Hai... author bawa chapter baru...
Kayaknya yang chapter kemarin bisa dibilang sebagai prolog...
Hehehehe.. :D
Kuroko no basuke © Tadatoshi Fujimaki
Rate : T
Genre : Romance, Frienship(?), little humor
Pair : AKAKURO
Warning : Typo, EYD tidak sempurna, bahasa tidak baku, YAOI, dll.
Tidak suka jangan baca OK!
Kenangan Terindah Masa SMA
Chapter 1
Kehidupan semasa SMA adalah yang terindah bahkan sangat disayangkan bila kita menyia-siakan masa muda kita. Sudah seharusnya kita memanfaatkannya dengan hal-hal yang positif, iya kan? Begitu juga kehidupan pemuda bersurai baby blue ini, walaupun mempunyai hawa keberadaan yang mengkhawatirkan. Meskipun dia mempunyai kekurangan tetapi, dia menjalaninya dengan penuh suka cita. Walau pun tidak terlalu kelihatan dikarenakan muka poker face yang selalu melekat tanpa kenal waktu tersebut.
Pemuda itu Kuroko Tetsuya, berwajah datar tapi manis dan imut yang mampu membuat para seme menelan ludah bila bertemu dengannya. Tak terkecuali pemuda bersurai merah yang kini tertarik untuk menjadikannya kekasih. Si surai biru tidak sadar membuat kapten tim basket sekakligus ketua OSIS menaruh perhatian lebih padanya.
Pemuda bersurai merah tersebut bernama Akashi Seijurou, kapten tim basket pelangi kiseki no Sedai dan ketua OSIS bahkan memimpin perusahaan Akashi Crop di usia belia itu. Tidak heran jika di usianya yang semuda itu dia sudah terkenal ke seluruh Jepang. Sudah tampan, pintar, absolut, kaya, dan pemilik salah sati perusaan terbesar di Jepang. Siapa yang tak terpesona dengan tuan muda satu ini. Ya.. kecuali satu orang yaitu Kuroko Tetsuya makhluk unyu, imut-imut yang cuek aja ada pangeran ganteng di sekolahnya.
Bermacan cara sudah di gunakan untuk menarik perhatian sang surai baby blue ini, namun hasilnya masih nihil tak di respon sama sekali. Dari cara yang normal sampai sedikit ekstrim ataupun absrud semuanya mental alias tidak mempan. Tapi bukan Akashi namanya bila menyerah semudah itu.
"KYAAAAAAAAA... AKASHI-SAMAAAAA..." Teriak para gadis didepan gerbang membuat para pejalan kaki mundur selangkah agar tidak kena seruduk banteng berkedok gadis-gadis cantik. (busyet, cantik-cantik kelakuannya kayak banteng) begitulah pemikiran orang-orang itu
Sebuah mobil mewah berwarna merah memasuki gerbang dan diiringi teriakan super sonik yang mengancam kesehatan pendengaran itu. Dari dalam mobil tersebut keluarlah seorang pemuda tampan berambut merah bermanik heterochromatik yang menarik perhatian para gadis kalem menjadi beringas. Kalian tau kan siapa?
"Ada apa sih kok reme bener, apa pasar minggu pindah kesini ya?" gumam pemuda berambut secerah musim panas ini.
"Mungkin saja, Tetsu" Menimpali pemuda berkulit eksotis (kalau tidak mau dibilang item) di sampingnya.
"Kurokocchi hati-hati ssu nanti kegencet oleh mereka" Kata pemuda bersurai keemasan cemas dan khawatir Si surai baby blue penyet kalau tidak di tarik olehnya.
Pemuda berambut kuning bernama Kise Ryota dan pemuda dim tadi Aomine Daiki langsung membawa sang surai baby blue untuk memasuki kelas. Disusul pemuda bersurai hijau yang selalu membawa lucky item kemana-mana dan maniak oha asa Midorima Shintaro. Disampingnya pemuda bersurai ungu dan membawa cemilan kemanapun dirinya pergi pemuda paling tinggi di kisedai ini bernama Murasakibara Atsushi sangat cinta mati sama cemilan dan sikap kekanakannya yang bikin gemes sekaligus kepingin menjitak sayang, tingginya yang menjulang tidak bisa melaksanakan niat mulia itu. Nasib.
