.
.
I WILL SHOW YOU
~~fhsilvertear~~
.
.
Chapter 5...
-CHANYEOL POV-
"Ya, aku pulang dulu, Baek, baik baik ya"
"Ya, Yeol. terimakasih sudah mau mengantarku" ucapnya, lalu tersenyum padaku. Oh tuhan andai aku bisa membawa pulang malaikatmu ini, Tuhan.
"Y-ya, samasama Baekkie, aku, aku mau pulang dulu, ya! Selamat sore" ucapku lalu meninggalkannya.
Aku menuju lift yang ada di gedung apartemen Baekkie. Tuhan, mimpi apa aku semalam bisa bertemu dan mengantar malaikat ini? Atau, apakah aku sedang bermimpi? aku masuk kedalam lift lalu menekan tombol 'G' yang ada di antara berbagai tombol di lift ini. Aku mencubit pipiku untuk memastikan bahwa aku sedang tdak bermimpi.
"Aw"
Aku meringis saat aku benar benar mencubit pipiku dengan keras. Park Chanyeol bodoh, ini nyata! Batinku.
TING!
Pintu lift terbuka. Aku sudah sampai di lantai dasar gedung apartemen ini. Aku melihat ada orang yang tidak asing lagi di mataku. Aku menyipitkan mataku untuk memperjelas penglihatanku dan memmastikan bahwa orang itu benar benar orang yang kukira. Ya! Aku yakin dia adalah orang yang kukira, saat melihat wajahnya secara langsung dan dia menghampiriku.
"Hei, Yeol!" sapanya.
"Hei, Kris! Sedang apa disini?" tanyaku. Ya, orang itu adalah Kris Byun. Seorang ketua ekskul basket yang memiliki tinggi tubuh beberapa centi diatasku serta wajah coolnya yang tidak berekspresi. Aku pernah berfikir, jika ada gempa besarpun sepertinya ia hanya akan berjalan dengan santai dan tidak menampilkan raut wajah ketakutan atau semacamnya.
"Euh? Aku? Eum.. Aku hanya ingin mengunjungi seseorang, kau sendiri?" jawab Kris padaku.
"Aku habis mengantar Baekhee pulang" ucapku. Lalu melanjutkan, "Aku pulang dulu, Kris! Bye!"
Setelah itu, aku meninggalkannya sendirian di apartemen yang cukup mewah ini. entah untuk apa dia kesini, mungkin bertemu Baekhee? Ah, tapi untuk apa? Berterimakasih? Tidak mungkin. Mungkin dia benar, ingin bertemu sesorang 'katanya'.
Aku melangkah dengan cepat ke arah parkiran motor. Udara malam ini cukup ekstrim. Dinginj sekali. Dan sialnya, aku lupa membawa jaket hoodie ku karena kupikir udara malam tidak akan sedingin ini.
.
Aku membuka kenop pintu kamarku. Terpampang jelas sebuah bingkai foto yang cukup besar berisi foto Baekhee tepat di tembok di atas tempat tidurku. Model favorite-ku yang tadi aku antar pulang ke apartemennya. Oh tuhan, apakah ini mimpi? Aku minum bersama, mengobrol, dan mengantar pulang seorang Byun Baekhee!
Aku berbaring di atas kasur empukku. Ingin sekali aku memejamkan mataku. Namun sepertinya badanku sudah terlalu bau karena tadi siang bermain basket terlalu err.. sudahlah.
Aku mulai berjalan ke kamar mandi. Langkahku tertahan saat melihat meja kecil di samping tempat tidurku. Bukan, bukan meja kecil itu yang membuatku berhenti berjalan ke arah kamar mandi. Namun, sebuah bingkai kecil yang di dalamnya terdapat fotoku sedang tertawa bersama wanita pelacur itu.
Ya, menurutku ia adalah pelacur. Bagaimana tidak? Aku belum pernah menyentuhnya sejauh itu, namun, Jongin bilang wanita itu sudah tidak virgin lagi dan bilang kalau dia kalah cepat denganku. Lalu, ia dengan santainya menggoda Jongin dan bercinta dengan Jongin di toilet pria sekolah. Bagaimana tidak aku menyebutnya sebagai pelacur? Heh.
