Part 4 : Morning Sickness
Sang pemuda Melayu itu menutup hidungnya dengan telapak tangan. Sudah sekitar setengah jam ia berjuang menahan aroma yang sangat menyesakkan dada itu. Tubuh mungil itu beranjak dari tidur. Dilihatnya jam di dinding. Pukul 11 malam dan ia belum bisa memejamkan matanya sama sekali. Ditatapnya dua sosok tubuh yang ada di kanan dan kirinya. Keduanya sedang asyik terlelap dengan pulasnya. Tak lupa pula paduan suara dengkuran yang sangat merdu.
Malay melengos. Biasanya posisi tidur yang mereka lakoni setiap hari adalah Indonesia di tengah, diapit oleh dirinya dan Netherlands. Berhubung kondisinya yang sedang berbadan dua, dua orang partnernya itu memutuskan untuk tidur di kanan dan kirinya. Mereka khawatir kondisi si jabang bayi jika Malay jatuh terguling.
Malay terbatuk-batuk. Dadanya terasa sesak. Perutnya terasa mual. Demi Tuhan, dia baru menyadari bahwa aroma tubuh kedua partnernya itu benar-benar memuakkan! Dia baru sadar bahwa ketiak Netherlands sangat bau. Apalagi sehabis kecapekan main bola tadi, doi males mandi en memutuskan langsung molor. Begitu juga Indonesia yang punya hobi makan semur jengkol yang Anda tahu sendiri baunya naujubillah! Sudah tahu habis makan semur jengkol, bukannya sikat gigi dulu, doi malah langsung molor, ikut-ikutan si jabrik. Dasar dua manusia jorok! Apakah mereka ngga tahu kalau orang hamil itu sangat sensitif sama bau? Apakah mereka ngga paham kalau orang hamil itu mengalami yang namanya morning sickness?
"Akh..!" Malay buru-buru turun dari ranjang dan secepat kilat berlari ke kamar mandi yang letaknya masih di kamar utama. Ia sudah ngga bisa menahan keinginannya untuk muntah. Untung saja ia sampai disana tepat waktu sehingga muntahannya tidak berceceran di lantai.
Tubuh mungilnya terhuyung. Sambil berpegangan di dinding, ia berusaha menggapai wastafel. Ia membasuh mulutnya dengan air keran lalu mengeringkannya dengan tissu. Setelah merasa lebih baik, ia kembali ke tempat tidur.
Malay menghela napas. Aroma tubuh dua partnernya itu masih belum hilang. Dua mahluk bau itu masih tertidur pulas ditingkahi suara dengkuran yang silih berganti. Kalau begini kedaannya, sampai lebaran monyet juga dia ngga akan bisa tidur.
"Dasar ngga tahu diri! Ngga tahu malu!" umpatnya kesal.
Sementara sasaran umpatannya tak bergeming, tetap tertidur pulas.
Tiba-tiba, ia menemukan ide brilian. Pemuda Melayu berwajah oriental itu mengambil spidol yang disimpan di laci meja kerja Indonesia. Dengan hati-hati, ia melukiskan sesuatu di wajah dua orang partnernya itu. Sambil cekikikan ia menutup kembali spidol berwarna hitam itu. Dengan santai ia pun mengungsi ke kamar sebelah supaya bisa tidur dengan tenang, damai dan sejahtera. Tak lupa dibawanya sebotol minyak kayu putih yang membantu meredakan perasaan mualnya.
Esok paginya, Indonesia terbangun dari tidur dengan terkaget-kaget. Ia melihat wajah Netherlands yang tidur di sebelahnya dalam keadaan cemong. Wajah berkulit pucat itu dipenuhi aneka coretan spidol berwarna hitam. Semakin lucu lagi ketika ia melihat di jidat pemuda bule itu tertulis "penjahat kelamin". Ia pun tertawa sejadi-jadinya. Demi mendengar suara tawa yang sangat ngga keren itu, Netherlands jadi ikut terbangun. Ia terperangah demi melihat yayangnya yang ganteng itu tertawa seperti orang kesurupan.
"Ho-honey, ada ap-pffffttttt..."
Netherlands malah ikut-ikutan tertawa sambil menunjuk wajah sang pemuda berambut ikal yang duduk di sebelahnya. Indonesia jadi curiga jangan-jangan ada sesuatu di wajahnya. Buru-buru ia berlari ke meja rias dan melihat kaca. Wajah gantengnya itu penuh dengan coret-coretan spidol hitam yang serupa dengan Netherlands. Di jidatnya tertulis "ganteng tapi bau".
