –lagi kepada Kris.
Mereka terus berbincang – bincang sampai waktu istirahat tiba. Mereka awalnya tidak sadar saat bel istirahat berbunyi. Mungkin karena terlalu asyik berbincang bincang beruda. Baekhyun dan Chanyeol menghampiri mereka dengan wajah ceria. Kris dan Luhan tersadar pada lingkungan sekitar setelah tepukan Baekhyun di pundak Luhan.
"He, Lu. Kau tidak mendengar suara bel kah? Sudah istirahat sepertinya ya di sini. Baiklah aku kembali saja, boleh?" tanya Baekhyun meminta izin kembali. Namun, Chanyeol melarangnya.
"Jangan, Baekkie. Makan bersama kami dulu, ne? Makanan di kantin kami enak enak loh" ucap Chanyeol mencegah Baekhyun dan mengajaknya makan bersama di kantin sekolah mereka.
"Hm.. Aku-" kalimat Baekhyun terpotong oleh permohonan –menjijikan- Chanyeol,
"Ayolha, Baekkie yang cantik imut dan manis. Makan lah bersama kami, yayaya" Kris yang mendengarnya sedikit geli.
"Oh, tidak, Park Chanyeol. Kau bisa berlagak menjijikan seperti ini setelah bertemu dengan Nona Byun" ucap Kris lalu tertawa, diikuti oleh Luhan yang juga tertawa.
Baekhyun mengalah. Mengikuti permintaan Chanyeol untuk ikut makan siang bersamanya.
Mereka pergi ke kantin ber -4. Mereka ber empat menduduki tempat duduk yang biasanya diduduki oleh Chanyeol dan Kris. Entah mengapa jarang ada anak murid lain yang mau duduk di sana.
Baekhyun memesan nasi goreng dan strawberry juice, Luhan memesan Ramen dan air putih, Kris memesan Ramen dengan avocado juice, dan Chanyeol memesan nasi goreng dengan avocado juice.
Mereka makan sambil berbincang bincang. Chanyeol dan Baekhyun sangat senang menggoda Luhan dan Kris yang sudah mulai dekat sepertinya. Jadi, Chanyeol dan Baekhyun seperti menjodohkan keduanya. Chanyeol sudah terlihat seperti ia tidak punya masalah sebelumnya.
.
.
"Siang, chagi. Kau tidak bilang padaku kalau kau sudah di kantin, eoh" ucap seorang wanita yang tiba – tiba datang dan memeluk leher Chanyeol dari belakang.
"Mau apa kau kesini, bitch?" tanya Chanyeol dengan bahasa kasar kepada wanita itu dan menepis tangannya dengan kasar.
"Eoh? Apa? Kau memanggilku apa? Itu sangat tidak sopen, Park Chanyeol sayangku" ucapnya sambil memajukan bibirnya beberapa centi lalu mendekatkan dadanya pada wajah Chanyeol.
'menjijikan' batin Baekhyun.
"Jangan panggil aku dengan sebutan sayang itu dan sopanlah sedikit pada senior-mu, Do Kyungsoo" ucap Chanyeol dingin pada wanita yang diketahui namanya adalah Do Kyungsoo.
"Eoh? Mengapa, say-"
"Jangan panggil aku sayang."
"Uh."
Do Kyungsoo sebal pada Chanyeol. Lalu pergi meninggalkan Chanyeol dan menatap Baekhyun penuh kebencian –entah mengapa- sekilas.
Tak lama setelah Kyungsoo pergi, tiba – tiba Jongin datang, lalu merangkul Kris dan tersenyum kepada Chanyeol.
"Hei Kkamjong. Selamat kau telah mendapatkan keperawanan Kyungsoo yang aku tunggu sampai hubunganku sah dengannya" ucap Chanyeol. Jongin mengeutkan dahinya.
"Apa? Aku yang pertama? Oh, Park Chanyeol, bahkan aku kira kau yang pertama melakukannya dengan Kyungsoo" ucap Jongin menyangkal semuanya.
"Dan berani berani nya kau bercinta dengan kekasih sahabatmu sendiri, Kim Jongin" ucap Chanyeol lagi.
"Aku tidak mengerti, Chanyeol. Kau bilang aku yang pertama melakukannya dengan Kyungsoo. Padahal jelas jelas aku bukan yang pertama untuknya. Dia sudah pernah melakukannya dengan yang lain dan aku kira itu kau, Chanyeol. Dan satu lagi. Kau bilang dia kekasihmu? Oh Park Chanyeol dia mengatakan padaku bahwa ia sudah tidak memiliki hubungan khusus denganmu. Kalian hanya berteman, kan, sekarang?" jelas Jongin tidak mau di salahkan dan mengatakan yang sebenarnya.