Kukurungkan niatku untuk pergi ke kamar mandi –lagi. Aku mengambil bingkai foto itu lalu menaruhnya di sebuah tong besi besar beserta barang barang yang menyangkut Kyungsoo di dalamnya. Ku siramkan dengan minyak tanah. Lalu, kubakar semua itu tanpa merasa.. sakit hati?
Aku bingung dengan perasaanku sekarang. Entahlah, aku tidak mau mempermasalahkannya.
Aku kembali ke kamarku dan segera ke kamar mandi. Menanggalkan semua kain yang melekat di tubuhku. Lalu berdiam di bawah air yang mengucur bebas dari shower guna melepas semua masalah yang menimpaku hari ini.
.
-Author POV-
Kris berjalan dengan cepat di lobby gedung apartemen Baekhyun setelah Baekhyun mengirimkan pesan singkat padanya. Ia bertemu dengan Chanyeol. Mungkin anak ini habis mengantar Baekkie pulang, batin Kris. Dan benar saja, Chanyeol mengatakannya pada Kris.
Setelah itu, Chanyeol pergi meninggalkan Kris. Kris segera berjalan ke arah lift dan memencet tombol yang mengantarnya ke lantai 27, lantai dimana terdapat apartemen Baekhyun.
TING!
Kris sampai di lantai 27. Segera ia memencet bel pada pintu apartemen dengan nomor 2754. Apartemen milik Baekhyun. Tak memakan waktu lama, Baekhyun segera membukakan pintunya.
"Baek, keapa kau disini?" tanya Kris sambil memasuki apartemen Baekhyun sambil membawakan peralatan Baekhyun.
"Kau yang bilang tidak mau ketahuan kalau kau ini kakakku, makanya aku meminta Chanyeol mengantarku kesini" ucap Baekhyun sambil memajukan bibirnya, memberikan kesan imut pada wajahnya yang memang sudah pada dasarnya imut dan cantik.
"Hehe. Maafkan aku Baekki" ucap Kris dengan cengiran –bodoh- nya. Ya, sia yang mengira, bukan. Seorang ketua ekskul basket yang terkenal dengan wajah cool-bonus datar-nya bisa cengegesan seperti itu di depan sang adik tercinta.
"Hhh. Yaya, oppa. Sekarang mana barang barang yang tadi aku minta? Aku bilang Manager Kim untuk menungguku dalam waktu sembilan puluh menit... hehe" ucap Baekhyun tak sabaran pada Kris.
"Selalu saja seperti ini. Memangnya ada apa? Bukannya hari ini harusnya kau libur, ya?" tanya Kris.
"Hm.. aku tidak tahu. Tadi Manager Kim aku harus ke tempat -kantor- nya dengan cepat. Hm.. mungkin ada berita atau semacam apalah, lihat saja nanti. Ohiya, bisakah kau.. eum.." kalimat Baekhyun dipotong oleh Kris yang jelas tau apa lanjutannya.
"Mengantarmu ke tempat Manager Kim. Yaya, baiklah. Aku tidak dapat menentang kemauan tuan putri ini" ucap Kris sambil terkekeh. Baekhyun hanya memukul lengan Kris pelan. Namun yang terjadi adalah,
"Yak! Baekki. Aku sudah berbaik hati ingin mengantarmu, kenapa kau memukulku, eoh?" tanya Kris dengan wajah kesakitan –yang dibuat buat olehnya-.
"Yak, oppa kau tidak perlu terlalu berlebihan seperti itu. Hhh. Andai saja aku bisa merekamnya dan memerinya pada Lu-"
"JANGAN!" cegah Kris panik saat Baekhyun megatakan akan memberi tahu sifat Kris pada Luhan. Ya, Baekhyun sudah menduga Kris suka dengan Luhan.
"Haha. Sudah kuduga, oppa. Kau suka Luhan yaaaaa" ledek Baekhyun. Kris hanya mendengus kesal atas perlakuan adiknya ini.
