;; warning! chanbaek . kaihun . krishan . sulay . xiuchen . taosoo . gs . crack pair. Karna aku ga terlalu suka official pairing gapapa kan crack aja?

di sarankan untuk yang gasuka salah satu dari yang di atas, atau semuanya, gausah baca, saya ikhlas.

dan di mohon juga untuk yang udah baca, jangan jadi silent reader(s). kemaren saya liat readers hampir 14000 tapi review cuma segitu :) tapi aku makasih juga ya buat yang udah mau sempetin review :D

buat yang lupa sama alur ceritanya, karna udah lama banget ga update, bisa di baca lagi chapt sebelumnya. Dan jangan lupa ya buat review, aku semangat nulis karna ada review.

3,196 word(s)

.

.

Pagi pagi sekali, Baekhyun sudah datang ke sekolah. Entahlah, biasanya juga ia akan datang pada saat waktu masuk kelas tinggal sepuluh atau lima belas menit lagi. Namun, hari ini ia datang pagi pagi sekali, pukul lima pagi lewat tiga puluh menit. Padahal bel masuk kelas itu jam tujuh lewat tiga puluh menit. Baekhyun juga meninggalkan kakaknya yang susah di bangunkan itu di rumah karena ya, memang kakak tersayangnya itu belum bangun.

Dan, di sinilah Baekhyun, di depan deretan loker milik siswa kelas duabelas, mencari cari loker milik seseorang dengan marga Park di sana, lebih tepatnya, Baekhyun sedang menceri loker milik seorang Park Chanyeol. Ya, niatnya sih, dia hanya ingin mengucapkan selamat pagi. Tapi..

Dia ingin kirim lewat sms, tapi tidak punya nomor Chanyeol.

Ingin mengucapkan lewat SNS, tapi takut ketahuan kalau dia adalah seorang Baekhee.

Ingin menyapanya langsung, takut membuat masalah lagi dengan mantan kekasih Park Chanyeol lagi.

Jadi, ya di sini lah dia, Byun Baekhyun. Di depan loker milik kelas siswa-siswi kelas duabelas di pagi buta. Membawa sekotak makan nasi goreng kimchi yang tadi pagi dibuatnya bersama sang maid di rumahnya dengan note yang tertempel di atas penutupnya.

"Park Ah-Min .. Park Shin-Hye ... Park Min-woo ... Park ... Chan—" diam sejenak, "YEOL!" Baekhyun setengah teriak menyebutkan suku kata terakhir nama yang baru di sebutnya barusan. Ia pun segera mencoba membuka loker itu.

Tidak di kunci. Oh, betapa beruntungnya kau, Byun Baekhyun.

Baekhyun membuka loker tersebut. Lalu melihat ada sebuah cokelat dengan sebuah yang melekat di bungkus cokelat itu. Baekhyun megendikkan bahunya tanda tidak perduli dengan cokelat itu. Lalu memindahkan cokelat tersebut ke sisi yang agak ke samping.

Eh? Sudah lumer, ya.. sudah lama sepertinya cokelat ini di sini.. batin Baekhyun tapi tidak perduli juga. Mungkin dari fans Chanyeol kemarin. Pikirnya. Lalu, menaruh nasi goreng kimchinya di sisi lain dari cokelat tersebut dan menutup pintunya kembali. Lalu segera pergi ke kelas. Ia menguap sebentar.

Baekhyun masih mengantuk rupanya.

.

.

"Yak eonni! Tunggu akuuu~" teriak seorang yeoja manis dengan rambut berwarna cokelat madunya kepada sang kakak.

"Jangan lama, pabbo! Kita bisa ketinggalan bus, kau tahu?" jawab sang kakak sebal. Pasalnya, sang adik ini, lama sekali berdandannya. Bukan berdandan sih, hanya menisir rambut saja, namun lama sekali.

"Ya, ya, ya! Eonni, aku sudah selasai!" ujar gadis berambut cokelat madu itu sambil setengah berlari ke arah sang kakak.

"Kau ini kenapa, sih? Tidak biasanya dandan saja lama sekali" ucap sang kakak sambil cemberut dan berjalan ke arah halte bus berada. Diikuti juga oleh sang adik.

