Chapter 9
.
Title : I Will Show You
Main Cast : Chanyeol Park, Baekhyun Byun-Baekhee- (Chanbaek)
Other Cast : Kris(Byun) Wu, Xi Luhan, Kim Jongin, Oh Sehun, Kim Junmyeon, Zhang Yixing, Kim Jongdae, Kim Minseok-Xiumin-, Huang ZiTao, Do Kyungsoo, Kang Seulgi, Jung Soojung-Krystal-
Paired Cast : Chan-Baek, Kris-Han, Kai-Hun, Su-Lay, Chen-Xiu, Tao-Soo
Part : 9 of ?
Genderswitched : Baekhyun, Luhan, Sehun, Yixing, Xiumin, Kyungsoo
Warning : Saya tidak terlalu suka dengan beberapa official pair dari EXO, maka dari itu saya memasukkan beberapa crack pair seperti Kris-Han, Kai-Hun, dan Tao-Soo. Disarankan, untuk anda, para calon pembaca fanfiksi saya, jika tidak menyukai dengan konsep, bahasa, rating, alur cerita, penggantian nama, paired cast, genderswitch, dan sebagainya, tidak perlu diteruskan, tidak apa apa.
Disini juga akan beberapa kata yang kasar, jadi mohon dimaklumi. Saya sudah memberi rated M, jadi saya bisa memasukkan hal dewasa di sini, termasuk adegan seks dan perkataan kasar.
Dan maafkan juga jika cerita ini ada kesamaan dengan fanfiksi atau cerita lain. Tapi ini murni dari otak saya, saya juga manusia yang tidak selalu mengetahui apa saja yang ada di luar. Untuk kesamaan segalanya, mohon dimaklumi.
.
3,191 Word(s)
.
"Hey, besok libur nasional, bukan?" seru seorang gadis dengan mata berbinar kepada tiga orang gadis lainnya yang sedang makan di kantin sekolah mereka.
"Ya, memangnya ada apa?" tanya gadis lainnya yang berambut magenta dan dikepang dua kepada gadis bermata rusa itu.
"Ayo kita shopping!" seru gadis bermata rusa itu bersemangat kepada teman temannya.
"Gosh, Luhan! Dan tiga hari setelahnya kita harus melaksanakan Ujian Akhir Semester. Apa kau gila mengajak kami shopping?" Seulgi, gadis cantik berambut cokelat tua itu berkata pada si gadis bermata rusa, Luhan, sambil menggelengkan kepalanya. Sedangkan dua orang temannya yang lain hanya menganggukkan kepalanya.
"Guys. Menurutku apa yang diucapkan Luhan bisa diterima.. Um kita bisa refreshing sebentar sebelum UAS, lalu kita belajar di dua hari yang tersisa. Tidak masalah, bukan?" ujar salah satu teman Luhan dan Seulgi yang memiliki rambut merah maroon, Soojung.
"Ah! Boleh, boleh! Besok aku kosong. Ayo shopping!" seru gadis berambut magenta bersemangat. Soojung dan Seulgi bingung dengan apa yang dimakhsud dengan kosong.
"Ah, benarkah, Baek? Kalau begitu, besok kita janjian di pusat perbelanjaan tengah kotasaja!" Luhan berseru tidak percaya pada gadis berambut magenta yang bernama Baekhyun itu. Dan dengan enaknya ia menentukan kemana mereka akan pergi shopping. Namun akhirnya, yanglain mengangguk menyetujui ajakan Luhan.
.
.
"Hoi, Kris. Bisa aku berkunjung ke rumahmu besok? Besok hari libur nasional dan ayah ibuku pergi, aku butuh teman," ujar laki laki bermata bulat kepada seorang ia panggil dengan nama Kris.
"Tidak boleh," ujarnya singkat, padat, jelas. Yang bertanya lebih awal menampakkan wajah bertanya lagi 'kenapa' yang dimengerti oleh Kris, dan langsung dijawab, "Aku memiliki privasi."
