Kuroko no basuke © Tadatoshi Fujimaki

Rate : T

Genre : Romance, Friendship, little humor

Pair : AKAKURO and other pair(s) lainnya.

Warning : AU, OOC, Typo(s), EYD tidak sempurna, bahasa tidak baku, YAOI, alur nge-slow

Tidak suka jangan baca OK!

Selamat membaca!

Kenangan Terindah Masa SMA

Chapter 2

Pagi hari di SMA Teiko, suasananya sangat ramai membuat siapapun menghirup udara segar disana. Para siswa-siswi berdatangan mereka menuju kelas dengan senyum merekah di bibir, begitu pula halnya Sang surai baby blue ini melangkahkan kaki rampingnya menuju kelasnya. Pemuda bersurai baby blue ini Kuroko Tetsuya tersebut berjalan sambil meresap minuman vanilla milkshake.

Pemuda manis berwajah datar ini melangkah tenang meskipun hawa keberadaannya yang tipis tak membuat menyurutkan semangat untuk menuntut ilmu di SMA ini. Pemuda ini tidak sadar jika di ikuti dari belakang yang jaraknya lumayan jauh darinya, pemuda dengan surai merah ini memperhatikan setiap gerak-gerik Kuroko Tetsuya. Akashi Seijurou berusaha menarik perhatian pemuda manis itu dengan berbagai cara, mulai dari cara yang wajar sampai yang ekstrim sekalipun. Tetap saja Kuroko Tetsuya tidak menggubris segala perhatian tuan muda Akashi tersebut, kepolosan pemuda manis ini semakin membuatnya tertarik untuk memilikinya.

"Yo, Tetsu." Sapa seorang pemuda berkulit tan Aomine Daiki.

"Doumo, Aomine-kun." Balas Tetsuya datar.

"Ohayo, Kuro-chin." Sosok titan ungu menyapa Tetsuya sambil makan Maubo dalam pelukanya, Murasakibara Atsushi.

"Ohayo Kuroko-cchi." Suara cempreng Kise Ryota merusak pendengaran.

"Ohayo, Tetsuya." Tiba-tiba sosok Akashi Seijuurou berada di sampingnya.

"Ohayo, Akashi-kun."

Sedikit kaget karena kehadiran Akashi yang tiba-tiba itu membuatnya gugup dan jantungnya berdetak cepat karenanya. Akashi Seijuurou yang menyadari Tetsuya gugup menyunggingkan senyum tipis hampir tak terlihat. Namun, Tetsuya menyadari kalau sekarang ini Akashi tersenyum saat melihatnya gugup. Senang karena dapat membuat pemilik wajah datar itu sedikit memperlihatkan ekspresinya. Tampaknya mereka berdua ternyata memiliki perasaan yang sama namun, entah kenapa mereka berdua tidak mau mengungkapkan isi hatinya masing-masing. Entah kenapa mereka tidak mau mengungkapkannya walaupun Akashi juga memiliki perasaan cinta terhadap pemuda manis tersebut.

Kedua pemuda tersebut tidak menyangka akan bertemu secepat ini kedua manik berbeda warna milik Akashi menatap lekat iris biru langit menawan di depannya, iris heterochrome memandang lembut pemuda manis di depannya sekarang. Kuroko Tetsuya sangat gugup saat mengetahui Akashi Seijuurou sedari tadi menatapnya. Akashi tahu jika Kuroko sedang gugup saat ini namun, mengacuhkan keadaan Kuroko malah tangan kanannya meraih jemari lentik Kuroko. Tindakan Akashi tersebut membuat pipi putih Kuroko dihiasi semburat merah muda yang menambah kadar keimutan pemuda babyblue tersebut.

Tak dapat lagi menahan tangan kirinya yang bebas mencubit pipi chubby itu lembut, membuahkan kalimat protes dari sang empunya yang tidak pernah di gubrisnya. Tampaknya Tuan Muda Akashi kini sedang menunjukan ketertarikannya pada pemuda manis itu secara terang-terangan, dan mungkin dalam waktu dekat akan mengumumkan bahwa malaikat berambut biru muda itu miliknya. Mengabaikan sekitarnya Akashi menyeret pemuda manis di belakangnya menuju atap sekolah yang selalu sepi itu, Kuroko hanya bisa pasrah di seret-seret pemuda scarlet di depannya. Kuroko tidak memungkiri jika saat ini dirinya sangat gugup berhadapan dengan orang yang dicintainya berdua saja. Jantungnya berdebar kencang seolah ingin meloncat keluar dari dadanya ketika tangan mungilnya di genggam Akashi terlalu erat, manik heterochrome itu menatap lembut penuh cinta tepat di kedua manik azurenya. Keheningan di atas atap tersebut pecah saat sebuah untaian kata singkat terucap dari bibir absolut di depannya.

"Tetsuya, aku mencintaimu! Jadilah kekasihku dan aku tidak menerima penolakkan!" Kata (perintah) Akashi tegas tak terbantahkan.

"..." Hening Kuroko tetsuya masih belum tersadar dari rasa syoknya.

Akashi yang gemas dengan ekspresi pemuda di depannya tidak kuasa menahan diri untuk tidak mencubit kedua pipi yang dihiasi semburat merah muda tersebut. Kuroko menatap kesal pemuda scarlet yang dengan seenaknya menganiaya pipinya dengan tidak keperi-pipi-an. Akashi semakin terkekeh melihat reaksi menggemaskan pemuda biru di hadapannya ini. Tangan putihnya mengacak-acak lembut surai biru muda pemuda manis tercinta, sambil tak hentinya menyunggingkan senyum lembut nan tulusnya. Kuroko Tetsuya terperangah melihat pemandangan langka di depannya, Akashi Seijuurou pemuda tampan nan arogan yang kata orang kejam dan sadis ternyata memiliki senyuman yang sangat menawan.