Mereka pun berjalan bersisian menuju halte bus. Sepasang adik-kakak itu berjalan sambil saling diam. Siapapun yang melihat sepasang adik-kakak ini pasti akan mengira sang adik adalah kakaknya. Kenapa? Karena, sang adik berambut cokelat madu ini jauh lebih tinggi daripada kakaknya. Lucu, bukan?

"OMONA!" di tengah kesunyian di antara sepasang kakak beradik ini, tiba tiba sang adik memekik kaget. Kenapa?

"Ken—"

"YAK! Eonni, lihat! Busnya sudah jalan!" sang adik menunjuk ke arah bus yang baru saja berlalu dari halte yang akan mereka gunakan untuk menunggu bus itu, sang kakak mengikuti kemana arah telunjuk adik tingginya ini menuju.

"YAK! Inikan salahmu! Kau sih, menyisir rambul saja lima belas menit!" sang kakak yang biasanya kalem ini marah marah ke adiknya yang hanya di tanggapi dengan cengiran adiknya.

"Hehehe, maaf eonni. Aku hanya ingin tampil rapih saja hari ini" ucap sang adik seperti tanpa dosa.

"Halah, bilang saja kau akan pergi sore ini dengan Kim Jongin, Se—"

"Sehunna?" panggil suara berat milik seseorang dari arah samping mereka. Sontak mereka menoleh ke asal suara berada.

Sehun, sang adik tinggi itu tersenyum manis kepada sang pemilik suara berat nan khas itu. Berbeda dengan kakaknya, yang hanya tampah memasamkan wajahnya. Ia akan ditinggal pergi oleh adiknya ini hari ini.

"Jonginnie oppa!" ujar Sehun ceria. Ia tidak jadi terlambat dan di hukum hari ini.

"Sehun belum berangkat?" tanya Jongin, sang pemilik suara berat tadi.

"Belum. Kami ketinggalam bus, Sehun lama menyisirnya tadi pagi, kau tahu?" ini bukan suara Sehun, melainkan suara kakaknya.

"Ah, benarkah itu, Sehunna? Haha" ucap Jongin kepada Sehun yang menunduk malu.

"A-Ah, oppa mau apa kesini?" tanya Sehun mengalihkan pembicaraan mereka. Malu hanya untuk sekedar menjawab 'ne' saja kepada Jongin.

"Ah, iya, aku lupa. Aku kesini mau menjemputmu, Hunna. Sekolah kita kan satu arah, jadi tidak salah, kan, jika kita berangkat bersama?" tanya Jongin kepada Sehun.

Sehyun tersenyum manis hingga matanya ikut tersenyum, membuat bulan sabit yang cantik, Jongin sampai terpesona -lagi- karena senyum itu.

"Ne, oppa, boleh kok" ucap Sehun sambil tetap tersenyum. Melupakan sang kakak yang berdiri di sampingnya dengan wajah di tekuk masam.

"YAK! Terus aku pergi ke sekolah dengan siapaaa?!" Sang kakak dari Sehun yang cantik jelita nan kalem –biaanya- itu setengah memekik, membuat Sehun tertawa. Lagi lagi Kim Jongin terpesona dengan cara Sehun tertawa yang membuat matanya membentuk bulan sabit lagi.

"Hehe. Kau tunggu saja bus selanjutnya sepertinya tidak akan lama, eonni" Ucap Sehun sambil terkekeh setelah tawanya reda. Lalu menaiki motor besar milik Jongin setelah berpamitan dengan kakaknya, begitu juga dengan Jongin.

Kakak Sehun hanya mendengus kesal karena ia ditinggal oleh adiknya itu. Hanya demi laki laki berkulit hitam bernama Kim Jongin, lagi. Lebih baik juga jika yang menjemput itu namja yang seperti Kris-ge.

Eh?

Kris-ge?

Luhan jadi senyum senyum sendiri mengingat nama lelaki jangkung itu. Laki laki tampan blasteran china-kanada yang notabenenya adalah kakak kelasnya, sekaligus kakak dari sahabatnya sendiri, Baekhyun.

Ngomong nomong soal Baekhyun, dia itu juga model idolanya Luhan. Hanya saja Luhan tidak terlalu fanatik dengan Baekhyun atau Baekhee itu. Ah, menyenangkan, bukan menjadi sahabat dari idola sendiri? Luhan jadi mensyukuri kepindahannya ke korea beberapa tahun yang lalu.