"Halah, privasi, privasi. Aku temanmu, Kris. Kenapa kau tidak terbuka pada sahabatmu sendiri?" laki laki bermata bulat itu menampakkan wajah memelas yang lebih terlihat menjijikan di hadapan Kris.
"Kenapa kita tidak ke mansion milik Junmyeon saja?" tanya Kris yang langsung membuat laki laki bermata bulat tadi menengok ke kursi di belakangnya dan memanggil di empu kursi, Junmyeon yang hanya dibalas dengan deheman.
"Besok kan libur nasional, bisakah kami bermain di rumahmu?" tanya laki laki bermata bulat itu pada Junmyeon. Junmyeon hanya mengangguk dan berkata 'ya' pada laki laki yang ada di hadapannya saat ini.
"Baik, besok jam sepuluh pagi aku, Kris, dan Jongin datang ke tempatmu," ujar laki laki bermata bulat ini lalu kembali pada posisinya semula.
.
.
+82-186-1494-xxx [Selamat siang]
Sehun mendapatkan sebuah pesan singkat yang masuk ke dalam nomornya, mengernyit saat di sana hanya terdapat dua belas digit nomor tidak dikenal.
To +82-186-1494-xxx [Maaf, ini dengan siapa, ya?]
Send.
Sehun bingung, tidak banyak yang tahu soal nomor telepon-nya kecuali kakaknya dan keluarganya. Dan sekarang ada nomor asing yang mengucapkan selamat siang padanya. Setahunya, ia tidak memberikan nomornya pada siapapun akhir akhir ini. Kalaupun itu teman sekelasnya, Sehun pasti sudah menyimpan nomornya dalam kontak.
+82-186-1494-xxx [Aku yang pernah mengantarmu ke sekolah, hehe]
'ternyata Jongin oppa. Tapi darimana dia tahu nomorku?' Sehun langsung menyimpulkan bahwa itu adalah Kim Jongin karena yang pernah mengantarnya pergi ke sekolah kecuali supir bus dan ayahnya hanya kakak kelas kakaknya itu, Kim Jongin. Lalu, Sehun langsung menyimpan nomor Jongin kedalam kontaknya sebelum membalas pesan singkat kakak kelas tampan itu.
To Jongin Oppa [Oh, Jongin oppa. Ada apa?]
Send.
Belum sampai dua menit, ponsel Sehun bergetar lagi tanda ada pesan yang masuk.
Jongin Oppa [Sudah makan siang?]
Sehun tiba tiba tersenyum sendiri, merasakan pipinya memanas karena diperhatikan seperti ini.
To Jongin Oppa [Sudah, oppa sendiri?]
Send.
Balas Sehun menanyakan Jongin kembali tanpa mengetahui bahwa Jongin di seberang sana sedang tersenyum senyum sendiri.
Jongin Oppa [Aku sudah. Sore ini ada kegiatan?]
Sehun tersenyum lalu jarinya kembali menari di atas layar sentuh ponselnya, memberitahu Jongin bahwa sore sepulang sekolah ia tidak ada kegiatan apapun.
Jongin Oppa [Ku jemput jam tiga sore di sekolahmu, oke?]
Sehun makin tersenyum lebar dengan pipinya yang semakim memanas. Lalu berkata 'oke' kepada Jongin melalui pesan singkat.
.
.
Kim Minseok terus memikirkan kejadian beberapa waktu yang lalu. Hari dimana ia dipertemukan kembali dengan juniornya selama menuntut ilmu di salah satu universitas terkenal di China.
Kim Jongdae. Nama itu terus terpikirkan olehnya. Tubuhnya yang tidak jauh lebih tinggi darinya dan mata untanya membuatnya terus memikirkan nama lelaki yang satu itu. Beberapa perubahan terlihat samar di wajah jongdae. Jelas, mereka sudah dua tahun tidak berhuubungan, apalagi bertemu.
Ia kembali mengingatkejadian beberapa waktu yang lalu..
.
.