"Aku mencintaimu, Tetsuya!" Akashi mengulangi pernyataannya.

"Aku... ano.." Ucap Kuroko terbata tidak bisa menahan semburat merah di pipinya dan debaran jantungnya yang menggila.

"Tidak perlu kau jawab sekarang, Tetsuya. Pikirlanlah dulu keputusanmu aku bisa menunggu, jika sudah siap untuk menjawabnya kau bisa menemuiku di sini!" Kata Akashi Seijuurou tenang.

"Baiklah, Akashi-kun."

Kedua pemuda itu keluar dari atap bersamaan yang bersurai merah tak hentinya memandangi pemuda yang berjalan di sampingnya. Kuroko Tetsuya sudah merona malu di tatap oleh pemuda Akashi yang sebenarnya telah mencuri hatinya tersebut. Pemuda biru ini tidak bisa menghilangkan perasaan gugup yang sedari tadi hadir di relung hatinya. Perasaan Kuroko Tetsuya sangat lega mendapati pemuda yang menarik hatinya mempunyai perasaan yang sama dengan dirinya. Namun, Kuroko tak begitu saja menerima pernyatan kaptennya meskipun dirinya tak memungkiri hatinya menghangat ketika mendengarnya. Kuroko ingin Akashi membuktikan jika rasa cintanya bukan hanya semu belaka, ia ingin melihat pembuktian cinta seorang Akashi untuk mendapatkan hatinya.

Akashi Seijuurou memberanikan diri untuk menggenggam jemari lentik Kuroko, Akashi semakin mengeratkan genggamannya ketika Kuroko tidak menampik maupun menolak genggaman tangannya. Kuroko berusaha meredam debaran jantungnya dengan mengarahkan pandangannya lurus ke depan, wajah tampan Akashi muda itu seketika melembut ketika tidak sengaja mendapati semuburat kemerahaan di wajah manis Si biru disampingnya. Mereka menyusuri koridor dengan tangan saling bertautan menghiraukan semua mata yang memperhatikan keduanya, Kuroko risih saat dirinya menjadi pusat perhatian. Kuroko menarik pemuda scarlet itu untuk segera memasuki kelas dan mengabaikan tatapan penasaran yang lainnya.

Suasana kelas tampak sangat ricuh mendadak sunyi ketika kedatangan pemuda merah biru tersebut, Akashi tampak acuh saat mendapati mereka menjadi pusat perhatian. Pemuda pirang yang kelewat berisik menghampiri pemuda bersurai biru langit setelah pemuda Akashi itu melepas genggaman tangannya. Meskipun belum resmi pacaran Akashi sangat posessive jika menyangkut pemuda biru langit itu. Manik heterochrome itu senantiasa mengawasi Kuroko Tetsuya dari tempatnya duduk. Kise Ryota merasakan hawa dingin yang berasal dari sebelah kanan Kuroko menolehkan kepalanya hanya untuk mendapati sepasang mata beda warna menatapnya tajam. Rasanya Kise ingin menangis ketika mendapati pandangan tajam sang kapten, mengalikan pandangannya kembali ke pemuda babyblue untuk meminta bantuan menenangkan sang raja kegelapan hanya menghadapi kekecewaan sebab yang bersangkutan tetap membaca novelnya serius.

Teng... teng... teng...!

Bunyi bel tanda masuk telah berkumandang segera pemuda kuning itu kembali ke bangkunya menghindari amukan 'raja iblis bergunting'. Aomine Daiki menghela napas lelah menyaksikan Kise Ryota mencari masalah dengan Sang Kapten. Akashi Seijuurou sangat kesal dengan tingkah Si Kuning yang selalu mencari perhatian calon ukenya, tatapan tajam tak hentinya menghujam ke arah pemuda pirang yang selalu enerjik itu. Pemuda dim itu segera menyeret Kise menjauh sebelum gunting merah kesayangan sang kapten menancap indah di kepala pirang pemuda hyperaktive itu.

Kuroko Tetsuya hanya menghela napas ketika melihat raut wajah menakutkan sang kapten tertuju ke pemuda pirang yang sudah di tarik menjauh oleh pemuda bersurai navy blue keluar kelas. Kebetulan guru yang harusnya mengajar tidak datang dan hanya di beri tugas yang akan dikumpulkan besok. Akashi Seijuurou terus menerus memandang ke arah pemuda baby blue yang duduk disampingnya lembut, sedangkan yang dipandangi sibuk dengan dunianya sendiri. Pemuda baby blue tersebut tengah larut dalam membaca novel yang di pinjamnya dari perpustakaan, menghiraukan eksistensi pemuda merah disampingnya. Tangan kekar Sang Pemuda Merah terangkat untuk mengelus surai serupa langit itu penuh sayang, senyum lembut nan tulusnya terulas untuk malaikat birunya.

Sungguh hari yang sangat menyenangkan diam-diam tanpa diketahui pemuda bersurai semerah darah disampingnya pemuda manis itu mengunggingkan senyum tipis dengan pipi merona. Perjalanan pasangan Akakuro tersebut masih panjang dan akan banyak kejutan yang ditimbulkan oleh keduanya. Walaupun mereka belum resmi terikat namun, takdir sudah menentukan garisnya bahwa pemuda merah-biru muda tersebut akan bersatu suatu hari nanti. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

T.B.C?

Review?

Kritik dan saran untuk kelanjutan fic ini selalu di nanti...

See you next chapter..!

Sign,

Syabyaku