"Watdepaaakkk!" jeritnya murka.
…
…
…
Part 5 : Ngidam
Ngidam adalah suatu peristiwa yang dialami oleh hampir semua orang hamil. Ada yang ngidamnya biasa aja en mudah dikabulkan, macam kepingin makan es teler, beli baju hamil warna mejikuhibiniu atau salaman sama Pak RT setempat. Ada juga yang ngidamnya aneh bin ajaib en nyusahin masyarakat, contohnya ngidam makan semangka rasa duren tengah malem bolong, foto bareng Osama bin Laden atau jalan-jalan ke alam kubur!
Konon katanya yang namanya ngidam itu harus dikabulkan. Misalnya sang istri ngidam makan mangga. Bukan mangga sembarang mangga tapi mangga yang diambil oleh sang suami dengan cara memanjat pohon mangga langsung. Maka sang suami harus rela berjuang mati-matian manjat pohon en memetik mangga tersebut demi mengabulkan ngidamnya sang istri. Kebayang kan repotnya, apalagi kalau sang suami ngga pinter manjat pohon. Sebab kalau ngga terkabul, maka ketika sang bayi sudah lahir nanti, doi akan selalu ngiler (hipersalivasi) karena keinginan sang ibu belum terlaksana. Rempong kan, Coy!
Seperti juga yang dialami oleh preggy boy kita yang satu ini. Di kehamilannya yang menginjak usia 8 minggu, doi mengalami ngidam dan ngidamnya sungguh sangat sangat...aneh!
"Ngga mauuuu...!" Netherlands ngacir sekuat tenaga.
Tubuh besar si bule jabrik itu berlari ketakutan ke arah ruang tamu. Indonesia yang sedang berbincang-bincang dengan Trio BTT di ruang tamu dalam rangka urusan kesejahteraan masyarakatnya jadi terganggu kekhusyukannya akibat ada iklan bunga Tulip lewat. Setelah puas berlari, pemuda Belanda itu lantas ngumpet di balik sofa yang diduduki Indonesia.
"Neth, apa-apaan sih!? Gue lagi rapat serius nih!" omelnya kesal dengan sikap Neth yang kekanak-kanakan pakai main petak umpet segala.
Tak lama, muncul bocah malang yang sedang hamil muda ke ruang tamu, menambah hangat suasana.
"Malay, Neth kalau mau main petak umpet, sana di halaman, jangan disini!" usir Indonesia. Alisnya udah kedut-kedut menahan kesal melihat kelakuan kedua partnernya itu.
"Gue ngga mau main petak umpet kok! Gue cuma pingin gigit hidung si jabrik!" ujar Malay langsung to the point.
"Dasar preggy boy maniak! Gue ngga mau digigit! Nanti hidung gue bisa patah!" Netherlands geleng-geleng ogah.
Indonesia plus Trio BTT sweatdrop mendengar percakapan aneh barusan.
"Malay, jangan suka gigit hidung orang, itu KDRT namanya!" ujar Indonesia melerai.
"Ta-tapi beib, gue kepingiiiiiin banget, rasanya gatel, pingin gigit hidung dia!" Malay menatap Neth dengan tatapan gemas.
Netherlands makin jijay.
Ya, akhir-akhir ini dia memang merasa aneh. Ada perasaan gemas yang menggelitik setiap kali melihat hidung si bule yang memang mancung en di atas rata-rata hidung orang Asia itu. Rasanya ingin sekali menggigit hidung itu dengan pelan tapi gemas lalu menjilatnya dengan mesra. Perasaan itu benar-benar tak tertahankan. Sampai akhirnya dengan malu-malu disampaikannya ngidam anehnya itu pada si pemuda bule pemilik hidung mancung itu yang kemudian mendapat penolakan. Sangking tak tertahankannya, ia sampai nekad menarik wajah bule Belanda itu hampir mendekati mulutnya tapi kemudian tubuh besar itu mengelak dan berhasil melarikan diri ke ruang tamu, bersembunyi di balik sofa yang diduduki Indonesia. Kalau waktu dulu, mungkin si pemuda bule akan melawannya mati-matian dengan sekuat tenaga, tapi kali ini berhubung kondisinya yang sedang berbadan dua, akhirnya si pemuda bule memutuskan untuk mengalah dan melarikan diri saja.