[FLASHBACK]
Minseok sedang membicarakan soal solo debut artisnya sebagai penyanyi. Karena artisnya itu memiliki suara lembut yang indah, serta suaranya hampir mencapai lima oktaf. Namun, belum selesai mengatakan pada artisnya bahwa sudah ada composer untuknya, pintu ruangannya diketuk oleh seseorang dan dibukakan oleh artisnya yang murah hati itu.
Minseok berjalan ke arah pintu untuk mengetahui siapa tamu tak diundang yang mendatangi ruangannya siang siang seperti sekarang. Namun, betapa terkejutnya ia saat melihat siapa orang yang menginterupsi pembicaraannya dengan artisnya.
"Chen/Xiu?" ucap mereka bersamaan setelah beberapa detik terkunci dalam pandangan masing masing.
"Ah, maaf, Baek. Kenalkan, dia juniorku saat masih berkuliah di China dulu, Kim Jongdae atau panggil saja Chen," ^^ Minseok mengenalkan Jongdae kepada Baekhyun. Lalu Baekhyun membungkuk hampir sembilan puluh derajat kepada Jongdae. Jongdae juga melakukan hal yang sama.
"Ah, aku Kim Jongdae. Apa kau Byun Baekhee?" melihat Baekhyun mengangguk Jongdae melanjutkan kalimatnya, "Aku yang akan menjadi composer untuk solot debutmu nanti."
Minseok melotot mendengar penuturan Jongdae barusan. 'Jongdae akan menjadi partnerku?!' Minseok berteriak dalam hati, berteriak senang. Lalu, sadar mereka hanya berdiri di depan pintu, Minseok mempersilahkan Jongdae untuk masuk dan duduk di sofa panjang berdua dengan Baekhyun, sedangkan dia mduduk di sofa single yang ada di sebelahnya.
"Jadi?" Minseok meminta penjelasan kepada Jongdae soal perkataanya beberapa menit yang lalu.
"Jadi, aku akan menjadi composer untuk solo debut Baekhee—"
"Baekhyun." Ralat Baekhyun. Sejujurnya, ia tidak suka dipanggil Baekhee, ia lebih nyama dipanggil dengan nama aslinya, Baekhyun.
"Oke. Jadi aku akan menjadi composer untuk solo debut Baekhyun beberapa waktu yang akan datang. Kita akan menjadi partner. Kau aka memberikan konsep dan tema, aku akan memikirkan untuk membuat lagunya, jika Baekhyun ingin turut serta dalam penulisan lagu, tidak masalah," Jongdae mengakhiri kalimatnya dengan tersenyum lebar.
Baekhyun menatap Minseok dalam diam meminta persetujuan serta pendapatnya, Minseok pun hanya mengangguk sambil tersenyum ke arah Baekhyun. Ia tidak meragukan lagi bakat dan kemampuan Jongdae di bidang ini, mereka berteman dekat semasa kuliah beberapa tahun yang lalu. Sedangkan Jongdae, ia menatap penuh harap kepada kedua orang ini. Ini menyangkut pekerjaan pertamanya!
Setelah itu, Minseok tersenyum ke arah Jongdae lalu mengatakan, "Baik. Kita mulai kapan?"
Jongdae juga ikut tersenyum, "Sekarang?"
"AYUK!" Baekhyun membalas dengan penuh semangat.
[FLASHBACK-END]
.
.
"Sehunniii~~~" seorang gadis cantik dengan rambut blonde-nya terlihat sedang merengek di atas kasur king size miliknya-dan adiknya-.
"Eonni diamlah aku akan mengangkat telfon," ujar sang adik, Sehun, kepada sang kakak yang terus merengek kepadanya sejak satu jam yang lalu itu.
"Huh, Jongin saja terus. Jongin Jongin Jongin," sang kakak, Luhan, menggerutu karena adiknya ini sekarang selalu fokus kepada laki-laki bernama Kim Jongin.
"Yoboseyo?" sapa Sehun pada orang di seberang telfon.