Bertemu dengan Sehun, bertemu dengan Baekhyun, dan bertemu dengan—

"Luhan."

Kris-ge. Sepertinya Luhan mendengar suara Kris. Apa hanya khayalannya saja karena memikirkan Kris?

"Luhan" suara Kris-ge lagi? Pikir Luhan.

"Luhan, kau baik baik saja?" tanya suara itu seraya menepuk pundak Luhan, si kakak dari Sehun yang ditinggal oleh adiknya tadi itu.

"E-eh?" Luhan bingung dan sempat terlonjak kaget karena melihat seorang yang seperti raksasa –tinggi sekali dia- "Kris-ge?" tanya Luhan.

"Ya, kau baik baik saja, sepertinya kau melamun, kenapa?" tanya Kris lagi kepada Luhan.

"A-ah.. tidak apa apa.. Gege ada keperluan apa ke sini?" tanya Luhan setelah menguasai keterkagetannya karena makhluk tampan satu ini yang kini berdiri di depannya.

"Ah, utung juga sih, kamu belum naik bus tadi, jadi aku mau mengajak kamu berangkat sekolah bersama. Baekhyun hari ini sepertinya masuk lebih pagi, saat aku bangun tadi, dia sudah berangkat kalau tidak salah. Kau mau tidak?" tanya Kris setelah berbiacara panjang lebar dengan Luhan, membuat Luhan tersenyum manis, membuat mata rusanya sedikit menyipit. Kris sampai terpesona beberapa saat kalau kalau suara indah Luhan tidak menyadarkannya.

"Um.. Boleh, ge! Kebetulan tadi aku ditinggal oleh Sehun yang dijemput oleh Jonginnie-nya itu" ucap Luhan lalu mem-pout kan bibirnya mengingat sang adik yang meninggalkannya tadi.

"Haha.. dasar Kim Jongin itu" ucap Kris sambil tertawa yang kata Luhan tampan, ralat, sangat tampan. "Baiklah, ayo masuk ke dalam mobil, bel masuk lima belas menit lagi!"

Dan mereka pun pergi ke sekolah bersama pagi ini.

.

.

Seorang yeoja tinggi berambut maroon sedang memasuki sekolah yang baru dimasukinya kemarin pagi. Ia merutuki sang mama karena dipaksa berangkat pagi pagi seperti ini. Kata sang mama, "kamu tidak boleh terlambat kalau tidak mau namamu jelek di sekolah", begitulah. Dan sekarang, ia sedang berada di depan kelasnya, kelas XI-2.

Soojung –nama yeoja berambut maroon tadi—terlonjak saat melihat seseorang sedang tertidur di kelasnya. Hampir saja ia berteriak karena mengira seseorang yang sedang tertidur itu hantu, sebelum ia menyadari bahwa ia kenal dengan rambut magenta ini.

"Baekhyun" panggil Soojung. Memastikan kalau orang yang sedang tidur ini benar benar teman sebangkunya, Baekhyun.

Tidak ada respon dari Baekhyun. Mungkin dia datang terlalu pagi sehingga tertidur di kelas seperti ini.

"Baekhyuuun.." panggil Soojung lagi, kali ini dengan sedikit guncangan di bahu sempit milik Baekhyun.

"Eungh~~" dan berhasil! Baekhyun mendesah seperti orang yang akan bangun dari tidurnya.

"Baek.." panggil Soojung lagi.

Tapi... ternyata Baekhyun tertidur lagi. Ah, sudahlah. Pikir Soojung lalu duduk di samping Baekhyun dan memainkan handphone-nya, menjelajahi SNS miliknya, melihat posting-an milik teman temannya.

.

.

"S.S Entertaiment"

Begitulah nama yang terpampang di puncak gedung tinggi di kota seoul ini, dekat dengan sungai Han. Seorang namja dengan wajah tampan ini sedang menggunakan baju kerja formal dan berkas berkas entah apa isinya di dalam map cokelat yang daritadi ia pegang. Ia masih memandang gedung tinggi di depannya ini.

Setelah memantapkan hati, ia pun berjalan menuju gedung tersebut, meminta kepada petusgas costumer service untuk meminta waktu dengan Lee Sooman, CE-O sekaligus pendiri S.S Entertaiment ini.