Baekhyun mengambil seluruh barang barangnya yang tadi dibawa oleh Kris lalu memakainya. Seperti biasa, Baekhyun menggunakan celana jeans panjang dengan sedikit robek (?) yang memang sedang model di kotanya, sepatu wadges berwarna biru malam, dan kemeja putih yang terlihat agak kebesaran namun enak dipandang karena Baekhyun yang memakainya. Oh! Jangan lupakan dompet dan handphone kesayangan Baekhyun dan tentu earphone-nya.
Setelah Baekhyun memakan waktu tiga puluh menit untuk berdandan, ia keluar dari kamarnya, dan terpampang(?)lah seorang Yi Fan yang sedang tertidur di atas sofa yang ada di apartemen kecil Baekhyun dengan kaki mengangkang(?), tangan telentang, dan mulut yang terbuka. Kukira dia tertembak mati, pikir Baekhyun ngaco.
CEKREK?!
Sip! Baekhyun memotret gaya tidur Kris tanpa sepengetahuan Kris dan menyimpannya. Siapa tahu aku bisa menggunakannya di saat terdesak, batin Baekhyun sambil tersenyum penuh kemenangan. Entahlah ia tersenyum untuk siapa, tidak ada yang melihatnya juga.
"Eungh.." Kris melenguh lalu merentangkan tangannya yang memang sudah terentang(?). lalu, mengerjapkan matanya, membiasakan cahaya sekitarnya.
Baekhyun tertawa. Mungkin karena wajah Kris yang –menurut Baekhyun- lucu.
CEKREK?!
Lagi – lagi, Baekhyun memotret Kris, lalu tertawa jahat layaknya seorang nenek sihir yang melihat snow white memakan apelnya(?).
Kris yang menyadarinya langsung marah kepada Baekhyun dengan terus terusan menggelitiki Baekhyun agar menghapus fotonya. Oh yatuhan sudah berapa foto yang bocah(?) ini ambil, batin Kris.
"Yakyak oppa! Hentikan, aku haha harus ahaha harus menemui Manager Kim!" ujar Baekhyun sambil tertawa tawa karena sensasi geli di pinggangnya karena digelitiki terus menerus oleh Kris.
Ya, Kris mengalah dan Baekhyun menampilkan senyum kemanangannya membuat Kris mendengus sebal karena ulah adik kesayangannya ini. Lalu, ia mengantar Baekhyun menuju gedung S.S Entertaiment* yang berada di tengah kota Seoul dengan mobil milik Kris.
-KYUNGSOO POV-
Aku berjalan menyusuri lorong S.S Entertaiment yang asing sekaligus mengerikan(?) bagiku. Langkahku tertuju pada sebuah ruangan dimana itu adalah ruangan milik orang yang memiliki status sebagai Manager-ku.
Manager? Kalian bertanya? Kenapa aku punya Manager? Ya, karena bulan lalu aku diterima audisi yang dibuka oleh S.S Entertaiment ini. Ya, aku tidak heran, sih, aku keterima karena keelokan tubuhku, haha.
Sebelumnya, apa kalian mengenalku? Baiklah, begini. Namaku Kyungsoo, lengkapku adalah Do Kyungsoo. Aku sekolah di salah satu sekolah terkenal di Korea, dan aku sekarang baru berumur enam belas tahun. Dan diumur enam belas ini pula aku sudah mulai bekerja.
Aku tidak terlalu suka mengenalkan diriku, jadi, yeah, skip saja ya, bagian itu.
.
Aku berjalan menyusuri lorong S.S Entertaimet. Aku melihat sebuah papan chart(?) yang ada di ruangan tamu gedung ini. Aku menyunggingkan senyumku saat melihat namaku, Do Kyungsoo, berada pada urutan pertama dan nama sialan itu, Byun Baek-. Apa?! Byun Baekhyun?! Jadi selama ini Baekhee bernama asli Baekhyun aka orang culun sekolahku? Aku tidak percaya.
Aku mengacuhkan pemikiranku itu dan berlalu berjalan menuju lift yang tidak jauh dari tempatku berada. Aku memencet tombol lift yang akan mengantarkanku pada lantai empat, dimana ruangan Managerku ada di sana.
TING!
Aku sampai di lantai empat. Berjalan menuju ruangan yang ada di sudut lorong. Entahlah, mengapa Manager Huang memilih tempat itu. Aku memegang kenop pintu itu. Tiba tiba saja ingatanku kembali pada beberapa hari yang lalu.