"..."
"Ah, aku sedang bersama Luhan eonni di kamar, kenapa oppa?" Sehun bertanya makhsud dan tujuan orang di seberang telfon ini menelfonnya sore menjelang malam seperti ini.
"..."
"Eoh? Makhsud oppa?"
"..."
"Oooh. Ne, kalau begitu, kapan? Minggu depan aku sudah ujian sekolah.." Sehun mengerucutkan bibirnya yang tentunya orang di seberang sana tidak bisa melihatnya.
"..."
"Ah, baiklah, oppa!" Sehun tersenyum senang dan tanpa sadar ia berkata sambil bersorak. Setelah menjawab perkataan Sehun dan mengatakan selamat tinggal, orang di seberang telfon itu menutup sambungan telfonnya sepihak. Membuat Sehun senyumsenyum sendiri seperti orang kelainan jiwa.
"Yak, Sehunna kau kenapa, eoh?" Luhan langsung menyambar adiknya ketia adiknya itu berbalik badan sambil tersenym lebar dan meremas handphonenya.
"Ah, tidak apa apa eonni," ujar Sehun lalu langsung pergi ke luar kamar.
'Adik kurang ajar' pikir Luhan menggerutu pada adik satu satunya yang sangat ia sayangi ini. Sayangnya, adiknya yang ia sayangi ini sangat menyebalkan!
.
.
"Oppaaaaaa," gadis cantik berambut magenta yang sedang berjalan di lorong rumahnya berteriak memanggil sang kakak. Pasalnya, sang kakak yang terkenal pendiam ini menghilang dari kamarnya.
"Yak, oppa, kau kemana, eoh?" ia marah marah sendiri. Jelas sang kakak tidak bisa mendengar oehannya. Dia saja tidak tau di mana sang kakak. Baekhyun, si gadis cantik berambut magenta, berjalan ke arah dapur karena harus setelah berteriak teriak memanggil sang kakak yang tidak kunjung menyahut.
Namun, sesampainya di dapur, ia malah menemukan kakak tercintanya yang sedari tadi ia panggil namanya sedang asik memasak sesuatu di atas kompor. Ia pun kesal karena sang kakak ttidak juga menyadari kehadirannya.
"Yak, OPPA!" ia berteriak sambil menendang tulang kering sang kakak, membuat sang kakak mengaduh kesakitan. Baekhyun ini pernah menjadi atlet hapkido saat sekolah dasar dan junior high.
Kris bertanya ada apa Baekhyun memanggilnya, tapi karena Baekhyun terlalu kesal dengan kakaknya itu, ia lebih memilih diam sambil duduk cemberut di bar dekat dapur. Kris hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya yang sangat kekanakan. Padahal, ia sudah menginjak kelas 10, sebentar lagi akan naik kelas.
"Hei, Baekhyunni. Kau kenapa eoh?" Kris mencoba membujuk Baekhyun dengan berlagak imut, tetapi wajahnya malah jadi menjijikan.
"Oh, Baekhyunni tidak mau jawab. Padahal, kalau Baekhyunni jawab Kris akan kasih kue stroberi Kris yang baru saja mat—"
"YAK OPPA!" Kris tersenyum. Ia selalu tahu kelemahan adik tersayangnya ini. Kalau bukan stroberi, ya ice cream. Atau mungkin sekarang akan ditambah dengan nama Chanyeol.
Kris tetap terdiam sambil kembali berkutik dengan kue-nya, mengabaikan Baekhyun yang sedang duduk sambil menggerutu sendiri di meja bar. Kris sangat sayang kepada Baekhyun, meskipun Baekhyun bukan adik kandungnya sendiri. Kalau bukan karena Baekhyun, tidak ada alasan untuk Kris tetap tersenyum.
Beberapa menit kemudian, kue yang sedari tadi ditunggu Baekhyun sudah jadi. Terlihat jelas ketika Kris melepas apron cokelatnya lalu menaruhnya ke tempat semula. Bau stroberi yang sangat kuat memasuki indra penciumannya, membuat Baekhyun memejamkan matanya, membayangkan ketika stroberi itu akan meleleh di dalam mulutnya.. Ah, Baekhyun tidak sabar.