"Ah, Holland, itu namanya ngidam! Wajar kok, namanya juga sedang hamil" Prussia sotoy.
"Hmm, kalau menurut buku "All About Pregnancy" kalau ngidam sang ibu ngga terkabul, saat sudah besar nanti, si bayi akan ngiler terus-terusan." Spain mencoba menganalisa.
"Ayolah, Neth." France menowel bahu si pemuda berhidung mancung yang masih ngumpet di balik sofa, seolah menyuruhnya merelakan hidungnya digigit si preggy boy.
"A-Apa-apaan sih loe bertiga! G-gue ngga mauu!" Neth berkeras.
Netherlands terus berkeras menolak sampai akhirnya si preggy boy datang menghampirinya dan menatapnya dengan tatapan sangat sangat memelas - melebihi tatapan puppy eyes nya Canada – sambil mengelus perutnya.
"D-dasar freak!" tolak Neth sambil menatap aneh partner hamilnya itu. Dia jadi serba salah. Namun akhirnya hatinya luluh juga demi melihat tatapan menjijikan itu. Ia akhirnya merelakan hidung yang mancungnya ngga sopan itu jadi korban KDRT sang preggy boy tersayang.
Malay melantai dan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Netherlands yang sudah memejamkan matanya, bersiap menahan rasa sakit gigitan yang akan segera mendarat di hidung mancungnya itu. Tangan mungil berkulit sawo matang milik sang pemuda Melayu merengkuh wajahnya lalu menariknya perlahan. Lalu terjadilah KDRT itu. Malay mendaratkan gigitan kecilnya ke hidung mancung itu. Gigit-gigit kecil sayang. Bukannya sakit, malah terasa geli-geli gimana gitu! Netherlands yang semula menyangka akan terasa sakit, ternyata hanya merasakan geli, seperti digelitik.
Netherlands mengintip sedikit. Di hadapannya terpampang seraut wajah sang pemuda Melayu yang sedang serius menggigiti hidungnya. Ekspresi wajah yang aneh seperti orang yang kebelet buang hajat lalu keinginannya itu pada akhirnya terpenuhi sudah. Tiba-tiba saja ia ingin ketawa. Bukan hanya hidungnya terasa geli, tapi juga ekspresi wajah Malay yang menggelikan! Meledaklah tawa Netherlands. Kemudian disusul oleh tawa Malaysia yang merasa lega karena akhirnya ngidam nya kesampaian juga. Keduanya berhenti tertawa sebentar, saling bertatapan awkward, lalu sama-sama tertawa kembali.
"Nah, udah ya gigitnya..." ujar Nether setelah berhasil menguasai diri dan perutnya yang sakit gara-gara kebanyakan ketawa. Dijawilnya hidung Malay sambil tersenyum.
Malay tersenyum lalu mengangguk pelan. Keduanya tertawa kembali. Indonesia plus Trio BTT jadi ikutan ketawa demi melihat drama yang mengharukan barusan. Mungkin kalau Raam Punjabi ikutan melihat peristiwa barusan, maka niscaya akan tayang sinetron berjudul "Ngidam yang Kesampaian".
"Beib, kok gue jadi ngidam gigit hidung loe deh..." ujar Malay mendadak sambil menatap hidung Indonesia.
"W-what de..!" Indonesia langsung pucat mendadak.
Sedetik kemudian terjadi adegan reka ulang kejadian kejar-kejaran. Hanya saja kali ini yang dikejar Malay bukan si bule, melainkan Indonesia.
...
...
TBC~
Doctor's Notes :
1. Morning Sickness
Mual atau istilahnya Morning Sickness adalah gejala kehamilan yang paling umum. Rasa mual itu terjadi karena peningkatan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotrophin). Peningkatan hormon HCG ini menyebabkan efek pedih pada lapisan perut sehingga menimbulkan rasa mual. Biasanya rasa mual ini akan pergi ketika akan memasuki trimester kedua kehamilan. Selain mual, ada juga perasaan lebih sensitif pada bau tertentu. Sejumlah peneliti menduga, gejala ini terjadi agar orang hamil tidak mudah makan sembarangan sehingga melindungi bayi dari racun yang berbahaya. Disebut Morning Sickness karena biasanya terjadi di pagi hari tapi ada juga yang mengalaminya di siang dan malam hari.
2. Ngidam
Istilah dari keinginan terhadap sesuatu yang begitu tak tertahankan sewaktu hamil.
