"Berhenti mengatakan jika kau mencintaiku Sasuke." Sakura berjalan lebih cepat, "Pulanglah. Baumu— ah! Aku tidak tahan." Sakura pikir setelah tidak tidur dua malam dan akhirnya ia bisa tidur adalah anugerah, tapi sejak menemukan seseorang tidur satu ranjang dengannya rasanya ia memilih untuk tidak tidur tiga malam.

Sasuke mencium dirinya, "Apa ada yang aneh dengan bauku? Aku hanya belum mandi." Abaikan fakta jika pria Uchiha itu terlihat seksi dengan penampilan acak-acakannya. Bagi Sakura saat ini Sasuke terlihat seperti gelandangan.

"Beberapa hari ini jadwal kerjaku berlipat karena Konan-san tidak ada." Sakura berhenti, "Dan kau juga harus bekerja. Apa jadwal seorang fotografer selonggar ini? Saat matahari sudah mulai meninggi." Sasuke meremas rambutnya.

"Apa pekerjaanku membuatmu risih?" Sasuke berhenti berjalan begitu pula dengan Sakura. Mereka saling memandang.

Sakura memasang wajah datar, "Pulanglah. Itu tidak ada hubungannya denganku sama sekali."

Teman Lama

.

.

.

Teman Lama

Disclimer : Om Masashi Kishimoto

Author : Hanna Hoshiko

Pairing : Sasuke U. Sakura H.

Rated : T+

Genre : Romance/Drama/Friendship

.

.

.

Warning!

Cerita ini hanyalah fiksi dan semua yang ada di dalamnya kecuali chara adalah asli murni ide dari author. Kesamaan alur, scene,atau apapun itu dilakukan dengan ke-tidak sengajaan oleh author

Cerita ini akan update setiap hari Rabu, jika ada keterlambatan harap menunggu karena itu berarti author sedang sibuk di RL.

Karakter tokoh disesuaikan dengan tuntutan jalan cerita, dan diusahakan sehingga tidak sampai mem-bashing chara.

.

.

.

Don't Like Don't Read

.

.

.

Mempersembahkan

Senyum manis.

"Aku sudah membuat janji. Sara." Pelayan mengangguk dengan pelan, menunjukkan jalan menuju meja yang telah berisi satu orang pria.

Pria itu menyibakkan poni rambutnya ke belakang, "Kau membuat jadwal kerjaku berantakan Sara." Tidak menghiraukan aura marah yang telah menguar begitu kental, Sara duduk dengan anggun.

"Aku tidak peduli dengan jadwal kerjamu Sakon." Sara mengangkat gelas berisi anggur miliknya, "Seharusnya kau senang bertemu aku kali ini." Mata Sara melihat Sakon dari balik kaca gelas.

"Apa yang kau ingin 'kan?" Sakon menaruh kedua tangannya di atas meja.

"Ini hanya pekerjaan sampingan untukmu. Aku akan memberimu bayaran yang sedikit besar." Sara menaruh gelasnya. "Ku harap kau tidak mengecewakanku. Aku akan menunggumu di Nagoya dalam waktu seminggu ke depan." Sara melempar sebuah foto ke atas meja.

Sakon mengambil dan memandang dalam diam foto itu, "He! Haruno Sakura." Sakon melempar kembali foto tersebut ke atas meja, "Dia tetap secantik dulu."

"Apa?" Sakon melirik Sara.

"Dia... Sakura bukan?" Sakon menunjuk foto di atas meja dengan matanya. "Jadi dia sainganmu sekarang?"

Sara kembali mengangkat gelasnya, "Aku harus segera menyingkirkannya. Huh." Ketukan jari Sakon pada meja berhenti sejenak.

"Aku tidak mau tahu masalah di antara kalian. Aku akan mengerjakan seperti yang kau mau, ku pikir ini akan lebih mudah bagiku untuk membawanya padamu." Sakon menghabiskan minumannya.

Sara tertawa pelan, "Bayaranmu akan mengikutimu di belakang." Sakon menyeringai senang.

"Aku harus pergi." Sakon berdiri dari duduknya, "Ah! Kuharap rencanamu berhasil, karena yang ku tahu Sakura wanita yang keras kepala." Sakon meninggalkan Sara yang terdiam.

.

.

.

Helloween di musim semi

.

.

.

"Aku selalu ingin mengenakan dress saat bekerja di musim semi." Perempuan itu tertawa pelan. Berdiri di antara guguran sakura membuatnya terlihat seperti lukisan.

