Wedding Dress
"Aku tak yakin Baekhyun akan datang kekorea" Jongin berdecah, ia merasa kasian dengan trauma yang dialami Baekhyun.
"Kupikir juga begitu" Jongin menghabiskan ice cream miliknya, kemudian menatap gadis yang ada didepannya. "Setelah ini apa rencanamu?" tanya Jongin.
Kyungso tersenyum, ia buru-buru menelan sisa ice cream stremawberry yang ada didalam mulutnya, "Selanjutnya aku akan mengukur tubuh milik kedua mempelai pria dan wanita, Ah Jongin-ssi mau bantu aku?"
Jongin mengangguk mantap, "Dari mana aku harus membantu Kyungso-ssi" Mereka terkekeh.
"Kau harus membantuku mendapatkan hotel yang bagus, ah maksudku yang dekat dengan gedung resepsi pernikahan, dan bisa kau telpon Yooara aku harus secepat mungkin mendapatkan ukuran badannya agar gaunnya bisa segera diproses oleh Baekhyun. Lalu dengan permintaan Chanyeol, sepertinya aku tidak bisa menyampaikannya dengan Baekhyun, aku takut kerjanya akan berantakan bagaimana menurutmu?" Kyungso menjelaskan semua permintaannya.
"Untuk Hotel dan menelpon Yooara aku bisa menyanggupinya Kyungso-ssi, Tapi kalau permintaan Chanyeol aku tidak tau. Kau cobalah dulu, kan kalau belum dicoba kita tidak tau hasilnya seperti apa?" Jongin melihat piring ice cream milik Kyungso sudah kosong, Ia segera meminta bill pada pelayan. "Dan aku juga harus bertemu dengan Baekhyun." tambah jongin. Pelayan datang memberikan bill pada jongin. "Haha, ini namanya surga" jongin terkekeh dan mengeluarkan Black Card milik Chanyeol. Pelayan itu mengambilnya untuk proses pembayaran.
Kyungso tersenyum, "Dasar pria, suka memanfaatkan temannya" celahnya dalam hati.
"Jadi bagaimana?" Jongin menatap penuh harap.
"Baiklah akan aku usahakan. Lagi juga setelah mendapatkan ukuran badan, aku akan segera pulang." kata Kyungso mencoba membuat Jongin tidak kecewa.
Tak lama pelayan itu kembali lagi tentu dengan Black Card milik Chanyeol. "Terima Kasih, Jangan lupa datang lagi ya, Kalian adalah pasangan yang sangat serasi" seru pelayan itu ketika Kyungso dan Jongin keluar dari restauran Ice Cream.
"Cih, bisa saja pelayan itu" Jongin terkekeh mendengarnya, sementara Kyungso wajahnya merah merona.
Jongin mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Ia segera menekan tombol pesan dan mengetik beberapa kalimat kemudia mengirimnya pada Chanyeol. "Aku pergi menuju rumahmu, Karena Kyungso akan mengukur tubuh Noona. Setelah itu Ia akan kembali." Kurang lebih isi pesannya seperti itu. Kyungso merasa ponsel barunya bergetar, ia mengambilnya. "Baekhyun" ujarnya saat mengetahui nama Baekhyun ada di layar ponsel barunya.
"Ah, Baekhyun" sapa Kyungso, saat memutuskan menerima panggilan dari Baekhyun. Sebenarnya ia takut dimarahi oleh Baekhyun, Karena Chanyeol menelponnya tadi. Kyungso tidak mendengar apapun, yang terdengar hanya helaan nafas. "Baek" panggil Kyungsoo lagi.
"Heem, aku mendengarnya kyung" Jawab baekhyun. Suaranya terdengar hampir menghilang. Hatchi, Hatchi, Hatchi, terdengar suara bersin disertai batuk dari ujung sana.
"Baek, kau baik-baik saja" Kyungso mulai sedikit khawatir.
"Aku sudah melihat Emailmu, Aku juga sudah bicara pada sih Park itu, katakan padanya Gaunnya akan diproses setelah kau kembali dari seoul. Dan cepatlah pulang kyungie aku kesepian" suaranya menghilang lagi-lagi yang terdengar suara batuk milik baekhyun.
Mendengar Baekhyun bantuk, Kyungso makin khawatir. Ia khawatir karna Baekhyun tinggal sendiri saat ini tidak ada yang menemaninya. "Iya, Aku akan segera pulang" Kyungso mengakhiri panggilannya.
"Bagaimana, apa aku bisa segera mengukur tubuh Yooara?" tanya Kyungso. Jongin hanya mengacungkan Jempol. Ponsel Jongin kembali bergetar, ia segera membuka kontak pesan dari Chanyeol. "Aku akan segera menyusul."