Baekhyun membuka matanya, lalu langsung melihat Kris yang membawa piring berisikan kue berukuran sedang dengan potongan stroberi di atasnya, membuat Baekhyun menatap kue itu dengan mata berbinar. Otomatis, Kris tersenyum melihat kelakuan adik tersayangnya ini.
"Aaaaaaa.. Oppa Baekhyunni mau satu," pinta Baekhyun pada sang kakak dengan wajahnya yang imut seperti anak anjing.
Terlihat wajah Kris yang seperti sedang berfikir, mempertimbangkan. Baekhyun masih tetap setia dengan wajah anak anjingnya yang menggemaskan itu, membuat Kris tersenyum lalu memberikannya satu kue stroberinya kepada Baekhyun, dan yang satu lagi untuk dirinya sendiri.
Baekhyun bersorak dan melompat kegirangan, persis seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainannya.
"Ung.. Oppa bisakah kau mengantarku besok?" tanya Baekhun setelah selesai menelan habis kuenya.
"Kemana?" tanya Kris yang belum selesai dengan kuenya sendiri.
"Pusat perbelanjaan," jawab Baekhyun yang kini berjalan ke arah mesin pencuci piring.
"Jam berapa? Dengan siapa?" tanya Kris lagi yang sudah selesai dengan kuenya. Memberikan piring kotornya kepada Baekhyun untuk dicuci.
"Sekitar jam sepuluh pagi. Aku akan pergi bersama Luhan, Seulgi, dan Soojung," jawab Baekhyun sambil membilas piringnya dan Kris, lalu memasukkan ke mesin pencuci piring dan kembali duduk di meja bar.
"Soojung? Anak baru berambut merah maroon yang kemarin makan bersamamu di kanti yang ternyata adalah tema Kyungsoo? Oh, Baek, are you serious?" Kris bertanya pada Baekhyun tidak percaya. Bisa saja Krystal ini hanya disuruh oleh Kyungsoo untuk mencelakakan Baekhyun.
"Iya, Soojung. Kau kenapa tidak percaya seperti itu?" Baekhyun menatap sang kakak, lalu meyakinkannya lagi, "Dia baik kok, dia sebangku denganku, oppa. Kau tidak perlu khawatir. Dan hei, kau lupa?"
"Lupa apa?" Kris menatap adiknya heran.
"Aku ini atlet hapkido oppa. Kau lupa? Aku bisa menjaga diriku sendiri!" Baekhyun berseru sambil tersenyum kepada kakaknya.
Kris akhirnya dengan terpaksa mengiyakan permintaan Baekhyun. Ia tidak tega kalau melihat adiknya sedih, apalagi jika itu dikarenakan olehnya. Kris semakin tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.
Melihat anggukan Kris, Baekhyun bersorak-lagi- seperti anak kecil yang baru dibelikan mainan-lagi-.
.
.
"Nunna," seorang laki laki tampan dengan bibir lancipnya memanggil wanita berpipi gembul di depannya untuk memecah keheningan yang sudah terjadi selama beberapa menit.
"Ah, ya, Chen-ah?" balas wanita berpipi gembul itu kepada lelaki didepannya yang bernama Chen.
"Apa kabarmu?" tanya Chen tidak tau harus membahas apa. Tidak bertemu selama tiga tahun membuat mereka menjadi secanggung ini.
"Baik, kau sendiri bagaimana?" wanita itu menjawab sesaat setelah menyesap kopinya.
"Baik juga," setelah dua kata itu yang dikeluarkan oleh Chen, hanya keheningan yang ada setelahnya.
Meskipun tidak bicara apa apa, Chen memperhatikan wanita gembul di depannya. Meskipun pipinya gembul, badannya bagus, ideal. Merasa di perhatikan, wanita gembul itu mengangkat wajahnya, dan langsung menunduk dengan pipi bersemu merah karena langsung mendapati Chen yang menatapnya intens.