Setelah menunggu beberapa menit, ia pun baru bisa bertemu dengan kerabat ayahnya yang pintar dalam hal musik, Lee Sooman itu.

"Annyeonghaseyo Lee Sajang-nim" ucap Jongdae, kali saja jika dia memanggilnya dengan sebutan ahjussi, Sooman ini tidak akan mengenalnya dan dia di anggap sok akrab.

"Ah, Jongdae-ya~ kau memanggilku seperti tidak mengenalku saja, ayo duduk" kata Lee Sooman mempersilahkan Jongdae untuk duduk di kursiyang ada di seberangnya.

Jongdae dan Lee Sooman ini sudah mengenal cukup lama. Karena pergaulan orangtua. Ternyata, Lee Sooman ini adalah sahabat sang ayah dan juga ibunya semasa SMP hingga SMA, bahkan hingga sekarang mungkin.

Jongdae mengutarakan niat awalnya berkunjung ke kantor SS Entertaiment ini setelah berbasa basi dulu pastinya dengan Lee Sooman ini. Dan, mulai besok Jongdae akan mulai bekerja di SS Entertaiment ini. Sebelum membuat Agency, dia harus punya pengalaman terlebih dahulu, bukan?

.

.

Baekhyun terbangun dari tidurnya, dan dia melihat sudah banayk teman temannya yang berada di kelas. Tidak ada yang perduli dengan Baekhyun. Toh, dia tidak famous seperti kakaknya, Kris Byun.

Baekhyun melihat juga ada Soojung yang sudah berkutat dengan handphone-nya dan Luhan yang sedang berbincang dengan Seulgi di meja belakangnya.

"Ah, Baek, kau sudah bangun?" tanya Soojung.

"Ya.. aku mengantuk sekali hari ini, ugh" Baekhyun mengeluh pada dirinya sendiri sebenarnya.

"Oh! Baek! Kau tahu model Baekhee? Kurasa dia memang mirip denganmu seperti apa kata Chanyeol! Dan oh, kau lihat! Dia akan memulai karirnya dalam bidang tarik suara!" ucap Soojung pada Baekhyun yang hanya menatapnya kaget.

'Bagaimana Soojung mengatakan aku mirip dengan Baekhee? Aish~ ada ada saja' batin Baekhyun.

"Ah, iya? Soojung-ah, aku tidak terlalu update soal selebriti seperti itu, hehe. Tapi aku tahu Baekhee, kok" jawab Baekhyun sambil tersenyum pada Soojung.

"Yah, aku tidak tahu bagaimana suaranya. Habisnya, tidak pernah mendengar dia bernyanyi, sih" ucap Soojung pada Baekhyun yang hanya mendengarkan saja sambil mengangguk-angguk.

"Ya—"

"BAEKHYUUUNNNNNN" seseorang berteriak dari depan kelasnya. Baekhyun awalnya mengira dia adalah seorang sasaeng fans yang mengikutinya sampai sekolah, ternyata—

"Luhan, kenapa?" tanya Baekhyun dengan muka datarnya. Tapi Luhan masih dengan wajah berbinarnya.

"KAU TAHUUUUU" Baekhyun mengernyitkan keningnya. Baekhyun berfikir Luhan mulai gila. "Kris-gege menjemputku ke rumah" bisik Luhan kepada Baekhyun. Lalu berteriak 'aa' yang kencang dengan suara cemprengnya. Baekhyun hanya menatapnya biasa.

"Norak sekali, kamu. Aku aja yang di antar-jemput olehnya setiap hari tidak sampai berteriak seperti itu" jawab Baekhyun. Masih dengan wajah datarnya.

"Habisnya aku kan baru kali iniii. Dan kau kan adiknya, ugh" Luhan mempoutkan bibirnya.

"Kalian kenapa?" tanya Soojung setelah selesai dengan acara-mari-stalk -timeline-instagram-nya.

"Tidak hehe" Jawab Baekhyun pada Soojung. "Sudah Luhan, kembali ke tempatmu, Jeon saem sedah datang, tuh"

"Baik, baik, nona Byun. Hahaha"

Baekhyun melempar Luhan dengan pensil milik Soojung setelahnya.

.

.