Ia mengeratkan tas jinjingnya, "Lama tidak bertemu, Sakura." Perempuan itu tersenyum tipis, kemudian berbalik.

"Senang bertemu denganmu, Sasuke-kun." Laki-laki itu tetap diam dan memperhatikan dirinya. Mungkin bagi Sasuke pakaiannya terlihat aneh, Sakura yang dia lihat belakangan ini hanya menggunakan kaos, kemeja, jeans, atau jaket tebal dan syal yang hanya memperlihatkan matanya. "Apa ada yang salah dengan pakaianku hari ini?"

"Tidak." Sasuke berjalan mendekat. "Kau melakukannya dengan sengaja bukan?" Sakura berkedip tidak mengerti. Sasuke membawa Sakura ke dalam pelukannya.

"Kau merindukanku hm?"

"Hn." Sasuke memejamkan kedua matanya, "Apa Taman ini begitu indah? Kau menjadikan Taman ini saksi bisu kisah kita berdua." Sakura melihat ke sekitar.

Perempuan itu terkekeh pelan, "Kau benar. Aku bahkan tidak menyadarinya." Kenapa bagi Sakura tawanya perlahan terasa menyesakkan.

"Kau tidak perlu membodohiku seperti itu." Sakura terdiam. "Kau sudah sering membohongiku, kali ini aku tidak akan tertipu olehmu Sakura." Sakura merasa ia seperti melakukan perjalanan waktu ke masa lalu, Sasuke yang sedang memeluknya sekarang sama seperti Sasuke yang ia kenal sepuluh tahun lalu.

Tangan Sakura menepuk punggung Sasuke pelan, "Kau merasa seperti itu? Maafkan aku." Sakura melepas pelukannya, "Aku pulang Sasuke-kun."

"Okaeri."

Sakura tersenyum hangat, "Apa kau tidak punya pekerjaan? Berani-beraninya menggodaku!"

"Hn." Sasuke terkekeh pelan, "Baiklah, sampai nanti Miss Haruno." Sasuke meletakkan jemarinya di dahi Sakura, "Aku tidak berharap musim semiku kali ini seperti musim dingin lagi."

Sakura terdiam melihat punggung Sasuke yang mulai menjauh, "Apa yang harus aku lakukan Sasuke-kun?" air matanya menetes, "Ini adalah salam perpisahanku untukmu."

.

.

.

Helloween di musim semi

.

.

.

Sakura melirik koper di sebelahnya, "Ku rasa aku harus absen dari pekerjaanku. Anda tahu bagaimana sibuknya pekerjaan Sora," Sakura membuka pintu kamarnya, "Tidak akan lama, mungkin paling lambat 3 hari saja. Aku harus mengurus penjualan apartemen kami di New York, aku akan merindukan kalian." Sakura memutus sambungan teleponnya.

Jadwal keberangkatan pesawatnya masih tiga jam lagi, Sakura masih mempunyai waktu untuk sedikit bersantai atau sekedar pergi ke supermarket, ia menanggalkan gaun-gaun kesayangannya di lemari. Bagi Sakura terlalu merepotkan memakai gaun saat kembali ke Amerika, karena Sakura di Jepang dan Amerika sangatlah berbeda. Terutama di kepribadiannya.

"Ha... runo-san?" tangan Sakura tidak jadi menggapai kaleng jus yang ingin diambilnya.

"Anda memanggilku?" laki-laki itu terdiam.

"Kau lupa padaku?" laki-laki itu tersenyum tipis, "Kita pernah satu sekolah. Aku Sakon, kau ingat?"

Sakura tertawa mengingat masa lalunya dulu ketika masih bersekolah, "Apa aku dulu sepopuler itu?" Sakon hanya meliriknya.

"Kau selalu berada di dekat Sasuke Uchiha dan Naruto Uzumaki. Dua nama tersohor di sekolah." Mereka berjalan berdampingan. Sakura mengingat laki-laki di sampingnya ini, teman sekelasnya. "Jadi akhirnya kau memilih siapa?"

"Siapa?" Sakura balik tanya dengan wajah lugu.

Sakon tertawa, "Sasuke atau Naruto?" Sakon melirik Sakura, "Bukankah kalian mengalami cinta segitiga? Apa sekarang berganti menjadi bersegi-segi?"

"Kami tidak mengalami apapun." Sakura tersenyum tipis, "Bersegi-segi? Konyol sekali. Kami hanya saling mengisi hidup satu sama lain. Membuat kenangan indah bersama dan bahagia bersama."