"Kau semakin cantik, nunna," ujar Chen membuat wanita di depannya menganggat wajahnya yang sudah semerah kepiting rebus.
"Aku serius, Xiu," Chen berkata kepada wanita yang dipanggil Xiuitu dengan mantap dan tegas. Membuat wanita itu menundukkan wajahnya yang sudah makin memerah –lagi-.
"Jangan berbohong Chen, dosa," wanita itu berkata sambil menunduk, malu.
"Hei, siapa yang berbohong, hm?" Chen berkata sambil menarik dagu Xiu agar ia bisa melihat wajah memerahnya yang terlihat sangat menggemaskan.
"Ugh, Chen.." Xiu menatap Chen yang juga menatapnya dengan senyuman merekah di wajahnya.
"Aku rindu," ucap Chen kepada Xiu yang dijawab 'aku juga' oleh Xiu beberapa detik kemudian. "Ayo kita jalan-jalan. Udara sekarang tidak terlalu extreme, bukan?" ajak Chen yang dijawab dengan anggukan oleh Xiu.
Setelah membayar kopi mereka, Xiu dan Chen keluar dari cafe dengan berpegangan tangan.
.
Xiu menatap sekelilingnya setelah mobil Chen berhenti di sebuah parkiran. "Lotte World?" tanya Xiu pada Chen yang dibalas dengn angukan disertai dengan senyuman dari Chen.
Mereka keluar dari mobil Chen, lalu berjalan ke loket pembelian tiket. Lotte World hari ini sedikit ramai. Mereka mengantri selama dua puluh menit, lalu memasuki Lotte World masih dengan jari jari yang saling berpautan. Sudah lama Xiu tidak liburan.
Mereka pun menghabiskan hari mereka di sana. Bermain di Lotte World memang melelahkan, tapi menyenangkan juga bagi mereka. Sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama, jadi hari ini benar benar mereka gunakan sebaik mungkin.
Chen tertawa melihat Xiu yang sedang cemberut karena es krim nya yang terjatuh. Xiu sudah dewasa, tapi masih segitu sayangnya dengan makanan bernama es krim. Chen menenangkan Xiu lalu membelikannya es krim yang baru, membuat Xiu tersenyum lagi.
'Mood nya masih mudah berubah ubah' pikir Chen geli.
Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan mereka menjelajahi Lotte World. Xiu memaksa Chen untuk menaiki roler coaster, tapi Chen menolaknya karena takut Xiu kenapa napa. Tapi, karena paksaan dan wajah memelas Xiu yang ditujukan kepada Chen, serta ditambah bonus kata kata, "Kalau Chen tidak mau, Xiu naik sendiri!" membuat Chen terpaksa mengikuti kemauan Xiu.
Turun dari roler coaster, Xiu merasa pusing karena tubuhnya dibawa naik-turun dan berputar ke atas-bawah dengan menggunakan kereta bermuatan enam belas orang itu. Chen tertawa melihat Xiu yang berjalan tidak stabil sambil memegang kepalanya. Lalu, Chen membantunya berjalan ke arah bangku terdekat dan membeli minum untuk Xiu.
Menjelang malam, Chen mengajak Xiu untuk emnaiki bianglala yang direspon positif serta semangat oleh Xiu. Selama ini, ia selalu naik bianglala sendiri atau dengan teman wanitanya, tidak pernah dengan seorang laki laki kecuali mendiang ayahnya.
Antrian bianglala sangat panjang. Maklum, bianglala dianggap sebagai wahana paling romantis untuk dinaiki bersama orang terkasih, dan waktu yang paling tepat adalah menjelang malam seperti ini. Lampu lampu di sana akan menyala dan terlihat indah.