Chanyeol sedang berjalan menuju lokernya. Ia ingin mengambil beberapa buku pelajarannya untuk hari ini. Namun,

"Bekal dari siapa ini?" Chanyeol mengernyitkan dahinya. Tertera tulisan dalam bentuk huruf –yang tidak Chanyeol ketahui, namun, sepertinya itu huruf China— di sana.

"Aish~ kenapa orang yang memberiku ini menyebalkan sekali, pakai huruf seperti ini. Kan aku tidak bisa baca" Chanyeol bergumam sendiri. "Lebih baik nanti aku tanyakan saja pada Kris. Dia, kan, bisa lima bahasa" monolog Chanyeol lagi.

Chanyeol mendiamkan cokelat yang sudah berhari hari ada di dalam lokernya itu. Dia tahu itu dari Kyungsoo. Makanya tidak dia hiraukan. Lalu mengambil beberapa buku pelajarannya dan berjalan santai menuju kelasnya.

-di kelas-

"Hey, Yeol" panggil Kris yang sudah ada di tempat duduknya.

"Ya" jawab Chanyeol pendek.

"Kris." Panggil Chanyeol pada Kris, yang hanya di jawab dengan gumaman oleh Kris. Chanyeol menghela nafas, "Kau bisa baca ini tidak?" tanya Chanyeol sambil menyodorkan kertas memo yang tertempel di atas tutup tempat bekal yang ada di lokernya tadi.

"Oh, ini" jawab Kris sambil pura pura membaca kertas memo yang diberikan Chanyeol tadi. Padahal kan, itu dia sendiri yang men-translate-kan menjadi bahasa China itu. Chanyeol menunggunya menjawab pertanyaannya.

"Good Morning, Chanyeol! Have a nice day!" ucapnya dengan ceria. Tapi—

"YIXING!" teriak Chanyeol kaget dengan suara beratnya yang menyeramkan itu yang hanya dibalas dengan cengiran khas Yixing saja yang memperlihatkan samar dimple di pipinya.

"Hehe.. maaf tadi aku membacanya.." jawab Yixing lagi dengan cengirannya.

TAK!

Satu pulpen milik Kris mendarat mulus di jidat gadis cantik bernama Yixing ini dengan pelakunya, Park Chanyeol.

.

.

-BAEKHYUN POV-

KRIING!

Ini bel pulang? Atau bel istirahat?

Oh, sepertinya yang lebih tepat adalah pilihan ke-dua ku. Kulihat banyak anak anak yang mulai meninggalkan kelas. Ke kantin mungkin?

Kulihat sekelilingku, aku tertidur? Berapa lama? Seingatku, aku masih mengikuti pelajaran bahasa inggris dengan baik beberapa jam yang—

"BAEK!"

Yatuhan. Aku hampir serangan jantung.

"Apa, sih, Lu. Kau itu jangan teriak-teriak, dong" aku protes kepada Luhan yang barusan teriak di telingaku. Yatuhan. Kuulang, TE-LI-NGA-KU.

"Kamu tadi tidur lama banget, padahal tadi Yoon Seongsae-nim tidak masuk" ucap Luhan. Lalu masalahnya, apa?

"Terus?" aku hanya bisa merespon seperti itu. Aku masih ngantuk!

"Kita gak belajar matematika! Seneng banget, deh! Yuhuuuu!" Luhan bersorak sorak. Mulai, deh, gila-nya Luhan keluar.

Aku mengabaikan Luhan untuk sementara. Luhan, maaf ya. Dia sangat mengganggu untuk saat ini.

Kulihat ke kanan dan ke kiri. Ternyata masih ada gadis ber-rambut maroon yang baru masuk sekolah beberapa hari yang lalu di sebelahku. Aku punya ide untuk menghentikan aksi gila Luhan.

"Soojung-ah" aku memanggil gadis itu, Soojung.

"Ya, Baek?" responnya. Luhan masih joget-joget gak jelas.

"Kamu lapar, tidak? Ayok ke kantin!" ajakku. Otomatis menghentikan aksi gila Luhan.

"BAEK TIDAK MENGAJAKKUU?!" Luhan mendramatis. Lagi.

Aku capek, laper, ngantuk. Jadi aku langsung berjalan menuju kantin. Tanpa kusuruh, Luhan dan Soojung mengikutiku hingga kami berjalan beriringan.