- K- A WEEK AGO-
Aku berjalan menyusuri lorong S.S Entertaiment yang sedikit gelap. Mungkin karena ini sudah menjelang melam. Ah, sepertinya memang sudah malam. Aku mencari cari salah satu ruangan yang –pastinya- ada di gedung ini.
Aku bertanya pada salah satu staff yang bekerja di sini,
"Annyeong, pak. Apakah bapak tahu dimana letak ruangan milik Manager... uh, siapa namanya, ya.." aku berfikir sejenak. Membuat bapak itu sedikit menunggu.
"Ah, Manager Huang. Manager Huang Tao. Apa bapak tahu, ruangannya dimana?" tanyaku setelah mengingat nama Managerku.
Bapak itu pun menunjukkan dimana letak ruangan milik Manager Huang itu. Aku mengangguk mengerti akan penjelasan sang bapak padaku. Aku segera naik lift dan menuju laintai empat.
Aku berdiri di depan sebuah ruangan. Pintunya berwarna coklat tua dengan tulisan "Manager Huang Zi Tao". Aku memberanikan diri membuka pintu itu. Sebelumnya, aku mengetuknya terlebih dahulu.
Setelah dipersilahkan masuk, aku memasuki ruangan itu. Mataku langsung tertuju pada seorang laki laki yang sepertinya masih berumur dua puluhan dan berparas cakap(?). wajah orang China. Kental sekali di wajahnya. Ohtuhan, aku bisa mati muda jika terus melihatnya sedekat ini.
"AnnyeongHaseyoo, Do Kyungsoo imndida~" ucapku mengenalkan diri pada Manager Huang sambil membungkukkan tubuhku hampir sembilan puluh derajat. Aku tersenyum padanya.
Manager Huang terus menatapku aneh. Ah, apa mungkin aku salah pakai baju? Kupikir tidak. Bulan yang lalu aku memakai ini saat pergi bersama Chanyeol dan ia bilang kalau baju ini bagus dan pas di tubuhku.
Ya, memang. Aku menggunakan rok mini berwarna putih bercorak kotak kotak hitam danbaju yang sedikit seksi. Agar mendapat kesan yang baik pada first impressed yang diberikan oleh Manager Huang.
"Ah, Maaf. Apa baju yang saja kenakan kurang enak dilihat, ya, Manager" ucapku ragu ragu.
"Ah, tidak. Kau terlihat sangan cantik dan baju itu pas di tubuhmu." Ucap Manager Huang berhasil membuat pipiku merona karena malu akan pujian yang diberikannya.
Ia mempersilahkan aku duduk di sofa yang ada di ruangan ini. Ia juga turut duduk di sofa yang bersebrangan dengan sofa yang aku duduki sekarang.
Kami berbincang bincang ya.. sekitar satu jam. Jam tanganku menunjukan sekarang sudah jam 7 malam. Aku memberanikan diri menanyakan sesuatu kepada Manager Huang dimana itu menyangkut seseorang yang bisa mengalihkan pandangan Chanyeol padaku. Kudengar, ia satu management denganku saat ini.
"Eum.. Manager Huang, bisa.. bisakah aku minta tolong sesuatu?" tanyaku pada Manager Huang. Ia hanya memberiku tatapan berutahu-saja-aku-akan-membantumu.
"Heum.. bisakah aku menurunkan Chart Byun Baekhee?" tanyaku malu malu.
Aku melihat Manager Huang yang kaget dengan permintaan tolongku padanya, namun ia menjawab,
"Bisa. Namun, ada syaratnya" ucapnya menambilkan senyum yang sangat menawan di wajahnya. Lebih tepatnya itu adalah.. seringaian(?).
"Apa itu, Manage 0r Huang?"
"Bermainlah sebentar denganku, Mrs. Do" ucapnya membat darahku berdesir dengan cepat.
Dengan bodohnya aku mengangguk dan menerima ajakan Manager tampan nan muda(?) ini. Ya, manager itu menampilkan seriangaian nya –lagi.