Wedding Dress
Kyungso dan Jongin sudah sampai dirumah kediaman Park, Tuan Park, Nyonya Park, Yooara dan Pasangannya juga ada dirumah. Maklum mereka berkumpul karena sedang mendiskusikan pernikahan mereka mau seperti apa. Kedatangan Kyungso makin memantapkan persiapan pernikahan mereka. Kyungso dan Jongin bahkan sudah bergabung duduk bersama mereka di ruang keluaraga membicarakan soal Gaun pengantin yang sudah dipilihkan Chanyeol. Kyungso membuka tabung yang ia bawa, merapihkan kertasnya kemudian memberikannya kepada Yooara. Tak lupa ia memberikan rancangan Gaun pengantin yang sudah dipilih oleh Chanyeol adiknya.
"Wah, Gaun ini cantik sekali. Chanyeol memang tidak salah pilih" ucap Yooara mengagumi desain Baekhyun. "Bagaimana Eomma Appa, dan Chagi ini bagus kan?" Yooara memperlihatkan rancangan gaun yang dibuat khusus untuknya. Tuan Park dan Nyonya Park juga memuji beberapa hasil rancangan Baekhyun. "Jika Eonni juga memilih Gaun berwarna Hijau pias ini, maka saya sarankan untuk sang pria yang ini" Kyungso mengeluarkan rancangan baju setelan jas berwarna putih, jika dipadukan dengan Gaun pengantin itu akan sangat serasi. Yooara melihatnya, ia pun setuju.
"Oh ya, Kyungso. Apa benar Baekhyun tidak bisa menghadiri pesta pernikahan anak kami?" Tanya Tuan Park.
Kyungso sedikit bingung untuk menjawabnya. "Aku akan mencoba membujuknya Paman". "Eoh, Eonni mari saya ukur dulu badannya" kata kyungso mencoba membelokan arah pembicaraan.
"Baik" Yooara berdiri dari duduknya, dengan cekatan Kyungso mengeluarkan alat pengukur badanya. Setelah mengukur Kyungso tidak lupa mencatatnya. Begitu pun dengan Pasangan Yooara. Chanyeol datang saat Kyungso sudah menyelesaikan semua urusannya.
"Sepertinya aku terlambat ya" seru Chanyeol yang berdiri diujung ruang keluarga. "Sudah ketinggalan jauh kau, payah" jawab Jongin yang sedang menyender pada punggung sofa.
"Hai, Yeol!" Yooara melambaikan tangannya, Chanyeol hanya tersenyum. "Aku suka dengan Gaun yang kau pilihkan Cantik" Yooara menambahi.
"Cepat duduklah, Yeol. Tidak baik bicara sambil berdiri" ucap nyonya Park. Yah mau tidak mau Chanyeol ikut bergabung dengan mereka semua.
"Oh yah, butuh berapa hari untuk menyelesaikan Gaun pengantinku kyungo-ssi" tanya Yooara.
Kyungso merapihkan peralatan dan catatannya dengan rapih. Gadis itu mendongak menatap Yooara. Ia teringat Baekhyun kan sedang tidak enak badan pasti akan memakan waktu sedikit lama. "Mungkin secepatnya Eon." jawab Kyungso sekenanya. "Mana bisa kau jawab secepatnya" Celah Tuan Park. "Eh, Bukan begitu Tuan, Masalahnya Baekhyun kurang enak badan sepertinya ia terkena flu, biasanya kalau ia flu pekerjaannya akan sedikit agak lama tapi hasilnya tetap memuaskan kok" kyungso mencoba menjelaskan.
"Flu ya." Nyonya Park ikut ambil bagian dalam pembicaraan. "Eh, eomma masih punya Air Jahe Kyungso-ssi bawakan saja untuk Baekhyun, Bibi jamin flunya pasti hilang" tambah nyonya Park.
"Nah, betul. Kyungsoo. Paman jamin Baekhyun pasti cepat sembuhnya" Tuan Park terkekeh. Begitu juga dengan yang lainnya kecuali Chanyeol.
Kyungso sudah selesai mengemas, tentu saja ia bersyukur karena keluarga Chanyeol yang begitu hangat berbeda dengan Chanyeol yang begitu sangat sangat menyebalkan. "Eh, Paman Bibi jangan repot-repot. Aku juga sudah biasa membuatkan air jahe untuknya"
"Duh, gadis idaman" batin Jongin.
"Tidak apa-apa Kyungso, Bibi sudah menganggap Baekhyun sebagai anak sendiri sejak kejadian itu terjadi Kami dan keluarga Byun saling bersaing. Entah dalam hal apapun." Jelas nyonya Park. Ia segera bangun dari duduknya dan pergi kedapur untuk menyiapkan air jahe.
Mendengarnya kyungso semakin merasa tidak enak dan bersalah pada Baekhyun. Seharusnya Kyungso tidak memaksa Baekhyun untuk mengambil job ini. Seharusnya Kyungso menolaknya dan sekarang rasa penyesalan itu muncul.
"Oh ya Noona, Karena Baekhyun sedang sakit aku dan Jongin akan ikut keparis bersama Kyungso. Aku yang akan membawa Gaun pengantinmu pulang kekorea." Kata Chanyeol. Jongin menyeringai, sedangkan kyungso terkaget-kaget. Syukur saja ia tidak teriak seperti tadi.
Kyungso mencubit punggung Jongin. Jongin menoleh kearahnya. "Yak Tuan Kim Jongin cepat katakan pada teman menyebalkan mu itu, katakan padanya jangan yang aneh-aneh" bisik Kyungso.