Setelah sepuluh menit mengantri, akhirnya giliran Chen dan Xiu untuk memasuki gerbong(?) bianglala itu. Setelah mereka sampai di puncak, tibatiba bianglala berhenti. Merasa moment seperti ini sangat tepat. Chen memajikan wajahnya, mendekati wajah Xiu. Membuat Xiu merona malu.
Chen menempelkan bibirnya dengan bibir Xiu, hanya menempel saja. Tidak mendapat penolakan dari wanita di depannya, Chen melanjutkan dengan sedikit melumat bibir Xiu dan mengigit kecil bibir bawahnya meminta akses lebih, Xiu yang mengerti pun membuka mulutnya, memuat ciuman mereka semakin panas. Setelah beberapa detik, Chn melepas ciumannya lalu memegang tangan Xiu. Membuat pipi Xiu semakin memerah, ia pun menunduk.
"Mau jadi kekasihku?" tanya Chen sambil tersenyum menawan. "Aku sudah menyukaimu sejak kita berkolaborasi untuk bazaar kampus kita empat tahun yang lalu, dan rasa itu terus tumbuh seiring kita yang sering menghabiskan waktu bersama di China.
Aku senang saat kau lulus, namun sekaligus kecewa karena mengetahui kau akan kembali ke korea untuk bekerja. Setelah itu, aku bekerja keras untuk lulus. Setahun kemudian, aku lulus namun orangtuaku memaksa untuk bekerja di sana selama dua tahun.
Akhirnya aku kembali ke sini dengan harapan bisa kembali bertemu denganmu, dan tuhan mengabulkan doaku. Aku bertanya tentang pekerjaan yang sesuai dengan keahlianku kepada Sooman samchon dan berkata aku bisa membantu Baekhee untuk solo debutnya dan bertemu denganmu. Dan aku sadar bahwa perasaanku kepadamu belum hilang sama sekali, bahkan terasa makin besar ketika melihat wajahmu lagi di depan ruanganmu.
Jadi, Kim Minseok, maukah kau menjadi kekasihku, ah bukan. Kim Minseok, maukah kau menjadi teman hidupku?" Jongdae berkata panjang lebar membuat Xiu atau Minseok itu hampir menitikkan air mata bahagianya. Minseok mengangguk lalu memeluk Chen, atau Jongdae ini. Jongdae terus berkata terimakasih kepada Minseok. Tidak lama, pintu gerbong terbuka dan mereka keluar dengan wajah bahagia mereka.
.
.
To Chanyeol [Aku telat sampai di rumah Suho]
Send.
Kris meletakkan handphone nya di atas meja setelah mengetikkan pesan singkat untuk teman satu kelasnya yang dekat dengan adiknya itu, Chanyeol. Ia hanya sedang menunggu Baekhyun yang sedang dikepang rambutnya oleh sang eomma.
Lalu, Kris memandangi sebuah foto yang ada di dalam gallerynya. Foto Luhan sedang tertidur di mobilnya beberapa waktu yang lalu. Sangat lucu. Entah kenapa Kris bisa tergila gila dengan wanita yang satu ini, padahal sebelumnya, Kris selalu mengencani wanita yang berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Luhan.
Kris tersentak dari lamunannya ketika handphone yang sedang dipegangnya bergetar dua kali, memperlihatkan nama Chanyeol di kotak pesan teratasnya.
Chanyeol [Baiklah. Kenapa memangnya?]
Kris langsung membalasnya, sekalian memberi pesan singkat kepada sesorang yang ia dapat nomornya dua minggu yang lalu.
To Chanyeol [Ada urusan sebentar]
To Luhan [Hei, selamat siang. Jangan lupakan makan siangmu atau kau akan pingsan saat jalan bersama Baekhyun]
Setelah itu, Kris tersenyum kecil mengingat adiknya, yang jika sudah ada di pusat perbelanjaan itu bisa lupa dengan segalanya, termasuk untuk makan.
.
.