-KYUNGSOO POV END- AUTHOR POV-
Tao menyunggingkan senyuman yang lebih tepatnya itu adalah seringaian –lagi- kepada Kyungsoo. Tuhan, kenapa wanita mudah sekali disentuh? Haha, batin Tao saat Kyungsoo menerima persyaratan bodohnya itu.
Tao berjalan ke arah Kyungsoo. Mendekatinya lalu duduk di sampingnya. Mencium bibir Kyungsoo dengan brutal dan kasar. Membuat Kyungsoo memukul dada Tao karena kehabisan pasoka oksigen. Tao yang mengerti pun melepaskan ciumannya dan memandang Kyungsoo dengan tatapan kau-yakin-pada-keputusanmu?.
Kyungsoo mengangguk mantap menjawab pertanyaan, ah- tidak, tatapan dari Managernya, Huang Zi Tao atau yang biasa dipanggil dengan nama Tao.
Tao membaringkan tubuh Kyungsoo di sofa yang Kyungsoo duduki. Kyungsoo hanya pasrah atas perlakuan manager yang baru dikenalnya tidak lebih dari dua jam ini.
"Man—mmphh—" ucapan Kyungsoo tertahan oleh ciuman Tao tepat di bibir kissable nya.
Setelah bosan dengan bibir Kyungsoo –meski kenyataannya Tao seperti tidak mau melpas bibir kissable milik Kyungsoo—Tao beralih ke leher Kyungsoo dan mengecupnya ringan. Dari kecupan ringan itu, Tao mulai membuat kegiatan lebih di leher Kyungsoo hingga menampilkan bercak merah keunguan di sana.
Jilat—gigit—tarik—hisap.
Itulah gerakan yang Tao lakukan hingga membuat Kyungsoo mendesah tertahan dan menggigit bibirnya menahan kenikmatan sekaligus sakit di leher jenjangnya.
"Mhhh.. Man—hh.. Manager—hh, Tao!" racau Kyungsoo di sela sela desahannya saat Tao membuat karya di leher jenjangnya.
Kyungsoo hanya bisa mendesah dan menarik rambut pendek berwarna coklat itu penuh sensual.
"Uhh.. Manager—ahh, Tao—hh" Kyungsoo terus mendesahkan nama 'manager'nya itu ketika Tao beralik bermain dengan payudara Kyungsoo.
Entah sejak kapan baju Kyungsoo sudah berserakan di lantai, hanya menyisakan bra merah berenda milik Kyungsoo. Tao meraba punggung Kyungsoo seraya mencari pengait bra yang menurut Tao sangat mengganggu itu sambil mencium bibir kissable Kyungsoo yang sekarang menjadi candunya.
"Ahh—manager—hh—mpphhh" desah Kyungsoo diantara ciumannya.
GOTCHA! Tao berhasil membuka pengait bra milik Kyungsoo. Segera mungkin, Tao melahap payudara kiri milik Kyungsoo.
Gigit—hisap—tarik.
Mulutnya terus memainkan nipple kiri Kyungsoo. Tangannya tidak tinggal diam. Yang kirinya memanjakan payudara kanannya.
Raba—cubit—tarik.
Ya, begitulah tangan Tao yang kiri. Dan, oh! Kalian bertanya dengan tangan kanannya? Huh, dia sibuk menusuk nusuk lubang kewanitaan Kyungsoo dari luar celana dalam Kyungsoo.
"Mhh—Ahh—Manager Huang—Nghh ssh yesshh ohh" racau Kyungsoo yang didera oleh kenimatan tiada tara.
Tanpa babibu lagi, Tao melepas bawahan Kyungsoo. Dan.. u know guys, Kyungsoo sudah telanjang tanpa segelai benangpun menempel di kulitnya. Kyungsoo tampak malu. Setelah itu, Tao langsung melepas semua pakaiannya, menampilkan kejantanan yang menjadi kebanggaannya. Kyungsoo tersipu malu melihat kejantanan Tao yang mengacung tegang.
Kyungsoo memegang kejantanan Tao dan menatap Tao meminta persetujuannya. Tao hanya mengangguk dengan wajah horny(?)nya. Kyungsoo tanpa menunggu lagi mulai memasukan kejantanan Tao kedalam mulutnya.