"Sudah kubilang, aku tidak bisa menentang Chanyeol." Bisik jongin kembali.
"Duh Bagaimana ini"
"Aku setuju dengan ide Chanyeol. Bagaimana Appa?" tanya Yooara pada appanya. Tuan Park hanya menganggukan kepalanya.
"Cha" Nyonya Park datang dengan dua botol termos berukuran sedang yang ia bawa. "Ini untuk Baekhyun, salam untuknya semoga cepat sembuh ya" ucap nyonya Park sambil menyodorkan botol itu pada Kyungso.
"Eomma, Chanyeol dan Jongin akan ikut bersama Kyungso. Bagaimana menurutmu" Yooara memberitahukan eommanya, "Tentu, itu Bagus. Kalau bisa bujuklah Baekhyun untuk pulang, Kasihan Nyonya Byun pasti merindukan anaknya."
"Yah, bibi Kyungso kan tidak bawa ransel. Kyungso hanya bawa tas sekecil ini. Botol itu tidak muat" kata kyungso mengamati dua botol yang berisi air jahe.
"Jangan khawatir nanti aku yang bawa" sambung Jongin. Semua orang yang ada diruang keluarga menatap jongin dengan tatapan penuh curiga. Karena tidak biasanya jongin yang menawarkan diri. Tentu saja mereka semua menangkap sinyal cinta yang jongin sampaikan untuk kyungso.
"Tapi Paman, Bibi Aku cuma punya tiket satu penerbangan jam 8 malam bagaimana dong?" ujar Kyungso mengeluarkan tiket pesawarnya.
"Jangan takut, Chanyeol pasti akan mendapatkan 2 tiket dipenerbangan yang sama, ya kan chanyeol" Nyonya Park tersenyum lembut.
"Sebaiknya kita makan malam sebelum pukul 6. Kyungso harus cepat-cepat pergi kebandara kan" Tuan Park mengintrupsi. "Eomma hampir saja lupa, kajja kita ke ruang makan, kyungso mari ikut bibi" Kyungso bangun dan mengikutin Nyonya Park menuju ruang makan.
Wedding Dress
Butuh waktu 12 jam untuk sampai keparis. Kyungso, Jongin dan Chanyeol sudah berada di Incheon airport dengan Korean Air mereka akan sampai di Bandara Charles da Gaulle pada pukul 8 pagi waktu setempat. Kyungso bahkan belum sempat menghubungi Baekhyun, Yah karena ponsel Baekhyun yang tidak bisa dihubungi.
Taxi yang membawa mereka sudah berhenti di kawasan perumahan elit. Rumah itu tampak sepi tanpa penghuni ya jelas yang ada dirumah sebesar itu hanya Baekhyun seorang. Apalagi Baekhyun sedang sakit sekarang.
"Ini rumahnya" Kata Jongin melihat kedalam pagarnya. "Luas juga rumahnya." benak jongin.
Setelah membayar taxi, kyungso membuka kata sandi agar pagar rumah itu terbuka, jarak antara pagar halaman daj kerumah ada sekitar 100meter. "Ayo masuk, kurasa Baekhyun masih tidur. Kalian tunggu disini ya" Kyungso berlari kelantai dua rumah itu, setelah ia membuka kan pintu untuk chanyeol dan jongin yang sekarang berada diruang tamu.
Pintu berwarna putih dengan papan nama "Baekhyun" kyungso buka, Kebetulan pintunya tidak terkunci. Kyingso segera masuk kedalamnya, benar saja pemanas ruangannya dihidupkan, diranjang ada berlapis-lapis selimut, tentu saja baekhyun ada disana. Kyungso menyibak selimutnya, Ia mendapati Baekhyun yang sedang tertidur. Kyngso menempelkan punggung tangannya kedahi milik baekhyun, "Syukurlah ia tidak demam."
Merasa ada sesuatu yang menyentuh dahinya, baekhyun membuka sedikit matanya, mengintip siapa yang ada didalam kamarnya. "Oh, kyung kau sudah pulang?" suara baekhyun yang serak itu terdengar. "Oh baekhyun kau membuatku takut, kau baik-baik saja, sini kubantu untuk bangun" kyungso membantu baekhyun bangun dari tidurnya.
"Aku sedikit membaik" baekhyun tersenyum.
Kyungso menunduk, ia duduk ditepi ranjang baekhyun. "Maafkan aku Baek, seharusnya aku tidak memaksamu menerima job ini. Aku benar-benar menyesalinya sekarang."
Baekhyun mengambil tangan milik kyungso, menggengamnya erat. "Tidak apa-apa, ini sudah terlanjur. Asalakan kau, paman dan bibi ada disampingku saja aku sudah cukup bersyukur." Kyungso menatap Baekhyun, "Tapi Baek, aku membawa orang yang menyebalkan" tutur kyungso dengan wajah kesalnya.
Baekhyun hanya menatapnya saja, "Orang yang menelponmu kemarin datang dan dia ada di Ruang tamu."
Reviewnya?