Di tengah jalan, aku bertemu dengan mantan kekasih Chanyeol. Siapa namanya? Oh, Kyungsoo. Dia juga teman satu agency denganku. Aku tidak tahu dia menganggapku teman atau rival, tapi, ya, terserah, lah.

Dia menatapku sinis. Aku tidak mengerti kenapa ia sangat benci kepadaku. Dari tatapannya saja sudah seperti mau memakanku hidup hidup. Apa jangan jangan dia kanibal beneran? Bodo amat, lah masalah dia. Aku laper sekarang, mau makan.

-BAEKHYUN POV OFF-

.

.

"Jadi samchon, aku bisa bantu apa di sini?" tanya seorang laku-laki dengan rambut berwarna coklat madunya.

"Kamu bisa apa memangnya, Jongdae-ah?" tanya laki-laki lain dengan umur kira-kira dua kali lipat dari laki laki yang ada di hadapannya, Jongdae, Kim Jongdae.

"Aku kuliah jurusan musik. Jadi, ya, begitulah, hehe" Jongdae merendah. Padahal, kan, dia bisa buat lagu, aransemen, juga meng-compose lagu meskipun tidak terlalu profesional masalah compose lagu.

"Hm.. Kamu bisa buat lagu?" tanya laki-laki paruh baya ini di hadapan Jongdae.

"Bisa, memangnya ada yang mau debut, atau comeback, samchon?" tanya Jongdae lagi. Jongdae ini, banyak tanya, ya.

"Sebenarnya dia ini sudah debut, namun, ya, bukan sebagai soloist, tapi sebagai model. Kalau bisa, kamu bertemu saja dengan model ini dan manager-nya. Bisa?" jelas sekaligus tawar Lee Sooman –laki laki paruh baya yang duduk di depan Jongdae, sekaligus pemilik SS Entertaiment—kepada Jongdae.

"Bisa!" Jongdae jawab dengan bersemangat.

.

.

Baekhyun sedang berjalan di sekitar koridor sekolah sendirian. Tadi ia bilang kepada Luhan dan Soojung kalau dia mau ke toilet. Tapi langkahnya malah membawanya menuju rooftop sekolah.

CIIT!

Baekhyun mendorong sedikit keras pintu besi berwarna tembaga itu, lalu berjalan menuju pinggir rooftop, melihat kegiatan banyak orang yang melakukan kegiatan, terutama di lapangan karena saat ini ia berhadapan dengan lapangan.

"Kapan, ya, aku bebas?" Baekhyun bermonolog. Tidak sadar dengan sepasang mata yang sedang menatapnya.

"Sebentar lagi, mau—"

"Baekhyun?"

Monolog Baekhyun terpotong oleh suara bass milik seseorang yang sudah Baekhyun hapal mati. Bahu Baekhyun menegang?

'apa dia mendengarku?'

'Jangan jangan dia dengar semuanya'

'Aaaaaa Baekhyun bodohbodohbodohhhh'

'Aku harus apa?'

Baekhyun tersentak lagi, ketika ada yang menyentuh bahunya. Baekhyun menegang. Baekhyun takut. Takut rahasia yang selama ini ia simpan terbongkar. Yaitu, ia adalah seorang Baekhee.

"Baek, kau tidak apa-apa?" tanya orang yang membuat Baekhyun panik saat ini. Baekhyun berbalik, dan Baekhyun tidak salah kira siapa orang ini.

"Apa yang sunbae lakukan di sini?" tanya Baekhyun dengan wajah datar, setelah mengatur mimik wajahnya sebelumnya, pasti.

"Bukan kemarin aku sudah bilang panggil aku Chanyeol saja?" Chanyeol, orang yang tadi membuat Baekhyun panik setengah mati, mengingatkan. "Aku sedang makan bekal yang tadi pagi ada di lokerku. Ternyata enak"

Chanyeol jujur. Nasi goreng kimchi yang ada di lokernya dengan note berbahasa china tadi pagi memang enak. Dan Chanyeoi melihat ada rona merah di pipi Baekhyun. Ada apa?

"Kau sakit?" Chanyeol bertanya sambil memegang kening Baekhyun, membuat Baekhyun tersentak dan hampir membuatnya terjatuh dari rooftop sekolah, kalau saja Chanyeol tidak memeluk pinggangnya. Baekhyun shock, Chanyeol juga.