Tao merasakan kejantanannya berada dalam goa hangat dan nikmat. Ia memegang rambut Kyungsoo lalu menahannya dan menghentakkan kejantanannya hingga ke pangkal tenggorokan Kyungsoo.
"Shh—yeshh—ohh god its so damn—nghh" desah Tao.
"Mpphh—nghh" desah Kyungsoo tak mau kalah.
Kyungsoo merasakan kejantanan Tao berkedut dan membesar di dalam mulutnya. Segera, ia menghisap kejantanan Tao dengan kuat. Namun, Tao tiba tiba melepaskannya.
"Kenapa, Manager Huang? Apa aku salah.." tanya Kyungsoo.
"Tidak, aku hanya ini keluar di dal—ah! Sebelumnya, kau sedang tidak dalam masa subur, kan? Tanya Tao balik.
Kyungsoo sempat berfikir lalu menggeleng membuat Tao ber-smirk-ria lalu merebahkan Kyungsoo di sofanya. Ia membuka kelua paha Kyungsoo lalu menjilat milik Kyungsoo.
"Damn! Kau sudah basah, Kyungsoo"
"Mhh—ahh manager huang! Inih—ohh nikmat sekali—nghhh sshh" racau Kyungsoo saat Tao memanjakan vagina nya. Menarik klitorisnya lalu menghisapnya kuat membuat Kyungsoo orgasm dibuatnya.
"Ohh—manager—shhh nggh ah mphh yesshh ohh—AHHH" racau Kyungsoo saat mencapai klimaksnya.
Tanpa babibu lagi, Tao mengarahkan kepala juniornya di depan liang surga milik Kyunsoo. Lalu memasukkannya perlahan.
"AHHH—" desah Kyungsoo setengah meringis saat merasakan kejantanan besar nan panjang menancap sempurnya di liang surganya.
Tao menarik juniornya hingga sebatas kepala juniornya, lalu menghentakkan lagi jauh ke dalam liang surga milik Kyungsoo. Begitu terus hingga Kyungsoo mengalami klimaks keduanya.
"AHH—Manager Huang—hh nggh asssh" Kyungsoo berteriak nikmat saat mencapai klimaks keduanya.
"Panggil namaku, Do Kyungsoo" ucap Tao memelankan temponya.
"Ahh—Manager—hhh" racau Kyungsoo mengabaikan kata kata Tao.
"Namaku, nama asliku" kali ini dengan hentakkan yang cukup keras.
"Ahh—shhh—manager—hh sshhh—" racau Kyungsoo mengabaikan kata kata Tao –lagi-.
"Katakan." Ini suara Tao.
"Ahh—shh—Hang Zi Tao!" ucap Kyungsoo dibarengi dengan klimaks ketiganya dan..
"Do Kyungsoo!" Tao meneriaki nama Kyungsoo saat mencapai klimaksnya.
Tao pun mengeluarkan juniornya dari rahim Kyungsoo setelah benar benar mengeluarkan semua cairannya di dalam rahim Kyungsoo. Lalu mencium bibir kissable milik Kyungsoo –lagi-.
—FASHBACK OFF—
.
.
Terlihat seorang yeoja cantik dengan tubuh mungil, rambut magenta, bibir tipis, mata sipit ber-eyeliner tebal, dan tubuh ramping sedang duduk di depan meja Manager Kim, Managernya.
"Jinjja? Daebak! Dia hebat juga, Manager Kim! Ngomong – ngomong, siapa namanya, Manager Kim?"
"Kyungsoo" ucap Manager Kim.
"HAH?!" Baekhyun ber-hah-ria yang sepertinya menurutnya tidak sopan itu –ya, okelah Baekhyun kau memang tidak sopan saat ini—setelah mendengar nama Kyungsoo.
"Oh, Manager Kim yang baikhati, apa aku tidak salah dengar? Siap? Kyungsoo? Oh, kau tahu, dia teman sekolahku.." ucap Baekhyun lagi.
"Ya, Do Kyungsoo bukan? Dia juga sekolah di Namshin SHS sama kayak kamu" ucap manager Kim.
"Hm.. iya. Jadi, kenapa kau mengajakku kesini, manager Kim?" tanya Baekhyun polos membuat manager Kim menghelakan nafasnya.