Baekhyun terus menatap dirinya di cermin. Ia berdandan sedikit untuk pergi ke pusat perbelanjaan di kota satu jam lagi bersama teman temannya, untuk pertama kali. Ia mengenakan tennis skirt berwarna putih yang dipadukan dengan kaus berwarna soft pink dan rambutnya yang di kepang dua membuatnya sangat cantik.
Belum lagi lipgloss pink nya membuatnya terkesan lebih cantik lagi. Ia juga mengenakan kacamata berframe hitamnya. Seluruh pakaiannya itu dipadukan dengan sepatu kets adidasnya yang ia beli bersama Chanyeol beberapa minggu yang lalu.
"Baek? Sudah siap?" tanya Kris kepada adiknya yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Bagaimana penampilanku oppa?" tanya Baekhyun setelah mengangguk tiga kali ke arah sang kakak.
"Selalu cantik," jawab Kris sambil mengacungkan dua jempolnya kepada Baekhyun. Setelah berpamitan kepada sang ibu dan ayah, mereka berjalan ke arah bagasi untuk menuju ke mobil milik Kris. Mereka pun melaju ke arah pusat perbelanjaan dan tiga puluh menit kemudian sampai di pusat perbelanjaan tengah kota itu.
Kris mengantar Baekhyun sampai bertemu dengan ketiga teman lainnya yang ternyata sudah menunggunya di Starbucks. Soojung dan Seulgi duduk membelakangi Baekhyun dan Kris yang baru memasuki cafe itu, sedangkan Luhan yang menghadap mereka langsung tersenyum, apalagi setelah melihat Kris.
"Halo, guys," Baekhyun menyapa teman temannya, setelah mereka menengok, mata mereka-Soojung dan Seulgi- melotot kaget.
"Baekhee?" ujar mereka berdua bersamaan dengan nada tidak percaya.
.
.
.=TBC=.
Halo. Hehe ini fanfiksinya aku lanjut... karena gaada kerjaan setelah Ujian Sekolah, jadi aku langsung lanjut ff ini, karena tiba tiba dapet aja gitu feel nya buat ngelanjutin. Seneng gak? Hehehe.
Btw, masih adakah yang nungguin fanfiksi ku ini? Kalau ada, tolong jangan jadi sider, tolong buat RnR, review satu titik dari kalian aja tuh udah berharga banget buat aku. Dan yang udah review kemaren, aku sangat berterimakasih kepada kalian, kalian yang bikin aku semangat buat lanjutin ff ini lagi.
P.S ; Tolong review, follow, dan favorite fanfiksi aku ini, itu sangat berharga buat saya. Follow dan favorite authornya juga gapapa hehe.
P.S.S ; Ada yang mau ff rated M chanbaek slight hunkai? Dibaca yuk ff aku satu lagi, judulnya "Gang Bang".
P.S.S.S ; kayaknya aku bakal hiatus abis ini, karena 36 hari lagi aku harus ngejalanin Ujian Nasional, tolong doain ya! Hehehe
P.S.S.S.S ; aku bakal usahain buat lanjutin ff ini sampe selesai, dan tolong sarannya buat konflik, mau chanbaek aja atau semua couple? Atau beberapa couple aja? Kalo beberapa, tolong kasih tau (selain chanbaek, itu udh pasti ada konfliknya) dan tolong jangan blang 'terserah authornya aja' aduh, aku minta saran, tolong kasih saran yaa.
P.S.S.S.S.S ; tolong kasih saran soal fanfiksi aku ini, pasti masih banyak kekurangan karena aku cuma manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan ^ea
P.S.S.S.S.S.S ; mau kenalan sama aku? Send PM(Personal Message) ke aku aja hehehe kalo ngga line, ya instagram!
P.S.S.S.S.S.S.S ; ngomong apa lagi ya? Aku gatau hehehe. Cuma mau minta support aja kok, support aku, support exo, supprot kai-stal juga yang baru confirm. Kesian aku liat mereka di judge. Kalo km real exol pasti ngehargain keputusannya kai buat dating sama krystal :)
Sekian dari park-hyunji,
Terimakasih
(prev: fhsilvertear)