'Cantik juga kalau dilihat dari dekat seperti ini. Seperti Baekhee' Chanyeol membatin.

"Ugh.. sunbae, bisa menyingkir se-sebentar?" Baekhyun terbata. Jantungnya seperti habis lari marathon berkilo kilo meter saja.

"U-ugh.. Maaf.." ucap Chanyeol.

"Ba—"

GEE GEE GEE GEE BABY BABY BAB~~

Handphone Baekhyun berbunyi, menyanyikan lagu Gee dari Girls' Generation. Idola Baekhyun.

"Ugh, sunbae, aku harus pergi. Annyeong!" setelah itu, Baekhyun langsung pergi mengangkat telfon yang ternyata dari manager tersayangnya. Kim Minseok.

.

.

"Ugh, Baek! Kau ini lama sekali, sih?" Luhan marah marah kepada Baekhyun saat Baekhyun sampai di kelas lima menit sebelum bel masuk berbunyi.

"Maaf, tadi ada sedikit urusan" Baekhyun hanya nyengir, lalu membereskan barang-barangnya yang berserakan di mejanya. "Lu, kalau Yoon Saem masuk, bilang aku izin ya" ucap Baekhyun lagi, lalu lanjut berbisik, "Minseok eonni menyuruhku ke sana segera" Lalu tersenyum pada Soojung yang menjadi teman sebangkunya selama beberapa hari ini.

Baekhyun langsung ergi keluar sekolah, setelah menelfon taxi dan memberitahukan kakaknya bahwa ia akan pergi ke gedung agency nya sekarang. Jadi kakak tercintanya itu tidak perlu menunggunya pulang.

.

.

"Eonnii~~" panggil Baekhyun setelah memasuki ruangan manager tersayangnya yang sudah ia anggap seperti kakak sendiri itu.

"Ya, Baekhyun-ah, kenapa lama sekali, eoh? Aku sudah hampir lumutan menunggumu, asal kau tau" ucap Minseok, manager Baekhyun, dengan nada sedikit bercanda kepada anak didiknya yang sudah ia anggap adik sendiri ini.

"Yak, eonni, harusnya kau bersyukur, artismu yang cantik dan sibuk ini masih bisa datang menemuimu—"

BUGH!

Sebuah bantal mendarat cantik di wajah Baekhyun dengan tersangka tetap seorang wanita cantik bernama Kim Minseok.

"Akh, eonnii~" Baekhyun merengek.

"Jadi gini, Baek. Duduk dulu, deh" ucap Minseok.

"Ada apa eonni?" Tanya Baekhyun.

"Kata Sooman sajang-nim sudah ada yang akan menjadi composer yang akan membantu debut album mu, aku jug—"

TOK TOK TOK!

Baekhyun segera bangun dan membukakan pintu untuk sang tamu ini. Meskipun seorang artis, Baekhyun tidak mau diperlakukan seperti putri raja. Duduk manis, diam, dilayani. Baekhyun tidak suka.

Baekhyun membuka pintu ruangan Minseok dari dalam. Terlihatlah sang tamu yang ternyata seorang namja. Namja itu membungkukkan badannya. Baekhyun juga.

"Eum, maaf. Apa ini ruangan manager dari Byun Baekhee?" tanya namja itu. Baekhyun mengangguk. Minseok berjalan ke arah pintu. Seketika matanya terbelalak melihat tamu itu, jantungnya berdetak seperti orang habis lari marathon.

Namja yang sedari tadi melihat ke arah Baekhyun, melihat Minseok juga sama terkejutnya dengan Minseok.

"Chen/Xiu?" ucap mereka bersamaan.

.

.

tbc

.

.

Maaf ya sayang lama, aku udah tingkat akhir sekolah nih:( jadi gabisa sering sering main laptop:(. Aku liat kemarin reviewnya berkurang dari sebelumnya:( ayodoong review. Buat yang udah rev makasih ya^^ kalian yang buat aku semangat nulis ini. Hehehe.

Buat siders masih di tunggu ya kemunculannya^^

Sama aku mau minta saran buat konflik. Mau nc dulu apa konflik dulu? Dan konfliknya mau cb aja apa semua kapel? Kalo cb aja mungkin gaakn terlalu panjang hehehe.

Minta sarannya ya sayang sayangku ^^

Kamsahabnidaaaa~~~

;; fhsilvertear ;;