"JANGAN BOHONG KAU PADAKU, KIM JONGIN" ucap Chanyeol seraya berdiri lalu menarik kerah baju Jongin.
Chanyeol menonjok pipi Jongin. Jongin berusaha melawan Chanyeol dengan menendang perut Chanyeol. Chanyeol tidak mau kalah, ia memojokkan Jongin pada tembok terdekat. Menonjok wajahnya hingga wajahnya lebam, terlihat sedikit darah mengalir dari pelipis dan ujung mulutnya. Setelah itu Chanyeol kembali ke tempatnya diikuti oleh Jongin.
"Chanyeol. Dengarkan penjelasanku. Aku tidak bermakhsud mengambil kekasihmu, ia mengatakan bahwa kalian sudah putus dan aku benar benar bukan yang pertama untuknya, Yeol. Aku berani bersumpah demi persahabatan kita" ucap Jongin sepenuh hati kepada Chanyeol.
"Dasar wanita murahan." Ucap Chanyeol pelan.
"Maafkan aku, Chanyeol.." ucap Jongin. Chanyeol yang pada dasarnya baik hati tidak tega juga pada sahabatnya yang hanya dibohongi oleh kekasihnya.
"Iya, kumaafkan. Cepat ke UKS, obati lukamu. Aku tidak tega melihat sahabatku seperti ini. Apalagi semua ini karenaku." Ucap Chanyeol. Jongin segera pergi ke UKS.
-skip-
Chanyeol, Baekhyun, Kris, Luhan dan Jongin jalan bersamaan menuju gerbang sekolah. Mereka berjalan sambil sesekali bercanda – canda. Mereka terlihat sangat bahagia ber lima.
"Unnie!" panggil seorang yeoja yang terlihat lebih muda dan mengenakan pakaian SMP.
Jongin melihatnya. Menurutnya sangat cantik. Wanita dengan tubuh semampai dengan lekuk tubuh yang bagus, wajahnya manis dan tersenyum ke arah salah satu dari mereka ber lima dengan eye smile nya yang membuatnya semakin cantik. Rambut panjang blonde berwarna coklat kemerahan yang di gerai itu ikut serta menghiasi wajahnya yang cantik.
Jongin mendekat kepadanya saat yeoja itu saat yeoja itu juga berjalan mendekat ke arah mereka berlima. Jongin penasaran dengan nama yeoja cantik itu. dan akhirnya ia bertanya juga siapa nama yeoja itu.
"Hei, siapa namamu?" tanya Jongin.
"Sehun. Oh Sehun" jawab yeoja yang bernama Sehun itu.
.
.
TBC OR CONTINUE?! OR DELETE ?!
.
.
Hai aku kembali dengan kelanjutan FF kemaren ._. maafya kemaren itu adegan 'nganu' nya kurang. Aku ga bakat sih '-' maapmaap yha maapkan aku ^_^ Dan maaf juga ini gaada adegan nganu nya soalnya gatau mau di selipin di mana /? Hehe maaf yha :*
.
JANGAN LUPA UNTUK READ AND REVIEW YHA '-' KALO ENGGA READ AND REVIEW NTAR AUTHOR GANTUNG DI POHON TOGE ?! GADENK :*
Thanks to :
RARASASTI
SCARLETSHAND1230
KIM DIHYUN
BBAEKSONG92
.3158
.94
BABYBAEK04
RINA BYUN272
CIASINTIAIMAKC
DNOORSYITA
Balasan Review :
Guest : haha iya ntar deh ya dibikin chapt masing masing couple yang udah di tentuin. Termasuk kaihun juga ada ko :))
Nanda Yusri : haha iya nanti Baek balik ke wujud aslinya /? pas kuliah, ga sekarang :))
Edifa : haha iya nanti Chanbaek jadian ko :)) nc nya di tunggu ya, sabar /?
Rly. : iya nyamar jadi nerd buat nyari temen :)) pokoknya ada lah dendam nya si Kyungsoo ke Baek nanti di ceritain :)) | iya naughty gitu '-' tapi si Kyungsoo udah pernah di sentuh juga sebelum si Jongin
sparklingCHAN : jadi si Kyungsoo udah ernah sebelum Jongin sama someone /? Nanti di jelasin pastinya :))
rina byun272 : Baekhee itu nama stage /? Si Baekhyun, ajdi ya sama aja :)) duh gue di ajararin.. terhura deh /? Tengkyu yha :*
.
Yehe selesai juga yha '-' capek nih '^' jangan lupa READ AND REVIEW nya ya gaiseu :* dan maaf juga buat yang nunggu nc nya tp gaada nc disini /? Hehehe.
Makasih ya buat yang udah FAV-READ-FOLLOW-REVIEW story aku kemaren '-' mwamwa :*
.-FHSILVERTEAR-.