"Kau terdengar jelek saat berbohong."

Sakura menggaruk rambutnya yang tidak gatal, "Benar 'kah? Sekarang aku tahu kenapa Sora melarangku menjadi artis waktu itu hahaha." Sakura tertawa geli.

"Ternyata seperti ini rasanya berbicara dengan Sakura Haruno." Sakon menghela nafas singkat. "Karena itu mereka berdua buta terhadapmu. Malang sekali mereka." Sakon terkekeh pelan.

Wajah Sakura berubah cemberut, "Memang seperti apa rasanya sialan?"

"Hahaha... rasanya begitu mengalir tenang meski terkadang kau membuat riak-riak kecil. Mungkin di sana yang membuatnya lebih terasa nyaman." Sakura menutup mulutnya kagum. "Mungkin jika terus denganmu aku juga bisa menyukaimu. Seperti orang bodoh." Gumam Sakon pelan.

"Apa yang kau katakan?"

"Maaf." Sakon merogoh sakunya, "Aku harus melakukan semua ini padamu." Laki-laki itu akhirnya menyeret tubuh Sakura ke mobilnya.

.

.

.

Helloween di musim semi

.

.

.

"Sora! Sora!" ia melihat adiknya tengah tertidur di dalam peti jenazah. Kenapa adiknya tertidur di dalam sana? Kenapa semua orang memakai pakaian serba hitam? Sebenarnya apa yang sedang terjadi di sini. "Sora! Dengarkan aku, Saki tidak meninggalkanmu dia hanya... hanya melihatmu dari jauh saja."

Ia melihat Itachi berkata dengan air mata yang mengalir deras, "Kenapa dengan Saki? Kenapa dengan Sakuraku!" semua orang terdiam. Bahkan Itachi.

"Jelaskan padaku Sasuke. Apa yang terjadi? Kenapa Sakura tidur di dalam sana?" matanya mulai memanas, "Kenapa kalian semua diam! Hiks kenapa hiks dengan hiks adikku hiks." Sora menutup wajahnya dengan tangan.

Sora mendekati adiknya, "Kau! Brengsek. Bangunlah, jangan pura-pura seperti ini. Aku tidak menyukainya." Sora meremas rambutnya, "Sakura Haruno ku bilang bangun dari sana! Aku tidak suka helloween bodoh! Sialan." Dada Sora terasa sangat sesak.

Drrrrt... drrrtttt... ponselnya bergetar. Di sana tertera nama Hinata Hyuuga, "Hi-Hinata... Hyuuga?"

"Haruskah aku berteriak padamu? SORA!" ia melihat asistennya tengah berkacak pinggang padanya.

Sora masih mengedipkan matanya beberapa kali, "Mimpi. Aku hanya bermimpi, sialan tadi terasa sangat nyata." Ia melirik pria di depannya.

"Ponselmu bergetar." Pria itu meninggalkan ruangannya begitu saja.

"Hi-Hinata... Hyuuga?" dengan ragu Sora menempelkan ponselnya di dekat telinga, "Bicara dengan perlahan. Adikku?" Ia keluar dari ruangannya dengan tergesa-gesa. "Sialan aku tidak suka helloween di musim seperti ini."

.

.

.

To be Continued.

A/N:

Setelah berbulan-bulan memutuskan untuk vakum sejenak karena harus fight sama ujian akhirnya saya bisa kembali lagi! Banzai! Banzai! Mungkin udah banyak yang lupa ini cerita apaan yak! Sama saya juga kok hahaha. Selamat menikmati menuju ending ya :-)

Balasan Review:

Jade Angel of Death Daniels : haha :v sifat alamiah itu vrooh. Terima kasih udah review.

Ikalutfi97 : Harus ada cara agar Saku kembali ke Sasu dong. Terima kasih udah review.

Dianarndraha : kalo rencana Sara gak berhasil mala gak greget. Terima kasih udah review.

cherryAsta :Oke. Terima kasih udah review.

Mantika mochi : terima kasih udah review.

Cherrytakumi08 : Masih ndak tahu nih ane:'v ini masih mau menuju ending doang dari jaman apek hahaha. Terima kasih udah review.

Guest : mereka mau war kali hahahaha. Terima kasih udah review.

Wowwoh geegee : greget! Terima kasih udah review.

Aaalovers : ini baru up. Maaf telat dan terima kasih udah review.