"Cepat bel akan berbunyi sebentar lagi, nanodayo. Bukan berarti aku menghawatirkan kalian tapi aku ga mau telat di hari pertama, nanodayo." Dasar tsundere akut tidak sesuai dengan suara hati.
"iya-iya sabar/ssu/chin" Balas semuanya kompak kecuali Tetsuya pastinya. Pemuda baby blue itu memilih diam dan berjalan cepat agar tidak tertinggal yang lainnya.
"Kise Ryota, salam kenal ssu" Suara super sonik berkumandang.
"Midorima Shintaro, salam kenal, nanodayo" pemuda yang surainya berwarna hijau memperkenalkan diri sambil membawa boneka beruang kecil di tangan kiri. Itu katanya lucky itemnya hari ini.
"Murasakibara Atsushi, salam kenal" Jawabnya malas sambil menyunyah keripik kentang.
"Kuroko Tetsuya desu" Kuroko sambil membungkukan badan sopan.
Salam kenal juga ssu/Tetsu/chin/nanodayo" kata keempatnya serempak. Waw, kompaknya mereka hihihihihii.
Jauh dibelakan keempan pemuda tadi, berjalanlah seorang pemuda bersurai merah dengan tatapan intimidasi dan aura yang mencekam karena mereka menyeret calon ukenya dengan brutal dan sampai membuat pemuda baby blue itu kesulitan menyamai langkah mereka bertiga.
"Berani sekali mereka memperlakukan Tetsuya seperti itu, tunggulah nanti akan ku beri kalian latihan yang menyenangkan dan pastinya tak terlupakan dalam sejarah sekolah kalian. Kekekekekekeeee..." kekehnya dengan seringai menyeramkan. Hah, kalian telah membangunkan raja iblis yang tertidur.
"Kok, merinding ya-ssu/chin/nanodayo" batin mereka bersamaan kecuali makhluk unyu bin imut itu.
Akashi Seijurou dengan langkah santai memasuki kelas dengan seringai penuh makna. Siapapun yang berpapasan dengannya hanya dapat berdoa untuk siapapun yang mendapat kemarahan sang Raja neraka ini.
Kuroko Tetsuya duduk di bangku belakang nomor 3 dekat jendela dan kebetulan belum mendapat teman sebangku. Mungkin teman-temanya belum menyadari dirinya ada dikelas tersebut. Entah kenetulan atau tidak Akashi menghapiri bangku pemuda baby blue yang kelihatan sedang menundukkan kepalanya murung, merasa ada yang memperhatikan dirinya begitu intensnya Kuroko menolehkan kepalanya ke samping. Telihatlah sepasang mata beda warna yang memandangnya intens seolah ia ingin menggali apa yang ada di dalam pikiran pemuda disebelahnya.
Kuroko merasa diperhatikan bertanya, "Ada apa?"
"Tidak apa-apa. Oh ya kita belum kenalan. Akashi Seijurou salam kenal" Jawabnya sambil memperkenalkan diri.
"Kuroko Tetsuya salam kenal juga, Akashi-kun" Balas Kuroko Tetsuya datar.
"Boleh aku tau kenapa kau murung, Tetsuya?"
"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja, Akashi-kun" Tapi pancaran matanya yang bersinar redup membuat Akashi tidak percaya pada kata-katanya.
Obrolan itu masih akan berlanjut jika tidak ada guru yang masuk, maka dengan terpaksa mereka memutus obrolan yang sesungguhnya membuat hati Kuroko merasa hangat setelah mengenal Akashi lebih dekat. Walau pun Akashi belum dapat mengungkap penyebab Tetsuyanya murung, tapi masih banyak waktu untuk mengetahuinya. Dan pendekatan ala Akashi Seijurou untuk mendapatkan Kuroko Tetsuya segera dimulai.
T.B.C
Review?