"Baekhyun.. kau harus berfikir.. Dia sainganmu dan kau tidak boleh santai saja" ucap Manager Kim pada Baekhyun yang.. eum.. bolot(?)
Meskipun otaknya suka lemot memproses kata kata orang, dia termasuk pintar di sekolahnya dan mendapat rangking satu. Meskipun belum bisa mengalahkan seniornya yang bernama Kim Joonmyeon aka Kim Suho itu, teman sekelas kakaknya, Kris Byun.
"Ohh.. begitu.. Lalu, aku harus apa? Ehehe" ucap Baekhyun sambil cengengesan(?) sendiri membuat kepala Manager Kim menjadi pening.
"Ya tuhan Baekhyun..." ucap Manager Kim, lalu menarik nafasnya dan membuangnya dengan berat. "Jika dia bisa mengalahkan peringkatmu, itu bahaya, Baekhyun"
"Ah... tidak selamanya kehidupan itu berada di atas kan, manager.. Kalau tuhan berkehendak, siapa yang mau melawan? Hehe" ucap Baekhyun –pinternya muncul- diiringi dengan cengiran khasnya.
"Hahhh.. tapi Baek, karirmu bisa menurun kalau dia terus naik entah bagaimana caranya tadi pagi aku sudah melihat namanya di sana" ucap Manager Kim pada Baekhyun sambil berjalan ke arah Baekhyun, lalu mengelus surai panjang Baekhyun.
"Hmm... Iya, eomma(?) kkkk" ucap Baekhyun memanggil Manager Kim dengan sebutan.. eomma?!
"Aku bukan eomma mu" ucap Manager Kim pada Baekhyun sambil memajukan bibirnya beberapa centi aka pouting, menambah pipinya semakin gembul(?).
"Tapi kau sudah seperti eomma ku sendiri, Kim Min Seok eommaaa" ucap Baekhyun lalu menampil kan puppy eyes–Baekhyun gapunya eyesmile-nya dan memeluk Manager Kim yang memiliki nama Kim MinSeok itu.
"Hhh.. terserah kamu saja, Bacon! Kkk" ledek Manager Kim atau Minseok pada Baekhyun yang sekarang malah memboutkan bibirnya. Dihadiahi dengan cubitan gratis pada pipinya oleh Minseok.
Lalu, mereka bercanda-canda. Sedikit melupakan masalah yang menghinggapi kepala dan fikiran mereka. Juga melepas penat karena terus bekerja.
"Terimakasih, su—ah, Jongin oppa. Sudah mau mengantarku" ucap seorang wanita dengan eyesmilenya seraya membungkuk kepada orang bernama Jongin yang ada di hadapannya sekarang.
"Iya, hehe.. Eum.., Sehun!" wanita bernama Sehun itu menoleh saat mau memasuki pekarangan rumah. Ia diantar pulang oleh Jongin. Jongin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Eum.. Maafya, garagara aku kamu jadi pulang malam malam seperti ini.."
"Ah, gwaenchanha, oppa. Terimakasih lagi ya" ucap Sehun lalu tersenyum manis lalu melenggang masuk ke dalam rumah dengan riang gembira(?).
Jongin bisa melihat sesosok Luhan yang sepertinya sedang menunggu kepulangan Sehun. Pasalnya, Jongin mengajak Sehun jalan jalan dulu, baru ia antar pulang. Mungkin Luhan khawatir dengan Sehun. Ah, memikirkan Sehun dan Luhan yang kakak beradi jadi kangen Jongdae hyung.. kapan kembali ke Korea ya, anak itu? Batin Jongin. Merindukan sang kakak rupanya.
.
Jongin memasuki pintu rumahnya yang cukup besar. Ia hanya tinggal bersama kakaknya-Jongdae Kim- di rumah besar ini. Namun, karena kakak laki lakinya itu bersekolah di China, ia hanya tinggal bersama pembantu atau pelayan saja.
Jongin sedikit merasa dengan keadaan rumahnya sekarang. Berisik? Musik? Siapa yang menyetel musik kencang kencang di rumah ini? Setau Jongin, hanya ia dan pembantunya yang tinggal di sini, tidak mungkin kan pembantunya menyalakan musik kencang kencang di rumah Jongin?
Jongin memasuki kamar dimana suara bising karena lagu lagu itu berasal. Kamarku? Siapa yang berani menyalakan speaker-ku tanpa sepengetahuanku? Tidak mungkin Jung Ahjumma atau Shin Ahjussi.. lalu siapa.. batin Jongin.
Jongin membuka pintu kamarnya. Terlihatlah, seseorang berbadan kecil(?) sedang tiduran di kasur Jongin.
"Hei, kkamjong!"
Suara itu.. cempreng(?)
Nama itu.. oh!
"JONGDAE HYUNG!" teriak Jongin menyadari siapa yang menyetel musik keras keras di kamarnya, lalu ia segera menerjang(?) orang itu. Malangnya nasib Jongdae.
"Aku merindukanmu, Hyung.. kenapa tidak bilang?" tanya Jongin setelah ia dan Jongdae duduk di pinggiran kasur milik Jongin.
"Tadi sore. Kau tidak ada di rumah" ucap Jongdae singkat. Lalu memeluk adik sematawayangnya itu.
Mereka berdua pun saling melepas rindu dan bercerita satu sama lain.
.
.
Kyungsoo memasuki ruangan milik seorang manager muda nan tampan berdarah china satu satunya di S.S Entertaiment. Kyungsoo membungkukkan tubuhnya seraya memberi hormat pada Manager tersebut.
"Terimakasih, Manager Huang.." ucap Kyungsoo malu malu mengingat kejadian beberapa hari lalu di ruangan ini bersama Manager Huang.
"Ya, sama sama Kyungsoo. Hm.. besok kau sudah mulai kerja dan pemotretan untuk majalah XXX. Jadi besok jam.. hm.. jam dua siang kau sudah ada di sini. Keberatan?" ucap Manager Huang pada Kyungsoo mengenai pekerjaan Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum dan mengangguk mengerti.
"Hm.. soal minggu lalu.." ucap Manager Huang. Membuat nafas Kyungsoo seakan terhenti seketika itu juga.
"Ah, maafkan aku, Manager Huang.. maaf aku kurang ajar.." ucap Kyungsoo meminta maaf pada Manager Huang.
"Tidak apa apa. Maaf aku meminta mu yang aneh aneh.." ucap Manager Huang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kyungsoo hanya tersenyum.
"Ah, aku ingin bertanya. Jika tidak mau di jawab, tidak apa apa. Hm.." Manager Huang tampang memikirkan untuk menyusun kalimatnya agar tidak terkesan lancang.
.
.
.
.
"Kau sudah tidak virgin. Siapa sebelum aku? Kau masih SMA bukan.."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
HAHAHAHAHAHAHA
Maafkan ya kalo ga hot, gaada chanbaek moment x_x
Kebanyakan Taosoo ya? Kk maafin yes
dan.. maaf telat update huhu aku banyak pr /?
dah. Gitu aja /?
ohiya, Review maaf gadibales'-' ini gi buru buru/?
*S.S Entertaiment itu aku gatau apa engga, yang pasti dapet dari.. novel yang cerita tentang cinta fans sama idolanya yang TERCAPAI!
Dan.. review please guys. Review kalian sangat berarti meskipun Cuma setitik?! Dan sedikit mau promosi kkkk FF baru aku:
STORY : STUPID HUSBAND
MAIN CAST: OH SEHUN – KIM JONGIN – OTHER(S)
RATING : T
WORD(S) : 2K+
AUTHOR : PARK HYUNJI (FHSILVERTEAR)
SUMMARY : Sehun yang harus menikah dengan anak Direktur kaya demi perusahaan ayahnya / "Mau kau pakai sendiri atau aku yang memakaikannya, Kim Sehun istriku?" / "Dan. . Maukah kamu menjadi istri sahku dengan didasari dengan cinta dan kasih sayang, bukan sebuah paksaan?" / "Kau suka anak kecil, Hun? Kalau gitu, ayo buat anak" / KAIHUN – KIM JONGIN OH SEHUN – EXO COUPLE – KIM KAI – GS GIRL!SEHUN – DL?DR!
